[FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 1)


[Freelance] HOLD ME TIGHT Chapter 1

Author: FIVE

Rating: PG-17

Lenght: Multichapter

Genre: Romance, Drama

Main Cast:

Kim Taeyeon

OH SEHUN

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a PLAGIATOR.

Author Note:

WARNING! FF INI SANGAT PANJANG, MEMBOSANKAN, BANYAK KALIMAT KASAR, PASARAN DLL

Jika ada kesalahan, mohon komentarnya. Karna komentar anda semua yang bisa menentukan

FF ini dilanjut atau berhenti di tengah jalan. Typo dimana-mana. Thankyou.

*

*

*

“turun dari mobilku sekarang juga!!!”

Tidak ada bentakan kasar yang keluar dari mulut tipis dengan dagu lancip pria yang baru saja menepikan mobilnya pinggir jalan itu. Jalanan yang begitu sepi sama sekali tak membuat pria itu mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan wanita yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam yang ia punya. Bahkan wajah pucat wanita itu juga tak mampu untuk membuat pria itu kembali menjalankan mobilnya dan membawa wanita yang tengah melepas setlbeltnya itu pulang kerumah. Tidak, pria yang sangat jarang berbicara itu sudah tak bisa lagi menahan kesabarannya untuk wanita yang masih bisa tersenyum sinis menatapnya. Wanita itu sudah berhasil keluar dari mobil lamborgini keluaran terbaru dengan warna putih itu tanpa ada hambatan apapun, dan sebelum tangan kanannya hendak menutup pintu, wanita itu lagi lagi menghela nafas kasar.

“semoga kau sampai dengan selamat dirumah, Ahjusii! Terimakasi sudah menjemputku dan membawaku kesini! Ini hari tersial dalam hidupku dan kau Oh Sehun! Kau pria brengsek yang pernah ada!”

BLAM.

Pintu mobil pria itu tertutup dengan sekali hentakan kasar. Tak ada raut wajah kaget menghiasi wajah datar yang terkesan dingin kepunyaan pria itu. Matanya menatap tajam kearah kaca spionnya. Yah Sehun melihat dengan jelas jika wanita yang baru saja turun dari mobilnya itu melangkah dengan gontai menuju pinggiran jalan, dan berjalan menjauhi mobilnya. Dengan kasar, sehun kembali menghidupkan mesin mobilnya, dan dengan kecepatan tinggi yang bisa ia dapatkan dengan mobil sport ini, ia kembali melajukan mobilnya, meninggalkan wanita yang menatap mobil nya dengan tatapan tak percaya. Percayalah, bahwa Sehun masih menatap kearah kaca spion mobilnya, menatap badan mungil yang menghentikan langkahnya melihat mobil sehun yang perlahan menjauh. Hingga bayangan itu semakin pudar dan menghilang, yah sehun semakin jauh dari wanita itu.

Rahangnya semakin mengeras tatkala hatinya menolak dan selalu memaksa otaknya untuk menggerakkan mobilnya kembali ke tempat wanita itu. Ketempat dimana ia meninggalkan wanita itu, di siang hari dimusim dingin dengan salju yang berjatuhan, Sehun memukul stir kemudinya saat matanya menatap ke bangku yang sebelumnya diduduki wanita itu, jaket tebal berwarna coklat tua yang ia belikan untuk wanita itu terletak begitu saja disana. wanita yang memanggilnya Ahjussi. Wanita yang baru saja mengatainya brengsek.

Kim Taeyeon. Wanita dengan postur mungil, wajah pucat pasinya, tatapan sinisnya dan yah bagaimana bisa sehun melupakan sesuatu yang tak bisa ia lepaskan dari wanita itu. Wanita yang sangat sering mengeluarkan kalimat kasar dari mulut mungilnya itu. Taeyeon, dengan sikap semena-menanya, perkataan kasarnya, dan hei tatakramanya yang nol besar itu berhasil meruntuhkan kesabaran sehun yang berusaha untuk bersikap sabar dan terkesan tak peduli padanya. Sudah 4 tahun sehun bersabar dengan semua tingkah taeyeon.

Jangan kaget, benar. Kim taeyeon, yeoja itu sangat nakal. Bahkan selama 4 tahun sehun mengurusnya, taeyeon sudah berhasil membuat sehun bolak balik kesekolahnya, mulai dari sekolah menengah pertamanya, bahkan sampai sekolah menengah akhirnya sebanyak 37 kali. Jangan tanyakan pada Sehun apa yang selalu wanita itu lakukan, karna mungkin saja tak akan banyak orang yang percaya dengan apa yang akan sehun katakan. Hei bagaimana bisa orang percaya jika wajah taeyeon sama sekali tak menunjukkan wajah preman, bagaimana bisa wanita dengan sikap jeleknya itu memilik wajah babyface dan terkesan polos itu.

Membolos? Hal itu sudah sering dilakukan oleh Kim taeyeon, bahkan sehun sampai heran dengannya, apa yang ia lakukan jika ia membolos? Dan dengan polosnya taeyeon menjawab jika ia pergi ke game center. Dan besoknya Sehun membawa semua jenis game yang ada di game center itu dan meletakkannya di ruangan kosong di dalam rumahnya agar taeyeon tak berkeliaran lagi. Dan yah, sehun berhasil untuk hal yang satu itu. Membolos adalah hal yang paling sering dilakukan taeyeon, dan itu menjadi alasan yang paling sering dilontarkan para guru di sekolahnya untuk memanggil Sehun sebagai wali taeyeon kesekolahnya.

Berkata kasar? Bukankah tadi saat ia akan keluar dari mobil sehun ia bahkan sempat berkata bahwa sehun brengsek bukan? Dan well, sehun tak masalah dengan kata kasar taeyeon, karna selama ini Sehun rasa telinganya sudah mulai kebal dengan kalimat itu, tapi… ah tak masalah bukan jika kau berbicara kasar hanya pada temanmu atau pada seseorang yang tak kau sukai? Kurang ajarnya taeyeon, ia bahkan berbicara kasar pada guru yang memarahinya, karna tak membuat tugas, selalu tertidur di kelasnya, dan yang lebih parah. Ia terang terangan meledek guru itu, catat di depan guru itu. Semua guru yang pernah memarahi taeyeon sampai bosan menengurnya. Dan untungnya, taeyeon memiliki otak yang lumayan, dengan IQ yang bisa dijadikan tumbal, sehingga para guru yang akan sangat bergembira hati untuk mendepak taeyeon dari sekolahnya hanya bisa gigit jari. Sekalipun sering bolos, taeyeon sama sekali tak pernah bolos saat ujian kenaikan kelas. Selalu mendapatkan nilai ujian yang berhasil membuat para guru di sekolah taeyeon melongo, bahkan dengan teganya menuduh taeyeon mencontek hasil kerja temannya dengan mengancam temannya agar mau memberikan jawaban pada taeyeon, membuat wanita itu kembali mengulangi ujiannya di ruang guru dengan 4 orang pengawas. Dan well, hasilnya tetap sama.

Ah sepertinya sehun melupakan sesuatu yang berbau balapan. Ah siapa yang menyangka jika niat baik sehun membelikan taeyeon mobil sport yang sama dengan punyanya akan digunakan yeoja itu untuk balapan liar di malam hari bersama berandalan di luar sana. Dan hal ini berhasil sehun atasi dengan menarik dan memusnakan mobil itu dari hadapan taeyeon, jangan tanya apa yang terjadi dengan mobil itu, karna sehun sama sekali tak mau menjelaskan detailnya. Kenakalan taeyeon selanjutnya setelah sehun memusnahkan mobil yang sudah menjadi kesayangannya itu, taeyeon semakin menjadi. Pergi ke Club malam. Bahkan taeyeon belum genap berusia 20 tahun itu sudah pernah menyentuh alkohol. Yah, sehun murka saat melihat taeyeon pulang dalam keadaan mabuk saat itu, membuat Sehun menghukum taeyeon dengan memenjarakannya dirumah selama satu bulan penuh. Sekolah? Tentu saja, dengan supir dan bodyguard dengan badan kekar mengawalnya, mengantar dan menjemput taeyeon sekolah. Bukankah itu sangat berlebihan? Bodyguard? Apa taeyeon anak presiden? Tidak, hanya saja sehun sangat yakin dengan hobi berkelahi taeyeon. Yah meskipun tak memiliki kekuatan yang besar, tapi Sehun sangat ingat saat ia pernah melihat supirnya pulang kerumah dengan babak belur karna Sehun menyuruh supir itu untuk membawa taeyeon pulang.

Sehun menghela nafas kasar. Mobil yang tadi melaju kencang itu berhenti saat di depan sana rambu lalu lintas berwarna merah. Lagi, sehun kembali memukul keras stir mobilnya. Semua kesalahan yang pernah taeyeon lakukan sudah berhasil sehun atasi, atau mungkin kesabaran sehun masih bisa bertahan. Tapi saat ini tidak lagi, sehun tak bisa bersabar lagi. Saat ia mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang tidak dikenalnya, ah bukan hanya pesan, tentu saja, dengan foto taeyeon berada di dalam nya membuat kepala sehun mendidih seketika.

TIIIN TIIN

Dengn jengah, Sehun kembali melajukan mobilnya. Kali ini dengan kecepatan rata-rata yang selalu ia pakai untuk mengendarai mobil ini ke kantornya. Ponsel yang terletak tak jauh dari jangkauan tangan kiri sehun berbunyi, dengan gusar Sehun menempelkan ponsel itu ketelinganya.

“ada apa?”

“benarkah? Aku akan sampai dalam waktu 5 menit” ujar Sehun dingin.

Mobil yang ia kendari berhenti tepat di depan sebuah gedung besar. Sehun membuka pintu mobilnya, melempar kunci mobil sportnya itu kepada seorang petugas keamanan agar mobil itu segera di parkirkan. Dengan langkah gontai, sehun memasuki perusahaan yang diberikan ayahnya kepadanya itu. Yah itu perusahaan Sehun. Perushaan yang diwariskan kepadanya. Terdengar Klise bukan? Tapi pada faktanya Sehun benar benar seorang CEO muda, pria ini kaya, dengan otaknya yang tak bisa diremehkan dan tentu saja, jangan lupakan dengan wajah tampan dengan segala kelebihan yang dipunyai oleh tubuhnya. Bahkan kakinya yang melangkah menuju lantai tempat ruangannya berada pun tak urung membuat para pegawai wanitanya terus menatapnya dengan tatapan kagum. Oh ayolah, dan wanita yang banyak menyapa sehun tadi sama sekali tak berharap bahwa sehun akan membalas sapaannya. Pria dingin, arogan dan kaku. Sialnya pria itu sangat tampan dan menggoda.

“apa yang terjadi? Kenapa kau menyuruhku kemari?”

“bukankah ini kantormu? Ini jam kerja dan kau keluyuran Sehun-ssi”

Baiklah, Sehun salah. Tapi hei, siapa pria ini? Bukankah sehun yang punya perusahaan ini? Kenapa dia malah memarahi Sehun? “sialan kau hyung! Ini perusahaanku”

“ah akhirnya aku mendengarnya!” pria dengan tinggi yang tak jauh dari sehun itupun tersenyum, berdiri dari duduknya dan menghampiri Sehun yang baru saja duduk di kuris kerjanya. “dari mana saja kau? Mengurus bocah tengik itu lagi?”

“kau tau jawabannya Chanyeol Hyung”

Chanyeol yang memilih duduk di depan Sehun hanya bisa menatap wajah kaku Sehun yang hari ini terkesan sangat dingin, hei chanyeol tau jika wajah itu memang selalu dingin, tapi kenapa hari ini sangat berbeda? Bahkan Chanyeol merasa ia akan membeku jika terus menatap wajah Sehun saat ini juga “apa dia berbuat onar lagi? Kalau begitu kembalikan saja dia kepada oemmanya, dan kau akan kembali merasakan enaknya hidup melajang sepertiku”

Chanyeol sangat heran dengan Sehun. Hubungannya dengan taeyeon sama sekali tak didasari hubungan keluarga, dan sehun dengan suka rela mau merawat yeoja itu dan menjadi walinya. Yah, taeyeon. Sehun anak tunggal, dan dia berteman akrab dengan seorang pria yang bernama Kim Tae Joon, umurnya dan taejoon terpaut 8 tahun, dan taejoon sangat menyayangi sehun sebagai adiknya, saat Sehun berusia 10 tahun, taejoon berkata jika ia menghamili seorang wanita di Club malam. Kim Taejoon berusia 18 tahun, temannya. Seseorang yang sangat sehun kagumi menghamili seorang wanita. Dan sehun sangat kecewa dengan pria itu, sebelum akhirnya mereka putus kontak. Hei Kim taejoon bahkan tak mendapatkan restu dari orang tuanya, Taejoon juga keturunan yang berada sepertinya, dan Klisenya lagi, taejoon dan wanita itu tidak direstui. Sebelum akhirnya taejoon meninggal.

Sehun merasa terpukul mendengar bahwa pria itu bunuh diri. Entah apa alasannya. Pria itu memilih mengakhiri dirinya. Setelah 15 tahun berlalu, dengan rasa bersalahnya, mencari wanita yang dihamili hyungnya itu, dan sakitnya sehun, ia melihat yeoja yang dihamili hyungnya itu ternyata bukan yeoja baik baik, yeoja itu bahkan bekerja di Club malam, ah tak heran. Hyungnya bahkan bertemu yeoja itu di Club. Baiklah, sehun perlahan mulai menjauh, dan berusaha tak peduli dengan yeoja itu. Sebelum akhirnya seseorang melaporkan padanya bahwa yeoja itu menderita sakit jiwa, hei sakit jiwa? Sehun yang ingat jika hyungnya punya anak dengan yeoja itu langsung mencari yeoja itu, dan well.. berakhir dengan sehun yang menjadi walinya seperti sekarang.

“jika kau berbicara omong kosong lagi, sebaiknya kau pergi hyung”

Sehun mengusir Chanyeol? Oh jika kalian menyangka Chanyeol akan marah, kalian salah. Karna Chanyeol sudah biasa dengan sikap Sehun yang tak jauh bedanya dengan yeoja yang ia rawat itu “apa kesalahan kali ini? Aku tau kau tak akan semarah ini jika ia hanya melakukan hal yang sering ia lakukan bukan?”

Sehun melirik Chanyeol sekilas, ah apa ia akan berbagai masalah ini pada Chanyeol? Ah tidak. Ia akan melukai harga diri taeyeon nantinya “ah ani, aku terlalu emosi hari ini”

“apa yang kau lakukan padanya? Mengurungnya lagi? Eyy jangan terlalu kejam padanya, mungkin saja dia ingin berontak ingin perhatian dari mu, kau terlalu sibuk dengan kekasihmu ini!” Chanyeol menatap ngeri semua kerja yang tertumpuk diatas meja kerja sehun, bahkan sebuah dokumen yang berada di tangan sehun garang. Dasar pria gila kerja! Umpat Chanyeol dalam hati

“Ingat sehun, dia itu masih remaja, dan well.. remaja memerlukan yang namanya perhatian ekstra, agar ia tak salah jalan nantinya” Pria dengan tinggi badan yang luar biasa tinggi jika dibandingkan dengan taeyeon pun perlahan membalikkan badannya, berniat meninggalkan sehun.

“jika kau tak bisa menjadi Ahjussi yang baik, maka jadilah pria yang baik, kulihat kau menyukainya”

Belum sempat Chanyeol sepenuhnya menghilang dari balik pintu ruangan sehun, suara sehun kembali mengintrupsi Chanyeol, sehingga pria berusia 27 tahun itu menatapnya heran “aku menurunkannya di jalan tol menuju makam Taejoon hyung, bisakah kau menjemputnya?”

“astaga apa kau gila? Cuaca buruk seperti ini kau menurunkan nya di jalan tol? Dimana otakmu?” Chanyeol membanting kasar pintu ruangan Sehun dan segera berlari, menuju parkiran.

***

Taeyeon mendesah kesal menatap salju yang sepertinya enggan untuk jatuh dan mengenai dirinya. Wajahnya sudah memucat, dan badannya sudah mulai menggigil sejak 30 menit yang lalu, sejak dengan teganya pria yang ia panggil ahjussi itu menurunkannya di jalan, entah karna apa.

Baiklah, taeyeon akui. Ia mempunyai sikap yang sangat buruk, dan seburuk apapun sikapnya, Sehun tak pernah bersikap sekejam ini padanya, pria itu bahkan selalu membuatkan sarapan untuknya, mengunjungi kamarnya saat ia pulang kerja hanya untuk sekedar mengucapkan kata “aku pulang” dan sehun selalu sabar dengan semua tingkahnya. Tapi apa kali ini kesabaran sehun sudah habis? Dan hei, taeyeon rasa 2 hari ini ia sudah tak melakukan kesalahan apapun, ia masih sering berkara kasar, tentu saja karna itu masih jadi hobi dari mulutnya. Hanya saja ia tak pernah membolos lagi, dan melakukan kejahatan lainnya. Alasannya tentu saja karna hari ini adalah hari peringatan kematian ayahnya, ayahnya yang mati dalam usia muda karna bunuh diri. Dan well, taeyeon masih bersikap baik pada ayahnya yang bahkan tak pernah ia lihat rupanya. Hanya sesekali Ahjussi –Sehun- pernah bercerita padanya, bahwa ia anak yang lahir di luar nikah, ayahnya yang berusia 18 tahun menghamili ibunya yang berusia 20 tahun, yang bekerja sebagai pelayan di Club. Taeyeon bahkan tak peduli bagaimana kehidupan orangtua nya dulu, Sehun lah yang selalu berbicara singkat padanya, hanya cerita singkat saat sarapan pagi. Ingat, sehun itu pria es. Ia sangat kaku dengan sikap kunonya.

Taeyeon pulang dari pemakaman ayahnya, sehun sudah berdiri dengan dinginnya di depan sana, menyeretnya ke mobil. Dan memulai kalimat dingin dengan nada menusuk miliknya untuk taeyeon.

*Flashback*

“ternyata buah tak jauh jatuh dari pohonya” ujar sehun dingin, matanya menggelap dengan berusahan terlihat focus pada jalanan, ah ia ingin sekali meledak saat ini juga

“apa maksudmu ahjussi?” oh aylolah, apa yang terjadi dengan ahjussi nya ini? Apa pria ini tengah pms?

“jangan berkata seolah olah kau bodoh, Kim Taeyeon!” tekan sehun, entah kenapa Taeyeon merasa jika Sehun benar benar marah padanya kali ini, dan bodohnya taeyeon, ia sama sekali tak bisa mengerem mulutnya jika sudah di pancing dengan kalimat dingin sehun. “sialan, aku memang tak tau apa yang kau bicarakan!”

“benarkah? Kurasa kau akan tau sebentar lagi!”

“Big Hell, apa yang kau bicarakan? Jangan berbicara omong kosong! Apa aku melakukan kesalahan hari ini?” bentak taeyeon, oh Tuhan, apa niat baik taeyeon di depan ayahnya untuk menjadi wanita yang baik hari ini tidak bisa dijalankan?

“diam”

“oh hell! Kau gila, ahjussi, datang ke pemakaman ayahku menyeretku, dan sekarang berbicara hal bullshit seperti ini?”

“diam atau kau aku turunkan, kita bicarakan dirumah” sekali lagi, sehun berbicara tajam pada taeyeon tanpa berusaha sekalipun untuk melirik kearah taeyeon.

“turunkan aku! Sialan aku tak mau pulang kerumah mu lagi!!!”

“turun dari mobilku sekarang juga!!!”

*flashback off*

Taeyeon mencoba merogoh tas rensel, mecoba mencari ponselnya atau apapun yang bisa ia gunakan untuk terlepas dari semua ini, dan sialnya lagi. Ponselnya mati. Dan taeyeon baru menyadari satu hal, hal yang menjadi penyebab utama kedinginannya. Mantelnya tertinggal di dalam mobil sehun.

“woah, brengsek itu benar benar!” gerutuan terus keluar dari mulutnya. Matanya menatap sekeliling, berharap ada yang kasian melihatnya berjalan di saat hujan salju ini, dan sialnya lagi. Tak ada seorang pun yang peduli dengannya.

“karna pada fakta tak akan ada yang peduli padaku!”

Dengan pelan, taeyeon terus menyeret kakinya. Berjalan dengan gontai melewati balok balok trotoar dengan ringan. Dan entah apa yang terjadi, mendadak mata taeyeon memerah. Ia tak tau apa yang terjadi pada dirinya, namun pada akhirnya ia sendiri mengerti, saat cairan bening merembes membasahi pipinya. Perlahan cairan yang mengalir satu persatu itupun berganti dengan linangan air, tanpa isak tangis yang berarti taeyeon segera menghapus kasar air matanya. Dan tersenyum miris menatap langit, membuat bulir bulir salju menyapa wajahnya yang sudah mendingin itu.

Taeyeon tertawa pelan, tawa yang membuat uap uap keluar dari mulutnya, suara tawa yang membuat siapa yang mendengarnya tau bahwa tawa itu sama sekali bukan tawa bahagia, melainkan tawa pedih yang perih. “woah, aku menangis hanya karna dia meninggalkanku? Apa aku benar benar menyukainya? Aku menyukai ahjussi? Manusia es itu?”

Gila memang, tapi yah. Taeyeon memang menyukai pria yang terpaut 8 tahun darinya itu. Pria yang menjadi teman ayahnya itu. Mungkin saja orang akan mencap taeyeon sebagai wanita tak tau diri, tapi percayalah, taeyeon bahkan sudah berulang kali mencoba membuat agar sehun membecinya. Dan membuang taeyeon, agar taeyeon bisa berhenti menykai pria itu. Ingat hal nakal yang sering taeyeon lakukan? Taeyeon melakukan hal itu agar sehun berhenti peduli padanya, agar pria itu membuangnya dan mengembalikannya kepada ibunya yang berada di rumah sakit jiwa itu, yang alasan lainnya karna berbuat onar termasuk ke dalam hobinya, ah bukan, hanya saja banyak sekali wanita di sekolahnya yang suka mencari gara gara dengannya.

Wanita kurang ajar sepertinya menyukai pria es seperti Sehun? Ah apa perlu taeyeon menambahkan kata Ahjussi saat ia sedang bergumam atau menyumpai pria itu? Hei taeyeon bahkan sampai detik ini masih mencari alasan kenapa ia selalu berkata kasar pada Sehun padahal ia menyukai pria itu? Dan hari ini taeyeon tau jawabannya. Ia tak ingin pria itu tau, bahwa taeyeon, anak dari temannya menyukainya. Menyukai Ahjussi. Menyukai Sehun. Menyukai Oh Sehun.

Tapi apa yang ia lakukan? Ia bahkan membuat hidup –Ahjussi-nya itu semakin susah. Pria yang gila kerja itu, meskipun sangat tergila-gila dan bahkan tak akan rela meninggalkan pekerjaannya dengan alasan apapun itu bahkan selalu datang ke sekolahnya saat taeyeon membuat masalah, selalu membuatkan sarapan di pagi hari untuknya, sekalipun hanya roti dan telur ceplok beserta susu putih. Dan juga, jangan lupakan pria itu yang akan pulang saat pertengahan malam pun selalu mengetuk pintu kamarnya dan berucap aku pulang, sebelum akhirnya berlalu menuju kamarnya. Taeyeon tau semua itu, tentu saja. Karna ia selalu menunggu pria itu pulang hanya untuk mendengar suaranya. Waktu yang mereka habisnya terbilang tak cukup banyak, jika hari libur, sehun akan pergi kerumah orang tuanya dan taeyeon tentu saja akan berjalan jalan membunuh rasa jenuhnya yang ditinggal sehun, sebenarnya ahjussinya itu pernah mengajaknya, dan bodohnya taeyeon yang menolak saat itu dengan kalimat kurang ajar yang ia punya.

“ahjussi kau punya orang tua? Sialan, hidupmu benar benar keterlaluan, kau kaya, punya segala! Apa kau ingin membanggakan kehidupan mu yang penuh pelangi itu padaku? Tidak terimakasih! Aku akan memilih hidup di neraka dari pada melihat keluarga yang terlihat utuh memamerkan kebahagiannya di depanku” jujur saja, jika Sehun bisa memahami maksud dari kalimat taeyeon, sebenarnya kalimat “ahjussi kau punya orang tua? Astaga hidupmu benar benar indah, kau punya segalanya, apa kau ingin membawaku untuk melihat keluargamu? Terimkasih karna sudah mengajakku, aku sangat iri denganmu ahjussi”

Dan sialnya taeyeon, kalimat yang ia ucapkan justru membuat Sehun sama sekali tak pernah mengajaknya lagi saat ia akan berkunjung kerumah orang tuanya.

Mengenai Taeyeon yang menyukai Sehun, tentu saja. Taeyeon sudah menyukai sehun saat pria itu menemuinya dirumahnya, tepat 3 hari setelah tetangganya melaprokan bahwa ibunya selalu memukulnya itu menginap penyakit jiwa. Ibu taeyeon mulai gila saat tau bahwa pria yang menidurinya selama seminggu itu tak membayarnya, dan ibunya marah pada nya dan memukul taeyeon. Taeyeon yang berusia 15 tahun hanya diam dan pasrah menerima pukulan dari ibunya, apalagi? Ia tak punya keluarga lainnya tempat ia mengadu selain ibunya yang berusia 35 tahun itu. Sebelum akhirnya tetangganya melaporkan ibunya dan membuat wanita paruh baya itu di bawa kerumah sakit jiwa.

Selama dua hari taeyeon berdiam di dalam rumahnya, ia tak tau apa yang akan ia lakukan, ia tak punya uang, dan rasa malunya, membuatnya mendekam dirumah selama itu dengan luka memar diwajahnya yang dipukuli ibunya sebelum wanita itu dibawa pergi pertugas.

Sebelum akhirnya, pintu rumahnya berderit pelan, dan sebuah tangan terulur di depannya. Tangan dengan jari panjang itu terulur tepat di depan taeyeon yang duduk di sudut ruangan dengan kaki menekuk dan tangan yang memeluk kakinya erat. Taeyeon mengangkat wajahnya, dan wajah datar seorang pria berhasil menarik perhatian taeyeon. Wajah itu terkesan datar, dan entah kenapa hati taeyeon berdesir untuk segera menerima uluran tangan pria itu. Pria itu bahkan tidak tersenyum menatapnya, dan lagi lagi entah dorongan dari mana hati taeyeon sangat yakin jika pria ini pria baik baik. Dan untuk pertama kalinya, taeyeon rasa ia mulai percaya dengan kalimat ‘Love at First Sight’

Seminggu sudah ia tinggal dengan sehun, awalnya memang sangat canggung. Namun perlahan-lahan semuanya mulai berjalan dengan baik, sebelum seorang wanita yang bernama Min Ji datang menemui taeyeon. Taeyeon tak tau apa hubungan min ji dengan sehun yang jelas, wanita itu terlihat sangat tidak menyukainya. Ia bilang jika taeyeon tak boleh menyukai sehun hanya karna pria itu mau menampungnya. Dan sehun tak akan pernah tertarik dengan bocah kecil sepertinya. Dan taeyeon mencoba untuk bersikap biasa saja dengan sehun, namun sialnya. Jantungnya selalu berdebar tatkala ia melihat sehun di depan matanya. Membuat taeyeon marah pada dirinya sendiri. Benar, taeyeon awalnya mulai tobat untuk berbuat onar kembali menjadi taeyeon yang selalu berbuat onar dan berusaha agar sehun segera mengusirnya, dengan begitu, taeyeon tak akan menyukai sehun lagi.

Dan selama 4 tahun belakangan ini, taeyeon selalu membuat masalah agar pria itu segera mengusirnya, tapi sepertinya selalu gagal, entahlah. Taeyeon rasa pria es itu mungkin memiliki tingkat kesabaran diatas rata-rata. Tapi taeyeon rasa ia salah. Ia jelas melihat hari ini kesbaran sehun mulai menghilang, dan sepertinya apa yang ia inginkan selama 4 tahun ini akan segera tercapai, ia akan diusir. Dan entah kenapa hal itu membuat taeyeon merasa ada sesuatu yang berujung tajam menusuk hatinya, hingga membuat hatinya perih dan berimbas pada dadanya yang terasa sesak.

“suatu saat nanti Ahjussi pasti akan menikah, dan tentu saja ia akan membuangku! Wanita jahat, kasar dan tidak tau sopan santun seperti ku, siapa yang akan menikahiku? Ah sial apa yang aku pikirkan?”

Mungkin karna taeyeon yang terlalu sibuk dengan fikirannya pun, membuatnya tak sadar saat kakinya sudah sampai di ujung jalan tol, menaiki bus dengan tujuan rumah sehun. Tak selang beberapa menit Taeyeon sampai di Halte bus dekat rumah sehun. Hanya memakan waktu 45 menit naik bus, tapi kenapa langit sudah berubah warna menjadi gelap? Ah berjalan di jalan tol memakan waktunya berjam jam, tentu saja. Dasar bodoh.

Hingga taeyeon terdiam ketika kakinya berdiri tepat di depan sebuah pintu rumah minimalis, tak begitu besar, tentu saja dengan satpam yang menatap takut ke arah taeyeon. Dan well, taeyeon baru menyadari satu hal, mobil putih yang tadi siang meninggalkannya di jalan tol sudah terpakir dengan manisnya di halaman rumahnya. Entah lah, biasanya mobil itu akan langsung masuk ke dalam bagasi, tapi kenapa jam 8 malam mobil itu masih disitu? Apa pemiliknya berencana keluar? Apa? Jam 8? Sekarang hari jum’at, dan taeyeon ingat betul kalau hari ini masih hari kerja, kenapa pemilik mobil itu sudah berada dirumah di jam 8? Bukankah biasanya hari ini ia pulang sangat larut karna harus menyelesaikan semua kerja kantornya yang tiada habis itu sebelum weekend besok?

Taeyeon memutar knop pintu dengan sangat pelan, menghela nafas lega saat matanya tak melihat siapapun duduk di ruang tamu keluarga, tentu saja. Taeyeon merasa bodoh karna beberapa detik yang lalu ia sempat berharap ahjussinya itu pulang cepat karna ingin memastikan apakah taeyeon pulang kerumah atau tidak, tapi ternyata itu hanya impian taeyeon saja. Bodoh Kim Taeyeon!

Taeyeon baru saja berniat melepas sepatu kets putih kumalnya itu ke tempat rak sepatu di pojok pintu masuk saat matanya menangkap sepatu high heels berwarna merah menyala tengah terletak dengan rapinya di depan sana, taeyeon sangat ingat jika ia sama sekali tak punya sepatu dengan tinggi yang membuat taeyeon bergendik ngeri saat membayangkan dirinya yang memakai sepatu itu dan membayangkan kakinya yang akan menangis saat sepatu itu terpasang di kakinya. Sekalipun taeyeon akhir akhir ini sering ke Club, hei ia hanya ke Club untuk karaoke seorang diri disana, karna satu satunya tempat Karaoke yang taeyeon tau hanya ada di dalam Club itu, makanya taeyeon sering kesana, tapi tidak dengan dandanan norak layaknya ahjumma tua dengan sepatu heels itu di kakinya. Karna taeyeon kesana untuk karaoke, bukan untuk menjual dirinya seperti ibunya dulu. Dan mengenai taeyeon yang pernah pulang dalam keadaan mabuk, percayalah bahwa saat itu taeyeon salah meminum, minumannya. Lagi taeyeon tertegun saat terdengar suara dengusan wanita dari arah dapur sana, dan well dua sandal rumah menghilang. Satunya mungkin dipakai oleh pemilik mobil putih itu dan yang satunya? Mungkinkah?

Min Ji? Wanita busuk itu?

“bajingan, selain brengsek kau juga seorang bajingan! Aku membencimu ahjussi!” desis taeyeon tajam, matanya menatap kelam kearah pintu yang langsung menuju kedapur, arah dimana suara dengusan dan tawa datar seorang wanita itu terdengar. Tapi satuhal, taeyeon sama sekali tak mendengar suara pria yang ia panggil ahjussi itu dari tadi, apa dia…

Baiklah, dengan langkah seribu, taeyeon kembali memasang sepatu kets yang baru saja di lepaskannya dengan cepat. Taeyeon melupakan sesuatu. Ia melupakan sesuatu. Yah sama dengan perkataannya kepada Sehun saat pria itu mengajaknya kerumah orang tua sehun, dan well sehun mendengarkan dengan baik dan tak pernah mengajak taeyeon lagi. Dan tadi siang taeyeon bilang ia tak akan pulang kerumah Sehun lagi. Dan sepertinya sehun mendengarkan perkataan taeyeon dan mengira bahwa taeyeon benar benar tak akan pulang dengan membawa seorang wanita kerumah? Dan parahnya lagi wanita itu minji, wanita yang selama ini terang terangan mengaku menyukai sehun? Astaga taeyeon!!!

“mau kemana?”

Baru saja taeyeon akan berdiri setelah memakai sepatu kets putihnya itu, sebuah suara. Dan lagi lagi suara dingin penuh penekanan itu masuk menyapa gendang telinga taeyeon. Suara yang berada tepat di belakangnya saat ini. Dengan pelan taeyeon berdiri dan menatap Sehun, pria yang tengah memasukkan tangannya ke dalam saku dan menatap taeyeon tajam. “ah ahjussi, apa aku menganggu malam mu? Ah mianhae, aku melupakan sesuatu, aku lupa bahwa tadi siang aku berucap aku tak akan pulang kerumah, dan well… sepertinya kau memanfaatkan ucapanku dengan baik dengan membawa…” taeyeon menunjuk minji yang berdiri tepat di belakang taeyeon dengan tatapan angkuhnya, seolah olah Sehun adalah miliknya dan taeyeon parasit yang menganggu waktunya dengan sehun.

Dan, hati taeyeon berdesir nyeri saat matanya menangkap gelas wine yang dipegang oleh minji sudah tersisah setengahnya. Apa mereka makan malam berdua? Taeyeon bahkan tak pernah makam malam berdua dengan ahjussinya ini. Mereka hanya sarapan bersama. Dan makan malam terpisah karna sehun selalu pulang telat setiap harinya.

“ouwhh shit, sepertinya aku benar-benar mengganggu malam kalian! Baiklah, aku pergi saja, annyeong…”

“masuk ke kamarmu sekarang, Kim Taeyeon!” Sehun menatap tajam taeyeon yang saat ini membelakanginya

Taeyeon terdiam, diposisinya saat ini. Dengan tangan memegang ganggang pintu. Pria itu kembali memerintahnya? Hei apakah pria itu tidak terlalu kejam padanya malam ini?

“apa kau tidak terlalu kejam padaku malam ini? Aku masih bisa terima jika kau menurunkanku di jalan tol yang panjang itu tanpa mantelku hingga badanku membeku dan kakiku rasanya akan patah saat ini juga, dan well… aku tak pernah complain saat kau menceramahiku didepan sekolah, aku tak pernah marah padamu saat kau selalu pulang telat saat hari kerja dan bahkan kau selalu pergi dari pagi hingga malam saat weekend. Aku tak masalah dengan semua itu, selama kau masih memberiku uang saku, membuatkanku sarapan, dan mengetuk pintuku saat kau pulang, tapi apakah kali ini kau tidak terlalu jahat padaku ahjussi?” taeyeon menghela nafas pasrah, matanya yang dari tadi berkeliaran menatap sesuatu asal bukan mata sehun perlahan dengan berani menatap mata tajam itu dengan mata tajamnya yang sedikit berkaca-kaca. tumpah sudah. Ia tak tau apa yang merasukinya saat ini, hanya karna melihat ahjumma itu –minji- memegang gelas wine saja membuat taeyeon rasanya ingin mengubur dirinya hidup hidup saat ini juga. Taeyeon remaja, ah bahkan sudah hampir dewasa, tentu saja ia tau dengan sesuatu yang berbau antara pria dewasa dan wanita dewasa. Sekarang malam, segelas wine, rumah ini sepi. Lalu apa lagi? Semua sudah pas untuk melakukan ‘itu’ bukan? “kau ingin aku mendengar apa yang akan kalian lakukan? Woah kau benar benar brengsek ahjussi, tapi maaf. Aku tak bisa melakukannya lagi, aku menyerah” ujar taeyeon sinis. Taeyeon terdiam saat merasakan sebuah cairan mengalir pelan dari sudut matanya, membasahi pipi kirinya. Apa ia menangis? Lagi? Ini rekor baru dalam hidupnya. Taeyeon sangat jarang menangis, dan jikapun ia menangis, jaraknya paling cepat sekali 1 bulan. Tapi apan ini? Ia menangis dua kali dalam sehari karna pria bernama Oh Sehun? Woah apa pria ini harus diberi tepuk tangan?

Dengan kasar taeyeon menghapus air matanya. Ia tertawa singkat dan kemudian bertepuk tangan diakhirnya “sial, kau memecahkan rekor baru dalam hidupku, ahjussi. Ah anggap saja malam ini malam kalian berdua, aku akan menginap di sauna ah tidak, motel terdengar bagus untuk malam ini”

“KIM TAEYEON!” bentak sehun. Oh Tuhan. Sekarang sehun terlihat benar benar menggerikan. Rahangnya mengeras menatap taeyeon yang baru saja membuka pintu rumahnya dan berniat akan meninggalkan rumah ini, dan apa? Kalimat apa yang baru saja keluar dari mulut wanita ini? Malam bedua? Ia dan minji? Yang benar saja. Sehun dengan sangat gelisah meninggalkan kantornya saat Chanyeol menelpon bahwa ia sama sekali tak menemukan Taeyeon di jalan tol dan jalan menuju kerumah Sehun pun dengan rasa khawatir, ia sudah menelpon ponsel taeyeon, namun nihil, ponsel wanita itu tak aktif dan rasa bersalah yang menyelimutinya ia berlarian dari kantornya menuju basement kantornya, mengambil mobil putihnya itu mengendarainya dengan kecepatan gila yang bisa ia lakukan untuk pulang kerumahnya, dan sialnya di tengah jalan, jalanan yang macet membuat Sehun terlambat sampai ke rumah, bahkan sehun tak sempat untuk sekedar memarkirkan mobilnya itu di bagasi dan meninggalkannya begitu saja di halaman. Dan sepertinya kesialan Sehun berlipat ganda saat Sehun mendapati Minji di depan rumahnya. Sehun tau wanita itu menyukainya, tapi percayalah bahwa Sehun sama sekali tak berniat bahkan untuk sekedar bergandengan tangan dengan wanita yang sudah mengikutinya semenjak sehun di perguruan tinggi. Sehun mencoba mengusirnya secara halus, dan ternyata… wanita ini mengajukan syarat jika ia akan pergi jika saja Sehun memberinya segelas wine. Yah sehun mengambil gelas wine di dapurnya dan membuka wine untuk wanita itu agar ia pergi dari sini sekarang juga, Sehun tak ingin taeyeon pulang dan melihat minji dirumah, Pria sedingin Sehun tentu saja tau jika taeyeon sama sekali tak menyukai minji, terlihat dengan jelas dari matanya. Entah apa alasan taeyeon tak menyukai minji, yang jelas. Sehun juga tak menyukai wanita itu.

Dan semua kacau saat taeyeon pulang dan berbicara aneh? Soal ia yang akan menghabiskan malamya dengan minji? Ini gila!!! Sehun rasa malam ini, sehun akan segera meledak tanpa peduli dengan image coolnya lagi.

Sehun yang berniat menarik taeyeon ia urungkan saat matanya menangkap ada air mata yang jatuh dari sudut mata taeyeon, dan dengan sekali hapusan, air mata itu hilang. Ini pertama kalinya, Sehun melihat taeyeon menangis terang-terangan di depannya? Ini pertama kalinya. Dan Sehun yang membuatnya menangis? Oh Sehun memang sudah keterlaluan karna meninggalkan taeyeon di jalanan tadi, tapi itu semua ada alasannya, Sehun punya alasan yang kuat yang membuatnya sangat marah dengan taeyeon, ia bahkan tak tau kenapa ia bisa semarah itu pada taeyeon.

“aku pergi” taeyeon mengangkat tangannya, melambai singkat sebelum lagi lagi nada yang sarat akan perintah itu menyapa telinganya

“berhenti sekarang juga, atau kau akan menyesal” ancam sehun

“ahjussi, jangan sungkan begitu, ini rumahmu, kau berhak melakukan apapun” usai dengan kalimatnya, taeyeon berbalik dan berjalan dengan cepat menuju gerbang. Belum sempat pintu gerbang itu terbuka, taeyeon merasa ranselnya di renggut dari belakang, membuat ransel itu jatuh ketanah dan dengan cepat taeyeon merasa kakinya sudah tak menapaki tanah lagi.

Perut taeyeon berada di bahu kiri seseorang pria dan kepala taeyeon berada tepat di punggung pria yang bahkan belum mengganti kemeja kantornya. Aroma tubuh ini. Dan taeyeon sadar dari keterkejutannya saat tangan sehun memeluk kakinya yang berjuntai kebawah. Membawa taeyeon kembali memasuki rumah itu.

“YAH BRENGSEK!!! AHJUSSI, APA YANG KAU LAKUKAN? SIALAN LEPAS!!!” taeyeon berusaha sekuat tenaga agar ia bisa lepas dari Sehun yang masih berjalan dengan santainya menuju rumah dengan taeyeon yang berada di bahunya. Sehun sudah kebal dengan makian Taeyeon, tenang saja. Ia bahkan selalu mendengar makian taeyeon saat sarapan hanya karna sehun pernah gagal menggoreng telur. Sebelum akhirnya langkah sehun berhenti di depan seorang wanita yang dari tadi melihat pertengkaran sengit mereka.

“Minji-ssi,kau. Sudah. Dapatkan. Segelas. Wine. Dari. Dapurku. bukan? Dan kau bilang kau akan pergi jika sudah mendapataknanya. Kau sudah dapatkan winenya, dan sekarang aku akan menunjukkan pintu keluar ada di sebelah sini, silahkan keluar. Semoga harimu menyenangkan!” ujar Sehun datar. Sangat datar dan penuh penekanan pada saat ia menyebutkan kata winenya. Sehun bahkan bisa merasakan tubuh taeyeon yang menegang di gendongan tak wajarnya. Tak masalah jika sehun harus mengendongnya sampai pagi jika minji tak mau pergi, karna jujur saja wanita ini sama sekali tak berat. Berapa berat badannya? Sehun sangat yakin jika beratnya bahkan tak sampai 50kg.

BRAK

Pintu rumah sehun tertutup dengan kasar, menyisakan dirinya dan juga taeyeon yang memilih diam dan tak memberontak lagi di dalam gendongan sehun. Dalam pikirannya taeyeon menyerah, karna pada akhirnya tenaga nya tak akan bisa mengalahkan Sehun.

“siapapun pelayan yang masih ada di dalam rumah ini, keluar sekarang juga! Jangan masuk sebelum aku memerintahkan kalian”

Dan di menit berikutnya, mereka benar benar hanya tinggal berdua di dalam rumah besar sehun. Setelah 4 pembantu rumah tangga yang berusia paruh baya itu segera keluar dari rumah utama menuju rumah kedua disebelah tempat ruang keamana, tempat dimana semua pembantu itu tidur, karna sehun bukanlah jenis orang yang mudah menerima orang lain dirumahnya, sekalipun pembantu itu sudah bekerja lama dengannya.

Sehun berjalan gontai membawa taeyeon menaiki tangga, tangga dimana di lantai 2 ada dua kamar utama dengan ukuran sama besar. Satunya kamar Sehun dan yang satunya kamar taeyeon.

“ahjussi, kamarku disana!!!” ujar taeyeon ketus saat ia sadar bahwa sehun melewati kamarnya, hei sehun tidak membawanya ke kamarnya. “ahjussi, jika kau ingin mengurungku, kurung aku dikamarku saja! KAMARKU DISANA!”

“dan kamarku disini” sahut sehun pelan

Taeyeon membeku saat Sehun membawa nya masuk kedalam kamar yang bernuansa hitam dan putih itu, dan menutup pintunya dengan tendangan kecil kakinya. Membawa taeyeon sampai ke ranjang ukuran besar itu dan melempar tubuh kecil itu ke atas ranjangnya. Taeyeon meringis singkat saat punggungnya mendarat dengan sempurna di atas ranjang dengan alas putih itu. Seketika jantung taeyeon berdegum kencang, well ini pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar sehun selama 4 tahun ia tinggal disini. Ia bahkan tak pernah meletakkan kakinya di depan pintu kamar sehun.

“ahh punggungku!!” keluhnya “yah kau meleparku keranjangmu dan kau sudah meletakkan buku di atas sini, kau sengaja membuatku menderita ahjussi?” taeyeon memberenguk kesal dan mendudukkan dirinya menatap sehun yang masih berdiri di ujung sana. Hei jujur saja, jantung taeyeon mendadak berlomba di dalam sana, dan satu satunya hal yang bisa taeyeon lakukan untuk meredam suara detak jantungnya agar tak terdengar oleh pria itu. Ini sangat memalukan, dan taeyeo rasa pikirannya mulai berkelana kearah yang tak seharusnya.

“kau sudah tau apa kesalahanmu?” dingin, hei sehun masih dengan identitasnya sebagai pria dingin, bahkan ia tak mendengarkan keluh kesah taeyeon tentang punggungnya.

Taeyeon menggeleng “aku sudah bertaubat. Aku tak memukuli orang, ke Club, dan tak membuat onar lagi disekolah! Aku akan tamat dari sekolah itu beberapa bulan lagi!!!” taeyeon menatap sehun garang. Dengan pelan ia mendudukan dirinya dengan sedikit ringisan karna jujur saja punggung taeyeon benar benar nyeri karna buku itu.

“benarkah? Lalu ini apa?” Sehun merongoh ponselnya dan melempar ponselnya dengan kasar kedepan taeyeon. Taeyeon melirik dengan sangat penasaran kepada ponsel itu, dan matanya melebar saat melihat dirinya tengah dipeluk seorang pria di atas ranjang. Pria yang berusia 30 tahun “oh? Kenapa foto ini ada padamu?”

Sehun rasa ia akan meledak melihat reaksi santai Taeyeon menanggapi foto yang ia perlihatkan “kau tidur dengan ahjussi tua? Dan sekarang kau bahkan tak menyangkalnya?”

“untuk apa aku menyangkalnya, ini memang aku dan heechul ahjussi, lalu apa?” balas taeyeon santai. Hei kenapa sehun marah hanya karna foto ini? “ahjussi, aku bahkan menggunakan seragam lengapku disini”

“KIM TAEYEON!!!”

“MWO? KENAPA KAU SELALU MEMANGGIL NAMAKU LENGKAP LENGKAP EOH!!! KENAPA AKU TAK BOLEH TIDUR DENGAN HEECHUL AHJUSSI SEMENTARA KAU TIDUR DENGAN MINJI”

Dengan kasar Sehun mendorong taeyeon hingga taeyeon terlentang diatas ranjang dengan sehun yang menatapnya gelap di atasnya. Detik berikutnya, taeyeon baru tersadar saat Sehun menindih tubuhnya. “benar, kenapa kau tak tidur dengan ku? Kau tidur dengan ahjussi tua itu, sekarang giliranku”

PLAK

“woahhh kau kira aku benar benar wanita seperti itu? Heechul ahjussi ternyata adik sepupu oemmaku, bahkan marga nya sama denganku, dan asal kau tau, sehun ahjussi… Heechul ahjussi ingin membuat istrinya yang terkesan cuek itu agar ia cemburu melihatku dengannya saat kami akan membeli ranjang baru untuk mereka, dan seorang staf mengambil fotonya, dan sepertinya kau mengira… ah aku masih ingat dengan kata buah jatuh tak jauh dari pohonnya…”

Sehun terdiam. Astaga? Jadi benar apa yang dikatakan taeyeon? Astaga sehun, apa yang baru saja kau lakukan? Kau sudah benar-benar merendahkannya. “m..mia..n” sehun melirik sekilas mata tajam taeyeon yang menatapnya garang “aku tidak tau jika dia samchonmu, ibumu pernah bilang jika ia hanya seorang diri di dunia”

“ibuku tak pernah mengakui heechul ahjussi karna ia tak suka dengan heechul ahjussi. Kau sudah dapatkan jawabanmu, lepas!!!”

***

Taeyeon mendengus kesal saat matanya melirik sekilas jam dinding yang terpatri dengan nyamannya di dinding kamarnya yang berwarna putih itu. 15.30. ini sudah siang, ah bahkan sudah masuk sore dan taeyeon belum memasukkan makanan yang bernama nasi ataupun roti ke dalam perutnya sejak semalam. Yah sejak ia pergi dengan perasaan kesal, sedih, dan hei taeyeon merasa sangat di rendahkan saat ia keluar dari kamar Sehun. Bagaimana bisa Sehun yang selama ini tinggal 4 tahun dengannya berfikiran sempit? Yang benar saja. Sebodoh apapun taeyeon, jika ia berniat untuk meniduri seseorang hei tentu saja ia akan menyari bujangan muda, bukannya pria tua seperti heechul, ah mungkin saja taeyeon harus menambahkan pengecualian untuk seorang pria berwajah rupawan yang mungkin saja umurnya tak jauh beda dengan heechul.

Taeyeon melepaskan selimut putih yang menyelimuti tubuh kecilnya, menendang kesal selimut itu hingga terjatuh ke bawah ranjangnya, dan memilih mendudukan dirinya yang seharian ini berada di dalam dekapan hangat kasur dan selimut yang baru saja ia lempar ini. Mata dengan kantung mata hitamnya itu melirik kea rah pintu keluar kamarnya dengan garang.

Hei, sekarang hari sabtu, bukankah harusnya pria itu sudah pergi dari rumah untuk pergi ke rumah orang tuanya? Menghabiskan hari liburnya dengan keluarganya, dan mengahabiskan hari minggunya dengan pergi keluar jalan jalan dengan temannya.

“kurasa pria jahat itu tak ada dirumah” taeyeon meringis kecil saat mendengar perutnya yang meronta ronta minta untuk segera diisi. Taeyeon benar-benar lapar saat ini. Cemilan yang berada di dalam kamarnya sudah habis beberapa jam yang lalu, dan persediaan airnya juga akan habis sebentar lagi. Yah taeyeon harus keluar dari kamarnya, makan, menonton, dan kembali ke kamarnya sebelum sehun pulang pukul 8 nanti.

Dengan pelan, taeyeon melangkahkan kakinya ke arah pintu, membuka pintunya pelan dan melirik keluar. Benar, sangat sepi. Dengan langkah seribu taeyeon segera berlarian menuruni tangga, menuju dapur. Saat matanya menangkap seorang wanita paruh baya tengah berdiri dengan clemeknya menatap taeyeon kaget.

“ah noona, apa ada yang ada butuhkan?”

Well, kenapa han ahjumma berada di rumah ini saat sore hari? “kenapa ahjumma ada disini?” sinisnya, hei taeyeon merasa ketauan sekarang. Niatnya untuk terlihat mogok makan di depan sehun gagal saat han ahjumma menatapnya dengan senyum polos yang ia punya. Hei ia akan mengadu dengan Sehun bukan?

“Tuan menyuruhku untuk memasak makan malam lebih cepat, dan sepertinya dugaan tuan benar” Han ahjumma melepaskan clemek yang ia gunakan, meletakkan semua keperluan makan taeyeon dan memilih untuk berlalu meninggalkan taeyeon yang menatap makannya dengan tatapan lapar.

“baiklah, persetan dengan semuanya, aku lapar” dan tak butuh waktu lama, makanan yang tersaji untuknya pun sudah habis tak bersisa. Masuk dengan sangat pas ke dalam perut taeyeon, hingga membuat wanita itu mendesah lega saat perutnya terasa kenyang. Taeyeon berniat meninggalkan semua piring kotornya, namun matanya yang liar itu menangkap se mangkok besar Popcorn dengan caramel kesukaannya.

“tak ada salahnya berbuat baik hari ini” taeyeon mengumpulkan semua piring kotornya, mencuci piring itu cepat dan mengambil mangkuk popcorn itu dengan beberapa botol air mineral sebelum akhirnya ia memilih menaiki tangga dan duduk di ruang tengah lantai dua. Tempat dimana televisi lengkap dengan dvdnya itu. Taeyeon kembali ke kamarnya, mengambil CD dvd yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalu. Menghidupkannya dan taeyeon mulai larut dalam dunianya, movie yang tengah ia putar dan tumpukan popcorn yang perlahan mulai menghilang dari tempatnya.

Saat di menit ke lima belas movie yang tengah ia tonton, sofa tempatnya duduk dan menyandarkan punggungnya santai itu bergetar. Membuat taeyeon mau tak mau harus menolehkan kepalanya ke samping. Dan alangkah terkejutnya taeyeon saat ia melihat manusia es yang bernama Sehun tengah terduduk dengan santainya di sebelahnya, dengan mata yang menatap tajam layar televise di depannya.

Tanpa berkata kata, taeyeon yang akan segera meninggalkan sofa itu melirik kasar kea rah sehun yang meraih pergelangan tangannya dan menariknya kembali hingga ia terduduk dengan posisi yang sama sekali tak nyaman untuknya.

“mau kemana?” tanyanya pelan, jujur saja. Sehun sangat bahagia saat melihat taeyeon mengabiskan makanannya dan menikmati hari liburnya dengan menonton movie.

“kembali ke kamarku!”

“bagaimana dengan movienya? Nontonlah, aku tak akan megganggumu” ujar Sehun pelan. Matanya masih focus dengan movie yang tengah di putar taeyeon, entah movie apa itu yang jelas Sehun berharap agar movie itu mengambil fokusnya segera agar ia tak melirik kea rah mata taeyeon lain, ia masih belum siap melihat wajah kecewa taeyeon. Yah Sehun tau jika taeyeon sangat kecewa padanya. Dan sehun merasa sangat bodoh karna dengan mulut sialannya ini ia membuat dirinya sendiri mengecewakan taeyeon.

Dengan pasrah taeyeon kembali mendudukkan dirinya dengan nyaman di atas sofa panjang berwarna merah marun itu, memangku popcornya dan mulai menatap kea rah layar televisinya. Dimana film yang tengah diperankan oleh Jung Soo Min itu tengah di putar. Ini masih menit awal untuk sebuah movie, itu artinya taeyeon harus duduk disini sampai movie itu habis, atau sampai pria bernama Sehun itu pergi dari sini.

Bodohnya taeyeon karna awalnya ia berfikir jika Sehun akan pergi dan meninggalkannya menonton sendirian salah besar, karna sampai di pertengahan movie, Sehun masih duduk disebelahnya, bahkan sesekali ia mengambil popcorn taeyeon, membuat taeyeon mendengus kesal melihat tangan panjang yang di manfaatkan sehun dengan baik untuk menjangkau popcorn yang berada di pangkuan taeyeon yang duduk tidak terlalu dekat dengannya.

“apa judul movie ini? Sepertinya ini movie horror dengan alur yang membingungkan”

Woah, hebat! Apa otak Sehun baru saja bergeser? Atau mungkin di dalam popcorn yang masuk ke dalam perutnya itu mengandung racun yang membuatnya lupa sejauh apa hubungan mereka, hei taeyeon dan Sehun tak sedekat itu, mereka hanya berbicara di saat yang penting saja, taeyeon bahkan heran dengan perasaanya sukanya yang muncul pada Sehun mengingat ia dan Sehun sangat jarang mengahabiskan waktu bersama. Percayalah jika ini pertama kalinya Sehun menanyakan sesuatu yang tak penting seperti ini, biasanya ia akan bertanya soal sekolah, uang sakunya, apa yang ia lakukan, dan mengomeli taeyeon karna masalah yang selalu ia buat. Tidak, tidak, apa taeyeon tanpa sengaja memasuki sesuatu di dalam popcorn itu?

“kurasa kau dan aku, tidak memiliki hubungan yang baik selama ini, ahjussi!”

Terkutuklah mulut tajam taeyeon. Sehun hanya bertanya soal movie, kenapa mulutnya ini kembali berbicara seenaknya? Dan hei taeyeon ingat sesuatu, ah ia sangat kecewa dengan sehun semalam, dan ia lupa jika saat ini ia tengah dalam masa mongok makan. Taeyeon menghembuskan poninya asal dan menatap Sehun takut-takut, pria itu bahkan belum menjawab celotehannya.

“alice boy from wonderland, horror dengan alur maju mundur, Joonghyun, Jung Soo Min” tutur Sehun pelan, tentu saja taeyeon bisa mendengarnya “itu jawaban yang ingin ku dengar”

“mwo? Kalau kau sudah tau kenapa masih bertanya padaku? Ingin mengujiku? Sialan” taeyeon benar bukan? Jika pria itu sudah tau untuk apa ia bertanya?

“hanya ingin mencairkan suasana, dan…” Sehun menghentikan kalimatnya sebentar, melirik taeyeon dengan sudut mata tajam nya “kita bisa membahas sesuatu di luar film ini nanti”

Diam, yah taeyeon hanya memilih untuk menutup mulut kasarnya ini. Menatap nanar layar telivisi yang berukuran besar itu. Sebelum akhirnya tubuh taeyeon menegang, matanya membulat kaget. Mendadak tubuhnya memanas, dengan pelan ia mencoba melirik Sehun, pria itu masih menatap layar itu, dan tatapannya kali ini berbeda, terlihat sangat dingin?

Taeyeon meletakkan mangkuk popcorn yang masih terisi setengah itu dengan panic, dan dengan cepat ia mencoba meraba raba sofanya, mencari remote tv untuk mempercepat adegan yang tengah di lakukan di dalam sana. Hei lihatlah, taeyeon tak tau kenapa ia sangat malu hanya karna melihat adegan ranjang itu? Mereka masih menutup area pribadinya, dan tak terlalu vulgar?

Sebelum akhirnya taeyeon pasrah, membuka minuman sodanya dan meneguk minuman itu dengan pelan.

“berapa usiamu?”

Kaget, Taeyeon mengelus dadanya kasar dan meletakkan kaleng soda yang ia minum dengan sekali sentakan, menatap Sehun sengit, mereka sudah tinggal 4 tahun dan Sehun tak tau berapa usianya?

“jawab aku Kim Taeyeon”

“19!!! SEMBILAN BELAS TAHUN!!! DAN HELL SEBENTAR LAGI USIAKU 20 TAHUN!!!” bentaknya kasar. Astaga mulut mu, Kim Taeyeon. Ia rasa ia harus kembali menyekolahkan mulut kasar ini. Benar benar.

“benarkah? Lalu apakah layak jika seorang pelajar berusia 19 tahun menonton film yang ada adegan ranjangnya seperti ini?” mendadak taeyeon tercekat saat remote control yang dari tadi ia cari berada di tangan kanan Sehun, terlihat pria itu menekan satu tombol hingga movie yang… ekm… adegan yang tak pantas di tonton taeyeon itu terhenti, dan sepertinya ini bukan timing yang pas untuk memencet tombol pause. Para pemeran itu tengah berciuman dengan mesranya, dan sehun menghentikannya di saat adegan itu.

Berfikir Kim Taeyeon! Kau harus segera mencari alasan untuk membalasnya “heiiii mereka hanya tidur tanpa busana di atas ranjang itu, lihat bahkan mereka menggunkana selimut untuk menutup tubuhnya, dan di dalam movie itu hanyalah mimpi si pemeran utama wanitanya, dan well mereka tak melakukan itu, kenapa kau sangat berlebihan ahjussi? Aku bahkan pernah melihat yang lebih dari ini di movie luar…”

“apa? Yang lebih dari ini?” potong Sehun tajam, Kim Taeyeon benar benar mengejutkan. mendadak taeyeon merasa jika bulu kuduknya meremang hanya mendengar suara tak terbantahkan sehun “mulai detik ini, jika kau ingin menonton movie, apapun judulnya aku tak akan peduli kau harus bersamaku! Kau itu masih di bawah umur, bagaimana bisa kau sudah menonton adegan seperti itu?”

“MWO? Yah bukankah kau sangat berlebihan ahjussi? Mereka hanya berakting, mereka tak benar-benar melakukannya… apa aku ini bocah kecil? Aku sudah dewasa…”

“aku. Sama. Sekali. Tak. Ingin. Mendengar. Bantahanmu. Untuk soal ini. Kim. Tae. Yeon”

“woah kau benar benar berlagak seperti wali yang peduli padaku!” taeyeon menatap Sehun sengit, yah menonton dengan sehun taeyeon rasa tak ada masalah untuknya, tapi taeyeon salah. Ia baru ingat bahwa ia ingin melupakan rasa sukanya pada ahjussinya itu. Rasa sukanya akan kembali meningkat dan mungkin saja akan berubah menjadi Cinta jika mereka selalu bertemu di akhir pecan “tak bisakah kau melakukan apa yang biasa kau lakukan di akhir pekan? Pergi pagi dan pulang sore! Jangan ganggu hari liburku!”

“tidak, mulai hari ini aku akan bersamamu”

“ahjussi! Jika kau merasa bersalah karna sudah membuat pelajar jahat sepertiku kecewa kau tak perlu khawatir, kau tak perlu bersikap baik padaku ah…”

“maaf atas kejadian sebelumnya, aku sama sekali tak bermaksud seperti itu padamu. apa selama ini aku jahat padamu?”

“YA!!!”

***

“yah, sudah berapa minggu kau tak bergabung dengan kami eoh! Apa yang kau lakukan dirumahmu?”

“tidak banyak, menonton movie?” jawab sehun singkat, seketika senyum tipis bangkit di bibirnya hanya karna mengingat waktu yang ia habiskan selama 2 pekan terakhir ini dengan taeyeon. Yah mereka hanya menonton seharian, tak melakukan banyak hal, dan makan jika sudah jam makan. Awalnya taeyeon sangat menolak kehadirannya, bahkan tak jarang wanita itu mengusir Sehun dengan cara yang halus hingga dengan cara yang kasar. Wanita itu pernah menendang kaki sehun dengan kasar dan menginjak jari kakinya dan berucap jika ia tak sengaja. Tapi sehun sangat tau jika ia melakukannya dengan sengaja agar sehun pergi dari sampingnya, dan Sehun mendapatkan alasannya beberapa menit kemudian saat sebuah movie dengan layar bertulisan Twilight “breaking down” membuat Sehun menatap Taeyeon yang tak peduli dengan kehadirannya dengan sengit. Hei ia bahkan belum sampai 20 tahun, kenapa ia menonton movie ini? Bukannya Sehun ahjussi mesum, hanya saja Chanyeol selalu mengajaknya menonton movie ini, tentu saja bukan Karena jalan ceritanya karna Chanyeol bukan tipikal pria yang suka menonton movie, hanya karena ada adegan ‘ekhm’-nya itu.

Dengan pasrah Sehun hanya bisa menghela nafas sabar menemani wanita itu menonton dengan serius movie itu hingga adegan yang Chanyeol bilang padanya mulai mendekat, membuat Sehun yang sudah siaga dengan remote tvnya langsung mempercepat adegan itu, walaupun ia pada akhirnya juga melihat adegan itu sekilas, sebelum akhirnya kembali ke adegan yang normal dengan gerutuan taeyeon dan kaki wanita itu yang sudah berada di samping pinggangnya, menendang Sehun dengan kesal, well awalnya sehun tak merasa risih jika taeyeon melakukan hal itu, ia hanya diam dan berpura-pura focus dengan movienya, tapi malam ini sepertinya berbeda, Sehun pria dewasa. Tentu saja, umurnya bahkan hampir mencapai angka 3. Dan seorang pria dewasa berdarah panas sepertinya membutuhkan hal ‘itu’. Ia baru saja melihat hal yang tak pantas itu, meski hanya sekilas, dan well.. taeyeon yang duduk dengan hotspans disebelahnya dan kaki putih pucatnya yang terjulur ke arahnya itu berhasil membuat Sehun yang sangat jarang merasa hal yang aneh pada dirinya pun terpaksa mandi dengan air dingin malam itu.

“kau masih disana eoh?” teriakan dari ponselnya berhasil menyadarkan Sehun, membuatnya menggaruk asal tengkuknya dan bangkit dari ranjangnya. Ini masih pagi dan chanyeol sudah menelponnya sepagi ini? “tentu saja, sekarang apa lagi?”

“yah, kau benar benar menyukai bocah kecil itu eoh?”

DEG

DEG

DEG

Jujur, Sehun bahkan tak tau apa yang akan ia lontarkan untuk sekedar menjawab atau bahkan menyangkal pertanyaan Chanyeol, hanya saja ia merasa mulutnya benar benar kelu, dan hatinya yang merespon dengan sangat berlebihan membuat Sehun memegang dadanya yang merasakan debaran tak karuan di dalam sana. Hatinya bergetar? Benarkah?

“Molla”

“kau itu punya segalanya, yang tak kau punya itu umur, segera cari wanita mapan dan menikah, jangan mengencani bocah kecil,dan hei jika memang kau ingin mengencani bocah kecil bisakah jangan Kim taeyeon…”

“wae?”

“woah, selamat Oh Sehun, kau benar benar menyukainya, terdengar jelas dari nada suaramu itu eoh, kau terlihat tak suka saat aku bilang jangan”

Sehun tertegun. Ia bahkan tak punya jawaban lagi. Benarkah? Ia menyukai Taeyeon?

“ahjussi?”

Gedoran pintu dan suara pelan seorang wanita di seberang sana berhasil menarik sehun dari pikirannya, menatap pintu kamarnya yang terkunci rapat itu dalam sebelum akhirnya ia melirik ponsel yang masih menempel dengan sempurna di telinganya “aku tutup”

“yah yah, apa itu si bocah tengik? Ya…”

Suara Chanyeol terputus dengan sepihak, dan detik berikutnya Sehun melempar ponselnya ke ranjang dan berjalan ke arah pintu kamarnya, membuka pintu itu dan melihat taeyeon yang berdiri dengan pakaian rapi menurut taeyeon, bukan dress dan rambut gerainya bukan, taeyeon dengan celana jins, kemeja kebesarannya, dan mantel tebal di tangan kanannya, hei jangan lupakan tas ransel di tangan kirinya dan ponsel kecil itu.

“pergi? Kemana?” tanyanya singkat, ini hari sabtu, dan taeyeon biasanya akan pergi berjalan jalan di hari minggu, hari ini bukankah hari nonton mereka? Kemana ia? Well sepagi ini? “sudah sarapan?” yah meskipun pertanyaan sehun terkesan sangat singkat, atau mungkin saja terkesan sangat irit kalimat itu, tapi jika bisa memahaminya, ucapan singkat itu sarat akan nada perhatian.

“kencan, donghae oppa akan menjadi pacarku hari ini! Eyyy mana mungkin aku sarapan jika pria itu sudah berdiri di depan sana”

Kencan? Taeyeon?

“donghae…oppa?” Tanya Sehun penuh selidik. Jawaban taeyeon benar benar membuat Sehun yang awalnya memiliki pagi yang cerah entah kenapa sekarang menjadi semakin suram “kemana?”

“yapppp, pria pendek dengan wajah menawannya itu, kau tak akan pernah tau dengan temanku ahjussi, urusi saja berkas kantormu itu, ini kencan pertamaku, mana aku tau akan dibawa kemana” sengit taeyeon, hei ia berniat baik untuk pamit pada Sehun, tapi melihat tatapan tak suka pria itu membuat Taeyeon sedikit kesal, apa ia anak kecil? Hei taeyeon sudah hampir melewati masa remajanya, dan menyedihkannya ia belum pernah pergi berkencan sekalipun, karna yah tak ada yang suka dengan gadis bar bar sepertinya, dan well… donghae itu temannya, dengan senang hati mau mengajaknya kencan walau mereka bukan sepasang kekasih. Dan yah, taeyeon harus segera melupakan perasaan anehnya saat ia berada di dekat sehun selama beberapa minggu ini, perasaanya jadi semakin aneh belakangan ini, dan taeyeon harus segera menetralisirnya dengan baik agar perasannya hilang. Taeyeon bahkan ragu dengan perasaanya pada ahjussinya itu, Suka karna cinta atau suka karna pria itu satu satunya pria yang mau mendekatinya? Bahkan teman sekelas taeyeon tak ada yang mau bermain dengannya.

“kka” singkat padat dan terkesan sangat dingin itu keluar dari mulut Sehun, dengan kasar Sehun kembali mundur dan dalam sekali sentakan pria itu menutup kasar pintunya, meninggalkan taeyeon yang menatap pintu itu dengan kaget

“astaga jantungku! JIKA KAU MAU MEMBUNUHKU GUNAKAN SAJA PISAU! JANGAN MERUSAK KERJA JANTUNGKU!!!”

Dengan kesal taeyeon langsung saja melangkahkan kakinya kearah pintu, keluar dengan sepatu kets putih kumalnya dan wajah kusutnya mengahampiri donghae yang tengah menatapnya heran. “ada apa?”

“sialan, pria itu benar benar”

“pria itu benar benar apa? Membuat mu jatuh hati?”

Taeyeon melirik kesal kearah donghae yang tersenyum dengan smirk kecil diwajahnya, dan sebuah pukulan pelan berhasil menayapa rambut sebahu yang sudah heechul susun dengan rapi semenjak pagi menyapa hanya karna ia ingin membuat taeyeon menjadi wanita beruntung karna kencan pertama dengannya. “kau merusak rambutku, bodoh!!!”

Donghae melingkarkan tangannya di leher taeyeon, sedikit mencekek leher wanita itu dan menyeretnya masuk ke dalam mobil sportnya. Jangan kaget, Donghae seorang mahasiswa dan tentu saja ia sudah cukup umur untuk mengemudi.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah menatap mereka dengan perasaan kesal dan tatapan tajam yang seakan akan bisa membunuh siapa saja itu.

“hyung, kau dimana? Aku akan pergi kesana”

***

“mwo? KISSUE? JINJJA?”

Taeyeon memekik kencang saat sang penelpon, satu satunya teman perempuan yang taeyeon punya bercerita soal novel yang ia beli. Yah wanita yang sangat maniak akan cerita romace itu membeli novel baru dan menceritakan ceritanya pada taeyeon, biasanya taeyeon sama sekali tak tertarik dengan cerita semacam fiksi itu, hanya saja kali ini ceritanya lumayan menarik perhatiannya. Entah karna ia tak ada kerjaan? Yah saat ini ia baru saja pulang jalan-jalan dengan Donghae oppa setengah jam yang lalu, sekarang pukul 10.50. sudah sangat larut dan taeyeon tak bisa menutup matanya, ia ingin menonton movie atau berdiam diri di ruang tengah, hanya saja ia mendapati sehun belum pulang, tentu saja artinya pria itu akan melihatnya atau mungkin menemaninya menonton movie lagi nanti, dan hei, menonton dengan sehun bisa bisa membuat jantungnya berdenyut nyeri karna nyaris bergegup kencang sepersekian detiknya.

Wanita bernama tiffany itu baru membeli buku entah apa judulnya, yang menarik bagi taeyeon, bagaimana bisa seorang wanita yang sebaya dengan mereka menyukai pria yang usianya lebih tua? Atau pria yang menjadi guru lesnya? Hei, ia yang menyukai sehun saja sudah membuatnya kalang kabut untuk melupakan perasaannya, dan wanita di novel yang tiffany baca itu bahkan menerima dengan senang hati saat pria yang berstatus sebagai guru lesnya itu saat men.. ekmm ciumnya? Woah cinta benar-benar buta.

“keundae fanny-ah, kau punya namjachingu bukan? Apa… mmm… kau… pernah melakukan.. itu?”

Taeyeon menjauhkan ponsel dari telinganya saat tiffany membentaknya dan mengomel panjang lebar. Ah sepertinya tiffany salah paham dengan kata itu?

“yah, maksudku.. bukan yang seperti itu, apa kau setua itu untuk berfikiran hal menjijikan itu? Aniya!!! KISSEU!”

Taeyeon membuka kulkas di sampingnya, mengeluarkan botol soda yang hendak ia minum, menutup kulkas dan mengambil tempat duduk di atas meja pantry, tak sepenuhnya duduk karna taeyeon hanya menyandarkan sebagaian tubuhnya seraya mendengarkan ocehan tiffany, taeyeon mendengus kesal saat tiffany bertanya apakah ia pernah berciuman atau tidak. “hei yang benar saja, aku bahkan tak punya namjachingu! Lalu dengan siapa aku berciuman?”

“dan well, umurku baru 19 tahun, dan aku tak peduli dengan first kiss, hanya saja… aku sedikit penasaran”

“benarkah? Jadi tak masalah jika aku berciuman dengan siapapun?

“baiklah, aku akan mencium… donghae oppa? Ani… ah dia sudah punya kekasih, yang benar saja. atau baekhyun? Bocah cupu itu? Kau tau dia menyukaiku?”

“ahhh matta, kalau begitu besok aku cium ba…”

Taeyeon membelalakkan matanya kaget saat seorang pria yang entah datang dari mana sudah berdiri di depannya dengan mata menatap lekat kearahnya, lihat… taeyeon rasa pria yang baru saja merampas ponselnya itu adalah pria yang ia panggil ahjussi selama ini, apa pria ini gila? Kenapa ia mengambil ponselnya? Apa asset kekayaannya berkurang hingga ia mengambil ponsel taeyeon? Dan sejujurnya pertanyaan yang paling ingin taeyeon tanyakan adalah dari mana saja kau ahjussi? Tapi naasnya, bibirnya hanya terkatup rapat dengan mata menatap kesal sehun yang berdiri di depannya.

“apa yang kau lakukan ahjussi, kembalikan ponselku”

“shireo!”

“wae? Apa aku berbuat onar lagi hari ini? Aku tak pergi ke bar, tak membully teman sekelasku lagi, dan well aku hanya berjalan ke safari dan lotte world tadi. Aku rasa aku sudah menjadi pacar sehari yang baik untuk donghae oppa yang ditinggal kuliah kekasihnya, jadi dimana letak kesalahanku? Cepat kembalikan!!!” taeyeon berjalan mendekat, meraih tangan sehun yang menggeggam erat ponselnya. Dengan bantuan kedua tangannya, taeyeon bahkan masih belum bisa untuk membuat Sehun melepaskan ponselnya, apa tiffany sudah mematikan ponselnya?

“yah tiffany? Kau mendengarkanku? Cepat telpon 119, kurasa ahjussi ku akan segera membunuhku! Lihat tatapannya benar benar tajam!!!” seru taeyeon kasar, bahkan matanya sama sekali tak bergeming sedikitpun, membalas tatapan tajam sehun.

TRANG!

Dengan sekali lemparan kasar, ponsel berwarna putih itu sudah berada di lantai dengan layar retak. Membuat taeyeon mengalihkan tatapannya dan menatap ponselnya kesal. Oh tuhan, apa pria ini baru saja mengalami masalah? Lalu kenapa ia melampiaskannya pada taeyeon? Dan well? Kenapa membuang ponselnya!!! “kenapa kau merusak ponselku? Ah jinjja!!!” taeyeon merengut kasar rambutnya, mengacaknya dan kembali menatap tajam sehun, kali ini dengan tatapan sangat tajam, hei taeyeon benar benar kesal. Dan sialnya, setan di sebelah kirinya terus berucap jika pria ini terlihat sangat tampan dengan radius sedekat ini dengannya, astaga taeyeon akan gila sebentar lagi!!!

“ottokhae? Nomor baekhyun ada di dalam sana, dan kau merusak ponselku!!! Aku harus menemuinya besok!” taeyeon menunduk mencoba meraih ponselnya, sebelum sehun meraih bahunya, membuat taeyeon kembali berdiri.

“baekhyun? Kisseu?”

“woahhhhh kau mengumping pembicaraanku? Brengsek! Apa masalahmu!!!”

“kisseu”

“mwo? Kau ingin menertawakanku karna belum pernah berciuman eoh? Majja!!! Heol kau selalu mendapat panggilan dari sekolah karna seseorang bilang aku berciuman? Ah jinjja itu bukan aku, dan aku tidak pernah berci…”

CUP

Sebuah kecupan ringan mendarat tepat di atas bibir taeyeon, membuat taeyeon membelalakkan matanya kaget, menatap Sehun yang baru saja menciumnya? Astaga bukan, mengecupnya? “ah..ahjussi..”

Astaga, jangan salahkan Sehun, karna ia rasa otaknya mulai bergeser karena ia baru saja mencium taeyeon? Mencium bocah kecil? Oh astaga apa meminum beberapa gelas wine saat makan malam dengn teman temannya tadi membuatnya mabuk? Atau membuat system saraf otaknya jadi salah memberi reaksi?

“ahh sial, kenapa manis sekali?” dengan gusar, sehun merapatkan tubuhnya kearah taeyeon yang memundurkan langkahnya sebelum akhirnya ia sadar bahkan dibelakangnya ada meja pantry, astaga ia tepojok.

“penasaran dengan ciuman bukan?” bisik sehun pelan, persetan dengan semunya, sepertinya sehun benar benar mabuk atau bara api yang membakar hatinya saat ia mendengar bahwa taeyeon akan mencium seseorang dengan nama bebek besok? Oh tidak tidak. Jika memang itu ciuman pertama taeyeon, sehun akan sangat dengan senang hati untuk menerimanya. Dan hei, bibir kecil pucat dengan sedikit warna mearah itu selalu menggodanya belakangan ini. Bibir dengan kalimat kasar yang selalu terlontar disana, namun sialan sangat menggoda itu. Kenapa ia harus mencari pria jauh jauh sementara dirumahnya ada seorang pria lajang? Hei apa karna sehun, pria yang sering ia panggil dengan embel embel ahjussi? Dan hei, jangan ingatkan bahwa sehun itu ahjussi.

Suara sehun yang serak, entahlah suara sehun terdengar sangat serak ditelinga taeyeon, dan hei… lihat kemeja putih pria itu terlihat sangat berantakan dengan keringan di baju, apa pria ini baru saja berlari?

Taeyeon terdiam, mulut kurang ajarnya bisa dibungkam hanya dengan kecupan ringan? Seberpengaruh apa oh sehun terhadap dirinya?

Tubuh taeyeon meremang saat tangan kanan sehun meraih tengkuknya dan tangan kirinya berada di pinggang kecilnya, merapatkan tubuhnya dan juga wajahnya. Oh sial, taeyeon bahkan bisa mencium perpaduan aroma mint dan wine dari mulut pria itu, sangat menyegarkan? Dan aroma tubuh pria itu benar benar membuat taeyeon lupa jika ia harus segera melarikan diri dari pria ini jika tak mau rasa yang selama ini taeyeon hindari semakin besar.

“first kiss” usai berucap, bibir lembut sehun langsung mendarat di atas bibir taeyeon, dan hei taeyeon terkejut saat menyadari jika ini bukan kecupan singkat seperti halnya tadi, pria itu menekan bibirnya di depan bibir taeyeon, hanya menekan sebelum akhirnya taeyeon yang membuka matanya terkejut melihat sehun dengan bibir yang masih menempel dengan bibirnya membuka matanya, menatap taeyeon lembut? Benarkah?

“sialan, kurasa aku tak bisa menahannya lebih lama lagi! Ini sangat manis” sehun berucap dengan sangat santainya di depan bibir taeyeon, bahkan bibir pria itu sesekali mengenai bibir taeyeon, sebelum akhirnya Sehun menutup matanya, dan kali ini, ia meraup dengan rakus bibir taeyeon.

Dan percayalah, taeyeon berusaha sekuat tenaga berdoa dalam hati agar dirinya cepat sadar jika hal yang baru saja ia alami hanya mimpi, sungguh ia tak ingin membuat perasaannya semakin dalam untuk pria yang ia panggil ‘ahjussi’ itu.

*

*

*

*To Be Continue*


Hello *lambai tangan* udah lama yah? Masih ingat aku author ff apa? (*gainget* *siapalu* *makhlukgaib*) Oke lupakan, berhubung udah lama ga ngirim ke sini jadi saat libur kuliah kmrn, aku udh nyelesain ff yang sebelumnya aku anggurin (ga di anggurin sebenernya,udah lama siap cuman belum di edit, takutnya typonya kebanyakan kan, udah di editpun masih banyak typo.)

Buat ff ini? Kenapa malah post ff baru? Eyyyyy ini aku bikinnya pas uas kemaren, udah lama juga sih, cuman baru diedit lagi. Maaf ya jika ceritanya pasaran, ato ceritanya gaje. Sebenernya ini oneshoot, tapi kenapa jadi panjang badai gini yah? Jadi aku potong potong. Maunya yang di kirim duluan apa? M? Atau FCIL? Coming soon lohhh yah. (Ga ada yang tau ama ff lu thor! #oke fix gajadi lanjut TT) ato ff ini duluan? Tergantung komen kalian. Udah ah, capek cuap cuap panjang lebar, ga ada yg bakalan baca cuapnya jg-_- Gomawo L *HUG* *KISSKISS* *BOW*

Advertisements

67 comments on “[FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 1)

  1. Woah daebak thorr
    Keren banget ceritanya 👍👍👍👍
    Jarang jarang ada ff yang cast nya Taeyeon jadi anak brutal disini, tapi karakternya pas banget
    Ohh kirain Sehun pamannya kandung heheh
    Wahh Sehun suka nih ama Taeyeon lucu juga
    Tapi kasihan juga sih Taeyeon disini kek sebatang kara

    Wah bagus thor sumpah 😁😁😁😁
    Fighting thor 🙌🙌🙌🙌💪💪💪

  2. si taeng kokk gitu amat yaa mulutnya
    smogaa aja sehun trs sabar sama taengoo, kayanya sehun sir sama taeyeon dehh
    smangat trs thor, bagus bgt crtannyaa

  3. Pingback: [FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Tadi baru aja baca yang chapter 3 tpi aku lupa cerita awalnyaa .. hehe jdinya baca ini lagi deh .. semangat ya thor

  5. Pingback: [FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Bagus ffx thor,

    Maaf baru bisa komen padahal udah baca ffx dari lama,hehehe.
    Maaf juga komenx ini ajh soalx udah baca ffx ,cuma waktu itu blm ad emailx jadi baru bisa komen ,trus komenx gini ajh abis mau baca ulang tapi rasax kaya udh nggak seantusias waktu pertama bacax,maaf ya authornim atas kejujuranku yang nggk telalu penting ini(emang😩),hehehe.

    Mohon di mengerti🙇,

    Jadi ttp SEMANGAT,FIGHTING✊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s