[FREELANCE] Your Slave (Chapter 4)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Your Slave

[PART A]: Love at the first sight~

Author: karinajung♡

Genre: Romance

Cast: Taeyeon – Baekhyun – Sehun

Poster: afina23 @ posterchannel

Preview : Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

Warning! if you’re perfectionist don’t read this fanfic! Typos and bad story will haunt you! Feel free for suggestions and critics~. And the last, do not be plagiatorJ

¤¤¤

I just need three seconds to perfectly fallin love

with you..





Byun Baekhyun, nama pria itu. Pria yang tampan dan pandai. Selain itu, ia juga pria yang sangat ramah pada siapapun. Hampir semua orang menyukainya. Ia lahir dari keluarga kaya dan dipandang baik. Ayahnya seorang pengusaha roti ternama di Korea yang sudah memiliki banyak toko cabang hingga di luar Korea Selatan, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.

Baekhyun memiliki hidup yang sempurna. Ia rasa begitu. Menjadi anak semata wayang yang sangat disayang. Teman – temannya di sekolah selalu memujanya karena ketampanan dan keterampilannya.

Oh, apa yang tidak dimiliki seorang Byun Baekhyun. Diumurnya yang baru menginjak 17 tahun, rasanya ia sudah memiliki segalanya.

Tapi sahabatnya, Suga, mengatakan ada satu yang tidak ia miliki, pacar. Hanya itu yang tidak dimilikinya disaat umurnya 17 tahun, dimana ia berada di bangku kelas 2 SMA, ketika pada saat – saat itulah hormon remaja akan meningkat dan pada umumnya akan memiliki suatu perasaan spesial kepada lawan jenis, itu yang dikatakan Suga.

KRING KRING KRING~

Alarm pagi berbunyi. Dan pria yang tengah tertidur di balik gumpalan selimut bermotif garis – garis itu jelas merasa terganggu. Ia sontak bangun dari posisi tidurnya lalu melempar alarm berbentuk bola di atas meja samping ranjangnya. Alarm itu jatuh ke lantai dan masuk ke dalam kolong ranjangnya. Mati. Suaranya mati. Baekhyun tersenyum puas lalu menutup tubuhnya dengan selimut, hendak melanjutkan tidurnya.

Tapi sepertinya Tuhan tidak mengizinkannya tidur lagi pada pagi hari ini. Buktinya Nyonya Byun sudah berada di depannya, entah sejak kapan. Wanita berumur 35 tahun itu berdecak kagum melihat anak semata wayangnya yang masih tertidur pulas.

“YA! BYUN BAEKHYUN!”

Dan.. Baekhyun cukup tahu diri dengan langsung meloncat dan berlari masuk ke kamar mandi. Ia hanya tidak ingin kulit putih mulusnya harus berganti warna menjadi merah karena dipukuli ibu yang amat disayanginya itu.

♡♡♡♡♡

“Byun Baek!” Seru Suga tiba – tiba sambil menepuk kuat pundak Baekhyun dari belakang.

Baekhyun meringis lalu menjitak kuat kepala sahabatnya itu. “Ada apa?” Tanyanya dengan nada kesal. Suga berhasil mengejutkannya, padahal ia sedang bermain game flappy bird kesukaannya. Sekarang ia justru kalah karena kekonyolan sahabatnya itu, hampir saja ia membuat highscore baru.


 

 

 

 

 

 

 

 

Pria bernama asli Min Yoongi itu tertawa ringan. Min Yoongi nama aslinya dan nama panggilannya Suga. Sangat jauh bukan? Baekhyun sendiri bahkan tidak tahu dari mana datangnya nama ‘Suga’ itu. Ketika ditanya ia hanya mengatakan jika nama ‘Suga’ itu swag dan ia menyukainya.

“Aku sedang bertengkar dengan ayahku.” Ujar Suga sambil merapikan poninya menggunakan layar smartphone sebagai pengganti cermin.

“Lalu?” Tanya Baekhyun.

Mereka sekarang tengah berada di parkiran mobil Noul High School. Bel pulang sekolah baru berbunyi beberapa menit yang lalu sehingga tempat parkir masih tidak begitu ramai.

“Ayolah Baek! Kau tahu kan aku pasti tidak mau pulang ke rumah jika sedang bertengkar dengannya. Bisa – bisa aku dipukulinya. Kau tidak mau itu terjadi ‘kan?”

Suga bergelayut manja di lengan kiri Baekhyun. “Ew” sungut Baekhyun lalu mendorong Suga menjauh darinya. Pria itu hanya tertawa lalu kembali berjalan di samping Baekhyun yang tengah berjalan menuju tempat mobilnya di parkir.

Sesaat mereka berdua sudah memasuki mobil Baekhyun, Suga langsung mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Apa itu? Sebuah majalah?.

“Kenapa kau ikut naik ke mobilku? Kau tidak membawa mobil?”

“Tidak, aku sudah merencanakan agar pulang denganmu hari ini. Sudah lupakan! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting! Kau pasti akan sangat senang” jelas Suga dengan mata berbinar – binar.

Baekhyun mengernyitkan dahinya. Selama ia menjadi sahabat Suga, yaitu dari sejak SD, ada saja ide – ide gila Suga yang akan membawa mereka ke dalam masalah.

“Kau ingin menunjukkan majalah porno lagi?” Tanya Baekhyun penuh curiga.

Suga menggeleng lalu mengibaskan tangannya. “Ini lebih menakjubkan dari majalah porno yang kemarin” ujarnya percaya diri.

Ia membuka beberapa halaman di majalah itu lalu mengangkatnya tepat ke depan wajah Baekhyun.

Baekhyun mengambil majalah itu dari tangan Suga lalu melihatnya. Seorang wanita. Foto selembar halaman full.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Bagaimana? Sangat cantik ‘kan?” Tanya Suga dengan wajah bahagia. Baekhyun mengangguk. Pria mana yang akan mengatakan wanita seperti itu tidak cantik? Dan sexy tentunya. Wanita itu telrihat glamour.

“Nah, berterima kasihlah pada sahabatmu yang tampan ini karena hari ini… Jeng jeng jeng!! Kita bisa melihat model cantik nan sexy ini!!” Serunya dengan menambahkan efek suara agar lebih… entahlah agar apa. Suga memang suka melebih – lebihkan sesuatu.

Mungkin baginya itu suatu yang luar biasa, tapi tidak untuk orang lain. Buktinya sekarang Baekhyun hanya memasang wajah datar lalu menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Aku tidak tertarik Suga” pungkas Baekhyun sambil menghidupkan mobilnya lalu keluar dari kawasan parkiran hendak pulang ke rumahnya.

Suga mendengus. “Ayolahh, tidak semua orang bisa pergi kesana. Aku bahkan bisa memiliki kesempatan kesana karena kakak sepupuku bekerja sebagai fotographer, kau ingat Kyuhyun  Hyung ‘kan?. Dia hari ini akan memiliki waktu berjam – jam bersama model cantik si Tiffany itu. Ayolah Baek, ayolahh pleasee. Paling tidak aku ingin mendapatkan nomornya, ayolah ayolah… ayolah Baekk. Baekhyun-ah kumo..”

“AISH! BAIKLAH!” seru Baekhyun kesal karena Suga terus mengoceh. Suga tersenyum senang.

“Nah begitu Byunnie~. Aku yakin kau tidak akan menyesal pergi kesana. Ini alamatnya” ujar Suga lalu bersiul – siul tak karuan.

Baekhyun hanya menghela nafas. Yah, anggap saja bisa melihat model cantik itu sebagai refreshing otaknya sebelum ujian akhir semester. Yah anggap saja begitu.

♡♡♡♡♡

Mereka sampai di lokasi pemotretan. Suga langsung turun dari mobil tanpa menunggu Baekhyun. Pria itu terlalu girang. Sementara Baekhyun hanya berjalan santai terlihat tidak tertarik sama sekali.

“Ya! Tunggu aku!” Seru Baekhyun, namun hanya diabaikan oleh Suga. Baekhyun melihat Suga yang berlari hanya berdecak.

“Kenapa dia se-senang itu?”

“HEY!” Seru seseorang. Pria bertubuh besar, tinggi dan memiliki tampang yang seram. Bukan hanya satu tetapi ada tiga. Mereka menghalangi jalan Suga.

“Apa yang ingin kau lakukan disini anak kecil?” Tanya seorang dari mereka. Baekhyun mendekati Suga yang sudah terlihat gugup dan apa itu? Ia pucat? Baekhyun hampir saja tertawa melihat wajah sahabatnya itu.

“A-Ah itu.. kami ingin..”

“Kami ingin melihat pemotretan hari ini” jelas Baekhyun memotong kalimat Suga.

Suga memberikan tatapan terima kasih sedangkan Baekhyun hanya menatapnya sekilas dengan wajah kesal.

“Kalian pikir kalian siapa? Ini bukan acara yang bisa kalian tonton seenaknya. Cepat pergi!” Pungkas pria besar lainnya.

Baekhyun mulai merasa kesal.

“3 monster ini,, aku bahkan tidak tertarik untuk melihat model kalian melakukan pemotretan, jika aku tidak sedang menemani Suga saja, tidak akan dalam sejuta tahun aku mau datang ke tempat pemotretan seperti ini”

“Di dalam ada orang yang kami kenal” ujar Baekhyun berusaha sabar.

“Siapa?”

“Cho Kyuhyun”

“Kau berbohong”

Damn. Emosi Baekhyun benar -benar sudah terpancing. Setelah bocah, mereka sekarang menyebutnya pembohong.

“Hey ahjussi tua, kenapa kau berpikir aku berbohong?. Cho Kyuhyun yang ada di dalam sana itu adalah sepupu temanku ini. Lebih baik kalian pindahkan sekarang tubuh besar kalian. Kalian menutupi jalan kami” sungut Baekhyun kesal. Tidak biasanya dia berkata kasar,terlebih kepada orang yang lebih tua.

Baekhyun terkenal dengan sikap ramah dan baik hati, apa hormon adrenalinnya sedang meningkat?.

“Apa kau bilang?!!!”

“Hey hey hey!” Tiba – tiba terdengar seruan seseorang yang datang mendekat. Suga menghela nafas panjang setelah melihat orang itu.

“Hyung!” Ujarnya sambil tersenyum lega.

Pria yang baru datang itu mengibaskan tangannya pada ketiga bodyguard itu.

“Dia adikku. Tidak apa – apa”

Lalu mereka segera pergi dengan meninggalkan tatapan mengancam ke arah Baekhyun, sementara yang diberikan tatapan hanya merotasikan matanya tidak peduli.

“Hey apa kabar Baekhyun?”

Baekhyun tersenyum lalu menerima jabatan tangan Kyuhyun. “Aku baik – baik saja hyung”

“Syukurlah. Sekarang ayo masuk ke dalam”

♡♡♡♡♡♡♡♡

Baekhyun’s pov

“Astaga Baek!!! Itu Tiffany!! Itu benar – benar Tiffany Hwang!” Suga terus saja berheboh ria sambil menarik – narik lenganku. Apa yang dilakukannya? Sejak tadi hampir semua orang yang ada disini menonton kami berdua karena aksi kekanakannya.

“Hei sepertinya kau harus mengurangi sedikit kehebohanmu” ujarku sambil menepuk pundaknya.

Ia mengacuhkanku dan justru berdiri dari duduknya lali berjalan mendekati set pemotreran. Astaga, he’s just being extra, again. Aku menggelengkan kepalaku. Sejak kapan dia menjadi fanboy separah ini?. Model itu memang cantik, tapi yahh tetap saja aku menganggapnya terlalu berlebihan.

Aku duduk sendirian di sofa ini. Seperti yang Kyuhyun Hyung perintahkan. Ada beberapa baju tergelatak berantakan di sofa dimana aku mendudukkan pantatku. Aku memperhatikan baju – baju itu.

Apa itu? Seragam? Seragam apa itu? Itu tidak telrihat seperti seragam sekolah, itu seperti seragam maid. Aku melihat ada nametag yang terpasang disana. Berbeda dengan baju lain yang berantakan, seragam itu terlipat rapi. Aku mendapati nametag terpasang di bagian dada baju itu.

“Kim.Tae.Yeon” ujarku sembari membaca deretan hangul pada nametag itu. Tepat setelah aku membacanya, baju itu terangkat ke atas. Bukan terangkat sendiri seperti di film horror, tapi sepasang tangan meraihnya ke atas. Aku mengikuti gerakan tangan itu. Seorang wanita, seorang wanita mengambil seragam itu.

Ia menatapku dengan pandangan risih. Memangnya apa yang kulakukan?.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Taeyeon-ah!!” Seru seseorang. Sontak, kami serempak menatap ke arah sumber suara. Itu Tiffany, dengan Suga dan Kyuhyun di sampingnya.

“Ya tunggu sebentar” ujar wanita di depanku. Oh, ternyata seragam itu miliknya. Suga yang berada di samping Tiffany menjulurkan tangannya, mengisyaratkan kepadaku untuk datang kesana.

Aku berjalan mendekat sementara gadis yang kutahu bernama Kim Taeyeon itu masih mengambil sesuatu di atas sofa tadi.

“Baekhyun-ah! Dia Tiffany Hwang yang kau lihat di majalah tadi. Melihatnya secara langsung, dia jauh lebih cantik ya” ujar Suga dengan wajah merona. Aku mengangguk pelan sambil tersenyum.

“Kau ini bisa sekali menggoda wanita. Kalian mengobrol saja disini, kalian seumuran pasti mudah untuk bergaul. Aku akan mengurus hasil pemotretan tadi” jelas Kyuhyun hyung. Kami mengangguk.

Setelah Kyuhyun hyung pergi, gadis bernama Taeyeon itu datang. Ia meletakkan barang – barang di tangannya ke atas meja di samping kami berdiri.

“Taeyeon-ah. Lihat dua pria ini, mereka sangat manis” sungut Tiffany kepadanya. Ia menatap kami berdua dengan tatapan datar.

“Hmm” gumamnya.

“Eiy jangan dingin begitu” sungut Tiffany kepadanya. Gadis itu menanggapi dengan mengedikkan bahunya. Ia mengambil posisi di samping kiri Tiffany, tetapi sedikit ke belakang. Ia menunduk, tampak tidak nyaman dengan kehadiran kami.

“Kenapa dia bersikap seperti itu?

“Tiffany-ssi, aku sangat senang bisa bertemu denganmu! Kau jauh lebih cantik dari yang di majalah!” Seru Suga heboh. Aku mengalihkan pandanganku, terlalu malu dengan sikap fanboying nya.

“Aigoo, aku tidak menampiknya tetapi kau membuatku tersipu” ujar Tiffany sambil tersenyum – senyum. Mataku kembali melirik kepada gadis bernama Taeyeon itu, ia memain – mainkan jarinya. Apa ia gugup? Entahlah tapi ia terlihat aneh di mataku.

“Dilihat dari seragam kalian, kalian berdua masih pelajar ya. sahabatku ini juga masih pelajar. Kalian sekolah dimana?” Tanya Tiffany. Untuk ukuran model majalah yang namanya sedang melambung tinggi, ia tidak terlihat sombong sedikitpun.

“Ahh kami bersekolah di Noul High School. Kalau temanmu?” Di akhir kalimat, Suga melirik Taeyeon dari atas ke bawah lalu ke atas lagi. Sama, aku juga tidak tahu dia bersekolah dimana. Aku tidak pernah melihat seragam yang digunakannya itu. Apa dia murid SMP?

Melihat temannya hanya diam, Tiffany menyikutnya pelan. Ia seolah terdasar dari lamunannya. “A-Ah, aku dari JiKyung High School” jawabnya dengan suara pelan.

High School?, aku tidak menyangka jika gadis mungil itu ternyata murid SMA. Suga tersenyum kepadanya tetapi hanya ia balas dengan mengalihkan pandangan ke bawah. Apa – apaan sikapnya itu? Apa dia seorang introvert?.

“Hahaha, temanku ini memang sangat pemalu” pungkas Tiffany mencoba mencairkan suasana.

“By the way, kalian bertiga lebih muda dariku, aku jadi merasa tua diantara kalian” ujar Tiffany sambil tertawa ringan. Suga ikut tertawa.

“Eiyy aniyoo~ kita hanya berbeda satu tahun. Apa aku perlu memanggilmu ‘noona’ Tiffany-ssi?”

Mereka berdua terus sibuk mengobrol seperti sudah saling mengenal lama. Aku hanya mendengarkan percakapan mereka. Aku bosan.  Mataku kembali bergerak hendak melirik sosok gadis aneh itu. Tunggu dulu, kemana dia?

♡♡♡♡♡♡♡

Author’s pov

Baekhyun mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Ia meninggalkan Tiffany dan Suga yang tengah asik mengobrol, ia hanya tidak ingin menganggu keduanya karena dengan dirinya ada disana pun ia hanya akan diam dan mendengarkan merrka mengoceh, sangat membosankan buatnya. Dan sekarang, ia sedang mencari sosok mungil bernama Kim Taeyeon tadi.

Apa ia harus mencarinya? Entahlah, mungkin karena Baekhyun sedang bosan.

Baekhyun memilih berjalan ke arah belakang rumah dimana mereka sedang melakukan pemotretan, disana ada taman dan kolam renang, seperti yang dikatakan Kyuhyun.

Sesaat ia melangkahkan kakinya kesana, Baekhyun langsung tersenyum senang. Ia melihatnya, Kim Taeyeon.

“Hey, Kim Taeyeon ‘kan?” Baekhyun mengambil posisi ke depan Taeyeon, sambil tersenyum ramah.

Gadis itu terlonjak kaget, ia sedang memakan biskuit cokelat yang merupakan sponsor pemotretan. Ia menatap Baekhyun dengan tatapan bingung, ia mundur selangkah lalu berdeham.

“Hmm”

Baekhyun mengerutkan keningnya. “Perkenalkan, namaku Byun Baekhyun”

Gadis itu hanya diam lalu mengangguk.

“Aku ingin kembali ke depan” Pungkasnya lalu memutar tubuh hendak meninggalkan Baekhyun. Pria itu melongo, tidak mengerti denggan penolakan tidak langsung yang diberikan gadis itu. Apa ia terlihat sangat buruk? Ia cukup yakin dengan ketampanannya, bahkan hampir semua gadis di sekolah mengidolakannya. Apa pesonanya kurang?

Hey ayolah, Baekhyun tidak ingin menggodanya, ianhanya kawatir dan penasaran kenapa gadis itu terlihat sangat murung. Ia bukan pria yang tidak peduli dengan sekitar, ia cukup peduli dengan apa yang terjadi di sekelilingnya, begitupun kepada orang – orang yang terlihat dimatanya.

Byun Baekhyun memang pria yang memiliki kepedulian pada lingkungan sekitarnya, tetapi ia tidak pernah mendapati seseorang atau kelompok menganggapnya berlebihan atau menolak keramahannya. Dan ia rasa berarti dirinya tidak termasuk ke dalam golongan ‘annoying’ bukan?

Ini pertama kalinya ia mendapat tolakan tidak langsung seperti ini. Dan lagi, ekspresi semacam apanyang diberikan gadis bernama Kim Taeyeon itu? Ekspresi tidak tertarik? Ekspresi bosan? Ia bahkan tidak berniat untuk membuatnya kagum atau merasa seperti sedang digoda. Perasaan Baekhyun sedikit tersakiti dan tentunya kesal.

“Hey” panggil Baekhyun, pria itu menarik pergelangan Taeyeon. Cukup kuat sehingga membuat gadis itu memutar kembali tubuhnya. Berhadapan dengan Baekhyun.

Namun respon yang diberikan gadis itu semakin membuat Baekhyun frustasi. IA mendorong kuat atau lebih tepatnya memukul kedua bahu Baekhyun dengan tangannya hingga pria itu hampir saja terjatuh ke belakang.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!”

Kedua mata Baekhyun terbelalak saat melihat Taeyeon yang memekik histeris. Beberapa kru pemotretan berlarian ke arah mereka sambil bertanya

“Ada apa?”

“Kenapa?”

“Apa yang terjadi?”

Baekhyun masih dengan raut wajah yang sama. Terkejut, setengah mati. Hanya perasaannya atau dia memang tidak melakukan apapun yang mampu membuat gadis itu berteriak histeris. Seolah dirinya sedang dilecehkaan.

Tiffany yang baru datang diikuti Suga langsung memeluk Taeyeon dan menenangkannya.

“Ya! Apa yang kau lakukan padanya?!” tanya Suga saat melihat Taeyeon yang sedang menangis di pelukan Tiffany.

“A-ani, aku tidak melakukan apapun” jawab Baekhyun, tatapannya masih terpaku kepada sosok Taeyeon.

“Ya! Jadi kenapa dia menangis dan teriak seperti tadi?” tanya Suga seperti menuntut.

“Aku tidak tahu!! Aku tidak melakukan apapun! Aku hanya menarik tangannya!!” seru Baekhyun kesal. Ia tidak tahu kenapa gadis itu bersikap seperti itu. Apa dia sedang mencoba mencari perhatian?. Berlakon seolah dirinya victim?.

“Gwaenchana Baekhyun-ssi, ini memang bukan salahmu” ujar Tiffany sambil tersenyum tipis, tangannya masih sibuk mengusap punggung Taeyeon.

“Oppadeul, maaf menganggu pekerjaan kalian, temanku tidak apa – apa. Kalian bisa kembali bekerja” tambahnya kepada para kru yang khawatir.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡

“Aigoo rasanya kita tidak perlu bersikap terlalu formal, terlebih kami lebih muda darimu. Tidak perlu embel – embel “ssi”, kau bisa memanggil nama saja” jelas Suga sambil menggaruk tengkuknya, ia tersenyum lebar.

Pemotretan sudah selesai, mereka ber empat yaitu Taeyeon, Tiffany, Baekhyun, dan Suga sekarang tengah mengobrol santai di luar set pemotretan.

“Benarkah? Ya kurasa itu lebih baik. Dan kalian tidak perlu memanggilku ‘noona’, aku meras menjadi yang paling tua walaupun faktanya memang begitu”

Mereka tertawa ringan, kecuali Taeyeon. Gadis itu masih saja diam. Yahh, dari awal ia memang selalu diam.

“Taeyeon-ah, kau kerja sambilan ‘kan hari ini?”

“Iya, sebentar lagi aku harus kesana”

Baekhyun mendengus tanpa mereka sadari.

“Bisa juga kau berbicara”

“Kalau begitu kami pergi dulu ya, senang bisa bertemu dan mengobrol dengan kalian. Bye!”

Tiffany tersenyum lalu menggenggam tangan Taeyeon berjalan hendak meninggalkan Suga dan Baekhyun. Suga membuat bibirnya menjadi bentuk pelangi, terlihat jelas wajah sedihnya ketika Tiffany pergi.

“Tunggu sebentar!”

Bukan, bukan suara Suga jika kau berpikir begitu. Itu Baekhyun yang berseru.

Taeyeon dan Tiffany menghentikan langkah mereka, atau lebih tepatnya hanya Tiffany. Taeyeon berniat mengabaikan suara Baekhyun tetapi Tiffany menahan tangannya karena tangan mereka saling menggenggam. Bestfriend detected.

“Ya Baekhyun-ssi?”

“Temanmu kerja sambilan dimana?”

Suga, Tiffany, dan bahkan si aneh Kim Taeyeon kini menatap Baekhyun dengan tatapan bingung.

“Temanku? Maksudmu Taeyeon? Kenapa tidak tanya langsung padanya?” tanya Tiffany tertawa di akhir kalimatnya. Baekhyun hanya diam.

“Di Café dekat SM Ent, kau tahu ‘kan? Memangnya kenapa? Aku merasa menjadi burung penyampai pesan. Kau mendengarnya ‘kan Taeng? Beritahu aku apa yang ingin kau katakan, biar kusampaikan padanya”

Ucapan Tiffany mengundang gelak tawa dari Suga dan dengusan geli dari Baekhyun. Siapa yang menyangka jika gadis easy going seperti Tiffany bersahabat dengan si kaku Kim Taeyeon. Bagaimanapun juga image mereka terlihat tidak cocok.

Taeyeon hanya diam lalu memberikan tatapan ‘kenapa’ pada Baekhyun.

“Tiffany-ssi, kau ingin pergi kemana setelah ini?” tanya Baekhyun mengacuhkan expression talk yang Taeyeon berikan.

Suga mengerutkan keningnya. “Hey kau ini kenapa?” bisiknya pada Baekhyun.

“Mm, aku ingin pergi ke KYH Mall. Kenapa?”

“Kau sepertinya tidak membawa kendaraan. Kalian ingin pergi naik bus?. Biar aku antar saja”

Suga hampir saja tersedak salivanya, ia menarik lengan Baekhyun. “Ya.. kau ingin menikung temanmu sendiri?” bisik Suga kesal.

“KYH Mall searah dengan café di dekat SMEnt bukan? Aku bisa mengantar kalian, dari pada naik bus kurasa tumpangan gratis dariku akan membuat kalian lebih cepat sampai di tempat tujuan. Dan by the way, Suga juga ingin pergi ke mall itu”

Suga tampak terkejut lalu sedetik kemudian ia tersenyum senang. Tidak disangka Baekhyun akan membantunya seperti ini.

Tiffany tersenyum miring. Permainan seperti ini terlalu mudah untuk ditebak. Baekhyun jelas – jelas ingin memiliki waktu berdua dengan sahabatnya, lagi.

“teenage nowadays” batin Tiffany.

Ia sebenarnya sedikit takut memikirkan Taeyeon yang hanya berdua dengan Baekhyun nanti, tetapi tidak salah untuk mencoba bukan? Ia ingin sahabatnya itu terbiasa dengan makhluk ciptaan Tuhan….yang bergender pria.

“Baiklah!” ujar Tiffany.

Baekhyun tersenyum senang lalu pandangannya kembali kepada Taeyeon yang sedang menatap ke arah lain seperti sedang melamun.

“kenapa aku menjadi sangat penasaran tentangmu?”

♡♡♡♡♡♡♡♡

Taeyeon’s POV

Selama perjalan mereka terus mengobrol dan sesekali tertawa dengan suara memekakkan telinga. Suara Tiffany memang sangat nyaring. Sementara pria di sampingku, yang tengah menyetir hanya sesekali ikut berbicara. Ia terlihat sangat fokus menyetir.

Aku merasa sedikit bersalah, sedikit. Aku tahu dia tidak pantas untuk kupukul seperti tadi, tapi aku hanya terkejut dengan tarikannya yang sangat tiba – tiba. Ia pasti membenciku. Aku tidak peduli… sungguh.. sejak kapan aku peduli pada orang yang tidak kukenal? Terutama pria.

Beberapa kali aku Menangkap matanya sedang mencuri pandang mataku? Apa – apaan itu? Apa yang sedang direncanakannya?

“Ya, kenapa kalian tidak berbicara satu sama lain? Kami berdua bahkan tidak bisa berhenti mengobrol dari tadi” tanya Suga dibalas anggukan kepala Tiffany.

“Memangnya kau pikir kita sedang double date disini? Aku tidak ingin dipukul lagi” ujarnya santai.

Tiffany dan Suga tertawa sedangkan aku hanya mengalihkan pandanganku dari Baekhyun ketika pria itu menatapku sekilas.

“Baekhyun, Taeyeon pasti hanya refleks melakukannya. Dia mungkin terkejut atau apapun, tapi percayalah dia anak yang baik”

Aku memutar kepalaku ke samping untuk menatap Tiffany. Kesal kenapa dia mengatakkan hal itu. Aku pasti terlihat seperti anak kecil sekarang. Tapi tunggu… untuk apa aku peduli dengan pandangan mereka padaku. Sejak kapan aku peduli..

Pria bernama Baekhyun itu hanya tertawa pelan sambil menganggukkan ucapan Tiffany.

Tak lama dari itu, kami sampai di parkiran KYH Mall yang luas. Tiffany dan Suga turun dari mobil, aku ingin ikut turun tetapi Baekhyun terlebih dahulu bersuara.

“Kau ingin kemana?”

“Turun” jawabku pelan, aku tidak berani menatap matanya.

“Kupikir kau ingin pergi kerja sambilan”

Sebelum aku menjawabnya, aku melihat Tiffany yang sudah turun mengetuk kaca jendela di sampingku. Baekhyun membukanya dengan menekan tombol di dekat tangannya. Jendela terbuka dan aku bisa melihat eye smile Tiffany yang sedikit ganjal di mataku.

“Taengoo, biar Baekhyun yang mengantarmu ke café yaa”

Aku terkjut. Baekhyun mengantarku? untuk apa? Aku bisa turun disini dan pergi menggunakan taksi atau apapun untuk kesana.

“Eh? Aku bisa pergi sendiri, itu tidak perlu” jawabku cepat. Apa Tiffany ingin meninggalkanku berdua saja dengannya? Yang benar saja, aku tidak mau.

Tiffany tersenyum kikuk lalu ia menatap Baekhyun. “Baekhyun-ah, jaga Taengo-ku yaa. Anggap saja dia adik kecil yang keras kepala. Bye!”

Tiffany pergi begitu saja bersama Suga setelah mengatakan itu. Apa katanya tadi? Adik kecil?. Aku hendak keluar dari mobil namun Baekhyun menahan lenganku.

“Ayolah, kau membuatku merasa seperti orang jahat”

Author’s POV

Taeyeon menatap mata Baekhyun sebentar lalu mengalihkannya pada tangannya yang sedang saling meremas. Ia gugup.

“T-tidak, maksudku bukan seperti itu”

“Jadi seperti apa?”

Kedua iris Taeyeon kembali menatap milik Baekhyun. Hitam dan berkilau, sangat indah. Pria itu memiliki mata yang indah, pikirnya.

“Aku merasa tidak nyaman”

Baekhyun mengerutkan keningnya. Ia menyenderkan punggungnya pada pintu mobil di sampingnya, sehingga pandangannya terkunci pada sosok mungil itu.

“Karena?” tanyanya.

Taeyeon hanya diam.

“Apa kau jatuh cinta padaku?” tanya Baekhyun yang langsung dibalas dengan tatapan frustasi dari Taeyeon.

“Apa kau sedang bercanda?” tanya Taeyeon, kesal.

“Aku hanya mendapatimu sebagai gadis aneh. Tatapanmu terlihat tidak nyaman dan kosong. Kau memang seperti ini? Atau kau sedang stress?” tanya Baekhyun sedikit memajukan tubuhnya.

Taeyeon menghela nafas pelan. Ia merasa tidak nyaman, kesal, bingung, dan lelah di saat yang bersamaan. Semua ini karena sahabtanya, Tiffany. Ah tidak, ini bukan karena Tiffany tetapi karena pria di depannya itu. Karena Byun Baekhyun.

“Untuk apa kau peduli? Sudah kubilang aku tidak nyaman” ungkap Taeyeon dengan nada pelan. Sura gadis itu terdengar sangat lembut, sangat merdu. Baekhyun hampir salah mengiranya sebuah melodi yang indah. Tunggu, pemikiran semacam apa itu? Baekhyun menggelengkan kepalanya, menepis pikiran menggelikan yang sempat bersarang di kepalanya.

“Aku tidak peduli, aku hanya penasaran”

“Bisakah kita pergi sekarang? Aku bisa terlambat kerja”

Baekhyun diam sejenak lalu menganggukkan kepalanya. Ia menghidupkan mesin mobiknya dan melaju ke Café tempat Taeyeon bekerja.

Selama perjalan mereka berdua hanya diam. Dan Baekhyun mendapati dirinya sedikit kesal. Oh apa yang diharapkannya? Taeyeon yang mengajaknya berbicara lalu tertawa bersama seperti Tiffany dan Suga tadi?. Mereka bahkan baru bertemu tadi, tapi.. begitupun Suga dan Tiffany.

Untuk sesaat, Baekhyun mengakui kemampuan Suga untuk Mendekati wanita. Yah, entahlah apa itu karena kemampuan Suga yang hebat dalam mendekati wanita atau Tiffany yang terlalu easy going dan terbuka. Ia juga tidak yakin apa Suga bisa melakukkan hal yang sama pada gadis seperti Kim Taeyeon.

“Kim Taeyeon”

“Hmm”

“Aku ingin bertanya”

“Ya”

“Kenapa kau mendorongku tadi?”

“Aku terkejut… dan tidak nyaman”

“Kenapa tidak nyaman? Kau benar – benar tidak jatuh cinta padaku ‘kan?”

Yah bukannya narsis, tetapi selama menjadi pria populer di sekolah, Baekhyun sudah berpengalaman dalam menghadapi tak-tik wanita yang mencoba mendekatinya. Mulai dari menerornya hingga yang bersikap jual mahal.

Dia tidak salah bukan jika menganggap Taeyeon salah satu yang bersikap jual mahal?.

“Sungguh…”

Taeyeon menarik nafasnya panjang – panjang lalu menghembuskannya kasar. Baekhyun mengerutkan keningnya bingung. Gadis itu terlihat marah.

“Berapa umurmu?”

“17” jawab Baekhyun cepat.

“Ka-karena aku lebih tua darimu maka aku bisa berbicara kasar ‘kan?, aku lebih tua darimu jadi berhenti sok dekat dan memanggil namaku seolah kita dekat.

Yang ingin kukatan, kau duluan yang mengajakku berbicara di taman tadi, kau yang menawarkan tumpangan gratis di mobilmu, dan kau yang terus mengajakku bicara. Ja-jadi bukankah harusnya kau yang jatuh cinta padaku?”

Lampu merah sudah berganti warna menjadi hijau, dan Baekhyun tetap terpaku dengan tatapan serta ucapan gadis itu.

Pertama, ia sama sekali tidak mendapati satupun ucapan kasar disana seperti yang gadis itu katakan tadi. Lalu kedua, apa itu? Ia mengatakannya dengan wajah yang begitu gugup dan seperti ketakutan. Baekhyun tidak berpikir apapun selain betapa menggemaskannya gadis itu di matanya.

Beberapa mobil di belakangnya membunyikan klakson mereka meminta mobil Baekhyun segera berjalan. Pria itu tersadar lalu kembali melajukan mobilnya.

Ia menatap Taeyeon beberapa kali sambil tetap berusaha fokus pada kemudinya. Sementara Gadis itu menatap keluar jendela dengan tatatapan dinginnya.

“damn, dia manis sekali”

♡♡♡♡♡♡

Sum Café

“Terima kasih tumpangannya”

Baekhyun mengangguk, lalu sebelum Taeyeon keluar dari mobil, pria itu bergegas keluar terlebih dahulu untuk membukakak pintu untuk gadis itu. Tetapi.. Taeyeon ternyata sudah terlebih dahulu keluar ketika Baekhyun baru saja hendak membuka pintu untuknya.

“Ayo berteman” ujar Baekhyun sambil tersenyum.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Taeyeon mengernyit.

“Sudah kubilang aku tidak nyaman”

“Kalau bukan karena menyukaiku, kenapa kau merasa tidak nyaman?”

Taeyeon menundukkan kepalanya sekilas sebelum menatap Baekhyun.

“Kau pria”

“Tentu saja, aku bukan wanita”

“Karena itu” jawab Taeyeon pelan. Tatapannya melembut, entah karena mata Baekhyun yang dianggapnya indah atau dia hanya terlalu lelah hari ini.

“Karena aku pria? Kau jadi tidak nyaman? Sepertinya tipemu sangat tinggi”

Taeyeon membuang tatapanya. Baekhyun tidak mengerti dan itu membuatnya kesal, tapi lagipun siapa yang akan mengerti jika Taeyeon mengatakan kata ambigu seperti itu?.

“Bukan seperti itu. Aku tidak nyaman karena kau pria, aku tidak begitu menyukai pria” ungkap Taeyeon sambil menatap sepasang sepatunya.

“Tunggu, jika kau tidak menyukai pria… apa kau lesbian?”

Baekhyun menelan salivanya sesaat ia melayangkan pertanyaan itu, Taeyeon langsung menatapnya dengan tatapan tajam. Seolah mengatakan ‘yang benar saja’.

“A-ah bukan ya? Lalu jika kau bukan lesbian..”

Baekhyun diam, menahan kalimatnya. Ia tampak berpikir keras. Sesuatu sedang melayang – layang dipikirannya, ia cukup ragu untuk mengatakannya tetapi bibirnya sudah terlalu gatal untuk menahan kalimatnya.

“Kau..” ujar Baekhyun tertahan. Pria itu menarik nafas dengan sedikit sulit, kenapa ia merasa sesak?.

“Apa kau menderita androfobia?”

Taeyeon hanya diam. Cukup lama mata merekaa saling menatap, Baekhyun menggit sedikit bagian dari bibir bawahnya. Gugup, ia gugup. Seperti menunggu hasil ujian di kelasnya.

Tapi gadis itu tak kian menjawab, ia memutar tubuhnya membelakangi Baekhyun. Sesaat ia melangkahkan kaki kanannya ke depan, kepala gadis itu bergerak kebawah membuat gerakan mengangguk.

Dan Baekhyun hanya mendapati dirinya terdiam bisu. Lidahnya terlalu kelu untuk kembali bernicara. Ia bahkan tak sempat mengatakan ‘sampai jumpa’ pada gadis mungil itu.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Sejak makan malam dengan ayah dan ibunya selesai, Baekhyun langsung buru – buru masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2 rumahnya. Ia membanting tubuhnya ke ranjang lalu menghela nafas panjang.

Pikirannya kembali kepada sosok mungil itu. Sosok yang terlihat dingin namun manis di saat yang sama. Baekhyun – pria itu mengacak rambutnya, sebal.

Ia mengambil smartphone-nya lalu mulai mencari – cari seputar androfobia di portal web Naver.

[Androfobia: Phobia yang dialami sedikit banyak wanita di dunia.

Fobia ini merupakan fobia yang cukup unik, yaitu fobia pada lawan jenis yang dialami oleh wanita. Wanita yang mengalami androfobia bukan berarti lesbian atau pecinta sesama jenis, mereka hanya takut pada kaum lelaki. Setiap bertemu pria, tubuh seorang penderita androfobia akan bereaksi dengan gejala-gejala degup jantung menjadi kencang, keringat mengalir deras, lemas, kesulitan bernafas, atau demam.]

Baekhyun menghela nafas. Ia memang pernah mendengar tentang fobia ini, tidak disangka ia bertemu dengan penderitanya. Pantas saja Taeyeon mengatakan tidak nyaman.

Ia terus mencari – cari sumber di web lain. Ia menemukan artiker lain lalu membacanya.

[Kemungkinan penderita androfobia pernah mengalami trauma atau pernah menjadi korban kekerasan pria…]

Baekhyun berhenti membaca artikel itu untuk sejenak, “Korban kekerasan?”

Ia kembali melanjutkan membaca.

[…namun tidak hanya karenaa kekerasan yang didapatkan pria, rusaknya sebuah keluarga atau broken home juga dapat menjadi penyebab orang menderita fobia ini. Perselingkuhan dan perceraian merupakan contohnya]

Baekhyun melempar iPhone-nya ke sembarang tempat. Mungkin ke bawah lantai? Ia tidak peduli.

Entah kenapa tetapi hatinya terasa memanas, jantungnya berdegup cukup kencang. Ia merasaa tidak nyaman, seperti ada yang membuatnya cemas. Adaa apa dengannya? Apa ia sedang sakit? Atau justru kenyataan gadis itu adalah seorang penderita androfobia dan dengan segala penyebabnya yang ia tidak ketahui… ia menjadi cemas?

Sungguh? Apa Byun Baekhyun sudah jatuh cinta padanya? Seperti kisah cinta klise dimana kau akan mulai khawatir padanya jika kau jatuh cinta padaanya?. Baekhyun menendang bantalnya hingga terpental dan menabrak pintu kamarnya.

“Kim Taeyeon… pergilah dari pikiranku…”

♡♡♡♡♡♡

Noul High School

“Baekhyun oppa~ aaaaa~” Jung Soojung atau yang lebih dikenal sebagai Krystal itu terlihat begitu kerja keras untuk mendapatkan perhatian Baekhyun.

Namun Baekhyun hanya mengacuhkannya. Ia melamun. Sibuk menatap pot bunga di atas meja guru. Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan Baekhyun, sudah sejak pagi ia hanya melamun. Saat pelajaran Kim Saem yang sangat disukainya berlangsung pun, ia tetap melamun. Membuat Suga sahabat terdekatnya bingung.

“Baekhyun oppa~~ ini sangat enak, aaaa~” ujjar Krystal lagi. Ia sudah merasa pegal dengan tangan kanannya yang terus mengangkat makanan menggunakan sumpit, yang juga terus Baekhyun acuhkan.

“Ya Baekhyunnie!!” sebuah seruan terdengar, cukup membuatmu terlonjak kaget jika kau sedang melamun.

“Ada apa bodoh?” tanya Baekhyun kesal.

Suga dengan santainya mengambil makanan dari tangan Krystal.

“Aisss Sunbae! Itu untuk Baekhyun oppa”

Suga hanya terkekeh. “Mian mian, masuklah ke kelasmu sebentar lagi bel masuk berbunyi” ujar Suga.

Krystal mendengus, tidak ada satupun makanan dari bekal yang dibawanya dimakan Baekhyun. Gadis itu terlihat kesal lalu pergi meninggalkan Baekhyun dan Suga.

“Aiss dia agresif sekali” sungut Suga lalu duduk di kursi yang tadi Krystal duduki, itu kursinya.

“Kau ini kenapa Byun Baek? Dari pagi kau terlihat lemas” ungkap Suga sambil memainkan game di iPhone-nya.

Baekhyun hanya menghela nafas. “Suga..”

“Hmm”

“Sepertinya aku jatuh cinta”

“Oh arraseo” respon Suga cepat.

*sigh*

*sigh*

*sigh*

“MWO?!!!!”

Seisi kelas langsung melirik mereka berdua, lalu kembali sibuk ke aktivitas mereka masing -masing saat Suga memberikan v-sign pada mereka.

“Aisshhhh apa kau harus teriak seperti itu?”

Suga menatap Baekhyun dengan mata berbinar – binar. “Kurasa kau pernah mengatakan jika kau tidak tertarik pacaran”

Baekhyun mengangguk. “Benar”

Suga cekikikan tidak jelas sambil menyikut lengan Baekhyun, yang dibalas dengan tawa ringan oleh Baekhyun.

“So, who’s the lucky girl?”

Senyum Baekhyun mengembang. “Kita menemuinya kemarin”

Sontak raut wajah Suga berubah menjadi gelap. “Kau menyukai Tiffany?” tanyanya dengan nada tidak percaya.

Baekhyun menggeleng. “Si pendek yang manis itu” jawab Baekhyun. Ia bahkan tidak sadar jika wajahnya terlihat sangat bahagia sekarang, sangat berbeda dibandingkan beberapa menit yang lalu

Suga ber ‘Oh’ ria. Ia melemparkan tatapan genitnya pada Suga.

“Ahhh~ itu karena kalian berdua saja di mobil kemarin? Apa yang kau lakukan padanya eoh? Wah ternyata kau byuntae juga ya” ujar Suga menggoda Baekhyun.

Baekhyun mendengus. “Kau harus tahu jika dia bukan tipe ku sama sekali, tetapi entahlah, ia telrihat sangat menarik di mataku” ungkap Baekhyun sambil tersenyum – senyum.

Suga ikut tersenyum. Sahabatnya yang tidak pernah tertarik pada wanita dan pacaran sekarang sedang jatuh cinta, itu membuat Suga senang.

“Yah ia memang lumayan cantik”

“Ya! Kau bisa memiliki Tiffany, jangan berpikir untuk menggodanya” sungut Baekhyun.

Suga mendengus. “Heol! Kau bahkan belum berhasil mendapatkannya tetapi kau bersikap seperti dia adalah kekasihmu. You’re that annoying ‘possesive boyfriend’, right?” canda Suga.

“If I have any.. it’s basically I am” jawab Baekhyun lalu mereka tertawa.

Bel berbunyi dan Jung Seongsaengnim masuk ke kelas.

“Tapi kurasa aku tidak bisa mendapatkannya” ujar Baekhyun sedikit berbisik. Wajahnya kembali terlihat sedih.

“Kenapa?”

“Ia mengidap androphobia”

“Apa itu?” tanya Suga heran.

“Pabo. Cari tahu di internet”

♡♡♡♡♡♡♡

JiKyung High School

Gadis itu, Kim Taeyeon namanya. Ia berada di bangku kelas 3 tahun ini. Gadis yang pendiam, bukan tipe gadis yang terkenal di kelas maupun di sekolah. Ia hanya gadis biasa, justru cenderung sedikit terkucilkan.

Jika bukan karena parasnya yang cantik dan kemampuan akademiknya yang di atas rata – rata, mungkin ia sudah ‘tidak terlihat’ lagi di sekolah itu.

“Kim Taeyeon”

Taeyeon – gadis itu menoleh saat suara wanita memanggilnya.

“Nae saem?” tanyanya pada Oh Saem, ia ketua di bidang tata usaha sekolahnya.

“Itu.. hmm.. uang operasional saat kau di kelas 10 sepertinya belum terlunasi semuanya” ujarnya dengan nada lembut.

Taeyeon tersenyum kikuk. “Mianhamnida Saem, aku akan meminta dengan orang tuaku. Dalam bulan ini mungkin akan kubayarkan”

Oh Saem tersenyum lalu menepuk pelan pundak Taeyeon. “Tidak apa – apa, pelan – pelan saja Taeyeon-ah, kau bisa menyicilnya. Saem mengingatkannya karena kepala komite memerintahkan untuk mengingatkan setiap murid yang belum melunasi”

Inilah yang Taeyeon benci, ketika orang lain mengetahui betapa susah hidupnya, betapa hancur hidupnya, orang itu akan mengasihaninya. Hal yang sangat Taeyeon benci.

Ia tersenyum kecut. “Terima kasih Saem”

Gadis itu berjalan sendirian ke arah gerbang sekolah, beberapa murid terlihat berjalan dengan teman – teman mereka atau pacar mereka. Tetapi disini ia berdiri, sendiri.

Ia memang sudah terbiasa. Bahkan ia merasa nyamaan jika ia sendiri. Ia suka sendirian, tetapi ia benci merasa sendirian. Itu mungkin permasalahan umum orang – orang introvert seperti dirinya. Tetapi tetap saja, ia mendapati dirinya menyedihkan.

Taeyeon berjalan sambil menunduk, ia tidak memperhatikan sekelilingnya. Dengan berjalan sambil menunduk seperti ini, orang – orang pasti akan semakin menganggapnya gadis yang aneh. Tetapi… Kim Taeyeon just being Kim Taeyeon. Ketika kau sudah di cap ‘si aneh’ apa salahnya terus membiarkan nickname itu menempel padamu? Ah, kembali lagi.. pola pikir Kim Taeyeon yang menyedihkan. Ia seolah membuka pintu agar orang – orang yang menghujat masuk ke dalam pintu itu dan berseru langsung di depan wajahnya. Ugh, Kim Taeyeon dan segala pemikiran bodohnya.

Ia dapat merasakan bulir demi bulir air mengalir menembus pelupuk matanya.

“Sial, kau menyedihkan.. sungguh menye..”

BUKK!

Mungkin Taeyeon sudah tersungkur ke belakang jika seseorang tidak menahan pinggangnya seperti sekarang. Gadis itu melihat sosok manusia yang sudah ditabraknya dan juga yaang sedang memeluk pinggangnya.

“Annyeong, kita bertemu lagi Kim Taeyeon”

Gadis itu membelalakkan matanya. Ia dapat melihat murid – murid di sekitarnya berbisik – bisik melihat mereka berdua. Bahkan beberapa dari mereka memekik karena melihat sosok Baekhyun yang mungkin menurut mereka…tampan?

“Le-lepas” ujar Taeyeon gugup sambil mencoba melepaskan lengan Baekhyun yang bertengger nyaman di pinggang rampingnya.

Pria itu tersenyum atau lebih tepatnya menunjukkan smirk-nya.

“Biar kubantu” ujar Baekhyun. Kali ini bukan hanya satu, namun kedua tangannya sudah melingkar sempurna di pinggang Taeyeon.

Kedua mata Taeyeon membulat, Baekhyun hanya tersenyum geli melihatnya.

“A-apa yang kau lakukan?!!”

Taeyeon berusaha mendorong tubuh Baekhyun menjauh, ia dapat merasakan wajahnya yang terasa panas.

Kali ini Taeyeon mendorong tubuh Baekhyun jauh lebih kuat dari yang tadi, dan berhasil. Baekhyun mundur dua langkah karena dorongannya. Entah karena dorongan itu atau Baekhyun memang membiarkan Taeyeon melepaskan pelukannya.

“Aku akan membantumu, menghilangkan phobia itu” ujar Baekhyun sambil tersenyum simpul.

Taeyeon diam. Gadis itu mematung. Ia bahkan hanya diam ketika tangan Baekhyun yang menariknya untuk masuk ke dalam mobil pria itu. Kupingnya seperti tiba – tiba tidak bisa bekerja dengan baik. Ia hanya bisa mendengar sedikit keriuhan murid – murid ketika Baekhyun menariknya.

Gadis itu tidak begitu mengerti. Seperti ada kupu – kupu bertebrangan di perutnya. Dan jantungnya, apa yang salah dengan jantungnya?. Sepertinya ia akan mengajak Tiffany ke rumah sakit untuk mengecek jantungnya.

Degup jantung yang begitu kencang, ia panik. Perutnya terasa mulas. Sebenarnya penyakit apa yang sedang dideritanya? Ini jelas bukan efek Baekhyun yang merupakan pria. Iya, dia memang phobia terhadap pria. Tetapi.. tidak begini rasanya. Rasanya jauh berbeda ketika phobia itu datang menghantuinya.

Biasanya degup jantungnya menjadi tidak karuan, datang kepadanya seperti malaikat maut yang siap mengambil nyawanya, tetapi anehnya kali ini berbeda. Rasa ini, seolah datang untuk menggelitiknya. Percayalah kali ini sangat berbeda.

Ia menyukainya. Sungguh, ia menyukai sensani baru ini.

To Be Continued..

Previews of Baekhyun’s Story in next chapter

“Itu namanya kau sedang jatuh cinta Taengoo~ astagaaa kau polos sekali”


“Tidak tidak tidak”


“Aku membenci pria, dan akan terus membenci mereka sampai kapanpun”


“Tidak ada harapan”


“Ayolah kau harus berjuang”


“Astaga Byun Baek! Apa kau memang akan menyerah begitu saja?!”


“Kau mabuk?”


“Tidak, tapi dia menciumku”


Previews end.

Author’s note: hai everyone! gimana chapter kali ini? Kalian kecewa karena ini flashback taeyeon sama baekhyun? hehehe padahal udah banyak yang penasaran sama siapa yang dipukulin di chapter 3 kemarin hehehe maaf yaa.

Untuk chapter 5 part B nya kayanya jauh lebih panjang #maybe, soalnya cerita si baek aja belum kelar disini.

Oh iya ff wanna be yours sama somethin kinda crazy udah ubanan kali ya saking lama ga update hehehe, bagi kalian yang mungkin ada nungguin ff itu maaf ya author udah bingung aja sama kelanjutan ff itu, tpi pasti diupdate entah kapan

Itu aja reader-deul, author kebanyakan bacodh TT

Bye, don’t forget to leave a comment ya!

Bonus

Min Yoongi/Suga


 

 

 

 

 

 

 

 

Taeyeon


 

 

 

 

 

 

 

Baekhyun



Advertisements

21 comments on “[FREELANCE] Your Slave (Chapter 4)

  1. yeiiy, update juga akhirnya..
    ooo jadi taeyeon itu awal nya kena Androfobia.. pasti karena kim taeyang sialan itu kan!! dan karena baek ty sembuh..
    next ka, aku pengen liat sehun taeyeon moment yang sweet banget itu loh.. jadi update soon yah!! hwaiting!!

  2. Jadi gtu ya ceritanya,menarik.
    Tpi thor,aq bacanya kya jdi bosan sendiri soalnya BaekYeon semua nggk ad TaeHunnya kan aq kangen sma moment TaeHunnya thor, tpi nggk apa” kok semuanya kan udah author rencanain jdi aq tnggal bersabar menunggu moment TaeHunnya, moga next chapnya ,,

    Ditunggu ya thor,Fighting✊

    (Maaf ya thor aku banyak ngeluhnya,please jangan marah ya thorr🙏🙇)

  3. aku pas bacanya sedikit bingung oh taunya ini flashback cerita perkwnalan baekhyun sama taeyeon toh,. dubhh klo tau begini,. ko jadi sayang ya baekhyun udh banyak berkorban buat taeyeon tapi taeyeonnya sama yg lain,. sedihhhhhhh..

  4. Baca chapt ini aq kok jd blank ya kok brasa kyak bca ff baru gitu, aduhh kek nya aq hrus bca chapt sblmnya deh biar nyambung ini otak…

  5. Setelah baca sepintas bagian awal chapt 3 nya, akhirnya eta diterangkan jalan pikirannya, kekekekk
    Rupanya begono asal mula baekhyun pura2 jd gay, dan alhamdulillah taetae kek nya udh sembuh dr fobianya…

  6. akhirnya update juga setelah sekian lamanya,, cerita makin bikin penasaran ,, trus lanjutin ya ceritanya… semangat

  7. Seneng bgt baekhyun mau ngedeketin taeyeon, meski hal itu sulit untuk dilakukan…
    Moga kesabaran baek membuahkan hasil ya…

  8. Uuuhhhhh,suka suka suka suka.
    Si baekhyun bru juga ketemu udah genit aja sama taeyeon,kekeke.
    Ciiee yg mau bantu taeyeon hilangin phobia.
    Nxt chp ditunggu momeng baekyeon^^

  9. Yeeyy akhirnya update juga 😁 keren thour👍suka banget bacanya 😁 tpi kok baekyeon semua sih thour di chapter ini,HunTaenya mana thour?padahalkan aku kabgen banget sama moment huntae thour 😅 tapi gpp deh yg penting
    aku suka baca ceritannya hehe 😅
    Ditunggu next chapternyabyh thour 😊
    Fighting thour ✊ 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s