[FREELANCE] Popular (Twoshoot/Part 1) – Edited


POPULAR

Author : R’KyuTae

Cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Tiffany Hwang

Length : Twoshoot

Genre : Romance, Universitas-life

Rate : NC

Desclaimer : Don’t Plagiat. FF milik author, cast milik Tuhan dan orangtuanya masing-masing.

WARNING : Mengandung konten NC. Readers harap bijak! Sorry for typo…

——

Di dunia yang semakin modern ini semakin banyak orang-orang aneh. Sebentar-sebentar mengeluh, kadang ada yang mengaku dirinya adalah orang paling menderita di dunia, ada juga remaja beranjak dewasa bahkan remaja usia dini yang telah mengenal hal-hal percintaan, begitu menjalani suatu hubungan dini, seolah mereka sudah akan menikah besok. Ada pula yang sangat depresi hanya karena ditinggal kekasih. Membuat wanita berumur dua puluh dua tahun yang memiliki wajah baby face ini menatap bosan ketika melihat tampilan Timeline sosial medianya.

“Sedang apa Taeng?” tegur Tiffany, sahabat eyes smile-nya yang entah bagaimana sudah ada dibelakangnya.

“Mengecek akun SNS-ku” jawab Taeyeon sambil mengubah posisinya di sofa.

“Ada apa lagi di timeline-mu? Biasanya seru. Apa ada anak yang memaki orangtuanya lagi?” tanya Tiffany seraya mengambil alih tempat duduk disebelah Taeyeon, ia mengeluarkan berbagai macam cemilan yang sengaja ia bawa.

Permen, cokelat, snack, cookies, kacang, juga softdrink dan minuman bersoda. Ini adalah kebiasaan mereka berdua dikala waktu senggang jadwal kampus. Tiffany selalu berkunjung kerumah Taeyeon yang bisa dibilang mewah itu. Taeyeon adalah anak orang kaya di Seoul, namun karena kekayaan itulah kedua orangtuanya sibuk bekerja keluar negeri. Sebenarnya hanya ayahnya yang bekerja, tetapi sebagai istri yang baik ibunya juga ikut mendampingi ayahnya. Taeyeon adalah anak yang cerdas dibidang akademis, dan setiap ia bersekolah pasti ia menjadi siswa terpopuler disekolahnya. Seperti sekarang, ia menoreh kepopuleran dengan pesona dan kecantikan wajahnya, membuat Seoul International University seperti berada digenggaman tangannya.

“Hal seperti itu sudah menjadi makanan timeline-ku sehari-hari. Entah kenapa anak-anak zaman sekarang lebih senang membangkang pada orangtua disosial media. Membosankan…” jawab Taeyeon sambil mengambil cokelat yang terbungkus cantik, namun bungkusan cantik itu tak bertahan lama ketika Taeyeon merusaknya dan memotong one bite cokelat tersebut kemudian melahapnya.

“Yaaaahh…padahal sedang jenuh-jenuhnya menunggu jadwal kampus besok lusa. Sebaiknya kau membuat ulah seperti biasa saja. Memicu war atau memprofokatori sesuatu, yang penting seru” keluh Tiffany sekaligus memberi usul, yang ada dipikirannya hanyalah harinya yang menyenangkan dan tidak membosankan seperti ini.

“Tidak mau. Itu sudah sering kulakukan, aku ingin sesuatu yang berbeda” ujar Taeyeon yang kini memutar tubuhnya menghadap Tiffany, “Dan juga…YAAA!”

Taeyeon berteriak ketika Tiffany tiba-tiba mengambil laptopnya, “Fany-aa..Apa yang kau lakukan?”

“Taeng lihat ini” tunjuk Tiffany pada layar laptop yang kini berpindah kepangkuannya, “Ahaha~ Orang ini gila. Dia mengaku dirinya psikopat”

“Hah?” Taeyeon memiringkan posisi laptopnya dan melihat sesuatu yang dimaksud Tiffany, “Kau benar. Dia mengaku dirinya psikopat hanya karena menyukai film-film bergenre gore? Hahaha” Taeyeon jadi ikut terbahak.

“Anak-anak zaman sekarang lucu sekali ya…” Taeyeon tak menanggapi. Tiffany menoleh kearah sahabatnya dan menemukan wanita itu tampak sedang berpikir, satu jarinya mengetuk-ngetuk dagu.

“Taeng! Apa yang kau pikirkan?”

Taeyeon masih dengan wajah berpikirnya menjawab, “Fany, kau tahu Oh Sehun?”

“Hah? Maksudmu pria pendiam dan culun itu?”

Taeyeon mengangguk.

“Kudengar dia pecinta girlband Korea. Hahaha” ungkap Tiffany disertai tawanya. Seketika Taeyeon pun ikut tertawa hingga airmatanya menetes.

“Fany-a kau jangan membuatku mati karena tertawa!”

“Aku serius, itu kabar dari Kwon Yuri, Ratu Gosip dikampus kita. Biasanya kalau Yuri sumbernya itu tidak pernah meleset”

“Hmmpphh” Taeyeon mati-matian membekap mulutnya agar berhenti tertawa, ia sangat geli.

“Ada apa? Kenapa pembicaraan tiba-tiba tertuju pada pria culun itu?” tanya Tiffany.

“Kau ingat tidak bidang studi psikologi?” Taeyeon bertanya balik, “Biasanya orang yang pendiam itu mempunyai banyak misteri. Tadi kita melihat ada anak yang sesumbar mengaku dirinya psikopat, bukankah psikopat sungguhan akan menyembunyikan jati dirinya yang asli. Aku penasaran…..jangan-jangan Oh Sehun itu…”

“Jangan pernah kau teruskan pikiranmu itu, Taeng” potong Tiffany.

“Eoh? Kenapa? Bukankah hitung-hitung untuk mengisi kebosanan kita?”

“Aku?” Tiffany menunjuk dirinya sendiri sambil menatap Taeyeon horror, “Big NO! Bisa-bisa aku dipenggal Youngsaeng oppa karena mengikuti rencanamu”

Taeyeon mendecih, “Yasudah. Bagaimana kalau kita taruhan saja?”

Tiffany makin menatap Taeyeon kaget, dia tidak menyangka kalau Taeyeon sebegitu antusiasnya mengenai Oh Sehun.

“Kita taruhan. Kalau aku berhasil membuka jati diri Oh Sehun, kau harus memberikanku tas Gucci, kalung berlian Swarowfski dan jam tangan Guess”

Tiffany menatap malas sahabatnya, “Kau mau merampokku? Kau kan orang kaya, bisa-bisanya kau meminta barang-barang laknat itu padaku”

“Ini taruhan besar, Fany-a” bujuk Taeyeon.

“Lalu kalau kau kalah? Apa yang akan kau berikan padaku?” tantang Tiffany.

Taeyeon menyeringai, “Mobil Mini Cooper dan Audi milikku akan resmi menjadi milikmu”

Mata Tiffany langsung berbinar.

“Deal!”

-Popular-

“Itu… itu dia orangnya” tunjuk Tiffany dari kejauhan pada Taeyeon.

Mereka berkomunikasi melalui telepon. Taeyeon sedang duduk di bawah pohon rindang halaman kampus Seoul International University, sedangkan Tiffany berdiri di belakang pohon lain yang agak jauh darinya. Taeyeon pun menoleh kearah yang ditunjuk Tiffany , dan benar disana ada Oh Sehun yang terkenal akan keculunan dan kenorakannya. Lihat saja cara berpakaiannya. Kaos biru kebesaraan, jeans mengatung, kacamata bulat dan rambut klimis. Style yang sangat buruk… bagaimana pria itu bisa mendapat kekasih kalau style-nya begitu?

“Oh God, tidak ada bagus-bagusnya. Dia tipe laki-laki yang tidak punya harapan dan akan menjadi dirty old man” ucap Taeyeon.

“Hahaha~ Jahat sekali kau, Taeng”

“Aku hanya kasihan padanya” balas Taeyeon dengan kesedihan dibuat-buat, membuat Tiffany lagi-lagi tertawa.

“Aku akan memulai rencana kita” kata Taeyeon lagi.

Setelah memutus sambungan telepon dengan Tiffany, ia beranjak dari tempat duduknya untuk mendekati Sehun yang hampir melewatinya. Tapi… Duk~ …tanpa diduga kakinya malah tersandung tepian jalan dan ia menubruk laki-laki didepannya. Beruntung lengan laki-laki itu sigap menangkap pinggangnya, kalau tidak mungkin mereka sudah terjatuh.

“Maaf, kau tidak apa-apa?” tanya Sehun.

Taeyeon tertegun…mendengar suara laki-laki yang baru saja diejeknya. Suara itu begitu berat dan dalam, sampai-sampai Taeyeon lupa bagaimana caranya berkedip dan bernapas.

“Kim Taeyeon?” kata Sehun lagi.

“O-oh, ya?” Taeyeon tersadar, ia melepaskan diri dari rangkulan Sehun dan sedikit menjauh, “Umm..bagaimana kau tahu namaku?”

“…” Sehun tak menjawab, ia membetulkan posisi kacamatanya.

“Sehun-ssi?”

“Kau tidak ingat?” Sehun malah balik bertanya, “Aku orang yang pernah memberimu surat cinta ketika sekolah dulu”

Satu detik…

Dua detik..

“HAAH?!”

“Ya, reaksimu persis seperti dugaanku” Sehun tak terkejut sama sekali.

“Ta-tapi kenapa aku tidak…”

“Mengingatku?” potong Sehun, “Karena kau adalah wanita populer dimanapun kau berada dan aku hanyalah laki-laki culun yang tak akan pantas berdampingan denganmu. Kau sering hampir dilecehkan oleh sunbae-sunbaemu di sekolah dulu, tapi beruntung kekasihmu bisa melindungimu”

Taeyeon membulatkan mata, “Ti-tidak! Aku tidak pernah dilecehkan siapapun”

“Kau bisa bicara begitu karena kau mudah melupakan kenangan buruk masa lalumu”

Taeyeon mulai bingung, apa yang pria ini bicarakan? Jangan-jangan yang Sehun maksud adalah wanita lain yang kebetulan memiliki nama sepertinya?

“Aku permisi” pamit Sehun.

“Eh, tunggu dulu!” Taeyeon mencegah pria itu, tapi setelah pria itu mengurungkan niatnya untuk pergi Taeyeon malah mematung, ia bingung harus melakukan apa. Diam? Atau berbasa-basi?

“Ekhm…Kudengar kau masuk Program Tataboga untuk semester tahun ini?”

“Ya”

Dan jawaban tegas itu makin membuat Taeyeon ingin terbahak-bahak. Oke, Program Tataboga, seorang pria masuk jurusan Tataboga yang jarang diminati para mahasiswi, apalagi mahasiswa.

“Apa kau ingin menjadi seorang Chef?” tanya Taeyeon lagi.

“Tidak”

“Lalu?”

“Lalu apanya?”

“Kenapa kau masuk Program Tataboga? Biasanya para mahasiswa pria mengambil jurusan hukum, teknik atau olahraga”

Sehun kembali membetulkan posisi kacamatanya, “Kita belajar hal yang belum kita bisa kan? Jadi untuk apa aku belajar hal-hal yang sudah aku kuasai?”

“…Aaa~ yaa” Taeyeon tersenyum bodoh.

“Kau sendiri kenapa masuk Program Psikologi?” tanya Sehun.

“Karena aku suka mempelajari hal-hal yang…Tunggu. Kenapa kau bisa tahu aku masuk Program Psikologi?” tanya Taeyeon curiga.

“Kau sendiri kenapa tahu aku masuk Program Tataboga?”

Oke, percakapan ini semakin tidak terarah, membuat Taeyeon antara bingung dan geli setiap kali mengingat Sehun yang culun ini memakai apron dan topi chef tengah memasak.

“Yasudahlah, lupakan. Aku pergi” pamit Taeyeon yang akhirnya menyerah. Sepertinya akan sulit membuka jati diri Sehun karena pria itu sepertinya tidak….

“Mau makan siang denganku?”

….tertarik padanya.

Taeyeon tersenyum. Enyahlah niat untuk menyerah.

-Popular-

“Seleramu benar-benar tinggi, Taeyeon-ssi” puji Sehun setelah ia dan Taeyeon menempati meja disebuah restoran ternama kota Seoul.

“Ah biasa saja. Ini restoran favoritku sejak kecil, biasanya jika orangtuaku pulang dari bisnisnya kami pasti makan disini. Ngomong-ngomong, panggil aku Taeyeon saja. Aku juga akan memanggilmu Sehun” ujar Taeyeon.

Salah seorang pelayan menghampiri meja Taeyeon dan Sehun untuk memberikan buku menu.

“Aku memesan apa yang wanita ini pesan” ujar Sehun.

“Baik. Anda nona?” tanya sang pelayan.

“Spicy Chicken dan Salad buah, dan minumnya Mango juice” jawab Taeyeon.

“Baiklah, pesanan akan segera datang”

Ketika sang pelayan pergi, Taeyeon menopang dagu dengan memaku kedua sikunya diatas meja, “Sehun-a, ceritakan padaku kehidupan sehari-harimu”

Sehun menaikkan satu alis, “Kenapa aku harus melakukan itu?”

“Ah…benar juga. Kita kan bukan pasangan kekasih yang sedang berkencan” gumam Taeyeon, “Sekarang bagaimana kalau kau beritahu aku apa hal yang paling kau sukai?” Taeyeon meneguk air putih yang disediakan pihak restoran.

Sembunyikan kutipan teks

“Sex”

“Uhhkk!!” Taeyeon menyemburkan air yang diteguknya dengan tidak elit.

“Kenapa? Ada yang salah?” tanya Sehun seolah yang dikatakannya bukanlah apa-apa.

“Kau terlalu frontal” balas Taeyeon kesal, ia mengambil beberapa lembar tissue dan membersihkan air disekitar mulut dan pakaiannya.

“Aku hanya menjawab jujur”

Taeyeon memilih diam tak merespon. Oh Sehun, orang yang frontal dan jujur, tidak peduli apa dan siapa lawan bicaranya. Kalau jawaban yang ada dipikirannya A maka dia akan mengatakan A. Sepertinya tidak ada yang aneh dengan sifat pria itu, setidaknya itulah pikiran Taeyeon. Taeyeon masih harus berusaha membuka jati diri pria itu dimulai dari hal yang disukainya.

“Kalau kau suka-ehmm..s-se..”

“Sex?”

“Ya. Sex” ucap Taeyeon malu-malu, “Apa kau sering melakukannya?”

“Beberapa kali dengan mantan kekasihku, dulu”

“KAU PUNYA MANTAN KEKASIH???”

Semua pasang mata pengunjung menatap kearah suara melengking Taeyeon. Refleks Taeyeon membekap mulutnya sendiri dan menunduk-nunduk meminta maaf.

“Kau juga punya mantan kekasih, bukan? Kai, Taehyung, Junsu, Siwon, dan yang terakhir kau baru putus dengan Kwon Jiyong” jelas Sehun.

“Kau cukup berbakat mengumpulkan informasi tentang diriku ya… Maklum saja, sebagai seorang wanita populer aku disukai banyak orang” ucap Taeyeon besar kepala.

“Apa itu bukan terdengar seperti murahan?”

“Apa kau bilang?!” Taeyeon membelalak pada Sehun yang tanpa dosa menaikan bahu.

“Populer yang baik adalah ketika dirimu dikagumi banyak orang namun kau bertahan pada satu pria, dibanding populer dengan berganti-ganti pasangan…itu terlihat murahan dimataku” tanggap Sehun apa adanya.

“…”

Sehun menatap Taeyeon yang kini menatapnya dengan tidak percaya, “Ah, maaf. Aku hanya mengeluarkan pendapatku”

“Tidak..tidak. Jangan minta maaf, aku rasa kau benar. Mungkin karena itulah aku cepat merasa jenuh dan bosan” jawab Taeyeon.

“Hn”

Tiba-tiba seorang pelayan menghampiri meja mereka dan menghidangkan pesanan, “Pesanan anda, nona, tuan”

“Terimakasih” Taeyeon membalas ramah. Pelayan itu membungkuk dan kembali undur diri. Taeyeon menatap makanan-makanan di depannya dengan pandangan kosong, “Kau benar Sehun-a. Walau aku populer, aku tidak menikmati kepopuleranku ini. Berganti-ganti pasangan dengan idola kampus pun tidak membuatku merasa cukup. Ada bagian yang kosong disini” Taeyeon menunjuk dadanya, “Sehun-a, apa yang membuatmu bahagia?”

“Sex”

“Lucu sekali” Taeyeon mencebik kesal dan mulai memakan Spicy Chicken-nya.

Sehun menyeruput juice-nya terlebih dahulu lalu menyantap makanannya, “Kau juga pasti pernah melakukannya”

“Jangan sok tahu”

Sehun menyipitkan mata di balik kacamata bulatnya, “Aku bisa bilang begitu karena merasakan pinggangmu yang tadi kusentuh, sangat berbeda dengan pinggang wanita yang belum pernah melakukan seks” komentar Sehun, membuat Taeyeon malu dan kesal setengah mati.

“Sudah, tidak usah dijelaskan! Aku memang pernah, apa masalahmu?”

“Nikmat?”

“Jangan tanyakan itu padaku! Dasar pervert!” maki Taeyeon.

“Mesum adalah salah satu sifat dasar manusia, karena kalau tidak ada mesum maka manusia tidak bisa berkembang biak”

“Kau menyebalkan ya, Oh Sehun” Taeyeon menunjuk Sehun dengan pisau makannya.

“Terimakasih” Sehun menganggap itu sebuah pujian dan kembali berfokus pada Chicken-nya.

Percakapan mereka berlangsung di dominasi dengan adu argumen, Taeyeon maupun Sehun tak ada yang mau mengalah, jika Taeyeon sudah mulai memaki maka Sehun menjawabnya dengan kata-kata yang bisa membuat wanita itu bungkam, jelas sekali Taeyeon dan Sehun tidak bisa akur. Walaupun begitu mereka tetap menikmati waktu kebersamaan mereka. Tanpa disadari, perlahan-lahan mereka mulai melepaskan kecanggungan. Taeyeon masih tidak yakin, namun ia merasa hanya bersama Sehun-lah ia bisa menjadi dirinya sendiri, tanpa harus menyembunyikan kepribadiaannya yang keras kepala dan sedikit menyebalkan.

Selesai makan siang, Sehun dan Taeyeon keluar dari restoran dan cepat-cepat masuk kedalam mobil karena Taeyeon tidak mau ada orang yang menyadari seorang wanita populer sepertinya sedang jalan bersama Sehun si laki-laki culun.

“Kau ada acara lagi setelah ini?” tanya Sehun tiba-tiba.

Taeyeon berpikir sebentar, “Sepertinya tidak, aku belum ada jadwal kuliah sampai besok. Memang kenapa?”

“Sebelum pulang, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu” kata Sehun.

“Apa itu?”

“Jalankan saja mobilnya. Kita ke dermaga di Barat Seoul” Awalnya Taeyeon ragu, namun karena penasaran ia menurut juga, “Baiklah”

Taeyeon mengendarai mini cooper miliknya sambil sesekali melirik sosok Oh Sehun yang duduk tegak dengan pandangan lurus kedepan disampingnya. Taeyeon tak habis pikir kenapa pria itu berpenampilan sangat culun, bagaimana sosok Sehun apabila style-nya diubah? Dan satu hal yang masih menjadi pertanyaan Taeyeon…. apa benar Sehun pernah memberinya surat cinta? Tapi kenapa Taeyeon tidak ingat sama sekali? Soal dia yang mudah melupakan kenangan buruk, itu memang benar, tapi apa surat cinta Sehun termasuk bagian buruknya?

Sesampainya di dermaga jam telah menunjukkan pukul empat sore, Taeyeon dan Sehun keluar dari mobil dan berjalan menuju tepi dermaga. Laut Seoul terkenal dengan keindahannya, beberapa kapal laut ada ditepian dan beruntung sore ini bukanlah jadwal kapal-kapal beroperasi sehingga suasana dermaga menjadi lebih tenang dengan pemandangan laut yang cerah dan jernih. Taeyeon lebih dulu duduk di tepi jembatan sambil mengayunkan kakinya yang menyilang, diikuti Sehun yang sibuk memainkan ponsel. Astaga, ponselnya pun sejadul penampilannya.

“Dermaga ini biasanya banyak pengunjung, kenapa sekarang sangat sepi?” tanya Taeyeon.

“Aku tidak tahu”

Taeyeon menyipitkan mata curiga, tapi Sehun masih memainkan ponsel, “Kau jangan macam-macam hanya karena tempat ini sepi yaa, aku punya air merica yang dapat membutakan matamu”

“Aku tahu”

“Kau ini selalu berkata seolah sangat tahu tentang diriku”

Sehun memasukkan ponselnya ke kantung celana dan memandang lurus ke laut, “Memang”

“Percaya diri sekali” Taeyeon ikut memandang laut dan merasakan angin berhembus melewati helaian rambut panjangnya. Sesekali ia membenarkan rambutnya yang beterbangan kemudian menariknya kedepan dada. Namun tak lama, angin kembali menerbangkan rambutnya yang sangat lembut. Sehun diam-diam terpana oleh rambut indah milik Taeyeon.

“Kenapa kau mengajakku kesini?” tanya Taeyeon tiba-tiba.

“Sebentar lagi, aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu”

“Apa itu?”

“Jangan banyak tanya, tunggu saja”

“Ish…” Taeyeon mendesis jengkel. Ia kembali mengayunkan kedua kakinya sambil bersenandung. Sesekali ia memainkan ponselnya hanya untuk laporan pada Tiffany, ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab, namun Taeyeon mengabaikannya karena itu berasal dari mantan-mantan kekasihnya yang ingin kembali rujuk. Tidak penting.

“Sebentar lagi” ucap Sehun. Taeyeon menoleh kekiri dan kekanan tapi tak menemukan sesuatu yang harus ditunjukkan, hanya ada matahari yang memang sebentar lagi akan terbenam.

“Sekarang!”

Sehun mendongakkan kepala Taeyeon kearah langit diatasnya. Sangat cepat, kira-kira hanya dua detik, langit yang tadinya berwarna gradasi orange berubah menjadi hijau pekat sebelum matahari benar-benar turun digantikan cahaya bulan. Fenomena itu membuat Taeyeon ternganga tak percaya.

“I-itu tadi apa? Itu indah sekali Sehun-a” gumam Taeyeon.

“Sesaat sebelum matahari terbit atau matahari terbenam cahaya hijau akan terlihat. Cahaya itu hasil bias birunya langit dan cahaya orange matahari. Aku tidak bisa menunjukannya saat matahari terbit jadi aku menunjukannya saat matahari terbenam” jelas Sehun.

“Aku tidak pernah sadar dengan hal ini” ucap Taeyeon masih memandang kagum langit.

Sehun mengangguk mengerti, “Kadang manusia memang tidak pernah sadar pada hal yang sangat kecil, padahal hal kecil itu adalah hal yang sangat luar biasa indahnya”

Taeyeon tersenyum dengan rona bahagia diwajahnya, “Sehun-a…ini romantis sekali”

Sehun hanya diam, sekilas kenangan dulu saat dia memberi surat cinta kepada Taeyeon teringat kembali. Bagaimana Taeyeon menolaknya memang sangat keterlaluan, wanita itu membiarkan kekasihnya merobek surat cinta buatan Sehun di depan semua orang. Dan semua orang itu mengejeknya, mentertawakannya. Tapi entah kenapa sampai sekarang Sehun tidak bisa membenci Taeyeon. Dia tidak bisa membenci wanita yang ia tahu memiliki hati yang sangat baik.

“Taeyeon-a” panggil Sehun lembut.

Taeyeon menoleh sambil tetap tersenyum. “Apa?”

“Aku ingin kau menjadi kekasihku” ungkap Sehun tanpa ragu, Taeyeon membuka mulutnya karena terkejut. Apa ini?

“Ummh…T-tunggu dulu…”

“Aku tidak menerima penolakan. Aku janji akan membahagiakanmu. Kau tidak akan menyesal menjadi kekasihku” ucap Sehun sungguh-sungguh.

Taeyeon menggigit bibir bawahnya bingung, “S-sehun~ Ini..kita…”

Sehun mengangkat dagu Taeyeon dan memaksa wanita itu menatap matanya, “Aku Menyayangimu”

Taeyeon terpaku, tak lama kemudian ia merasakan bibir Sehun menyentuh bibir merah mudanya. Entah perintah darimana, matanya langsung menutup. Ciuman ini, ciuman yang sangat berbeda dengan ciuman yang biasa Taeyeon terima dari mantan kekasihnya. Sehun bermain tanpa lidah dan hanya menggigit-gigit kecil bibir bawahnya membuat Taeyeon merasa sangat nikmat. Oh Tuhan..bagaimana bisa Sehun sangat ahli berciuman seperti ini? Sehun memanjakan kedua belah bibir Taeyeon dengan hisapan mematikan, rasanya seperti tersengat namun berhasil membuat wanita itu mengerang tertahan. Taeyeon mengalungkan tangan pada leher Sehun dan ikut menciptakan lumatan-lumatan pada penyatuan bibir mereka. Taeyeon melupakan kenyataan bahwa Sehun adalah laki-laki culun, yang ada sekarang Oh Sehun yang pandai memanjakan wanita. Perlakuannya membuat wanita manapun melayang dan lupa diri. Taeyeon berniat memperdalam ciuman mereka ketika Sehun melepas pagutannya dengan paksa. Taeyeon terengah.

“Kenapa kau membalas ciumanku?” tanya Sehun tiba-tiba.

“Eh?”

“Apa itu artinya kau mau menjadi kekasihku?”

Taeyeon bungkam. Entah kenapa dia tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana itu. Seharusnya dia bisa langsung menolak karena ini sudah diluar rencana, tapi dalam diri Taeyeon ada sesuatu yang mendorongnya untuk berhubungan lebih. Entah hasrat apa yang tiba-tiba membuat darahnya memanas, jantungnya berdebar dan tubuhnya melemas. Seolah baru saja terkena bisa yang sangat mematikan. Taeyeon bingung dengan perasaan ini, “A-aku…”

Sehun menyeringai sebelum kembali melahap bibir Taeyeon yang sudah membengkak. Taeyeon memejamkan matanya lebih erat, sementara Sehun semakin bernafsu menginvasi bibir wanita itu, ia mengigit kecil dan sesekali menjilatnya. Sehun lebih mementingkan kenikmatan Taeyeon walau gerakan bibirnya semakin liar.

“Annghhh….” Taeyeon mengerang ketika Sehun memijat pelan lehernya. Jari-jari pria itu mengusap dan menekan-nekan titik sensitif Taeyeon, membuat Taeyeon meremas kuat kaos longgar Sehun.

Perlahan Sehun membaringkan tubuh Taeyeon di permukaan jembatan dan membelai kepala wanita itu. Astaga…perlakuan Sehun ini berhasil membuat Taeyeon dimabuk hasrat yang sudah lama tertahan di dalam dirinya. Sehun melepas tautan bibir mereka, lalu menatap wanita itu intens. Taeyeon baru menyadari mata elang Sehun ternyata sangat indah, membuat tangan mungilnya tanpa sadar bergerak untuk membuka kacamata yang menghalangi keindahan mata itu. Sehun tersenyum kecil melihat perlakuan Taeyeon, seperti kucing kecil yang sedang menggoda majikannya. Setelah kacamata bulat itu terlepas, Sehun langsung menyerang leher jenjang Taeyeon.

“Ahhhnnn~shh…” Taeyeon mendesah nikmat. Sehun tidak menggigit leher wanita itu dengan keras. Ia hanya menekan-nekan bibir pada kulit Taeyeon yang ia tahan menggunakan gigi untuk mencubit leher wanita itu. Bisa Taeyeon rasakan dirinya mulai gelisah, terlebih daerah sensitif dibawah sana sudah mulai lembab. Sehun menjilat bekas gigitannya, tak lupa memberikan pijatan-pijatan kecil pada tengkuk dan lengan wanita itu. Sehun tidak membuat kissmark di leher Taeyeon karena tidak mau orang-orang melihat Taeyeon sebagai wanita yang tidak baik. Sehun menurunkan tangannya ke dada Taeyeon dan mulai meremas salah satu payudaranya. Pelan, namun sedikit ditekan. Taeyeon mendongakkan kepala memberikan akses lebih untuk Sehun mencumbu lehernya, dan ia menggigit bibir bawah agar tak mendesah terlalu keras, bagaimanapun ini adalah tempat umum.

“Keluarkan suaramu, sayang..” goda Sehun seraya mengecup telinga Taeyeon.

“Ennngh~ Se-Sehunhh”

Sehun tahu… Sangat tahu kalau Taeyeon sudah sangat basah di dalam celana dalamnya, karena sedari tadi Taeyeon menggerakan kedua pahanya gelisah. Akhirnya Sehun meletakkan satu telapak tangannya untuk bantalan kepala Taeyeon, sementara tangan yang lain merambat kebawah menuju bagian paling sensitif para wanita. Taeyeon mengenakan dress ungu sepaha yang tidak seberapa menutupi bagian dalam pahanya, membuat Sehun mudah untuk menggerakan tangannya memasuki daerah sensitif itu, menyelipkan dua jari pada celana dalamnya.

“Akkhhh~ nnghhh… Sehunhh-ahh…A-akuhh takut..ada..nghh..yang..melihat” ujar Taeyeon terbata-bata.

Sehun kembali mengecup telinga Taeyeon, “Nikmati saja…jangan pikirkan hal lain selain ini”

“Ngghhh!” Taeyeon mendesah agak keras ketika satu jari Sehun masuk kedalam kewanitaannya. Ia memeluk leher Sehun dan menenggelamkan wajah di dada pria itu. Sehun menggerakkan jarinya keluar-masuk pelan.

“Akkhh~ Sehh…unnh aahhngg~ ohhh…”

“Ternyata lorongmu masih sangat sempit um?” lagi-lagi Sehun mengeluarkan suara yang membuat hasrat Taeyeon semakin meninggi.

“Si…sialannn~ Nngghh…cepathh” racau Taeyeon, membuat Sehun terkekeh dan menambah satu jari lagi kedalam milik Taeyeon. Gerakannya pelan-pelan-cepat-pelan, membuat Taeyeon gemas ingin Sehun menggerakan jarinya sangat cepat, namun ia kehilangan kekuatan hanya untuk meminta lebih, hingga tubuhnya lah yang bertindak. Ia menggerakan pinggulnya berlawanan arah dengan jari Sehun. Ini sangat nikmat, belum lagi bibir Sehun kembali mencium bibirnya. Sehun mempererat dekapannya dan mempercepat gerakan jarinya di dalam kewanitaan Taeyeon.

“Ohhhh~ aahhh…Sehunhh-aaa.. Terusss..yaahh” desah Taeyeon semakin menjadi. Kedua kaki Taeyeon mulai meronta. Bagian bawahnya semakin basah dan berkedut. Ia sudah diujung pertahanannya.

“Aagggghhhhh!!!” Taeyeon berteriak dengan keras. Ia melengkungkan punggungnya dan menikmati orgasme terhebat yang pernah ia rasakan, cairannya keluar begitu banyak hingga membasahi celana dalamnya.

“Kau sangat hebat. Puas dengan dua jari??” bisik Sehun dengan nada suara sangat menggoda, sampai-sampai Taeyeon bergetar geli. Taeyeon sangat menyukai suara Sehun.

-Popular-

Setelah merapikan rambut, pakaian dan mencuci beberapa bagian yang basah, Taeyeon mengatur napas sambil memandangi dirinya sendiri di cermin. Taeyeon masih berada di kamar mandi umum, wajahnya sangat merah dan matanya bersinar entah karena apa. Mungkin karena perlakuan Sehun tadi? Ah, bagaimana bisa seorang Sehun yang culun dan norak itu memperlakukan wanita dengan sangat hebat? Taeyeon terlalu meremehkannya.

“Taeyeon-a. Sudah selesai? Ini sudah malam” panggil Sehun menyadarkan Taeyeon dari lamunannya.

“Ah, i-iya sebentar” Taeyeon segera mengikat rambutnya secara asal kemudian menatap dirinya sekali lagi di cermin. Tak bisa dipungkiri ia gugup bertemu dengan Sehun, wajah seperti apa yang seharusnya ia tunjukkan ketika keluar nanti? Ini membuatnya serba salah. Taeyeon menghela napas panjang dan akhirnya nekat keluar dari kamar mandi, tak peduli apapun ekspresinya nanti yang penting ia tidak bertingkah seperti pengecut, lagipula Sehun sudah melihat wajahnya ketika orgasme.

“Sehun-a, maaf menunggu lama”

“Tidak apa-apa. Lihatlah” Sehun menunjuk ke langit yang sudah gelap.

Taeyeon mengikuti arah tunjuknya, seketika matanya membelalak tak percaya. Ribuan bintang bertabur dengan indahnya di langit gelap. Belum pernah Taeyeon melihat langit semenakjubkan ini, bahkan ia tidak pernah peduli langit sedang mendung atau cerah, berbintang atau tidak. Tapi sekarang…

“Cantik sekali” gumam Taeyeon dengan mata berbinar-binar, “Tempat ini benar-benar memiliki banyak kejutan. Dan aku bisa melihat keindahan ini karena dirimu Oh Sehun, terimakasih”

Sehun hanya tersenyum menanggapi.

“Sudah malam, ayo kita pulang” ajaknya.

“Ah, iya”

Sehun melangkah terlebih dulu dan Taeyeon mengekorinya di belakang, namun baru lima langkah tiba-tiba tubuh Taeyeon terjatuh, ia merasakan lututnya gemetar. Ini akibat orgasme yang dialaminya tadi, baru kali ini Taeyeon merasakan orgasme sehebat dan senikmat tadi, hanya dengan dua jari.

“Ini sungguh memalukan” rutuk Taeyeon pada diri sendiri.

Sehun menoleh kebelakang dan segera menghampiri Taeyeon yang bersimpuh ditanah, tanpa basa-basi ia menggendong wanita itu sampai ke pelataran parkir. Taeyeon dapat merasakan lengan Sehun sangat kuat, saat pertama kali menahan pinggangnya pun seolah Taeyeon bukan beban seberat 48 kilogram.

“Mana kunci mobilmu? Biar aku saja yang menyetir” ucap Sehun.

“Eoh? Kau bisa?”

Sehun tak menjawab. Ia membukakan pintu mobil untuk Taeyeon kemudian mengambil alih kursi kemudi. Sehun mengatur tempat duduknya agar sesuai dengan panjang kakinya dan mulai menyalakan mesin mobil. Mobil Taeyeon adalah tipe manual, dan dari gerak-geriknya sepertinya Sehun sudah terbiasa mengendarai mobil semacam ini. Cara dia menyetir juga sangat lihai. Apa jangan-jangan Sehun adalah supir? Ah, tapi Taeyeon tidak ingin berpikir apa-apa dulu sekarang, cukup ia menikmati rasa tenang, aman dan nyaman disupiri oleh seorang yang ahli. Dan tanpa disadari, manik Taeyeon tertutup dengan sendirinya. Sehun menoleh sekilas, ia tersenyum lembut dan membelai puncak kepala Taeyeon.

Satu jam kemudian, mereka sampai di kediaman keluarga Kim. Sehun menepuk-nepuk pipi Taeyeon untuk membangunkannya.

“Nghh~ Sudah sampai?” gumam Taeyeon setengah sadar.

“Iya. Aku harus segera pulang” jawab Sehun, ia menyerahkan kunci mobil milik Taeyeon dan membiarkan wanita itu memasukkan mobilnya ke bagasi.

“Kau akan langsung pulang?” tanya Taeyeon setelah kembali kehadapan Sehun. Sehun mengangguk dan tersenyum tipis.

“Yasudah. Sampai nanti…” ucap Taeyeon tak yakin. Sehun lagi-lagi hanya mengangguk. Tak ada yang menyinggung kejadian tadi, Taeyeon sudah sangat mengantuk dan Sehun sudah beranjak keluar dari gerbang rumahnya. Jadi apa status mereka sekarang???

To be continue…..

Advertisements

29 comments on “[FREELANCE] Popular (Twoshoot/Part 1) – Edited

  1. Padahal nungyuin part 2nya kok malah edit di part 1 lagi kakkk, part 2 nya kapan?? Btw ff bagus. Banget malahan😍😍

  2. Yahh ku kira part dua..ternayata ini yang di edit ulangi…tapi gak papalah kalo soal ff taeyeon ama sehun gak akan bosan aku bacanya…jadi next chap jangan lama lama ya thor…aku menunggumu dan hwaiting thor😍😍

  3. Udah lama gabaca ff seyeon, bogoshippeoyo~
    Kayanya sehun jg anak chaebol deh, penasaran gimana sebenernya sehun ><
    itu ada nc nya sedikit 😶😶😶 hahah
    ffnya bagus thor, ditunggu kelanjutannya yaa ♡♡

  4. Anjay udah lama ga ke sini udah ada nc aja/? Btw kangen banget sama couple ini. Belakangan ini soalnya baca ff di wetpet mulu/? Disana seyeon dikit kebanyakan baekyeon. Eh terbayar juga kekangenan aku sama ff ini udah gt langsung hot lagi haha. Sehun ngingetin aku sama temen aku. Dia nerd tapi bokep banget asli:v tapi sehun versi cakepnya .g btw sehun nerd juga tetep cakeplha anjer dia mah kegantengannya kaga bisa ditutupin’-‘

    Nice weeh kebayar banget loh ini sumpah wkwk ditunggu nextnya yaaa

  5. dikira update part 2 nya. Ternyata masih part 1 edited version😁 tapi tetep suka ko baca nya. Senyum senyum sendiri kalau baca nc seyeon hehehe next part ditunggu😄

  6. sebenernya Sehun siapa sih? kyaknya dia nyamar jadi orang culun deh biar ngak da yang tau siapa Sehun sebernernya. Ditunggu part 2nya

  7. Pingback: [FREELANCE] Popular (2/2) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Suka banget sama ceritanya, cara penulisan n gaya bahasanya..
    sehun misterius sekali hhehe
    Semangat selalu yaa author !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s