[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 3

[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 3

rancorous-prosecutor

Rancorous Prosecutor

Byun Baekhyun (EXO), Kim Taeyeon (SNSD)

Chaptered | Crime, Drama | PG13

ChocoYeppeo Presents—

Warn!ng: Manipulasi usia dan kelabilan penulis :”>

“Baiklah, karena semua pihak sudah datang, mari kita mulai sidang yang sempat tertunda beberapa saat ini,” hakim yang berada di tempat duduk paling tinggi mengetukkan palu kecil tiga kali di papan untuk membuka acara hari ini.
Sudah sekitar sepuluh menit berikutnya, sidang Baekhyun itu masih belum menemukan titik akhir. Di antara jaksa penuntut yang terus menyudutkan Chanyeol, lelaki jangkung itu masih mampu melemparkan serangan balik sehingga seperti itulah sampai sekarang. Jaksa yang tak lain adalah rival Baekhyun di dunia hukum sejak dua tahun terakhir itu, Oh Sehun, terkadang membawa rasa permusuhan mereka ke dalam sana dan tentunya hakim menghentikan.

“Saya ingin bertanya, mengapa Anda terus-menerus membawa permasalahan pribadi? Itu tidak diperbolehkan, Anda tahu,” celetuk Chanyeol santai selama hakim masih memberinya waktu berbicara. Sepertinya ini adalah perlawanannya yang kelima dan lagi-lagi membuat Baekhyun berpikir lain tentang dirinya.
“Siapa yang membawa hal memalukan seperti itu? Saya hanya berkata seadanya. Baekhyun masih mencintai korban padahal korban sendiri telah memutuskannya dan berpacaran dengan Pengacara Luhan. Ia selalu mendekati korban dan mungkin sempat mengancamnya karena korban tidak pernah bertindak. Korban hanya pasrah saja ketika terdakwa mengajaknya makan atau pulang bersama,” Jaksa Oh yang kulitnya begitu cerah dan yang paling cerah di antara orang-orang di dalam sana itu kembali berkata panjang lebar.
“Keberatan, Yang Mulia,” Chanyeol menoleh sesaat ke arah hakim yang terus memerhatikan keduanya.
“Keberatan diterima,” putus hakim. Ia pun pengisyaratkan Chanyeol untuk berargumen atas penolakannya tadi. Terlihat di seberang sana Sehun mendengus kesal dan mungkin di hatinya ia tengah mengutuk Chanyeol dengan kejamnya.
Chanyeol meletakkan kepalan tangannya ke depan mulut lalu berdeham kecil sebelum memulai berkata-kata, “Jelas sekali dalam perkataan Jaksa Oh bila ia telah menarik urusan pribadi. Ia kentara berburuk sangka kepada terdakwa. Bukankah mengajak makan atau kegiatan apapun itu kepada rekannya adalah hal yang wajar?” Chanyeol bertanya entah kepada siapa tanpa menunggu jawaban.
Hakim Agung memanggut-manggutkan kepalanya sambil sedikit memainkan kacamata yang bertengger di hidungnya. Ia menuliskan sesuatu di buku sidang di depannya, mungkin berupa kesimpulan dari pendapatnya kali ini, “Jaksa Oh, apakah masih ada yang ingin Anda katakan?” jaksa itu menoleh ke arah kanan di mana orang yang ditanyainya berada bersama satu jaksa lain.
Sehun mengangguk mantap, “Saya masih memiliki bukti lain,” kemudian ia sedikit berbisik dengannya. Beberapa detik kemudian Sehun mengangkat sebuah berkas yang tidak terlalu tebal, “Ini adalah hasil sidik jari selimut korban yang digunakannya ketika tidur. Ditemukan milik terdakwa juga.”
Hakim mencegat Chanyeol yang hendak bangkit dari duduknya tanpa perizinan-hakim itu. Pria berumur yang ubannya sudah cukup banyak itu mengangguk dan menyuruh Sehun membawanya ke meja utama. Ia membuka-buka lembaran-lembaran kertas itu selama beberapa saat, “Bukti diterima,”
Seulas senyum terlukis di bibir Sehun saat ia mendengar hakim menerimanya. Ia langsung menatap Baekhyun di depan sana dengan sedikit tajam dan mengancam. Lihat saja, Byun Baekhyun, aku akan menjerumuskanmu ke neraka yang paling dalam. Sudah lama aku menantikan saat kau duduk di bawahku seperti ini.
“Baiklah. Saya akan memutuskan hasilnya sekarang,” hakim terdiam sedetik untuk mengambil napas keputusan.
“Yang Mulia, korban mau memberikan suaranya untuk sidang ini,” serbu Chanyeol cepat-cepat mendapati raut kekecewaan dari orang-orang yang berpihak pada kliennya.
“Tetapi, tindakan memojokkan korban melanggar undang-undang,” Sehun memotong hakim yang baru saja akan membuka mulutnya menanggapi Chanyeol.
“Korban mengajukan diri atas kemauannya sendiri,” pengacara Baekhyun itu menyergah lagi.
“Berhenti. Mari kita dengarkan kesaksian korban secara langsung,” ujar hakim dengan nada sedikit keras. Bagaimana tidak? Jaksa Oh serta Pengacara Park terkesan tidak sopan kepadanya.
Baekhyun sedikit mengepalkan tangan kirinya sambil terus memasang mata kepada Taeyeon yang tengah berjalan menuju tempat duduk yang ada tepat di depannya, menengahi mejanya dengan meja jaksa. Hanya Taeyeon satu-satunya orang yang dapat bertindak lagi. Baekhyun benar-benar memohon, wanita itu akan melakukan hal yang ia minta kemarin. Sebenarnya itu karena ia ingin melindungi orang yang mengisi penuh hatinya itu.
Taeyeon duduk dengan perlahan dan matanya langsung tertuju pada Baekhyun. Ia memandang agak lama ke arahnya. Laki-laki di sana itu tengah menunggu keputusan dirinya. Aku akan melakukannya, Baekhyun. Terimakasih karena sudah berani mengambil risiko buruk ini untukku.
“Tanpa berbasa-basi, silakan katakan apapun yang ingin Anda katakan, Nona…” hakim itu menahan ucapannya sambil mengecek data di dekatnya. Ia lupa nama korban itu, “…Kim Taeyeon,” ia bergerak membenarkan kacamatanya.
“Dia… ah- Terdakwa tidak-” Taeyeon sedikit gugup. Ia hampir melakukan kesalahan, “Terdakwa memang benar sudah melakukannya kepadaku,” ia tertunduk dalam tak ingin menampilkan wajahnya ke hakim yang terus melihatnya itu, “Ia mengajakku pulang bersama dan kami pergi minum sebentar sebelum akhirnya ia terlalu lemah berjalan dan aku membawanya ke apartemenku. Dan…” Taeyeon terhenti, sungguh ini cerita yang agak ngawur, pikirnya.
“Dalam tubuhnya tidak ditemukan kadar alkohol. Terdakwa melakukannya dalam keadaan sadar,” Sehun menyela tiba-tiba membuat Taeyeon sendiri terlonjak ke arahnya sesaat kemudian menghadap lurus ke depan dengan tatapan kosong.
“Ah, mengapa kau memperpanjang ceritanya? Aku tidak mengharapkan yang seperti ini,” Baekhyun sedikit kaget juga dengan pernyataan Taeyeon yang kemudian diserempet Sehun itu.
“Wah, ternyata dia berpihak padamu? Tadi aku bimbang sebelum menyergah hakim karena kupikir ia akan memintamu dipenjarakan seumur hidup,” gumam Chanyeol yang sedikit memiringkan badannya ke arah Baekhyun. Ia segera kembali lagi ke posisi tegap sebab yang diajak bicara malah tak merespons.
“Nona, apakah sampai di sini?” hakim itu menaikkan alisnya, menunggu perkataan Taeyeon yang terpotong beberapa waktu.
“Ah,” Taeyeon tersadar, “Aku ingin dia menikahiku dan mengurusku seperti istrinya dengan tanggung jawab serta kasih sayang. Itu tuntutanku. Dan, jangan penjarakan dia karena aku ingin dia menikahiku seperti yang sudah kukatakan,” ujarnya yang tanpa kendali keluar begitu saja dari pikiran wanita itu. Ia sendiri tertegun menyadari ucapannya—yang berbahasa kurang formal itu—namun lekas mengangguk menandakan perkataannya sudah selesai.
“Itu tidak adil, Yang Mulia!” Sehun melancang lagi sedangkan Chanyeol sendiri malah berdiam menonton film dramatis itu. Ia bingung harus mengatakan apa di kala seperti ini meskipun beberapa kali Baekhyun menegurnya untuk berpendapat.
“Pengacara Park, apakah Anda ingin menambahkan?” hakim itu menawari lagi pihak Baekhyun.
Chanyeol terkesiap sehingga refleks berdiri dengan cepat. Ia menoleh agak ke bawah melempar tanya ke Baekhyun, “Aku harus apa lagi???” Chanyeol menekankan nada tanyanya sedang Baekhyun membalas tatapannya tanpa membuka mulut sekata pun, “Ah, kurasa itu sudah cukup,” ujar Chanyeol kemudian. Ia tersenyum bodoh ke hakim yang memandangnya heran lalu duduk kembali.
“Hei! Bagaimana kau ini?!” Baekhyun menatap Chanyeol dengan wajah serius campur khawatirnya.
“Aku sungguhan tidak tahu lagi. Aku tidak mengira Jaksa Kim akan berkata seperti tadi,” Chanyeol membela diri dengan ekspresi yang tak beda jauh dengan Baekhyun. Tak terasa, di sini mereka jadi lebih dekat dan membuang kata-kata rival di antara mereka.
“Silakan Jaksa Oh memberitahukan tuntutan Anda,” hakim berpindah fokus ke arah Sehun yang tengah berunding singkat dengan jaksa di sampingnya.
“Berdasarkan Undang-Undang pasal 43 ayat 2 mengenai tindakan kekerasan seksual, saya, Jaksa Oh, menuntut terdakwa, Byun Baekhyun, dengan hukuman penjara 15 tahun atau denda sebesar 10 juta won,” Sehun melantangkan suaranya sambil sesekali beralih pandang ke arah- ya, Baekhyun pastinya. Ia kemudian duduk kembali seraya menutup buku yang tadi dibukanya saat membacakan tuntutan.
Suasana di dalam ruang sidang hening sejenak di bagian depan sementara para tamu ada beberapa yang berbisik-bisik mengomentari Baekhyun, Taeyeon, ataupun argumen-argumen di antara mereka. Hakim Agung di sana berunding sejenak dengan hakim pembantu di kanan-kiri. Tak berapa lama, keadaan kembali senyap tepat ketika hakim mengawali perkataan.
“Saya, Hakim Agung dari persidangan ini, memutuskan…” ada jeda sedikit di antara satu kalimatnya, “…terdakwa, saudara Byun Baekhyun, diharuskan membayar secara tunai denda sebesar lima juta won kepada pihak yang berwenang dan ia harus menikahi korban, Nona Kim Taeyeon, secepatnya dengan mengundang pihak yang berwenang pula,” hakim itu membuang napas kasar kemudian mengetukkan palu kebesarannya tiga kali untuk mengesahkan keputusan sidang.
“Tamu dipebolehkan meninggalkan ruangan. Terdakwa, korban, dan orang terkait tolong mengurus registrasi sidang terlebih dahulu. Demikian, sidang hari ini diakhiri pukul 9.18,” itu hakim pembantu yang menutup sidang seiring Hakim Agung meninggalkan tempatnya.
Baekhyun menghembuskan napasnya lega dan jantungnya yang tadi naik-turun menemani keringat dinginnya kini sudah dapat dinetralkan kembali. Ia melupakan semuanya sekejap waktu itu lalu lekas mendekati Taeyeon yang juga tengah menuju ke arahnya, “Terimakasih sudah percaya kepadaku,” ia tersenyum lebar sambil mengangkup kedua tangan Taeyeon beberapa saat.
“Tugasku sudah selesai. Kau lihat ‘kan? Aku tidak seburuk yang ada dalam anggapanmu itu. Dan soal aku mengagumimu—tepatnya sikapmu—itu aku tidak bohong, omong-omong. Kalau begitu, ini sudah berakhir dan kita…” Chanyeol mengarahkan jari telunjuk dan tengahnya ke arah mata Baekhyun kemudian matanya sendiri (yaa, if u know what I mean lah :”v). Pria jangkung itu mengerlingkan matanya kemudian berlalu mengikuti orang-orang lain untuk mengurus yang hakim pembantu bilang tadi.
—o0o—
Mobil hitam mengkilap milik Baekhyun tengah menuju apartemen Taeyeon dan tentunya mereka berdua ada di sana, duduk berdampingan. Baekhyun sepertinya telah dapat menarik napas lega setelah sidang selesai satu jam lalu. Soal denda, untungnya ia memiliki tabungan yang sudah cukup banyak sehingga semuanya sudah lunas. Eh, kurang satu, pernikahan mereka.
Baekhyun tak membesar-besarkan soal orang-orang yang sempat mencibir Baekhyun. Ini risiko dikenal banyak orang, ‘kan? Akan banyak juga yang membencimu, dan karena masalah Baekhyun itu pasti haters-nya bertambah. Sudahlah, ia tak ingin memikirkan itu lagi karena takut Taeyeon akan merasa bersalah lagi. Cukup ia lihat ke depan dan temukan si berengsek yang sudah melukai calon istrinya.
“Berhentilah menatapku. Aku tidak akan hilang,” Baekhyun bergumam sambil menahan senyumnya yang sebetulnya sudah tak dapat ditutupi. Ia melirik sekilas ke samping, Taeyeon tengah menahan malu, membuatnya ingin menggoda wanita itu untuk yang ke sekian kalinya sepanjang perjalanan.
Wanita itu menunduk dan tersenyum samar, “Aku harus apa agar dapat menebus ini semua,” topik baru mulai dibahas dan tepat sekali itu adalah hal yang tak ingin Baekhyun ungkit-ungkit kembali, “Andai aku bisa, akan kukatakan ‘terimakasih banyak’ sejuta kali atau lebih,” senyuman itu hampir memudar seandainya Baekhyun tak menyela.
“Jadilah istri yang baik untukku dan jangan memikirkan hal itu lagi,” ekspresi Baekhyun begitu serius namun pada sekon berikutnya ia berlagak memarahi Taeyeon yang justru terlihat menggemaskan, “Dan ingat! Jangan mencintai lelaki selain aku.”
Taeyeon terkikih geli. Sesaat awan abu-abu yang menyelubungi hatinya lenyap digantikan oleh awan-awan putih cerah yang menenangkan, “Bagaimana kalau sampai itu terjadi?” ia masih menahan pecahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan salah satu tangan. Diliriknya Baekhyun yang memasang tampang kesal.
“Aku akan menghukummu,” lelaki itu sedikit menyorongkan badannya kearah Taeyeon sambil memanyunkan bibirnya.
Otomatis Taeyeon ikut mundur, “Hei!” tak dapat dipungkiri lagi, pipinya merona. Ia pun mendorong Baekhyun untuk kembali fokus dengan mobilnya tak lupa dihadiahkan sebuah pukulan kecil di bahu Baekhyun dan lelaki itu pura-pura kesakitan. Taeyeon sungguh bahagia sekarang.
“Ah, sudah, sudah. Nanti saja, kita lanjutkan ini di rumah,” Baekhyun mengibaskan tangan kanannya lalu meraih tangan Taeyeon dan menggenggamnya dengan erat tanpa menerima penolakan.
Beberapa saat Taeyeon memandangi Baekhyun yang tengah melihat lurus ke arah jalan. Tangannya juga bergerak membalas genggaman Baekhyun dengan lembut. Ia tersenyum lagi melihat satu pria yang manisnya tak akan ditandingi siapa pun itu.
“Kau sungguh ingin ikut tinggal di apartemenku?” ia membuka suaranya lagi namun agak tertahan.
“Ya, kalau kita sudah sah,” Baekhyun berbisik dengan nada yang dibuat menjadi agak seksi, “atau kau ingin sekarang saja?”
Hei. Baekhyun, apakah itu semacam godaan untuk Taeyeon atau apa? Gadis itu sampai menarik tangannya kembali membuat genggaman mereka terlepas, “Jalan saja, agar kita cepat sampai,” gumam Taeyeon dengan suara super datar. Matanya menatap tegak ke depan entah difokuskan ke mana. Obsidiannya bergerak tanpa tujuan jelas.
“Ku rasa kau harus menempelkan es ke pipimu yang merah itu,” Baekhyun menyentuh dagu Taeyeon dengan ujung jari telunjuknya. Ia tersenyum geli melihat wanita itu yang mendadak kaku, “Hei, bicaralah lagi. Mengapa kau seperti itu?” ia mencubit singkat pipi Taeyeon.[]
-TBC-

Advertisements

15 comments on “[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 3

  1. Kyaknya taetae itu dirape org gk tau siapa, trus baekhyun yg jd tertuduh…
    Untungnya ksus udh slesai tp ttp pngen tau kejadian sbnernya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s