[FREELANCE] Over Protective (Chapter 7)


OVER CONTROL STORIES

Presented by R’KyuTae

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Cho Youngmi

Length : Parts

Genre : Family-ship, Romance

Rate : M-Language

Desclaimer : Terinspirasi dari trilogi novel FIFTY SHADES OF GREY karya E.L James.

WARNING : FF ini mengandung unsur Mature

Preview : Prolog, Chapter 1,
Chapter 2,
Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6

::::::

Chapter 7

Suasana di dalam mobil benar-benar canggung setelah Taeyeon dan Kyuhyun kembali dari rumah Donghae. Taeyeon memainkan kedua telunjuknya sambil sesekali mencuri pandang kearah Kyuhyun, Youngmi duduk di kursi belakang dan sudah tidur karena kelelahan. Taeyeon menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi mobil, pikirannya melayang pada percakapannya bersama Donghae tadi. Menurut Donghae ia adalah terapi terbaik untuk Kyuhyun dan ia adalah kekuatan untuk Kyuhyun, tapi semua itu tak berguna jika Kyuhyun belum mau terbuka padanya, belum mau jujur padanya. Taeyeon sangat mencintai pria itu, tinggal Kyuhyun yang mau menerimanya seperti apa, karena Taeyeon akan selalu menuntut kejujuran padanya.

Kyuhyun menghentikan mobilnya begitu lampu merah dipertigaan jalan menyala. Ia menoleh pada Taeyeon kemudian menghela napas.

“Aku tahu kau ingin mengatakan sesuatu, Taeyeon-a. Katakanlah” ujar Kyuhyun.

“Bagaimana bisa dia mati?”

Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Taeyeon, membuat Kyuhyun tersentak dan nyaris tersedak air liurnya sendiri. Ia memandang Youngmi untuk memastikan putrinya benar-benar terlelap lalu beralih kepada Taeyeon.

“Aku tidak bermaksud membunuhnya. Tapi kami sama-sama hilang kendali” jawab Kyuhyun frustasi. Taeyeon mengelus pelan lengan pria itu.

“Aku sudah akan berhenti, tapi Aurel adalah tipe wanita yang tidak mudah puas. Dia sudah mengenal gaya hidup itu sejak lama dan dia menikmati rasa sakitnya jauh dari yang aku prediksikan” ujar Kyuhyun lagi, lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau, pria itu kembali menginjak pedal gas mobilnya.

“Dia yang memintamu?” tanya Taeyeon, Kyuhyun terdiam sesaat sebelum mengangguk pelan.

“Aku sudah akan berhenti saat itu, tapi begitu aku melepaskan ikatan tangan dan penutup matanya ia turun dari ranjang di ruang bermain dan mengambil rotan yang tersusun rapi di sudut ruangan. Dia memintaku memukulnya”

Taeyeon menangkupkan kedua telapak tangan mungilnya kewajah. Ia menghela napas kasar, detak jantungnya berdegub cepat, seharusnya ia tidak bertanya dan membiarkan Kyuhyun membeberkan semua masa lalu kelamnya sendiri.

“Kau memukulnya, sampai dia…meninggal?” Taeyeon ingin berhenti bertanya, namun rasa ingin tahunya mengalahkan semuanya. Kyuhyun tersenyum kecut.

“Tidak, bukan karena rotan itu” sangkalnya, “Setelah aku menghukumnya kami kembali berhubungan BDSM, aku gelap mata karena Aurel terus menyulut emosiku sampai akhirnya pengekang dilehernya mengerat dan mencekiknya. Aku benar-benar seorang monster kan?”

Taeyeon menggigit bibir bawahnya menahan segala perasaan yang berkecamuk dalam hatinya. Ia memang sudah tahu semua ceritanya dari Donghae, namun mendengarnya sendiri dari mulut Kyuhyun membuat sesuatu didalam dirinya bergejolak. Rasanya lebih mengerikan dan ia tidak bisa membohongi diri sendiri. Kyuhyun menghentikan mobilnya di bahu jalan, membuat Taeyeon menaikkan sebelah alisnya.

“Tae, apa kau menyesal sekarang?” tanya Kyuhyun, Taeyeon menatapnya sekilas lalu terdiam.

“Tidak” jawabnya.

Kyuhyun menghela napas panjang lalu keluar dari mobil. Taeyeon tahu ini berat bagi Kyuhyun tapi ia tidak bisa berhenti, ia harus tahu semua masa lalu pria itu. Ia memastikan Youngmi tertidur lelap sebelum membuka kedua kaca jendela mobilnya dan keluar menyusul Kyuhyun.

“Kau mau menceritakan sesuatu, Kyuhyun-a?”

Kyuhyun menoleh begitu wanita itu turun dari mobil. Mereka ada di jembatan perbatasan kota, dan entah kenapa tempat itu sangat sepi sekarang. Kyuhyun menghentikan langkahnya di pinggir jembatan dan duduk di pagar beton pembatas jembatan itu.

“Ingat saat kita kesini?” tanya Kyuhyun, Taeyeon terdiam sejenak lalu kedua kakinya melangkah mendekati pria itu, ia berdiri di samping pria itu, memangku wajahnya dengan lengan yang bertumpu pada pagar pembatas jembatan. Wanita itu memandang hamparan luas kota Seoul pada malam hari, lampu-lampu dari gedung–gedung pencakar langit dan rumah-rumah terlihat sangat indah dari sana.

“Ya, saat pertama kali kau bilang kau mau mencoba hubungan normal denganku” jawab Taeyeon, Kyuhyun mengangguk.

“Ada satu hal yang aku sembunyikan darimu saat itu”

“Tentang Aurel?” tebak Taeyeon.

Kyuhyun mengangguk lagi. Ia turun dari pagar pembatas dan berdiri di belakang Taeyeon, mendekap wanita itu dari belakang, membiarkannya tetap hangat saat angin malam kota Seoul berhembus kearah mereka.

“Ya. Tentang dia” jawabnya, “Aku tahu Donghae sudah menceritakan semuanya kepadamu tapi aku ingin kau mendengarnya dari mulutku sendiri”

Kyuhyun memandang hampa hamparan luas kota Seoul, sesekali menatap langit kelam tanpa bintang diatasnya dengan padangan kosong.

“Aurel Mendelev adalah submissive pertama yang memperlakukanku seperti manusia”

Taeyeon menaikkan sebelah alisnya.

“Jangan salah paham. Berbeda dengan Yoona yang ku kenal melalui Victoria, aku mengenal Aurel saat pertunjukkan peragaan busana Victoria Secret di Rusia beberapa tahun yang lalu” jelas Kyuhyun, “Dia memiliki masalah finansial, aku sudah tertarik menjadikannya submissive saat melihat dia berjalan di catwalk, aku meminta Junho mencari tahu tentang dia dan dari semua itu aku akhirnya tahu dia memiliki masalah finansial dan baru di tendang keluar dari apartement yang ia tempati bersama tunangannya oleh tunangannya sendiri. Victoria Secret juga tidak berminat memakainya lagi karena berbagai macam skandal yang menyangkut dirinya”

“Jadi kau memanfaatkan keadaan itu?” interupsi Taeyeon, Kyuhyun tersenyum sinis.

“Bagaimanapun dulu aku adalah seorang brengsek yang egois, Taeyeon-a. Kau tahu itu, aku melakukannya padamu juga kan?”

Taeyeon mengelus telapak tangan besar Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya. Kyuhyun membalas dengan mencium rambut wanita itu berkali-kali.

“Lanjutkan, Kyuhyun-a” ujar Taeyeon.

“Aku menawarinya NDA, perjanjian rahasia yang pernah ku tawarkan padamu juga dan semua mantan submissive-ku. Dia menandatanganinya tanpa membacanya terlebih dahulu. Persis seperti yang kau lakukan dulu saat aku menawarimu perjanjian itu”

Taeyeon mengingat masa-masa itu. Saat itu ia masih berpikir labil dan obsesi seorang mahasiswa masih melekat erat dalam dirinya, sampai akhirnya ia jatuh dalam pesona seorang CEO Cho Enterprises HI. Tak hanya terpesona tapi terjerumus dalam kehidupan kelamnya. Taeyeon tersenyum kecil lalu Kyuhyun melanjutkan.

“Aku memintanya tinggal denganku di Seoul. Hyunjoong tahu kelainanku Tae, dari seluruh keluargaku, hanya hyung-ku yang tahu aku memiliki kelainan dengan gaya hidup itu. Ia bertemu dengan Aurel satu kali dan menawarkan bantuan, sebagai gantinya Aurel harus bisa membuatku meninggalkan BDSM. Tapi aku tidak bisa” Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Taeyeon, “Aku mengabaikan Hyunjoong dan tetap melanjutkan hubungan itu dengan Aurel sampai dua tahun. Lebih lama daripada dengan Yoona”

“Awalnya aku fikir semuanya baik-baik saja. Aurel bisa menerima semua rasa sakit yang aku berikan pada fisiknya, bahkan ia terkadang meminta lebih”

“Meminta lebih? Apa maksudnya itu?” tanya Taeyeon.

“Seperti…dia sering berbuat kesalahan dan membuatku kesal sampai aku terpaksa harus menghukumnya dan kau tahu seperti apa hukumannya”

Taeyeon bergidik ngeri mendengarnya. Bukan hanya mendengar tapi ia pernah merasakan seberapa sakitnya hukuman yang diberikan Kyuhyun. Taeyeon merutuki kenekatan Aurel menyulut emosi Dominan, sungguh. Dia sangat gila.

“A-aku paham” jawab Taeyeon.

“Kami tidak pernah main aman, Tae. Bahkan Aurel tidak pernah menetapkan kata aman dan batas keras. Dia terus mengujiku, dia ingin aku mengontrolnya, memberikannya hukuman dan kesenangan dan kenikmatan. Itu yang dia ingin aku lakukan padanya”

“Dan kau tidak bisa menolak” Taeyeon menambahkan.

“Kau tahu benar itu” Kyuhyun tersenyum kecut, “Sampai pada malam terakhir itu…kami melakukannya diruang bermain, aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa ada yang janggal dari gerak-gerik Aurel saat malam itu. Dia lebih pendiam dari biasanya dan tidak banyak bicara. Bahkan tidak saat makan malam”

Kyuhyun mengecup pelipis Taeyeon sebelum melepaskan pelukannya dan kembali duduk di pagar beton pembatas jembatan.

“Setelah makan malam saat itu, tiba-tiba dia mengajakku ke ruang bermain. Aku terkejut, tentu saja. Dia tidak pernah meminta hal seperti itu, aku yang selalu mengajaknya atau submissive-ku yang lain kesana, tapi kali ini berbeda. Aurel yang memintaku kesana bersamanya. Kami bermain seperti biasa, Tae. Tapi hari itu saat aku sudah selesai dan akan keluar Aurel menyulut emosiku dengan sengaja” rahang Kyuhyun tampak sedikit mengeras.

“Dengan sengaja? Tapi kenapa?”

Kyuhyun menggeleng, pria itu memejamkan matanya.

“Bodohnya, aku terpancing. Aku sempat mengontrol emosiku dan menahannya, tapi wanita itu mendekat dengan membawa rotan yang berjejer rapi disudut ruangan. Dia mengambilnya dan memberikan itu padaku. Dia memintaku untuk tidak berhenti sampai ia memintanya, aku bilang padanya kita selalu bisa bermain menggunakan kata aman. Tapi sekali lagi Taeyeon-a, aku tidak pernah bermain aman dengannya.
Kadang, melihat memar di sekujur tubuhnya membuatku merasa bersalah. Aku memang brengsek, tapi semua yang kulakukan kepadanya diluar kendaliku. Aku merasa diriku yang sekarang sedang bicara denganmu ini menghilang saat aku berhubungan BDSM. Aku bersumpah saat itu aku berkali-kali mengingatkan dia untuk menggunakan kata aman, tapi yang dia lakukan justru memintaku untuk memukulnya lebih keras. Dia sudah sangat lemas saat aku berhenti memukulnya, tapi tak cukup sampai disitu Aurel kembali melakukan kesalahan dengan sengaja. Dia menghasutku lagi untuk melakukan BDSM dan aku menuruti permintaannya. Aku mengekang beberapa bagian tubuhnya seperti biasa namun karena kata-katanya yang semakin membuatku marah membuat aku hilang kendali dan menarik pengekang lehernya lebih kuat sampai….dia tak sadarkan diri.
Aku berfikir awalnya dia hanya pingsan, tapi saat aku mencoba membangunkannya dan mencari detak jantungnya. Aku tidak bisa merasakannya. Dia meninggal. Aku langsung menghubungi Hyunjoong dan Donghae saat itu, mereka berdua mencoba membuatku tenang tapi aku tidak bisa, aku terus menghancurkan barang di sekitarku dan melampiaskan emosiku, sampai akhirnya Hyunjoong menghajarku” Kyuhyun berhenti, pria itu menghela napas dalam-dalam. Taeyeon mendekat dan menggenggam tangan pria itu, mengelusnya untuk memberikan sedikit ketenangan.

“Polisi menahanku selama tiga bulan, harusnya hukumanku bisa sampai lima tahun atau lebih karena kasus pembunuhan dan penganiayaan, tapi Hyunjoong menemukan NDA-ku dengan Aurel dan dia membebaskanku. Selanjutnya dia membayar polisi-polisi itu untuk tutup mulut dan mengancam sebuah perusahaan penerbitan di Seoul untuk tidak memberitakan hal ini keluar”

“Itu sebabnya kasus ini tersimpan rapat? Bagaimana dengan keluarga wanita itu Kyu, bagaimana keluargamu?” tanya Taeyeon bertubi-tubi.

“Aurel yatim piatu. Ibunya seorang pelacur dan pecandu alkohol, ayahnya penjudi dan pecandu juga seperti ibunya. Mereka berdua meninggal saat Aurel berumur tujuh belas tahun dan selanjutnya entah bagaimana wanita itu bisa menjadi model di Rusia, karirnya tidak setenar model Victoria Secret lainnya karena banyaknya skandal dengan para pengusaha dan masih banyak lagi. Keluargaku, Hyunjoong memberi penjelasan kepada ibuku kalau kasus itu sebenarnya hanya salah paham saja, Hyunjoong bahkan berbohong kalau ia sudah menuntut balik orang yang menfitnahku” ujar Kyuhyun.

“Dan masalah itu sudah selesai untukmu?” tanya Taeyeon lagi.

“Tidak sama sekali, sayang. Aku bersumpah aku tidak pernah bisa tidur nyenyak bahkan sampai detik ini. Sejak saat itu, Donghae memutuskan untuk merawatku dan melakukan berbagai macam terapi padaku, tapi tak ada yang berhasil. Aku tidak bisa memiliki submissive lagi, rasa takut masih menghantuiku, sampai akhirnya kau datang. Hyunjoong memperingatiku dengan keras saat tahu aku bermaksud menjadikanmu submissive-ku, dia jelas-jelas menentang itu dan Donghae sama gilanya. Dia marah-marah dan memakiku karena tak sadar juga. Lalu apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya tahu BDSM, satu-satunya hubungan yang aku inginkan dengan wanita hanya itu.
Bodohnya, kau menyetujuinya. Saat pertama kali aku membawamu keruang bermain dan memukulmu dengan cambuk itu. Aku berperang dengan diriku sendiri, fikiran dan hatiku berdebat keras tapi egoku yang menang setiap kali aku dalam permainan. Taeyeon, percayalah menyakitimu adalah mimpi buruk, begitu juga dengan kegiatan terakhir kita beberapa hari yang lalu. Aku ingin berhenti, aku benar-benar ingin berhenti” ujar Kyuhyun dengan raut putus asanya yang kentara. Taeyeon menarik Kyuhyun untuk turun dari pagar pembatas jembatan, lalu mencium pria itu sangat dalam, membiarkan lidah tak bertulang milik Kyuhyun masuk kedalam mulutnya dan beradu dengan miliknya. Mereka berciuman cukup lama sampai akhirnya Taeyeon melepas tautannya.

“Ya Tuhan, persetan dengan semua masa lalumu, Kyuhyun-a. Aku benar-benar mencintaimu” ujar Taeyeon sambil memeluk pria itu dengan sangat erat.

“Terimakasih sudah mau meluapkan semuanya, menceritakan masa lalumu, melepaskan semua beban yang selama ini kau simpan sendiri, terimakasih karena sudah mau terbuka padaku. Mulai saat ini, tolong selalu seperti ini. Kau harus terbuka padaku dan membagi semua beban itu” ujar Taeyeon lagi. Kyuhyun mengeratkan pelukannya lalu mengangguk.

“Apa yang sudah kau lakukan padaku, Taeyeon-a?” lirih Kyuhyun, Taeyeon tersenyum.

“Aku hanya masuk kedalam hatimu dan memberikan kehangatan disana. Memberikan kebahagiaan dan segalanya yang pernah hilang dari masa lalumu. Memberikanmu sebuah keluarga kecil yang selalu ada dalam anganku. Aku ada disini Kyuhyun-a, aku ada didalam hati dan kehidupanmu” jawab Taeyeon seraya tersenyum hangat.

“Jangan tinggalkan aku lagi” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Taeyeon. Taeyeon menggeleng pelan dan kembali memeluk pria itu.

“Eomma, appa….”

Keduanya melepaskan pelukan masing-masing, Taeyeon tersenyum geli begitu juga dengan Kyuhyun.

“Kita harus pulang. Sialan, aku benar-benar lupa kalau aku sudah punya anak” rutuk Kyuhyun, Taeyeon tertawa pelan.

“Ayo, Kyu”

Mereka berjalan kembali ke mobil dan Kyuhyun membukakan pintu penumpang untuk Taeyeon sebelum memutari mobil dan masuk kebagian pengemudi. Mobil mewah itu pun kembali melaju membelah jalanan kota Seoul.

Kyuhyun menekan beberapa nomor sandinya di pad pintu yang akan membawa mereka masuk ke penthouse mewah miliknya, Youngmi terlelap didalam gendongan Kyuhyun dan harus segera ditidurkan. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kyuhyun naik ke lantai atas terlebih dahulu untuk membawa Youngmi kekamarnya. Terimakasih untuk Hana yang sudah mengurus anak perempuan semata wayangnya itu, Youngmi sudah mandi sebelum ia dan Taeyeon tiba di rumah Donghae, pakaiannya juga sudah ganti. Kyuhyun menidurkan tubuh mungil putrinya keatas ranjang dan meletakkan boneka Teddy Bear di kanan kiri putrinya sebelum menyelimutinya dengan bed cover bernuasa pink itu. Ia lalu menyalakan sebuah lampu tidur berbentuk heksagonal yang ada di nakas samping ranjang, saat itu juga pemandangan langit malam tergambar jelas di langit-langit kamar putrinya.

Kyuhyun mengamati putrinya dan tersenyum. Bagaimana bisa bibirnya, hidungnya, wajah bulatnya benar-benar mirip Taeyeon, hanya sepasang irish kelamnya yang menandakan kalau Youngmi adalah putrinya. Kyuhyun menghela napas, sekalipun dia adalah seorang brengsek di masa lalu ia tetaplah seorang ayah yang menginginkan segala hal yang terbaik untuk putrinya. Taeyeon benar, ia mencintai putrinya dan ia mencintai tunangannya itu, dan dari semua hal yang terpenting adalah ia mendapatkan cinta dari mereka berdua. Dari keluarga kecilnya.

Ia mengecup kening putri kecilnya sebelum melangkah keluar dari kamar tersebut. Mendengar suara dari dapur sepertinya tunangannya sedang melakukan sesuatu disana. Kyuhyun tak mau ambil pusing, ia memilih pergi kekamarnya untuk membersihkan tubuh. Tapi sebelumnya ia mendekati pagar pembatas lantai dua dan melihat Taeyeon memang berada di dapur.

“Sayang, aku berada dikamar kalau kau mencariku” serunya.

“Ya, Kyu” hanya itu yang terdengar sebagai balasan dari Taeyeon. Kyuhyun pun pergi ke kamarnya.

Taeyeon meletakkan piring terakhir yang baru saja ia cuci di rak piring. Ia melap tangannya dan berniat menyusul Kyuhyun ke kamar, tapi saat ia berbalik tubuhnya langsung mematung menatap sosok di depannya. Pikirannya sudah memerintahkannya untuk berlari, berlari sejauh-jauhnya, tapi kakinya seolah membeku. Di depannya berdiri seorang wanita berambut pirang dengan pakaian lusuh kebesaran, wanita itu mirip seperti wanita yang ia temui di bar namun bedanya wanita yang ada di depannya ini memegang sebuah pistol, dan benda itu mengarah tepat padanya. Oh dear, kau tidak akan mau bermain-main dengan benda berpelatuk itu.

“Eonni…”

Taeyeon menaikkan sebelah alisnya. Panggilan itu lagi, dia tidak pernah punya adik. Dia adalah anak angkat terakhir dari keluarga Kim, ia hanya punya tiga kakak angkat lainnya yang juga merupakan anak adopsi dari keluarga Kim. Jadi tidak seharusnya ada yang memanggilnya seperti itu.

“Kau…Siapa kau? Bagaimana bisa kau masuk kedalam sini?” tanya Taeyeon dengan suara sedikit bergetar menahan rasa was-was dalam dirinya. Wanita pirang itu menurunkan tangannya yang tadi menodongkan pistol.

“Aku hanya ingin bicara” jawabnya dengan padangan kosong dan ekspresi datar, Taeyeon tak bisa membaca apa yang ada dipikirannya, namun ketika wanita itu meletakkan pistolnya diatas meja, Taeyeon mengerti.

“Duduklah” ujar Taeyeon. Wanita pirang itu menurut, wajahnya menunduk dan tubuhnya bergetar ketakutan. Taeyeon mengambil alih tempat duduk di depannya, ia mengamati wanita itu dari atas kebawah. Surai pirang, baju kebesaran, sebuah perban membebat tangannya.

“Dia dengan seenaknya memotong urat nadinya di depan Soeun”

Kalimat Kyuhyun waktu itu membuat Taeyeon diam terpaku bagai tersambar petir disiang bolong, jangan-jangan wanita itu…

“Yoona?”

Wanita itu mendongak. Demi Tuhan! Tatapan wanita itu, kenapa rasanya Taeyeon familiar dengan sepasang irish kelinci itu. Siapa dia?

“Eonni tidak ingat aku?” tanyanya masih dengan nada datar, Taeyeon menggeleng.

“Tidak, aku tidak lupa. Kau wanita yang aku tabrak di toilet bar beberapa hari yang lalu kan? Dan…Ya Tuhan! jangan-jangan kau yang masuk kedalam kamarku dan Kyuhyun waktu itu” ujar Taeyeon sedikit terkejut dengan dugaannya sendiri. Wanita itu terkekeh pelan, lalu tawanya semakin keras dan berubah menjadi isakan putus asa.

“Aku mengenal tempat ini jauh lebih baik darimu, eonni”

Taeyeon menaikkan sebelah alisnya. Eonni? “Kenapa kau memanggilku seperti itu?”

“Kau tidak ingat?”

“Sayang, ada apa? Kau bicara dengan siapa?” suara berat Kyuhyun terdengar dari arah tangga, langkah kaki pria itu semakin mendekat sampai akhirnya mematung melihat tunangannya berhadapan dengan Yoona.

“Kau…”

Taeyeon dan Yoona menoleh, tubuh Yoona makin menegang ketakutan, ia menunduk persis seperti anak kecil yang ketahuan mencuri ice cream dari dapur ibunya.

“Taeyeon kemari!” sahut Kyuhyun.

“Kyuhyun-a, dia tidak ingin macam-macam…” ujar Taeyeon menenangkan.

“Aku bilang kesini sekarang atau aku yang akan menarikmu kesini!” Oh… sialan! Dia benar-benar marah. Mau tidak mau Taeyeon langsung beranjak kearah calon suaminya itu.

“Berikan senjatamu, Yoona-ya” ujar Kyuhyun, pria itu maju selangkah dan membuat Taeyeon berdiri di belakangnya, wanita bersurai madu itu hanya bisa mengintip apa yang terjadi melalui bahu tegap calon suaminya.

“M-master… aku…” Yoona terlihat gugup.

“Dengar, aku tidak akan menyakitimu. Bagaimana kau bisa kemari? Dimana Sungjong dan Junho?” tanya Kyuhyun, ia mendekat dengan hati-hati tapi wajah Yoona jelas menyiratkan ketakutan dan terintimidasi.

“Aku melarikan diri dari mereka, aku ingin bertemu dengan Taeyeon eonni” lirih Yoona, Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.

“Yoona, Aku tahu semua masalah yang terjadi padamu. Aku akan membiayai kuliah seni-mu di The Juilliard USA kalau kau mau mendengarkan kata-kataku”

Taeyeon terkejut medengarkan penuturan calon suaminya itu.

“Besok, datanglah ke tempat terapi Donghae bersama Junho. Dia akan membantumu keluar dari bebanmu saat ini. Dia akan menyembuhkanmu” ujar Kyuhyun, “Biarkan dia merawatmu, kau akan baik-baik saja. Jangan fikirkan biayanya aku yang menanggung semuanya, setelah itu kalau kau ingin bercerai dengan suamimu, aku akan membantumu dan kau bisa pindah ke New York. Aku memiliki sebuah apartement yang bisa kau tinggali disana”

Yoona terisak dengan pipinya yang sudah basah karena air mata, “Aku hanya ingin bersama Master”

Taeyeon memandang iba perempuan itu.

“Aku tidak bisa, kalau kau bersamaku kau akan lebih terluka dari ini. Kau lihat wanita yang berdiri di belakangku? Aku mencintainya, aku sudah memiliki seorang anak dengannya. Kami akan menikah dan aku akhirnya menemukan kebahagiaanku. Kau juga bisa seperti itu. Kau bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri, tapi bukan denganku, kau paham? Akan ada orang diluar sana yang akan mencintaimu apa adanya” ujar Kyuhyun memberi pengertian.

“Master…”

Kyuhyun menghela napasnya, pria itu dengan hati-hati mengambil senjata yang entah sejak kapan sudah berpindah dari meja ke tangan Yoona. Beruntung wanita itu tak berontak.

“Aku berjanji akan menepati kata-kataku tapi tolong, jangan ganggu putriku dan tunanganku. Yoona, aku bersumpah aku menyesal sudah merusak hidupmu sampai seperti ini. Aku menyayangimu seperti adikku sendiri, aku hanya ingin kau memulai hidupmu dari awal.
Kau berbakat sebagai seorang pemain broadway, kita sama-sama tahu kau punya bakat itu. Aku akan bantu kau mewujudkannya, tapi tolong datanglah ke tempat Donghae dan ikuti semua terapi yang dia berikan. Setelah kau sembuh, kita atur keberangkatanmu ke New York dan sekolahmu di The Juilliard. Hn? Kau mau kan?”

Yoona memandang Kyuhyun sebentar lalu akhirnya mengangguk.

“Bagus” Kyuhyun bisa bernapas lega.

“Tuan Cho…”

Taeyeon menoleh, Junho dan beberapa pengawal lainnya datang dari pintu utama, Kyuhyun mengangkat tangannya ketika para pengawalnya sudah mendekati Yoona dan akan menyeretnya.

“Tidak apa-apa, dia hanya ingin bicara denganku dan Taeyeon. Junho kau bisa membawa dia menemui Donghae besok, lalu kau atur pendaftarannya di The Juilliard untuk tahun depan, siapkan apartement-ku di New York untuk dia tinggali. Masalah biaya kau bisa katakan langsung padaku” titah Kyuhyun, Junho membungkuk sopan.

“Baik, tuan. Yoona-ssi, mari ikut kami”

Wanita malang itu memandang Kyuhyun, Kyuhyun membalasnya dengan anggukkan baru setelah itu ia ikut dengan Junho.

“Terimakasih, Master. Taeyeon eonni, cobalah untuk megingatku”

Taeyeon tersentak mendengar pernyataan Yoona. Apa maksudnya itu? Yoona dan beberapa pengawal Kyuhyun pun pergi meninggalkan penthouse, Kyuhyun menghampiri tunangannya yang masih diam terpaku.

“Kau mengenalnya?” tanya Kyuhyun seraya melingkarkan sebelah lengan di pinggang Taeyeon.

Taeyeon menoleh dan menggeleng, aroma maskulin pria itu kembali menyeruak ke indra penciumannya, Kyuhyun baru selesai mandi rupanya.

“Tidak. Aku hanya tahu dia mantan submissive-mu dan dia pernah menyelinap kedalam kamar kita dan bertemu denganku di toilet bar” jawab Taeyeon, Kyuhyun mengangguk paham.

“Apa kau takut dengannya, sayang?”

Taeyeon melingkarkan tangannya di leher pria itu dan sedikit menunduk untuk berfikir, “Mungkin iya. Tapi setelah mengamatinya dan mendengarnya bicara aku merasa ada sesuatu dari dirinya yang ku kenal. Aku tak mengerti dengan perasaanku, Kyu”

Kyuhyun menyeruak ke perpotongan leher Taeyeon, ia merengkuh wanitanya dengan erat, “Sepertinya kau butuh mandi, sayang. Segarkan tubuhmu, lalu semua perasaan membingungkan itu akan hilang. Kau hanya shock mendapati Yoona langsung berhadapan denganmu”

“Umm..” Taeyeon mengangguk.

“Sshh…Kyu” tiba-tiba Taeyeon merintih merasakan pergerakan bibir Kyuhyun dilehernya. Pria itu dengan seenaknya menjilat dan menghisap bagian sensitifnya.

“Mmhh” Kyuhyun melepas leher Taeyeon, ia menatap beberapa bercak merah yang ia buat.

“Kau ini…” gerutu Taeyeon, Kyuhyun hanya terkekeh.

“Aku akan ke ruanganku sebentar, menyimpan ini” ujar Kyuhyun sambil mengangkat senjata api di tangannya.

Taeyeon tak mencegah. Kyuhyun pergi keruang kerjanya dan Taeyeon menghela napas. Tubuhnya lelah, terlalu banyak yang terjadi hari ini, ia sebaiknya mandi dan cepat-cepat tidur. Tanpa fikir panjang wanita cantik itu melangkah kekamarnya.

Suara gemercik air dari kamar mandi menyapa indra pendengaran Kyuhyun begitu ia masuk kedalam kamar. Ia tahu pasti Taeyeon sedang membersihkan tubuhnya disana. Kyuhyun membuka pintu kaca penghubung kamar dengan balkon, ditangannya sudah terdapat sebuah ponsel, pria tampan itu menekan beberapa tombol kemudian menempelkan ponselnya ke telinga.

“Kyuhyun…” suara baritone seseorang terdengar diseberang sana, Kyuhyun menghela napasnya sebelum menjawab.

“Abeoji, apa kabar?”

Pria paruh baya yang menjawab teleponnya itu terkekeh pelan, “Aku baik-baik saja, Kyu. Kapan kau akan kerumahku? Putriku baru kembali dari Paris, seharusnya dia menemuiku dan keluarganya dulu sebelum kau bawa kerumahmu”

Kyuhyun hanya tersenyum simpul, “Aku berencana kerumahmu besok, abeoji”

“Ah…aku mengerti, malam-malam begini kau meneleponku, ada apa?” tanyanya.

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan gusar, pandangannya berkeliaran kemana-mana. Jonghun memang bukan ayah kandung Taeyeon, tapi pria itu lah yang mengadopsi Taeyeon sejak wanita itu berusia enam tahun dan dia adalah calon mertuanya, tapi kenapa rasanya sulit sekali untuk bicara.

“Abeoji, apakah kau bisa mempercayakan putrimu padaku?” akhirnya kalimat itu meluncur dari mulut Kyuhyun, keheningan menyelimuti mereka untuk sementara.

“Kyuhyun-a, kau yakin ini tidak terlalu cepat? Aku tahu semua masalah yang terjadi diantara kalian. Aku menyayangkan saat pertunangan kalian harus kandas lima tahun yang lalu dan putriku melahirkan anak kalian tanpa dampinganmu, tapi aku tahu kau selalu peduli padanya dengan memata-matai dia secara diam-diam. Tapi, apakah ini tidak terlalu cepat?”

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke salah satu pilar penyangga balkon.

“Abeoji… aku tidak pernah jatuh cinta pada seorang wanita seperti aku jatuh cinta kepada putrimu. Aku sudah melamarnya kemarin, bisakah aku mendapatkan persetujuanmu sekarang? Kau tahu kami saling mencintai kan?” Kyuhyun bisa mendengar Jonghun menghela napasnya.

“Saat istriku difonis tidak bisa melahirkan seorang anak, aku benar-benar hancur Kyuhyun, kau harus tahu itu. Lalu kami bertemu dengan kakak beradik Ok yang saat itu terlantar di jalanan dan kelaparan, aku dan Soojung tidak bisa melihat mereka tersiksa, kemudian kami memutuskan untuk merawat mereka dan mengangkatnya sebagai anak.
Setelah empat tahun berlalu, tanpa sengaja aku bertemu dengan Taeyeon. Keadaannya mengenaskan, ia kabur dari panti asuhan tempatnya di rawat karena mengalami penganiayaan dan kelaparan selama beberapa hari. Sama seperti Ok bersaudara, aku mengangkatnya menjadi putriku, dia ceria dan sempurna, dia tumbuh menjadi wanita yang luar biasa” Jonghun berhenti sejenak. Kyuhyun yang mendengar masa lalu kelam wanita yang dicintainya itu merasakan sakit dibagian dadanya. Ia tak bisa membayangkan Taeyeon kecil dengan penampilan lusuhnya kelaparan di jalanan. Oh astaga…itu mengerikan.

“Aku sangat menyayanginya, Kyu. Aku yakin kau tahu itu. Dia pernah bilang kalau satu-satunya pria yang ia cintai adalah dirimu. Jadi sepertinya aku tidak punya banyak pilihan, datanglah besok dan bicaralah padaku dan kedua kakak laki-lakinya secara langsung. Kami akan menunggu kehadiran kalian” ujar Jonghun dengan senyum hangat layaknya seorang ayah.

Kyuhyun merasa sangat lega, “Terimakasih, abeoji. Aku tak akan mengecewakanmu lagi. Apa kau ingin bicara dengan putrimu?”

“Aku akan bicara dengannya besok. Hyomin sedang melahirkan anak keduanya hari ini, aku sedang menemani Heechul. Dia panik sekali, bayinya sungsang, jadi harus di operasi”

Kyuhyun terkekeh, “Baiklah, semoga semuanya berjalan lancar. Kami akan berkunjung kesana besok. Tolong samapaikan salamku kepada yang lainnya”

Setelah mengucapkan salam, Kyuhyun menutup teleponnya. Taeyeon sudah keluar dari kamar mandi saat ia kembali ke kamar, wanita itu sedang mengeringkan surai madunya, Kyuhyun mendekat lalu mencium puncak kepala wanita itu.

“Habis menelepon siapa, Kyuhyun-a?” tanya Taeyeon, Kyuhyun naik keatas ranjangnya dan memberikan isyarat pada Taeyeon untuk mendekat.

“Ayahmu”

Taeyeon tersentak, “Apa yang dikatakan appa? Apa yang kau katakan?”

Kyuhyun terkekeh geli, “Aku meminta izin untuk menikahimu, lalu aku bilang kita akan kesana. Hyomin noona sedang melahirkan anaknya yang kedua, jadi ayahmu tidak bisa bicara terlalu lama. Dia bilang sebaiknya besok kita kesana”

Taeyeon mengangguk mengerti.

“Aku sudah mendapatkan rumah yang cocok untuk kita. Akan butuh sedikit renovasi sebenarnya” ujar Kyuhyun lagi, Taeyeon menatapnya sambil tersenyum, “Kita akan melihatnya besok, sepulang dari rumah ayah? Hyunjoong dan Minho juga bersedia membantu untuk mendesign rumahnya”

“Baiklah, kita lakukan semuanya besok. Aku ingin tidur sekarang” ujar Taeyeon, wanita itu sudah berbaring disebelah Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun. Kyuhyun membelai rambut wanita yang dicintainya itu.

“Hn. Tidurlah. Selamat malam” jawabnya sebelum mengecup kening Taeyeon dan terlelap bersamanya.

 

To be continue

Advertisements

26 comments on “[FREELANCE] Over Protective (Chapter 7)

  1. Sebenerx ada hubungan ama yoona ama taeyeon ya…
    Itu yg bkin penasaran bgt…
    Akhirx kyuhyun mau berterus terang tentang masa lalu kelamx yg mengakibatkan terbunuhx seseorang.

  2. akhirnya masa lalu kyuhyun terbuka sedikit demi sedikit. yeayyy gasabar nunggu mereka nikah☺ ceritanya makis seru aja nih hahaha next chapter ditunggu 🙂

  3. Hhhhhhhhaaaaaaaaaa,ditunggu bgt ni cerita,hhmm.
    Seriusan hubungan kyuhyun taeyeon jgn diganggu2 lagi dong,hihi.
    Yoona kenal taeyeon?
    Nxt chp ditunggu^^

  4. Omg apdet
    Ko aku ngerasa kurang panjang:”
    Mungkin karna baca nya keasikan jdi ga kerasa
    Ceritanya makin bikin penasaran
    nextt lah mantap
    Fighting

  5. yoona ga jahat,. cuma ada obsesi mendalam sama kyu,. kayanya emg ada hubungan apa” antar yoona sama taeyeon nih? teman masa lalu atau masa kecil? ditunggu sekalu deh kelanjutan chapternya makin penasa bgt sama cerita ini.. semangat

  6. wah seru” penasaran sih sebenernya yoona ini siapa nya taeyeon dan hubungan mereka berdua.. kyu juga semoga cepet sembuh deh, rada takut liat dia kalo kaya gitu :’) semoga dilanjutt

  7. Daebakkk merinding baca ff nya thor tapi kepo berkelanjutan 😀 😀 …
    Kepo sama yoona , ada hubungan apakah gerangan dengan taeyeon ?????
    Semangat lanjut chapternya thor …

  8. Akhirnya d post jga ni ff,,keren bgt..
    Sbenerya ada hbungan tayak pa yoona eonni sma tae eonni?
    Next penasaran bgt

  9. keren thor lanjut part 8 dan seterusnya jadi penasaran hubungannya sama yoona itu apa terus victoria itu siapa?? semangat

  10. Legah juga akhirnya kyuhyun bisa cerita langsung ke taeyoen tentang semua masa lalunya, setidaknya kejujuran diperlukan dalam hubungan mereka dan untungnya lagi taeyeon adalah perempuan yg bener2 baik yg mau mengerti semua penderitaan kyuhyun 😀
    Btw yoona sebenarnya siapa sih? Apa mungkin ada hubungan keluarga dengan taeyeon?? Mungkin karna taeyeon udah dari kecil pisah makanya gak ingat..
    Oh ya, pastinya selalu dinantikan next chapternya..fighting buat authornya!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s