[FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 4)

kiss-the-snow

[Freelance] Kiss The Snow Chapter 3

Author: D.I

Rating: PG-15

Lenght: Chaptered Story

Genre: Romance

Main Cast:
Kim Taeyeon

Byun Baekhyun

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a Plagiator.

Ch 1 | Ch 2

Ch 3

” Baekhyun samchon! Baekhyun samchon!!” teriak seorang gadis kecil dari arah ruang tengah saat tidak sengaja membuka pesan chat ketika bermain permainan di handphone Baekhyun. Ia memencet tombol home, meletakkan handphone Baekhyun di atas sofa.

Sementara Baekhyun menoleh ke arah pintu kamar neneknya samar-samar mendengar keponakannya memanggil namanya. ” YooRa tidak pernah berubah, keponakan mu yang satu itu sangat menyukaimu” Baekhyun mengalihkan pandangannya kembali pada seorang wanita paruh baya dan tersenyum pada neneknya tersebut yang sedang berbaring di tempat tidur sedangkan dirinya duduk di kursi memegang tangan neneknya.

” Tidak apa, tidak usah di paksakan. Keluarlah, YooRa mencarimu” ucapnya sekali lagi. Baekhyun tersenyum menghembuskan nafasnya. Baekhyun melepas genggamannya pada tangan neneknya.

” Halmoni istirahatlah” Ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh neneknya itu sebelum berjalan pelan meninggalkan kamar.

—-

” YooRa? ”

Baekhyun kembali memanggil keponakannya yang berumur 2 tahun itu dengan suara tertahan agar tidak mengganggu neneknya yang sedang beristirahat. Ia berjalan hingga ruang tengah dan hanya menemukan handphonenya tergeletak di atas sofa. Seingatnya tadi YooRa meminjam handphone untuk bermain permainan di gadgetnya. Baekhyun mengerutkan keningnya mengedarkan pandangannya mencari YooRa.

” Ada apa Baekhyun? ” Baekhyun membalikkan badan setelah mengambil handphone di sofa.

” YooRa, sepertinya aku mendengar dia memanggil namaku tadi noona”

” YooRa sedang bermain dengan kakakmu di halaman belakang Baek ”

” Oh ya? ” Baekhyun memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya tanpa mengecek handphonenya.

” Suruh dia masuk ini sudah waktunya mandi Baekhyun!” Teriak kakak iparnya melihat Baekhyun berlari ke halaman belakang.

Dan ketika melihat keponakannya sedang bermain dengan anjing peliharaan neneknya, ia berjalan mengendap-endap dari arah belakang YooRa. Saat BaekBeom melihatnya, Baekhyun menempelkan jari telunjuknya di depan mulut Baekhyun. Setelah YooRa sudah cukup berada di jangkauannya. Baekhyun mengangkat tubuh YooRa dan melemparnya ke atas udara dan menangkapnya.

” WAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!” Jerit Yoora yang berada sudah berada di gendongannya.

” ssstttttt ” Baekhyun tertawa melihat muka yoora.

” Jika ia menangis itu salahmu” BaekBeom menjitak kepala Baekhyun.

” haha ponakanku tidak akan menangis kan? ” YooRa hanya memonyongkan bibirnya melipat kedua tangan kecilnya. Baekhyun yang tidak tahan dengan tingkah YooRa, ia mencium pipi YooRa dan membisikkan sesuatu padanya.

” Samchon punya yoghurt dan strawberry di kulkas, setelah yoora mandi. Semuanya milik YooRa”

” Jinjja?! ” YooRa memegang kedua pipinya menatap Baekhyun, membulatkan mata dan mulutnya.

” Jinjja! ” Baekhyun menirukan suara dan mimik bicara YooRa sebelum ahirnya tertawa dan menurunkan Yoora yang sekarang berlari mencari ibunya.

” Jangan Lari!” Teriak BaekBeom.

” Kyopta ” gumam Baekhyun.

—-

” Apakah ibu sudah memberi tahumu?” BaekBeom memulai pembicaraan setelah beberapa menit mereka terdiam menikmati pemandangan Busan.

” Memberi tahu apa?”

” Suzy ” Baekhyun menolehkan kepalanya pada Baekbeom.

” Belum… Sepertinya..” Baekhyun membungkukkan badannya bermain dengan anjing neneknya.

” Ada apa dengannya?” Lanjut Baekhyun.

” Beberapa kali ia datang ke rumah, sepertinya ia sekarang semakin dekat dengan ibu”

” Benarkah?” Baekhyun terdengar tidak tertarik.

” Kau… masih belum—”

” Belum Hyung ” Sela Baekhyun menggelengkan kepala.

” Hah… Ya sudah, tidak usah di paksakan” BaekBeom menepuk punggung Baekhyun dan meninggalkannya di halaman belakang sendiri.

Baekhyun menutup matanya menghembuskan nafas perlahan, rasa bersalah mulai merasuki tubuhnya.

**

” Goodnight samchon” YooRa mengusap kedua matanya. Baekhyun mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi YooRa menghentikan tanggan YooRa mengusap matanya terlalu lama. Baekhyun tersenyum, menunjuk pipi kanannya dengan jari tangannya sendiri di depan YooRa.

Dengan mata sayu , YooRa mendekat pada Baekhyun mencium pipi kanannya. Baekhyun menggendong YooRa dan menyerahkan YooRa pada kakak iparnya.

” Goodnight, sweet dream YooRa” ia mencium kepala YooRa. Baekhyun menoleh merasakan tangan lembut mengusap bahunya.

” Sekarang giliran kau yang istirahat. Seharian kau sudah bermain dengan YooRa , besok kau harus berangkat ke Jeju lagi” ucap Ibu Baekhyun.

” Besok kau sudah berangkat ke Jeju?” Tanya kakaknya yang sedang duduk di ruang keluarga. Di jawab anggukan singkat oleh Baekhyun.

” Berapa lama kau di sana?”

” Mungkin 2 bulan lagi hyung”

” Ya sudah, cepatlah istirahat” Ibunya menepuk-nepuk punggung Baekhyun. Tidak mengalihkan pandangannya dari Baekhyun hingga ia menghilang di balik pintu. Ibu Baekhyun mendudukkan dirinya di sebelah BaekBeom mendesah memikirkan Baekhyun yang besok harus meninggalkannya lagi.

” Sudahlah eomma, dia tidak akan mendengarkan siapapun. Sifat keras kepalanya tidak hilang” Baekbeom terkekeh.

” Tapi –”

” Saat ini apapun yang kita katakan tidak akan didengar, satu-satunya yang ia percaya saat ini hanyalah dirinya sendiri”

**

Baekhyun mendudukkan dirinya pada kasur, melepaskan jam tangan meletakkannya di atas meja. Ia merebahkan badannya di atas kasur, mencari posisi yang paling nyaman untuknya beristirahat.

Meraba salah satu kantung celananya mencari ponselnya yang hampir seharian ini ia hiraukan. Baekhyun menggerakkan jarinya menyentuh layar , membaca beberapa pesan masuk yang belum terbaca. Hanya ada beberapa pesan dari orang yang ikut andil dalam projectnya menanyakan beberapa detail kecil. Baekhyun kembali men-scroll pesan chat tak terbacanya, ibu jarinya berhenti di nama ‘Suzy’.

Detik berikutnya, pelahan Baekhyun membuka pesan chat dari Suzy.

15/01/2016

Baekhyun, Bagaimana kabarmu hari ini?. 12;58

Aku……. Merindukanmu. 18;20

Baekhyun melirik jam di layar handphonenya. Sekarang sudah pukul 21;12. Baekhyun menggerakkan jarinya dengan lincah membalas pesan dari Suzy.

15/01/2016

21;14. Aku baik, bagaimana denganmu?

Belum sempat Baekhyun memencet tombol back , pesan Baekhyun sudah muncul lambang ‘read’ yang berarti Suzy sudah membaca pesannya. Beberapa detik kemudian pesan baru muncul darinya.

Tidak terlalu baik, flu ku semakin memburuk L 21;15

21;16. Sudah minum obat yang ku katakan kemarin?

Sudah, baru saja .21;16

21;19. Sekarang tidurlah

Aku masih ingin mengobrol denganmu baek….. 21;18

Membaca pesan terahir Suzy , ia bingung harus menjawab apa. Baekhyun sedikit menacak rambutnya. Dengan ragu ia membalas chatnya.

21;21. Kita bisa mengobrol lagi besok, sekarang kan kau sedang sakit

Hmmm… Baiklah. 21;23

21;23. J

Goodnight Baekhyun 😉 ❤ . 21;23

21;24. Goodnight

Baekhyun menghela nafas saat Suzy menyetujui sarannya. Baekhyun meringis membaca ulang percakapan mereka. Awkward. Itulah ang terlintas di pikirannya membaca chat-chat yang ia kirimkan pada Suzy. Baekhyun mengangkat kedua bahunya memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal itu.

Meletakkan ponselnya di nightstand, bunyi denting handphone menandakan pesan baru muncul memaksanya untuk kembali meraihnya menunda waktu tidurnya. Dengan malas Baekhyun men-swipe layar ponselnya melihat pesan baru dari….

” Taeyeon? ” senyum mengembang di bibirnya, dengan cepat Baekhyun membuka pesan Taeyeon.

15/01/2016

Kau marah padaku? Maafkan aku , aku hanya bercanda. Aku tidak akan menyuruhmu mencuci piring lagi. Ayolah masa begitu saja kau marah dan tidak mau membalas pesanku. 21;38

‘pesan? membaca pesan apa?’ pikir Baekhyun. Kembali menatap layar sentuhnya, Baekhyun membaca pesan dari Taeyeon sebelumnya. Ada pesan dari Taeyeon yang dia belum pernah baca. Seingatnya tadi tidak ada notif pesan baru dari Taeyeon.

Chat Taeyeon diterima pada pukul 11.30 pagi. Baekhyun memiringkan kepalanya, mengerutkan keningnya berfikir. Seingatnya ia baru membuka pesan di ponselnya malam ini…

“Ah… mungkin YooRa?” gumamnya teringat tadi pagi YooRa meminjam ponselnya.

‘Ding’

Pesan baru muncul membuyarkan pikirannya. Baekhyun terkekeh membaca pesan yang lagi-lagi datang dari Taeyeon.

Fine Byun Baekhyun, sepertinya kau mempunyai hobi baru membaca pesanku tanpa membalasnya seperti koran. Lihat saja nanti aku akan membuatmu membersihkan apartemenku! 21.50

Dasar menyebalkan. 21.50

Baekhyun baru sadar pasti Taeyeon membaca lambang ‘read’ saat pesan chatnya di buka oleh Baekhyun. Baekhyun tertawa membaca pesan Taeyeon, ada apa dengan gadis ini. Bagaimana bisa Taeyeon berfikiran Baekhyun marah padanya hanya karena mencuci piring pada malam itu.

Jarinya dengan mudah mengetikkan beberapa kalimat , sebelum Baekhyun memencet tombol send. Ia kembali menghapus semua kalimat tadi. Smirk tersungging di wajah Baekhyun, ia meletakkan kembali handphonenya di nightstand, memaksakan dirinya terlelap tidak sabar menunggu hari esok.

**

” Kau tau?! Pesanku hanya di read olehnya! Menyebalkan ” ini sudah kesekian kalinya Taeyeon mengatakan hal itu pada Tiffany sedari tadi pagi. Mereka berpandangan untuk beberapa saat, hingga Tiffany menghela nafas.

“Aku paham taenggu, kau tidak usah mengatakan hal itu berkali-kali”

” Ini salahmu, kenapa kau harus mengirim pesan itu”

Tiffany mengangkat kedua tangannya ke atas udara dan membuat mimik raut muka bersalah.

” Maafkan aku okay? Aku tidak tahu Baekhyun tipe pria yang sensitif ” ucap Tiffany menahan tawa.

” Biasanya dia tidak seperti itu….” Taeyeon memposisikan kepalanya di atas meja menatap ke luar kaca. Hari ini salju kembali turun, membuatnya teringat hari pertama ia bertemu Baekhyun.

” Apa aku melakukan kesalahan padanya?” Lanjutnya.

” Sudahlah tunggu dia pulang, tidak usah di pikirkan. Bukankah hari ini Luhan-mu itu datang?” dalam sekejap mata Taeyeon mengangkat kepalanya dengan mata penuh semangat.

” iya! Wooo Luhan hari ini akan menjemputku, aku akan bersenang-senang hari ini”

” Kapan dia akan kembali ke China?”

” Malam ini makanya nanti aku hanya bisa bertemu dengannya sebentar, ck sayang sekali dia datang ke Jeju untuk urusan kerjaan”

” Setidaknya ia masih menyempatkan waktu untuk bertemu denganmu” kata Tiffany mengamati pengunjung yang datang.

” Tentu saja ia harus menyempatkan waktu untukku ” mengangguk-anggukkan kepalanya berkali-kali, senyum merekah di bibir Taeyeon.

“Ingat kakimu masih belum sembuh total girl, kau mungkin ku perbolehkan memaksakan tidak menggunakan kruk di La Patite Rose. Tapi jangan sekali-sekali kau membandel di luar La Patite Rose”

” Kau terdengar seperti ibuku ” Tiffany memutar bola matanya.

“Kapan Luhan datang? ”

Ding Ding~

Bunyi lonceng pintu terdengar saat seorang pria dengan jas formalnya masuk di La Patite Rose. “Luhan!” Taeyeon segera mengambil kruknya perlahan mendekati pria itu.

” Panjang umur” Kata Tiffany saat pandangan matanya bertemu dengan Luhan.

” Hai Luhan” Lanjutnya.

” Hai, Hai juga Tiffany” balas Luhan.

” Siap? ” Ucap Luhan menatap Taeyeon dan sedikit mengacak rambutnya.

” Wow slow down, tidak mau bersantai-santai sejenak di sini?”

” Aku mau, tapi aku tidak punya banyak waktu fany. Aku sudah berjanji mentraktirnya ice cream” Luhan mengusap lehernya dan tersenyum kaku.

” Oh iya, Mr. Super sibuk. Baiklah pergilah”

” Ok, Aku berangkat dulu tipa-chan. Aku tidak akan lama” Luhan membuka pintu untuk Taeyeon dan berjalan duluan membukakan pintu mobilnya untuk Taeyeon.

Setelah Taeyeon terduduk dan meletakkan tongkat kruknya pada kursi penumpang di belakang, Luhan menghidupkan mesin mulai melajukan mobilnya.

” Bagaimana kabarmu?” Luhan memulai pembicaraan.

Ketika hendak memjawab , mata Taeyeon yang menatap spion menangkap bayangan punggung seseorang yang familiar baginya. Taeyeon membalikkan badan memandang belakang mobil luhan memastikan seseorang itu adalah benar-benar orang yang belakangan ini menghilang.

” Baekhyun?” gumamnya pelan.

” Apa? ” Tanya luhan.

Taeyeon menoleh mendengar suara Luhan. “A-ah bukan apa-apa…. Aku baik-baik saja. Lihatlah , kakiku sudah lebih baik dari beberapa minggu yang lalu saat aku mengirimkan mu gambar kaki ku” kekehnya

” Ck kau dan sifat cerobohmu taeng”


Baekhyun menghentikan langkahnya , memasukkan kedua tangannya pada saku mantel melihat Taeyeon keluar dari La Patite Rose bersama seorang laki-laki. Baekhyun memicingkan matanya berharap matanya bisa menangkap wajah lelaki itu lebih jelas.

Benar, itu adalah laki-laki yang ada di foto yang Taeyeon pajang di apartemennya. Kekasihnya tentu saja, Baekhyun menggaruk kepalanya tersenyum pahit menertawakan dirinya sendiri seharian ini berfikir Taeyeon mencarinya karena merindukannya.

Mana mungkin Taeyeon merindukan pria lain jika saat ini ia bersama kekasihnya. Baekhyun menghela nafas menimbulkan efek kepulan asap di sekitarnya. Matanya menangkap kamera yang ia kalungkan di lehernya berjalan berlawanan arah dengan tempat tujuan sebelumnya.

‘Tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang tidak penting’ batinnya.

Tidak penting?

Baekhyun sendiri tidak yakin. Bahkan saat ini ia merasa langkahnya terasa berat.

**

” Benar Baekhyun tidak ke sini? Aku tidak mungkin salah lihat, itu pasti Baekhyun ”

” Unnie, aku tidak benar-benar melihat Baekhyun-ssi ” Wendy menjawab Taeyeon, menoleh pada irene seakan-akan bertanya – apa kau melihatnya? – . dan di jawab gelengan oleh irene.

Tiffany beranjak dari kursi kasir menuju Taeyeon. Tiffany memegang kepalanya sebelum mendorong Taeyeon perlahan –karena Taeyeon masih menggunakan tongkat bantu tentu saja – menjauh dari irene dan wendy yang sedang sibuk bersiap menutup toko.

” Kenapa kau tidak langsung pulang saja dan mengecek apakah Baekhyun sudah pulang atau belum” ujarnya secara tidak sengaja mengusir Taeyeon. Taeyeon berhenti setelah mendengar saran Tiffany.

“Oh! Kau benar!”

” Iya benar pulanglah ” Tiffany menangguk anggukkan kepalanya menyetujui Taeyeon untuk segera pergi.

” Tunggu dulu, La Patite Rose belum tutup tidak apa aku pulang duluan?”

” Aku lebih baik kau pulang dari pada mengoceh terus” Tiffany berkacak pinggang.

” Tumben sekali setelah bertemu Luhan kau tidak bercerita apapun tentang Luhan dan sibuk dengan Byun Baekhyun” Lanjutnya.

Taeyeon menggusap keningnya memikirkan jawaban yang tepat menjawab ucapan Tiffany. Tetapi ia juga tidak sadar , apakah ia terlalu heboh tentang Baekhyun?

‘ Tidak, aku kan hanya ingin meminta penjelasan darinya’ ucapnya dalam hati.

” Ah…. Itu…. ”

” Sudah pulang sana” Tiffany membuka pintu La Patite Rose di sambut dengan udara dingin malam.

” Kau mengusirku?”

” Iya sana pergi, hati-hati ” Tiffany langsung menutup pintu saat Taeyeon mulai menggerakkan kruk membantunya menjauh meninggalkan toko.

” Astaga unnie haha” Wendy tertawa melihat Taeyeon dari balik kaca.

” Aku sudah tidak tahan dengan ocehannya” Tiffany memijat pelipisnya kembali ke tempatnya sedangkan Irene dan wendy melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

” Aku sudah setahun berkerja di sini, baru sekali ini melihat Taeyeon unnie seperti itu” Ujar Irene santai menghitung sisa pastry.

” Belakangan ini ia sangat hiperaktif, mungkin saat jatuh otaknya terbentur terlalu keras” Tiffany mendengar kedua karyawannya tertawa mendengar perkataannya.

**

Tiffany sekali lagi mengecek keadaan tokonya , setelah semuanya sudah ia pastikan. ia keluar dan mengunci pintu La Patite Rose. Sebenarnya ini adalah tugas Taeyeon , tetapi semenjak kejadian kaki Taeyeon, mau tidak mau ia harus turun tangan.

Tiffany melirik jam tangannya, sekarang pukul 22.00 KST. Menunggu kekasihnya ,Chanyeol menjemputnya. Tiffany membetulkan syal yang terpasang manis di leher jakung Tiffany. Kapan musim semi datang, setidaknya suhu udara tidak akan sedingin ini.

” Tau gini aku menunggu di dalam ” Omelnya menoleh ke kiri dan kanan menunggu mobil BMW milik Chanyeol.

” Tiffany? ” Tiffany membalikkan badan ke arah samping mendengar seseorang memanggil namanya. Mata Tiffany melebar saat mengetahui orang yang memanggilnya Baekhyun.

” Baekhyun?”

” Hai ” ucapnya setelah ia berada di samping Tiffany.

” Ternyata benar kau sudah kembali” gumam Tiffany.

“Apa?”

” Tidak apa-apa” Tiffany menggelengkan kepalanya.

” Sedang apa kau berdiri di tengah udara dingin seperti ini?”

” Menunggu Chanyeol” Baekhyun mengangguk mengerti.

” Woahhh ini bukan hari valentine kan? ” Tiffany terkekeh karena tiba-tiba Baekhyun berbicara tentang valentine.

” Maksudmu? ”

” Tadi aku melihat Taeyeon berkencan dengan pacarnya, dan sekarang kau juga akan berkencan? Sepertinya hari ini hanya aku satu-satunya yang tidak berkencan” Baekhyun memegang dadanya menunjukkan ekspresi terluka.

” Kata siapa aku berkencan? Mobilku rusak, makanya aku memintanya menjemputku hari ini” Tiffany terkekeh sekali lagi melihat ekspresi Baekhyun.

” Haha bercanda ”

” Aku tahu ”

” Tunggu dulu, kau bilang Taeyeon berkencan dengan pacarnya? Sejak kapan Taeyeon punya kekasih? ”

” Bukankah Luhan-luhan yang ada di foto di apartemen Taeyeon kekasihnya?” Baekhyun menaikkan kedua alisnya menatap Tiffany. Tawa Tiffany pecah mendengar Baekhyun mengira Luhan kekasih Taeyeon.

” Luhan sepupu Taeyeon dari china, mereka memang dekat. Tapi tidak aneh kan kalau dekat dengan sepupu sendiri? ” ia memegang mulutnya berusaha menahan tawanya.

” Ku Pikir….” Baekhyun ikut tertawa melihat Tiffany.

” Kau tidak berfikir, memangnya Taeyeon mengatakan Luhan pacarnya dengan mulutnya sendiri?” Baekhyun menggeleng sebagai jawaban pertanyaan Tiffany.

‘Damn’

” Tidak apa-apa, kau bukan orang pertama yang tertipu, pasti kau melihat foto yang ada di apartement Taeyeon. Aku juga sempat berfikir seperti itu dulu sebelum Taeyeon mengatakan Luhan adalah sepupunya” Tiffany menepuk-nepuk bahu Baekhyun. Entah mengapa Baekhyun merasa terlihat seperti orang bodoh sekarang di hadapan Tiffany yang menunjukkan senyuman yang…… mengejek? Senyum yang sulit di artikan. Sial.

” Ngomong-ngomong belakangan ini kau ke mana? kau seminggu ini tidak mampir ke La Patite Rose” memiriringkan kepalanya ke arah toko di sebelahnya.

” Ada urusan mendadak di Busan jadi aku harus ke sana” Tiffany menganggukkan kepalanya mengerti.

” Ah itu mobil Chanyeol” ucapnya sambil menatap ke arah belakang Baekhyun. Baekhyun membalikkan badan dan melihat sebuah mobil BMW hitam melaju ke arah mereka.

” Aku duluan Baekhyun, selamat beristirahat kau pasti lelah”

” Ah sebelum kau beristirahat berdoalah Taeyeon sudah tidur, atau kau akan kena omelannya semalaman suntuk” Tiffany menatap simpati pada Baekhyun.

” Haha kenapa? ”

” Selama seminggu ini Taeyeon bertingkah seperti ahjumma yang sedang PMS, apalagi setelah kau tidak membalas chat nya”

Baekhyun mengangkat kedua alisnya tersenyum, Benarkah? Aku tidak sabar mendengar ocehannya .

” Sudahlah, aku duluan Baekhyun” Tiffany masuk ke dalam mobil Chanyeol. Baekhyun membungkuk menyapa Chanyeol dengan hormat dari kaca jendela mobil. Setelah Chanyeol dan Tiffany meninggalkannya sendiri, Baekhyun melangkahkan kakinya menuju Stanza. Matanya menatap gedung itu , lebih tepatnya pada lantai 3 gedung itu dari bawah.

Aneh sekali, beberapa jam yang lalu Baekhyun merasa enggan menginjakkan kakinya di Stanza, tapi sekarang ia ingin cepat berada di sana.

TBC

a/n : hai! Masih inget sama cerita ini ngga?? Mungkin banyak pertanyaan yang terlintas wkt baca Judul ini

‘Katanya author chapter 4 mau di post cepet’

‘Kok updatenya lama banget?’

Pertanyaan pertama karena laptop author bermasalah jd ceritanya hilang semua :’) otomtis ga bs langsung post

Pertanyaan ke dua, pas ceritanya hilang posisinya aku lagi KKN lol ga mungkin aku KKN bikin ff kan ya :’D , abis KKN masuk kuliah lagi jengjeng jd baru sempet kepikiran sama ff ini pas skrng udh rada lega libur semesteran.

Alesan ke 2 , karena cerita ini tdnya udh aku draft banyak banget dan hilang rasanya ngumpulin niat buat nulis ulang itu susah sekali :’) sampe kmrn Taeyeon ada acara jualan cookies itu bikin teringat sama ni ff, makanya langsung heboh bikin posternya dolo baru lanjut ceritanya.

Mohon pengertiannya saudara-saudara (sungkemin satu-satu)

Next chapter InsyaAllah aku usahain cepet kalo feedbacknya juga banyak, mksdnya paling engga ada yg keliatan nungguin ff ini :’D beri semangatlah pada author pemalas ini mengngat-ingat dulu d draft nulis apa aja lol.

Advertisements

23 comments on “[FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 4)

  1. akhirnya, update juga chapter keempatnya. rasa dh lumutan thor, nungguinnya dan waktu baca diawal sempet mikir, nih ff chap 3 nya besambung gmn yah? dan akhirnya saya baca dulu chap 3nya..
    kok ga ada baekyeon moment nya sih?, padahal dah berharap banget bakalan ada moment sweet..
    dh deh gpp thor, untuk chap 5 nya update soon dan banyakin sweet moment dan kalo bisa dipanjangin lagi biar asik baca ny.. semangat yah thornim lanjutinnya, hwaiting!!

  2. Yg cepet yah thor gak sabar liat reaksi ty pas ketemu baek…..trs ff ini udah masuk list ff yg aku tunggu” 😂 jadi kumohon jngn kecewakan aku krn ff ini gak di post lagi atau lama di post😢😣😆😅..mkasih thor☺😊

  3. lama banget updatenya…sampai mau baca harus flasback dulu biar nyambung lg hehe ^^
    next thor ditunggu…makin seru !!

  4. masih diinget dan selalu dinantikan ko.. kangen bgt clbaca FF lagi setelah sekian lama ga ada yg uodate juga,. dan ini terbayar,. ditunggu next chaptnya ga sabar baekyeon momentnya tuh..

  5. yaampun dikira gabakal lanjut ini ff. untung pas kemarin buka atsit eh ada ff ini. nunggu banget lanjutan ff ini, penasaran gimana kelanjutan hub baekyeon. wah gaswat kek nya baekhyun mau fi jodohin sama suzy -__- next chapter ditunggu 😊

  6. akhirnya update Juga, ntah kenapa kalo baca ff ini bawaannya senyum2 sendiri, please update soon yaa, sukak bangett, fighting and keep writing

    banyakin moment baekyeonnya yahh ^^

  7. Jgn pehepape lagi thor,kekekeke.
    Aahh,mereka bikin gemes. Ciie baek kira luhan itu pacarnya taeng,eh trnyata sepupunya.
    Nxt chp ditunggu yaa chingu^^

  8. Iiih nggemesin baekyeon nya❤️❤️❤️, baekhyun mau di omelin malah seneng gasabar pengen cepet dgr omelannya taeng malahan ,, lanjut ya thooor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s