[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16)


Author : deeHAYEON

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Lee DongHae

Other Cast : Yunho, Seohyun, Hyukjae, Saehyun, Suzy, Luhan, find.

Length : Multi-Chapter

Rating : PG-15

Genre : School-life, Friendship, Romance, Sad

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

Sorry for typo(s)…

Preview: Chapter 1,Chapter 2,Chapter 3,Chapter 4,Chapter 5,
Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8,Chapter 9, Chapter 10, Chapter 11, Chapter 12, Chapter 13, Chapter 14, Chapter 15

———-

Taeyeon bangkit dari duduknya perlahan dan berjalan meninggalkan salon itu dengan kepala masih dipenuhi tanda tanya. Wanita tadi mengantarkannya ke dalam lift dan menekan tombol lantai 20 kemudian keluar lagi dari lift.

“Terimakasih” ujar Taeyeon sambil menunduk sekilas pada wanita itu.

“Semoga sukses” jawab wanita itu lalu pintu lift pun menutup.

———-

Chapter 16

‘Semoga sukses?’ Ulang Taeyeon dalam hati.

Astaga, sebenarnya apa yang akan dilakukan Kyuhyun? Untuk makan malam saja ia harus berpenampilan seperti ini. Memang makan malam macam apa yang dia siapkan? Ahh~ jangan-jangan dia sedang menyiapkan makan malam seperti di film-film. Taeyeon tersenyum-senyum sendiri dengan pemikirannya dan tak menyadari bahwa pintu lift sudah terbuka di lantai 20 dan Kyuhyun sudah ada di hadapannya.

“Kenapa senyum-senyum?” tanya Kyuhyun dengan dahi mengernyit.

Seketika pikiran Taeyeon yang sedang mengkhayalkan makan malam romantis ala film-film—jatuh ke tanah. Ia memandang Kyuhyun dengan salah tingkah, “T—tidak…”

“Kalau saja kau tidak muncul dengan senyum-senyum seperti itu, pasti aku sudah memuji betapa cantiknya kau malam ini” ujar Kyuhyun.

Taeyeon mencebik kesal, “Aku tidak butuh pujianmu”

Kyuhyun tertawa, “Ya sudahlah… aku juga tidak ingin memujimu” Kyuhyun  mengulurkan tangannya, “Ayo”

Taeyeon menatap Kyuhyun sebentar, lalu menyambut ulurannya. Ternyata Kyuhyun juga sudah berganti pakaian mengenakan blazer hitam semi-casual dan kemeja abu-abu di dalamnya. Kyuhyun membawa Taeyeon masuk ke sebuah restoran bernuansa Eropa yang begitu mewah dengan suasana hangat karena hanya diterangi lilin-lilin kecil yang ada disetiap meja.

“Wow” gumam Taeyeon kagum. Ini tidak seperti di film-film. Karena ini jauh lebih nyata dari di film-film.

Taeyeon tak henti memandang sekelilingnya. Entah restoran itu tutup atau bagaimana, tapi hanya ada ia dan Kyuhyun disana. Meja-meja bundar di dalamnya kosong dan hanya ada sebuah lilin kecil di atasnya. Dinding restoran itu tidak sepenuhnya terbuat dari tembok, melainkan satu sisinya terbuat dari kaca sehingga memungkinkan para pengunjung melihat seluruh penjuru kota Seoul dari dalam. Perpaduan lampu kota Seoul di malam hari dan lilin di dalam restoran membuat pemandangan sangat indah.

Kyuhyun membawa Taeyeon ke sebuah meja tak jauh dari jendela. Kyuhyun menarik kursi untuk yeoja itu terlebih dahulu sebelum menempati tempat duduk di seberangnya.

“Ini apa? Masih dalam rangkaian ‘Tour bersama Cho Kyuhyun’?” tanya Taeyeon.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk, “Nanti saja ngobrolnya. Aku sudah lapar”

Kyuhyun langsung memanggil waiters dan memesan makanan untuk mereka berdua. Mereka sepertinya sudah terlalu lapar karena memang belum makan sejak pulang sekolah tadi. Segera setelah pesanan datang, mereka makan tanpa banyak bicara.

“Mengapa tidak ada orang lain disini?” tanya Taeyeon setelah beberapa saat mereka menyelesaikan makan malam masing-masing.

Kyuhyun menyeruput juice-nya terlebih dahulu kemudian menjawab, “Aku menyewa tempat ini untuk kita malam ini”

Taeyeon tercengang. Menyewa? Ah~ tentu saja, apa yang tidak bisa anak perdana menteri lakukan.

“Kau suka kan?” tanya Kyuhyun.

“Aku suka” jawab Taeyeon sambil tersenyum, “Tapi ini berlebihan”

“Sekali-sekali tidak apa-apa,” balas Kyuhyun, “Ini kan hari ‘Tour bersama Cho Kyuhyun’. Lagipula ini bisa dihitung sebagai kencan pertama kita yang resmi, benar?”

Taeyeon tertawa, “Ya… ya… terserah kau”

Kemudian dua orang pelayan datang untuk membersihkan meja mereka dan menghidangkan satu mug choco float. Taeyeon mengucapkan terimakasih dan menyeruput sedikit choco float-nya. Kyuhyun menegakkan tubuhnya bersiap berbicara.

“Sekarang masih dalam rangka mengenal sejarah hidupku, kau punya kesempatan bertanya apapun yang kau mau tentangku” ujar Kyuhyun.

Taeyeon mengerjapkan mata, “Apapun?”

“Apapun”

Taeyeon terdiam sejenak memikirkan pertanyaan apa yang harus ia ajukan. Dan pertanyaan pertama yang terlintas di benaknya adalah, “Bagaimana kau bisa tiba-tiba menyelimutiku dengan jaketmu malam itu di lapangan basket?”

Kyuhyun tersenyum, “Aku menungguimu semalaman. Aku memperhatikanmu dari luar lapangan”

Taeyeon sungguh tak menduga. Kyuhyun benar-benar melakukan hal yang tidak biasa dilakukan anak perdana menteri, dan Taeyeon semakin yakin bahwa Kyuhyun sudah menempati ruangan khusus di hatinya, “Kenapa kau menungguku? Bukankah kau membenciku?”

“Aku tidak pernah membencimu” jawab Kyuhyun.

“Apa?” sahut Taeyeon, “Jelas-jelas dari awal kau selalu mencari masalah denganku”

“Itu karena aku tidak tahu bagaimana harus bersikap kepadamu. Aku ingin mendekatimu tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Kau tahu, aku nyaris putus asa saat melihat kau yang sepertinya sangat membenciku”

“Itu karena kau sangat menyebalkan” balas Taeyeon.

“Aku tidak akan seperti itu lagi” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Taeyeon menatap mata namja itu. Ya Tuhan. Mata itu sungguh membuat seluruh tubuhnya meleleh. Ia tersenyum memandangnya, “Jangan berubah untukku. Aku sudah bilang, aku menerimamu apa adanya”

“Baiklah kalau begitu, aku akan jadi menyebalkan lagi” Kyuhyun menyeringai.

Taeyeon memandangnya sinis, “Begitu lebih baik”

Kyuhyun tertawa.

“Pertanyaan selanjutnya” ujar Taeyeon, “aku kekasihmu yang keberapa?”

“Kau bukan kekasih. Kau pendamping hidupku, ingat?”

Taeyeon memerah, “Baiklah, baiklah. Lalu…” Taeyeon menggantungkan kalimatnya—sedikit ragu.

“Apa?” tanya Kyuhyun.

“Tapi aku takut kau marah”

“Aku sudah berjanji akan menjawab apapun kan?”

Taeyeon menarik nafasnya, “Aku tidak memaksamu untuk menjawab. Tapi, aku hanya ingin tahu seberapa berarti Seohyun di hidupmu?”

Kyuhyun memandang Taeyeon dalam-dalam dan menghela napas, “Aku hidup sendiri sejak kecil. Awalnya hanya ayahku saja yang sibuk dengan karir politiknya. Tapi setelah aku masuk Sekolah Dasar, ketika kedua orangtuaku merasa aku sudah semakin besar dan bisa hidup mandiri, ibuku juga ikut sibuk mendampingi ayah. Ayah dan ibuku adalah dua orang yang saling ketergantungan. Mereka harus membicarakan segala hal kecil berdua, makanya peran ibu sangat penting hingga akhirnya ayah bisa mendapatkan jabatannya yang sekarang. Keduanya sama sekali tidak bisa dipisahkan, dan bahkan mungkin mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri dan lupa bahwa ada aku disini”

Taeyeon tertegun menyimak semua perkataan Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Taeyeon dan tanpa diperintah airmata mulai menggenangi matanya.

“Hyukjae yang paling tahu keadaanku saat itu karena dia temanku sejak TK, sedangkan Joohyun kami baru bertemu di Sekolah Dasar. Tapi mereka berdualah yang selalu ada untukku, meramaikan hidupku, sekalipun aku tidak pernah merasakan keramaian dalam keluargaku. Aku merasa hidupku adalah mereka. Hyukjae selalu berhasil menjadi teman terbaikku, dan aku tidak pernah kehilangan senyumku saat dia ada di sampingku. Sedangkan Joohyun, dia adalah orang yang selalu membuatku merasa dipenuhi rasa kasih sayang. Dia selalu melimpahkan kasih sayangnya padaku. Mulai dari hal yang besar hingga hal terkecil. Dia yang selalu datang tepat waktu saat aku sangat kesepian. Dia yang ‘meminjamkan’ ibunya untukku hanya agar aku dapat merasakan kasih sayang seorang ibu. Dia yang membantuku mengerjakan tugas-tugas sekolah ketika tak ada dari kedua orangtuaku yang bisa diandalkan. Dia yang membuatkanku bekal makan siang setiap hari dan menyuruhku mengatakan bahwa ibuku yang membuat makanan itu pada teman-temanku saat aku iri mereka dibuatkan bekal oleh ibu mereka. Dia yang berusaha membuat segala cacat kecil dalam hidupku menjadi sempurna”

“Jika ada yang bertanya siapa dua orang terpenting di dalam hidupku, tentu aku akan menjawab Hyukjae dan Joohyun. Jika mereka berdua sedang berada dalam keadaan sekarat di hadapanku, aku akan menjadi orang pertama yang memohon pada Tuhan untuk menukar posisiku dengan posisi mereka. Hyukjae dan Joohyun adalah dua orang paling penting yang bahkan tidak bisa aku deskripsikan dengan kata-kata”

Taeyeon terdiam. Sejenak Kyuhyun memandangnya dengan mata yang berair sambil tersenyum kecut. Taeyeon juga tak bisa menahan airmatanya, dadanya sesak. Entah apa yang di rasakan hatinya sekarang. Tadinya ia takut dirinya akan cemburu jika Kyuhyun mengatakan Seohyun sangat penting dihidupnya, tapi sekarang ia justru sangat berterimakasih pada Seohyun, karena kekuatan dari Seohyun lah laki-laki yang ia cintai ini bisa berdiri tegar hingga saat ini. Semakin Taeyeon memandang mata Kyuhyun, semakin ia tahu bahwa namja itu sebenarnya sangat rapuh.

Taeyeon menggerakkan tangannya mendekati tangan Kyuhyun perlahan, dan akhirnya ia menggenggam tangan itu erat. Kyuhyun balas menggenggamnya. Taeyeon menatap mata Kyuhyun lekat-lekat seolah ingin menyalurkan energi agar ia tidak lagi melihat sinar mata yang rapuh itu.

“Tapi” lanjut Kyuhyun, “Jangan pernah membandingkan dirimu dengan Joohyun ataupun Hyukjae. Mereka adalah hidupku dan mungkin okisgen bagiku. Tapi kau…adalah aku”

Kyuhyun berkata sangat pelan, tapi Taeyeon bisa mendengarnya dengan jelas. Mungkin ini berlebihan, tapi sungguh Taeyeon merasa tadi itu bukan ucapan dari mulut Kyuhyun melainkan suara hatinya. Seketika Taeyeon merinding, terlalu terharu dan bahagia.

“Saat aku melihatmu, aku merasa melihat bagian dari diriku. Aku merasa kau diciptakan Tuhan dari tulang rusukku. Aku adalah kau dan kau adalah aku. Jadi jangan tanya jika kau sekarat di hadapanku aku akan berbuat apa, karena detik itu juga aku pasti akan sekarat bersamamu”

“Cho Kyuhyun” lirih Taeyeon. Akhirnya airmata mengalir deras dari pelupuk matanya. Bukan tangis sedih seperti tadi tapi ini adalah tangis haru dan bahagia. Kyuhyun tersenyum lembut dan mempererat genggaman tangannya.

“Saranghae”

Sekali lagi Taeyeon merasa Kyuhyun berbicara menggunakan suara hatinya.

Taeyeon tersenyum membalasnya, “Nado saranghaeyo, Cho Kyuhyun”

“Hiks~”

“Hey, berhentilah menangis” ujar Kyuhyun menenangkan. Taeyeon mengangguk, napasnya masih tersendat-sendat.

“Close your eyes” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

“Eoh…?”

“Jangan tanya, tutup saja matamu”

“Kau tidak akan berbuat macam-macam kan?”

Kyuhyun tertawa, “Kau pikir aku berani? Percayalah padaku”

Dengan ragu-ragu akhirnya Taeyeon menutup matanya. Kyuhyun beranjak dari kursinya, tapi tetap menggenggam tangan Taeyeon. Ia menginstruksikan yeoja itu agar tetap menutup mata. Perlahan Kyuhyun melepas genggaman tangannya, membuat Taeyeon sedikit panik, tapi kemudian Taeyeon merasakan hangat tubuh Kyuhyun di belakangnya sehingga ia bisa menguasai rasa paniknya.

“Buka matamu” bisik Kyuhyun.

Taeyeon membuka matanya dan mendapati sebuah kalung emas putih dengan bandul sepasang penguin yang paruhnya menempel, di dada kedua penguin itu ada sebuah permata kecil. Taeyeon menutup mulutnya tak percaya, itu kalung yang sangat indah. Kyuhyun memasangkan kalung itu di lehernya. Kyuhyun kemudian duduk dikursi terdekat, memperhatikan Taeyeon yang menunduk—menyentuh dan memperhatikan kalung yang melingkar dilehernya.

“Suka?” tanya Kyuhyun. Taeyeon mengangguk berkali-kali.

“Kau tidak mau bertanya mengapa lagi-lagi penguin?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku baru mau bertanya! Kenapa penguin?”

Kyuhyun kembali menggenggam tangan Taeyeon di pangkuan yeoja itu. Tubuhnya dicondongkan kedepan, “Penguin adalah binatang yang setia pada pasangannya. Seumur hidup dia hanya memiliki satu pasangan. Penguin yang satu akan menemukan pasangannya yang hilang dengan cara-cara yang tidak dapat kita ketahui. Penguin yang satu akan mati jika penguin yang lain mati. Aku ingin kita seperti itu”

Taeyeon tersenyum. Kyuhyun selalu bisa membuatnya kehilangan kata-kata.

“Itulah mengapa aku ingin dilahirkan kembali menjadi penguin. Aku ingin hidup hanya dengan pasanganku hingga aku mati berdua dengan pasanganku tanpa memiliki masalah yang lainnya. Itu yang aku tulis di bawah gambar penguin yang kau lihat tadi di sekolahku”

“Itu juga alasan mengapa kau memberiku jepit rambut penguin waktu itu?” tanya Taeyeon.

Kyuhyun tertawa, “Kau masih ingat jepit rambut itu? Kukira kau sudah lupa karena aku tidak pernah melihatmu memakainya”

“Tentu saja! Aku tidak pernah memakainya karena aku menyimpannya dalam sebuah kotak di kamarku. Aku tidak mengizinkan siapapun menyentuhnya. Bahkan aku takut aku sendiri yang merusaknya” jawab Taeyeon.

Kyuhyun tersenyum lebar dan ia mencubit pelan pipi Taeyeon dengan satu tangannya, Taeyeon menangkap tangan itu.

“Aku sangat mencintaimu, Kyu”

Kyuhyun menatap Taeyeon dalam-dalam, ia memindahkan tangannya ke belakang leher Taeyeon dan mendekatkan wajah mereka. Detik berikutnya Taeyeon memejamkan mata dan merasakan bibir Kyuhyun menyapu bibirnya.

***

“Noona” panggil Luhan sambil mengetuk kamar Taeyeon.

“Masuk” sahut Taeyeon tanpa menoleh kearah pintu. Ia sibuk mengerjakan tugas matematikanya.

Pintu terbuka dan Luhan menyembul kedalam, “Ada yang ingin bertemu denganmu”

“Hmm” balas Taeyeon tak jelas. Tak ada jawaban lagi dari Luhan tapi Taeyeon tak peduli. Kemudian pintu tertutup dan Luhan mendekatinya dari belakang.

“Luhan-a” ujar Taeyeon setelah sepuluh menit ia merasa Luhan hanya diam saja memandanginya, “Daripada kau membuang waktumu berdiri disitu, lebih baik kau membantuku mengerjakan tugas ini. Kau sudah les dengan Seohyun kan? Seharusnya kau bisa membantuku”

“Ahh~ Aku pikir kau sudah jago dan tidak perlu bantuanku lagi”

Taeyeon berhenti dari pekerjaannya. Itu bukan suara Luhan. Ia menoleh, “Donghae oppa?! Sejak kapan kau disini?”

Donghae tersenyum. Dia duduk di tepi tempat tidur Taeyeon, “Sejak tadi. Kebiasaan sekali, kalau sudah serius, kau pasti lupa dengan sekitar”

Taeyeon tersenyum sedikit canggung. Bukan karena komentar Donghae yang terdengar sangat memahami kepribadiannya, tapi karena akhirnya ia terperangkap untuk bertemu dengan namja itu berdua saja. Hufh, padahal sudah sejak dua hari yang lalu ia selalu menolak ajakan Donghae untuk bertemu. Ia menggunakan berbagai alasan mulai dari mengerjakan tugas ini, tugas kelompok itu, acara di rumah orang ini, terlanjur janji dengan orang itu serta alasan lainnya. Padahal alasannya tidak bertemu dengan namja itu hanya satu, ia menjaga perasaan Kyuhyun. Ia tidak ingin ada kemungkinan Kyuhyun cemburu walau sekecil apapun kemungkinan itu. Apalagi ia bisa merasa bahwa Donghae memang masih memiliki perasaan padanya.

Taeyeon kembali menghadap ke buku tugasnya dan mulai menyibukkan diri.

“Kau memang sibuk sekali ya?” tanya Donghae, “Aku tahu sekolahmu memang unggulan, tapi aku tidak tahu sekolahmu membuatmu sesibuk ini sampai kau tidak bisa meluangkan waktu sedikit saja untuk orang terdekatmu yang sudah tidak kau temui beberapa tahun ini”

Taeyeon menoleh sekilas sambil masih tersenyum canggung.

“Lihat kan. Kau benar-benar tidak rindu padaku”

Taeyeon berbalik menghadap Donghae dengan cepat, “Oppa… Bukan begitu. Aku rindu padamu. Sangat rindu”

“Tapi?” tukas Donghae, “Kau susah sekali diajak bertemu. Aku tahu sebenarnya tugas sekolahmu tidak sebanyak itu”

“Tugasku memang banyak, tahu” gumam Taeyeon.

“Katakan padaku, ini soal tugas atau soal namja itu? Siapa namanya… Yeohyun?”

“Kyuhyun, oppa” ralat Taeyeon, “Tapi dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan ini”

Donghae mengangkat alisnya sambil memandang Taeyeon tajam. Kemudian ia menghela napas, “Aku tidak percaya. Dia pasti melarangmu menemuiku”

Taeyeon ikut menghela napas tak sabar, “Sudah aku bilang berkali-kali…”

“Apa yang dia punya dan aku tidak punya?” potong Donghae tiba-tiba.

“A-ap…?”

“Apa yang membuatmu lebih memilih dia daripada aku? Aku mengenalmu bertahun-tahun, jauh lebih lama dari dia. Tapi untuk mendapatkan hatimu saja aku tidak bisa. Sementara orang itu baru mengenalmu beberapa bulan dan kau sudah memberikan hatimu padanya. Kau lebih memilih orang asing daripada aku yang sudah jelas selalu disampingmu sejak kau kecil”

“Jangan membandingkan posisimu dengannya, oppa”

“Apa yang sudah dia lakukan untukmu? Apa yang dia berikan lebih baik dari yang aku berikan? Lebih banyak? Apa yang membuatmu jatuh cinta kepadanya semudah itu?” lanjut Donghae tanpa mempedulikan teguran Taeyeon.

“Lee Donghae” desis Taeyeon tajam.

Donghae memandang yeoja itu terkejut, Taeyeon memanggilnya apa tadi? Lee Donghae? Taeyeon tahu itu panggilan yang tidak sopan dan ia belum pernah melakukan hal itu sebelumnya, tapi ia tidak peduli, kekesalannya memuncak sekarang. Cara Donghae membicarakan Kyuhyun membuatnya kesal setengah mati.

“Kau tahu?” ujar Taeyeon tajam, “Kau berubah. Sekarang kaulah yang menjadi orang asing bagiku, oppa. Lee Donghae yang aku kenal tidak seperti ini. Donghae oppa yang aku kenal sangat pengertian dan tahu yang mana yang akan membuatku bahagia. Donghae oppa yang aku kenal akan bahagia jika aku bahagia. Donghae oppa yang aku kenal tidak pernah memaksakan kehendaknya jika tahu aku tidak bisa melakukannya”

Donghae tersenyum sinis, “Karena kau tidak tahu rasanya”

Taeyeon langsung terdiam.

“Kau tidak tahu rasanya menjadi aku. Kau tidak tahu menderitanya harus terpisah dari orang yang kau cintai. Kau tidak tahu rasanya tiga tahun menunggu saat-saat kembali ke negaramu dan berharap orang itu balas mencintaimu. Kau tidak tahu rasanya menunggu tiga tahun tanpa hasil apa-apa. Kau tidak tahu seberapa sakitnya jika setelah tiga tahun itu kau malah menemukan cintamu pergi untuk orang lain yang baru ia kenal” lanjut Donghae.

“Tapi kau tahu kau tidak akan pernah bisa memaksakan perasaan orang” balas Taeyeon.

“Kalau begitu kenyataannya, kau juga tidak bisa memaksa perasaan orang yang kau kenal untuk merubah perasaannya”

Taeyeon tak membalas lagi. Ya. Donghae benar.

Donghae memandangnya sejenak dan bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju pintu kamar. Sebelum benar-benar melewati ambang pintu, ia menoleh pada Taeyeon dan menyeringai tipis, “Kalungmu bagus”

Taeyeon memegang kalung sepasang penguin yang melingkar di lehernya, ia tertegun, sementara Donghae sudah menghilang keluar dari kamarnya.

***

“Memang wajar dia begitu, pasti rasanya sakit” ujar Suzy ketika Taeyeon selesai menceritakan tentang Donghae yang datang ke kamarnya tadi malam di sela-sela kesibukan mereka mencatat pelajaran dari guru.

“Aku tahu” jawab Taeyeon sambil memainkan pulpen di tangannya dengan gusar, “Aku hanya tidak menyangka dia bisa sekeras kepala itu. Aku merasa aku tidak mengenalnya lagi”

“Terkadang cinta memang bisa mengubah semuanya kan?” kata Suzy lagi.

Taeyeon mengangguk pelan. Selama beberapa saat ia masih terlarut dalam pikirannya tentang Donghae sampai akhirnya ia disadarkan oleh suara bel istirahat. Setelah memberi salam pada guru Bahasa mereka, Suzy langsung menarik tangan Taeyeon menuju cafétaria.

Seperti biasa, dalam hitungan kurang dari satu menit cafètaria sudah penuh dengan siswa-siswi bros hitam dan putih, bagian bros bintang hitam di sebelah kiri dan bros bintang putih di sebelah kanan. Taeyeon adalah satu-satunya siswa yang tidak memakai bros apapun dan ia bisa memilih duduk di bagian manapun. Tapi karena ia sedang bersama Suzy, ia pun duduk di bagian golongan Dark.

Taeyeon berjalan satu meter di belakang Suzy yang sudah melambai-lambaikan tangannya pada Hyukjae, Hyukjae duduk di salah satu meja Dark bersama Kyuhyun dan Seohyun yang sedang menulis sesuatu. Tiba-tiba tak sengaja Taeyeon berpapasan dengan Saehyun, yeoja itu membawa nampan berisi makanan. Dan hal yang sama sekali tidak Taeyeon sangka adalah orang yang nyaris membuatnya tewas dikeroyok itu tersenyum padanya. Tapi ia memang pernah mendengar bahwa Saehyun mulai melunak padanya sejak yeoja itu tahu ia resmi berpacaran dengan Kyuhyun dan bahwa ia dan Yunho sudah tidak berhubungan lagi. Dengan canggung Taeyeon pun membalas senyumnya, kemudian buru-buru menyusul Suzy.

“Kau diapakan oleh Saehyun?” tanya Kyuhyun ketika Taeyeon duduk di sebelahnya dengan wajah masih sedikit shock.

“Dia…tersenyum padaku” jawab Taeyeon.

Kyuhyun tertawa, “Lalu kenapa kau terkejut seperti itu?”

“Aku hanya tidak menyangka dia bisa bersikap baik juga padaku”

“Dia memang baik” celetuk Hyukjae, disusul dengan lirikan tajam dari Suzy, “Maksudku—” Hyukjae jadi sedikit panik, “—semua orang pasti punya sisi baik kan?”

“Bilang saja kau juga pernah dekat dengannya, playboy” desis Suzy.

Kyuhyun dan Taeyeon terkekeh melihat Hyukjae yang semakin panik, “Suzy-a, Hyukjae seorang Dark” kata Kyuhyun.

“Tetap saja mencurigakan”

“Hyukjae oppa kan memang terkenal sebagai orang paling tampan dan ramah seangkatan” sambung Seohyun masih dengan kesibukannya menulis diatas berlembar-lembar kertas di hadapannya.

“Nah! Itu poinku” ujar Suzy sambil mengangguk-angguk, sementara Hyukjae berusaha menjitak kepala Seohyun. Seohyun melindungi kepalanya dengan kedua lengannya.

“Intinya, Han Saehyun bisa bersikap baik padamu karena kau sudah tidak berhubungan lagi dengan Yunho” kata Kyuhyun, kembali berbicara ke poin awal pada Taeyeon.

Taeyeon mengangguk, “Aku juga sempat dengar itu”

“Aku juga akan jadi baik kalau Hyukjae oppa tidak berhubungan lagi dengan Saehyun” ketus Suzy.

“Yaa! Aku tidak pernah ada apa-apa dengan dia!” tukas Hyukjae, “Yah! Joohyun-a! Tanggung jawab!”

“Kenapa aku?” balas Seohyun dengan wajah tanpa dosanya.

“Kau yang membuat Suzy percaya aku pernah dekat dengan Saehyun, babo!”

“Tapi aku bohong kalau bilang Saehyun tidak pernah dekat denganmu. Semua yeoja memang pernah dekat denganmu kan?”

“Yaa! Seo Joohyun!!!” seru Hyukjae, wajahnya makin panik dan kesal. Ia segera menghadap Suzy, “Suzy-a, jangan percaya kata-katanya. Kau tahu maksudku, aku memang dekat dengan banyak perempuan, tapi itu tidak seperti yang kau bayangkan. Aku… Aku… Kau tahu aku tidak…”

Chup~

Tiba-tiba Suzy mengecup bibir Hyukjae. Hyukjae mematung. Suzy tersenyum manis, “Kau lucu saat panik seperti itu. Aku percaya padamu. I love you”

Hyukjae balas tersenyum lebar lalu mencubit kedua pipi Suzy, “Kau sangat menggemaskan”

Seohyun terperangah ngeri melihat pemandangan di sampingnya sementara Taeyeon dan Kyuhyun terbelalak—tak dapat berbicara apa-apa.

“Pasangan aneh” gumam Taeyeon.

“Dan aku sedikit bertanya-tanya kenapa orang-orang bisa menyebut mereka the best couple di sekolah ini” sambung Kyuhyun.

“Taeyeon-a, Kyuhyun oppa, percaya padaku” Seohyun berpaling pada Taeyeon dan Kyuhyun setelah mengatasi keterkejutannya melihat kelakuan Suzy tadi, “Kalian tidak perlu melakukan hal semacam itu untuk menjadi the best couple sekolah ini”

“Aku sendiri tidak ada niat” jawab Kyuhyun dengan wajah jijik.

Taeyeon tertawa. Suzy dan Hyukjae akhirnya juga tertawa menyadari seberapa orang-orang di sekitar mereka shock melihat kelakuan mereka.

“Joohyun-a, jangan menghinaku terus. Sudah… urus saja beasiswamu itu” kata Hyukjae.

“Diam kau” balas Seohyun. Lalu ia kembali menyibukkan diri menulis diatas lembaran kertas di hadapannya.

“Memang itu apa, Seo?” tanya Suzy. Ia menjenjangkan lehernya untuk melihat apa yang sedang ditulis Seohyun.

“Beasiswa untuk uang saku selama setahun” jawab Seohyun.

“Wah benarkah?” mata Suzy berbinar, “Sepertinya seru. Aku mau ikut!”

“Itu untuk siswa kelas Manajemen, sayang” kata Hyukjae. Suzy terlihat kecewa dan mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon mengambil salah satu kertas yang sedang tidak dipakai oleh Seohyun, “Dari XO Group?”

Seohyun mengangguk.

Tiba-tiba Kyuhyun merebut kertas itu dari Taeyeon, “XO Group? Kenapa kau tidak bilang dulu padaku bahwa ini beasiswa dari XO Group?”

“Memangnya kenapa?” balas Seohyun bingung, “Kau tidak berhak menentukan pilihanku”

“Tapi kau tidak boleh menerima beasiswa dari XO Group!” Kyuhyun setengah berseru. Taeyeon juga memandangnya bingung. Ada sedikit ekspresi marah di wajah namja itu.

“Memangnya dia akan memberimu uang saku berapa?” Kyuhyun mencari lembaran lain dihadapan Seohyun lalu membacanya dengan detil “Joohyun-a, kalau kau mau aku bisa memberimu uang saku lebih dari ini. Dan tidak hanya setahun!”

Detik berikutnya Taeyeon, Hyukjae dan Suzy sadar bahwa Kyuhyun sudah salah besar bicara seperti itu kepada Seohyun terutama di hadapan Taeyeon dan Suzy. Seohyun berhenti menulis. Ia merebut kertas-kertas formulirnya dari tangan Kyuhyun kemudian merapikan kertas-kertas lainnya. Ia memandang Kyuhyun tajam, “Tidak perlu, terimakasih. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu” Kemudian dia pergi meninggalkan cafètaria.

Kyuhyun sedikit kaget dengan reaksi Seohyun. Hyukjae menghela napas, Kyuhyun menoleh pada namja itu dengan pandangan bingung.

“Tak seharusnya kau bicara begitu padanya” ujar Hyukjae.

“Kenapa?” balas Kyuhyun, “Aku mengatakan yang sebenarnya. Kalau dia mau, dia bisa minta uang saku berapapun dan sampai kapanpun padaku. Aku kan hanya…”

“Kau benar-benar tidak peka ya?” kali ini Taeyeon yang bicara, “Kau boleh bicara seperti itu pada Seohyun jika hanya ada kau dan Hyukjae disini. Tapi sekarang ada aku dan Suzy, kau tidak boleh bicara seperti itu. Mengerti maksudku?”

Hyukjae mengangguk menyetujui pernyataan Taeyeon. Kyuhyun diam sejenak mencerna kata-kata kekasihnya. Dan sesaat kemudian wajahnya terlihat mengerti.

“Tapi maksudku baik…” ujar Kyuhyun.

“Aku tahu” kata Taeyeon.

“Dan aku tidak mau Joohyun menerima beasiswa dari XO Group” sambung Kyuhyun. Wajahnya terlihat kembali kesal.

“Kau bisa membicarakan hal itu nanti padanya, tapi berdua saja” kata Hyukjae. Taeyeon dan Suzy mengangguk setuju. Taeyeon sama sekali tidak menyadari bahwa ada makna dibalik wajah kesal Kyuhyun.

***

Donghae memasuki salah satu ruang pertemuan di kantornya sambil membawa sebuah file holder. Ia merasa pekerjaannya hari ini adalah pekerjaan paling tidak penting selama ia menjalankan tugasnya di perusahaan keluarganya. Hari ini ia harus mengawasi seleksi beasiswa anak-anak SHS yang diselenggarakan perusahaan. Ia melangkah malas mendekati meja di bagian depan sederet dengan meja lima penyeleksi lainnya. Di atas meja itu sudah tertera nama, ‘Lee Donghae–Junior CEO’

“…dan yang baru datang adalah Junior CEO perusahaan kami, Tuan Lee Donghae” ujar wanita paruh baya yang menjadi moderator proses seleksi beasiswa itu.

Puluhan siswa SHS yang ada disana membungkuk menyapa Donghae dengan hormat. Donghae membalas mereka dengan anggukan singkat dan senyum tipis.

“Baik, karena penyeleksi sudah lengkap kita bisa memulai seleksinya. Lima orang akan dipanggil ke dalam ruangan ini dan penyeleksi akan menilai apakah kalian layak untuk menerima beasiswa atau tidak. Sekarang, selain lima nama yang akan saya sebutkan, dipersilahkan keluar” ujar moderator.

Donghae tidak lagi mempedulikan sekelilingnya. Moderator sudah menyebutkan lima nama dan sekarang hanya ada lima orang itu di hadapan para penyeleksi. Penyeleksi mewawancarai mereka satu persatu. Karena Donghae hanya bertugas mengawasi, dan tidak mewawancarai, maka ia benar-benar tidak punya kerjaan sekarang.

‘Benar-benar tidak berguna’ pikirnya sambil menguap. Ia menarik pulpen dari saku jasnya dan menarik kertas kosong yang ada di dekatnya. Ia mencoret-coret dan menggambar tak jelas, berpura-pura sibuk.

Menit demi menit berlalu. Sekarang sudah kelompok kelima dan sama sekali tidak ada yang menarik perhatiannya. Ia bahkan sama sekali tidak mendengarkan apa yang mereka jawab ketika wawancara.

Donghae masih dengan kesibukannya menulis-nulis nama Taeyeon diatas kertas ketika ia mendengar nama Seo Joohyun dipanggil oleh penyeleksi. Untuk yang kesekian kalinya ia melirik calon penerima beasiswa dengan malas. Seo Joohyun adalah seorang gadis bersurai panjang yang wajahnya sedikit familiar di mata Donghae. Namanya juga terdengar cukup familiar. Tapi Donghae tidak begitu peduli. Ia kembali mencoret-coret kertas tanpa tujuan.

“…sebagai siswa Kyunghwa SHS…”

Kali ini Donghae benar-benar mendongak–memandang calon penerima beasiswa itu.

‘Kyunghwa SHS? Sekolah Taeyeon kan?’ pikirannya. Ia mulai menaruh perhatian pada gadis yang bernama Seo Joohyun itu. Semakin diperhatikan, semakin ia merasa ia pernah melihat gadis itu. Ia juga sering mendengar namanya. Tapi dimana? Ia bahkan tidak pernah berkunjung ke Kyunghwa SHS.

“Sekretaris Shin, boleh saya lihat berkas gadis ini?” tanya Donghae pada lelaki di sampingnya.

“Oh, baik. Ini, Lee sajangnim”

Donghae menerima file milik Joohyun dan segera setelah melihat pasfoto yang tertera di formulirnya, ia tahu dimana ia pernah melihat gadis itu. Ia membaca berkasnya dengan lebih teliti. Guru les privat Matematika… Donghae tersenyum tipis. Jelas ia pernah mendengar namanya. Beberapa kali setelah ia pulang ke Korea, Luhan bercerita bahwa dia sekarang mempunyai guru les Matematika yang kemampuannya tidak kalah darinya. Luhan bilang namanya Seo Joohyun, tapi sering dipanggil Seohyun.

Donghae sampai pada karya tulis yang menjadi prasyarat para calon penerima beasiswa. Judul tulisan Seohyun adalah ‘Aku Menyayangi Mereka’. Donghae membacanya dengan seksama. Seohyun menceritakan orang-orang terpenting dalam hidupnya dan seberapa ia sudah menyusahkan mereka. Ia tidak mau lagi merepotkan orang-orang dalam hidupnya. Donghae tersenyum saat membaca orang-orang penting yang disebut Seohyun. Yang pertama adalah ibunya dan yang kedua, Cho Kyuhyun.

Donghae mengeluarkan berkas-berkas dari file holder yang tadi ia bawa. Di bagian depan tertulis nama Cho Kyuhyun dengan biodata dan riwayat hidupnya. Dan di lembar-lembar setelahnya ada data dari orang-orang di sekitar Kyuhyun. Ia mencari apa yang ia cari dan akhirnya mendapatkannya.

Seo Joohyun, 17 tahun. Teman Cho Kyuhyun sejak Sekolah Dasar.

Donghae tersenyum simpul. Ia mengembalikan berkas itu kedalam file holder-nya dan kembali memberikan file Seohyun pada Sekretaris Shin.

“Ada apa, sajangnim?” tanya Sekretaris Shin–menyadari tidak biasanya Donghae memperhatikan calon penerima beasiswa seperti ini.

“Tidak apa-apa” jawab Donghae, “Hanya pastikan saja gadis bernama Seo Joohyun ini menerima beasiswa ini”

“Apa?” Sekretarisnya tampak tidak percaya.

“Tidak bisa?” Donghae mengangkat alis, mengintimidasinya.

“Ah~ Tentu saja bisa, sajangnim. Saya akan melakukannya” jawab Sekretaris Shin

Donghae tersenyum.

***

“YES!!!” seru Taeyeon sambil mengepalkan kedua tangannya ke udara. Untuk kesekian kalinya ia menang bermain game melawan Kyuhyun sore itu di kamar namja itu.

Kyuhyun membanting joystick PS3-nya dengan kesal, “Joysticknya rusak!”

“Alibi” balas Taeyeon. Ia tersenyum mengejeknya, “Masa game balap mobil saja kau kalah?”

“Ayo kita main yang asli. Balap mobil sungguhan”

“Aku sedang bicara game, bukan balap mobil sungguhan” ujar Taeyeon.

“Aish!” gerutu Kyuhyun. Ia mematikan playernya seraya berdiri untuk mengambil gelas minuman di meja belajarnya.

“Yaa!!! Aku masih mau main! Kenapa dimatikan?” protes Taeyeon.

“Main saja di rental sana” balas Kyuhyun.

Taeyeon mendengus kesal, “Kenapa aku harus punya kekasih sepertimu?”

“Cari saja kekasih lain jika kau mau. Tidak akan ada yang seperti aku” jawab Kyuhyun. Ia lalu meminum jus jeruknya.

“Ya, aku akan cari kekasih lain dan aku akan bersenang-senang melihatmu sengsara tanpaku” sahut Taeyeon tanpa pikir.

Kyuhyun nyaris tersedak minumannya, “Yaa! Kau serius?”

“Apa aku terdengar bercanda?” Taeyeon memandang mata Kyuhyun dan tertawa dalam hati menyadari kepanikan dalam mata itu.

Kyuhyun menaruh kembali gelasnya. Ia mencebil dengan wajah aegyo yang tidak pantas untuknya, “Lihat siapa yang jahat sekarang…”

Astaga, Taeyeon begitu geli melihat itu, ia tertawa, “Lalu kau pikir aku akan hidup sempurna tanpa separuh jiwaku yang sudah menyatu denganmu, Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun tersenyum, ia kembali mendekati Taeyeon dan duduk disampingnya, “Darimana kau belajar bicara seperti itu?”

“Dari orang yang berbicara denganku sekarang” sahut Taeyeon.

“Kau pintar dalam belajar”

Chup~

“Tapi kau harus lebih pintar mengendalikan ekspresimu” Kyuhyun menyeringai menang sementara Taeyeon masih mencerna apa yang terjadi.

“Kurang ajar kau! Seenaknya saja menciumku!” pekik Taeyeon dengan wajah memerah. Kyuhyun tertawa puas dan berhenti ketika tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.

“Oppaaaaaaa!!!!!”

Kyuhyun menoleh pada gadis yang menerobos masuk kamarnya itu, yang tak lain adalah Seohyun, “Joohyun-a! Bisakah kau mengetuk pintu dulu?”

“Oppa~ aku dapat beasiswanya!!!” Seohyun terus berteriak tidak peduli teguran Kyuhyun. Ia menerjang memeluk Kyuhyun hingga Kyuhyun nyaris terjungkal kebelakang, beruntung dibelakangnya ada Taeyeon yang menahan punggungnya. Ada sebuah desir aneh di hati Taeyeon saat melihat Seohyun memeluk Kyuhyun begitu eratnya, tapi ia tidak memperdulikan itu.

“Benarkah?” tanya Kyuhyun. Ia melirik Taeyeon sekilas seolah mengecek keadaannya, “Beasiswa yang mana?”

“Beasiswa dari XO Group” jawab Seohyun. Ia melepaskan pelukannya dari Kyuhyun, tapi tangannya masih melingkar di leher Kyuhyun, “Mereka juga bilang aku mendapat beasiswa istimewa. Tidak hanya uang saku, aku bisa kuliah di Universitas manapun dan mereka yang membiayainya!”

Raut senang Kyuhyun berubah menjadi kernyitan tidak suka, “Bukankah sudah kubilang, aku bisa memberimu lebih dari yang diberikan perusahaan itu”

Kali ini Seohyun benar-benar melepas pelukannya, “Tapi aku lebih puas jika mendapatkannya dengan hasil kerja kerasku sendiri!” protesnya.

“Ya…ya…Terserah” balas Kyuhyun. Ia memalingkan wajah dari Seohyun, tidak ingin memperpanjang masalah.

“Seo, selamat ya” ujar Taeyeon.

Seketika Seohyun menoleh kearahnya, baru menyadari bahwa ada Taeyeon disana, “Taeyeon-a! Astaga! Maaf aku nyaris tidak sadar kau ada disini karena saking senangnya. Terimakasih” ia tersenyum lebar pada Taeyeon.

Taeyeon membalas senyumnya. Taeyeon mungkin seharusnya marah karena Seohyun seperti tidak menganggapnya ada dan dengan seenaknya memeluk Kyuhyun. Tapi ia tidak merasakannya. Ia justru ikut senang melihat Seohyun senang dan mengerti bahwa yeoja itu memang tidak sengaja untuk tidak menyadari kehadirannya.

“XO Group kan punya temanmu” kata Kyuhyun tiba-tiba pada Taeyeon.

“Eoh? Siapa?” tanya Seohyun kaget. Ia memandang Taeyeon dan Kyuhyun bergantian.

“Lee Donghae” jawab Kyuhyun masam, “Ya, kan?”

“Eoh…Iya” jawab Taeyeon akhirnya, “Lalu memangnya kenapa?”

“Aku hanya tidak mau dia memberikan beasiswa itu pada Joohyun dengan maksud tertentu” Kyuhyun memandang Taeyeon penuh arti. Namun Taeyeon tidak mengerti.

“Maksud tertentu apa?” tanggap Seohyun, “Aku bahkan tidak mengenalnya”

“Tapi dia teman Taeyeon”

“Aku tidak mengerti…” ujar Taeyeon pelan sambil memandang Kyuhyun bertanya.

“Ah sudahlah, lupakan” Kyuhyun tersenyum dan mengacak puncak kepala Taeyeon.

Hatinya benar-benar merasakan kejanggalan.

To be continue…..

sindy [my first comment!! Jeongmal jeongmal gomawo😙😙]. meidaarinadia88 [sayangnya pasti bakal ada konflik chingu]. erwin [baca terus next chapternya yaa]. lindawulandari [perkiraan kamu benar loh chingu]. via agnesia [donghae memang akan sangat berpengaruh bagi hubungan kyutae]. deasyandrianie  [cinta segitiga?? Yup! author selalu melindungi kyutae]. devi rosiana [😉]. TAf [tenang chingu…tae hanya ga enak sama donghae]. Mia [konflik?? Yup!]. taen9o [senang kalau memang ceritanya menarik. Dan donghae sifatnya sesuai tebakan kamu]. Bubble TaeNgoo TaeNy [eonni, reviewmu selalu kutunggu. Dan semoga selalu suka next chapter nya yaa. Memang ini ff akan jadi ff yang panjang. Makasih eon😙]. Fitriani [sip😉 thanks chingu]. barcelonista [hahaha. Belum saatnya sepertinya]. Indah BSW [oke]. raita [gwaenchana. Thanks ya]. hyera [boleh donghae-nya buat km biar kyu sama tae, tapi dalam mimpi yaa😁].

Advertisements

18 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16)

  1. Ihhhhh makin seru thor 😍😍😍keren bgt… Pokonya aku tunggu kelanjutanya semoga secepatnya ya thor..
    Dan aku penasaran sama maksud donghae heheh
    FIGHTING 😘😘😘

  2. Moga aja rencana donghae gak aneh aneh. Kyuhyun peka amat ya sama situasi sekitar dia hahaha makin seru nih ceritanyaceritanya. Next chapter ditunggu 😁😁

  3. duuuhhhhh donghae apa yg kamu rencanaiin sih,ga denger taeng nhomong apa perasaan ga bisa dipaksaiin,. udh jadi oppa yg baik aja sih,. kyu kata” romantis bgt duhhh meleh sendiri dengernya,. keren bgt moment kyutaenya bahagia aku bacanya lanjut kan jext chaptnya updatesoon dong

  4. Maaf kan diriku untuk chap ini karna seriusan ya allah aku ngebayangin kyuhyun pas jawab semua pertanyaan taeng waktu mereka kencan aku malah ngebayangin kyuhyun itu oh sehun!! Iya loh gak tau kenapa larinya malah ke sehun juga part ini dari awal sampai akhir sehun gentayangan terus di ff ini menurut ku😅😅 juga filosofi hewan penguin ya allah hewan aja bisa se sweet itu😍😍😍 kebayang kan isi otak kyu gimana masih kecil aja udah ngerti hidup semati gitu, juga aku baru tau hyukjae dan seohyun sangat berarti banget kyu curhat gitu aku ngerasa ada di posisi kyu ya ampun dia kaya tapi kurang kasih sayang tapi tuhan baik ngirim hyukje sama seo untuk hidupnya, “Aku adalah kau dan kau adalah aku” ya gak sihh ya ampun siapapun yg di posisi taeng betapa bapernya ini hati kyu sama penguin keknya sejenis yak wwakakakak gak deng tpi beneran kyu sweet deh, gak kebayang gimana kyu klo hyukjae-seohyun-taeyeon sekarat demi apapun gak bisa ngebayang!!! Hyukjae-seohyun sekarat kyu berdoa pada tuhan untuk mengganti posisi mereka padanya kalau taeng yang sekarat kyu ikutan sekarat juga ya allah betapa sweetnya kamu mas😍😍😍 sisain satu yang jenisnya kek gini ya allah😂😂 makin ke sini makin bikin hati bunga bunga deh kamu arrr bisa banget buat kyu sweet gitu ntar ku bawa pulang baru tau rasa😅😅 di sin donghae aku curiga sama dia pasti ada maskud ngasih seohyun beasiswa istimewa lagi ya kan tapi sedih juga pasti donghae sedih di sini donghae pakai hati ya gak logika 😅 seharusnya klo taeng bahagia dia mah mau gak mau ikutan bahagia, “Karna kau tau tau rasanya” ya ampun ini jleb banget gilakk ya gimana taemg mau tau wong hatinya lagi berbunga bunga ye kannn pokoknya di sini si donghae menyedihkan sekali jadi pengen meluk😘😘 request deh buat donghaenya bahagia dong masa ganteng ganteng jomblo gitu kan kesian 😅😅 dan last hyukjae-suzy demi apapun mereka sweet gilakk wkwwkwkw tetep suka sama pasangan itu ya ampun andai mereka real wkwkwk lah lee minho mau di kemanain😅😅😅 intinya suka banget sama ff ini ya ampun jangan sampai end deh dd gak kuat 😅😅😅 next part di tunggu banget tetep semangat !! Hwaiting🙌🙌🙌 pyung💞

  5. Seriiuussss baca part kyuhyun waktu sma taeyeon direstoran ngomongin ttg masa lalu kyuhyun trs jgn bandingin taeyeon sma hyukjae atau seohyun. Paarraaahhh itu bener2 ngena bangeett.
    Boleh konflik sih tp jgn sma ngebuat hubungan kyutae renggang yaa,kekek.
    Nxt chp ditunggu^^

  6. Seriiuussss baca part kyuhyun waktu sma taeyeon direstoran ngomongin ttg masa lalu kyuhyun trs jgn bandingin taeyeon sma hyukjae atau seohyun. Paarraaahhh itu bener2 ngena bangeett. Trs juga waktu taeyeon sma donghae, kasian bgt si donghae,huu
    Boleh konflik sih tp jgn sma ngebuat hubungan kyutae renggang yaa,kekek.
    Nxt chp ditunggu^^

  7. Yah ga first comment lagii yaa😞, tapii makin seru thorr, ditunggu chap selanjutnya jangan lamalama, fighting😊

  8. Sbenerx apa yg direncanain ama donghae ya…
    Apa ada hubunganx dengan taeyeon dan kyuhyun.
    Dengan memanfaatkan seohyun.
    Penasaran bgt…

  9. Yess sudah update lagi ff nya. Heheh. Bagus thor.. Tp kok
    Donghae oppa jadi jahat gitu.. Uhh, sayang sekali..
    Nnti bkal ngrsak moment kyutae dong yang baru mulai kencan.. Huhu..
    Tp gpp lah.. Mgkin aja itu ujian buat kyutae. Kekeke…
    Terus semngat thor.. I’ll be waiting for you thor. Hihhihi

  10. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s