[FREELANCE] Untitled (Chapter 1)

Untitled design

-UNTITLED.2018-

Cast     : Kim Taeyeon, Kwon Ji Young

Genre   : Romance,Idol Life

Rate     : PG-15

Lenght : 2.635 words

 

~Our First Meet?~

 

‘The DJ got us fall in love again~’

Dentuman music dan suara aduan gelas terdengar riuh di sebuah club termewah sekorea selatan. Tak kalah dengan suara keras yang berasal dari DJ, suara hentakan kaki dari lantai dansa juga memenuhi tempat yang penuh dengan bau alcohol ini. Terlihat semua orang bergembira dan bersenang-senang, entah itu tertawa karena lelucon, entah Karena berhasil menggoda satu sama lain, entah juga karena sebuah ‘aktivitas malam’ yang wajib dilakukan disini.

Namun ditengah  riuh ramainya pengunjung, terlihat seorang wanita bergaun putih sepaha dengan heels merah sedang duduk sendiri dengan tatapan kosong kearah teman-temannya yang sedang asik berdansa, ralat bukan tatapan kosong, namun mengantuk. Ya, sementara orang-orang disini sengaja menahan kantuk agar bisa bersenang-senang, ia malah sangat ingin pulang dan membaringkan tubuhnya dikasur empuk miliknya, dan tak lupa membalut tubuhnya dengan selimut hangat.

Terlihat seorang wanita bergaun pink mendatanginya dengan tatapan heran,

“Taeyeon-ah, kenapa kau diam saja disini? Ayo turun”

“ Fany-ah, kapan kita pulang? Aku sudah mengantuk, bukankah lebih baik kita sekarang pulang? Ini sudah jam 2 pagi!” balas wanita yang ternyata bernama Kim Taeyeon ini dengan tatapan malasnya.

“eeyy, ini masih jam 2 pagi, kenapa kau sudah mengantuk. Bukannya kau sudah berjanji untuk menemaniku dan teman-temanku malam ini?” balas tiffany sambil menyesap sedikit minuman berwarnah merah darah yang biasa orang sebut, wine.

“Kau tahukan aku tidak cocok untuk tempat ini lagipula-”

“lagipula kau sudah disini jadi lebih baik turun menemaniku” potong Tiffany dengan berkacak pinggang.

“ tidak aku disini saja” balas Taeyeon dengan wajah malasnya.

“Taeyeon-ah…” pinta Tiffany dengan wajah memelasnya.

“aku disini saja melihatmu dan teman-temanmu, atau aku pulang ?” Tanya Taeyeon dengan tangan kanannya menopang dagu.

“baiklah-baiklah kau disini saja. Ingat ! jangan kabur meninggalkanku disini” jawab Tiffany dengan wajah kesal dan segera bergegas meninggalkan temannya yang keras kepala itu.

Tawa kecil keluar dari bibir berlapis lipstick soft red milik Taeyeon. Jika bukan karena permintaan Tiffany, ia tidak akan duduk disini dengan rasa kantuk yang luar biasa. Hidungnya tidak akan mencium bau alcohol dan asap rokok, apalagi matanya tidak akan melihat hal-hal tak senonoh –menurutnya- yang dilakukan rata-rata pengunjung disini.

Merasa bosan Taeyeon memutuskan untuk bangkit dari duduknya dan pergi ke toilet, karena mungkin toilet adalah satu-satunya tempat dengan tingkat decibel suara terendah yang ada di disana.

Selama perjalanan ke toilet – yang ia harus mondar-mandir dan bertanya kepada pelayan karena ia memang tak tahu dimana toilet berada- mata hazel miliknya menangkap sosok yang menurutnya terkenal seaentro korea sebagai Rajanya berpesta, The King of Party, Orang yang paling mengerti berpesta, atau apalah itu, sedang duduk bersama teman-teman grupnya dengan tangan kirinya memegang segelas whisky yang sudah setengah habis, dan tak lupa tangan kanannya merangkul seorang wanita yang menggunakan pakaian tipis tembus pandang.

Taeyeon menyerengit memastikan pandangannya, tak salah lagi dia itu orangnya.

“Ya kenapa aku harus heran melihatnya disini” gumam Taeyeon dengan mengangkat sedikit kedua bahunya.

Kaki kecilnya ia lanjutkan berjalan kearah tujuan sebelumnya, toilet.

~

Berbeda dengan Taeyeon yang tampak tidak terlalu menyukai tempat dan suasana di club eksekutif itu, Tiffany justru sangat menikmati setiap detik yang  ia habiskan di tempat itu. Melarikan diri sejenak dari segala kepenatan bekerja,dan segala tekanan sebagai seorang idol,Tiffany tampak berdansa dengan mahir mengikuti dentuman music yang dibawakan oleh seorang DJ cantik berpakaian seksi diatas sana. Tangan kirinya memegang segelas mojito,sedang tangan kanannya dengan leluasa terangkat keatas menyelaraskan gerakannya dengan setiap music yang terdengar.

Seseorang mendekatinya,

“hai…” terdengar sapaan yang harus diutarakan dengan sedikit berteriak mengingat tempat tersebut sangat berisik.

Tiffany menoleh, menyambutnya dengan senyum dan membalikkan badannya agar berhadapan dengan orang itu.

“hai oppa” balasnya, lalu menyesap sedikit mojito di tangan kirinya.

“kau sendirian saja disini? Sudah lama kita tidak berjumpa” lanjut pria itu dengan senyuman tipis dibibirnya.

“tidak, aku tidak sendirian. Tebak dengan siapa aku disini” jawab tiffany membalas senyum pria itu dengan sebuah pertanyaan.

“hmm… Yuri?”

“no”

“hyoyeon?”

“mm…mm…”

“taeyeon?” dengan sedikit ragu ia menyebutkan nama itu.

“bingo!” kata tiffany membenarkan perkataan pria itu sambil menjentikkan jarinya.

“wow, aku tidak menyangka dia mau masuk ke tempat ini” balasnya dengan sedikit tertawa.

“kau tahukan bahwa aku ini sangat mahir membujuk orang, seunghyun oppa” jawab tiffany sambil mengerlingkan matanya.

~

Di toilet, tak banyak yang dilakukan Taeyeon, mencuci tangan, membenarkan rambut dan pakaiannya, serta memeriksa make upnya. Ya, walaupun ia sudah muak dengan tempat ini, tetap saja ia harus tampil cantik diantara pengunjung-pengunjung wanita lainnya. Seperti yang kalian tahu kalau dia ini kan artis terkenal.

Keluar dari toilet,Taeyeon berniat kembali ke tempat duduknya semula, setelah ia tidak menemukan tempat lain yang menurutnya aman dan nyaman untuknya. Tanpa disadari ternyata sedari tadi Taeyeon melewati tempat “orang itu” dua kali.

Ketika berjalan sambil memainkan Handphone dikedua tangannya, Taeyeon tiba-tiba terhenti karena seseorang menghalangi jalannya.

Taeyeon menaikkan wajahnya, menatap pria tak dikenal yang menurutnya setengah mabuk dan berani-beraninya menghalangi jalannya.

“ sendirian nona?” Tanya pria itu sambil tersenyum aneh menatap Taeyeon dengan matanya yang setengah menutup.

Taeyeon hanya diam menatap kesal pria ini, ia memutuskan untuk meninggalkan pria aneh ini.

Langkah Taeyeon ke kiri, pria itu pun ke kiri.

Taeyeon ke kanan, pria itu pun ke kanan.

Taeyeon menghela napasnya kesal.

Ia coba lagi.

Taeyeon ke kanan, pria itu ke kanan.

Taeyeon ke kiri, pria itu ke kiri.

Terlihat senyuman nakal dari pria tak tahu diri ini, Pria itu mendekat membuat mata Taeyeon membelalak kaget, ia ingin mundur, namun ternyata tangan pria ini sudah terlanjur merengkuh pinggang mungilnya.

Taeyeon kaget, dengan tangannya ia berusaha menahan tubuh pria itu agar tak medekat dengannya lagi, wajah pria itu semakin mendekat membuat Taeyeon bisa dengan jelas mencium aroma alcohol yang sangat tajam dari tubuhnya.

“y…y…ya!” ucap Taeyeon mencoba lantang.

Namun senyum pria itu justru melebar, dengan tatapan nakalnya ia menelusuri tubuh Taeyeon.

“tubuh yang sempurna untuk gadis secantik dirimu, aku tidak menyangka bisa menemukan seorang Kim Taeyeon disini” ucapnya berbisik ditelinga kanan Taeyeon. Membuat Taeyeon bergidik.

Entah tarikan dari tangan siapa tiba-tiba tubuh taeyeon tertarik kebelakang. Seseorang menarik pinggangnya kebelakang dan mendekapnya sedikit kuat. Taeyeon terkejut. Apa-apaan ini, kenapa mereka semua sesuka hati sekali menyentuhnya. Dengan amarah yang sudah sampai ubun-ubun Taeyeon mendongak dan berniat membentaknya kuat-kuat.

‘Y….”

“She’s mine”

Tak jadi mengutarakan niat membentak pria itu, mata taeyeon berganti membulat, alisnya mengangkat, dan mulutnya sedikit terbuka, ketika menyadari siapa pria disampingnya, pria yang menarik pingangnya dengan tiba-tiba, pria yang mengatakan bahwa taeyeon adalah miliknya.

Mendengar perkataannya pria penggoda itu mendengus kesal dan segera pergi menjauh dari dua sejoli ini. Dua orang yang sebenarnya saling mengenal,sangat mengenal malah. Namun harus menjadi canggung dan menghindari satu sama lain, tidak, bukan menghindari satu sama lain, namun Taeyeonlah yang terlihat menjauh dari orang ini.

“kau baik-baik saja noona?” Tanya pria ini menolehkan  kepala kesamping kiri, bertatapan langsung dengan orang yang selama ini ia rindukan.

Tersadar dari lamunannya, taeyeon melepas lingkaran tangan pria itu di pinggangnya dan sedikit menjauh dari pria yang boleh dibilang telah menyelamatkannya.

“aku baik-baik saja, terima kasih atas bantuanmu, baekhyun” jawab taeyeon tanpa memandang baekhyun dan segera melangkahkan kakinya menjauhi pria yang lebih muda 2 tahun darinya ini.

Belum sempat melangkahkan kaki yang kedua kalinya, langkah taeyeon terhenti, tangannya tiba-tiba ditarik kuat memaksa tubuhnya untuk berputar berhadapan langsung dengan baekhyun. Tak lupa lingkaran kuat tangannya di pinggang taeyeon, mengunci segala pergerakan yang mungkin akan taeyeon lakukan.

“apa yang kau laku…”

“aku merindukanmu” ucap baekhyun dengan suara baritonenya yang khas.

“hei… lepaskan aku” balas taeyeon dengan tangan yang berusaha menghapus jarak diantara mereka, berusaha mendorong jauh tubuh baekhyun, walaupun usahanya akan berakhir sia-sia.

“aku merindukanmu” tegas baekhyun sekali lagi menghentakkan tubuh taeyeon, memaksa wanita itu untuk menatap matanya.

“lantas aku harus apa?” balas Taeyeon yang kini terpaksa menabrakkan tatapan matanya tepat di mata baekhyun, mata yang dulu pernah membuatnya jatuh hati sekaligus tersakiti.

“tidak bisakah kita seperti dulu lagi? Atau paling tidak untuk malam ini saja? Hm?” pinta baekhyun sedikit mengangkat alis kanannya, dan dengan jemari kirinya ia mengusap lembut rambut taeyeon.

Taeyeon memejamkan matanya, menggerakkan kepala menjauhi tangan baekhyun. Menghela napas dan mulai memikirkan cara bagaimana ia keluar dari situasi ini.

“kita telah berakhir baekhyun-ah, kau dan aku, kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi, maka seharusnya kau tidak boleh seenaknya berlaku seperti ini padaku” jelas taeyeon menatap dengan berani mata baekhyun yang hanya berjarak beberapa senti dari miliknya.

“aku tidak pernah bilang kita berakhir” suaranya mulai mendingin.

“tapi memang begitu adanya, dan sekarang tolong lepaskan aku”  ucap taeyeon sambil menggerakkan badannya berusaha lepas dari cengkraman pria yang ternyata cukup kuat ini.

“aku tidak pernah setuju kita berakhir, kita hanya sedang break, dan akan kembali bersama kapan pun kita mau “ balas baekhyun menguatkan cengkraman tangannya pada pinggang taeyeon, membuat wanita itu merasakan sedikit sakit pada pinggangnya. Tubuhnya sudah sangat menempel dengan pria ini, bahkan tangannya yang berada di dada baekhyun seakan tidak ada gunanya.

“baekhyun aku mohon lepaskan aku maka kita akan berbicara” pinta taeyeon dengan tatapan memelas yang ia buat-buat.

 

Baekhyun tersenyum, menyampirkan rambut taeyeon kebelakang telinga dengan tangan kirinya, menyentuh dengan lembut rahang dan pipi taeyeon, kemudian memegang tengkuk noona kesayangannya itu.

“after a kiss?” tawar baekhyun yang sudah mulai mengelus lembut pinggang dan tengkuk taeyeon, membuat ia sedikit geli dengan perlakuan mantan kekasihnya ini.

“no” jawab taeyeon dengan tegas sambil menggelengkan kepalanya.

“why? Bukankah kau merindukan sentuhanku?” bisik baekhyun sambil mengusap lembut pinggang taeyeon lalu mencium lembut tengkuk taeyeon membuat taeyeon meremas kemeja baekhyun menahan geli, lalu ia kembali menatap wanita cantik didepannya ini.

“see? Kau menyukainya” ucap baekhyun dengan senyum dibibirnya. Lalu mendekatkan wajahnya ke wajah taeyeon, bermaksud menyalurkan segala kerinduannya pada gadis ini.

“jangan… baekhyun…” cicit taeyeon sambil terus menggelengkan kepalanya.

Hanya beberapa senti lagi bibir mereka bersentuhan.

Dukk…

“ups sorry” ucap seseorang setelah ia menabrakkan tubuhnya hingga memberi jarak antar dua sejoli ini, lantas taeyeon langsung mundur menjauhi baekhyun.

Baekhyun menggeram kesal, memejamkan matanya dan mengusap tengkuknya. Pandangannya ia tubrukkan pada orang yang telah mengganggu kegiatannya, matanya sedikit membulat, menyadari siapa yang ada didepannya.

“annyeonghaseyo sunbaenim” ucap baekhyun sedikit menunduk ketika ia sepenuhnya menyadari siapa sosok berfashion dandy dihadapannya.

Taeyeon juga sedikit terkejut ketika ia menyadari siapa orang yang ia lihat sekarang, tepat didepannnya.

Orang itu mengangguk menerima salam baekhyun lalu beralih menatap taeyeon yang masih belum berkata apa pun.

“kau disini ternyata taeyeon-ssi, tiffany sudah mencarimu kemana-mana” ucapnya.

Taeyeon sedikit memiringkan kepalanya, memeroses dengan lambat apa yang sedang terjadi.

“ah benarkah? Gdragon sunbaenim?” balas taeyeon pada orang yang tak ia sangka akan bertemu langsung apalagi disaat momen memalukan seperti ini.

Jiyong mengangguk.

“ya, tiffany sedang berkumpul bersama teman-temanku. Ayo” jawab jiyong mengajak taeyeon mengikutinya.

Baekhyun terpaku tak tahu harus melakukan apa, dan hanya tersenyum kikuk ketika jiyoung melewatinya, bersama dengan noona kesayangannya.

 

~

 

Setelah menjauh dari baekhyun, taeyeon yang sedari tadi hanya mengekori jiyong akhirnya angkat suara setelah mereka sampai di meja yang tadinya ia duduki namun tanpa tiffany disana.

“jadi… dimana tiffany?” Tanya taeyeon dengan kening yang sedikit mengerut. Diatas meja itu tadinya ada tas tiffany dan tas miliknya, namun sekarang hanya ada tas kecil berwarna putih miliknya.

“ia sudah pergi entah kemana bersama  seunghyun hyung” jawab jiyong santai lalu duduk ditempat yang tadinya diduduki taeyeon.

“Ye?!” Seru taeyeon dengan ekspresi terkejut.

Jiyong menolehkan pendangannya kearah wnaita yang terlihat sangat terkejut hanya karena temannya pergi tanpa dirinya.

“tiffany bilang ia sudah berulang kali menghubungimu tapi kau tidak mengangkat teleponmu” ucap jiyong sambil menunjuk ponsel yang kini berada di genggamannya. Sontak taeyeon langsung memeriksa handphonenya dan melihat 39 missed call dari tiffany dan satu pesan yang berisikan pemberitahuan bahwa ia pergi duluan dan meminta taeyeon untuk bersenang-senang tanpa harus memikirkan tentangnya.

Taeyeon menghela napas, menyisir rambutnya kebelakang dan menolehkan wajahnya kearah lain, dan tak lupa memaki sahabat yang tega meninggalkannya di tempat menyeramkan ini –baginya-. Jiyong tersenyum ketika mendengar makian taeyeon yang terdengar sangat pelan namun penuh amarah.

“jadi…” ucapan jiyong menggantung, membuat taeyeon menolehkan wajahnya.

“kau akan pulang?” Tanya jiyong tak lupa dengan gesture tangannya.

“Hm… mungkin?” jawab taeyeon tak yakin.

“mungkin? Ah, kau masih ingin menikmati malam disini” balas jiyong sambil mengangguk, perhatiannya ia alihkan ke lantai dansa di depannya.

“aku tidak tahu ternyata kau juga suka pergi ke tempat seperti ini” sambung jiyong, “ aku kira kau anak rumahan”

“kau benar”  ucap taeyeon sambil menuangkan minuman bernama wine di gelas yang ada dihadapannya, ia tidak tahu kenapa ia sangat ingin meminumnya, melepaskan semua hal yang mengganggu pikirannya sedari tadi, “aku memang anak rumahan”.

Jiyong menoleh melihat gadis disampingnya menyesap wine dengan perasaan marah dan kesal, menghabiskan setengah gelas cairan merah. Lalu menghela napas sambil memejamkan matannya.

“lantas, kenapa kau disini sekarang?” Tanya jiyong memerhatikan lebih, guratan-guratan wajah taeyeon.

“tiffany mengajakku” jawab taeyeon singkat, mengangkat kembali gelasnya dan menghabiskan sisa wine yang masih ada. Kepalanya sudah mulai bereaksi, tingkat tolerirnya terhadap alcohol memang tidak pernah meningkat. Merasa baik-baik saja, ia menuangkan kembali cairan merah tersebut hingga memenuhi jelas bening miliknya. Lalu menyesap cepat cairan itu tanpa peduli apa yang akan terjadi.

“aku pikir kau kesini bersama pacarmu” ucap jiyong dengan sedikit tersenyum saat ia memerhatikan taeyeon mneghabiskan segelas minumannya dengan cepat.

Taeyeon menghela napas, sudah ia duga seniornya ini pasti akan menanyakan hal itu. Mengingat ia sudah memergoki mereka berdua dalam keadaan tak senonoh.

“tidak” balas taeyeon singkat, tak mau membahas lebih dalam topik itu, tangannya dengan cepat menuangkan wine yang tersisa dibotol tersebut,dan langsung menyesapnya, membiarkan cairan manis dan asam itu melewati kerongkongannya. Kepalanya bertambah pusing, tangan kanannya menopang kepalanya mencoba menahan rasa sakit yang mulai menyerang.

Jiyong meyerengit sudah ia duga, gadis ini tidak kuat dengan minuman beralkohol.

“taeyeon-ssi” panggilnya memastikan apakah gadis ini masih bernyawa atau tidak.

“ye?” jawab taeyeon menegakkan kepalanya dan menoleh kearah jiyong.

“sepertinya kau harus pulang” saran jiyong. Taeyeon tersenyum mengangguk “ya, sepertinya aku harus pulang”

“kau tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti ini, taeyeon-ssi” ucap jiyong saat taeyeon terlihat mencari kunci mobilnya di tas kecil miliknya.

“lagipula kunci mobilku tidak ada disini” balas taeyeon dengan ekspresi heran, berusaha mengingat kembali dengan kepala pusingnya, dimana ia letakkan kunci mobilnya itu. Setelah menerka-nerka akhirnya taeyeon sadar jika kunci mobil tidak berada di tasnya tapi di tas tiffany.

“hwang miyoung..C…”  geram taeyeon setelah menyadari bagaimana ia harus pulang tanpa mobilnya, walaupun sebenarnya mustahil baginya untuk berkendara dengan keadaan mabuk seperti itu.

Menyadari tak menemukan kunci mobilnya, jiyong membuka suara “kau bisa memanggil managermu untuk menjemputmu disini”.

“manager unnie sedang menghadiri pernikahan kakakknya di busan, dan manager oppa sedang melihat ibunya yang sedang sakit di jeonju” jawab taeyeon putus asa.

“bisakah kau pesankan taksi untukku, Sunbaenim?” pinta taeyeon, “ aku sangat pusing hingga tak tahu lagi apa yang terlihat di layar ponselku” sambung taeyeon sambil menyerahkan ponselnya kepada sunbaenim didepannya ini.

Jiyong mengambil ponsel taeyeon,”kau tidak bisa pulang dengan taksi di jam yang larut seperti ini taeyeon-ssi” jawab jiyong meletakkan kembali ponsel taeyeon diatas meja.

“lalu aku harus pulang dengan siapa?” tanyanya hampir menangis.

Jiyong terkejut dengan reaksi yang diberikan taeyeon, ia berpikir keras bagaimana agar hoobaenya ini bisa sampai dengan selamat dirumahnya sehingga dirinya tak merasa terbebani, mengingat jiyonglah orang yang bersama dengannya saat ini.

“baiklah, aku akan mengantarmu” ucap jiyong, menyingkirkan segara risiko yang harus ia terima jika paparazzi menangkap basah keduanya bersama.

“hmm…hmmm…” taeyeon menggeleng tak setuju, “bukankah lebih berbahaya jika aku pulang bersamamu disbanding bersama supir taksi? Mengingat kau ini kan pecinta wanita” balas taeyeon tanpa rasa segan malah dengan senyuman di wajahnya. Oke, dia benar-benar mabuk sekarang.

Jiyong terkejut dengan balasan taeyeon, namun tersenyum setelahnya, ya, perkataannya ada benarnya juga. Jika ia pergi mengantar taeyeon, itu artinya ia membuang-buang waktu untuk bersenang-senang bersama para wanita yang sudah menunggunya.

“lalu haruskah kupanggilkan pacarmu?” Tanya jiyong dengan smirk diwajahnya.

Taeyeon langsung mendongak, “tolong jangan lakukan itu sunbaenim, itu sama saja kau membunuhku dengan melemparkanku ke kandang singa. Aku mohon” jawab taeyeon sambil mengusap-usapkan tangannya meminta jiyong untuk menuruti perkataanya.

Jiyong tertawa pelan, menertawakan tingkah aneh taeyeon saat mabuk.

“lalu dengan siapa kau harus pulang taeyeon-ssi?” Tanya jiyong lagi.

“Denganmu sunbaenim”

 

TBC

Holla pembaca sekalian, ada yang kenal aku? Kalau kalian pernah baca fanfict berjudul Scandal, nah itu aku juga yang nulis. Sebelumnya aku really want to say sorry karena sepertinya ‘Scandal’ tidak bisa aku lanjutkan, karena udah berbulan-bulan bahkan bertahun aku coba selesaikan tapi tetap mentok. Dan sebagai permintaan maafku, aku membuat sebuah cerita baru lagi yang tentunya dengan cast yang sama –Ji dan Tae- , aku harap kalian bisa menikmati cerita ini dan semoga aku bisa lancar untuk menyelesaikan cerita yang satu ini. Dan beberapa adegan juga mungkin terlihat mirip dengan ‘Scandal’ karena penulisnya memang orang yang sama wkwkwk. Dan aku mohon maaf untuk poster yang sepertinya effortless sekali, karena aku ingin cepat-cepat berbagi cerita ini kepada kalian. Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca Fanfict ini, silahkan like kalau kalian suka, komen apa yang menurut kalian kurang dan berikan aku semangat buat nulis kkk~, jangan lupa di share kalau kalian rasa fanfict ini menarik. Xoxo.

Advertisements

8 comments on “[FREELANCE] Untitled (Chapter 1)

  1. Yee akhirnya author kesukaanku buat story baru lagi….
    Semangat ya ka di tunggu banget next chap nya…
    Fighting….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s