[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 2

[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 2

rancorous-prosecutor.jpg

Rancorous Prosecutor

Byun Baekhyun (EXO), Kim Taeyeon (SNSD)

Chaptered | Crime, Drama | PG13

ChocoYeppeo Presents—

Warn!ng: Manipulasi usia dan kelabilan penulis :”>

“Siapa, ya?” Taeyeon berusaha menyegarkan wajahnya sebelum membuka pintu agar ia tidak terlalu kelihatan menyedihkan oleh siapapun itu. Taeyeon tersenyum lebar sampai akhirnya ia membukanya dengan tak bimbang.

Senyuman gadis itu segera sirna mendapati tamunya. Matanya menatap orang di sana dalam-dalam seolah menyampaikan sesuatu melalui telepatinya.

Taeyeon menghambur ke wanita awal 50-an yang baru saja masuk ke dalam apartemen, “Maafkan aku,” ia memeluk orang yang tak lain adalah ibunya. Pelukan penuh pilu yang membuat Taeyeon menumpahkan air matanya di balik wajah satu-satunya orang yang saat ini dapat dijadikannya sandaran.

Ibu Taeyeon membawa putri sulungnya itu duduk di sofa ruang tamu, masih dengan Taeyeon yang enggan melepaskan dekapannya. Ia mengelus kepala putrinya penuh kasih, tak ada setitik kemarahan pun yang terlihat di wajah keriputnya itu menandakan jika ia benar-benar memercayai Taeyeon.

Beberapa saat kemudian, ketika dirasa Taeyeon sudah meredam tangisnya, ibu Taeyeon mulai melepaskan pelukannya dan membuat mereka duduk menyamping berhadapan, “Ibu tidak apa-apa, sayang. Bagaimanapun keaadanmu, aku tidak akan pernah berhenti mendukung apapun pilihanmu,” ujarnya dengan lembut. Setidaknya dengan ini perasaan Taeyeon menjadi lebih tenang. Masih ada orang-orang yang berbaik hati padanya.

Taeyeon masih belum ingin mengatakan sesuatu selain hanya tersenyum sebisanya kepada sang ibu. Ia menjadi lebih dapat mengendalikan pikirannya saat ini.

“Aku datang bersama Taehyung. Ia tengah meminta izin kepada pemilik apartemen karena kami sudah memutuskan akan menginap beberapa waktu di sini. Ayahmu tidak bisa ikut kemari karena sedang ada kasus berat di bawah tanggung jawabnya,” ibu Tayeon menangkup wajah putrinya kemudian mengecup keningnya hangat, “Kami akan membantu persiapanmu,”

“Ibu, maafkan aku karena tidak dapat menjadi jaksa yang baik seperti Ayah. Aku sudah mengotori nama baiknya,” Taeyeon menunduk dalam, merasa bersalah atas kejadian ini.

Ibu Taeyeon hanya menggeleng, menyangkal rasa penyesalan Taeyeon, “Keputusan Tuhan tak dapat ditebak oleh siapa pun. Ini bukan salahmu, sayang. Semuanya sudah digariskan sejak awal. Hanya lakukan yang terbaik untuk melaluinya,”

—o0o—

[Hari berikutnya ketika sidang dimulai; 8.30 pagi]

Baekhyun berjalan melalui jalan tengah yang diapit oleh tempat duduk para tamu sidang. Ia hanya mampu merundukkan kepalanya ke bawah, menghindari mata-mata berbagai warna yang mengikuti geraknya menuju tempat tergugat. Tangannya masih dilingkari borgol dingin yang seumur hidupnya baru pertama kali ini ia dipakaikan benda itu. Pergelangannya sedikit kemerahan menandadakan ia yang pernah melakukan sedikit perlawanan.

Saat itu Baekhyun duduk sendirian di tempatnya—yang harusnya ditemani oleh seorang pengacara. Tak sekalipun ia membuka matanya yang terpejam sejak beberapa saat sebelumnya. Tangannya yang untuk sementara dibebaskan itu sudah basah oleh keringat dingin yang tak ingin berhenti meskipun Baekhyun sudah berulang-ulang mengusapkannya ke celana tahanannya.

Apakah Chanyeol benar-benar tidak datang? Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia semakin gusar sebab sudah lima menit berlalu namun satu orang penting masih belum datang. Siapa lagi kalau bukan pengacaranya, Park Chanyeol, yang padahal dulu-dulunya keduanya adalah musuh dalam dunia kerja. Sebenarnya juga, Baekhyun-lah yang selalu menang telak atas Chanyeol. Dan kali ini, satu-satunya orang yang mau membantunya itu malah belum memunculkan diri.

-FLASHBACK (kemarin)-

Sekitar satu jam lalu, Baekhyun baru kembali dari apartemen Taeyeon. Kini ia tengah duduk meringkuk di sudut selnya tanpa membuka mulut sekalipun ada dua pria lain di sana dan satu polisi yang menjaga ruangan. Ia tengah gundah menantikan seseorang yang beberapa jam lalu dihubunginya.

“Ia benar-benar tidak ingin melakukannya,” gumam Baekhyun begitu pelan hingga tak ada seorangpun yang merasa terusik. Ia memukul lantai tak bersalah di sampingnya dengan kepalan tangan yang sangat kuat, membuat jarinya sedikit memar. Ia membuang napas penuh keputusasaan.

“Tahanan 7853, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda,” seorang polisi yang datang dari luar ruangan—berisi lima sel—itu tanpa babibu membuka sel di mana Baekhyun berada dan langsung menariknya keluar dengan tak berperasaan.

Baekhyun masih bingung walaupun secercah harapan kembali tersirat di wajahnya. Ia tetap diam mengikuti seorang polisi berbadan besar dan menyeramkan—menurut dirinya.

Sesampainya di ruang pertemuan, Baekhyun langsung duduk di kursi kosong yang di balik sana ada seseorang berdiri membelakangi. Ia tidak sendirian karena ada beberapa orang, yang tentunya tak dikenalinya, sama-sama tengah menerima kunjungan.

Orang itu berbalik merasa Baekhyun sudah ada di sana, menampilkan sosok jangkung yang tadi dihubungi Baekhyun. Ia duduk sambil meletakkan tas hitam berisi dokumen-dokumen penting, mungkin, “Hai, Jaksa Byun,” sapanya dengan segaris senyum yang tak terlihat dibuat-buat tetapi dapat membuat hati Baekhyun sedikit tergores.

Jaksa Byun, panggilan itu terasa seram sendiri bagi Baekhyun di saat-saat seperti ini. Tunggu, mengapa ia merasa jadi pelaku yang sebenarnya? Seharusnya ia tetap bertekad pada dirinya sendiri. Ia mulai menegakkan duduknya, membuang rasa menciut itu jauh-jauh. Untuk apa takut? Toh, bukan dirinya yang melakukannya kepada Taeyeon. Justru ia ingin melindungi gadis itu.

Setelah berada dalam keadaan hening di antara keduanya, Chanyeol memilih untuk membuka pembicaraan. Ia berdeham kecil, “Kau tidak salah ‘kan…” ucapannya dijeda sedetik, “memintaku untuk melindungimu?”

Baekhyun tergeming, berusaha memutar otak untuk memilih kata-kata yang pas. Entahlah, pertemuan seperti ini membuatnya merasa jauh dengan Chanyeol yang sudah dikenalnya sejak SMP, “Aku hanya dapat mengharapkanmu kali ini.”

Chanyeol terkekeh kecil dengan nada remeh, “Bagaimana jika aku menolakmu? Oh, ya, maaf karena aku datang terlambat. Aku sempat berpikir tadi.”

Baekhyun lantas menatap lelaki di depannya yang dibatasi kaca setebal setengah senti itu dengan tidak percaya sekaligus terkejut. Ia terdiam seribu bahasa. Chanyeol biasanya selalu serius.

Si jangkung yang  memaku perhatian kepada Baekhyun beberapa sekon itu kini bergerak bebas seraya menghembuskan napasnya pelan, “Ah, tidak, tidak. Aku hanya bercanda,” ujarnya sebab baekhyun melemparkan tanggapan yang justru agak menghiburnya. Sungguh, ini yang pertama kalinya Chanyeol merasa di atas Baekhyun.

Jaksa Byun yang namanya sedikit tercoreng itu hanya sanggup tersenyum pahit, tak percaya jika dirinya sekarang telah dipermainkan Chanyeol. Ia hanya terus terdiam, kata-katanya sudah habis, tepatnya mendadak ludes.

“Baiklah. Walaupun begitu, aku ini selalu mengagumimu. Aku akan membantumu sebisaku,” ujar Chanyeol kemudian ketika ia rasa sudah cukup membuat Baekhyun menjadi bahan mainnya. Ia mengeluarkan beberapa lembar kertas yang sudah diklip menjadi satu untuk mempermudah penggunaan. Ia menyerahkan sebendel lembaran tersebut kepada Baekhyun melalui celah kecil di bawah kaca tak lupa ditambah pena hitam yang ia sematkan di jasnya.

“Karena aku malas menanyaimu satu-satu, aku memintamu untuk mengisi saja data itu selengkap mungkin. Aku tunggu sampai selesai,” titah Chanyeol lalu menyedekapkan lengannya dengan santai sambil menjatuhkan punggungnya di sandaran kursi. Berkas tadi memang disediakan berdasarkan inisiatif perusahaan, omong-omong, bukannya Chanyeol sudah menyiapkan semua ini.

Baekhyun menyodorkan kembali lembaran dan pena yang sudah digelutinya sejak tiga puluh menit lalu, “Kau serius membantuku, ‘kan?” tanyanya sambil menarik kembali lengannya pelan-pelan. Ia melihat lekat mata Chanyeol dengan penuh harap.

Dilihatnya Baekhyun sembari memasukkan bendel tadi tanpa berniat menjawab pertanyaan orang di seberang. Ia memberikan pandangan menimbang-nimbangnya yang membuat Baekhyun sedikit bingung. Yang terakhir, dimasukkan kembali pena hitam tadi ke dalam jas dengan—dibuat sok—perlahan seolah takut benda itu akan rapuh.

“Bagaimana, ya?” Chanyeol memainkan daun telinganya sesaat sambil menggerak-gerakkan mulutnya, “Memangnya pernyataan Jaksa Kim masih belum cukup, ya, untuk membebaskanmu? Dia ‘kan kritis orangnya,” ia sedikit mendongak serong ke atas, entah melihat apa.

Baekhyun mengepalkan kedua tangannya di bawah sana sehingga Chanyeol tak dapat melihatnya, “Park—” ia hendak meneriaki orang menyebalkan itu sebelum Chanyeol sendiri menyambarnya dengan tenang.

“Tergantung perasaanku, sih,” Chanyeol bangkit dari duduknya lalu membereskan tasnya, “Aku pergi dulu, Jaksa Byun,” ia tersenyum lebar sambil melambaikan tangan ke arah Baekhyun yang sedikit menengadahkan kepalanya melihat Chanyeol tak percaya.

-FLASHBACK END-

Pintu ruangan sidang mendadak terbuka lagi setelah tadi sudah ditutup rapat oleh petugas jaga. Seseorang yang, tidak salah lagi, ah— Pengacara Park menampilkan dirinya yang sedikit semrawut di pintu besar itu. Tanpa berceloteh, ia melenggang masuk lebih dalam dengan terus memasang senyuman tanpa dosanya. Ia membungkuk kepada hakim agung.

“Saya mohon maaf atas keterlambatan ini,” Chanyeol berjalan agak cepat ke mejanya yang berada tepat di samping Baekhyun. Ia kemudian mengusap-usap jasnya, menghilangkan debu-debu yang mengotori pakaian terhormatnya. Dilemparkannya sebuah senyum bodoh kepada kliennya, Baekhyun, yang langsung dibalas sebuah tatapan tak percaya.

“Aku terjebak macet sejak setengah jam lalu karena parade. Kali ini aku tidak bohong,” ia berbisik di dekat telinga Baekhyun sambil meletakkan tasnya.

Cih, persetan dengan parade itu. Kau berhasil membunuhku kali ini, Park Chanyeol.

Taeyeon yang masih berada di kursi tamu terdepan saat itu ikut merasakan betapa tersudutnya Baekhyun. Melihat tingkah Chanyeol, ia sadar jika dirinya telah membuat Baekhyun masuk ke dalam lubang yang amat dalam. Rasa bersalah lagi-lagi menghantuinya ditambah lagi dirinya sendiri juga pernah beberapa kali melawan Chanyeol dalam sidang dan ia memenangkannya. Pasti Chanyeol sengaja melakukan semua ini, pikir Taeyeon.

Ibu Taeyeon yang duduk di sebelah wanita itu meraih tangan Taeyeon dan sesaat menggenggamnya erat, “Jangan berpikir yang tidak-tidak,” bisiknya dengan amat lirih sambil memandang Taeyeon, memberikan banyak kepercayaan untuknya.

“Baiklah, karena semua pihak sudah datang, mari kita mulai sidang yang sempat tertunda beberapa saat ini,” hakim yang berada di tempat duduk paling tinggi mengetukkan palu kecil tiga kali di papan untuk membuka acara hari ini.

-TBC-

Huaaaa >x< Maafkan daku yang membuat ini jadi lebih panjang dan part Taengnya malah kurang masuk :”3 Aku kebawa rasa perselisihan Chanbaek soalnya :”v

Yang masih penasaran akan sesuatu, mohon jangan lelah menunggu :”) Ada kemungkinan juga, aku akan memperpanjanglebarkan ff ini karena, entah mengapa, aku suka bahasa yang diindahkan /^v^\

Dan, sejujurnya, aku nggak begitu tau gimana alurnya sidang xD orang ikut ke ruang sidang aja ga pernah :3 Mungkin ada yang gaje+ga nyambung ya di sini? :”D

Advertisements

29 comments on “[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 2

  1. sbenernya kasus apa sih yng tjd antara baekhyun dan taeyeon, kok kata nya baekhyun cuma melindungi taeyeon tpi ampe meniduri taeyeon sih??? jadi kepo berat kak..

    update soon ya kak, ditunggu next chapter nyaaa.. kalo bisa updte besok, hehehe..
    fighting author nim, keep writing yah..

  2. Aah aku kira pelakunya yg dtg k apt taeyeon taunya sang ibu haha. Menunggu the next chapter author ^^

  3. Lah kirain ‘pelaku’ sebenernya yg dateng k apartement taeyeon, ternyata ibunya sendiri. Woah taehyung disini jd adeknya? Hehe moga dia masuk alur deh buat support kaka nya. Duh perlu flashback banyak biar ngerti kejadian awalnya tuh kek gmn. Wkwk. Yg pasti sih bakal kejawab next chapter. Semoga si pelaku jg bakal cepet keungkap deh. Terus baekhyun jangan lama2 d penjaranya kan kesian. Udh tau bukan baekh pelakunya, lah ko taeyeon msh blm setujuin apa yg dimintain baelh d chapter sebelumnya. Oke fighting

  4. Masih jadi pertanyaan sih, apa yg sebenarnya terjadi.. Taeyeon nya kenapa? Wah bener2 penasaran..
    Fighting authornim 😉

  5. Ayooo dong nextt
    Banyakk nii yg sukaa, apalagii akuuu wkwk
    suka banget bahasa nya juga sukaa ko
    kurang panjang aja karna aku nya ketagihan :v
    okeee lanjuttt
    semangat

  6. Sbnernya kasus apa sih yg melibatkan taetae, trus baekhyun jg kyaknya gk slah tp mau2 ja nerima dakwaan…

  7. Apa yg bkalan dilakuin chanyeol untuk membela baekhyun ya…
    Knapa jg baekhyun rela belain taeyeon, pdhal posisix dia g slah sma skali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s