[FREELANCE] Fine (Chapter 1)


FINE
all for my wife was spoiled

Author : Anfitaehun

Main Cast : Oh Sehun, Kim TaeYeon

Other Cast : Park Jiyeon, Im Yoona, Tiffany Hwang, Kwon Yuri, Victoria Song, Park Yoochun, etc.

Length : Part

Rating : T+

Genre : Marriage-life, Sweet Romance

Summary : ‘Kim Taeyeon seorang gadis berumur 21 tahun yang memiliki sifat super manja. Oh Sehun pria berumur 22 tahun yang memiliki sifat super dingin. Keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Bagaimana cara Sehun mengatasi pekerjaan dan istrinya??’

Warning : Kiss scene & Typo(s)

💓💓💓

Part 1

Jam telah menunjukkan pukul 6 pagi, matahari pun sudah menampakkan diri, cahayanya menerobos masuk melalui celah-celah jendela sebuah kamar. Sebuah kamar besar yang dihuni oleh dua orang, Taeyeon dan Sehun, dua makhluk berbeda gender yang meresmikan hubungan mereka dengan tali pernikahan kurang lebih satu tahun yang lalu. Taeyeon tengah asik memperhatikan lelaki di sampingnya dengan senyumnya, ia tak pernah bosan dengan pemandangan indah ini setiap pagi. Dimana saat ia terbangun, selalu ada wajah lelaki tampan dengan mata setajam elang, hidung yang mancung sempurna, dan bibir merah muda, ia tak pernah bosan disuguhi pemandangan seperti itu. Belum lagi dengan tangan kekar lelaki itu yang melingkar manis di pinggangnya, lelaki yang sangat dicintainya, dan dia adalah suaminya—Oh Sehun.

Setelah puas memandangi wajah tampannya, Taeyeon mempererat pelukan suaminya yang masih terlelap, dan menyesap dalam-dalam aroma tubuh sang suami, Taeyeon sangat menyukai aroma alami yang dihasilkan tubuh suaminya, sekalipun suaminya itu belum mandi. Setelah puas berada dalam dekapan Sehun, Taeyeon masih belum rela untuk membangunkannya. Ia malah menaruh telapak tangan mungilnya di pipi lelaki itu, mengusapnya sayang dan menaruh telunjuknya menyusuri bibir yang tak pernah absen menyentuh bibirnya, membuatnya kesulitan untuk tidak mencintainya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, tak terasa sudah setengah jam lebih ia mengagumi tubuh dan rupa suaminya, dan ia sudah tidak bisa mengulur waktu lagi, ia harus segera membangunkan Sehun walau nyatanya ia masih betah menyusuri setiap lekukan sempurna di wajah Sehun, termasuk mata, hidung, kening, alis, pipi, pelipis, dagu dan semua yang ada di wajahnya sebelum suara serak khas orang bangun tidur membuatnya tersentak kaget dan melepaskan tangannya dari wajah sang suami.

“Selamat pagi, sayang” suara berat itulah yang membuat Taeyeon terkejut—suara suaminya. Suara yang selalu datar dan dingin, tapi selalu terasa lembut ditelinganya, entah hanya perasaan atau memang kenyataannya begitu.

“A-ah…Pagi” Taeyeon menjawab dengan lembut namun gugup karena sang suami bangun tiba-tiba setelah setengah jam lebih ia pandangi dan nikmati, mengingat itu membuat semburat merah muncul di pipi chubby-nya.

“Aku tak mengira istriku mengulur waktu sampai setengah jam lebih hanya untuk memandangiku, dan aku tak kunjung mendapat sebuah perintah untuk bangun darinya”

“Aku baru saja akan membangunkanmu, Sehunie” protes Taeyeon, “Jadi, kau pura-pura tidur, eh?” Taeyeon melanjutkan kata-katanya dengan sedikit tersipu mendengar Sehun menyebutkan kata ‘istriku’ yang ditujukan untuk dirinya. Namun ia juga kesal, jadi sedari tadi Sehun sedang menggodanya dengan pura-pura tidur?!

“Aku bangun lebih dulu darimu, anak kecil” Sehun menyentil dahi Taeyeon pelan dan menatapnya dengan tatapan lembut—tidak tajam seperti saat ia menatap siapa saja. Dan perlu ditegaskan, Taeyeon hanya berumur satu tahun lebih muda dari Sehun, tetapi sifat manjanya jangan ditanya, apalagi setelah hubungan mereka memasuki jenjang pernikahan, sifat manjanya semakin menggila.

Sehun sangat mencintai Taeyeon dengan segala yang ada dalam diri Taeyeon. Meskipun mungkin dimata orang lain Taeyeon hanya wanita dengan sikap kekanakan yang sering berulah dan menimbulkan masalah, belum lagi sifat manjanya yang menjadi nomor satu itu. Namun dimata seorang Oh Sehun, Taeyeon adalah cerminan wanita yang sangat sempurna, berwajah cantik dan berpostur mungil, walau sedikit pendek dan tak terlalu seksi tapi Taeyeon begitu menarik, begitu menggoda, bahkan terkadang Sehun lupa caranya bernapas atau mengendalikan detak jantungnya saat menghadapi beberapa perlakuan Taeyeon padanya.

“Menyebalkan!” Taeyeon mengerucutkan bibir—sebal, bagaimana mungkin Sehun begitu hebat ber-acting? Bahkan selama setengah jam tersebut tak ada tanda-tanda bahwa Sehun sudah bangun dari tidurnya. Entahlah, mungkinkah dirinya yang kurang peka?

“Turunlah, dan sarapan terlebih dulu, aku akan mandi” ucap Sehun.

“Aku akan menunggumu, Sehunie”

“Duluan saja, Tae” Sehun beranjak dari ranjang untuk menuju kamar mandi, namun gerakannya terhenti saat tangan kecil menahannya, dan sudah jelas siapa pemilik tangan tersebut. Tangan putih mungil milik wanitanya.

“Hn?” Sehun membalikkan badan dan menatap sang istri penuh perhatian. Tak dapat di pungkiri ia selalu terpesona oleh wanitanya itu, bahkan detak jantung Sehun berpacu lebih cepat dengan hanya melihat istrinya memakai piyama longgar khas anak balita, bergambar mickey mouse. Baiklah—seleranya memang sangat kekanakan. Dan yang sukses membuat Sehun kesulitan menelan ludah adalah kaki jenjang Taeyeon yang terekspos karena celana piyama-nya yang terlipat sampai pertengahan paha. Bagaimana ia tidak tergoda? Meskipun bila dilihat secara keseluruhan, istrinya bahkan sedang menggaruk-garuk kepala—yang bisa ditebak belum dikeramas, hal itu membuat rambutnya yang kusut menjadi semakin berantakan. Belum lagi matanya yang sayu akibat bangun tidur dengan kotoran mata yang tertempel disana membuat Sehun gemas untuk segera menyingkirkannya, penampilannya seperti anak umur lima tahun baru bangun tidur dan mencari orang tuanya, dan dengan penampilan seperti itu, bisa-bisanya Sehun tergoda sampai kesulitan bernapas hanya gara-gara celana panjang istrinya terlipat keatas? Sehun, wanita ini benar-benar sukses membiusmu.

“Tidakkah kau melupakan sesuatu?” sekarang Taeyeon menguap lebar, bahkan tanpa menutupinya dengan tangan. Sebenarnya bila diteliti lebih lanjut, Taeyeon memiliki tingkat keanggunan yang jauh dibawah rata-rata wanita normal.

“Hn?”

Sehun memutar otak, ia berpikir. Melupakan sesuatu katanya? Namun otaknya berhenti berpikir ketika melihat Taeyeon yang sedang menggerak-gerakkan bibirnya dan mengerucutkan bibirnya dengan bola mata tak menatap Sehun, tingkahnya itu membuat pipinya sendiri mem-blushing merah. Sedangkan Sehun tersenyum kecil melihat kelakuan istrinya, jadi istrinya itu minta dicium, eh?

“Apa yang kau lakukan, Tae? Apa mulutmu sakit?” Hal lain yang menjadi hobi Sehun adalah menggoda wanitanya, ia selalu terhibur dengan respon yang diberikan sang istri dan melihat tingkah kekanakannya yang kesal seperti layaknya anak kecil yang merajuk karena meminta mainan tapi ditolak oleh orang tuanya, bukankah dia benar-benar lucu?

“A-ah…Sehunie, mana morning kiss-nya?” Taeyeon memandang Sehun kesal, namun eskpresinya berubah secepat kilat menjadi merona melihat sang suami mendekati dirinya yang dalam posisi duduk, dan mulai memiringkan kepala. Sudah dapat diketahui pasti bagaimana selanjutnya, Sehun menempelkan bibirnya pada bibir Taeyeon. Mungkin morning kiss pada umumnya hanya terjadi sebentar, tapi yang dilakukan pasangan ini berbeda, mereka menghabiskan waktu yang tidak sebentar untuk melakukannya.

Setelah puas merasakan kenyalnya bibir Taeyeon, Sehun mulai menjilat bibir sang istri membuat Taeyeon sedikit terkejut dan membuka mulutnya, kesempatan itu tak disia-siakan Sehun, ia segera melesatkan lidahnya menginvasi mulut wanitanya, lidahnya bermain dengan lidah Taeyeon, saling menarik dan menggeliat disana, mereka memiliki trik tersendiri untuk tetap bernapas selagi berciuman, sehingga mereka bisa kuat berciuman tanpa perlu melepaskan bibir masing-masing dan menjeda ciumannya hanya karena ingin bernapas. Taeyeon mengalungkan lengannya di leher Sehun, tak mau kalah Sehun pun melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, memperdalam ciuman mereka.

Karena terlalu terhanyut dalam kegiatan keduanya, ketukan pintu di kamar bahkan tidak dapat mereka dengar, mereka terlalu bersemangat dan bergairah satu sama lain sehingga ketukan yang lama kelamaan mirip gedoran itu tidak dipedulikan sama sekali.

“Maafkan saya, Tuan Oh dan Nyonya Oh. Saya hanya mengan—” ucapan Lee Juyeon—sang kepala pelayan, terpotong menyaksikan Tuan dan Nyonya-nya sedang mempersatukan cinta lewat ciuman di pagi hari, dan itu membuatnya menyesal karena ia bingung harus bagaimana, mereka bahkan mengetahui keberadaan dirinya tapi masing-masing dari mereka seperti tidak peduli dan tetap melanjutkan permainan, menyisakan dirinya yang kebingungan dengan nampan berisi dua cangkir teh milik Tuan dan Nyonya-nya.

Tetapi kemudian Sehun menggerakkan bola matanya ke arah meja di samping tempat tidur, mengisyaratkan Juyeon untuk menaruh saja nampan itu disana. Dan itu dilakukan tanpa melepaskan ciumannya, bahkan sang Nyonya tidak memperdulikan Juyeon sama sekali.

“Saya minta maaf, Tuan, Nyonya” Juyeon pamit undur diri setelah menaruh nampannya dan membungkukan badan pada kedua majikannya yang masih saja mengacuhkannya, namun sebelum kakinya berlalu, suara yang sangat familiar terdengar di telinganya.

“Terimakasih, Juyeon” suara kecil itu milik Nyonya mudanya, Kim Taeyeon. Ah, bukan—Oh Taeyeon lebih tepatnya. Ternyata Nyonya-nya itu masih peduli dengan kehadirannya. Dan setelah Juyeon berbalik, ia melihat sang Nyonya tersenyum memandangnya, raut wajah imut bak anak umur lima tahun itu terlihat sangat bahagia.

Taeyeon sudah tidak lagi menyatukan bibirnya dengan Sehun, ia sedang memainkan tangan Sehun yang melingkar di pinggangnya dari belakang, suaminya itu terlihat bergelayut manja pada Taeyeon, meletakkan kepalanya di pundak Taeyeon dan mencium leher serta tengkuk istrinya itu dengan penuh perasaan. Sedangkan Taeyeon menggoyang-goyangkan badannya pelan sambil sesekali terkekeh geli dengan yang dilakukan Sehun.

Juyeon membungkuk kembali dan senyuman tersungging disana. Melihat Tuan dan Nyonya-nya bermesraan setiap hari seolah menjadi hiburan tersendiri baginya, ia segera menutup pintu kamar dan berlalu, enggan menjadi perusak suasana.

“Apa tidak apa-apa mempertontonkan hal ini pada mereka, Sehunie?” Nada bicara Taeyeon yang sangat menggemaskan membuat Sehun mempererat pelukannya pada sang istri, meskipun ia sepenuhnya sadar ia pasti terlambat datang ke kantor. Peduli apa, seorang Oh Sehun, CEO di perusahaan Oh Enterprises Corp, tentu saja bebas berangkat dan pulang kerja kapan saja.

“Kau senang kan bila orang lain melihat kita bermesraan?” Jawab Sehun yang dibalas gembungan pipi dari Taeyeon, perkataan Sehun membuat Taeyeon blushing.

“Sudah, sana mandi!” Taeyeon menepuk dada bidang Sehun, melepaskan pelukan suaminya yang tak merelakan dirinya pergi, sehingga ia menebusnya dengan mengecup bibir sang suami sekali lagi untuk meredakan kekesalannya.

“Baiklah” Sehun benar-benar melangkahkan kakinya, namun ia melanjutkan ucapannya saat ia membuka pintu kamar mandi, “Keramaslah rambutmu, Nyonya Oh” pintu kamar mandi pun tertutup.

“Ah! Benar juga. Kalau di ingat-ingat, terakhir aku keramas adalah empat hari yang lalu”

💖💖💖

Kali ini Taeyeon dan Sehun tengah menikmati sarapan dengan santai, pukul setengah delapan. Padahal seharusnya Sehun sudah di kantor pukul tujuh pagi, tetapi lagi-lagi ia mengabaikan peraturan mengingat posisinya sebagai CEO sekaligus pemilik utama Oh Enterprises Corp, perusahaan nomor satu di Korea. Daripada terlalu menaati peraturan, lebih baik sedikit melanggar dan menghabiskan waktu bersama sang istri kan?

“Taeyeon-a, jangan terlalu lelah, jangan melakukan hal-hal yang berat. Istirahatlah di rumah, dan minta apapun yang kau inginkan pada Juyeon, dia akan memenuhi keinginanmu” Sehun membuka pembicaraan setelah menyelesaikan sarapannya, makanan di piringnya pun telah kandas. Sehun mengatakan hal itu sambil mengusap-usap rambut Taeyeon yang lepek, lagi-lagi istri kesayangannya itu malas keramas.

“Tapi aku bosan Sehunie… Aku ingin jalan-jalan ke mall, makan di restoran, main dengan teman-teman, dan lainnya. Aku bosan hanya duduk di depan televisi, menonton film, bermain game, terus begitu sampai hampir mati kebosanan sambil menunggumu pulang. Sehunie… Betapa datarnya hidupku” rengek Taeyeon dengan berbagai macam keluhan yang sudah Sehun hafal, karena selalu itu yang dikatakan istrinya.

“Aku mengerti. Kau bisa mengajak Soeun, Jin, Juyeon dan pelayan lain untuk jalan-jalan, turuti permintaan suamimu, sayang. Hm?” ucap Sehun yang dibalas anggukan oleh para pelayan yang tadi Sehun sebutkan, pelayan-pelayan yang jumlahnya tak kurang dari dua puluh orang selalu berdiri mengelilingi meja makan bila mereka sedang sarapan atau makan siang, sehingga dapat membantu memenuhi keinginan Tuan dan Nyonya-nya dengan mudah.

Taeyeon tak menjawab, lagi-lagi ia bersikap kekanakan, merajuk dan memainkan alat makannya sehingga makanannya teracak-acak dan menimbulkan suara bergelotak keras, membuat Sehun tersenyum melihat kelakukan istrinya itu.

Sehun bangkit dari tempat duduknya, lalu mengecup puncak kepala sang istri. Ia benar-benar sudah tak dapat mengulur waktu lebih lama lagi, pekerjaannya sudah melambai-lambai untuk segera di kerjakan. Setelah Sehun beranjak dari ruang makan, ia berjalan menuju mobilnya yang sudah disiapkan Yoochun—asisten pribadinya. Dan kini Yoochun mengekorinya untuk segera menuju perusahaan.

Namun sebelum memasuki mobil, Sehun membalikkan badan, tak ada kata ‘hati-hati’ yang biasanya selalu ia dengar dari mulut sang istri, dan jujur saja hal seperti itu membuat mood-nya sedikit berubah. Dan setelah melihat kebelakang, Taeyeon bahkan tidak mengikutinya untuk mengantar keberangkatannya seperti biasa, wanita itu hanya mematung di pintu besar rumahnya, memandang Sehun berkaca-kaca.

Dengan sigap Sehun segera menghampiri istrinya dan memeluknya erat, Taeyeon yang awalnya tak mau balas memeluk namun akhirnya luluh juga. Mereka berpelukan begitu erat, seolah tak ada hari esok. Saat itulah air mata Taeyeon jatuh, dan perlahan ia terisak.

“Jangan menangis, Taeyeon-a. Kau membuat hatiku sakit” ucap Sehun menghapus air mata sang istri yang justru semakin tumpah ruah, setelah itu ia mengusap pelan kedua belah bibir Taeyeon, dan menciumnya penuh perasaan. Para pelayan yang selalu disuguhi pertunjukkan seperti itu sudah sangat hafal apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga sikap—mengalihkan pandangan, mencoba memberikan Tuan dan Nyonya-nya privasi, meskipun sepertinya baik Tuan maupun Nyonya-nya sama sekali tidak peduli.

Kini Sehun berlutut, mengelus perut datar Taeyeon kemudian menciumnya, “Appa tidak melupakanmu, sayang. Baik-baiklah di perut eomma. Jangan merepotkannya” kini Sehun memeluk perut Taeyeon, wanita yang tadi merajuk kini tersenyum sumringah melihat perlakuan manis Sehun pada janin yang ada di perutnya, yang lagi-lagi ditunjukkan di depan semua pelayan, membuat dirinya seolah menjadi wanita paling berharga, seorang istri dari Oh Sehun yang terkenal begitu dingin dan tak berperasaan pada perempuan.

“Kukira kau lupa kalau aku hamil” respon Taeyeon, Sehun menggeleng dan tersenyum. Lalu menggenggam tangan mungil istrinya dan menciumnya berkali-kali, membawa sang istri sampai ke depan mobil yang siap membawanya pergi.

“Jaga dirimu selama aku bekerja” ujar Sehun setelah memasuki mobil dan mendudukkan dirinya di bangku belakang, ia membuka jendela lebar-lebar.

Taeyeon mengangguk dan menjawab, “Hati-hati, Sehunie. Aku mencintaimu” kemudian setelah klakson berbunyi dan Yoochun yang sudah ada di kursi kemudi siap mengendarai mengangguk hormat pada Taeyeon, mobil itu pun bergerak meninggalkan rumah mewah Oh.

“Apa Nyonya ingin jalan-jalan?” Tanya Juyeon pada Taeyeon setelah mobil Sehun menghilang dari pandangan, Taeyeon masih memandang kearah dimana mobil yang membawa suaminya itu menghilang.

“Tidak usah, aku akan kembali berbosan diri dengan menonton televisi. Pesankan ice cream blueberry beberapa porsi besar untukku bisa kan, Juyeon?” Tanggap Taeyeon dan berjalan masuk kerumahnya kembali.

“Tentu, Nyonya”

“Ahh, ya. Perintahkan satu pelayan untuk memata-matai suamiku di kantor, ambil foto sebanyak mungkin. Aku ingin tahu apa saja yang dilakukannya, siapa saja yang di temuinya, dan orang-orang seperti apa mereka. Jujur, aku belum pernah datang ke perusahaan itu untuk sekedar melihat-lihat, mungkin para pegawai disana juga bahkan tidak mengetahuiku. Aku juga tidak mengetahui jadwal kegiatan suamiku dengan pasti. Aku juga ingin tahu, seperti apa Sehunie kalau sedang bekerja”

“Tidakkah tindakan itu terlalu beresiko, Nyonya?” Juyeon mengerutkan alisnya, ada keraguan disana.

“Juyeon-ssi, apa kau sedang membantahku sekarang?” Taeyeon terdengar serius, membuat Juyeon panik.

“Tentu tidak, saya akan selalu memenuhi permintaan anda, Nyonya”

Taeyeon tersenyum tanpa dosa, “Tenanglah… Aku hanya bercanda. Suaraku terdengar menakutkan, ya? Aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya, aku hanya penasaran saja. Kalau kau keberatan, tak usah juga tak apa-apa”

“Permintaan anda akan terpenuhi, Nyonya Oh” jawab Juyeon akhirnya membuat Taeyeon makin mengembangkan senyumannya.

“Terimakasih, Juyeon”

💟💟💟

Sehun melangkahkan kakinya masuk melewati pintu utama Oh E-Corp, para pegawai yang sedang hilir mudik segera membungkukkan badannya memberi penghormatan dan mengucapkan salam pada sang CEO, walau dapat diketahui pasti kalau salamnya tak akan pernah direspon. Bahkan bungkukkan badan mereka tak pernah dilirik sama sekali. CEO muda itu terkenal sangat dingin dan berperangai keras, sekali ia memberi perintah, tak ada pilihan lain selain menurutinya. Dan untuk orang-orang yang tidak sesuai dengan kriteria para pegawainya, tak akan segan ia pecat. Selain itu, sang CEO memiliki mulut yang sangat tajam, ia tak akan setengah-setengah memarahi orang yang melanggar peraturan atau bila kinerjanya yang kurang sesuai dimatanya, entah itu laki-laki atau perempuan.

Namun hal itu tidak mengurangi pesona seorang Oh Sehun, lelaki jenius nan tampan yang di gilai oleh hampir semua pegawai perempuannya. Belum lagi ia merupakan anak tunggal Oh, sebuah keluarga yang sangat terpandang di Korea, dan di usianya yang masih kepala dua, lebih tepatnya dua puluh dua tahun, ia sudah dipercaya untuk menduduki kursi CEO, menggantikan ayahnya. Sudah pasti ia menjadi pria idaman semua wanita, selain wajahnya yang rupawan ia juga memiliki harta kekayaan yang sulit untuk di deskripsikan, mengingat betapa kayanya seorang Oh.

Pegawai perempuan mulai dari yang masih gadis hingga yang sudah berumur, tak terpengaruh oleh sikap keras sang CEO, mereka bahkan berlomba-lomba mendapat perhatian bosnya itu karena Sehun terlihat seperti belum memiliki pasangan atau perempuan yang dekat dengannya sejauh ini, bahkan ada yang mengira mungkin saja sang CEO kaya raya itu tak tertarik dengan perempuan, tapi tentu saja hal itu ditepis jauh-jauh. Seorang Oh Sehun tak akan serampangan memilih seorang gadis untuk dijadikan kekasih ataupun istrinya, dan hal itu membuatnya masih lajang—begitu pikir mereka. Tak ada seorangpun yang mengira bahwa CEO yang mereka segani itu sudah memiliki seorang istri yang teramat manja dan kekanakan seperti Taeyeon, padahal Sehun bahkan sudah memiliki calon buah hati dengan istri tercintanya, tetapi hal itu sama sekali tak diketahui, kecuali oleh Yoochun—tentu saja.

Tak hanya dimata para pegawai perempuan, dimata pegawai laki-laki pun Oh Sehun menjadi seorang yang sangat mumpuni, seorang pemimpin yang disegani, tak hanya karena sikapnya yang memang sudah sangat berwibawa, tetapi karena kinerjanya yang tak bisa diremehkan, bahkan empat jempol dengan jempol kaki saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa hebat dirinya memimpin perusahaan.

Setelah melewati pintu utama dan lobi dilantai dasar perusahaan, Sehun menaiki lift menuju ruangannya dilantai paling atas. Di lantai teratas dikhususkan untuk para pegawai yang bisa berhubungan langsung dengan CEO—bisa dibilang pegawai dengan jabatan tinggi, terdapat ruang kerja khusus pegawai dan ruang sekretaris. Sehun terus berjalan melewati ruang kerja para pegawainya, melihat sang pimpinan masuk, para pegawai beranjak dan membungkukkan badan menyambut sang CEO, lalu para pegawai itu kembali duduk setelah melihat sang CEO memasuki ruangannya sendiri—ruangan khusus CEO.

“Pagi ini CEO sangat tampan dengan jas abu-abunya” seorang pegawai wanita menutup mulutnya untuk meredam suara, namun wajahnya menunjukkan ketertarikan yang luar biasa, dia adalah Tiffany Hwang.

“Kau benar, belum lagi aromanya. Aku jamin ia pasti menggunakan parfum kelas dunia” tanggap Yuri, seorang wanita berambut hitam sebahu, ia menangkupkan kedua tangannya di pipi sambil tersenyum bahagia.

“Tapi, mungkinkah seseorang yang sangat sempurna seperti itu belum memiliki kekasih?” sambung Victoria, ia bisa dibilang sedikit berumur namun perawakannya sangat seksi dan ia masih lajang. Terlalu banyak lelaki yang mendekatinya, namun hatinya hanya ia persembahkan untuk Sang CEO muda. Sejauh apapun ia mendekati dan mengkode sang CEO, tetapi sama seperti pegawai lainnya, hanya abaian yang ia dapatkan dari lelaki pujaannya itu.

“Iya, sangat aneh. Padahal banyak sekali wanita cantik di perusahaan ini yang tergila-gila padanya, tapi ia cuek dan tidak peduli. Sebenarnya harus seberapa tinggi lagi kriteria seorang wanita yang cocok mendampinginya?!” ucap Yoona.

“Bagaimana kalau dia seorang gay?!” cetus Victoria, untuk sejenak suasana menjadi hening, beberapa orang yang ikut dalam obrolan saling berpandangan.

“Jangan bergurau, Victoria-ssi. Ia hanya memiliki kriteria yang sangat tinggi dalam memilih kekasih. Lagipula umurnya baru dua puluh dua tahun, masih teramat belia. Kudengar dia juga pernah menjalin kasih dengan Jiyeon-ssi, itu adalah bukti kalau dia bukanlah seorang gay” balas Tiffany, ia tak terima pujaan hatinya dikatai gay oleh siapapun termasuk teman satu divisi-nya. Itu pasti karena Victoria terlalu putus asa melihat CEO tidak meliriknya sama sekali, padahal sudah tak terhitung berapa jumlah lelaki tampan yang ditolaknya, ia tetap memperjuangkan Oh Sehun.

“Habisnya dia tetap tidak melirikku. Seharusnya sebagai lelaki normal, dia terpikat padaku” sungut Victoria.

“Mungkin kau bukan tipe-nya, Victoria-ssi” sebuah suara yang terkesan merendahkan itu terdengar tiba-tiba. Yoona, Yuri dan Tiffany segera membubarkan diri—dia adalah Park Jiyeon. Seorang sekretaris pribadi CEO, sekaligus satu-satunya perempuan yang mengaku sebagai mantan kekasih CEO. Wanita angkuh itu selalu mengatakan bahwa dirinya merupakan mantan kekasih CEO saat sekolah menengah, itu sudah sangat lama sekali. Dan sekali lagi, ia bahkan masih membangga-banggakan hal itu meskipun sudah jelas-jelas menjadi mantan. Bukankah seorang mantan hanya masa lalu? Apanya yang harus dibanggakan?!

“Lalu, apakah menurutmu kau adalah tipenya, Jiyeon-ssi?!” Victoria tak mau kalah, meskipun teman-teman satu divisi-nya sudah bubar dan kembali berkutat dengan pekerjaan, ia tak takut menghadapi Jiyeon sendirian.

“Tentu saja, aku bahkan pernah menjadi kekasih Oh Sehun” Jiyeon memberi tatapan tajam pada Victoria, padahal sudah jelas ia sedang berhadapan dengan orang yang memiliki umur diatasnya, tapi ia tidak peduli. Lagipula ia memiliki posisi lebih tinggi darinya.

“Pernah. Sekarang tidak lagi, kan?” Cibir Victoria.

“K-kau…” Jiyeon menunjukkan telunjuknya kedepan wajah Victoria, serta memelototkan mata, tak terima dengan sikap Victoria yang semakin berani menantangnya.

“Aku tidak menggaji kalian untuk bertengkar! Cepat kembali bekerja!” Suara tegas yang sangat diantisipasi semua pegawai itu terdengar, membuat baik Jiyeon maupun Victoria segera menghentikan pertengkarannya dan kembali bekerja diruang masing-masing. Tak cukup sampai disitu, Sehun mendatangi meja kerja Victoria.

“Victoria-ssi, jangan biarkan seorang pegawai senior sepertimu kupecat hanya karena masalah sepele! Dan perbaiki presentasimu, tak hanya presentasimu, hasil kerjamu juga buruk sekali akhir-akhir ini!” Sehun menatap wanita itu tajam, lalu melempar setumpuk file hasil kerja keras Victoria satu minggu penuh tanpa tidur—di mejanya sehingga kini kertasnya berserakan dan membuat suara bedebum cukup keras.

“Baik, sajangnim” jawab Victoria patuh sambil menunduk.

“Dan kau Jiyeon-ssi, sudah kukatakan untuk fokus pada pekerjaanmu! Aku tak segan memecatmu. Bahkan laporanmu belum kau kumpulkan, kuberi toleransi setengah jam” Sehun menggebrak meja Jiyeon seraya memberi deathglare padanya. Setelah itu ia melenggang pergi menuju lift diikuti Yoochun.

“Baik, Sehun-ssi” Jiyeon menunduk dalam dan mematuhi perintah sang CEO, padahal dirinya menjerit ngeri dalam hati. Bukan karena gertakannya, ia lebih ngeri mengenai laporan yang belum ia selesaikan, dan waktu yang diberikan hanya tinggal setengah jam. Dia benar-benar minta mati!

Sementara Yoona, Yuri dan Tiffany dimejanya menghela napas lega karena mereka tak mendapat teguran langsung dari sang CEO. Beruntung mereka segera menyingkir dari pertengkaran tadi.

💗💗💗

Taeyeon sedang melihat-lihat seluruh foto yang dibawa seorang pelayan yang ditugasi untuk memata-matai Sehun, dan ia hanya tersenyum kecut melihat hasilnya. Entah berapa kali ia memandang, tetapi ia merasakan perbedaan sikap dan ekspresi yang dimiliki suaminya yang tadi pagi memeluknya, dengan yang difoto.

“Benarkah ini Oh Sehun? Suamiku?” Taeyeon membuka suara, si pelayan hanya mengangguk, “Kenapa suamiku terlihat begitu menyeramkan?!” Taeyeon menyendok porsi kelima ice cream-nya, lalu kembali memperhatikan satu-persatu foto yang kini berada di tangannya.

“Aku terlihat menyeramkan?” suara berat orang yang sedang dibicarakan Taeyeon terdengar, sangat tiba-tiba sehingga Taeyeon tak bisa mengambil ancang-ancang untuk menyembunyikan foto-foto yang berserakan, jadi ia segera menyembunyikan foto-foto itu di bawah pantatnya, lalu mendudukinya. Semoga Sehun tidak mencurigainya. Sehun segera mendatangi istrinya, menyunggingkan senyum.

“Sehunie……” Taeyeon hendak beranjak, namun ia segera mendudukkan kembali pantatnya, mengingat ia sedang menyembunyikan foto Sehun di atas kursi yang sekarang ia duduki. Kalau ia bangkit, foto itu akan jatuh berserakan dan terlihat oleh Sehun.

“Kau tidak mau memelukku?” Sehun menghentikan langkahnya ditengah jalan menuju ruang makan dimana istrinya berada karena melihat istrinya yang tak segera berlari kearahnya seperti biasa.

“Kenapa harus aku yang selalu berlari menghampirimu? Ayo, kemari dan peluk akuuu… Sehunieee…” ucap Taeyeon manja dengan tangan terlentang yang siap menerima pelukan sang suami, Sehun hanya tersenyum tipis lalu mendatangi istri tercintanya, memeluknya hangat.

“Ini masih pukul sepuluh, Sehunie. Kenapa kau sudah pulang?”

“Ah~ aku harus menghadiri meeting antarnegara di China selama tiga hari, Taeyeon-a. Aku kembali untuk mengambil berkas-berkas yang ada di ruang kerja, berkemas, dan ijin padamu” tutur Sehun, mempererat pelukan sang wanita yang masih saja duduk di kursi, membuatnya harus setengah menunduk untuk memeluknya.

“Kau tahu aku tak pernah mengijinkan. Tapi kau tetap saja pergi”

“Aku mencintaimu, Tae” hanya itu yang dikatakan Sehun. Ia pun berlutut, membelai kedua pipi Taeyeon lalu memberinya kecupan-kecupan kecil di bibir. Dan seperti biasa, semua pelayan mengalihkan pandangan, membiarkan majikannya leluasa untuk saling memadu cinta. Setelah puas mengecup bibir Taeyeon, Sehun mengulum bibir bawah Taeyeon, kemudian berganti dengan bibir atas. Membuat Taeyeon membuka bibirnya dan itu tak disia-siakan oleh Sehun, ia segera menggunakan kesempatan itu untuk mempertemukan kedua lidah mereka, saling membelit, menarik, dan membuat desahan-desahan kecil. Saling berbagi saliva masing-masing, bahkan ada saliva yang meluncur keluar dari sudut bibir Taeyeon, sehingga langsung Sehun hisap, sekaligus sebagai penutup ciuman mereka.

“Kau selalu sukses membuatku merelakanmu pergi, Sehunie” Taeyeon mengerucutkan bibirnya sebal, tapi kemudian senyum tersungging di bibirnya melihat Sehun kembali berdiri dan mengambil alih beberapa barang di kantong belanjaan yang tadi dibawa Yoochun.

“Ini untukmu, denda karena meninggalkan istri yang begitu kucintai selama tiga hari” Sehun memberikan semua kantong belanjaannya pada Taeyeon, membuat Taeyeon spontan berdiri dan memeluk Sehun, ia begitu bahagia. Setidaknya sang suami selalu mencoba menghiburnya dengan memberikan hadiah atas penyesalannya meninggalkan dirinya meskipun hanya selama tiga hari, itupun untuk alasan pekerjaan. Setelah balas memeluk Taeyeon, Sehun pun melepaskan pelukannya.

“Maafkan aku, sayang… tapi aku harus bergegas. Yoochun, berapa sisa waktu yang ada untuk berkemas?”

“Dua puluh menit, Tuan” jawab Yoochun mantap setelah melirik arlojinya.

“Undur menjadi satu jam, aku akan siap dalam satu jam”

“Tapi itu artinya…”

“Iya, kita ubah jadwalnya”

“Baik, Tuan” Yoochun segera sibuk dengan ponselnya.

“Apa dua puluh menit tidak cukup untuk berkemas, Sehunie? Aku akan membantumu” ujar Taeyeon.

“Tidak, kita harus mengeramas rambutmu, Oh Taeyeon. Aku tak akan tenang meninggalkan istriku dalam keadaan rambut lepek seperti ini. Lagipula, aku harus meluangkan waktu untuk lebih lama bersamamu” setelah ucapannya berakhir, Sehun menggendong Taeyeon, Taeyeon menjerit kaget. Namun teriakannya terhenti karena sepasang bibir Sehun menyumpal mulutnya. Sehun beranjak dari ruang makan menuju kamar mereka dilantai dua.

“Nyonya muda Oh, kenapa memerintahkan seseorang untuk memata-matai suamimu?” Tanya Sehun setelah mereka sampai di kamar, Taeyeon mengalihkan pandangannya dari Sehun karena bingung harus menjawab apa. Ia baru ingat, tadi ia meloncat memeluk Sehun karena senang dengan barang belanjaan yang diberikan Sehun, sehingga pasti Sehun melihat foto-foto yang tadi didudukinya.

“Jadi kau tahu, Sehunie? Jangan marah… Aku tidak bermaksud membuatmu merasa tidak nyaman” ucap Taeyeon merasa bersalah, matanya sudah berkaca-kaca. Ia memang selalu menumpahkan air mata bila merasa bersalah atau merasa membuat suatu kekacauan.

“Aku tidak marah, sayang. Aku tak akan bisa marah padamu” jawab Sehun sambil membawa istrinya menuju kamar mandi. Ia mencium kening Taeyeon berkali-kali untuk menghentikan air mata yang hampir tumpah dan karena gemas dengan sikap lucu Taeyeon, “Aku hanya penasaran, apa yang akan kau lakukan setelah memata-mataiku?”

“Umm…sebenarnya…” mendengar Taeyeon yang nampak berpikir, Sehun menghentikan langkah kakinya, memandang wanita yang kini ada dalam rengkuhannya penasaran, “Aku ingin bertanya lebih dulu, Sehunie. Karena ini ada hubungannya dengan foto itu. Kau akan menuruti semua keinginanku, kan? Ah, bukan… keinginan aku dan bayiku, kan?”

Sehun mengangguk mantap, ia sudah berjanji pada Taeyeon mengenai hal itu.

“Aku ingin bekerja di perusahaanmu, Sehunie”

To be continue

Gimana ff ini menurut kalian?? Udah sweet banget kah? Umm, ditunggu komentarnya untuk semangatku melanjutkan next part-nya. Annyeong readers!!!

Advertisements

49 comments on “[FREELANCE] Fine (Chapter 1)

  1. Kyaaaa inimah lebih dari sweett thor aduh meleleh karna sikap sehun ke tae😍eh iya kenapa di kantor nya gada yang tau sehun dah nikah kecuali sekertaris nya!!sengajakah sehun menutupi pernikahan nya sama tae!!isss jepet lanjut nya thor💪💪😆

  2. wahhhhh senang nyaaaa bulan ini banyak banget yg buat ff sehunxtaeyeon johaaaaaa
    aku seneng bukan mainnnnn dahhhh … otp garis kerasssss awwww… Kenapa mereka so sweet sekaliiiii ….
    baca pagi2 plus banyak kisssu di ff nya
    nikmat tuhan mana yang kau dustakan
    ya ampunnn demen banget

  3. wahhhhh senang nyaaaa bulan ini banyak banget yg buat ff sehunxtaeyeon johaaaaaa
    aku seneng bukan mainnnnn dahhhh … otp garis kerasssss awwww… Kenapa mereka so sweet sekaliiiii ….
    baca pagi2 plus banyak kisssu di ff nya
    nikmat tuhan mana yang kau dustakan
    ya ampunnn demen banget atuh aku mah ff yang beginian chuchuchu authornim

  4. Sweet banget gilakkk tapi bayangin sehun begitu sweet lucu juga kan sehun itu manja juga mwehehehhe kayaknya sekarang HunTae bertebaran dimana mana😅😅 i like it kak 💞💞

  5. Ffnya keren bangeeeeeeeeeeet ya ampyun, huntae couplenya lucu ♡♡
    Jiyeon emng beneran mantannya sehun ya? Penasaran gimana sehun bisa suka sama taeng, mereka lovey dovey bgt >////<
    Ditunggu next chapnya yaa author-nim, fighting!! ♡♡♡♡♡

  6. Aaaa😲😲mantaaab.. seru abeez.. ada yg cemburu tuh kayaknya😆😆dtunggu kelanjutannya thor😉fighting!!💪👍

  7. Uuaaaaahhhhhhh, gemezzz banget sama pasangan ini. Dikira td sehun judes gitu sma taeyeon. Eh trnyata mreka cheessyy bgggttttt. Sukkkaaaaa.
    Nxt cho ditunggu^^

  8. Taeyeon manja abis ma sehun, ngegemesin bgt.
    Dan sehun asik2 aja dengan taeyeon kyk gtu.
    Dia jd pribadi yg hangat untuk istrix, beda sifatx pas dikantor…

  9. Sehun sweet banget yaampun. Mereka gemesin banget apalagi taeyeon manja banget ama sehun. Kira kira taeyeon bakalan diijinin gak ya? Duh penasaran. Next chapter ditunggu 😁😁

  10. Aaaaahhhh so sweet banget mereka#walaupun fiksi tetep iri hikshikshiks….
    Seneng deh akhirnya ada ff seyeon…..
    Ditunggu lanjutannya ya thor…..

    Fighting

  11. Keren thor, bagus banget ceritanya
    Ah Taeyeon manja banget ama suaminya
    So sweet banget mereka berdua
    Next thor
    Ditunggu kekekeke

  12. Huaaa aku thu sua bgt kalo ff main castny Sehun Taeyeon . soalny mereka cocok bgt mau Taeyeon Noona Sehun dongsaeng ato Sehun oppa. Asalkan mereka . aku seneng bgt. Seruu thor ffny so sweat , ehmm banyak2in aja romanceny . pokony di tunggu next chap jangan2 lama2 keburu jamuran nih oke Keep writing and Fighting!!!

  13. Authorrrr semangattt!!! Ni ff asik banget beneran dah wkwkwkwk semoga taeyeon nya juga ga terlalu childish ya thorr biar ga garing hubungannya 😦

  14. Pingback: [FREELANCE] Fine (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: Fine (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: Fine (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Aaaaa sukaaa setelah sekian lama gak baca ff ,tau2 dpt ff seyeon yg sweet romancenya kelewat batesss , greeget bgt seneeeng nyaaa

  18. OMG !! so sweet banget sih sehun ama taeyeon.. gua jadi meleleh
    waduh itu lagi, udah kepergok ciuman masih dilanjut aja. sehun emang dasar ya
    unchh suka banget deh sama ff ini ..
    udah ah aku ga sabar mau lanjut baca chapter selanjutnya ..
    see yaa

  19. so sweet bgt sihh sehunn. laki idaman bangettt
    sehunn dingin sama org laen tapi anget sama taeyeon.
    mau laki ky gitu jugaa hehehee
    itu si taeyeon knp tb2 mau krj? mau deket2 sehun trus tah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s