[FREELANCE] Your Slave (Chapter 1)

                                                                          Your Slave

Author: Karina Jung

Kim Taeyeon (GG), Oh Sehun (EXO),

Byun Baekhyun (EXO) || Mature, Romance, Drama|| PG17

  Poster:

Afina23 @ Poster Channel

∞Your Slave∞

Taeyeon berlari sekencang yang ia bisa. Ia tidak peduli dengan udara malam yang menusuk tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian tipis. Tidak, ia bahkan tidak memperdulikan hal itu. Yang terpenting sekarang baginya ialah secepat mungkin sampai ke rumahnya.

    Dirinya memasuki gedung apartemen itu, menaiki satu demi satu anak tangga yang menghubungkannya dengan bangunan lantai 3 gedung tua itu. Gadis yang bulan depan genap berumur 22 tahun itu mendobrak masuk tak sabaran. Ia dapat melihat disana, sesosok pria bertubuh tinggi dengan perawakan seperti preman yang tengah memegang botol soju di tangan kirinya.

    Tak jauh darinya, nampak seorang wanita paruh baya yang sedang teduduk lemas di lantai. Wajah wanita itu terlihat sayu, ditambah dengan lebam di pipi kanannya yang tampak masih baru.

    “Ah, pulang juga kau akhirnya bajingan tengik”

    Taeyeon bergegas membantu ibunya berdiri. Ya, wanita itu ibunya.

    “Apa yang kau lakukan pada ibuku?!” seru Taeyeon marah.

    Pria itu bersikap tak peduli, ia meletakkan botol sojunya sembarang lalu menjambak rambut Taeyeon.

    “Ya! Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!” pekik Taeyeon meronta mencoba melepaskan tangan pria itu. Pria itu benar – benar mabuk dan tidak dapat mengendalikan dirinya.

    “Kim TaeYang!! Lepaskan Taeyeon! Jangan sakiti anakku” racau ibu Taeyeon tak tega melihat anaknya diperlakukan sedemikian.

    Pria yang tak lain tak bukan adalah ayah Taeyeon atau lebih tepatnya ayah tiri Taeyeon itu hanya tertawa mengejek lalu melepaskan genggamannya dari rambut panjang Taeyeon.

    “Sudah kubilang kau boleh menyakitiku tapi tidak dengan anakku. Kenapa kau seperti ini?” tanya Nyonya Kim mencoba membantu anaknya berdiri.

    “Tsk, apa salahku? Yang salah itu kalian berdua. Yang satu wanita penyakitan yang tidak bisa diandalkan dan yang satu pelacur yang tidak tahu diri”

    “Apa kau bilang?!”

    Nyonya Kim dengan cepat menarik lengan Taeyeon yang hampir saja memukul ayah tirinya itu.

    “Apa? Kau ingin memukulku? Dasar gembel tidak tahu diri. Bukankah sudah kubilang jual saja tubuhmu sehingga ibumu itu bisa dirawat dan aku bisa membeli minuman. Tapi kau justu membantah dan membuatku marah seperti ini”

    “Kau.. dasar bajingan. Aku tidak sudi memanggilmu ‘Ayah’. Jangan harap aku akan melakukan pekerjaan yang hina itu” sengit Taeyeon.

    Pria itu seketika tertawa terbahak – bahak.

    “Tapi bagaimana ya? Aku sudah terlanjur menjualmu”

    Mata Taeyeon terbelalak kaget. Ia menatap ibunya sebentar dan kemudian kembali menatap Ayah tirinya itu.

    “A-Apa? Apa yang kau katakan?”

    “Aku sudah menjualmu. Aku bahkan sudah menandatangani di atas kertas mereka. Jadi bersiap – siaplah untuk angkat kaki dari rumahku ini malam ini. Hahahaha”

    Jantung Taeyeon mencelos. Apa ia tidak salah dengar? Ayah nya itu? Menjualnya??!.

    “T-Taeyeon-ah, c-cepat lari dari sini” bisik Nyonya Kim. Taeyeon masih dengan dirinya yang bingung baru tersadar ketika ibunya itu mendorong tubuhnya agar segera keluar dari sana.

    “Lari Taeyeon-ah!! Lari! Pergi dari sini!!”

    Merasa tidak ada yang bisa dilakukannya selain berlari, Taeyeon akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan ibunya. Meski dirinya tidak tahu itu hal yang harus dilakukannya atau tidak. Yang terpenting sekarang ialah lari. Ia hanya perlu lari sejauh – jauhnya dari ayah tirinya itu. Dan..dan lalu meninggalkan ibunya?.

    “KEPARAT! KEMBALI KAU TIKUS KECIL!!”

    Tuan Kim menutup pintu apartemen-nya dengan kuat sampai – sampai Nyonya Kim terperanjat kaget. Amarah pria itu tak bisa dibendung. Melihat suaminya yang berjalan mendekatinya dengan wajah beringas membuat dirinya langsung berlari secepatnya masuk ke kamar dan mengunci dirinya disana. Karena ia tahu, pria itu pasti akan kembali memukulinya lagi.

∞Your Slave∞

    Taeyeon kembali berlari. Sejenak dalam pelariannya, ia berpikir jika apa yang dikatakan ayah tirinya itu benar. Dirinya tak lebih hanyalah seorang yang brengsek. Ia bahkan tidak bisa melindungi ibunya. ia hanya bisa melarikan diri dari semua hal yang meghantuinya. Ia hanya seekor tikus kecil yang dibenci semua manusia. Meski dirinya tidak berbuat salah, dengan adanya keberadaannya pun dirinya dibenci orang – orang dan harus berlari menghindari mereka lalu bersembunyi dibalik sampah yang busuk.

    Dirinya tak kalah menyedihkan dari seekor tikus dan sampah busuk di pinggir jalan itu. Seolah dirinya dilahirkan hanya untuk menderita. Gadis itu terisak. Ia terus berlari sekuat tenaga nya menuju suatu tempat. Pikirannya tercampur aduk.

    Dari ayah tirinya yang gila, ibunya yang terus menderita, hingga dirinya sekarang yang sudah berstatus ‘dimiliki’ oleh orang yang entah dia tidak tahu siapa. Ia masih tidak habis pikir, ternyata ayah tirinya itu benar – benar serius dengan kalimatnya untuk meminta Taeyeon menjual dirinya.

    Gadis itu sampai di depan sebuah rumah yang memisahkan dua jalan. Mendapati pagar yang tidak terkunci, ia menerobos masuk dan mengetuk pintu rumah tersebut dengan tidak sabaran.

    Tak perlu menunggu lama, pintu itu terbuka. Menampilkan sesosok pria bersurai hitam.

    Taeyeon langsung memeluk pria itu. Tangisnya semakin pecah.

    “Taeyeon-ah? Wae geurae?” tanya pria itu panik.

    “Baekhyun-ah… kumohon, tolong aku”

∞Your Slave∞

Taeyeon POV

    “Merasa baikan?” tanya Baekhyun atau lengkapnya Byun Baekhyun itu dengan lembut. Ia mengusap kepalaku dengan pelan sambil tersenyum. Senyum manis pria itu mampu membuat tubuhku merasa hangat, bahkan lebih hangat dari secangkir teh yang sekarang kupegang ini. Baekhyun memang selalu seperti itu. Dirinya mampu membuatku nyaman.

    “Ne, gomawo”

    “Taeyeon-ah!!!”

    Aku dan Baekhyun langsung mengalihkan pandangan kami ke arah sumber suara itu. Dia Tiffany Hwang, sahabatku. Pasti Baekhyun yang memanggilnya kesini. Memangnya siapa lagi?

    “Fany-ah” panggilku pelan. Gadis itu berlari dan langsung memelukku dengan erat.

    “Aku baik – baik saja, maaf membuat kalian berdua repot” ujarku tulus. Mereka berdua adalah sahabatku yang benar – benar sayang kepadaku. Mereka rela membantuku dalam keadaan apapun.

    “Tidak, tidak masalah Taeng. Sekarang bisa kau ceritakan apa yang terjadi?” tanya Tiffany tampak tak sabaran. Raut wajahnya menggambarkan jika dirinya sangat kawatir. Sementara Baekhyun hanya diam dan membenarkan letak selimutku. Aku sekarang berada di kamar Baekhyun, tidur di atas ranjangnya.

    “Ayah ku kembali berulah. Ia memukul ibuku…lagi”

Normal POV

    Tiffany menutup mulutnya terkejut, ia langsung menggenggam tangan Taeyeon. Seolah ingin kekuatan dan ketabahan hatinya tersalurkan kepada gadis bertubuh mungil itu.

    “Dan aku dijual ayahku kepada seseorang”

Baekhyun melongo kaget, begitupun Tiffany.

    “Mwo?! Apa Kim TaeYang itu benar – benar sudah gila? Ia menjual putrinya sendiri? Meskipun dia adalah ayah tiri tidak seharusnya dia begitu jahat kepadamu dan ibumu. Pria brengsek! Lebih baik aku ke rumahmu sekarang dan menghajarnya hingga dia membatalkan hal gila itu!” seru Baekhyun emosi.

    Amarahnya tidak dapat ditahannya lagi. Sudah cukup ia melihat Taeyeon yang sering menangis karena ulah nya. Dan sekarang ia harus menerima fakta jika sahabat tercintanya itu dijual? Yang benar saja!

    Tiffany dengan cepat menarik lengan Baekhyun agar pria itu kembali duduk.

    “Baekhyun-ah..” gumam Tiffany pelan.

    “Taeyeon, aku akan berusaha membantumu sebisa mungkin. Jadi apa yang bisa kami lakukan untukmu? Aku tidak ingin kau diam saja diperlakukan seperti ini oleh pria jahat itu. Apa sebaiknya kita melapor ke polisi saja?”

    Taeyeon menundukkan kepalanya dalam – dalam.

    “Ibuku sangat mencintainya. Walaupun dirinya terus – terusan disakiti hingga menderita seperti sekarang, cintanya tidak pernah redup. Dia tidak akan membiarkanmu menghajar suaminya Baekhyun. Bisa – bisa kau dilaporkan ke polisi. Dan aku sendiri tidak berani melaporkannya ke polisi. Karena seperti yang kalian tahu, ibuku membantunya menyembunyikan semua kejahatannya selama ini. Bisa – bisa ibuku juga ikut dipenjara nanti” jelas Taeyeon.

Baekhyun mendengus dan akhirnya memilih kembali duduk.

    “Tapi bagaimana denganmu Taeng?” tanya Baekhyun parau.

    “Karena itu lah aku bersembunyi disini Baekhyun-ah, kumohon sembunyikan aku. Aku tidak ingin ikut dengan siapapun itu yang membeliku. Jantungku rasanya ingin pecah. Aku takut. Rasanya sangat menakutkan hingga aku sulit bernapas. Jika sudah begini, kenapa aku tidak mati saja? Tidak ada artinya lagi aku hidup”

    Air mata Taeyeon kembali mengalir. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan tubuhnya mulai turun naik karena tangisannya.

    Baekhyun dan Tiffany langsung memeluk Taeyeon dan mencoba menenangkan gadis itu. Mereka tidak habis pikir bagaimana bisa gadis sebaik Taeyeon harus menjalani kehidupan yang begitu kelam seperti ini?

∞Your Slave∞

    Taeyeon mencoba membuka matanya yang sulit dibuka karena menangis semalaman. Tubuhnya terasa sangat lemah dan kepalanya pusing. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan itu.

    Suara pintu dibuka terdengar. Baekhyun masuk dengan membawa sebuah nampan ditangannya yang terdapat 2 potong sandwhich dan segelas susu cokelat di atasnya.

    “Morning
Taeng”

    “Morning Baekhyun” jawab Taeyeon sambil tersenyum.

    Pria itu meletakkan nampan itu diatas meja disamping Taeyeon. Ia duduk di pinggir ranjang.

    “Makanlah”

    Taeyeon mengangguk dan langsung mengambil segelas susu itu dan meneguknya hingga habis. Baekhyun terkekeh geli ketika mendapati bekas susu di sudut bibir Taeyeon dan pria itu langsung mengusapnya dengan ibu jarinya.

    “Semalam kau tidur dimana?” tanya Taeyeon sambil mengunyah sandwich buatan Baekhyun.

    “Di sampingmu” jawab Luhan Baekhyun. Taeyeon mengangguk – anggukkan kepalanya.

    “Kau tidak melakukan hal gila ‘kan?” tanya Taeyeon menggoda pria itu.

    “Memangnya aku tertarik?”

    Taeyeon mempoutkan bibirnya. “Ya! Tubuhku tidak sejelek itu” sungut Tiffany, dan keduanya langsung tertawa.

    “Bagaimana dengan Tiffany?” tanya Taeyeon.

    “Tiffany? dijemput kekasihnya, dia bilang dia tinggal dengan pria itu sementara waktu. Dia ingin aku sampaikan kepadamu”

    “Kekasih? Kekasih yang mana?” tanya Taeyeon bingung dengan wajah polosnya. Baekhyun seketika langsung tertawa.

    Yah memang, sahabat mereka yang satu itu sering kali memiliki lebih dari 1 pria disisinya diwaktu yang bersamaan. Tapi mereka tidak peduli meskipun Tiffany itu model yang terkenal dengan julukan ‘playgirl’ atau wanita yang suka one stand night dengan teman prianya. Mereka menerima Tiffany apa adanya.

    “Kris Wu. Kurasa kalian sudah pernah bertemu. Mereka baru saja jadian kemarin. Sepertinya dia benar – benar menyayangi Tiffany. Semalam saja pria itu memarahi Tiffany karena dia pergi kerumahku saat larut” ungkap Baekhyun.

    Taeyeon tersenyum tipis. “Semoga saja. Tiffany memang gadis yang pantas mendapat cinta yang tulus” gumam Taeyeon sambil menatap keatas seolah menerawang betapa baiknya sahabatnya itu.

    Baekhyun mengusap singkat kepala Taeyeon dan bangkit berdiri menuju lemari yang berada di sudut kamar.

“Kau juga Taeyeon-ah. Kau tidak seharusnya diperlakukan seperti ini. Walaupun bukan aku yang menjalaninya. Aku tetap merasa kesal, kenapa dunia tidak adil kepadamu”

Gadis itu hanya tersenyum getir. Mengiyakan di dalam hati.

Baekhyun kembali mendekati Taeyeon dan menyerahkan sepasang baju. Atasan berwarna cokelat muda yang dipadu dengan jaket dan celana panjang berwarna hitam.

“Mandilah dan pakai itu”

“Baju siapa ini?”

“Kakak ku. Tenang saja, ia sedang berada di luar kota. Jadi kau bebas di rumahku”

Taeyeon mengangguk singkat. Ia bergegas turun dari ranjang.

“Kau tetap ingin latihan hari ini?” tanya Baekhyun membelakangi Taeyeon. Ia sibuk memainkan handphone-nya.

“Tentu. Aku tidak ingin seharipun tidak mengikuti kelas itu. Rasanya sayang sekali dan aku juga ingin kembali membuat lukisan dan menjualnya. Asal kau tahu salah satu pelanggan setia ku bahkan mengirimkan ku begitu banyak email karena kesal aku berhenti melukis” jelas Taeyeon.

“Kau juga belum pernah bertemu dengan pelangganmu itu? Dia pria atau wanita?” tanya Baekhyun masih sibuk dengan gadgetnya yang satu itu.

“Hmm. Dia yeoja. Entahlah tapi dia selalu beralasan jika kuajak bertemu. Yahh, mungkin sebagai wanita karir dia sibuk”

Baekhyun mengangguk lalu sedetik kemudian ia menghela nafas. “Menurutku hari ini lebih baik kau tidak usah keluar rumah. Aku mempunyai firasat buruk”

“Entahlah, tapi aku benar – benar sedang ingin melukis sekarang. Astaga kenapa sulit sekali membuka ini? Baekhyun-ah, bisa kau buka kan ini untukku?”

Baekhyun membalik tubuhnya dan langsung terlonjak kaget.

“Ya! Kenapa kau membuka bajumu disini?” tanya Baekhyun sedikit frustasi ketika mendapati Taeyeon yang sedang membelakanginya dengan hanya menggunakan bra dan celana pendek ketat dalamannya.

“Apa masalahnya? Lagi pula kau juga tidak akan tertarik ‘kan?”

Baekhyun meringis lalu mendekati Taeyeon.

Yup! Benar sekali. Pria itu, pria tampan bernama lengkap Byun Baekhyn itu adalah seorang pria yang mengalami kelainan seksual. Ia tidak tertarik dengan wanita. Semenarik atau se-sexy apapun wanita itu. Di mata Luhan, mereka tetap tidak mampu membuat dirinya bernafsu. Karena pria itu adalah seorang yang… gay.

“Tolong bukakan pengaitnya. Entah kenapa sulit sekali dibuka”

“Ini tersangkut dengan benang Taeng” ujar Baekhyun.

“Ah, pantas”

“Aku lepaskan yang tersangkut ini dan kau buka saja sendiri di dalam kamar mandi. Walaupun aku ini gay, bagaimanapun aku ini pria. Sedikit aneh rasanya jika kau seperti itu” ujar Baekhyun pelan nyaris berbisik lalu berjalan menjauhi Taeyeon dan kembali berkutat dengan handphone-nya.

Taeyeon memandang Baekhyun dengan wajah bingung.

“Kenapa dia seperti itu?” gumam Taeyeon pelan dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

“Baekhyun-ah! Aku pinjam handukmu, ok?” seru Taeyeon dari dalam kamar mandi.

∞Your Slave∞

    Taeyeon dan Baekhyun berpisah di tengah jalan. Baekhyun menurunkan Taeyeon tepat di depan gedung 1Billion Dance Club. Tempat dimana Baekhyun menari dan melatih murid – muridnya. Tempat itu sangat megah untuk sekedar dijadikan tempat dance club. Tak aneh, karena yang memiliki tempat dan club itu merupakan seorang pengusaha yang memiliki sebuah agensi besar di Korea.

    Sebetulnya Baekhyun ingin mengantar Taeyeon hingga ke tempat khursus Taeyeon melukis. Tapi gadis itu terus melarangnya dan minta diturunkan dari mobil, akhirnya dengan terpaksa Baekhyun menuruti perintah gadis itu.

    Setelah turun dari mobil Baekhyun, Taeyeon langsung menghela nafas panjang lalu berjalan pelan ketika mobil Baekhyun sudah masuk ke dalam parkiran. Ia membuka handphone-nya dan yang ia rasakan pertama kali ketika benda itu bercahaya adalah rasa kesal dan benci yang begitu mendalam.

    Ia menghapus semua pesan dan panggilan tak terjawab dari ayah tirinya. Sesaat ia ingin memasukkan handphone itu kedalam saku bajunya, benda itu terlebih dahulu berbunyi membatalkan niat Taeyeon.

    “Email? Dari siapa?”

    Betapa terkejutnya Taeyeon ketika ia membaca email itu. Ternyata pengirim email itu adalah pelanggan setianya. Hatinya terasa menghangat membaca isi email itu yang mengatakan betapa rindu dan kagumnya pelanggan satu itu dengan lukisan miliknya. Ia juga mengatakan jika ia benar – benar menunggu Taeyeon untuk kembali menjual lukisan kepadanya.

    Gadis itu tersenyum. Dengan merasa ada satu atau sedikit orang yang memuji dan mendukungmu, ternyata kehidupan yang berat di depan mata bisa terasa sedikit ringan. Itulah yang Taeyeon rasakan.

    Hal itulah yang membuat Taeyeon terus ingin pergi ke kursus melukis itu. Selain karena bisa belajar dengan gratis karena pemiliknya merupakan sahabat dari ayah kandungnya yang telah meninggal, disana ia bisa merasa memiliki dunia nya sendiri. Menuangkan ‘cinta’ kedalam dunia di dalam lukisannya.

TAEYEON POV

    Sebentar lagi aku akan sampai. Tinggal memasuki lorong itu dan berjalan sekitar 50 meter dan aku akan sampai.

    “Rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Jung Ajusshi” gumam ku. Aku menyusuri lorong yang tidak besar juga tidak kecil itu sambil tersenyum – senyum.

    Jung Ajusshi itu adalah sahabat ayah kandungku yang memiliki tempat kursus melukis. Aku sangat bersyukur bisa mengenalnya.

    Aku terus berjalan hingga sesuatu yang aneh kusadari. Entah hanya perasaanku saja atau memang ada seseorang dibelakangku sedang berjalan. Perasaanku tak enak. Aku sedikit memiringkan kepalaku untuk melihatnya dengan sudut mataku.

    Seorang pria?

    Aku mempercepat langkahku. Aku kembali teringat dengan ucapan Sehun yang menyuruhku untuk tidak keluar rumah karena firasatnya tidak enak. Kalimat Sehun itu menghantui pikiranku.

    Sesaat aku mempercepat langkahku, pria itu juga melakukannya. Lebih baik aku berlari saja!

BUGH!

    Tubuhku terjatuh begitu saja ke aspal ketika aku merasakan sesuatu memukulku tepat di leher. Aku merasa pusing, mataku tidak bisa kubuka dan kesadaranku kian menjauh.

    Tapi aku dapat merasakan, kepalaku yang tidak mencium aspal karena di tahan oleh seseorang. Apa dia itu pria yang mengikutiku tadi? Apa dia berniat menolongku?

    Kesadaranku semakin menjauh dan kudengar suara dari seorang pria. Tapi bukan yang menopangku, karena aku yakin pria yang bersuara itu sekarang sedang berjongkok di hadapanku. Siapa dia? Aku ingin melihatnya tapi pandanganku sudah gelap. Aku hanya bisa mendengar samar – samar suara pria itu. Suara yang unik meski aku tidak begitu bisa mendengarnya. Lalu sebelum aku benar – benar kehilangan kesadaranku. Kudengar ia berbisik di telingaku.

    “Ikutlah bersamaku, Yeon”

-to be continued-

Introduction

Kim Taeyeon, 22 years old


Oh Sehun, 25 years old


Byun Baekhyun, 21 years old


Tiffany Hwang, 23 years old


Preview Chapter 2

“Dari ekspresi mu sekarang ini aku jadi semakin yakin jika itu benar. Hey, berbohong pun ada batasnya. Mau sampai kapan kau menyembunyikan kebohonganmu ini?”

“Apa aku boleh bersandar di dadamu? Atau… apa aku boleh menyentuh dadamu?”

“Kenapa kau seperti ini?”

“Memikirkan apa kau?”

“Jadi Kim Taeyeon! Ada beberapa peraturan yang harus kau patuhi”

“Ya!! Gwaenchana?!”

“Apa kau merasakannya? Detak jantungku itu?”

A.N: Hehe how’s this? ^^ preview next chapt nya buat penasaran gak?… ditunggu ya kelanjutannya, jangan lupa comment yaa reader-deul ❤


Advertisements

54 comments on “[FREELANCE] Your Slave (Chapter 1)

  1. Sehun? atau Baekhyun? ini typo atau gimana? rasanya banyak typo deh disini thor.. biasa diedit aja gak? soalnya bikin bingung… padahal bagus. kalo typonya gak begitu jelas lebih bagus lag nih ff. fighting thor buat ffnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s