[FREELANCE] Story Of Us (Chapter 1)


Title : Story of Us (Chapter 1)

Author : Sellafeb (@sellafeb/@sellajng/fcbk:Sella Febrianti)

Main Cast : Byun Baekhyun (EXO) | Kim Taeyeon (SNSD)

Support Cast : Kim Heechul (SJ)

Genre : Romance, Fluff, Angst, Hurt

Lenght : Three-shot

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is mine. Don’t plagiarism or copy paste without permission

~Now playing : SNSD – Time Machine~

Happy reading^^

“Karena cintaku menyakitimu, aku minta maaf.” -Byun Baekhyun.

“Ini bukanlah hanya cintamu, tapi cinta kita.” -Kim Taeyeon.

STORY OF US – TIME MACHINE

– Taeyeon POV On. –

Aku terbangun dari alam mimpi yang terasa manis dan juga pahit. Lagi-lagi dia datang di mimpiku, lagi-lagi dia muncul dengan wajah dan senyumannya yang sangat cute. Sejujurnya dia sangat manis. Ya, dan itu juga mimpi yang sangat manis. Tapi yang membuat itu pahit adalah kenyataan bahwa mimpi yang manis itu hanya mimpi. Ya, hanya bunga tidurku saja.

Di pagi hari ini, di musim gugur, bisa aku lihat gordenku terbang kesana kemari di terpa angin musim gugur. Sengaja aku membuka jendalaku sedikit untuk merasakan angin. Ya, bodoh mungkin, aku hanya mencari penyakit.

Aku melangkah mendekati jendela, lalu membukanya lebar. Aku hirup dalam-dalam udara khas pagi hari. Bersih. Tanpa polusi.

Aku tatap langit kota Seoul dari kamarku. Cukup cerah, tapi masih ada kegelapan disana. Aku tatap orang-orang yang olahraga di bawah sana. Ya, aku harap aku bisa seperti mereka. Lari pagi, berjalan-jalan di taman, tanpa masker, tanpa kacamata hitam, tanpa tudung jaket. Ya, aku ingin seperti itu. Tanpa harus menyembunyikan diriku. Aku ingin bebas.

Tiba-tiba saja aku mengingatnya kembali. Mengingat mimpi manisku itu. Mimpi manisku bersama si pemilik marga Byun itu. Lelaki yang mencuri hatiku, lelaki yang membuatku gila karena cinta kami, lelaki yang membuat panggung menjadi lebih berharga dari sebelumnya.

Aku semakin mencintai panggung sejak mengenalnya. Aku ingin terus berada di panggung. Karena panggung adalah takdir kami, karena panggunglah yang menyatukan kami. Panggung dimana kami menggapai impian kami. Panggung dimana kita bisa menampilkan performa dan kerja keras kami. Disanalah kami tumbuh, disanalah cinta kami tumbuh.

“Apa kau ingat itu, Byun Baekhyun?”

Flashback On.

-5 yearsago-

Aku menatap stadium yang besok akan kami-SM Family– gunakan untuk konser. Aku masih merasa terharu walaupun ini sudah ke ratusan kalinya aku berada di panggung yang besar. Aku masih tidak percaya aku bisa ke tahap ini.

Tiba-tiba sebuah langkah kaki menyadarkanku. Aku menatap seorang lelaki yang lebih tinggi dariku berdiri tak jauh dariku.

“Baekhyun!” Aku memanggil namanya.

“Halo, Senior!” Baekhyun membungkuk padaku.

Aku tersenyum. Ia menghampiriku yang berdiri di tengah panggung. Aku menatapnya yang merasa takjub dengan stadium ini. Aku terkekeh.

“Kau gugup?” Tanyaku.

“Sangat. Aku masih tidak percaya, aku bisa berdiri disini. Bahkan bersamamu.” Kalimat terakhirnya itu membuatku sontak menatapnya, “Ah, kau tau ‘kan, Senior? Aku adalah penggemarmu.” Lanjut Baekhyun.

Perlahan sudut bibirku naik tanpa aku sadari. Aku tersenyum sambil menatap Baekhyun yang tak pernah memudarkan senyuman di bibirnya yang indah. Jujur saja, pasti aku sudah gila. Kenapa jantungku berdegup? Pikirku.

“Apa aku membuatmu tersentuh, Senior?” Tatapan menggoda Baekhyun merasuk ke mataku.

Astaga! Bagaimana ini? Dia membuatku gila, jantungku berdegup begitu cepat. Pikirku.

Baekhyun terkekeh. Ia masih menatapku yang mematung didepannya, “Apa mungkin aku—” Mata kami bertemu, “—Membuatmu merasa tak nyaman, Senior?” Lanjutnya.

Aku menggeleng cepat. Ia tertawa kecil, “Syukurlah. Aku tidak berharap lebih, tapi setidaknya bisa membuatmu nyaman, itu sudah lebih dari cukup untukku.” Baekhyun tersenyum. Ia seperti anak anjing yang manis saat tersenyum.

Jujur saja, dia pandai membuatku gila hanya dengan tatapan, senyuman dan kata-kata manisnya.

Aku menatap matanya yang bersinar mengalahkan cahaya, aku menatap hidungnya yang tidaklah begitu lancip tapi mempesona, aku menatap bibirnya yang tipis dan berwarna merah muda yang terlihat begitu indah seperti mahakarya. Dan juga rahangnya yang berbentuk begitu baik menjadikannya terlihat sangat manly dengan wajah cute-nya.

Setiap lekuk wajahnya membuatku gila. Ini pertama kalinya. Ya, itu benar. Ini pertama kalinya seorang Kim Taeyeon begitu jatuh pada pesona seorang lelaki. Byun Baekhyun, kaulah lelaki itu.

“Senior!” Baekhyun menyadarkan lamunanku.

“Oh—” Mata kami bertemu. Tiba-tiba confetti jatuh dari atas. Kami berdua kaget dan langsung menatap ke atas. Kertas-kertas kecil itu berjatuhan di atas wajah kami. Sampai pada saatnya, tanpa aku sadari, Baekhyun menatapku lekat.

Aku merasakan dirinya melangkah mendekatiku. Aku menatapnya.

90 senti.

60 senti.

30 senti.

Mata kami bertemu. Tangannya bergerak mendekat padaku. Aku hanya bisa mematung di tempatku dengan jarak yang sedekat ini dengannya.

Aku rasa jantungku berdegup semakin cepat seiring dengan mendekatnya tangannya padaku.

TAP! Aku merasakan sentuhannya. Ia mengambil beberapa confetti yang tersangkut di rambutku. Sungguh, aku rasa aku bisa mati berdiri sekarang juga.

Aku masih menatapnya. Aku harus mengangkat wajahku sedikit untuk bisa menatapnya. Dari jarak sedekat ini, dia begitu tampan. Sungguh, ini tidak berlebihan. Dia sangat, sangat, sangat tampan.

“Aku rasa staf sedang melakukan percobaan. Confetti ini membuatmu begitu lucu.” Baekhyun masih sibuk membersihkan confetti itu dari rambutku. Ya, aku masih menatapnya. Seakan tak pernah bosan.

“Sudah selesai.” Baekhyun tersenyum sambil menurunkan tangannya. Kemudian matanya turun untuk menatapku. Mata kami bertemu. Lagi-lagi seperti sengatan listrik yang luar biasa. Aku merinding.

Aku masih mematung. Dia menjelajahi setiap inci wajahku dengan bola matanya yang indah. Oh Tuhan, dia benar-benar membuatku gila. Sungguh.

“Aku tidak tahu kalau kau begitu kecil. Sekarang aku baru sadar.” Tangannya bergerak menyelipkan rambutku yang menutup setengah wajahku ke telingaku.

Aku merasakan sentuhannya, lagi. Dia tersadar, kemudian menurunkan tangannya dan mundur satu langkah. Aku merasa kehilangan. Ya, aku merasa seperti ada yang menghilang saat dia menjauh dan tak menyentuhku lagi.

“Maaf. Aku tak bermaksud—”

“Kau bisa bersikap lebih santai padaku. Aku tidak keberatan.” Setelah sekian lama terdiam, akhirnya aku membiarkannya mendengar suaraku lagi. Aku melihatnya tersenyum. Senyum yang indah.

Flashback Off.

Mungkin orang-orang akan berpikir kita gila ‘kan? Ya, mana mungkin hanya dengan beberapa menit kita bisa saling bertukar perasaan? Hubungan Senior-Junior bagaikan kedok bagi kami. Kami tidak berhubungan seperti itu. Ya, tidak sama sekali. Karena kami lebih dari itu.

– Taeyeon POV Off. –

STORY OF US – TIME MACHINE

– Baekhyun POV On. –

Hanya dengan celana pendek dan tubuh atasku terekspos, aku membuka pintu kamar mandi. Aku baru saja selesai membersihkan tubuhku. Aku mengeringkan rambutku dengan handuk. Sesekali aku menguap karena rasa kantuk masih menyelimutiku.

Ya, masih dengan wajah kantuk yang khas aku berjalan ke arah meja di samping ranjangku. Aku melempar handukku ke atas ranjang dan memakai kaus putih polos yang langsung melekat di tubuhku.

Tiba-tiba mataku menangkap sebuah bingkai yang ada diatas meja didepanku itu. Aku ambil dan aku tatap foto itu. Tampak aku dan gadis berkulit putih yang aku rangkul dengan mesra itu disana.

Perlahan senyum di bibirku mengembang. Memori bersama gadis bermarga Kim itu terus berputar di pikiranku.

“Aku merindukan masa-masa ini, Taeyeon.”

Flashback On.

-3 years ago-

Aku menatap punggung kecilnya dari belakang panggung. Aku merasa buruk saat tak sanggup lagi menatapnya di atas panggung seperti dulu. Aku tidak bisa, kami tidak bisa.

Bisa aku lihat punggungnya bergetar kecil. Dan juga aku lihat tangannya sibuk menghapus air matanya. Aku menghela napasku. Aku merasa sakit, ini menyakitiku. Melihat gadis yang aku cintai menangis membuatku merasa begitu buruk.

Aku melangkah mendekatinya tanpa ia sadari. Aku peluk ia dari belakang. Ia terlonjak kaget. Aku mengistirahatkan daguku di bahu kecil miliknya sambil memejamkan mata. Aku merasakan harum tubuhnya yang sangat aku rindukan. Aku merindukannya setiap jantungku berdetak.

Aku merasakan pipinya menyentuh kepalaku. Aku tahu ia sedang mencoba menatapku. Ia mulai menggerakkan tangannya.

“Tak perlu kau hapus, aku sudah tahu kalau kau menangis.” Aku tahu dia menatapku untuk memastikan bahwa aku tak melihat air matanya.

Aku membuka mataku. Dan menegakkan tubuhku sehingga aku bisa merasakan sentuhan dari telinganya di daguku. Aku memeluknya semakin erat. Tangannya bergerak memegang erat tanganku yang melingkar di tubuh atasnya.

“Maafkan aku. Karena cintaku, kau menjadi seperti ini. Karena cintaku menyakitimu, aku minta maaf.” Ucapku lembut.

Taeyeon menatapku, aku pun tak segan untuk balik menatapnya. Tangannya bergerak mengelus pipi kananku. Matanya yang indah masih menatapku lekat, “Itu tidak adil, jika kau bilang seperti itu. Karena ini bukanlah hanya cintamu, tapi cinta kita.” Aku melihat senyumnya. Begitu tulus. Inilah yang membuatku terhipnotis. Dia sangat ahli dalam membuatku terpesona.

Aku bergerak semakin mendekat. Bisa aku rasakan napasnya. Dan aku biarkan deru napasku melebur di wajahnya. Aku menutup mataku perlahan, begitupun juga dengannya.

CHU~ Tanpa tuntutan. Aku hanya membiarkan bibirku menempel pada bibirnya. Bisa aku rasakan betapa nyaman saat ini. Seakan aku ingin waktu berhenti dan membiarkan masa-masa manis kami ini berlangsung selamanya.

Hanya sebentar, kami melepas tautan manis itu. Kami saling menatap dan tersenyum satu sama lain, “Tak akan aku biarkan waktu memakan cinta kita. Panggung ini menjadi saksi cinta kita. Kesucian dan keabadian cinta kita tak akan pernah luput. Aku berjanji.” Ucapku lembut. Aku kecup lembut dahinya.

“Aku mencintaimu, Mrs. Byun.”

FlashbackOff.

“Tapi kita tak bisa menepati janji itu. Dua kata yang paling aku benci sudah terucap di antara hubungan kita. Selamat tinggal. Ya, dua kata itu sudah membuat jarak di antara kita.” Aku masih menatap bingkai itu. Pelukan hangat yang aku berikan pada Taeyeon seakan aku rindukan lagi.

Aku rindu pada setiap hal yang kami lewati bersama. Saat-saat manis yang mewarnai kisah kami. Aku merindukannya. Sungguh.

– Baekhyun POV Off. –

STORY OF US – TIME MACHINE

– Author POV On. –

Taeyeon duduk di atas sofa dan menyalakan televisi. Bisa ia lihat acara komedi yang menghiasi layar kotak yang bersinar itu. Dan matanya menangkap karpet bergambar karakter Jack yang menjadi alas lantainya.

Tiba-tiba kenangan lama berputar begitu saja di memorinya. Ia tersenyum kecut.

Flashback On.

-2 years ago-

Baekhyun duduk di atas karpet yang bergambar karakter Jack yang merupakan kesukaan Taeyeon. Baekhyun terkekeh kemudian ia menatap Taeyeon yang tengah sibuk menyiapkan snack untuk mereka.

“Kenapa kau memasang Jack disini? Tidakkah ini menakutkan?” Ledek Baekhyun.

“Jack adalah favoritku.” Balas Taeyeon. Ia berjalan menghampiri Baekhyun. Tapi ia hanya menatap Baekhyun, karena merasa bingung untuk duduk dimana. Baekhyun menepuk lantai yang beralaskan karpet bergambar Jack didepannya seolah menyuruh gadisnya itu untuk duduk disana.

Dengan senang hati Taeyeon duduk disana. Baru saja duduk, Taeyeon sudah merasakan Baekhyun memeluknya dari belakang. Taeyeon terkekeh.

“Aku atau Jack?” Pertanyaan Baekhyun itu membuat Taeyeon tertawa.

“Aku atau Jack, Nona Kim?” Tanyanya lagi.

“Tumben sekali kau memanggilku ‘Nona Kim’, biasanya kau akan memanggilku dengan sebutan ‘Mrs. Byun’.” Bukannya memberi jawaban, Taeyeon malah mengatakan itu.

“Ini tergantung pada jawabanmu. Aku atau Jack?”

“Kenapa kau masih bertanya? Tentu saja—” Taeyeon menggantungkan jawabannya, “—Itu kau, Baekhyun.” Taeyeon menatap Baekhyun yang sedari tadi menatapnya.

Good answer, Mrs. Byun.”

“Karena Jack tak akan cemburu. Jack bukanlah pencemburu sepertimu, Mr. Byun.” Taeyeon terkekeh. Baekhyun mempoutkan bibirnya. Taeyeon mencium bibir Baekhyun cepat.

“Kau berbahaya, Mrs. Byun.” Ujar Baekhyun.

Yeah, that’s right, babe. Maka dari itu, kau harus hati-hati padaku.” Taeyeon tertawa kecil. Taeyeon menyuapi Baekhyun dengan snack yang ia siapkan tadi.

Baekhyun sibuk memainkan rambut Taeyeon. Ia menjelajahi rambut Taeyeon dengan jari lentiknya.

“Tak heran, aku begitu tergila-gila padamu, bahkan kulit kepalamu saja sangat cantik.” Taeyeon terkekeh mendengar itu.

“Rayuanmu sangat kolot, babe.”

“Tapi kau suka ‘kan?”

FlashbackOff.

Tiba-tiba air mata Taeyeon jatuh. Sejujurnya, mengingat masa indah bersama Baekhyun hanya membuatnya semakin sedih.

Di tempat lain, disanalah lelaki bermarga Byun yang sudah membuat Taeyeon kembali menangis saat mengingat masa indah duduk manis di atas sofanya.

Dia juga tengah berada didepan televisi. Bisa ia rasakan perasaan itu juga karena ia menonton acara yang mereka tonton dulu. Ya, 2 tahun lalu, di rumah Taeyeon. Didepan televisi, di temani lantai beralaskan karpet bergambar karakter Jack.

Flashback On.

“Rayuanmu sangat kolot, babe.”

“Tapi kau suka ‘kan?”

Taeyeon mengangguk, “Ya, itulah jawaban yang tepat.” Balasnya.

Suara dari televisi membuat mereka tersadar dan langsung menatap benda kotak itu. Acara komedi itu membuat gelak tawa menghiasi rumah Taeyeon.

“Mereka sangat lucu.” Taeyeon bicara tentang komedian di acara televisi itu.

Baekhyun menatap Taeyeon, “Leluconku lebih lucu dari mereka, tahu.” Baekhyun tak mau kalah.

“Kau lebih pandai merayu dari pada melucu, Mr. Byun.” Ujar Taeyeon.

“Ya, benar juga. Tapi kalau padamu, itu bukanlah rayuan, babe.” Baekhyunmengecup pipi Taeyeon secepat kilat.

Taeyeon terkekeh, “Jujur saja, aku sudah tidak kaget saat kau mencuri ciuman dariku.” Gadis itu tertawa kecil.

“Kalau kau sudah terbiasa, aku akan terus melakukannya, sehingga membuatmu terpesona.” Ujar Baekhyun.

“Kau mesum, Byun Baekhyun.” Taeyeon bergidik ngeri.

FlashbackOff.

Baekhyun tertawa kecil mengingat masa itu. Tapi di balik tawanya, ia meneteskan air matanya. Karena menyadari ada sesuatu yang jatuh dari matanya, ia tertawa miris.

“Aku harus bagaimana? Aku merindukannya.”

STORY OF US – TIME MACHINE

Baekhyun masuk ke dalam gedung SM. Langkahnya lunglai tak seperti biasanya. Ia hanya berjalan dengan telapak tangan yang ia masukan ke dalam saku celananya.

Ia pergi ke ruang latihan. Sampai di sana, ia langsung membuka pintu ruang latihannya. Gelap. Itulah kesan pertamanya.

Ia menyalakan lampu, kemudian masuk ke dalam. Ia berjalan menuju sofa yang ada disana, kemudian duduk diatasnya. Ia memejamkan matanya sejenak sebelum menatap sisi kanannya. Kosong. Ya, jelas saja. Ia hanya seorang diri di sini.

Ia masih terus menatap sisi kanannya. Lelaki itu menghela napasnya, kemudian tersenyum kecut.

“Kemanapun aku pergi, pasti ada saja hal yang mengingatkanku padanya.” Gumam Baekhyun.

Flashback On.

-5 years ago-

Baekhyun berlatih lagu debut EXO, yaitu MAMA. Ada beberapa acara yang harus di hadiri oleh EXO sehingga ia masih berlatih sampai larut malam seperti sekarang ini. Dengan tubuh yang tak kenal lelah, ia terus menari dan melatih vokalnya.

Berbeda dengan member EXO yang lain, Baekhyun adalah salah satu member yang melewati masa pelatihan cukup singkat. Maka dari itu, ia bilang bahwa ia punya banyak kekurangan dan harus ekstra dalam latihan.

Masih saja ia mengulang-ulang lagu itu. Mungkin ini sudah ke ratusan kalinya. Keringat terus bercucuran tapi Baekhyun seakan tak peduli.

Bahkan seorang gadis yang duduk di sofa, yang juga tengah menatapnya sedari tadi, ia hiraukan begitu saja.

“Istirahatlah dulu! Kau sudah berlatih sejak pagi.” Suara gadis yang sangat Baekhyunkenal itu terdengar di telinganya.

Meski mendengar itu, Baekhyun masih terus menari tanpa memperdulikanperkataan gadis itu.

“Kau bisa pingsan, kau tahu?” Gadis itu mulai jengkel.

Baekhyun masih bungkam dan terus berlatih. Gadis itu menghela napasnya kasar sambil menatap tajam Baekhyun.

“Hei, Byun Baekhyun! Apa kau sedang melawan perintah seniormu?” Kesalnya, “Hei! Aku ini Taeyeon, seniormu! Kau tak dengar aku?” Taeyeon kesal.

“Aku harus berlatih, Senior.” Baekhyun menjawab tanpa menghentikan latihannya.

“Aku tahu. Tapi kau harus istirahat.” Balas Taeyeon.

“Nanti saja.” Ujar Baekhyun.

Taeyeon menghela napasnya. Ia menatap baju putih polos Baekhyun yang sudah tercetak sempurna di tubuhnya karena keringatnya.

“Ia bisa sakit kalau seperti ini.” Gumam Taeyeon. Taeyeon bangkit dari sofa, kemudian keluar dari ruang latihan. Tak berapa lama, ia kembali masuk ke dalam ruangan itu.

Tentu saja, Baekhyun masih terus berlatih. Taeyeon menatap Baekhyun, kemudian mematikan musiknya. Baekhyun langsung menatap Taeyeon. Taeyeon melangkah mendekat pada Baekhyun.

“Jangan keras kepala dan dengarkan apa kataku!” Taeyeon menatap Baekhyun. Taeyeon menyeka keringat yang bercucuran di wajah dan leher Baekhyun dengan handuk. Lelaki itu hanya bisa menatap gadis yang tengah sibuk menyeka keringatnya itu. Sudut bibirnya naik secara otomatis.

Aku mohon waktu berhentilah sekarang juga. -Batin Baekhyun.

Taeyeon menyeka keringat di sekeliling mata Baekhyun sehingga mata mereka saling menatap. Bisa Taeyeon rasakan jantungnya yang berdegup lebih cepat.

Tangan Baekhyun bergerak. Sekarang tangan itu sudah menggenggam tangan Taeyeon yang masih berada di wajah Baekhyun. Selama 20 detik mereka terdiam dalam posisi ini. Hanya saling bertukar tatapan.

Dengan cepat Taeyeon mengalihkan pandangannya dan juga menurunkan tangannya sehingga genggaman Baekhyun pada tangannya terlepas. Baekhyun bisa melihat rona di pipi Taeyeon. Ia tersenyum tanpa di ketahui oleh Taeyeon.

Taeyeon mendehem. Ia memberikan sebuah kaus pada Baekhyun tanpa menatapnya. Ia hanya bisa menatap separuh wajah Baekhyun dari kaca di depannya. Bisa ia lihat bahwa Baekhyun tengah menatapnya.

“Aku meminjam ini dari Kasper.” Ujar Taeyeon. Kasper adalah salah satu dancerdi SM.

“Oh, Taewoo ada disini?” Ya, Taewoo adalah nama asli Kasper. Mereka berteman dan itu bukan rahasia lagi.

“Pakailah! Bajumu sudah basah kuyup.” Taeyeon masih menatap Baekhyun lewat kaca didepannya.

Baekhyun menunjukkan seringainya. Ia melepas bajunya di sana. Taeyeon kaget dan langsung menutup matanya dengan telapak tangannya. Baekhyun terkekeh.

“Kau gila?” Ujar Taeyeon.

“Kau yang menyuruhku ganti baju, kenapa marah?”

“Tapi bukan didepanku juga, Byun Baekhyun.” Ia masih bisa menatap Baekhyun dari sela-sela jarinya.

Baekhyun mengambil baju itu dari tangan Taeyeon. Sehingga tangannya terlepas dari matanya dan ia membelalak melihat tubuh atas Baekhyun yang terekspos.

“Kau gila, Baekhyun!” Taeyeon kembali menutup matanya. Baekhyun tertawa kecil sambil memakai baju itu.

“Buka matamu!” Perintah Baekhyun.

Taeyeon langsung menatap Baekhyun, “Dasar mesum!” Cibir Taeyeon.

Baekhyun terkekeh. Taeyeon menatapnya tajam, “Apa semua lelaki seperti itu? Kenapa dengan mudahnya membuka baju didepan seorang gadis?” Kesal Taeyeon.

“Apa ada lelaki lain yang seperti itu padamu?” Kaget Baekhyun. Jelas ia cemburu.

Taeyeon mengangguk. Baekhyun jadi berapi-api, “Siapa lelaki itu?” Kesal Baekhyun.

“Kakakku.” Balas Taeyeon.

Baekhyun lega. Ia berjalan mendekati sofa, kemudian duduk disana. Lelaki itu merenggangkan tangannya yang pegal.

Baekhyun menatap Taeyeon yang masih belum beranjak dari tempatnya. Mata mereka bertemu. Baekhyun menepuk-nepuk sofa di sisi kanannya seolah memerintahkan Taeyeon untuk duduk disana. Tanpa berkata apapun, Taeyeon duduk disana.

Baru saja 3 detik Taeyeon duduk disana. Baekhyunsudah menyandarkan kepalanya di bahu Taeyeon. Taeyeonkaget setengah mati. Ia bisa menatap Baekhyun yang tengah memejamkan matanya dengan begitu nyaman di bahunya. Dari kaca didepannya, bisa ia lihat wajah nyaman milik Baekhyun. Perlahan sudut bibir Taeyeon terangkat.

“Bahumu adalah sandaran ternyaman, Senior.” Ucapan itu sontak membuat Taeyeon menatap Baekhyun secara langsung, “Bahumu lebih nyaman daripada bantal di dorm-ku.” Lanjutnya.

Serasa ada kupu-kupu yang berterbangandidalam perut Taeyeon. Perasaannya kini penuh dengan kebahagiaan.

Aku harap waktu berhenti sekarang juga. -Batin Taeyeon.

Baekhyun tersenyum. Ia tidak bohong soal perkataannya tadi. Ia merasa benar-benar nyaman di bahu Taeyeon.

Lagi-lagi, aku mohon waktu berhentilah sekarang juga. -Batin Baekhyun.

Flashback Off.

“Sejujurnya setiap hal yang muncul dan ada di sekitarku setiap hari selalu mengingatkanku padamu. Seperti mesin waktu, hari-hariku hanya di penuhi oleh kenangan bersamamu. Aku tidak bisa menghapus itu semua, Taeyeon.” Gumam Baekhyun.

Baekhyun bangkit dari sofa. Dan duduk tepat di depan kaca. Ia menatap pantulan dirinya di kaca. Baekhyun menepuk-nepuk pipinya, “Sadarlah, Byun Baekhyun! Bersikap seperti ini tak akan merubahapapun.” Gumamnya yang bicara pada dirinya sendiri. Baekhyun memejamkan matanya untuk sekedar menenangkan diri.

Pintu ruangan itu terbuka tanpa sepengetahuan Baekhyun. Seseorang berjalan ke dalam sana sambil menatap ponselnya. Mereka tak menyadari kehadiran masing-masing.

Sampai pada saat Baekhyun membuka mata dan menatap kaca didepannya, sudah terlihat seperti apa rupa orang itu. Baekhyun hanya menatap pantulan orang itu dari kaca.

Kau terlihat semakin kurus, Taeyeon. -Batin Baekhyun.

Ya, tepat sekali, gadis yang sedang ada di pikiran Baekhyun muncul tepat di hadapannya. Baekhyun masih menatap Taeyeon yang masih sibuk dengan ponselnya dan tak menyadari keberadaan Baekhyun.

Baekhyun berdiri. Barulah Taeyeon menyadari keberadaannya. Baekhyun masih menghadap kaca dan memunggungi Taeyeon. Taeyeon menatap Baekhyun dari kaca itu dengan matanya yang membelalak.

Seseorang membuka pintu, “Tae—” Panggilan itu terputus begitu saja saat melihat kecanggungan antara Baekhyun dan Taeyeon. Orang yang tak lain adalah Heechul itu langsung menghela napasnya.

Baekhyun memutar tubuhnya dan menghadap Taeyeon. Mata mereka bertemu. Baekhyun menatap Taeyeondari ujung kaki sampai kepala, kemudian menghela napasnya.

“Apa yang kau makan sampai tubuhmu semakin kurus seperti ini?” Baekhyun menatap Taeyeon.

“Kenapa kau peduli?” Taeyeon merubah sirat matanya menjadi sedingin es. Sejujurnya, itu sulit untuknya. Sulit karena harus menatap lelaki yang ia cintai dengan tatapan itu.

Astaga, Kim Taeyeon benar-benar bodoh. Aku tak tahan. -Batin Heechul.

“Kita memang berpisah, tapi bukan berarti aku tak peduli lagi padamu.” Perkataan Baekhyun itu sontak membuat tatapan dingin Taeyeon meleleh begitu saja. Air matanya sudah siap jatuh kapan saja.

Heechul yang mendengar itu langsung tersenyum tipis. Baekhyun tak pernah berubah. -Batinnya.

“Jangan lupa bahwa kaulah yang mengucapkan ‘selamat tinggal’ untuk hubungan kita!” Ujar Baekhyun.

DEG! Seakan ada paku yang tertusuk tepat di hati Taeyeon. Sakit sekali.

“Kau yang menginginkan perpisahan, bukan aku. Jadi jangan salahkan aku kalau aku masih peduli padamu!” Baekhyun hendak pergi.

“Tapi kau yang membuat aku mengatakan ‘selamat tinggal’, Byun Baekhyun.”

TBC

Halooooo! Setelah hampir setahun, akhirnya aku balik lagi ke sini. Pasti gak inget aku ‘kan? Wkwk. Aku Author ff ‘Noona, I love you’ yang sempet nitip tuh ff disini. Sekarang aku balik lagi bawa ff BaekYeon. Ya, emang pada dasarnya aku ini EXO-L dan Taeyeon biased yang merupakan BaekYeon shipper. Ya, bisa di blg aku ini BaekYeon hard shipper wkwkBagi yang sebangsa sama aku, salam kenal yaaaa. Semoga bangsa kita makin banyak ya gaes:”v

Udah segitu aja cuap2nya. Mohon kritik&sarannya ya, readers

BUDAYAKAN!

R

C

L

Advertisements

19 comments on “[FREELANCE] Story Of Us (Chapter 1)

  1. waaaah keren ff nyaa.. kasian taeyeon & baekhyun,, mereka punya perasaan yg sama, tapi gak bisa bersatu.. Apalagi terjebak dalam kenangan masa lalu.. next chapter jan lama2 ya thor
    keep fighting and writing author

  2. hola kak, kita sebngsa.. salam kenal juga yaa
    ditunggu lanjutan nya..
    hwitting authornim..
    updtae soon yaa

  3. Huwaaa baper sumpahh 😭😭
    Ini kaya kisah nyata yah… Hehe
    Tp mereka emang udh putus? Setau aku sih belom…
    Fighting bwt chap selanjutnya💪
    Dan salam kenal

  4. ya allah
    baper banget we baca ff ini 😢😢😢😢
    bikin tambah berharap aja baekyeon masih ada 😦
    btw ini ff keren banget thorr, suka banget.
    ditunggu next chap yang bikin baper :’)

  5. Sikon yg membuat hub baekyeon jd bnar2 sulit utk dijalani…
    Smga aslinya baekyeon msih berhub. dgn baik…

  6. Oke kalo keinget sama skandal mereka antara bahagia n sedih, sejak itu mereka jaga jarak, moment” mereka jarang, 😭😭😭
    Dan gara” ff ini w jadi flashback, n mewek huhuhu😭😭😭

    Next thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s