Secret: I Can See Your Sincerity (Chapter 1)

Special series (스페셜시리즈)

SECRET: I CAN SEE YOUR SINCERITY (시크릿:

너의성실을볼수있어)

Author : Zuma

Poster : Zuma

Rating : 15+

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, Comedy

Main Cast : G-Dragon of BIGBANG – Taeyeon of Girls’ Generation

Welcome to readers in my Fan Fiction 🙂

Preview: Prolog

***

Kupu-kupu beterbangan kesana kemari di sebuah taman belakang rumah.

Seorang gadis berambut panjang dengan balutan gaun krem panjang keluar dari rumah putih nan besarnya. Ia menampakkan wajah ceria dan cerahnya saat halamannya yang penuh bunga memenuhi pandangannya.

Gadis yang memiliki tubuh mungil dengan innocent face itu sedikit berlari menuju halaman dan melihat dari dekat kupu-kupu yang beterbangan mengitari bunga. Ada satu kupu-kupu yang menarik perhatiannya, kupu-kupu kecil berwarna putih.

Ia terus mengamati kupu-kupu tersebut hingga tangan kanannya mengulur tanpa ia sadari. Seolah tahu apa maksud gadis itu mengulurkan tangannya, kupu-kupu yang juga mungil itu merendah dan dengan perlahan bertengger di jari telunjuk si gadis yang tersenyum senang saat kupu-kupu putih yang ada dihadapannya bersedia menaiki telunjuknya. Ia semakin mengamati dari dekat dan dapat melihat sinar yang memancar di sekeliling kupu-kupu indah itu.

Taeyeon - I

“Ah… Kau tidak cantik sama sekali,” cibir si gadis. Ia terdiam beberapa saat untuk kemudian melanjutkan, “Baiklah. Aku, Kim Taeyeon mengaku kupu-kupu putih bersinar yang ada dihadapanku ini sangat cantik dan menawan. Kau juga lucu.”

Gadis bernama Kim Taeyeon itu mengatakannya dengan lembut dan tulus.

Dengan perlahan, sebuah sinar putih berkilau kembali memancar. Namun, kali ini bukan berasal dari kupu-kupu melainkan dari mulut Taeyeon. Dari mulutnya tidak hanya sinar, bersamaan dengan itu juga keluar seekor kupu-kupu berwarna putih lalu terbang perlahan dan sang kupu-kupu nampak senang. Hampir sama dengan kupu-kupu yang masih setia bertengger di telunjuknyanamun, kupu-kupu yang baru saja keluar dari mulut Taeyeon lebih indah dan lebih bersinar.

“Itulah ketulusanku,” batin Taeyeon lalu kembali tersenyum. “Aku selalu mengeluarkan kupu-kupu yang bersinar saat aku mengatakan sebuah ketulusan. Aku menyadari ini sejak kecil. Awalnya, aku tidak tahu apa arti kupu-kupu yang keluar dari mulutku. Tapi, ibu memberitahuku arti warna kupu-kupu yang keluar dari mulutku. Karena, setiap ketulusan yang kuucapkan berbeda jenisnya.

Jika aku mengeluarkan kupu-kupu berwarna putih beserta sinarnya seperti yang ku alami baru saja artinya ketulusan untuk bicara semua hal yang berhubungan dengan alam kecuali manusia. Warna biru akan keluar saat aku mengungkapkan ketulusan pada manusia. Saat berbicara ketulusan dengan ibu maka kupu-kupu merah yang keluar. Untuk ibu berbeda dengan manusia lain. Aku tidak tahu pasti alasannya tapi, kukira karena beliau adalah ibuku dan merupakan salah satu orang dari keluargaku yang dapat melihat kupu-kupu keluar dari mulutku.

Dan, terakhir adalah warna yang membuatku cerah setiap kali keluar dari mulutku. Bukan karena kata-kata tulusku tapi, kupu-kupu itu memiliki warna yang membuatku tidak ingin berpaling darinya. Sedikit merasa lucu tapi aku menyukainya. Kupu-kupu itu berwarna pink saat aku mengatakan ketulusan terhadap sebuah… cinta. Cinta? Aku bahkan tidak begitu paham dengan itu. Tapi, kenapa aku sering mengeluarkan kupu-kupu warna pink itu?

Kupu-kupu berwarna dariku ini hanya bisa dilihat oleh ibu dan keluargaku. Pada awalnya, aku risih dengan keadaan kemampuanku. Tapi, aku dan ibu selalu meyakinkan diriku bahwa ini adalah takdir dan aku akan menikmati ini seiring berjalannya waktu. Jadi, yang saat ini ada dipikiranku adalah menikmati kupu-kupu ku.

Tapi, semenjak hari ini, aku yang selalu menikmati indahnya kupu-kupu itu tidak bisa merasakan dan melihatnya lagi. Padahal beberapa saat lalu aku masih bisa melihat dan merasakannya. Aku sangat terkejut dan akhirnya aku menyadari sesuatu. Ibu pernah mengatakan padaku jika kupu-kupu yang hidup dalam diriku sangat menyukai kedamaian maka, jangan mengusiknya apalagi mempermainkannya.

Mempermainkannya. Ya, aku sedikit mempermainkannya tadi. Aku lupa peringatan ibu. Aku memang sering mempermainkannya kupu-kupu untuk sebuah ketulusan seperti tadi karena aku sedikit bosan sebenarnya. Bicara tidak sesuai kata hati pada awalnya tapi beberapa detik kemudian mengungkapkan ketulusan yang sebenarnya. Entah kupu-kupu itu marah, tidak, yang pasti aku menyesalinya, sungguh menyesalinya. Tidak bisa melihat dan merasakannya lagi. Apa itu benar-benar menghilang sekarang dan aku tidak tahu tingkat serta jenis ketulusanku tanpa kupu-kupu itu sekarang?”

Taeyeon berjalan pelan dengan wajah muramnya menuju rumah. Tapi, beberapa saat kemudian ia berusaha tersenyum dan mengambil nafas. Mengangguk meyakinkan diri dan tersenyum tulus. Gadis itu memasuki rumahnya dengan senyuman seraya memanggil wanita kesayangannya,“Ibu…”

“Tapi, aku akan berusaha tidak menyesalinya. Aku tidak akan memikirkannya dengan cara mengisi kegiatan rutin ku yang super sibuk untuk tahun ini. Ini adalah apa yang kuharapkan saat kecil, tidsk ingin lagi ada kupu-kupu di dalam mulutku. Jika tahu cara menghilangkannya seperti ini hharusnya kulakukan sejak dulu. Sekarang aku tidak menyesal. Ya, tidak menyesal. Nikmati hariku saja. Ayo mulai kegiatanmu hari ini Kim Taeyeon.”

CHAPTER 1

BUTTERFLY

tumblr_inline_npssc7rv3k1r0ofm4_1280

tumblr_inline_npssc7S8li1r0ofm4_1280

BANG! BANG! BANG!

BANG! BANG! BANG!

Ppangya Ppangya Ppangya

BANG! BANG! BANG!

BANG! BANG! BANG!

Ppangya Ppangya Ppangya

Tidak ada yang tidak kenal mereka. Sebuah idol group ternama dan mendunia yang tentu saja menjadi pentolan YG Entertainment. BIGBANG tengah tampil secara live stage di sebuah program musik terkenal M! Countdown dengan membawakan lagu andalan di album baru MADE SERIES A yakni BANG BANG BANG, dengan para VIP sebutan untuk fans BIGBANG yang bergemuruh menikmati performance sembari meneriakkan fanchant dan nama idol favorit mereka.

Performance ini bertujuan untuk media promosi lagu dari album mereka yang memang sejak pertama kali perilisan lagu BANG BANG BANG via digital download sekaligus MV via Youtube ini sudah banyak mendominasi fans untuk memilih ini. Tangga lagu pun di sabet secara all kill dalam kurun waktu beberapa minggu. Viewers Youtube yang diraihnya pun begitu melejit dalam waktu duapuluh empat jam, yakni 4,46 juta viewers. Sedangkan untuk kategori ‘100 juta views tercepat’ jatuh juga kepada BIGBANG yang masih lewat video BANG BANG BANG yang tembus 100 juta views setelah tujuh bulan delapan belas hari.

Artikel membanjiri mereka di perjalanan selama berkarir. Mengiringi langkah mereka yang bertahan hingga saat ini sejak debut pada 2006.

We go hard bulchimbon bamsae dallyeo chukjibeop

I noraeneun kkokjijeom sinina bulleora sinjeom

Keun bimyeongsorineun maseongui melody geomeun dokgiui yeongyeol gori

Sabang palbang obang gaseo puneun goppi whoo

tumblr_inline_npsscl5fMc1r0ofm4_1280

Nan bureul jilleo

Ne simjangeul taewo

Neol michige hago sipeo

B.I.G yea we bang like this modu da gati

Cheong majeun geotcheoreom

BANG! BANG! BANG!

tumblr_inline_npsscfR37u1r0ofm4_1280

***

Sementara itu ditempat lain di waktu yang bersamaan tampak Taeyeon dan dua temannya yakni Tiffany dan Seohyun yang tergabung dalam idol group Girls’ Generation dibawah asuhan SM Entertainment tengah melakukan take recording di recording studio. Hari ini jadwal mereka bertiga untuk recording. Sementara member lain dijadwalkan nanti malam.

Lagu yang dibawakan mereka bertajuk Lion Heart yang menjadi lagu baru sekaligus menambah koleksi karya-karya mereka di industri musik.

Produser mengacungkan jempol pada masing-masing dari mrteka bertiga dan memberi isyarat cukup untuk rekamannya. Taeyeon melepas earphone dan keluar dari ruang tersebut diikuti Tiffany juga Seohyun.

“Setelah ini apa yang akan kau lakukan, eonni?”tanya Seohyun setelah meminum juga airnya.

“Bingung,” sahut Taeyeon.

Seohyun menatap keduanya. “Mungkin ke rumah.”

“Jangan!” cegah Tiffany cepat yang saat itu mendekat pada mereka. Aku tahu kalian harus kemana. Kita pergi bersama. Kita tidak perlu manager malam ini, aku akan mengatur semuanya.”

“Kemana?”Seohyun setengah merajuk dan setengah percaya.

***

BIGBANG menuju van mereka yang ada di basement Mnet building. Acara live stage M! Countdown telah usai. Satu per satu menaiki van, Jiyong menjadi yang terakhir masuk setelah memeriksa pesan di ponselnya.

“Ah… melelahkan tapi, menyenangkan saat melihat VIP begitu imut,” ungkap Seungri yang tengah memposisikan duduknya dengan benar.

“Kau juga imut,” goda Jiyong yang baru masuk dan duduk disamping maknae kesayangannya.

“Bangunkan aku kalau sudah sampai. Aku mau tidur,” ucap Youngbae tanpa menunggu jawaban langsung memakai earphone dan penutup mata, menyilangkan kedua tangan di dadanya dan terdiam. Tidur.

“Hyung, kau juga tidurlah. Tadi terlihat sedikit dehidrasi. Ada apa denganmu?”sela Daesung yang duduk di kursi paling belakang bersama Youngbae menatap Jiyong.

“Kemarin dia tidak tidur,” sahut Seunghyun yang duduk paling depan bersama road manager.

Jiyong yang dibicarakan masih menatap ponsel, beberapa detik kemudian ia mengambil gadget Seungri yang tengah dipakai, lalu memulai browsing di internet.

“Hyung!”

“Jika kalian lelah tidur saja, besok ada live lagi di Inkigayo,” tanpa menggubris maknae Jiyong mengingatkan dengan tetap menatap gadget, “Aku ingin tahu ada berita apa hari ini.”

Dia melihat berita hari ini dan yang muncul sebagai pencarian teratas adalah BIGBANG yang sibuk dengan album MADE SERIES. Di bawahnya muncul berita mengenai girl band nasional Girls’ Generation berjudul:

‘SIAPKAN SINGLE BARU, SNSD SIBUK PENGGARAPAN’

Judul artikel ini menarik perhatiannya. Maka, ia membuka artikel tersebut dan membacanya.

Seungri yang memilih mengalah karena gadget-nya di sambar hyung-nya tidak sengaja melirik kearah Jiyong menjadi sedikit heran.

“Ada apa? Komentar negatif tentang live hari ini?”

Jiyong terdiam. Karena tidak sabar, Seungri mendekat dan mengintip apa yang tengah dilakukan Jiyong. Ia tercengang dan cepat merebut gadget miliknya.

“Hey!” protes Jiyong.

“Wah… hyung, apa ini? Single baru SNSD? Kau membacanya?”selidik maknae mulut ember ini.

Perhatian Seunghyun dan Daesung teralihkan pada mereka. Jiyong setengah terperangah.

“Akui saja. Itu wajar,” kekeh Daesung dengan tatapan menggoda hyung-nya.

“Ekhem…” Jiyong membenarkan posisi duduknya. “Aku ‘kan sudah bilang hanya ingin tahu berita hari ini dan yang keluar artikel itu. Sangat wajar membaca artikel mereka. Memangnya tidak boleh? Kenapa kalian seperti ini?”

“Iya. Lalu, kenapa kau terlihat gugup? Bersikaplah sewajarnya,” sambung Seunghyun.

Jiyong membuang pandangan dengan malas dan menelan ludahnya.

Tapi, gangguan kembali datang. Si maknae itu mendekat dan memberi tatapan godaan. “Kau baik-baik saja?”

Jiyong langsung menyingkirkan kepala Seungri hingga hampir mengenai kaca jendela mobil.

“Tidurlah!” gertak Jiyong dan memilih memejamkan mata untuk mengakhiri percakapan ini. Jika ia tetap membuka mata, Seungri tidak akan berhenti menggodanya dan keesokannya akan menyebarkannya sambil membuat gosip.

Seungri yang seraya memegangi kepalanya terus saja tersenyum lebar memandangi leader yang pura-pura tidur.

***

Mobil Tiffany yang TaeTiSeo berhenti di sebuah minimarket yang sudah terlihat sepi baik didalam maupun di luar, lalu keluar dengan sudah memakai tudung jaket, kacamata dan masker.

Tapi, memang tidak terlalu ramai ditempat iniwalau bukan malam hari. Karenanya mereka bertiga memilih tempat ini. Kadang juga mereka bertemu idol lain ditempat ini. Minimarket ini memang menjadi tempat favorit para artis demi keamanan dan kenyaman dari fans maupun haters.

“Kajja,” ajak Tiffany dan mereka langsung masuk ke dalam minimarket.

“Apa kita butuh ini?” Taeyeon menunjukkan rumput laut alami dalam kemasan pada keduanya.

“Yang kita butuhkan ini,” tukas Tiffany mengangkat ramen.

“Ya! Kita tidak boleh makan itu, sekarang sudah malam,”tegas Taeyeon.

“Ayolah eonni. Sekali saja,” bujuk Seohyun.“Aku tidak bisa makan ramyeon selain hari ini.”

“Lihat? Seohyun juga menginginkannya,”tambah Tiffany.

“Tiffany. Kau ini, sebagai kakak kenapa mengajak yang tidak-tidak pada Seohyun?”

“Tidak akan terjadi apa-apa. Boleh, ya? Kau tidak perlu memakannya kalau tidak mau, cukup izinkan kami makan ini. Ya?” rayu Seohyun berharap Taeyeon menurutinya.

Taeyeon tidak tega juga sebenarnya melihat mereka begitu menginginkan semangkuk ramen. Tapi, inilah yang diinginkan agensinya, penampilan sangat penting.

Mereka keluar dari minimarket dengan satu kantong plastik belanjaan ukuran sedang di tangan Taeyeon.

Taeyeon menuruni dua anak tangga terakhir didepan minimarket dan bergegas menuju mobil bersama Tiffany dan Seohyun.

Brukk!!

Plastik berisi barang belanjadi tangan Taeyeon menubruk seseorang membuat barang-barangnya sedikit tercecer. Beberapa minuman ginseng merah dan dua ramen serta cermin tangan jatuh terpisah dari plastic bag. TaeTiSeo terperanjat melihatnya.

Seorang pria yang bertubrukan itu yang juga memakai topi, masker dan kacamatamembungkuk maaf dan bermaksud membantu tapi Taeyeon cepat-cepat memunguti barangnya hingga cermin tangannya tertinggal tanpa ia sadari. Cermin tangan yang berada sedikit dibelakang kaki pria itu yang terdiam.

Karena terburu-buru mereka bertiga tidal peduli dengan beberapa ginseng yang juga tertinggal. Yang penting mereka selamat dari laki-laki tak dikenal itu. Pada pria itu Taeyeon membungkuk maaf dan cepat menarik tangan Tiffany serta Seohyun untuk pergi dan melarang Seohyun yang mencoba menengok kebelakang.

Seohyun melihat melalui spion mobil, laki-laki itu masih memandangi mobil yang mereka tumpangi dengan jarak yang tidak jauh. Pandangan laki-laki itu teralihkan pada cermin dan ginseng merah yang berada didekat kakinya. Diambilnya cermin dan ginseng merah itu yang sudah pasti milik mereka.

Sesuatu yang membuat Tiffany sedikit terkejut saat mengamati laki-laki itu dari dalam mobil melalui kaca jendela belakang. Sesuatu di tengkuk pria itu.

“Sepertinya aku mengenal tattoo itu,” tebak Tiffany sambil berusaha mengingat-ingat.“Tato dewa bersayap.”

“Apa?” tanya Seohyun tengah meletakkan belanjaan yang tidak sempat masuk bagasi karena buru-buru.

“Ji oppa?” gumam Tiffany tidak yakin.

“Ji oppa siapa maksudmu?”

“GD oppa,” Tiffany memperjelas pada Seohyun.

“G-Dragon leader BIGBANG?!” tanya Seohyun tercengang.

“Eung,” angguk Tiffany cepat tetap memperhatikan laki-laki yang diduganya sebagai G-Dragon.

“Tidak mungkin dia kemari,”seloroh Seohyun.

“Dimana kuncinya?” sela Taeyeon tidak memperhatikan mereka dan percakapannya karena ternyata sibuk mencari kunci mobil sejak tadi.

“Kau yang menyetir tadi,” sergah Tiffany.

Sementara itu, laki-laki pemilik tato tersebut yang memiliki mata coklat memang benar G-Dragon alias Kwon Jiyong, seperti dugaan Tiffany.

Pria fashionista itu ragu menghampiri mobil hitam milik Tiffany, khawatir identitasnya terbuka, cemas jika mereka adalah fans yang sengaja menabrakkan dirinya dengan meninggalkan cerminnya di sanaagar Jiyongmengembalikannya secara langsung. Tapi, ia mengacungkan cermin pada mobil Tiffany dan akan segera menghampiri mobil itu. Tapi, mobilnya sudah pergi menjauh darinya.

“Benarkah itu Ji oppa?” imbuh Seohyun ikut menoleh saat mobil semakin menjauh dan ia melihat pria itu memperhatikan sekelilingnya sejenak untuk kemudian cepat masuk.

Seohyun menghempaskan dirinya di kursi sambil menghela nafas.

“Sudahlah, toh ini sudah malam. Bagaimana kalau tato itu bukan miliknya?” Taeyeon melerai yang melihat lewat spion yang memantulkan keadaan belakang luar mobil. Sepi, tidak ada seorangpun.

“Ah, tanganku sakit,” ringis Tiffany. “ Eonni, kenapa tadi kau menarikku seperti itu?”

“Aku melindungi kalian dari pria itu. Bagaimana jika itu fans yang sengaja menubruk kita?” papar Taeyeon.

“Itu konyol,” sergah Tiffany kembali mengeluh akibat tarikan Taeyeon yang lumayan keras.

Jiyong yang masih di minimarket meletakkan apa yang ia beli di meja kasir. Hanya lima botol air mineral mengingat ia masih agak dehidrasi.

***

Apartemen Tiffany menjadi tujuan TaeTiSeo selanjutnya. Tiffany meminta mereka untuk menginap di apartemennya. Setelah berhasil membuka password oleh Tiffany, mereka bertiga memasuki apartemen yang cukup luas itu.

Dikeluarkannya semua belanjaan oleh Taeyeon di dapur, di antaranya terdapat dua ramen. Ia hanya menghela nafas mengingat ia harus mengalah saat dua adiknya sangat merengek meminta beli ramen.

Kini, ia akan memasakkan ramen untuk mereka. Sebenarnya, mereka akan memasak sendiri tapi Taeyeon menawarkan untuk membuatkannya. Gadis mungil ini memang suka memasak.

“Ini dia. Sudah matang,”Taeyeon datang menyajikan dua mangkukramen di ruang tamu tempat adik-adiknya berada. Lalu, mencicipi kuah dari salah satu mangkuk.“Enak sekali. A dimakan. Sebelum semakin larut. Kita harus istirahat.”

“Kau tidak mau membuat? Ini hanya dua mangkuk,”Tiffany menghampiri ramennya dengan berbinar.

“Tidak. Aku tidak akan makan ramen di malam hari.”

Ramen mulai mereka makan. Terlihat sekali mereka sangat menikmati, seolah mereka tidak pernah merasakan yang namanya ramen dan seolah besok tidak akan bisa memakannya karena tuntutan pekerjaan. Malam ini adalah awal dan akhir makan ramen.

“Bagaimana ini bisa menjadi sangat enak di tangan eonni?” puji Seohyu yang sibuk menyeruput kuah ramen langsung dari mangkuknya.

Taeyeon yang hanya minum air putih hanya tertawa kecil.

“Jeongmal mashita,” komentar Tiffany setelah suapan terakhir. Tidak membutuhkan waktu lama mereka menghabiskan semangkuk ramen lezat.

“Gomawo, eonni,” ucap Seohyun dibalas anggukan Taeyeon.

Taeyeon membuka ponsel untuk beberapa saat.

“Untuk talkshow besok…”

“Apa?”serta merta Tiffany menyela kala belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya. “Kita ada talkshow?

“Kau lupa?”

“Ah… Aku baru ingat. Eonni, kenapa kau baru memberitahu saat selesai makan?” keluh Tiffany dengan penyesalan yang tampak di wajahnya.

“Aku juga baru buka ponsel dan melihat jadwal.”

“Fanny eonni, uri eotteokhae? Pipi kita pasti bengkak dan merah,” rengek sang maknae memegangi kedua pipinya.

“Mwolla,” sahut Tiffany lemas serta cemas jika mereka benar-benar memiliki pipi seperti yang ditakutkan mereka berdua untuk talkshow besok.

“Gunakan es saja!” cetus Seohyun.

Tiffany menggeleng cepat, “Tidak, tidak. Itu tidak baik jika dilakukan sekarang.”

Melihat penyesalan keduanya, Taeyeon hanya menggelengkan kepala.

“Besok pakaianku sudah siap tapi wajahku belum,” cuit Seohyun kembali. “Tae eonni, berikan cerminmu. Aku ingin tahu bagaimana wajahku sekarang.”

“Ah, cermin. Sebentar,” sahut Taeyeon mengambil tas kecil disebelahnya sambil menanggapi,“Kau juga tahu itu belum akan kelihatan untuk sekarang. Akan lebih baik jika itu benar-benar tidak kelihatan.”

“Berikan saja cerminnya,” desak Seohyun yang setengah putus asa.

Dicari-carinya cermin tangan tapi tidak Taeyeon temukan. Bahkan, seluruh isi tas ia tumpahkan. Hanya ada bedak, lipstick, headset dan parfum.

“Cerminku…” gumam Taeyeon bingung. “Dimana cermin itu setelah kugunakan di minimarket tadi?”

“Apa di mobil?”

“Ah, benar. Mungkin tertinggal di mobil.” Taeyeon setuju dengan pemikiran Tiffany.

Seohyun menghela nafas panjang memikirkan nasib pipi dan talkshow-nya.

“Jadwalnya pukul lima sore ‘kan? Aku tidak yakin merah bengkaknya akan hilang. Kalian tahu, ‘kan aku tidak seperti ini sebelumnya?”

“Itu pasti sudah hilang saat sore,” Taeyeon menenangkan. Berpikir sesaat lalu berdiri.

“Kau mau apa?”tanya Seohyun dan berharap leader-nya punya solusi mengatasi pipinya.

“Menari. Mungkin bisa mencegah munculnya efek samping itu.”

“Jigeum?!” Tiffany tidak percaya.

Taeyeon mengangguk. “Memangnya kapan?”

***

“Youngbae tidur?”tanya Jiyong diruang tengah apartemen BIGBANG pada Daesung dan Seungri yang akan pergi tidur juga.

“Dia hanya bangun saat sudah sampai dan langsung lanjut tidur. Sepertinya dia benar-benar lelah,” pikir Seunghyun yang kebetulan lewat sambil menggenggam sebuah apel pippin yang baru saja diambilnya dari dapur.

Merasa pertanyaan Jiyong tidak perlu dijawab lagi, Daesung dan Seungri kembali melangkah menuju kamar masing-masing.

“Apa kau masih dehidrasi sampai membeli lima botol air?” lanjut Seunghyun setelah dua member termuda itu lenyap. Selera humornya muncul, “Atau itu untuk kita berlima?”

“Untukku. Untuk berjaga-jaga jika aku tiba-tiba haus,”sahut Jiyong mengambil tempat duduk di sofa dan bersandar kemudian disusul Seunghyun untuk duduk pula.

“Disini air banyak. Kenapa membeli lagi dan sendiri, sementara kau bisa meminta manage untuk membelikannya?”

“Karena ingin saja.”

“Kau lelah?”

“Ah… Tidak ada pekerjaan yang tidak melelahkan walau dari sudut pandang yang berbeda,”tutur Jiyong yang kemudian bangkit dari tidurnya, “Aku tidur, ya?”

“Arra.”

Jiyong meninggalkan Seunghyun yang membuka ponsel. Ia yang nampak lelah masuk kamar tidak lupa mengunci pintunya dan melepas mantel yang dipakainya tapi, ada sesuatu yang membebani saku mantel. Tangannya meraba saku kanan mantel dan mengambil apa yang ada didalamnya. Tampak cermin tangan dan dua ginseng merah ditangannya kini.

Ingatan Jiyong kembali tertuju pada saat ia bertubrukan dengan seorang wanita yang menurutnya pendek dan begitumungil bahkan jika tertubruk dengan keras Jiyong yakin wanita itu jatuh terpental. Wanita itu meninggalkan cermin dan ginseng merah.

Duduk ditepi ranjang, Jiyong meletakkan ginseng dan memilih mengamati cermin yang lebih mebarik perhatiannya. Diamatinya belakang cermin beberapa saat lalu, bagian depan juga.Cermin tangan yang lucu menurutnya.

Perlahan Jiyong mengarahkan wajahnya pada cermin untuk melihat pantulan dirinya. Sedikit terkejut karena, ia merasakan sesuatu yang aneh dalam beberapa detik, entah keanehan apa tapi ia merasa cermin itu hidup. Bukan hidup seperti cerminnya bergerak sendiri, bukan. Tapi, entah, Jiyong memang merasa cermin itu hidup, hidup yang seperti apa Jiyong juga bingung, ia terlalu merasa aneh saja.

Cermin kembali ia lihat lagi. Tidak ada apa-apa. Jiyong benar-benar merasa aneh. Leader BIGBANG ini lebih terkejut ketika seluruh permukaan cermin tersebut mengeluarkan sinar warna-warni, butiran-butiran sinar lain seperti kunang dengan berbagai warna pun keluar bersamaan dengannya.

Cepat Jiyong mengalihkan wajahnya dari cermin dan menghalangi wajah itu dengan tangannya karena sinar itu sedikit menyilaukan. Ketika dirasa sinarnya meredup, Jiyong kembali menatap cermin perlahan dan waspada. Cahayanya hilang. Ia mencoba sekali lagi untuk bercermin. Awalnya terkejut saat pancaran cahaya kembali muncul. Tapi, sekarang ia lebih siap dan terbiasa. Sementara sinar itu hanya berada disekeliling kerangka cermin bagian dalam, sehingga Jiyong bisa melihat pantulannya di cermin dengan jelas walau tetap sedikit terkena sinar tersebut.

“Apa ini?” gumam Jiyong. “Milik siapa ini?”

Bergegas Jiyong berinisiatif mencari pemiliknya diseluruh bagian dan sudut cermin tersebut. Berkali-kali ia memutar cermin untuk menemukan identitas pemilik. Mungkin saja terdapat tanda kecil di suatu bagian dari cermin. Ia merasa harus mengembalikannya karena pasti cermin tangan yang lucu ini sangat berarti dan diluar sana pemiliknya mungkin tengah mencari-cari cermin aneh yang membuat Jiyong seolah-olah gila sejenak.

Matanya melebar saat menemukan sesuatu diujung gagang cermin. Bagaimana tidak, ia tercengang saat menemukan identitas pemiliknya. Cukup membuatnya terkejut atas tulisan yang ditinggalkan sang pemilik.

‘TTS’? batinnya.

Pikiran Jiyong langsung tertuju pada sub unit Girls’ Generation.

TTS? TaeTiSeo? Mungkinkah…

Kembali Jiyong mengingat kejadian di minimarket tadi. Dimana terdapat tiga gadis dengan semuanya memakai pelindung wajah.

Jadi, mereka TTS? Jika benar, maka ini milik salah satu dari mereka atau milik mereka bertiga.

Pandangannya beralih pada ginseng merah dengan senyum tipis di sudut kanan bibirnya. TaeTiSeo begitu terburu-buru saat itu, tanpa peduli dengan ginseng merahnya. Tapi, bagaimana caraku mengembalikannya? BIGBANG dan SNSD benar-benar sibuk waktu ini juga tidak ada jadwal satu acara musik maupun lainnyadengan mereka sampai saat ini.

Jiyong menatap lekat cermih itu dan berpikir bagaimana cermin seperti itu bisa mengeluarkan cahaya aneh namun indah. Tapi, Jiyong cepat menyangkal dirinya berpikiran aneh. Ini pasti karena suasana lighting di stage masih terbawa. Benar, tidak mungkin mereka memiliki hal aneh diluar nalar, hal yang tidak mungkin ada di zaman sekarang, apalagi ini Seoul.

Jiyong mengangguk meyakinkan diri. Ini pasti karena lighting. Jiyong tertawa kecil dan melempar lembut cermin diranjangnya, ia bangkit berdiri menuju kamar mandi.

Cermin itu kembali mengeluarkan sinar disekeliling kaca beberapa detik, tanpa Jiyong ketahui.

***

Senyum manis tersemat di bibir Taeyeon saat jarinya selesai menekan sesuatu di ponselnya.

“Apa itu bagus?” tanya Tiffany setelah meminum air putihnya di ruang tamu. Sementara Seohyun sibuk menekan kedua pipinya berusaha mencegah bengkak dan merah di pipinya tidak pernah terjadi setidaknya sampai talkshow besok berakhir.

“Lumayan,” sahut Taeyeon seraya melihat video yang baru diunggah dalam akun SNS, yakni instagram. Namun, mengunggahnya di instagram milik Tiffany. Video berdurasi pendek berisikan Taeyeon menari diiringi lagu Work milik Rihanna. Tidak lupa Taeyeonjuga menuliskan ‘Work Work Work’ disepanjang video itu berlangsung. Menambah kelucuan video yang dibuatnya.“Aku mau ke kamarmu.”

Tiffany dan Seohyun mengangguk. Taeyeon menuju kamar Tiffany dan langsung menuju meja riasuntuk bercermin begitu sampai di kamar dengan dominan warna pink.Ia terdiam menatap pantulan dirinya.

“Saranghae, eomma,”ucapnya lembut. Ia kembali terdiam. Kali ini mengatakannya dengan lebih tulus dan senyum. “ Saranghae, eomma.”

Tidak ada apa-apa yang terjadi di matanya. Ia menunduk. Taeyeon tidak menyadari jika kedua ucapannya tadi membuat kupu-kupu dengan sinar keluar dengan lembutnya. Taeyeon kembali bercermin.

“Benar-benar tidak ada. Apa ini kecerobohanku? Aku yakin ini tulus tapi kenapa kupu-kupu itu tidak keluar? Dan, dimana cermin itu? Tidak boleh jatuh di tangan yang salah.Satu lagi kecerobohanku. Mianhae, eomma.”

Ia menunduk frustasi.

“Eonni! Eotteokhae?! Ini benar-benar membengkak dan wajahku memerah,” rengek Seohyun pada Taeyeon di ruang make up SBS tempat SNSD melakukan acara talkshow.

Dirinya sudah berpakaian untuk talkshow bahkan sudah ber-make up tapi, begitulah keadaan wajahnya saat ini.

Padahal bengkak dan merahnya tidak begitu terlihat. Seohyun menoleh cemberut pada Tiffany karena si pemilik eye smile ternyata wajahnya baik-baik saja. Tidak membengkak maupun memerah.

Taeyeon juga jadi panik pasalnya sejak awal menuju kemari Seohyun terus mengeluhkan pipinya.

“Aneh, sudah satu jam kau seperti ini tapi belum hilang juga,” Taeyeon ikut cemas, juga putus asa.“Siapa yang menyuruhmu makan ramyeon?”

“Eonni! Kenapa menyalahkanku?” Seohyun hampir menangis.

“Pakai es, Seohyun,” saran Tiffany yang baru saja selesai make up.

“Aku takut itu akan merusak riasanku,” Seohyun menunduk pasrah, “Aku tidak mau tampil kalau begitu.”

“Kau sudah disini, Seohyun-ah. Kau terlihat baik-baik saja dan wajahmu yang seperti itu tidak terlalu kelihatan.”

“Lima belas menit lagi masuk stage. Harap bersiap,”sela seorang crew wanita memasuki ruang make up lalu kembali keluar.

Semakin cemaslah mereka bertiga.

“Kalau begitu langsung saja selamat datang tigawanita cantik…”

“TaeTiseo…” ucap kedua pembawa acara dengan begitu semangat dan ceria.

Penonton bertepuk tangan meriah. Satu per satu member TTS itu memasuki studio lalu membungkuk salam pada pembawa acara dan penonton serta pemirsa. Yang muncul pertama tentu saja leadermya, setelah itu Tiffany. Tidak tampak Seohyundisana. Selang beberapa waktu ketika tigamember berhasil memasuki studio, Seohyun belum muncul juga.

Tepuk tangan terdengar riuh kembali, rupanya Seohyun datang. Agak terlambat memang tapi penonton mengira itu memang setting-nya.

“Selamat datang, TaeTiSeo.h Kalian benar-benar cantik,” ucap rekan pembawa acara.

Mereka hanya tersenyum. Seohyun tidak tampak bengkak memerah dan ia bisa lebih ceria serta percaya diri sekarang.

Seungri tengah menonton talkshowsub unitSNSD di gadget-nya melalui earphone.Ia bersama empat member BIGBANG lainnya tengah menaiki vanmulai memasuki basement gedung SBS.

Sementara Jiyong geleng-geleng melihat Seungri yang imut asyik menonton. Entah apa yang ditonton Jiyongtidak tahu.

Acara program musikInkigayo yang disambangi BIGBANG akan dimulai setelah acara talkshow TTS berakhir. Talkshow itu sendiri hampir berakhir dan BIGBANG hampir selesai bersiap. Hanya tinggal persiapan kecil dan mengecek apa sekiranya yang kurang meliputi pakaian, aksesori dan lainnya.

Guest star-nya TaeTiSeo?” intip Youngbae dibelakang Seungri.

Jiyong yang dudukdiseberangSeungrididepan meja rias tengah memperbaiki arloji ditangannya cepat menoleh kala nama TTS disebut.

“Mm…” Daesung yang menyadari itu mendekat pada Jiyong.“Dari kemarin kau sensitif mendengar grup itu. Apa ada sesuatu yang kami tidak tahu?”

Oh, Kang Daesung. Berkat pertanyaan yang keluar dari mulutnya sekarang tiga member lainnya menoleh pada Jiyong yang jadi bingung untuk menjawab.

“Apa maksudmu?” akhirnya pertanyaan itu yang keluar dari Jiyong.

“Kau juga gugup dari kemarin,” tambah Seungri mengalihkan perhatiannya dari TTS di tallshow. “Jika orang lain yang melihat mereka tidak akan tahu kau sedang gugup. Tapi, aku bisa melihatnya.”

Ponsel Jiyong yang berada didekatnya berdering. Danini kesempatannya untuk menghindari pertanyaan menyudutkannya itu.

“Yeoboseyo,” sapa Jiyong setelah menyambar ponsel itu untuk cepat dijawab. Tentu saja yang lain hanya tersenyum penuh arti. “Ne, arraseo. Hati-hati.”

Setelahsambungan telepon terputus, Jiyong terdiam. Kenapa harus gugup? Gugup didepanmemberBIGBANGdan gugup saat mendengar nama TTS.Ini hanya masalah cermin yang belum dikembalikan. Ia juga masih belum menemukan cara untuk mengembalikannya. Itupun jika cerminnya benar-benar milik mereka, bukan TTS yang lain.

Walau sudah memakai pakaian untuk live stage tapi, Jiyong masih menggunakan mantel. Ia memasukkan dua tangannya ke kantungmantel dan menyadari sesuatu. Jiyong menatap kantung sebelah kanandan gagang cermin tangan yang ia temukan sedikit muncul. Cepat dimasukkannya kembali cermin itu sepenuhnya sebelum yang lain tahu kalau ia membawa cermin wanita walau pasti member lain tidak mempermasalahkannya.

“Cepatlah periksa persiapannya. Apa pakaian dan lainnya sudah terpakai dengan benar? Lepas dan tinggalkan yang tidak perlu.”titah pemimpin BIGBANG.

“’Lepas dan tinggalkan yang tidak perlu.’”tiru Seungri menyindir. “Perhatikan dirimu juga. Lihatlah, kami sudah benar-benar selesai tapi masih menggunakan mantel.”

Tanpa mengatakan apapun Jiyong melepas mantel seraya mengingat sesuatu.

FLASHBACK

Jiyong memakai mantelnya di kamar dan segera pergi. Tapi, pandangannya teralihkan saat melewati meja kecil disamping ranjangnya. Menatap cermin yang ia temukan semalam. Sedikit bingung juga harus di apakan cermin beridentitas yang sempat membuatnya hampir berpikiran aneh-aneh itu.

Baiklah. Ia menyambar cermin itu, dimasukkannya kedalam kantung mantel. Ia akan memikirkan cara mengembalikannya nanti dan Jiyong akan membawa cermin itu kemanapun. Karena tidak ada yang tahu sewaktu-waktu dirinya bisa bertemu dengan TTS.

FLASHBACK END

Jiyong meletakkan botol air mineral ukuran sedang didepan meja rias. BIGBANG hanya tinggal menunggu untuk dipanggil.

Dahi Jiyong mengernyit saat melihat sebuah wadah kecil berisi es yang sudah mencair beserta handuk kecil. Es yang digunakan untuk wajah Seohyun. Tapi, Jiyong tentu tidak mengetahuinya.Karena, BIGBANG dan TTS menggunakan ruang make up yang sama.Ia juga baru menyadari ada wadah itu sejak BIGBANG memasuki ruangan itu. Tidak menyadarinya karena sibuk sendiri dan mengurus BIGBANG.

Matanya kembali menatap es, beberapa detik kemudian seorang wanita yang merupakan asisten TTS tanpa Jiyong ketahui muncul dan segera menyingkirkan wadah air es tersebut dari hadapan Jiyong dan anggota BIGBANG lainnya.

“Jeoseonghamnida,” ucap asisten yang tidak enak hati pada mereka lalu permisi keluar.

Jiyong dan lainnya hanya mengangguk sesaat.

Selang beberapa saat, seorang crew pria seumuran Jiyong masuk , BIGBANG menoleh.

“Pembawa acara ingin briefing dengan kalian sebentar.”

“Baiklah,” tanggap Daesung bersemangat seraya bangkit dan sedikit bersenandung, “Ayo, kita briefing.

Yang langsung keluar ruangandiikuti lainnya dan Jiyong yang tertawa kecil melihat tingkah si mata tersipit di BIGBANG.

***

“Eonni, ponselku masih di mobil, aku akan mengambilnya dengan Fanny eonni. Kau masuk duluan saja, kami tidak akan lama,” tutur Seohyun saat selesai talkshowdan kini berada didepan ruang make up.

“Ambillah,”Taeyeon mengangguk setuju.

Setelah Tiffany dan Seohyun pergi, Taeyeon masuk ruangan itu dan tidak menutup pintu. Tidak ada orang lain di sana. Melihat botol minuman diatas meja, segera saja ia membukanya lalu meminumnya tanpa menyadari volume air sudah berkurang. Rasa hausnya menyerang setelah acara tadi. Taeyeon tidak memikirkan botol siapa itu, mungkin dari crew yang memang sengaja untuk TTS.

Di lorong, BIGBANG melangkah sedikit cepat karena hampir tiba penampilannya.

Jiyong berhenti didepan ruang make up yang terbuka. “Kalian pergi dulu aku akan mengambil air mineral ku.”

Mereka mengangguk dan cepat pergi. Jiyong juga langsung dan menutup pintu perlahan. Ia menghampiri tempat meletakkan air mineral dan terkesiap melihat seorang gadis tengah meminum airnya. Setelah diperhatikan barulah Jiyong mengetahui kalau gadis mungil yang begitu serius minum itu adalah leader Girls’ Generation, KimTaeyeon.

Belum menyadari kedatangan Jiyong, Taeyeon masih minum dengan bibir menempel di bibir botol. Dengan datar Jiyong memperhatikannya.

Tidak sengaja membuka kedua matanya, Taeyeon menangkap seseorang di sana. Ia langsung tersedak dan menurunkan minumannya. Sangat terkejut saat tahu yang didepannya adalah G-Dragon.

“Eoh?! Jeoseonghamnida. Jeoseonghamnida, aku tidak tahu kau datang.” ucap Taeyeon membungkuk maaf.

Dengan wajah datar Jiyong memandangnya lalu beralih pada botol mineral yang Taeyeon genggam secara terbalik sehingga airnya mengalir dengan deras. Baru menyadari, Taeyeon cepat-cepat meletakkan botol di atas meja rias beserta… tutupnya disamping botol. Hampir saja Taeyeon lupa dengan tutup botol itu.

“Kau salah minum.”

“Ne?” Taeyeon tidak paham. Ia melupakan ucapan Jiyong untuk kemudian bertanya, “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Memenuhi jadwal BIGBANG.”

Taeyeon mengangguk. Cukup canggung ternyata bicara sesama idolyang sama-sama leader di masing-masing grupnya dengan beda agensi. Terlebih leader BIGBANG yang ada dihadapannya ini seolah tidak ingin berbicara. Begitu datar.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Jiyong mengambil botol air dan meminumnya tanpa menempelkan bibir pada bibir botol. Terbelalaklah Kim Taeyeon.Pasalnya, G-Dragon adalah orang besar, exclusive, hampir semua yang melekat pada dirinya high class. Ia tidak mengira seorang G-Dragon mau berbagi minuman.

“G-Dragon-ssi…” tegur Taeyeon pelan.

Jiyong selesai minum dan menutup botolnya.

“G-Dragon-ssi… Bagimu apa kau tidak merasa itu sedikit… Kau minum bekasku.”

Sebuah sinar terang berwarna kuning muncul dari mulut Taeyeon, bersamaan dengan itu kupu-kupu berwarna kuning cerahkeluar. Kupu-kupu yang tidak Taeyeon lihat. Sebelumnya, Taeyeon juga tidak tahu akan ada kupu-kupu berwarna kuning.

Tercengang dengan apa yang dapat Jiyong lihat dihadapannya sekarang. Kedua matanya membulat. Kupu-kupu bersinar mengelilingi Taeyeon itu dapat Jiyong lihat dengan jelas. Sebenarnya apa yang ada didalam diri gadis mungil ini.

Juga, Jiyong merasa aneh dengan apa yang terjadi pada dirinya. Jika kemarin ia menganggap sinar yang muncul dari cermin adalah bawaan lighting stage, maka, sekarang apa? Ia dapat melihat kupu-kupu kuning dengan sinarnya berwarna kuning pula. Kenapa? Tidak mungkin efek panggung. Ia juga belum tampil.

Menyadari Taeyeon tengah menatapnya dengan heran, Jiyong berdehem.

“Ada apa?” tanyanya acuh.

“Kau minum bekasku,” ulang Taeyeon dan kupu-kupu serupa kembali muncul.

Jiyong memang kembali terkejut tapi, ia berusaha seolah tidak melihat kupu-kupu atau apalah itu.

“Ini milikku,”ujar Jiyong menunjukkan botolnya dan berusaha bersikap wajar.

Giliran Taeyeon yang terkejut mengetahui air mineral itu bukan dari crew melainkan milik leader BIGBANG.

“Maaf, maaf,” segera ia mengucapkannya dan kembali membungkuk. Lalu, menatap Jiyong dengan tatapan seolah menyiratkan ini bukan sepenuhnya salah dirinya,“Tetap saja itu sudah… tetap saja walau itu milikmu…”

“Kenapa kau tetap meminumnya?” potong Jiyong.

“Aku tidak tahu itu milik siapa dan aku pikir itu dari crew untuk TaeTiSeo,” terang Taeyeon tulus. Dimana kupu-kupu kuning beserta sinarnya muncul membuat Jiyong tidak bisa berpikir dengan baik sekarang.

“Dan crew tidak akan meletakkannya disini juga tidak hanya satu botol.” Jiyong menimpali.

“Jeoseonghamnida,” ucap Taeyeon menyesal seraya menunduk sesaat.

Taeyeon terdiam. Jiyong juga terdiam. Hingga ponsel Jiyong berdering.

Melihat nama penelepon, Jiyong menjawabnya dengan sedikit malas.

“Ada apa? Aku sibuk sekarang. BIGBANG akan segera tampil live stagedi Inkigayo. Sekarang masih giliran GOT7 yang ngobrol dengan pembawa acara,”beber Jiyong sebelum penelepon mengatakan sesuatu.

Taeyeon mengernyitkan dahi dengan Jiyong yang acuh pada penelepon dan tanpa sengaja tentu ia mendengar dan melihat Jiyong bicara ditelepon. Salah siapa menjawab telepon didepan orang lain jika itu bersifat privasi.

“Aku tahu. Aku hanya ingin mendengar suaramu, oppa,”sahut ceriaseorang gadis yang tengah mendorong troli di supermarket. Yuri, dialah Kwon Yuri.

“Sudah tahu sekarang. Apa lagi?”tanya Jiyong lebih malas.

“Aku belanja dan rencananya malam ini akan ke apartemen BIGBANG. Setuju?” usul Yuri seraya memilih-milih buah apel segar.

“Terserah apa yang kau lakukan. Aku tutup sekarang, ya?”

“Apa itu pacarnya? Kenapa kasar bicaranya?”batin Taeyeon heran.

Tatapan Jiyong beralih pada Taeyeon dan baru ingat dihadapannya ada sesorang. Sementara Taeyeon cepat-cepat mengalihkan pandangannya.

“Yuri-ah…” panggi Jiyong ditelepon yang belum terputus dengan tetap menatap Taeyeon. Taeyeon langsung menatap Jiyong.

“Yuri?”batin Taeyeon kembali. Benar, ia melupakan satu hal yang semua orang sudah tahu. Kwon Yuri, salah satu member Girls’ Generation sekaligus temannya dan merupakan adik Kwon Jiyong dengan selisih lahir satu tahun dengan kakaknya.

“Wae geurae, oppa?”sahut Yuri diseberang sana.

“Saat ini aku tengah berhadapan dengan gadis yang sangat kau kenal.”

“Ya?”

“Kakakmu. Aku bertemu kakakmu sekarang.”

“Kakakku?” Yuri berhenti melangkah. “Kau kakakku satu-satunya. Siapa lagi?”

“Teman satu grupmu. Yang tertua di grupmu.” lanjut Jiyong. Ditanggapi Taeyeon yang membulatkan mata mendengar ‘yang tertua’.

“SNSD?”Yuri melanjutkan langkahnya. “Oh, aku ingat sekarang. TaeTiSeo ada di sana juga, ‘kan untuk mengisi talkshow? Kau bertemu dengan Tae eonni rupanya. Berikan ponselnya padanya. Aku bicara. Ppali.”

Suara Yuri terdengar senang dan itu terdengar keras sekali di telinga. Ia menatap Taeyeon dan memberikan ponselnya.

“Yuri ingin bicara denganmu.”

“Ne?” Taeyeon setengah terkesiap lalu, menerima ponsel itu. “Yeoboseyo?”

Jiyong memperhatikan Taeyeon bicara dan ya ampun , ia menatap arlojinya. Bagaimana ia biaa hampir melupakan tujuan sesungguhnya ke SBS? Ia melirik Taeyeon dan mengingat kupu-kupu tadi. Lalu, cepat keluar dari ruang make up, berlari menujuback stage menemui rekan BIGBANG lainnya.

Taeyeon terkejut melihat Jiyong pergi dan meninggalkan ponselnya ditangannya. Sekarang, bagaimana ia mengembalikannya?

Beruntunng Jiyong belum terlambat saat ia menemui teman-temanya dan melihat GOT7 yang masih di stage untuk mengakhiri percakapannya dengan host.

“Dari mana saja kau? Kenapa mengambil air lama sekali?” tuntut Seunghyun.

“Ada sedikit masalah.”

“Apa itu?” Seungri penasaran.

Tidak menjawab, Jiyong memilih meminum air yang sempat diambilnya sebelum buru-buru keluar dari make up room.

“Kajja,” ajak Jiyong setelah menyerahkan botol minum pada asisten dan melihat GOT7 turun. Jiyong menoleh belakang mengingat Taeyeon mengeluarkan kupu-kupu indah nan aneh.

BIGBANG menuju stage danmusik BANG BANG BANG pun mulai terdengar. Riuh penonton kembali pecah.

Geomeundokgiuiyeongyeol gori

Sabang palbangobanggaseopuneungoppiwhoo

Nan bureuljilleo

Ne simjangeultaewo

Ketika bagian Taeyang menyanyi dan Jiyong sangat menikmati lagu serta tariannya, tiba-tiba pikirannya tertuju pada kupu-kupu berwarna kuning bersinar yang keluar dari mulut leader SNSDitu. Bagaimana itu bisa terjadi?

Jiyong hampir salah koreografi, untung hal itu cepat diatasi dengan membuat gerakan lain. Menghilangkan kesalahan yang hampir ia alami. Ia tidak mau memikirkannya sekarang, ia harus profesional.

Jiyong kembali menyanyi dengan penuh energi.

Ready or not

Yea we don’t give a what

Ready or not

Yea we don’t give a what

Let’s go namjadeureun wiro….

***

“Bagaimana seorang top idol seperti dia meninggalkan ponselnya seperti ini?” gumam Taeyeon tengah memandangi ponsel Jiyong di ruang rias, “Apa tidak takut ponselnya aku retas?Dia pasti percaya aku tidak akan melakukannya karena sama-sama idol dan tahu bagaimana rasanya.”

Sementara itu, memukau dan memuaskan, itulah live stage yang BIGBANG rampungkan malam ini. Kini mereka berjalan santai di lorong dengan saling high-five pada member dan dancer serta orang-orang yang bersangkutan.

“Tolong, ambilkan aku mantel di ruang make up. Aku akan pergi sekarang.” ujar Jiyong pada manageryang langsung diiyakan dan bergegas pergi.

“Kau akan kemana?” tanya Seungri. “Aku boleh ikut?”

“Menjemput Yuri yang cerewet.”

Mendengar jawaban Jiyong, Youngbae langsung menatapnya. Entah apa yang dipikirannya.

“Oh, Yuri,” gumam Seungri setengah malas. Yuri adalah musuhnya. Seungri pun dianggap seperti itu oleh Yuri. Mereka selalu meributkan sesuatu mulai dari hal terkecil. Lebih tepatnya layak seperti permusuhan anak kecil.

“Lihat? Kau pasti tidak akan mau ikut. Kau memang tidak perlu ikut walau ingin ikut. Saranghaeyo,” ucap Jiyong merangkul maknae Seungri dan mengerucutkan bibirnya didekat pipinya seolah ingin menciumnya.

Datang manager dan menyerahkan mantel yang langsung Jiyong pakai. Ia melirik Youngbae yang hanya diam. Jiyong membentuk senyum disudut bibirnya.

Setelah pamit, Jiyong pergi meninggalkan mereka.

Saat berjalan seorang diri, Jiyong memasukkan tangan kedalam mantel dan menemukan kembali cermin TTS. Ah, padahal tadi ia bertemu salah satu member-nya. Kenapa ia lupa? Pasti karena buru-buru menuju stage dan dibuat bingung oleh Taeyeon yang mengeluarkan hal aneh.

Pandangannya tidak sengaja tertuju pada dua gadis menunggu didepan lift. Ia yakin mereka orangnya. Maka, didekatinya mereka.

“Tiffany dan Seohyun?” Jiyong mencoba memanggil dua gadis yang dikira TTS setelah lebih dekat jaraknya. Mereka menoleh dan benar itu mereka. Jiyong bernafas lega, “Baguslah.”

Jangan ditanya, tentu saja mereka terkejut yang memanggilnya adalah G-Dragon.

“Annyeonghaseyo,”sapa mereka seraya sedikit membungkuk.

“Annyeonghaseyo,” balas Jiyong mengangguk.

“Ada apa, oppa?” tanya Tiffany senang.

Cermin tangan di saku mantel Jiyong keluarkan membuat Tiffany dan Seohyun terperangah.

“Apa ini milik kalian?” Jiyong menunjukkan cermin itu.“Aku menemukannya.”

“Ya, itu milik salah satu dari kami,” jawab Seohyun lega kemudian cermin itu diambil Tiffany.

“Tapi, dimana oppa menemukannya? Itu hilang semalam,” kata Tiffany penasaran.

“Didepan minimarket setelah kita tidak sengaja bertubrukan,” jelas Jiyong.

Tiffany mengingat tato dewa semalam.

“Jadi, itu benar kau, oppa?”Tiffany memastikan dengan terperangah.“Kami memang curiga itu kau, oppa.”

Jiyong tersenyum. Ia mengamati Seohyun yang bercermin menggunakan cermin itu. Tidak ada yang terjadi pada cermin, tidak ada sinar disana. Apa hanya ia yang melihatnya? Atau mungkin karena itu bukan milik Seohyun. Tapi, tetap saja jika bukan miliknya kenapa Seohyun tidak bisa melihat sinar itu sementara Seohyun yang bahkan selalu dekat dengan member TTS lainnya.

“Terima kasih, oppa. Entahlah jika yang menemukan orang lain dan tahu milik kami, kami khawatir tidak akan dikembalikan. Cermin ini sangat penting bagi eonni.”

Jiyong meresapi kata-kata Seohyun, ‘Cermin ini sangat penting bagi eonni’. Jelas bukan milik Seohyun. Bukan juga Tiffany karena jika milik Tiffany reaksi yang akan ditunjukkannya pasti berbeda dan lebih girang sebab barang berharganya yang hilang ditemukan.

Yang tersisa adalah Taeyeon. Mungkinkah milik Taeyeon? Ia menjadi penasaran pada pemilik cermin itu. Rasanya juga tidak mungkin jika ia harus bertanya pada mereka. Mungkin mereka akan berpikir‘Memangnya apa urusan Jiyong? Yang terpenting ia sudah mengembalikan cerminnya.’

“Baiklah. Aku harusburu-buru pergi. Sampai jumpa,” ucap Jiyong pamit dan memberi salam

“Sampai jumpa,” balas Tiffany dan Seohyun lalu melambai pada Jiyong yang berbalik keluar gedung. Ditatapnya punggung pria yang tidak terlalu tinggi itu.

Tepatsaat Jiyong keluar gedung, sebuah mobil hitam jenis Lamborghini Avendatorberhenti didepannya. Seorang pria langsung keluar dan mempersilakan Jiyong untuk masuk mobil.

“Terima kasih sudah mengantar mobilku. Kau bisa pulang dengan van kami,” ucap Jiyong sudah duduk di kursi kemudi.

“Baik, tuan.”

Mobillangsung Ji jalankan dan pergi menjemput adiknya.

Sedangkan Taeyeon masih menunggu dua rekannya.Dan ia tidak bertemu dengan manager BIGBANG yang mengambil mantel milik Jiyong sebab Taeyeon pergi ke toilet. Jika bertemu tentu ponsel Jiyong titipkan padanya.

Pintu ruang make up terbuka Taeyeon langsung berdiri dan tersenyum, bersiap menyerahkan ponsel pada pemiliknya. Tiffany dan Seohyun muncul, bukan Jiyong seperti harapannya. Dengan cepat ponselnya dimasukkan kedalam tas kecilnya.

“Kenapa lama?” tuntut Taeyeon karena bosan di ruang ini.

“Eonni, kami bertemu leader BIGBANG,” tutur Seohyun lalu tersenyum senang.

“G-Dragon?” Taeyeon terbelalak.

“Benarkan? Eonni pasti terkejut. Kau ingin bertemu dengannya juga,” Tiffany menyimpulkan.

“Dimana dia sekarang?” tanya Taeyeon serta merta.

“Eonni benar-benar ingin bertemu dengannya? Bagaimana aku bisa tahu kemana? Dia tidak memberitahu kami. Tentu saja,” kekeh Tiffany.

“ Apa dia masih disini?”

“Dia keluar gedung setelah bicara dengan kami. Entah kembali atau tidak,” kata Seohyun.

“Katanya buru-buru pergi,” tambah Tiffany. “Kau kenapa, eonni?Kau seperti penggemar beratnya.”

“Karena dia… ayo, cepat ganti baju dan pulang,”pinta Taeyeon mengalihkan pandangan dan pembicaraan. Tidak ingin mereka tahu kalau ponsel Jiyong ada padanya. Jika tahu maka, pasti akan merepotkan.

***

Melihat Seohyun tengah menghafal lirik lagu di ruang tamu apartemen SNSD, Tiffany menyusulnya dan mengambil kertas lirik lalu menghafalnya juga.

Dering ponsel terdengar. Mereka saling menatap.

“Itu terdengar dari dapur,”kata Seohyun.

“Apa Tae eonni mengganti nada deringnya? Itu terdengar berbeda,” gumam Tiffany.

Di dapur, Taeyeon buru-buru mengambil ponsel di tas kecil di atas meja makan. Ada yang menelepon dari ponsel Jiyong, Yuri. Dijawabnya ponsel itu dengan perlahan.

“Yeoboseyo? Oppa eodiseo? Aku sudah didepan sekarang. Kenapa belum terlihat?” terdengar suara Yuri setengah gusar.

“Yeoboseyo, Yuri-ah…” sahut Taeyeon hati-hati.

“Tae eonni?” tebak Yuri heran sekaligus terkejut yang membawa belanjaan saat mendengar bukan suara Jiyong melainkan suara Taeyeon yang langsung dikenalnya. “Kenapa ponselnya masih ada padamu, eonni? Kau bersama Ji oppa sekarang? Berikan ponsel pada oppa, kalau tidak katakan saja cepatlah kemari. Sebelum aku marah.”

“Yuri-ah, ini kesalahan kecil. Kakakmu buru-buru tampil tadi jadi melupakan saat kita bertelepon,” jelas Taeyeon berbisik. Takut ketahuan Tiffany dan Seohyun.

“Mwo? Sekarangkau tahu dimana oppa?”

“Tidak,” jawab Taeyeon merasa bersalah.“Apa kau kujemput saja?”

“Ah, eotteokhae…” keluh gadis hitam manis nan mempesona ini. Tapi, kemudian ia melihat mobil kakaknya datang. “Oh, eonni. Tidak perlu menjemput. Oppa sudah datang.”

“Itu benar-benar kakakmu?”

“Eung,”jawab Yuri senang melihat mobil dihadapannya dan kaca mobil terbuka memperlihatkan Jiyong berkacamata hitam menatapnya.“Dia sedang menatapku sekarang.”

“Bagus,” ucap Taeyeon. Lega mendengarnya. Suara Yuri juga terdengar lebih ceria sekarang.

“Eonni, sampai bertemu lagi,”salam Yuri mengakhiri teleponnya dan langsung masuk mobil. “Ah, oppa. Sedikit lama memang tapi aku memakluminya.”

“Maaf, aku ada sesuatu,” ucap Jiyong mulai menjalankan mobil saat melihat Yuri selesai memakai safety belt.

“Oppa, dimana ponselmu?” tanya Yuri mengingatkan Jiyong dalam perjalanan yang lebih jauh dari supermarket.

“Ponsel? Mungkin disaku. Mau pinjam?” tawar Jiyong tetap fokus pada jalan.

“Dimana ponselnya?” ulang Yuri lebih mengingatkan.

“Ponselku… dimana?”

“Ada pada Tae eonni, benar?” ungkap Yuri.

Jiyong menatap tajam Yuri dan baru teringat ponselnya ada pada gadis mungil itu.

“Aah… benar. Aku baru ingat. Aku meninggalkannya karena harus stand by di back stage.

“Kenapa oppa bisa cerobohsekali?Bagaimana jika itu bukan Tae eonni? Pasti sudah tidak tahu ada dimana.”

“Ambilkan ponselku, ya,” pinta Jiyong.

“Tidak mau. Ambillah sendiri,” tolak Yuri. Ia mengalihkan pandangan keluar jendela. Jiyong terdiam. Tiba-tiba Yuri bersuara, “Aku minta saja Tae eonni ke apartemen BIGBANG untuk mengembalikan ponselmu, otte? Aku ‘kan mau ke sana, jika ada teman gadis jadi terlalu bosan.”

“Apa katamu?”sergah Jiyong menoleh adiknya sejenak.

“Kau tidak setuju?” cibir Yuri kesal.

“Pikirkan cara selain itu. Pikirkan baik-baik,” pinta Jiyong. Tidak mungkin ia setuju dengan ide konyol gadis disampingnya ini.

“Aku malas berpikir,”desah Yuri

Jiyong menghela nafas. Ia masih berusaha menolak usul itu,“Bagaimana jika adapaparazzi?

“Mereka akan memaklumi. Mereka semua tahu kita bersaudara. Jadi, wajar jika aku membawa memberSonyeo Sidae juga ke apartemen BIGBANG.”tutur Yuri. Jiyong terdiam. Melihat kakaknya seakan pasrah hanya dengan terdiam maka, dengan bersemangat Yuri cepat menyimpulkan, “Itu artinya oppa setuju.”

Nomor ponsel Taeyeon cepat Yuri cari di ponsel lalu menelponnya.

“Yuri-ah…” cegah Jiyong masih halus. Bersabar.

“Yeoboseyo, Tae eonni? Bagaimana kalau kau mengembalikan ponsel Ji oppa sekarang saja? Datanglah ke apartemen BIGBANG. Aku ada disana. Apa? Pokoknya ke apartemen BIGBANG saja. Ingatlah, itu ponsel G-Dragon,” bujuk Yuri. “Eonni pasti mendapat banyak panggilan di ponsel oppa, ‘kan? Kembalikan sekarang atau oppa dan kau kena marah CEO Yang? Eonni tidak mau, ‘kan? Itu bukan mengancam. Ya, tolong. Arraseo. Sampai bertemu disana”

“Yuri-ah…” geram Jiyong kala adiknya baru saja menutup telepon.

“Taeyeon eonni setuju untuk datang ke apartemen, oppa,” ungkap Yuri senang.

Jiyong tidak menjawab lagi dan hanya menatap sekilas gadis yang tengah ceria itu.

***

“Ji oppa menjadi aneh saat mendengar nama TaeTiSeo dan Sonyeo Sidae?”ulang Yuri mendengar cerita Seungri. Yuri yang sejak tadi bergabung dengan BIGBANG minus Jiyong di ruang tamu apartemen BIGBANG.

Seungri dan Daesung mengangguk.

Pandangan Yuri beralih pada Youngbae yang lebih memilih bermain ponsel. Hal itu dapat diketahui Jiyong yang baru datang untuk mengambil mantel.

“Yuri-ah, katamu kau akan mencoba memasak lagi, memperbaiki kesalahan kemarin. Kenapa belum mulai?”tegur Jiyong pada adiknya yang belakangan ini sering mendatangi tempat ini untuk belajar memasak. Memilih tempat ini daripada apartemen SNSD karena lebih nyaman, tidak ada yang menganggu, tidak ada yangcerewet dari tujuh gadis satu grupnya.

“Hari ini aku tidak akan melakukannya, aku akan memasak makan malam untuk kalian. Akan ada yang membantu,” sahut Yuri senang.

“Setidaknya siapkan bahan-bahannya,” imbuh Jiyong.

Yang diajak bicara hanya tersenyum pada kakaknya.

Bel pintu apartemen berbunyi. Menatap sejenak kearah pintu, Jiyong melangkah menuju kamarnya sementara Yuri bergegas menyambangi pintu dan membukanya.

“Eonni…” sambut Yuri senang pada Taeyeon yang membawa satu paper bagberisi penuh sayuran. “Ayo, masuk.”

Senyum paksa tercetak di bibir Taeyeon untuk kemudian perlahan masuk. Ini pertama kalinya bagi Taeyeon memasuki apartemen grup idola pria yang sangat terkenal sampai mancanegara itu.

Keempat member BIGBANG terperangah melihat kedatangan sang leaderSNSD yang menatap satu per satu dari mereka semua dengan senyum bingung.

“Annyeonghaseyo,” salam Taeyeon sedikit membungkukkan kepalanya.

Semua membalas dengan mengangguk. Taeyeon tidak melihat Jiyong disana. Ia kemari karenanya tapi kenapa justru pria itu yang belum terlihat.

“Noona,” seru Seungri bangkit menghampiri Taeyeon lalu mengambil alih paper bag, “Mari kubantu. Tidak ada yang mengerti ini kecuali maknae yang memang setiap hari selalu membawa apapun milik mereka. Jadi seperti asisten, ‘kan?

Taeyeon tersenyum, “Gomapta, Seungri.”

“Tidak perlu canggung. Inilah apartemen BIGBANG. Kau bisa menganggapnya seperti apartemen Sonyeo Sidae.” tutur Seunghyun tersenyum kecil.

“Ya, itu benar,” sahut Daesung tersenyum lebar yang menenggelamkan kedua mata sipitnya.

“Wah, tidak kusangka leader Sonyeo Sidae datang kemari akhirnya,” tambah Youngbae. Semuanya berusaha membuat suasana yang nyaman untuk gadis mungil dihadapan mereka.

Walau Yuri yang satu grup dengannya sekaligus adik Jiyong, bukan berarti Taeyeon pernah singgah ke tempat ini. Hanya sesekali mengantar Yuri sampaibasementgedung ini, selebihnya tidak. Karena Taeyeon memilih keamanan dari paparazzi yang mungkin saja akan membuat berita aneh-aneh tentang kedatangannya ke apartemen BIGBANG.

“Terima kasih, Seungri,” ucap Taeyeon sesampainya di dapur.

“Apa ada yang harus kubantu?”tanya Seungri seraya mengeluarkan sayuran dari paper bag.

“Tidak perlu. Tunggu saja disana,” tolak halus Taeyeon.

“Hentikan itu. Jangan dikeluarkan semua, tidak ada tempat lagi nanti,” desis Yuri melihat Seungri asyik mengeluarkan sayuran tanpa melihat keadaan meja dapur hampir penuh.

“ Tidak akan memenuhi meja,” sangkal Seungri berhenti dari aktivitasnya dan mencibir. Lalu, pada Taeyeon ia tersenyum manis, “Noona, masak yang enak, ya. Yuri tidak bisa memasak, ‘kan?”

Tatapan tajam dari Yuri dibalas Seungri dengan mencibir lalu pergi dari dapur.

“Maknae Seungri benar-benar sangat lucu,” komentar Taeyeon tertawa kecil.

“Sangat menyebalkan baru benar,” koreksi Yuri yang mengambil daun bawang untuk dikumpulkan bersama bahan lain.“Maaf, membuatmu belanja.”

“Kau bilang ingin membuat sup tapi bahannya ada yang kurang.”

“Tapi, kau belanja bahan sup lengkap. Ini jadi terlalu banyak. Bagaimana kalau bahan-bahannya tidak habis malam ini?”

“Masukkan kulkas,” jawab Taeyeon santai seraya mengambil mangkuk.

Saat proses memasak, Taeyeon melihat Jiyong baru bergabung dengan memberlain kemudian duduk dan langsung mengacak-acak rambut Seungri. Hanya punggung Jiyong yang terlihat karena ia duduk membelakangi Taeyeon.

“Eonni?” tegur Yuri heran menatap Taeyeon lalu mengikuti arah tatapannya. Terlihat BIGBANG tengah bercanda. “Mereka lucu, ‘kan?. Ya, begitu tingkah mereka. Pasti gila melihat mereka yang sangat lucu. Seungri walau menyebalkan kuakui dia polos dan sedikit menggemaskan, sedikit.”

“Bagiku dia sangat menggemaskan,” jujur Taeyeon dan mulutnya bersinar, sinar yang mengiringi kupu-kupu berwarna keluar dari mulutnya. Untuk kesekian kalinya kupu-kupu berwarna biru cerah itu muncul sejak ia ngobrol dengan Yuri dan Seungri di dapur.

“Eonni, kau begitu dekat dengannya secara pribadi dan kau sudah terpancing kegemasannya?” Yuri setengah percaya.

“Dia memang menggemaskan,” Taeyeon mengaku. Kembali kupu-kupu serupa tadi muncul dengan sinar yang menawan. Sayang mereka tidak melihatnya.

“Iya, baiklah. Lalu, leader-nya. Pokoknya dia benar-benar jjang. Aku sampai tidak tahu harus mengatakan apa.”

“Bukan karena dia kakakmu jadi memujinya habis-habisan?” gurau Taeyeon tersenyum.

“Tentu tidak,” sahut Yuri.

Kembali Taeyeon tersenyum. Atas perintah Taeyeon, Yuri kini tengah memasukkan potongan sayuran kedalam panci berisi air mendidih.

“Lalu, bagaimana sifat Youngbae oppa?” celetuk Taeyeon tersenyum penuh arti. Lebih tepatnya menyindir gadis ini.

“Aw…” jerit Yuri yang tangannya terciprat air panas karena ia menjatuhkan bahan masakan tidak sengaja. Ia begitu terkejut saat mendengar Taeyeon menanyakan itu yang membuatnya menjatuhkan sayur tiba-tiba.

Mendengar jeritan Yuri, Jiyong menoleh kearah dapur dan cepat menghampiri adiknya.

“Yuri-ah, ada apa? Semuanya baik-baik saja?” tanya Jiyong tampak mengkhawatirkan adik satu-satunya.

“Terciprat air panas,” jawab Yuri baik-baik saja.

“Dimana?”

Yuri menunjukkan tangan kanannya. Cepat Jiyong mengarahkan Yuri ke meja makan dan membimbingnya duduk. Ia meniup-niup tangannya.

“Oppa, aku baik-baik saja. Ini bahkan mulai hilang sakitnya,” tolak Yuri. Memang kakaknya begitu perhatian padanya. Sakit sedikit langsung cemas.

“Perlu obat? Biar kucarikan,” lanjut Jiyong tidak menggubris ucapan Yuri.

“Ini akan benar-benar hilang saat aku mencuci tangan.”

Lega pada Yuri, Jiyong beralih pada Taeyeon yang hanya diam saja sejak Jiyong masuk.

“Kau… baik-baik saja, Taeyeon-ssi?” tanya Jiyong lembut.

“Eoh? Aku baik-baik saja. Yuri yang terkena dan itu karenaku,” ungkap Taeyeon membuat Jiyong terkesiap karena melihat kupu-kupu kuning bersinar keluar dari mulutnya seperti di ruang make up tadi.“Maaf, ya, Yuri-ah. Aku harusnya tanya dengan melihat situasi.”

Giliran kupu-kupu biru yang keluar, Jiyong terperangah. Apa lagi sekarang? Ia melihat warna kupu-kupu berbeda dari sebelumnya.

“Tidak apa-apa, eonni,” sahut Yuri bangkit untuk mencuci tangan.

“Kalau begitu apa jawaban dari pertanyaan tadi?”ulang Taeyeon tersenyum yang sudah kembali memasak.

Yuri menatap tajam Taeyeon mengisyaratkan untuk diam. Masih belum beranjak dari duduknya, Jiyong sedikit penasaran dengan maksud dari percakapan mereka berdua. Yuri menoleh belakang pada Jiyong dan mencetak senyum yang dibuat-buat semakin membuat Jiyong heran. Karena Yuri tidak ingin Jiyong tahu kalau yang dimaksud Taeyeon adalah Youngbae. Yuri tidak ingin kakaknya tahu.

Bukannya beranjak keluar, Jiyong justru bertopang dagu memperhatikan adiknya memasak. Walaupun begitu, tak bisa dipungkiri Jiyong sesekali memperhatikangadis mungil yang masih tidak ia mengerti kenapa ada kupu-kupu dalam diri gadis itu. Jiyong kagum dengan kemampuan memasaknya. Ia memang bisa memasak tapi Taeyeon melebihi kemampuannya. Tidak seperti Yuri yang kalah memasak dengan Jiyong.

Merasa beberapa kali diperhatikan Jiyong, Taeyeon menjadi sedikit canggung dan tidak fokus. Tapi, ia terus berusaha menyelesaikan masakannya yang sudah setengah jadi.

***

Taeyeon terus menyajikan berbagai jenis makan malam di meja yang sudah terdapat member BIGBANG pada masing-masing kursinya dibantu Yuri.

“Mana hasil masakanmu?” tanya Jiyong pada Yuri saat Yuri meletakkan mangkuk besar berisi sup.

Hanya senyum paksa yang Yuri keluarkan mengetahui kakaknya tengah meledek.

“Terima kasih, Taeng dan Yuri,” ucap Daesung yang duduk di sebelah Seungri. “Sepertinya ini enak sekali.”

“Aku hanya memasukkan bahan kedalam panci dan membantu menyajikan. Taeyeon eonni yang memasak semuanya,”terang Yuri lalu duduk disusul Taeyeon karena selesai dalam penyajian.

“Tentu. Aku juga tidak percaya jika dia yang memasak,” tambah Seungri memasang ekspresi mengejek pada Yuri yang dibalas mencibir untuk Seungri.

“Sedikit membantu dan justru terkena air panas,” sindir Jiyong.

“Kau tidak apa-apa, Yuri-ah?”tanya Youngbae seketika setelah mendengar ucapan Jiyong.

Yuri mencibir pada Jiyong lalu tersenyum manis pada Youngbae,“Aku baik-baik saja.”

“Wah… Ini benar-benar enak. Terima kasih Taeyeon,” ucap Seunghyun mulai makan diikuti lainnya. Taeyeon mengangguk senyum.

Memang enak masakannya saat Jiyong mencicipinya dan sejenak menatap Taeyeon yang makan dengan canggung.

Taeyeon sangat canggung sekarang ini, makan malam dengan artis dari manajemen lain terlebih manajemen rival utama antara YG Entertainment dan SM Entertainment. Bingung juga harus berbuat apa di apartemenidol grup satu ini. Karena tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Memasuki apartemen boy grup lain. Tidak pernah dan baru kali ini. Atas ajakan Yuri sekaligus keperluan mengembalikan ponsel seorang G-Dragon.

***

“Aku akan mandi,” ucap Youngbae selesai makan.

“Aku ikut,” goda Seungri cepat.

Youngbae mengernyitkan dahi lalu mencibir. Setelah minum, ia langsung pergi.Member lain juga pergi keluar kecuali Jiyong yang masih meminum air. Yuri dan Taeyeon juga masih disitu dan hampir menyelesaikan makannya. Maklum, gadis lebih lambat makannya.

Dering ponsel Yuri terdengar menunjukkan sebuah panggilan dari nomor yang bernama ‘Seoman Sajangnim’.

“Tae eonni, tunggulah disini. Sajangnim menelepon.”

Karena begitu canggung, Taeyeon tidak sepenuhnyamenangkap maksud Yuri yang langsung pergi. Dirinya semakin canggung karena hanya ada Jiyong sekarang didepannya, hanya menunduk dan melanjutkan makan dengan lebih pelan.

Selesai makan, Jiyong bangkit menatap sejenak Taeyeon laku keluar.

“Jamkkanman,” cegah Taeyeon cepat sebelum benar-benar keluar, membuat Jiyong berbalik menatapnya. Taeyeon membuka tas kecilnya dan mengambil sesuatu disana. Ponsel milik Jiyong. Taeyeon berdiri dan mengulurkan ponsel padanya. “Aku tidak mengerti kau tiba-tiba meninggalkan ponsel padaku. Apa kau tidak takut ponselmu kenapa-kenapa? Kau buru-buru ke stage? Tapi, benda seperti ini tidak bisa kau tinggalkan begitu saja. Atau kau lupa? Ini tidak bisa dipisahkan denganmu untuk beberapa waktu.”

Hanya menatap gadis itu, Jiyong perlahan kembali dikejutkan dengan cahaya yang keluar dari mulut Taeyeon diikuti seekor kupu-kupu berwarna kuning terang, sangat terang dan terbang mengelilingi gadis mungil yang seakan tak menyadarinya atau pura-pura tidak tahu.

Hal sama terjadi lagi membuat Jiyong semakin bingung. Kenapa gadis ini selalu mengeluarkan kupu-kupu setelah bicara dengannya? Ia sungguh tidak mengerti. Ia tidak tengah hidup dalam mimpi atau negeri khayalan, ‘kan?

Heran dengan Jiyong yang belum juga mengambil ponselnya, Taeyeon memberi kode untuk meminta Jiyong mengambil ponsel dari tangannya. Sadar dengan kodenya, Jiyong menerima ponsel itu dengan bingung.

Ia menatap Taeyeon dengan pandangan yang sulit diartikan sekaligus datar.

“Aku buru-buru dan… melupakannya,” sahut Jiyongmenanggapi repetan gadis berteka-teki itu.

“Melupakannya? Kenapa kau melupakan ponsel yang sangat penting? Kau bisa terkena marah CEO-mu karena sebuah panggilan diabaikan,” cuap-cuap Taeyeon jadi geram sendiri. Mungkin karena sama-sama idol.

“Kau akan mengabaikannya jika ada panggilan untukku?” Jiyong balik tanya.

Sesaat Taeyeon terdiam bingung.

“Bukan seperti itu. Pasti bingung menelepon leader BIGBANG tapi yang menjawableader Sonyeo Sidae,” tandas leaderSNSD.

Jiyong mengulas senyum sedikit.

“Apa tidak ada telepon masuk saat ini ada padamu?”

“Untungnya tidak. Oh, hanya Yuri dua kali,”jujur Taeyeon yang dibalas anggukan Jiyong yang memang benar hanya nama Yuri yang tertera di panggilan masuk dalam waktu ponsel berada ditangan kid leader.

“Bagus.”

Kala menoleh kembali Taeyeon, Jiyong melihat kupu-kupu berwarna kuning melebur. Ia yakin gadis ini baru saja kembali mengeluarkan kupu-kupubersinar.

Selang beberapa saat, ponsel Jiyong berdering tanda panggilan masuk.

“Lihat? Baru beberapa menit ditanganmu telepon langsung ada. Itu sebabnya aku rasa harus cepat mengembalikannya padamu,” tukas Taeyeon untuk setelahnya kupu-kupu bersinar mumcul.

Jiyong tidak ingin memikirkannya sekarang perihal apa yang baru saja dilihatnya.

“Habiskan makananmu,” ujar Jiyong setelah diam beberapa saat lalu keluar seraya menerima panggilan.

Berpapasan dengan Jiyong yang keluar, Yuri bergegas menghampiri gadis yang pasti tengah sangat canggung itu.

“Ada apa? Maaf, ya, eonni, kau pasti tidak enak berhadapan dengan Ji oppa,” tutur Yuri.

Taeyeon menggeleng senyum.

“Aku hanya mengembalikan ponselnya,” aku Taeyeon. “Apa kata sajangnim?”

“Dia memberi semangat untuk kita untuk pembuatan video klip besok. Kita juga diminta bersiap dengan baik.”

“Kalau begitu sebaiknya aku pulang sekarang untuk mempersiapkan besok,” Taeyeon memutuskan.

“Ini sudah malam, eonni. Kau juga siap semuanya dan hanya istirahat yang cukup. Istirahatlah disini daripada pulang yang akan membuatmu lebih lelah. Ini sangat larut, bagaimana jika ada yang tahu kau keluar dari apartemen BIGBANG selarut ini?”

“Tidak masalah jika itu bersamamu. Itu katamu, ‘kan?”

“Baiklah. Tapi, tidak ada yang tahu pemikiran paparazzi. Menginaplah disini dan pulang besok bersamaku,”pinta Yuri.

“Apa? Menginap disini?”delik Taeyeon. Lalu, sadar suaranya sedikit keras. Maka, ia merendahkan suaranya,“Bagaimana bisa? Kau gila?”

“Kenapa? Kau bersamaku, eonni,” Yuri masih belum berhenti membujuk eonni-nya. “Akan kusingkirkan Seungri untuk tidur dengan member lain. Ji oppa pasti dengan senang hati membagi kamarnya dengan maknae itu.”

Keputusan Yuri belum bisa Taeyeon terima. Bagaimanapun mereka sama-sama idol yang rentan terhadap rumor. Bagaimana jika ada yang tahu walau ia bersama Yuri, adik leader BIGBANG? Media mungkin akan memaklumi Yuri bermalam disini bahkan jika itu untuk beberapa hari dan hanya Yuri seorang walau tetap saja ada yang membuat rumor tidak enak.

Lalu, bagaimana dengan Taeyeon? Walau disini dengan adik G-Dragon tapi, apa media akan diam saja. Saat dunia menampakkan mataharinya diawal pagi, artikel bisa saja muncul dengan title yangmenyinggungnya bermalam di apartemen boy group BIGBANG. Entah rumor sekadar berkumpul, party, bahkan kencan atau rumor apapun itu, Taeyeon tidak ingin hal buruk terjadi karena sebuah artilel yang masih abu-abu kepastiannya.

Hal buruk yang melibatkan dirinya orang-orang yang berkaitan semisal, leaderSNSD yang kurang becus, sikap seenaknya dari Yuri adik G-Dragon, BIGBANG yang terlalu terbuka dengan orang lain, SNSD yang tidakdapat dipercaya leader-nya, leader yang mengiyakan tanpa berpikir. Kemudian artikel terburuk adalah mengenai hubungan SM dan YG Entertainment yang semakin tidak membaik, walau seharusnya diberitakan baik karena hubungan pertemanan BIGBANG dan SNSD. Tapi, itulah artikel. Ada-ada saja pemberitaan terbaliknya.

Taeyeon tidak ingin seperti itu, karena padahal kejadiannya tidak seperti negative assumption media.

Berat menatap Yuri. Bingung apa yang harus dilakukannya. Sepertinya kedua pilihan itu memiliki risiko yang sama besar. Tidak mempermasalahkan apa yang akan ia pilih, toh semuanya berisiko. Tapi, bagaimana dengan diriniya sekarang yang harus memilih salah satu pilihan berisiko itu sebelum dunia benar-benar semakin larut?

***

Malas dan mengacak-acak rambut, Seungri keluar kamar. Untung dirinya belum tidur.

“Jaga kamarku,” pesannyapada dua gadis yang lebih tua darinya. “Yuri, ini bukan karenamu tapi, karena Taeyeon noona aku menyerahkan kamarku untuk menghormatinya. Yuri, apa tidak ada kamar member lain yang bisa kau jadikan korban selain aku? Yuri-ah, kau sangat… ah….”

Seungri langsung beringsut menuju kamar lain setelah bercuit diiringi Yuri yang tersenyum menang dan geli.

“Selesai, ‘kan? Ayo,” ajak Yuri pada Taeyeon yang tersenyum paksa dan hanya mengikuti gadis yang selalu ceria itu.

Jiyong yang akan membuka pintu kamarnya seraya membawa segelas air putih setengah heran melihat Seungri datang ke kamarnya.

“Ayo, tidur. Aku mengantuk,” desis Seungri malas sambil masuk kamar setelah Jiyong membuka pintu kamarnya perlahan. “Malam ini aku tidur di kamarmu.”

Pemilik kamar memicingkan mata kemudian masuk kamar dan menutupnya.

“Yuri merebutnya lagi?” tebak Jiyong tertawa kecil seraya meletakkan gelas yang ia bawa di atas meja samping ranjang king size-nya. Yuri memang seperti itu jika menginap disini. Lama tidak menginap Seungri merdeka aman, sekarang, malam ini kembali ia mengalah.

“Ya. Dia dengan Taeyeon noona,” sahut Seungri langsung menghempaskan diri di kasur empuk itu. Siapapun akan cepat terlelap jika bertemu kasur yang terpasang di masing-masing kamar member BIGBANG.

“Dia tidak pulang?” Jiyong terkejut.

“Nugu? Taeyeon noona? Aku tidak tahu bagaimana dia bisa memutuskan menginap. Mungkin karena sudah sangat larut. Aku menunggu Tae noona meminta dianatar pulang tapi yang datang Yuri merebut kamarku. Tae noona hanya mengikutinya,” jelasnya dengan memejamkan mata.

Jam beker disebelah gelasnya Jiyong tengok yang menunjukkan pukul sebelas malam. Memang sangat larut untuk ukuran seorang wanita terlebih seorang idol dari grup terkenal.

***

Arloji ditangan Jiyong ia tengok. Pagi ini ia sudah berada dalam mobil di basementapartemen. Berpakaian santai lalu menatap pintu menuju gedung apartemen.

“Gadis memang selalu seperti ini,” gumamnya yang sudah menunggu lama.

“Siapa?”

Tiba-tiba saja suara terdengar bersamaan dengan Seungri masuk mobil membuat Jiyong terkejut.

“Kau mendengarku?”

“Tidak,” jawab Seungri cepat dengan jelas-jelas dusta.

“Kenapa kau kemari? Keluar,” usir Jiyong datar. Tapi, Seungri pasang wajah memelas.

Seorang gadis yang muncul dari dalam apartemen dengan pakaian casualmengernyitkan kening dengan senyum melihat kakaknya asyik menggoyang-goyangkan kepala ke kanan dan ke kiri didepan kamera ponsel. Sepertinya ia tengah membuat sebuah video. Yuri juga melihat Seungri disebelah kakaknya. Seungri yang tengah tersenyum lebar melihat aksi hyung-nya. Tidak lama kemudian seorang gadis lagi menghampiri Yuri, Taeyeon yang sudah berpakaian rapi.

“Dimana mobilnya?” tanya Taeyeon. Sebelum dijawab Yuri, ia melihat maknae BIGBANG keluar dari mobil Jiyong atas paksaan Jiyong sendiri.

Dua gadis itu menghampiri mobil Jiyong yang bersamaan dengan keluarnya Jiyong dari mobilnya. Ia berdiri disamping mobilnya dengan tangan kanannya diatas kap mobil.

“Ya! Kau mau ikut dengan kami?!” protes Yuri menatap tajam Seungri.

“Tadinya. Tapi, mengingat kau tidak bisa diam di mobil aku memutuskan tidak saja,” timpal Seungri yang sangat mengetahui kebiasaan gadis satu ini. Mulutnya akan gatal jika tidak bicara jika dalam perjalanan menaiki mobil.

“Tapi, kulihat kau diusir Jiyong oppa,” ledek Yuri dengan senyum mencibir.

Langsung saja Seungri melemparkan kilatan kesal lalu hanya memberi senyum disudut kananbibirnya pada pria yang pernah membencinya selama tiga bulan saat BIGBANG hendak debut.

“Kalian tidak membuang waktu lagi, ‘kan?Ini masih pagi, kenapa bertengkar?” sela Jiyong menghentikan perdebatan yang bak anak kecil.

“Tadi didalam itu bukan membuang waktu. Aku dan Tae eonni bersiap-siap,”sungut Yuri lalu mengajak Taeyeon masuk mobil.

“Hati-hati, Tae noona,” ucap Seungri. Hanya ditujukan pada Taeyeon ucapan tersebut namun pandangannya tertuju pada Yuri. Jelas sekali meledeknya. Yuri semakin menatao tajam tapi cepat ia acuhkan. Sedangkan Taeyeon menerima ucapan dari Seungri dengan mengangguk senyum.

Sementara Jiyong masuk mobil, Seungri kembali ke apartemen.

“Eonni, masuklah,” perintah Yuri membuka pintu mobil bagian depan.

“Aku dibelakang saja,” tolak Taeyeon pada penawaran Yuri.

“Masuk, eonni. Kau tidak bisa menolak dengan waktu yang sedikit sekarang ini.”

“Tapi, Yuri-ah…”Taeyeon pasrah dan perlahan masuk.

Jiyong heran dengan tingkah adiknya ini, tapi Yuri yang senang segera membuka pintu belakang dan masuk. Mobil mulai Jiyong jalankan meninggalkan tempat itu.

Karena sepanjang jalan tidak ada yang bicara, mungkin ada kecanggungan pada diri masing-masing, Yuri berdehem kecil. Tidak tahan jika hanya diam.

“Oppa,” panggil Yuri pelan dan Jiyong menatap Yuri lewat pantulan spion dalam mobil. Giliran Yuri menatap Taeyeon, “Eonni.”

“Ada apa, Yuri-ah?” sahut Taeyeon sedikit menoleh pada Yuri.

“Kalain sama-sama leader grup, bukan? Mungkin kalian bisa menanyakan perasaan jadi leader, suka dukanya atau yang lainnya. Ah, bisa juga….”

“Semua itu sudah dibicarakan di talkshow dan lainnya,” potong Jiyong.

“Tapi, aku yakin kalian belum melihatnya, kalian bisa tanyakan selagi masih bersama. Sebagai member, aku akan menjadi audience yang baik. Daripada diam dan tidak menyalakan musik, lebih baik sharingpengalaman menjadi leader, ‘kan? Atau apapun bisa,”Yuri sedikit mendesak dua leader didepannya.

“Aku akan menyalakan musik,”Taeyeon memutuskan. Tapi, cepat dicegah Yuri saat tangannya mendekati audio mobil.

“Tidak akan nyaman. Cerita saja. Aku ingin dengar,”bujuk Yuri dengan senyum cerianya yang mendapat tatapan tajam dari Taeyeon tapi, Yuri hanya mengangkat kedua bahunya. Geram juga pada mereka. Tapi, dengan sabar Yuri membuat mereka bicara, “Perlu kucontohkan? Arraseo, jaldeuro. Example,‘Taeyeon, jadi Seonyeo Sidae ada pembuatan video klip hari ini untuk single baru? Iya, Jiyong. Kita juga, ‘kan akan ke lokasi. Jiyong, BIGBANG akan konser di Jepang, ya? Itu kapan, aku tidak tahu jadwalnya. Itu satu minggu lagi.’ Lakukan semacam itu. Ayo. Daripada kuatur bukankah lebih enak bicara sebebasnya?”

“Taeyeon-ssi, bagaimana kau bisa mengurus memberSonyeo Sidae yang bernama Kwon Yuri, adik G-Dragon? Apa dia selalu membuatmu menjadi kesulitan? Aku yakin seperti itu. Terutama mulutnya, dia terus saja bicara sepanjang waktu. Bagaimana dia?”tanya Jiyong menyinggung Yuri yang mendelik tajam pada kakaknya. Tidak tahu kakaknya akan bertanya seperti itu.

Awalnya Taeyeon bingung dan skeptical.Tapi, ia lalu tersenyum.

“Senang mengurusnya. Dia mengobatiku dengan sikap cerianya saat aku lelah,” ungkap Taeyeon tulus dan otomatis kupu-kupu berwarna kuning keluar dengan sinarnya kuning berkilau pula. Ia menoleh Yuri tersenyum, “Gadis ini juga penyayang. Benar, ‘kan, Yuri-ah?”

Kini, kupu-kupu biru dengan sinarnya muncul. Menyinari sekitar Taeyeon yang merambah pada sekitar Jiyong. Jiyong cepat menoleh melihat keadaan dan terkejut, merasa terjebaksampai ia rem mendadak tangannya menyentuh klakson mobil tanpa sengaja, menimbulkan bunyi klakson yang panjang. Dua wanita yang ia bawa bersama pun ketakutan hingga hanya memejamkan mata dan berdoa meminta perlindungan serta kesempatan hidup lebih lama. Masih dalam kepanikan, Taeyeon dan Yuri dikejutkan dengan suara klakson dari mobil dibelakangnya. Setelah dirasa dirinya aman dan sanggup, Jiyong menepikan mobilnya dan mengatur napasnya.

“Oppa, kau baik-baik saja?” tanya Yuri khawatir dan setengah panik.

“Jiyong-ssi, apa kau sakit?” tanya Taeyeon ikut panik dan kembali mengeluarkan kupu-kupu kuning bersinar dan Jiyong kembali dibuat terkejut oleh kupu-kupu tersebut saat melihatnya.

“Oppa, kenapa kau menatap Tae eonni seperti itu?” Yuri yang melihat Jiyong menatapTaeyeon sarcastic.

“Jiyong-ssi…” panggil Taeyeon pelan. “Ji…”

“Berhenti bicara,” potong Jiyong cepat dan memejamkan mata merasakan pusing dikepala.l“Taeyeon-ssi, berhenti disitu.”

Tentu saja Taeyeon terkejut dengan permintaan Jiyong. Ia sungguh tidak tahu menahu pria itu melarangnya berbicara.

“Oppa, ayo bertukar. Aku yang menyetir.”

Setelah berusaha menenangkan diri, Jiyong kembali memegang setir dengan yakin.

“Aku bisa mengantar kalian,” ujar Jiyong langsung kembali menjalankan mobilnya.

Taeyeon masih benar-benar heran dan tidak mengerti dengan pria di sebelahnya ini. Ia menatap Yuri bingung dan dibalas Yuri hanya dengan menggeleng mengernyitkan dahi, tidak tahu juga apa yang terjadi pada kakaknya baru saja.

***

Mobil Jiyong tiba dilokasi pembuatan MV. Beberapa crewMV menyadari kedatangan sebuah mobil yang tidak jauh dari mereka, yang setengah mengejutkan karena mobil itu.

Sebelum benar-benar membuka pintu, Taeyeon menoleh pada Jiyong.

“Tidak perlu,” ucap Jiyong lebih dulu yang tahu gadis ini pasti akan berterima kasih.

Ingat apa yang diminta Jiyong diperjalanan menuju kemari, Taeyeon hanya mengangguk pelan.

“Oppa,”panggil Yuri bingung. Tapi ia membiarkan apa yang ingin Jiyong lakukan saat ini.

“Temanmu sudah menunggu,” tukas Jiyong datar menatap beberapa memberSNSD yang sudah berada di lokasi syuting. Diantaranya terdapat Tiffany, Seohyun dan Sunny.

Dua member SNSD didalam mobil Jiyong mengarahkan pandangan pada satu grupnya yang tengah saling ngobrol satu sama lain.

Mereka bertiga keluar dari mobil lalu menyapa para memberGirls’ Generation dan crew. Keberadaan Jiyong bukan berarti kemauannya, hanya saja Yuri yang meminta untuk penambah semangat katanya.

“Tolong, ya, masalah Tae eonni dan aku semobil dengan Ji oppa jangan dibuat rumor yang tidak benar,” pinta Yuri pada beberapa crewyang berada didekatnya.

“Itu tidak akan menjadi rumor,” ucap salah satu crew penata busana yakin. “Ayo, Taeyeon, Yuri, ganti bajumu.”

“Eonni, aku ikut,”Seohyun bergegas menyusul Taeyeon menuju ruang make up diiringi kecemburuan lucu dari Tiffany sebab, Taeyeon berhasil satu mobil dengan si leader BIGBANG, G-Dragon.

Tapi, kecemburuan itu tidak berlangsung lama karena ada yang hal lain dipikirkannya.

“Yoona belum datang, dia masih di kantor SM,” ungkap Tiffany khawatir pada Yuri yang hendak mengikuti Taeyeon.

“Belum datang?” ulang Yuri urung masuk ruang make up.

Road manager akan menjemputnya,” tambah Tiffany.

“Aku saja yang jemput. Tidak apa-apa, tidak akan terlambat syuting,” cetus Yuri yang belum sempat diiyakan Tiffany tapi gadis itu menggapit lengan kakaknya lalu, merebut kunci mobil yang ada di genggamannya.“Pinjam. Menjemput Yoona.”

Mendapati adiknya sedikit berlari menuju mobil, segera Jiyong menyusulnya, menerobos Yuri yang akan masuk kursi kemudi. Melarang gadis berkulit cokelat itu membawa mobilnya. Jika membawa mobilnya, bawa juga pemiliknya. Di lokasi ini bagai tempat asing bagi Jiyong.

Tidak sepenuhnya mengalah, Yuri memasuki mobil dan duduk disebelah kursi kemudi.

“Aku akan pergi sendiri,”Yuri memutuskan.

“Kau tidak bisa membawa mobil ini tanpa izinku,”Jiyong juga memutuskan.

“Tidak, tidak bisa. Aku sudah hampir terlambat,”imbuh Yuri mempererat genggaman kunci mobilnya.

“Katamu tidak akan terlambat.”

Yuri melunak dalam mempertahankan kemauannya, “Oppa,bisakah kau menunggu sebentar disini? Kalau kau bosan kau bisa mengobrol dengan mereka. Atau kalau kau ingin suasana tenang, tunngu saja di ruang make upsebelum syuting mulai. Bagaimana?”

Jiyong tercengang dan menatap tajam gadis yang bernama Yuri itu, ingin rasanya membungkam mulut dan mengikat tubuhnya lalu, ia bisa pergi langsung ke kantor SM sesuai rencananya. Sesampainya disana ia akan melempar gadis ceria nan cerewet itu ke pintu kantor SM.

Jiyong menguasai dirinya untuk lebih tenang. “Bagaimana aku bisa menunggu disini? Apa? Menambah semangat katamu? Artis YG tengah menonton pembuatan video klip artis SM begitu? Tidak mau.”

“Oppa…” rajuk Yuri. “Sudah tidak ada waktu.”

Karena tidak berhasil hanya dengan kata-kata maka, Yuri memaksa Jiyong keluar dengan geram. Mendorongnya sekuat tenaga.Walau beberapa kali mengelak, tapi Jiyong berhasil keluar. Seketika ia merubah sikap menjadi cool and swag. Tidak ingin perkelahian kecil dengan adiknya ini menarik perhatian orang lain. Senyum manis Jiyong tunjukkan dengan pura-purapada Yuri yang sudah pindah tempat duduk menjadi di kursi kemudi.

“Gomawo, oppa,” ucap Yuri tersenyum lalu melambai padanya.

“Hati-hati adikku yang cantik,” ucap Jiyong seraya mengacak-acak rambut Yuri dengan kesal.

“Ya! Rambutku sudah rapi. Jangan sentuh.”

Yuri memutar balik mobilnya, meninggalkan Jiyong dan tempat itu. Beberapa crew menoleh mendengar mobil yang melaju agak kencang. Mereka terkejut dengan Jiyong yang berdiri menatap perginya Yuri. Jiyong bingung sekarang.

“G-Dragon-ssi?” sapa seorang crew pria yang mendekati Jiyong. Jiyong yang ramah menoleh lalu tersenyum dan mengangguk salam. Crew itu melihat mobil keluar dari area pembuatan MV,“Yuri meninggalkanmu?”

“Sepertinya begitu,” Jiyong menimpali. “Aku diminta menunggunya disini.”

“Benarkah? Jika begitu, mari bergabung dengan kami,” tawar sang crew senang hati.

Jiyong mengulas senyum dan memandang lokasi MV tempat dirinya ditinggal Yuri menyebalkan itu.

***

“Atau kalau kau ingin suasana tenang, tunngu saja di ruang make up sebelum syuting mulai. Bagaimana?”

Desahan terdengar dari mulut Jiyong seraya menundukkan kepala saat melangkah didepan sebuah ruangan.

“Eoh?” Seohyun keluar dari ruang make up. Jiyong tersenyum. “Oppa, apa yang kau lakukan disini?”

“Yuri yang melakukannya,”jawab Jiyong. “Apa akan dimulai?”

“Benar,” sahut Seohyun mengangguk. “Oppa, melihat Tiffany eonni dimana?”

“Aku berpapasan dengannya didepan baru saja.”

“Gamsahamnida. Setelah ini giliranku. Maaf, aku permisi, oppa.” pamit Seohyun untuk kemudian melewati Jiyong dan melangkah cepat menyusul Tiffany setelah Jiyong mengangguk membalas pamitannya.

Menatap senyum maknae, lalu pandangan Jiyong beralih pada ruang make up yang pintunya tidak menutup dengan sempurna sehingga Jiyong dapat melihat dalam ruangan itu. Tidak ada orang maka, ia berniat masuk. Baru sempat hampir menyentuh gagang pintu, ia dikejutkan dengan Taeyeon yang menghampiri cermin besar diruang tersebut. Ternyata masih ada orang didalam, dugaan Jiyong salah. Ia tidak tahu karena pintunya hanya menampakkan sebagian ruangan.

Dengan hati-hati diperhatikannya Taeyeon yang bersiap keluar, Jiyong cepat mundur tapi, kedua kakinya seakan lumpuh seketika saat gadis mungil itu mengeluarkan cermin yang ia temukan dari tas kecilnya. Pusing di kepala kembali menyerangnya.

Gadis bermisteri itu bercermin di cermin tangan itu dan Jiyong melihat cermin serta Taeyeon mengeluarkan sinar berwarna-warni bak warna pelangi secara bersamaan.

Jiyong terkejut, begitupun dengan Taeyeon. Sama-sama terkejut membulatkan matanya dengan apa yang dilihatnya.

TO BE CONTINUED

EPILOGUE

Merasakan high heel-nya dilepas okeh seseorang, Taeyeon membuka mata dan bangun dari sandarannya, mendapati bad boy baik hati itu yang melepaskan sepatunya.

“Ini akan terasa sedikit sakit, tahanlah,” pinta Jiyong lalu mengoleskan obat pada pergelangan kaki Taeyeon, lalu menekannya perlahan dengan ringisan serta setengah jeritan Taeyeon yang tertahan.

Jiyong berjalan disebuah lorong dengan pandangan mengarah jendela sebuah ruangan besar dengan senyum lebar dan manis.

“Kau terlihat sangat lelah,” komentar Jiyong pada gadis berpakaian balet dihadapannya.

“Aku akan berusaha dapatkan gold medal dan kutunjukkan padamu,” balas gadis itu antusias.

Seorang pria tengah memperhatikan Taeyeon yang memakan tomat ceri didepannya.

“Terima kasih tapi, kau tidak perlu membawa ini padaku, ” senyum Taeyeon sangat manis.

“Noona juga sering membawakan makanan padaku di lokasi syuting.”

“Kau ini apa?”

Belum sempat bernafas dipertanyaannya untuk Taeyeon, Jiyong sudah dibekap oleh tangan mungil gadis itu. Ditariknya Jiyong masuk pintu tangga darurat seraya memeriksa sekelilingnya, memastikan tidak ada yang melihat mereka berdua ditempat itu.

***

Disini GTAE moment-nya belum banyak tapi, tenang aja, ini‘kan masih introducing chapter.

Kritik dan sarannya jika ada, silakan tulis di kolom komentar.

See you. I love y’all. Heart.

Advertisements

48 comments on “Secret: I Can See Your Sincerity (Chapter 1)

  1. Lagi iseng Buka All Stories eehhh ada Ff yg Update.. Suka thor sama ceritanya Bagus ada fantasinya gitu kereeeenn 😍😍 FIGHTING buat chap selanjutnya thor Semoga dichap selanjutnya banyak GTae moment😘😘

  2. Penasaran ama lanjutannya … Taeng unnie awalnya kenapa trus kenapa soshi ajh gak bisa liat kok ji yong oppa bisa apa mereka jodoh… Semangat thor lanjutannya ditunggu…

  3. Aku sukaa bgt sama ff nya 😍 Ada genre Fantasy-Romance Gituu 😍😍
    Pokoknya aku suka bgtt 😘😘😘
    Kak kpn update nya lgi??
    Kk gk bikin cerita di wattpad?
    Ditunggu update nyaa 😉💕

  4. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Wahh ff gtae baru.. Chapter pembukanya aja udah keren.. Ayoo lanjut thor.. Kembangin jg cerita yuri taeyang yaa thor.. Hwaighting 😉😉😊

  6. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: SecretSecret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 4 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 5 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 6 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 6 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 7 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 7 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 8 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 9 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 2 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 10 – Part 1 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 11 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 12 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 13 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  21. Pingback: Secret: I Can See Your Sincerity ( Chapter 14 ) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s