IF YOU DO [Gt.01]

if

Nia M Storyline

Taeyeon, Gdragon | romance, sad | oneshoot | rating G | yeon jimin | inspired by Got7 song

Note : sorry for typo! Happy reading^^

 

***

Jika kamu yang melakukannya, itu selalu menjadi kata yang benar. Jika aku yang melakukannya, itu akan menjadi salah.

***

                Pintu kamar Taeyeon terbuka menampilkan sosok Tiffany dengan balutan dress merah tua yang sangat elegan.

Tiffany menatap sahabatnya kesal, “Hei Kim Taeyeon! Kau belum berganti pakaian sejak tadi? Oh tuhan, sepertinya kau ingin membuatku marah ya.”

Yang diajak bicara hanya diam sambil menatap Tiffany resah. Perasaan ragu tercetak jelas di wajah mungilnya.”Tapi Fanny-ah, bagaimana jika.. jika nanti”

“Jika nanti ada Jiyong di sana. Tak perlu dilanjutkan, aku sudah tahu.” Potong Tiffany sedikit jengah. Ia sudah berkali-kali mengatakan kepada sahabatnya itu untuk tidak terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang sudah biasa terjadi.

“Apa nanti dia juga ada ?” Taeyeon menuntut jawaban. Mungkin saja jawaban yang diberikan Tiffany mampu merubah keputusannya.

“Aku tidak tau dengan pasti, mungkin saja dia datang mungkin saja tidak. Kenapa? Kau takut jika bertemu dengannya di sana? Ayolah taeng, kau juga harus menikmati kebebasanmu bukan hanya dia saja yang bisa berpesta dan bersenang-senang.”

Taeyeon menggeleng, “Bukan begitu, hanya saja aku sedang menghindari pertengkaran dengannya. Lebih baik aku menelponnya untuk memastikan keadaan, jika aman aku akan ikut denganmu ke pesta Hyorin.”

Tiffany hanya mengerling malas, percuma saja membujuk Taeyeon. Apapun itu, kekasihnya lah yang menjadi prioritasnya. Tiffany sendiri juga heran, bagaimana bisa Taeyeon bersikap begitu baik dalam suatu hubungan.

Di seberang sana Taeyeon mencoba menghubungi Jiyong dengan ponselnya. Selepas dering ketiga, panggilannya diterima.

“Eoh, Jiyong-ah tidak apa-apa. Aku hanya ingin bertanya kau dimana?” Taeyeon menggigit bibir bawahnya pelan, ia begitu gugup untuk berbohong pada Jiyong meski tak bertemu secara langsung sekalipun.

“Kau masih pemotretan di Gangnam? Baiklah, lanjutkan saja. Aku tutup telfonnya, good night.” Helaan nafas lega Taeyeon disambut senyum cerah Tiffany.

“Taengoo let’s go !” pekik Tiffany kegirangan. Selepas itu ia menyodorkan gaun pilihannya pada Taeyeon untuk segera berganti.

***

“Siapa? Taeyeon?” tebak Youngbae begitu Jiyong kembali memasukkan ponsel ke saku jaket.

Jiyong mengangguk menyetujui tebakan Youngbae, “Benar Taeyeon. Kenapa?”

“Tidak pa-pa. Yang kusadari selama ini Taeyeon benar-benar gadis yang hebat.” Youngbae tersenyum penuh arti.

“Ada apa lagi ?” Jiyong memutar bola matanya bingung, setiap perkataan yang dikeluarkan Yungbae selalu berbelit dengan maksud di dalamnya. Seperti itulah Youngbae yang Jiyong kenal sejak belasan tahun yang lalu.

“Kurasa hanya dia yang mampu membuat seorang Jiyong berbohong sekedar untuk pergi ke pesta.” Youngbae terkekeh di tempatnya. Segera saja Jiyong melemparkan tatapan kesalnya.

“Berhentilah memperlakukannya seperti itu, kau tak tau bagaimana keadaan kalian kedepannya. Jangan terlalu percaya bahwa dia tak tau apa-apa karna mungkin saja ia malah mengetahui semuanya. Jadi berubahlah untuknya selagi dia masih  bertahan di sisimu. Hanya itu yang ingin aku katakan.” Tutur Youngbae penuh nasihat.

Tak ada respon apapun dari Jiyong mengenai tpik yang barusan Youngbae berikan.

“Pergi sekarang atau tidak sama sekali.”  Jiyong bergegas berdiri dan memamerkan kunci mobil yang berada di genggamannya.

“Baiklah ayo pergi sekarang, Hyorin mungkin sudah menunggu kedatanganku di sana.”

Tanpa Jiyong ketahui, kepergiannya kali ini akan membawa pertengkaran hebat dalam hubungannya sendiri. Jiyong tak menyadari jika kali ini akan mendapati sebuah kejadian yang tak pernah ia duga sedikitpun. Malam ini akan mengawali sebuah cerita yang baru.

***

“Selamat datang Fanny-ah, selamat datang Taengoo!” sambut Min Hyorin hangat kedatangan dua sahabatnya itu. Ketiganya sama-sama model Korea Selatan yang sering terlibat kerjasama yang tentu saja membuat mereka dekat hingga menjalin persahabatan.

“Woah, uri Hyorin terlihat cantik sekali malam ini.” puji Taeyeon yang seketika itu membuat pipi kekasih Youngbae memerah.

“Taengoo berhentilah memujinya, dia nanti akan besar kepala.” Gurauan Tiffany memicu gelak tawa bagi mereka.

“Taeng, kau tak datang bersama Jiyong?”

“Tidak, ia masih berada di Gangnam untuk pemotretan. Dan juga, jika kalian bertemu dilain waktu jangan katakan padanya jika aku datang kesini. Bisa-bisa dia akan memarahiku.”Hyorin mengangguk menyetujui permintaan Taeyeon barusan.

“Aku ingin bersama kalian lebih lama, tapi sayangnya tamu yang lain sudah berdatangan. Selamat menikmati pesta kecil ini, aku kesana dulu.” setelah itu Hyorin meninggalkan keduanya yang juga bergegas pergi ketengah-tengah pesta .

***

“Kukira kau akan datang besok pagi.” Sindir Hyorin pada Yungbae yang baru saja datang bersama Jiyong.

“Maafkan aku tuan putri.” Youngbae segera memeluk dan memberikan bucket bunga kesukaan Hyorin. Itulah cara agar terbebas dari Hyorin yang merajuk.

“Kenapa terlambat, huh? Apa kau mendapat masalah sesuatu?”

“Tidak perlu cemas. Kita terlambat hanya karna jalanan macet.” Sahut Jiyong yang didukung Youngbae dengan anggukan kepala.

“Oh, kau datang?”

“Kenapa ?kau baru menyadarinya atau kau tak berniat mengundangku.” Gurau Jiyong dengan senyum kecutnya.

“Tidak, hanya saja tadi Taeyeon mengatakan jika kau masih pemotretan di Gangnam.” Penjelasan Hyorin membuat Youngbae mau tak mau menampilkan senyum kecutnya. Untuk masalah seperti ini, ia memang tak memihak kepada Jiyong.

“Jadi kalian menggosipkanku di telpon? Wah, aku merasa tersanjung.”

“Tidak ditelpon, dia mengatakannya baru saja di sini.” Ucap Hyorin apa adanya.

Jiyong mengerutkan keningnya, “Di sini? Apa maksudmu?”

“Taengoo datang ke pesta ini bersama Tiffany.”

“Apa ?” rahang Jiyong mengeras. Setelah itu ia berkeliaraan menelusuri dalam ruangan untuk mencari keberadaan Taeyeon, kekasihnya.

***

“Kwon Jiyong, kau di sini?” Taeyeon terkejut bukan main ketika pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

“Kita harus bicara. Ikut aku keluar.” Ujar Jiyong dengan anda rendah.

Taeyeon yang masih dalam keadaan terkejut hanya terdiam ditempatnya. Ia bingung dengan apa yang sedang terjadi.

“Kenapa diam?Kubilang ikuti aku keluar!” teriakan Jiyong menyentak Taeyeon kembali pada kesadarannya. Kini keduanya pun menjadi pusat perhatian para tamu yang ada, semua itu berkat suara Jiyong.

Tak ingin semuanya bertambah rumit, Taeyeon bergegas keluar disusul Jiyong di belakangnya. Keduanya menuju ke dalam mobil milik Jiyong. Tak perlu bertanya mengapa, karna jawabannya mereka akan bertengkar setelah tiba di rumah salah satunya.

“Jiyong, Kwon Jiyong.. Aku terkejut melihatmu di sana. Jika aku tahu kau datang kita seharusnya datang bersama.” Taeyeon memecah keheningan selama perjalanan.

Raut wajah Jiyong tak berubah,”Aku tidak bertanya pendapatmu.” Balas Jiyong datar tapi begitu mengena pada Taeyeon.

Setelah itu tak ada lagi yang bicara, Taeyeon lebih memilih diam dan memejamkan matanya. Ia memerlukan tenaga lebih yang mungkin saja nanti ia butuhkan selama bertengkar.

***

Tiffany bergumam serang diri, “Taeyeon eodiso?” Baru sebentar saja ia tinggal ke kamar mandi tapi temannnya itu sudah hilang entah kemana.

“Mencari Taengoo?” Hyorin menghampirinya.

“Eoh, kau melihatnya?”

“Baru saja keluar bersama Jiyong.”

“Ndeee? Jiyong oppa? Why…why… keluar?” entah kenapa itu membuat Tiffany panik sendiri.

“Hey kau sudah tahu kan bagaimana sifatnya? Jiyong sepertinya marah besar, dia berteriak di sini dan Taeyeon langsung membawanya keluar.”

“Aigo, kenapa jadi Jiyong oppa yang marah? Seharusnya Taengoo karena dia yang dibohongi, ah gadis itu.”

Hyorin menepuk bahu sahabatnya itu, “Sudahlah itu hubungan mereka, jangan terlalu terbawa.”

“Benar juga, aku akan emosi sendiri menghadapi mereka berdua.”

***

“Kenapa tak bilang padaku jika kau akan ke sana?” ujar Jiyong datar.

Keduanya sudah tiba di dalam apartemen Jiyong. Saling menatap dengan amarah yang tersembunyi di setiap mata.

“Kau, kenapa berbohong padaku dengan mengatakan kau masih ada di Gangnam?” Taeyeon balik mengajukan pertanyaan.

“Jangan mengalihkan pembicaraan. Kenapa tak bilang apapun padaku? Jawab aku Kim Taeyeon!” Jiyong sedikit membentak. Itu sangat berdampak pada Taeyeon yang mulai menampilkan mata berkaca-kaca. Salah satu hal yang Taeyeon benci adalah ketika ia dibentak.

“Kenapa kau juga tak menjawab pertanyaanku, Kwon Jiyong-ssi!” bibir Taeyen bergetar ringan, kedua tangannya menggenggam erat tepi gaun yang dikenakannya.

“Kim Taeyeon, jangan mencoba membuatku marah besar.”

“Aku hanya tidak ingin membuatmu marah dan khawatir.” Balas Taeyeon getir.

“Tapi yang kau lakukan ini malah membuatku semakin marah kau tahu?”

“Bagaimana bisa kau selalu mengatakan bahwa aku yang salah, kau ingin menang sendiri. Igijeogin saekki.” Bentak Taeyen tak tahan lagi. Sebentar lagi mungkin saja ia akan kalut bersama amarah terbesarnya. (Igijeogin saekki : baj*ngan egois)

Jiyong menyipitkan penglihatannya, “Apa aku mengatakan kau salah? Tidak kan, kau yang mengatakan itu sendiri.”

“Kau selalu membesarkan kesalahanku yang kecil dan mengabaikan kesalahanmu sendiri. Aku hanya ingin datang ke pesta sahabatku sendiri, apa itu salah? Kenapa kau selalu marah-marah padaku?”

Jiyong diam, ia tetap menunggu Taeyeon menyelesaikan semua kalimatnya.

“Kau berpesta sesuka hatimu setiap malam yang kau inginkan. Karna jika kau yang melakukannya itu akan menjadi kata yang benar dalam hubungan ini, jika aku yang melakukannya itu pasti akan menjadi hal yang salah. Apapun yang kau lakukan, aku tak akan pernah menang. Apa kau sadar itu, Jiyong-ssi ?” air mata lolos begitu saja dan jatuh di kedua pipi Taeyeon. Ia berteriak dengan nada bergetar seraya terisak.

Tangan Jiyong baru saja akan mengusap wajah Taeyeon yang basah dengan air mata, tapi Taeyeon lebih memilih mundur menghindar.

“Ya, aku sadar. Sekarang kemarilah.” Pinta Jiyong tulus.

Kelemahan Jiyong yang orang tidak diketahui adalah ia tak tega sedetikpun untuk melihat Taeyeon menangis.

“Tiba-tiba kau menjadi orang yang berbeda hingga aku mulai tak mengenalimu lagi. Saat kau bersikap tenang dihadapanku itu malah membuatku gugup.” Nada bicara Taeyeon mulai kembali normal.

Jiyong menghela nafas pasrah, “Teruskan saja, kali ini aku yang akan mendengarkanmu.”

“Para gadis di pesta itu, bagimu mereka hanya teman. Tapi bagiku mereka jalang yang bisa main mata denganmu. Apa kau tak pernah berpikir sampai di situ?”

“Kau cemburu? Kau tak pernah mengatakannya padaku. Lagi pula mereka itu memang temanku, hanya sekedar teman.” Jelas Jiyong hati-hati.

“Kau selalu saja seperti itu, ya i byeongshina. Jika aku mulai mengatakan sesuatu, kau dengan mudahnya mengatakan ayo kita putus saja kalau begitu. Aku terlalu takut dengan semua itu jadi kita tidak bisa semakin dekat lagi setelahnya.” (ya i byeongshina : hei kau baj*ngan)

“Lalu kenapa kau tak pernah mengatakan hal seperti itu juga?”

“Aku mencintaimu, karena itu aku masih menerimamu.”

Jiyong tertohok dengan jawaban yang baru saja ia dengar dari bibir Taeyeon secara langsung. Sudah lama sekali jika diingat kapan terakhir kali keduanya menngucapkan kalimat cinta seperti itu.

“Jadi, tak bisakah kita kembali seperti yang dulu?” Taeyeon mengusap wajah sembapnya. Tenaganya sudah terkuras dengan cepat, ia segera bersandar pada tembok di belakangnya. rasanya sudah tak kuat untuk sekedar berdiri tegak.

“Aku akan kembali padamu.”

Jiyong mendekat dan meraih tubuh Taeyeon dalam dekapannya. Rasa bersalah tiba-tiba saja merindungnya.

“Jangan pergi terlalu jauh lagi, aku tak bisa mengejarmu lebih lama lagi.” Taeyeon kembali terisak. Kali ini air matanya mulai membasahi dada Jiyong.

“Mulai sekarang aku yang akan menghampirimu, jangan cemas lagi.” Kecupan ringan diberikan Jiyong di kening Taeyeon untuk beberapi detik.

“Maaf sudah membuatku terbebani oleh sikapku akhir-akhir ini. Aku mencintaimu.”

Setelah itu keduanya saling tersenyum dan berakhir dengan saling mendekap dalam tidur malam itu.

 

The End

Maafkan kegaje-an saya, iya tau kok ini ff emang aneh banget^^

Sekian dan terima kasih ^^

buat info yg lebih jelas tentang series oneshootku, bisa cek di akun wattpad @yeon-jimin

bye :-*

 

 

 

 

 

Advertisements

15 comments on “IF YOU DO [Gt.01]

  1. Dengan mudahx memaafkan karna alasan cinta…
    Meski sedikit tp sakit hati pasti ada…
    Entah kapan hal itu akan menjadi bumerang untuk diri sendiri…

  2. Kyaaa knapa oneshoot, pdhl ceritanya bagus bnget. Sbnernya pngen tau kelanjutan hubungan keduanya, huftt….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s