[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 1

[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 1
Rancorous Prosecutor

Byun Baekhyun (EXO), Kim Taeyeon (SNSD)

Chaptered | Crime, Drama | PG13

ChocoYeppeo Presents—

Warn!ng: Manipulasi usia dan kelabilan penulis :”>

“Hal tersulit dalam hidupku yang mau tak mau harus dirasakan pula olehnya, menutupi kebohongan besar yang mampu mengubah arah hidup seseorang.”

 

Sama saja di saluran-saluran televisi lainnya. Setiap ada jam tayang berita publik, sejak tadi pagi sampai sekarang menjelang siang hari, topik yang sama selalu menyapa penglihatan Taeyeon. Ia malas menontonnya, sebenarnya. Perasaannya terasa tercabik-cabik tanpa ampun. Akan tetapi, entah mengapa, otaknya selalu memaksa dirinya untuk tak enyah dari hadapan layar lebar di ruang tengah.

Taeyeon menatap nanar berita siang hari kali ini. Ia menghembuskan napasnya dengan berat hati sambil sekali-kali menunduk tanpa tujuan tertentu. Bahkan sofa cokelat gelap empuk yang menjadi tempatnya merebahkan diri ini pun terasa tak nyaman, seperti perasaannya. Kadang kala, dendamnya yang sesungguhnya belum hilang muncul kembali memutar ingatannya beberapa waktu sebelumnya.

Seorang jaksa berpengaruh di Seoul mendekati senoir sendiri sampai menidurinya? Apakah ia pantas didampingi pengacara yang merupakan seorang ‘musuh’ nya dalam persidangan?

Wanita 26 tahun itu memutuskan beranjak dari tempatnya menuju dapur untuk membuat jus apa saja sebagai penenang hatinya selagi siaran televisi itu memutarkan seorang reporter yang tengah menjelaskan sesuatu terkain pokok pembicaraan. Ia melepas ikatan rambutnya kemudian mengikat kembali surai cokelat-gelap itu dengan asal.

Taeyeon mengulurkan tangannya untuk meraih seperangkat blender dari lemari penyimpanan yang agak tinggi. Ia meletakkannya ke tempat tertentu dan beralih mengambil dua buah apel segar dari balik kulkas dua pintunya. Jemari lentiknya mengupas dengan lihat kulit apel hijau di sana tak lupa memotongnya (menjadi bagian yang lebih kecil) dan memasukkan ke dalam blender.

TING! TONG!

Secara kurang jelas, terdengar bunyi bel apartemennya yang membuatnya berhenti berkutik dengan mesin pelumat buah. Ia melenggang agak jauh menuju sumber suara sebab memang tempat tinggal sementaranya itu kelewat luas. Melewati ruang makan, ruang tengah yang paling besar, dan sampailah di ruang tamu.
Taeyeon ragu-ragu membuka pintu sehingga orang di balik papan persegi panjang raksasa itu mengulang menekan belnya beberapa kali. Ia meneguhkan perasaannya dengan memejamkan mata erat-erat beberapa sekon sampai ia memutar knop pintu dengan hati-hati.

Pintu yang terbuka separuhnya menunjukkan pribadi Taeyeon kepada empat orang di luar sana. Salah satu dari mereka, Taeyeon kenal betul. Dan… sisanya mungkin ia dapat menebaknya dengan benar meskipun ia sebenarnya tidak ingin tahu sama sekali. Ia menyematkan rambutnya yang terjuntai ke depan menuju balik telinganya, sekadar untuk merapikan diri dari tampangnya yang—bisa dikatakan—hancur.

Ia tersenyum kepada orang-orang itu dengan awas kecuali seorang dari mereka, Baekhyun, yang telah menyumbangkan kenangan besar sudah sejak lama sekali. Tangannya bergerak mempersilakan empat pria itu masuk dan duduk di sofa tamu. Dua orang yang sedikit membuat Taeyeon bergiding menolak, memilih berjaga di luar. Apa? Berjaga?

Taeyeon duduk menghadap Baekhyun, melirik sekilas kepada seorang berberewok yang berdiri di samping Baekhyun, “Biar kubuatkan minum sebentar. Kebetulan aku sedang akan membuat jus,” ia hendak membangkitkan diri tetapi Baekhyun segera menyela. Mengisyaratkannya untuk duduk saja bersamanya. Ia pun menurut saja.

“Tidak perlu. Aku hanya ingin meminta sesuatu untukmu,” Baekhyun memandang satu-satunya wanita di ruangan itu dengan lekat seakan begitu menggantungkan harapan padanya, “Soal yang kemarin itu, saat aku meneleponmu.”

Taeyeon membungkam mulutnya, ingin memperbolehkan tetapi sulit mengutarakannya. Ia hanya balas menatap Baekhyun dengan gelisah. Matanya masih menyempatkan memperhatikan orang yang bersama Baekhyun itu. Menyeramkan, terlihat tegas dan tidak peduli, identifikasinya. Taeyeon tahu orang-orang tak yang dikenalnya itu adalah… polisi. Berat sekali menerimanya.

Baekhyun mengetahui Taeyeon yang kurang fokus. Ia berdeham setelah beberapa saat sehingga Taeyeon meluruskan pandangannya kembali, “Aku langsung saja. Besok…” Baekhyun memperenak posisi duduknya meski itu tak juga berefek, “katakan saja kau menuntutku untuk menikahi dan mengurusmu sebagai pertanggungjawaban. Jika kau tidak ingin aku masuk penjara.”

Apa? Segampang itu Baekhyun berucap? Taeyeon saja merasa sangat tidak rela melakukan penuntutan seperti itu mengingat lelaki inilah yang selalu berbaik hati padanya ketika ia dilanda kebimbangan ketika masih berstatus menjadi-kekasih-orang.
“Bagaimana bisa? Kau kan ti—” Taeyeon mulai memanas. Ia ngin mengusir Baekhyun saja jika ia memintanya untuk melakukan ini. Bagaimanapun ia mengharapkan hal yang sebenarnyalah yang dibawa ke meja hijau.

Baekhyun buru-buru menyergah dengan penuh penekanan, “Jangan pikirkan yang itu lagi. Aku yang melakukannya, Taeyeon! Anggap seperti itu!” ketusnya dengan raut muka memohon dengan sangat. Pria ini benar-benar sudah berborban banyak untuk Taeyeon.

“Aku tidak bisa, Baekhyun. Sama saja aku berbohong,” ujarnya dengan nada halus dan lemah. Matanya tak bisa menahan lagi kesenduan yang sudah ditahannya.

“Hidupku tergantung keputusanmu. Itu saja yang ingin ku katakan dan jangan lupa untuk segera memeriksakan dirimu ke dokter,” Baekhyun berdiri dengan wajah datar kali ini. Ia meninggalkan tempat Taeyeon tanpa memberi salam atau pun hanya sebuah tatapan mata. Jantungnya sebenarnya telah beradu kuat dengan hati serta otaknya. Ia mencintai Taeyeon. Ia juga mencintai pekerjaannya. Dan kebenaran? Bukankah seharusnya ia menegakkan yang sebetulnya? Tapi, ini?

Taeyeon mengikuti Baekhyun yang sudah diikat pergelangan tangannya dengan borgol sampai satu meter dari pintu apartemen VIP 37 miliknya. Matanya tak lepas dari punggung empat orang di sana, tepatnya hanya kepada Baekhyun yang sesekali mengerang karena paksaan tiga yang lain. Taeyeon menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan seraya menyandarkan bahunya di dinding hingga Baekhyun masuk ke dalam lift di ujung koridor lantai tiga.

Gadis itu berjalan kembali masuk ke dalam apartemen dengan ucapan Baekhyun tadi yang enggan pergi dari pikirannya. Ia mengurus kembali jus buahnya yang tertunda tak sampai lima menit. Menuangkan air yang sebelumnya ia ambil dari dispenser dan ia menekan tombol 2 setelah memasang tutupnya.

Matanya menerawang jauh, melamun. Masih dengan konflik batinnya. Haruskah ia melibatkan persoalannya dengan Baekhyun yang sudah ia khianati sendiri? Ataukah ia sebaiknya berkata pelakunya bukan dia, saja? Ia mulai menyesali keputusan hidupnya ini. Ia bersangga pada meja dapur itu dengan tangan satunya yang meraba dengan takut perutnya sendiri.
Teringat jika buah yang dihancurkan dalam blender itu telah tercampur semua menjadi jus, Taeyeon menekan tombol 0 kemudian menuangkan isinya ke dalam gelas yang sudah ia siapkan sebelumnya. Ia mengangkat segelas jus apel itu tanpa berniat membersihkan dan merapikan peralatan lain yang ia gunakan.

Ia meneguk jusnya sedikit sebelum kemudian berjalan kembali ke ruang tengah, meneruskan berita yang entah masih berlangsung atau tidak. Baru beberapa gerakan kaki, ia berhenti. Menatap kosong lurus ke depan dengan sedikit tersentak.

… dan jangan lupa untuk segera memeriksakan dirimu ke dokter.

PYAAARR!

Gelas itu pecah di luar kesadaran Taeyeon sehingga wanita itu berjingkat ke belakang saat itu juga. Matanya menatap beling yang sudah berserakan ke berbagai arah serta kakinya yang terkena cipratan jus apelnya.

Taeyeon berlari kecil tanpa berucap—setidaknya bergumam—apapun menuju cikrak kecil di sudut dapur dekat tempat sampah. Ia menuju tempat semula. Berjongkok dengan gerakan sangat pelan sambil mencengkram lembut perutnya yang sudah terdapat nyawa di baliknya. Ia memungut pecahan-pecahan itu dengan rasa kesal.

Salah satunya melukai ibu jari dan jari telunjuk Taeyeon, yang kanan tentu saja. Ia mengaduh pelan tetapi tak mengacuhkannya dan malah meneruskan aktivitasnya dengan tangan kiri hingga akhir.

Di kamarnya, Taeyeon duduk di tepi kasur lengkap bersama kotak P3K yang baru diambilnya barusan. Obat merah diambilnya dan diteteskan ke kapas. Ia mengurus jari-jarinya itu seperti luka pada umumnya. Ia membuang napasnya dengan mulut yang terbuka sedikit, “Apakah iya, aku harus menghakimi lelaki yang selalu berada di pihakku itu?”

Taeyeon menoleh ke luar pintu kamarnya yang lupa ditutup ketika lagi-lagi bel pintu apartemennya membunyikan suara. Ia menutup kotak obatnya dengan terampil seolah sudah terbiasa berkutik dengan wadah itu. Ia lekas berjalan cepat keluar kamar karena yakin orang-orang aneh tidak datang seiring Baekhyun sudah bertemu dengannya.

“Siapa, ya?” Taeyeon berusaha menyegarkan wajahnya sebelum membuka pintu agar ia tidak terlalu kelihatan menyedihkan oleh siapapun itu. Taeyeon tersenyum lebar sampai akhirnya ia membukanya dengan tak bimbang.

Senyuman gadis itu segera sirna mendapati tamunya. Matanya menatap orang di sana dalam-dalam seolah menyampaikan sesuatu melalui telepatinya.

TBC-

Comment puluhan, baru aku post nextnya d sini :”3

Advertisements

49 comments on “[CHAPTERED] Rancorous Prosecutor – Part 1

  1. Woaaaaah BAEKYEON 🎉🎉🎉🎉 couple kesayangan ini. Sedikit menangkap(?) cerita diatas. Jd taeyeon hamil, nah yg ngehamilinnya tuh bukan baekhyun, gitu? Tp baekhyun mau tanggung jawab? Duh perlu baca ulang lg kalo salah. Wkwkwk. Jarang loh alur nya jaksa2an ato main polisian kek gini hehe, pair baekyeon pulak. Tambahin romance nya dong kalo bisa. Fighting buat next chapternya.

    • Couple kesayangan jugaaaa 😆
      Cie yang ngeh sm ceritanya plus bener pula :v wkwkwk…. semoga aku nggak labil next.in ff ini deh xD Romance ttp ga kelupaan kok :”3

  2. waaa, yg dtg mungkin pelaku sebenarnya ya? penasaran siapa pelakunya.. ditunggu next chapter nya ^^

  3. Aku ga faham sm ceritanya, disini baekhyun jd apa yh? Trus knp dia bisa dipenjara, tolong diperjelas yh thor…
    Tp aku suka kok soalnya cast nya baekyeon 😍 hehe
    Fighting for next chap.. Aku tunggu

  4. wah itu siapa yah yang bertemu dengan taeyeon, dan jujur aku masuh agak bingung ama hbngan baekyeon..
    sity emng bener hamil anak nya baekhyun kan?..
    moga moga aja iya, update soo yah kak..

    ditungggu lanjutannnya, dan kalo bisa panjangin lagi biar mkin aseeeek..
    fighting author nim!!!!!

    • Dibingungin dulu d awal 😂 kira2 anak siapa? Kalo gk lewatin nextnya pasti tau seiring brjln wktu eaaa :v
      Keep waiting yaaa^^ soal panjang, klo kpnjgn aku ga kuat xD diusahakan wkwkwk

  5. aku cuma nangkap sedikit ttg cerita ini.. hehe
    temanya keren thor, apalagi pairing nya baekyeon..
    ty hamil anak baekhyun kan thor?
    ditunggu chapter selanjutnya ya thor..
    keep fighting and writing

  6. aku lola nih masih blm ngerti jalan ceritanya,. ada kasus apa antar baekhyun sama taeyeon?
    ditunggu next chaptrrnya

  7. Jaksa yang kejam wkwk
    Akuu sukaa deh bahasa author bikin bingung,tapi itu yg bikin seru wkwk
    Okeee next thorr
    Aku selaluu menungguuuu
    Semangatt

  8. Oohhh jadi si tersangkanya ini bukan baekhyun, tp baekhyun yang tanggung jawab….
    Benar gag sih #sok tau😆😆😆
    Ditunggu lanjutannya ya thor…..

    Fighting

  9. Knpa taeyeon nimpain tuduhan ke baekhyun smua? Trs itu bayi udah bernyawa brarti udah 4bln lbh dong? Bpaknya siapa sih?
    bahasanya rapih bgt trs critanya keren 👍
    Smngat thor! Dilanjutnya..

  10. So siapa pelaku sebenernya? Siapa yg ngamilin taeyeon. Duh baekhyun rela tanggungjawab, he’s like superhero. Itu siapa yg dateng ke apartment nya taeyeon? Duh penasaran kan😁 next chapter ditunggu selalu😀

  11. masih bingung thorr ama jln ceritanya… mungkin karna masih chapter 1 n dibikin penasaran..
    next ya ditunggu, fighting

  12. Masih chapter 1 jadi cerita nya belum terlalu jelas.. tapi intinya bikin penasaran.. kita tunggu next nya..
    Fighting authornim 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s