[FREELANCE] Protect You (Chapter 6)


Title : Protect You [Chapter 6]

Length : Chaptered

Author : Chrysalis

Cast : – Kim Taeyeon SNSD

    – Byun Baekhyun EXO

Supporting Cast: – Minatozaki Sana Twice

– Lee Mi Joo Lovelyz

– Kim Jong In EXO

Genre : – Romance

     – School Life

– Mystery

– Fantasy

Rating : Teenager

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi SM Entertainment !!

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5

Summary :

Permata itu memilihmu. Dia akan menjagamu. Biru yang indah, Sinar yang berkilau. Dengan kekuatan yang tulus, Kau bisa mengalahkannya. Percayalah, Dia pelindungmu. Abaikan bisikkannya, Ikutilah kata hatimu. Kau pasti bisa, Kim Taeyeon.

Happy Reading

Preview Chapter 5

“Apa ada orang di dalam?”

“YA! TENTU SAJA! TOLONG KELUARKAN AKU!”

Sebenarnya Mijoo tak bermaksud untuk berteriak namun rasa syukur mengalahkan semuanya. Detik selanjutnya dobrakan pun terdengar, Mijoo terkejut. Dobrakannya kuat sekali, Jadi wajar saja disaat hitungan ketiga pintu pun terbuka. Menampilkan sosok yang menyelamatkannya.

“D-do.. Kyungsoo?”

Chapter 6

“Akh! P-pelan – pelan..”

Entah sudah berapa kali Taeyeon menunda pekerjaannya hanya karna keluhan Jongin. Ia menghela nafas lantas mengerjapkan mata dengan imut pada pria di hadapannya ini. Berusaha meluluhkan dengan aegyo. Yang ditunjukkan hanya menggidik ngeri dan mulai salah tingkah. Wajar saja garis wajah Taeyeon langsung berubah.

“Kau pria yang kuat bukan? Harus’kah mengeluh?” Tanpa sadar Taeyeon menggerutu. Tangannya meletakkan sapu tangan yang ia genggam di wadah air dingin dengan kasar. Wajahnya berubah garang. Sejenak melupakan bahwa ia adalah gadis yang baik dan peduli.

“Kenapa berhenti?” Tanya Jongin lalu mengkerucutkan bibirnya lucu.

“Kalau kau terus mengeluh, Kapan akan selesai?” Seru Taeyeon lalu mendelik galak. Melihat hal itu bibir Jongin semakin mengkerucut, Ia mengambil sapu tangan dan mengobati lukanya sendiri. Mulutnya menggumam kesal, Namun tak membuat Taeyeon peduli padanya.

“Kau hanya memperlakukan Baekhyun dengan baik, Sedangkan aku tidak!” Katanya berhasil menarik perhatian Taeyeon.

Gadis itu refleks menoleh dan menampakkan wajah tak sukanya akibat ucapan Jongin. Tiba – tiba ia teringat kejadian di saat mereka sampai dirumah Taeyeon tadi, Baekhyun berubah jadi murung. Bahkan di saat Taeyeon mengobati lukanya Baekhyun hanya meringis kecil tanpa mengeluhkan apapun lagi, Jika ia bertanya Baekhyun akan menjawabnya dengan singkat. Jelas perubahan ini tak ayal membuat Taeyeon khawatir, Sebenarnya apa yang terjadi?

“M-maaf.. Aku tak bermaksud, Aku hanya bercanda.” Lamunan Taeyeon buyar ketika Jongin tersenyum garing padanya. Mau tak mau Taeyeon balas tersenyum, Walau tipis.

“Tak apa. Oh ya, Jika sudah selesai simpan saja di sana. Aku mengunjungi Baekhyun dulu di kamarnya.” Jongin mengangguk patuh.

Matanya menatap punggung Taeyeon yang kian mengecil hingga akhirnya menghilang dibalik pintu. Tanpa sadar ia langsung menghela nafas dan mengalihkan pandangnya kearah jendela. Ada perasaan khawatir menyerang hatinya mengingat Mijoo, Apa gadis itu baik – baik saja? Apa dia kesepian? Apa dia-

“Tunggu. Sepertinya aku mulai gila.”

Seberusaha apapun Jongin menyangkalnya, Jantungnya tetap berdetak tak karuan menimbulkan getaran menyenangkan yang baru pertama kali ia rasakan.

~*~*~

“Baekhyun?”

Setelah menunggu hampir 10 menit untuk menenangkan diri di depan kamar Baekhyun, Akhirnya Taeyeon memberanikan membuka pintu kamarnya dengan perlahan, Ia lupa tak sempat mengetuk, Namun walau begitu Baekhyun tak keberatan. Senyuman langsung merekah di wajah tampannya dan tanpa babibu lagi mengajak Taeyeon untuk duduk disampingnya.

“Apa kau baik – baik saja?” Tanya Baekhyun mulai mengusak – usak rambut Taeyeon dengan lembut. Gadis itu menoleh, Menampakkan wajah meronanya kemudian mengangguk.

“Kalau kau sendiri?” Senyuman Baekhyun mendadak luntur.

“Sebenarnya tidak..” Taeyeon tertegun dan terdiam, Hatinya sedikit gelisah melihat Baekhyun kembali murung. Tangannya terangkat menghentikan usakan Baekhyun pada rambutnya lalu memilih menggenggam jari sang Asfyr dengan erat berharap dapat membuatnya senang kembali. Dan ajaib. Tangan Taeyeon bercahaya.

“Woah.” Baekhyun melebarkan matanya lucu. Sedangkan Taeyeon hanya tersenyum lebar tanpa melepaskan genggamannya. Perhatian Baekhyun teralihkan pada senyuman Taeyeon, Tanpa sadar ia ikut tersenyum melihat mata Taeyeon berbinar – binar. Jantungnya berdegup entah kenapa, Tetapi Baekhyun menyukainya.

“Kau cantik.” Genggaman tangan Taeyeon meregang. Bahunya tersentak seperti terkejut, Di tambah nafasnya yang tampak tak beraturan. Baekhyun menyerngitkan dahinya bingung, Kemudian dengan lembut memaksa Taeyeon untuk mendongak. Namun kebingungan itu seketika sirna saat melihat wajah Taeyeon yang semakin merona. Lucu sekali.

“Kau menggemaskan sekali.” Baekhyun tak tau, Perbuatannya itu malah semakin membuat wajah Taeyeon memerah. Ia terkekeh lalu menyingkirkan tangannya dari dagu Taeyeon. Kepalanya menoleh, Menatap jendela.

“Terimakasih telah menghiburku. Hatiku tenang sekarang.”

“Memangnya apa yang membuatmu tak tenang?”

“Aku-”

“Taeyeon!!”

Serempak keduanya terdiam ketika mendengar pekikkan Sana dari lantai bawah. Mereka berdua berkontak mata cukup lama sampai suara Sana kembali terdengar memanggil namanya. Baru saja Taeyeon akan pergi tangan Baekhyun menahannya. Wajar saja Taeyeon kebingungan.

“Kita akan pergi bersama – sama.”

Namun setelahnya Taeyeon merasakan kehangatan luar biasa dalam dirinya.

~*~*~

Sesampainya di bawah Taeyeon tak dapat mengendalikan dirinya begitu melihat Mijoo duduk manis di sofa menunggunya. Emosinya tergejolak dan air mata tumpah dengan mudah saat Mijoo bangkit lalu menyambutnya dengan sebuah pelukan. Keduanya saling berpelukan erat dalam waktu hampir 20 detik. Begitu terlepas tangan Taeyeon langsung bergerak, Mengecek apakah ada keganjalan dalam tubuh sang sahabat.

“Aku baik – baik saja-Hey. Taeyeon tenanglah.” Mijoo menggenggam erat kedua tangan Taeyeon berniat menghentikannya. Keduanya berkontak mata dan Taeyeon kembali menangis sampai Baekhyun harus mengelus punggungnya agar ia kembali tenang.

“A-aku sangat khawatir. Aku takut kau di culik Cuzfer itu, Aku takut!” Serunya cukup keras namun semua orang disana memakluminya. Dan coba tebak, Jongin terpaku diam di tangga menatap Mijoo yang balas menatapnya sambil tersenyum dan melambai.

“Aku baik – baik saja. Kau tak perlu khawatir, Aku tak akan meninggalkanmu lagi.” Ucap Mijoo lantas kembali memeluk Taeyeon. Si gadis yang di peluk mengangguk lucu dan membiarkan Mijoo pergi menemui Jongin karna pria itu sudah menunggu. Baru saja Taeyeon akan menoleh pada Baekhyun matanya bertemu dengan sosok lain di sofa. Mendadak saja jantungnya mencelos, Garis wajahnya berubah.

“Do Kyungsoo?” Yang di panggil hanya tersenyum dan bangkit. Sana disampingnya ikut tersenyum dan mendekati Taeyeon. Membisikkannya sesuatu yang amat penting.

“Dia yang menemukan Mijoo di UKS dalam keadaan terkunci, Dan baiknya lagi ia mengantarkan Mijoo pulang dengan aman.” Diam – diam Baekhyun ikut mendengarnya.

“Benar’kah?” Anggukan mantap dari Sana melumpuhkan keraguannya.

Tanpa babibu lagi Taeyeon mendekati Kyungsoo dan membungkuk 90 derajat padanya sebagai tanda terimakasih. Kyungsoo yang mendapat perlakuan seperti itu tampak salah tingkah.

“Tidak perlu, A-anggap saja itu sebagai tanda pertemanan kita di sekolah.” Taeyeon mengangguk setuju.

“Aku benar – benar berterimakasih. Aku tak bisa membayangkan keadaan Mijoo jika kau tak menemukannya. Sekali lagi, Aku berterimakasih.” Ucap Taeyeon begitu tulus dari hatinya. Senyumannya merekah dengan indah dan usapan lembut pada lengan yang ia berikan membuat Kyungsoo tak ayal semakin salah tingkah. Tapi tiba – tiba saja ia melihat cahaya melesat ke punggung Kyungsoo dengan amat cepat. Refleks Taeyeon mendelik ke belakang, Membuat cengiran Baekhyun terlihat. Masih ditatap tajam, Akhirnya Baekhyun memilih mengalihkan pandangannya seolah tak tau apa – apa.

“Yasudah kalau begitu. Aku akan segera pulang.”

“Benar’kah? Sayang sekali.”

“Jika ada waktu aku akan mampir.”

“Baiklah.”

Taeyeon pun mengantarkan Kyungsoo sampai depan, Sedangkan Baekhyun masih diam di tempat menatap keduanya yang tengah berjalan. Saat itulah kerah seragam Kyungsoo sedikit tersibak dan matanya melihat sebuah tanda aneh di dekat tengkuknya. Baekhyun belum sempat menelusurinya lebih lanjut karna keduanya sudah melesat pergi keluar. Baekhyun semakin terdiam, Tampak berpikir keras.

Apa dia bangsa Cuzfer? Tapi dia tak memiliki aroma itu, Bahkan ia tak kesakitan saat aku melemparkan cahaya pada tubuhnya tadi.

~*~*~

“Kenapa kau menyerang Kyungsoo tadi?”

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namun Taeyeon tak niatan untuk tidur, Ia malah memilih berbincang dengan Baekhyun di teras rumah sambil menatap bintang yang begitu indah terpampang di langit malam. Keadaan rumahnya amat sunyi, Sepertinya semuanya sudah tertidur. Tentu saja kecuali dirinya dan Baekhyun.

“Aku hanya mengecek kok,”

“Tapi bagaimana jika Kyungsoo terluka tadi?”

“Hey, Itu senjata andalanku tau. Aku akan mengecek siapapun orang asing yang berdekatan dengan kita. Cuzfer akan kesakitan sedangkan manusia tak akan merasakan apapun.”

“Benar’kah?” Jika tadi mata Taeyeon menatapnya sebal, Sekarang berubah sumringah.

“Ya, Dan dia tak kesakitan. Itu artinya Kyungsoo aman berada di dekatmu.” Kata Baekhyun lembut. Tiba – tiba saja Taeyeon mendekat dan memeluknya cukup lama. Baekhyun terkejut sampai membuat dirinya blank selama beberapa saat. Pelukan Taeyeon amat hangat baginya.

“Ah, Maafkan aku karna sudah berprisangka buruk padamu. Terimakasih Baek.” Tanpa Taeyeon ketahui, Baekhyun mendesah kecewa saat ia melepaskan pelukannya. Tapi dengan cepat Baekhyun tersenyum lebar.

“Tak apa. Lagi pula kau juga perlu mengetahuinya.” Taeyeon balas tersenyum lalu mengangguk setuju. Membuat anak rambutnya berayun – ayun lembut, Lucu sekali. Baru saja tangan Baekhyun akan bergerak mengusak rambut Taeyeon suara khas pintu terbuka pun terdengar. Seketika keduanya menoleh, Sosok Jongin menyambut.

“Jongin? Kau baik – baik saja? Kenapa keluar? Apa masih sakit?” Bertubi – tubi pertanyaan keluar dari bibir Taeyeon. Namun hanya satu pertanyaan yang Jongin jawab.

“Aku baik – baik saja.” Kemudian Jongin pun duduk manis di samping Baekhyun. Kepalanya bertumpu manja pada pundak sang sahabat mengingat pundaknya yang jauh lebih pendek. Ia tersenyum, Mengabaikan tatapan aneh Baekhyun padanya. Taeyeon yang mendapat respon singkat mengangkat bahunya tak peduli, Ia kembali duduk lalu menatap kedua pria di sampingnya yang saling bermesraan.

“Wah, Jongin, Kau bisa romantis juga rupanya.” Goda Taeyeon yang langsung mendapat death glare milik Baekhyun. Bukannya takut ia malah tertawa.

“Aku hanya ingin bercerita.” Kata Jongin terdengar serius.

“Apa itu? Semoga kau bisa menceritakan kenapa kau bisa jatuh ke tangan Cuzfer.” Balas Baekhyun juga terdengar serius.

Taeyeon yang melihat kejadian itu langsung memilih diam. Dagunya perlahan bertumpu pada lutut. Berusaha mencari posisi terbaik untuk mendengarkan sebuah cerita. Jongin yang melihat perubahan Taeyeon kini tersenyum tipis. Baekhyun jelas bisa menebak topik apa yang akan ia bicarakan.

“Kau benar. Jadi dengarkan baik – baik.” Keduanya serempak mengangguk.

Dan cerita Jongin pun mengalir layaknya air.

Flashback in School at 01.23 PM.

Jongin terdiam menatap punggung Taeyeon yang tampak tegap. Konsentrasi gadis itu sudah sepenuhnya ditunjukkan pada materi pelajaran. Tak ada pemandangan berarti, Semua murid sangat fokus menatap sonsaengnim yang sedang menerangkan didepan kelas. Tanpa sadar Jongin menghela nafas, Ia bosan. Diliriknya Taeyeon sekali lagi lalu berniat pergi keluar kelas sebentar.

Sesampainya di luar kelas, Lorong pun tampak lengang dan sepi. Melupakan Taeyeon sejenak ia menelusuri lorong seorang diri sambil bersiul pelan. Matanya menatap jendela setiap kelas yang memperlihatkan para murid yang sibuk belajar. Jongin akui, Sekolah ini memang cukup rajin. Tak ada kelas kosong, Semua sonsaengnim mengajar dikelas. Daripada jalan tak jelas, Jongin memutuskan untuk kembali.

Namun baru saja ia akan kembali tiba – tiba sebuah cahaya diujung lorong menarik perhatiannya. Cahaya yang terang dan berkilau indah. Seakan ada tarikan kuat Jongin tak bisa mengelak bahwa ia mendekat. Semakin dekat jaraknya dengan cahaya itu membuat kepala Jongin pening entah kenapa, Seperti ada sesuatu yang berusaha memasuki tubuhnya. Ia berhenti sejenak lalu memutuskan untuk menjauh tetapi usahanya gagal karna tubuhnya tak bisa gerakkan.

Sial, Jongin terkunci. Baru saja Jongin akan menghubungi Baekhyun lewat telepatinya seseorang mendorong tubuhnya dengan keras dari belakang. Membuatnya tersungkur ke depan dan secara tak sengaja menyentuh cahaya tersebut. Seketika Jongin bisa rasakan tubuhnya mendidih. Mulutnya berteriak keras sampai akhirnya kegelapan menyelumuti semuanya.

Tapi Jongin masih ingat seseorang menyeringai sebelum detik – detik tak sadarkan dirinya.

Flashback Off

Setelah menyelesaikan ceritanya Jongin bisa rasakan hawa berbeda menguar dari tubuh Baekhyun. Bulu kuduk Jongin mendadak meremang, Ia tau Baekhyun marah padanya. Maka dari itu tubuhnya segera bangkit dan berpindah disamping Taeyeon. Melihat Jongin berpindah Baekhyun refleks memekik, Membuat Taeyeon disampingnya terkejut.

“Kau kenapa Baek?” Tanya Taeyeon bingung. Namun Baekhyun tak merespon, Pria itu malah menatap Jongin tajam.

“Pertama, Kau sudah melalaikan tugasmu untuk menjaga Taeyeon. Kedua, Kau seharusnya tak terjebak dengan segala tipu daya mereka. Kita sudah diajari tentang hal ini Jongin, Berpikirlah lebih dewasa!” Seruan Baekhyun yang begitu penuh emosi mampu membuat orang disekitarnya merasa gentar, Dan hal ini terjadi pada Taeyeon maupun Jongin.

“M-maafkan aku. Kali ini aku berjanji untuk tidak mengulangi perbuatanku.” Ucap Jongin merasa bersalah. Kepala tertunduk dan tangannya bergetar. Taeyeon tertegun, Ia pikir Jongin adalah seseorang yang berhati kuat. Ia jadi tak tega, Maka dari itu Taeyeon menoleh menatap Baekhyun membutuhkan jawaban. Sedangkan yang di tatap hanya balas menatap ‘Apa yang harus aku jawab?’. Melihat hal itu Taeyeon menggelengkan kepalanya halus lantas menghela nafas.

“Baekhyun-ah. Jongin sudah meminta maaf padamu dengan tulus, Apa kau mau memaafkannya?” Yang menjadi topik hanya mendongakkan kepalanya pelan dan tersenyum pada Taeyeon.

“Huh, Sebenarnya aku masih kesal tapi..” Baekhyun menghela nafas.

“Tapi?” Tuntut Taeyeon. Tajam.

“Baiklah – baiklah. Aku memaafkannya. Aku memaafkan kesalahan Jongin. Kau puas Taeyeon?” Baekhyun mengkerucutkan bibirnya kesal. Tatapannya begitu polos membuat Taeyeon gemas ingin memakan Baekhyun-Tunggu. Memakan? Apa Taeyeon tak salah? Segera Taeyeon kembali ke dunia nyatanya. Namun Baekhyun masih menatapnya polos, Ayolah Taeyeon focus.

“Tentu saja. Jongin jadi tak perlu bersedih karna merasa bersalah. Dan sepertinya ini lebih baik, Kalian kan bersahabat, Tak baik marahan seperti itu.” Kata Taeyeon layaknya seorang ibu yang sedang menasehati kedua anaknya. Lalu ia melanjutkan,

“Nah, Karna sekarang sudah malam. Sebaiknya kita ti-”

“AAAAAA!!”

Tiba – tiba saja teriakkan Sana terdengar dari dalam rumah. Ketiganya langsung bangkit dan refleks berlari masuk ke dalam untuk mencari keberadaan gadis itu. Garis wajah Taeyeon mendadak berubah, Jantungnya berdegup amat kencang, Rasa takut itu menyelumutinya dengan cepat. Taeyeon takut hal yang buruk terjadi pada Sana sahabatnya. Rupanya tak hanya ketiganya yang menyadari teriakkan Sana, Mijoo saja sampai terjaga karna terkejut.

“Sana!” Taeyeon mendobrak pintu kamar Sana. Berlari mendekati gadis itu yang kini tengah shock di sisi ranjang dengan tangisan pilu. Melihat Taeyeon datang Sana langsung menoleh dan memeluknya dengan erat. Sedangkan Jongin maupun Baekhyun bergerak cepat mencari sesuatu yang mungkin saja jejak yang ditinggalkan Cuzfer.

“A-aku takut..” Tangisan Sana begitu pilu, Pelukannya pada Taeyeon pun bukannya meregang malah semakin erat. Namun Taeyeon tak keberatan sama sekali, Tangannya tak henti mengelus lembut punggung sang sahabat dan bibirnya mungilnya mengucapkan kata – kata menenangkan.

“Apa kalian menemukan sesuatu?” Tanya Mijoo saat melihat Baekhyun yang tampak kesal.

“Tidak. Sepertinya Cuzfer itu menyerang lewat mimpi.” Jawab Baekhyun seadanya dengan putus asa. Entahlah, Ia merasa gagal melindungi salah satu sahabat Taeyeon. Perubahan wajah Baekhyun yang amat ketara membuat Mijoo tak tahan untuk mengelus pundaknya.

“Kau tak perlu khawatir, Kita pasti akan baik – baik saja. Aku-”

“KAU MUDAH SEKALI MENGATAKAN HAL ITU MIJOO! AKU BERMIMPI SESEORANG MEMBUNUH TAEYEON! DAN KAU BILANG KITA AKAN BAIK – BAIK SAJA!? JELAS – JELAS MEREKA MENGINCAR TAEYEON. KENAPA KAU-”

“Sana tenanglah, Aku mohon..” Taeyeon ikut menangis. Tangannya merengkuh Sana begitu erat namun juga gemetar. Ia tak dapat menahan ketakutan dan rasa khawatir yang menggebu – gebu dalam hatinya. Kim Taeyeon juga seorang manusia, Sekalipun ia memiliki kekuatan tak memungkinkan ia merasa tertekan dengan semua ini.

“Sana.. Maafkan aku sebelumnya. Tapi apa kau melihat seseorang yang membunuh T-taeyeon? Apa salah satu iris matanya berwarna merah terang?” Tanya Baekhyun merasa ragu, Ditambah tatapan Jongin yang seakan berkata ‘Itu tak mungkin!’.

“K-kau.. Dari mana kau tau?” Sontak saja Sana terkejut. Ia tak menyangka Baekhyun akan menebaknya dengan mudah. Dengan perlahan ia melepaskan pelukan Taeyeon dan mendekat kearah sang Asfyr yang nampak terdiam dengan wajah sulit ditebak.

“Aku mohon. Jaga Taeyeon dengan baik, Korbankan apapun untuknya. Kau pelindungnya Baekhyun..”

Hening. Tak ada yang bicara, Kecuali mata mereka yang membuktikan rasa takut nan khawatir yang amat sangat. Namun dibalik itu semua mereka tak tau bahwa Baekhyun sedang mencoba. Mencoba untuk memanggil seseorang lewat telepatinya. Dan tiba – tiba saja matanya melebar dengan cepat, Dan untungnya hanya Jongin yang menyadari perubahan itu.

“Cih, Aku tak menyangka kita masih bisa berkomunikasi. Kenapa Byun? Merindukanku? Hahahahaha.”

Orang itu, Membalas telepatinya.

~*~*~

Setelah insiden tadi, Baekhyun memutuskan untuk menempatkan Mijoo dan Sana di satu kamar sedangkan Jongin, Taeyeon dan dirinya berada dikamar Taeyeon. Merasa aneh? Tenang saja, Baekhyun tak akan mungkin tidur berdua diranjang bersama Taeyeon, Terlebih Jongin. Mereka tidur dibawah saja, Toh, Karpet milik Taeyeon cukup nyaman kok. Tetapi jika dilihat lebih detail Taeyeon nampak gugup. Sesekali kepalanya mendongak menatap pria di bawahnya berniat mengecek apakah mereka sudah terlelap atau belum.

“B-baekhyun..” Yang dipanggil mengubah posisinya menjadi duduk lantas mendongak menatap Taeyeon.

“Kau belum tidur? Besok sekolah loh,” Ujar Baekhyun setengah bercanda diakhiri kekehan. Tanpa sadar Taeyeon ikut terkekeh dan menatap tubuh Jongin yang terdiam.

“Apa Jongin sudah tertidur?” Taeyeon mencoba membuka dialog lebih luas.

“Kurasa..”

Tiba – tiba saja Baekhyun menguap, Matanya berkaca – kaca. Taeyeon tertegun, Mendadak jantungnya berdegup kencang. Apa dia mengganggu waktu tidur Baekhyun? Ya Tuhan, Sungguh Taeyeon tak bermaksud. Dirinya hanya tak bisa tidur dan mencoba berdialog dengan Baekhyun. Tak lebih.

“Kau mengantuk ya?” Mendengar nada yang kecewa refleks Baekhyun menggeleng. Senyuman terbentuk diwajahnya.

“Menguap bukan berarti mengantuk bukan?” Taeyeon mengangguk kikuk. Lalu ia menggigit bibir bawahnya keras. Entah apa yang dipikirkan gadis itu tetapi sepertinya Baekhyun tau. Tanpa aba – aba Baekhyun bangkit dan duduk disamping Taeyeon. Gadis itu membulatkan matanya karna terkejut, Terlebih ketika tangan pria itu merengkuh tubuhnya lembut seakan tau bahwa Taeyeon butuh kenyamanan.

“Lampiaskanlah, Aku tau kau takut tertidur karna Sana, Kau takut mimpi itu menjadi kenyataan, Kau takut sahabatmu terluka. Kau benar – benar ketakutan.”

Mendengar ucapan Baekhyun yang begitu yakin membuat Taeyeon memejamkan matanya erat dan membalas pelukan pria itu. Air mata mengalir begitu saja dari kelopak matanya. Yah, Semua yang dikatakan Baekhyun benar. Ia ketakutan, Sangat. Bahkan setelah Sana tenang pun Taeyeon bahkan tak bisa berhenti untuk berdoa. Hatinya gelisah, Sepertinya mendapat pirasat akan terjadi sesuatu yang buruk.

“Baekhyun, Berjanjilah padaku agar kau tak meninggalkanku.” Kata Taeyeon saat pelukannya terlepas.

“Hey, Bukan’kah kita sudah berjanji akan hal itu?” Baekhyun menahan tawa melihat ekspresi polos milik Taeyeon. Ia jadi tak tahan untuk mengelus rambutnya yang indah itu. Tetapi siapa sangka perbuatannya membuat Taeyeon mengantuk.

“Ayo putri Taeyeon, Saatnya tertidur.”

Taeyeon hanya tersenyum manis saat Baekhyun bangkit dan memposisikan tubuhnya dalam keadaan berbaring. Senyuman semakin melebar saat Baekhyun menarik selimut untuk dirinya tertidur nanti. Dan yang terakhir ini membuat Taeyeon semakin tak tahan untuk mengatakan bahwa ia menyukai pria itu; Kecupan manis didahi.

“Selamat tidur-”

“Selamat tidur juga, Baekhyun.”

Beberapa saat kemudian.

“-Taeyeon-ku.” Lanjut Baekhyun dengan amat pelan.

Dan jika Baekhyun berpikir Taeyeon tak mendengarnya ia salah, Bahkan wajah gadis itu langsung merona walaupun matanya terpejam.

Bersambung~

A/N : Haii, Kalian semua para pembaca. Apa menurut kalian fanfic ini semakin seru atau membosankan? Aku masih ragu apakah aku bisa membawa kalian kedalam feels yang kuciptakan huhu maafkan aku. Dan sepertinya semakin banyak misteri saja yang belum terungkap hehe. Sebagai penyemangat, Aku butuh sekali saran dan kritik dari kalian dikolom komentar. Terimakasih, Dan sampai jumpa dichapter berikutnyaa ^^

Advertisements

25 comments on “[FREELANCE] Protect You (Chapter 6)

  1. Kira2 siapa yg dimaksud baekhyun dengan salah satu iris matax berwarna merah yah…
    Penasaran bgt jadix….
    Baekhyun ama taeyeon makin lengket aja ni…
    Seneng bgt…

  2. jadi siapa seseorang dengan iris mata berwarna merah? terus tadi baekhyun melakukan telepati sama siapa? baekhyun sweet banget. semoga semua baik baik aja dan gaada yg mati. next chapter ditunggu:)

    • Kasih spoiler aja sedikit, Baekhyun tuh lagi telepati sama seseorang dengan iris merah itu..
      Sayangnya aku gak janji bakal engga ada yang mati hehe, Terimakasih sudah mau baca dan komentar 😉

  3. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s