[FREELANCE] Kim Tae Family (Chapter 1)

Title :

KimTae Family

Author :

DinDin

Rating :

PG 15

Lenght :

Chapter

Genre:

Family, comedy.

Main Cast :

Taeyeon, V (Taehyung), Taeyong

A/N : Makasih buat admin yang udah mau post ff aku ini dan juga makasih buat yang mau baca dan meninggalkan komentar tengtang ffku ini. Jujur aku masih tahap belajar dalam dunia per ff-an jadi keritik dan saranya sangat dibutuhkan.

Perkenalan cast utama dalam cerita yang jelas muncul setiap chapter.

Taeyeon SNSD as Kim Taeyeon

Anak tertua dari keluarga Kim dan merupakan anak perempuan satu-satunya. Memiliki dua orang adik laki-laki kepribadian yang sangat jauh berbeda. Jika dilihat ia memiliki sikap yang tegas dan keras, sebenarnya ia memiliki sikap yang lembut dan penyayang. Terkadang memiliki sifat jahil kepada adik-adiknya.

Sangat menyayangi adiknya dalam kondisi dan situasi apapun. Ia sangat mementingkan keluarganya dari pada yang lainnya. Keluarga adalah nomor satu baginya.

V BTS as Kim Taehyung

Merupakan anak kedua, sifatnya yang paling usil, jahil, dan aneh di dalam keluarga. Sifatnya juga kelewat nyantai jika melakukan sesuatu. Merupakan happy virus di dalam keluarga. Ada saja idenya untuk menjahili kakak dan adiknya menciptakaan kebahagian terkadang membuat kesal mereka. Memiliki wajah tampan sehingga ia menjadi idola sekolah. Duduk ditingkat tiga senior high school. Beda dua tahun dengan adiknya dan 6 tahun dengan kakaknya.

Sebagai laki-laki tertua di keluarga ia sangat menyayangi keluarganya. Teramat sayang kepada kakak dan adiknya. Ia mau melakukan apapun demi kebahagian dan untuk melindungi mereka semua.

Taeyong NCT as Kim Taeyong

Adik kecil dari Tayeon dan Taehyung. Mereka sangat menyayanginya. Sikapnya yang cool diluar membuatnya terkesan dingin. Ia menderita Mysophobia yaitu orang yang takut akan kotoran, kuman, virus dan sejenisnya. Orangnya rapi banget dan sangat peduli akan kebersihan. Hobby sekali belanja dan jalan-jalan bahkan sering mengajak kakak-kakaknya untuk pergi keluar.

Taeyong digampang sekali kesal. Namun, itu akan berlangsung sesaat karena ia akan kembali seperti semula. Sebenarnya ia orang yang pendiam dan pemalu. Kecuali dengan keluarganya. Ia akan berprilaku sebaliknya.

~Chapter 1~

Sinar mentari memasuki setiap susut ruangan melalui kaca besar yang telah di buka oleh para maid dari keluarga Kim. Taeyeon, Taehyung, dan Taeyong, mereka baru saja terbangun dari tidur nyeyak. Setelah seharian kemarin beraktifitas.

Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka, setelah bangun tidur harus membereskan dan membersihkan tempat tidur masing-masing. Setelah itu baru mereka mandi dan kemudian sarapan bersama di bawah. Kedua orang tua mereka sangat disiplindalam mendidik anak.

“Yeonnie, Hyunie, Yongie, turun. Kita sarapan dulu.” panggil Ny. Kim dari arah dapur kepada ketiga anaknya. Ia tengah sibuk membuat sarapan. Ibu dengan tiga orang anak ini memasak menu makan berupa pancake tuna dan salad sayuran di bantu Mrs. Min.

Mrs. Min merupakan pembantu yang tinggal di keluarga Kim sejak Tuan Kim masih kecil. Bahkan Tuan Kim sudah menganggap Mrs. Min seperti ibunya sediri sejak kematian orang tuanya 15 tahun yang lalu. Begitupun Ny. Kim ia juga menganggap Mrs. Min seperti orang tuanya karena orang tua Ny. Kim berada jauh di Jepang.

“Ne, omma.” seru Taeyeon sambil berjalan menuruni anak tangga. Gadis cantik ini berjalan ke arah dapurm , menghampiri ibunya.

“Dimana adikmu?” tanya Ny. Kim pada anak sulungnya karena hanya melihat Taeyeon turun seorang diri.

“Mereka? Entahlah. Aku bukan baby sister mereka. Mereka juga sudah cukup besar. Tanpa harus di ingatkan lagi untuk sarapan. Nanti juga mereka akan turun.” jawab Taeyeon acuh. Ia lebih memilih menghampiri ibunya untuk sekedar membantu menyiapkan sarapan walaupun ia tahu jika Mrs. Min juga sudah cukup membantu menyiapkan sarapan.

“Mungkin masih di kamar.” ujar Ny. Kim, ia hanya berfikir mungkin saja kedua anak laki-lakinya sedang bersiap-siap berangkat sekolah. Keduanya seperti anak kembar sekarang karena mereka sama-sama sudah memasuki jenjang SMA Walau beda tingkatan.

“Kau bawa ini ke meja makan.” Ny. Kim menyodorkan mangkuk kaca berisi salad sayuran kepada Taeyeon.

Tanpa menjawab, Taeyeon langsung menuruti perintah ibunya. Membawa mangkuk besar itu ke atas meja. Ia juga sesekali melirik ibunya. Merasa heran, mengapa sepagi ini ibunya sudah rapi. Apa akan pergi ke suatu tempat?

“Wae? Apa ada yang aneh dengan Omma?” tanya Ny. Kim kepada anak putri satu-satunya. Ny. Kim merasa risih dan tidak nyaman karena terus diperhatikan dan dilirik oleh anaknya.

“Aniyo, tidak ada yang aneh dengan Omma. Aku hanya heran. Kok, omma sudah rapi di jam segini,” jawab Taeyeon jujur.

“Omma pikir kenapa. Omma dan Appa akan ke Ilsan dan Busan. Melakukan perjalanan bisnis. Hanya sekedar mengontrol kantor cabang dan pabrik disana. Hanya beberapa hari.” Jelas Ny. Kim, “Tinggalah beberapa hari lagi. Baru berangkat. Istirahat sebentar atau jika kamu malas di rumah datang ke perusahaan. Lihat-lihatlah sebelum kau mulai mengelolanya.”

“Nanti ku pikirkan lagi.” ujar Taeyeon menghindar dari pembicaraan mengenai perusahaan. Ia malas mendengarkan ibunya yang membahas tentang perusahaan. Mengingatkannya ini itu. Membosankan.

“Pagi semua.” sapa Taeyong yang baru datang diikuti Taehyung di belakangnya.

“Noona bantet, Appa dimana? Tumben belum ada singgasana paginya. Biasanya sebelum kami berdua pasti Appa sudah sibuk menungguku untuk sarapan. Dan sekarang aku yang harus menunggu? Ckckck,” ujar Taehyung terhenti karena sang kakak malah memukulnya menggunakan sendok.

“Yak!! Berhenti memanggilku dengan sebutan bantet.” pekik Taeyeon kesal pada adiknya.

“Aish,” Taehyung mendengus kesal. Sambil mengusap kepalaya yang berdenyut sakit karena pukulan dari Taeyeon yang cukup keras.

“Hyung, apa kau tak sadar. Aku itu lebih tinggi darimu.” Kini berganti, Taehyung yang diledek oleh adiknya -Taeyong.

“Kau hanya lebih tinggi 3 centi dariku. Jangan sombong.” kilah Tahyung tak mau kalah.

“Appa mungkin masih di ruang kerja, menyiapkan beberapa document sebelum berangkat ke Ilsan dan Busan untuk perjalanan bisnisnya.” jawab Taeyeon atas pertanyan Taehyung yang belum sempat ia jawab.

“Dan kalian berdua,” tunjuk Taeyeon kepada kedua adik laki-lakinya, “jangan melakukan hal aneh-aneh semala nereka berdua pergi. Dan juga jangan pulang terlalu larut.”

“Nde~ Noona ban-te-t.” jawab Taehyung dan Taeyong kompak dan mengejek Taeyeon.

“issh~ kalian ini berhenti mengejek kakak kalian.” lerai Tuan Kim yang baru datang dan bergabung bersama keluarga kecilnya yang bahagia.

“Biarkan saja pa, jarang ‘kan kita melihat mereka kumpul bersama. Saling bercanda dan menjahili satu sama lain. Jika mereka pergi sekolah dan Appa berangkat kerja. Omma merasa sepi dirumah walaupun ada Mrs. Min yang sudah ku anggap seperti keluargaku.” ujar Ny. Kim yang sedari tadi diam melihat anak-anaknya yang bercanda, “sebaiknya kita sarapan dulu.”

“Appa dan Omma akan pergi berapa hari?” tanya Taeyong disela-sela acara sarapan mereka.

“Mungkin satu minggu, tapi Appa akan usahakan kurang dari itu.”

“Harus, jika tidak. aku akan marah pada Appa dan Omma.” ancam Taeyeon.

“Oh ya noona, kapan acara kelulusanmu?” tanya Tahyung pada Taeyeon.

“empat hari lagi. Dan seharusnya hari ini aku sudah kembali ke Harvard, tapi karena suatu hal mungkin aku tunda keberangkatanku. Mungkin besok aku baru berangkat bersama kalian. Setidaknya kalau berangkat lebih awal. Kita bisa habiskan waktu berlibur di California atau di LA.” jawab Taeyeon.

Taehyung makan cepat sehingga ia selesai lebih dulu. Dan sepertinya ia sedang buru-buru.

“Kapan kau selesai lamban. jangan bersih-bersih itu makan. Dan jangan lupa minum itu susumu biar kau tambah tinggi.” ujar Taehyung pada Taeyong, yang masih sibuk menghabiskan saladnya, “oh ya, onnie juga harus minum susu biar lebih tinggi dan enggak bantet lagi.”

“Ayo berangkat.” ajak Taeyong pada Tahyung setelah selesai makan dan meminum susunya.

“Kami benarangkat.” ujar Tahyung pada semua orang yang masih berada di meja makan.

Mereka berdua berjalan beriringan keluar rumah. Sesekali Taehyung berbuat usil kepada adiknya. Sampai-sampai Taeyong memekik kesal pada kakaknya. Karena tidak mau berhinti menjaili dirinya.

“Hyung!!!” seru Taeyong kesal yang masih mampu di dengar oleh orang-oranng didalam karena suara Taeyong yang cukup keras.

“Ada apa lagi dengan kalian?” tanya Tuan Kim cukup keras

“Bukan apa-apa. Appa tidak perlu khawatir.” sahut Taehyung dari luar.

Mereka kini memasuki mobil. Meninggalkan area mension keluarga Kim yang sangat luas berangkat menuju sekolah. Walaupun Taehyung sudah bisa mengendarai mobil dan memiliki SIM bahkan ia juga memiliki mobil sendiri. Tuan dan Nyonya Kim tidak pernah melarang jika Taehyung ingin mengendarai mobilnya sendiri. Tapi juga tidak memberikan kebebasan penuh kepadanya untuk membawa mobil sendiri. Bukan bermaksud menghemat tapi mereka hanya terlalu sayang kepada anaknya. Sebenarnya Tuan Kim selalu memberikan apapun yang anaknya minta tetapi dengan berbagai syarat yang harus di penuhi. Contohnya ini, ia membelikan Taehyung mobil asal ia sudah lulus ujian SIM.

Setelah Tahyung dan Taeyong pergi sekarang Ibu dan Ayahnya juga bersiap-siap pergi. Barang-barang seperi koper mulai di masukan satu-satu ke dalam bagasi mobil.

“Omma berangkat ya. Nanti Omma dan Appa akan menyusul kalian. Jadi, berangkatlah dulu. Omma janji tidak akan terlambat.”

“Appa juga akan mengusahakan yang terbaik. Baik-baiklah dirumah sayang. Jaga adikmu, usahakan bangun pagi karena Appa dan Omma sedang pergi.”

“Omma bilang pada Mrs. Min, omma menitip kalian bertiga,”

“Jangan buat janji seperti itu, Appa dan Omma membuatku takut, seperti akan pergi meninggalkanku selamanya. Sudahlah sebaiknya kalian berangkat dan hati-hati.”

###

Taeyeon merasa bosan dan jenuh terus berada dirumah. Niatnya tadi ia ingin mengajak Baekhyun pergi. Sebagai kekasih, bukan hal yang salah bukan? Mengajak kekasihnya pergi. Apa lagi tiga tahun ini Taeyeon dan Baehyun LDR. Karena Taeyeon harus sekolah di Luar Negeri, Baekhyun tinggal di korea.

Sesibuk apapun mereka, pasti salah satu dari mereka akan nenelpon. Menanyakan kabar masing-masing. Namun, karena Baekhyun sekarang sudah menjadi seorang Idol yang terkenal. Beberapa bulan ini mereka jarang saling kontek. Walaupun Baekhyun selalu berusaha menghubunginya di sela-sela waktu Istirahatnya.

Dari pada benar-benar bosan akut. Taeyeon memutuskan menghubungi Tiffany. Tidak perlu menunggu waktu lama bagi Taeyeon. Karena ia sudah tahu, gadis yang sedang di hubunginya tiada hari tanpa memegang ponselnya. Ponsel itu pasti selalu berada digenggamanya di manapun ia berada.

“Pany-pany-ya, kau sibuk?” tanya Taeyeon to the point, “aku ingin mengajakmu pergi ke mall. Atau apa yang penting jangan di rumah.”

“Boleh. Tapi aku malas bawa mobil. Jadi, jemput yah?” jawab Tiffany.

“Ok! Aku siap-siap dulu.” Taeyeon mematikan teleponnya.

Ia bersiap-siap, sebelumnya ia memerintahkan Mr. Jo untuk menyiapkan mobil milik Taehyung. Ia ingin menjajal mobil baru itu sebelum sang pemilik. Taeyeon tahu mobil itu baru datang dari Italia dua hari yang lalu bersamaan dengan dirinya juga yang baru datang dari Harvad.

###

Setelah puas berkeliling tanpa membeli apapun. Taeyeon mengajak Tiffany makan siang bersama di restaurant yang berada didalam mall. Walaupun jam makan siang sudah lewat karena sekarang sudah menunjukan jam tiga sore. Baru saja Taeyeon dan Tiffany masuk. Mereka di kejutkan oleh sesuatu.

Ini salah. Apa maksud dari semua ini? Apa yang terjadi? Apa yang harus ia perbuat? Semua ini membuatnya terkejut. Ia tidak tahu harus bagaimana. Semua ini sudah jelas didepan matanya. Gadis ini melihat kelakuan bejat kekasihnya di belakangnya.

“Kau akan tetap disini atau pergi?” tanya Tiffany pelan. Ia tahu apa yang dirasakan Taeyeon saat ini.

Taeyeon tidak merespon perkataan Tiffany. Sakit bahkan ini jauh lebih sakit dari tertusuk jarum. Ini seperti….. Bahkan Taeyeon sendiri sulit mendiskripsikannya. Rasanya ia seperti gadis bodoh yang terjebak oleh anak kecil. Dalam jaring-jaring yang dibuatnya.

Merasa ucapannya di acuhkan oleh Taeyeon. Ia memanggil nama lengkap Taeyeon cukup keras. Mungkin Baekhyun akan mendengarnya. “YA!!! KIM TAEYEON…. APA KAU thsidhaksmendshk”

Seketika itu juga Taeyeon sadar nama lengkapnya disebut oleh Tiffany. Ia langsung membekap mulut gadis itu dan menariknya keluar sambil memekik tak suka atas tindakan Tiffany.

Diluar Tiffany melepaskan tangan Taeyeon yang membekap mulutnya dengan kasar. Kemudian mendengus kesal pada Taeyeon. Sedangkan Taeyeon tak perduli, “Pany-pany-ah kau tahu kau tadi membuat Baekhyun menyadari keberadaan kita.”

Taeyeon melihat jam di tanganya. “lebih baik aku pulang sekarang. Kita makan dirumahku saja, sekalian makan malam.”

###

Kediaman milik keluarga Kim tidak bisa dibilang sepi walau pemilik rumah sedang pergi. Pasti rumah itu akan terasa hangat karena penghuninya. Utamanya anak laki-laki dalam keluarga ini.

Mereka sedang bermain Playtation. Ini lasan Taeyong pulang sore karena ia mampir ke toko game untuk mengantri membeli CD’s game terbaru.

“Aish” pekik Taeyong karena gagal. “wah, ya… Ohhh… Ya enghhhh….. Ahhh”

Taehyung fokus memainkan peranya. Ia diam dalam bermain karena jika ia bicara pasti permen yang sedang di kunyahnya akan jatuh.

Buk~

Sebuah bantal sofa mendarat tepat di belakang kepala Taeyong mengejutkan. “Ya, kalian. Jika, main makan dulu.”

“Apa sih noona? Lagi juga…..”

“Bahkan kalian berdua belum ganti pakain. Atau aku adukan kepada omma. Jika selama mereka pergi kalian selalu main dan lupa makan.” pontong Taeyeon.

Tiffany yang melihat Taeyeon mengomeli adiknya. Hanya senyum-senyum kecil. Ia melihat Taehyung dan Taeyong tidak menanggapi ucapan kakaknya. Mereka masih sibuk menggerakan stik mereka tanpa bersuara.

Taeyeon geram dengan tibgkah adiknya. Ia sedikit melupakan masalahnya dengan Baekhyun karena mereka. Taeyeon berjalan menghampiri kedua adik laki-lakinya yang sibuk bermain game kemudian ia menarik telinganya.

“Aw… aw… A-a.. A.. Noona ampun. Ampun noona. A.. A..” keluh Taehyung dan Taeyong kompak. Mereka berdua begitu merasa kesakitan.

“Permisi Nona. Mr. Byun di ruang tamu menunggu nona.” panggil Mrs. Park -pembantu keluarga Kim-.

‘ada apa ini? Pasti….’ Taeyeon langsung menatap tajam kearah Tiffany. ‘ini semua gara-gara kau.’

“Turunlah dulu. Bilang padanya tunggu aku sebentar. Beri dia minum atau apalah.” perintah Taeyeon pada Mrs. Park.

Taeyeon kemudian beralih kepada Taehyung dan Taeyong. “Awas kalian jika nanti aku kembali kalian belum ganti pakaian dan mandi.”

Taeyeon turun menuju ruang tamu. Meninggalkan Tiffany beserta kedua adiknya. Taehyung dan Taeyong penasaran siapa tamu kakaknya.

“Noona…” panggil Taehyung dan Taeyong bersamaan kepada Tiffany sebelum Tiffany pergi menyusul Taeyeon ke bawah.

“Apa… Taeyeon noona Mr. Byun?” ujar Taehyung melanjutkan ucapannya. Ia juga tahu apa yang akan dikatakan Taeyong pasti sama dengannya. Tiffany heran bagaimana kedua adik Taeyeon bisa menebak siapa tamu Taeyeon.

“Begini noona, sebenarnya aku sudah sering memergoki Si Baek pergi kencan dengan….. siapa namanya yah? Intinya dengan dia. Apa tadi taeng noona dan Tiffany noona melihatnya.” jelas Taehyung karena melihat wajah Tiffany yang heran.

“Dan itu apa yang noona bawa?” tunjuk Taeyong pada bungkusan yang dibawa Tiffany. “aku sampai lupa. Oh ya, noona. Noona pasti bingung kenapa kita bertanya seperti ini.”

“Aku tahu Noona dan Taeng noona tadi pergi bersama. Dan saat kalian pulang dan Mrs. Park datang lemari bilang ada tamu yang mencari Taeng noona. Aku yakin itu Baekhyun. Ditambah lagi wajah Taeng noona yang terlihat kesal sekali. Seperti akan….. Ya begitulah. Tapi bungkusan apa itu?” ujar Taeyong seriua namun diakhiri dengan pertanyaan mengenai bungkusan yang dibawa Tiffany.

“Ini daging dan sosis. Tadinya kami akan makan siang bersama tapi sepertinya gagal. Karena tadi apa yang kau bilang… Jadi kami putuskan pulang. Karena tadi macet cukup panjang karena jam pulang kantor, kami akhirnya putuskan untuk membuat mini party saja di roof garden. Taeyeon mengajak belanja di mini market.” jawab Tiffany.

“ohh, Kalo begitu aku ganti baju….”

“YAK?! BYUN BAEKHYUN APA YANG KAU LAKUKAN!!!” pekik Taeyeon kencang dari bawah. Suara yang melengking keras dapat terdengar sampai ke ruang bermain.

“Noona”

“Taeyeon”

Taehyung, Taeyong dan Tiffany memanggil Taeyeon bersamaan. Mereka dengan terburu-buru berlari ke bawah setelah mendengar pekikan Taeyeon.

Taehyung sampai di bawah terlebih dahulu. Ia melihat kakaknya berdiri sambil memegang pipinya. Taehyung tahu itu Kakaknya habis di tampar. Ia tidak peduli pada Baekhyun yang menatap Taeyeon yang kesakitan. Ia juga tahu Baekhyun merasa bersalah dan khawatir pada Taeyeon. Tapi, ia tidak peduli. Baekhyun telah menyakiti kakaknya

BUGH!!!

Taehyung memukul Baekhyun cukup keras. Buktinya Baekhyun yang tersungkur di bawah. Ia mengelap sudut bibirnya yang berdarah kemudian bangkit berdiri. Ia hendak membalas perbuatan Tahyung padanya. Namun, itu gagal karena penjaga rumah milik keluarga Kim datang. Menyeretnya keluar.

“Noona gwencana?” tanya Taeyong pada Taeyeon. Ia berdiri di samping Taeyeon sambil melepaskan tangan Taeyeon yang menempel pada pipinya untuk menahan sakit.

“Ouwwhh pasti sakit. Merah sekali.” ujar Taehyung. Ia berjongkok didepan Taeyeon.

“Lebih baik kalian ganti baju. Aku akan mengompres pipi noona kalian yang mereh ini. Agar tidak bengkak nantinya. Setelah itu kalian langsung ke Roof Garden ya. Aku sudah bilang pada Mrs. Min untuk menyiapkan semuanya. Jadi kalian langsung mulai masak saja. Nanti kami akan menyusul.” ujar Tiffany. Ia datang sambil membawa baskom berisi es untuk mengopres pipi Taeyeon.

###

Setelah Tiffany diantar pulang oleh Tahyung. Di Roof Garden hanya Taeyong dan Taeyeon saja yang tengah duduk di kursi panjang.

“Noona baik-baik saja?” ia merasa heran dengan Taeyeon yang diam. “aku yakin noona tidak baik-baik saja. Karena noona diam.”

“hiks… Hiks… Hiks… ” Taeyeon mulai menangis. Ia sudah tidak sanggup membendungnya lagi.

“Noona~” suara Taeyong sedikit bergetar. Ia kemudian memeluk Taeyeon agar menangis di pelukannya.

Sungguh Taeyong tak sanggup melihat Noonanya menangis. Ia benar-benar benci pada Baekhyun. “Sudah lah. Noona jangan menangis terus. Sudah kukatakan waktu itu, jangan pacaran dengan idol. Noona malah… Memarahi kami.”

Bukanya diam Taeyeon malah semakin terisak. Taeyong gelagapan bukannya berhenti menangis. Noonanya malah semakin memeluk erat dirinya. Apa boleh buat, Taeyong hanya mengusap punggung Noonya. Agar lebih tenang.

Dua puluh menit berlalu. Bahkan Taehyung kini sudah kembali setelah mengantar Tiffany pulang dan Taeyeon masih belum juga selesai menangis. Taehyung juga ikut memeluk kakaknya. Sehingga mereka bertiga saling berpelukan untuk menenangkan Taeyeon yang masih menangis.

Tbc~

Advertisements

20 comments on “[FREELANCE] Kim Tae Family (Chapter 1)

  1. finally bisa ketemu Kim Tae family ๐Ÿ™‚
    story yg super daebbak, but aku kurang suka dengan kehadiran baekhyun, please gantikan dia dengan yg lain yah dear author ๐Ÿ˜‰

  2. Walaupun sring bertengkar tp ttp saling menyayangi….
    Duhhh pengen jd anggota keluarga mreka dehhh

  3. Tae bersaudara mangkompak bgt ya.
    Meski jahil tp kalau saudarax disakitin orang mreka langsung bertindak…

  4. Pingback: [FREELANCE] Kim Tae Family (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s