[FREELANCE] Protect You (Chapter 7)


Title : Protect You

Length : Chaptered

Author : Chrysalis

Cast : – Kim Taeyeon SNSD

– Byun Baekhyun EXO

Supporting Cast: – Minatozaki Sana Twice

– Lee Mi Joo Lovelyz

Genre : – Romance

– School Life

– Mystery

– Fantasy

Rating : Teenager

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi masing – masing !!

Summary : Permata itu memilihmu. Dia akan menjagamu. Biru yang indah, Sinar yang berkilau. Dengan kekuatan yang tulus, Kau bisa mengalahkannya. Percayalah, Dia pelindungmu. Abaikan bisikkannya, Ikutilah kata hatimu. Kau pasti bisa, Kim Taeyeon.

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3,
Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6

Happy Reading

Preview Chapter 6

Taeyeon hanya tersenyum manis saat Baekhyun bangkit dan memposisikan tubuhnya dalam keadaan berbaring. Senyuman semakin melebar saat Baekhyun menarik selimut untuk dirinya tertidur nanti. Dan yang terakhir ini membuat Taeyeon semakin tak tahan untuk mengatakan bahwa ia menyukai pria itu; Kecupan manis didahi.

“Selamat tidur-”

“Selamat tidur juga, Baekhyun.”

Beberapa saat kemudian.

“-Taeyeon-ku.” Lanjut Baekhyun dengan amat pelan.

Dan jika Baekhyun berpikir Taeyeon tak mendengarnya ia salah, Bahkan wajah gadis itu langsung merona walaupun matanya terpejam.

Chapter 7

BRUK!

Taeyeon jatuh, Rasanya aneh. Kepala gadis itu mendongak dan langsung menyadari bahwa ia berada di dunia mimpi. Terbukti dengan para murid yang berlalu lalang tanpa mempedulikannya, Bahkan SuHo pun melewatinya begitu saja. Ketika gadis itu bangkit seseorang berlari, Menempus dirinya layaknya sebuah arwah. Taeyeon mendengus. Mimpi di sekolah lagi.

Tetapi ia menyerngit, Tumben sekali Baekhyun tak berada di sampingnya. Apa dia tak tertidur? Atau tak sedang bermimpi? Entahlah, Taeyeon tak tau. Ia tersenyum kecil, Semoga ia tak terkena sial kali ini, Tak terbayang jika ada Cuzfer muncul dan menculiknya. Mengerikan.

Gadis mungil ini pun memutuskan untuk merajut langkah menuju atap sekolah. Wajahnya was – was, Namun bukan berarti ia ketakutan. Taeyeon sudah menenangkan hatinya dengan cukup cepat tadi. Keren’kan? Maka dari itu senyuman diwajahnya mulai muncul, Menggantikan ekspresinya beberapa saat tadi. Sekarang Taeyeon tampak lebih cantik dan ia tak menyadari bahwa telapak tangannya sedikit bercahaya keunguan.

Sesampainya di atap sekolah Taeyeon membaringkan tubuhnya lalu fokus menatap langit yang di penuhi awan indah. Rasa lega hinggap di hatinya dan Taeyeon begitu amat menyukai ini. Belakangan ia selalu tertekan dengan semua kenyataan yang terjadi dan baru kali ini ia merasa lega dan bebas. Matanya mulai terpejam, Menikmati semilir angin yang menyegarkan.

Namun baru beberapa saat Taeyeon menikmati semuanya seketika saja tubuhnya bergetar kecil merespon sesuatu yang mengenai seluruh tubuhnya. Matanya terbuka cepat lantas melebar melihat sekarang warna biru dimana – mana. Bukan di mana – mana, Ah, Maksud Taeyeon seluruh tubuhnya telah berubah menjadi warna biru akibat cairan pewarna yang tak lain adalah cat. Begitu lengket dengan bau yang menusuk hidung. Taeyeon bangkit dengan lamat, Mengamati tubuhnya yang sudah dilumuri cairan tersebut. Ia terkejut, Tetapi bingung ingin berkata apa.

Dan keterkejutannya bertambah ketika dirinya sudah tidak berada di atap sekolah, Melainkan sebuah ruangan yang lantainya dihiasi lukisan matahari. Bukan hanya satu, Namun dengan jumlah banyak dan dalam bentuk yang beragam. Kepala Taeyeon mendadak pening.

“B-baekhyun..” Lirihnya mulai limbung dan akhirnya terjatuh dengan payah. Taeyeon merasa tangannya sakit, Namun itu tak berlangsung lama setelah seseorang mengelus pipinya lembut. Jantungnya berdegup kencang dengan takut, Apa Cuzfer berhasil menangkapnya? Jika benar, Sial sudah.

Dahinya mengkerut karna pejaman matanya menguat. Sentuhan itu sudah tak terasa, Digantikan sebuah kehangatan yang menjalar dari ujung rambut sampai kaki. Rasa lengket dan harum cat sudah tak ada, Seakan lenyap di telan bumi begitu saja. Taeyeon memberanikan diri membuka mata dan dengan perlahan didapatilah kelasnya yang kosong tanpa meja dan kursi maupun barang – barang yang lain, Benar – benar polos.

Dan pintu pun terbuka,

“Baekhyun!”

Taeyeon senang bukan kepalang, Ia langsung bangkit dan menyambut Baekhyun dengan pelukan. Tak jauh berbeda dengan Taeyeon, Baekhyun pun tampak senang, Ah! Lebih tepatnya lega karna ia menemukan Kim Taeyeon sekarang. Keduanya berpelukan cukup lama lalu melepaskannya dengan perlahan, Wajah Taeyeon pun berseri – seri menatap sang Asfyr. Tangannya terangkat mengelus pipi Baekhyun lembut.

“Ada kejadian aneh tadi, Apa Cuzfer bisa mengubah segalanya dalam mimpiku?” Baekhyun terdiam dan mulai memikirkan perkataan Taeyeon.

“Aku disiram cat biru, Atap sekolah berubah menjadi sebuah ruangan dan banyak sekali lukisan matahari di dalamnya. Aku terjatuh lalu seseorang menyentuh pipiku, Dan tiba – tiba saja aku sudah berada disini.” Tatapan Baekhyun jatuh pada iris mata Taeyeon, Begitu dalam dan memikat. Sang gadis membeku dalam mata Baekhyun, Ia seakan terkunci dalam segala hal. Baekhyun begitu tampan, Dan juga mempesona. Bahkan untuk menarik nafas pun Taeyeon merasa sulit.

“Hey, Bernafas Taeyeon.”

Wajahnya bak disiram air dingin, Langsung pucat. Taeyeon tanpa sadar menyentak tangannya sendiri karna gugup. Oh, Kenapa ia harus menahan nafas? Memalukan. Taeyeon menunduk dan menyembunyikan kegugupannya saat Baekhyun terkekeh pelan. Untung saja si pria tak mempermasalahkan hal itu karna yang ia lakukan selanjutnya berjalan kearah jendela.

“Tumben diluar lorong sepi. Apa kita bermimpi buruk?” Gumamnya sendiri namun dapat di dengar oleh Taeyeon. Asal kalian tau saja, Taeyeon merinding seketika.

“Kuharap kita tak bermimpi buruk.” Taeyeon balas menggumam.

Tiba – tiba saja tangannya ditarik kencang. Taeyeon terkejut dan mendongak, Agak takut setelah melihat garis wajah Baekhyun yang berubah keras. Ia menarik gadis itu sampai di sudut ruangan lalu menangkup kedua pipinya dengan lembut. Taeyeon kebingungan, Baekhyun bersikap aneh. Baru saja ia akan bertanya mata Baekhyun berkilat biru dengan indah. Namun itu hanya sesaat karna yang terjadi selanjutnya benar – benar diluar spekulasi Taeyeon. Baekhyun terlempar kesamping sampai menyentuh dinding dengan keras lantas terjatuh. Taeyeon berteriak kemudian menghampiri sang Asfyr sampai sosok lain membuatnya menghentikan langkah.

“Jangan tatap matanya!” Sahutan Baekhyun layaknya alarm otomatis bagi tubuh Taeyeon. Gadis itu tampak berjengit dan refleks berlari kearahnya dengan wajah khawatir. Ia mulai membantu Baekhyun berdiri.

“Kau baik – baik saja?” Bukannya menjawab Baekhyun malah mencengkram kedua bahu Taeyeon, Memaksa gadis itu untuk menatap iris birunya. Namun sayang ia gagal, Tubuhnya kembali terlempar dan kali ini lebih keras membuat lutut Taeyeon mendadak lemas dengan apa yang ia lihat saat ini. Hidung Baekhyun mengeluarkan darah dan posisinya yang jauh membuat Taeyeon ragu, Terlebih ia harus melewati sosok itu. Sosok asing yang berdiri tepat di tengah ruangan menatapnya dengan tajam. Taeyeon mengalihkan pandangan, Berusaha mengingat perkataan Baekhyun bahwa ia tak boleh balas menatap.

“Pergi Kim Taeyeon!” Suara Baekhyun mengaum keras. Tetapi Taeyeon tetap diam dalam posisinya, Menatap pintu dengan tatapan berpikir. Ia mungkin butuh waktu lebih dari 10 detik karna Baekhyun membawa dirinya disudut ruangan paling sudut. Dan rasanya Taeyeon tak mungkin berani melewati si sosok asing. Hawa negatif menguar dari arahnya. Tangan Taeyeon terkepal karna posisinya dan tanpa sadar telapak tangan itu mengeluarkan sebuah cahaya.

“Kau berurusan denganku, Bukan dengan Taeyeon. Biarkan dia pergi!” Taeyeon menoleh kearah Baekhyun yang sedang menatap sosok tersebut. Sosok yang ternyata Taeyeon baru sadari seorang pria dengan rambut blonde yang khas. Wajahnya amat dingin dan salah satu iris matanya berwarna merah. Astaga!

Tangan Taeyeon refleks membekap mulutnya sendiri. Pria ini, Pria yang menatapnya ini, Pria yang membunuhnya di dalam mimpi Sana dan kini sosok itu mendekat kearah Taeyeon tanpa gadis itu sadari bahaya yang mengancam. Ia terlalu kalut dan ketakutan dengan fakta yang baru saja ia temukan.

“LARI KIM TAEYEON!”

Sungguh, Ini bukan situasi yang baik.

“KIM TAEYEON BERLARILAH, AKU MOHON!”

Kali ini teriakkan Baekhyun berhasil, Otak Taeyeon merespon cepat membuat tungkai kakinya berlari kearah pintu. Ia tau bahwa si pria asing itu melempar sebuah bola cahaya hitam yang cukup besar kearahnya, Taeyeon hanya menoleh sekilas tanpa bertindak apapun. Ia terus berlari walaupun lututnya terasa amat lemas. Dan ketika cahaya itu hanya tinggal berjarak beberapa jengkal darinya langkah Taeyeon mendadak berhenti, Matanya langsung terpejam. Apa ia akan mati?

“AKH!”

Bahu Taeyeon bergetar terkejut, Matanya refleks terbuka ketika suara pekikkan Baekhyun terdengar dan fakta ini membuat ia ingin menangis sekarang juga. Baekhyun melindunginya, Baekhyun yang merentangkan tangannya demi Taeyeon sehingga dirinyalah yang mengenai cahaya tersebut. Tanpa ia sadari matanya berkaca – kaca, Melihat Baekhyun tersungkur lalu terbatuk keras. Apa yang telah ia lakukan? Ya Tuhan.

“Cih, Memalukan.”

Untuk pertama kalinya Taeyeon menggenggam liontin hijau pemberian Baekhyun. Matanya kembali terpejam, Berusaha dengan sepenuh hati memanggil Jongin. Ia tak bisa memakai telepati namun Taeyeon memiliki perasaan. Ia yakin bahwa liontin itu bisa membantunya, Membaca isi hatinya sekarang. Dan ajaib. Liontin itu mengeluarkan cahaya indah di susul dobrakkan pintu yang cukup keras. Kim Jongin telah tiba.

Omong kosong.

Itu bukan Kim Jongin.

Taeyeon yakin itu kawan si pria setelah melihat mereka berdua bertatapan cukup lama lalu menyeringai bersama. Sial.

“Wow, Kau mengalahkannya?” Seiring pria itu menghakimi Baekhyun dengan kata – kata kasar, Taeyeon memilih memapah kepala Baekhyun di pahanya. Mengusak anak rambutnya lembut berusaha menyadarkan Baekhyun yang kesadarannya sudah mulai diambang batas. Pria ini masih terbatuk walau tak sebesar awal, Namun bibir pucatnya bergetar.

“B-baekhyun bertahanlah kumohon.” Suara Taeyeon ikut bergetar, Pikirannya kalut. Ia mulai menangis membuat Baekhyun melihat air matanya yang tampak menyedihkan. Sungguh Taeyeon tak bisa berpikir jernih, Perasaannya terus berkata untuk menolong Baekhyun sedangkan logikanya menyuruh ia berlari agar nasibnya tak seburuk Baekhyun, Apa yang harus Taeyeon pilih?

“Pergilah.” Suara Baekhyun membuyarkan lamunannya. Senyuman menenangkan itu di tunjukkan padanya, Dilanjut Baekhyun yang berusaha bangkit walau dengan tertatih di bantu Taeyeon. Mulutnya menggumam rasa terimakasih, Tetapi bukannya membuat Taeyeon merasa lega, Baekhyun melakukan sebaliknya. Gadis itu justru terlihat semakin khawatir.

“Aku tau kau khawatir, Tapi aku mohon. Keluarlah Taeyeon, Pergi menjauh dan panggil Kim Jongin. Gunakan hatimu, Jongin pasti akan mendengarnya.”

Baru saja Taeyeon akan protes, Salah satu dari pria itu memotongnya.

“Cih, Bosannya melihat drama percintaan. Cepatlah, Aku ingin segera melenyapkanmu dan membawa gadis itu.”

Walau Taeyeon tak melihatnya, Tetapi Taeyeon bisa merasakan ada aura jahat berusaha mendekat kearahnya dan Baekhyun. Ajaib, Tiba – tiba perisai Baekhyun muncul melindungi mereka, Ah! Lebih tepatnya Taeyeon. Tanpa mennggu persetujuan Baekhyun langsung mendorong Taeyeon keluar kelas dan menutup pintu dengan cukup keras setelah mengucapkan permintaan maaf.

“YAK! BAEKHYUN-AH!” Taeyeon langsung bergerak untuk membuka pintu kembali sebelum suara Baekhyun mengejutkannya.

“PANGGIL JONGIN, TURUTILAH PERKATAANKU KIM TAEYEON!”

Telinga Taeyeon sakit, Hatinya pula. Ini memang bukan pertama kalinya Baekhyun membentak tetapi entah kenapa kali ini terasa lebih tajam dan menusuk. Dengan sedikit gemetar Taeyeon melangkah mundur dan berlari sejauh mungkin. Nafasnya tersendat – sendat disusul matanya yang berkaca – kaca. Satu sisi karna merasa takut, Dan disisi lain karna khawatir akan keadaan Baekhyun. Oh, Jangan lupa pula bentakkan tadi, Itu cukup membuat hatinya bersedih.

BRUG!

Cukup keras Taeyeon langsung terjatuh karna tak sengaja menabrak seseorang. Mulutnya refleks meringis saat bokongnya bersentuhan dengan lantai yang dingin menimbulkan rasa sakit. Tetapi begitu kepalanya mendongak, Mendadak saja ada alarm kebakaran yang berbunyi nyaring dikepalanya. Matanya membulat, Rasa terkejutnya merambat cepat sampai ke tenggorokan.

“J-jongin!?”

Yah, Kim Jongin berada dihadapannya. Mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.

“K-kau.. Bagaimana?” Taeyeon tak bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik sampai Jongin tersenyum dan mengelus pundaknya pelan.

“Liontin itu memanggilku. Maaf aku datang terlambat, Ada Cuzfer di dunia nyata yang mengusikku. Dan butuh perjuangan sekali aku datang sejauh ini.” Tiba – tiba Jongin berbalik, Menunjukkan sebuah luka yang cukup mengerikan di punggungnya. Taeyeon sampai mengerjapkan matanya tak percaya.

“K-kau baik – baik saja?”

“Yah, Kau tak perlu khawatir.” Keduanya saling melempar senyum menenangkan. Dan saat itu juga Taeyeon langsung teringat Baekhyun.

“Baekhyun! Jongin tolong bantu dia kumohon!” Kata Taeyeon mengingatkan Jongin akan tujuan kedatangannya kelak. Spontan ia mengangguk dan menyuruh Taeyeon menatapnya. Seketika sebuah cahaya biru muncul, Mulut si gadis meringis kecil. Dan setelahnya hanyalah sebuah kegelapan pekat. Kai membawa Taeyeon kembali ke dunia nyata.

~*~*~

Mata Taeyeon mengerjap pelan. Mulutnya melenguh kecil lalu pandangannya mulai menguar ke segala arah. Kepalanya sedikit pening ketika Taeyeon berusaha untuk bangkit. Dan ringisan kecil itu tak dapat tertahankan begitu rasa perih terasa di lututnya yang ternyata terluka. Saat itu jugalah Taeyeon baru menyadari ada sesuatu yang berbeda.

Dia di gudang.

Ya Tuhan betapa terkejutnya Taeyeon mengetahui lokasi dimana ia tertidur. Ingatkan dirinya bahwa semalam ia tertidur di kamar, Namun entah bagaimana caranya tiba – tiba ia berpindah kesini? Sendirian pula. Tanpa berpikir panjang Taeyeon langsung melangkah keluar lalu mencari Sana dan Mijoo. Tetapi pemandangan didepannya membuat langkah Taeyeon terhenti.

Kacau balau.

Dua kata yang bisa mengambarkan keadaan. Barang pecah belah dimana – mana dan sudah dipastikan hancur, Beberapa nakas ada yang terjatuh dan beberapa letak barang dirumahnya mendadak berubah tak tentu arah. Tanpa sadar ia menggigit bibir bawahnya keras. Jika lantai bawah saja sudah sehancur ini bagaimana dengan kamarnya yang berada di lantai dua? Ia saja sampai harus dipindah’kan bukan? Ini gila.

“Ah, Apa yang harus ku lakukan?” Gumamnya pelan sambil berkeliling berusaha mencari kedua sahabatnya. Mulai dari dapur, Kamar mandi, Ruang kamar, Ruang makan, Sampai celah – celah yang kecil pun Taeyeon cek. Tetapi nihil, Mereka tak ada. Dan tak hanya itu yang membuat Taeyeon panik. Ada sebuah memo kecil yang ditunjukkan untuknya dari Jongin.

Taeyeon, Aku minta maaf karna telah memindahkanmu begitu saja. Dan maaf telah membuat rumahmu kacau balau seperti ini, Yang pasti jika kau sedang membaca ini aku tengah membantu Baekhyun dialam mimpi. Hati – hati, Ada Cuzfer yang tengah berkeliaran, Kerahkan kekuatanmu!

“Bagaimana mungkin Jongin membiarkan Cuzfer itu berkeliaran sedangkan Baekhyun maupun dirinya tak ada di sini untuk melindungiku. Ya Tuhan aku takut.” Mata kecilnya mulai berkaca – kaca. Oh Ayolah, Siapa yang ingin terjebak dalam situasi rumit seperti ini? Kau harus mencari kedua sahabatmu sedangkan seorang monster mengerikan tengah berkeliaran bebas dan bisa memakanmu kapan saja. Taeyeon ketakutan adalah hal yang manusiawi.

Ia menangis selama beberapa saat sampai sebuah suara menarik perhatiannya. Refleks Taeyeon langsung bergerak cepat untuk mencari tempat persembunyian. Ia memutuskan untuk berdiri di balik lemari besar yang posisinya telah bergeser sekitar 40 derajat kearah luar, Cukup untuk tubuhnya yang mungil. Ia terdiam sambil menahan nafas begitu mendengar suara langkah kaki disusul retakkan kaca. Sepertinya seseorang itu melangkah dengan tidak hati – hati.

DUK!

Nafas Taeyeon langsung tercekat begitu lemari besar yang menutupinya dibentur sesuatu. Ia menajamkan pendengaran dan langsung menyakini bahwa yang mengenai lemari adalah kaki. Taeyeon jadi was – was, Dengan amat pelan Taeyeon semakin bergerak ke dalam sampai ia menyadari sesuatu. Matanya membulat horror. Dan rasa panik itu menjalar cepat ke seluruh tubuhnya.

Bagaimana tidak? Lemari tersebut bergerak, Bergerak kearah dalam dan semakin memakan ruang untuknya. Jelas bahwa seseorang tengah mendorong lemari besar ini agar kembali ke posisi semula sedangkan Taeyeon terjebak dibelakangnya. Gila, Ini gila. Tangannya refleks menahan begitu bagian belakang lemari sudah mulai memaksanya untuk menyentuh dinding lebih kencang. Bersamaan dengan itu seseorang berseru keras.

“Gadis pengecut. Bahkan sebelum kau bersembunyi aku pun tau kau disana, Tak kusangka kau bersembunyi dibelakang lemari. Hahahaha,”

Taeyeon semakin panik, Keringat dingin mulai mengaliri pelipisnya begitu lemari besar yang menutupinya jatuh begitu saja kearah depan menimbulkan suara besar yang mengejutkan. Tetapi bukan itu yang membuat Taeyeon rasanya ingin mati, Melainkan sosok berjubah hitam yang sudah berdiri kaku berada tepat di hadapannya secepat kilat. Tersenyum menyeringai. Jantungnya seketika berdegup amat kencang.

“Kita bertemu lagi.”

“AKH!”

Sungguh, Jika ada pilihan ditelan bumi Taeyeon akan mengambilnya sekarang juga. Ia ketakutan setengah mati, Badannya bergetar kuat dan air mata jatuh dengan menyedihkan menghiasi wajahnya. Sedangkan Cuzfer tersebut hanya tertawa jahat melihat penampilan Taeyeon sekarang ditambah usaha gadis itu melepaskan cekikkan keras dilehernya. Tangannya terus terulur dan memukul lengan sang Cuzfer berharap cengkramannya mengendur, Tetapi perbuatannya itu justru malah semakin melemahkan kondisi fisik dirinya sendiri.

“Ah, A-aku..” Wajah Taeyeon mulai memucat, Nafasnya pun sudah tersendat – sendat. Tangannya terkulai lemas begitu saja tanda menyerah. Sang Cuzfer semakin tertawa jahat, Kemudian ia melepaskan cekikkannya begitu saja membuat tubuh Taeyeon jatuh tersungkur lantas terbatuk keras.

“Ah, Ternyata kau lemah sekali.” Sindir Cuzfer itu dengan seringaian jahat dan kembali memulai aksi untuk melukai Taeyeon. Tetapi begitu terkejutnya ia saat tubuhnya terlempar begitu saja saat Taeyeon mengangkat tangannya dan mengeluarkan sebuah cahaya yang kuat.

Keduanya sama – sama terkejut. Lalu hening selama beberapa saat.

“Jangan pernah menganggapku lemah, Kau tak akan pernah bisa membawaku! Dasar iblis jelek!” Ucap Taeyeon mulai bangkit dan tiba – tiba garis wajahnya berubah drastis. Tak bisa dipungkiri, Hawa hangat menguar dari tubuhnya membuat Cuzfer itu semakin terkejut dan menjauh.

“Enyahlah dariku saat ini juga.” Lanjut Taeyeon begitu yakin dan tegas. Matanya memicing tajam dan tanpa ragu mengangkat kedua tangannya. Dari sana muncul cahaya keunguan yang indah, Taeyeon lalu tersenyum kecil lantas mengarahkannya pada sang Cuzfer yang masih terpaku tak percaya.

“ENYAHLAH!!”

Dan ledakan pun terjadi.

Bersambung~

A/N : Haii, Kita berjumpa lagi. Tak terasa sudah menginjak chapter 7 dan Taeyeon sudah menyadari kekuatannya. Aku berharap review, like dan komentarnya semakin banyak. Terimakasih bagi yang sudah komentar selama ini, Oh ya, Konflik yang sebenarnya akan muncul sesaat lagi.. mungkin? Hehe. Aku masih butuh sekali saran dari kalian semua para readers, Sampai jumpa lagi dichapter berikutnyaa ^^

Advertisements

12 comments on “[FREELANCE] Protect You (Chapter 7)

  1. Wah taeyeon akhirnya sadar juga sama kekuatannya, btw baekhyun bakal selamet ga ya?
    Next chapterya jangan lama2 ya thor penasaran nih

  2. Lagi asik eh malah tbc hahaha
    Akhirnya taeyeon menyadari kekuatannya untuk mengalahkan si iblis. Penasaran sama kelanjutannya, ditunggu selalu update nya😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s