SKYSCRAPER [Chapter 2] – Keiko Sine

poster-skycraper-3

SKYSCRAPER, by. Keiko Sine

[Another Story of Haunted Bar]

Genre: Mystery, Thriller, Psychology, Romance || Rating:  M

Casts:

Kim Taeyeon (SNSD), Kwon Jiyong (BB), Oh Sehun (EXO)

Han Sora (OC), Kim Jinwoo (Winner), Others.

Poster by. Afina23 @ Story Poster Zone

COPYING AND PLAGIARIZING THIS STORY ARE FORBIDDEN! 

THIS STORY IS BELONGING TO ATSIT AND KEIKO SINE.

PRE: [teaser][1]

***

[Chapter 2]

Malam kembali tiba dengan suara anjing tetangga yang mulai menggonggong di ujung sana. Melirik ke arah jendela, udara dingin kembali mengenai dahan dan menampar-nampar jendela kaca rumah. Sehun berhenti melangkah untuk meletakkan ponsel di atas nakas, melihat ke arah Taeyeon dan Jiyong yang sedang menyiapkan makanan di dapur.

Sambil menyalakan televisi, dia mengerucutkan bibir. Bisa-bisanya dua manusia itu seolah mengabaikan kehadirannya. Dia kan maknae di sini, ingat.

Pada siaran berita, seorang reporter muda membacakan ramalan cuaca yang tengah berubah-ubah drastis akhir-akhir minggu ini. Bahwa panas dan hujan datang bergantian pada setiap harinya dan menyarankan jika keluar rumah hendak membawa payung. Sehun mengangguk setuju.

Dilihatnya lagi keluar jendela, tak ada cahaya bulan maupun bintang, mungkin tertutup mendung, langit terlihat gelap seolah tak berpenghuni. Hanya lampu tepi jalan yang menjadi penerang di sepanjang rute rumah Taeyeon. Dan saat Sehun mengalihkan pandangannya pada televisi lagi, suara Taeyeon tertangkap pendengarannya.

“Sehun-ah… bantu noona menyiapkan makanan di meja.”

Itu suara Taeyeon, sontak Sehun berdiri, berjalan dengan malas menuju dapur. “Ne… ne…”

“Sehun-ah, bawakan supnya.”

“Sehun… kau lupa bawa sendok.”

“Sehun…”

“Matikan heaternya.”

Si pemilik nama nampaknya tidak dapat bersabar lagi, diletakkannya mangkuk dengan keras, “Yak… noona memangnya aku pembantu di sini?!!”

“Hehehe…” Taeyeon terkekeh dari tempatnya berdiri, “Jusseyo…” ucapnya sok imut dengan memasang aegyo gagal.

..

..

..

“Kau tidak menginap di sini, Hun?”

“Tidak,” jawab Sehun seraya memakai jaketnya, “Luhan hyung menungguku.”

“Ah… si rusa China manis itu.” Taeyeon mencoba mengingat, seorang lelaki manis yang sangat dekat dengan lelaki yang telah ia anggap sebagai adik sendiri, “Sampaikan salamku padanya, ya. Bilang aku merindukannya.”

“Tidak mau.” Ucap Sehun cepat, “Luhan hyung hanya milikku, kau tidak boleh rindu rindu padanya, huh… aku pergi.”

Sehun membuka lalu menutup pintu rumah Taeyeon dengan cepat, sedangkan dua manusia yang tengah duduk di atas sofa itu hanya bisa melongo melihat tingkah si lelaki paling muda.

“Sebaiknya kau harus lebih berhati-hati jika berbicara tentang Luhan.” Ucap Jiyong pelan, “Ku rasa anak itu benar –benar tidak suka kalau hyungnya ‘dimiliki’ oleh orang lain.”

Taeyeon mengangguk, “Kau benar. Sehun sangat menyayangi Luhan rupanya.”

Keduanya bertatapan, lalu Jiyong melirik ke arah jam dinding, “Oh tidak… ini sudah mulai episode Assasination Classrom yang ke 12. Cepat nyalakan televisinya.”

“Heol… kegemaranmu pada anime Jepang tidak hilang juga ternyata.” Taeyeon terkekeh pelan, lalu dinyalakannya televisi dengan memencet remote. Dia melihat wajah damai Jiyong dengan lekat, bagaimana bisa sosok badas dan tegas di luar sana bertransformasi menjadi Jiyong yang imut dan penggemar anime.

Terlalu larut dalam kartun yang ia tonton, tak menyadarkan Jiyong lantaran saat ini Taeyeon sedang bermain-main dengan rambut berwarna cokelat caramelnya. Mengalungkan kedua tangannya di perpotongan leher Jiyong, Taeyeon berbisik pelan, “Tuan muda Kwon, seperti apa aku di matamu?”

Sontak Jiyong melebarkan kedua matanya, melirik terkejut ke arah si wanita. “A-apa?”

“Jiyong-ah, kita sudah saling mengenal dan bersama bahkan ketika kita masih berkuliah. Aku—“ Taeyeon menghentikan ucapannya sendiri, menarik napas sebelum melanjutkan, “Kau tahu kalau kita saling menginginkan… T-tidak adakah sesuatu yang ingin kau katakan padaku, hm?”

Taeyeon rasa harga dirinya sudah menguap entah kemana, namun yang ia pikir inilah hal yang sejak dulu harus dilakukannya. Meminta kejelasan atas hubungan keduanya.

Jiyong berpikir sebelum menjawab, “Bilang apa? Seperti ‘aku menyukaimu’ atau semacamnya?” goda si lelaki, sebenarnya ia sudah tahu apa yang diinginkan oleh Taeyeon, tapi membuatnya salah tingkah seperti saat ini mengasyikkan juga.

“J-jiyong, aku— hmmpphh…”

Tak ingin terlalu lama berbasa basi, Jiyong memajukan wajahnya lalu mendaratkan ciuman telak di bibir Taeyeon. Mengecupnya lama, menghisap dan melumat, menggoda libido si wanita.

“Aku menyukaimu dari dulu Taeng…”

Ahmph…”

Jiyong meraup bibirnya lagi.

“Aku hanya ragu jika kau tidak balas memiliki perasaan padaku, jadi selama ini aku diam saja.”

“Bodoh.” Ujar Taeyeon lirih dengan bibir plumnya.

Bukannya marah, Jiyong malah tertawa mendengar ucapan Taeyeon barusan. “Jadi, bagaimana kalau hari ini adalah hari pertama kita?” ucapnya genit. Dieratkan pelukan keduanya, Jiyong kini menciumi bagian ceruk leher Taeyeon. Dikecupnya lembut, lalu lama kelamaan menjadi sebuah hisapan kuat sehingga tercetak tanda keunguan di sana.

Taeyeon menggigit bibir bawahnya, merasakan sensasi menggelitik saat lidah basah nan hangat milik Jiyong harus bersentuhan dengan kulit lehernya. “Aahh..” dan akhirnya desahan itu keluar membuat sesuatu di dalam diri si lelaki semakin membuncah.

Ditariknya kaos kebesaran Taeyeon ke atas, melepaskannya dengan sekali sentak. Jiyong menahan pinggang Taeyeon, lalu merabanya dengan gerakan sensual.

“J-jiyong-ah, apa yang kau lakukanhh…”

“Menggodamu tentu saja.” Jawab Jiyong dengan seringai, membuat Taeyeon mendelik paham atas apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jiyong menangkupkan kedua tangannya pada payudara sintal Taeyeon, menyentuhnya, meremas, mengguncang dengan gemas. Kemudian menarik pengait bra yang berada di bagian belakang punggung Taeyeon dengan sekali tarik, hingga kini Taeyeon telah benar-benar polos di bagian atas.

Memajukan wajahnya, Jiyong mulai mengecup putting merah muda itu dengan lembut menggunakan bibirnya. Lalu meraup, menjilatnya sensual, hingga ditariknya putting yang telah menegang itu membuat Taeyeon tak dapat menutup ataupun membuka bibirnya karena kenikmatan.

Aahh… aakhmm.. Jiyong-ah…”

“Ya benar, begitu sayang… desahkan namaku.”

Ehm… Jiyong-ah…”

Mendengar desahan sensual Taeyeon membuat Jiyong sudah benar –benar kehilangan akal sehatnya. Kini ditariknya celana panjang Taeyeon, menampilkan kaki jenjang si wanita yang tanpa cacat, telanjanglah Taeyeon tanpa sehelai benang pun. Jiyong mulai menindih tubuh Taeyeon, menekuk lututnya hingga ia bisa menjamah tubuh yang berbaring di sofa itu dengan leluasa.

Jiyong mengelus paha dalam Taeyeon, hingga meremas pantatnya. Tangannya yang nakal bahkan sesekali mengenai bagian tersensitif si wanita membuat Taeyeon lebih bergerak resah di bawah sana.

Aaakkhhh…”

Pekikan pertama Taeyeon terdengar saat Jiyong dengan sengaja menjilat vagina luar Taeyeon dengan lidahnya. Taeyeon meremas rambut si lelaki saat benda basah, hangat, nan lembek itu makin bergerilnya liar di area kenikmatannya.

“J-jiyong-ah… hentikan…”

Racau Taeyeon yang merasa bagian bawahnya telah benar –benar panas akibat perlakuan Jiyong padanya.

Namun layaknya tuli, Jiyong tak mendengar peringatan tersebut. Ia bahkan makin gencar untuk menjilat jilat daerah klitoris Taeyeon dan menghisap setiap cairan putih yang keluar dari lubang hangat itu. Menelannya dengan napsu.

Ckh… eumm… ahhh…” desah Jiyong saat melakukan aksinya.

Setelah puas dengan lidahnya, kini Jiyong menjauhkan wajah. Dilihatnya tubuh menggoda Taeyeon dari tempat ia duduk. Wajah si wanita yang terlihat memerah, napas tersengal, tatapan mata sayu, dan bibir terbuka seakan menikmati servisnya.

Kini Jiyong menatap Taeyeon dengan pandangan hangat, “Aku akan memasukkan jariku, Taeng…”

“Apa?! T-tidak aakh

Terlambat.

Satu jari tengah Jiyong telah masuk ke dalan lubang vagina Taeyeon yang masih rapat, bergerak dengan lembut di sana. Seolah ingin memperkenalkan lubang itu pada bagian tubuhnya sendiri. Jiyong memaju mundurkan dengan gerakan pelan namun terkesan sensual. Rasanya hangat, lembek karena cairan Taeyeon sendiri, dan nikmat.

Aaahh… Jiyong-ahh…”

Satu jari lagi. Kini jari tengah dan jari telunjuk Jiyong tengah bergerak keluar dan masuk dengan gerakan lebih cepat dari sebelumnya. Bahkan Jiyong memasukkannya lebih dalam dari sebelumnya, hingga dapat ia rasakan telah menyentuh bagian ‘itu’.

Aaaaakkhhh…”

Desah panjang Taeyeon keluar saat titik G-spotnya berhasil di temukan oleh ujung jari tengah Jiyong. Hingga kini si lelaki bergerak senang di atasnya. Berkali-kali menumbuk titik kenikmatan Taeyeon dengan brutal. Dan satu jari lagi, hingga tiga jarilah kini yang berhasil tertanam di lubang vagina Taeyeon.

Ini membuat Taeyeon frustasi, seolah sesuatu yang penuh telah menyodoknya dengan tanpa ampun di bawah sana.

Aahhh… ahhh… aahhh… Jiyong-ah… jangan ber-henti…”

Jiyong semakin cepat dan keras mengoyak lubang Taeyeon, dan rasa perih yang semula Taeyeon rasakan kini tak lagi ada dan malah tergantikan dengan rasa nikmat yang luar biasa.

Jiyong menggerakkan tangannya tanpa henti hingga tubuh Taeyeon bergerak dan berguncang dengan liar di bawahnya. Hingga dapat Jiyong rasakan bahwa lubang vagina Taeyeong mulai menyempit dan berkedut cepat, pertanda bahwa wanitanya akan segera mencapai klimaks.

A—aahhh…”

Cairan orgasme Taeyeon menyembur keluar, dan dengan sengaja Jiyong menghentikan gerakan tangannya, membiarkan si wanita menikmati rasa orgasmenya dengan nyaman.

Dan setelah dirasa cukup tenang, Jiyong menarik ketiga jarinya dengan perlahan. Menjilati cairan cinta Taeyeon yang tertinggal di ketiga jarinya. Menelan benda cair bening itu tanpa jijik sedikitpun.

Jiyong tersenyum, merapikan rambut Taeyeon yang sepenuhnya berantakan. Menatap wajah si wanita yang sepertinya malu ketika ia tatap.

“Untuk malam ini cukup jariku yang masuk ke lubangmu Taeng, karena ketika penisku yang menghajarmu, aku tak yakin bisa bermain lembut.”

Nyatanya dirty talk Jiyong barusan malah membuat Taeyeon tersenyum. “Anytime, babe.”

Merasa bahwa Taeyeon sudah benar –benar kelelahan, Jiyong pun menggendong tubuh telanjang Taeyeon ke dalam kamarnya, menyelimuti Taeyeon lalu mengambil posisi tidur di sampingnya.

“Kita telah melewati malam yang cukup panjang, tidurlah.”

.

.

-oOo-

“Jadi bagaimana? Kau jadi ikut?” Jinwoo kembali menyembulkan kepalanya dari bilik depan ruangan Jiyong.

Melirik kilas, Jiyong berkata dengan santai, “Aku akan membawa dua orang lagi. Deal atau tidak sama sekali?”

Jinwoo menaikkan sebelah alisnya, “Dua orang lagi? Ku kira hanya Taeyeon.”

“Tidak. Sehun juga ingin ikut ternyata. Boleh?”

Memringkan kepalanya, Jinwoo sedikit berpikir sebelum menjawab, “Ku kira tidak apa-apa, Sora bukan orang yang pelit juga. Jadi, berkumpul di rumah Sora di hari minggu ini, mengerti?”

Mengangguk, Jiyong membuat tanda ‘oke’ menggunakan tangannya.

.

.

.

The day…

Satu minggu kemudian.

.

.

.

Sehun menarik koper kemudian meletakkannya di samping milik Taeyeon dan Jiyong. Mereka telah tiba di rumah Sora sepuluh menit lebih awal. Juga terlihat seorang lelaki lain yang berdiri tepat di samping Jinwoo. Itu Kim Siwan, sepupunya.

“Jadi, ada berapa orang yang ikut liburan ini?” Tanya Jiyong pada Jinwoo.

“Enam orang. Kau, aku, Sora, Taeyeon, Siwan, dan uri maknae Sehunnie.”

Mendengar ucapan Jinwoo, diam –diam Sehun terkekeh dari tempatnya berdiri. “Ah hyung, aku jadi malu.”

Melihat keceriaan di sana, tak ayal membuat Taeyeon merasa ada sesuatu yang kurang pas. Ketahuilah jika Taeyeon memiliki kepekaan yang sangat tinggi lebih dari siapapun. Kali ini bukan karena hantu atau arwah gentayangan yang selalu mengajaknya bicara karena bosan. Bukan. Tapi sesuatu yang lain.

“Bagaimana? Semua sudah siap?” Sora keluar dari dalam rumah. “Mobil travel sewaan kita akan tiba sebentar lagi, jadi jangan lupakan barang bawaan kalian ya.”

Satu kata yang dapat keluar dari bibir Sehun, “Cantik.”

Mendengar itu sontak Taeyeon memutar bola matanya jengah. Nampaknya jiwa playboy Sehun bangkit lagi.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya mobil travel vans berwarna hitam itu pun tiba di depan rumah Sora. Sang supir membantu mereka untuk memasukkan barang- barang bawaan hingga menata tempat duduk mereka agar nyaman.

Dan perjalanan menuju Gangwon-do pun dimulai.

..

..

..

Di dalam mobil mereka saling bercerita, melakukan berbagai permainan konyol hingga tertawa dengan lebar. Hal yang jarang didapatkan di kantor, dan ini menyenangkan.

Sora mengeluarkan kameranya, lalu mengambil beberapa gambar mulai dari Jinwoo dan Siwan, Jiyong, Taeyeon, hingga Sehun yang nampaknya paling percaya diri di antara semuanya.

Noona, aku haus.” Ucap Sehun pada Sora.

“Eum… ajhussi, apakah ada air?”

“Di paper bag itu ada beberapa botol air, agashi.” Ucap si paman supir.

Sora mengambil beberapa, dia memberikan satu kepada Sehun, lalu pada masing-masing yang berada di sana.

Setelah merasa lelah dengan permainan tanpa henti yang selalu dimenangkan oleh Jinwoo, akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhirinya. Perjalanan menuju Gangwon-do masih kurang sekitar empat jam lagi dari sekarang. Dan menunggu selama itu akan jadi sangat membosankan.

Dengan perlahan kelopak mata mereka bergerak naik dan turun. Merasa lelah juga mengantuk karena suasana dingin hujan di luar sana menambah kesan positif untuk beristirahat.

Jadi satu per satu dari mereka pun tertidur.

.

.

-oOo-

Terasa seperti tertindih sesuatu, lantas Jiyong membuka mata, perlahan mengumpulkan kesadaran. Dilihatnya satu per satu dari mereka yang kini tertidur dengan berserakan, namun sesuatu terasa janggal tengah dirasakan oleh Jiyong.

“Dimana ini?” tanyanya pada diri sendiri.

Bukan kursi dan jendela mobil vans yang kini di hadapannya, melainkan sebuah rumah berukuran besar dan mereka tengah berbaring di ruang tamunya.

“J-Jinwoo-ya… bangun.” Ucapnya sambil menggoyangkan badan Jinwoo.

Mendengar ucapan panik Jiyong sontak membuat semuanya perlahan terbangun. Ini bukanlah mimpi, Jiyong telah meyakinkan dirinya berkali-kali bahwa ini nyata. Dimana mereka sekarang?

Satu per satu dari mereka membuka mata, bangun lalu duduk bersandarkan tangan masing-masing.

“Euh… kepalaku sakit.” Ucap Sehun sambil memegangi sebelah kepalanya.

“Jinwoo-ya, Sora, di mana ini?!” tanya Jiyong sekali lagi, kini tak dapat menyembunyikan suara paniknya.

“A-aku—

#triiiiingg!!!

Belum sempat Jinwoo menjawab, sebuah suara bell memekakkan telinga datang dari sebuah televisi berukuran besar yang terletak di ujung ruang tamu.

Dan Jiyong tambah melebarkan matanya saat melihat tulisan yang tercetak di sana.

‘SELAMAT DATANG DI SKYSCRAPER HOUSE. MISI PERTAMA KALIAN ADALAH MENENTUKAN KETUA DARI DUA TIM YANG BERBEDA.

SKYSCRAPER TIDAK MENERIMA BANTAHAN ATAU SEORANG PEMBERONTAK. JIKA KALIAN TIDAK MENGIKUTI PERATURAN SKSCRAPER, MAKA KALUNG YANG ADA DI MASING-MASING LEHER KALIAN AKAN MENGELUARKAN PISAU YANG LANGSUNG MEMOTONG TENGGOROKAN KALIAN.’

Sontak mereka berenam memegangi leher, benar, sebuah choker bermaterial besi monel telah terpasang kuat di masing-masing leher.

“Apa ini? Lelucon?” Siwan tertawa dengan kencang, menggema di seluruh penjuru rumah besar yang nampak tak berpenghuni tersebut.

“Ini gila! Kenapa kita ada di sini? Mana mobil vansnya?” timpal Jinwoo.

Jiyong melihat ke sekeliling, menatap ada raut kecemasan dari setiap orang di sana. “Tunggu— kapan terakhir kita membuka mata? Kenapa kita tertidur? Lalu kenapa kita ada di sini?”

Sora menggigit bibirnya, sambil mengingat ia berjalan mundar mandir, “Aku memberi kalian air, lalu— lalu, aku mengantuk… tidak mungkin! Apa air itu ada obat tidurnya?”

“Brengsek! Apa supir sialan itu yang membawa kita kemari?!” sambung Jinwoo.

“Ku rasa… ku rasa ini hanya lelucon.” Siwan bengun dari duduknya, berjalan dengan langkah lebar menuju pintu utama. Siwan mencoba menarik— namun terkunci, tentu saja.

Siwan menarik lebih kencang, lalu mencoba mendorong, namun pintu ganda itu sama sekali tak bergerak. Membuat kepanikan lebih jelas terlihat di wajah -wajah mereka.

“Brengsek! Tunjukan dirimu! Kau pikir ini lucu, hah?!” teriaknya sekali lagi. Kini Siwan menarik kursi, mencoba menjangkau jendela yang letaknya berada di atasnya.

Sontak Jinwoo dan Jiyong saling bertatapan, kembali mengingat isi dari tulisan di layar televisi tersebut.

#Brakk!!

Siwan menumpuk tiga kursi dalam satu baris, dia mulai mencoba naik dan saat di kursi ke dua, Jiyong dan Jinwoo menarik kakinya. Tak menginginkan kejadian mengerikan terjadi.

“Lepaskan aku!”

“Tidak! Kau lihat tulisan di layar itu?? Turunlah Siwan!” Jinwoo memegangi kakinya.

“Kalian bodoh! Ini hanya lelucon, aku mau keluar!”

#Bugh!

Jinwoo terjatuh dengan suara debaman saat Siwan dengan sengaja menendang dadanya. Siwan menaiki kursi ke tiga, dia menggedor jendela kaca yang telah berhasil dicapainya.

“Brengsek! Tidak mau mecah! Bukalah!” sumpah serapah Siwan keluar saat dia berusaha untuk memecahkan jendela tersebut. Hingga—

Aaakkkkhhhh!!!!!”

Teriakan Siwan bagai suara binatang buas yang menggema, mereka semua membelakkan mata ketika tubuh Siwan dengan perlahan jatuh ke lantai.

#Bugh!

Jinwoo bergerak maju, “S-Siwan-ah?” panggilnya pada si sepupu, namun tak ada jawaban. Sontak Jinwoo merasa semakin panik, hingga dalam jarak kurang dari satu meter— Jinwoo menghentikan langkah kakinya.

“Tidaakkk… Siwan-ah? Bangun.!.”

Sebuah pisau kecil yang keluar dari kalung choker besi tertancap di leher Siwan. Darah pekat keluar dari sana.

.

.

-TBC-

Author Note:

Penasaran apa yg sebenarnya terjadi? Tunggu di chap 3 ya kalau emang mau dilanjut. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca, karena aku benci SIDER.

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Advertisements

59 comments on “SKYSCRAPER [Chapter 2] – Keiko Sine

  1. Wuahh serem bgtttt … pdahal si gtae bru aj jadian.. tpi udhh bgini aj masalah nyaaa .. seremmm 😨😨😨 tapiii seruu hahahaha

  2. Penasaran. Penasaran misinya , penasaran kelanjutan hubungan GTAE & penasaran semuanya.
    Setelah kejadian Siwan gimana kelompok itu akan melanjutkan petualangannya di Skyscraper itu. Apa ada yang membangkang lagi? Sehun, mungkin. 😀 Tapi, janganlah 😉
    Bagus!
    Fighting Author-nim! 🙂
    Fighting All! 🙂
    Menanti kelanjutannya ~ 😀

  3. wah malem” mendung bCa yang horor dikamar mana mati lampu membawa sensasi tersendiri emang. eon banyakin yah part horornya seru aku bacanya ketimbang nonton takut.
    eon lanjut semangat terus.

  4. Lahhh thorrrr, tanggung “scene” gtaenya hehe

    Jd bayangin detektiv conan hehe kasian siwan

    Semangat lanjutinnya thor,

  5. yoss….tadinya tegang gara2 taeyeon jinyoung.. eh diakhir2 dikejutin ama siwan…
    omg!!! good lah thor.. fighting… for the next

  6. Bagus si, tapi ko MIRIP BANGET sama ff 48hours-nya EXO ya. Maaf kalo salah, tapi seingetku pernah baca deh cerita kaya gini pas jamannya kelas 1 sma. Itu udah lama banget, tp maaf aja ingatanku gak seburuk itu sampe lupa cerita yg pernah dibaca. Saran ya, buat authornim tolong lebih hati2 dalam menulis dan jauh2 ya sama yg namanya plagiarisme. Harapannya, semoga di chapter depan cerita ini authornya lebih pake cerita dan alur punya sendiri, walau disini ada beberapa alur cerita yg dirubah tp jangan sampai authornim disangka jadi plagiat

    • HEHH EMANG DARI AWAL SAMPE AKHIR SAMA???
      KALO NGOMONG KASIH BUKTI SINI… JANGAN ASAL TUDUH AJA, NAMANYA MIRIP JALAN CERITA DIKIT2 DI FF MAH WAJAR…. NAH EMANG FF GUE MIRIIIP YG BAGIAN MANANYA???
      ENAK AJA NGATAIN GW PLAGIAT!!!
      KALO PLAGIAT MAH DARI AWAL SAMPE AKHIR SAMA, NAH EMANG FF GUE SAMA BANGET SAMA FF YG LU SEBUT

      • DARI TEASER, CHAPTER 1, SAMPE CHAPTER 2 INI EMANG SAMA SEMUA YAA???
        KALO NIAT LO CUMA MAU JELEK2IN GUE MENDING GK USAH BACA DEH… GK USAH KOMEN APA LAGI… NGERUSAK MOOD AJA

      • Hahahaha. Maaf ya numpang ketawa. Situ pasti author baru kan? Baru pengalaman nulis? Udah berapa tahun di ATSIT? sori aja gue itu readers lama disini dari jaman Kris jadi pemeran utama sampe hilang ditelan bumi, dari jaman masih ada author Vii sama author RYN yg punya diksi keren gila di atas rata2. Gausah lebay lah, orang dikomen aja langsung nyolot. MIRIP bukan berarti SAMA ya! Lu pan penulis harusnya paham dong. Jadikan komentar readers lu buat motivasi jd lebih baik buat ke depan. Jangan mudah tersulut emosi. Ya kalo lu ga percaya baca aja sendiri ff 48hours. Itu authornya orang China & udah diterjemahin ke berbagai macam bahasa. Recomended lah pokoknya.

  7. ihh serem jadi ngebayangin klo gue yang pake tu kalung. penasaran sama misi selanjutnya ditunggu nextnya. Fighting.

  8. ihh serem jadi ngebayangin klo gue yang pake tu kalung. penasaran sama misi selanjutnya setelah siwan meninggal ditunggu nextnya. Fighting.

  9. Abis romance langsung jadi horror😆mantab daah .. perpaduan yg bikin gregt👍👍

  10. Pingback: SKYSCRAPER (Chapter 3 + Announcement) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. ceritanya seru. jiyong taeyeon udh jadian. yeah! dan mulai lah kisah horror mereka. izin baca chap 3 ya. ^^

Comments are closed.