DESTINY (Chapter 7)

Fiction Collaboration

deeHAYEON with dmy

Main Cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Kim Myungsoo, Krystal Jung.

Other Cast : Ok Taecyeon, Kim Seolhyun, Park Jiyeon, Nichkhun Horvejkul, Park Chanyeol, Kim Taehyung, Kim Bum, etc.

Genre : Romance, Hurt, Friendship

Rate : NC

WARNING : MATURE CONTENT! Readers harap bijak!! Sorry for typo.

Preview : Prologue + Introducing CastChapter 1Chapter 2, Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6

Seven

“Apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Sehun bersandar pada kubikal milik Taeyeon.

Taeyeon mengangkat wajahnya dan mengangguk. Ia merapikan berkas-berkas terakhirnya kemudian mengambil tas dan berdiri menghampiri Sehun.

“Aku boleh mengantarmu kan?” tanya Sehun saat mereka berjalan menuju lift.

Taeyeon mengangguk, “Tentu sa…. Astaga!” ia teringat sesuatu.

“Ada apa?  Ada sesuatu yang tertinggal?”

“Um, Sehun-a, kurasa kau tidak bisa mengantarku pulang” kata Taeyeon teringat pada Myungsoo, ia sudah berjanji untuk pulang bersamanya malam ini.

“Kenapa?” tanya Sehun.

“Well, Myungsoo dan Jieun sedang bertengkar dan untuk sementara waktu Myungsoo menginap di apartemenku, jadi kami akan pulang bersama” kata Taeyeon menjelaskan.

“Myungsoo bertengkar dengan kekasihnya dan mengungsi ke tempatmu?” tanya Sehun ingin tertawa.

“Bersikap baiklah pada temanku. Jangan membicarakannya dengan nada mengejek begitu” sungut Taeyeon ingin Sehun mulai menghargai kedua sahabatnyaTaecyeon dan Myungsoo.

“Baiklah, baiklah, dimana Myungsoo sekarang?” tanya Sehun. Jika memang ia tidak bisa mengantar Taeyeon pulang, maka setidaknya ia bisa melihat wajah merah Myungsoo saat melihatnya dan Taeyeon bersama. Garis bawahi. Memerah karena marah dan murka.

“Kurasa ia menungguku di air mancur” gumam Taeyeon. Kemudian Sehun menggandeng tangannya memasukki lift yang menuju ke lantai dasar.

“Apa jika Myungsoo dan Taecyeon melihatku bersamamu mereka akan langsung menyerangku?” tanya Sehun di lift.

“Kau takut?” tanya Taeyeon tidak bisa menyembunyikan tawanya.

“Tidak, aku tidak takut, hanya saja aku perlu berhati-hati kalau-kalau mereka menyerangku saat aku tidur” kata Sehun mengangkat bahu.

“Yah, mungkin jika mood  mereka sedang baik kau hanya akan mendapat kuliah tentang bagaimana kau tidak boleh menyakiti Kim Taeyeon, tidak boleh membuatnya terluka, dan semacamnya, tapi kalau mood  mereka sedang buruk…” Taeyeon sengaja menggantung kalimatnya.

“Kalau mood  mereka sedang buruk?” ulang Sehun ingin tahu.

“Entahlah, aku hanya menyarankan untuk jaga dirimu baik-baik” kata Taeyeon kemudian tertawa. Terkadang ia masih tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh kedua temannya itu.

Sehun dan Taeyeon sampai di lantai satu dan langsung menuju ke bundaran air mancur, dan sesuai dugaan, Ok Taecyeon dan Kim Myungsoo sudah menunggu disana.

Taecyeon dan Myungsoo melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan siap menyerang kapan saja, keduanya melipat tangan di dada dan berdiri dengan posisi tegak layaknya bodyguard yang siap menaruhkan nyawanya untuk sang putri yang tengah bersama musuh.

Sehun berusaha agar tidak tertawa, ia sudah menduga hal ini akan terjadi, tapi ia hanya mempererat genggaman tangannya di tangan Taeyeon, ingin memberitahu gadis itu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mereka berdua berjalan menghampiri Taecyeon dan Myungsoo.

“Tae…” ujar Myungsoo, wajahnya langsung memerahmarah. See? Sehun senang melihat ekspresi itu.

“Taeyeon-a, Oh Sehun, kami berdua ingin bicara dengan kalian” kata Taecyeon, nadanya tegas dan jelas, menandakan bahwa ia tidak bisa dibantah kali ini.

Taeyeon menghela nafasnya.

✿ ✿ ✿

Taeyeon duduk disamping Sehun sementara Myungsoo dan Taecyeon duduk di depan mereka. Mereka berempat berada di sebuah Restaurant  yang cukup jauh dari kantor Pemerintah. Taeyeon bersikeras memaksa mereka makan di restoran itu karena disana banyak pengunjung dan agar ketiganya berpikir ulang untuk saling baku hantam.

“Kim, kau ingin pesan apa?” Sehun membuka buku menu dan melihat-lihat menu yang tersedia disana. Taeyeon ikut melihat menu yang dipegang Sehun, tapi perutnya terlalu tegang untuk makan sesuatu saat ini.

Ice tea” jawabnya tidak bisa memikirkan hal lain. Ia sedang fokus pada ekspresi Taecyeon dan Myungsoo yang tidak berubah sejak tadi. Mereka berdua duduk dan melihat Sehun dengan tajam.

“Jadi…” kata Sehun memulai, “Apa yang ingin kalian bicarakan padaku?” tanya Sehun menyeringai pada Taecyeon dan Myungsoo.

“Apa tujuanmu sebenarnya, Oh?” tanya Myungsoo tanpa basa-basi.

“Tujuanku apa maksudmu?”

“Kenapa kau tiba-tiba menyukai Taeyeon?” tanya Myungsoo. Taecyeon sudah menjelaskan padanya bahwa selama ini memang sepertinya Sehun menyukai Taeyeon, dan juga memperingatinya agar tidak lepas kendali.

“Dengar, Myungsoo-ssi!” kata Sehun tenang, “Aku tidak tiba-tiba menyukai Taeyeon, dan aku tidak punya maksud buruk sama sekali. Apa yang akan kau lakukan ketika kau menyukai seorang perempuan? Mendekatinya dan berusaha mendapatkannya, atau mengabaikannya?” tanya Sehun retoris pada Myungsoo.

Wajah Myungsoo mengeras. Taecyeon menghela nafasnya.

“Kami tidak bisa percaya begitu saja padamu Oh!” kata Taecyeon jauh lebih tenang.

“Aku tidak butuh kepercayaan kalian”

Taecyeon menghela nafas lagi, “Aku dan Myungsoo akan membiarkan kau mendekati Taeyeon untuk beberapa saat, dan jika kau berani melukainya…” Taecyeon menyipitkan mata, mengancam.

“Oh yeah, jika aku melukainya atau menyakitinya atau membiarkan sehelai rambutnya terjatuh, maka kalian akan langsung mengirimku ke jeruji besi?” tanya Sehun menghina.

Raut wajah Taecyeon berubah, “Oh, kau tidak akan tahu apa yang akan menimpamu jika kau berani melukai Taeyeon! Seratus tahun di penjara bahkan masih lebih baik dari apa yang bisa kami lakukan padamu jika kau melukai Taeyeon”

Taeyeon menggenggam tangan Sehun dibawah meja.

“Taecyeon-a, sebaiknya kita pergi dari sini” kata Myungsoo tidak tahan lagi, wajahnya benar-benar merah, ia ingin menyihir Sehun menjadi hewan menjijikan seandainya ia mampu, wajah tenang dan santainya benar-benar memuakkan.

“Tae, aku pergi dulu” pamit Taecyeon pada Taeyeon.

Taeyeon mengangguk, “Hati-hati. Dan salam untuk Seolhyun” jawab Taeyeon melihat kedua temannya itu pergi.

Ia kemudian melihat ke arah Sehun, dan tersenyum bersalah, “Maaf tentang semua ini”

“Tidak masalah, aku tahu cepat atau lambat aku harus menghadapi mereka, hanya saja aku tak menyangka akan secepat ini” kata Sehun tertawa.

Well, kuharap kau tidak trauma, karena setelah ini kau masih harus menghadapi beberapa orang lagi” lirih Taeyeon.

“Siapa?” tanya Sehun, ia kemudian memanggil pelayan lagi, karena tadi mereka hanya memesan minuman dan Sehun ingin sekaligus makan malam dengan Taeyeon sebelum mengantar gadisnya pulang.

“Ayahku” Taeyeon mendikte.

“Baiklah…” Sehun mengangguk mengerti.

“DanKai juga Taehyung” lanjut Taeyeon pelan.

“Kai dan Taehyung sepupu si Myungsoo itu?”

Taeyeon mengangguk. Ia sama sekali tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi jika Kai dan Taehyung tahu bahwa ia dan Sehun menjalin hubungan. Ia bahkan tidak ingin mengingat bagaimana dulu mereka mengerjai Kim Bum.

“Yah, setidaknya kita akan menghadapi mereka bersama-sama, kan?”

Taeyeon tersenyum dan mencium pipi Sehun, “Terimakasih”

Sehun menatap Taeyeon dan benar-benar ingin menciumnya. Ya, karena dia Oh Sehun, maka ia menurunkan kepalanya dan mencium Taeyeon. Taeyeon mendesah begitu merasakan bibir Sehun yang lembut dibibirnya. Desahan Taeyeon langsung terdengar oleh bagian bawah tubuh Sehun.

Sehun meletakkan tangannya di paha kiri Taeyeon, ia akan terus meminta gadis itu menggunakan rok seperti ini karena belahan dibagian pinggirnya cukup tinggi. Perlahan tangannya naik, naik, dan naik sampai berada di ujung paha Taeyeon.

“Pesanan anda, Tuan” ujar seorang pelayan datang dan membuat mereka berhenti bericuman.

“Oh…” Taeyeon sadar bahwa mereka ada di tempat umum. Pelayan yang datang meletakkan makanan mereka di meja.

Sehun memasang wajah yang normal, tapi tangannya tetap berada di paha Taeyeon, bergerak perlahan menuju bagian tengah, sampai bertemu dengan celana dalam gadis itu. Sehun menyelipkan jari tengahnya ke dalam celana dalam Taeyeon dan membuat lingkaran kecil di bagian kulit yang ia temui.

“Nnhh…” Taeyeon melenguh kecil, ia memukul tangan Sehun, tapi Sehun hanya menyeringai sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Menikmatinya, huh?” bisik Sehun seduktif. Hembusan nafasnya membuat Taeyeon merinding, bersamaan dengan gerakan jarinya yang semakin cepat dan intens dibagian bawah tubuhnya. Jika tidak ingat ini di tempat umum pasti ia sudah berteriak sekarang. Tidak lama pelayan mereka pergi dan Sehun menarik tangannya.

“Selamat makan, sayang” ujar Sehun seperti tidak terjadi apa-apa.

Taeyeon langsung meminum Ice Tea-nya sampai habis. Oh Sehun sialan, umpatnya dalam hati, ia mengipas-ngipas wajahnya dengan tissue.

“Kenapa disini panas sekali?” gumamnya.

Sehun tertawa.

✿ ✿ ✿

Sehun akhirnya mengantar Taeyeon menuju apartemennya, mereka bicara sepanjang jalan tentang banyak hal, tentang buku yang dibelikan Sehun untuk Kim Jungwon, tentang kawanan Gangster baru yang cukup koperatif dalam proses pendataan, tentang rencana Sehun untuk mengunjungi Inspektur Joon minggu depan karena ia ingin menanyakan sesuatu mengenai Jacheon Forest.

Taeyeon berkali-kali tertawa karena candaan-candaan yang dilontarkan Sehun, dan menyadari bahwa selera humor mereka sama. Keduanya bercanda dengan cara yang sama, cara yang tidak disukai banyak orang, mereka berdua melakukan sarkasme dengan sangat ahli.

Akhirnya mereka sampai di depan pintu apartemen Taeyeon.

“Sampai bertemu besok, Oh” kata Taeyeon, ia sedikit mendongakkan kepala untuk bisa melihat wajah Sehun.

“Sampai besok” balas Sehun tersenyum, ia tahu Taeyeon tidak akan menawarkannya untuk masuk, ia tahu Taeyeon tipe wanita baik-baik, meskipun tadi ia membiarkan tangannya menjelajahi bagian tersembunyinya.

“Hati-hati” kata Taeyeon.

“Apa kau tidak akan memberiku ciuman selamat malam?” Sehun bertanya.

Taeyeon tertawa kemudian menarik dasinya dan menciumnya. Sehun menghitung dalam hati, satu… dua… tiga… empat….

Taeyeon menarik bibirnya, tapi belum sepersenti bibirnya menjauh, Sehun sudah membungkamnya lagi dan mendorongnya ke tembok samping pintu. Taeyeon terkejut, tapi kemudian tangannya melingkar di tengkuk laki-laki itu dan membalas segala macam lumatannya.

“Mmmhhh….” desahnya.

Sehun semakin merapatkan kunciannya di pinggang gadis itu dan menyeringai, “Kau tahu…betapa nikmatnya….bibirmu ini?”

Taeyeon tak menjawab, terlalu fokus pada belaian lidah Sehun dalam rongga mulutnya.

“Aku sanggup….mencium bibir ini….sampai mati” tambah Sehun disela ciuman mereka.

“Mmm…” gumam Taeyeon. Sehun mengecup bibirnya lama dan seperti akan memakannya sebelum melepasnya perlahan. Sehun tersenyum kecil.

“Seksi” komentarnya sambil membelai bibir Taeyeon yang telah membengkak karena ulahnya.

“Selamat malam, Sehun-a” ujar Taeyeon cepat-cepat masuk ke dalam apartemennya. Bukan apa-apa, ia hanya malu. Jika ia terus berdiri disana mungkin ia tidak akan tahan untuk tidak mencium Sehun lagi. Ia harus mengendalikan diri, kalau tidak, Sehun akan mengecapnya sebagai wanita murah.

“Selamat malam” kata Sehun terkekeh dan pergi dari sana.

✿ ✿ ✿

“Sehun-a” Misook memanggil anaknya yang baru saja memasuki rumah.

“Ada apa eomma?” tanya Sehun menghampiri ibunya.

“Apa kau bertengkar dengan ayahmu?”

Sehun menghela nafasmengingat perdebatannya dengan sang ayah mengenai pesta keluarga Jung dan berakhir dengan perang dingin. Kemudian menceritakan apa yang terjadi saat malam pesta keluarga Jung.

Misook memijit dahinya, “Apa yang harus kita lakukan pada ayahmu? Bagaimana caranya agar ia berhenti melakukan hal-hal gila seperti ini?” kata Misook tertekan.

“Entahlah eomma, tapi aku tidak akan membiarkan appa mengganggu kebahagiaanku” ujar Sehun tidak peduli apapun yang akan dilakukan ayahnya.

“Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Taeyeon?” tanya Misook ingin tahu.

Sehun menyeringai, seketika itu juga Misook mengerti.

“Berjalan dengan baikkah?”

Sehun mengangkat bahunya, lalu berjalan menuju ke kamarnya.

“Sehun-a, eomma ingin detailnya, sayang”

Sehun tertawa, “Maaf eomma, jika aku menceritakan detailnya maka rasa bahagianya akan berkurang”

Misook tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala, “Kau sudah makan?” tanya Misook lagi.

“Sudah… Aku akan pergi ke kamarku eomma” kata Sehun pamit. Misook mengangguk dan menatap sendu punggung tegap putranya yang semakin menghilang di anak tangga teratas.

Selama ini Sehun hidup dalam lingkungan yang dingin dan kurang kasih sayang, Misook menyesali itu semua. Maka mulai sekarang ia akan memberikan banyak perhatian untuk anaknya dan mendukung semua keinginan yang membuatnya bahagia walaupun ia harus menentang suaminya.

Ya benar. Janghyuk. Ia harus bicara padanya sekarang.

Misook pergi ke ruang kerja Janghyuk dan mengetuk pintu ruangan berdominasi abu-abu itu.

“Masuk!” sahut Janghyuk dari dalam, “Sayang? Ada apa?” tanya Janghyuk menghentikan pekerjaannya, tidak biasanya istrinya itu mendatanginya di ruang kerja jika tidak ada sesuatu yang penting dan mendesak.

“Ada yang ingin kubicarakan” kata Misook.

“Duduklah” Janghyuk mengisyaratkan agar istrinya duduk di kursi di depannya. Misook berjalan mendekat dan duduk di depan suaminya.

“Ada apa?” tanya Janghyuk.

“Aku ingin kau berhenti berusaha menjodohkan Sehun dengan Krystal” ujar Misook tenang dan jelas.

“Kenapa? Kau punya calon lain yang lebih baik?” tanya Janghyuk berusaha membuka pikirannya.

Misook menaikkan kaki kanannya keatas kaki kiri, Janghyuk mengenal gestur itu, gestur yang menandakan bahwa Misook tidak ingin melakukan kompromi dengannya.

“Aku tidak ingin Sehun tidak bahagia” jawab Misook memulai, “Aku tidak ingin Sehun menghabiskan sisa hidupnya dengan perempuan yang tidak ia cintai. Kau harus sadar selama ini kita tidak memberikan banyak cinta dan kasih sayang padanya, jadi setidaknya biarkan dia mencari cinta sendiri”

“Cinta akan datang dengan sendirinya, Misook-a, kita harus mencarikan Sehun calon yang paling baik” kata Janghyuk tetap pada pendiriannya, “Dan Krystal adalah calon yang terbaik saat ini”

“Tapi Sehun sudah mencintai orang lain!” Misook menentang.

“Siapa?” tanya Janghyuk tidak terima, kemudian mendecih, “Aku tidak akan mentolerir kalangan bawah”

Misook melotot, “Kau harus menghilangkan pandanganmu tentang perbedaan derajat dan status sosial! Kita tidak lagi hidup di jaman dahulu, Janghyuk-a!” kata Misook marah.

“Tapi kita keluarga Oh! Aku tidak akan membiarkan nama Oh dinodai oleh darah-darah kalangan bawah” kata Janghyuk bersikeras.

Misook menggelengkan kepalanya, tidak mengerti jalan pikiran suaminya. Ia kemudian berdiri, “Tidak ada gunanya bicara denganmu” Misook pergi menuju pintu. Sebelum ia keluar, ia berbalik dan mengatakan sesuatu.

“Berubahlah Janghyuk-a, kau tidak akan mendapatkan apapun dengan kepercayaan basimu itu. Dan ingat! kekayaan dan kekuasaan bukan segalanya” kata Misook kemudian keluar dan menutup pintu. Ia menuju ke kamarnya, mengambil bukunya lalu menuju ke kamar Sehun.

“Sehun-a” Misook mengetuk pintu kamar anaknya.

“Masuk eomma” balas Sehun. Misook masuk, ia melihat Sehun di meja kerjanya sedang menulis sesuatu.

“Apa eomma boleh tidur disini?” tanya Misook.

Sehun melihat Misook yang berdiri di ambang pintu kamarnya, ia menghela nafas, “Eomma bertengkar dengan appa?”

Ya, Sehun bisa menduga karena Misook akan selalu datang ke kamarnya dan tidur dengannya jika ia bertengkar hebat dengan Janghyuk.

Misook mengangguk dan menuju ketempat tidur Sehun, “Kau sedang mengerjakan apa?” tanya Misook.

“Aku sedang menulis surat” jawab Sehun lemas, jika ibunya tidur disini, itu berarti ia tidak akan mendapatkan tidurnya malam ini. Misook akan banyak bergerak, ia sebentar-sebentar akan memanggilnya dan bertanya apakah ia sudah tidur atau belum? Apa ia mau mendengar ceritanya dulu atau tidak? Begitu terus sampai hampir pagi.

“Untuk siapa?” tanya Misook lagi.

Sehun menghela nafasnya, ibunya terlalu ingin tahu semua urusannya, sepertinya memang ia harus pindah.

FLASHBACK

Sehun, Chanyeol dan Nichkhun sedang makan siang bersama. Nichkhun kembali ke Korea untuk merencanakan pernikahannya dengan Yoona dan Chanyeol hanya bermain-main sambil sesekali membantu perusahaan ayahnya.

“Apa kau tidak ingin pindah dari Mansion?” tanya Chanyeol.

“Kenapa aku harus pindah?” tanya Sehun tidak mengerti.

“Tidak banyak pria dewasa yang tetap tinggal dengan orangtuanya, Sehun-a” kata Nichkhun menambahkan.

Well, aku masih belum merasa harus pindah atau semacamnya” jawab Sehun jujur. Mansion Oh terlalu besar dan ia tidak merasa memerlukan ruang untuk sendiri. Ia bisa beberapa hari tidak berpapasan dengan kedua orangtuanya jika ia mau.

Jika ia membawa perempuan juga tidak akan menggangu kedua orangtuanya, tapi memang pelayan-pelayan yang berjaga dirumahnya sedikit mengganggu, apalagi jika Sehun membawa perempuan pulang. Oke, bukan ia ingin membawa perempuan dalam waktu dekat, tapi memang jika dipikir-pikir tinggal dengan orangtuanya sedikit menghalangi ruang geraknya.

“Bagaimana jika kita tinggal di apartemen bersama?” tanya Chanyeol tiba-tiba, “Aku sedang mencari room-mate

Nichkhun memutar matanya, “Sehun-a, kurasa kau memang harus mempertimbangkan untuk pindah dari rumah orangtuamu, tapi usahakan tidak menyewa satu apartemen dengannya” tunjuk Nichkhun pada Chanyeol.

“Lagipula, jika nanti hubunganmu dengan Kim Taeyeon berjalan lancar bukankah kalian perlu privasi?” tambahnya.

Mereka bertiga tertawa.

FLASHBACK END

“Aku menulis surat untuk Taeyeon” Sehun menjawab.

“Surat?” tanya Misook aneh, “Kenapa tidak menelepon atau mengiriminya e-mail?”

“Ponselku rusak” jelas Sehun.

“Ohh” Misook mengangguk-angguk tanpa bertanya lebih lanjut, namun melihat anaknya yang begitu serius membuatnya penasaran juga.

“Apa isi suratmu?” tanya Misook benar-benar ingin tahu, “Itu bukan semacam dirty letter  kan? Apa eomma boleh melihatnya?” tanya Misook lagi.

Sehun menghela nafasnya. Sepertinya ia benar-benar harus pindah dari sini.

✿ ✿ ✿

Taeyeon baru selesai mandi dan mendengar seseorang membunyikan bel apartemennya. Ia melihat di interkom, ternyata seorang kurir. Ia menyahut dari dalam untuk meninggalkan kiriman yang dibawa kurir itu di depan pintu, mengingat ia belum mengenakan pakaian yang layak. Ia baru selesai mandi, ingat?

Setelah kurir itu pergi Taeyeon segera mengambil kiriman tersebut yang ternyata sebuah surat. Ia tersenyum tahu Sehun yang mengiriminya surat, terlihat dari ciri khas amplopnya yang berwarna abu-abu gelap.

Kim…

Apa kau sudah tidur? Aku tidak tahu bagaimana cara menghubungimu, dan sepertinya surat tidak cukup cepat untuk menjangkaumu.

Aku tahu aku bertindak seperti Love-Sick-Puppy, aku terus memikirkanmu, ini menjijikan sebenarnya, dan aku bahkan tidak pernah menyangka akan mengatakan hal ini pada seorang perempuan, tapi…. selamat tidursayang.

PS : Apa kau bisa menemaniku membeli Ponsel besok sepulang kerja? Ponselku rusak.

PPS : Kau tidak perlu membalas surat ini, eomma tidur di kamarku malam ini, dan ia terus mengoceh ingin tahu isi surat ini.

-Oh Sehun-

Taeyeon tersenyum, The-Arrogant-Bacelor  Oh Sehun mengiriminya surat hanya untuk mengatakan selamat tidur? Love-Sick-Puppy.

Taeyeon menggeleng tak habis pikir. Ia letakkan suratnya di laci khusus surat-surat, lalu berjalan kekamarnya dengan langkah ringan dan senyuman diwajahnya.

✿ ✿ ✿

Taeyeon membuat sarapan pagi, ini hari Jumat dan ia dan Sehun akan membeli ponsel sepulang kerja. Taeyeon tidak sabar ingin mengajak Sehun berjalan-jalan di Departemen Store, ia bahkan bersenandung sambil mengaduk kopinya. Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi.

“Sebentar” sahut Taeyeon berjalan menuju pintu, ia melihat interkom dan melihat Sehun melambai padanya dengan senyuman manis.

Wanita itu segera membuka pintunya dan menyambut Sehun dengan senyuman tak kalah manis.

“Pagi” ucapnya menyapa.

“Pagi” balas Sehun. Laki-laki itu mendekat dan mengecup bibirnya singkat.

“Masuklah” Taeyeon melebarkan pintunya, “Bagaimana kau bisa ada di apartemenku? Bukankah rumahmu dan rumahku berbeda arah? Jadi kau tidak mungkin lewat sini untuk sampai ke kantor Pemerintahan kan?” tanya Taeyeon berjalan kembali menuju pantry  dapur.

“Aku sengaja membuang waktuku berkunjung ke apartemenmu, aku ingin bertemu denganmu” kata Sehun.

Ginger yang sedang duduk di atas sofa memperhatikan Sehun yang berjalan dari pintu depan menuju ke pantry.

“Um, Kim, apa kau sudah memberi makan anjingmu?” tanya Sehun.

“Belum, kenapa memangnya?” tanya Taeyeon.

“Sepertinya dia….lapar” kata Sehun melirik anjing Taeyeon yang masih melihatnya garang.

Taeyeon melihat Ginger lalu mengerti apa maksud Sehun, “Don’t be silly, Ginger memang selalu seperti itu pada orang asing” kata Taeyeon membuatkan kopi untuk Sehun.

“Kau kurang tidur?” tanyanya menyadari bahwa ada lingkaran hitam disekitar mata laki-laki itu.

Sehun mengangguk dan mengambil kopi yang baru disodorkan Taeyeon padanya, “Eomma bertengkar dengan appa, dan setiap mereka bertengkar maka eomma akan tidur di kamarku”

Taeyeon tertawa, “Jadi kau masih sering tidur dengan eommeonim?” tanyanya tidak percaya.

Sehun memutar matanya, “Itu karena eomma tidak ingin tidur sendiri di kamar tamu” sanggahnya menjelaskan, tidak ingin Taeyeon menganggapnya kolokkan.

Taeyeon melirik jam dindingnya, “Sehun-a, kurasa masih ada waktu satu jam sebelum masuk kerja, apa kau mau tidur dulu?” tanyanya, “Kau bisa tidur di kamar tamu”

Sehun melihat kearah pintu tertutup yang ditunjuk Taeyeon, “Apa aku boleh tidur dikamarmu saja?”

Taeyeon tertawa, ia kemudian melepas apronnya dan menarik Sehun menuju ke kamarnya.

Sehun memperhatikan kamar Taeyeon, seluruh dindingnya tertutup wallpaper bergambar bunga yang sangat feminim berwarna hijau dan gold, ada cukup banyak foto di dinding.

Ada foto Taeyeon bersama Taecyeon dan Myungsoo, mungkin mereka masih tahun pertama atau kedua di Dongguk, rambut pirang Taeyeon benar-benar berantakan, tapi ia terlihat sangat cantik dan manis.

Ada juga foto Taeyeon dengan kedua orangtuanya, mereka duduk di sofa dan tersenyum ke kamera.

Sehun menyapukan pandangannya keseluruh foto, puas karena tidak ada foto Taeyeon dengan Kim Bum, ya~ secara teknis ada foto Kim Bum, tapi tidak khusus melainkan dengan semua anggota tim yang sepertinya tim kesebelasan.

Satu foto yang benar-benar disukai Sehun, Taeyeon menggunakan dress berwarna khaki  sedang bermain ayunan kayu di sebuah taman dengan sang ayah dibelakangnya, mereka berdua tampak tertawa di foto itu.

“Tidurlah, aku akan membangunkanmu nanti” Taeyeon mengantarnya sampai di depan pintu saja, kemudian pergi.

Sehun berjalan menuju ke ranjang queen size  milik Taeyeon, ia melepaskan sepatunya lalu merebahkan tubuhnya disana. Sehun bisa merasakan aroma yang khas, aroma Taeyeon ada disekitar tempat tidur itu. Sehun memeluk bantal guling yang ada, menarik selimut dan menutup matanya. Ia ingin tidur disini selamanya.

Sementara di dapur, Taeyeon sibuk membersihkan alat makannya, merapikan beberapa barang yang kelihatan berantakan kemudian menyiapkan makanan anjingnya, saat ia berjongkok dan menuangkan makanan Ginger, Ginger menggonggong galak sambil melirik ke arah kamar.

Taeyeon mengerti maksud anjingnya itu, “Itu Sehun” ujarnya memberitahu. Ginger menggonggong tidak setuju.

“Jangan bersikap seperti itu, Ginger. Dia bukan acaman, dia baik, jadi kau harus bersikap baik juga padanya” Taeyeon menasehati anjingnya.

Ginger memutar matanya dan mulai memakan jatah sarapan paginya, “Dasar anjing sialan” umpat Taeyeon sambil mengelus kepala Ginger, “Habiskan sarapanmu, aku akan memeriksa Sehun dulu”

Taeyeon beranjak mencuci tangannya dan pergi ke kamarnya, Sehun di sisi kiri tempat tidurnya, memeluk bantal gulingnya dan memakai selimutnya. Taeyeon bisa melihat kaki pria itu yang tidak tertutup selimut.

Taeyeon mendekat dan duduk di dekat kepala Sehun. Ia memperhatikan wajah laki-laki itu yang sedang tertidur. Rambut hitamnya menutupi sebagian matanya, kemudian Taeyeon menyingkirkan rambut itu dari wajah Sehun. Taeyeon kemudian menyusuri tulang hidung Sehun dengan jarinya, ia tersenyum, mungkin Tuhan sengaja ingin menurunkan jelmaan Dewa Yunani dalam sosok Sehun.

Taeyeon memperhatikan tulang rahangnya, dagunya. Taeyeon tertawa sendiri, ia tidak bisa menahan dirinya dan kemudian mencium hidung Sehun.

“Kau sangat manis saat terlelap begini. Tidur yang nyenyak….” bisik Taeyeon sebelum beranjak keluar dari sana, ia tidak ingin membangunkan
kekasih barunya. Kekasih? Kim Taeyeon! Kau menjijikkan.

Akhirnya Taeyeon memutuskan untuk membaca Korean Daily sambil menunggu waktu untuk membangunkan Sehun. Ia duduk di sofa untuk bersantai yang menghadap langsung ke jendela besar balkon, dan mulai menikmati bacaannya, namun belum sepertiga kata yang ia baca, ia nyaris langsung membakar koran itu. Fotonya dan Sehun saat bergandengangan tangan keluar dari kantor Pemerintah menghiasi halaman depan koran itu. Hell!  Media sosial sangat mengerikan, pikirnya.

Kim Taeyeon dan Oh Sehun Menjalin Hubungan. Lalu Kemanakah Kim Bum?

Kemarin siang (12/10), Seoul dihebohkan dengan kemunculan Kim Taeyeon (mantan model terkenal) bersama dengan Oh Sehun (putra tunggal mantan Perdana Menteri Oh).

Menurut beberapa sumber, keduanya terlihat keluar dari ruang kerja sambil bergandengan tangan untuk pergi makan siang bersama.

Untuk anda yang belum tahu, saat ini Oh Sehun ditempatkan di departemen yang sama dengan Kim Taeyeon, Departemen Hukum, sehingga keduanya bekerja di ruangan yang sama.

Kontan saja, kemunculan mereka yang terlihat seperti sepasang kekasih memberikan banyak tanda tanya, bukankah beberapa minggu yang lalu Kim Taeyeon baru saja terlihat dengan Kim Bum—mantan kekasihnya? Terlebih spekulasi yang bermunculan mengatakan bahwa keduanya kembali menjalin hubungan.

Tapi kemudian kemunculan Kim Taeyeon dengan Oh Sehun di depan publik kemarin seakan-akan ingin memberitahu dan mempertegas bahwa Kim Taeyeontidak memiliki hubungan apa-apa dengan Kim Bum, melainkan sedang menjalin tali asmara dengan Oh Sehun.

Apakah ini adalah era baru dari kisah percintaan Romeo dan Juliet Modern?

Apa pasangan baru ini akan bertahan lama?

Seperti yang kita semua tahu, latar belakang Kim Taeyeon dan Oh Sehun amat sangat berbeda.

Keluarga Oh selama ini dikenal sebagai keluarga konglomerat dan merupakan keluarga paling berpengaruh bagi perekonomian Korea.

Sementara Kim Taeyeon adalah mantan model brand keluarga Oh yang sangat beruntung bisa mensejahterakan keluarganya, ayahnya merintis usaha yang sudah cukup berkembang sekarang.

Apa Keluarga Oh sudah tidak menganggap derajat dan perbedaan sosial sebagai sesuatu yang penting lagi? Apa mereka benar-benar sudah melupakan Prinsip mereka?

Kami belum bisa mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terdekat Kim Taeyeon maupun Oh Sehun atau Kim Bum, tapi mari kita ucapkan selamat pada pasangan baru yang sangat tidak terduga ini.

Taeyeon menghela nafasnya. Ia melipat koran itu dan meletakkannya asal. Ia menyesap kopinya dengan perlahan, mengirimkan semacam relaksasi pada tubuhnya yang sempat tegang tadi. Jika boleh dikutip, ‘era baru dari kisah percintaan Romeo dan Juliet Modern?‘. Terlalu kasar dan blak-blakan. Sehun seorang Romeo dan dia seorang Juliet. Lalu mereka mengharapkan kisah cinta dirinya dan Sehun berakhir tragis karena perbedaan status sosial? Apa mereka tidak menyadari adanya takdir? Romeo dan Juliet memiliki takdir mereka sendiri, tidak ada hubungannya dengan ia dan Sehun. Karena apa? Kisah cinta Kim Taeyeon dan Oh Sehun memiliki takdir mereka sendiri.

Taeyeon menghela nafas sekali lagi lalu beranjak mencuci gelasnya, ia melirik jam dan sepertinya sudah waktunya untuk membangunkan Sehun.

Ia berjalan pelan mendekati sosok Sehun yang kini posisi tidurnya sudah berubah menjadi terlentang.

“Sehun-a…” Taeyeon mengelus lengan pria itu, “Sehun-a, bangunlah, kita harus pergi sekarang”

Mata Sehun perlahan-lahan terbuka dan melihat Taeyeon yang duduk disampingnya, ia tersenyum, “Tidak bisakah aku tidur lebih lama lagi?” tanyanya dengan suara mengantuk.

“Bangunlah…” kata Taeyeon menarik tangan Sehun agar ia duduk. Sehun menguap. Ia berdiri dan memakai sepatunya.

Taeyeon duduk di tempat tidur sambil memperhatikan Sehun, kemejanya jadi sedikit kusut dan rambutnya berantakan. Tapi ia mempesona.

“Kau tahu Kim…?” kata Sehun memulai.

“Apa?” tanya Taeyeon, mereka berdua berjalan keluar kamar.

“Tidak jadi” kata Sehun cepat, ia belum ingin mengatakan hal ini pada Taeyeon.

“Apa?” tanya Taeyeon penasaran, “Kau tidak boleh seperti itu, ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi, membuat orang penasaran saja” kata Taeyeon kesal.

Sehun tertawa, “Apa kita akan menggunakan kendaraan sendiri atau monorail ke kantor Pemerintahan?” tanya Sehun mengalihkan pembicaraan.

“Kurasa kendaraan sendiri lebih baik” jawab Taeyeon. Mereka berjalan menuju basement. Sehun melingkarkan tangannya dipinggang Taeyeon dan mereka berdiskusi apa mereka akan menggunakan mobil Taeyeon atau Sehun, atau mereka mengendarai mobil sendiri-sendiri.

Taeyeon mengeluh malas kalau harus mengendarai mobil sendiri, jadi mereka memutuskan berangkat bersama dengan mobil Sehun. Tanpa peduli akan kehebohan yang dapat ditimbulkan dengan kebersamaan mereka, tapi sekali lagi Taeyeon tak akan terpengaruh dengan berita picisan yang ingin menyudutkannya. Biarlah mereka berspekulasi sendiri. Ia hanya mempercayai takdir dirinya dan Sehun.

Aa~ dan yang tadi sempat menggantung… Sebenarnya Sehun ingin mengatakan bahwa saat Taeyeon membangunkannya tadi, ia tahu seketika itu juga, ia ingin selalu melihat wajah Taeyeon saat dirinya membuka mata di pagi hari.

✿ ✿ ✿

Taeyeon menghabiskan waktunya di Pemerintahan membantu merencanakan dekorasi untuk pesta tahun baru, dan mendengarkan banyak celotehan orang-orang tentang hubungannya dengan Oh Sehun.

Saat ia di toilet, seorang perempuan mungkin berumur sekitar 30 tahunan bertanya apa ia benar-benar berhubungan dengan Oh Sehun. Taeyeon tersenyum dan berkata bahwa itu bukan urusannya.

Saat ia sedang berkumpul dengan semua bagian dekorasi seorang perempuan dari Departemen Perhubungan bertanya,
“Nona Kim, apa kau benar-benar berpacaran dengan Oh Sehun?” Sehun kebetulan sedang ke toilet, maka Taeyeon memasang senyumannya yang paling ramah dan berkata bahwa itu bukan urusannya. Perempuan itu langsung diam dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Sehun bahkan lebih buruk, saat ia berjalan untuk membuat kopi di pantry seseorang dari bagian Penyidik bertanya bagaimana cara ia mendapatkan Taeyeon dengan tidak sopan.

“Hey Oh, apa kau menggunakan kekayaan dan kekuasaanmu untuk menjeratnya?”

Sehun mengepalkan tangannya, memutuskan untuk tidak menjawabnya, ia mengaduk kopinya dan mengabaikan orang itu.

Kemudian saat ia dalam perjalanan kembali keruang rapat bagian dekorasi, seorang pria mencegatnya. Jang Wooyoung.

“Apa maumu Wooyoung-ssi?” tanya Sehun tidak bersahabat, ia tidak ingin mencari masalah, hanya saja Wooyoung memang selalu mencari masalah dengannya.

“Aku tidak menyangka kau menyukai Kim Taeyeon” kata Wooyoung memulai.

Sehun mendengus menghina, ia selalu benci pada Wooyoung karena pria itu selalu berusaha bertingkah seperti Sehun, Wooyoung selalu meniru cara berjalan Sehun, cara bicara, dan bahkan cara Sehun menyeringai.

Awalnya ia tidak terlalu peduli, tapi kemudian Yoona, Chanyeol, dan Nichkhun mengeluh padanya kalau Wooyoung sering meniru tingkah lakunya, tapi caranya meniru Sehun benar-benar membuat orang yang melihatnya ingin muntah, dan mereka bahkan langsung tahu siapa yang ditirunya.

“Berhentilah mencampuri urusanku” kata Sehun dengan santainya.

“Apa kau tahu aku dan Taeyeon sempat menjalin hubungan? Lagipula kurasa sampai sekarang ia masih tidak bisa melupakanku” kata Wooyoung penuh percaya diri.

Sehun tertawa, Wooyoung benar-benar harus pergi ke psikiater. Sehun berjalan pergi meninggalkan pria-peniru-ulung itu, memutuskan tidak ada gunanya bicara dengannya.

“Apa kau dan Wooyoung pernah berhubungan?” tanya Sehun saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Departement Store untuk membeli ponsel.

Taeyeon tertawa, “Siapa yang mengatakannya padamu?”

“Wooyoung sendiri yang mengatakannya padaku” kata Sehun datar.

Taeyeon tertawa lagi, “Aku sekali mengajaknya ke sebuah pesta yang aku pun sudah lupa pesta apa, karena tidak ada yang bisa kuajak” kata Taeyeon menjawab.

“Dan kenapa dia berasumsi bahwa kau menyukainya?” tanya Sehun.

“Hahaha… Sudahlah, jangan membicarakannya lagi. Itu membuatku geli” kata Taeyeon teringat saat-saat memalukannya di Dongguk.

“Oh ya, Sehun-a, ponsel seperti apa yang kau inginkan?” tanya Taeyeon melihat Sehun yang sibuk menyetir.

“Entahlah, mungkin aku akan membeli ponsel yang seperti ponselku yang dulu saja” kata Sehun memberitahu.

“Ah begitu, sebaiknya kita segera membeli ponselmu agar kita bisa mencoba fiture-nya”

Dan tepat saat itulah mereka sampai, Taeyeon menarik tangan Sehun agar mereka berjalan cepat ke dalam gedung pusat perbelanjaan. Ia sangat bersemangat.

“Kenapa ramai sekali disini?” tanya Sehun saat mereka memasuki salah satu Departement Store terbesar Seoul dengan sedikit berdesak-desakan di eskalator.

“Kita ada di pusat perbelanjaan kota Seoul, Oh, apa yang kau harapkan? Tentu saja sangat ramai disini” kata Taeyeon berjalan menuju ke bagian elektronik lantai tiga gedung itu.

“Tapi aku biasa ke pusat perbelanjaan Apgujeongdong dan disana tidak sampai berdesakan seperti ini” kata Sehun beralasan.

“Huh, pantas saja kau terlihat aneh dengan keramaian. Apgujeongdong adalah pusat perbelanjaan elit dan tentu saja hanya orang berkantong tebal yang berbelanja kesana. Harga barang-barang disana juga jauh lebih mahal, dan aku tidak nyaman belanja di tempat terlalu formal seperti itu. Jadi kau harus terbiasa disini”

Taeyeon dan Sehun memasuki salah satu booth ponsel yang cukup terkenal.

“Kenapa toko ini lambangnya apel yang sudah digigit?” tanya Sehun bergumam.

“Memangnya kenapa?” tanya Taeyeon yang ternyata mendengar.

“Aku tahu Apple adalah merk yang sangat berkelas dan sangat laris di kota ini. Tapi apa kau tidak pernah berpikir, apel yang sudah di gigit? Itu menjijikkan, kenapa tidak apel yang masih utuh saja? Apa berarti ponsel yang dijual disini bekas digunakan seseorang?” tanya Sehun melihat-lihat seluruh booth yang didominasi warna silver keputihan.

“Jangan bercanda, Oh! Tentu saja semua produk disini baru, maka dari itu mereka memiliki kelas” kata Taeyeon terkejut dengan spekulasi acak Sehun. Sehun hanya mengangkat bahu.

Kemudian Taeyeon berjalan mendekati sebuah iPhone yang sepertinya keluaran terbaru. Sebenarnya ia ingin membelikan Sehun ponsel yang sederhana saja, tapi gerai ponsel ini menarik perhatiannya. Taeyeon menghampiri seorang sales, dan menjelaskan bahwa ia ingin membeli ponsel untuk kekasihnya, sales  itu mulai menjelaskan fitur-fitur terbaru ponsel yang dimaksud Taeyeon.

Sementara Taeyeon mengangguk dan sesekali mengajukan pertanyaan, Sehun tertarik pada sebuah iPad yang terpajang disalah satu meja kaca, dengan jari-jarinya Sehun menggeser-geser layar yang ada di depannya, memilih beberapa icon  yang menurutnya menarik.

“Kim” kata Sehun memanggil.

“Ya?” tanya Taeyeon.

“Aku ingin yang ini” kata Sehun. Taeyeon melihat iPad yang di maksud Sehun.

Taeyeon menghela nafasnya, tadinya ia akan membelikan Sehun sebuh iPhone, sekaligus untuk mengganti tiket konser Sir Paul waktu itu, tapi ia tidak yakin uangnya cukup untuk membeli iPad juga.

“Hey kau…” kata Sehun pada sales  yang tadi diajak bicara Taeyeon.

“Ya Tuan? Apa yang anda inginkan?” tanya sales  itu ramah pada Sehun.

Sehun menunjuk IPad yang ada didepannya. “Aku ingin iPad ini, dua” kata Sehun kemudian berjalan menyusuri meja yang terdapat berbagai produk-produk Apple lainnya.

“Sehun-a!” kata Taeyeon berbisik marah, “Aku tidak punya cukup uang untuk membayar dua iPad-mu!” kata Taeyeon tidak ingin di dengar sales  ataupun orang-orang yang ada disana.

“Kim Taeyeon…. Kim Taeyeon… Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk membayar?” kata Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kekehan geli.

“L-lalu?” tanya Taeyeon.

Sehun mengambil sesuatu dari sakunya, “Pernah mendengar Credit Card?” tanyanya sombong, “Aku memang tidak bawa uang cash  sekarang, tapi ini sangat berguna kan?”

Taeyeon menggigit bibir bawahnya, memang apa yang ia harapkan? Sehun bergantung pada dirinya? Laki-laki itu anak konglomerat jadi pasti tidak berpikir agar seseorang membayarkannya sesuatu.

Tapi ia kan bermaksud membalas apa yang sudah Sehun berikan, ia ingin membayar hutang tiket konser dengan sebuah iPhone, ya walau ia tahu harganya tak sebanding tapi setidaknya dia berusaha.

“Selain iPad kurasa aku tetap membutuhkan ponsel yang lebih kecil” kata Sehun menunjuk iPhone yang menarik perhatian Taeyeon tadi.

Sehun memanggil sales  yang lain dan mulai bertanya-tanya tentang produk iPhone yang ada di depannya. Meskipun tidak begitu mengerti apa yang dijelaskan oleh sales itu, Sehun meminta sales  itu memberikannya dua iPhone.

Taeyeon nyaris pingsan, Oh Sehun is a dead man.

Keluar dari booth Apple, Sehun membeli dua iPad, dua iPhone, dua iPod, dua MacBook, dua AppleWatch, dan beberapa aksesoris bodoh. Sales  yang melayani Sehun tersenyum lebar dan dengan ramah meminta Sehun untuk jangan segan kembali lagi.

Dan pria bodoh itu bahkan membeli dua Apple Watch yang dilapisi emas. Taeyeon nyaris pingsan begitu mendengar total belanjaan Sehun di kasir.

“Kau gila!” Kata Taeyeon pada Sehun yang membawa tas kertas di kedua tangannya. Mereka sekarang berjalan menjauh menuju pintu keluar.

“Kenapa kau membeli begitu banyak? Dan lebih buruknya, kenapa kau membeli masing-masing dua?” tanya Taeyeon masih tidak habis pikir akan kelakuan Sehun. Sehun baru saja menghabiskan 52 juta won untuk benda yang bahkan ia tidak tahu apakah penting atau tidak untuk kehidupannya.

Hell” umpat Taeyeon berjalan cepat, ia ingin segera sampai rumah dan tidur, menghilangkan rasa frustasinya. Gajinya sebulan saja hanya sekitar 25 juta .

“Kim” kata Sehun, langkahnya terhenti matanya tertumbu pada sesuatu.

“Apa lagi?” kata Taeyeon yang sudah beberapa langkah di depannya.

“Ayo kita makan Pizza!” ajak Sehun melihat kearah restoran Pizza  di seberang jalan saat mereka baru keluar dari gedung Departement Store.

Taeyeon menghela nafasnya, “Sebaiknya kita pulang” ujar Taeyeon tidak mau, ia masih shock  dengan cara belanja Sehun barusan. Tapi Sehun malah keras kepala menyeberangi jalan menuju restoran Pizza itu. Taeyeon menghela nafasnya dan mengikuti Sehun dari belakang.

“Aku seperti babysitter yang mengurusi bocah keras kepala sekarang” gumam Taeyeon meratapi diri sendiri.

To be continue

HARAP DISIMAK!!

NOTE : Annyeonghaseyo!! Untuk pertama dan yang paling utama aku ingin meminta maaf pada readers semua karena sekarang aku gagal update cepet, malah lamaaaaaaa banget. Mohon maklumi dengan segala alasanku yang menyangkut sekolah dan liburan. Maaf….

Tapi disela-sela liburan ini, aku bisa update dan ga janji update secepatnya, terlebih untuk FOR LIFE, aku masih nyusun alurnya. Jadi harap sabar….

Chapter depan benar-benar akan di protek karena akan ada adegan NC-nya.

Oh ya, yang butuh Password ff ku atau kalian mau tanya-tanya sesuatu atau mau belajar korea (wkwk aku ga jago sih, tapi cukup bisa karena aku sering chatan sama orang korea nya langsung, jadi nambah kosa kata) boleh, atau mau curhat, atau mau yang lainnya.

Silahkan hubungi aku via:
LINE : rinahan8 (aku ganti Line, yg sebelumnya udah ga di pake)
WA : 085864065090
E-MAIL : deehayeon28@gmail.com
IG : rinahan89 (baru ganti)

Aku bukan promosi atau apa, hanya untuk yang mau aja, dan ga maksa lho apalagi maksa buat follow, karena aku ga gila followers wkwk… Oke deh segitu aja…. Komentar yaa, aku butuh semangat karena akhir-akhir ini K-popers lagi drop, kalian tahu lah yaa alasannya….

Goodbye(◕‿◕✿)

Advertisements

81 comments on “DESTINY (Chapter 7)

  1. Akhirnya update jgak ni ff.
    Makin seru aja ni cerita nya thor.
    Gemes liat tingkah seyeon,,..
    Ditunggu chapter slnjutnya ya thor,keep writing and fighting!

  2. Waaaa apdet seneng banget deh
    terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk melanjutkan fanfic ini wkwk
    lanjutinnn yaa next nya ditunggu
    fighting

  3. Pingback: DESTINY (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Setelah sekian lama di wp ini ga ada yang update dan author update jaga sekarang jadi ada bahan buat bacaan soalnya kangen banget baca ff taeyeon sama sehun..
    Btw itu si sehun belajan kaga kira-kira kirim-kirim lah 1 biji buat gue abis belanja banyak bangey dah hahahah
    Ditunggu next chapnya author-nim, fighthing

  5. Aaahhh, sehun boyfriend idaman bgt sih?
    Bisa gak si bapaknya sehun gak pke belagu gitu,hahaha.
    Sekalian beli semua tu hp smpe tokonya.
    nxt chp ditunggu><

  6. Aaahhh, sehun boyfriend idaman bgt sih.
    Bisa gak si bapaknya sehun gak pke belagu gitu,hahaha.
    Sekalian beli semua tu hp smpe tokonya.
    nxt chp ditunggu><

  7. astagaaa sehum ud mulai liar yaaaaaa
    sehun ini boyfriend idaman betull, andaikan org kek sehun ad banyakk 💞💞
    ff nyaa kerenn betul thorr , ga sabar bacaa ff selanjutnyaa💞

  8. Aku suka semuanyaa kalo huntae hehe. Sehun tuh emang keras kepala ya . Hehe semangat thor nulisnya. Fighting!

  9. Oke fix.. Gua telat baca, tapi it’s oke lah, dri pda telat gajian, bisa2 makan mie doang..😄😀😀
    Selanjutnya.. Kyaaaaaa akhinya update lgi, stlah sekian lma aku menunggu untuk kedatanganmu…🎶🎶 plis huntae tau tempat plis..

  10. Ya ampun banyak banget tantangan sehun, mulai dari myungsol dan lain sebagainya.. Btw sehun pervert jga, ditmpat umum aja brani brbuat spt itu. Kkkk…

  11. Itu 52 juta won semuanya uang?
    Kalau di pake buat beli mie ayam bisa dapat berapa mangkok ya? 😂
    Wah wah Sehun banyak banget cobaan yang kau hadapi.
    Penasaran dengan kelanjutannya thor.
    Semangat!!!

  12. sehun berani banget sih padahal itu ditempat umum
    semoga aja ayah nya sehun bisa merestui hubungan taehun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s