Be The One #1

be the one

fiction by taengcorn.

  KIM TAEYEON • PARK CHANYEOL  • ETC.  

Teen// School life, Romance.// Multichapter.

 [Previëw] Prolog and Introductions of characters.

Disclaimer This
is Purely my fanfiction, So..DON’T THINKING THIS FF IS
PLAGIAT!.  And then

please, Be Good Reader, Don’t be Silent reader. Keep Give Comment
and Like

after read this fanfiction. 

 

🍑↪ häppy Ʀëαdıng↩🍯

 

Pagi yang sunyi di dalam kamar bernuansa putih dengan sinar matahari yang berusaha masuk ke dalam celah tirai kamar tersebut.

Tring….Tring…

Bunyi Alarm berbunyi membuyarkan kesunyian, entah tidak mendengar apa sengaja di abaikan, orang yang berada di balik selimut super tebal itu pun masih terlelap dalam tidur nya. Alarm pun berhenti berbunyi, tetapi orang itu pun masih terlelap dan tak menghiraukan bunyi Alarm yang tengah berbunyi yang kedua kali nya.

Ketukan pintu seraya dengan terbuka nya pintu yang berasal dari kayu jati itu pun terbuka perlahan dan menampakkan sosok seorang wanita paruh baya dengan membawakan segelas susu hangat kemudian mendekati nakas samping ranjang king size.

“ Nona, tolong bangun. anda harus berangkat sekolah,” Ucap wanita paruh baya itu dengan pelan.

“ eunnghh,”

“ Nona, anda harus bangun nanti anda telat lagi,”

“ Bibi Nam, biarkan aku tidur 5 menit lagi ya,” balas gadis yang tetap setia tergulung dengan selimut tebal nya.

“ Nanti ayah anda akan memarahi saya jika anda telat ke sekolah lagi,” Wanita paruh baya yang di panggil Bibi Nam dengan resah.

Lantas gadis  itu menyibak kan selimut tebal nya, wajah yang terlihat kusut namun tetap cantik lalu ia menggaruk kepala nya asal.

“ Orang itu biar jadi urusan ku,” Kemudian Gadis  itu berlalu masuk ke dalam kamar mandi, lalu Bibi Nam pun menyibak tirai kamar dan menyiapkan seragam untuk Nona muda nya.

 

Taeyeon  POV

Telat, adalah suatu hal yang sudah mendarah daging dengan ku. Karna setiap hari aku telat ke sekolah mungkin di saat jam istirahat aku baru akan datang ke sana.

Aku belum memperkenalkan diri ku? Baiklah. Nama ku Kim Taeyeon. Aku terlahir sebagai pewaris dari perusahan tambang dan investasi yang di bangun oleh orang yang ku sebut ayah. Ibu ku telah meninggal sejak umur ku 10 tahun dan ayah pun menikah lagi setelah seminggu kepergian Ibu ku, hingga saat ini aku tak menganggap orang baru itu sebagai ibu ku.

Tetapi dari pada aku berakhir menjadi penerus perusahaan aku mengikutkan diri ku ke sebuah audisi Label perusahaan music yang terkenal di Korea selatan, Yaitu SM Entertaiment.

Aku suka music, dan aku suka menyanyi. Aku menuruni bakat ibu ku yang memiliki suara merdu, namun orang yang di sebut ayah itu melarang ku untuk terjun ke dunia music. Kenapa? Ia pikir menjadi seniman music itu tak ada guna nya.

Bad girl? Ya, itu lah diri ku. Bersama ke empat sahabat ku yang nasib nya hampir sama dengan ku, menjadi pewaris dan kurang perhatian orang tua. Cih! Tapi aku tak butuh itu.

Ku kenakan seragam sekolah yang sudah di sediakan oleh Bibi Nam, ia seperti ibu bagi ku. Sebagai pelayan rumah, Bibi Nam yang paling dipercaya dengan Keluarga ku termasuk Ibu. Dan beliau yang mengurus ku setelah ibu meninggal.

“ Nona, ini sudah pukul 9 dan anda masih di rumah santai seperti ini. nanti jika pihak sekolah memberi surat panggilan bagaimana?” resah Bibi nam. Aku  yang tengah berjalan menuruni anak tangga hanya mendengar kan nya walau risih.

“ sudah lah Bibi nam, Sekolah itu milik ku bukan? Jadi aku bebas untuk melakukan apa pun yang aku mau,” ujar diri ku lalu aku mengambil selembar roti dengan memberi nya selai yang sudah di sediakan.

“ lagi pula orang yang sering memberi ku surat panggilan sudah aku usir. Dia terlalu berisik,”

“ ya ampun Nona, mana bisa anda seperti itu?” Tanya Bibi Nam. Dan aku hanya tersenyum tipis dan berjalan menuju luar rumah.
“ Ah hari ini aku akan pulang malam, atau mungkin akan menginap di rumah Seulgi,” kata ku lalu berpamitan oleh bibi nam dan masuk ke dalam sedan milik ku yang baru saja aku beli minggu lalu.

Dan begitu lah keseharian ku, hambar bukan? Tapi aku menikmati nya. Di tambah aku bisa melakukan apa pun yang ku mau tanpa ada orang yang membantah. That’s my life.

 

Taeyeon POV end.

***

Berjalan ngebut di tengah jalan? Itu pun juga sudah mendarah daging dengan Taeyeon. Sebagai perempuan Taeyeon termasuk berani dalam mengendarai mobil dengan kecepatan di atas 60 km/jam maupun dalam keadaan sepi tau pun ramai, Hebat bukan.

Karna terlalu sibuk dengan mengubah playlist music nya, Taeyeon pun tak memerhatikan pandangan nya. Ketika lagu yang menurut nya sudah pas untuk mood nya sekarang ia baru menatap ke depan namun tiba-tiba

KYITTT…..

Taeyeon mengerem mendadak dan menyebabkan suara decitan ban yang menyatu dengan aspal. Taeyeon dengan perasaan yang kaget hanya mampu menutup mata nya. Satu hal yang ia pikirkan adalah apakah mobil nya ini lecet. Segera lah taeyeon keluar dari dalam mobil nya kemudian mengecek keadaan bagian depan mobilnya.
“ Huft, untung saja. Aishh,” ia menoleh ke pinggir jalan dan melihat seorang pria jakung dengan berseragam sama dengan nya. Lalu ia hampiri lah.
“ Yak! Apa kau sudah buta? Menyebrang tidak lihat-lihat,” omel Taeyeon dengan pria itu, namun ia hanya terdiam.

“ Apakah kau gagu? Apa tuli? Dengarkan aku,” Merasa terabaikan, Taeyeon pun geram dan hendak menendang sepeda yang pria itu bawa.

“ Kau yang salah kenapa aku yang di salah kan?” pria itu pun bersuara. “ kau yang tidak hati-hati dalam mengendarai mobil, kau hampir saja menabrak mereka,” tunjuk pria itu ke arah sepasang kakek dan nenek yang sudah menyebrangi jalan.

“ apa? Ah yang benar saja, apa kah kau menyalahkan ku sekarang?” Taeyeon pun tak ingin kalah, ia tetap menyangkal.

Pria berambut hitam dengan poni tipis nya itu hanya tersenyum kecil, “Jika belum bisa mengendarai mobil, lebih baik tidak usah sok membawa nya ke sekolah.” Lalu pria itu berlalu dengan menaiki sepeda nya.

Dan taeyeon masih terdiam. Dengan kesal Taeyeon menendang batu kerikil yang ada di depan nya.

“ aishh, Berani nya orang itu,” Taeyeon mengumpat kesal. Kemudian ia masuk ke dalam mobil nya dan mengendarai nya lebih dari 60 km/jam, ia sedang kesal.

***

Keadaan kelas 12-3 memang tak pernah tenang, mereka akan selalu berisik selagi itu tak ada guru tetapi ketika tak ada guru mereka kembali ke dalam suasana berisik.

“ Srek!” Pintu kelas pun terbuka dengan keras dan mengakibatkan orang yang ada di dalam kelas pun menoleh, menampakkan seorang sosok Kim Taeyeon dengan wajah yang suram tidak seperti biasa nya.

“ Yah, ada apa ini? kenapa wajah mu suram sekali?” Tanya Yuju sahabat Taeyeon, yang tengah mengunyah permen karet.

“ ish diam kau!” Gertak Taeyeon, dan melemparkan tas nya sembarang ke meja nya. Yuju pun hanya memajukan bibir nya dan memutar mata nya, lalu datang Seulgi.

“ kau sedang ada masalah? Cerita gausah diem kayak gitu,” Kata seulgi dengan wajah datar nya.

“ ish kau tau, tadi saat di jalan aku bertemu dengan orang yang menyebalkan,” ungkap taeyeon yang hanya dibalas dengan seulgi yang menaikkan alis sebelah nya.

“ dia mengejek diri ku tak alih dalam berkendara dan tak usah membawa mobil jika masih amatir.” Jelas Taeyeon dan kedua temen nya itu pun tertawa lepas.

“ wah orang seperti apa yang bisa mengatakan hal seperti itu?” Yuju pun memegangi perut nya yang sakit akibat tertawa yang begitu keras.

“ yak! Jangan tertawa kalian,” Kesal Taeyeon. Kemudian Guru pun masuk ke dalam kelas, dan kemudian hening pun menjalar di sekeliling kelas. Dan mata pelajaran ke 3 pun di mulai.

‘awas saja dia,’gumam taeyeon, dan membuka buku yang tak akan dia baca juga.

 

Chanyeol POV

Ini adalah hari kedua dimana aku menginjak kan kaki ku di tanah kelahiran Ayah ku, Seoul. Sebagai seorang yang besar di Amerika mungkin cukup sulit untuk beradaptasi di sini, namun bagi ku tidak. Saat aku di Amerika orang tua ku menggunakan Bahasa Korea, mereka jarang sekali berinteraksi dengan Bahasa Inggris.

Dan Ibu ku meninggal setelah ia melahirkan adik ku, di karena kan detak jantung beliau saat itu sudah sangat tidak stabil. Dengan berat hati ketika adik ku lahir dokter memberi tahu jika Ibu ku sudah meninggal dunia. Itu adalah dimana momen menyakitkan bagi kami sekeluarga.

Kemudian, setelah adik ku berumur 16 tahun Ayah pun memilih pindah ke tanah kelahiran nya. Beliau juga ingin melanjutkan bisnis Restoran juga Perusahaan Majalah yang di wariskan oleh Kakek ku.

Dan hampir lupa, aku belum memperkenalkan diri ku. Nama ku Richard Park atau Park Chanyeol, aku lahir di California dari pasangan Korea-Amerika Stephanie Hwang dan Park Jae Sang. Adik ku bernama Park Jimin, ia hanya beda 2 tahun dengan ku.

Di Amerika Aku dan Jimin sekolah di Greer Elementary School, Christian Brothers Academy, Dan aku sempat bersekolah di  Fullerton High School  sampai aku kelas 2, namun di karenakan pindah aku tidak sekolah disana. Dan prestasi ku di sana lumayan bagus dengan nilai rata-rata 9, dan aku pernah jadi juara umum Olimpiade sains di Hamburg pada saat aku SMP.

Dan sekarang aku melanjutkan masa terakhir SMA ku di Seoul begitu pun dengan Jimin yang melanjutkan kelas 2 nya.

Aku sudah berada di depan Ruangan Kepala Sekolah, sebenarnya Ayah yang akan mengurus ini namun aku menyuruh nya untuk mengurus Jimin dan aku sendiri.

Tok tok tok

Ku ketuk pintu bercat coklat itu dan membuka nya perlahan. Di sana terlihat seorang pria berbadan tegak yang tengah berbicara dengan seorang siswi yang berpakaian sedikit ‘berantakan’. Aku berjalan sopan menuju meja beliau dan ia menoleh kearah ku di ikuti siswi berantakan itu.

“ Park Chanyeol?” Ucap nya. Aku hanya mengangguk, lalu ia menyuruh ku untuk duduk di kursi lain untuk khusus menerima tamu.

“ eoh kau kan? Pria yang tadi bertemu dengan ku di persimpangan jalan bukan? Iya pasti aku tidak salah,” Kata gadis itu dengan menunjuk diri ku, dan aku hanya menautkan alis ku heran.

“eish anak ini, sudah masuk kelas sana,” Kepala sekolah dengan bername tag ‘Gong Jichul’ itu pun mendorong gadis yang masih saja menunjukku walaupun sudah di dorong jauh mendekati pintu.

“ ish Paman, jangan mendorong ku. Aku masih bisa jalan,” Kata gadis itu samar-samar ku dengar. Lalu kepala sekolah hanya mengibaskan tangan nya sebagai kode menyuruh gadis itu pergi.

“ Ah maaf menunggu, jadi kau pindahan dari Amerika?” Tanya Kepala sekolah.

“Iya, dan saya ingin melanjutkan semester akhir saya disini. Ini berkas nya,” Ku berikan sebuah amplop besar kepada nya.

“ Hmm baiklah,”.

 

Chanyeol POV end.

 

***

Bel istirahat kedua pun sudah berdering, seluruh siswa pun berhamburan untuk pergi mengantri makanan di kantin. Terlebih Taeyeon yang lebih dulu keluar 10 menit sebelum bel, ia sudah duduk manis dengan piring yang sudak tak ada lauk nya lagi.

“ Yah, lihat ini. kau sudah kenyang dan kami harus mengantri,” kata Yuju yang baru datang dengan Seulgi. Mereka tidak ikut dengan Taeyeon saat sebelum nya karena masih harus mengerjakan tugas yang mampu menghantui mereka berdua, Fisika.

“ Siapa suruh kalian tidak mau ikut dengan ku,” Taeyeon sambil menyeruput jus alpukat nya.

“ kau tau kan Han seonsaeng ga bakal melepaskan murid nya keluar kelas sebelum bell, kecuali kau,” Sinis Seulgi. Taeyeon hanya menyeringai.

“ oh ya! Kalian tau tidak kalau di kelas 12-1 ada murid baru pindahan dari Amerika,” ucap Yuju tanpa mengalihkan pandangan ke Ponsel nya.

“ Murid baru?” Taeyeon pun mengerutkan kening nya, mencoba mengingat sesuatu.

Terdengar suara teriakan dari para murid wanita, Taeyeon sudah menduga penyebab teriakan itu karna apa. “ semakin hari mereka bisa membuat siswi disini kehabisan suara,” Cibir Seulgi dengan mengarahkan pandangan nya ke arah gerombolan lelaki yang sering di sebut ‘growl’.

“ Hei kalian!” sapa Kai dengan riang nya kea rah Taeyeon, Seulgi dan Yuju.

“ Hyung kita duduk disini saja,” Kata Sehun yang mengarahkan Junmyeon selaku ketua gang tersebut untuk duduk dekat Taeyeon dan kawan-kawan.

“ Bisa kah kalian duduk di tempat lain?” Tukas Seulgi sinis. Seperti perkataan Seulgi tak berlaku bagi mereka, growl pun langsung duduk.

“ Heh kau, tadi Kim Ajhussi menelfon ku,” Tunjuk Junmyeon ke Taeyeon. Yang di tunjuk hanya diam dan sibuk dengan ponsel nya. “ Dia berkata kau harus menghadiri jamuan makan malam di—“

“Aku tak mau” Ujar Taeyeon dan bangun dari duduk nya kemudian pergi dari kantin.

“ Yash! Kau ini,” Kesal Yuju, lalu memandang Seulgi dengan raut wajah bertanya ‘Kita susul tidak?’ dan dibalas Gelengang kepala oleh Seulgi.

“ Hei Bisakah kalian mengantri makanan untuk kami,” Suruh Yuju pada growl yang akan memesan makanan, dan mereka hanya mengangguk patuh.

 

Di sisi lain,

Atap sekolah memang tempat paling enak untuk sekedar tidur atau pun membaca  buku.Park Chanyeol lebih suka  Jam istirahat ia habis kan untuk Membaca buku di atap sekolah sambil mendengar kan music dari playlist yang ada di Ipod nya.

Drrtt drrt

전화가오네 (incoming call) Ayah.

Melihat nama yang tertera, ia menekan tombol hijau.

“ Halo ayah, kenapa?”

‘chanyeol-ah, Ayah ada perjalan bisnis ke busan 3 Hari. kau dan jimin hati-hati di rumah juga belajar lah yang rajin’

“ Eum, baiklah. Ayah juga hati-hati di tengah perjalan nanti”

‘yasudah, ayah tutup dulu’

“iya”

Chanyeol pun hanya menghembus kan nafas nya dan melanjutkan membaca nya.

“Eish untuk apa aku menghadiri jamuan tak penting itu,” dengus Seorang gadis yang baru saja datang. Samar-samar Chanyeol mendengar nya namun memilih menghiraukan nya.

Gadis yang ternyata adalah Taeyeon, ia berjalan dengan mulut yang tengah mengoceh dan sekali-sekali ia menendang apa pun yang ada di depan nya.

Dan ketika ada kaleng soda di depan nya pun ia tendang dan,

Pluk, kaleng soda itu mengenai Kepala Chanyeol yang tengah serius membaca kemudian buyar seketika dengan kaleng yang baru saja mendarat di kepala nya itu.

Chanyeol yang mendengar suara yang mungkin tak asing lagi bagi nya, langsung mengalihan pandangan nya ke seorang gadis yang tengah berdiri dengan panic.

“Jadi kau lagi,” Ucap Chanyeol ketus.

“ Kenapa? Aku kenapa?” Tanya Taeyeon.

Namun, bukan nya menjawab Chanyeol langsung kembali membaca buku nya. Merasa di hiraukan, Taeyeon pun mendekati nya.

“ Seperti nya hobimu itu menghiraukan orang ya?” Sindir Taeyeon, Namun bukan Chanyeol nama nya jika langsung menjawab pertanyaan sepele seperti itu.

Bagi Chanyeol pertanyaan sepele tidak perlu ia jawab.  Taeyeon pun menarik earphone yang tergantung di telinga Chanyeol.

“ Kau ini benar-benar tuli atau bagaimana sih?”

Hanya membenarkan earphone yang sempat lepas, Chanyeol bangun dari duduk nya, “ Bicara dengan mu tak guna,” kemudian berlalu melewati Taeyeon yang masih mengomel.

“ Yak! Mau kemana kau?” taeyeon pun meneriaki Chanyeol yang masih lanjut berjalan.

“ Ah apakah setumpukkan kertas itu punya mu? Dalam satu semester nilai jelek semua ck,”  Kemudian Chanyeol pun merenggang pergi dari atap dan kembali ke dalam kelas, karna kebetulan jam isitrahat sudah habis.

Taeyeon menghampiri tempat yang tadi di tunjuk oleh Chanyeol, dan di sana sudah banyak sekali kertas ulangan yang lusuh juga coretan merah.

“ awas saja kau!” Kesal Taeyeon sambil menghentakan kaki nya.

 

 

 

 

❥continuε

 

[nøtë] Maaf ya Publish nya sangat lama, Aku ga tau ff ini bakalan ada yang suka atau gak. dan maaf kalo masih ada typo dan kata yang salah pengejaan nya. trus maaf ya kalo kependekan 😦 mungkin juga aku bakalan usaha publish cepet 🙂

🌹—thanks for reading and please wait for next chapter, keep support yah!—🌹

 

 

 

 

Advertisements

36 comments on “Be The One #1

  1. taeyeon bad girl ya..? hmm menarik..
    tapi masih kurang panjang thor..
    keep fighting and writing author

  2. Aku tunggu kak. Emang pendek sih tapi aku suka karakter Chanyeol disini seorang Chanyeol yang realnya petakilan jadi cuek ohhh semakin cinta, orang ganteng dibayangin kaya apa ya tetep ganteng aja. Lanjut terus aku menunggu… Hampir aku mau komen di prolog buat nanyain kapan lanjutnya

  3. Hahah taneg disini nakal banget.. Chanyeol ampe jengkel dengan tingkah taeng.. Next chap ku tunggu thor.. Ini couple kaporit akuhh jadi seneng deh bacanya..

  4. Wahh chanyeol kereennn..
    Mereka dari latar belakang keluarga yg hampir sama
    Tapi chanyeol menjalaninya dg tetap jd anak baik, sedangkan taeyeon? Dia malah jdi urak”an mungkin karena ayahnya nikah lagi kayaknya yahh..
    Next ya thorr.. Fighting

  5. wah kngn bngt sama ff chanyeol taeyeon…
    seru bngt tpi kurang panjang thour,semoga chapter selanjutnya lebih panjang…
    next chapter thour,fighting thour

  6. Ff cast ChanTae muncul again, udah lama gak baca ff exotaeng, saran n kritik aja nih ya thor, bahasa nya tolong di perbaiki, alur nya kecepetan, terus cerita nya juga udah awam banget. Ceritanya tolong yang agak beda sedikit lah yang sulit di tebak para readers biar readers nya juga makin penasaran sama ff mu thor. Maaf kalo nyinggung, di tunggu next chapter, keep fighting 💪💪

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s