HAUNTED BAR – Walls [Ficlet Series]

hbc-keiko_

HAUNTED BAR; Walls

[The Series]

A fiction by Keiko Sine

Genre: Mystery, Horror, Romance || Rating: PG 17!

Casts:

Kim Taeyon (SNSD), Kwon Jiyong (BB), Oh Sehun (EXO),

Hong Jonghyun (Actor), and Others.

WARNING! COPYING AND PLAGIARIZING THIS STORY ARE FORBIDDEN.

IT BELONGS TO ASIST AND KEIKO SINE.

***

Sebuah lagu terputar pada sambungan radio yang serak saat malam bergerak semakin larut. Dan suara angin yang menderu juga bunyi tungku perapian yang meretih menemani sesosok lelaki yang tengah sibuk membolak-balikkan buku bacaannya.

“Kau dengar tentang berita Lee Jinah? Gadis yang menghilang saat hari wisata sekolah di Daegu?” bisik seorang wanita menyamarkan suara tenornya. Sebuah bayangan hitam mendekat bersamaan dengan langkah kakinya yang berjalan menuju perapian, meletakkan kedua tangannya di hadapan api biru yang membara.

“Ya, aku sudah mendengarnya. Taeng— ku kira kau sudah tidur?”

Si wanita menghela napas, lalu mengalihkan tangannya dari tungku saat merasa bahwa telapak tangannya sedikit menghangat. “Aku tadi haus, jadi minum lalu saat melihat lampu ruang tengah masih menyala, aku kemari.”

Si lelaki satunya mengangguk-anggukkan kepala paham. Dia menutup buku bacaannya lalu mengambil tempat duduk di sebuah sofa, sambil menerawang ia berujar, “Ada orderan lagi, kau mau mengambilnya?”

Sontak wajah si wanita membelak senang, “Benarkah? Apa lagi kali ini?”

“Haishh… ku kira kau sudah trauma karena pekerjaan kita yang terakhir kemarin, huh?”

“Yak, Jiyong-ah, tak ada kata trauma dalam kamus kehidupanku.” Taeyeon mengibaskan rambutnya dengan wajah sombong, “Mungkin Sehun, hmm… aku kasihan padanya karena anak itu sampai demam satu minggu.” Sambungnya.

“Ini tidak sesimpel itu.” Ujar si lelaki bermata hazel itu tegas, “Pekerjaan kita bukanlah sebuah permainan. Bagaimana kalau— mulai sekarang kita tidak perlu melibatkan Sehun dalam hal ini? Dia masih terlalu muda.”

Taeyeon mendesah, ia berjalan mendekat lalu mengambil tempat duduk di sebelah Jiyong, “Kau bicarakan saja dengan si albino keras kepala itu.”

“Aku sudah berbicara padanya, dan penolakan dengan berbagai alasanlah yang ku terima.”

Sontak Taeyeon tertawa lebar saat mendengar penuturan Jiyong, dia bahkan memukuli tangannya sendiri dan sesekali tersedak karena ucapannya barusan memang benar terjadi. “Ah, benarkah?” Taeyeon menyeka air mata yang mulai menggenang di pelupuk karena kebanyakan tertawa. “Hah… kau bahkan lebih dulu memberi tahu Sehun dari pada aku.”

Taeyeon memalingkan wajahnya dengan maksud merajuk, dia bahkan menautkan jemarinya sendiri menirukan film kartun yang biasa ia tonton saat adegan sedang marah.

Diam-diam Jiyong terkekeh melihat tingkah partner yang telah ia kenal empat tahun ini. Dan dengan perlahan Jiyong membalikkan tubuh Taeyeon lalu berbisik tepat di wajahnya, “Tapi aku tidak memberi tahunya tentang ini—

mmpphhh…

Dan tanpa aba-aba Jiyong mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum Taeyeon. Merasakan bagaimana bibir hangatnya meleleh saat melumat bibir si wanita yang terasa sedingin es.

Jiyong mulai menahan tengkuk Taeyeon dengan maksud memperdalam ciuman mereka. Dan saat merasa tak ada penolakan, Jiyeong memberanikan diri untuk melesatkan lidahnya ke dalam mulut si wanita. Saling membelitkan lidah dan bertukar saliva.

Biarkan angin menderu dan menampar-nampar jendela kaca di luar. Yang pada faktanya hal tersebut tak mengganggu kedua insan yang tengah memadu kasih mengikuti insting masing-masing.

.

.

-oOo-

Dan di sinilah mereka, rumah peninggalan orang tua Taeyeon di daerah Apegujoung kini menjadi sebuah kantor atau ‘markas’ bagi ketiganya. Sehun datang sambil menenteng tas sekolahnya yang kempes pertanda ia tak membawa apapun selain satu buku dan dompet di dalamnya.

Noona… Hyung… aku datang.” Teriaknya dari arah pintu.

Jiyong berjalan sambil membawa secangkir kopi di tangannya, “Sehun-ah, masuklah.”

Ne.”

Jiyong berjalan disusul Sehun yang mengekor di belakangnya. Pintu slide terbuka dan menampilkan sosok Taeyeon yang sedang membaca sebuah kertas dari dalam map.

“Orderan lagi, huh?” Tanya Sehun ketika ia berhasil mendaratkan tubuh di sofa.

“Hm.” Jawab Taeyeon dengan sebuah gumaman karena ia masih sibuk membaca beberapa berkas yang lain.

“Apa lagi kali ini?”

“Ku rasa ini hanya sebuah ilusi.” Timpal Jiyong. “Si client merasa selalu dihantui oleh sesosok gadis yang sama, bahkan dia bilang telah melihat wajah si gadis di tembok rumahnya sendiri.”

“M-menyeramkan.” Ucap Sehun dengan bibir sedikit bergetar. Kedua bola matanya juga mulai melihat ke sekeliling dengan cepat.

“Memang… dan kali ini kau tidak perl ikut lagi ya Hun-ah. Aku—

“Kenapa?” Tanya Sehun memotong ucapan hyungnya. “Aku kan sudah resmi menjadi bagian dari HBC.”

“Ini berbahaya, dan ketahuilah jika yang kemarin-kemarin kau masih bisa tertolong— itu hanya sebuah kebetulan saja. Aku tidak mau memersulit kehidupan remaja sepertimu.”

“Aku setuju. Ayo berangkat.” Ucap Taeyeon lalu menyambar kunci mobilnya yang berada di atas nakas. Berjalan keluar diikuti Jiyong meninggalkan Sehun yang kini masih tampak tak terima.

“Y-yak— aku ikuuttt.”

***

“A-aku senang kalian datang… perkenalkan, namaku Jonghyun mahasiswa dari Kyunghee University tingkat empat.” Ucap seorang lelaki tinggi bermata tajam memperkenalkan dirinya.

“Annyeong Jonghyun-ssi, namaku Taeyeon dan ini partnerku Jiyong dan Sehun, dia masih SMA, he he he…” ujar Taeyeon sedikit canggung karena masih terlalu terkejut lantaran Sehun benar-benar tak mau ditinggal dan mengikutinya hingga ke rumah pelanggannya ini.

“Ah… ne. silahkan duduk.”

“Jadi— kami sudah menerima e-mail darimu. Eum… jadi sebelumnya aku ingin memberi tahu bahwa pekerjaan kami hanya membaca situasi, memberi masukan dan saran, untuk masalah yang mengusir arwah— kami tidak bisa melakukannya. Apa kau sudah mengetahui ini Jonghyun-ssi?” Jiyong kembali mengingatkan prosedur pekerjaannya sambil menautkan jemari di atas meja.

“Y-ya, aku sudah membaca profil tersebut di website kalian.” Jawab si client.

“Hmm… jadi biar ku ulangi lagi, Simulacra, benar begitu?” ucap Jiyong sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tasnya, “Kami sudah mendapatkan gambarnya dari e-mail yang kau kirimkan kemarin.” Jiyong menaruh sebuah kertas berwarna hitam putih di atas meja.

“S-si— mula… apa hyung?”

Simulacra. Fenomena ini terjadi ketika tiga titik di tembok dapat terlihat seperti kedua mata dan mulut, dan jika diperhatikan lebih dalam akan membentuk sebuah gambar wajah, benar begitu Jonghyun-ssi?”

“Ah— b-benar Jiyong-ssi. Kalau kalian mau melihat aslinya, mari ikut aku.” Jonghyun mulai berdiri, dengan gerakan matanya ia berniat untuk mengajak ketiga yang lain untuk mengikutinya. “Ini ada di dapur, karena terlalu menakutkan, jadi aku menutupinya seperti ini.” Jonghyun menarik sebuah kain putih yang ia gunakan untuk menutupi tembok dapurnya.

 

#Srett

“Gambarnya lebih jelas jika dilihat secara langsung.” Secara naluriah, Taeyeon bergerak mendekat, hendak saja menyentuh gambar yang terbentuk seperti wajah itu sebelum Jiyong menariknya dengan sigap.

“Yak— jangan gegabah.” Ucapnya tegas. Jiyong kini bergerak maju, memberhatikan sebuah goresan warna hitam di tembok yang benar-benar seperti wajah manusia.

“Apa ini wajah perempuan? Menakutkan sekali.” Timpal Sehun dari balik tubuh tinggi Jonghyun.

“Menarik…” ucap Taeyeon lirih.

“Jadi— bisa kau jelaskan lagi, mulai kapan tanda wajah ini ada di dinding dapurmu?”

“Sekitar… tiga bulan lalu.” Ujarnya sambil sedikit mengingat-ingat, “Sejak saat itu aku selalu didatangi oleh perempuan berwajah yang sama di mimpiku. Dan aku mulai terganggu dan sedikit ketakutan, aku juga—

 

#KRAKK!!

 

“Apa itu?”

Sontak ketiganya menoleh ke arah belakang.

 

#KRAKK!!

Lagi.

 

Bulu roma Taeyeon mulai berdiri saat ia tiba-tiba merasakan napas dingin nan halus berada di belakang tengkuknya. Taeyeon memalingkan badan, mencoba melihat sesuatu namun— yang ada hanyalah udara kosong yang tak berarti.

Suasana mendadak menjadi sangat hening, terlalu tenang, setenang kematian yang hendak menjemput siapa saja. Tak ada suara apapun selain hembusan napas dari keempat orang yang ada di sana.

“A-aku tidak suka ini.” Ujar Sehun sepelan mungkin nyaris mencicit.

“Ada orang?” Jiyong mencoba memecah keheningan.

“T-tidak… aku tinggal sendiri di sini.” Jawab Jonghyun. Matanya melihat ke sekeliling dengan gelisah.

Dan dengan tiba-tiba—

“Ada yang terbakar? Bau apa ini?”

Kumpulan asap putih terlihat mengepul dari arah ruang tengah, semua orang di sana memutuskan untuk berjalan mendekat dipimpin oleh Jonghyun si pemillik rumah.

“Api…”

“T-tidak… itu buku kelulusan SMAku.” Jonghyun mengambil sebuah kain taplak meja dan menggunakannya untuk memadamkan api yang tengah membakar sebuah buku yang sepertinya merupakan sebuah album kenangan.

“H-hanya ada satu gambar yang terbakar, wajahnya tidak terlihat.” Ujar Jiyong.

“Siapa gadis itu? Kau mengenalnya?” timpal Taeyeon.

Dan saat Jonghyun melihat di sisi bawah foto, tercetak sebuah nama yang membuatnya lebih tercengang, “Lee Jinah…”

“K-kau mengenalnya?” ulang Taeyeon sekali lagi.

“D-dia mantan kekasihku.” Ujar Jonghyun lalu dengan gerakan cepat lelaki itu kembali ke arah dapur. “Wajah ini— wajah Jinah.”

“Jadi… sebentar—“ Sehun mengacak rambutnya sendiri dengan frustasi, “Apakah mantan kekasihmu ada dendam padamu?”

“Tiga bulan lalu— adalah hari jadi kita yang ke lima tahun. Tepat dimana aku mendapatkan tanda wajah itu di dinding dapurku. Dan hari sebelumnya adalah— hari kematiannya.” Ujar Jonghyun lirih, “Aku pernah berjanji bahwa ketika di hari jadi kita yang ke lima, aku akan mengajaknya ke Amusement Park, tapi— beberapa pulan lalu dia difonis kanker, dan aku meninggalkannya.” Sambung Jonghyun.

“Ah…” Taeyeon mengerti sekarang.

“Kurasa dia marah padaku karena tak menepati janji dan tak datang ke pemakamannya.”

.

.

.

END or TBC?

Author Note:

Annyeong! Sine di sini… perkenalkan ya aku Sine / Ray author baru di sini. Thanks to BuDir Nadia yg udah nerima aku jadi staff tetap di sini. Salam kenal semuanya…^^

Oke ini FFku yg pertama di ASIST ya, jadi anggep aja ini FF debutku di blog ini. Hope u all love it. Aku juga menggaet si ganteng Jonghyun di FF ini heheh.. itu loh, kalo kalian udah nonton dramanya Baekhyun yg Moon Lovers pasti tau dia yg mana heheh.

Dan— di atas udah ku tulis ya kalau ini FF series… jadi masih ada lanjutan dari FF yg udah end ini. So, mau di lanjut atau gak? Atau mau minta ganti FF yg lain? Dan kalau minta ganti, aku tanya dong kalian mau Taeyeon dipasangin sama siapa?? Vote yak.. :-*

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Advertisements

60 comments on “HAUNTED BAR – Walls [Ficlet Series]

  1. Wahh gtae disini jd couple thor? Ceritanya keren thor, ditunggu kelanjutannya 😊😊
    Hwaighting^^ oia, semoga sehun bkn jd org ketiga antara hub gtae ya thor haha

  2. Annyeong juga Author-nim 🙂
    Ikut merasa horror… huuu… bergidik. Aju ‘kan orangnya penakut *curhat deh 🙂
    Lanjut ya, Taeyeon pairing-nya sama G-Dragon dong 😉
    Ku tunggu karyamu selanjutnya 🙂
    Fightig Author! 🙂
    Fighting All! 😉
    #GDRAGONXTAEYEON
    #GTAE
    #LEADERCOUPLE
    #POWERCOUPLE
    #ROYALISTDREAMER
    #SOSHIBANG

  3. bagus, suka sama ceritanya. baca ini pas tengah malam agak begitu deh tapi seru ko dan aku suka gtae moment nya aww aww jiyong sm taeyeon hanya partner kerja atau ada hubungan lain? wkwkkw seru nih. lanjutinya sine~
    salam kenal^-^)~
    fighting!!!!

  4. Wahh seru thorr ceritanya menarik lanjut aja thor
    Tae di pasangin sama siapa aja aku baca thor ff nya figthing

  5. TBC dong Menarik ffnya, Gtae emg kudu wajib dibaca 🙂 btw, salam kenal 🙂 Request ff Gtae yang 18+ dong 😀 soalnya menurut aku Jiyong ama TY tuh cocok nya di genre Romance 18+ *LoL

  6. Yuhuuu akhirnya ada genre horror mystery dsni..
    Taeyeon sma gd aja kan udah ada momentnya dsni #eh
    Fingting thor!

  7. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Ijin baca yah kaka, baru nemu.. ini keknya seru deh😊, belum end kan..
    Ditunggu karya” yang lainnya yahh.😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s