Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 9 )

Special series (스페셜시리즈)

SECRET: I CAN SEE YOUR SINCERITY

(시크릿: 너의성실을볼수있어)

Author : Zuma

Poster : Zuma

Rating : 15+

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, Comedy

Main Cast : G-Dragon of BIGBANG – Taeyeon of Girls’ Generation

Welcome to readers in my Fan Fiction

Preview: Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 – Part 1 | Chapter 6 – Part 2 | Chapter 7 – Part 1 | Chapter 7 – Part 2 | Chapter 8 – Part 1 | Chapter 8 – Part 2

Note : Sebelumnya, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Minal Aidin Wal Faidzin semua… Mohon Maaf Lahir & Batin, ya… 😊 Maaf udah lama nunggu next chapter-nya. Yuk, lanjut baca FF GTAE-nya.

CHAPTER 9

LOVE SCENARIO

Keduanya, Jiyong dan Taeyeon masih terus menutup mata dan merasakan bibir masing-masing yang pasif.

Takdir Jiyong yang tidak mampu mengeluarkan kupu-kupu bukan berarti sama sekali tidak bisa merasakan mengeluarkan kupu-kupu. Mungkin dengan cara yang dibuat Jiyong bisa membuatnya merasakan kemampuan gadis yang tengah diciumnya. Salah satu kupu-kupu dari mulut Taeyeon berpindah tempat jadi memasuki mulut Jiyong.

Namun, semakin lama Jiyong merasakan bibir Taeyeon, gadis itu menjadi transparan, perlahan melebur. Maka, Jiyong membuka perlahan kedua matanya seraya masih menempelkan bibirnya. Dilihatnya begitu dekat gadis ini perlahan transparan. Bagaimana bisa? Sungguh tidak masuk akal dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Bagaimana tidak Taeyeon yang mulai melebur berubah menjadi kupu-kupu putih. Jiyong sudah tidak mencium gadis ini yang menjadi kupu-kupu dan terbang kemudian lenyap.

Panik, takut, khawatir, cemas yang sangat, bercampur jadi satu. Pandangannya ia edarkan ke segala penjuru Secret Butterfly Garden. Dimana Kim Taeyeon?

“Kim Taeyeon,” panggil Jiyong dengan segala kekhawatiran yang berusaha disembunyikannya. “Kim Taeyeon!!!”

Kedua kelopak mata Jiyong langsung terbuka, berusaha mengenali keberadaannya sekarang. Pandangannya menemukan dua orang tak asing. Dua orang yang saling berkaitan, Hyunjoong dan Taeyeon mengamati Jiyong yang tengah terbaring di bangku taman.

Beberapa saat Jiyong menatap intens Taeyeon, gadis yang terakhir kali ia lihat menjadi kupu-kupu cantik tapi sangat mengkhawatirkan.

Jiyong bernafas lega. Sekarang ia mengerti, kejadian tadi yang sangat buruk hanyalah sebuah mimpi. Namun, tetap saja ia masih sangat khawatir. Benarkah yang dihadapannya ini Taeyeon secara nyata. Taeyeon yang tengah menatapnya dengan heran.

“Kau bisa melihat dan mendengarku?” tanya gadis itu seraya sedikit mendekatkan kepala pada Jiyong.

Jiyong benar-benar lega setelah mengetahui itu benar-benar hanya mimpi buruk. Ia mengangguk dan tersenyum. Lebih kepada senyum lega sebenarnya.

“Kau sudah ingat apa yang kau lakukan ditempat bersih ini?” wajah datar Hyunjoong kembali Jiyong dapati. Hyunjoong menatapnya datar namun penuh arti.

Kening Jiyong berkerut, coba mengingat kejadian terakhir kali yang ia alami secara nyata. Dan, kini ia berhasil mengingatnya.

FLASHBACK

Jiyong masih menempelkan bibirnya pada bibir Taeyeon, setelah agak lama, tiba-tiba ia merasa seperti ada yang menariknya ke belakang dengan sangat keras hingga ia terpental ke sebuah pohon besar yang ada disitu.

FLASHBACK END

Ditatapnya Hyunjoong dengan curiga, saat ia ditarik, Jiyong merasa bukan orang yang secara langsung yang menariknya melainkan seakan ada energi yang membuatnya tertarik kebelakang dan tubuhnya terpental. Ia sangat yakin Hyunjoong yang melakukannya.

Memang benar.

“Kau pingsan cukup lama,” ujar Hyunjoong tanpa menunjukkan penyesalan.

“Jadi maksudmu, aku dibuat pingsan?” kesal Jiyong tak percaya.

“Yang penting kau sudah bangun,” sahut Taeyeon tersenyum manis.

Mata bening itu, Jiyong tatap, tapi ia tidak fokus dan justru memperhatikan bibir soft pink gadis itu. Ia terbuai, membuat Jiyong menyentuh bibirnya sendiri dan itu disadari Taeyeon yang jadi salah tingkah dan mengalih-alihkan pandangannya.

Untuk menghilangkan salah tingkah diantara mereka, Jiyong beralih pada Hyunjoong.

“Tapi, kenapa kau menarikku begitu keras dengan kekuatanmu?”

“Kau pikir ini tempat untuk hal seperti itu sesukamu?” tandas Hyunjoong yang membuat Jiyong juga Taeyeon terkejut dan cepat diam. Saling menghindari tatapan antar keduanya. “Kwon Jiyong, kau sangat merepotkan, kau tahu? Dan, kalian akan tetap disini? Ini hampir jam satu.”

Ucapan Hyunjoong membuat Taeyeon langsung menatap ke arah pintu. Jiyong tidak mengerti maksud mereka, ia hanya menurut ketika Taeyeon menarik tangannya. Sebelum menuju pintu untuk keluar, Taeyeon membungkuk salam pada Hyunjoong. Karena Jiyong tidak kunjung ikut membungkuk, maka Taeyeon menekan kepala Jiyong untuk membungkuk yang lagi-lagi hanya menurut karena belum mengerti.

“Kita tidak nanti baju dulu?” tanya Jiyong saat di depan pintu kedua.

Tidak menjawab, Taeyeon tetap menarik dan melewati pintu tersebut. Seketika pakaian mereka berubah seperti awal datang ke taman ini. Dan, Jiyong hanya mengangguk kecil mengerti, gadis itu tidak perlu menjawab dengan kata-kata, cukup dengan perbuatan. Tidak perlu repot ganti pakaian, ketika melewati pintu maka akan otomatis berganti pakaian.

“Waktunya sudah habis, ya?” Jiyong kembali bersuara di depan pintu utama dengan polos pada Taeyeon disebelahnya.

“Iya,” jawab Taeyeon singkat melihat waktu di pintu. Ia menunggu jam 1AM tiba.

“Kapan kau akan kesini lagi?”

“Delapan hari lagi. Seperti itu secara teratur. Setiap pukul sebelas malam harus sampai sini,” jawab gadis mungil itu tanpa menatap lawan bicaranya.

“Jadi, itu kenapa kau mengajakku buru-buru?”

Belum menjawab, pintu terbuka karena waktu sudah menunjukkan pukul 1AM tepat. Mereka pun melewati pintu itu dan perlahan taman besar dibelakang mereka menghilang, digantikan taman istana yang biasa orang-orang lihat.

“Woah, itu menghilang,” gumam Jiyong berbalik ke belakang, tanpa bekas taman rahasia itu.

Dengan senyum, Taeyeon menatap sekilas Jiyong yang benar-benar polos, sangat berbeda dengan kesan G-Dragon yang dikenal masyarakat.

Gadis itu melangkah pergi yang buru-buru diikuti Jiyong untuk menyusul dusebelahnya.

“Gamsahamnida, selamat malam,” ucap Taeyeon membungkuk bersama pada penjaga istana ketika mereka kembali bertemu di depan gerbang istana Changdeokgung.

“Iya. Selamat malam,” balas penjaga istana.

Taeyeon juga Jiyong menuju mobil Jiyong yang tidak jauh dari mereka.

“Karena kau mungkin masih terkejut dengan apa yang kau alami di taman tadi aku akan menyetir. Aku tidak mau kau kehilangan fokus saat menyetir,” ujar Taeyeon sampai didepan mobil.

Pikiran Jiyong tiba-tiba tertuju pada ciuman mereka mendengar kata-kata ‘semua yang kau alami’.

“Aku bisa konsentrasi. Dan… terkejut? Ani, aku berusaha memahami semuanya.”

“Termasuk ciuman itu?”

“Ne?” Jiyong membolakan matanya yang dibalas tawa kecil Taeyeon. Tentu Jiyong tidak terima, “Masuk. Akan menyetir.”

Taeyeon pun masuk pintu depan. Biarkan Jiyong yang menyetir.

Setelah Jiyong masuk, mobil mulai menyala dan perlahan jalan meninggalkan istana tersebut.

Dan, dugaan Taeyeon tidak meleset. Sepanjang perjalanan Jiyong menyetir dengan pikiran penuh kejadian yang ia lihat dan alami. Ia alami sendiri dan bersama Taeyeon. Terakhir, ciuman itu.

Cepat Jiyong menghilangkan lamunan itu, ia mengerjap-erjapkan kedua matanya dan menggeleng. Ia harus fokus menyetir. Tapi, tetap saja gagal. Bahkan, kini yang ada dalam pikirannya adalah senyum yang ia lihat setelah dirinya pingsan akibat perbuatan Hyunjoong.

“Apa kau benar-benar bisa menyetir?” tanya Taeyeon madih lembut menoleh Jiyong heran.

Pertanyaan Taeyeon membuatnya terlonjak kaget dan cepat menepikan mobil, menghentikannya yang membuat Taeyeon terbelalak panik.

“Mianhae,” ucap Jiyong lemah.

“Kubilang aku saja yang menyetir!” protes Taeyeon kesal.

“Kau bertanya tiba-tiba dan itu membuatku terkejut,” Jiyong membela diri.

“Pertanyaan halus sepeti itu walau tiba-tiba tidak akan membuat terkejut kalau kau fokus menyetir,” kesal Taeyeon. Jiyong diam membenarkan seraya menatap stir. “Ganti posisi.”

“Mwo?”

“Aku tidak akan membiarkanmu menyetir. Cara menyetirmu menakutkan. Keluar.”

“Aku menyetir cukup lambat…” gumam Jiyong.

“Lambat karena pikiranmu juga lambat. Dan, itu membuatmu sangat kehilangan fokus. Keluar, ayo bertukar.”

Begitu Taeyeon keluar Jiyong ikut keluar, menerima ucapan gadis itu karena memang benar. Mereka berdua bertemu didepan mobil dan suasana berubah canggung.

Habis melirik kesal, Taeyeon melewati Jiyong dan masuk mobil lebih dulu.

“Kau ingin disitu sampai pagi?” seru Taeyeon benar-benar kesal melihat Jiyong masih tidak bergerak didepan mobil. “Kwon Jiyong, apa yang kau pikirkan?! Aku ingin cepat sampai!”

Tersentak, Jiyong menoleh Taeyeon yang menatapnya dengan kesal. Maka, ia cepat masuk mobil dan segera memakai safety belt dengan diiringi tatapan kesal gadis yang sudah lelah itu.

“Maaf, ayo,” ucap Jiyong setelah sabuknya terpasang dengan nyaman.

“Kau benar-benar masih terkejut dengan taman rahasia itu, ya?” cek Taeyeon lalu menjalankan mobil.

Terkejut denagn pertanyaan itu, tapi Jiyong memutuskan untuk tidak menjawab. Memilih diam, menatap lurus dan bersandar, membiarkan pertanyaan berlalu begitu saja, tapi tetap saja terpikir oleh Jiyong. Ia hati melirik hati-hati gadis itu yang entah kenapa tengah tersenyum. Mungkin karena menyadari Jiyong benar-benar masih shock dengan kejadian di Secret Butterfly Garden.

Diam-diam Jiyong juga tersenyum pada Taeyeon.

***

Pintu rumah Jiyong terbuka perlahan dari luar, tampak Jiyong dan Taeyeon memasuki rumah dengan sangat hati-hati. Ruangan gelap tanpa cahaya lampu.

“Ibumu benar-benar sudah tidur, ‘kan?” bisik Taeyeon cemas.

“Pasti,” ucap Jiyong lalu menekan tombol lampu.

Seketika lampu menjadi terang. Mereka bersiaga mengedarkan pandangan, khawatir ibu jika Jiyong tiba-tiba muncul. Tapi, tidak ada pergerakan sedikitpun yang mencurigakan.

Fiuh….

Mereka bernafas lega.

Kini, pandangan mereka beralih pada dua ponsel milik mereka diatas meja.

“Sepertinya ibu benar-benar sudah tidur sejak kita keluar. Dia tidak menyadari ponsel kita disini,” gumam Taeyeon.

“Aku haus,” ujar Jiyong menyimpang arah pembicaraan gadis disampingnya ini.

“Akan kuambilkan. Untuk terima kasih.”

“Pasti lama,” tolak Jiyong melangkah menuju dapur.

Cepat Taeyeon mengikuti Jiyong dan berjalan disampingnya. Menarik dapur, sosok yang tengah mereka khawatirkan tiba-tiba muncul dari dapur. Membuat tubuh mereka kaku, kaki gemetar, jantung berdetak kencang serta mata terbelalak.

Sementara Taeyeon cepat pindah posisi dibelakang Jiyong dan mencengkeram masing-masing lengan baju Jiyong setelah melihat ibu Jiyong. Ditangan ibu membawa segelas air.

Namun, wajah ibu nampaknya biasa-biasa saja. Hanya datar menahan kekesalan pada mereka berdua.

“Eomma…” sapa Jiyong.

“Pergi larut malam, pulang dini hari. Ibu menelepon tapi ponsel kalian ada di meja. Apa itu tidak cukup membuat ibu khawatir?!” kesal bercampur lega sebenarnya melihat mereka pulang yang entah darimana.

“Eomma, aku akan bicara besok. Aku lelah dan haus,” Jiyong menolak menjelaskan alasan mereka pergi.

Ia justru mengambil gelas yang ada di tangan kiri ibunya lalu memasuki dapur, membuat Taeyeon otomatis melepas cengkeraman di lengan baju Jiyong. Padahal Taeyeon belum ada maksud melepasnya, mungkin karena luap melepas juga.

Ibu menatap Taeyeon setelah Jiyong pergi, ia menghela nafas panjang memandangi Taeyeon yang menunduk takut-takut.

“Apa manajer kalian menelepon tiba-tiba dan meminta cepat-cepat datang?” tanya membuka percakapan dengan Taeyeon.

“Mm… ne. Manajerku. Dan aku meminta Jiyong untuk mengantarku,” jawab Taeyeon lumayan gugup dengan senyum kaku yang tentu saja alasan tersebut sama sekali tidak membuat kupu-kupu dalam mulutnya keluar.

Taeyeon tidak perlu memikirkan alasan ia dan Jiyong pergi larut malam. Pertanyaan dari ibu muncul dan itu cukup membantu Taeyeon untuk dijadikan sebagai alasan.

“Ibu paham situasinya. Sekarang tidurlah. Ayo, ibu antar,” ajak ibu menuntun Taeyeon dengan menggenggam lengannya dimana Taeyeon hanya mengangguk senyum lembut. Mereka menuju kamar Yuri… Betapa manis dan baiknya perlakuan ibu Kwon Jiyong juga Kwon Yuri ini, batin Taeyeon tersenyum tipis menoleh ibu.

***

Pria pemilik rumah, Jiyong memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru ketika keluar dari kamarnya. Hari sudah pagi. Ia mencari ibunya dan tidak sengaja melewati kamar Yuri yang digunakan tidur Taeyeon.

Pintu kamar Taeyeon sedikit terbuka, menghentikan langkah Jiyong untuk tidak melewati pintu begitu saja. Karena, ia merasa gadis Kim itu masih di kamar adiknya. Bagaimana jika gadis itu menyadari Jiyong lewat depan kamarnya dan dianggap sebuah kesengajaan untuk mencari perhatian?

Lagi, tidak mungkin tengah ganti pakaian, karena ia tidak akan membiarkan pintu terbuka jika tengah ganti baju.

Modeun ge jaril chajaseo tteonagago
Neon nae modeun geol gajgoseo tteonado
Nae mameun sigye sogui du baneulcheoreom
Gateun goseul dugo maemdolgiman hae

Na na na na na na na na
na na na na na oh
Na na na na na na na na
I believe I will be over you

( Segala hal menemukan tempatnya sendiri, kemudian pergi
Kamu mengambil semua yang kumiliki dan meninggalkanku
Namun seperti dua jarum jam di hatiku
Aku tetap berputar di tempat yang sama

Na na na na na na na
na na na na na na oh
Na na na na na na na na

Aku yakin aku akan melupakanmu

)

( Lyric Taeyeon – 11.11 )

Mendengar suara Taeyeon yang tiba-tiba bernyanyi dengan iringan gitar itu membuat Jiyong terhenyak. Membuat keinginan untuk lebih mendekat, ia pun menggerakkan kaki ke dekat pintu dan berusaha melihat ke dalam kamar.

Taeyeon yang belum keluar dari kamar sejak bangun terlihat cantik natural tanpa sentuhan make up dengan mengenakan dress putih sederhana. Kecantikannya makin bertambah ketika gadis itu terus bernyanyi sekaligus bermain gitar.

Suara yang damai terdengar indah dipadukan dengan wajah innocent girl yang juga sangat damai di pagi hari.

Setelah dirasa cukup, Jiyong meninggalkan tempat itu sementara Taeyeon terus bernyanyi tanpa tahu ada yang sempat memperhatikannya.

Namun, tidak lama kemudian Jiyong memasuki kamar itu dan berhasil mengejutkan Taeyeon.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu?” kesal Taeyeon melihat Jiyong masuk dengan menenteng gitar di tangan kirinya.

Tidak menjawab, Jiyong mendekat dan duduk di ranjang berhadapan dengan Taeyeon lalu mempersiapkan gitarnya.

“Kau belum keluar dari bangun?”

“Iya. Ibumu datang memintaku untuk tetap disini selagi ibumu menyiapkan sarapan padahal baru aku ingin keluar.”

“Karena cuacanya sangat dingin dan masih terlalu pagi. Jadi, kau belum benar-benar membersihkan wajahmu?”

“Belum,” lirih Taeyeon. Dan, Jiyong hanya mengangguk membuat Taeyeon panik serta malu. “Wae? Ada sesuatu du wajahku? Aku akan ke kamar mandi.”

“Tidak perlu,” cegah Jiyong keamanan lengan mungil Taeyeon yang hendak turun ranjang. “Biarkan wajahmu seperti itu. Lebih cantik.”

Pujian itu membuat Taeyeon tertegun beberapa saat. Pandangannya lalu beralih pada gitar yang dibawa Jiyong.

“Kenapa kau membawa itu?”

“Bernyanyi ringan dengan gitar di pagi hari menyenangkan. Bukankah begitu?” Jiyong tersenyum.

“Kau… melihatku menyanyi?”

“Aku mengatakan itu karena aku sering melakukannya,” sanggah Jiyong pura-pura tidak tahu. “Jadi, kau baru menyanyi disini?”

“Ti… tidak juga,” elak Taeyeon.

“Kau yakin? Tapi, aku mendengar nyanyian seorang wanita tadi. Dan, hei lihat… kau tidak mengeluarkan kupu-kupu,” Jiyong tersenyum menang berhasil membuat gadis innocent ini terpojok. Membuat wajahnya sangat menggemaskan.

“Kau yang berbohong dulu. Jelas kalau kau melihatku bernyanyi,” cemberut Taeyeon.

Aduuh… imutnya gadis ini.

“Aku mendengar samar-samar,” Jiyong tetap tidak mau mengaku. “Lupakan saja. Aku disini bukan untuk membahas itu.”

“Kau akan bernyanyi?”

“Kita akan bernyanyi,” ujar Jiyong tanpa menatap Taeyeon karena kembali mempersiapkan gitarnya.

Senyum tipis terulas di bibir Taeyeon, ia menatap jari-jemarinya yang siap memetik gitar.

Suara satu petikan gitar dari Jiyong terdengar. Jiyong menatap Taeyeon yang dibalas dengan tatapan senyum.

It’s 11:11
Oneuri han kani
chae an nameun geureon sigan
Uri sowoneul bilmyeo usdeon geu sigan

Byeol ge da neol tteooreuge haji
Ne mam kkeutjarakcheoreom chagaun baram
Changeul yeolmyeon ontong nega bureowa
I sigani jeonbu jinago namyeon
Ibyeori kkeutna isseulkka Yeah
neol da ijeosseulkka

( It’s 11:11
Ketika tak banyak waktu tersisa untuk hari ini
Saat kita saling berharap dan tertawa
Segalanya membuatku teringat padamu

Angin yang sedingin tepian hatimu tengah berembus
Saat aku membuka jendela, kamu berembus dan masuk
Saat waktu berlalu
Akankah patah hati ini berakhir?
Akankah aku melupakanmu? )

( Lyric Taeyeon – 11.11 )

Terus Taeyeon menatap Jiyong yang bernyanyi hingga Jiyong menyadarinya.

“Kenapa hanya menatapku? Aku ‘kan mengajakmu bernyanyi bersama.”

“Oh… iya,” jawab Taeyeon tersenyum lebar.

Kembali Jiyong bernyanyi dan menatap Taeyeon memastikan gadis itu bernyanyi. Taeyeon pun memetik gitarnya dan mulai bernyanyi dengan senyum manis yang tak tertinggal.

Modeun ge jaril chajaseo tteonagago
Neon nae modeun geol gajgoseo tteonado
Nae mameun sigye sogui du baneulcheoreom
Gateun goseul dugo maemdolgiman hae

Na na na na na na na na
na na na na na oh….

( Segala hal menemukan tempatnya sendiri, kemudian pergi
Kamu mengambil semua yang kumiliki dan meninggalkanku
Namun seperti dua jarum jam di hatiku
Aku tetap berputar di tempat yang sama

Na na na na na na na
na na na na na na oh….

( Lyric Taeyeon – 11.11 )

Tiba-tiba Jiyong menghentikan permainan gitarnya.

“Wae geurae?” tanya Taeyeon ikut pria itu menoleh jendela.

“Apa ada yang datang?” Jiyong balik bertanya.

Taeyeon meletakkan gitar menuju jendela. Terbelalaklah ia, karena ia melihat Yuri pulang diantar Seunghyun menggunakan motor. Namun, Seunghyun langsung berbalik pulang dan Yuri nampak berlari masuk rumah.

Cepat Taeyeon menghampiri Jiyong, “Ayo, keluar.”

“Wae?”

“Yuri pulang. Bagaimana kalau dia tahu kita ada di kamar ini.”

“Ooh… Yuri. Dia akan senang jika dia tahu itu. Dan, mungkin justru dia ingin yang lebih,” jawab Jiyong tanpa menatap Taeyeon yang memelototi Jiyong.

“Kita harus keluar, Jiyong….” geram Taeyeon.

“Oppa…! Eonni…! Kalian dimana…?! Eomma….”

Taeyeon terlonjak menoleh ke arah pintu mendengar seruan Yuri.

“Dia pasti sedang kemari. Ayo, cepat keluar,” Taeyeon terus menarik tangan Jiyong tapi yang ditarik hanya menahan tawanya.

“Biarkan saja. Dia tidak akan kecewa.”

“Tapi, dia akan terus menggodaku. Aku tidak tahan jika dia seperti itu!” Taeyeon berubah kesal dan sebal Jiyong sulit sekali diajak kompromi.

“Oppa! Eonni!”

Panggilan Yuri terdengar semakin jelas.

“Ahh… sini!” Taeyeon bergegas menarik Jiyong beranjak dari ranjang, membuat Jiyong terkejut dengan usaha gadis ini menariknya dan berhasil.

Jiyong cepat-cepat meletakkan gitar sembarang dan terpaksa mengikuti Taeyeon.

Pintu kamar terbuka.

Yuri masuk, mengedarkan pandangan keseluruh kamar namun tidak melihat ada orang.

Dibalik itu, tangan mungil Taeyeon masih erat membungkam mulut Jiyong dengan cemas didalam kamar mandi. Mereka menghapus jarak dan berdiri dibalik pintu kamar mandi.

Masih mencari-cari seseorang namun tidak ada pergerakan tanda adanya orang yang ia maksud, Yuri tidak menyerah. Kini pandangan Yuri tertuju pada kamar mandi. Ah… tidak mungkin mereka disana.

Ia hanya menoleh arah jendela yang terbuka dan sekali lagi mengarahkan pandangannya ke segala sudut kamar. Yuri mengangkat alis dan kedua bahunya. Tidak ada mereka. Ya sudahlah.

Kedua matanya tak sengaja menangkap dua gitar yang berada diatas ranjang. Yuri hanya memandang itu sesaat lalu melangkah menuju pintu.

Jiyong dan Taeyeon yang masih bertahan di kamar mandi sudah tidak lagi mendengar suara dan gerakan Yuri. Fiuh… Taeyeon melepaskan bungkamannya.

“Yuri sudah keluar, ‘kan?” bisik Taeyeon.

Mwolla,” Jiyong tidak begitu yakin.

Kajja,” ajak Taeyeon lalu perlahan membuka pintu sementara Jiyong hanya memandangi tingkah gadis ini dengan datar.

Dengan pintu yang sedikit terbuka, Taeyeon mengintip keadaan kamar. Tangan mungilnya meraih tangan Jiyong berjaga-jaga untuk dibawa kemanapun ia melangkah. Dari yang Taeyeon amati tidak ada Yuri disana. Ia tersenyum dan membuka pintu lebih lebar sambil menarik Jiyong untuk keluar bersama.

Namun, beberapa langkah mereka dikejutkan dengan kemunculan seseorang yang cukup santai secara tiba-tiba dari samping lemari. Seseorang itu melipat kedua tangan di dada dan menatap mereka penuh selidik. Yuri tidak benar-benar keluar.

Ia menyentuh rambut mereka yang tentu saja heran dengan apa uang dilakukannya.

Tidak basah,gumam Yuri dan kembali menatap mereka.

Apa maksudmu?Taeyeon tidak mengerti.

Kau tidak berpikir kami mandi bersama, bukan?selidik Jiyong yang membuat Taeyeon tersentak dan memandangi kakak beradik itu bergantian.

Yuri hanya menyembunyikan senyumnya yang kentara.

“Hey, kami tidak seperti itu,” ujar Taeyeon berusaha tidak untuk teriak.

Arra,” Yuri tertawa kecil.

Bagaimana kau tahu kami disini?interogasi Taeyeon.

Dijawab Yuri dengan pandangan menunjuk dua gitar di ranjang.

Taeyeon memejamkan matanya. Saksi bisu gitar itu berhasil memberitahu Yuri bahwa mereka belum keluar dari kamar ini.

Asal kau tahu saja, aku tidak sembunyi hanya dia saja yang menyeretku,interupsi Jiyong yang dicibir langsung oleh Taeyeon.

“I don’t care,” acuh Yuri senang. “Yang penting aku berhasil menangkap kalian disini. Rumor itu bukan sekadar rumor. Aku akan….

Sebelum semakin mengoceh, Jiyong membalikkan badan Yuri dengan memegang kedua bahunya dan diajak keluar.

Hari ini ibu memasak makanan kesukaanmu,ucap Jiyong.

Geuraeyo?Yuri antusias dan melupakan apa yang baru saja terjadi.

Iya,” senyum Jiyong dan keluar kamar.

Sedang Taeyeon memandangi kepergian mereka lalu beralih pada dua gitar itu. Sia-sia menyeret Jiyong sembunyi.

Jiyong masih menuntun Yuri dan membimbingnya duduk di meja makan. Lalu, Jiyong duduk disebelahnya. Tidak lama kemudian, Taeyeon datang menyusul mereka dan langsung menghampiri ibu di dapur yang membawa masakan untuk disajikan di meja makan.

Biar aku yang bawa,” pinta Taeyeon penuh ketulusan membuat kupu-kupu berwarna biru dengan sinarnya muncul di pagi yang menyegarkan ini.

Tidak tahu apa yang dikatakan gadis itu tapi Jiyong melihatnya mengeluarkan kupu-kupu biru itu. Jiyong tersenyum tipis lalu bertingkah jahil pada adiknya dengan menyentik jari kelingking kirinya di atas meja.

Oppa!kesal Yuri memelototi kakaknya namun kakaknya hanya tersenyum di sudut bibirnya.

Taeyeon datang dengan menyajikan makanan diatas meja. Masakan itu adalah menu terakhir yang perlu disajikan pagi ini. Maka setelah itu, Taeyeon mengambil tempat duduk berseberangan tepat di hadapan Jiyong. Dan, ibu muncul kemudian selang beberapa saat.

Apa tidurmu nyenyak, Taeyeon?tanya ibu membuka percakapan dibalas anggukan senyum Taeyeon.

Tentu nyenyak,” sela Yuri. Kamar itu bersebelahan dengan kamar seorang pria yang membuat tidurnya semakin nyaman.

Taeyeon melotot pada Yuri lalu melirik Jiyong sekilas, namun Jiyong seolah tidak mendengar apapun, ia hanya sibuk mempersiapkan makanannya.

Apa benar begitu, Taeyeonie?ibu memastikan dengan senyum lebar.

“Iya, ‘kan?” desak Yuri menggoda.

Nyaman apanya?” tukas Taeyeon cepat. Namun, sedetik kemudian ia menyadari ucapannya dan merasa bersalah pada mereka.

Taeyeon menunduk, merutuki diri sendiri karena sudah mengomel tentang Kwon Jiyong di depan keluarga Kwon. Memalukan.

Kau bercanda, ya?selidik Yuri.

Ne, maja. Aku hanya bercanda. Jeoseonghamnida,” ucap Taeyeon cepat sebelum terjadi salah paham.

Kembali ia menyadari ucapannya. Bukan itu maksud Taeyeon. Tapi terlambat, karena Jiyong mengartikan bahwa Taeyeon nyaman dengannya. Taeyeon kembali merutuki dirinya, Kim Taeyeon… kau bodoh. Berpikirlah sebelum bicara.

Taeyeon kembali menunduk, ia serba salah di situasi sekarang. Sementara Yuri hanya menahan tawa mendengar jawaban kilat eonni-nya.

Eomma, mana masakan kesukaanku? Ji oppa bilang eomma masak itu, tapi kenapa tidak ada di meja?” tanya Yuri menyadari makanan yang ia ingin tidak ada dihadapannya.

Memang tidak ada karena eomma pikir kau tidak datang,” sahut ibu bingung dan merasa bersalah pada puterinya.

Aku kemari karena ingin melihat mereka berdua,” cemberut Yuri.

Maafkan ibu, ya sayang. Nanti ibu masakkan untukmu,” bujuk eomma dengan senyum meyakinkan.

Taeyeon menatap Jiyong yang menahan tawa, taktik mengelabuhi adiknya berhasil. Dan akibatnya, Jiyong mendapat tatapan membunuh dari adiknya.

Wae geurae? Kenapa menatapku seperti itu?Jiyong masih menahan tawanya yang sebentar lagi meledak jika tidak benar-benar ia tahan.

Baru akan mengungkapkan kekesalan pada oppa-nya, ponsel Yuri yang ada diatas meja berbunyi menandakan pesan masuk. Mengganggu saja! Ia semakin kesal ketika Jiyong tersenyum menang.

Aku akan pergi,ucap Yuri setelah membaca pesan.

Apa kau kesal karena ibu tidak memasak makanan kesukaanmu?ibu khawatir.

Aniya,” sanggah Yuri senyum. Aku akan ke rumah Sunny eonni, dia sudah mengirimku pesan.

Aku ikut,Taeyeon mengajukan diri cepat.

Tidak bisa,tolak Yuri.

Kenapa tidak bisa?” Taeyeon heran mengerutkan kening.

Eonni harus disini atau kemanapun dengan Ji oppa,” kata Yuri membuat Jiyong ikut heran.

Siapa yang membuat peraturan itu?” sela Jiyong.

Mm… aku,ungkap Yuri senyum. Lalu, beranjak dari kursinya.

Hati-hati, ya…” pesan ibu dibalas anggukan cepat Yuri.

Jangan bermain dengan orang dewasa,Jiyong, sang kakak mengingatkan.

Ne, oppa… Yuri tertawa kecil mendengar peringatan dari kakaknya. Ia tahu betul kakaknya khawatir dengan pergaulannya.

Jiyong harus ekstra memperhatikan pergaulan adiknya. Selain adiknya adalah seorang idol, Yuri juga hanyalah seorang adik Kwon Jiyong yang polos dari keluarga kebanggaannya, Kwon Family.

Seseorang menjemputmu atau mau ku antar ke apartemen kalian?twar Jiyong.

Sunny eonni yang menjemput. Kami akan langsung ke rumahnya,” balas Yuri. Oh ya, oppa, Seungri menagih janjimu membelikannya makanan. Sejak acara MAMA belum dimulai sampai sekarang belum juga dibelikan. Berikanlah dia makanan. Dia sangat menantikan traktiranmu.”

Aku lupa. Iya, nanti aku belikan,ucap Jiyong tertawa kecil.

Aku pergi,” pamit Yuri.

Hati-hati, Yul…lirih Taeyeon yang juga ingin pergi tapi tidak diinginkan Yuri.

Yuri tersenyum pada Taeyeon kemudian melambai pada mereka dan meninggalkan ruangan itu dengan tatapan tertuju pada ponsel.

Ayo, kalian sarapanlah. Ini enak,lanjut ibu.

Taeyeon mengangguk lalu makan setelah ia dan Jiyong saling melirik sekilas.

***

Langkah Jiyong menuju taman belakang terhenti saat ia melihat gadis mungil yang tadi sempat bermain gitar dikamar Yuri duduk di bangku taman setua bernyanyi dan memainkan gitar.

Gitar lagi,” gumam Jiyong tersenyum simpul.

Namun, nampaknya tiba-tiba Taeyeon salah memetik gitar membuat Jiyong berkerut kening dan penasaran menunggu gadis itu memainkan gitarnya lagi.

Gadis itu menghela nafas panjang dan memandang ke depan, entah apa yang dipikirkannya. Raut wajahnya juga jadi berubah tanpa ekspresi. Hal itu mengherankan Jiyong, apa karena salah memetik gitar dan tidak ingin memainkan gitar lagi? Bukankah hanya perlu memperbaiki permainannya? Apa yang ada dipikirkan gadis innocent itu?

Jiyong melangkahkan kaki menghampiri gadis mungil itu, bermaksud menghilangkan raut wajah yang sekarang lebih menyiratkan kemurungan dan bingung.

Eh?!” Taeyeon terkejut melihat Jiyong sudah berdiri disampingnya.

Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Jiyong tanpa basa-basi.

Ne?

Kenapa kau seperti kebingungan? Jiyong memperjelas. Lalu, duduk disampingnya. Taeyeon menatap intens pria disampingnya, ingin bertanya. Tapi, tidak ah… Taeyeon memilih diam. “Apa yang kau lakukan disini?

Kau pasti sudah tahu,timpal Taeyeon. Jiyong mengecap lidah, tidak mengelak. Sangat jelas gadis ini tengah bermain gitar tadi.

Sini,Jiyong mengambil alih gitar dari tangan Taeyeon. Kau tahu lagu baru kami?

Belum dapat dijawab, Jiyong sudah mulai memetik gitar dengan halus.

Meoreojineun geu dwismoseupmaneul baraboda
Jageun jeomi doeeo sarajinda
Sigani jinamyeon tto mudyeojilkka
Yet saenggagi na
Ni saenggagi na

IF YOU
IF YOU
Ajik neomu neujji anhassdamyeon
Uri dasi doragal suneun eopseulkka

IF YOU
IF YOU
Neodo nawa gati himdeuldamyeon
Uri jogeum swipge gal suneun eopseulkka
Isseul ttae jalhal geol geuraesseo

( Aku menatapnya, semakin jauh, Dia menjadi sebuah titik kecil dan kemudian menghilang, Apakah ini akan hilang setelah berjalannya waktu? Aku ingat masa lalu, Aku selalu mengingatmu

JIKA KAMU, JIKA KAMU, Jika tidak terlambat, Tidak bisakah kita kembali bersama-sama?

JIKA KAMU, Jika Anda berjuang seperti saya, Bisakah kita membuat sesuatu yang sedikit lebih mudah?, Aku seharusnya diperlakukan lebih baik ketika saya milikmu )

( If You – BIGBANG )

Sepanjang Jiyong menyanyi, Taeyeon terus memperhatikan Jiyong. Wajahnya ia telusuri lebih dalam. Jiyong terkadang senyum menahan tawa mengetahui gadis ini memperhatikannya begitu intens.

Ponsel disebelah Jiyong tiba-tiba berbunyi membuat mereka lepas fokus dari apa yang mereka tengah lakukan.

Permainan gitar Jiyong hentikan dan Taeyeon cepat-cepat memposisikan dirinya untuk bersikap biasa setelah berdehem kecil tanpa Jiyong sadari.

Jiyong mengambil ponsel miliknya dengan sedikit lirikan penasaran Taeyeon.

Kita ada jadwal bersama hari ini,ungkap Jiyong pada Taeyeon tersenyum manis setelah membaca pesan.

Hm?Taeyeon membulatkan mata indahnya. Jadwal bersama? Kenapa aku tidak tahu? Ini sangat mendadak.

Mendengar itu, Jiyong hanya semakin mempermanis senyumnya.

***

Sebentar lagi kau juga tahu. Berhenti bertanya,Jiyong yang jengah akan pertanyaan sama dari gadis mungil yang lumayan cerewet ini ternyata. Mereka kini sudah berada dalam mobil yang sama dengan Jiyong yang menyetir.

Kau tidak bisa seperti itu. Kemana kita akan memenuhi jadwal itu? Bukankah aku perlu ber-make up sedikit lagi? Ini make up untuk pertemuan biasa. Aku seharusnya tidak mengikuti saranmu make up-mu.”

Biasa saja lebih bagus,” sahut Jiyong tersenyum tanpa menoleh gadis yang masih bingung dengan tujuan perjalanan ini.

Jadi, kita akan kemana? SM? YG? CEO kita saling bertemu dan mengajak kolaborasi SNSD dan BIGBANG? Itu sebabnya mereka memanggil kita sebagai leader di grup? Atau solo aku denganmu?

Kau mengharapkan itu?

Aku hanya bertanya.

Itu mungkin terjadi beberapa tahun lagi.

Lupakan,kesal Taeyeon dengan pembahasa Jiyong yang justru menjawab tawa karena kekesalan gadis ini.

Waktu di taman rahasia itu…Jiyongpun mengubah alur pembicaraan. Kasihan melihat wajah imutnya yang cemberut namun sangat menggemaskan. Kau meminta penjelasan tentang kupu-kupu kuning yang bahkan belum pernah kau lihat tapi aku selalu melihatnya. Apa oppa-mu di taman itu sudah memberitahumu tentang itu?

Hm?Taeyeon tersentak dengan pertanyaan Jiyong. Itu….

Jalanan didepan lebih Taeyeon pilih untuk ia pandangi, enggan Taeyeon untuk menjawab. Percakapannya dengan Hyunjoong sulit untuk diceritakan untuk pada orang yang sangat bersangkutan dalam percakapan tersebut, Jiyong. Bagi Taeyeon, cukup untuk menyimpan hasil percakapannya dengan Hyunjoong. Jiyong tidak perlu tahu walau penasaran.

FLASHBACK

Didalam Secret Butterfly Garden, di dekat Jiyong yang terbaring pingsan dibangku taman, berdiri Taeyeon dan Hyunjoongsaking berhadapan.

“Aku mohon, katakan sekarang padaku, apa ada arti kupu-kupu kuning itu? Pasti ada, bukan? Apa artinya? Aku tidak akan menyelesaikan tugasku hari dan delapan hari berikutnya jika oppa tidak mau mengatakan apa artinya.

Taeyeon kembali menuntut jawaban dari Hyunjoong. Hyunjoong menatap Taeyeon lalu beralih pada Jiyong. Bimbang apakah ia haru mengatakan jawaban atas pertanyaan gadis yang kecewa saat ini dihadapannya.

“Kau mungkin akan menyesalinya.

“Kau belum mengatakannya dan aku tidak akan pernah tahu apa aku harus menyesal atau tidak. Katakan lebih dulu dan enyah penyesalan itu terjadi atau tidak itu urusanku dan kau tidak perlu mencampuri urusanku.

“Itu akan menjadi urusanku.

“Kau semakin membuatku bingung.

Helaan nafas panjang terdengar dari sunbae lalu menatap Taeyeon.

“Kim Taeyeon, jika kau bicara pada orang lain maka kupu-kupu biru yang keluar, namun jika pada Jiyong warna kuning yang muncul, itu yang membedakan,” Hyunjoong memutuskan untuk mengungkapkan semuanya. “Biru dan kuning memiliki arti yang sama hanya orangnya yang berbeda. Seperti jika kau bicara pada ibumu, kupu-kupu merah yang keluar.

“Hanya pada Jiyong kau bisa mengeluarkan kupu-kupu kuning. Itu… istimewa. Kau dan Jiyong akan saling terkait bersama kemampuan kalian. Aku tidak bisa tahu jika Jiyong adalah orang yang tahu kemampuanmu sebelum orang itu sendiri yang melihat cerminmu dan menjadi bisa melihat kemampuanmu. Aku baru bisa tahu setelah Jiyong melakukan itu.

“Jiyong yang secara khusus bisa membuatmu mengeluarkan kupu-kupu kuning akan mengembalikan kemampuanmu yang hilang. Kehadiranmu disini memang tidak bisa mengubah kemampuanmu bisa melihat kupu-kupumu lagi diluar tempat ini, tapi dia yang akan membuatmu melihat kupu-kupu lagi.

“Geuraeyo?Mendengar semua penjelasan Hyunjoong membuat Taeyeon terbelalak. Ia bernafas lega dan tersenyum. “Jika artinya seperti itu kenapa kau dan eomma sulit sekali mengatakannya. Aku juga tidak perlu marah menunggu jawaban kalian, bukan?”

“Itu belum selesai.

“Masih ada lagi? Apa itu penting?Taeyeon kini semakin antusias mendengar penjelasan Hyunjoong yang menyenangkan.

“Sama pentingnya dengan yang baru saja kau dengar.

“Apa itu? Oh ya, oppa, tapi kenapa saat awal-awal Jiyong merasa sakit kepala setelah mengerti kemampuanku. Aku masih tidak yakin itu karena kemampuanku.

“Itu karena kemampuanmu. Respon otaknya terlalu kuat menolak untuk percaya kau memiliki kemampuan sepeti itu tapi kupu-kupumu juga tidak mau kalah.

Wajah Taeyeon jadi merasa bersalah. Ia juga teringat akan satu hal, Oppa, apa ada kaitannya juga dengan aku yang melakukan suatu hal dengan pria lain dengan sakit kepala Jiyong?”

“Itulah yang ingin ku bicarakan,sahut Hyunjoong menatap Taeyeon intens.

“Aku belum pernah melihat bagaimana dia kesakitan. Aku dengar dia begitu kesakitan tepat saat aku melakukan sesuatu dengan pria lain,nada bicara Taeyeon menjadi merendah dania pun menunduk.

“Aku khawatir dengan hal itu. Aku khawatir dengan kalian,ungkap Hyunjoong menatap simpati.

“Jadi, itu benar? Benar karenaku?lirih Taeyeon. Hyunjoong terdiam. “Aku tidak bisa terus membuat dia kesakitan saat aku melakukan sesuatu dengan pria lain.

“Aku khawatir, karena kau seorang idol yang mungkin banyak tuntutan melakukan hal itu.

“Apa aku berhenti saja dari dunia entertain?tiba-tiba saja Taeyeon berencana mengambil keputusan dengan menoleh Jiyong yang masih terbaring lemah belum sadar dari pingsannya.

“Apa semua akan mendukung keputusanmu? Jiyong juga akan tidak membiarkan ini jika tahu kau mundur karenanya.

“Lalu, apa ada cara lain?tanpa sadar kedua mata gadis mungil ini memerah berkaca-kaca.

“Saat ini masih kucari. Yang bisa kulakukan mulai sekarang adalah memantau kalian,” ujar Hyunjoong yang juga menyesali perkataannya.

Namun, memang hanya itu yang bisa ia katakan. Dan, ia tahu betul Taeyeon tidak puas dengan jawabannya.

“Bukankah aku hanya seperti memanfaatkannya, oppa?Taeyeon semakin tidak seantusias seperti awal-awal penjelasan oppa-nya tadi.

“Kalian harus menghadapi dan saling meyakinkan jika itu akan segera berakhir,Hyunjoong benar-benar merasa kasihan pada Taeyeon juga… pada Jiyong.

Taeyeon semakin tidak tahu harus berbuat dan mengatakan apa, ia merasa bersalah besar pada Jiyong. Sekarang yang terlihat innocent bukanlah dirinya melainkan pria yang terbaring pingsan dibangku taman kupu-kupu rahasia ini.

FLASHBACK END

Itu… aku lupa menanyakannya. Mungkin kunjungan berikutnya akan kutanyakan,” ujar Taeyeon menanggapi pertanyaan Jiyong yang sulit untuk ia jawab. Mengingat itu entah kenapa matanya kembali berkaca-kaca. Untung Jiyong tidak menyadarinya.

Lupa?”

Kau akan menyalahkan aku lagi?” Taeyeon pura-pura kesal agar tidak kentara raut khawatir pada Jiyong.

Jiyong tersenyum mengangguk, tapi ia melihat Taeyeon seolah tidak yakin dengan kata-katanya sendiri. Ia tampak berbohong. Jelas bohong karena ia tidak melihat kupu-kupu itu. Tapi, Jiyong tidak ingin mempermasalahkannya, saat ini gadis ini ingin ia mempercayainya.

***

Rupanya kalian tidak sibuk, kalian sampai disini lebih cepat dari yang ku kira,” ucap Seunghyun yang membawa minuman serta makanan ringan menuju ruang tamu apartemen BIGBANG. Disana sudah duduk dua orang yang sering saling terkait, GTAE. Begitu fans menyebut pasangan ini dengan menggabungkan nama mereka berdua dalam rumor yang beredar.

Apa yang membuat kita sibuk di rumah? Disana adalah tempat menyegarkan diri,” tanggap Jiyong meminum jus dari Seunghyun.

Tapi, kenapa wajahmu seperti itu, Taeng?” Seunghyun beralih pada Taeyeon yang nampak cemberut.

Aku kira pertemuan seperti apa, ternyata pertemuan santai,” tukas Taeyeon masih belum terlalu terima dengan pertemuan ini.

Sudah kukatakan make up biasa saja, ‘kan? Karena memang pertemuan biasa dan santai,” sahut Jiyong.

Jiyong tidak memberitahumu akan kemana?” sela Seunghyun.

Dia tidak mengatakannya sampai aku tahu sendiri.”

Mendengar jawaban gadis innocent ini Jiyong hanya tersenyum disambut tawa kecil Seunghyun.

Hal penting apa yang akan kau tanyakan pada kami, hyung?” tanya Jiyong bersandar di kursi memulai topik pembicaraan.

Eh? Ponselku dimana?” Seunghyun memeriksa sekelilingnya. Jamkkanman, aku cari ponsel dulu.”

Sepeninggal Seunghyun mencari ponselnya, ponsel Jiyong berdering, panggilan masuk dari adiknya.

Mm… Yuri-ah, wae geurae?”

“Oppa, bawa dirimu ke apartemen BIGBANG, seret juga Tae eonni. Aku ingin bicara dengan kalian.

Kau dimana? Masih dirumah Sunny?” tanya Jiyong sambil melirik Taeyeon yang juga tengah menatapnya.

“Sudah pulang. Sekarang aku ada didepan apartemen BIGBANG. Cepat kemari, ya. Aku tidak mau menunggu lama.”

Sambungan telepon terputus begitu saja sebelum Jiyong menjawab lagi.

Kau tidak perlu menunggu kami, Yul,” gumam Jiyong pada ponsel dengan senyum di sudut bibir kanannya.

Yuri?”

Dia juga meminta kita untuk datang kesini. Dia pasti terkejut saat tahu kiT sudah ada disini lebih dulu,” kembali Jiyong tersenyum. Namun, Taeyeon hanya berkerut kening.

Terdengar pintu apartemen dibuka, rupanya Yuri datang.

Eh? Kalian… kapan sampai?” sesuai dugaan Jiyong, Yuri terkejut melihat mereka sudah ada ditempat ini duluan.

Kau datang, Yul?” sela Seunghyun baru muncul setelah menemukan ponselnya. Bagus kau datang, ini alan lengkap.”

Sebenarnya apa uang akan oppa tanyakan?” tanya Taeyeon penasaran pada Seunghyun yang menuju tempat duduk disusul Yuri duduk disebelahnya.

Kukira kalian sudah tahu. Kalian aku panggil bersama, apa kalian tidak berpikir sesuatu?” Seunghyun balik bertanya, lebih tepatnya berteka-teki.

Tidak…” sahut Jiyong malas berpikir.

Aku sudah tahu kemampuanmu, Taeyeon dan kau Jiyong. Aku tahu tentang kupu-kupu yang ada di mulut Taeyeon,” ungkap Seunghyun tentu saja membuat GTAE ini tercengang. Bagaimana dia bisa tahu?

Aku yang memberitahu. Kurawa itu tidak masalah dan Seunghyun oppa memang perlu tahu kupikir,” tukas Yuri santai.

Awalnya khawatir, namun Jiyong juga Taeyeon kini menerima Seunghyun tahu tentang kupu-kupu itu. Memang bukan sebuah masalah Seunghyun mengetahuinya, justru Seunghyun mungkin bisa sekadar membantu ketika mereka berdua kesulitan.

Jadi, ceritakan kenapa kalian bisa seperti itu,” pinta Seunghyun. Secara detail.”

Karena Jiyong meminta Taeyeon saja uang bercerita, karena gadis itu yang lebih tahu darinya maka, Taeyeon mulai bercerita. Mulai dari ia kehilangan kemampuannya. Bertemu dengan Kwon Jiyong karena cermin tangan miliknya, sampai ia tahu Jiyong bisa melihat kemampuannya dan kejadian di Secret Butterfly Garden.

Semua ia ceritakan dengan Seunghyun yang seksama mendengar. Beberapa yang belum diketahui Yuri pun membuatnya terkejut. Sementara Seunghyun juga seringkali membulatkan mengetahui fakta yang gadis mungil berkemampuan ini ceritakan.

Sesekali Seunghyun bertanya dan mengangguk mengerti. Yuri juga nampak beberapa kali membantu Taeyeon menjelaskan pada Seunghyun terutama perihal sakit kepala yang dialami Jiyong belakangan. Kadang, Jiyong juga beberapa kali membantu Taeyeon melancarkan ceritanya.

Yang belum kalian ketahui adalah kupu-kupu berwarna kuning dan keterkaitan sakit kepala Jiyong dengan hal yang Taeyeon lakukan bersama pria lain?” tanya Seunghyun setelah Taeyeon mengakhiri ceritanya.

Taeyeon mengangguk perlahan, hal itu dapat ditangkap Jiyong bahwa sepertinya Taeyeon tidak yakin dengan amggukannya.

Jika aku bisa melihat taman itu, aku akan tanyakan sendiri arti kupu-kupu itu dan sakit kepala Jiyong oppa. Tae eonni selalu lupa,” timpal Yuri gemas sendiri dengan teka-teki yang belum terpecahkan.

Karena aku sangat menikmati waktuku disana, jadi lupa,” Taeyeon senyum dengan alasannya.

Ah… aku tidak tahu harus bersikap seperti apa. Kata-kata juga sulit keluar dari mulutku,” Seunghyun bersandar di kursi setelah mengetahui hal tidak masuk akal yang terjadi pada dua leader grup besar ini.

Kau hanya perlu bersikap biasa saja dan jangan katakan apapun, hyung,” saran Jiyong.

Apa ada member kalian yang tahu lagi?” tanya Taeyeon khawatir.

Yuri menggeleng, Hanya Ji oppa dan Seunghyun oppa yang tahu.”

Senyum tipis lega tercetak dicibir kecil gadis mungil innocent ini.

***

Di dapur, Taeyeon mengambil air putih dingin dalam kulkas lalu duduk di meja makan dan meminumnya seraya berpikir sesuatu.

Dari pintu dapur masuk Jiyong dan melihat Taeyeon.

Apa udara disini panas?” tanya Jiyong duduk dihadapannya.

Ani. Cerita panjang tadi membuatku haus, tenggorokanku kering,” ucap Taeyeon dengan keluarnya kupu-kupu kuning dan kembali minum air putih menyegarkan itu.

Melihat kupu-kupu itu, Jiyong pandangi hewan itu hingga lenyap. Sebenarnya apa arti kupu-kupu kuning itu? Ia beralih menatap Taeyeon yang sepertinya sebenarnya sudah tahu artinya.

Kau sudah tahu artinya, ‘kan?” tanya Jiyong lembut menatap lekat gadis dihadapannya ini.

Taeyeon tersentak, “Ne?”

Arti kupu-kupu dan sakit kepalaku,” lanjut Jiyong. Kau tidak mau mengatakannya?”

Terdiam, kedua tangan Taeyeon makin erat memegang gelas dingin itu. Suasana mereka diam. Diam cukup lama.

Tidak ada yang berubah jika kau tahu,” Taeyeon bersuara setelah cukup lama mereka terdiam. Jiyong lega karena artinya Taeyeon memang sudah tahu.

Perubahannya adalah dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dan, aku ingin tahu.”

Itu….”

Aneh bukan, aku tidak tahu penyebab sakit kepalaku sendiri sementara orang lain tahu?” sindir Jiyong menekan Taeyeon untuk jujur padanya.

Aku hanya perlu hati-hati dengan semuanya maka kau tidak akan sakit lagi.”

Tidak. Itu bukan jawaban untukku, itu untukmu. Pasti ada yang menyinggung untukku,” Jiyong masih belum mau kalah. Dan, Taeyeon kembali terdiam, kedua tangan mungilnya turun dari atas meja. Kau masih tidak mau mengatakannya?”

Dipandanginya gadis ini dan berpikir kenapa dua tidak mau bicara.

Gadis yang kini hanya menatap kosong Jiyong. Pikirannya kacau.

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER

“Sampai kapan aku harus bicara denganmu? Jaga sikap! Kau memang troublemaker,” ucap Jiyong dengan kilat mata amarah membara.

“Jiyong-ah, apa kau harus seperti ini? Melampiaskannya pada Seungri lagi?” Seunghyun menengahi.

“Pelampiasan?” Jiyong tertawa sinis, terkesan mengelak. “Aku bicara apa adanya.”

“Jeoseonghamnida, aku bukan Kim Taeyeon.”

“Itu adalah pengakuan kalau kau Kim Taeyeon,” Jiyong tersenyum geli.

Taeyeon mencari-cari seseorang didalam bar. Dan, akhirnya ia menemukan seseorang itu.

“Jiyong-ssi…” panggil Taeyeon menepuk bahunya dari belakang.

“Lama tidak bertemu. Apa kau Kim Taeyeon?” sapa Jiyong dengan senyum mabuknya.

“Kenapa bahas itu lagi? Itu….”

Taeyeon berat melanjutkan kata-katanya. Dimana Jiyong dan Taeyeon tengah menikmati suasana di Sungai Han bersama.

“Bahkan jika aku mengajakmu berkencan?” pancing Jiyong.

“Jiyong….”

Taeyeon merasa benar-benar gugup sekarang.

Advertisements

22 comments on “Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 9 )

  1. Akhirnyaaaa up jugaaaaaa ❤️❤️❤️ Ditunggu chapt selanjutnya kak!!!! Semangadd 💪🏼💪🏼

  2. Akhirnyaaaaaaaaa~
    Setelah menunggu lama bagai quda, author up ceritanya 😄😄😄
    Ditunggu next chaptnya thor, terus masih banyak typo, kalo bisa dikurangin hehehehe
    fighting 💪💪💪

  3. Taeyeon berat bgt ngakuin tentang arti kupu2 kuning dan perihal sakit kepala jiyoung…
    Takut jiyoung terlukakah???
    Tp sampai kapan hal ini dirahasiakan…
    Ini berat jg untuk taeyeon sendiri…

  4. Wow udah update terima kasih thor wah gimana ni taeyeon mau ungkap atau enggak ya penasaran ni jangan lama2 update nya ya kita semua disini akan selalu menunggu kelanjutannya thor fighting take care:)

  5. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 11 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 12 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 13 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 14 ) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s