DESTINY (Chapter 5)

Fiction Collaboration

deeHAYEON with dmy

Main Cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Kim Myungsoo, Krystal Jung.

Other Cast : Ok Taecyeon, Kim Seolhyun, Park Jiyeon, Nichkhun Horvejkul, Park Chanyeol, Kim Taehyung, Kim Bum, etc.

Genre : Romance, Hurt, Friendship

Rate : NC

WARNING : MATURE CONTENT! Readers harap bijak!! Sorry for typo.

Preview : Prologue + Introducing CastChapter 1Chapter 2, Chapter 3Chapter 4

Five



“Ginger, aku mungkin akan pulang terlambat, jadi aku akan mengisi dua mangkuk makananmu, jangan berantakan” kata Taeyeon mengisi dua mangkuk makanan anjingnya, “Dan jangan langsung menghabiskannya dalam satu waktu!”

Ginger menggonggong tanda ia mengerti kemudian mengantar Taeyeon ke depan pintu.

“Oppa?” sahut Taeyeon kaget melihat Kim Bum sudah menunggunya di depan pintu.

“Pagi” Kim Bum tersenyum lebar. Taeyeon terdiam sebentar lalu balas tersenyum.

“Kau datang untuk mengantarku?” tanya Taeyeon. Kim Bum mengangguk.

“Yasudah, kita pergi sekarang”

Akhirnya Kim Bum dan Taeyeon berjalan dari apartemen menuju stasiun Gwanghwamun, jalanan menuju stasiun cukup ramai di pagi hari dan semua orang baru mulai beraktivitas dan Kim Taeyeon juga Kim Bum menjadi tontonan orang-orang pagi itu.

“Dari semua negara yang kau kunjungi, apa ada tempat yang begitu indahnya sampai-sampai kau tidak ingin pergi dari sana?” tanya Taeyeon sambil berjalan, ingin mengalihkan pandangannya dari orang-orang yang memperhatikan mereka. Ia berharap tidak ada yang diam-diam memotret mereka.

“Hmm…” Kim Bum berpikir sebentar, “New Zealand?” Kata Kim Bum menimbang-nimbang. Selandia Baru memang indah, udaranya membuat nyaman, orang-orangnya menyenangkan, Kim Bum ingat ia hampir tiga minggu disana dan berat sekali melanjutkan perjalanannya.

“New Zealand?” tanya Taeyeon.

Kim Bum mengangguk, “Ada sesuatu yang menarikmu jika kau berkunjung kesana, keindahannya berbeda dengan negara-negara lain di Australia, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan” kata Kim Bum.

Akhirnya mereka mengobrol tentang tempat-tempat yang dikunjungi Kim Bum selama dua tahun ia pergi dari Korea. Sesampainya di Pemerintahan, Kim Bum pamit, ia akan menuju kantor ayahnya, Taeyeon mengangguk dan Kim Bum berkata bahwa ia akan datang saat makan siang lalu mencium kening Taeyeon dan pergi.

Taeyeon tersenyum sepanjang jalan menuju ke ruangannya, tentu, Taeyeon merasa senang Kim Bum menunjukkan perhatiannya lagi, tapi ada yang kurang, tidak ada kupu-kupu yang terbang di perutnya, bahkan ketika Kim Bum mencium keningnya tadi.

Dulu, hanya dengan memegang tangannya saja, Kim Bum bisa membuat kaki Taeyeon lemas seperti jelly tapi sekarang… Taeyeon berjalan ke ruangannya dan mendapati Sehun sedang bicara serius dengan Hyunjoong.

“Ada apa?” tanya Taeyeon pada mereka berdua.

“Inspektur Joon baru saja memberi kabar” kata Sehun.

“Apa yang dikatakan Inspektur Joon?” tanya Taeyeon dengan nada profesional.

“Inspektur Joon bilang, kawanan asing itu benar dari Korea Utara dan mereka sepertinya mengalami masalah kemiliteran hingga kabur ke Jacheon Forest, tapi Jacheon Forest adalah tempat wisata dan tidak bisa menerima sekitar 20 kelompok Gangster secara bersamaan, Gangster yang telah menetap disana bersedia menerima mereka tapi tidak semua, sehingga sebagian besarnya harus di pindahkan ke bagian Tenggara Korea. Pemerintah juga menerima mereka dengan tangan terbuka dan mereka harus siap mengamankan perbatasan bagian Tenggara” kata Hyunjoong menjelaskan.

“Baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Taeyeon, ia tahu jelas apa yang harus dilakukannya hanya saja ia ingin tahu apakah Sehun bisa memberikan keputusan pada situasi seperti ini atau tidak.

“Kurasa kita hanya tinggal mendata beberapa yang akan bergabung dengan kawanan Jacheon Forest, sementara kawanan lain akan dikawal tim keamanan untuk menuju Hutan Tenggara, dan kita hanya perlu memberi surat pemberitahuan kepada Pemerintah Daerah” jawab Sehun.

Taeyeon tersenyum. Tepat seperti yang dipikirkannya. Dan itu membuat sesuatu terlintas di benak Taeyeon. Jika nanti ia akhirnya melanjutkan pendidikan dan meninggalkan posisinya, sepertinya Oh Sehun merupakan orang yang tepat untuk mengisi posisinya.

“Baiklah, aku akan menghubungi bagian Penyelidik, dan Oh, kau dan Hyunjoong-nim bisa merancang isi surat untuk Pemerintahan Daerah sekarang” kata Taeyeon, ia meletakkan tasnya di mejanya kemudian langsung pergi menuju bagian Penyelidik yang beranggotakan para Detektif, Tim Keamanan dan Kepolisian.

“Terkadang aku bingung, siapa Kepala Departemen yang sesungguhnya” kata Hyunjoong mengangkat bahunya lalu menuju ruangannya untuk merancang surat yang diminta Taeyeon.

Sehun tertawa pelan dan menuju ke mejanya.

The-Bossy-Kim Taeyeon.

✿ ✿

Taeyeon menjalani harinya dengan normal, ia pergi ke bagian Penyelidik dan menjelaskan masalah mereka, ia berusaha menghindari Myungsoo dan Taecyeon, mereka berdua masih belum minta maaf padanya.

Kepala bagian Penyelidik menugaskan Tim Keamanan I untuk mengawal perpindahan para Gangster besok. Kemudian Taeyeon kembali ke ruangannya dan mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, kemudian saat makan siang Kim Bum datang dan mengajaknya makan siang bersama.

Sampai selesai makan siang tidak ada yang aneh menurut Taeyeonselain perasaannya yang tidak lagi berbunga-bunga saat bersama Kim Bumsemuanya normal-normal saja. Taeyeon kembali ke Pemerintahan diantar Kim Bum lagi. Taeyeon berjalan menuju ruangannya dan kaget saat melihat Sehun berdiri di dekat pintu ruangan mereka.

✿ ✿

Sialan Kim, Sialan Kim Bum. Kutuk Sehun dalam hati, Sehun bahkan tidak bisa mencerna makan siangnya karena ia tahu Taeyeon dan Kim Bum sedang makan siang di suatu tempat, berdua.

Akhirnya Sehun hanya meminum secangkir kopi yang tidak enak di cafetaria Pemerintahan kemudian kembali keruangannya. Masih sekitar 20 menit lagi sebelum jam makan siang berakhir, dan Taeyeon belum ada tanda-tanda akan kembali. Sehun memutuskan untuk menunggunya di depan ruangan mereka. Sehun berjalan mondar-mandir sepanjang lorong, tidak tenang menunggu kedatangan wanita itu. Sekitar lima belas menit kemudian ia bisa melihat rambut pirang dari kejauhan keluar dari lift dan berjalan kearahnya. Sehun menghela nafasnya.

“Kim Taeyeon” kata Sehun pelan saat wanita yang ditunggunya mendekat.

“Ada apa Sehun-a?” tanya Taeyeon, “Kau butuh sesuatu?”

“Apa kau dan Kim Bum sudah resmi kembali menjadi pasangan?” tanya Sehun tanpa basa-basi.

Taeyeon bingung, ia menelan ludahnya kemudian menjelaskan pada Sehun, “Well, kami mencoba memulai dari awal, aku meminta Kim Bum untuk kembali melakukan pendekatan seperti pertama kami dekat dulu untuk memastikan apakah aku masih memiliki perasaan padanya atau tidak” jawabnya, sebenarnya ia bingung bagaimana menjelaskannya pada Sehun yang tiba-tiba ingin tahu masalah pribadinya.

Sehun menghela nafasnya kemudian pergi, ia berjalan menuju koridor yang menuju toilet laki-laki tanpa berkata apa-apa. Taeyeon bingung atas perilaku Sehun, apa mau laki-laki itu? Apa maksudnya? Mungkinkah Sehun cemburu? Taeyeon, Get yourself together! Tapi kemudian ia pergi masuk keruangannya.

Sehun menunggu sampai jam pulang kantor, seharian ia tidak fokus bekerja, kerjanya hanya memperhatikan Taeyeon bekerja. Ia harus mendapatkan Kim Taeyeon, dan tidak akan membiarkan Kim Bum mendapatkan wanita itu lebih dulu. Akhirnya tinggal mereka berdua di ruangan itu dan Sehun berdiri kemudian berjalan menuju meja Taeyeon.

“Kim” Sehun memanggilnya.

“Oh?” tanya Taeyeon mendongakkan kepalanya, “Kalau pekerjaanmu sudah selesai kau bisa pulang duluan, tidak perlu menungguku”

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” kata Sehun.

“Apa?”

“Aku tidak ingin kau kembali berhubungan dengan Kim Bum” kata Sehun dengan jelas, tegas dan penuh keangkuhan seorang Oh.

Taeyeon kaget, apa ia tidak salah dengar?

“Apa?” tanya Taeyeon memastikan.

“Aku tidak ingin kau kembali berhubungan dengan Kim Bum sialan itu” kata Sehun lebih jelas, lebih tegas, seperti menjelaskan kalimat pada anak kecil.

“Kenapa?” tanya Taeyeon, ia kesal, ia berdiri dan meletakkan kedua tangannya di pinggang, dan tidak ada yang Sehun benar-benar ingin lakukan selain mendorong Kim Taeyeon ke meja dan bercinta dengannya.

“Kau siapa? Apa hak-mu atas kehidupan pribadiku?” kata Taeyeon penuh emosi.

“Apakah kau benar-benar mencintai Kim Bum?”

Taeyeon langsung diam.

“Apakah dia seberarti itu bagimu, hingga kau sudi memberinya kesempatan?”

Taeyeon masih diam.

“Apakah hubunganmu dengannya akan membaik dengan kau membohongi perasaanmu sendiri yang sebetulnya tak menginginkan dia lagi? Kau hanya beralasan dengan mencoba berhubungan dari awal dengannya untuk memastikan kau masih mencintainya atau tidak, tapi sebenarnya kau tidak. Kau tahu hatimu tidak menginginkannya lagi”

Sehun menghela nafas.

Taeyeon tetap diam.

Karena apa yang dikatakan Sehun benar—semuanya benar. Ia hanya mencari alasan untuk menunda penolakannya terhadap Kim Bum, ia sudah jelas-jelas tidak mencintai Kim Bum lagi.

Sehun menarik tangan Taeyeon yang berada di depannya, lalu digenggamnya erat—hangatnya genggaman itu menjalari permukaan kulit dan merangkak naik mencapai wajah Taeyeon. Ia suka kala tangan Sehun yang berukuran dua kali lebih besar dari tangannya serta jarinya yang panjang itu merengkuh semua permukaan tangannya—terasa pas dan hangat.

Sehun menempatkan tautan tangan itu ke dadanya. Taeyeon bisa merasakan degupan jantung Sehun melalui kulit tangannya—degupan jantung itu serta-merta mengalir ke jantungnya, menular—ikut berdebar dan memanas. Taeyeon berusaha menarik tangannya lepas, namun Sehun tidak mengijinkannya, dia semakin erat menempelkan tangan gadis itu di dadanya.

“Kau tahu—aku yang tersiksa atas semua ini, Kim. Aku tak suka melihat kau bersamanya”

Sehun menangkap mata hazel yang sedang intens memandanginya. Sehun belum pernah sedekat ini dengan Taeyeon, jarak 15 senti sangat cukup untuk melihat kedalaman mata wanita cantik ini. Taeyeon diam terpaku mendengar pernyataan Sehun—hal yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.

Sehun memiliki mata gelap yang dingin namun semburat cokelat di titik matanya membuatnya sangat menawan—dia tampan. Dari jarak sedekat ini dan ditambah cahaya senja dari jendela besar ruangan mereka membuat garis wajah Sehun seratus kali lebih tampan. Hatinya sempat menyangkal bahwa Sehun mempunyai pesona yang memikat, tapi matanya mengakuinya.

Sehun mendekat dan menempelkan bibirnya pelan di bibir Taeyeon, hanya sekejap, tidak sampai dua detik kemudian menariknya lagi.

“Aku menyukaimu” kata Sehun kemudian mencium Taeyeon lagi dan menarik bibirnya lagi.

“Entah sejak kapan tepatnya, tapi atensiku tak pernah mau berpaling darimu” kata Sehun kemudian mencium Taeyeon lagi dan menarik bibirnya lagi.

“Dan aku tidak ingin Kim Bum mengambilmu dariku” kata Sehun kemudian mencium Taeyeon dan menarik bibirnya lagi. Ia melihat ke mata hazel yang ada di depannya.

Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa, Oh Sehun baru saja menciumnya, Oh-Sialan-Sehun, menciumnya. Mereka berdua baru saja berciuman. Oh My Hell!

Sehun mengeliminasi jarak mereka lagi. Taeyeon mengantisipasi apa yang akan terjadi, dia memejamkan mata dan kemudian sesuatu yang dingin dan basah menyentuh bibirnya, mengusapnya lembut disertai dengan nafas hangat yang menyentuh hidungnya.

Sehun telah menciumnya dan entah mengapa Taeyeon menginginkannya. Sehun memperlakukan ciuman itu dengan hati-hati, bergairah tapi tidak tergesa-gesa, lembut tapi menuntut. Taeyeon gagal mengontrol dirinya, dia membalas ciuman itu, ikut mengecap bibir Sehun.

Kegiatan itu berlangsung selama beberapa menit. Mereka tidak khawatir kehabisan oksigen karena mereka berbagi nafas. Taeyeon belum pernah disentuh seperti itu—dicium seperti itu. Darahnya berdesir.

Tangan Sehun mulai mengusap wajahnya, menyentuh telinganya, mengurai rambutnya dengan jemarinya lalu berlari bermain di sekitar punggungnya dan mendekapnya erat. Tangan mereka tetap bertautan diantara dada masing-masing, saling merasakan jantung yang berdegup kencang menahan laju emosi.

Tangan Taeyeon mulai hinggap di leher Sehun. Dua-duanya sama-sama tak mau melepaskan, tetap berciuman intens dan kini lebih menuntut lebih dalam, lidah Sehun mulai menjalar mencari lawannya dan serta-merta dipilin setelah lidah mereka bertemu. Indah dan bergairah.

Bunyi decak mengakhiri kegiatan mereka. Sehun yang menyudahi lalu menatap mata Taeyeon kembali—tatapan yang Taeyeon tidak mengerti artinya. Sehun merangkul leher Taeyeon agar kepalanya sedikit menunduk, Sehun mengecup mata Taeyeon yang otomatis terpejam lalu kecupan itu pindah ke dahinya, telinganya dan lehernya. Sehun tersenyum mendengar wanita itu melenguh setelah hisapan kecil dilehernya menghasilkan sepasang kissmark yang patut dibanggakan.

“Sehun…”

“Hn…” matanya kembali ke mata Taeyeon.

“Siapa yang mengizinkanmu menciumku?” tanya Taeyeon kehabisan nafas.

“Aku tidak perlu izin” jawab Sehun pelan, kening mereka bersentuhan, tangan Sehun masih melingkar di pinggang Taeyeon, dan tangan Taeyeon masih berada di leher Sehun.

“Kim Taeyeon, aku menyukaimu” Sehun mengulangi perkataannya lagi.

Taeyeon melihat ke mata kelam di depannya, ia bisa merasakan jantungnya berdebar, ada kupu-kupu di perutnya yang terbang tidak beraturan. Tidak bukan kupu-kupu, tapi kelelawar, ada sekawanan kelelawar terbang tidak beraturan di perutnya. Luar biasa.

Taeyeon tidak menjawab. Ia mencium Sehun lagi.

✿ ✿

Taeyeon merebahkan badannya di tempat tidurnya, ia masih menggunakan setelan kantornya, sepatunya bahkan masih terpasang. Taeyeon tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Ia dan Sehun baru saja menghabiskan waktu bermenit-menit untuk berciuman di ruangan mereka. Untung Taeyeon segera menyadari apa yang mereka lakukan lalu melepaskan tangannya dari leher Sehun kemudian segera pergi.

Kenapa Sehun menciumnya? Membuat semua bertambah rumit saja.

Taeyeon menutup kepalanya dengan bantal. Oh Sehun baru saja mengatakan bahwa ia menyukainya dan tidak ingin dirinya kembali berhubungan dengan Kim Bum.

Apa yang harus dilakukan Taeyeon sekarang?

Taeyeon berpikir, apa ia masih mencintai Kim Bum?

Bahkan hanya dalam waktu satu hari ini saja ia tahu bahwa perasaannya tidak lagi sama. Ia tidak lagi mencintai Kim Bum. Lalu apa ia mencintai Oh Sehun? Oke, ‘mencintai’ sepertinya terdengar sedikit muluk, mereka baru dekat beberapa hari, belum sampai satu bulan bahkan, tapi Sehun berkata bahwa ia menyukainya.

Tapi, apa ia menyukai Sehun juga?

Iya.

Oh Sehun menyukai Kim Taeyeon, dan Kim Taeyeon juga menyukai Oh Sehun. Taeyeon menyukai Sehun. Lalu apa yang harus dilakukannya sekarang?

✿ ✿

Kim Bum sedang memeriksa laporan perusahaan ayahnya. Sebelum ini, perusahaan mereka dikelola oleh kakeknya, sementara ayahnya bekerja sebagai karyawan Pemerintah. Tiga tahun belakangan ini karena kesehatan kakeknya menurun maka ayahnya yang mengambil alih perusahaan.

Dua tahun yang lalu Kim Bum pergi dengan perjanjian bahwa ia akan membantu mengurus perusahaan sekembalinya ia dari perjalanan. Kim Bum tidak menyangka ia akan menghabiskan waktu dua tahun untuk berpetualang, ia tidak menyadarinya tapi kemudian waktu sudah berlalu begitu saja.

Ia tidak menyesali kepergiannya, tidak sama sekali. Kim Bum melihat sisi dunia yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, ia pergi ke Benua Australia dan Benua Eropa, ke negara-negara menakjubkan yang selama ini hanya di dengarnya atau dibacanya dari buku. Tapi tak seharipun ia tidak merindukan Kim Taeyeon. Satu-satunya yang disesalinya adalah ia tidak mengajak Taeyeon bersamanya, dan sekarang gadis itu sepertinya tidak lagi mencintainya. Kim Bum bisa merasakannya, senyuman Taeyeon tidak lagi sama, caranya bicara, caranya tertawa. Kim Bum tahu ia sudah tidak mengisi ruang hati Taeyeon lagi. Tapi Kim Bum akan terus berusaha, berusaha agar Taeyeon mau kembali padanya.

Kim Bum menghela nafasnya melihat laporan perusahaan mereka, Kim Bum tidak menyangka perusahaan mereka bisa menjadi sebesar sekarang, setelah jatuhnya Perdana Menteri Oh perusahaan mereka yang bergerak di bidang yang sama dengan Oh Enterprise mengalami kemajuan pesat.

Banyak dari klien Oh Enterprise yang beralih ke perusahaannya disebabkan karena image keluarga Oh yang menjadi sangat negatif, dan meskipun secara keseluruhan perusahaan milik keluarga Oh masih menguasai pasar, pangsa pasar perusahaan Kim Bum meningkat hampir 70%.

Kim Bum menguap, ia sudah terlalu lama duduk di kantor dan sepertinya sudah nyaris tidak ada karyawan yang masih berada di kantor. Kim Bum merapikan berkas yang ada di mejanya lalu berjalan keluar dari ruangannya.

“Akhirnya kau keluar juga” kata Oh Sehun yang duduk di ruang tunggu di depan ruangannya.

Kim Bum menaikkan sebelah alisnya, apa yang dilakukan Oh Sehun di kantornya? Duduk dengan mengangkat kedua kaki di meja dan bertingkah sangat angkuh.

“Ada perlu apa Oh?” tanya Kim Bum berjalan mendekat.

“Aku hanya ingin memperingatkanmu tentang beberapa hal” kata Sehun berdiri.

“Tentang Taeyeon?” tanya Kim Bum menduga.

Sehun menyeringai, “Betul sekali” ucapnya penuh percaya diri, “Aku tahu kau dan Taeyeon punya sejarah, tapi ia sudah tidak mencintaimu lagi, dan jangan berpura-pura kau tidak menyadarinya. Jadi selagi aku masih memperingatkanmu baik-baik sebaiknya kau melupakan Taeyeon”

“Kau menyukai Taeyeon?” tanya Kim Bum.

“Bukankah sudah jelas?” tanya Sehun.

Kim Bum tertawa, “Apa kau pikir kau akan mendapatkan Taeyeon dengan mudah? Apa kau pikir aku akan duduk diam karena kau datang dan mengancamku? Apa kau pikir Taecyeon dan Myungsoo akan membiarkan anak-mantan-penjahat mendekati sahabat mereka?” tanya Kim Bum.

Sekarang giliran Sehun yang tertawa, “Apa kau pikir Taeyeon akan membiarkan orang lain menentukan hidupnya? Apa kau pikir Taeyeon berpikiran seperti orang kebanyakan? Taeyeon tidak akan membiarkan statusku sebagai Anak-Mantan-Penjahat menghalanginya jika ia memang menyukaiku” balas Sehun angkuh.

“Mari kita lakukan ini seperti laki-laki sungguhan, Oh!” kata Kim Bum berusaha menjadi pria dewasa, “Kau menyukai Taeyeon? Aku tidak bisa melarangmu, maka biarkan Taeyeon yang memutuskan”

Sehun tersenyum penuh kemenangan, “Tentu, biarkan Taeyeon yang memutuskan” lalu ia berjalan pergi.

FLASHBACK

Sehun tidak yakin apa ia masih hidup apa sudah mati, tapi seandainya sudah mati-pun pasti ia sekarang berada di surga. Sehun mempererat tangannya di pinggang Taeyeon, bibir mereka berdua bergerak dengan cara-cara yang tidak dimengertinya. Sehun tidak tidak ingin berhenti minum dari sumber air ini, Ia merasa seperti pengembara di padang gurun yang menemukan sumber air.

Taeyeon tiba-tiba menarik nafasnya. Sehun melihat mata cokelat di depannya. Sehun bisa melihat kalau Taeyeon sepertinya tidak percaya apa yang baru saja mereka lakukan. Taeyeon menarik dirinya dari pelukkan Sehun lalu menutup mulutnya kaget.

“Astaga” katanya shock, “Sehun, apa yang baru saja kita lakukan?” tanya Taeyeon benar-benar tidak percaya, “Maafkan aku” kata Taeyeon lalu langsung pergi, ia megambil tasnya lalu berlari keluar ruangan.

Sehun diam. Apa Taeyeon menyesali apa yang baru saja mereka lakukan? Apa yang harus ia lakukan, mengejar Taeyeon atau…?

FLASHBACK END

✿ ✿

“Seol-a…” kata Taeyeon memohon agar temannya itu datang kerumahnya sekarang juga, “Ayolah, aku sangat membutuhkan nasehatmu, tapi aku tidak bisa membiarkan Taecyeon mendengar pembicaraan kita”

Ia sedang membuat makan malam sambil menelepon Seolhyun yang menggunakan ponsel Taecyeon.

“Umm, baiklah Tae, aku akan datang setengah jam lagi oke?” kata Seolhyun.

“Oh, terimakasih banyak…” kata Taeyeon benar-benar berterimakasih. Ia melanjutkan membuat makan malamnya, beberapa menit setelah selesai, ia kemudian menunggu Seolhyun dengan sabar di sofa ruang tamu.

“Ada apa, Tae?” tanya Seolhyun begitu ia sampai di apartemen sahabatnya.

Taeyeon menarik wanita hamil itu duduk di sofanya yang paling nyaman, ia kemudian menghidangkan roti isi daging, salad sayur dan waffle yang tadi dibuatnya untuk makan malam untuk Seolhyun.

Seolhyun mulai makan sambil mendengarkan cerita Taeyeon. Taeyeon menjelaskan semuanya. Bagaimana Sehun mulai bersikap baik padanya, bagaimana Sehun dan ia mulai dekat, bagaimana ia ingin sekali mencium Sehun saat mereka pulang dari McDonald, bagaimana Sehun terlihat cemburu karena ia dan Kim Bum makan siang bersama. Dan bagaimana Sehun akhirnya mengatakan bahwa ia menyukai Taeyeon. Terakhir, bagaimana mereka berciuman di kantor tadi.

Seolhyun tersedak makanannya saat Taeyeon menceritakan bagian terakhir.

“Jadi kau baru saja berciuman dengan Oh Sehun? Kemudian kau pergi kabur begitu saja?” tanya Seolhyun dengan mulut penuh roti.

Taeyeon mengangguk.

“Oh, Taeyeon kau pasti sudah gila, bagaimana jika seseorang menciummu lalu kabur begitu saja? Sehun pasti sekarang sedang sakit hati” kata Seolhyun berlebihan, meletakkan tangannya di dadanya, seakan-akan ia yang terluka.

Taeyeon berpikir sebentar, apa ia baru saja menyakiti perasaan Sehun?

Seolhyun menghabiskan sendok terakhir dari salad sayurnya kemudian meletakkan piringnya ke meja, menarik nafasnya lalu menggeleng melihat Taeyeon.

“Apa kau menyukainya?” tanya Seolhyun.

Taeyeon mengangguk pelan.

“Lalu dimana masalahnya? Taeyeon-a, sebagai wanita cerdas di usiamu kau terkadang bisa sangat bodoh” kata Seolhyun mencubit lengan Taeyeon.

“Yak!” sahut Taeyeon menggosok lengannya yang dicubit Seolhyun.

“Kalau kau menyukai Oh Sehun, dan Sehun juga menyukaimu lalu dimana letak masalahnya? Kim Bum? Itu resikonya, siapa suruh dia pergi? Bukan salahmu kalau kau tidak mencintainya lagi dan kemudian move-on” kata Seolhyun, “Berhentilah memikirkan perasaan orang lain dan lakukan apa yang membuatmu bahagia!”

“Tapi aku tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa aku tidak mencintai Kim Bum lagi. Aku akan melukai perasaannya, Seol” jawab Taeyeon menjelaskan.

“Itu resiko dalam percintaan, Tae. Kau tidak bisa berharap semua orang bahagia, pasti ada yang terluka”

Taeyeon menghela nafasnya, “Aku tidak bisa pergi dan mengatakan pada Kim Bum bahwa aku tidak mencintainya lagi, dan aku juga tidak bisa langsung melompat ke pelukkan Oh Sehun lalu mengatakan aku juga menyukainya”

“Kenapa tidak bisa?” tanya Seolhyun tidak mengerti.

“Karena itu tidak mungkin, Seol” kata Taeyeon lagi.

“Aku tidak habis pikir, kenapa jalan pikiranmu rumit sekali?” keluh Seolhyun.

Taeyeon menghela nafasnya.

✿ ✿

Sampai akhir minggu itu Taeyeon terus menghindari Sehun dan Kim Bum. Tidak membiarkan kedua pria itu mendekatinya dan bicara dengannya.

Taeyeon menggunakan mobil pribadinya untuk pergi dari apartemen ke Pemerintahan agar Kim Bum tidak mengantarnya, saat pulang ia juga langsung melesat pergi sebelum salah satu dari mereka berdua sempat mencegatnya.

Saat jam makan siang, Taeyeon langsung pergi untuk makan siang dengan Myungsoo dan Taecyeon, menghindari Sehun. Meskipun dua sahabatnya itu masih belum minta maaf atas kejadian tempo hari, tapi Taeyeon sedang terdesak sehingga akhirnya ia yang terpaksa bicara pada mereka duluan.

Sehun nyaris mencegatnya hari Jumat, untung saja Taecyeon muncul dan memanggilnya. Taeyeon segera berlari menghampiri Taecyeon dan pergi meninggalkan Sehun.

Sehun tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Taeyeon membuatnya gila. Sebenarnya bagaimana perasaan perempuan itu padanya? Kenapa waktu itu Taeyeon membalas ciumannya lalu keesokan harinya bertindak seperti mereka tidak kenal satu sama lain.

Satu hal yang bisa membuat Sehun menahan dirinya adalah karena ia tahu bahwa Taeyeon juga bertingkah seperti itu pada Kim Bum. Beberapa kali Kim Bum datang dan mendapat perlakuan yang sama seperti dirinya. Taeyeon mengacuhkan mereka berdua.

Ada beberapa teori yang berputar dalam pikiran Sehun,

1. Kim Taeyeon tidak menyukai salah satu diantara mereka berdua.
2. Kim Taeyeon menyukai Sehun
3. Kim Taeyeon menyukai Kim Bum
4. Kim Taeyeon menyukai mereka berdua.

Satu hal yang Sehun tahu pasti. Kim Taeyeon wanita yang rumit.

✿ ✿

Sehun terpaksa menghadiri pesta keluarga Jung. Sekarang ia duduk di bar seperti orang bodoh sementara orang-orang menikmati pesta.

Tadinya Sehun sudah tidak ingin datang, tapi ia merasa tidak enak pada akhirnya. Lagipula ibunya memintanya datang baik-baik.

“Sehun-a!” Seseorang menepuk pundaknya.

“Nichkhun?” tanya Sehun tidak percaya siapa yang dilihatnya.

“Hey!” Nichkhun berseru, “Aku rindu padamu” kata Nichkhun lalu memeluk Sehun.

“Hey hey… Lepaskan aku, sejak kapan kau bertingkah seperti perempuan” kata Sehun tidak ingin dipeluk lama-lama oleh Nichkhun.

Nichkhun tertawa, “Kau tidak berubah” Kata Nichkhun.

“Kapan kau kembali ke Korea?” tanya Sehun.

“Aku baru tiba kemarin malam” kata Nichkhun menjawab, ia sudah duduk di samping Sehun dan baru memesan minuman pada bartender.

“Apa yang membuatmu kembali? Kau kembali untuk menetap atau hanya singgah?” tanya Sehun.

“Aku akan menjawabnya nanti” jawab Nichkhun tidak begitu ingin membahas kehidupannya, ia lebih penasaran akan kehidupan Sehun, “Katakan padaku!” kata Nichkhun memulai, “Apa yang kau lakukan disini? Duduk sendirian seperti pria kesepian”

Nichkhun tahu Sehun bukan tipe pria yang akan datang ke pesta seorang diri. Ia bahkan mengira bahwa Sehun akan terus berdiri di samping Krystal sepanjang acara, tapi anehnya Sehun malah duduk disini.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin duduk dan minum” kata Sehun menjawab.

Nichkhun menyipitkan matanya, “Apa kau sudah punya seorang perempuan sekarang?” tanya Nichkhun menduga.

Sehun menghela nafasnya.

“Oh Astaga! Ini sangat menarik. Kau jatuh cinta pada seorang perempuan!” kata Nichkhun menepuk pundak Sehun, “Aku bahkan tidak menyangka kau punya hati” tambahnya lalu tertawa.

“Sial” desis Sehun.

“Ayolah, kita pergi dari sini!” kata Nichkhun, “Aku ingin minum kopi dan kau harus menceritakan siapa perempuan yang akhirnya berhasil menaklukan hati Our Ice Prince” kemudian Nichkhun menyeret Sehun pergi dari pesta tidak penting ini.

✿ ✿

“Taeyeon?” tanya Nichkhun tidak percaya, “Maksudmu Kim Taeyeon? Gadis pirang dari kelas sosial bawah yang sangat pintar tak terkalahkan? Yang satu paket dengan Taecyeon dan si sialan Myungsoo itu?”

“Well, jika kau meneriakkannya seperti itu maka semua orang akan tahu tentang hal ini dalam kurun waktu lima detik” kata Sehun mendelik.

“Oh, maafkan aku” kata Nichkhun memelankan suaranya, “Tapi, serius? Kim Taeyeon?” kata Nichkhun masih sulit percaya.

FLASHBACK

“Ku rasa Sehun menyukai Kim Taeyeon” kata Chanyeol berbisik.

“Jangan bercanda” sergah Nichkhun masih sibuk makan.

“Kau tidak melihat bagaimana cara Sehun memperhatikan Kim Taeyeon? Seperti siap menerkam kapan saja” kata Chanyeol lagi.

“Mungkin karena Sehun membencinya” ujar Nichkhun akhirnya memperhatikan Sehun yang memang sedang melihat ke arah meja seorang gadis yang sedang makan dengan teman-teman kelas rendahannya.

“Berbeda Nichkhun-a!” kata Chanyeol, “Ada sesuatu dengan cara Sehun menatap gadis itu, ada yang berbeda” lanjut Chanyeol menjelaskan.

Nichkhun mengangkat bahunya, “Jangan berasumsi yang aneh-aneh, kau pikir Sehun akan menurunkan seleranya untuk seorang gadis miskin?” tanya Nichkhun.

Chanyeol melihatnya, “Kurasa kau benar” Chanyeol menyerah akan argumennya.

FLASHBACK END—

“Jika Chanyeol mendengar hal ini ia pasti akan mencaci makiku” desah Nichkhun menceritakan percakapannya dengan Chanyeol waktu di sekolah dulu.

Sehun tertawa pelan, ia meminum kopi panas yang ada di depannya, minum kopi seperti ini jauh lebih menyenangkan daripada mabuk di bar sendirian.

“Aku tidak pernah menyangka akan melihat hari ini, hari dimana Oh Sehun jatuh cinta, terlebih lagi pada seorang musuh bebuyutannya” kata Nichkhun masih sulit percaya.

“Sudahlah Nichkhun-a, kau tidak perlu membuat seisi dunia tahu. Aku masih menjadi pusat perhatian disini!” kata Sehun mulai kesal, “Jadi apa yang menyebabkan kau kembali ke Korea?” tanya Sehun pada Nichkhun, berharap perhatian temannya teralihkan.

“Aku akan menikah” jawab Nichkhun senang.

“Benarkah?” Tanya Sehun terkejut, “Baiklah, siapa perempuan malang yang akan menanggung penderitaan sepanjang hidupnya dengan menikahi pria brengsek sepertimu?” tanya Sehun lagi.

Nichkhun tertawa, “Setidaknya istriku nanti akan lebih beruntung daripada istrimu”

“Jadi, siapa orangnya?”

“Im Yoona”

Sehun menyemburkan kopi yang sedang diminumnya.

✿ ✿

Sehun baru sampai di rumahnya saat Janghyuk sudah menunggunya di depan pintu.

“Kau pergi kemana?” tanya Janghyuk dengan tatapan marah.

“Ke pesta keluarga Jung, tentu saja” jawab Sehun berusaha tetap tenang.

“Ayah Krystal bilang kau menghilang ditengah-tengah pesta! Kemana kau pergi?!” tanya Janghyuk berteriak.

“Aku bertemu dengan Nichkhun dan kami pergi untuk minum kopi” kata Sehun masih tenang, ia tidak ingin membuat ibunya terbangun.

“Jangan bohong!”

“Untuk apa aku bohong?” tanya Sehun mulai terpancing juga amarahnya, “Terserah jika kau tidak percaya! Aku lelah” kata Sehun kemudian berjalan menuju ke kamarnya.

“Sehun-a, kembali kesini! Aku belum selesai bicara! Kau seharusnya mendekati Krystal! Bukannya malah pergi dari pesta tanpa pamit!” teriak Janghyuk meskipun Sehun tetap berjalan menuju ke kamarnya tanpa menghiraukannya.

Sehun masuk ke kamarnya, mengganti pakaian dengan pakaian tidur kemudian memanggil pelayan pribadinya lewat saluran khusus telepon rumahnya.

“Bomi” kata Sehun dan dengan cepat dijawab oleh pelayannya yang kemungkinan sedang berada dilantai bawah.

“Ada yang Tuan butuhkan?” tanya Bomi sopan.

“Aku tidak ingin siapapun menggangguku besok, tidak eomma, tidak juga appa” perintah Sehun, “Apa kau mengerti?”

“Baik Tuan. Bomi mengerti”

“Hanya itu saja, kembali ke pekerjaanmu” kata Sehun seraya memutuskan sambungannya.

Keesokan harinya, Sehun hanya bermalas-malasan di tempat tidur, sepanjang hari, ia hanya membaca buku, kemudian tertidur, kemudian terbangun dan meminta Bomi membawakannya makanan. Lagipula ini hari Sabtu dan ia hanya ingin beristirahat.

Sehun sedang memikirkan nasehat yang di dapatnya dari Nichkhun tadi malam. Apa ia harus mendengarkan nasehatnya atau tidak, bagaimana ia menerapkan nasehat itu pada hubungannya dengan Taeyeon?

Sehun kembali mengingat ciumannya dengan Taeyeon sore itu. Jika seperti itu rasanya mencium seseorang yang kau cintai, maka Sehun tidak akan pernah mau mencium perempuan lain lagi.

Sehun ingat bagaimana Taeyeon melingkarkan tangannya dilehernya, membalas ciumannya. Shit! Ia harus mandi air dingin lagi.

Sekitar pukul empat sore, Bomi muncul di kamarnya.

“Tuan. Ada surat” kata Bomi memberitahu. Sehun bangun dari ranjangnya dan mengambil surat yang diberikan Bomi.

Oh.

Hyunjoong-nim meminta dua orang perwakilan dari Departement kita untuk menjadi panitia Pesta AkhirTahun. Apa kau bisa membantuku?

-KTY-

Sehun membaca sekali lagi isi surat itu. Walau disisi lain ia ingin mentertawakan cara kuno Taeyeon yang mengirimkan surat manual seperti ini padanya dibandingkan menggunakan surat elektronik, tapi yang lebih utama ia bingung harus membalas apa, tentu saja ia ingin membantu Taeyeon, tapi beberapa hari ini gadis itu terus mengacuhkannya dan menghindarinya. Sehun menimbang-nimbang dalam hatinya.

Tentu.

-Oh Sehun-

✿ ✿

Taeyeon menunggu dengan cemas jawaban Sehun, ia sudah meminta bantuan rekan kerjanya yang lain, tapi semuanya menolak dengan berbagai alasan, dan hanya tinggal Sehun yang belum ia hubungi.

Sebenarnya Taeyeon tidak ingin meminta bantuan laki-laki itu, apalagi beberapa hari ini ia terus mengabaikannya.

Saat seseorang mengetuk pintu, jantungnya berdebar. Ia segera membuka pintu dan menerima surat dari kurir kemudian membukanya.

“Tentu?” tanya Taeyeon tidak yakin apa yang baru dibacanya. Tentu? Oh Sehun, pria yang baru saja mengatakan bahwa ia menyukainya, hanya membalas suratnya dengan kata ‘Tentu’?

Taeyeon meremukkan kertas yang dipegangnya dengan tangannya lalu melemparnya ke tempat sampah.

“Oh, Taeyeon! Kau menyedihkan sekali” ujar Taeyeon kemudian menuju kekamarnya untuk mengasihani dirinya sendiri.

Ia yang pertama kali mengabaikan Sehun, dan sekarang giliran Sehun bersikap dingin padanya dan dia yang kesal sendiri. Sebenarnya mauku apa? Pikir Taeyeon kesal.

Saat hampir menangis karena perasaannya yang memang sedang kacau balau, ponselnya yang diletakkan di meja makan berbunyi. Taeyeon berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal. Ada satu notifikasi e-mail.

From : Oh Sehun
Subject : Tiket konser pesananmu

Kim.

Tiket Sir Paul sudah ada ditanganku. Kau dan kedua orangtuamu hanya perlu datang hari Rabu malam.

Taeyeon menghela nafasnya lagi. Bagaimana ia bisa bertemu dengan Sehun, menonton konser bahkan, terlebih lagi dengan kedua orangtuanya.

✿ ✿

Taeyeon dan Sehun menghadiri rapat besar panitia New Year Party pada hari Senin. Mereka berdua duduk bersebelahan di antara banyak orang. Ada sekitar seratus orang di ruangan itu. Taeyeon duduk dan memperhatikan banyak orang di sekitarnya.

Mereka berdua belum bicara satu sama lain saat seseorang lewat di depan mereka, orang itu mundur lagi ketika menyadari bahwa ia baru saja melewati Oh Sehun, kemudian menyapa Sehun.

“Sehun-ssi” sapa orang itu sopan.

Sehun hanya mengangguk kemudian orang itu melanjutkan jalannya. Taeyeon berusaha mengingat siapa orang itu, kemudian ingat bahwa orang yang baru menyapa Sehun adalah wakil kepala bagian Departemen Perhubungan, dua tahun dibawah mereka.

Kemudian tidak lama seseorang menepuk pundak Sehun dari belakang dan menyapanya lagi, lagi-lagi Sehun hanya menganggukkan kepalanya kemudian orang itu pergi. Sebelum rapat dimulai ada kurang lebih tujuh orang yang menyapa Sehun seperti itu. Dan setelah Taeyeon pikir-pikir semuanya adalah lulusan Dongguk, beberapa lebih tua dari mereka, dan beberapa lebih muda. Bahkan beberapa jabatannya setingkat kepala bagian atau wakil kepala bagian.

Terkadang Taeyeon lupa kalau pria disampingnya ini masih seorang Pangeran, entah itu Pangeran sekolah maupun Pangeran di kehidupan sehari-harinya. Bahkan ditempat kerja sekalipun.

“Wow, Oh, kau memang benar-benar seorang Ice Prince” kata Taeyeon sedikit takjub.

Sehun melihatnya dengan tatapan aneh, ia tidak mengatakan apa-apa lalu mereka berdua diam lagi sepanjang rapat berlangsung.

Selama rapat berlangsung Taeyeon terus-menerus melirik Sehun dari ekor matanya, jantungnya berdegup, bagaimana mungkin pria di sampingnya bisa tetap tenang setelah kejadian sore lalu.

Setelah rapat mereka selesai, mereka berdua tergabung dalam Divisi Dekorasi dengan beberapa orang dari Departemen lainnya.

“Sehun-a, kau mau makan siang bersama?” tanya Taeyeon setelah mengumpulkan keberaniannya, ia mulai penasaran tentang kelanjutan hubungan mereka, dan ingin tahu apakah ada kemungkinan untuk memulai sebuah hubungan dengan seorang Oh Sehun.

Sehun tersenyum, “Aku ada janji dengan seseorang”

“Oh…” kata Taeyeon menahan rasa malunya, ia baru saja mengajak Sehun makan siang bersama dan ditolak mentah-mentah.

Sialan. Umpatnya. Semoga wajahku tidak memerah, semoga, semoga!

Sehun bisa melihat bahwa Taeyeon sedikit kecewa dengan jawabannya. “Aku duluan, Kim” kata Sehun pergi.

Taeyeon melihat laki-laki itu pergi dengan mulut terbuka. Sekarang ia tidak ada bedanya dengan perempuan-perempuan lain yang menyukai Oh Sehun. Mau diletakkan dimana mukanya?

Sehun tersenyum sambil pergi menjauh. Kim Taeyeon, I Got You.

Sehun pergi makan siang di restoran dekat Pemerintahan dengan Chanyeol dan Nichkhun. Nichkhun memberinya saran bagaimana cara mendapatkan Kim Taeyeon. Nichkhun meyuruhnya menggunakan trik tarik-ulur.

Dia memang Ice Prince yang dapat memikat siapapun. Ia bisa mendapatkan perempuan manapun, sedikit sekali perempuan yang menolak untuk tidur dengannya, bahkan mereka yang datang memohon pada Sehun. Tapi untuk masalah cinta? Mungkin anak laki-laki berumur 10 tahun lebih berpengalaman daripada dirinya.

Dan Nichkhun memang benar. Kim Taeyeon bukan tipe perempuan yang mudah di dapatkan, ia tidak bisa menggunakan modal tampangnya saja, atau hartanya saja, atau statusnya saja. Jika ia benar-benar menginginkan Kim Taeyeon, maka ia harus berusaha keras, membuat Taeyeon jatuh akan pesonanya. Pesona seorang Oh Sehun, tak ada yang bisa menolaknya sejauh ini.

“Bagaimana? Kau sudah melakukan seperti apa yang kuberitahu?” tanya Nichkhun saat Sehun datang dan duduk di depannya dan Chanyeol.

Sehun mengangguk.

“Benarkan Nichkhun-a!” sahut Chanyeol tidak bisa berhenti tersenyum, “Sehun memang menyukai Taeyeon”

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Sehun pada Chanyeol.

“Kurasa karena kau terus menerus melihatnya saat di ruang besar sekolah, setiap makan pagi atau siang atau malam seperti siap menerkamnya kapan saja”

“That Obvious?” tanya Sehun, tidak percaya Chanyeol menyadarinya.

Sehun dan kedua temannya bicara banyak hal, Nichkhun terus-menerus memberitahunya bahwa ia harus menarik-ulur Taeyeon seperti seorang Pofessional.
Nichkhun memaksa Sehun untuk tetap cool selama beberapa hari, agar Taeyeon penasaran.

“Akhir minggu ini dia akan datang sendiri padamu, Sehun-a!” kata Nichkhun penuh percaya diri.

To be continue






BACA! ADA PEMBERITAHUAN PENTING!

NOTE : Annyeong! I’m back…. Maaf yaa update nya lama, karena jujur aja aku kurang semangat:( Um, gimana dengan chapter ini? Membosankan? Yah, maaf. Aku tahu kalian menyangka chapter ini ada NC nya, tapi ternyata belum ada. Memang belum bisa diadakan, belum saatnya. Tapi pasti ada.
Bahas sedikit komentar, Kim Bum mana yang author pake di karakter ff ini? Kim Bum yang pernah main di BBF, yang pasangannya Gaeul.
Epilog money apa kabar? Belum aku buat, readers. Jujur aja aku lagi banyak pikiran.
Krystal pemeran anatgonisnya? Nanti krystal ada konflik ga sama taeyeon? Itu pasti.
Ada komentar yang buat aku tertarik, readers pada ngilang karena aku ga nyimpen adegan NC nya diawal chapter, kalau aku mengawali ff ini dengan NC mungkin readers pada bejibun yah yang komentar hihihi…. Lain kali aku akan menggunakan trik ini, wkwk. Tapi ga selalu ff itu menjadi menarik dengan konten NC nya. Kalau kalian cerdas, coba perhatikan gaya bahasa author untuk cerita tersebut. Dari situlah poin terpentingnya. Tapi kalau readers maunya hanya NC NC dan NC aku bisa buat beberapa oneshoot atau twoshoot bergenre NC. Asal kalian mau aja baca n komentarnya.
Hihi, bisa-bisa aku jadi author spesialis NC, 😆

Kalau mau request, bisa chat aku langsung oke…
Oh, ya. Aku rencananya pengen ngadain First Give Away di ATSIT. Tapi mau izin dulu ke owner dan minta pendapat readers juga. Kalau kalian setuju aku bakal mulai… GA album SNSD n Taeyeon. Tapi bukan album keluaran terbaru, tapi album seperti album ‘I’ n ‘PARTY’ dan beberapa merchandies KPOP khusus SONE.

Segitu dulu aja, komentar yaa kalau kalian mau aku ngadain GA disini. Syarat & Ketentuan akan diberikan secara bertahap bersamaan dengan publishnya ff ini. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Bye🙌

Advertisements

47 comments on “DESTINY (Chapter 5)

  1. sehun rencana mau nikung kimbum nihh 😄 wkwk parah, ayo thor semangat buatnya biar yg baca semangat juga, aku tunggu next chapnya

  2. Tikungan tajam nih sehun mulai beraksi😁aku makin tertarik sama jalan pikiran nya taeyeon itu gimana,setiap eon bikin ff karakter taeyeon itu bener bener bikin kesel dan sulit ditebak dan itu jadi poin utama yang bikin aku penasran sama kelanjutan ff ini,soal NC gk usah diambil pusing eon karna kalo isi nya NC doang ntar jadi kayak ff bokep dong😅 semangat terus jangan mikirin komen yang penting masih ada yang setia nunggu ff mu wallo hayanya segelintir orang😘 semangat💪💪

    Btw aku tunggu GA nya🤣🤗

  3. Sehun ceritanya sengaja bikinbikin taeyeon bertanya tanya sama sikapnya hahaha yaudah seyeon jadian aja gih cepet cepet😁 okay next chapter ditunggu

  4. udah lama nungguin, akhirnya update jugaaa 😂 kirain udah jadian abis ciuman:( taeyeon sehun sweet moment nya greget bgt. ditunggu thor kelanjutan nya klo bisa jgn lama2 lagi hehe 😂😂😂 author baik bgt sihh ngadain give away 😍🙆💕

  5. Asek sehun sekarang mainnya tarik ulur euy… Good boy lanjutkan hun buat taeng tak berdaya..😂😂..dan buat krystal ama kim bum gak bisa ganggu hubungan taeng ama sehum 😈😈..gak sabar nunggu kelanjutannya.. Next fighting thorr…

  6. Si kim bum suruh pergi lagi aja. atau sekalian jgn. balik2 lagi.
    Aiissshhh, taeyeon masih bingung sendiri deh. Tuh kan ditarik ulur sama sehun,kekek
    Nxt chp ditunggu^^

  7. tau² chanyeol muncul 😂😂
    Dari awal baca ini ff, kukira juga kimbum ex sj 😂😂
    Ditunggu next chapter :))
    Ditunggu giveaway nya juga 😂🔫
    Semangat author~~

  8. Konflik nya padahal bagus, cmn mungkin ya kebanyakan cast nya jd kurang fokus k cast utamanya lol. Tp seriusan udah bagus kok, meskipun cast lain munculnya ga sering bgt. Hehe
    Omg, mereka kisseu. Curiga next chapter bakal lebih dr kiss hehe

  9. Wahh sehun trik nya cerdas bgt,bikin taeyeon penasaran wkwkwk
    Next thor penasaran kelanjutannya 😂
    Ditunggu GA nyaa yaa 😁

  10. Aku suka cara Sehun yang frontal
    Taeyeon malu malu kucing nih
    Akhirnya dia sendiri yang malu ngajak makan Sehun .sehunnn ga mau
    Eonnie boleh tuh ff NC oneshoot atau twoshootnya
    Tapi main cast nya sehun Taeyeon nya eonnie
    Ditunggu next chapter
    Jangan lamanya eonnie 😊😊

  11. Tenyata sehun suka taeyeon dr jaman dlu…
    Wuahhhh bayakin moment huntae dong thornim..
    Fughtaeng!!!
    Dtggu jg epilog money and give away nya…

  12. seru.. thorrr
    taeyeon dibikin penasaran ama sehun??
    banyakin moment sehun taeyeon thorr..
    ditunggu nextnya fighting

  13. halah thoooorrr……. yang penting update-an sama ada komentarnya thoorr. belum muncul NC juga gapapa ah,, tetap bagus kok. dibuat penasaran itu malah yang ditunggu2.

    semangat wae lah thor ^^ saya tetap tunggu update-an dan ff mu yang lain kok.

    btw
    hun-tae moment nya bikin deg deg serrr. hahahha….
    berharap kim bum gak nekad lagi. iyeeewww mundur aja deh kamu sanah. wkwkkw

    fighting, thor ^^ love you!

  14. aku sih ga masalah mau NCdidepan atau ga,. soalnya ceritanya aja udh bikin seru,klo ada NC di awal nnt geregetnya ilang deh,. duhhh sehun udh mulai beraksi makin seru aja nih,. tinggal tunggu taeyeonnya pekaan sama perasaan sendiri deh,.
    semangat athor next chapt nya updatesoon ya..

  15. Wauw…taehun kisseu…
    Sehun pake trik tarik ulur ya..kayak main layangan aja..hehe
    ceritanya bagus thor,,penasaran sma next chapter..
    Jangan lma2 update nya ya thor..
    Di tnggu next chapter nya..
    Semangat authornim..
    Fighting..

  16. Gpp kali thor gk munculin NC jg klo diawal awal apalagi mereka kan blm pacaran masa tiba tiba disuruh anu, sepertinya yg minta hanya terlalu nafsu 😂, buat tae sm hun nya pacaran duluu klo mau wkwkwk itu pendapat aku aja sih.. pokoknya yg terbaik aja deh thor buat ff nyaa , dan semoga ty sm hun udh pacaran di chap selanjutnya 😅

    Ditunggu lanjutannya thor..
    Fighting..

  17. Tuhkan taeyeon udah ga suka lagi sama kim bum tuhh
    Taeyeon sadar juga ya kalo dia suka sama sehun hehe
    Astaga mereka berdua kisseu di kantor aduhhh nanti kalo ada yg liat gimana itu wkwk
    Cepet munculin konflik tae ama krystalnya ya thor biar greget gitu hehe
    Duhh boleh juga tuhh, jd author spesialis nc wkwk
    Taktiknya tarik ulur eaaa
    Stay cool hun 😂😂
    Ditunggu next chapternya thor

  18. Aneh mnurutku klo tiba2 langsung nc klo mereka dlunya dikenal musuhan kecuali ini crita alur mundur.. wahh oneshoot atau twoshootnya boleh tuh thor

    Ditunggu chapter selanjutnya!^^

  19. Pingback: DESTINY (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Hehehe si sehun pake cara tarik ulur…
    Dan sepertinya taeyeon kepancing….
    Perasaan taeyeon ke sehun akhirx tumbuh

  21. Waaaahhhh,…akirnya. Q sempat baca jga…
    Suka deh ama trik a Sehun, trik tarik ulur.😄😄bisa d terapkan nih..
    Btw Oneshoot NC boleh jga unie😄😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s