THINKING OUT LOUD [Gt.03]

PicsArt_03-29-07.33.00.jpg

taeyeon-gdragon, romance, inspired by Ed Sheeran song – Thinking Out Loud

***

Maybe it’s all part of a plan
I fall in love with you every single day
I just wanna tell you I am

***

Salju pertama turun di daratan Seoul. Cuaca dingin semakin terasa dingin bagi mereka  yang berdiam diri di dalam tempat tinggalnya sendirian, hanya seorang diri.

Sebut saja, Taeyeon. Penyanyi bersuara emas kebanggaan Korea Selatan itu berniat  menghabiskan seharian ini di dalam apartemen luasnya. Tak ada jadwal manggung karna ia sengaja mengambil istirahat hingga tiga hari kedepan.

Meski sering dianggap bodoh oleh orang-orang —bahkan kekasihnya , Taeyeon masih pintar untuk sekedar memahami kondisi tubuhnya. Tubuhnya yang berharga menurut leader bigbang, kwon jiyong kekasihnya.

Bicara tentang Jiyong, Taeyeon belum mendapatkan kabarnya hari ini. Tak ada pesan, tak ada panggilan, tak ada aktivitas dimedia sosial. Wah, sepertinya Taeyeon sangat teliti dan memiliki kesabaran tinggi untuk mengecek satu persatu akun yang Jiyong miliki. Mulai dari instagram, snapchat, weibo, sns, twitter dan bahkan line.

Sudahlah, Taeyeon menyerah. Jika Jiyong memerlukannya pasti akan menghubunginya —pikir Taeyeon empat jam yang lalu, bisa dikatakan sejak Taeyeon bangun dari tidur paginya. Tapi sepertinya Taeyeon harus membuang jauh-jauh ucapannya itu karna seseorang yang ditunggunya itu belum juga menghubunginya.

Merasa jenuh, Taeyeon bermain dengan ponsel hitam miliknya. Membuka aplikasi instagram dan mengambil satu jepretan salju dari balik jendela kaca.

Tak lupa menekan tombol ‘unggah’ dan selesai sudah acara Taeyeon membual di akun berjuta followers-nya.

Bualan lewat caption difoto salju beberapa saat yang lalu,

taeyeon_ss

Nae namja chingu eodiso ? 😭😭

Begitulah kurang lebih kata yang ditambahkan diunggahannya. Mungkin para penggemar mengira jika idolanya itu sedang bergurau dengan status ‘jomblo’ Taeyeon yang mereka tau. Tapi sayangnya, unggahan sang idola itu merupakan sindiran halus untuk lelaki yang menghilang setelah empat jam tak ada kabar. Benar-benar konyol seorang Kim Taeyeon.

xxxibgdrgn  baru saja mengunggah foto terbarunya

Sukses, pemberitahuan ‘rahasia’ itu membuat Taeyeon takjub. Apalagi setelah melihat unggahan seperti apa yang Jiyong posting.

Fotonya tampak biasa, tak ada yang aneh. Bernuansa hitam-putih dengan menampilkan empat jari bersama dua cincin mewah yang diyakini —endorse.

xxxibgdrgn

Aku akan berada di Jepang empat hari mulai hari ini untuk pemotretan. Jaga kesehatan dan.. Selamat pagi yereobun 😂
Saranghaeyo

“Apa dia men-stalk ku juga? Wah, aku merasa tersanjung.” ujar Taeyeon dengan decakan kesalnya.

***

“Ku bunuh kau sesampainya di korea !” umpat Taeyeon, baru saja sang kekasih menelpon hanya untuk mengabari jika ia akan meet-up dan menghabiskan malam bersama mantan kekasih Jepang-nya.

“Kau takut jika aku kembali bersama Kiko yah? Kau cemburu? Hahaha, lucu sekali kau.” Taeyeon bisa membayangkan betapa menjengkelkannya wajah kekasihnya saat ini jika Jiyong ada dihadapannya.

“Mati kau ditanganku, Kwon Jiyongggg !” teriak Taeyeon saking kesalnya. Jika ia tahu begini, lebih baik ia tidak menerima kabar dari Jiyong.

“Wah, aku tak sabar menunggu headline kabar bahwa seorang leader bigbang terbunuh ditangan kekasihnya sendiri, leader girl generation. Cukup bagus untuk menaikkan saham, iya kan?” sungguh, jawaban yang Jiyong berikan membuat nafsu Taeyeon untuk memakan orang meningkat.

Taeyeon memejamkan kedua kelopak matanya, menahan untuk tidak menyumpah serapahi Jiyong lagi.

Taeyeon mencoba membuang jauh-jauh gengsinya, “Kau ada dimana sekarang?”

“Di jepang.”
Sepertinya satu umpatan lolos dari mulut Taeyeon, mengenai dimana Jiyong saat ini bahkan ginger pun tau jika Jiyong di Jepang. Yang ditanyakan Taeyeon bukanlah itu.

“Yaa Kwon Jiyong!”

“Aku sedang dalam perjalanan ke lokasi pemotretan. Tenang saja, nanti malam aku hanya makan malam bersama ‘nya’ dan beberapa temanku, jika kau mengijinkan sih. Bagaimana?”

Kadar emosi Taeyeon mulai menurun, sisi Jiyong yang begitu menenangkannya.
“Janji hanya makan malam saja? Jika kau berani tidur bersamanya —ah tidak, bahkan jika kalian berani berpegangan tangan, aku akan membunuhmu. Kau tau?”

Sosok Jiyong di sana sedang tersenyum menahan tawa, begitulah sifat alami Taeyeon. Mengancam dengan hal yang mustahil dilakukannya,  lebih tepat jika Jiyong menyebut Taeyeon sedang menggertaknya.

“Baiklah nona Kim, aku tak akan macam-macam. Saranghae, Taeyeon saranghae neomu neomu saranghae.

“Kenapa kau bicara dengan bisik-bisik seperti itu?” ujar Taeyeon penuh selidik.

Nyatanya, memiliki kekasih seorang G-Dragon membuat Taeyeon harus sering-sering memantau keberadaan kekasihnya itu. Dan sewaktu-waktu Taeyeon berubah menjadi detektif…dadakan.

“Apa kau ingin aku berteriak saat ada Gee eun nunna di sini?”

“Ah..tidak lupakan saja.” sahut Taeyeon cepat dengan tampang kagetnya.

Tak ada pembicaraan hingga Taeyeon berinisiatif untuk membahas topik ‘itu’.

“Tunggu, kau tau kan besok hari apa?” Taeyeon menggigit bibir bawahnya untuk sekedar mengurangi rasa gugupnya.

Di negara Jepang sana, Jiyong mati-matian untuk tidak tertawa karena nada bicara wanita-nya itu. Benar-benar buruk dalam berakting, Kim Taeyeon.

“Hari ini hari jum’at, berarti besok hari sabtu.”

Sepertinya Taeyeon memang harus membuang jauh akan angan-angan romantisnya bersama sang kekasih. Kali ini ia cukup mengelus dada untuk menerima jawaban ‘indah’ Jiyong.

“Lupakan saja! Aku mau mandi dulu.” ujar Taeyeon yang tersurut kekesalan.

“Kau mau oleh-oleh apa saat aku pulang dari sini tiga hari kedepan?”
Andai saja Taeyeon tidak sedang dalam zona merajuk, ia pasti akan menitip segudang oleh-oleh pada Jiyong. Tapi melihat kondisinya, Taeyeon lebih memilih mempertahankan harga dirinya. Yah meski kali ini Taeyeon kehilangan kesempatan emas untuk mengerjai Jiyong.

Ah, lupakan saja. Taeyeon sedang kesal.

“Bisa kau bawakan lelaki tampan dari sana. Aku ingin berganti pacar, kau tau kan bagaimana brengseknya pacarku saat ini. Kurasa aku sesekali harus mencicipi mahakarya Jepang.” anggap saja jika Taeyeon sedang melantur. Otaknya sudah berkelana entah kemana dan tubuhnya masih ada di tempat yang sama.

“Mau mati kelelahan di malam erotis bersamaku yah?!” terdengar seperti tawaran tapi itu adalah gertakan.

Jika Taeyeon mengiyakan tanpa pikir panjang lebih dulu, mungkin saja tubuh berharganya itu akan terkapar di ranjangnya selama berminggu-minggu. Ah tidak, membayangkannya saja sudah membuat Taeyeon bergidik ngeri.

“Tidak akan.” decak Taeyeon yang baru sja mengalami kekalahan berdebat.

Good Girl.” dari suaranya saja sudah sangat jelas jika Jiyong sedang senang bukan main. Senyum sumringah dan seringai nakalnya kembali terlihat.

Menggoda kekasihnya itu memang sebuah permainan menyenangkan yang bahkan jika dilakukan ratusan kali tidak akan bosan, kalau kata Jiyong begitu.

Sambungan telepon terputus. Taeyeon yang terlebih dulu menutup panggilan, alasannya? Ia tak tahan dengan kekehan Jiyong yang menjurus kearah mengejeknya. Sungguh, Taeyeon kesal mendengarnya.

***

Pukul delapan malam tepat waktu Seoul. Diwaktu seperti ini biasanya orang-orang akan pergi keluar untuk mencari makan ataupun sekedar jalan-jalan di ibu kota Korea Selatan yang megah itu.

Tapi seorang gadis lebih memilih tenggelam dibalik selimut lembutnya. Lampu kamarnya pun sudah ia padamkan pertanda gadis itu akan menghabiskan waktunya dalam mimpi.

“Malam ini cuaca dingin sangat mendukungku untuk bergelung di kamar hangat ku ini.” sosok betnama Taeyeon itu mulai meracau disela-sela upayanya untuk mengancingkan piyama tidurnya.

Setelah selesai dengan urusan piyama tidurnya, Taeyeon langsung berhambur ke atas ranjang putih kesayangannya,

“Baiklah Kim Taeyeon, malam ini kau akan bersikaplah seperti wanita single tanpa kekasih brengsekmu yang tadi pagi melupakan hari besarmu. Selamat tidur si malang Taeyeon, aku berharap bisa bermimpi membunuh Jiyong dalam tidurku.”

Menarik selimut hingga menutupi tubuhnya hingga leher dan menutup mata penuh kedamaian. Dan tak perlu waktu yang begitu lama bagi Taeyeon untuk masuk ke dalam dunia mimpi. Karna pada dasarnya Taeyeon adalah tipe-tipe manusia yang dapat tidur kapan saja tapi perlu digaris bawahi, Taeyeon tidak mudah tidur disembarang tempat.

***

Senyum lebar tercetak sempurna dimuka seorang Jiyong. Pasalnya baru saja Seungri —teman rasa pesuruhnya— memberikan kabar yang sesuai dengan harapannya. Semoga saja berjalan lancar, batin Jiyong berpuluhan kali.

“Kau bisa diandalkan uri maknae. Setidaknya untuk kali ini kau melakukannya dengan baik.”

Yang dibicarkan hanya mengerling malas ke arah Jiyong. Seungri cukup lapang dada untuk sekedar meladeni sikap hyung-nya itu. Sudah dibantu tapi tetap saja protes. Dan si maknae itupun hanya bisa tersenyum kecut. Mana berani ia menyanggah ucapan Jiyong, yang ada urusan akan semakin besar. Tak lupa Jiyong pasti akan menyangkut pautkan dengan kisah asmara dan bisnisnya itu.

Bersabarlah Seungri.

“Yang lain sudah siap di sana, ayo.” bukan tanpa alasan Jiyong mengajak Seungri datang bersama. Hanya saja, Jiyong sedang membutuhkan jasa untuk membawakan kue cokelat vanilla berukuran lumayan besar itu.

Dalam hati Seungri sudah menyumpah serapahi Jiyong. Dikehidupan selanjutnya, aku ingin Jiyong hyung menjadi pesuruhku, tak lupa doa itu selalu terpanjat di hati dan pikiran maknae bigbang itu.

***

23.56 KST

Suara derap langkah jiyong terdengar memasuki ruangan yang dimana ia tau sebagai kamar tidur kekasihnya, Kim Taeyeon.

Tak selang beberapa lama Jiyong sudah berbaring di samping Taeyeon dan merengkuh tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. Setelah beberapa menit, barulah si putri tidur terbangun.

Mata sayupnya memandang Jiyong tanpa ekspresi. Bahkan helaan nafas nya sampai ke telinga Jiyong.

“Woah, Kwon Jiyong yang hebat. Dia benar-benar datang ke mimpiku, bahkan bayanganyannya selalu muncul seharian ini. Tapi, enyahlah! aku sedang marah  padanya.” benar perkataan orang-orang jika leader snsd ini orang yang lamban. Bisa-bisanya ia melantur di depan orang yang ia bicarakan sendiri.

Jiyong tersenyum lebar, sebagian sisinya juga tertawa. Lelahnya perjalanan jepang-korea terbayar dengan hiburan di depannya itu.

Cup..

Jiyong mengecup bibir Taeyeon sekilas. Dan berkat itulah mata Taeyeon membulat sempurna. Sepertinya nyawa-nyawa nya baru saja berkumpul jadi satu.

“Hello, my love.” detak jantung sepasang kekasih itu sama-sama menggebu tatkala Jiyong memberikan bisikan tepat di sampung telinga Taeyeon.

“Ini kau? Jinjja Kwon Jiyong ?” Taeyeon terdiam setelah melihat anggukan dari sosok di depannya itu.

Sial, kau bodoh Kim Taeyeon.

Begitulah Taeyeon merutuki dirinya sendiri.

“Tak perlu membodoh-bodohkan dirimu sendiri karna kau memang sudah bodoh.” seperti ini yang Taeyeon sebut sebagai kekasihnya. Kekasih yang sama sekali tak sungkan untuk mengejeknya dengan sisi lemahnya.

“Kenapa kau di sini?” akui saja akting Taeyeon lebih buruk dari anak tk berbohong dengan uang sakunya.

Benar benar payah.

“Kekasihku ulang tahun, bagaimana aku bisa bersenang-senang diluar ketika seorang Taeyeon meringkuk sendirian di kamarnya.” Jiyong mengusap kepala Taeyeon lembut.

Mata Taeyeon mulai terlihat berkaca-kaca, “Kau ingat ?”

“Tentu saja aku ingat.”

Sungai kecil mengalir dipipi Taeyeon yang bersumber dari mata nya. Akan tetapi sungai itu tinggal bekasnya begitu Jiyong menghapus dengan bibirnya.

“Sudah pukul 00.00 tepat. Saengil chukae hamnida, Taengoo-ku.”

Dan tak perlu dibicarakan lagi apa yang selanjutnya terjadi, karna Taeyeon pasti membuat sungai yang leboh deras.

“Aigoo, aku membuat putri Nyonya Kim menangis. Maafkan aku, ibu.”

Dan keduanya saling diam dan memamerkan senyuman lebarnya.

***

“Kau mau membawaku kemana?”

Taeyeon hanya bisa pasrah mendapati matanya yang ditutup Jiyong . Ia melangkah dengan lengan Jiyong sebagai pegangangannya.

Jiyong menuntun sosok mungil itu ke ruang tamunya yang sudah dihias sedemikian rupa dengan gemerlapnya lampu-lampu dan balon merah.

Di sana lah semuanya berkumpul. Seungri, Youngbae, Tiffany, Seohyun, Seunghyun bahkan Daesung dan member snsd ikut menyambut kedatangan keduanya.

Jiyong melepas penutup mata Taeyeon dan secara serentak semuanya berteriak selamat,

“Happy Birthday uri Taengoo.”

Taeyeon tak bisa berkata-kata. Acara seperti ini hanya diberikam kepada anak kecil yang sedang berulang tahun, tapi mengapa Taeyeon merasa sangat senang begitu mendapatkan kejutan tak terduga ini.

Yang pasti senyum lebar tak kunjung pudar dari mukanya.

Maknae si pesuruh pun datang mendekat dengan menenteng kue cokelat vanilla tadi, dengan lilin yang menyala di atasnya tentunya.

Dan semuanya bersorak ria ketika menyanyikan lagu ulang tahun bersama.

***

Semuanya tengah menikmati perbincangan tengah malam ini, beruntung saja setiap apartemen diberi kedap suara hingga mereka tak perlu cemas dengan suara tawa yang tercipta di ruang tamu Taeyeon.

“Ya Jiyong-ie, kau tak mau memberi sesuatu untuk Taeyeon?” sahut Seunghyun, member tertua sekaligus hyung tergila di bigbang.

“Tentu saja aku punya.” bangga Jiyong dengan dirinya sendiri. Memang seperti itulah tipikal leader bigbang yang mereka kenal.

“Apa? Kau membawa sesuatu?” selidik Taeyeon yang dipenuho semangat yang meluap-luap karna mood-nya yang sudah naik drastis.

“Aku akan bernyanyi untukmu.” jawaban Jiyong membuat semua yang ada disana, kecuali Taeyeon, mendadak ingin muntah.

“Kenapa tidak sekalian memberikan surat cinta, hyung.” celetuk Daesung yang disambut tawa yang ada. Jelas-jelas Daesung tengah menggoda Taeyang yang ada di sampingya. Sudah tahu bukan apa yang terjadi saat di radio star?

“Aku merasa seseorang sedang mengejekku tanpa aku sadari.” balas Youngbae a.k.a Taeyang.

“Kuharap hyung segera bernyanyi, karna rasanya aku perutku mulas begitu kau mengatakannya tadi.” kini giliran sang maknae yang ikut menimbrung.

“Aku tahu. Baiklah, jika dari kalian nanti ada yang tak kuat mendengar nyanyianku kalian boleh melambaikan tangan dan keluar.” gurau Jiyong.

When your legs don’t work like they used to before
Saat kakimu tak lagi berfungsi seperti biasanya
And I can’t sweep you off of your feet
Dan aku tak bisa membuatmu jatuh cinta
Will your mouth still remember the taste of my love
Akankah mulutmu masih ingat rasa cintaku
Will your eyes still smile from your cheeks
Akankah matamu masih tersenyum dari pipimu

DarlinI will
Kasih, aku akan
Be lovinyou
Mencintaimu
Till we’re seventy
Hingga usia kita tujuh puluh
Baby my heart
Kasih, hatiku
Could still fall as hard
Masih bisa jatuh sama kerasnya
At twenty three
Seperti saat usiaku dua puluh tiga

I’m thinkin’ bout how
Aku sedang berpikir tentang bagaimana
People fall in love in mysterious ways
Orang-orang jatuh cinta dengan cara misterius
Maybe it’s all part of a plan
Mungkin semua ini bagian dari rencana
Me I fall in love with you every single day
Aku jatuh cinta padamu setiap hari
I just wanna tell you I am
Aku  ingin memberitahumu begitulah adanya

So honey now…
Maka kasih sekarang…
Take me into your lovin’ arms
Rengkuhlah aku ke dalam pelukan hangatmu
Kiss me under the light of a thousand stars

Cium aku di bawah cahaya ribuan bintang
Place your head on my beating heart
Sandarkan kepalamu di dadaku yang berdegup kencang
I’m thinking out loud
Kuungkapkan isi pikiranku
Maybe we found love right where we are
Mungkin kita tlah temukan cinta di tempat kita berada

When my hairs all but gone and my memory fades
Saat rambut di kepalaku habis dan ingatanku memudar
And the crowds dont remember my name
Dan orang-orang tak ingat namaku
When my hands don’t play the strings the same way
Saat tanganku tak bisa mainkan gitar dengan cara sama
I know you will still love me the same
Aku tahu kau kan tetap mencintaku dengan cara sama

Cause honey your soul
Karena kasih, jiwamu
Can never grow old
Takkan pernah menua
It’s evergreen
Selalu muda
Baby your smile’s forever in my mind in memory
Kasih, senyummu selamanya di benakku dalam kenangan

I’m thinkin’ bout how
Aku sedang berpikir tentang bagaimana
People fall in love in mysterious ways
Orang-orang jatuh cinta dengan cara misterius
Maybe just a touch of a hand
Mungkin hanya sentuhan tangan
I’ll continue making the same mistakes
Aku kan terus lakukan kesalahan yang sama
Hoping that you’ll understand
Berharap kau kan mengerti

Begitu selesai Jiyong menyanyikan lagu nya, semua yang ada hanya diam. Bahkan mereka sepertinya juga ikut terbawa suasana. Hingga suara Youngbae menginterupsi,

“Baiklah, sekarang waktunya kita pergi. Aku merasa lagu tadi sedikit mendorong kita untuk keluar.”

Jiyong menampilkan senyum tanpa dosanya, “tentu saja. Youngbae kau memang sangat peka.”

Dan setelah itu satu persatu dari mereka pergi keluar karna Jiyong sudah mengucapkan terima kasih yang sekaligus mengusir dengan cara halus.

Benar, karna dia G-Dragon maka dia seperti itu.

***

S

epasang kekasih tadi tengah berbaring di atas ranjang king size sambil saling menautkan jari-jemari satu sama lain.

Hening, begitu tenang dan damai.

“Kenapa kau tak pulang? Kau benar-benar berencana menginap disini?”

Jiyong berdecak, bisa-bisanya Taeyeon masoh mencoba berakting di hadapannya. Tentu saja itu sia-sia.

“Kau memintaku untuk tetap disini.” Jiyong menoleh ke samping, dimana ada wajah Taeyeon yang mendongak menatapnya juga.

“Sejak tadi aku tak mengatakan apa-apa padamu. Kapan aku meminta hal seperti itu?” bantah Taeyeon.

Jiyong tersenyum, “Bukan malam ini, kau mengatakannya tiga bulan yang lalu. Wawancara Ceci magazine? Kau lupa ?”

“Ah itu, aku hanya..hanya..ah hanya asal bicara. Aku tak serius, sungguh.” Jiyong menggelengkan kepalanya pertanda menyerah untuk menghadapi wanita di sampingnya itu.

Sudah jelas-jelas faktanya, tapi tetap mengelak. Dasar Kim Taeyeon,

Jiyong merubah suaranya, “Ketika reporter bertanya ‘Hal apa yg ingin kau lakukan ketika ulangtahun mu nanti?’ dan kau langsung menjawab ‘Kupikir berada di rumah seharian bersama pacarku kelak. Kita akan makam bersama, menonton tv bersama, bernyanyi bersama, merayakan ulang tahunku bersama dan malam yg hangat dengan saling berpegangan tangan sepanjang malam hingga tertidur. Aku memimpikan itu selama ini. Hahaha..’ kau masih mau membantah? Jelas-jelas kau sudah merencanakannya dengan detail disana.” Cibir Jiyong yang kali ini membuat semburat pink di wajah Taeyeon.

“Aku mengakui itu.. Ya ya ya, bisa dibilang begitu.” akui Taeyeon akhirnya.

“Ayo ciptakan malam hangat malam ini juga.” Jiyong mengeratkan dekapannya , sesekali juga menciumi kening dan rambut gadisnya.

“Jika kau masih di jepang aku yakin saat ini kau pasti sedang menikmati malam panas.” ujar Taeyeon tiba-tiba.

“Kenapa? Kau ingin melakukannya saat ini?”

“ANIIIIIYOOO…JINJJA ANIYO” seketika itu juga Taeyeon melepaskan diri dari pelukan dan berteriak pada Jiyong.

“Kenapa bereaksi seperti itu? Ah, rupanya kau memang menginginkan malam panas. Tapi aku lelah malam ini karna harus bolak-balik jepang-korea, jadi kita tidak bisa melakukannya.” Jiyong mengeluarkan seringai nakalnya untuk menggoda Taeyeon yang sudah panik bak kebakaran jenggot.

“Aku hanya menginginkan malam hangat. Dengarkan, haaangaaattt.”

“Iyaiya aku tau, malam yang hangat. Maka mendekatlah kesini karna aku tak suka kedinginan.” kedua tangan Jiyong melebar menyambut tubuh Taeyeon.

Keduanya saling diam untuk sesaat, menikmati suasana ibu kota di malam yang selarut ini.

“Terimakasih, Kwon Jiyong.” bisik Taeyeon pelan, bahkan sangat pelan. Tapi tetap saja Jiyong bisa mendengarnya.

“Malam ini begitu indah karna kau.” lanjut Taeyeon menambahi.

“Terimakasih, Kim Taeyeon. Duniaku ini begitu indah karna kau.” Jiyong balik berbisik.

Saling tertawa dan tersenyum setelahnya. Saling menatap dan mendekat setelahnya.

Bibir Taeyeon menyambut bibir Jiyong dengan suka cita. Ciuman yang begitu lembut dan memabukkan hingga mampu membuat Taeyeon melenguh terbuai.

Malam itu cuaca begitu dingin. Tapi tidak bagi Jiyong dan Taeyeon, keduanya sama sekali tak merasakan dingin sedikitpun.

Karna malam hangat keduanya pada akhirnya berubah menjadi malam panas juga.

Hingga pagi datang menyambut keduanya yang masih terlelap sambil merengkuh dan  berpegang tangan.

The End

telat ngepost di-blog, hehe^^ sekarang sering ngepost nya di wattpad, kalo mau baca kunjungi aja username @yeon-jimin

Advertisements

14 comments on “THINKING OUT LOUD [Gt.03]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s