Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 11 )

Special series (스페셜시리즈)

SECRET: I CAN SEE YOUR SINCERITY

(시크릿: 너의성실을볼수있어)

Author : Zuma

Poster : Zuma

Rating : 15+

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, Comedy

Main Cast : G-Dragon of BIGBANG – Taeyeon of Girls’ Generation

Welcome to readers in my Fan Fiction

Preview: Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 – Part 1 | Chapter 6 – Part 2 | Chapter 7 – Part 1 | Chapter 7 – Part 2 | Chapter 8 – Part 1 | Chapter 8 – Part 2 | Chapter 9 | Chapter 10 – Part 1 | Chapter 10 – Part 2

***

NETIZEN TEMUKAN TANGGAL JADIAN G-DRAGON DAN TAEYEON

Artikel yang menyertakan foto unggahan rumor couple terpanas tahun ini yakni GTAE ini banjir komentar beragam dari fans dan netizen.

Rumor GTAE si leader grup nasional Korea Selatan kian merebak luas!

***

Belum mengetahui tentang berita terbaru GTAE, kini Jiyong tengah mencari-cari sesuatu di kamarnya dalam apartemen BIGBANG. Pandangannya diedarkan ke seluruh penjuru kamar. Tangannya aktif memeriksa berbagai barang-barang disana. Mencari dibawah bantal, meja kecil dan lacinya bahkan lemari pakaian.

Ia kembali membuka laci meja di samping ranjang. Dibukanya buku karangan lagu yang ia miliki.

Bingo!

Jiyong menemukannya.

Selembar kertas berisi list warna kupu-kupu yang keluar dari mulut Taeyeon beserta artinya. Ia mengambil kertas yang diberikan oleh Taeyeon itu lalu membacanya. Lebih tepatnya mencari arti kupu-kupu pink yang sempat dilupakan Jiyong.

Pink = Love’

Ia teringat ucapan gadis mungil itu di Han River.

“Aku akan menggantinya dengan kenangan baik.”

Saat itu Taeyeon bicara dengan mengeluarkan kupu-kupu kuning dan pink secara bersamaan. Itu artinya gadis itu sudah menyukai Jiyong sebelum Jiyong mengungkapkan perasaannya.

Menyadari hal itu, senyum Jiyong mengembang puas.

Ia melihat waktu di arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Tiga puluh menit lagi dari janji yang sudah ia buat pada hadis mungil itu. Tidak mau membuang waktu, ia meletakkan kertas itu kembali dalam buku dan menutupnya.

Bergegas keluar kamar tidak lupa menyambar mantel di kursi. Ia harus segera menemui gadis yang pasti tengah menunggunya dengan raut wajah cemberut yang semakin lucu jika tambah cemberut. Mengingat itu senyum Jiyong kembali terulas.

CHAPTER 11

SWEET LOVE

11.11 P.M.

Dimana GTAE setelah berjanji untuk saling bertemu?

Rupanya mereka tengah melakukan kencan pertama di waktu yang sudah malam di Namsan Tower. Tepatnya di lokasi Gembok Cinta. Sudah tidak ada siapapun ditempat itu. Untunglah.

“Aku punya kenangan buruk disini,” ucap Taeyeon yang tangannya bergandengan dengan tangan Jiyong. Jiyong menoleh menyadari ucapan gadis ini sama dengannya di Han River.

Maka, Jiyong pun membalas seperti yang dikatakan Taeyeon di Han River.

“Tapi, aku akan menggantinya dengan kenangan baik.”

Mendengar itu Taeyeon terdiam sesaat. Lalu, keduanya tertawa kecil menyadari ucapan mereka.

“Apa yang sedang kita lakukan?” tawa Taeyeon.

“Kupu-kupu pink….

“Itu lagi,” jengah Taeyeon sebal mengalihkan pandangan.

“Bisakah kau memberitahuku apa artinya?” goda Jiyong.

“Aku tidak mau mengatakannya. Dari cara bicaramu kau sudah tau,” tolak Taeyeon mengerucutkan bibirnya.

“Tapi, aku ingin mendengar langsung darimu.”

“Itu sudah diwakili kupu-kupu yang keluar. Bukankah itu sudah jelas?” kesal Taeyeon tetap tidak mau mengatakannya.

“Sudahlah,” pasrah Jiyong gagal membujuk Taeyeon. Sedang Taeyeon hanya menahan tawanya.

“Kenapa kita harus ke tempat ini?” Taeyeon mengalihkan pembicaraan. Jiyong menunjuk gembok yang terikat dengan tali sepatu. Gembok milik Taeyeon -yang sebelumnya terpaut dengan dengan gembok Woobin- dan tali sepatu milik Jiyong. Taeyeon mengikuti tangan Jiyong yang menunjuk gembok. “Oh? Masih ada. Gembok leader.

“Memangnya siapa yang akan melepasnya?” Jiyong tertawa kecil melihat tingkah lucu dan lugu gadis ini.

“Ayo buat lagi disebelah gembok leader. Kita buat gembok couple hubungan kencan kita. Lalu, tulis nama masing-masing. Otte?” usul Taeyeon bersemangat sampai melepas gandengan yang sedari tadi terus terpaut.

Jiyong menatap sekelilingnya yang sepi lalu mendekat ke telinga Taeyeon dan berbisik, “Coba pikirkan, apa reaksi masyarakat ketika menemukan gembok dengan nama kita?”

Taeyeon terdiam. Benar. Kenapa ia tidak berpikir sampai situ? Bibir mungilnya mengerucut kesal. Tapi, mau bagaimana lagi? Hubungan sebagai kekasih mereka belum diketahui publik. Mereka baru saja mulai, tentu belum ingin mendengar komentar-komentar masyarakat yang tidak menyukai hubungan ini.

“Kapan kau akan ke Jepang?” tanya Taeyeon memilih mengalihkan pembicaraan daripada memikirkan memasang gembok.

“Pagi lusa penerbangan pertama setelah malamnya mengantarmu ke Secret Butterfly Garden.

“Mengantar?” Taeyeon tercengang. “Apa kau tidak kelelahan besoknya?”

“Aku ingin mengumumkan hubungan kita pada oppa-mu di taman itu.”

Taeyeon hanya menatap Jiyong mendengar rencananya dengan senyum di wajahnya.

“Waktu kau mabuk malam itu, kau melihatku dalam tubuh Yuri. Kau yakin?” tanya Taeyeon setelah keduanya terdiam beberapa saat.

“Aku ragu. Mungkin sebenarnya itu Kim Taeyeon.”

“Itu memang Kim Taeyeon,” Taeyeon yakin mengakui.

Cepat Jiyong menoleh Taeyeon dan terpana karena kupu-kupu kuning itu muncul.

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Tentu aku yang membawamu ke apartemen.”

“Bukan. Kau harus menemui seseorang di bar itu, bukan?”

“Orang itu adalah Kwon Jiyong,” jawab Taeyeon tersenyum dengan kupu-kupu kuning dan pink yang bersinar mengelilingi mereka dan kehadiran kupu-kupu itu membuat Jiyong makin percaya.

“Kenapa menemuiku?”

“Menjemputmu. Seunghyun oppa menelepon minta tolong, aku tidak bisa menolak karena dia memohon. Hey, kau itu sangat merepotkan waktu itu.”

“Itu juga karenamu,” timpal Jiyong cepat.

“Tapi, aku sudah minta maaf.”

“Berarti itu bukan Yuri,” gumam Jiyong yang rupanya terdengar oleh Taeyeon.

“Mworagu?”

Jiyong menoleh, “Kau tahu? Aku sangat frustasi saat mengira aku melakukannya pada Yuri.”

“Kau ini bicara apa si?”

“Aku menciummu malam itu, benar?” Jiyong terang-terangan dan itu membuat Taeyeon terlonjak. “Dan kau tidak menolak sama sekali.”

Hey, itu karena….”

“Kau juga mengatakan padaku ‘Aku menyukaimu’,” goda Jiyong semakin membuat kedua pipi Taeyeon bak udang rebus.

“Aku hanya… ah… itu….” Taeyeon merutuk dalam hati yang tidak bisa bicara lancar.

“Eoh?!” Jiyong teringat sesuatu dan menatap selidik juga menggoda. “Artinya kau lebih dulu yang menyatakan cinta. Ketahuan kau.”

Hey, itu tidak bisa. Karena kau sedang mabuk,” semakin meronalah kedua pipi gadis mungil ini.

“Apapun itu, kau duluan yang mengatakannya.”

“Kau tipe orang yang tidak mau mengalah bahkan pada teman kencanmu,” cibir Taeyeon coba melindungi diri juga dari kegugupannya.

“Lalu, sup pereda mabuk paginya itu….”

“Itu buatanku,” ungkap Taeyeon percaya diri. “Sarapan itu juga aku yang membuatnya.”

“Aku percaya karena tidak mungkin Yuri yang menyiapkan semuanya.”

“Dia tidak menyebut namaku yang membuat sarapan untuk kalian?” Taeyeon tercengang lalu mencibir.

Jiyong menggeleng menahan tawa.

Oh, Yuri-ah….

“Dia tetap menyebut namamu beberapa kali. Tidak perlu dipermasalahkan. Kau masih punya banyak kesempatan memasak untuk kami,” ucap Jiyong tersenyum menyemangati. “Taeyeon, tapi kenapa tidak melihat kupu-kupu saat kau bilang menyukaiku malam itu? Kau sungguh-sungguh mengatakannya, ‘kan?”

“Iya. Itu karena kau mabuk. Saat kau mabuk kau tidak bisa melihat kupu-kupuku,” terang Taeyeon kembali memunculkan kupu-kupu kuning serta pink.

“Waah… satu rahasia kembali aku dapat,” ujar Jiyong tersenyum lebar. “Apa ada rahasia lain yang belum aku tahu tapi aku perlu tahu?”

“Eobseoyo,” jawab Taeyeon singkat tidak berani menatap Jiyong. Tanpa kupu-kupu.

Jiyong mengerti, gadisnya ini belum mau mengungkapkan arti kupu-kupu kuning dan sakit kepala dirinya.

“Uh, dinginnya. Ayo turun, sudah malam dan semakin dingin,” ajak Jiyong menghilangkan suasana muram Taeyeon yang muncul tiba-tiba. Sambil menggenggam tangan Taeyeon, Jiyong pun bergumam sambil menatap depan, “Rupanya gadis ini diam-diam menyukaiku. Kalau begitu kenapa tidak cepat diungkapkan? Apa dia tidak takut aku akan cepat punya gadis lain?”

“Kau tidak akan punya gadis lain selain aku, karena kau juga sudah menyukaiku malam itu,” Taeyeon tidak mau kalah.

“Ya, benar,” Jiyong pun menghentikan langkah dan membuat Taeyeon berhadapan dengannya.

Tanpa diduga gadis ini, Jiyong meraih kedua pipi Taeyeon lalu mencium bibir dingin karena udara malam yang semakin larut. Tersentak tentu saja, tapi Taeyeon kemudian menutup kedua matanya menerima permainan Jiyong yang baru dimulai.

Jiyong melumat dan mengulum bibir pasif gadis mungil ini secara stabil. Memagut bibir atas dan bawah secara bersamaan. Merasa belum ada balasan sama sekali dari si gadis, Jiyong menarik tengkuk Taeyeon untuk memperdalam ciumannya membuat Taeyeon semakin memejamkan kedua matanya hingga mengerutkan kening.

Ia merasakan gigitan kecil di bibir bawah yang dilakukan Jiyong hingga tanpa sadar gadis innocent ini melenguh kecil.

Mendengar lenguhan itu, Jiyong semakin menekan tengkuk Taeyeon dan terus melumat bibir kecil itu.

Karena mungkin sudah terbawa suasana dan sensasi yang Taeyeon rasakan semakin aneh, Taeyeon melingkarkan kedua kedua tangannya pada leher Jiyong lalu mulai mengikuti permainan Jiyong dengan menggerakkan bibirnya.

Merasa tidak perlu menekan tengkuk karena Taeyeon sudah membalas ciumannya, kedua tangan Jiyong turun berganti melingkar di pinggang ramping Taeyeon.

Suasana malam dingin di Namsan Tower sudah tidak mereka rasakan, digantikan suasana panas yang menjalar di tubuh kedua insan lawan jenis ini.

Keduanya terus memainkan bibir mereka. Namun, Taeyeon merasa sulit bernafas, ia ingin melepas ciuman itu, tapi kenapa sulit sekali? Kenapa Jiyong tidak mengalah sejenak? Ia berusaha melepas paksa ciuman itu dan berhasil hingga menimbulkan bunyi kecupan cukup keras.

Segera Taeyeon mengambil nafas sebanyak-banyaknya mengantisipasi Jiyong yang mungkin tiba-tiba menyerang kembali. Setelah Jiyong mengamati Taeyeon yang tampak sudah cukup mengatur nafas, ia kembali meraih dagu Taeyeon dan melumat bibirnya lagi.

Taeyeon selalu terkejut dengan ciuman Jiyong yang datang tiba-tiba. Mulai sekarang ia harus terbiasa dengan ciuman tiba-tiba dari Jiyong jika pria yang tanpa jarak dengannya ini menciumnya lagi esok.

Karena Taeyeon kembali melenguh tanpa sadar dan mulutnya terbuka, kesempatan bagi Jiyong untuk segera melesatkan lidahnya masuk ke rongga mulut Taeyeon. Jadilah lidah keduanya beradu, saliva mereka bersatu.

Taeyeon kembali kehabisan nafas, tapi Jiyong tidak mudah melepaskan ciuman itu. Dengan usaha sekuat tenaga karena Taeyeon benar-benar kembang kempis butuh oksigen, Taeyeon pun lolos dari bibir maut itu. Permainan pun berakhir.

“Mianhae,” ucap Jiyong.

Taeyeon hanya bisa memukul dada Jiyong lemas dan menunduk. Tapi, reaksi Jiyong hanya tersenyum kecil. Kembali lagi Jiyong mengangkat wajah Taeyeon dengan kedua tangannya dan mencium bibir Taeyeon. Gadis ini hanya pasrah menutup mata dan menerima permainan pacar barunya ini. Pinggangnya pun kembali terasa ada kedua tangan Jiyong melingkar.

Inginnya mendiamkan bibir, tapi mau tidak mau Taeyeon yang tidak bisa menyembunyikan kenikmatan dari Jiyong, Taeyeon akhirnya terpancing dengan kembali melingkarkan kedua tangan di leher Jiyong dan membalas ciuman itu.

Mereka saling berpagut bibir dengan lebih lembut dan penuh sayang. Di Namsan Tower, malam yang seharusnya dingin, tanpa orang lain selain mereka, berdekatan dengan gembok leader mereka menikmati kencan pertama mereka dengan saling berciuman romantis.

Arloji yang melingkar di tangan kiri Jiyong yang memegangi tengkuk Taeyeon menunjukkan pukul 1AM. Dan, tanpa mereka sadari, tidak jauh dari mereka Kim Hyunjoong melihat semuanya.

***

9 AM.

Ia mengangkat cermin klasik guna melihat pantulannya. Seketika sinar lembut berbagai warna muncul dari permukaan cermin dan wajah gadis ini yang juga ikut bercermin.

“Ah, eotteokhae?” keluh Taeyeon yang melihat lingkaran dibawah kedua matanya.

“Kau tidak bisa tidur semalam?” tanya Seohyun yang tengah menikmati sarapannya.

Mereka berdua ditambah Tiffany tengah sarapan di meja makan dalam apartemen SNSD. Mengenai sinar tadi tentu Tiffany dan Seohyun tidak menyadarinya.

Taeyeon tidak menjawab pertanyaan Seohyun dan justru mengambil gelas berisi air putih penuh yang diminumnya secara habis dalam satu kali minum. Lalu, bergegas menyantap sarapannya yang sudah disiapkan Tiffany. Pikirannya entah kemana.

“Eonni, kwaenchana?” tanya Tiffany bingung.

Taeyeon masih diam. Pikirannya tertuju pada lingkaran hitam di matanya. Bagaimana itu bisa terjadi? Ya, ia masih dapat mengingatnya dengan sangat jelas. Semalam, sepulang dari Namsan Tower, Taeyeon sama sekali tidak bisa tidur. Ia terus berpikiran tentang pacar barunya. Wajahnya memerah ketika memikirkan kejadian semalam.

Kejadian itu terlalu manis untuk dibawa tidur dan dilupakan sejenak. Pria bernama G-Dragon itu membuat hatinya berbunga-bunga. Terus melamunkan Jiyong hingga tidak sadar waktu terus berjalan dan hari hampir menampakkan mataharinya. Ia berusaha untuk tidur saja di waktu yang sangat sempit sebelum memulai aktivitasnya yang padat.

Tapi, semua itu sia-sia, ia tetap tidak bisa memejamkan matanya walau sudah memaksakan diri karena pacar barunya itu terus bersarang dipikirkan Taeyeon.

“Aku harus bagaimana sekarang?” Taeyeon hanya mengeluh menyesali perbuatannya semalam yang tidak ingat waktu untuk tidur. “Setelah ini kita akan ke SM, aku tidak bisa keluar dengan wajah seperti ini.”

“Aku akan membantumu. Lingkaran itu akan hilang secepatnya,” Seohyun antusias yang sepertinya punya cara untuk cepat menghilangkan lingkaran hitam itu. Mungkin dengan irisan mentimun?

Taeyeon menatap Seohyun dengan senyum mengangguk.

Sementara itu di apartemen BIGBANG….

“Semalam kemana? Kau pulang lewat larut malam,” tanya Seunghyun duduk di ruang tengah bersama Youngbae juga Daesung pada Jiyong yang datang menyambar ponsel yang ada di meja lalu kembali melangkah melangkah pergi.

Tapi, langkahnya terhenti saat baru beberapa langkah mendengar suara berisik seseorang yang makin terdengar jelas dan itu arahnya ke ruang tengah.

Melihat Seungri panda, si asal suara semakin mendekat, Jiyong mengangkat kaki ke depan dan itu membuat kaki Seungri yang buru-buru melangkah sukses terjegal oleh kaki Jiyong.

Kedua mata Seungri terbelalak dengan rasa was-was, gadget ditangannya pun terlempar. Beruntung Seunghyun berhasil menangkapnya dengan sigap. Sedang Seungri terjatuh di tangan sofa dengan perut sebagai daratannya.

“Neo kwaenchana?” Jiyong justru hanya tersenyum singgung berhasil menjajaki maknae ini. Tidak ada rasa bersalah dalam diri Jiyong.

“Hyung!!” seru Seungri yang berhasil bangkit menatap kesal Jiyong. Ia pun menatap lainnya. Matanya kembali membulat melihat semuanya menertawakan. “Apa itu lucu? Itu sakit! Kenapa kalian tertawa? Jangan tertawa.”

“Ada apa? Kenapa tadi berteriak dan buru-buru?” Youngbae bersuara setelah meredakan tawanya bersamaan Seungri yang duduk menghempaskan diri di sebelah Seunghyun dan cepat merebut gadget yang untungnya masih selamat tanpa terjatuh.

“Ah…” Seungri cepat melupakan insiden baru saja dan kembali pada tujuannya datang membawa gadget ke ruang ini. “Berita ini benar-benar membuatku tidak habis pikir.”

Jiyong yang penasaran tidak jadi pergi dan memilih duduk disebelah Youngbae yang berhadapan dengan Seungri juga Seunghyun.

“Berita apa?” Daesung manyahut.

“Ini,” Seungri mulai membaca artikel di layar gagdet-nya. “Netizen temukan tanggal jadian G-Dragon dan Taeyeon. Karena apa? Karena kalian memakai bandana yang sama lalu sama-sama mengunggahnya di SNS.”

“Mwo?” kedua mata Seunghyun melebar terkejut. Begitu juga Youngbae dan Daesung.

“Ya, ya, ya, Seungri, apa kau membaca dengan benar? Dan, apa itu benar?” Daesung yang belum percaya kembali memastikan apa yang dibacakan Seungri.

“Tanya saja pada yang bersangkutan. Dia ada disini,” cibir Seungri.

Jiyong cepat memeriksa berita itu di ponselnya. Maka, Seunghyun dan Youngbae juga memeriksanya lewat ponsel.

“Hyung, apa yang sebenarnya terjadi? Apa kalian berkencan?” tanya Daesung antusias.

“Iya,” singkat Jiyong yang masih membaca artikel.

Semakin terkejutlah mereka dengan pengakuan langsung Jiyong yang tampa ragu-ragu. Seunghyun dan Youngbae yang belum selesai membaca artikel cepat menoleh pada subyek rumor, Jiyong.

“Bagaimana itu terjadi?” interogasi Seunghyun yang masih benar-benar belum percaya begitu saja.

“Itu terjadi semalam,” singkat Jiyong meletakkan ponsel di meja dan duduk bersandar menatap mereka yang juga tengah menatapnya yang seolah siap menerkamnya dengan berbagai pertanyaan.

“Kapan tepatnya?” sambung Seungri. “Oh! Aku melihat kau memakai bandana semalam di YG, saat itu kau sudah berkencan, ya?”

“Ya, itu baru saja terjadi. Ketika kami sedang selebrasi hari kencan, tiba-tiba seseorang menelepon dan itu sangat mengganggu,” kedua mata tajam Jiyong langsung tertuju pada Seungri. Seungri pun tersenyum penuh arti.

“Bandana itu… kukira kau beli sendiri. Ah, hyung… aku tidak mengira ini. Harusnya aku melihat kalian secara langsung semalam. Apa yang ada dipikiran Taeyeon noona sampai mau dengan naga menyeramkan ini? Ah… jinjja….” cerocos Seungri membuat image maknae jelas terlihat, terlebih ia terkenal dengan mulut bocornya.

Mendengar celotehan panda ini, ingin sekali Jiyong menyumbat mulut Seungri menggunakan bantal sofa yang ada dibelakang Jiyong.

“Kau juga memakainya lagi?” sela Youngbae melihat bandana itu melingkar sedemikian rupa dipergelangan kiri Jiyong.

Semua member menoleh pada Jiyong dan memang terdapat bandana disana.

Tidak mau mendengar lebih lanjut godaan-godaan para member, dengan santainya Jiyong beranjak mengambil ponsel dan melangkah pergi meninggalkan mereka yang memandanginya penuh arti.

“Bagaimana dengan janjimu mentraktir kami hari ini?” seru Daesung.

“Sudah ku atur,” sahut Jiyong tanpa menghentikan langkahnya dan sama sekali tidak berbalik. Ia melangkah ke dapur dan diam-diam bibirnya menyunggingkan senyum.

“Ah, aku benar-benar tidak menduga ini,” gumam Seungri memandang punggung Jiyong yang kemudian menghilang masuk dapur.

Leader couple. BIGBANG dan SNSD? Waah, bukankah ini berita besar?!” Daesung menajamkan tatapannya pada mereka semua.

“Apa mereka akan mempublikasikan hubungan mereka dalam waktu dekat?” lanjut Youngbae.

“Kurasa tidak. Mereka akan melihat situasi lebih dulu,” kira Seunghyun.

“Aku penasaran dan menantikan reaksi CEO Yang dan CEO Lee saat mengetahui hubungan mereka,” gumam Seungri terbayang dikepalanya CEO mereka dengan berbagai reaksi. Setuju atau tidak dengan hubungan itu.

Sementara itu, Jiyong meminum air putih di dapur dan meletakkannya di meja, teringat ia akan godaan para member tadi. Senyumnya kembali terbentuk saat mengingat godaan itu dan fakta bahwa ia sudah berhasil mengencani leader SNSD, Kim Taeyeon.

Kembali ia meminum air putih dalam segala itu dengan senyum manis.

***

Lima member BIGBANG tengah berada di ruang latihan YG ketika sebuah suara perempuan terdengar begitu semangat.

“Oppa…! Jiyong oppaa…!!”

Mereka menoleh ke arah pintu dan tampak Kwon Yuri berlari memasuki ruangan tersebut dimana tangannya membawa ponsel dengan earphone melingkar di lehernya. Gadis itu segera berbaur dengan BIGBANG.

“Wae? Aku sibuk,” ujar Jiyong melihat Yuri yang mengatur nafas karena terengah-engah.

Yuri yang masih mengatur nafasnya memperlihatkan ponsel pada Jiyong yang berisi artikel rumor kakak dan ibu keduanya. Reaksi Jiyong hanya datar dan membuat member penasaran. Jiyong tahu adiknya ini adalah orang nomor satu yang paling heboh tentang GTAE, begitu fans menyebut pasangan dirinya dan Taeyeon.

“Bagaimana yang sebenarnya?” Yuri sudah mulai nyaman dengan keadaannya yang sudah tidak terengah lagi.

“Itu benar,” jawab Jiyong santai.

Seketika Yuri menutup mulutnya yang terbuka lebar akibat rasa terkejut yang amat sangat. Kedua matanya membulat penuh mendengar jawaban langsung dari G-Dragon. Ia sampai sulit berkata-kata merespon kakaknya.

“M… m… mwo?!” benar-benar Yuri tidak percaya.

Dan tanpa penjelasan lebih lagi, member lain tahu apa yang tengah dibahas kakak beradik itu. Apa lagi jika bukan berita yang membuat gampar seluruh Korea Selatan bahkan sampai luar negeri itu adalah rumor kencan dua leader idol group nasional Korea Selatan, G-Dragon dan Taeyeon. Berita tersebut memang sedang panas-panasnya, terlebih saat peristiwa di acara MAMA 2015.

“Apanya yang ‘apa?’” Jiyong melihat adiknya heran.

Rasa senang yang terpancar dari Yuri membuat gadis itu masih kaku untuk menggerakkan badannya bahkan sekedar berkata-kata. Reaksi gembira membuncah dalam diri Yuri tapi masih sulit untuk diungkapkan. Begitu sesaknya rasa senang ini dalam dirinya, yang sangat ingin ia keluarkan semua saat ini juga pada kakaknya.

“Oppaaa…!!” seru Yuri langsung menghambur pada Jiyong dan memeluknya erat, sangat erat membuat Jiyong kesulitan melepas Yuri dari pelukan. Sikap Yuri juga mendapat pandangan aneh dari Seungri dan lainnya.

“Ya, ya… Yuri-ah, kenapa kau?” cibir Seungri menatap kesal.

Tapi, Yuri tidak mempedulikan panda yang manja itu. Ia justru semakin mempererat pelukan.

“Jiyong oppa, waah… daebak. Aku sangat senang kau akhirnya bisa dengan Taeyeon eonni. Itu adalah salah satu impianku dari seribu satu impian-impianku yang lain,” girang Yuri tersenyum lebar.

Jiyong menahan tawa mengangguk-angguk melepas pelukan lalu mengacak-acak gemas rambut adik manisnya yang sangat imut saat ini. Tidak lupa ia mengetuk-ketuk dahi Yuri dengan ruas telunjuknya.

“Sejak kapan kau punya impian seperti itu?”

“Sejak Tae eonni putus dengan Woobin. Saat itu aku melihat kau dan Tae eonni semakin dekat saja.”

“Artinya sudah lama sekali.”

“Memang,” sahut Yuri cepat bersemangat.

“Lucu sekali kau punya impian seperti itu,” komentar Jiyong. “Ada makan siang nanti dengan yang lain. Mau ikut?”

“Ji hyung mentraktir kami,” seru Daesung antusias. Yuri menoleh pada si mata sipit yang sedang tersenyum gembira itu.

“Mau ikut?” tanya Jiyong sekali lagi.

“Aku bisa ajak Tae eonni?” Yuri coba tanya.

“Boleh. Ajak yang lain juga,” Jiyong menyetujui dan Yuri semakin tersenyum senang.

“Aku mau. Dimana makannya?”

“Apartemen BIGBANG.”

“Ah… tidak seru,” Yuri langsung cemberut.

“Kita yang akan membuatnya seru,” sela Youngbae membuat Yuri terhenyak dan tersenyum sipu.

“Ini juga untuk menghindari media. Mereka pasti semakin penasaran dengan rumor mereka jika melihat kita makan bersama diluar,” sambung Seunghyun menjelaskan alasan memilih tempat di apartemen BIGBANG.

Yuri pun mengangguk mengerti.

“Oke. Ah, aku senang sekali hari ini,” ucap Yuri tersenyum kembali memeluk kakaknya.

***

11.50 A.M

BIGBANG’S APARTMENT

Diatas meja makan sudah dipenuhi berbagai menu makan siang. Nasi, sayur, kimchi, daging masakan, salad, menu sehat diet, orange juice apalagi air putih, tersaji lengkap disana.

Tidak lama kelima pemilik apartemen datang ke meja makan, disusul Yuri, Taeyeon, Tiffany juga Seohyun. Semua menempati kursi masing-masing. Sembilan orang akan makan bersama disini kali ini.

Disatu sisi, tampak Seunghyun tampak memperhatikan Tiffany hingga Tiffany menyadari dab membalasnya dengan senyum manis.

“Ini banyak sekali,” komentar Seungri melihat isi meja makan. “Ji hyung, aku ingin tanya kenapa kau mentraktir kami?”

“Aku sudah bilang akan mentraktir sebelum ke Jepang,” sahut Jiyong santai.

“Bukan karena berhasil mengencani Taeyeon noona?” celetuk Daesung yang langsung mendapat respon kaget dari Taeyeon karena mendengar namanya disebut.

“Terserah kau menyebutnya apa,” ucap Jiyong yang tidak ingin memperpanjang percakapan.

Semua mulai makan termasuk Seohyun yang awalnya agak malu dan canggung. Namun, Seungri yang duduk disebelahnya memintanya untuk makan saja dengan nyaman dan jika membutuhkan sesuatu ia bersedia membantunya.

Ditengah makan, ada sesuatu yang mengganggu pandangan Seungri. Di depan matanya dimana Seunghyun dan Tiffany duduk bersebelahan, Seungri melihat Seunghyun memberikan potongan wortel pada Tiffany yang diterima dengan senyum sangat manis membentuk eye smile. Hal ini tidak luput dari senyum devil maknae ini. Ada apa dengan mereka?

Tapi, Seungri tidak ingin memikirkan lebih lanjut sekarang karena sebuah ide muncul dikepalanya, ia mengambil potongan wortel dari mangkuk Jiyong. Jiyong benar-benar terganggu dengan maknae ini, ingin sekali mengeluarkan ungkapan kesalnya namun urung ketika melihat potongan wortel itu diberikan pada mangkuk Taeyeon.

Taeyeon pun mengangguk terima kasih dan sesaat melirik Jiyong.

“Saat kau makan bersama pasanganmu, biasanya kau akan bertukar makanan,” ujar Seungri membuat Seunghyun dan Tiffany saling menatap lalu beralih pada Seungri.

“Seungri, jangan ganggu dia makan,” tegur Seunghyun namun rupanya yang ditegur tidak peduli sama sekali. Ini bukan tentang mengganggu, pikirnya.

“Seperti ini,” lanjut Seungri mengambil potongan sayur hijau dari mangkuk Taeyeon dan meletakkannya di mangkuk Jiyong.

Jiyong hanya pasrah melihat tingkah panda satu ini. Ia tidak habis pikir untuk menghadapi Seungri.

Beberapa kecanggungan terjadi selama mereka makan. Untuk Youngbae dan Yuri yang makan berhadapan juga sesekali melirik saru sama lain dan saling melemparkan senyum manis.

Jiyong menyadari tingkah mereka berdua, Taeyeon juga melihatnya. Mungkin ada sesuatu diantara Youngbae dan Yuri.

***

Dengan tangan kiri membawa topi yang semata ia pinjam dan hendak mengembalikannya pada Jiyong si pemilik, Seungri berjalan mendekati pintu kamar Jiyong. Ia tahu jiyong ada dikamar karena Yuri yang memberitahunya.

Dibukanya pintu kamar Jiyong santai, heran juga kenapa pintu tidak terkunci. Tapi, ia tidak memikirkannya dan kembali membuka pintu seraya memanggil namanya.

“Ji hyung….”

Ucapan Seungri terpotong digantikan tarikan nafas yang sulit ia hembuskan kembali saat itu juga ketika melihat pemandangan didepannya.

Kedua matanya membulat penuh. Seungri benar- benar tercengang juga tergagap. Sulit bernafas, lehernya tercekat kuat. Sangat mengejutkan karena yang ia pikir Jiyong sendirian di kamar, ternyata ia sedang bersama seseorang, pacarnya. Dimana mereka tengah fokus berciuman disamping ranjang.

Menyadari ada seseorang mereka segera melepas ciuman dan saling menjauh.

“Ee… Seungri, yang kau lihat baru saja….” gugup Taeyeon sangat malu.

“Seungri….” panggil Jiyong lebih tenang dan lebih mengisyaratkan pada panda itu untuk diam dengan apa yang baru saja dilihat.

Tapi, Seungri masih benar-benar terkejut. Ia perlahan mendekati mereka dengan menunjuk-nunjuk mereka.

“Hyung… noona….” gumam Seungri. Baru beberapa langkah dan belum benar-benar sampai di dekat mereka, Seungri memilih melangkah mundur saja dengan tetap menunjuk mereka. “Aku melihatnya… aku melihatnya… aku melihatnya….”

Seungri yang sudah berada di dekat pintu segera keluar dan menutup pintu setelah sekilas menatap mereka penuh arti. Tujuannya datang kemari pun terlupa.

“Terserah kau saja,” gumam Jiyong pada yang Seungri yang sudah menghilang.

Sementara Taeyeon menatap pintu itu cemas. Apa yang akan dilakukan Seungri setelah ini? Ia beralih menatap tajam pada Seungri.

“Bagaimana bisa kau tidak mengunci pintunya? Kita ketahuan!” kesal Taeyeon.

Mendengar itu, Jiyong hanya menahan tawanya. Ia pikir ia akan dimarahi dengan alasan lain.

Hey, tatapanmu menakutkan. Haruskah aku mengunci pintu sekarang dan kita melakukannya lagi?” tanya Jiyong dengan tawanya.

“Shireo!”

***

Selepas dari insiden, Jiyong melangkah ke dapur namun segera terhenti ketika ia memasuki dapur dan melihat sesuatu disana. Terkejut. Mungkin ini yang dirasakan Seungri saat melihat dirinya dan Taeyeon tadi.

Di dapur, ia melihat Seunghyun dan Tiffany tengah asyik berciuman agak panas dengan saling memejamkan mata sehingga kehadiran Jiyong belum disadari keduanya. Dimana badan Tiffany tertahan meja dapur.

Melihat gelas di meja makan uang memang selalu tersedia disitu bersama teko air, Jiyong mengambil salah satu gelas lalu menjatuhkannya ke lantai dengan santai dan sengaja.

Tentu dua insan yang tengah berciuman itu sontak melepas bibir yang saling menempel hingga menimbulkan bunyi kecil kecupan. Mereka segera menoleh pada sumber suara dan terperanjat melihat Jiyong berdiri disitu menatap mereka tanpa merasa malu atau bersalah.

“Aku menjatuhkannya,” kata Jiyong tersenyum tipis. Ia mendekati mereka yang memisahkan diri dengan tatapan selidik.

“Aku akan pulang,” ucap Tiffany senyum Jiyong menuntut penjelasan. Tapi, sial. Lengan kirinya cepat ditahan Jiyong ketika hendak melangkah pergi.

“Kau tidak bisa pergi begitu saja,” Jiyong menatap keduanya, “Jelaskan apa yang kulihat baru saja.”

Beberapa saat mereka terdiam saling menatap dan kembali pada Jiyong.

“Jiyong-ah….”

“Apa kalian berkencan dibelakang kami semua?” terka Jiyong seraya melepas Tiffany, memotong ucapan Seunghyun. Tiffany membulatkan mata tersentak akan dugaan Jiyong.

“Kau ingin aku menjawab ‘iya’, ‘kan?” Seunghyun balik bertanya membuat Jiyong tersenyum misteri.

“Jadi, benar?” tanya Jiyong sekali lagi.

“Iya,” jawab Seunghyun tanpa ragu setelah melirik sesaat kepada pacarnya yang baru diketahui Jiyong.

Tentu Tiffany terkejut, tidak menduga mendengar pengakuan langsung Seunghyun pada Jiyong.

“Waah, kalian…” senyum lebar Jiyong terbentuk menunjuk-nunjuk mereka dengan telunjuknya. “Bagaimana aku bisa tidak tahu? Sejak kapan kalian berkencan?”

“Satu bulan lalu,” sahut Seunghyun.

“Jadi, kalian berkencan lebih dulu daripada aku? Waah, kau menyembunyikan hubungan dengan sangat baik,” komentar Jiyong menggelengkan kepalanya. “Aku akan beritahu yang lain setelah ini.”

“Jangan dulu…” cegah Tiffany dengan raut wajah khawatir.

“Terserah kau saja, Jiyong. Cepat atau lambat semuanya juga akan tahu,” tanggap Seunghyun yang sama sekali tidak mempermasalahkan rencana Jiyong apa member lain.

Kepala Jiyong mengangguk-angguk dan tersenyum penuh arti pada mereka.

***

Malam cepat tiba. Para member BIGBANG yang sudah pulang dari kesibukannya kini berkumpul di ruang tengah apartemen mereka membahas sesuatu tanpa Jiyong. Apa yang dibahas? Jiyong.

“Sejak Ji hyung berkencan dia benar-benar memanfaatkan waktu senggang untuk Tae noona. Kalian tadi lihat, ‘kan? Selesai kita dari YG Jiyong langsung menemui Taeyeon noona. Dan, sekarang? Mereka melakukannya sampai lupa waktu. Ini hampir tengah malam, kemana mereka berkencan?” cuit Seungri yang duduk bermalas-malasan.

“Taeyeon ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan dan Jiyong mengantarnya. Kita tidak bisa menyebut mereka berkencan sepenuhnya sekarang ini,” timpal Seunghyun meluruskan kebenarannya.

“Kau membelanya karena kau akan melakukan hal yang sama dengan Tiffany noona,” cibir Seungri.

“Aku hanya mengatakan apa adanya,” Seunghyun membela diri.

“Bagaimana kau bisa bersama Tiffany noona? Aku sama sekali tidak menyadari hubungan kalian,” sela Daesung yang disebelah Seungri.

“Itu terjadi begitu saja,” sahut Seunghyun lalu mengambil majalah di meja dan membacanya.

“Terjadi begitu saja bagaimana?” Daesung kembali bertanya.

“Ya, memang begitu saja. Aku menyatakan cinta dan dia menerimanya.”

“Ah, maksud Daesung bagaimana kalian bisa dekat sampai akhirnya berkencan?” Youngbae coba menguraikan maksud Daesung, dan Daesung setuju dengan Youngbae.

“Ya, memang begitu saja. Mengalir pada umumnya. Aku sering memperhatikannya, dan kita lumayan sering bertemu mereka, ‘kan? Ada saat-saat juga Yuri kesini mengajak Tiffany. Aku mendekatinya dan sekarang seperti ini, berkencan.”

“Waah, kau jjang! Kita tidak ada yang tahu kau seperti itu pada Tiffany kecuali Tiffany sendiri. Bahkan Seungri yang selalu melihat gelagat mencurigakan sekecil apapun tidak menyadari itu,” sambung Youngbae tersenyum, ikut senang dengan mengetahui hubungan hyung-nya di BIGBANG berkencan dengan Tiffany, member SNSD. Seungri mengangguk setuju.

“Tapi, aku mencurigai kalian saat makan siang tadi, kalian seperti ada sesuatu. Dan, itu benar kalian berkencan. Waah…” ralat Seungri mengutarakan pikiran tadi saat makan siang.

Seunghyun hanya menanggapinya dengan tawa kecil. Kemudian ia melihat arloji di lengan kirinya.

“Empat puluh menit lagi Jiyong pulang.”

“Bagaimana kau tahu?” tanya Daesung.

“Memang tahu,” kata Seunghyun senyum penuh misteri yang dibalas tatapan penasaran yang lain.

Seunghyun tahu kemana Jiyong pergi bersama Taeyeon hingga lewat larut malam seperti ini. Ini adalah jadwal Taeyeon ke taman kupu-kupu rahasia itu.

Benar, karena saat ini Jiyong dan Taeyeon tengah berhadapan dengan Kim Hyunjoong. Tugas Taeyeon di taman ini sudah selesai. Sekarang, sepertinya ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.

“Kalian akan mengumumkan hubungan kalian padaku?” tebak sunbae melihat mereka berdua sedari tadi hanya diam berdiri dengan bergandengan tangan dihadapan Hyunjoong.

“Oppa sudah tahu?” Taeyeon heran.

“Aku melihat semuanya. Semuanya,” ucap Hyunjoong menekankan kata terakhir. “Di sungai Han dan Namsan Tower. Aku melihat kalian dan apa yang kalian lakukan.”

Kedua tangan mereka yang saling tertaut sontak terlepas, memalingkan muka ke arah lain. Malu dengan perkataan Hyunjoong. Karena itu berarti penjaga taman ini melihat kissing mereka.

Tapi, bagaimana dia bisa melihat mereka di dunia luar?

“Oppa, bagaimana bisa kau melihat kami disana?” tanya Taeyeon tiba-tiba melupakan rasa malu dengan peristiwa yang disaksikan Hyunjoong.

“Kau mengamati dari sini atau keluar ke tempat kami saat itu?” sambung Jiyong.

“Aku pernah mengatakan yang bisa kulakukan sekarang adalah memantau kalian. Aku bisa keluar dari sini dan mencari kalian. Ternyata kalian cukup bersenang-senang,” jelas Hyunjoong juga menyindir menatap kesal mereka namun ada rasa khawatir sebenarnya. “Apa kalian tidak mendengar? Mungkin ada sesuatu yang terjadi pada kalian jika memutuskan berkencan.”

“Kau tidak mengatakan hal buruk apa yang akan terjadi, itu terdengar seperti hanyalah karena kau tidak ingin aku bersama Taeyeon tanpa alasan. Geokjeong hajima. Kami tidak akan melakukan hal buruk dan tidak akan melanggar peraturan di taman ini,” tutur Jiyong meyakinkan Hyunjoong.

Hyunjoong terdiam dan beralih menatap Taeyeon yang sedari tadi diam sejak ia memberi peringatan. Taeyeon khawatir jika peringatan Hyunjoong benar terjadi karena Taeyeon sudah tahu hal buruk apa yang Hyunjoong maksud. Berbeda dengan Jiyong yang sama sekali tidak mengetahui maksud Hyunjoong walau hal itu juga membuat Jiyong penasaran.

“Siap-siap saja untuk pulang. Sebentar lagi waktunya kalian pulang. Berjagalah di depan sebelum terlambat melewati pintu,” ucap Hyunjoong yang tidak ingin memperpanjang masalah ini dengan beradu mulut dengan Jiyong, toh Jiyong belum tahu apa-apa.

Jiyong mengerti dan kembali meraih lengan Taeyeon untuk segera pergi tanpa menyadari raut muka gadis itu yang tampak memikirkan sesuatu.

***

Bunyi pesan dari ponsel seseorang menyala menunjukkan pukul delapan pagi.

Sebuah tangan mungil mengambil ponsel dari atas meja rias. Itu menghentikannya dari aktivitas merias dirinya didepan cermin.

“Aku akan berangkat sekarang. Jaga dirimu baik-baik, Tinkerbell.

Mendapat pesan seperti itu membuat gadis ini tersenyum tipis. Taeyeon bersiap membalas pesan ketika sebuah pesan kembali masuk. Dari Jiyong.

“Ah~ mungkin aku akan sangat merindukanmu di Jepang.

Taeyeon hanya membaca pesan itu tanpa ada maksud membalasnya. Pikiran Taeyeon penuh akan sesuatu. Tentang CEO-nya yang belum tahu hubungan mereka, mengenai hal yang akan dihadapinya bersama Jiyong karena kemampuan yang ia miliki dan tentang peringatan-peringatan oppa-nya di taman itu.

“Hati-hati G-Dragon~” balas Taeyeon akhirnya.

Ia meletakkan ponsel kembali diatas meja rias dan melihat pantulan dirinya di cermin. Setelah ini ia akan menemui ibunya.

Dan kini, Taeyeon keluar dari mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya. Gadis mungil itu segera memasuki rumahnya seraya membenarkan tas di bahu kirinya.

Sementara itu Hyunjoong memperhatikan gadis itu yang masuk rumah dari jauh.

“Apa yang membawanya pulang?” tanya Hyunjoong pada diri sendiri.

“Eomma, aku berkencan dengan G-Dragon,” ungkap Taeyeon mengeluarkan kupu-kupu merah yang berada di dapur tengah mencuci piring.

“Mworagu?!” ibu terperanjat cepat menoleh seraya mematikan kran. Ia semakin terkejut ketika melihat kupu-kupu merah itu muncul. “Siapa berkencan dengan siapa?”

“Kim Taeyeon berkencan dengan G-Dragon dua hari lalu.”

Masih tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, ibu segera meraih tangan Taeyeon mengajak puteri kesayangannya yang membawa berita pagi mengejutkan untuk duduk di meja makan yang bersatu dengan dapur.

“Ibu membaca rumor kalian. Tapi, itu benar?” tanya ibu membulatkan mata, terlebih kupu-kupu itu muncul dari mulutnya, menandakan puterinya berkata tulus.

Taeyeon mengangguk senyum.

“Aku sudah tahu arti kupu-kupu kuning itu dan alasan Jiyong sakit kepala karenaku. Tapi, aku akan mempertahankan hubungan ini dan menghadapi apa yang akan terjadi. Aku yakin ada hal yang bisa mencegah atau menyelesaikan masalah kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Dengan berjalannya hubungan kami, aku akan mencari cara untuk mengatasi hal itu. Eomma dan Hyunjoong oppa kuharap kalian tidak mencegah hubungan kami,” urai Taeyeon penuh keyakinan.

Kedua mata ibu nampak berkaca-kaca sembari senyum. Ia lalu memeluk anaknya. Tentu hal ini mengejutkan Taeyeon, karena reaksi ini jauh dari perkiraannya. Ia pikir ibunya akan marah dan menentang hubungannya dengan Jiyong.

“Puteriku, kau pasti mengalami kesulitan ketika memikirkan Kwon Jiyong. Kau selalu dihadapkan dengan pilihan yang berat. Kau juga terus merasa bosan dengan kemampuanmu. Ibu menghargai keputusanmu. Mianhaeyo,” ucap ibu meneteskan air mata.

“Eomma, kenapa minta maaf? Aku baik-baik saja,” ujar Taeyeon dengan kupu-kupu merah mengelilingi mereka seraya melepas pelukan. Ia menghapus air mata ibunya. “Ibu tidak boleh menangis. Tidak ada yang perlu ibu khawatirkan. Aku akan coba bicara dengan Hyunjoong oppa meminta bantuan mengatasi semua ini.”

“Apa Jiyong sudah tahu arti kupu-kupu kuning dan sakit kepalanya?” tanya ibu menghapus air matanya yang sempat kembali jatuh.

“Aku tidak akan memberitahunya sebelum menemukan cara mengatasi hal buruk itu.”

“Kau sudah tahu hal buruk yang akan terjadi?” tanya ibu khawatir.

Taeyeon mengangguk.

“Ibu tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku setelah tahu semuanya. Aku baik-baik saja sepeti yang ibu lihat saat ini. Dengan mengetahui itu setidaknya aku bisa melindungi Jiyong untuk menjaga hal yang harus kulakukan dan kuhindari bersama ataupun pada Jiyong.”

Melihat puterinya sangat yakin, ibu hanya berharap tidak ada sesuatu yang terjadi pada Taeyeon maupun Jiyong.

“Arra. Ibu tidak akan memikirkan apapun. Ibu lega karena oppa-mu di taman itu sepertinya begitu perhatian.”

“Dia memang sangat perhatian padaku dan Jiyong. Hanya saja cara dia memberi perhatian pada kami berbeda. Agak dingin,” Taeyeon tersenyum.

“Kau datang sendiri atau diantar Jiyong? Panggil dia, ibu ingin bertemu dan bicara dengannya,” pinta ibu.

“Dia ke Jepang hari ini. Ada aktivitas disana.”

“Dia meninggalkan gadis secantik ini yang dikencaninya dua hari lalu? Apa dia tidak merasa berat?” ibu menampakkan wajah sedihnya seraya membenarkan poni puterinya. “Apa kau sempat bertemu dengannya hari ini?”

“Tidak bisa,” Taeyeon menggeleng senyum.

“Ah, anak itu….”

Taeyeon hanya tertawa kecil.

***

Taeyeon keluar dari rumahnya tidak lupa menutup pintu lalu menuju mobilnya. Tangan mungilnya urung membuka pintu mobil ketika pandangannya menangkap sesuatu yang mengejutkan. Ia melihat seseorang, lebih tepatnya oppa-nya, Kim Hyunjoong.

Hyunjoong masih berdiri tempat yang sama saat Taeyeon mendatangi rumahnya.

Gadis itu melangkah menghampiri Hyunjoong didekat pohon. Entah kenapa ia biasa saja akhirnya bisa melihat Hyunjoong diluar taman. Mungkin karena pikirannya langsung tertuju pada peringatan-peringatan Hyunjoong yang membuat dirinya jengah.

“Oppa pasti sudah tahu apa yang dibicarakan dengan eomma. Aku tidak mau membahasnya sekarang denganmu. Aku pergi,” ucap Taeyeon begitu berhadapan dengan Hyunjoong. Ia berbalik menuju mobilnya tanpa menunggu Hyunjoong mengucapkan sesuatu.

Hyunjoong hanya terdiam mendengar ucapan Taeyeon, masih terdiam hingga Taeyeon meninggalkan ruang itu bahkan lirikan acuh pada Hyunjoong sebelum Taeyeon benar-benar pergi.

***

09.00 A.M.

G-Dragon’s Apartment.

Seseorang terbaring memejamkan mata di sofa empuk ruang tamu apartemen tersebut.

Ting… Tong….

Mendengar bel pintu ia membuka mata dan bangkit menuju pintu untuk membukanya. Begitu pintu terbuka, mata sayunya langsung menatap mata seseorang yang ada dihadapannya.

“Annyeong…” sapa gadis mungil Taeyeon melambaikan tangan dengan ceria penuh senyum mengecilkan suara. Kupu-kupu pink itu berhasil muncul.

Berbeda dengan orang dihadapannya, Kwon Jiyong, yang baru pulang dari Jepang dan melanjutkan istirahat di sofa tadi. Jiyong tampak masih lelah. Melihat kupu-kupu itu kembali, lega rasanya setelah tiga hari tidak melihatnya.

Hanya terdiam, Jiyong berbalik menuju sofa tempat istirahatnya tadi diikuti Taeyeon melangkah masuk tidak lupa menutup pintu.

Belum benar-benar sampai di sofa Jiyong tiba-tiba berbalik membuat Taeyeon yang berjalan tepat dibelakangnya segera menghentikan langkahnya untuk tidak menubruk Jiyong. Begitu kagetnya hingga kaki Taeyeon mundur satu langkah. Jarak mereka sangat-sangat dekat sekarang.

Tanpa ragu Jiyong merengkuh gadis mungil itu kedalam pelukannya dengan lembut. Taeyeon bisa merasakan kehangatan dalam delapan Jiyong, ia pun membalas pelukan rindu itu.

“Bogoshipeo,” ucap Jiyong memejamkan kedua matanya. Berada dalam kehangatan seperti ini, tidak ingin Jiyong mengakhirinya segera. Ia semakin mengeratkan pelukannya.

“Arra,” balas Taeyeon tersenyum tipis dengan kupu-kupu pink itu.

“Mian, membuatmu datang menemuiku. Harusnya aku yang datang untukmu,” Jiyong perlahan membuka matanya.

“Aku senang datang kesini. Aku senang kau memintaku datang. Kau tampak benar-benar lelah. Jika kau yang datang menemuiku aku justru akan memarahimu karena harusnya kau istirahat saja,” ujar Taeyeon menepis rasa bersalah pacarnya.

Kupu-kupu pink serta kuning bersinar terbang mengelilingi mereka berdua yang tengah saling memberi pelukan.

Perlahan Jiyong melepas pelukan dan menatap lekat manik mata gadis yang tepat dihadapannya.

“Aku benar-benar….”

“Apa kau selalu seperti ini pada mantan-mantanmu?” tanya Taeyeon.

“Iya,” jawabnya tanpa ragu.

“Aku senang mendengarnya. Itu berarti kau memang orang yang hangat dan bisa menghangatkan pasanganmu.”

“Aku bahkan bisa membuat pasanganku panas.”

Taeyeon mencibir kesal, selalu berpikiran kotor naga ini.

“Kwon Jiyong….”

“Aku benar-benar merindukanmu, kau tahu?” ulang Jiyong namun Taeyeon hanya tersenyum. “Hanya seperti itu wajahmu? Kau tidak merindukanku?”

Taeyeon menggelengkan kepala tanpa ragu dengan senyum lebar.

“Ayo,” ajak Taeyeon melewati Jiyong tapi cepat pria itu menahan lengan Taeyeon dan kembali dihadapkan padanya.

“Aku memberimu pelukan seperti itu kau tidak merasakan apapun?”

“Kau sudah makan?”

“Belum. Kau tidak merindukanku?” ucap Jiyong cepat tidak ingin pembicaraannya dialihkan. Taeyeon tersenyum simpul karena berhasil menggoda pacarnya.

“Akan kubuatkan makanan untukmu,” Taeyeon tetap mempertahankan pembicaraannya.

“Kau masih tidak merindukanku?”

Taeyeon semakin menahan tawa melihat raut wajah Jiyong yang kesal. Dengan cepat gadis itu agak berjinjit mengecup pipi kiri Jiyong lalu cepat pergi ke dapur menyembunyikan senyum lebarnya.

Sementara Jiyong terpaku begitu mendapat kecupan yang begitu singkat itu. Singkat dan mengenang. Dadanya kembali berdegup kencang.

Sudah bisa menguasai diri, ia menoleh ke arah dapur tempat Taeyeon berada sekarang. Gadis itu pasti juga merindukannya. Bibir Jiyong mengulas senyum tipis.

Begitu di dapur, Taeyeon heran dengan menu sarapan yang sudah tersaji diatas meja.

“Ibumu yang menyiapkan ini?” tanya Taeyeon yang melihat Jiyong memasuki dapur.

“Dia tahu aku pulang pagi jadi dia menyiapkan ini sebelum aku sampai. Aku tidak sempat melihat dia, dia hanya mengirim pesan untuk memakan semuanya dan juga memberitahu kalau dia sedang dalam perjalanan pulang.”

Taeyeon mengangguk mengerti. Keduanya hanya terdiam setelahnya.

“Aku juga merindukanmu,” ucap lembut Taeyeon kemudian.

Melihat kupu-kupu pink serta kuning, Jiyong mengembangkan senyumnya. Benar, bukan? Tidak mungkin gadis yang merupakan kekasihnya ini tidak merindukannya.

Keduanya saling menatap dan tersenyum penuh cinta.

***

Dering ponsel Taeyeon di kursi berbunyi. Gadis ini masih di apartemen G-Dragon, tepatnya di kamar leader BIGBANG itu.

Taeyeon yang disebelahnya segera mengambilnya dan menerima telepon.

“Eoh… Yuri-ah… Aku memang akan kesana. Eung…..”

Begitu tahu yang menelepon adiknya, Jiyong mencibir kesal. Mengganggu saja obrolan mereka.

“Yuri kenapa? Kau mau kemana?” tanya Jiyong cepat yang duduk di tepi ranjang.

“Yuri memintaku datang ke SM.”

“Wae?”

“Mwolla. Tapi, sepertinya dia akan menanyakan tentang kita,” sahut Taeyeon seraya bersiap-siap pergi.

“Anak itu… memang penggemar nomor satu hubungan kita,” gumam Jiyong namun masih saja kesal. Karena, waktunya dengan Taeyeon terganggu.

“Aku akan pergi sekarang,” kata Taeyeon bangkit dari duduknya dengan meraih tas kecilnya.

“Kau akan langsung pergi?” Jiyong nampak sedikit kecewa.

“Ini jadwalku,” balas Taeyeon tidak mempedulikan kekecewaan Jiyong.

“Aku mengerti, tapi….”

“Sudah, ya. Aku pergi. Tidak perlu mengantar ke pintu.”

“Memangnya siapa yang mau mengantar?” ketus Jiyong tidak berhasil menahan Taeyeon sedikit lebih lama.

“Istirahatlah dengan baik. Tidak perlu kemana-mana. Annyeong, G-Dragon,” salam Taeyeon melambaikan tangan lalu cepat berbalik menuju keluar kamar seraya menelepon seseorang. “Halo, oppa.”

“Siapa yang kau telepon?” seru Jiyong mendengar pacarnya menyebut ‘oppa’ dengan manis. Tapi, Taeyeon terus melanjutkan langkahnya tanpa menoleh Jiyong.

Jiyong mencibir, ia yakin Taeyeon mendengar seruannya.

Begitu pintu kamar Taeyeon tutup, gadis itu melihat ponsel menahan tawa berhasil mengelabui pacarnya. Taeyeon tidak menelepon siapapun. Ia hanya ingin menggoda Jiyong, bagaimana reaksinya saat ia ketahuan menelepon pria lain yang mencurigakan.

Setelah puas menikmati hasil mengerjai Jiyong, Taeyeon melangkah menuju pintu apartemen untuk selanjutnya pergi ke SM.

Sementara di kamar, Jiyong masih menatap pintu kamarnya dengan cemburu, penasaran siapa yang Taeyeon telepon.

***

Di Secret Butterfly Garden, Kim Hyunjoong berdiri mengahadap bangku taman seraya memikirkan Jiyong dan Taeyeon.

Sepertinya mereka adalah pasangan yang sulit dipisahkan. Itu memang bagus tapi ada hal buruk yang bisa datang setelah hal baik terjadi.

Hyunjoong berpikir keras mencari cara untuk membantu mereka. Ya, ia tidak bisa hanya diam memantau, ia harus bertindak sesuatu untuk melindungi mereka berdua.

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER

“Aku berharap rumor itu tidak benar,” ujar CEO Lee pada Taeyneon.

“Apa kau berkencan dengan Taeyeon? Apa kau tahu kemarin Lee Seoman meneleponku? Media terus menunggu jawabanmu di depan YG dan SM. Kenapa kau belum memberi jawaban juga? Katakan, kau berkencan atau tidak?” interogasi CEO Yang pada Jiyong yang hanya terdiam cukup lama hingga Yang Hyunsuk jengah melihatnya.

Tampak Yang Hyunsuk bergegas menuju ke luar gedung YG, hal sama dilakukan Lee Seoman.

Kedua CEO ini didepan gedungnya masing-masing hendak menghadapi media secara langsung terkait hubungan G-Dragon dan Taeyeon yang begitu menghebohkan.

Setelah konfirmasi dari kedua CEO, artikel bermunculan.

Entah apa yang kedua CEO itu konfirmasi, membenarkan atau menolak rumor kencan itu.

“Kau baik-baik saja, Taeyeon-ah? Mau kuambilkan air minum?”

Taeyeon yang semakin gugup langsung mengangkat kepalanya, menggeleng senyum pada pria dihadapannya, Woobin.

“Aku baik-baik saja.”

“Lama tidak bertemu.”

“Benar. Sudah berapa lama kita tidak bertemu seperti ini?” Taeyeon yang berusaha untuk tersenyum biasa saja.

Pria itu tampak menatap lekat Taeyeon yang juga balas menatapnya dengan berkaca-kaca.

Sementara itu di waktu yang sama, terdengar suara sesuatu terjatuh.

“Hyung!” seru Seungri yang langsung melempar bantal kursi ke sembarang tempat hingga mengenai gelas yang ada di meja hingga pecah.

Jiyong yang sudah terbaring jatuh menahan sakit di kepalanya yang amat sangat.

Advertisements

9 comments on “Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 11 )

  1. Wahh chapterny seru bnget. Gak rela ada tlisan to be continueny.
    Tlng jgn pshkan taeyeon dan jiyong dong.
    Ditnggu bnget next chapterny.
    Authornim anda telah bekerja keras.

  2. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 12 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 13 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 14 ) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s