Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 7 – Part 2 )

Special series (스페셜시리즈)

SECRET: I CAN SEE YOUR SINCERITY

(시크릿: 너의성실을볼수있어)

Author : Zuma

Poster : Zuma

Rating : 15+

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, Comedy

Main Cast : G-Dragon of BIGBANG – Taeyeon of Girls’ Generation

Welcome to readers in my Fan Fiction

Preview: Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 – Part 1 | Chapter 6 – Part 2 | Chapter 7 – Part 1

CHAPTER 7

G-DRAGON & TINKERBELL

“Eonni, ayo, ke apartemen BIGBANG. Aku harus mengantar obat untuk Ji oppa.”

“Mm?! Eoh….” Taeyeon mengiyakan ragu.

“Agak cepat, ya?” pinta Yuri. “Sepertinya Ji oppa tidak bisa menunggu lama. Aku khawatir.”

“Terluka di lengannya itu? Apa belum sembuh? Aku melihatnya seminggu yang lalu dan belum sembuh juga?”

“Eonni melihatnya dimana?” bingung Yuri.

“Dia datang ke rumahku mengganti bunga yang kami rusak.”

“Ooh… Pantas saja aku sempat mendengar dia menelepon seseorang untuk pesan bunga. Ternyata itu maksudnya.”

Taeyeon hanya tersenyum.

“Lalu, dia terluka kenapa?” lanjut Taeyeon.

“Eonni, kau melakukan ciuman perpisahan dengan Woobin oppa, ‘kan? Mian, menyinggung hubunganmu.”

“Kenapa kau mengalihkan pembicaraan?”

“Aniya. Aku rasa ini ada hubungannya.”

“Hubungan apa? Aku tidak mengerti.”

“Tapi, benar, ‘kan eonni melakukannya?” Yuri terus mencari kebenarannya.

Taeyeon menghembuskan nafas pasrah, “Iya. Lalu, hubungannya apa?”

Yuri berpikir sejenak, “Aku semakin yakin jika ciuman itu ada hubungannya dengan Ji oppa yang sakit kepala. Kalian melakukannya di waktu yang hampir bersamaan. Aku yakin itu.”

Taeyeon menoleh Yuri beberapa saat dan kembali fokus menyetir seraya mengatakan ketidakpercayaan dengan tawa kecil,

“Yuri-ah… Kau ada-ada saja. Kenapa bahas itu lagi? Memangnya saat aku melakukannya kakakmu sakit lagi? Maldo andwae.”

“Malam itu Ji oppa benar-benar sakit kepala lagi. Benar-benar kesakitan sampai dia jatuh dan lengannya mengenai gelas pecah. Aku sampai hampir tidak tahu harus bagaimana lagi cara menolong oppa malam itu,” cerita Yuri membuat Taeyeon terdiam dan penasaran dengan sakit kepala Jiyong.

Dugaan Yuri semakin Taeyeon pikirkan.

***
Jemari telunjuk si gadis manis Yuri menekan tombol password apartemen BIGBANG lalu masuk, tidak lupa menarik lengan gadis mungil Taeyeon yang ragu untuk masuk ke dalam apartemen boy group itu untuk kesekian kalinya.

“Sepertinya semua sudah tidur,” ujar Yuri.

Tapi, kemudian ia tersentak dengan kemunculan Seunghyun dari dapur dengan di tangan kanannya menggenggam gelas berisi air putih. Juga terkejut melihat dua gadis berkeliaran di apartemen laki-laki tengah malam.

“Hey… Jam berapa ini? Kenapa kalian datang?”

“Mengantar obat untuk Ji oppa.” jawab Yuri singkat dan cepat seraya melihat Seunghyun yang meminum sedikit air putihnya.

“Ooh… Aku mengerti. Dia di kamarnya belum tidur. Temui saja,” arah Seunghyun. Dan, kembali mengamati dua gadis manis itu. “Ini bahkan sudah dini hari dan semakin dingin di luar. Menginap saja disini.”

“Aku pasti. Tapi, Tae eonni mungkin tidak mau.”

“Ini sudah dini hari. Pikirkan itu, Taeyeon-ah,” pungkas Seunghyun dan berlalu dari hadapan mereka.

“Kajja, eonni,” ajak Yuri.

“Aku menunggu disini saja,” tolak Taeyeon halus.

“Shireo. Kalau aku kesana sendiri dia pasti mengomel. Jika ada orang lain setidaknya dia tidak akan banyak mengomel. Kajja,” paksa Yuri kembali menarik lengan Taeyeon yang pasrah.

Kini mereka sudah berada di depan kamar Jiyong, bersamaan dengan itu si pemilik kamar keluar dan begitu terkejut sampai memegang dadanya yang merasa jantungnya hampir terlepas melihat kehadiran tiba-tiba gadis-gadis itu.

“Yuri-ah…! Kau mengejutkanku,” ucap Jiyong masih memegang dadanya, dimana jantungnya saat ini berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Oppa…” sapa Yuri melambaikan tangannya di depan Jiyong.

“Kenapa ada dia?” tanya Jiyong menunjuk Taeyeon dengan isyarat mata.

Sebenarnya Jiyong merasa lumayan senang dengan kedatangan tiba-tiba gadis innocent face. Ia tidak tahu kenapa. Suhu tubuhnya juga cepat naik begitu melihat Kim Taeyeon di depan kamarnya.

Bukan menjawab, Yuri justru masuk kamar kakaknya dengan masih menarik tangan Taeyeon yang sejak tadi belum dilepaskan.

Kedua mata Jiyong melebar, kesal. Lalu, urung ke luar dan kembali masuk kamar. Tidak lupa menutup pintunya.

“Oppa, kau jangan kesal padaku atau Tae eonni. Dia mengantarku kemari dan aku mengantar obatmu. Oppa, tapi sepertinya kau sudah baik-baik saja,” celoteh Yuri yang mempersilakan Taeyeon duduk di kursi dekat ranjang dan lagi-lagi Taeyeon hanya menurut.

Jiyong berjalan menghampiri mereka berdua, “Dimana obatnya? Kau kira aku kesakitan dan terus mengeluh? Berikan.”

Bibir Yuri mengerucut, lalu membuka tas dan mengeluarkan obat berikut kapas.

“Bantu aku,” perintah Jiyong duduk di ranjang menerima obat.

Yuri menyanggupi seraya meletakkan tas kecilnya di ranjang. Tapi, tiba-tiba ia mual dan cepat menutup mulutnya.

“Wae geurae, Yuri-ah?” tanya Jiyong.

“Sepertinya karena banyak angin. Eonni, tolong obati dia. Ini juga mungkin karenamu,” pinta Yuri langsung melesat ke kamar mandi di dalam kamar Jiyong, meninggalkan mereka berdua yang sama-sama terperangah dengan pesan Yuri.

Jadilah mereka dalam kecanggungan. Untuk Jiyong, detak jantungnya lebih cepat dari ia yang terkejut melihat kedatangan dua gadis itu tadi secara tiba-tiba.

“Aku akan mengobatimu. Yuri terus berkata aneh belakangan ini, ‘kan?” Taeyeon buka suara tanpa menatap si lawan bicara. Ia mengambil obat dan kapas dari genggaman Jiyong.

“Jangan dipikirkan perkataannya. Dia memang selalu seperti itu,” timpal Jiyong yang sudah bisa lebih menguasai diri dari rasa canggung yang menyelimutinya.

“Berikan lenganmu,” pinta Taeyeon siap mengobati lengan Jiyong.

Jiyong menunjukkan lengan kanannya yang membuat Taeyeon terhenyak melihat luka pria ini rupanya cukup banyak jika lebih diperhatikan. Pantas agak lama masa penyembuhannya.

“Kenapa kau bisa terluka seperti ini?” tanya Taeyeon lembut, dan fokus pada pengobatan lengan Jiyong dengan meneteskan obat di kapas lalu mengaplikasikannya pada luka lecet secara perlahan.

“Terpeleset dan kena pecahan gelas,” jawab Jiyong singkat.

“Tapi, Yuri berkata lain.”

“Apa kau mempercayai gadis itu?” Jiyong langsung bisa menebak arah pembicaraan gadis yang tengah bantu mengobatinya. Tidak bisa dipungkiri ia juga lebih banyak memperhatikan fokusnya gadis ini mengobati dirinya.

“Apa itu mungkin terjadi?”

Ya, ini adalah pembicaraan tentang kemampuan mereka.

“Harusnya aku yang tanya karena kau yang punya kemampuan. Dan, jika ini benar, maka kaulah penyebab utamanya,” ancang-ancang Jiyong, karena tidak ingin lagi dihadapkan dengan hal-hal diluar nalar.

“Araa… Tapi, aku belum yakin dengan Yuri. Akan aku cari tahu,” tukas Taeyeon. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, “Ah… Kenapa aku lupa?”

“Mwo?” Jiyong penasaran dengan maksud Taeyeon.

“Mungkin ini bisa menjawab pertanyaan dan penasaran kita bertiga,” sambung Taeyeon masih dalam lamunannya. Benar, ia bisa menanyakan hal-hal semacam ini kepada Hyunjoong si penjaga taman itu.

“Nugu?”

“Ha?” pertanyaan pria Kwon ini membuyarkan lamunannya. Taeyeon tersenyum kaku. “Ani… Ya, aku akan cari tahu.”

Taeyeon kembali mengobati yang beralih ke luka kaki Jiyong yang belum puas jawaban gadis dihadapannya.

“Bagaimana caranya? Apa maksudmu kau akan coba berciuman dengan mantanmu di depanku, begitu? Jika benar dugaan Yuri, maka aku akan kesakitan sementara kau ciuman?” cibir Jiyong kesal.

“Ne?!” kaget Taeyeon tidak menduga pria naga ini akan berucap seperti itu. Taeyeon hanya menghela nafas panjang. “Terserah apa katamu. Aku belum tahu bagaimana caranya.”

Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Hati-hati Yuri keluar dan menutup pintu. Dilihatnya Taeyeon masih mengobati Jiyong dengan Jiyong yang tampak terus memperhatikan gadis yang pernah menjadi manajernya selama semalam.

Yuri tersenyum geli,

“Apa aku dengan mudahnya mual karena kedinginan? Nikmati saja waktu kalian,” gumam Yuri tertawa kecil yang ditahan. Sama sekali ia tidak merasa mual. Ia hanya pura-pura untuk sengaja meninggalkan mereka, memberi kesempatan pada mereka berdua tanpa ada orang lain yang mengganggu. “Aku tidak sabar untuk datangnya pagi dan semuanya akan terkejut besok. Tapi, aku juga tidak ingin mengakhiri moment ini. G-Dragon oppa, bersiaplah untuk besok. Jeoseonghamnida, oppa. Aku melakukan itu sengaja.”

***
DISELA-SELA WAWANCARA SNSD, YURI MENGATAKAN KAKAKNYA BARU PUTUS DENGAN PACAR!

YURI: OPPA-KU, G-DRAGON BIGBANG MUNGKIN MASIH SEDIH KARENA DIA BARU PUTUS DENGAN PACARNYA YANG SEORANG BALERINA. OOPS, KELEPASAN.

TIDAK DIKETAHUI PUNYA PACAR, G-DRAGON BARU PUTUS DENGAN BALERINA BERINISIAL MARGA K!

Lewat gadget-nya, di ruang tamu, artikel-artikel itu sampai didepan mata Jiyong. Oh, Yuri sayang….

Jiyong memejamkan kedua matanya, bersandar di kepala sofa. Lalu, mengusap rambutnya kasar.

Sementara Yuri yang berada di sebuah ruangan di dalam gedung SM Entertainment tersenyum-senyum, membayangkan reaksi yang pasti dikeluarkan oleh kakaknya.

Pandangan Jiyong tertuju pada mantel wanita disebelahnya yang tergeletak di kepala sofa, beserta sepasang sandal. Barang-barang itu milik Kwon Yuri.

Mantel terbaru keluaran Burberry. Dengan detail model Burberry London: Shearling Trench Coat dimana Yuri juga yang menjadi model pemotretan untuk produk ini.

Juga, sandal terbarunya yakni merk Burberry: Buckle Detail Leather Sandals.

Mantel yang pasrah berdiam diri siap untuk diperlakukan bagaimanapun itu, Jiyong mengambilnya kasar. Begitu berada digenggamannya, Jiyong menarik kerah bermaksud menyobek, tapi sulit karena tebal juga bahannya.

Ia beralih pada melepas semua kancing yang terpasang kuat di situ lalu merobek saku-saku mantel sekuat tenaga.

Melampiaskan kekesalannya kemudian melempar begitu saja ke lantai dengan keadaan mantel yang memprihatinkan, yang baru dua kali Yuri pakai. Yakni di pemotretan dan untuk bepergian beberapa hari lalu.

Dan, hari ini rencananya akan ia pakai kembali untuk sekadar jalan-jalan.

Belum selesai sampai disitu, Jiyong kini mengambil sepasang sandal dan cepat melepas tali-tali yang mengikat dan memperindah tampilan sandal mahal itu dengan amarah memuncak.

Tidak jauh dari situ, seseorang menggenggam gelas kopi ditangannya dengan gemetar.

Seungri yang melihat Jiyong seperti itu merinding. Dan, ia melebarkan matanya kala kehadirannya tidak sengaja diketahui Jiyong.

“Kau selalu kesal pada Yuri, ‘kan? Ayo, bunuh dia,” ajak Jiyong sesat berapi-api.

“Kau sudah membunuh mantel dan sandalnya,” gugup Seungri semakin gemetar.

“Dan, dia sudah membunuh privasiku hari ini,” gumam Jiyong kesal.

Seungri hanya diam ketakutan melihat kekesalan Jiyong dengan kilat mata yang menyeramkan.

Disamping berita panas putusnya Jiyong dengan K, terdapat juga hari ini berita yang serupa dengan subjek berbeda.

“Baru-baru ini Taeyeon dan Kim Woobin mengakhiri kencannya. Kenapa mereka putus? Sudah tidak ada kecocokan dan visi yang sama antar keduanya. Itu saja pernyataan kami mengenai hubungan Taeyeon dan Kim Woobin. Terima kasih.”

Perwakilan SM Entertainment menerangkan berita panas itu kepada para awak media yang langsung menyebar luaskan berita tersebut dan dengan cepat tersebar hingga ke luar negeri sama halnya berita G-Dragon yang juga pada hari yang sama perilisan beritanya.

Jiyong yang kembali duduk menatap layar gadget, yang sudah selesai dengan urusan barang-barang bermerek dan berharga milik adiknya kini hanya memasang muka datar melihat berita putusnya Taeyeon dengan Woobin.

Sama sekali Jiyong tidak terkejut dengan berita panas itu, toh ia sudah tahu sebelumnya. Bahkan ia yang menjadi pelampiasan gadis innocent beauty face bertubuh mungil itu.

“Kwon Jiyong oppa…”

Suara itu sangat tidak asing di telinga Jiyong. Ia menoleh ke arah pintu apartemen. Gadis yang hari ini membuat emosinya meluap datang dengan wajah ceria tak bersalah.

“Sudah tahu apa yang kau lakukan?” buka Jiyong datar, tenang dulu akan lebih baik.

Setelahnya, mungkin ia akan mencabut semua barang-barang adiknya dan membuatnya menangis tujuh hari tujuh malam.

“Oppa, kau tidak ingin saling menyapa? Misalnya memberiku pelukan,” Yuri melebarkan kedua tangannya menunggu pelukan kakaknya datang.

“Ada apa dengan pernyataanmu hari ini pada media? Kenapa wawancara grup kalian jadi membahasku? Masalah SM jadi YG?” interogasi Jiyong tidak peduli dengan sapaan pelukan atau apalah itu.

“Waeyo? Hyunsuk appa mengatakan tidak apa-apa, asal jujur dan sewajarnya,” timpal Yuri membela diri.

“Sebenarnya kakakmu siapa? Apa Hyunsuk hyung itu kakakmu? Harusnya kau bicara dulu denganku, bukan dengannya.”

“Ji oppa, aku melakukannya agar dunia luar tahu kalau kau benar-benar tidak punya pacar,” sahut Yuri santai nan ringan.

“Ya!!!”

Yuri terbelalak diteriaki oppa-nya begitu keras juga dengan mata penuh kilat api kemarahan.

“Apa itu salah?” seru Yuri takut-takut dan mundur selangkah.

Jiyong melihat ketakutan adiknya dan mengatur nafas. Tenanglah, Jiyong. Kau sudah melakukan yang terbaik pada mantel juga sandalnya. Slow down, Jiyong. Enjoy it.

“Bukankah selama ini mereka juga tahu aku tidak punya pacar?” tanggap Jiyong lebih tenang dan lebih membuat Yuri tidak takut lagi, bahkan kembali bersikap masa bodoh.

Yuri hanya mengangkat kedua bahunya seraya tersenyum mengangkat alis sebelahnya mengisyaratkan nasi sudah menjadi bubur.

Tanpa rasa bersalah, Yuri duduk di sofa ruang tamu. Semakin kesallah Jiyong, ia menoleh punggung Yuri, gadis itu nampak duduk dengan santainya.

“Oppa, apa yang aku katakan… Kwon Jiyooong…!!!”

Tersentak Jiyong dengan teriakan adiknya. Rupanya Yuri sangat terperanjat hingga jantungnya serasa lepas sesaat dari tempatnya begitu melihat mantel dan sandalnya sobek sana-sini tergeletak pasrah di lantai dekat meja ruang tamu.

Kancing-kancing mantel tercecer secara terpisah di sekitar meja. Mantel dan sandal terbarunya sudah tidak bisa dipakai lagi.

Semua member BIGBANG lainnya keluar.

Yang pertama muncul di ruang tamu Youngbae. Ia buru-buru menuju ruang tamu ketika mendengar teriakan yang sudah sangat ia kenal dan sering ia dengar untuk melihat situasi apa yang terjadi di ruang tamu saat ini.

Daesung yang belum selesai memakai baju pun ikut keluar karena teriakan Yuri yang seperti ada kebakaran hebat. Ia pun memakai baju cepat-cepat seraya menuju ruang tamu.

Sementara Seungri yang sedang berada didalam kamar mandi dalam kamarnya sendiri bergegas keluar bahkan lupa menutup pintu kamar mandi juga pintu ruang kamarnya, penasaran dengan penyebab teriakan gadis itu yang memekik. Pasti seru. Tapi, sebentar, ia lapar. Maka, ia memutuskan untuk mendahulukan pergi ke dapur daripada menemui Kwon bersaudara.

Yang datang terakhir Seughyun. Hanya Seunghyun yang santai ketika muncul di ruang tamu. Tahu ini pasti ulah kakak adik Kwon itu. Kalau tidak Yuri vs Seungri ya Yuri vs Jiyong. Membuatnya pusing saja tiga orang itu.

Seunghyun memperhatikan Yuri yang hampir menangis memegang mantel juga sandalnya.

Sementara Seungri yang keluar dari dapur sambil makan kue kering coklat hanya bersikap paling santai diantara semuanya.

Tapi, ia sungguh sudah tidak terkejut dengan reaksi Yuri yang sudah bisa ditebaknya ketika adik leader BIGBANG itu datang dan melihat mantelnya.

“Baru kemarin aku mendapatkannya dan kau sudah merusaknya?!” teriak Yuri bangkit dari duduknya dan menunjukkan mantel pada Jiyong.

“Kalau begitu belilah lagi. Kau ‘kan punya uang.”

“Apa semudah itu?!”

Hal yang sama seperti Yuri, Jiyong juga melakukannya. Ia mengangkat kedua bahunya seraya mengedipkan sebelah matanya mengisyaratkan ‘iya’ dan ‘nasi sudah menjadi bubur’.

Yuri meledak. Ia memukul-mukul Jiyong menggunakan mantel rusaknya. Ending-nya, Yuri melempar mantel pada Jiyong dan cepat pergi menuju kamar bahkan melewati dan menyenggol bahu Youngbae cukup keras, tapi Yuri sedang tidak ingin peduli.

Ia juga menyenggol bahu Seungri yang jadi gagal menyuapkan kue kering coklat ke mulutnya.

Balasannya Seungri mencibir keras pada gadis itu lalu memakan banyak kue ke dalam mulutnya sekaligus. Sehingga mulutnya penuh kue kering.
Seunghyun menghampiri Jiyong yang masih berdiri ditempatnya.

“Aku tahu kau kesal dan marah padanya, tapi apa kau harus merusak mantelnya?” tegur Seunghyun dengan suara lembut penuh wibawa.

Namun, Jiyong hanya melewati Seunghyun setelah sekilas menatap pria tertinggi di BIGBANG itu. Seunghyun hanya menghela nafas dan mendapati Jiyong berhenti di samping Youngbae.

“Tolong, tenangkan adikku. Dia sangat marah padaku. Jika aku mendekat, dia akan membunuhku. Padahal aku yang berencana seperti itu lebih dulu,” pinta Jiyong lalu melewati Youngbae dengan senyuman kecil.

Youngbae menoleh bingung pada Jiyong yang sudah berlalu.

Hingga menjelang malam pun Yuri masih belum mengurangi rasa kesalnya sama sekali pada kakaknya. Bahkan ketika bertemu secara tiba-tiba di pintu dapur untuk sama-sama ingin ke dapur, Yuri langsung pergi tanpa menatapnya.

Jiyong memasuki dapur dan mengambil air putih di meja makan dengan pandangan heran pada Yuri, dan kenapa rasa marah Yuri belum hilang juga.

Ah!

Tentu saja. Jiyong baru menyadari mantel itu memang limited edition. Segelas air putih ia habiskan dan meletakkannya sampai meninggalkan bunyi keras di meja.

“Sekarang bagaimana kau akan menghadapi dia?” tanya Seungri yang tiba-tiba muncul dan berdiri di dapur.

“Diam kau,” sergah Jiyong lalu melewati dan meninggalkan tatapan kesal pada maknae BIGBANG itu.

“Rencana pembunuhanmu gagal?” seru Seungri pada Jiyong yang sudah menjauh. Ia hanya tertawa kecil dan melangkah lebih dalam ke dapur.

***
“Yuri-ah, kapan kau akan berhenti kesal seperti ini? Aku melihatnya juga lelah.”

Yuri tidak peduli dengan celotehan Daesung yang terus mengikuti langkahnya sampai ke ruang tengah. Tak ada siapapun disana.

Menghempaskan diri di sofa, Yuri menyalakan televisi mengganti-ganti channel sesuka hatinya.

Belum ada yang berhasil membujuk Yuri. Bahkan, Youngbae pun gagal.

Jiyong yang melangkah menuju dapur menghentikan langkahnya melihat suasana ruang tengah yang sunyi tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Jiyong duduk disebelah Yuri dan meletakkan ponselnya diatas meja.

“Aku harus bagaimana sekarang? Perhatikan. Bukankah aku yang seharusnya ada diposisimu sekarang? Kau membuat semua orang membicarakanku karena pernyataanmu. Sementara aku hanya membalasmu lewat mantel dan sandal. Dan lagi, setiap kesalahan yang kau lakukan padaku kenapa selalu aku yang akhirnya merasa bersalah padamu?”

“Karena kau selalu balas dendam,” celetuk Seungri tiba-tiba dengan mencibir Jiyong dan tetap menyemil.

Jiyong melayangkan sandal yang dipakainya dan mengenai kaki Seungri. Menurutnya, saat ini Seungri hanya akan membuat Yuri terprovokasi untuk lebih kesal pada kakaknya.

“Yuri-ah….”

Jiyong tidak melanjutkan ucapannya begitu melihat kilatan marah dari sudut mata gadis hitam manis adiknya, ia tersentak dan langsung terdiam.

Suara bel apartemen terdengar, menandakan seseorang berada diluar.

“Seungriseyo akan membukanya,” Seungri menawarkan diri tersenyum manis.

Setelah mengatakannya, ia meletakkan snack di meja lalu menuju pintu.

“Eoh…?!” Seungri terkejut dengan seseorang yang berada di apartemen-nya. “Noona….”

“Yuri memintaku datang,” noona itu, yang merupakan Taeyeon buru-buru menjawab sebelum timbul kesalahpahaman dari maknae imut bermulut ember ini.

“Eo… Ne… Silakan masuk, noona,” ucap Seungri masih terkejut mempersilakan Taeyeon.

Semua yang ada di ruang tengah menoleh melihat siapa kiranya yang datang kecuali Yuri. Seungri menarik Taeyeon untuk berdiri dihadapan mereka, Taeyeon ditempatkan tepat berdiri disamping Jiyong duduk.

Yuri melirik dan tersentak sekaligus lega dengan kedatangan eonni-nya. Sementara Seungri tersenyum manis pada empat hyung-nya.

“Dibanding kakaknya, ibunya mungkin berhasil,” pikir Seungri lalu menatap Yuri. Ia kemudian bersikap layaknya host, “Yuri yang manis manja, ibumu datang. Dia bilang kau yang memanggilnya.”

Tersenyum, Taeyeon lalu mencari tempat duduk yaitu ditempat Youngbae yang langsung bergabung dengan Seungri.

“Yuri-ah…” panggil Taeyeon lembut senyum.

Semua hanya menganga melihat usaha Taeyeon yang hanya memanggil namanya namun bisa meluluhkan Yuri untuk menoleh bahkan siap untuk mencurahkan perasaannya.

Daesung cepat bangkit dari duduknya, kala teringat sesuatu. Seungri yang tidak ingin terus berdiri cepat mengambil alih tempat duduk Daesung.

“Daesung-hyung, kau mau kemana?” tanya Seungri.

Daesung mengambil mantel dibelakang Jiyong dan memperlihatkannya.

“Noona, lihatlah… Ini karena Ji-hyung. Dia membuatnya jadi seperti ini. Sandalnya juga dirusak,” ungkap Daesung.

Setelah menerima mantel, Taeyeon memeriksa beberapa saat keadaan mantel dipangkuannya dan sandal adik G-Dragon yang dirusak G-Dragon sendiri.

“Yuri-ah, setelah ini kau bisa menghilangkan kekesalanmu,” ujar Taeyeon yang tanpa menunggu jawaban Yuri , ia langsung melempar mantel dengan geram juga kasar mengenai wajah Jiyong.

Semua terkejut melihatnya dan tertawa. Sementara Jiyong menyingkirkan mantel dari wajahnya dengan pasrah tanpa protes menerima perlakuan Taeyeon si gadis innocent face ini yang tak terduga.

Hal tersebut membuat Yuri tertawa kecil, sedang Taeyeon menatap datar kakak Yuri yang juga tengah menatapnya dengan menahan sedikit kekesalannya.

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER

“Eomma, bisakah aku hentikan saja semua ini?

“Wae?!” ibu Taeyeon terlonjak kaget.

“Kau disini sendiri?

Taeyeon yang tengah kesal seraya melamun menoleh cepat kebelakang, terperanjat melihat seseorang bersandar di pohon belakang didekatnya melipat kedua tangan didepan dada.

Jiyong mengambil mantel lalu perlahan menyelimuti gadis mungil Taeyeon dengan mantel tersebut hingga menutupi bahunya.

“Jiyong, aku mohon, tolong aku…pinta Taeyeon dengan mata berkaca-kaca.

“Aaa…!!!” teriak Taeyeon terbelalak ketika menoleh kebelakang, tidak percaya dengan dengan apa yang dilihatnya. Jiyong ada dibelakangnya, di pintu kedua taman. Pria itu tengah melihat sekelilingnya dengan heran dan takjub. Taeyeon belum terima, “Bagaimana kau… bisa masuk?

“Tempat apa ini? Apa lorong waktu?”

“Aku ingin merasakan kupu-kupu yang ada pada dirimu,” ungkap Jiyong senyum lembut.

Perlahan, Jiyong semakin mendekat hampir tanpa jarak dengan Taeyeon. Hati-hati Jiyong menempelkan bibirnya ke bibir tipis lembap gadis mungil itu seraya menutup kedua matanya dengan lembut.

Advertisements

30 comments on “Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 7 – Part 2 )

  1. wah udah di update terima kasih ceritanya makin menarik gue tungguin chapter selanjutnya fighting zuma thor 🙂

  2. kayaknya ji oppa udah jatuh cinta ama tae eonni sampe cium2 lagi tuh tae eonni makin gak sabar ama kelanjutannya ni fighting:)

  3. thor kapan updatenya udah lama ditungguin ni gue doain semoga dicepatin ya ff ini keren banget fighting:)

  4. keren thor dicepatin chapter selanjutnya ya makin penasaran ni gue tungguin cepat ya updatenya karna gue cinta banget ama ni ff fighting:)

  5. keren thor dicepatin chapter selanjutnya ya makin penasaran ni gue tungguin cepat ya updatenya karna gue cinta banget ama ni ff fighting:) fighting:)

  6. chapter selanjutnya thor dicepatin ya gue suka banget ama ni ff gtae nya kayaknya ji oppa cium taeyeon eonni ni figting semasa nulis ya thor:) semangat

  7. chapter selanjutnya thor dicepatin ya gue suka banget ama ni ff gtae nya kayaknya ji oppa cium taeyeon eonni ni figting semasa nulis ya thor:) semangat zuma thor

  8. gue ini peminat ff gtae dan ff i can see your sincerity adalah yang terbaik yang pernah gue baca jadi chapter selanjutnya di cepatin ya update gue doain semoga thor baik baik semasa nulisnya ya fighting #gtaeforever:)

  9. chapter selanjutnya jangan lama banget diupdate ya cerita nya bikin penasaran ni thor fighting semangat 🙂

  10. makin lama makin nggak sabar untuk chapter selanjutnya ni thor cepatin diupdate dong thor please ini keren banget fighting

  11. kapan updatenya ni thor lama banget ditungguin ni tapi tetap semangat ya thor buat terus nulis ff ni sampe endingnya ya fighting:)

  12. Kalau Gd ama Taeyeon jadi toko utamanya emang mantap thor apalagi ceritanya kayak fantasy gitu emang keren gue jadi nggak sabar ama kelanjutannya jangan lupa diupdate cepat ya kami peminat setia ff ni ama thor memberikan semangat untuk terus nulis ff ni and update dengan cepat ya fighting:)

  13. apa gd ama taeyeon bakalan gaduh sampe taeyeon baling jaket ama gd tuh ahh makin penasaran kelanjutannya ditunggu thor

  14. thor kapan updatenya ni apa thor lagi sibuk tapi nggak apa apa asalkan thor jangan lupa update ya selanjutya fighting:)

  15. thor kapan updatenya ni apa thor lagi sibuk tapi nggak apa apa asalkan thor jangan lupa update ya selanjutya fighting:)

  16. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 9 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  21. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 11 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  22. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 12 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  23. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 13 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  24. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 14 ) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s