BODYGUARD (Chapter 2)

poster-ff

Title : BODYGUARD

Author : IrsaLiwaKim

Length : Multichapter

Rating : PG17

Main Cast : GG’s Kim Taeyeon , BB’s Kwon Jiyoung

Supporting Cast : Find by yourself

Desclaimer : Semua Cast adalah milik Tuhan yang Maha Esa , Orang tua mereka , dan agensi mereka masing. The Storyline purely is mine, Jika ada kesamaan, itu tidak disengajakan. Don’t be a PLAGIATOR!

Credit Poster : selviakimPoster Channel

Preview : PrologChapter 1

“ EONNI! “

Taeyeon mengerjapkan mata nya berulang-ulang, mencoba memastikan suara yang mungkin sedari tadi memanggilnya. Ia ingin kembali tidur namun lagi-lagi suara yang berasal dari luar apartemen nya itu terus mengusiknya hingga akhirnya dengan terpaksa ia bangkit dari ranjang nya.

Setibanya ia depan pintu, ia segera membuka dengan kasar pintu itu hingga ia dapat melihat si biang keributan yang menganggunya dipagi hari seperti ini, “ Apa?! “ Ia berteriak dengan kesal membuat gadis di depan nya cemberut tak terima,

“ Ini masih pagi, kenapa eonni harus marah marah? “

“ Hei! Ini juga masih pagi, kenapa kau berteriak di depan pintu apartemenku?! “ Tanya Taeyeon kesal.

Gadis itu tak menggubris pertanyaan Taeyeon, dan memilih masuk ke dalam apartemen sederhana itu tanpa menunggu dipersilahkan oleh pemilik nya.

Taeyeon mendengus sebal kemudian ikut menyusul gadis tadi, setelah ia menutup kembali pintu nya.

“ Kenapa lagi kali ini? “ Tanya Taeyeon yang kali ini lebih terdengar tenang,

Gadis itu kemudian duduk di sofa biru yang berada di apartemen Taeyeon sebelum ia menjawab. “ Aku ingin tinggal dengan eonni saja disini.  Aku tidak ingin tinggal di rumah itu. “ Ia kembali cemberut.

“ Hyungjung-ah. Itu rumah Paman dan Bibi, kenapa kau tidak ingin tinggal di sana? “ Tanya Taeyeon dan ikut duduk disebelah gadis bernama Hyungjung itu.

“ Orang-orang di rumah itu terlalu kaku. Terlalu kolot. Dan sama sekali tidak menyenangkan. “

Taeyeon mendecak kesal dan memukul kepala Hyungjung dengan gemas, “ Yak. Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Biar aku tebak, ini pasti karena kau dan Changkyun bertengkar lagi hingga membuat mu tidak mau tinggal disana, kan? “

Hyungjung terdiam membuat Taeyeon kembali memukul kepala nya gemas, “ Jawab aku. “

“ Iya. Aku benci sekali dengan laki laki itu hingga membuat ku tak tenang jika tinggal di sana. “

Taeyeon tertawa membuat Hyungjung semakin cemberut.“ Kau tau, lama lama kau bisa jatuh cinta padanya jika kau terus mengatakan kau membencinya. “

Hyungjung kemudian memasang tampang terjelek nya membuat Taeyeon kembali terbahak, ” Tidak akan! Dia adalah pria yang paling menyebalkan, dan itu tak akan membuat ku jatuh cinta padanya ”

“ Hati-hati dengan ucapan mu. Sudah kuperingatkan, jangan salahkan siapa-siapa jika nanti kau jatuh cinta padanya. ”

“ Terserah. Tapi eonni, kenapa kau tidak tinggal di rumah Paman Lim saja bersama denganku? ” Tanya Hyungjung masih terlalu bingung. Ia memang baru setahun tinggal di Seoul, berbeda dengan Taeyeon yang sudah empat tahun lamanya.

 

Taeyeon menghela nafas,

Masih belum siap untuk menceritakan semuanya pada Hyungjung. Adik nya sendiri

 

 

 

 

 

 

**

 

 

 

“ Jangan buka kan pintu untuk orang asing, “

Hyungjung mengangguk.

“ Jika ingin keluar, jangan lupa kunci pintu. “

Ia mengangguk lagi.

“ Kalau ada apa apa telepon aku. “

Kali ini ia mendengus, “ Oh ayolah eonni, aku sudah tau semua itu. “

“ Baiklah, aku pergi dulu. Ingat kata-kataku, ha– “

“ Ya ya yaaa, eonni pergi saja. “ Potong Hyungjung terlebih dahulu sambil mendorong Taeyeon keluar dari apartemen itu, “ Dasar adik kurang ajar. “ Dengus Taeyeon saat ia benar-benar sudah berada di luar apartemen nya sendiri.

Hyungjung melambai sebentar sebelum ia menutup pintu yang makin membuat Taeyeon menahan kesabaran nya “ Dengar, ini terakhir kalinya kau mengusirku dari apartemenku sendiri. “ Teriak nya sebal kemudian berlalu dari sana.

 

 

**

 

“ Selamat pagi Nona. “ Sapa Taeyeon pada Hyuna yang sedang sibuk di depan meja rias nya,

Hyuna yang sedang menyapu bedak di wajah nya mendengus mendengar sapaan Taeyeon, “ Sudah kubilang berapa kali, jangan panggil Nona. Panggil saja eonni. “

“ Baiklah Nona. “

“ Kim Taeyeon. “ Geram Hyuna membuat Taeyeon tertawa kecil, “ Baik Hyuna eonni. “

Hyuna tersenyum “ Nah, begitu lebih baik “

“ Hari ini jadwal mu kan yang menemani ku ke lokasi syuting? “ Tanya Hyuna menatap Taeyeon lewat cermin didepan nya

“ Iya eonni. “

“ Taeyeon-ah, apa kau fans dari Jiyong? “ Tanya Hyuna.

Taeyeon menggeleng sopan, “ Bukan. Ada apa eonni? “

“ Ah tidak. Hanya bertanya “ Hyuna tersenyum

Hyuna membereskan alat make up nya sebelum beranjak berdiri, “ Ayo. “

Taeyeon mengangguk dan berjalan mengkuti Hyuna.

 

*

 

“ Taeyeon-ah, annyeong. “ Itu suara Yoongi.

Taeyeon tersneyum lembut. Awalnya ia agak malas jika ikut ke lokasi syuting majikan nya, karena tidak mau bertemu dengan Jiyong. Namun, sekarang ia merasa lebih tenang, pasalnya ada Yoongi.

“ Annyeong Yoongi-ah. “ Taeyeon menyapa balik dan ikut duduk disebelah Yoongi. Hyuna terlebih dulu sudah masuk ke tempat syuting, bersiap-siap untuk mengambil take.

“ Apa kau sudah datang dari tadi? “ Tanya Taeyeon

Yoongi mengangguk, “ Ya, entah kenapa Jiyong hyung semangat sekali hari ini untuk datang ke lokasi syuting. “

Diam-diam Taeyeon meneguk ludah nya susah payah.

Ia jadi cemas sendiri. Bagaimana penyebab Jiyong semangat datang hari ini adalah karena ingin membalaskan dendam nya pada Taeyeon?

Ia mengutuk dirinya sendiri. Taeyeon, kenapa kau bodoh sekali kemarin? Yang kau berikan pelintiran tangan itu seorang artis besar, bagaimana jika kau akan dituntut karena hal ini?!

Tanpa sadar ia menggigit jempol nya cemas membuat Yoongi yang ada di sebelah nya heran, “ Taeyeon? Kau baik-baik saja? “

Detik itu juga Taeyeon langsung tersadar dan segera menjauhkan jempol yang tadi digigit nya.

“ Ah, iya. Aku baik-baik saja. “ Jawabnya dusta

“ Benarkah? “ Yoongi memicingkan mata curiga, lantas ia mendekati Taeyeon dan menatap lekat-lekat gadis di sebelah nya, “ Kau tampak cemas. “

Dan Yoongi benar dengan spekulasi yang dibuat nya.

“ Ti–tidak. Aku tidak cemas “ Taeyeon tergagap

Yoongi menjauhkan wajah nya, “ Kau jelas sekali terlihat cemas. “

“ Apa yang kau pikirkan eoh? “ Tanya Yoongi yang terselip nada khawatir di dalamnya.

“ Tidak ada Yoongi-ah “ Jawab Taeyeon yang kali ini terdengar lebih tenang, berusaha meyakinkan Yoongi. Dan berhasil, Yoongi mengangguk mengerti. “ Baiklah. Kalau ada apa-apa berjanjilah untuk cerita padaku. “

 

 

Percakapan yang mereka lakukan tidak lepas dari pandangan Jiyong yang berada tak jauh dari sana. Beberapa asisten nya masih sibuk membenahi dirinya, tapi tatapan nya masih terus mengarah pada dua insan yang sedari tadi terlibat percakapan.

Ia ingat Jinhwan pernah bercerita jika Yoongi berkata bahwa Taeyeon adalah temannya dulu. Teman belajar bela diri kalau tidak salah. Itu yang Jiyong ingat.

Apa mereka sedekat itu?

Saat pertanyaan seperti itu tiba-tiba mengapung dikepala nya, ia menggeleng kuat, Bukan urusanmu Jiyong-ah.

Mendadak ia merasa gelisah, “ Tapi serius, apa mereka benar-benar sedekat itu? “ Gumam nya pelan.

“ Ada apa Jiyong-ssi? “ Salah satu asisten nya bertanya

Jiyong tersenyum kikuk, “ Tidak. Aku hanya bicara sendiri. “

Asisten itu tersneyum sopan kemudian mengangguk paham.

“ Annyeonghaseyo Jiyong-ssi “

Jiyong menoleh ke sumber suara dan ia dapat melihat rekan kerja nya yang bernama Hyuna sedang berdiri di samping nya. Jiyong tersenyum tipis dan membungkukkan sedikit kepala nya, “ Ne annyeonghaseyo, Hyuna-ssi. “

“ Aku baru baca naskah dan menemukan jika syuting hari ini akan ada kiss scene. Jadi aku mohon kerja samanya. “ Kata Hyuna agak malu mengatakan hal tadi

Jiyong tau itu, film yang akan dimainkan nya ini memang akan banyak mengandung kiss scene. Dan inilah pengambilan kiss scene pertama dalam film ini. Lalu Jiyong hanya mengangguk, “ Ne. Mohon bantuannya juga. “

*

“ Apa yang akan kau lakukan jika kau habis memukul orang? “ Taeyeon tiba-tiba bertanya.

Yoongi melihat ke arah Taeyeon sebentar, gadis itu bertanya kepada nya tapi tatapan nya menerawang ke depan. Yang sebenarnya Taeyeon sedang melihat Jiyong. Perasaan nya semakin cemas tak tentu rudu.

“ Tergantung situasi. “ Jawab Yoongi masih melihat ke arah Taeyeon. Dan setelah mendengar jawaban dari Yoongi, Taeyeon langsung mengarahkan tatapan nya ke arah Yoongi, “ Maksudmu? “

“ Jika aku memukulnya karena dia memang ada salah, aku tak akan melakukan hal lain sebagai contoh; minta maaf. “

Sejenak Taeyeon menghela nafas lega. Ia memelintir tangan Jiyong kan karena memang pria itu yang seenak jidatnya membicarakan bentuk tubuh nya. Terang saja Taeyeon tersinggung. Jadi untuk kasus ini ia tak akan minta maaf.

“ Tapi jika aku memukulnya tanpa sebab alias orang yang aku pukul tak bersalah apapun, jelas aku harus minta maaf. “

Taeyeon semakin lega. Ya, sudah dipastikan ia tak akan minta maaf pada pria itu. Tapi, ia akan mencoba untuk bicara, menanyakan apa ia akan dituntut karena memelintir tangan nya kemarin?

Menyadari apa yang ada dipikiran nya saat ini, Taeyeon meringis. Apa aku segila itu untuk menanyakannya?

Pertanyaan Yoongi langsung menyadarkan nya. “ Kenapa? Apa kau habis memukul seseorang? “

“ Memelintir tangan orang lebih tepatnya. “

Yoongi lantas tertawa, “ Biar aku tebak. Apa kau melakukannya karena seseorang itu mengatai tubuh mu pendek? “

Tepat sekali.

Bagaimana mungkin Taeyeon lupa jika Jiyong juga menyebut nya pendek. Ia mendengus mengingatnya. Yoongi memang akan selalu tau dirinya. Dari dulu ia memang sering memukul, memelintir, menendang, menyengkang, dan melakukan hal-hal menyakitkan  pada orang yang dengan berani mengatai tubuh nya pendek.

Bahkan Hyungjung yang kodratnya adalah adik nya sendiri ia ajak berkelahi karena perempuan itu mengejek dirinya tidak laku karena tubuh nya pendek.

“ Aku benci mengingatnya. “ Taeyeon mendesis kesal.

Yoongi kembali tertawa hingga mata nya hampir tidak terlihat , “ Kim Taeyeon being Kim Taeyeon. That’s so you Taeyeon-ah

Bukannya tertawa mendengar Yoongi yang berbicara Bahasa Inggris, Taeyeon malah makin terlihat kesal.

“ Kali ini siapa korbannya? “ Sesaat setelah berhenti tertawa, Yoongi bertanya yang makin membuat mood Taeyeon turun paling dasar. “ Aku bahkan tak mau mengingatnya “

Taeyeon memang tak mau mengingatnya, tapi bagaimana ia akan melupakannya jika sedari tadi ia menyadari Jiyong itu selalu mencuri-curi pandang ke arah nya. Ia jadi salah tingkah. Jangan salahkan Taeyeon, ia juga perempuan yang akan malu-malu jika dilihat terus menerus oleh seseorang. Terlebih seseorang itu adalah orang yang membuat nya geram setengah mati kemarin.

Mencoba memberanikan diri, Taeyeon menoleh dan dalam sekejap tatapan mereka bertemu. Untuk beberapa detik keduanya seolah tenggelam pada kedalaman bola mata masing-masing.

Sementara di sana, Jiyong langsung terpesona. Mata gadis itu sungguh luar biasa indah membuatnya betah untuk terus menatap nya terus menerus. Pada jarak seperti ini pun, keindahan mata itu tetap dapat terlihat. Jiyong takjub.

Taeyeon juga masih betah memandangi Jiyong. Dalam hati ia membenarkan perkataan orang yang pernah bilang jika wajah Jiyong memang tampan. Tampan dalam artian lain, bukan tampan yang membuat orang akan selalu lupa untuk bernafas, tapi tampan di wajah Jiyong adalah tampan yang penuh karisma. Ada garis unik sendiri yang membuat pria itu bisa terlihat sangat tampan.

Melihat Taeyeon yang juga melihat ke arahnya, Jiyong diam-diam tersenyum. Puas menelusuri mata gadis itu, pandangan Jiyong beralih pada hidung, pipi, dan terakhir bibir nya. Bibir itu sungguh menarik perhatian nya dari kemarin. Dan ia akan sangat bersyukur jika ia adalah orang pertama yang bisa merasakan bibir mungil milik gadis itu.

Taeyeon langsung menyadari pandangan Jiyong yang bukan lagi pada mata nya, melainkan pada bibir nya. Wajah nya memerah, sensasi marah dan malu seakan sedang berkolaborasi. Cepat-cepat ia mengalihkan tatapan nya dan segera berdiri kemudian pergi dari sana.

“ Eh? Taeyeon-ah, mau kemana? “ Bahkan pertanyaan Yoongi benar benar tak digubris oleh gadis itu.

*

Perasaan Jiyong saat ini benar-benar tak tenang. Beberapa kali ia sempat ditegur oleh sutradara karena pikiran nya yang selalu melantur saat sedang pengambilan take.

Dan dengan senang hati ia akan menyalahkan Taeyeon karena hal ini. Setelah kejadian tatap-tatapan tadi dan kejadian dimana Taeyeon yang pergi membuat Jiyong tanpa sadar terus mencari keberadaan gadis itu.

Ya, sampai saat ini dimana diluar sana sudah sore, Jiyong masih belum melihat Taeyeon. Ia berharap fokus nya akan segera kembali. Pasalnya sehabis breaktime ini akan ada pengambilan kiss scene. Ia tak mau kiss scene nya hancur hanya karena masalah gadis bernama Taeyeon.

Dan disaat sesi breaktime berakhir, dan akan segera dilanjutkan pengambilan take berikutnya, Jiyong dapat melihat Taeyeon yang datang dan berdiri di sebelah Yoongi. Posisi lebih tepatnya cukup dekat dengan tempat syuting. Membuat hati Jiyong berdetak tak karuan.

“ ACTION! “

Jiyong langsung tersadar saat suara sutradara yang memberi tanda. Jiyong memang aktor ahli, hingga wajah nya sekarang kembali pada mode datar. Ia melangkah maju, mendekati lawan main nya yang tak lain adalah Hyuna.

Wajah nya kian mengikis jarak antara dirinya dengan Hyuna, lalu entah memgapa tiba-tiba wajah Hyuna yang berada di depan nya berubah menjadi wajah Taeyeon yang sedang tersenyum sangat manis pada nya. Tanpa sadar Jiyong ikut tersenyum.

Tak tahan melihat bibir Taeyeon yang dari kemarin membuat nya tertarik, maka ia pun menempelkan bibir nya pada bibir Taeyeon. Dia menggeram, merasakan begitu lembut bibir gadis itu perlahan ciuman itu berubah menjadi semakin menuntut. Jiyong benar-benar menikmati setiap sudut bibir gadis itu, terasa sangat pas dimulut nya.

“ CUT! “

Serentak bersamaan teriakan dari sutradara, Jiyong membuka mata nya, sehingga wajah Taeyeon yang tadi sedang berciuman bersama nya berubah kembali menjadi wajah Hyuna. Nafas nya memburu.

Apa yang baru saja terjadi?

Jiyong menutupi segala perasaan aneh yang kini menguasainya dengan tersenyum saat sutradara terus memuji dirinya dengan mengatakan adegan ciuman itu terlihat sangat alami.

Ciuman itu terjadi begitu saja, karena aku membayangkan nya.

Jiyong segera berlalu dari sana, bayangan ia mencium Taeyeon masih terasa nyata. Dan ia baru menyadari bahwasanya ia sudah terjerat pada gadis itu.

*

Taeyeon tertegun sesaat. Ia melihat semua adegan di depan nya dengan mulut terbuka– mengingat kebiasaan nya jika sedang terfokus pada sesuatu ataupun takjub pada sesuatu– maka mulut nya secara otomatis akan terbuka atau lebih tepatnya menganga.

Yoogi tertawa kecil melihat ekspresi yang diperlihatkan Taeyeon, “ Kau sebegitu takjubnya dengan ciuman Jiyong, ya?  “

Taeyeon menoleh kaget, “ Apa? “

“ Tidak, tidak. Lupakan saja. “ Jawab Yoongi tertawa.

Taeyeon memberengut kesal.

Lalu ia memperhatikan Jiyong yang kini terlihat memasuki ruangan yang Taeyeon tau adalah ruangan itu adalah tempat istirahat Jiyong. Taeyeon menggigit bibir nya khawatir. Dan bingung.

“ Yoong-ah, kau mau membantu ku tidak? “

Yoongi mengangguk, “ Apa? “

Taeyeon terdiam sebentar, apa ia harus mengatakannya pada Yoongi?

Lalu bayangan ia yang akan dituntut oleh Jiyong kembali datang membuat nya meyakinkan tekad bahwa ia harus segera berbicara dengan Jiyong.

“ Aku harus menemui Jiyong-ssi. Kau mau mengantarkan aku pada dia? “ Taeyeon bertanya pelan. Dalam hati ia berdoa agar Yoongi tidak bertanya alasan apa yang membuat nya harus menemui seorang Jiyong.

“ Bisa saja. Tapi ada urusan apa? “

Dan doa nya tak terkabul.

“ Ehm, aku hanya disuruh menyampaikan sesuatu pada nya. “

Yoongi mengangguk paham, “ Apa dari Hyuna-ssi? “

Taeyeong mengangguk cepat. Terlalu cepat malah, “ Ya. “

“ Baiklah. Ayo ikut aku “

Yoongi berjalan terlebih dulu dan Taeyeon mengikuti dari belakang. Dalam hati nya ia terus merapalkan doa. Hati berdebar dan semakin berdebar saat ia sudah berada di depan ruangan Jiyong.

“ Yoong-ah. Apa kau bisa menunggu di luar? “

Yoongi mengernyit, “ Memangnya kenapa? “

“ Hal yang harus aku sampaikan bersifat privasi, jadi aku harap kau mengerti. “

Dan Yoongi kembali mengangguk paham, “ Baiklah. “

“ Terimakasih. Kalau begitu aku masuk dulu. “ Taeyeon pun berjalan masuk menuju ruangan itu dan perasaan gugup tiba-tiba melanda dirinya. Ia dapat melihat Jiyong sedang duduk membelakangi nya.

“ Yoongi-ah, tolong kau telponkan Jinhwan, dan bilang padanya untuk bawakan aku beberapa baju ganti. “ Jiyong berkata tanpa menoleh.

Dia pasti mengira kalau aku adalah Yoongi.

“ Ehm. Permisi, Jiyong-ssi “

Jiyong yang cukup kenal dengan suara itu terkejut dan dengan cepat memutar tubuh nya hingga ia dapat melihat Taeyeon yang sedang berdiri canggung di depan nya.

Wajah nya yang pada awalnya terkejut ia ubah kembali pada mode datar. Sungguh aktor hebat. “ Ada apa? “ Tanya Jiyong datar.

“ Aku ingin minta maaf. “

Jiyong kaget. Gadis di depan nya sedang meminta maaf.

“ Minta maaf karena hal kemarin? “ Jiyong sebenarnya bukan bertanya, ia hanya sedang menyindir gadis itu.

“ Ya. Aku ingin minta maaf karena hal kemarin. “ Taeyeon ikut-ikut berkata datar yang membuat Jiyong takjub.

“ Aku sungguh minta maaf. “  Taeyeon membungkukan sedikit badan nya.

Jiyong lantas berdiri. Ia tak suka jika seorang perempuan melakukan hal itu padanya. Karena sesungguhnya ia tak pantas. Ia memegang bahu Taeyeon dan membuat tubuh gadis itu kembali tegak. “ Kau tak perlu melakukan itu. Aku memaafkan mu tanpa kau harus melakukan itu. Lagipula, kau tidak sepenuhnya salah. “

Taeyeon kembali takjub. Apa benar pria di  hadapan nya sekarang sama dengan pria yang dengan kurang ajar membicarakan tubuh nya kemarin? Sungguh sangat berbeda.

Keduanya terdiam dengan Jiyong yang masih memegang kedua bahu Taeyeon. Lalu mata Jiyong beralih pada name tag yang terdapat pada seragam bodyguard Taeyeon. Ia melihat nama lengkap gadis itu dan tanpa sadar mengucapkannya dengan sangat pelan, “ Kim Taeyeon. “

“ Itu namamu? “

Taeyeon mengangguk, “ Ya, itu namaku. “

Dan mata Jiyong kembali beralih pada mata Taeyeon. Dan ia kembali terpesona dengan betapa jernihnya mata itu.

“ Boleh aku mencium mu? “

 

 

 

 

To Be Continued

Please read this.

Halo semuanya. Long time no see.

Silahkan jika ada yang ingin memarahi author. Author terima dengan lapang dada. Mengingat betapa ingkarnya author pada kalian.

Author sungguh minta maaf.

Tolong maafkan author, semuanya T_T

Author tidak akan memberikan janji palsu pada kalian lagi. Karena author takut tidak dapat menepatinya lagi.  Tapi sungguh, author dari kemarin selalu sibuk, entah kegiatan baksos, ataupu tugas-tugas yang begitu banyak karena kurtilas (Kurikulum 2013). Bahkan author sempat mengalami writer’s block. Author juga sempat sakit sampai 2 minggu. Jadi author mohon pengampunan(?) dari kalian semua T_T

Dan…

Nikamatilah Bodyguard Chapter 2 ini. Seperti biasa kritik dan saran sangat diperlukan untuk karya author ini.

Tinggalkan jejak ya ^^

 

 

Advertisements

26 comments on “BODYGUARD (Chapter 2)

  1. ya ampunnnn gitu deh ah kejamnyaaa lagi adegan yang ditunggu2 malah tbc aiguuuuu andweee…

    wahhh authornya masih sekolah kah ?? berarti mendekati ujian donk … lah ntar ffnya kapan lanjut donkk T_T
    jangan lama2 jeball masa mau adegan kissu lama banget jeda comebacknyaa T_T

  2. waah jiyong berani ya lnsng blng k taeyeon apakah dia boleh menciumnya atau tdk. daebak…. senyum2 sndri sya bacnya thor.. klu boleh saran thor. agak di panjangin ffnyaa:D semangat buat kegiatannya thor. fighting:)

  3. Gak lupa jalan ceritanya cuma lupa TBC chapter 1 jadi ngulik chapter 1 lagi 🙂
    Senyum-senyum aku liat GTAE 🙂
    Lucu, Hyuna jadi Taeyeon 😀
    Fighting Author to next chapter! 🙂 Ku tunggu next chapter.nya 🙂
    Fighting All! 😀
    Aku fall in love banget sama G-Dragon – Taeyeon pokoknya 😉
    #GTAE
    #LEADERCOUPLE
    #POWERCOUPLE
    #SOSHIBANG
    #ROYALISTDREAMER

  4. aku lupa alurnya ihhh 😥 jadi sempet balik ke chapter satu dulu. jangan lama lama updatenya thor 😥 bikin bingung masa harus bolak balik chapter tiap update(?) tapi overall suka sih cuma kurang panjang aja.g
    leader couple nah jjang jjang bbong bbong

  5. Ya ampun udah lama nih ff, hampir lupa jalan ceritanya jadi balik baca lagi chap 1nya…..
    Whua…… jiyong langsung sambar aja ngapain harus ngomonng ntar diplinting lagi lho wkekwkkk…..
    Next thor dilanjut ya thor……

    Fighting

  6. Gd enak banget ngomong cium ke taeng, bayangin taeng dengan mulut terbuka mematung terkejut denger pertanyaan Gd 😂😂
    Pokoknya ff ini harus lanjut thor, fighting 💪💪

  7. langsung cipok aja mas.ggg

    NEXT THOR, ah semoga nextnya cepet penasaran nih, bacanya sambil senyum sendiri masa 😂😂

  8. Aduhh Gd pake nanya…Lngsng ae cipokk😘
    Btw Gw Suka bgt ama ff ini Daebakk 😇
    Jngn lama² Thor lanjutinnya Fighting💪

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s