[FREELANCE] Popular (2/2)


POPULAR

Author : R’KyuTae

Cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Tiffany Hwang

Length : Twoshoot

Genre : Romance, Universitas-life

Rate : NC

Desclaimer : Don’t Plagiat. FF milik author, cast milik Tuhan dan orangtuanya masing-masing.

WARNING : Mengandung konten NC. Readers harap bijak! Sorry for typo…

Preview : Part 1

°•○•°•●•°•○•°

“Kau akan langsung pulang?” tanya Taeyeon setelah kembali kehadapan Sehun. Sehun mengangguk dan tersenyum tipis.

“Yasudah. Sampai nanti…” ucap Taeyeon tak yakin. Sehun lagi-lagi hanya mengangguk. Tak ada yang menyinggung kejadian tadi, Taeyeon sudah sangat mengantuk dan Sehun sudah beranjak keluar dari gerbang rumahnya. Jadi apa status mereka sekarang???

°•○•°•●•°•○•°

Part 2

Matahari mulai menampakkan sinarnya, Taeyeon bangun dengan raga yang sangat segar. Entahlah, sepertinya sesuatu yang baru, muncul dalam sel-selnya. Dia meregangkan otot-ototnya sebelum bangkit dari tempat tidur. Satu notifikasi di ponselnya membuat ia mengalihkan perhatian, ternyata ada e-mail masuk, ia membacanya. Hufh… Lagi-lagi kedua orang tuanya belum bisa pulang padahal hari ini tepat sebulan kepergian mereka mengurusi bisnis, dan seharusnya mereka sudah pulang. Yasudahlah, lagipula Taeyeon tidak keberatan karena kedua orang tuanya selalu mengabarinya melalui e-mail, menanyakan kabar dan berita apa saja yang terjadi padanya. Itu tandanya kedua orang tuanya masih mempedulikannya kan? Taeyeon menekan tombol balas dan tersenyum sambil menceritakan sosok Sehun pada mereka.

Sehun…

Entah kenapa pagi ini nama itu yang terlintas dibenaknya, walau pria itu culun dan norak… Tapi Sehun sangat paham dan mengerti bagaimana cara memanjakan wanita, dan seharusnya perlakuan seperti Sehun kemarin lah yang wanita terima dari kekasihnya. Dan mungkin Taeyeon salah satu wanita yang beruntung di dunia ini karena mendapatkan perlakuan lembut seperti itu. Saat Taeyeon sedang mengetik e-mail pada orang tuanya, tanpa sengaja telepon masuk terangkat.

“Sial…” umpatnya pelan lalu menjawab telepon, “Yeoboseyo, Jiyong oppa”

“Taeyeon-a, kemarin kenapa tidak mengangkat teleponku?”

“Aku sibuk, maaf”

“Sudah menemukan mainan baru, huh?”

Taeyeon mengernyit mendengar suara ejekan itu, “Apa maksudmu?”

Terdengar suara tawa diseberang sana, “Aku tidak menyangka kalau sekarang seleramu sangat rendah, Kim Taeyeon”

“Maksudmu?”

“Aku mengunjungi kampusmu untuk reuni dengan teman-teman seangkatanku, kupikir mungkin aku bisa kembali padamu, tapi aku malah mendapat berita yang sangat hebat dan mengejutkan, ‘Kim Taeyeon, wanita populer yang murahan kini berpacaran dengan si culun Oh Sehun’…”

Taeyeon langsung menutup teleponnya.

Kenapa Jiyong bisa tahu?
Siapa yang melihat mereka kemarin?
Siapa yang menyebarkan berita itu?

“….’Kim Taeyeon, wanita populer yang murahan…”

Murahan???

Taeyeon ingat Sehun pernah memanggilnya seperti itu kemarin. Apa mungkin yang menyebarkan berita itu….

“Oh Sehun”

Taeyeon menggelengkan kepalanya, Sehun tidak mungkin setega itu menyebarkan berita tentang mereka kemarin…Tidak! Bisa saja memang pria itu. Taeyeon belum tahu betul siapa pria itu. Sial! Dia merasa bodoh sekarang, harusnya dia yang mengerjai Sehun, kenapa malah menjadi boomerang untuknya?!

Taeyeon meraih kunci mobilnya dan bergegas berangkat ke kampus setelah bersiap-siap dengan kecepatan tidak biasa. Dia hanya mengenakan dress putih polos sepaha dan mengurai rambut, kalau biasanya Taeyeon akan menggunakan aksesoris yang membuatnya makin menarik, tapi sekarang menggunakan high heelspun tidak sepadan dengan warna bajunya. Dia memang tak ada waktu memperhatikan penampilannya. Dengan kecepatan tinggi, Audi hitam metalik milik Taeyeon berhasil sampai di Seoul International University. Ketika Taeyeon keluar dari mobil, dia melihat beberapa selembaran yang tertempel di pohon, tembok, mading, bahkan di mobil-mobil yang terparkir. Selembaran itu adalah foto dimana Taeyeon sedang digendong oleh Sehun di dermaga Seoul, disana terdapat tulisan cetak tebal ‘Kim Taeyeon, wanita populer yang murahan kini berpacaran dengan si culun Oh Sehun’.

“Apa-apaan ini?!” geramnya sambil meremas selembaran yang ia cabut dari kaca mobil.

“Taeyeon-aaa!”

Sebuah suara yang menyerukan namanya dari belakang membuat Taeyeon menoleh, “Fany-a…”

“Selembaran ini, apa-apaan?” tanya Tiffany panik sambil menunjukkan satu lembaran yang sama dengan yang tadi Taeyeon remas.

“Aku juga bingung, aku digendong oleh Sehun memang karena aku tidak bisa berjalan, bukan berarti aku pacaran dengan dia!” ucap Taeyeon melakukan pembelaan.

“Astaga…Kau seharusnya jangan gegabah. Kau tahu? Satu kampus ini heboh dengan beritamu. Sekarang kita lupakan taruhan kita, kau populer, bisa buruk namamu kalau orang-orang menganggapmu pacaran dengan laki-laki culun itu”

“Ck! Siapa yang membuat berita sialan ini…” geram Taeyeon.

“Apa menurutmu Sehun pelakunya?” tanya Tiffany.

“Aku tidak tahu, tapi sepertinya…” tiba-tiba Taeyeon teringat dengan kata-kata ‘murahan’ yang Sehun lontarkan saat makan siang bersamanya.

“Pasti dia!” Taeyeon berjalan cepat mencari sosok Sehun di gedung Tataboga.

“Aku ikut!” sahut Tiffany.

Sesampainya di gedung fakultas Tataboga, Taeyeon mencari di setiap ruangan. Tidak dipedulikannya tatapan para mahasiswa yang memperhatikannya, ia hanya peduli dengan satu orang sekarang. Hingga akhirnya dia menemukan ruang Tataboga dan melihat Sehun yang memakai apron berwarna kuning sambil mencicipi entah apa yang sedang dimasaknya. Taeyeon berjalan cepat kearah pria itu dan melemparkan selembaran ke wajahnya. Para mahasiswa yang ada diruangan tersebut  sontak menampakan wajah terkejut.

“Apa kau puas?! Apa ini balas dendammu padaku karena dulu kau kutolak?!” teriak Taeyeon dengan mata menyalang marah.

Sehun menyentuh pipinya yang terkena remasan kertas tadi, “Jadi kau ingat?”

Tidak juga.

“Diam! Tidak ada hubungannya ingat atau tidak, lebih bagus kalau aku tidak ingat dan memang untungnya aku tidak ingat” Taeyeon beralih pada para mahasiswa yang sedang memperhatikannya, “Semua yang ada di sini! Dengar. Aku tidak berpacaran dengan laki-laki culun ini, aku tidak sudi! Kemarin dia menggendongku karena menolongku yang terkilir, tidak kurang, tidak lebih!”

Sehun menatap datar pada Taeyeon. Para mahasiswa mulai berbisik-bisik sementara Tiffany yang berada dibelakang Taeyeon menutup mulutnya, ia kaget dengan ucapan sahabatnya yang tiba-tiba frontal di hadapan banyak orang. Ini bukan hal yang bagus.

Taeyeon bernapas memburu karena emosi, ia menatap tajam Sehun sekilas sebelum membalikkan tubuhnya, “Sekali lagi kutegaskan. Aku tidak sudi berpacaran denganmu, Oh Sehun. Kau terlalu culun, terlalu tidak pantas bersanding denganku!”

Taeyeon mengibaskan rambutnya dengan angkuh lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.

“Tidak pantas yaa…?” gumam Sehun dengan nada santainya. Beberapa mahasiswa yang berada disana bergidik ngeri melihat ekspresi Sehun yang kini…

…menyeringai.

“Taeyeon-a, seharusnya kau tidak perlu sekasar itu pada Sehun, kasihan dia” ujar Tiffany setelah mereka berada dikoridor.

Taeyeon mendecih, “Biar saja, rasakan kalau berani macam-macam denganku”

“Tapi— ”

“Sudahlah. Dia pantas men— Kyaaaaaaaaaa!”

“Aku pinjam temanmu” ucap Sehun yang tiba-tiba mengangkat Taeyeon dan meletakannya di bahu kanan.

“I-iya” Tiffany terpaku dengan aksi Sehun. Sehun berjalan santai tanpa mempedulikan wanita yang berontak di bahunya. Sekilas Tiffany merasa… Sehun terlihat sangat keren.

“TURUNKAN AKU!”

Taeyeon memukul-mukul punggung Sehun.

“TURUNKAN AKU BRENGSEK!!!”


Popular

BRUK!

Sehun memenuhi permintaan Taeyeon. Menurunkannya. Tapi kini Sehun menurunkan wanita itu di ranjang pribadinya. Di apartemennya.

“Apa-apaan kau! Menculikku dengan mobilku sendiri dan membawaku ke tempat sempit seperti ini! Kau pikir kau siapa?!” teriak Taeyeon entah untuk yang keberapa kalinya hari ini.

“Jangan berisik, telingaku sakit” Sehun mengusap-ngusap telinganya.

“Aku akan teriak! TOLOOONG! TOLOOONG! SIAPA SAJA TOLONG AKU!”

“Teriak saja sampai tenggorokanmu sakit, ruangan ini kedap suara” ucap Sehun sambil melepaskan kemejanya. Taeyeon yang mendapat pemandangan itu langsung panik.

“Ma-mau apa kau?” tanya Taeyeon sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.

Sehun menghampiri Taeyeon dan mendekatkan wajahnya, “Kau harus diberi pelajaran”

“Apa maksud—ummpphhh!”

Sehun membungkam mulut Taeyeon menggunakan mulutnya. Tidak ada lagi ciuman lembut yang dia berikan untuk Taeyeon seperti kemarin, tidak ada lagi kenikmatan yang sengaja ia berikan untuk wanita itu. Sekarang hanya ada hukuman karena sudah dua kali Taeyeon mempermalukannya di depan umum. Kesal, Sehun menggigit bibir bawah Taeyeon hingga berdarah.

“Kyaaaahhn~!” Taeyeon mengerang kesakitan, ia merasa ngilu dibibir bawahnya.

“Hummmpp…S-Se..hun” Taeyeon masih berusaha berontak, ia memukul-mukul lengan Sehun dan kakinya menendang-nendang tanpa arah. Tapi Sehun sama sekali tak peduli, ia malah semakin menekan tengkuk Taeyeon kearahnya hingga tak ada ruang untuk wanita itu berpaling dari ciumannya.

Taeyeon mulai merasa tubuhnya kehabisan oksigen, tanpa pikir panjang ia menggigit bibir Sehun dengan keras agar melepas ciumannya. Dan itu berhasil.

“Sial” umpat Sehun sambil menyentuh bibirnya yang sedikit sakit, “Berani-beraninya kau—”

Ucapan Sehun terputus oleh ponsel yang bergetar di saku celananya. Tanpa melihat siapa yang menelepon, Sehun megangkatnya.

“Apa?”

Entah apa yang dikatakan oleh orang yang menelepon Sehun, yang jelas kini Taeyeon melihat ekspresi Sehun yang biasanya memasang wajah culun, kini terlihat sangat serius dengan dahinya yang berkerut. Dan itu membuat Taeyeon berdebar.

“Ikuti setiap ucapanku” ujar Sehun sambil menjauhkan tubuhnya dari Taeyeon.

Taeyeon makin bingung, kenapa tiba-tiba Sehun seperti tidak tertarik lagi menghukum dirinya? Dan… kenapa Taeyeon merasa kecewa? Tidak…tidak— Ini tidak benar. Seharusnya Taeyeon menggunakan kesempatan ini untuk lari, tapi kenapa tubuhnya sulit sekali untuk digerakkan, dan matanya malah tak mau berpaling dari pemandangan tubuh Sehun yang dilihat-lihat..ekhm—sangat menggoda.

Sehun berjalan menuju lemari kaca yang berada di depan ranjang, ia membuka salah satu laci yang dikunci kemudian mengeluarkan sebuah laptop. Ponselnya ia himpit menggunakan pundak dan telinga, sementara tangannya bekerja mengotak-atik laptop.

“Aku akan membukanya dari sini. Setelah kalian ambil kembali datanya, hancurkan CCTV dan aku akan menutup portalnya kembali” ujar Sehun yang sangat tidak dimengerti oleh Taeyeon.

Jari-jari Sehun dengan sangat cepat mengoperasikan laptop itu. Taeyeon semakin bingung, siapa sebenarnya Oh Sehun ini?

“Selesai. Jangan mengulangi kesalahan ini lagi, atau kalian akan benar-benar mati, mengerti?” Dan satu nada ancaman dari pria itu menutup percakapannya.

“Itu tadi…siapa?” tanya Taeyeon.

“Bukan siapa-siapa” Sehun kini melepas kacamatanya.

Taeyeon makin terpesona melihat Sehun toples tanpa kacamata culunnya. Mata tajam pria itu tampak sangat indah dan begitu jelas tanpa penghalang apapun. Taeyeon beranjak dari ranjang dan berjalan mendekati Sehun, perlahan ia menyentuh wajah pria itu dan hal itu membuat Sehun terkejut.

“Mau apa kau?” tanya Sehun.

Taeyeon tak mengindahkan pertanyaan itu. Ia penasaran, apabila sosok Sehun tidak seculun ini, bagaimana wujudnya yang asli? Akhirnya Taeyeon mengacak-acak rambut klimis milik pria itu menjadi bentuk berantakan… dan kini Taeyeon antara menyesal dan bangga melakukannya.

“K-kau…”

“Apa yang kau lakukan!” Sehun menepis tangan Taeyeon sambil merapihkan kembali rambutnya.

“Jangan!” cegah Taeyeon, “Biarkan begitu…”

Sehun menatap marah padanya, “Kau ini akan kuhukum, jangan mengaturku!”

“Y-Ya” jawab Taeyeon cepat, “Maaf”

Sehun terkejut mendengar Taeyeon yang tadi keras kepala kini tiba-tiba menjadi jinak terhadapnya.

“Ada apa ini? Tadi kau marah-marah padaku, sekarang kau—”

“Dua kali aku mempermalukanmu di depan umum… maaf. Aku memang pantas mendapat hukuman” jawab Taeyeon.

“Tae…?”

“Dulu, aku ingat… anak laki-laki yang memberikan surat cinta padaku secara terang-terangan di depan umum. Namun aku tidak dapat melihat sosok itu karena Siwon oppa menutup mataku agar tidak melihatmu. Dan dialah yang merobek suratmu itu…” ucap Taeyeon dengan nada lembut.

“Akhirnya kau ingat juga” Sehun menyeringai seraya mengambil satu buah pil yang dia letakkan di dalam saku celananya, “Tapi itu tidak mempengaruhi apa-apa sekarang”

“Eh?”

Sehun menarik tubuh Taeyeon lebih dekat padanya, “Karena aku akan benar-benar menghukummu”

Dan Sehun memasukkan pil itu dengan paksa ke dalam mulut Taeyeon.
Taeyeon sedikit meronta, namun tak lama kemudian dirinya lemas dan akhirnya tidak sadarkan diri. Sehun mengecup kening Taeyeon, “Tidurlah dengan tenang, sayang”

Dia menggendong tubuh Taeyeon dan membawanya keluar dari apartement, ia memasukkan tubuh mungil wanita itu ke dalam mobil lalu membawanya pergi ke suatu tempat.


Popular

Perlahan, Taeyeon membuka kedua matanya. Tubuhnya terasa sangat lemas dan… tidak bisa bergerak? Ketika ia melihat sekitarnya. Ruangan bernuansa abu-abu yang sangat besar, ranjang berukuran king size yang kini ia tiduri, namun kedua tangan dan kakinya terikat oleh rantai, tidak—itu bukan rantai. Material yang terasa oleh Taeyeon begitu lunak namun berbentuk seperti rantai, kulitnya tidak merasakan sakit karena gesekan ikatan itu. Taeyeon melihat tubuhnya sudah berganti memakai pakaian biasa… lebih tepatnya dress malam yang sangat cantik. Dan satu lagi yang sangat mengganjal, wajahnya… wajahnya terasa dipakaikan sesuatu… seperti topeng?

Pintu terbuka, Taeyeon tidak bisa melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan. Hatinya sangat gelisah, ketakutan dan panik. Apa yang terjadi padanya? Kenapa ia bisa ada di ruangan mewah ini? Kepalanya tidak bisa diangkat karena lehernya pun terikat oleh sesuatu.

“Sudah sadar, Kim Taeyeon?”

Suara itu, tidak mungkin. Taeyeon menerka siapa pemilik suara yang sangat dia kenal, yang baru saja bersamanya, suara yang pernah ia permalukan dua kali di depan umum.

“S-Sehun…?”

Sehun menyeringai dan menekan tombol pada remote control yang di genggamnya. Begitu tombol ditekan, kasur berukuran king size itu bergerak berputar, membuat posisi Taeyeon yang tadinya berbaring menjadi berdiri, kini dia bisa melihat sosok Sehun yang cul—ralat, sosok Sehun yang sangat mengagumkan.

Sehun berdiri dengan setelan semi kasual yang sangat rapi, rambutnya pun ditata rapi dengan model sedikit berantakan, dan kacamata culun yang biasa dipakainya kini digantikan oleh topeng hitam metalik. Sehun membawa beberapa barang di tangannya, membuat Taeyeon terbelalak.

“Ma-mau apa kau?!” geram Taeyeon.

“Sudah kubilang, aku akan menghukummu” jawab Sehun dengan nada sangat santai.

“Sehun-a, aku minta maaf atas semua perlakuanku padamu, aku berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Aku mohon lepaskan aku” pinta Taeyeon sungguh-sungguh.

“Aku harus membuatmu jera, Kim-Tae-yeon”

Taeyeon bergidik ketika Sehun memanggil namanya dengan nada menggoda namun sangat berbahaya. Lilin, silet, pematik api, rantai dengan material yang benar-benar besi, dan beberapa alat yang sangat familiar di mata Taeyeon.

Sex toys.

“S-Sehun-a! Tunggu, kau jangan gila. Ini bisa kucekal sebagai pemerkosaan!”

Sehun tidak menjawab, dia sibuk membersihkan beberapa alat yang akan digunakannya malam ini.

“Aku akan teriak!”

“Sekedar informasi” ucap Sehun, “Ini adalah villa pribadiku dimana tidak ada satu orang pun disini. Di villa ini ada sepuluh kamar dan kau berada di kamar paling ujung di belakang villa”

“Villa milikmu? Aku rasa aku bermimpi, rumahmu kan apartement kecil yang bobrok” hina Taeyeon.

Sehun tersenyum licik, “Mimpi?” tanyanya seraya menghampiri sosok Taeyeon dengan langkah pelan mengintimidasi. Tangannya menyingkap ujung gaun tidur wanita itu.

“Apa kau merasakan ini?” Sehun memasukan satu jarinya menyentuh kewanitaan milik Taeyeon.

“Aaahhhhh~ k-kau! Apa yang— aaaahnn~”

Sehun mulai menggerakkan jarinya, “Apa ini menurutmu adalah mimpi?”

Taeyeon menggelengkan kepalanya. Dan Sehun menghentikan kejahilannya.

“Apa…yang akan kaulakukan?” tanya Taeyeon dengan pandangan pasrah.

“Kau akan tahu nanti”

Setelah membersihkan semua alatnya dan menyimpannya diatas nakas, Sehun kembali berdiri di hadapan Taeyeon yang kini tubuhnya terikat bersandar pada ranjang. Sehun tersenyum dan melepaskan topeng miliknya kemudian sedikit membungkuk, “Maukah kau bercinta denganku malam ini, nona Kim?”

Oke, ada yang tidak beres dengan Sehun.

Sosok Sehun yang sangat culun dan terkesan bodoh itu tiba-tiba berubah menjadi sosok laki-laki tampan yang mempunyai manner yang bagus? Dan fetish ini… apa-apaan ini? Ini bukan hal yang cocok untuk Sehun culun itu. Ini bukan Sehun yang Taeyeon kenal, ini bukan Sehun yang sebenarnya, ini bukan—

Tunggu dulu…

Ini adalah jati diri Sehun yang sebenarnya.

Tidak, Taeyeon tidak mungkin memikirkan taruhannya dengan Tiffany sekarang, harga dirinya sedang terancam dan ia tidak bisa membiarkan laki-laki ini menjatuhkannya.

“Lepaskan aku!”

“Jawaban yang salah”

Sehun melingkarkan tangannya di pinggang Taeyeon dan menghembuskan napasnya di dekat bibir wanita itu, “Kau pasti sadar, bahwa aku sangat menyukai bibirmu ini” bisik Sehun.

Taeyeon menelan ludahnya sendiri. Sehun menjilat bibir bawahnya. Menggigit pelan serta meremas tengkuk dan pinggangnya.

“Lepaskan aku!”

Sehun membungkam mulut Taeyeon dengan ciuman yang sangat dahsyat. Ciuman penuh nafsu yang tidak bisa diterima oleh Taeyeon, wanita itu menggelengkan kepalanya. Namun tangan Sehun merengkuh wajah wanita itu agar diam dan mulai membuka paksa mulutnya. Kesempatan ini dilakukan sebaik-baiknya oleh Sehun untuk menginvasi mulut Taeyeon menggunakan lidahnya.

“Ngghh!”

Sehun tidak peduli dengan erangan Taeyeon. Tangannya makin menjadi dan masuk ke dalam dress malam Taeyeon yang tanpa bra. Sehun meremas langsung payudara Taeyeon, membuat wanita itu mendesah tertahan. Sehun tersenyum puas.

“Kau menyukainya?”

Taeyeon tidak menjawab namun juga tidak melihat.

BREEEET!

Sehun merobek dress malam cantik itu, sehingga kini tubuh Taeyeon terlihat tanpa sehelai benang pun. Taeyeon menahan malunya dengan memejamkan kedua mata dibalik topeng berwarna putih yang masih ia kenakan. Sehun perlahan melepaskan topeng itu, karena Taeyeon menutup matanya, ia tidak melihat betapa lembutnya Sehun menatap wajahnya saat ini.

Sehun melumat bibir Taeyeon lebih pelan.

“Nghhh~ henti~ kaahhnn~” desah Taeyeon.

Sehun mengecup sepanjang rahang Taeyeon dan berhenti disatu titik di lehernya. Sehun menggigit titik itu dan menghisapnya dalam-dalam, tampaklah sebuah bercak merah, Sehun menjilatnya seraya berpindah ke titik-titik lain yang membuat Taeyeon memekik geli.

“Ahhh…Sehunhh”

Sehun menatap puas bercak merah hasil kerja kerasnya, bibirnya berpindah ke telinga kanan Taeyeon dan menghembuskan napas disana.

“Kau tahu, selain bibirmu aku juga menyukai lehermu. Lebih seksi dengan kissmark merah muda buatanku daripada kissmark menjijikan dari para mantan kekasihmu” bisik Sehun dengan tekanan diakhir. Dijilatnya telinga wanita itu.

“Nghhh…”

Tanpa menjahili, Sehun berlutut di hadapan Taeyeon dan mendekatkan dirinya pada daerah sensitif milik wanita itu. Taeyeon penasaran karena tidak ada yang menyentuh bagian atasnya lagi, Taeyeon pun membuka matanya dan melihat sosok yang sudah melepas jas hitamnya sedang berlutut dan menatap rakus daerah sensitif dibawah sana.

“S-Sehun-aaa! Ku..mohonh jangannnn~”

Tentu perkataan itu tak dipedulikan. Taeyeon melempar kepalanya kebelakang, menekan pada ranjang sementara Sehun sudah melumat habis daerah sensitifnya. Tubuh Taeyeon meronta namun tertahan karena ikatan ditangan dan kakinya.

“Tidak! Sehun! Jangan~ Ngghh… Aku mohoonhhh… ini pemerkosaan! A-akuhh akan menuntutmu!”

Walau Taeyeon akui permainan Sehun sangat hebat dan nikmat, tapi untuk kali ini Taeyeon merasa sangat dilecehkan, apalagi Taeyeon tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya merasa sangat tidak nyaman. Namun Sehun tidak mendengarkan protesan yang keluar dari mulutnya, dia tetap melumat bagian bawah Taeyeon dengan buas.

“Aaaaaaaaahhhhhhhhhh! Hentikaaan! Aku mohon, jangan lakukan ini padaku!”

Taeyeon semakin menjerit menolak, namun itu membuat Sehun semakin bersemangat. Sehun berhenti menjilat kewanitaan Taeyeon yang kini sudah sangat basah. Sehun menyeka bibirnya dan membuka kancing kemejanya satu persatu. Mata Taeyeon terbelalak.

“Tidak, jangan…” ujar Taeyeon ketakutan.

Sehun menatap wanita itu dengan seringai menakutkan seraya membuka sabuk celananya dan dilingkarkan sabuk itu pada pinggang Taeyeon. Taeyeon menangis, dia sudah benar-benar takut ketika Sehun mengambil sebuah silet yang sudah dicuci dengan alkohol sebelumnya.

“S-Sehun…hiks~ jangan… aku mohon~”

“Aku… hanya ingin mengukir namaku” ucap Sehun sambil menjilat silet tersebut dan menyeringai, “di tubuh indahmu”

“Tidak… jangaaan!!!”

“Tapi sebelum itu…” Sehun membuka celana bahannya, “Aku akan membersihkan tubuhmu dari mantan kekasihmu yang dulu”

“Tidak! Aku tidak mau! Aku pantang melakukan sex dengan laki-laki yang bukan kekasihku!”

“DIAM!”

Sehun membentak dan membungkam mulut Taeyeon menggunakan telapak tangannya.

“Apa kau tahu rasanya melihatmu selalu dirangkul oleh laki-laki mesum itu? Apa kau tahu rasanya dipermalukan di depan umum? Apa kau tahu rasanya melihat orang yang kau cintai selalu ingin dilecehkan oleh laki-laki lain? Hah?!”

Taeyeon semakin terisak dan tidak bisa berpikir lagi karena saat ini—

“Akh!”

—Sehun sudah menyatukan tubuh mereka.

“Arrgghhh! Tidak! Sehun…!!”

Sehun memacu tubuhnya didalam tubuh Taeyeon, tak dipedulikannya isakan wanita itu dan ia malah semakin gila. Taeyeon tak bisa berbuat apa-apa lagi, harga dirinya sudah jatuh, yang ia lakukan hanya menangis dan pasrah.

“Nghhh…shhh….” Taeyeon menggigit bibir bawahnya untuk meredam isakan dan desahan yang ingin keluar.

Sehun melihat keadaan Taeyeon, tak ada lagi rontaan dan ia sedikit iba melihat lecet di bibir Taeyeon. Masih dengan gerakannya, Sehun menghapus jejak air mata Taeyeon dan mencium lembut bibir wanita itu. Hingga akhirnya puncak itu datang.

“Aaakhh!” Keduanya mengerang keras.

Sehun mengeluarkan miliknya dari tubuh Taeyeon dan menatap kondisi tubuh Taeyeon yang sudah sangat kacau dan basah oleh cairan mereka. Sehun tahu, mungkin dia terlalu berlebihan menghukum Taeyeon, sampai istilahnya memperkosa wanita itu, tapi Sehun sudah tidak tahan… dia membutuhkan Taeyeon.

Taeyeon harus menjadi miliknya. Dan ia berhasil menjadikan wanita itu miliknya.

Sehun mengambil kembali silet yang tadi ia siapkan. Saat Sehun mendekatkan silet itu pada dada Taeyeon, wanita itu memejamkan kedua matanya, menangis, memohon dalam hati agar Sehun menghentikan tindakan sadisnya.

“Hiks…hiks…” isakan Taeyeon terdengar menggema, silet semakin mendekat dan tubuhnya makin bergetar ketakutan. Namun, yang Taeyeon terima adalah…

“Aku bercanda, bodoh” ungkap Sehun sambil menempelkan keningnya pada Taeyeon dan menjulurkan lidahnya.

Taeyeon membuka kedua matanya, ia merasa lega dan bingung.

“Hukumanku terlalu berlebihan sepertinya, maaf”

Sehun menekan tombol yang membuat ranjang kembali seperti posisi semula dan ikatan di sekujur tubuh Taeyeon terlepas dengan sendirinya.

“Kau…”

“Maaf aku keterlaluan, mana mungkin aku bisa menyakiti tubuh wanita yang aku cintai” ucap Sehun sambil membuang siletnya, “Tapi aku tidak minta maaf untuk hal yang sudah ku lakukan tadi”

Taeyeon merampas selimut yang ada di dekatnya kemudian menutupi tubuhnya secara menyeluruh. Sehun sendiri mengambil celananya dan memakainya, dengan rileks, ia duduk di samping Taeyeon…kemudian menjambak rambutnya sendiri.

“Sehun…?”

“Aku… kelainan… Taeyeon-a…”

“Eh?”

Sehun masih menunduk dengan kedua tangan yang menyangga kepala dan bertumpu siku pada pahanya. Taeyeon menatap Sehun dalam, namun air mata masih mengalir di wajahnya. Sehun mengangkat kepalanya dan menoleh pada Taeyeon, betapa sakitnya ia melihat wajah berantakan Taeyeon. Sehun mengulurkan tangan dan membersihkan air mata wanita itu… membuat wanita itu bingung pada perubahan sifatnya yang secara tiba-tiba.

“Aku menyukaimu sejak kita duduk di kelas satu SMA” ucap Sehun, “Kau tidak pernah menyadari kehadiranku karena terbuai oleh kepopuleranmu, dan laki-laki yang mendekatimu semuanya adalah laki-laki yang sangat populer”

Taeyeon mulai berhenti menangis, ucapan Sehun membuat Taeyeon mengingat kembali masa-masa Senior High School-nya.

“Aku adalah laki-laki yang sangat biasa, tapi banyak wanita yang mengejarku ketika mereka tahu sosokku yang sebenarnya, karena itu begitu masuk tahun kedua, aku memutuskan untuk mengubah seluruh penampilanku. Dan hasilnya pun berhasil, tidak ada wanita yang mendekatiku lagi”

Taeyeon masih belum bisa merespon kalimat Sehun.

“Saat kelas tiga, aku memutuskan menulis surat cinta dan memberikannya padamu sebelum lulus. Kolot memang, namun aku menyukai cara itu. Tapi aku tidak menyangka kau membiarkan kekasihmu dulu mempermalukanku. Merobek sampai tidak tersisa kertas itu di depan seluruh murid”

“Aku ingat…” jawab Taeyeon yang kini menitihkan air mata kembali, “Aku ingat kejadian itu… Sehun-a, aku benar-benar minta maaf padamu, percayalah, aku tidak menginginkan semua itu…aku—”

“Aku tahu, Tae” potong Sehun, “Karena pada saat itu, ketika semua orang meninggalkanku, kau pergi sambil menoleh kebelakang, wajahmu terlihat mengkhawatirkan kondisiku”

“Sehun-a. Aku menyesal”

“Saat itu aku bertekad melupakanmu, melupakan wanita yang membelaku di stasiun saat orang tua mesum mencoba melecehkanku” ucap Sehun yang kini tersenyum pada Taeyeon, “Karena itu, setiap laki-laki yang mencoba mesum terhadapmu… aku menghajarnya”

“Eh?”

“Aku ahli Judo”

Taeyeon terbelalak tak percaya.

“Dan harus kuakui, aku tidak bisa melupakanmu, aku juga tidak mengerti…”

“Apa alasanmu Sehun-a? Kenapa kau bisa menyukaiku?” tanya Taeyeon.

“Tidak ada” jawab Sehun tegas, “Karena aku tidak butuh alasan untuk menyukaimu. Aku menyukaimu bahkan mencintaimu karena kau adalah kau”

Refleks… Taeyeon memeluk Sehun, entah Taeyeon juga bingung kenapa dirinya tiba-tiba ingin memeluk Sehun dengan erat.

“Tae, aku sudah bilang tadi, aku ini… kelainan” ucap Sehun memperjelas.

Taeyeon mengangkat wajahnya dan bertanya-tanya, saat itulah Sehun menjawab, “Aku selalu berfantasi melakukan sex denganmu menggunakan alat-alat yang kubawa itu”

Taeyeon mengikuti arah telunjuk Sehun. Dan itu adalah lilin dan rantai. Kedua mata Taeyeon terbelalak, namun ada satu yang membuat Taeyeon merasa heran, melihat kedua benda itu membuat darah Taeyeon menjadi panas. Saat Taeyeon terdiam, Sehun mendekatkan wajahnya pada Taeyeon dan berbisik, “Apa kau siap dengan semua kelainanku?”

“Ng~” tanpa sadar, Taeyeon mengangguk.

Kini… Taeyeon terbuai oleh pesona Sehun.

Sehun menidurkan Taeyeon kembali. Walau ada perasaan takut… sangat takut di dalam hati Taeyeon, wanita itu hanya bisa diam ketika Sehun mengambil lilin berwarna merah dan rantai bermaterial besi, Sehun mengecup bibirnya dengan lembut dan menjalar ke leher dan dadanya. Mungkin ini akan menjadi pengalaman pertama Taeyeon melakukan hubungan sex menggunakan benda-benda milik Sehun. Ini benar-benar pengalaman pertama bagi wanita populer sepertinya.


Popular

“Jadi, kelainanmu itu adalah suka melakukan sex dengan menggunakan alat-alat?”

Sehun mengangguk, “Lebih tepatnya, aku suka melihatmu menikmati atas kesenanganku”

“Umm, kenapa aku tidak masalah dengan hal itu ya?” gumam Taeyeon, “Ah, aku harus mengakui sesuatu padamu. Sebenarnya, dari awal aku mendekatimu karena taruhan dengan sahabatku, Tiffany”

“Taruhan?”

“Hehehe, iya maaf, habis bosan sekali rasanya tidak ada kegiatan apa-apa sementara jadwal kampus baru dimulai besok. Tapi aku tidak menyesal ikut taruhan dengan Tiffany” ucap Taeyeon.

Setelah mereka mandi membersihkan tubuh masing-masing, kini keduanya bersantai di atas tempat tidur dalam keadaan hanya memakai pakaian dalam saja. Sehun menyalakan sebatang rokok dan Taeyeon disampingnya memeluk kedua kaki yang ditekuk.

“Dasar wanita tidak ada kerjaan” dengus Sehun.

“Sehun-a, sejak kapan kau merokok?” tanya Taeyeon.

“Sudah lama, sejak kejadian tragedi surat cinta” jawabnya jujur.

“Hahaha, maafkan aku, entah kenapa aku selalu ingin tertawa kalau kau mengucapkan kata ‘surat cinta’… sangat tidak cocok dengan karaktermu saat ini. Kau…arogan dan panas, kau tahu?”

Sehun menghembuskan asap rokoknya ke udara, “Aku tahu. Dan aku tidak menyangka kau menikmati rasa sakit yang ku berikan”

“Aku juga tidak menyangka kalau kau tipe pria sadis diatas ranjang, aku sempat ketakutan karena sikapmu itu” balas Taeyeon, “Apa ada wanita lain yang tahu sisi dirimu ini?”

Sehun menggelengkan kepalanya. Hening sementara.

“Sehun-a…”

“Hn?”

“Aku sangat suka ketika kau mengatakan aku ini milikmu” ucap Taeyeon dengan nada manja dan memeluk Sehun dari samping, “Membuatku merasa sangat spesial”

“Apa aku mengatakan itu? Arrghh!”

Taeyeon mencubit pinggang Sehun dengan keras. Saat mereka bercinta tadi jelas-jelas Sehun mengatakan bahwa Taeyeon adalah miliknya dan tidak ada pria-pria mesum yang diperbolehkan menyentuh miliknya.

“Aku juga suka ketika kau meminta lebih, kau sangat cantik kalau sedang liar, nona Kim”

Taeyeon merona merah, diam-diam Taeyeon  memperhatikan wajah Sehun… dia sangat tampan, beda sekali dengan sosok Sehun sehari-hari di kampus. Sangat amat culun, tapi tadi ketika Sehun baru saja masuk ke kamar dengan setelannya, Sehun terlihat sangat seksi.

“Kau sangat tampan ya, kenapa tidak ke kampus memakai pakaian normal saja?”

“…” tidak ada jawaban, Sehun mematikan rokoknya.

“Apa kau siap untuk itu?” tanya Sehun balik.

“Hm? Untuk apa?”

“Apa kau bisa membayangkan kalau aku tidak lagi menjadi laki-laki culun? Apa kau siap melihat banyak wanita yang mendekatiku?” ucap Sehun dengan percaya diri tinggi.

“Percaya diri sekali kau” Taeyeon memukul bahu pria itu dan mengerucutkan bibir.

“Percayalah, itu yang terjadi padaku saat aku duduk di bangku Junior High School. Karena itu aku mengubah penampilanku”

Taeyeon terdiam sejenak. Dia membayangkan teman-teman kampusnya jatuh hati pada Sehun dan berlomba-lomba untuk mendekati laki-laki miliknya ini, belum lagi mahasiswa wanita di kampus mereka semuanya ganas dan agresif. Tapi di sisi lain, Taeyeon ingin pamer bahwa kekasih Sehun adalah dirinya… Kekasih? Tunggu dulu…

“Sehun-a, status kita sekarang apa?” tanya Taeyeon.

“Menurutmu? ” Sehun menyeringai jahil.

“Kau menyebalkan! Aku butuh kepastian!”

Sehun berdiri dan meregangkan otot-ototnya kemudian kembali berbaring di samping Taeyeon, ia memakai selimut dan memejamkan kedua matanya, “Aku lelah, besok pagi kita pulang”

“Sehun-a jangan tidur! Jelaskan padaku hubungan kita sekarang apa?! Apakah kita hanya teman yang saling menguntungkan atau resmi berpacaran?” rengek Taeyeon.

“Jangan berisik”

“SEHUN-AA! JAWAAAAB!”

“Jawabannya ada di jari manismu, sudah aku mau tidur!”

Taeyeon terdiam dan melirik jari manis tangan kirinya. Sejak kapan ada cincin berlian yang sangat indah melingkar disana? Wajah Taeyeon langsung memerah terharu, sedangkan Sehun berpura-pura tidur. Taeyeon tersenyum lembut dan menempelkan keningnya di punggung Sehun.

“Terimakasih” hanya itu yang bisa Taeyeon katakan.

Pada akhirnya, Taeyeon memutuskan sesuatu di dalam pikirannya, dan keputusan itu membuat Taeyeon senyum-senyum dan tertawa sendiri.

“Hehehe”

“Apa?” tanya Sehun.

“Tidak, bukan apa-apa” jawab Taeyeon.

“Sudah kau putuskan belum?” tanya Sehun lagi.

“Apanya?”

“Aku harus berpenampilan culun, atau berubah penampilan seperti saat ini?”

Taeyeon menyeringai pada Sehun, seringai itu Sehun sangat tahu. Ciri khas Kim Taeyeon apabila memutuskan sesuatu yang sangat menarik perhatian sekitarnya. Menjawab seringai kekasih yang akan menjadi tunangannya itu, Sehun menjawab…

“Aa, aku bisa lakukan itu”

‘See? Kim Taeyeon pemenang taruhannya. Siapkan tas Gucci, kalung berlian Swarowfski dan jam tangan Guess untukku Fany-a’

Taeyeon menyeringai.

————–

THE END

Advertisements

21 comments on “[FREELANCE] Popular (2/2)

  1. waaaaahhhhh,.. kurang rasanya harusnya ada mide dikampusnya pangen tau gimana reakainya dan apa yg di rencanain taeyeon ini.. ko aku berharap masih oengen dilanjut aja ya cerita ini,. keren sampe ga rela udh selesai aja,..

  2. sehun pantes banget dapet peran badguy gitu wkwkwk
    thor bikin ff dengan genre kaya gini lagi donk tapi cast nya tetep seyeon yakk hehehe
    sebenarnya belom puas bacanya padahal udah panjang begini , bikin chapter donk thor^^
    semangat authornim^^

  3. Kyaaaaaaaaaaaa 😶😶
    keren nih ffnya, tapi.. tapi.. berarti taeyeon jadi suka sama sehun karena dia jadi ganteng gitu? Atau emng ada rasa cuman gengsi yaa? Maap kurang aq*a 😆
    Pinginnya ada sequel gitu author-nim~ tapi itu jg kalau sempet yaa ehehe
    Sukaaa sukaaa 😍
    Ditunggu ff2 lainnya yaaaa 😗♡♡♡

  4. Ulala…
    Ternyata sehun dah lama suka ama taeyeon, meski sempet ingin nglupain rasa sukax dulu.
    Tp skarang taeyeon dah jadi miluk sehun seutuhx…
    Dasar taeyeon, masih aja kepikiran taruhan ama fani…
    Hehehe…

  5. Kurang puas ihhh ama endingnya krna pengennya taetae pamer dlu gitu sm tmen” kampusnya klo sehun yg gk culun lgi itu adl tunangannya…
    kekekkekekkkk

  6. Akhirnya mereka bersatu juga hahaha masih penasaran gimana apa yg taeyeon rencanain dengan penampilan sehun. Duh harusnya masih ada lanjutannya tentang kehidupan di kampus mereka setelah mereka resmi tunangan wkk pengen liat reaksi anak anak kampus lainnya hahahaha

  7. Keren keren kerenkeren 😆😆
    Ternyata sehun diam2 menghanyutkan :v suka deh sama karakter sehun disini..
    Sequel dong thor kalo bisa sih 😂😂
    Ditunggu karyamu lainnya, semangat 💪💪

  8. Waaa udah sempet ngeri klo sehun beneran bakal nyilet taeyeon,,
    untunglaa gajadi hehehe
    aku setuju thor, ini bagus klo ada sequelnya hhehe
    Thanks a lot yaa author!! Semangat selaluu

  9. Butuh sequel 😂😂😂 pengen tau rekasi temen temen tae, dan orang orang kampus nonton sehun berubah 😍 btw makasih author ceritanya daebak dehhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s