[FREELANCE] Your Slave (Chapter 3)


Your Slave

Author: karinajung

Kim Taeyeon (GG), Oh Sehun (EXO),

Byun Baekhyun (EXO) || Mature, Romance, Drama|| PG17

Poster:

Afina23 @ Poster Channel

Preview : Chapter 1, Chapter 2

∞Your Slave∞


“Apa kau ingin dihukum?”

Taeyeon terdiam kaku. Derita apa lagi yang akan ditanggungnya?. Tatapan Sehun jelas – jelas mengintimidasinya. Nyalinya seakan menciut hingga ia tidak berani berbalas tatap dengannya. Siapa saja tolong beri tahu apa yang akan dilakukan pria itu kepadanya karena ia sudah cukup gemetar ketika Sehun melepaskan genggamannya dari tas kerjanya dan justru menggenggam erat pergelangan-nya.

Belum sempat Taeyeon bersuara, Sehun lebih dahulu menarik gadis itu dengan kasar memasuki kamarnya yang berada tepat di depan mereka. Pria bermarga Oh itu membanting pintu kamarnya dan tak lupa mengunci pintu tersebut.

Dan gadis polos itu hanya bisa berdoa agar hal menyeramkan tidak menimpa dirinya.

“Apa kau memang berniat menggodaku?”.

Tanya Sehun dengan tatapan garang. Ia kesal, sungguh, jujur saja. Ia akan bersenang hati jika wanita yang berada di hadapannya itu menunjukkan bentuk tubuhnya kepadanya. Tapi tidak disana, hell no. Di tempat tadi, dimana terpasang 2 cctv sekaligus di setiap kubik ruangnya. Ia tidak terima, benar – benar tidak terima jika 2 ahjussi yang bertugas memantau rekaman cctv rumahnya bisa melihat Taeyeon-nya itu.

Oke, katakan saja Sehun sudah gila. Tapi nyatanya memang pria itu sudah benar – benar gila karena Taeyeon. Yah, meskipun gadis itu tidak akan terima jika mendengar pernyataan itu secara langsung.

“N-ne? a-niyo, aku tidak berniat bahkan tidak berpikir untuk menggodamu” jawab Taeyeon sedikit gemetar.

Sehun memang memiliki begitu banyak keterampilan dari sudut pandang Taeyeon. Yang pertama kemampuan sihirnya yang mampu membuat jantung Taeyeon berdegup kencang, yang kedua sengatan listrik di tangannya yang mampu membuat Taeyeon membatu tidak berkutik, dan yang ketiga tatapan mengerikannya yang seolah mampu menghipnotis dirinya. Oke, kemampuan apa lagi yang kau miliki Oh Sehun?

Taeyeon menundukkan kepalanya takut. Sehun membuang nafasnya kasar. Ia berjalan mendekati lemarinya dan mengambil sebuah kemeja dari sana. ia kembali mendekati Taeyeon dan yang ia lakukan selanjutnya ialah menarik handuk kedua yang digunakan Taeyeon untuk menutupi handuknya.

Gadis itu merasa risih, tetapi kemudian Sehun dengan cepat menutupi tubuh mungil gadis itu dengan kemejanya tadi.

“Di rumahku ada banyak cctv yang bahkan tidak bisa kau lihat letaknya dimana. Ada beberapa orang yang kutugaskan untuk memantau apapun yang terjadi di rumah ini selama 24 jam. Kulakukan untuk menjaga rumah ini dari apapun yang ingin menganggu, aku tidak ingin hal itu menjadi boomerang untukku karena kau berada disini” ungkap Sehun sembari meletakkan kedua tangannya menangkup wajah gadis itu.

Wajah Taeyeon kembali memerah, walaupun ia tidak begitu mengerti apa yang sudah dikatakan pria itu.

“Di rumah ini juga ada banyak pelayan yang bisa saja muncul ketika kau dalam keadaan seperti ini. Aku tidak terima mereka melihat dan menikmati milikku

Dan kali ini wajah Taeyeon sukses memerah dengan sempurna. Tubuh gadis itu memanas. Ia mengerti apa yang dimaksud Sehun.

“Ma-maaf” gumam Taeyeon. Tangan Sehun masih berada di wajahnya sehingga ia tidak bisa menghindari kedua iris milik pria itu.

“Aku jadi tidak bersemangat pergi kerja. Sebagai balasan, cepat berpakaian dan temani aku pergi”

Taeyeon tidak mau mengambil pusing dan langsung menganggukkan kepalanya, meski ia tidak mengerti kenapa Sehun mengatakan kata ‘balasan’. Memangnya pria itu baru saja menolongnya?.

∞Your Slave∞

Tiffany, gadis itu sejak membuka mata dari tidur nya terus menghela dan menghela nafas. Ada begitu banyak hal yang dipikirkannya. Belum cukup sejak Taeyeon yang menghilang dan kemarin ia mengdengar pengakuan dari Baekhyun jika pria itu telah berbohong selama ini.

Flashback on.

Baekhyun menahan nafasnya sebentar, di depannya Tiffany sedang menunggu jawaban darinya dengan berkacak pinggang.

Ia tidak bisa menjelaskannya ke Tiffany. Bagaimanapun juga, dia tidak pernah berniat menjadi pembohong atau penipu atau penguntit sebelumnya. Semuanya terjadi begitu saja, ketika ia mengenal gadis bernama Kim Taeyeon itu, ia akhirnya memilih jalan ini.

“Aku…”

“Apa?” jawab Tiffany cepat. Gadis itu sudah tidak sabar lagi.

“Aku menyukainya”

Detik itu juga, Tiffany mendengus lalu tertawa terbahak – bahak. Ia tak habis pikir dengan Byun Baekhyun itu. Baekhyun yang berstatus gay itu.

“Apa kau sedang membuat drama Tuan Byun? Jangan berlebihan dan jelaskan yang sebenarnya!”

Baekhyun hanya diam, ia memindahkan pandangannya pada vas bunga kecil di atas meja. Tiffany membuang nafasnya kasar.

“Byun Baekhyun yang kutahu sejak 5 tahun yang lalu adalah seorang gay. Maaf jika kau tersinggung, tapi bagaimana sekarang kau bisa mengatakan jika kau menyukainya? Menyukai Taeyeon? Apa itu masuk akal? Dan jika itu benar jadi selama ini kau berbohong?!.kau berbohong jika kau itu gay?!”

Gadis itu berseru kuat. Matanya memancarkan amarah yang luar biasa, hingga ia sampai sulit mengontrol nafasnya. Kenyataan yang keluar dari mulut Baekhyun memang tidak bisa diterima dan dicerna dengan baik. Baekhyun seperti sedang berbohong dan seolah hari ini adalah April Mop.

“Apa jatuh cinta itu suatu kriminal? Apa salah jika aku menginginkan orang yang kucintai selalu berada di sisiku? Apa karena itu aku sama dengan penjahat yang membunuh manusia? Apa kau tahu bagaimana perasaanku selama ini hingga kau mememik padaku?”

“Apa kau lupa jika Taeyeon yang dulu hanya ingin berteman denganmu? Seperti gadis bodoh yang berpura – pura kuat padahal dirinya yang sesungguhnya menangis. Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang kucintai menderita seperti itu. Aku yakin dia butuh teman pria untuk dijadikan sandaran. Aku hanya ingin dia tidak merasa sendirian dan kesepian karena masalah keluarganya-nya. Aku hanya.. aku hanya ingin dia merasa jika ada orang di sampingnya yang akan menjaga dan mendukungnya selalu”

Baekhyun, pria itu tanpa sadar sudah mengeluarkan air matanya. Dirinya hanya diam tanpa ekspresi dengan air mata yang mengalir pelan di pipinya.

Tiffany membatu. Ia tidak bersuara namun mulutnya sedikit terbuka menandakan ia amat terkejut dengan pengakuan dari Baekhyun. Ingin rasanya ia menampar Baekhyun sekarang ini juga, ia ingin melampiaskan kekesalannya. Pria itu sudah berbohong selama ini. Demi bisa dekat dengan sahabatnya, pria itu mengobarkan harga dirinya dengan berbohong menjadi seorang gay.

Sangat tidak masuk akal untuk diterima, juga sangat menyedihkan. Tiffany tak kuasa menahan air matanya.

Ia duduk di samping Baekhyun.

“Cinta bukan suatu kriminal. Tapi cinta juga bukan hal yang bisa kau paksakan, cinta itu tidak selalu harus menuruti kemauanmu. Cinta itu merelakan, bukan memaksakan. Aku bisa mengerti perasaan mu dan aku yakin Taeyeon juga bisa mengerti. Tetapi mengerti dan menerima itu dua hal yang berbeda. Apa kau yakin Taeyeon bisa tetap menerimamu sebagai sahabatnya ketika ia mengetahui hal ini?”

Baekhyun memejamkan matanya, tubuhnya gemetar. Ia takut, takut, dan takut. Ia takut akan kembali menyakiti gadis itu. Sudah cukup kesedihan yang dialami gadis itu, ia tidak ingin gadis yang dicintainya itu semakin tertekan karenanya.

“Selama ini kau pasti sudah sangat tersakiti karena ucapan orang – orang di luar. Hentikan semua sandiwara mu ini Byun Baekhyun, bukan hanya kau yang akan tersakiti tapi Taeyeon juga pasti akan amat sangat terbebani karena kebohonganmu ini. Walaupun kau melakukan hal ini untuknya, tapi coba lah untuk melihat dari dua sisi. Ketika kau melukai dirimu sendiri dan sekaligus membuatmu merasa bahagia karena bisa bersamanya, apa kau tidak pernah berpikir apa yang akan Taeyeon rasakan ketika tahu selama ini dia membuatmu tersiksa dan juga dibohongi olehmu?”

Pria itu menatap Tiffany dengan kedua matanya yang berair.

“Aku tidak punya pilihan lain. Apa kau tahu betapa sulit bagiku untuk bisa berada d sisinya?. Apa kau tidak tahu ketika aku selalu berusaha memberikan rasa aman dan bahagia padanya? Aku tahu ini salah, tapi hanya ini yang bisa kulakukan. Semua orang tahu dia hanya terlihat kuat di luar, semua orang tahu dia menanggung beban berat karena ayah dan ibunya. Aku hanya ingin ikut merasakan rasa perihnya, aku ingin dia membagi setidaknya sedikit dari rasa sakit yang ia rasakan”

Jelas Baekhyun. Rahang pria itu tampak mengeras, tatapannya menjadi kian menyeramkan. Bahkan Tiffany merinding untuk membalas tatapan pria itu.

“Lalu kau sebut itu cinta? Kau hanya mengikuti kata hati mu yang egois itu. Kau bahkan terlihat seperti seorang byuntae sekarang ini. Sudah berapa kali kau tidur sekamar dengannya, eoh? Dan oh iya, kau juga pernah membawa Taeyeon yang sedang mabuk ke rumahmu. Ya! Apa kau mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan?!”

Baekhyun membuang nafas kasar.

“Kenapa aku harus melakukan hal itu?”

Tiffany diam sejenak sebelum kembali bersuara. “Kau sudah memilih jalan ini Baek, kau harus mau menerima konsukuensinya”

Baekhyun menganguk pelan.

“By the way, dari mana kau dapatkan ‘benda’ itu?” tanya Tiffany sambil menunjuk ke arah saku celana Baekhyun. Pria itu sedikit terkesiap lalu mengeluarkan dompetnya, membuka lipatan kulit bermerek bvlgari itu dan mengeluarkan benda yang dimaksud Tiffany.


“Aku yang memotretnya” jawab Baekhyun. Wajah pria itu memerah.

“HEOL!” seru Tiffany disusul decakan.

Baekhyun memasukkan kembali dompetnya. Pria itu menatap lurus mata Tiffany.

“Noona, jangan beri tahu Taeyeon ya tentang ini. Aku janji akan jujur, tapi tidak dalam waktu dekat ini”

Tiffany memicingkan matanya, lalu gadis itu mengela nafas panjang.

“Lagi pula apa yang bisa kulakukan? Aku benar – benar ingin menamparmu setelah tahu kau berbohong. Tapi tetap saja kau juga sudah tersakiti dan itu semua demi kebaikan Taeyeon. Jadi untuk sekarang singkirkan dulu mengenai hal ini dan fokus saja mencari Taeyeon. Arraseo?”

Baekhyun mengangguk sambil tersenyum manis.

“Ne, gomawo noona”

Flashback off.


Tiffany menghela nafas. Mari katakan ini sudah yang ke 20 kalinya ia menghela nafas. Gadis itu belum beranjak juga dari ranjangnya. Hingga ia mendengar handphone nya berbunyi. Itu panggilan dari Kris.

“Ne waeyo?”

“Kau sudah bangun?”

“Anggap saja begitu” jawab Tiffany sedikit kesal dengan basa – basi kekasihnya itu.

“Taeyeon…”

Kedua mata Tiffany seolah langsung segar dan dirinya seperti sudah benar – benar dalam keadaann terjaga.

“Ne! waeyo?!”

“Sabar dulu. Aku mendapat informasi dari temanku jika ibu Taeyeon sedang di rumah sakit Seoulite”

Tiffany mengatupkan mulutnya lalu membukanya lagi.

“Lalu apa yang spesial dari berita itu?”

Terdengar dari sebrang sana, pria bermarga Wu itu mendengus.

“Kau belum mendengar hingga selesai. Yang anehnya itu ibu Taeyeon dirawat di kamar gold-vvip yang biasanya hanya para artis dan petinggi negara saja yang dirawat disana. Selain harganya yang tidak terjangkau oleh orang biasa, akses untuk masuk kesana juga sulit jika kau bukan orang yang hebat. Apa kau tidak merasa aneh dengan hal itu?”

Tiffany diam. Ia memikirkan apa yang dikatakan Kris. Yah, tentu saja tidak masuk akal. Rumah sakit Seoulite memang merupakan rumah sakit paling mewah di Korea Selatan dan bertaraf internasional. Memangnya keluarga Taeyeon memiliki uang sebanyak itu untuk bisa merawat ibunya disana?.

“Se-selain itu ada yang lain?. Bagaimana dengan Taeyeon?” tanya Tiffany.

“Belum. Yang pasti aku sedang meminta beberapa orang untuk pergi mencari ayah Taeyeon. Tetangga yang tinggal di samping apartemen Taeyeon mengatakan jika belum melihat Kim Tae Yang itu sejak 2 hari yang lalu”

Tiffany mengangguk. “Arraseo. Terima kasih, Kris. Aku bersiap – siap untuk pergi ke pemotretan dulu”

“Baiklah, saranghae”

“Nado saranghae”

Setelah itu, Tiffany langsung menutup sambungan teleponnya dan bergegas pergi ke kamar mandi.

“Tunggu saja, aku akan menyelamatkanmu Taengie” gumamnya.

∞Your Slave∞

Dunia memang begitu indah jika kau adalah seorang yang berkuasa dan tentunya hidup dengan uang yang banyak. Taeyeon mengambil kesimpulan itu ketika ia mengenal seorang pria yang tidak jelas asal usulnya yang sudah menculiknya dan yang sudah bersikap semena – semena seolah dunia ini hanya miliknya seorang. Yah, siapa lagi pria itu jika bukan Oh Sehun.

Taeyeon tidak akan beranggapan seperti itu jika pria itu tidak mencoba memonopoli dirinya. Baiklah, jika dia memang milik pria itu seperti yang dikatakan pria itu sendiri, seharusnya di tubuhnya sudah ada label bertuliskan “made for oh sehun” atau lain sejenisnya. Tapi label itu tidak terpasang ditubuhnya.

Bukankah berarti dirinya itu bukan milik pria itu? kenapa pria itu memonopoli dirinya seolah ia bernafas hanya untuk duduk di samping pria itu, seperti boneka pajangannya.

Pria itu cukup kaku dengan segala pemikiran kekanakannya. Oke, gadis itu benar – benar panas sekarang. Jika saja hidupnya tidak tergantung dengan setiap ucapan yang keluar dari mulur pria itu, mungkin segala sumpah serapah sudah dikeluarkannya dari tadi. Lagi pula..

“Kau marah?”

Pikiran Taeyeon yang sudah bercabang kemana – mana sontak terputus ketika Sehun bersuara. Taeyeon menoleh, pria itu masih memandang kedepan. Fokus menyetir.

Ingin sekali rasanya ia menghapus jarak di antara mereka dan mencakar wajah mulus Sehun saat itu juga, tapi apalah daya seorang Kim Taeyeon.

“Aniya” jawab gadis itu pelan, penuh dengan kebohongan.

Bagaimana bisa dia tidak marah? Sejak tadi pagi Sehun terus saja meminta Taeyeon untuk berada di sampingnya dan memintanya untuk melakukan hal – hal yang harusnya dia sendiri bisa melakukannya. Seperti,

“Aku tidak suka jika duduk di sini sendirian. Temani aku”

“Aku haus. Beri aku minum”

“Tanganku sakit, pijatkan aku”

“Ambilkan pena yang itu. ah, bukan yang itu tapi yang itu saja. Tapi kurasa lebih bagus yang sebelumnya, ambil yang tadi saja”

“Menurutmu dasi mana yang pas kugunakan hari ini? yang ini? seleramu buruk, aku lebih suka yang ini”

Dan masih banyak lagi. Hingga ia duduk di kursi penumpang di samping Sehun itu saja ia masih harus menerima permintaan atau perintah Sehun yang terdengar menyebalkan dan tentu saja ia harus melakukannya dengan setengah hati.

Seperti…

“Pakaikan savelbelt-ku Taeyeon”

“Lidahku terasa pahit, aku ingin permen. Bukakan satu untukku”

“Kau ingin terjadi kecelakaan karena aku mengambil permen itu sendiri?, seharusnya kau yang memasukkan permen itu ke mulutku. Jika sampai terjadi apa – apa karena aku sedikit lengah bagaimana?”

Taeyeon memejamkan erat kedua matanya sesaat ia mengingat hal itu. Gadis itu kembali membuka matanya dan menatap Sehun sekilas.

“Apa ibuku baik – baik saja?”

Sehun mengangguk singkat. “Ya”

“Terima kasih”

“Tidak perlu” jawab Sehun cepat.

“Karena kau berada di samping ku maka ibumu akan baik – baik saja”

“Lalu bagaimana dengan ayahku?”

Kali ini Sehun hanya diam, ia tidak menjawab dan juga tidak terlihat ingin menjawab pertanyaan itu. Rahang pria itu mengeras, genggamannya pada setir mobil juga terlihat lebih kuat. Sehingga urat – urat di tangannya terlihat. Taeyeon terkejut dan tentunya merasa takut, ia tidak mengerti kenapa Sehun tiba – tiba terlihat aneh, tapi yang pasti sudah terjadi suatu hal antara ayahnya dan juga pria itu.

Bersamaan dengan itu, mobil Sehun sudah terparkir di dalam parkiran basement sebuah mall ternama di Seoul.

“Turun” perintah Sehun.

Taeyeon mengangguk paham dan langsung keluar dari mobil dengan merk audi versi terbaru itu.

∞Your Slave∞


“Beli apapun yang kau mau” ujar Sehun sesaat mereka keluar dari lift

.Taeyeon mengerutkan keningnya. “Untuk apa?”

Sehun menghela nafas lalu menatap gadis mungil di sampingnya itu.

“Semua keperluanmu” jawab Sehun. Taeyeon menganggu. Di rumah Sehun memang hanya ada baju dan peralatan mandi untuknya. Pakaian dalam saja ia masih menggunakan yang kemarin, pantas saja ia sedikit merasa risih dengan pakaian di tubuhnya.

Sehun menarik Taeyeon ke tempat singgah pertama mereka. Sebuah toko yang terlihat mewah, dengan tulisan di luar tokonya; “inside out – Womanity Lingerie”.

Oke, tapi apakah mereka harus kesana? Baru membacanya saja wajah Taeyeon sudah merona.

“Kau ingin tetap berdiri saja seperti patung?” tanya Sehun dingin.

Taeyeon menggeleng lalu membalik arah tubuhnya. “Disini sangat mahal”

“Apa pedulimu? Bukankah menggunakan uangku?” tanya Sehun lagi.

“Tapi di toko pinggir jalan lebih murah” jawab Taeyeon mencoba mengurungkan niat Sehun. Pria itu mengambil jarak agar bisa berbisik tepat di telinga gadis itu.

“Aset berharga sudah seharusnya dilindungi dengan yang ber-harga pula” bisiknya, cukup seduktif. Wajah gadis itu merona, tapi dengan cepat ia mundur agar dirinya tidak sedekat itu dengan Sehun.

Taeyeon malu, juga kesal disaat yang bersamaan.

“Aku miskin, jadi aku tak tahu” sungut Taeyeon kesal.

“Kalau begitu mulai hari ini kau jadi orang kaya” timpal Sehun acuh tak acuh.

“Ada yang bisa kami bantu?” tanya seorang pegawai di sana menghampiri mereka.

“Tolong carikan untuk wanita ini. Berikan dia beberapa pack” jawab Sehun seadanya.

“Baiklah, nona pakai ukuran berapa?”

Wajah Taeyeon semakin merona, dan Sehun tetap memasang wajah dinginnya..

“Aku menunggu di luar saja” pungkas Sehun, ia menyerahkan kartu kreditnya pada Taeyeon lalu beranjak dari sana.

Taeyeon merasa cukup lega, setidaknya ia tidak perlu merasa begitu malu.

∞Your Slave∞

“Maaf membuatmu menunggu” ujar Taeyeon berbasa – basi. Sehun merotasikan matanya. “Seolah kau peduli saja” sungut pria itu.

Taeyeon hanya diam dengan bibirnya yang sudah mengerucut. Sehun hanya bisa tersenyum tipis melihat ekspresi gadis yang diclaimnya adalah miliknya itu.

Setelah dari sana, Sehun terus mengajak Taeyeon berbelanja di sana – sini. Mulai dari baju hingga handphone, semuanya Sehun belikan. Meskipun itu semua untuk keperluannya, Taeyeon justru merasa bosan. Karena dia bukan tipe wanita yang suka berbelanja seperti Tiffany. Ia lebih suka menghabiskan uangnya yang sedikit itu untuk pergi ke toy store dan membeli beberapa mainan yang bisa melepas penatnya.

Beberapa paper bag sudah berada di kedua tangan Taeyeon. Bahkan Sehun juga ikut membawanya, saking banyaknya yang mereka beli. Gadis itu menghela nafas.

“Kurasa sudah cukup”

Sehun mengangguk. “Kurasa begitu”

Pria itu menuntun Taeyeon menuju kursi panjang yang berada di dekat elevator dan meminta gadis itu untuk duduk di sana. Sehun mengeluarkan handphone-nya dan menelepon seseorang.

“Cepat ke KYH Mall sekarang juga, ambil semua belanjaanku disini dan bawa ke rumahku. Dalam 5 menit kau sudah disini,. Arraseo?” Sehun mematikan sambungan telepon itu dengan cepat. Taeyeon berani bertaruh jika orang yang ditelpon itu bahkan belum sempat membalas perkataan Sehun.

Menyadari Taeyeon yang menatapnya dengan tatapan aneh, Sehun langsung ikut duduk di samping gadis itu.

“Kenapa? Kau pasti berpikir jika aku ini sangat keren”

“Terlalu percaya diri bisa membunuhmu Tuan Oh” batin Taeyeon.

“Aku bisa memerintah para bawahan ku untuk melakukan apapun yang kuinginkan” ujarnya menyombongkan diri.

Gadis itu hanya tersenyum singkat terpaksa lalu pandangannya ia alihkan ke arah lain. Dengan begini ia bisa tahu, jika Sehun itu singkatnya ialah pria yang sangat manja di umurnya. Ia bersikap semena – mena dan kekanakan.

Itu pasti karena kekuasaan yang berada di tangannya. Karena itulah ia membenci ayah kandungnya. Kekuasaan memang bisa membuat manusia terlena hingga lupa diri. Sebagai contoh: Oh Sehun.

Raut wajah Taeyeon seketika murung, ia memang tidak terlihat bahagia sebelumnya tapi cahaya wajahnya sekarang terlihat lebih redup. Sehun yang menyadarinya langsung berdeham.

“Kau, apa hingga sekarang kau tidak tertarik dengan kehidupanku?” tanya Sehun.

Taeyeon membalas tatapan Sehun. “Tentu saja aku ingin tahu tentang kehidupanmu Sehun-ssi” jawab Taeyeon.

Wajah Sehun langsung berbinar – binar. “Tanyakan saja, selama itu masih bisa kujawab akan kujawab semua”

Taeyeon mengangguk –anggukkan kepalanya beberapa kali sebelum ia mulai bertanya.

“Apa kau mencintaiku?” tanya gadis itu.

Wajah Sehun yang dihiasi dengan senyum lebarnya, seketika tampak terkejut dengan pertanyaan Taeyeon yang to-the-point. Pria itu terlihat bingung dan gugup.

“Kenapa bertanya seperti itu?”

Taeyeon mengedikkan bahunya. “Di drama dan juga di novel dikatakan jika orang hanya akan melakukan hal yang sangat gila ketika dia sedang jatuh cinta. Aku hanya bingung ketika kau memintaku untuk tetap di sisimu, apa kau jatuh cinta padaku?”

Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Apa kau sedang mengejekku?” tanya pria itu.

Taeyeon menggeleng. “Lupakan saja”

Sehun masih menatap gadis itu. ia dapat melihat wajah gadis itu yang mencerminkan kekesalan dan keputus-asa-an.

“Entahlah. Apa jika aku ingin kau berada disisiku artinya aku mencintaimu? Jika begitu, berarti aku sangat mencintaimu. Aku ingin kau tetap bersamaku apapun yang terjadi” ungkap pria itu.

Taeyeon membalas tatapan pria itu. Hatinya terasa perih dengan pengakuan cinta dari Sehun yang sedikit tidak wajar itu. Gadis itu tersenyum getir.

“Kita bahkan tidak saling mengenal” ungkap Taeyeon. Gadis itu menahan nafasnya, seperti ada yang ingin mengamuk keluar dari dirinya. Lagi pula dirinya tidak bisa percaya dengan pengakuan Sehun barusan. Cinta? Pria itu mencintainya? jangan konyol, Taeyeon yakin ada niat tersembunyi yang direncanakan pria itu.

Sehun menggeleng, Taeyeon dapat menghitung 3 kali gelengan dari pria itu.

Sehun baru saja ingin membuka mulutnya untuk menyauti pernyataan Taeyeon, ketika seorang pria sudah membungukkan badan 90 derajat padanya dengan peluh yang sudah membanjiri wajahnya.

“Maafkan saya Tuan, tadi ada suatu hal. Maafkan saya, saya telat 3 menit dari waktu yang Tuan perintahkan” ujarnya sambil mencoba mengatur nafas.

Sehun terlihat kesal karena moment-nya dengan gadis-nya itu terganggu, sementara Taeyeon hanya mengalihkan pandangannya kepada sepasang kakinya. Ia sedikit penasaran dengan apa yang akan dikatakan Sehun tadi.

“Tu-tuan?” panggil pria itu mencoba mengalihkan perhatian Sehun.

Sehun, pria itu berdiri dari duduknya. “Seperti yang sudah kukatakan, ambil semua barang – barang ini dan antar ke rumahku”

“Baik, Tuan!”

Setelah itu, pria yang jelas adalah bawahan Sehun itu langsung sigap mengambil semua belanjaan mereka dan bergegas pergi.

“Apa kau lapar?” tanya Sehun.

“Aku hanya sedikit haus” jawab gadis itu

“Ingin minum apa?”

“Terserah saja”

“Tidak boleh jawab ‘terserah'”

Taeyeon mengangkat kepalanya untuk menatap Sehun. Gadis itu ragu – ragu memberikan tatapan protesnya.

“Itu peraturan, jangan dilanggar”

Taeyeon mempoutkan bibirnya, peraturan – peraturan yang Sehun terangkan kemarin kembali terngiang di kepalanya.

“Jadi ingin minum apa?”

Gadis itu menatap sekitarnya, ia berharap ada yang menjual minuman di sekitar mereka. Ia tidak ingin mencari tempat jualan minuamn yang jauh, ia hanya ingin segera pulang dan masuk ke kamarnya agar terlepas dari pandangan Sehun.

Tatapan gadis itu terpaku pada 1 booth ice cream dengan papan bertuliskan ‘Baskin Robbins‘ di atasnya.

“Itu! aku mau itu!” sungut Taeyeon tiba – tiba, girang bukan main seperti anak SD.

Ia bahkan menarik – narik ujung lengan baju Sehun tanpa menyadari Sehun yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung. Tanpa menunggu Sehun lagi, gadis itu langsung berlari menuju booth ice cream tersebut.

Sehun melongo. Lalu sedetik kemudian ia tersenyum. Mendapati untuk kali pertama sejak mereka berjumpa kemarin, gadis itu tersenyum lebar dan menyentuh bagian dari tubuhnya. Padahal Sehun sudah berusaha keras untuk membuat Taeyeon tersenyum, tapi semua usahanya gagal. Bahkan gadis itu semakin canggung bahkan terlihat merasa tidak nyaman dengannya.

Dan hari ini Sehun sudah memutuskan untuk mengeluarkan sebagian dikit dari uangnya untuk menyediakan Baskin Robbins‘ 24 jam di rumahnya. Dengan harapan gadis itu akan selalu tersenyum seperti itu.

Astaga, siapa yang menyangka jika Sehun berpikiran begitu kolot.

∞Your Slave∞

“Apa kau sangat menyukainya?”

Taeyeon menelan ice cream rasa blueberry yang ada di mulutnya lalu menatap Sehun sebentar sebelum kembali menyomot ice cream rasa strawberry yang ada di genggaman tangan kirinya. Sehun memang sengaja membelikan 2 ice cream cone untuk Taeyeon setelah melihat mata berbinar – binar milik gadis itu ketika membeli ice cream tadi.

Sehun tertawa kecil melihat Taeyeon. Gadis itu memegang ice cream di masing – masing tangannya. Dan ia memakannya dengan sangat lahap. Seolah baru kali itu merasakan ice cream sepanjang hidupnya.

Biasanya wanita akan menjaga sikap mereka ketika di depan pria. Terlebih pria ‘semacam’ Oh Sehun. Salah satunya dengan meminimalisir porsi makanan yang mereka makan dan menjaga manner sebisa mungkin. Tapi berbeda dengan Taeyeon, bahkan tidak terhitung jari lagi berapa kali Sehun membersihkan bercak ice cream yang tertinggal di sekitar bibir gadis itu.

Sehun sebenarnya ingin kembali bersuara, tapi melihat Taeyeon yang sepertinya tidak akan menggubrisnya karena ice cream yang sedang dimakannya itu, Sehun mengurungkan niatnya. Untuk beberapa saat, ia merasa cemburu dengan ice cream itu. bagaimana bisa pesonanya kalah dengan ice cream? Dia bahkan diacuhkan begitu saja oleh gadis itu.

Setelah menghabiskan ice cream-nya, Taeyeon menarik nafas panjang lalu tersenyum lebar. Hal itu kembali memancing senyum tipis di wajah Sehun.

“Aku baru tahu jika wanita bisa sebahagia itu hanya karena ice cream”

Taeyeon menatap Sehun sebentar.

“Terima kasih” pungkas gadis itu.

Sehun yang masih meneliti ekspresi Taeyeon, mendapati dirinya kecewa karena senyum Taeyeon sudah kembali pudar.

“Ayo beli ice cream lagi” ajak Sehun sambil mengarahkan kepalanya sekali kearah booth ice cream tadi lalu kembali menatap intens wajah Taeyeon.

Kening Taeyeon berkerut. “Ne? yang tadi sudah cukup Sehun-ssi” ujar Taeyeon sopan. Gadis itu bingung. Kenapa pria itu mengajaknya membeli ice cream lagi?

“Tidak apa. Ayo beli lagi, kau bisa membeli sebanyak yang kau mau” sungut Sehun. Terdengar tak sabaran.

Taeyeon semakin kebingungan. “Tapi aku sudah tidak ingin lagi Sehun-ssi”

Wajah Sehun langsung terlihat sedih dan kesal disaat yang bersamaan.

“Kenapa tidak ingin lagi?”

“Mulutku sudah puas dengan yang tadi”

“Padahal kau terlihat senang”

Taeyeon menautkan alisnya.

“Sebenarnya pria ini kenapa?”

“Padahal kau tersenyum tadi” ungkap Sehun. Ia menatap wajah Taeyeon dengan tatapan yang….sendu?

“Ma-maksudnya?” tanya Taeyeon bingung.

“Kau terus tersenyum saat memakan ice cream tadi. Dan setelah selesai, kau kembali terlihat murung. Aku sangat suka melihatmu ketika tersenyum dan sangat benci ketika harus melihat wajahmu yang tertekuk seperti itu” jelas Sehun yang diakhiri dengan jari telunjuknya yang menunjuk kearah wajah Taeyeon.

Taeyeon diam. Hanya diam. Tidak menanggapi ucapan Sehun. Entahlah, dia juga tidak mengerti. Ia hanya mendapati jika sebagian dari dirinya merasa tertegun dengan ucapan Sehun itu.

∞Your Slave∞

Pria itu jatuh untuk yang kesekian kalinya. Nyalinya jelas masih membara, tapi fisiknya sudah tidak bertenaga lagi. Tubuhnya kembali ditarik dan kembali jatuh ketika pukulan kuat mendarat di wajahnya.

Wajahnya sudah dipenuhi dengan darah. Nafasnya tersengal – sengal. Ketika ia dalam keadaan hidup dan mati itu, seorang pria berbalut pakaian jas mewah mendekatinya dan berjongkok tepat di hadapan pria itu.

“Masih belum ingin memberitahu?” tanyanya sambil tersenyum.

Ia menjambak rambut pria itu dengan kasar lalu berbisik tepat di telinganya.

“Dimana dia kau sembunyikan? Apa kau ingin meregang nyawa disini?”

To Be Continued

Ayo dicomment guys~

Advertisements

61 comments on “[FREELANCE] Your Slave (Chapter 3)

  1. Akhirnya chap 3 muncull😍
    Seru bgt ceritanya authornim~
    Sehun sweet banget😁😁
    Baekhyun suka taeyeon? Wahh SeYeon vs BaekYeon
    Lanjutt thor, gasabarr… Fighting!!

  2. wah akhirnya update juga chpter 3 nya..
    sehun kok kaya nya kesepian ya? tapi dia sweet bngt ama taeyeon.. dan kaya nya si taeyeon mulai suka ama sehun, dan baekhyun suka taeyeon bakalan ada cinta segitiga nih..
    itu siapa tuh yng dipukulin di akhir chptr?..

    semoga cepet update yaaaa chpter4 nya, kepo nih kakkk.. tapi pokok nya kapan pun update nya ttp ditungguin kok, update soon aja lah ya kkak..
    fighting! 후아이팅 !!!

  3. Sehun tuh sebenernya sayang beneran kan sama taeyeon. Cuma caranya aja yg salah dan sedikit berlebihan makanya taeyeon jadi risih.
    Baekhyun ternyata bukan gay ya. Wah saingan nih sama sehun hahaha
    Itu yg dipukulin siapa? Ayah taeyeon kah?
    Duh makin penasaran. Ditunggu chapter selanjutnya😁😁

  4. Daebak!!
    Ada apa nih?
    Sehun terlalu dingin sih sikapnya..
    Makin greget deh sma next chapnya..
    Penasaran sma part terakhir nih, siapa sih?
    Dtunggu yaa, FIGHTING!!

  5. da ebakkkk
    sehun bikin melting tau gak sih
    dan tiba tiba muncul tbc heoll 😒😒😒
    next update soon juseyo ^^

  6. wahhh setelah sekian lama akhirnya update juga,,ceritanya semakin seru aja bikin penasaran, chpter selanjutnya jangan lama lama ya klo bisa ..hhehehe

  7. Yeess akhirnya update..
    Keren thor banyak moment huntae nya 😍
    Next jangan lama” ya thor 😘😘

  8. Suka sama sehun wuwuwuwuwuwu luv my boy cadel kuhhhh😍😍😍 emesh banget sumpah dia sweet gitu ngakak aja, sehun pengen manja tapi taeng gak peka wkwkkwkw, di sini pengakuan baek tebaik lah yaa dia gentle banget aelah, berani lukain diri sendiri demi orang yg di cinta tapi baek gak tau kalo taeng kek nya udah ada rasa sama sehun tanpa di sadari nyaa, tolong yaa hati baek itu udah lembut jangan di sakiti pliss dd bakalan syedih huhuhuhu. Luv dah sama nih ff di tunggu yak next part nya kak. Fighting !!!!

    Btw itu sebelum TBC siapa yak yg di pukulin, bapaknya taeng kah? Ato siapa? Ato kris yang gebukin orang yg nyembunyiin? Ato? Errr banyak banget ato nya😂 habisan dd penasaran sii😅

  9. Masih bingung dg karakter sehun, wkwk jd feeling nya dia k taeyeon tuh gmn? Hoho baekhyun kebongkar jg dia, lagian sih jangan d pendem terus. Buktiin dong. Nah itu siapa yg pukulin siapa? Yg pasti sih bakal kejawab d next chapter. Fighting

  10. sekian lamanya menunggu akhirnya update juga 😂 menurut aku makin kesini ceritanya makin seru thour 😊 bagus bngt deh pokoknya 😊
    Btw itu siapa thour yg digebukin?aku makin penasaran ama chapter selanjutnya
    Next chapter thour and jangan lama” yh updatenya 😆

  11. Setelah sekian lama akhirnya update juga.. Baekhyun Taeyeon ato Sehun Taeyeon yaa.. haha galau dah mau dukung yg mana

  12. kyknya sehun ama taeyeon temen kecil deh #soktau
    btw sehun sweet bgt si yaampun… ehhh baekhyun juga suka taeyeon? wah wahhh susah milihnya klo gini mah. tapi klo diliat dri sikap sih lebih suka sehun ama taeyeon. klo baekhyun di kehidupan nyata aja deh wkwk.

    NEXT THORRR…. FIGHTING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  13. Sehun bkalan sedih ngeliat taeyeon dengan muka datarx…
    Tp saat taeyeon tersenyum, sehun ngrasaain bahagia…
    So sweet bgt…

  14. Ohh myyyyy, couple seyeon bikin gemeessssssss.
    Sehun udh suka sama tayeon? tp Taeyeon blm peka ya, Keke.
    Nxt chp ditunggu^^

  15. Pftt baekhyun caranya slah.. mna taeyeon smpe tdur breng juga wlopun ga ngpa2in.. sehun juga sma aja..😧
    Lanjut ya thor fighting!

  16. Keren~~~ Hun yang kaku ma Ty yg acuh.. 😂😂😂 perpaduan yg pass cyiinn..😚😚😚
    sangat Ditunggu next chapter ny,,, thor!! 😘😘😘

    Mian thor,,, baru coment d chapter ini… 😭😭😭
    Diriku khilaf.. 😔😔😔

    Keep writing and Fighting!!! 😊😊😊

  17. Cengar cengir pas moment huntae eh jd tegang pas di bagian akhir ada yg dipukulin, baekhyun jangan2 TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s