[FREELANCE] Your Slave (Chapter 2)


Your Slave

Author: Karina Jung

Kim Taeyeon (GG), Oh Sehun (EXO),

Byun Baekhyun (EXO) || Mature, Romance, Drama|| PG17

Poster:

Afina23 @ Poster Channel

Preview : Chapter 1

∞Your Slave∞


Sebuah mobil BMW berwarna hitam melaju dengan kecepatan sedang di jalanan kota Seoul. Di dalamnya terdapat 3 pria berbaju serba hitam dari kepala hingga kaki, dan seorang gadis bertubuh mungil yang belum juga siuman dari pingsannya.

Pria yang duduk di samping gadis itu hampir di setiap detiknya menatap wajah si gadis dengan tatapan khawatir. Ia menggerutu kesal kepada 2 orang pria yang tampak lebih tua darinya itu yang duduk di kursi depan.

“Bukankah sudah kubilang kepada kalian jangan kasari dia?!” ujar pria itu dengan nada rendah namun terdengar sangat mengerikan.

“A-ah T-Tuan… maaf, tapi saya hanya melakukan seperti yang Tuan perintahkan” jawab seorang pria yang tengah mengemudi.

Pria yang dipanggil ‘Tuan’ itu hanya mendengus lalu tatapannya kembali kepada Taeyeon. Ia mengusap lembut kepala gadis itu lalu mengenggam erat tangan kirinya.

“Mianhae”

∞Your Slave∞.

Jam menunjukkan pukul 17.24 KST. Gadis itu terbangun. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengerjap-ngerjapkan matanya hingga matanya dapat melihat jernih. Ia mengedarkan pandangannya dengan keseluruh ketidak tahuannya atas dimana sekarang dirinya berada.

Sebuah kamar? Mengapa dia bisa ada disana?

    

Kamar yang sederhana tapi terkesan elegan. Kamar itu didominasi dengan warna putih, terkecuali pada pintu dan beberapa barang pelengkap yang berwarna hitam dope. Seketika tubuh gadis itu merinding, tangannya ia kepalkan kuat dan keringat dingin sudah mengalir di keningnya. Ia mengingat kejadian di gang tadi. Baru saja kembali teringat dan ucapan ayahnya yang mengatakan dirinya sudah dijual kembali terngiang di kepalanya.

“D-Dimana aku sekarang?”

Tiba – tiba saja pintu kamar itu terbuka, menampilkan seorang pria berbaju casual santai. Ia memiliki tinggi di atas rata – rata, kulitnya putih pucat, dan rahangnya nampak begitu tajam membuatnya terlihat tegas dan juga menyeramkan. Ia berjalan mendekati Taeyeon yang sudah takut setengah mati. Gadis itu meremas kuat selimut yang menutupi separuh tubuhnya itu.

“Bangun juga kau akhirnya”


Taeyeon hanya diam. Mungkin bibirnya sudah pucat pasi sekarang. Pria itu hanya tersenyum tipis dan mengambil posisi duduk di pinggir ranjang mengarah ke Taeyeon.

“Namaku Oh Sehun” ujarnya memperkenalkan diri.

“Siapa pria ini?”

Melihat wajah Taeyeon yang tampak bingung dan ketakutan, pria yang mengaku bernama Sehun itu mengulang kalimatnya.

“Namaku. Oh. Sehun.” Ujarnya penuh penekanan.

Namun melihat eskpresi Taeyeon yang masih sama, pria itu hanya menghela nafas dan menunjukkan wajahnya yang tampak kecewa.

“K-Kenapa aku bisa ada disini?” tanya Taeyeon ragu.

“Kenapa bertanya seperti itu? Bukankah kau sudah diberitahu ayahmu?” jawab Sehun sedikit kesal karena Taeyeon terlihat seperti tidak mengenalnya.

Taeyeon tampak berpikir sejenak. Ternyata benar, ayahnya tidak bermain – main dengan kalimatnya. Ia sudah dijual. Dirinya yang manusia itu sudah dijual kepada pria di hadapannya ini.

“Ahh..itu..” gumam Taeyeon pelan. Rasanya matanya sudah buram karena air mata yang hampir saja jatuh jika Sehun tidak berbicara dengan lantang.

“Jadi Kim Taeyeon! Ada beberapa peraturan yang harus kau patuhi”

Gadis itu sedikit terkejut namun detiknya ia memasang kuping benar – benar agar tidak ada satupun yang terlewat. Tapi dilain sisi, entah kenapa walaupun sekarang dirinya sangat takut, tapi ia tidak bisa menampik jika keberadaan Sehun sekarang ini sedikit mengurangi ketegangannya.

“Yang pertama, kau harus kuliah. Entah jurusan apapun itu, yang pasti kau harus kuliah. Yang kedua, buatlah jadwal agar di setiap minggunya kau mengikuti kelas kursus melukis. Lalu yang ketiga, jangan pernah berani – berani melakukan pekerjaan dalam bentuk apapun di rumah ini” jelas Sehun.

Taeyeon sedikit melongo. Ia bingung juga merasa takut. Bagaimanapun juga peraturan nomor 1 dan nomor 2 itu merupakan hal yang sangat ingin dilakukannya. Apa itu hanya ketidaksengajaan? Atau Sehun memang tahu apa yang diinginkannya? Tapi jika memang benar, bagaimana bisa Sehun mengetahuinya?

Pikiran Taeyeon yang semakin bercabang – cabang langsung terputus ketika Sehun kembali membuka mulutnya.

“Dan untuk keseluruhan, kau harus mengikuti apa yang kuperintahkan. Melakukan apapun harus ada izin dariku. Tidak ada bantahan, tidak ada keluhan. Apa kau mengerti?”

Tak mau ambil pusing, Taeyeon langsung menganggukkan kepalanya. Meski ia sudah dapat menarik kesimpulan. Dirinya disini tak lain tak bukan hanya budak yang harus patuh kepada tuannya.

Dirinya seolah menjadi yakin jika hidupnya memang begitu bewarna, setiap harinya selalu ada tambahan warna di dalam hidupnya. Tapi bukan warna kebahagiaan yang mampu membuatnya senang, melainkan warna kegelapan, warna kesedihan, yang membuatnya hanya bisa pasrah kepada dunia.

Sungguh menyedihkan.

Tapi, setidaknya ia bisa kembali kuliah dan tetap melukis. Hal itu merupakan hal yang sangat diinginkannya sedari dulu. Lagipula dengan adanya peraturan itu, berarti secara tidak langsung Sehun akan menanggung semua kebutuhan dan biaya hidupnya bukan?.

“M-Maaf Tuan, apakah ini kamarku?” tanya Taeyeon hati – hati.

Gadis itu langsung merasa terintimidasi ketika Sehun melayangkan tatapan tajamnya sesaat ia bertanya.

“Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku salah bertanya seperti itu? Dan lagipula kamar ini terlalu bagus untuk budak sepertimu. Astaga Kim Taeyeon kenapa kau sangat bodoh” Risau Taeyeon dalam hati.

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Ia mengusap lembut pipi sebelah kanan Taeyeon.

Gadis itu merasa terusik, tapi nyaman disaat yang bersamaan.

“Jangan panggil aku seperti itu. Cukup ‘Sehun’ saja. Dan disinilah kamarmu yang juga kamarku”

“NE?!”

Pikiran Taeyeon seketika berkecamuk. Secara otomatis sesuatu yang liar mengisi otaknya. Dan Sehun yang langsung tahu apa yang dipikirkan Taeyeon hanya tersenyum – senyum tidak karuan.

“Kau itu milikku. Kubeli untuk kujadikan milikku. Jadi sudah seharusnya kau itu selalu bersamaku” ujar Sehun lantang.

Masih dengan wajah melongonya, perlahan – lahan mulai muncul semburat merah di wajah gadis itu.

“A-apa maksudnya? Jadi aku tidur bersamanya?”

“Memikirkan apa kau?” tanya Sehun seolah dapat membaca pikiran Taeyeon.

“Kamarku ada di sebelah ruangan ini. Maksudku itu, kamar ini bisa kau tempati tetapi pemiliknya tetaplah aku. Apa kau gagal paham?” ujar Sehun menambahkan sambil tersenyum miring yang Taeyeon bisa artikan sedang mempermainkannya.

“menyebalkan”

Taeyeon yang akhirnya mengerti maksud Sehun langsung menghela nafas lega. Setidaknya ia bisa tahu jika Tuannya ini merupakan pria yang realistis.

“Jadi..eumm Sehun-ssi, apa yang harus kulakukan hari ini?” tanya Taeyeon sedikit tidak nyaman ketika mengucapkan nama pria itu.

Pria berambut cokelat itu tampak berpikir sebentar. “Hari ini hari minggu, aku tidak bekerja jadi kau temani saja kemanapun aku pergi” jawabnya enteng.

Taeyeon mengerutkan keningnya. Ia masih bingung, sejujurnya. Jika ia tidak boleh melakukan pekerjaan apapun, jadi sejak awal dirinya dibeli bukan untuk dijadikan pembantu atau semacamnya. Jadi kenapa pria itu membelinya? Kenapa harus dirinya?. Begitu banyak pertanyaan yang melayang dipikiran Taeyeon, tapi gadis itu sama sekali tidak berani untuk bertanya.

“Kenapa aku harus mengikutimu kemanapun kau pergi? Memangnya kau bayi”

“Kalau begitu biar aku perlihatkan isi rumah ini padamu”

∞Your Slave∞

“Disitu adalah kamar mandi, karena kamarmu tidak ada kamar mandinya jadi kau harus pergi kesana jika sedang ingin mandi atau apapun” jelas Sehun menunjuk pintu berwarna putih disudut ruangan setelah dapur.

Taeyeon mengangguk paham.

“Tapi jika kau merasa terlalu jauh, kau bisa ke kamar mandi di dalam kamarku”

Taeyeon seketika menatap Sehun yang dibalas senyuman jahil dari pria itu. Ia langsung mengalihkan tatapannya.

“Tidak, terima kasih. Kenapa wajahnya seperti pria mesum seperti itu?”

Seusai mengelilingi rumah ‘pribadi’ Sehun yang besarnya bukan main itu, Sehun membawa Taeyeon menuju halaman belakang rumahnya yang terdapat kolam renang dan taman bunga yang luas.

Gadis itu terus terkagum – kagum semenjak tadi. Ia hanya berpikir, apa pekerjaan pria itu hingga ia bisa memiliki rumah semegah ini di usia yang masih muda. Yah, tanpa mengetahuinya pun Taeyeon bisa mengisarkan umur Sehun. Mungkin 25 atau 26 tahun.

Dan lagi, rumah ini memiliki banyak sekali pekerja yang memiliki tugas nya masing – masing. Seperti yang ada tak jauh di depannya, ada sekitar lima pria berseragam putih hitam khas ‘maid’ yang sedang merapikan bunga – bunga beraneka ragam disana.

Pria itu sudah pasti sangat kaya. Jika Sehun hanya membutuhkan teman wanita di rumahnya, dia pasti bisa ‘membeli’ atau menyewa wanita – wanita cantik nan seksi di club –club malam Gangnam. Tapi kenapa harus dirinya?.

“Kenapa?” tanya Sehun sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon.

Gadis itu terperanjat kaget lalu menggeleng cepat.

“Tidak apa – apa. Maafkan aku”

Sehun mengembalikan posisinya kesemula dan hanya bisa menaikkan bahunya sekilas tampak bingung. Baginya tidak ada yang salah. Walaupun gadis itu terlihat risau dan kebingungan. Baginya tidak ada yang salah. ia menginginkan wanita itu disini, bersamanya.

“Sehun-ssi”

“Ya??” sahut Sehun dengan wajah berbinar – binar. Seperti sudah menunggu Taeyeon untuk membuka mulut dari tadi.

“Boleh aku bertanya?”

“Tentu”

“Kenapa kau melakukan hal ini?”

Melihat Sehun yang tak kunjung menjawab pertanyaannya, Taeyeon langsung menyadari jika ia baru saja membuat kesalahan yang mungkin sedikit…fatal?

“Ma-maksudku bu-bukan seperti itu.. maksudku.. a-aku hanya bingung kenapa aku bisa ada disini..” ujar Taeyeon gugup memperbaiki pertanyaannya. Sementara pria itu hanya diam, dengan ekspresi datarnya yang mampu membuat Taeyeon merasa terintimidasi.

“Bukannya kau sudah tahu?”

Taeyeon sedikit terkejut lalu detik berikutnya gadis itu memukul bibirnya beberapa kali menggunakan tangannya. Sambil merutuk di dalam hati.

“Kim Taeyeon kau terlihat sangat memalukan! Apa yang kau katakan?!”

“A-aku… maaf tapi yang kumaksud itu kenapa kau membeliku? Kenapa kau memintaku untuk tinggal disini dan menjadi milikmu? Apa kau ini tidak terlalu kekanakan?!” nada suara Taeyeon semakin tinggi tanpa ia sadari.

Dan kembali, Taeyeon menyadari jika ia membuat kesalahan yang nampaknya kali dapat dikatakan sangat fatal.

Sehun menarik tangan Taeyeon dengan kasar menuju suatu tempat. Taeyeon yang tidak bisa apa – apa itu hanya bisa menurut.

Pria itu menariknya ke sudut taman belakang yang terdapat kolam ikan yang cukup tinggi lengkap dengan air mancur berbentuk malaikat cupid yang terdapat di bagian tengah kolam itu.

Dengan sangat tiba – tiba, ia mengangkat tubuh mungil Taeyeon dengan mudah. Menyuruh gadis itu untuk duduk di pinggir kolam itu.

Taeyeon yang shock hanya bisa diam membantu, ditambah pandangan dari sorot mata Sehun yang sangat dingin itu membuatnya seolah mati kutu. Gadis itu tertunduk takut.

Sehun berdiri di hadapannya dengan kedua tangan yang diletakkan di sisi kanan dan kiri tubuh Taeyeon, seolah ingin membatasi pergerakan gadis itu.

“Apa aku boleh bersandar di dadamu? Atau… apa aku boleh menyentuh dadamu?”

Sontak kedua mata Taeyeon langsung membulat sempurna. Ia menatap pria di depannya itu dengan tatapan horor.

“YA!” Seru Taeyeon bersamaan dirinya mendorong kuat tubuh Sehun agar menjaga jarak dengannya. Ia yakin ia tidak salah dengar dengan ucapan Sehun tadi. Persetan dengan Sehun yang berstatus ‘Tuan-nya’ dan dirinya yang berstatus ‘boneka milik Tuan-nya’. Ia tidak akan terima jika harus mendapat perlakuan tidak senonoh seperti itu.

Sehun sedikit terkejut dengan sikap Taeyeon namun pria itu langsung terkekeh geli.

“Kenapa aku bertanya seperti itu” gumam pria itu.

Taeyeon diam. Wajahnya menunjukkan ketakutan yang amat sangat tetapi ia berusaha menutupinya dengan terlihat tegas dan dingin. Sehun yang menyadari itu hanya bisa menahan tangan nya agar tidak mencubit kedua pipi gadis itu karena gadis itu terlihat sangat manis di matanya.

“Tsk, aku bukan pria mesum. Kalau begitu kau saja ya” ujar Sehun.

Dan tanpa diduga – duga, Sehun mengambil tangan Taeyeon. Mengangkatnya hingga sampai tepat di atas permukaan dada sebelah kiri milik pria itu.

Nampaknya Taeyeon tidak akan pernah bisa terbiasa dengan sikap Sehun yang selalu tidak disangka – sangka itu. Ia berusaha menarik tangannya tapi Sehun tetap menggenggam pergelangan tangan Taeyeon untuk menahannya.

Wajah gadis itu merona. Merah bukan main.

“Apa kau merasakannya? Detak jantungku itu?” tanya Sehun.

Taeyeon mengangguk cepat. Ia memang merasakannya, detak jantung Sehun yang begitu kuat. Begitu kuat dan cepat. Seolah ingin keluar dari rongganya dan menggapai dirinya.

“Hanya kau yang bisa membuat jantungku seperti ini tanpa harus berlari dan kelelahan. Sedikit sakit tapi aku menyukainya. Itulah alasan mengapa kau disini. Apa sudah jelas?”

Kali ini Taeyeon benar- benar terdiam. Benar – benar diam hingga batinnya juga ikut tidak bersuara. Pikirannya kosong. Ketakutannya menghilang begitu saja. Berganti dengan suhu tubuhnya yang seolah naik secara tiba – tiba. Tubuhnya terasa panas dari ujung kaki hingga ubun – ubunnya.

“A-apa ini? Sihir macam apa ini?”


∞Your Slave∞


Lelah rasanya setelah menemani Sehun yang mengadakan tour keliling rumahnya. Ia duduk di atas ranjang. Gadis itu menungkupkan wajah dengan kedua tangannya.

Kalimat terakhir Sehun kembali terngiang – ngiang di kepalanya. Wajahnya kembali merona.

“Ya! Apa yang kau pikirkan Kim Taeyeon! Aigoo bagaimana bisa pikiran seperti itu sempat kau pikirkan, eoh? Woahh Kim Taeyeon ternyata kau ini sangat bodoh. Dia itu orang jahat, dialah yang membuat dirimu terkurung disini, apa kau paham?” ujar Taeyeon bermonolog sambil menatap pantulan dirinya di depan sebuah cermin yang menempel di dingin kamar itu.

Gadis itu menghela nafas dan menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke atas ranjang.

“Ahhhh~ molla~~”

Ia kembali mengambil posisi duduk dan mencari sesuatu. “Ah, ponsel ku sudah pasti diambilnya. Apa aku minta kembalikan saja?”

Taeyeon tampak menimbang – nimbang sejenak lalu kemudian ia menggelengkan kepalanya.

“Itu ide yang buruk” gumam Taeyeon.

Lalu gadis itu bangun dari duduknya dan berjalan mengitari kamar itu.

“Kenapa kamar ini seperti diciptakan untukku? Ini benar – benar tipeku”

Ia menuju ke sebuah lemari berwarna putih tulang di depannya. Ia membukanya dengan pelan dan takut – takut. Mungkin ada sebuah mayat yang sudah lama membusuk disana. Yah, biarkan imajinasinya itu berjalan liar. Toh, sekarang dirinya itu juga berada disini dengan alasan yang tidak masuk akal. Jadi bisa saja pria bernama Sehun itu sudah melakukan hal – hal aneh sebelum yang ia lakukan kepada Taeyeon sekarang ini.

Cklek!

Pintu lemari itu terbuka, dan gadis itu langsung terperangah dengan mulutnya yang jatuh kebawah.

“Woahhh cantik sekali!” seru Taeyeon dengan wajah berseri – seri. Ia meneliti satu per satu baju yang tergantung di dalam lemari itu. Baru kali ini ia merasakan memiliki baju – baju indah di dalam lemarinya.

“Atau di dalam lemari milik Oh Sehun itu lebih tepatnya” batin Taeyeon kesal saat mengingat kejadian tadi.

“Kau suka?”

Taeyeon terdiam. Ia menatap kesekeliling. Ia rasa penglihatannya masih bagus, tidak ada orang lain di kamar ini selain dirinya.

“Aku bertanya, apa kau suka?”

Taeyeon semakin bingung dan takut. Itu sudah jelas suara milik Sehun. Tapi dimana?

“Apa pria itu memasang cctv dan speaker disini?”

“Apa kau berniat mengacuhkanku?”

Taeyeon menggeleng kuat. “Ti-tidak! Kau dimana?”

“Cari aku. Kau tidak perlu keluar dari kamar ini karena aku berada di dekatmu. Cari dengan teliti, bisa saja aku berada di bawah bantalmu” jawab Sehun diiringi cekikikan tidak jelas.

Taeyeon mengerutkan keningnya. “Dalam 10 detik kau tidak menemukanku, kau akan tahu akibatnya” lanjut pria itu.

“Mwo? Kali ini apa? Bermain petak umpet? Apa kau itu pria dewasa bermental bocah?” batin Taeyeon geram.

Ia mulai mencari kesekeliling ruangan yang sebenarnya terlihat sangat bodoh bagi siapapun yang melihatnya. Lagi pula apa Sehun itu seorang peri yang berukuran kecil? Kenapa ia sampai harus menyari ke sudut ruangan dan bawah bantal.

“Aku pasti sedang dipermainkan”

Gadis itu berlari menuju tumpukan buku diatas meja yang berada di samping ranjang, dan saat itu juga ia terperanjat kaget ketika Sehun kembali berbunyi.

“Kau sudah menemukanku, Yeonni?”

Taeyeon hanya diam dan membongkar buku itu satu persatu. Dan… persetan untuk semuanya. Gadis itu memekik kaget dan mundur beberapa langkah hingga terjatuh ketika ia melihat wajah Sehun yang hanya berjarak beberapa senti darinya.

“Ya! Gwaenchana?!” seru Sehun panik.

Taeyeon buru- buru berdiri dan membungkukkan tubuhnya singkat.

“Maafkan aku” ujarnya masih sedikit shock.

Ia tidak menyangka jika ada celah berbentuk persegi yang berukuran panjang dan lebar sekitar setengah lengannya yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Sehun.

Gadis itu menumpu lututnya di lantai dan setengah tubuhnya lagi berdiri tegap dengan tangan yang ia letakkan di atas meja itu agar ia bisa melihat Sehun.

Sedangkan pria itu tampak sedang tidur menelungkup di atas ranjang dengan tangan yang ia lipat di depan wajahnya. Ternyata celah itu berhadapan langsung dengan ranjang pria itu.

“Apa ini mengejutkanmu?” tanya Sehun santai.

“Tidak, biasa saja” jawab Taeyeon pelan.

“Sialan, aku hampir saja terkena serangan jantung”

“Kalau begitu tidurlah. Aku hanya ingin menyapamu” ujar Sehun sambil tersenyum. Pria itu tersenyum, hanya senyum biasa. Tapi tubuh Taeyeon kembali terasa hangat seperti tadi.

“N-ne”

∞Your Slave∞

Seorang pria dengan surai hitam tengah membalik – balik ponsel dengan sebelah tangannya. Ia nampak bosan, tapi pancaran raut wajah nya yang terlihat sedang mencemaskan sesuatu tidak kunjung hilang dari tadi.

“Apa kita melapor ke polisi saja?” tanyanya kepada wanita yang sedang duduk di hadapannya.

Gadis blasteran itu mengedikkan bahunya lalu menghela nafas.

“Aku hanya takut akan terjadi sesuatu pada Nyonya Kim, kau dengar apa yang dikatakan Taeyeon waktu itu ‘kan?”

“Apa kau tidak mencemaskan dia Tiffany? Kita bahkan tidak tahu sekarang dimana dia berada”

Gadis itu membenarkan posisi duduknya lalu menatap pria bernama Byun Baekhyun itu dengan tatapan kesal.

“Apa kau sudah gila? Aku mencemaskan Taeyeon sampai ingin mati rasanya. Aku bahkan tidak bisa melakukan pemotretanku dengan sempurna karena terus – terusan memikirkannya” rutuk Tiffany geram.

Baekhyun membuang nafasnya kasar lalu berdiri menuju toilet yang berada di ujung ruang tamu rumah Tiffany itu.

Tiffany kembali menghela nafas yang untuk kesekian kalinya lalu ia berniat menyenderkan tubuhnya di sofa jika saja seorang pria jangkung itu tidak lebih dulu mengintrupsinya.

“Chagiya?” panggil pria itu.

Tiffany tersenyum tipis. “Baekhyun sedang di sini?” tanya pria bernama lengkap Kris Wu itu.

Gadis itu mengangguk mengiyakan. Kris mengambil posisi duduk di samping pacarnya itu.

“Apa perlu aku meminta bantuan temanku untuk mencari Taeyeon?” tanyanya lagi sambil mengusap pucuk kepala Tiffany. Ia tahu jika kekasihnya itu sudah cukup sering uring – uringan dari kemarin karena sahabatnya yang menghilang.

“Apa tidak apa – apa chagi?” sahut Tiffany.

Kris mengangguk. “Kalau begitu tolong ya, aku sangat mengkawatirkannya”

“Iya kau bersabar dan berdoa saja. Ah iya, aku menemukan ini di depan kamar mandi. Mungkin milik Baekhyun” ujarnya sambil menyerahkan sebuah dompet kulit berwarna hitam. Tiffany mengambilnya, lalu tanpa sengaja ketika ia mengambil dompet itu dari tangan Kris, lipatan dompet itu terbuka. Menampilkan suatu yang ganjal di dalam sana.

Gadis itu terperangah. Ia membekap mulutnya tak percaya. Tak seharusnya benda itu disana. Tidak seharusnya ada di dompet milik seorang Byun Baekhyun.

“Ada apa?” tanya Kris bingung.

Tiffany buru – buru menutup dompet itu dan memasukkannya ke dalam saku jeans nya. Gadis itu menampilkan senyum terpaksa.

“Tidak apa – apa. Ceroboh sekali Baekhyun itu hingga dompetnya jatuh dia tidak sadar, haha” jawab Tiffany gugup.

“Baiklah, kalau begitu aku ingin pergi. Aku ingin menemui temanku yang mungkin bisa membantu mencari Taeyeon”

∞Your Slave∞


Tiffany menuruni tangga rumahnya, masih dengan perasaan yang berkecamuk. Entahlah tapi untuk satu detik pun ia tidak bisa menghilangan perasaan penasaran dan kawatirnya itu. Ia menolehkan kepalanya ker arah ruang tamu.

Gadis itu mempercepat langkahnya ketika mendapati Baekhyun masih duduk di sofa itu.

“Yaa Byun Baekhyun, kenapa belum pulang?” tanya Tiffany sembari mendudukkan pantatnya di sofa yang sama dengan Baekhyun.

“Ah, aku hanya malas pulang karena sekarang di rumah ada noona-ku yang bersama kekasihnya, aku tidak ingin menganggu mereka. Aku boleh disini sebentar lagi noona?” Pria itu berbicara sambil sibuk dengan ponselnya.

“Ahh tentu saja boleh” jawab Tiffany. Gadis itu menggosok kedua telapak tangannya, ia tampak bingung.

“Baekhyun… aku ingin bertanya” ujar Tiffany.

“Silahkan”

“Aku bertanya karena tidak mengerti. Bukan ingin menuduh atau berspekulasi yang bukan – bukan. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. Tapi aku tidak yakin dan aku takut aku membuatmu sakit hati” jelas Tiffany.

Baekhyun mengerutkan keningnya bingung,

“Maksudmu apa noona?”

Tiffany semakin gelagapan, ia mengurut pelipisnya beberapa kali sebelum menatap lurus mata Baekhyun.

“Apa kau masih memiliki hubungan dengan pria bernama Chen itu?” tanya Tiffany.

Sedetik berlalu dari pertanyaan Tiffany tersebut, dan Baekhyun menganggukkan kepalanya mengiyakan.

Sementara Tiffany justru semakin terlihat pusing dan tidak yakin.

“Apa hubungan kalian berjalan lancar? Kalian tidak bertengkar atau apapun itu?” tanya Tiffany lagi. Gadis itu berusaha pelan – pelan untuk sampai ke topik utamanya.

“Ya begitulah. Kenapa memangnya?”

Tiffany mengalihkan tatapannya ketika ia menyadari Baekhyun yang menatapnya dengan pandangan bingung.

“Apa kau pernah memungut barang milik Taeyeon yang terjatuh? Atau apa kau pernah dititipkan suatu barang oleh Taeyeon dan hingga sekarang masih ada padamu? Atau apa dia pernah memberikan suatu barang yang mungkin kau anggap berharga?” tanya Tiffany bertubi. Ia merasa dirinya sudah terlihat sangat bodoh sekarang.

Dan Baekhyun terlihat semakin bingung. Pria itu berdeham. ia meletakkan ponselnya di atas meja.

“Noona, sebenarnya kau ingin menanyakan apa? Rasanya aku tidak pernah memungut barang milik Taeyeon yang jatuh, ia tidak pernah menitipkan barang padaku, dan barang yang pernah diberikan Taeyeon adalah jam tangan yang kugunakan ini, aku cukup menganggap hadiah ini sebagai benda yang berharga”. Baekhyun menjawab semua pertanyaan Tiffany dengan jelas.

Tiffany yang mendengar penjelasan Baekhyun bukannya lega justru semakin merasa takjub sekaligus kesal di saat yang bersamaan.

Gadis bermarga Hwang itu mendengus, ia mengeluarkan dompet Baekhyun dari sakunya.

“Ini, kenapa kau bisa tidak sadar dompet mu jatuh?” tanya Tiffany sembari menyerahkan dompet itu pada Baekhyun yang sedang menatapnya dengan horror.

Baekhyun menyambar dompet itu lalu memasukkannya dengan cepat ke dalam saku jeans-nya.

“A-apa noona lihat isinya?” tanya Baekhyun cemas dengan kepala yang tertunduk.

Tiffany mendengus. Ia berdiri dari duduknya, meletakkan tangannya dikedua sisi pinggannya.

“Dari ekspresi mu sekarang ini aku jadi semakin yakin jika itu benar. Hey, berbohong pun ada batasnya. Mau sampai kapan kau menyembunyikan kebohonganmu ini?”

∞Your Slave∞

Pagi menyambut, Taeyeon membuka kedua kelopak matanya perlahan. Cahaya matahari yang menembus lewat gorden putih kamar itu mampu membuat matanya kembali menutup karena cahaya yang terlalu silau. Gadis itu bergumam tidak jelas lalu bangkit dari posisi tidurnya.

Ia meregangkan seluruh tubuhnya yang terasa pegal. Gadis itu menundukkan kepalanya sambil menghela nafas.

Gadis itu merindukan ibunya, Baekhyun, dan Tiffany. Ia baru ingat jika dirinya sama sekali belum mengabari mereka semua. Tapi mau bagaimana lagi? Ponselnya hilang bagai ditelan bumi. Walaupun dirinya tahu jika itu sudah pasti perbuatan Sehun, tapi tetap saja ia tidak berani menanyakannya kepada pria yang memiliki tatapan lebih mengerikan dari elang itu.

“Mau sampai kapan membuatku menunggu?”

Taeyeon tersentak. Ia mengedarkan kepalanya ke sumber suara.

“Shit. Sejak kapan dia disana?”

Gadis itu merutuk dalam hati. Sekarang Sehun sedang duduk dengan kaki kanan yang ia naikkan ke atas kaki kirinya. Wajahnya terlihat berseri – seri, mungkin karena ia sedang bersama Taeyeon?, rambutnya terlihat sedikit berantakan, dan kaos lengan panjang tipis yang melihatkan bentuk tubuh yang lebih dari proposional miliknya. Entah kenapa Taeyeon merasa sulit menelan ludahnya sendiri.

“Kenapa melihatku seperti itu? kau jatuh cinta padaku?” tanya Sehun dan smirk khas nya.

Taeyeon kembali tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya. Sehun lagi dan lagi menterawakan Taeyeon dalam hati. Gadis itu sama sekali tidak berubah, sejak mereka pertama kali berjumpa.

“Lihatlah, sekarang kau biarkan aku berbicara sendirian. Ternyata kau ini cukup berani juga ya”

Taeyeon langsung turun dari ranjangnya dengan cepat dan membungkukkan tubuhnya.

“Maaf, aku tidak bermaksud. Maafkan aku” ujarnya pelan.

Sehun menghela nafas, pria itu berdiri mendekati Taeyeon.

“Setelah mengacuhkanku kau sekarang berniat menggodaku?” bisik Sehun seduktif tepat di depan telinga kiri Taeyeon, kedua tangan pria itu bergerak untuk membenarkan kaos Taeyeon yang berantakan akibat baru bangun tidur.

Wajah gadis itu berubah merah, bahkan mengalahkan warna merah tomat. Ia yakin ia terlihat sangat memalukan sekarang. Dengan gugup, Taeyeon mengambil langkah mundur dan mencoba merapikan bajunya.

“Ma-maaf, aku tidak bermaksud begitu”

“Mandilah”

Taeyeon mengangguk patuh dan langsung berjalan cepat keluar dari kamar menuju kamar mandi. Dan Sehun yang mendapati Taeyeon sudah keluar dari ruangan itu, langsung terduduk lesu di atas ranjang.

“Oh Sehun dasar kau gila!” seru pria itu sambil mengacak rambutnya.

“Kau pasti membuatnya merasa tidak nyaman” lanjutnya memberi kritikan pada dirinya sendiri.

Pria itu menghela nafas lalu beberapa detik kemudian ia menutup wajahnya yang sudah berwarna merah. Sosok Taeyeon yang baru bangun tadi kembali terbayang di kepalanya, kulit putih mulusnya dan tali bra berwarna putih yang terlihat menghias di bahunya itu… Sehun langsung berdeham beberapa kali mencoba menghilangkan pikirannya yang mulai liar di pagi hari ini.

∞Your Slave∞

Taeyeon masih terdiam bersender di balik pintu kamar mandi. Pikirannya mengenai tangan Sehun yang menyentuh bahunya tadi terus berputar – putar di kepalanya.

“Selain memiliki sihir, apa dia juga mempunyai tegangan listrik di tangannya?” gumam Taeyeon polos sambil menyentuh bahunya.

Ia menggeleng – gelengkan kepalanya lalu membuka bajunya satu per satu bersiap untuk mandi.

“Kamar mandi saja lebih besar dari pada kamarku di rumah” gumam Taeyeon berdecak kagum.

Kamar mandi itu memang sangat luas dan mewah. Bahkan dinding dan lantainya pun terlihat berkilau. Terdapat shower dan bath-tube yang mewah luar biasa. Di dindingnya juga ditempelkan sebuah TV berukuran XX inch yang baginya sedikit tidak masuk akal diletakkan di dalam sebuah kamar mandi.

Kamar mandi itu tempat untuk mandi, bukan untuk menonton televisi bukan?. Yahh, Taeyeon akui dirinya itu cukup kuno dan berpandangan menengah kebawah.

Ia mulai membasuh dirinya dibawah shower menggunakan air hangat. Setidaknya ia tidak begitu gagap dengan semua fasilitas mewah itu karena Baekhyun dan Tiffany juga memilikinya di rumah mereka. Yah walaupun levelnya tetap berbeda dengan yang dimiliki Oh Sehun.

Setelah selesai membersihkan seluruh tubuhnya, Taeyeon mengambil salah satu handuk dan langsung membungkus tubuhnya. Gadis itu bersenandung mencari bajunya yang entah ada dimana, ia terus menengok ke kanan dan ke kiri untuk menemukan bajunya hingga ia tersadar jika sejak awal ia tidak membawa apa – apa ke kamar mandi itu.

Shit!” sungut Taeyeon.

Ia panik dan menggigiti ujung jempolnya, berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang. Apa dia harus keluar dari kamar mandi dengan keadaannya yang seperti ini? Tubuhnya hanya dilapisi dengan sehelai kain itu. bagaimana jika para pelayan melihatnya? Dan bagaimana jika Oh Sehun melihatnya?

“Tidak ada pilihan lain” gumam Taeyeon mengantapkan pilihannya. Yah, memang tidak ada gunanya ia berkeluh kesah disana.

Gadis bertubuh mungil itu mengambil satu handuk lagi dan mengalungkannya ditubuhnya sehingga punggung dan bahu nya tertutupi. Ia membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Tidak ada seorangpun sejauh mata memandang, dan dia akhirnya keluar dari sana.

Taeyeon berjalan cepat menuju kamarnya, jantungnya memompa semakin cepat ketika dirinya ingin melewati kamar Sehun. Ia hanya berharap Sehun tidak berada di kamarnya atau Sehun tidak keluar dari kamarnya sekarang seperti di drama – drama untuk membuat scene romance yang mendebarkan para penonton.

Tapi yahh.. bukan seorang Kim Taeyeon jika gadis itu tidak mengalami paling tidak satu kejadian sial di tiap harinya.

Tepat ketika dirinya ingin melewati kamar Sehun, pintu kamar itu terbuka dan keluarlah sosok pria jangkung pemilik kamar itu. Dan Taeyeon langsung yakin jika dirinya sudah terkena serangan jantung saat itu juga.

Pria itu mengenakan setelan jas yang terlihat mewah, sambil menenteng tas berbentuk persegi seperti yang biasa digunakan oleh pria kantoran yang di depannya tertulis kata ‘givenchi‘. Rambut brunette pria itu sudah tertata rapi, berbeda dengan dirinya yang berada di kamar Taeyeon tadi.

Taeyeon menelan ludahnya dengan sulit ketika Sehun masih dengan wajahnya yang datar memandangnya dengan intens setelah melihatnya dari atas kebawah lalu ke atas lagi.

“Apa kau ingin dihukum?”

To Be Continued…

a/n:

Q: gaje atau tidak?

a. gaje

b. sangat gaje

hehehe see u next chapter ^^


    

Advertisements

56 comments on “[FREELANCE] Your Slave (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s