Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 1 )

Special series (스페셜시리즈)

SECRET: I CAN SEE YOUR SINCERITY

(시크릿: 너의성실을볼수있어)

Author : Zuma

Poster : @azuma_10

Rating : 15+

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, Comedy

Main Cast : G-Dragon of BIGBANG – Taeyeon of Girls’ Generation

Welcome to readers in my Fan Fiction

Preview: Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 – Part 1 | Chapter 6 – Part 2 | Chapter 7 – Part 1 | Chapter 7 – Part 2

CHAPTER 8

RUMOR

DISELA-SELA WAWANCARA SNSD, YURI MENGATAKAN KAKAKNYA BARU PUTUS DENGAN PACAR!

Frustasi Jiyong membaca artikel yang terlanjur menyebar dalam waktu singkat, rasa frustasi itu bahkan membuat Jiyong berani merusak mantel baru Yuri sang adik yang ada didekatnya. Tentu hal itu membuat Yuri murka, berteriak-teriak melihat mantel baru juga limited itu sudah tidak tertolong lagi.

Marah sampai malam si Yuri hingga Taeyeon datang untuk meredakan amarahnya. Berhasil reda, karena dengan geram dan kasar Taeyeon melempar mantel rusak itu mengenai wajah Jiyong. Membuat seisi ruangan tersebut tertawa sekaligus terkejut menyaksikannya.

Masih tertawa melihat Jiyong menyingkirkan mantel dengan pasrah dari wajahnya, menerima perlakuan gadis innocent face itu yang tak terduga. Membuat Yuri berhasil tertawa kecil, namun berwajah datar kala melihat Jiyong yang juga tengah menatapnya dengan memendam kekesalannya.

Yuri menatap oppa-nya dengan mencibir dan menahan tawa puas, lalu beralih pada eonni-nya.

“Eonni, tampar juga dia untukku,” pinta Yuri penuh rasa balas dendam disambut tegang member lain.

Permintaan Yuri membuahkan senyum dari bibir Taeyeon. Taeyeon melambai pada Jiyong isyarat untuk mendekat. Melirik yang lain beberapa saat dan ragu Jiyong untuk mendekat, mengingat tamparan gadis mungil sewaktu gadis itu melampiaskan kekecewaannya pada Woobin melalui Jiyong cukup keras, dan tidak menutup kemungkinan rasanya sama, cukup menyakitkan.

Menghela nafas, Jiyong pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Bahkan, Seungri memalingkan muka dan tidak lupa menyambar snack-nya untuk mengalihkan perhatian. Berbeda dengan Yuri yang sangat menantikan moment kakaknya akan ditampar eomma keduanya.

Namun rupanya, bukannya menampar seperti yang ada dibayangan mereka Taeyeon justru menarik keras telinga kiri Jiyong menggunakan tangan kanannya.

“Aaawww…!!!”

Teriakan memekik Jiyong keluar seraya meraih tangan gadis mungil yang tengah marah padanya itu untuk berusaha menahannya agar tidak menarik lebih keras telinganya.

Tawa dari para penonton diruangan itu terdengar renyah menyaksikan leader BIGBANG kesakitan karena leader SNSD. Sementara Jiyong masih berjuang meminta tangan Taeyeon lepas dari telinganya dengan tetap berteriak.

Puas, Taeyeon menyudahi aksinya. Ia tersenyum mengangkat kedua alisnya pada Yuri mengisyaratkan ‘selesai, ‘kan?’. Dan, tentu Yuri tersenyum puas.

Sementara Jiyong memeriksa telinganya dan merasakan, panas serta pasti merah.

CHAPTER 9

“Tapi, tetap saja aku belum puas hanya dengan membuat Kwon Jiyong seperti itu.”

Yuri masih cemberut.

“Apa manusia pernah merasa puas?!” kesal Jiyong karena telinganya masih terasa panas. “Dan… kau panggil aku apa? Kwon Jiyong? Aku bukan kakakmu? Hey, manja…”

“Dan apa akan terus saling balas dendam, hey Kwon sibling?” sela Seunghyun santai.

Disisi lain, Taeyeon tersenyum sepertinya ingin mengatakan sesuatu.

“Yuri-ah, sebagai ganti mantel itu bagaimana jika beli mantel yang lain? Tenang saja, mereknya masih sama seperti mantelmu yang rusak. Hari ini ada produk baru dan limited edition. Modelnya juga tidak jauh berbeda. Aku bisa pesankan atau mengantarmu sekarang,” tawar Taeyeon senyum manis.

“Tidak, eonni,” tolak Yuri setelah berpikir sesaat. “Aku tidak ingin beli mantel saat ini. Eonni, kau jangan pulang sebelum aku tidur, ya? Aku mau tidur sekarang dan eonni ngobrol saja dulu dengan mereka. Jangan berani-berani untuk kabur. Aku takut seseorang mungkin akan membunuhku saat kau tidak ada.”

“Aku juga hampir dibunuh olehnya,” timpal Seungri.

Jiyong menoleh Yuri dan Seungri bergantian, karena sindiran sangat jelas tertuju padanya.

“Mau, ya?” Yuri memastikan permintaannya.

Bingung, Taeyeon menatap semuanya tak terkecuali Jiyong yang ia tatap lebih lama dari yang lain. Ia beralih pada Yuri… lalu tersenyum dan mengangguk.

***

10.49

Jam tangan Taeyeon menunjukkan pukul tersebut dan menyadari hari semakin malam. Diruang tamu saat ini sudah berkurang Yuri, Jiyong dan Youngbae.

“Apa kira-kira Yuri sudah tidur?” tanya Taeyeon pada Seunghyun, Daesung juga Seungri.

“Mungkin sudah… mungkin belum,” sahut Daesung dengan gaya humornya yang disambut dengusan Seungri sementara Taeyeon tertawa kecil melihat kelucuan si pemilik senyum sejuta dolar itu.

“Kau bisa memeriksanya di kamar Seungri, Taeyeon-ah,” ujar Seunghyun.

Namun, ternyata Jiyong lebih dulu memasuki kamar Seungri dan mendapati adiknya yang sudah berselimut membelakanginya.

“Aku tahu kau belum tidur. Berbalik,” pinta Jiyong berdiri di sisi ranjang.

“Mengganggu saja,” sungut Yuri cepat berbalik. “Apa?!”

“Ikuti saja tawaran ibu mudamu. Kau sebenarnya juga ingin pergi dan ganti mantel, ‘kan?”

“Walau aku ingin, aku tidak akan.”

“Wae? Tidak perlu dia yang membayar, kau bisa minta uangku.”

“Kau pikir aku tidak punya uang?” gidik Yuri di setiap katanya dengan tatapan tajam.

“Kau sudah tidur, Yuri?

Yuri dan Jiyong menoleh karena suara itu. Tampak Taeyeon terkejut melihat adanya Jiyong disini.

“Tidak usah pergi, eonni. Kemari saja,” cegah Yuri yang melihat Taeyeon hendak keluar kamar. Membuat Taeyeon mendekat dan sekilas melirik Jiyong.

“Kau belum tidur?” Taeyeon sedikit kesal, layaknya seorang ibu yang anaknya belum juga mau tidur.

“Ada naga yang terus menggangguku,” sahut Yuri melirik kakaknya kesal. “Oppa, kau saja yang pergi sana.”

Tanpa protes, Jiyong menurut dna melangkah pergi. Sebenarnya Yuri menyayangkan tindakannya, ia justru akan senang jika dua leader single ini ada di ruangan yang sama.

“Oppa, jamkkanman,” panggil Yuri akhirnya sebelum Jiyong benar-benar membuka pintu.

“Kau butuh sesuatu?” Jiyong menoleh.

“Ini hampir jam sebelas, aku khawatir. Jadi, bisa kau antar Tae eonni pulang ke apartemennya?” tanya Yuri yang lebih kepada meminta.

“Aku bisa pulang sendiri, Yuri-ah,” lirih Taeyeon yang tidak terdengar Jiyong dengan tersentak.

Jiyong menatap Taeyeon sekilas.

“Dia bawa mobil kenapa aku harus mengantarnya?”

“Tae eonni diantar Seohyun.”

“Tidak perlu, Yuri-ah. Jangan khawatir aku akan pulang dengan taksi,” tolak Taeyeon lalu menoleh Jiyong, “Kau tidak perlu mengantar, Jiyong.”

“Eonni, aku khawatir dan kau tidak tahu rasanya,” Yuri lalu beralih pada Jiyong, “Oppa, kau mau, ‘kan? Hey, kalian, kenapa harus naik taksi kalau ada banyak pria disini yang bisa mengantar seorang wanita?”

Jiyong menatap Taeyeon yang sama sekali tidak menatapnya.

***

“Gamsahamnida, sudah mengantar, Kwon Jiyong,” ucap Taeyeon mengeluarkan kupu-kupu kuning pada Jiyong yang duduk disebelahnya di mobil Jiyong.

Setelah melihat Jiyong hanya tersenyum sekilas, Taeyeon melepas safety belt-nya dan membuka pintu. Tapi, kenapa tidak bisa dibuka? Terus mencoba tapi tetap tidak bisa.

Gadis itu menoleh Jiyong.

“Ini… kenapa tidak bisa dibuka?”

“Keuraeyo?” tanya Jiyong meletakkan lengannya di stir mobil. “Mungkinkah rusak?”

“Kenapa kau sangat santai saat mobilmu rusak?” Taeyeon terus coba membuka.

“Coba lewat pintu lain,” saran Jiyong yang semakin memperhatikan tingjsj gadis lucu ini.

Taeyeon mendesah, ia menatap pintu disebelah Jiyong.

“Bisa kau keluar sebentar?”

“Shireo. Aku malas melepas sabuknya.”

“Arraseo. Aku akan…”

“Kau tidak berpikir lewat sana, ‘kan?”

“Lalu aku harus lewat mana? Lau juga tidak mau menyingkir,” kesal Taeyeon.

“Lewat saja pintu disebelahmu. Usaha lagi, mungkin sudah tidak macet.”

“Eoh?! Bisa dibuka,” Taeyeon tersenyum lebar setelah sempat ragu untuk membuka pintu disebelahnya.

Benar-benar polos, pikir Jiyong yang menahan tawanya. Diam-diam Jiyong mengunci pintu itu dari tombol didekatnya untuk melihat reaksi gadis mungil itu dan ingin gadis itu sedikit lebih lama bersamanya. Setelah dirasa cukup menggodanya, Jiyong membuka kunci pintu itu, kasihan melihat wajah gadis innocent itu mulai panik.

“Mobilku… agak aneh, ya…?” human Jiyong.

“Kau sengaja menguncinya, ‘kan?” interogasi Taeyeon melepaskan pintu yang belum sepenuhnya terbuka.

Tapi, bukannya mengakui kejahilannya, Jiyong justru mendekat dan memukul ringan kening Taeyeon menggunakan ruas jari telunjuknya diiringi senyuman puas. Menerima pukulan itu, Taeyeon menekan kan mata karena terkejut yang membuat Jiyong semakin tersenyum.

“Kau begitu lambat menyadarinya. Harusnya kau langsung tahu kalau ini aku kunci. Pabo,” ucap Jiyong tertawa kecil.

Taeyeon yang masih memegang keningnya, mengusapnya dengan kesal lalu cepat keluar dari mobil pria menyebalkan itu.

Akh!

Sial. Keningnya terantuk pintu. Sakit sekali, kepala berdenyut-denyut rasanya. Karena terburu-buru jadi benturannya lumayan keras.

Jiyong cepat mendekat gadis yang langsung menghempaskan diri di sandaran kursi.

“Ya… apa kau balas dendam padaku sekarang?” Taeyeon seraya meringis kesakitan.

“Coba kulihat,” ucap Jiyong melihat kening Taeyeon yang membuat gadis itu menghadap Jiyong. “Tidak jelas.”

“Kau… belum mendapat izinku melihat keningku. A… apa yang kau lakukan?” gugup Taeyeon merasakan tiupan hangat dan lembut. Berasal dari Jiyong.

“Masih sakit?” Jiyong kembali meniup kening kid’s leader itu. “Mungkin keningmu terluka tapi aku tidak tahu dimana persisnya.”

“Kau tidak perlu…”

“Diam. Aku berusaha mencari titik sakitmu.”

“Kau bisa menyalakan lampunya.”

“Mungkin ada orang-orang media di sekitar sini. Jangan bodoh,” ucap Jiyong membuat Taeyeon terdiam rapat-rapat.

Jiyong mengusap kening Taeyeon dan kembali meniup. Lalu, perlahan Jiyong semakin mendekat dan perlahan pula ia menutup mata kemudian mengecup kening mulus gadis innocent face beauty itu.

Kedua mata Taeyeon melebar, buka lagi tiupan yang ia terima melainkan sebuah kecupan yang sampai saat ini belum juga dilepaskan.

“A… apa yang kau lakukan?” tanya Taeyeon begitu gugup setelah Jiyong melepas kecupannya dan kembali duduk.

“Aku tidak bisa menemukan lukamu, mungkin dengan cara itu aku bisa menemukannya,” jawab Jiyong santai dengan senyum mematikannya.

“Tidak masuk akal,” sergah Taeyeon lau cepat keluar dan menutup pintu cukup keras. Ia melangkah cepat masuk gedung apartemen.

Sedang Jiyong hanya tersenyum dengan gadis mungil itu yang jelas-jelas terlihat begitu gugup. Dari cara bicara dan langkahnya sangat jelas terlihat kegugupannya. Apa diam-diam gadis itu menerima kecupannya.

***

Pagi ini sepertinya akan cerah. Matahari sudah menampakkan keceriaannya.

Maknae BIGBANG, Seungri menghempaskan diri di sofa ruang tengah, ia menggunakan mantel mandi dan memainkan ponsel serta minum ginseng merah kemasan.

Member lain berlalu lalang dengan aktivitas masing-masing yang dijalaninya dengan cukup santai.

Jiyong muncul dengan bathrobe juga seperti Seungri dengan pandangan tertuju pada ponsel. Tangan kanannya mengusap-usap rambut basahnya setelah mandi. Melangkah dan duduk disebelah Seungri dengan tetap memandang ponsel.

Merasa penasaran, Seungri coba mengintip apa yang tengah dilihat Jiyong di ponselnya. Tapi, Jiyong menghindarkan ponsel dari mata Seungri. Seungri hanya menghela nafas dan kembali menyantap ginseng merah sembari bermain ponsel.

Pada akhirnya BIGBANG bergabung duduk di ruang tengah. Daesung menggerak-gerakkan tangannya untuk berlatih dance. Youngbae fokus menatap ponsel dengan jari-jemarinya yang aktif menekan da menggeser layar ponsel. Sementara Seunghyun bermain game di gadget-nya.

Jiyong membaca sesuatu dengan serius di ponselnya. Tiba-tiba kedua matanya melebar dan mendekat untuk memastikan lebih jelas dengan apa yang dibacanya.

“AHAHAHAHHAA….”

Tawa lepas Jiyong menggetarkan tubuhnya, mendongak dan bersandar di kursi sembari terus tertawa membuat yang lain terkejut. Semuanya memandang selidik dan heran pada leader-nya.

“Kau lihat bagaimana dia kemarin?” bisik Daesung pada Seunghyun disebelahnya.

“Ne. Tidak hanya fashion yang sering dan tiba-tiba berubah, perilakunya juga seperti itu. Kemarin sangat marah seperti orang gila, sekarang tiba-tiba tertawa seperti orang gila,” Seunghyun menyahuti.

“Dia sangat cepat melakukan perubahan itu,” timpal Youngbae kembali menatap ponsel.

Jiyong mulai menyadari member lain memperhatikannya. Ia berdeham lalu menggeleng.

“Ani. Lanjutkan kegiatan kalian,” ujar Jiyong mempersilakan. Ia kembali menatap ponsel dan tersenyum lebar menahan tawa.

Semuanya kembali normal dan hening untuk beberapa waktu.

“AHAHAHHAAA….”

Kini giliran Seungri yang mengeluarkan tawa tiba-tiba bahkan sampai maknae itu berdiri dari duduknya. Ditatapnya member lain dengan terus tertawa, namun tidak ada yang terkejut sama sekali. Semuanya tidak mempedulikan aksi Seungri, mereka hanya fokus pada ponsel dan gadget serta Daesung tetap pada latihan dance-nya.

Tawa Seungri yang keras perlahan merendah dan hilang menyisakan senyum kalau yang akhirnya mencibir. Tawa pura-pura yang dilakukannya tidak berhasil. Ia kembali duduk dengan kasar dan menyantap ginseng merah dalam satu kali santapan, menatap semuanya dengan geram. Ia melirik Jiyong yang masih senyum-senyum, orang yang paling membuatnya kesal karena aksi leader-nya berhasil tapi kenapa dirinya tidak.

“Eh?” Seunghyun memecah keheningan. Keningnya berkerut.

“Kau game over, hyung?” tanya Daesung tertawa.

“Tidak. Aku mengakhirinya tadi,” bls Seunghyun tetap menatap gadget. “Lihat ini.”

“Waaah…” komentar Daesung yangbemndekat bersama Youngbae untuk melihat apa yang dimaksud hyung tertuanya.

Sedang Seungri hanya melirik mereka, malas untuk ikut mendekat. Rasa kesalnya masih ada.

“Seungri-ah, tidak mau lihat? Mulutmu ‘kan bocor. Kau pasti tidak ingin melewatkan ini,” ujar Seunghyun.

“Tidak penting, ‘kan?” Seungri tanpa menatap.

“Katakan itu setelah membacanya dan aku yakin kau tidak akan mengatakan ini tidak penting,” sambung Daesung.

Bagaimanapun juga Seungri penasaran, ia menerima gadget yang ditawarkan Seunghyun dan membacanya dengan cermat.

“Omo! Daebak!”seru Seungri terbelalak, membuat Jiyong menoleh padanya. “Ji hyung, kau harus lihat.”

Sepenuhnya Seungri menunjukkan layar gadget pada Jiyong dan Jiyong membaca sesuatu yang mengejutkan lainnya.

G-DRAGON BIGBANG DAN TAEYEON SNSD DIKABARKAN BERKENCAN

Sebuah artikel terbaru, mengejutkan juga terpanas dan teratas.

Keterkejutan Jiyong tunjukkan pada mereka, namun jauh dari ekspresi sangat terkejut bahkan seperti terkejut yang dibuat-buat.

“Kau tidak terkejut?” heran Seungri.

“Seunghyun hyung, kau tahu itu apa?” tanya Jiyong menyerahkan jawaban Seunghyun untuk Seungri.

“Itu… rumor biasa.”

Begitulah jawaban yang keluar dari mulut Seunghyun untuk sang maknae panda.

“Sejak bangun aku belum melihat Yuri,” Jiyong mengalihkan topik pembicaraan.

“Dia pulang pagi sekali dijemput Taeyeon,” sahut Youngbae.

“Dia datang ke apartemen?” lanjut Jiyong.

“Tidak, hanya menunggu di basement,” jawab Youngbae lagi.

“Apa Yuri masih kesal dan tidak mau melihat wajahku?”

“Tidak. Dia hanya sedikit terburu-buru.”

“Kau tahu sekali ya tentang adikku.”

Youngbae hanya terdiam tanpa menanggapi kalimat Jiyong.

“Hari ini kita ada rehearsal MAMA 2015 di YG,” Seungri mengingatkan.

“Jangan ada yang terlambat,” sambung Seunghyun menatap tajam Seungri, menyindir lebih tepatnya.

“Kenapa menatapku? Aku sudah mandi dan mempersiapkan tenaga dari ginseng merah ini. Tapi, kau, hyung? Belum apa-apa. Mandi? Tenaga?” balas Seungri mencibir dan Seunghyun melotot tidak terima ealu benar perkataan adiknya ini.

“Aku akan terlambat,” sela Youngbae.

“Berapa lama? Sepuluh menit?” tanya sang leader.

“Dua jam,” sahut Youngbae tanpa basa-basi.

“Kau gila, hyung? Kenapa sampai dua jam? Itu adalah waktu istirahat saat akan kembali,” Daesung mengerutkan keningnya, heran.

“Aku ada urusan penting. Latihanlah tanpa aku selama dua jam, ketika aku kembali aku akan menyesuaikan latihan dan kalian tidak perlu khawatir. Kita juga sudah diberitahu konsepnya. Aku tidak akan tertinggal,” jelas Youngbae lalu beralih khusus pada Jiyong, “Ini benar-benar penting dan harus hari ini.”

Mendapat tatapan khusus sepertinya Jiyong mengerti apa yang membuat Youngbae butuh dua jam dari waktu latihan hari ini.

“Mereka mengirim undangan pada kita agak telat,” komentar Seunghyun pada pihak MAMA.

“Tidak apa. Kita bisa menyesuaikannya dengan cepat,” ujar Youngbae.

“Ah, tentang rumor kau, Jiyong, bagaiman jika rumor itu terus terjadi?” Seunghyun kembali mengarahkan pembicaraan pada rumor Jiyong dan Taeyeon.

Jiyong tidak menoleh ia hanya membuka kembali ponselnya dan tampak di layar ponsel terdapat sesuatu yang tadi membuatnya tertawa terbahak-bahak. Sebuah artikel, rupanya artikel yang sama dengan pa yang di baca Seunghyun.

G-DRAGON BIGBANG DAN TAEYEON SNSD DIKABARKAN BERKENCAN

Memang Jiyong sudah tahu artikel mengenai rumor dirinya, hanya saja ia belum ingin menjelaskan alasan sebenarnya pada member lain.

Berisi tentang berita subjek member idol A dan B yang merujuk pada G-Dragon dan Taeyeon.

Artikel tersebut juga berhasil Taeyeon baca pagi ini dalam kamar di apartemen SNSD. Pikirannya jadi teringat kejadian semalam saat dirinya merasakan kecupan kening beberap saat dari seorang G-Dragon dengan kelembutan.

“Eonni!”

Jantung Taeyeon berdebu dan terkejut saat mendapati Seohyun sudah berada disampingnya yang secepat kilat merebut ponselnya.

“Seohyun-ah…” Taeyeon berusaha mencegah tapi seohyun tidak membiarkan eonni-nya merebut kembali ponselnya.

“Waah, aku juga sudah melihat ini,” ucap Seohyun setelah membaca judul artikel. “Eonni, bagaimana ini bisa terjadi?”

“Apa aku tahu? Itu hanya rumor.”

“Tapi, aku berharap itu bisa terjadi,” gumam Seohyun.

“Mwo?”

“Ani… Aku hanya akan sangat senang jika rumor itu akhirnya benar.”

“Hei… Kau…” Taeyeon bingung juga untuk menjawab apa. Hanya menatap Seohyun tapi pikirannya entah kemana.

***

“Gomawo, oppa. Kau tidak perlu melakukan ini. Aku hanya belum ingin beli mantel lagi,” ucap gadis hitam manis Kwon Yuri dalam mobil dengan disebelahnya pria yang izin dua jam karena urusan penting.

Ya, Youngbae menggunakan dua jamnya untuk menemani Yuri.

“Kwaenchana. Kau suka mantelnya?”

“Suka sekali. Terima kasih sudah memilihkannya untukku. Tapi, kau juga tidak perlu membayangkannya untukku. Jangan khawatir nanti uangnya ku ganti,” riang Yuri jauh dari suasana hati semalam yang benar-benar marah.

“Apa maksudmu? Kau pikir aku suka dengan kau mengganti uangku? Aku memang berniat membelikanmu itu. Dan, kalaupun aku setuju denganmu kemudian Jiyong tahu dia pasti tidak mengizinkan kau membayarku, dia yang akan membayarkanmu untukku.”

“Aah… mianhae. Gomawo mantelnya, Youngbae oppa,” ucap Yuri tersenyum manis membuat Youngbae balas senyum.

“Jiyong… Kau sudah dengar rumornya?”

“Eung! Aku melihatnya,” sahut Yuri semangat. “Mereka lucu. Oppa, kau akan rehearsal, ‘kan? Aku ikut ke YG, ya? Aku ingin melihat Ji oppa.”

Youngbae tersenyum mengangguk menuruti permintaan gadis manis ceria ini.

***

Seperti dugaan Daesung, Youngbae datang ke dance room YG saat BIGBANG tengah istirahat dari latihan. Tapi, ia dikejutkan dengan kedatangan Yuri dibelakang Youngbae. Youngbae hyung datang bersama Yuri?

Yuri lansung menghambur pada Jiyong yang tengah duduk di dinding cermin seraya mengelap keringat dengan handuk putih kecilnya lalu minum air mineral botolnya.

“Oppa, kau sudah lihat ini? Sudah, ya?” tanya Yuri menunjukkan layar ponsel yang menunjukkan artikel rumor kakaknya dan ibu keduanya itu.

“Kenapa kalau aku sudah melihatnya?” sahut Jiyong malas melayani adiknya.

“Menurutmu subjek dengan inisial di artikel ini tertuju pada kalian?”

“Mwolla. Kau mengganggu istirahatlah saja. Sana pulang.”

“A dan B…” goda Yuri seraya bangkit dengan senyuman bersiap keluar dari rumah latihan. “Aku akan menemui Taeyeon eonni. Bagaimana wajahnya saat ini, ya?”

Jiyong hanya diam menatap kepergian adiknya dari ruang latihan.

Dan kini, Yuri sudah sampai di apartemen SNSD. Hal yang sama seperti yang Yuri lakukan pada Jiyong juga terjadi pada Taeyeon.

“Eonni, kau sudah lihat ini? Sudah, ya?” tanya Yuri langsung menuju kamar Taeyeon begitu sampai apartemen. Untung eonni-nya ada didalam kamar. Jadi, ia tidak perlu lama mencari.

“Memangnya kenapa?” sahut Taeyeon yang tengah merapikan meja riasnya.

“Pertanyaanku sama seperti Ji oppa. Eonni, A dan B… itu tertuju pada kalian, ‘kan?” Yuri yang duduk di tepi ranjang coba bertanya.

“Itu mungkin bukan kami yang dimaksud.”

“Tapi, disitu jelas-jelas tertuju pada kalian,” Yuri tetap pada pemikirannya.

“Itu tidak benar….”

“Kita lihat saja…” Yuri bangkit dan melangkah pergi.

“Kau mau kemana?”

“Aku akan mememui…” tiba-tiba Yuri bingung dan tersenyum nyengir, “Aku… tidak tahu mau kemana….”

Hembusan nafas pasrah keluar dari mulut mungil Taeyeon melihat tingkah Yuri.

***

Esoknya, 17.30 SKT.

Ketika Taeyeon sedang istirahat di gedung SM dari latihan vokal untuk penampilannya di MAMA 2015, ia melihat berita dari televisi yang tersedia di ruangan itu. Berita tentang tanggapan dua agensi yang menaungi G-Dragon dan dirinya mengenai rumor mereka.

Dari pihak perwakilan agensi SM Entertainment yang mengasuh Taeyeon menyatakan kepada AllKPop,

“Sama sekali tak ada bukti taeyeon berpacaran dengan G-Dragon. Ini seperti sebuah kisah cinta di novel. Tampaknya kabar ini hanya menjadi omong kosong saja.”

Hal serupa diungkapkan YG Entertainment selaku manajemen yang menaungi G-Dragon. “Kami tak memiliki bukti atau fakta. Jadi, tak ada yang perlu dikomentari,” ungkap wakil dari YG Entertainment, diwartakan Soompi.

Melihat berita pembantahan itu, entah kenapa Taeyeon tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini. Ia tidak tahu harus bagaimana perasaanliat berita tersebut. Senang? Lega? Kecewa? Atau bahan sedih? Ah, tidak masuk akal! Taeyeon menertawai diri sendiri.

***

Festival musik tahunan Mnet Asian Music Award ( MAMA ) 2015 berlangsung begitu meriah malam ini. Berbagai penyanyi mendapat penghargaan bergengsi itu. BIGBANG sendiri membawa pulang empat piala MAMA sekaligus.

Esoknya, ratusan artikel tentang semua hal MAMA 2015 yang berlangsung di Hongkong bermunculan. Dimulai dari berita tentang red carpet hingga kejadian-kejadian spektakuler penampilan penyanyi diatas panggung serta pemberian penghargaan.

Tidak lupa juga kejadian di bangku para idol yang tidak lengah dari perhatian para fans menjadi bagian dari artikel hangat hari ini. Bukan lagi hangat tapi beberapa kejadian sudah menjadi hot news.

Salah satu yang paling menyedot perhatian netizen juga fans adalah saat tersebarnya video G-Dragon menirukan gaya Taeyeon yang membuka mulutnya lebar saat melihat penampilan di panggung yang menakjubkan. Maka, rumor mereka semakin kencang dan kembali memanas.

PERNAH DIRUMORKAN PACARAN, G-DRAGON KETAHUAN TIRU EKSPRESI LUCU TAEYEON DI MAMA 2015

Pagi di kamarnya, Jiyong tersenyum geli melihat berita itu. Ia melempar begitu saja ke ranjang setelah melihat waktu di ponselnya yang menunjukkan pukul 08.00 AM. Lalu, pergi ke kamar mandi.

Ditempat lain, seseorang juga tengah melihat berita tersebut. Mulutnya menganga. Ia, si puteri yang berhasil membuat sang naga melembut karena kejadian semalam. Taeyeon yang berada dirumah sendiri penasaran juga dengan video yang dimaksud. Memang sesuai dengan yang tertulis du artikel.

Ia juga melihat video G-Dragon yang ketahuan memperhatikan dirinya beberapa kali. Perlahan senyum di bibir mungilnya terulas.

“Jadi, kau diam-diam menirukan gayanya?” Seungri terbelalak saat Jiyong sudah tiba di ruang tengah dengan disebelah dirinya terdapat daesung.

“Kau juga memperhatikannya beberapa kali,” Seunghyun yang melihat layar gadget yang baru datang dan duduk disamping Jiyong. Layar gadget yang memperlihatkan video G-Dragon-Taeyeon.

“Dan, dia juga seperti itu padamu,” sambung Jiyong.

“Benar, bukan? Rumor kalian semakin menguat sejak rumor pertama itu,” Daesung menimpali.

Fans juga akan terus mengaitkan apapun tentang kalian,” tambah Seunghyun.

“Lihat disitu,” Seungri menunjuk ponsel di tangan Jiyong. “Sebagian besar fans menyetujui hubungan kalian daripada dengan Kim Soeun si balerina.”

Mendengar semua perkataan para member, Jiyong terdiam mencerna semuanya. Dipandanginya mereka dan terakhir menatap Youngbae. Youngbae, berdiri tegak dan menyimpan ponsel di saku baju.

“Uri saranghaji marayo (mari janganlah jatuh cinta),” Youngbae menyanyikan sepenggal lirik single baru mereka. Ia menoleh pada Jiyong, “Itu mungkin yang akan kau hadapi melihat dari berbagai sudut. Tapi, aku berharap itu tidak terjadi.”

Jiyong yang awalnya, jujur ia senang dengan berita tapi ucapan Youngbae membuatnya hilang percaya diri satu level. Ia tidak bisa menolak untuk tidak memikirkan ucapan hyung-nya.

Jiyong berdehem.

“Kalian juga tahu itu hanya keinginan fans. Youngbae hyung, yang kau nyanyikan itu tidak ada dipikiranku karena orang yang dituju di lagu itu tidak ada. Tidak ada wanita sipikiranku saat ini,” jelas Jiyong datar. Tapi, beberapa saat kemudian Jiyong kembali seolah tidak terjadi apapun. “Aku akan membeli sesuatu untuk Yuri, sedikit hadiah terima kasih karena penghargaan kita semalam. Dia juga salah satu penggemar kita yang selalu memberi dukungan, ‘kan? Seungri, kau akan kubelikan makanan yang belum sempat aku belikan. Tunggu disini. Kalian jangan kemanapun sampai aku pulang, aki tidak mau tidak ada orang saat kembalai. Aku pergi.”

Setelah menyambar mantel, kunci mobil dan ponselnya, Jiyong melambaikan tangan yang memegang ponsel pada mereka dengan senyum. Mereka hanya diam melihat perginya Jiyong yang begitu saja.

“Jika tidak masalah untuknya kenapa nada bicaranya jadi rendah saat membahas nyanyianmu, hyung,” heran Daesung yang menatap arah pintu setelah Jiyong benar-benar pergi lalu menoleh Youngbae.

“Aku juga tidak mengerti. Ada apa dengannya kau ini?” sahut Youngbae juga menatap pintu.

“Aku memikirkan kemungkinan terbesar,” gumam Seungri .

“Kau berpikiran sama denganku?” Seunghyun menoleh.

“Mungkin,” balas Seungri seakan tahu maksud Seunghyun.

Youngbae dan Daesung hanya menatap mereka bingung.

***

“Hari ini kau ke taman rahasia, bukan?” tanya ibu Taeyeon yang duduk di bangku taman memperhatikan puterinya memeriksa bunga-bunga yang ditanamnya bersama Jiyong beberapa pekan lalu.

“Ne,” sahut Taeyeon yang berada didekat ibunya. Lalu, menoleh, “Eomma, bisakah aku hentikan saja semua ini?”

“Memangnya kenapa?” ibu terlonjak kaget.

“Entah kenapa aku merasa lelah dengan semuanya. Bukankah jika aku tidak kesana maka aku tidak punya kemampuan lagi? Itu cukup bagus.”

“Tidak semudah yang kau pikirkan,” jawb ibu. “Kau melepas kemampuanmu lalu kau bisa bebas? Tidak seperti itu.”

“Memangnya apa yang akan terjadi?” tanya Taeyeon tapi ibu hanya terdiam, membuat Taeyeon semakin lelah. “Inilah yang aku tidak suka. Ibu selalu mengatakannya setengah-setengah.”

“Ini demi kebaikanmu,” balas ibu sabar.

“Kebaikanku? Akan lebih baik jika ibu mengatakannya padaku agar aku tidak bingung kebaikan apa yang yang eomma maksud. Eomma, aku ingin kupu-kupu keluar selamanya dari mulutku. Tidak bisakah aku seperti itu?” Taeyeon dengan tatapan meminta.

“Tanyakan yang lain saja. Jangan bahas ini sekarang, ya, sayang?” ibu tersenyum. Batinnya sakit melihat puterinya merasa menderita dengan kemampuan itu. Tapi, dirinya juga tidak bisa berbuat semaunya mengenai kemampuan puterinya.

“Eomma…” Taeyeon bangkit dan duduk disebelah ibunya. Mungkin ada benarnya juga jika Taeyeon menanyakan hal lain. “Apa eomma tahu apa arti kupu-kupu kuning itu?”

“Geugae….”

“Ibu tahu artinya, bukan? Tapi, ibu tidak pernah memberi dahulu. Eomma, katakan padaku apa artinya?” desak Taeyeon karena dirinya juga sangat penasaran.

“Ada satu hal yang harus diingat untuk kau hindari. Tapi, kau melakukannya beberapa waktu lalu.”

“Apa itu?” Taeyeon semakin penasaran dengan kemungkinan ia akan segera tahu arti kupu-kupu kuning itu.

“Kau jangan jatuh cinta dengan sembarang orang. Kau bisa menyusahkan hidupnya karena kemampuanmu. Itulah kenapa tidak setuju kau berkencan dengan Woobin si pria yang sangat baik itu. Tapi, apa ibu harus menolaknya jika kau dan dia sudah ingin berkencan? Beruntung kalian belum terlalu jauh berhubungan,” jelas ibu penuh teka-teki.

Taeyeon tersenyum lebar, “Tapi, kami tidak menyusahkan satu sama lain. Kami cukup bahagia.”

“Karena, ternyata bukan dia orangnya.”

“Bukan dia orangnya apa? Kenapa eomma membahas ini sementara aku bertanya arti kupu-kupu kuning itu?”

“Hati-hatilah dengan orang-orang disekitarmu,” ibu memperingatkan namun Taeyeon tetap tidak mengerti apapun membuat rasa kesal Taeyeon kembali muncul.

“Eomma… Maksud eomma siapa yang harus kuhindari yang berada disekitarku? Apa aku harus hidup menyendiri didalam rumah ini untuk menghindari orang yang sering ada disekitarku?” Semakin kesal Taeyeon karena ibunya tampak memutar-mutar pembicaraan. “Tidak masuk akal.”

“Bukan seperti itu, Taeyeon-ah….”

“Ibu ini sebenarnya kenapa?!” kesal Taeyeon lalu segera pergi dari taman, dari rumah. Keluar entah kemana.

“Ibu tidak tahu harus bagaimana mengatakannya,” lirih ibu menatap kasihan puteri tercintanya yang sudah menjauh.

***

“Kenapa semuanya jadi membingungkan dan menyebalkan? Ibu tidak bicara apapun dan hanya bicara tidak masuk akal. Sampai mulutku berbusa pun ibu tidak mau menjawab. Aku yakin ibu tahu semuanya tapi bagaimana cara membuka mulutnya untuk bicara semua?

“Tidak boleh jatuh cinta dengan sembarang orang? Jika ini ada kaitannya dengan kemampuanmu, bukankah kupu-kupu itu sudah melewati batas privasiku sampai tidak boleh jatuh cinta dengan siapapun? Sampai kapan aku tidak boleh memiliki seseorang yang disukai? Apa kupu-kupu itu harus mengatur hidupku sampai tahap itu juga? Itu artinya kemampuanmu selama ini benar-benar menyusahkan hidupku. Aku baru menyadarinya. Pabo-ya….

“Ah… jinjja! Aku tidak kesana hari ini. Berkunjung di malam hari dan dini hari? Jadwal yang gila. Tapi, aku belum sempat tanya tentang kupu-kupu kuning satu itu. Hyunjoong oppa pasti tahu apa arti kupu-kupu yang menyebalkan dan membuat frustasi. Aah…! Kenapa jadi rumit?”

Gadis mungil, Kim Taeyeon memandangi sekelilingnya. Gadis itu tengah duduk di ayunan sekolah dasar tempat Jiyong belajar dulu. Dan, tanpa Taeyeon ketahui, ada seseorang yang mendengar semua keluh kesah dari belakang gadis mungil ini yang jika cemberut bisa dibayangkan betapa lucunya wajah cantik nan innocent itu.

Seseorang itu, yang tengah dirumorkan kencan dengannya, adalah Jiyong yang mendengar semuanya.

Ia berdehem kecil.

“Kau disini sendiri?”

Taeyeon menoleh kebelakang cepat danterlonjak kaget melihat seseorang bersandar di pohon tidak jauh darinya dengan melipat kedua tangannya didepan dada. Taeyeon hampir jatuh terjengkang jika saja Jiyong tidak cepat menahan kedua bahunya dengan kedua tangannya. Sontak membuat Taeyeon menoleh dan mereka saling menatap tajam.

***

“Kenapa kau ada disini? Agak aneh jika kau ketempat ini tanpa aku Yuri. Kau tidak begitu mengenal tempat ini sebelumnya. Jadi, apa yang membawamu kemari?” tanya Jiyong serta merta yang sudah duduk di bangku taman dengan Taeyeon disebelahnya.

“Mwolla,” jawab Taeyeon singkat.

“Tidak tahu?” heran Jiyong memperhatikan gadis disampingnya yang membenamkan kedua bibirnya kedalam mulutnya.

“Mwolla,” Taeyeon jadi sebal. “Aku hanya kesal. Aku bahkan baru tahu kalau aku tidak bawa mobil.”

“Karena terlalu kesal jadi lupa bawa mobil dan kesini tanpa sengaja?” kembali Jiyong bertanya yang kemudian tertawa kecil.

Taeyeon menoleh Jiyong dengan memicingkan mata dan tidak ingin membahas lebih jauh lagi. Mereka terdiam beberapa saat dengan pandangan lurus pada lapangan sekolah dihadapan mereka, hanyut dalam pikiran masing-masing.

“Itu lucu,” ujar Taeyeon tersenyum kecil memecahkan suasana heninng.

“Mwo?” Jiyong menoleh tidak mengerti ucapan gadis ini.

“Video itu.”

“Oh… Kau sudah melihatnya?” Jiyong tersenyum kecil. “Sekarang aku ingin menyembunyikan wajahku mendengar orang yang semalam kutiru aksinya mengatakan itu.”

“Apa kau merasa malu sekarang?” Taeyeon tersenyum lebar.

Mereka tertawa kecil. Kemudian memandangi sekelilingnya tanpa menghentikan tawanya.

“Sekarang kau akan pulang dengan apa? Ini hampir petang,” ujar Jiyong setelah beberapa saat keduanya reda dari tawa. “Ke apartemen atau rumah? Aku bisa mengantarmu. Jika, ke apartemen Seonyeo Shidae aku juga akan mengantar sesuatu untuk Yuri.”

“Aku sedang tidak ingin pulanhg ke dua tempat itu.”

“Wae? Kau berselisih paham dengan mereka?”

“Tidak juga.”

“Terus kau akan kemana?”

“Aku bisa menginap di SM,” jawab Taeyeon santai.

Hey…” Jiyong tertawa tak percaya yang dibalas tatapan intens dan Jiyong menyadari hal itu.

***

“Tunggulah beberapa waktu lagi. Karena kau tidak mau pulang ya aku tidak tahu mau membawamu kemana. Disini saja dulu,” ucap Jiyong yang berada didalam mobilnya bersama gadis yang tengah dirumorkan dengan dirinya.

“Ini tidak terlalu buruk. Gomawo,” sahut Taeyeon tersenyum seraya mengeluarkan kupu-kupu kuning. Ia menatap sekeliling luar jendela. Masih di area sekolah dasar. Tepatnya berada di tepi lapangan bawah pohon.

“Iya…” jawab Jiyong dan memperhatikan mulut kecil yang bisa mengeluarkan kupu-kupu itu.

“Ya… Kau ‘kan biasa melihatnya, kenapa menatapku seperti itu?” protes Taeyeon risih dengan pandangan Jiyong yang dalam itu.

Terhenyak, Jiyong menurunkan kursi mobilnya sebagian agar tubuhnya bisa berbaring. Ia memejamkam matanya dan melipat kedua tangannya di dada.

“Aku akan tidur sebentar. Kau ingin apa terserah, asal tidak keluar. Kalau butuh sesuatu bangunkan saja aku,” ujar Jiyong tetap memejamkan mata. Taeyeon berkerut dan menatap luar disekelilingnya. “Jangan khawatir, tidak ada paparazzi disini.”

TO BE CONTINUED

Advertisements

14 comments on “Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 1 )

  1. wah gdragon dan taeyeon makin dekat aja ya mereka sampe cium kening lagi makin penasaran ama selanjutnya cepat diupdate ya thor fighting:)

  2. eheheheh lagi buka” eeehh ada ini love it..suka banget sama jalan ceritanya pokoknya aku bakal selalu setia nunggu kelanjutannya ya Thor Fighting Fighting 😍😍😘
    Semoga di-update segera chapter selanjutnya 😘😘

  3. Wah wah jiyong udah mulai berani ya, next thor..
    Saran sih chap nya gak usah di bagi 2 part, jadiin satu aja, lebih lama bacanya, ku suka

  4. Knapa mamax taeyeon g mau ngasih tau jawaban yg diinginkan taeyeon ya…
    Kayak ada rahasia besar yg urung diungkapkan gtu…

  5. Ciee makin dekat aja 😂
    ciee si naga mulai makin berani 😂😂😂
    Saran thor chapnya jangan dibagi” jadi yg komen juga bisa sekalian satu tempat 😊
    Next chap ditunggu ya thor💜💜💜

  6. satu hal yg paling menarik dari cerita ini adalah thor selalu nyelipin kejadian real dalam cerita digabungin sama cerita fiksinya.
    feelnya jadi dapet banget!! jadi ngebayangin kalo semuanya nyataaaa uuugghh!
    gtae 💜💛💜💛

  7. Terima Kasih karna udah diupdate lama ditungguin akhirnya ada juga chapter selanjutnya mohon dicepatin ya thor fighting selalu Semangat

  8. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 9 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s