[FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 4)


[Freelance] HOLD ME TIGHT Chapter 4

Author: FIVE

Rating: PG-17

Lenght: Multichapter

Genre: Romance, Drama

Main Cast:

Kim Taeyeon

OH SEHUN

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a PLAGIATOR.

Author Note:

WARNING! FF INI SANGAT PANJANG, MEMBOSANKAN, BANYAK KALIMAT KASAR, PASARAN DLL

Jika ada kesalahan, mohon komentarnya. Karna komentar anda semua yang bisa menentukan

FF ini dilanjut atau berhenti di tengah jalan. Typo dimana-mana. Thankyou.

Preview : Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

*

*

*

Taeyeon kembali menatap pantulan dirinya di depan cermin, menghela nafas kasar dan segera menjauh dari benda itu sebelum benda sialan itu ia hancurkan. Tidak, Taeyeon tidak selebay itu, hanya saja ia rasa dirinya semakin gila akhir akhir ini. sudah lebih dari seminggu berlalu sejak kejadian di rumah sakit, ah apa taeyeon harus kembali mengingatkan kejadian yang mana?

“saranghae kim taeyeon”

Taeyeon mendesis kesal saat lagi lagi suara bass khas kepunyaan Sehun terngiang ngiang di otaknya. Sungguh, ia sangat kesal dengan dan ehm… sedikit senang mungkin? Ah tidak banyak. Munafik jika Taeyeon tidak senang mendengarnya, bahkan ia rasa jika di dalam perutnya ada beribu kupu kupu yang siap lepas landas saat ia mendengarnya. Jantungnya bahkan berdebar sangat keras hingga terkadang taeyeon merasa bahkan jantungnya di dalam sana mungkin saja terlihat seperti speker. Terserah, yang jauh lebih penting saat ini adalah pria yang membuat Taeyeon menggila selama satu minggu penuh ini.

“sekali brengsek, akan selalu brengsek!” desisnya kesal, perlahan kakinya melangkah menuruni tangga hingga han ahjumma yang berada di lantai dasar terkejut mendapati Taeyeon turun dari kamarnya di pukul 3 sore, pukul dimana biasanya dihabiskan taeyeon dengan berhibernasi.

“taeyeon-ssi, oedigaseyeo?”

Taeyeon mendekati pantry dapur, mengambil sebotol minuman soda di dalam kulkas dan berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Han ahjumma. Saat ini taeyeon tengah berusaha mengurangi kadar kepedasan dan kekurang ajaran mulutnya, moodnya sedang dalam keadaan yang tidak baik, jadi ia tidak ingin mulutnya lepas control hanya karna pertanyaan sepele han ahjumma.

“Tuan Sehun baru saja…”

Dengan cepat, Taeyeon memutar kepalanya menatap tajam Han ahjumma hingga wanita paruh baya itu lebih memilih untuk menutup rapat mulutnya, tidak ada orang didunia ini yang suka mendengar mulut pedas kim taeyeon “apa? Kemana? Pergi bermain dengan Park Chanyeol? Bukankah itu bagus? Aku bisa berkeliaran dirumah ini tanpa harus melihatnya” Taeyeon tidak asal berbiacara, jika dulunya mereka selalu menghabiskan hari sabtu bersama, makan sekarang berbeda, Sehun seakan menjauh darinya. Heol, bagaimana bisa pria itu bersikap seperti ini padanya? apa pria itu mempermainkannya? Ia mengajaknya menikah dan setelah Taeyeon mendiaminya, pria itu menghilang bagai di telan bumi, sungguh. Oh Sehun sangat mengagumkan!

Usai dengan kalimatnya yang terdengar sangat sinis itu, Taeyeon melanjutkan langkahnya. Hingga sampai di penghujung ruangan, ruangan yang sangat jarang, ah bahkan tidak pernah ia masuki. Ruangan dengan lobang kecil di pintunya, yang sekali lihat saja akan tau jika ruangan itu adalah kolam berenang. Yah, rumah Sehun benar benar rumah dengan taraf bintang 5. Bodohnya Taeyeon yang baru menyadari semua fasilitas yang ada dirumah ini sejak 5 hari yang lalu, saat ingatannya kembali memutar kejadian saat ia menggantikan baju Sehun, tidak… saat matanya menatap secara langsung kotak kotak menggoda yang tercetak jelas di perut putih pria itu. Sejak hari itu Taeyeon sangat penasaran dimana letak tempat Gym di rumah ini, dan beruntungnya Taeyeon… ia yang memang berniat belajar berenang pun menemukan kolam berenang dalam ruangan tepat bersebelahan dengan tempat Gym.

Ia sudah dilanda bosan yang bahkan rasanya ingin merenggut nafasnya, ia selalu berdiam diri dikamarnya sejak Sehun pulang dari rumah sakit, hanya bertemu saat sarapan, dan selebihnya, taeyeon mencoba untuk selalu menemui pria itu, dan brengseknya pria itu sangat enggan untuk bertemu dengannya, Taeyeon bahkan tak tau kemana pria itu pergi selama 2 hari dan saat pulang pun pria itu akan pergi setelah sarapan dan pulang saat Taeyeon sudah tidak kuat menahan matanya untuk tetap terjaga dan tak terlelap. Bukankah sangat jelas jika pria itu menghindarinya? Tapi apa salahnya? Bukankah pria itu yang menciptakan semua suasana ini? bodoh.

Taeyeon juga bukan seseorang yang suka berenang, karna pada dasarnya yang taeyeon tau hanya cara menahan nafas di air, dan ia bahkan tidak bisa membuka matanya saat ia berada di dalam air. Lalu kenapa ia harus bersusah payah untuk belajar berenang? Ini semua karna Lee Donghae! Pria itu akan mengajaknya pergi berlibur kepulau Jeju, dan ia ingin agar Taeyeon bisa berenang. Jangan tanya alasan kenapa Donghae ingin Taeyeon pandai berenang, yang jelas alasan yang diberikan Donghae berhasil membuat Taeyeon mengupat dan mencela pria itu selama satu jam penuh. Alasannya adalah karna ia tidak mau bersusah payah untuk menyelamatkan Taeyeon jikalau ia terbenam. Dan ia takut nanti akan terjadi!

Dengan kasar, Taeyeon mendorong pintu besar dengan cat biru tua itu, melirik sekilas ke dalam. Yah, kolam berenang indoor yang Sehun punyai dirumah ini benar benar luar biasa, sangat luas dengan panjang kolam yang entah berapa meter panjangnya. Pria yang bahkan sangat jarang menghabiskan waktunya dirumah membuat fasilitas rumah yang sangat luar biasa.

Taeyeon menutup rapat pintu tersebut dan berjalan mendekati kolam berenang, Mata bulatnya semakin melebar saat ia menyadari ada yang tidak beres di dalam kolam berenang itu, apa ada yang mati? Atau terbenam? Apa itu supir yang selalu menjemputnya dulu? Atau tukang kebun yang disuruh untuk membersihkan kolam berenang ini?

Dengan panic Taeyeon berjalan mendekat, dan detik berikutnya nafasnya tercekat saat menyadari apa yang ada di dalam fikiran negatifnya sama sekali tidak ada yang benar. Yah, memang ada seorang pria tanpa baju di dalam sana, tapi itu bukan supirnya, dan tukang kebun. Melainkan pria yang membuatnya kesal selama satu minggu ini, pria yang mempunyai hak penuh akan kolam berenang itu, tentu saja karna pria itu adalah

OH SEHUN.

Sang pemilik.


Sehun yang baru saja memunculkan kepala diatas air untuk sekedar bernafas, kembali tercekat. Nafas yang semula ia tarik, perlahan tidak memenuhi rongga dadanya, percayalah bahwa Sehun sangat terkejut mendapati Taeyeon tengah berdiri di pinggir kolam dengan ekspresi wajah tak jauh beda dengannya, mungkin saja gadis itu tidak mengira akan melihatnya disini. Detik berikutnya Sehun menurunkan pandangannya, berdalih menatap pakaian Taeyeon yang mendadak meminta matanya untuk segera menyapa. melihat Taeyeon menggunakan celana pendek sehari hari saja sudah membuat Sehun gila, apalagi sekarang? Apa pakaian yang digunakan gadis itu pantas di sebut pakaian?


Dan lihat, Sehun bahkan harus mati-matian menahan dirinya untuk tidak keluar dari kolam berenang, menghampiri gadis itu dan membungkam mulut pedas yang sialannya sangat manis dan menggoda itu. dan memeluk tubuh mungil gadis itu. Sehun merindukan gadisnya. Bohong jika ia tidak merindukan gadis itu, ia sangat merindukannya, merindukan suaranya, merindukan wajahnya, jangan lupakan bibir tipis kepunyaannya, dan jauh lebih gilanya, Sehun bahkan merindukan umpatan gadis itu.

Keheningan mendadak menghampiri keduanya, tidak ada yang bersuara sedikit pun. Matanya kembali bertatapan, membuat Sehun melihat sekilas rona merah di kedua pipi Taeyeon sebelum Gadis itu memutuskan untuk berbalik, berjalan keluar.

“kemana?” Tanya Sehun, akhirnya mulutnya yang sempat kelu itu terbuka, ini pertama kalinya ia berbicara dengan Taeyeon sejak seminggu yang lalu, sejak Park Chanyeol memberikan ide gila padanya yang berakhir dengan kecanggungan yang ada.

*Flashback*

“saranghae, Kim Taeyeon”

Sehun terdiam. Menatap ke dalam manic mata Taeyeon yang terus bergerak gelisah, tidak melihatnya, dan lebih memilih memalingkan wajahnya. Wajah Taeyeon yang biasanya tidak berwarna itu perlahan berganti warna menjadi warna merah. Kedua pipinya bersemu merah, dan Sehun menghela nafas singkat, bukankah itu pertanda baik?

Tapi sialnya, semuanya hanya di dalam angan Sehun, 10 menit berlalu dan semuanya masih dalam keadaan yang sama. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang bersuara, hei… Sehun sangat menantikan balasan Taeyeon, dan gadis itu masih saja bungkam. Membuat Sehun mau tidak mau harus segera menyelesaikan suasana canggung yang baru saja ia buat.

“tidurlah, sudah malam”

Sehun membaringkan tubuhnya, menaikkan selimut putih tebal yang berada di pinggangnya hingga sampai batas dadanya. Dan Taeyeon? Gadis itu bahkan masih diam dan kembali ke sofa panjangnya, menidurkan badannya dan membelakangi Sehun. Apa ia baru saja ditolak? Tak pelak hal itu membuat jantung Sehun berdenyut nyeri, bukankah waktu itu ia mendengar dengan telinga sendiri bahwa taeyeon juga menyukainya? Apa suka dan cinta berada dalam kamus yang berbeda? Apa Taeyeon hanya menyukainya sebagai wali?

Helaan nafas berat kembali mewakili perasaan Sehun yang hanya bisa menatap punggung Taeyeon yang bergerak normal, menandakan gadis itu sudah menyapa mimpinya. Sehun yang semulai berminat untuk mengistirahatkan pikirannya, membatalkan niatnya saat ponselnya bordering pelan. Dengan langkah gontai Sehun bangun dari posisinya, melirik sekilas siapa si penelpon yang dengan kurang ajarnya menelpon di waktu dini hari ini.

Sehun memilih untuk melangkah keluar, mengangkat sambungan ponsel itu dan bersandar di depan pintu kamarnya, ia tidak ingin menganggu jam tidur gadis itu, gadis itu pasti sangat lelah karna sudah menjaganya sepanjang malam.

“apa? Apa kau tidak punya jam hyung?”

“mwoya? Kenapa kau marah marah padaku? Kau tidak lihat jasaku eoh!”

“geurae? Mwo?”

“mwo? Hei aku menelpon ingin menanyakan keadaanmu, apa lagi?”

“baik?”

“hanya itu? kau bilang baik tapi kenapa dari nada suaramu saja aku tau bahwa kau tidak baik baik saja, apa dokter memvonis penyakit mematikan?” Sehun melongo, yang benar saja. Jika Taeyeon mempunyai pikiran negative tentang ia yang akan meninggalkannya, maka Chanyeol adalah Taeyeon versi pria, dimana pikiran negative tentang pria itu selalu tentang hal hal yang buruk dan terdengar mengerikan.

“apalagi yang dilakukan bocah kurang ajar itu?”

“tidak, dia hanya diam, tidak melakukan apapun” dan tidak membalas ucapanku sambung Sehun dalam hati.

“oh ayolah, kau tidak tau jika aku berbakat dalam hal cinta? Ayolah beritahu aku apa yang terjadi eoh?”

Sehun menimbang nimbang di dalam hatinya, apa tidak masalah jika ia memberitahu Chanyeol? Sehun sangat tau jika pria itu ember berjalan, tapi bagaimanapun ia tidak bisa larut dalam pikirannya yang setiap hari semakin menyiksanya, apa yang salah dengan dirinya? Apa Taeyeon benar benar tidak menyukainya? Atau Sehun bertepuk sebelah tangan?

“Oh Sehun, kau masih disana? Baiklah jika tidak mau sa…”

“aku mengajaknya menikah” tutur Sehun, sangat pelan bahkan nyaris berbisik. Dan siapa yang tau jika Chanyeol tersenyum lebar di seberang sana mendengar penuturan Sehun. Untung saja ia mempunyai telinga yoda yang baik dalam hal mendengar, sehingga ia tidak harus membuat Sehun mengulangi kalimat yang baru saja ia ucapkan.

“kau gila! Aku sangat yakin bahwa ia akan menolakmu!”

Sehun menggerutkan dahinya bingung, apalagi yang salah kali ini? “wae?”

“caramu terlalu kaku Oh Sehun! Biar ku tebak, kau melamarnya di rumah sakit? Di ruangan mu? Hei itu sama sekali tidak romantic, aku tau kau pria kaku tapi tidak perlu sekaku itu… well. Kau gila. Bagaimana bisa kau mengajak anak yang masih belum lulus sekolah untuk menikah”

“aku bilang aku mencintainya, dan dia tetap diam” Yah, jika apa yang dibilang Chanyeol benar, Taeyeon tidak mau menerima ajakannya untuk menikah, mungkin Sehun bisa memahaminya, tapi bagaimana dengan kalimat yang baru beberapa menit yang lalu ia lontarkan? Kenapa Taeyeon tidak menjawabnya

“woah! Aku tidak menyangka jika pria gila kerja ini benar benar jatuh kepada peson Kim Taeyeon, gadis bar bar yang luar biasa membangkitkan emosi…”

“intinya saja, kau membuatku menyesal berbicara denganmu” Sehun mendesis kesal, ia harap Chanyeol akan memberinya saran yang bagus, ternyata pria itu malah membuat suasana hati Sehun semakin memburuk, yang benar saja. Lebih baik sehun memendamnya sendiri tadi.

“dia ragu bodoh”

Jari tangan Sehun baru saja berniat untuk memutuskan sambungan sebelum akhirnya suara terakhir Chanyeol masuk ke pendengarannya. Membuat Sehun kembali menempelkan benda persegi itu. mencoba mempertajam pendengarnya. “mwo?”

“ragu, sialan! Gadis itu ragu!”

“dia ragu padaku? Wae…”

“tidak, dia ragu dengan perasaannya sendiri, kurasa. Taeyeon itu gadis yang memiliki tingkat ke gengsian yang tinggi, kau tau itu, dia tidak akan mudah mengakui perasaanya, kau harus bisa membuatnya menyadari perasaanya sendiri”

Yah, gadis itu memang memiliki tingkat kegengsian yang tinggi. Sehun sangat tau itu. ia bahkan pernah mendapati Taeyeon tak mandi di kamar mandinya sendiri karna ia tidak mau meminta tolong seseorang untuk menggantikan lampu yang mati di kamar mandinya, gadis itu bahkan bolak balik ke dapur hanya untuk buang air, dan Sehun yang menyadari tingkah taeyeon menyuruh Han Ahjumma untuk mengecek ke kamar mandinya.

“lalu? Aku akan menunggunya sampai oemma menikahkan ku dengan gadis pilihannya?”

“WHAT? OEMONIE AKAN MENIKAHKAN MU?” Demi dewa, suara Chanyeol sangat keras membuat Sehun sempat berfikir untuk mengecek pendengarannya ke THT setelah ini. “yah, bahkan saat menelpon ku kemarin, oemma bilang aku harus segera menikah”

“kenapa? Maksudku, hei ini korea selatan, siapa yang peduli dengan pernikahan? Dan kau masih terlalu muda Oh Sehun, apa oemmonie menyindirku? Aku lebih tua darimu dan aku masih melajang! Kenapa kau tidak menolaknya saja? Atau bilang kau menyukai Taeyeon! Kenapa hidupmu se drama ini eoh?”

“sialan, aku sudah menolaknya, sudah 2 tahun belakangan ini oemma menyuruhku menikah, aku tidak tau kenapa. Halmonie mungkin?”

“HALME? HELME MU? Yah, kau sudah lama tidak mengunjunginya, lalu sekarang masalahnya dimana? Salah mu sendiri, kenapa menyukai gadis kecil”

Sehun meringis, mendadak kepalanya berdenyut nyeri. Perkataan Chanyeol ada benarnya juga, kenapa ia bisa jatuh kepada Kim Taeyeon?

“kau masih disana?”

“hm” balas Sehun singkat

“buat dia menyadarinya sendiri, bahwa ia membutuhkanmu lebih dari yang ia pikirkan, kau bukan hanya sebagai walinya. Ia harus menunjukkannya di hadapanmu…” Chanyeol menarik nafas panjang dan tertawa garing di seberang sana “woah, bukankah saranku sangat bagus? Sejak kapan aku mempunyai bakat luar biasa ini?”

“jauhi dia”

Bagai di sambar petih di dini hari, jantung Sehun berdegup kencang, seolah baru saja dinyatakan akan mati dalam waktu 5 menit lagi, apa? Apa telinga Sehun tidak salah mendengarnya? Menjauhi Taeyeon? Tidak adakah cara yang lebih baik dari itu? jika cara itu tidak berhasil, mungkin yang akan menderita duluan adalah Sehun, ia tidak bisa munafik, Sehun bahkan terlalu sering menyaksikan gadis itu, baik langsung maupun melalu bantuan CCTV, bagaimana bisa ia menjauhinya? Membayangkan dunianya tanpa Taeyeon pun membuat Sehun meringis kesal. Apa Chanyeol sedang bercanda dengannya?

“aku tau kau tidak menyukainya hyung, tapi tidak begitu caranya. Aku ke…”

“YAK YAK YAK, AKU MEMANG TIDAK MENYUKAINYA! TAPI AKU TIDAK BERNIAT JAHAT! KAU TAU KAI? GADISNYA SANGAT GENGSIAN, DAN SAAT KAI MENJAUH GADISNYA MENDEKAT! IA MENYADARI BAHWA KEHADIRAN KAI SANGAT BERARTI! HANYA 4 HARI DAN LAMARAN KAI DITERIMA! BUKANKAH PACAR KAI SANGAT MIRIP DENGAN GADISMU? YAH KENAPA KAU BISA BERFIKIRAN BURUK TENTANGKU! AKU TERLUKA, AH PARK CHANYEOL SAKIT HATI, CHANYEOL TERLUKA” gerutu Chanyeol panjang lebar dan dengan suara yang luar biasa kerasnya.

“benarkah? kai hyung?”

“iya, coba saja jauhi dia, jika dalam waktu seminggu dia tidak mencari mu untuk membalas ucapanmu itu artinya Taeyeon memang keras kepala!”

Sehun tersenyum tipis “baiklah”

“akan ku coba”

*Flashback off*

“ahjussi”

Sehun tersadar dari lamunannya saat suara yang sudah lama tidak ia dengar itu kembali menyapa pendengarnya. Persetan jika Sehun kembali mendengar gadis yang ia sukai itu memanggil ahjussi, ia tidak peduli lagi, yang jelas… akhirnya ia bisa melepas rindu yang sudah seminggu bersarang di dadanya. Ide gila Park Chanyeol sama sekali tidak membuahkan hasil, gadis itu bahkan tidak pernah sekalipun menghampirinya, apalagi berharap untuk membalas ucapan cintanya, yang ada disini… Sehun yang harus tersiksa tidak melihat gadis itu. lihat, ia sangat merindukannya. Sampai sampai mata Sehun tidak mau untuk sekedar melepas tatapannya dari arah mata itu yang balas menatapnya dengan pandangan bingung.

“mau berenang bukan?” Tanya Sehun, akhirnya setelah mengalami gejolak yang luar biasa, Sehun berhasil mengendalikan dirinya, yah… ia berhasil mempertahankan sikapnya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam hati Sehun merutuki pakaian gadis itu yang membuatnya berusaha sangat keras untuk tidak melakukan hal hal yang tidak tidak. Ah bukankah Sehun terlihat seperti seorang Singa kelaparan yang baru saja menemukan mangsanya? Masa bodoh dengan semuanya.

Suara Sehun yang bergema memenuhi ruangan membuat Taeyeon merasa bulu kuduknya sedikit merinding, bukan karna ia takut, hanya saja ia merasa sedikit malu? Entah karna apa alasannya. Ah tidak, ia rasa ia mulai tau alasannya, karna pernyataan bodoh itu? apa Sehun benar benar menyukainya? Melihat bagaimana pria itu menjauhinya belakangan ini membuat Taeyeon sedikit ragu dengan hal itu, bisa saja ia merasa bersalah, dan karna tidak mau menelantarkan Taeyeon, makanya ia… stop! Kenapa Taeyeon selalu saja berlarut larut dalam pikiran negatifnya yang tiada ujung itu?

“tidak… hanya mau melihat lihat” bohongnya, Taeyeon bukan tipikal pembohong, hanya saja ia terlalu gugup untuk saat ini, well, siapa yang tidak gugup jika melihat Sehun saat ini, Pria itu bahkan terlihat sangat tampan denga rambut basahnya itu. dan taeyeon sangat sayang dengan harga dirinya dan juga ini demi keselamatan jantungnya, ia tidak mau berdekatan dengan Sehun jika pria itu tidak memakai baju. Ah sial, kotak kotak menggoda itu. asataga, Tuhan, maafkan pikiran Taeyeon yang sepertinya terlalu dewasa.

“melihat? Dengan pakaian seperti itu?”

SKAKMATE! Apa taeyeon sangat buruk jika sudah berusan dengan kata bohong?

“wae? Aku bahkan memakai gardiganku, ini baju… ah aku sedang mencobanya untuk pergi berlibur… yah dengan donghae”

Apa ini hanya perasaan Taeyeon saja, atau memang Taeyeon salah berbicara? Mata Sehun terlihat sangat tajam menatapnya, dan terlihat sangat jelas jika rahang pria itu mengeras? Well? Apa Taeyeon baru saja membuat kesalahan? Dimana?

“kenapa menatapku seperti itu?”

“cepat masuk!” suruhnya dingin, nada suaranya benar benar membuat Taeyeon berfikir ulang untuk sekedar membantahnya, dan bodohnya Taeyeon tidak bisa mencerna dengan baik maksud pria itu, masuk? Masuk ke dalam rumah? ah dia mengusir Taeyeon?

“Brengsek, kau mengusirku lagi?”

Sehun menahan nafasnya, sekedar mencoba untuk menyabarkan dirinya. Yah ia harus perbanyak bersabar dengan Taeyeon, seminggu tidak melihatnya membuat Sehun sedikit melupakan apa itu sabar, ia bahkan memecat 2 orang dalam seminggu hanya karna pegawainya itu menguji kesabarannya.

“siapa yang mengusir siapa? Masuk ke kolam!”

“shireo! Kau baru saja mengusirk…”

“astaga, Demi Tuhan, aku tidak mengusirmu Kim Taeyeon! Bahkan sedikitpun tak pernah terfikir dalam otakku”

Taeyeon terdiam. Yah, ia menyesali mulut kurang ajarnya yang bersekongkol ria dengan pikiran negatifnya, ia sangat meyangakan dirinya yang kelewat kurang ajar ini. percayalah bahwa Taeyeon sangat ingin merubah dirinya, menjadi seorang gadis seperti kebanyakan gadis di luar sana, bermulut manis, ramah, dan sopan. Tidak sepertinya.

“masuk sendiri atau aku yang akan…”

BYUR


Tanpa aba-aba yang berarti, Taeyeon langsung menjatuhkan dirinya ke dalam kolam berenang, yah sekalipun ia tidak bisa berenang setidaknya Taeyeon tau cara untuk tetap bernafas di dalam air, ia tidak akan mati karna berenang bukan? Dan well, pria bernama Sehun itu tidak akan membiarkannya mati bodoh bukan? Ia yakin sehun akan menolongnya jika nanti ia tidak bisa bernafas.

Sehun melebarkan matanya kaget, Sehun sangat kaget. Ia tidak lupa jika dulu ia pernah di panggil guru olahraga Taeyeon untuk datang kesekolah karna gadis itu tidak mengikuti ujian berenang, dan saat Sehun menanyakan alasannya, gadis itu menjawab ia tidak bisa berenang itu alasannya ia tidak ikut ujian. Dan baru saja Sehun melihat gadis itu menceburkan dirinya ke dalam kolam berenang? Apa gadis itu gila? Ia memang menyuruh Taeyeon untuk masuk ke dalam kolam, tapi tidak dengan melompat seperti yang baru saja Taeyeon lakukan.

Dengan panic, Sehun segera menenggelamkan dirinya, membuka matanya selebar mungkin untuk memastikan dimana Kim Taeyeon. Dengan cepat ia berenang mendaki Taeyeon. Sehun menghela nafas lega saat mendapati gadis itu baik baik saja, hanya saja ia yakin jika saat ini ia tidak dalam keadaan yang baik baik saja, jantungnya berdegup kencang. Kakinya yang semulai ia ayunkan untuk mendekat perlahan berhenti, tubuhnya kaku mendadak. Dan perlahan Senyum tipis menghiasi bibirnya, tidak ia tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


Taeyeon yang baru saja memasuki kolam berenang dengan sekali lompatan tersenyum geli, hei ia selalu seperti ini jika sudah berurusan dengan air. Matanya tidak akan pernah terbuka jika di dalam air, dan ia tidak tau bagaimana cara berenang, setidaknya ia tau bagaimana caranya untuk tetap hidup di dalam air. Sesekali kakinya mencoba menendang air, berharap tubuhnya akan melaju kedepan dan ia bisa bergerak untuk maju ke depan


Senyum Taeyeon semakin melebar saat menyadari dirinya berhasil maju, yah walaupun tidak bisa dikatakan maju karna pada faktanya ia hanya mendorong sedikit tubuhnya agar bisa berenang dan menyimpan kedua tangannya di punggung, setidaknya ia ada perkembangan bukan? Dulu saja ia hanya bisa cara mengatur nafas dan mendudukkan dirinya diam di dalam air. Bukankah Taeyeon hebat? Dan well, kepercayaan diri Taeyeon selalu naik saat sudah berada di dalam air. Selalu.


Taeyeon berhenti bergerak dan berusaha untuk berenang saat ia rasa pasukan udara di paru-parunya harus segera diisi, senyum polos masih terus menghiasi wajahnya, yah ia sangat menyukai air. Saat tangan Taeyeon mencoba menggapai gapai permukaan air agar membantunya menaikkan tubuhnya ke atas, tangan kanannya merasakan sesuatu, lembut? Apa yang baru saja ia pegang? Seketika senyum Taeyeon pudar, ah sial. Ia mulai merutuki dirinya yang sampai detik ini tidak berani membuka matanya jika sudah berada didalam air, ia penasaran dengan apa yang ia pegang, tapi ia tidak punya keberanian untuk sekedar membuka matanya. Dengan tergesah-gesah, Taeyeon berusaha menaiki air, dan gagal. Ia terus mencoba… namun hasilnya tetaplah gagal. Ia merasakan sebuah tangan memegang erat pinggangnya. Tangan kekar yang dalam hitungan detik mendekap erat tubuhnya. Taeyeon menegang saat merasakan sebuah benda lembut yang tadi ia pegang sudah berada di depan bibirnya.

Seseorang menciumnya!

Sehun pelakunya. Yah, ia sudah tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Melihat senyum polos Taeyeon di dalam kolam berenang membuatnya kalap, ia berenang mendekati gadis itu, ia hanya berniat melihat senyum itu lebih dekat, dan sialnya… tangan gadis itu tidak sengaja menyentuh bibirnya, gadis itu meraba bibirnya. Dan yah… persetan dengan apa yang akan terjadi, yang jelas… Sehun… Ia sangat merindukan Taeyeon. Ia merindukan segalanya yang ada pada gadis itu, dan ia sangat merindukan bibir tipis itu.

Dalam hitungan detik, Sehun sudah melingkarkan tangan kanannya di pinggang Taeyeon dan tangan kirinya di tengkuk gadis itu. menatap dalam gadis itu, keningnya mengkerut bingung, dan hal itu justru membuat Sehun tersenyum. Sehun menggesekkan hidung mancungnya kea rah hidung Taeyeon, oh Shit! Ia sudah mencoba segala macam cara untuk tidak mencium Taeyeon, tapi sepertinya ia tidak bisa. Dengan gerakan cepat, bibir Sehun bahkan sudah berada tepat di bibir Taeyeon. Matanya bahkan sudah terpejam erat, mencoba menikmati apa yang baru saja ia rasakan. Ia merindukan bibir ini. Merapatkan kedua tangannya yang memegang kendali tubuh Taeyeon, hingga membuat tubuh mungil gadis itu bertubrukan langsung dengan dada bidangnya.

“Park Chanyeol, kau boleh mengataiku bodoh setelah ini!”

Sehun mulai menggerakkan bibirnya, melumat lembut bibir Taeyeon. Taeyeon yang mulai paham dengan situasi hanya diam, dengan tubuh kakunya. Hei ia sudah kehabisan oksigen, dan pria bernama Sehun ini masih sibuk mengurus bibirnya, bergantian atas dan bawah dan meraup bibirnya seolah olah bibir itu akan hilang jika tidak ia lumat. Taeyeon mengangkat kedua tangannya yang perlahan mengalungkan kedua tangannya di bahu Sehun. Dan Taeyeon rasa pipinya berganti warna saat menyadari tangannya menyentuh bahu telanjang Sehun, ah pria itu berenang tanpa baju.

Taeyeon memukul sekilas bahu Sehun, ia butuh oksigen.

Paham dengan kode yang diberikan Taeyeon, Sehun segera mengayunkan kakinya dan membawa tubuh Taeyeon ke permukaan air tanpa melepas pangutannya. Saat sudah sampai di permukaan air, Sehun melepaskannya, membuka matanya, dan tersenyum lebar melihat Taeyeon yang terlihat terengah engah mengatur nafasnya.

Taeyeon yang baru saja merasakan udara memenuhi kedua dadanya mulai focus pada apa yang ada di hadapannya. Kepalanya sudah berada di atas, dan tubuhnya masih berada di dalam air. Matanya yang dari tadi ia pejamkan, perlahan ia buka. Dan wajah Sehun dengan senyum yang membuat wajahnya beribu ribu kali lebih tampan itu membuat Taeyeon terpana. Ia terdiam. Tidak, jantungnya kembali berulah. Pria itu bahkan masih mendekat erat tubuhnya, dan wajah pria itu bahkan tak jauh dari wajahnya, dan sekarang Taeyeon menyesali tangannya yang entah sejak kapan sudah terkalung di pundak Sehun.

Pipinya yang pucat mulai mengeluarkan rona merah, membuat Sehun yang tak bisa melewatkan kesempatan emas ini mendekatkan wajahnya kembali. Menggesekkan hidung mancungnya kea rah hidung Taeyeon.

“sekali lagi?” Tanya pelan, suaranya yang bahkan nyaris seperti bisikan itu berhasil membuat Taeyeon diam tak berkutik. Mereka baru saja berciuman? Sehun menciumnya? Kenapa ia baru menyadarinya? Pipinya semakin memerah saat Sehun merapatkan pelukannya, hidungnya bahkan sibuk menggoda hidung Taeyeon, dan percayalah. Taeyeon sangat menyukainya.

“tidak mau hm?”

Dengan polosnya kepala Taeyeon menggeleng. Sepertinya apa yang ia pikirkan dengan apa yang harusnya ia lakukan tidak berjalan sesuai keinginannya, Taeyeon terlalu gengsi untuk mengiyakan dan terlalu sayang untuk disia siakan.

“lalu? Mau melakukannya lagi?” Tanya Sehun, oh Tuhan!!! Nada suara Sehun yang sangat lembut itu membuat Taeyeon merasa jika ia baru saja terkena hipnotis, karna dalam beberapa detik kemudian kepalanya mengangguk singkat, membuat sebuah smirk menghiasi wajah pria itu.

“tapi aku tidak yakin dengan apa yang akan kulakukan nanti, tidak masalah?”

Apa yang akan dia lakukan? Memangnya apa? Selain berciuman apa ada yang lebih parah lagi? Beritahu Taeyeon jika ia. “apa? Bukankah ciuman sudah cuk…”

CUP

“tidak” Sehun menggeleng usai mengecup singkat bibir Taeyeon, membungkam mulut manis gadis itu.

“lalu apa?” tanyanya. Mata mulai melebar, menatap Sehun dengan penuh minat.

“aku pria dewasa Kim Taeyeon”

Taeyeon tertegun, hei anak kecil juga tau jika Sehun pria dewasa, memang apa yang dibutuhkan pria dewasa? Cinta? Atau?

CUP

Taeyeon kembali melebarkan matanya saat Sehun kembali mencuri sebuah ciuman singkat dibibirnya. “aku juga tau kalau kau itu pria dewasa Oh. Se. Hun.” Ulang Taeyeon, sepertinya pikirannya kembali hingga ia sudah berani menjawab setiap perkataan Sehun, bahkan ia baru saja menekannya nama Oh Sehun.

Sehun yang mendengar Taeyeon memanggil nama lengkapnya terdiam. Hei ini pertama kalinya ia mendengar gadis itu memanggil namanya tanpa embel embel ahjussi, dan gadis itu tidak dalam keadaan emosi, Taeyeon hanya akan menyebut namanya jika ia dalam ke adaan emosi, dan sekarang? Gadis itu memanggil namanya.

“lagi”

Taeyeon menaikkan alisnya tak mengerti “lagi apa?”

“panggil namaku”

“n..ne? apa yang salah dengan namamu? OH SE…”

CUP

“lagi” ia terlalu bahagia hanya karna mendengar gadis ini menyebut namanya, lihat sebarapa mudahnya membuat seorang Oh Sehun bahagia.

“shireo! Aku menyebut namamu, dan kau menciumku, jadi apa maumu?”

“panggil namaku”

“shireo!”

Sehun semakin merapatkan pelukannya, tangannya yang berada di pinggang Taeyeon semakin mengapit pinggang ramping itu “sekali lagi yah, hm?” Sehun menatap jauh ke dalam mata Taeyeon yang masih menatapnya garang.

“ada apa dengamu? Apa aku salah mengeja namamu? Sepertinya aku sudah benar!” Taeyeon berfikir keras, mencoba mencari dimana letak kesalahannya “aku benar, namamu Oh Sehun”

Usai dengan kalimatnya, Taeyeon kembali melebarkan matanya saat bibir Sehun sudah melahap ganas bibirnya. Pria itu bahkan sudah memiringkan kepalanya ke kanan, memperdalam ciumannya dengan Taeyeon, dan merapatkan kembali tubuhnya, hingga Sehun menyesal sudah merapatkan tubuh taeyeon kearahnya, sesuatu di bawah sana mengetat, saat merasakan dadanya bertemu dengan dua gunung kembar kepunyaan Taeyeon. Tuhan, selamatkan Sehun!

Sesekali pria itu memutar kepalanya, mengganti posisi yang paling nyaman untuknya, tanpa mempedulikan Taeyeon yang masih mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Tubuhnya menegang saat merasakan tangan Sehun mengelus lembut pinggan polosnya. Membuat Taeyeon perlahan merasa nyaman dan memilih untuk menutup matanya.

Sehun tertawa dalam hatinya saat merasakan bibir taeyeon bergerak ragu di dalam. Gadis ini terlalu polos. Apa yang harus Sehun lakukan?

Dengan pelan Sehun mengayunkan kakinya, mengarahnya hingga mereka sampai ke pinggir kolam berenang tanpa melepaskan pangutannya, Sehun harus segera berhenti sebelum sesuatu yang buruk menantinya di depan sana. Dan sialnya, tubuh Sehun tidak mau mengikuti saran oatknya. Bibirnya terus bergerak menelusuri bibir Taeyeon, bahkan sialnya lidahnya sudah mulai menerobos mulut taeyeon dan disambut dengan baik oleh gadis itu, meskipun tidak ada balasan yang ia dapat, Sehun tetap menggerakkan lidahnya, mencoba mengabsen setiap gigi taeyeon di dalam sana dan mengeluarkan lidahnya. Dengan gemas, Sehun mengigit kecil bibir Taeyeon sebelum akhirnya Sehun memilih untuk mengakhirinya, ia tidak yakin dengan apa yang akan ia lakukan nantinya jika ia masih tetap mencium Taeyeon.

Sehun menjauhkan kepalanya, menatap Taeyeon yang masih memejamkan matanya dan berusaha mengatur nafasnya, pipinya semakin memerah dan itu membuat Sehun semakin gemas dan ingin menciumnya lagi, tapi tidak. Alarm dalam diri Sehun sudah berbunyi, dan ia harus segera menjauh dari Taeyeon.

“jangan pernah berfikiran negative lagi padaku”

CUP

Sehun mengecup singkat kening Taeyeon.

“Jangan pernah menatap pria lain selain diriku”

CUP

Mata kanan Taeyeon menerima kecupan dari bibir Sehun.

“jangan pergi dengan donghae itu”

CUP

Selanjutnya mata kiri Taeyeon yang menjadi sasaran empuk Sehun.

“jangan pernah merona dihadapan siapun kecuali dihadapanku”

Bisik Sehun possesif, sebelum akhirnya menghadiahkan kecupan singkat untuk kedua pipi Taeyeon.

“jangan pernah berpakaian seperti ini kecuali di depan ku”

CUP

Sehun mengecup hidung Taeyeon sebelum akhirnya matanya menatap kea rah bibir Taeyeon, Sehun meringis saat menyadari bahwa hampir saja ia melakukan hal gila, dilihat dari seberapa bengkak dan merahnya bibir itu, Sehun bahkan tak sempat berfikir apa yang akan terjadi jika ia masih berurusan dengan bibir itu. Bibir itu sudah jadi candu baginya, ini bukan kali pertama ia merasakannya, dan sialnya bibir itu selalu bertambah manis sejak terakhir kali ia menyapa bibir itu, brengsek.

“bibir ini” Sehun menyentuh bibir Taeyeon dengan jempol di tangan kanannya “hanya punyaku”

“mengerti?”

Bodoh, layaknya robot yang sudah di stel oleh Sehun, Taeyeon mengangguk pasrah.ia bahkan heran dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia menjadi sejinak merpati ini hanya karna ciuman memabukkan seorang Oh Sehun? Ah Taeyeon rasa Sehun benar benar good kisser.

Sehun kembali mencium sekilas bibir gadis itu, dan mengangkat tubuh Taeyeon dengan kedua tangannya yang sudah berada di pinggang gadis itu, menaikkan badan kecil itu hingga terduduk di pinggir kolam. Usai menaikkan Taeyeon, Sehun menggeser tubuhnya, dan perlahan menaikan tubuhnya dengan bantuan kedua tangannya,


Pria itu sudah duduk tepat di samping Taeyeon. Diam selama 5 menit sebelum Sehun berdiri, mengambil haduk yang ia letakkan di kursi santainya, melekatkan benda itu ke tubuh Taeyeon.

“ganti bajumu, dan jangan lepaskan handuk itu sebelum sampai di kamar” Taeyeon mengeratkan tangannya menyentuh handuk yang membaluti tubuhnya, kenapa?

“aku tidak mau pria lain melihat pakaian dalammu”

BLUSH

Pakaian dalam? Apa? Dengan bodohnya Taeyeon menurunkan kepalanya dan melihat pakaian dalamnya terlihat jelas di balik bajunya, bajunya yang berwarna putih sangat transparan bertemu dengan pakain dalamnya yang sialnya berwarna hitam itu. Sehun melihatnya.

“Brengsek!” Taeyeon memukul pelan lengan pria itu dan berdiri, meninggalkan Sehun yang masih tertawa membayangkan betapa merahnya wajah Taeyeon, antara malu dan marah.

***

“SEHUN-AH, SEHUN-AH!!!”

Suara menggelengar Chanyeol, berhasil menyapa pendengaran Taeyeon, matanya yang tadi terfokus pada layar di depannya perlahan melirik kearah tangga. Dugaan Taeyeon benar, pria tiang listrik datang, dan dengan tampang polos tanpa dosanya, pria itu berjalan dan duduk di sofa tepat di sebelah Taeyeon. Taeyeon yang kesal dengan Chanyeol, mendengus kesal. Berniat mengusir pria itu, tapi niatnya ia batalkan saat sadar ia bukan pemilik rumah ini.

“kemana Sehun?” Tanya Chanyeol, Chanyeol mrmutar tubuhnya ke samping mengahdap Taeyeon yang masih berusaha focus dengan televisinya.

“tidak tau! Apa kau tau guna ponsel ahjussi?” Bodoh, sebenarnya Taeyeon tau kemana pria itu. Han ahjumma bilang bahwa Sehun berangkat ke London 2 malam yang lalu saat ia tidur, tanpa pamit padanya, apa yang taeyeon harapkan? Ia berharap lebih dari seorang oh Sehun, mungkin saja waktu itu Sehun hanya berniat menciumnya tanpa bermaksud apapun. Jahat! Dan mood Taeyeon sudah rusak seharian ini karna ulah Oh Sehun yang menghilang tanpa pamit, mungkin saja pria itu saat ini sudah sampai di korea dan duduk manis di ruang kerjanya. sekarang apa lagi? Sahabatnya menghampiri Taeyeon? Oh Demi neptunus, biarkan Taeyeon menangkan hati dan fikirannya.

Shit, mulut gadis ini benar-benar luar biasa. Jika bukan karna Sehun, Chanyeol akan melempar gadis ini dengan bantal yang ada di tangannya, tak peduli dengan jenis kelamin gadis itu, siapa yang peduli jika ia laki-laki ataupun perempuan, mulutnya benar benar kurang ajar. “apa kau tidak bisa lebih manis lagi padaku?”

“of course, NO!”

Sabar Chanyeol. Sabar Chanyeol. Berulangkali Chanyeol mencoba untuk menyabari dirinya sendiri. Entahlah, ia tidak tau bagaimana bisa emosinya langsung naik hanya mendengar beberapa patah kata yang keluar dari mulut pedasnya Taeyeon. Dan setiap kali telinganya berdegung mendengar perkataan Taeyeon, setiap saat itulah hatinya memuji kesabaran Sehun yang sangat luar biasa. Jika ia menjadi Sehun, bisa dipastikan bahwa Chanyeol tak akan pernah menampakkan kakinya di hadapan Taeyeon, dan sialnya itu semua berbanding terbalik dengan Sehun. Pria itu bahkan baru seminggu sudah tidak menampakkan kakinya di depan Taeyeon, dan ia sudah terlihat sangat mengerikan, emosinya sangat labil, dan Chanyel tidak lupa saat kemarin ia berkunjung ke perusahaan Sehun dan sehun melemparnya dengan map kerjanya hanya karna ia bertanya bagaimana hubungannya dengan Taeyeon.

Niat awalnya Chanyeol hanya ingin membuka sedikit mata hati gadis ini, ia terlalu bodoh, dengan berpura pura datang kerumah ini mencari Sehun, padahal Chanyeol sangat tau bahwa beberapa menit yang lalu ia melihat pria itu duduk dengan wajah sangat luar biasa dinginnya itu di kursi kerjanya. Chanyeol hanya ingin menambah sedikit bumbu pedas disini. Ingatkan Sehun untuk berterimakasih nantinya padanya jika caranya berhasil.

“kau tau, Sehun akan pergi” mulai Chanyeol, ayo dimulai.

“jika kau ingin berbincang bincang denganku, sangat disayangkan, hari ini aku tidak berminat meladeni”

“OH TUHAN, SABARKAN CHANYEOL! DOSA APA IA SAMPAI BERTEMU DENGAN GADIS MENGERIKAN INI?”

“tidak bisakah kau menjawab saja?”

Taeyeon memutar bola matanya kesal. Percuma ia menghindari Chanyeol, sepertinya pria ini pria berkepala batu, dan tak akan terpengaruh dengan kalimat kasarnya, dan semuanya akan percuma dan membuang tenaga Taeyeon yang sudah ia kumpulkan seminggu ini. Mungkin jika ia membalas semua perkataan pria itu ia akan segera enyah dari hadapan Taeyeon “baiklah, apa maumu, ahjussi?”

“ahjussi? Yah sudah berapa kali ku bilang, jangan pernah memanggilk… ah sudahlah…” Chanyeol menggelengkan kepalanya, mecoba kembali meningkatkan kesabarannya. Ia tidak suka jika di panggil ahjussi, dan sepertinya gadis itu sangat mengetahuinya. “ah terserah. Dia akan pergi ke jepang, menemui calon istrinya, Oh Sehun akan segera menikah”

DUAR.

Bagai tersambar petir, Taeyeon membelalakkan matanya kaget, apa istri? Dan Chanyeol tersenyum manis saat mendapati ekspresi taeyeon seperti apa yang ia harapkan. Bodoh, kalau memang suka kenapa malah diam.

“tidak ada urusannya dengan ku”

Chanyeol melongo saat mendengar jawaban Taeyeon, dari nada suaranya sangat jelas jika gadis itu tengah menahan emosinya. “oemmanya menyuruhnya segera menikah, dan Sehun awalnya selalu menolak, sudah 2 tahun ibunya mencarikan calon istri untuknya, dan 4 hari yang lalu Sehun bilang padaku bahwa ia akan menyetujui ibunya kali ini.”

“aku tidak peduli ahjussi” Taeyeon memutar tubuhnya, mengahadap laya besar itu dengan tatapan kosong.

“ia baru saja ditolak oleh gadis yang ia sukai, apalagi? Apa ia harus menunggu lebih lama lagi? Kurasa ia sudah terlalu bersabar selama beberapa tahun terakhir ini, ia bisa menunggu gadis itu lebih lama lagi, tapi tidak dengan oemmanya” Chanyeol berdiri dari duduknya, mengibaskan sedikit celana jeans hitam yang ia gunakan “kuharap gadis itu tidak akan menyesalinya nantinya”

Taeyeon terdiam.

“ah cham, besok hari kelulusanmu bukan? Aku akan menggantikan Sehun ke sekolahmu, karna besok pria itu ada rapat penting”

***

Taeyeon mengangkat kepalanya pelan saat mendengar seseorang memanggil namanya. Dan matanya langsung menangkap pria dengan tinggi semampai menyamai tiang listrik itu tengah berjalan menuju ke arahnya. Jangan lupakan senyum bodoh yang menghiasi wajahnya dan juga sebuket bunga baby breath. Tau dari mana pria itu bahwa taeyeon menyukai bunga itu? dari Sehun? Ah Sehun.

Ia bahkan tidak tidur semalaman hanya karena mendengarkan celotehan Chanyeol yang sialnya membuat Taeyeon selalu bergerak gelisah di balik selimutnya, Chanyeol kurang ajar.

Taeyeon hanya bisa menghela nafasnya kesal saat lagi lagi pikirannya melayang,memikirkan seorang Oh Sehun yang tidak ia dapati berada di rumah tadi pagi, ia sarapan sendirian. Bukankah itu artinya pria itu tidak pulang? Apa benar kata Chanyeol bahwa pria itu akan pergi ke ah Taeyeon lupa kemana pria itu menyebutkan kemarin, yang taeyeon ingat Chanyeol menyebut kata calon istri?

Dengan lincah, Taeyeon mencoba melirik kea rah belakang Chanyeol, berharap bahwa ada Sehun yang tengah bersembunyi disana, memberinya sebuah kejutan. Dan semuanya berakhri dengan umpatan Taeyeon yang ia alamatkan untuk seorang Oh Sehun. “brengsek”

“mencari Sehun eoh? Bukankah sudah kubilang? Makanya jadi bocah tengik jangan terlalu gengsian” Chanyeol menyerahkan bunga yang tadi ia bawa begitu saja ke hadapan Taeyeon, dan Taeyeon menerima bunga itu tanpa mempertanyakan lebih lanjut. Ia menerimanya begitu saja.

“kau membuat suasana hatiku semakin suram, kenapa kau yang datang? Mana si brengsek Sehun itu?”

“maksudmu pria yang sangat kau cintai itu? Oh Sehun tersayangmu itu?”

Taeyeon memutar bola matanya kesal, jika sudah berurusan dengan Chanyeol, ia harus siap mental. Dengan cueknya Taeyeon melirik ke atas langit, mendung… dan yang benar saja. Dalam hitungan detik, rintik hujan mulai jatuh. Membuat Taeyeon dan Chanyeol berlarian menuju tempat berteduh. Awalnya Chanyeol ingin mengajak Taeyeon masuk ke dalam gedung itu, acara masih berlangsung dan gadis ini sudah berada di luar.

“kenapa tidak kedalam?”

“untuk apa? Aku tidak punya orang tua, dan waliku? Si brengsek itu bahkan tidak datang setelah apa yang ia lakukan padaku” persetan dengan mulutnya yang mendadak seperti ember bocor ini. Taeyeon tak peduli jika nantinya Chanyeol akan menertawakannya karna sudah jatuh hati pada ahjussinya sendiri. Bodoh.

“aku benar bukan, kau menyukai Sehun? Lalu salahnya dimana? Hei percayalah bahwa sampai detik ini aku masih berfikir bagaimana bisa pria seperti Sehun jatuh kepada gadis tengik sepertimu? Aku yang berada di sampingmu beberapa menit saja sudah membuatku memikirkan berbagai macam cara untuk mencekikmu”

“pujian yang bagus”

“aku tidak memujimu, kenapa kau meragukan Sehun?”

DEG

DEG

DEG

Untuk alasan apapun, tayeoen bahkan tidak tau kenapa jantungnya berdegup. Chanyeol sudah mengetahuinya?

“hei Sehun sudah lama suka dengan gadis bodoh sepertimu, hanya saja ia menunggu saat yang tepat, dia tidak mau menjadi walimu, itu benar. Kenapa? Karna ia tidak ingin mempunyai hubungan yang well kalian sedikit luar biasa menurutku, ahjussi-keponakan? Dan Sehun tidak menyukai, ia ingin kau cepat lulus, dan ternyata apa yang kau lakukan? Kau membuat berbagai macam masalah di sekolah, membuat Sehun harus bolak balik ke sekolahmu, membuatnya mendapat predikat sebagai ahjussinya Kim Taeyeon. Kau fikir Sehun suka?”

Apa? Jadi selama ini? ialah yang memperumit semuanya? Ia fikir Sehun mematuhi semua perkataan gurunya untuk datang ke sekolahnya adalah karena sehun benar-benar sangat ingin menyelami perannya sebagai seorang wali.

Taeyeon tidak tau apa yang membuatnya ragu, tidak. Perasaannya? Ia sudah tau jawabannya, ia sangat menyukai Sehun, ingat ia bahkan cemburu hanya karna suster di rumah sakit waktu itu ingin menyuntik Sehun. Hanya saja, ia takut. Bagaimana jika keluarga Sehun nantinya tidak akan menerimanya? Ia berasal dari keluarga yang jauh dari kata normal, dan keluarga Sehun sudah tau bahwa ia anaknya Joon teman Sehun. Satuhal, saat Sera dan Ahjumma tua itu mendatanginya, mereka bilang jika Sehun hanyalah ahjussinya dan Taeyeon tidak boleh berharap lebih, sepertinya Taeyeon sudah termakan dengan semua kalimat kedua wanita itu. lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Semua sudah terlambat bukan? Sehun akan pergi, dan ia sudah menyia-nyiakan kesempatannya. Sehun sudah pernah mengajaknya menikah, yah awalnya Taeyeon rasa ia cuman bermimpi, dan sialnya… semuanya nyata. Dan bodohnya Taeyeon, ia tidak memberikan jawaban untuk pria itu. bodoh. Itulah dirinya.

“baru menyadarinya? Egois, bodoh” ejek Chanyeol, pria itu memasukkan tangannya ke dalam kedua saku celananya, matanya masih menatap Taeyeon yang terfokus ke jalanan. “aku ingin sekali kau menyesalinya lebih dari ini” Chanyeol menghela nafas “sialnya pria itu akan membunuhku jika ia tau”

Chanyeol mengeluarkan tangan kanannya dari saku celananya, mengayunkannya kea rah Taeyeon, tepat ke kepala gadis itu. Taeyeon yang merasakan tangan Chanyeol mengelus puncak kepalanya mengerutkan dahinya bingung. Ada apa dengan pria ini? kemana Park Chanyeol yang menyebalkan itu?

“dia dikantor… menyuruhku mengantarkan bunga itu untukmu”

Kerutan di dahi Taeyeon menghilang, ia menatap Chanyeol dalam, menuntut penjelasan lebih lanjut.

“ia tidak mau datang menjadi walimu lagi, karna waktu itu ia sudah bilang padamu bahwa ia sudah berhenti jadi walimu? Benar? Dan… pria itu akan pergi sore ini, menemui calon istrinya? Atau jika kau bersedia mengubah takdirnya kau bisa menemuinya di kantor, karna Sehun s…” Chanyeol melebarkan matanya saat Taeyeon yang tadi berdiri di sampingnya memberhentikan sebuah taksi yang melaju di depan sana, dan tanpa aba-aba gadis itu memasuki taksi, meninggalkan Chanyeol yang hanya diam menatap taksi itu hingga menjauh dari pandangnya.

“karna Sehun sangat ingin mengubah takdir bodohnya itu” gumam Chanyeol pelan.

***

Sehun menghela nafas berat saat ponsel yang berada di tangan kanannya masih belum menunjukkan adanya notifikasi yang ia tunggu tunggu dari Chanyeol. Pria tiang listrik itu ia utus untuk menjadi wali Taeyeon hari ini, dan Chanyeol berjanji akan melakukan yang terbaik dan akan mengirimi foto Taeyeon untuknya. Tapi apa yang ia dapat? Sekarang sudah hampir sore dan pria itu belum mengirimi ataupun member informasi apapun padanya. jika tau seperti ini lebih baik ia menyuruh Lay Hyung, sekalipun pria itu sangat payah dalam hal mengingat, setidaknya ia tidak akan pernah lupa jika sudah menjanjikan sesuatu, tidak seperti Chanyeol.

“awas kau park Chanyeol” geram Sehun kesal.

Seharian ini ia hanya berdiri di belakang meja kerjanya, menatap bangunan tinggi di luar sana, dengan paduan rinai hujan yang perlahan berganti dengan hujan deras. Hujan deras mengiringi kekesalan Sehun. Harusnya ia tidak mengikuti rencana Chanyeol! Bodohnya ia, kenapa ia sangat percaya dengan Chanyeol.

Sekali lagi, Sehun membuka ponselnya. Mengharapkan sesuatu yang ia sudah pasti jawabannya. Tidak ada tanda apapun di ponselnya. Sehun memutar bola matanya kesal, melirik kea rah meja kerjanya yang rapi tanpa adanya tumpukan kertas. Yah berkat rencana Chanyeol untuk menjauhi Taeyeon berhasil membuat Sehun sangat rajin mengerjakan tugasnya, bahkan untuk 2 hari kedepan, semua tugasnya sudah ia selesaikan. Dan hal itu yang membuat Sehun kesal. Ia tidak bisa mengalihkan perhatian sedikipun, ia hanya diam dan tidak melakukan apapun. Benar benar menyebalkan! Sehun hanya terus berdiam diri menatap bulir bulir air yang jatuh ke bawah sana, dengan pikiran kosongnya. Tidak ada yang bisa ia lakukan. Ia bukan pria perokok yang akan merokok untuk mengalihkan perhatiannya, dan Sehun pria yang sangat payah jika sudah berurusan dengan alkohol.

Sehun tersenyum tipis saat ingatannya membawanya kembali ke beberapa bulan yang lalu, saat ia pertama kali mencium Taeyeon. Ia mendapatkan first kiss yeoja itu. ia mendapatkannya. Sehun terlalu bahagia saat mengetahui bahwa pria bernama bebek itu tidak jadi mendapatkan ciuman Taeyeon.

“kau membuatku gila, hanya karna memikirkanmu” gumam Sehun, gumaman yang ia akhiri dengan senyuman yang membuat matanya menyipit layaknya bulan sabit. Kim Taeyeon benar benar. Sehun mengusap rambutnya pelan saat ingatannya membawanya ke 4 hari yang lalu, saat ia dan Taeyeon di kolam berenang. Siapa yang akan menyangka? Hei Sehun saat itu hanya ingin berenang, meredam semua amarahnya, tidak bertemu taeyeon beberapa hari membuat emosinya tidak stabil entah apa alasannya. Ia akan marah-marah tidak jelas dan percayalah bahwa Sehun memecat dua orang karyawannya tanpa alasan yang jelas. Sungguh luar biasa. Gadis itu masuk ke dalam kolam berenang, yah… saat itu Sehun rasa ia tidak bisa jauh dari gadis itu lebih dari satu minggu, jika satu minggu tidak bertemu dengannya saja, Sehun sudah membuat bibir gadis itu membengkak, apalagi yang akan ia lakukan jika lebih? Sehun bahkan tidak berani menjaminnya.

Senyum Sehun perlahan pudar saat mendengar deritan pintu, Sehun memutar pelan tubuhnya, menatap dingin kea rah pintu “aku menyuruhmu mengirimkan foto Taeyeon pad…” Sehun menutup mulutnya rapat saat matanya menangkap seseorang yang dari tadi memenuhi pikirannya berdiri di depan sana, dengan bunga yang tadi pagi ia belikan, dan seragam sekolahnya yang sudah basah kuyup. Sehun yang semula melirik tubuh Taeyeon dari atas hingga bawah, memastikan keadaan gadis itu baik baik saja, perlahan menatap manic mata Taeyeon. Dan detik itu juga, Sehun menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak baik terjadi pada gadisnya, tapi apa?

“kau baik-baik saja? Kenapa menangis?” Sehun hendak berjalan menghampiri Taeyeon, namun langkahnya terhenti saat taeyeon mengangkat tangannya, mengisyaratkan Sehun untuk berhenti. Sehun hanya diam, dan memilih mengikuti perintah gadis ini.

Hati Taeyeon berdesir saat mendengar nada penuh kecemasan keluar dari mulut Sehun. Seketika, air mata yang semula sudah mongering perlahan jatuh lagi, membasahi pipinya yang sudah memucat.

“sial, jangan menangis” erang Sehun. Sungguh ia tidak bisa melihat gadis itu menangis, tidak bisa walau hanya satu detikpun “kemari, pukul aku sepuasmu, dan ceritakan alasan kenapa kau menangis”

Taeyeon terdiam di tempatnya, air matanya masih saja mengalir. Bodoh. Yah Taeyeon mengakui kebodohannya. Lihat, Sehun sangat mengkhawatirkannya, apa yang ia lakukan? Ia bahwa selalu mempersulit hidup pria itu, hanya karna omongan Imo Sehun, hanya karna presepsinya yang selalu negative kepada Sehun. Dan Taeyeon, ia menyesalinya sekarang.

Kenapa ia menangis? Bagaimana bisa ia tidak menangis, ia takut. Ia meninggalkan sekolahnya pukul 2 siang dan sampai di perusahaan Sehun pukul 5 sore. Padahal sekolahnya dan perusahaan Sehun hanya membutuhkan waktu 45 menit perjalanan. Yah, ada kecelakan di jalan raya, pohon besar tumbang membuat kemacetan yang sangat panjang, dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengangkat pohon itu agar lalulintas bisa berjalan lancar. Masalah bukan disana, masalah Taeyeon sangat ingat perkataan Chanyeol yang bilang Sehun akan pergi sore ini. mengingatnya saja, membuat Taeyeon menuruni taksinya dan berlarian menuju kantor Sehun, bahkan beberapa orang diluar sana menatapnya iba, seolah taeyeon seorang gadis yang baru saja di campakkan, oh hell, bukankah itu sedikit benar? Ia akan di campakkan Sehun jika ia terlambat. Persetan dengan harga dirinya, ia bahkan heran kenapa ia menangis hanya membayangkan dirinya yang tinggal seorang diri tanpa Sehun. Membayangkan dirinya yang menghadiri pernikahan Sehun, membuatnya melupakan fakta bahwa ia tengah berada di jalanan, dan Taeyeon mengubur dalam semua gengsi yang selama ini mengerongotinya. Tidak, ia tidak ingin Sehun pergi.

“kau kedinginan kim taeyeon, kemari atau aku yang akan menyeretmu kesini” ancam Sehun. Mendengar ancaman Sehun, membuat Taeyeon teratrik kembali meninggalkan ingatannya. Ah ia lupa jika Sehun masih berada di hadapannya, ia terlalu jauh berfikir.

Taeyeon menggeleng kuat, mecoba menahan Sehun untuk menghampirinya. Tidak, kali ini harus Taeyeon yang menghampirinya. Taeyeon sendiri yang akan mendekatinya. Ia tidak akan membiarkan Sehun berjalan mengahmpirinya seorang diri. “diam disana, aku yang akan menghampirimu kali ini”

Sehun yang tidak terima perintahnya di bantah Taeyeon berniat mengabaikan ucapan Taeyeon sebelum ia kembali mendengar suara taeyeon “diam disana brengsek! Sampai kapan kau akan menghampiriku? Tidak Oh Sehun! Kali ini aku yang akan menghampirimu”

“kau kedi…” Sehun menutup rapat mulutnya saat melihat Taeyeon melempar bunga yang sejak awal masuk ia genggam, dan berlarian kea rah Sehun. Sebelum akhirnya gadis itu berdiri di depannya, menyentuh pundak Sehun dengan kedua tangannya dan menjinjitkan kakinya. Sehun melebarkan matanya saat sadar apa yang baru saja dilakukan gadis itu. Taeyeon menciumnya?

Sehun hanya diam, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia terlalu terkejut dengan semuanya. Apa Taeyeon tengah berjalan saat tidur seperti waktu itu? atau Taeyeon melakukannya dalam ke adaan sadar?

Menyadari tubuh Taeyeon yang sedikit bergetar karna menahan jinjitan kakinya membuat Sehun mengangkat kedua tangannya dan mengalungkan tangannya di pinggang ramping Taeyeon, mendekap erat pinggang gadis itu sebelum akhirnya pertahannya runtuh. Sehun memejamkan matanya dan mulai bergerak, melumat bibir Taeyeon kasar. Hei, Sehun tersenyum dalam hatinya saat menyadari bahwa Taeyeon hanya menyentuhkan bibirnya ke bibir Sehun tanpa melakukan pergerakan apapun. Bukankan ciuman gadis itu sangat polos? Dan Sehun pernah berucap jika ia akan merusak pikiran polos gadis itu bukan? Salah satunya dengan ciuman ini.

Sehun memutar kepalanya, mencoba mencari posisi terbaik dalam ciumannya, namun niatnya ia batalkan saat tau Taeyeon sedikit kesusahan dengan posisinya. Untuk saat saat seperti ini, izinkan Sehun merutuki tubunya yang terlalu tinggi ini.

Sehun melepaskan pangutannya, menjauhkan sedikit kepalanya. Menatap dalam wajah Taeyeon. Dengan pelan, Sehun mengangkat tubuh gadis itu dengan mengarahkan tangannya yang berada di pinggang Taeyeon untuk mengangkatnya, membawa gadis itu mendekat kearah meja kantornya dan mendudukan gadis itu di meja itu, dengan Sehun yang berdiri di depannya dan kedua tangan Sehun memegang ujung meja, mengepung badan Taeyeon yang duduk di atas sana.

1 detik

2 detik

3 detik

Melihat Taeyeon yang masih betah dengan keterdiamannya, membuat Sehun menghela nafas pasrah. Yah ia tidak bisa memaksa gadis ini untuk bercerita. Tapi tidak ada salahnya jika Sehun kembali menanyakan sekali lagi bukan? Sehun mendekatkan wajahnya, mencoba meneliti wajah pucat gadis itu, apa ada luka di wajah cantik itu? dan Sehun bernafas lega saat menyadari tak ada luka merah di sana, yang ada hanya bekas air mata. Gadis ini menangis? Dan percayalah, demi Dewa netpunus, Sehun sangat penasaran alasan apa yang berhasil membuat gadis keras kepala, bermulut pedas, dan harga diri tinggi ini menangis, jika alasannya karna pria bernama bebek atau Donghae, maka bersiaplah. Kedua pria itu akan berakhir di tangan Sehun mala mini, dan jika alasan gadis itu menangis adalah dirinya… maka Sehun akan memukul dirinya sendiri, bagaimanapun caranya.

“apa yang terjadi hm? Kau tau, di luar sana hujan deras, kau basah, wajahmu pucat, kau bisa saja sa…”

CUP

Oh apa ini? Taeyeon mengecupnya?

Sehun tersenyum tipis menatap kedua manic mata Taeyeo yang perlahan mulai membalas tatapannya. “ada apa hmm?”

CUP

“kau terluka?”

CUP

“ada yang sakit?”

CUP

Sehun memejamkan matanya, mencoba menahan dirinya untuk tidak melumat habis bibir gadis itu, hei ia pria, dan pria tua sepeti Sehun tidak kuat dengan godaan. Apalagi jika orang yang melakukannya adalah Kim Taeyeon.

“seseorang me…”

CUP

“astaga Kim Taeyeon, jika kau mengecupku lagi, aku akan…”

CUP

“shit” erang Sehun kesal, percuma ia menahan hasratnya jika gadis itu terus menerut menggodanya seperti ini.

“hentikan”

CUP

“jangan menyesal!” peringatan Sehun terakhir kalinya, dan detik berikutnya ia sudah menyambar bibir pucat Taeyeon, kembali merasakan manisnya bibir gadis itu. mengecapnya. Meraup habis bibir gadis itu, dan Sehun rasa ia tidak akan berhenti. Namun niatnya rusak saat ia merasakan tangan Taeyeon mengalun indah di bahunya. Ada apa dengan gadis ini? Sehun yang keheranan dengan tingkah Taeyeon memilih menghentikan ciumannya, walaupun pada intinya ia sangat menginginkan bibir itu, lagi… lagi… dan lagi.

Matanya menyipit, mengamati Taeyeon yang perlahan membuka matanya saat tidak menyadari bibir Sehun bermain lagi di bibirnya. Pipinya perlahan menyebulkan rona merah, ia malu menatap Sehun yang menatapnya dengan sangat intens.

Detik detik berlalu tanpa ada suara yang keluar dari mulut keduanya. Sebelum akhirnya, Sehun kembali melebarkan matanya, jantungnya berdebar kuat saat telinga mendengar sesuatu yang selama ini ingin ia dengar. Sehun bahkan berusaha meyakinkan dirinya jika Ia salah dengar, namun lagi lagi gadis itu kembali mengulangnya.

“saranghae, Oh Sehun. Ayo menikah!

*

*

*

*To Be Continue*

Hello *lambai tangan* uyeee lama yah? Sorry yah. Uasnya luar biasanya, awalnya 2 minggu jadi nambah 3 minggu(kenapa gak sekalian sebulan aja #gapeduli #gaurusanreader #deritalo)-_- belum sp yang nauzubilah dari pagi ampe petang, dan makasi buat doanya, uasnya luar binasa-_- TBC-nya keren badai yah. Ayolo, chap selanjutnya chapter end, janji deh gak bakal ampe sebulan updatenya tungguin yah—v kalo ada yang heran dengan karakter taeyeon, sama, aku yang ngetik aja heran.ff ini ga wajib komen kok, ga bakal di pass. syukur udh ada yg baca sih mah aku:D btw thanks buat yg udah komen, yalord… aku ampe senyum senyum baca komenan kalian berasa kayak baca ff romance #ihauthorgila #authorngeri #authorsarap.

Ngerasa ada yang aneh gak? Btw chap ini lebih singkat dari biasanya, soalnya kemaren di komen banyak yang bilang panjang, aku kan kasian, entar waktu kalian habisnya cuman buat baca ff yang authornya masih banyak kekurangan kayak aku gini, dan buat kritikannya kamren, makasih yah… dichapter ini aku udh usain kurangin ‘hei’nya dan perhatiin tanda bacanya, walau kayaknya masih gitu gitu aja. maaf yah. Btw ff ini masih tekan kontrak sama yang namanya typo, jad maklumi aja eaaaaa. and tungguin juga ff baru aku eaaaaa. sekian cuap cuapnya, gabakal ada yang baca juga keknya-____- Gomawo L *HUG* *KISSKISS* *BOW* *Ebuset *Kepanjangancuapcuapnya *mian


Advertisements

84 comments on “[FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 4)

  1. ahhh parahh udh nunggu2 ni ff kok lama bgt updatenya,mampir ke sini berharap update ehh ternyata enggak, sempet ngira bkln berenti ehh pas mampir kesini lagi udh ada aja hehe… tapi salut deh kangen gue langsung ilang pas baca ni ff tpi kangen lagi pas liat TBC, sumpah di chap ini keren bgt si sehun omg bikin melting, taengoo yg polos sudah mulai suka mengoda uhuiiii… THE BEST LAH BUAT SI KUPING YODA sumpah aku kira bkln bikin konfik grgr buat taeng cmburu ehh ternyata buat berkah. sorry yaa pikiran nethink nya chan oppa wkwk

    SEMANGAT LANJUTIN FFNYA THORRRR.
    btw chap slanjutnya blm ending kan??? jgn dlu plisss

  2. GUE FLY!!!!
    Tanggung jawab thor >.<
    Aataga sehun romantis bgt njiir
    Akhirnya keluar juga ini Ff
    Gue pikir lo lupa, sama ff nya:'3
    Thor karna chap selanjutnya End
    Panjangin plss
    pen liat ajussi romantis kek sehun soalnya
    Fighting!!!!!!!!!!

  3. Akhirnyaaaaaa
    Wenak tenan bacanyaaa..
    Akhirnya Taeng sadar juga..
    Apa mereka beneran bakal nikah?
    Kan ga rame kalo blm ada konflik sblm nikah 😀
    Dtunggu deh ya next chapnya
    FIGHTING!!!

  4. Finally update juga thorr
    Manis banget sih mereka bsrdua
    Bacanya sampe senyum senyum sendiri
    Next thorr, ditunggu kelanjutannya.fighting thor ^^

  5. INI LITERALLY CHAPTER FAVORITE SAYAAAAA
    YA AMPUN AUTHOOOOOR
    GILA.
    SPEECHLESS BANGET THOOOOOOOOOOOOR
    gatau mau ngomong apa, pokoknya semua kata2 yang ngegambarin puas!
    MANA YA THOR ADUH SUMPAH GILA. SAYA TENGAH MALEM GINI KAYAK ORANG MIRING SENYUM2 SENDIRI BACA HOLD ME TIGHT UYYYYY
    pokoknya gitu ya thor sumpah deh speechless abis! pokoknya update ASAP ya thor ditunggu banget2an terutama adegan skinshipnya HAHAHAHAHAHA. semangat ya thor!!!

  6. So Sweet… 😘😘😘 lope buat TaeHun eaaa… 😂😂😂
    Keren… akhirnya Ty eon ngakuin perasaan ny sndiri.. brkat yeol ahjussi eoohhh.. 😁 *yeol si mak comblang.

    Keep Writing and Fighting thor!!! 😊😊😊

  7. Daebak thor!!^^
    Gak nyangka sama taehyung, dibelakangnya gitu:3
    Malah semuanya gak tau taeyeon kemana-,
    Itu jinyoung bener bener mau mempersunting taeyeon dadakan maksudnya apaan si-,
    Kata kata taehyung jleb bgt ya._.
    Nah sehun nyesel kan(:
    Gak dengerin sih, egois ya jadinya gini):
    End nya happy ya thorr, sehun sama taeyeon’3′
    Ditunggu chap selanjutnya!! Fighting!!^^

  8. akhirnya update juga,, sudah sekian lama d tunggu..
    yahh udah mw tamat aja nihh..
    cerita seru banget,,chapter selanjutnya jngan lama lama ya ..
    semangat ^^

  9. Wah keren 😍 next chapter LEBIH banyakin moment seyeon nya thor :v
    so sweeg bgt yaampun, pokoknya dabes lah buat author sama Ffnya:)
    Semangat buat lanjutin, ditunggu next juga :v ✌

  10. Akhirnyaaaa nyatain juga kaan😆 bahagia nih yg baca😚
    Bener2 suka bgt sama nih ff💘
    Akhirnya tinggal nunggu ending.. semoga happy lah
    Gpp panjang yg penting puaaaaaaass😂
    Endingnya harus yg lebih panjang thor😃
    Fighting lah buat kelanjutannya😙 d tunggu ya thor 😍💋💋💋

  11. GILAKKKKKK
    OH MY GOSHHHHH OHS & KTY GILAK YAAA MEREKA SEKSOYY GITU YA AMPUUUNNN, SEHUN YAA KU SUKA SEKALI BAHU LEBARNYA ITU YA AMPUUUUUNN PENGEN BANGET GELANTUNGAN DI PUNDAKK NYA YA AMPUN YA AMPUNNN OH ME GOSHHHHH😍😍😍😍😍😍😍 INI NIH CHANYEOL KADANG BERGUNA KADANG GAK JUGA WKWKKWKWKWK SELAMAT CHAN AKSI MU KALI INI GUE KASIH SEJUTA JEMPOL DARI SEJUTA UMAT MANUSIA!!! AKHIRNYA YAHHH!!! AKHIRNYA LOHH TAENG NYATAIN PERASAAN NYAAA!!! DI SINI GREGET BANGET ANJEERRRR ITU MOMENT DI KOLAM BERENANG KURANG HOT PLISSS WKWKWKWK DD PENGEN ADA MOMENT LEBIG UNTUK NIH PASANGAN BARUUU, YAKIN DEH YAAA HABIS INI PASTI SI CADEL GAK BISA NAHAN LAGII YAKIN MAHH AKU APALAGI TAENG KAN UDAH LULUS YEE KAN, AYO HUN KAWININ TAENG NUNGGU APALAGI YE KAANN, BULAN MADU TRUS BIKIN ANAK BANYAK BANYAKK !! MWUEHEHEHEHEH KETAWA SETAN PASTI SI SEHUN NGEDAHULUIN CHANYEOL KAWIN,, KASIAN CHAN CHAN GAK KAWINN KASIH PASANGAN KEKK KAKK SI CHAN CHA, KAN KASIHAN GANTENG GANTENG JOMBLO ABADI😂😂😂😂 NEXT PART NYA ASAP YAAA KAKKKK KU PENGEN BACA AKHIR BAHAGIA MEREKAAA 😍😍😍 NEXT BUAT YANG PUANJAANGG YAA KAKKKK PUANJANGGG BANGET SAMPAI GAK ADA HABISNYA EHH WKWKKWKW CANDA DENG. POKOKNYA NEXT PART NYA JANGAN LAMA LAMA YA KAKKK.. SEMANGAT !!!!!! Maaf capslock jebol😂😂😂

  12. sukakkkkk sama ceritanya, jodoh mah g akan kemana, walaupun perbandingan usia jauh, y kalo jodoh mau gimana lagi?
    fightong thor
    XOXO

  13. Ommo it’s so keyeeeen beneran yaampun thor sukaaa bgt ma merek duh finally Taeyeon ngakuin jg klo dia tuh cinta sma Sehun , sehun cepeptan nikahin tae dia udh luluh kok 😂😂
    ok next chap
    Thor keep writing and Fighting!!!!

  14. Omg.. Ga bosen” baca chap yg ini..
    Ap lg pas moment huntaenya..
    Keren abis dah..
    Next chap nya jangan lama” ya thor ntar keburu lupa sama chap sebelumnya 😂😂😂😂
    Fighting

  15. Suka akhirnya taeyeon ngaku juga 🤗🤗
    Ditunggu chapter selanjutnya authornim
    Jangan lama lama ya update nya authornim
    Fighting !! 😀😁😃😎

  16. Authornim,kali in lagi ya thor maafin aku ya ,janji in kali terakhir aku balas komenx gini doang,janji😆✌.
    Jdi kali in di maafin lagi ya authornim🙇.

    Ttp Semngat,FIGHTING!!✊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s