[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14)


Author : deeHAYEON

Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : School-life, Friendship, Romance

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Lee DongHae

Other Cast : Yunho, Seohyun, Hyukjae, Saehyun, Suzy, Luhan, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

Sorry for typo(s)…

Preview: Chapter 1,Chapter 2,Chapter 3,Chapter 4,Chapter 5,
Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8,Chapter 9, Chapter 10, Chapter 11, Chapter 12, Chapter 13

———-

Selama beberapa saat Kyuhyun terdiam, tangannya mengelus-elus bekas ciuman Taeyeon dan bibirnya membentuk seringaian.

“Kau juga sudah menolong sahabatku mendapatkan cintanya. Kalau begitu aku juga mau memberikan tanda terimakasih”

Taeyeon menoleh pada Kyuhyun dan dengan cepat ciuman itu mendarat di bibirnya yang sedikit terbuka. Taeyeon langsung membelalak.

Kyuhyun mengulum senyum setelah ciuman itu selesai, Taeyeon memandang Kyuhyun tajam sambil mendorong bahu namja itu sekuat tenaga, “Pergi saja kau”

———-

Chapter 14

Taeyeon dan Kyuhyun duduk berhadapan dengan Hyukjae dan Suzy di salah satu meja cafétaria sekolah. Mereka baru menyelesaikan makan siang dan sekarang Hyukjae sedang membantu Suzy mengerjakan tugas. Keduanya duduk bersebelahan tanpa jarak. Kyuhyun menghela napas keras dan menghempaskan punggungnya di sandaran kursi. Hyukjae dan Suzy yang menjadi sepasang kekasih dalam satu minggu ini langsung disebut-sebut sebagai pasangan terbaik Dark tahun ini, pasangan itu tampak sangat mesra, berlawanan 180 derajat dengan hubungan Taeyeon dan Kyuhyun yang bahkan duduk bersebelahan dengan jarak 30 senti. Keadaan ini membuat Kyuhyun dan Taeyeon tak nyaman, terlebih kenyataan bahwa Suzy dan Hyukjae adalah sahabat mereka membuat semua orang mau tak mau membandingkan hubungan percintaan mereka.

Hyukjae melirik Kyuhyun dari balik alisnya, sekilas dua sahabat itu berpandangan. Lalu Hyukjae tersenyum mengejek sebelum kembali membantu Suzy mengerjakan soal-soal Biologinya. Kyuhyun mendengus dan membuang muka. Sebenarnya Taeyeon juga ingin semesra itu dengan Kyuhyun, tapi ia tidak tahu harus memulainya bagaimana.

“Makanya kau kencan sepertiku” kata Suzy setelah waktu istirahat selesai dan mereka baru berpisah dengan pasangan masing-masing untuk menuju kelas.

“Bukankah sudah pernah” jawab Taeyeon mengacu pada saat ia dan Kyuhyun mencari kado Dark bersama-sama.

“Tidak pernah” tukas Suzy, “Kalaupun kalian jalan berdua selalu aku dan Hyukjae oppa yang merencanakan. Sekarang kau harus berinisiatif sendiri”

Taeyeon berpura-pura tidak mendengar dan duduk di bangkunya, Suzy mengikuti duduk disebelahnya. Dalam hati ia membenarkan perkataan sahabatnya itu, hubungannya dengan Kyuhyun selalu ada campur tangan dari Hyukjae maupun Suzy.

“Yaa…aku serius” kata Suzy lagi, “Kalian butuh waktu berdua untuk benar-benar saling mengenal. Ajak dia kencan. Aku yakin sebenarnya Kyuhyun sunbae juga mau berkencan denganmu”

“Tidak mau” balas Taeyeon pelan.

Suzy mendengus, “Lalu sampai kapan kalian mau seperti ini? Semua anak-anak di sekolah ini sampai bertanya-tanya apakah kalian benar-benar pacaran atau tidak karena sikap kalian yang terlihat jauh dari kata pacaran”

“Itu salahmu dan Hyukjae sunbae” jawab Taeyeon sambil memiringkan tubuh untuk menatap Suzy langsung, “Orang-orang berpendapat seperti itu karena mereka selalu membandingkan hubunganku dan Kyuhyun dengan hubunganmu dan Hyukjae”

Suzy menaikkan alisnya, kemudian tertawa, “Hahaha… kau ini lucu sekali. Aku dan Hyukjae oppa bersikap apa adanya, kalian yang aneh”

Taeyeon kembali memposisikan duduknya menghadap depan sambil mengerucutkan bibir, sebal. Memangnya orang pacaran harus mesra? Harus tanpa jarak? Bukankah setiap pasangan berbeda, dan mereka boleh memilih gaya berpacaran seperti apa. Tapi kenapa keadaan ini membuat Taeyeon gerah.

“Terserah kau saja, Tae” kata Suzy lagi, “Tapi kau harus mempertimbangkan kata-kataku tadi”

Taeyeon diam, tak berniat menjawab lagi.

***

Kyuhyun menyetir mobilnya menuju rumah Taeyeon untuk mengantar yeoja itu pulang. Ia melirik Taeyeon yang duduk disampingnya sedang melamun sambil menatap keluar jendela. Mereka memang jarang berbicara berdua di mobil, terlebih jika dibandingkan dengan pasangan-terbaik-Dark-tahun-ini, mereka cenderung berbicara jika ada hal-hal penting saja, tapi kali ini Kyuhyun merasa ada yang mengganggu pikiran kekasihnya itu.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun.

“…” Taeyeon tetap tak bergeming. Kyuhyun menyentuh bahu yeoja itu membuat Taeyeon langsung menoleh dengan kaget, “E-eoh… ada apa?”

“Kau ada masalah? Sejak tadi ku perhatikan kau hanya melamun dan tak berbicara sama sekali”

Taeyeon memegang tengkuknya dan tersenyum canggung, “Tidak apa-apa”

Kyuhyun tetap memfokuskan pandangannya ke jalan, tapi ia bisa merasakan kalau Taeyeon sedang berbohong padanya. Ia memutuskan untuk diam dan membiarkan Taeyeon dengan pikiran kacaunya, kalau pikiran yeoja itu sudah hampir meledak pasti dia akan bicara.

“Kyuhyun-a”

Lihat kan?

“Hn”

“Memannya kita belum pernah berkencan ya?”

Kyuhyun menoleh sepintas. Ia dapat melihat wajah Taeyeon memerah karena pertanyaan itu, tapi ia juga menangkap raut cemas diwajah itu. Saat itulah ia tahu Taeyeon juga sedang memikirkan masalah yang sama dengannya akhir-akhir ini.

“Secara kasar memang belum” jawab Kyuhyun, “Kita selalu jalan berdua karena bantuan orang lain”

“Hyukjae sunbae dan Suzy?” tambah Taeyeon.

“Jangan sebut nama mereka di hadapanku” ketus Kyuhyun. Bukan apa-apa, ia hanya kesal karena ia merasa kehilangan harga dirinya di depan Hyukjae. Hyukjae dengan mudahnya dinobatkan oleh anak-anak Dark sebagai pasangan terbaik tahun ini dalam waktu seminggu, sedangkan ia sama sekali tidak maju kemana-kemana. Dan Hyukjae selalu mengejeknya soal itu.

Taeyeon menghela napas pelan dan kembali tenggelam dalam lamunannya, “Kalau begitu..apakah kita harus…”

Kyuhyun menelan ludah. Ia tahu lanjutannya…Kencan.

“Kyuhyun-a, bagaimana kalau kita ken…”

“Apa kau lapar?” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan membuat Taeyeon kehilangan semangatnya dan mengernyit aneh.

“Aku sedang tidak membicarakan makanan”

“I-iya aku tahu, tapi…”

“Kau tidak mau?” tuduh Taeyeon.

“Tidak mau apa?”

“Kencan denganku!” yeoja itu meninggikan suaranya dan wajahnya tampak marah.

“B-bukan begitu…” Bukannya Kyuhyun tidak mau kencan dengan Taeyeon, tapi tidak seharusnya Taeyeon yang mengajaknya duluan. Ia benar-benar akan kehilangan harga dirinya.

Taeyeon menghela napas, “Kyu, dengar. Aku lelah terus dibandingkan dengan Suzy dan Hyukjae. Mereka terlalu sempurna untuk sebuah pasangan. Sementara kita…? Tadi aku bicara dengan Suzy dan dia bilang…”

“Taeyeon-a” sela Kyuhyun, “Bisakah kita menjalani hidup kita sendiri tanpa patokan dari Suzy dan Hyukjae?”

“Maksudmu?” Taeyeon mengernyit tak mengerti.

“Aku pikir sudah cukup hidup kita dicampuri oleh mereka”

“Iya aku tahu. Tapi tadi Suzy bilang…”

“Dan berhenti mengikuti semua yang dikatakan Suzy ataupun Hyukjae!” suara Kyuhyun meninggi, membuat Taeyeon kaget dan tak berani melanjutkan perkataannya lagi.

“Sudah kubilang, sudah saatnya kita menjalani hidup kita sendiri tanpa patokan dari mereka. Kita punya cara sendiri untuk menjalani hubungan ini” Kyuhyun benar-benar kehilangan harga dirinya, Taeyeon lebih mendengarkan perkataan temannya daripada kekasihnya sendiri.

Taeyeon menatap namja itu beberapa saat lalu mendengus sinis, “Cara yang mana? Kenyataannya semua orang terus membandingkan hubungan kita berempat. Aku lelah mendengarnya!”

“Tidak usah di dengar!”

“Oke, aku tidak akan mendengarnya!” Taeyeon mulai tersulut emosi, “Tapi bagaimana kalau aku yang menginginkan itu semua?! Aku tidak mau kau memperlakukanku dengan cara seperti ini! Aku mau kau memperlakukanku seperti Hyukjae memperlakukan Suzy! Cara dia berbicara pada Suzy berbeda dengan caranya berbicara pada orang lain! Ia selalu mengirimkan pesan-pesan romantis untuk Suzy! Ia punya panggilan kesayangan untuk Suzy! Ia melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan seorang kekasih kepada Suzy! Bagaimana kalau aku yang meminta itu semua?!!”

“Pacaran saja dengan Hyukjae!!”

DEG

Taeyeon menatap namja itu tak percaya, Benarkah Kyuhyun baru saja mengatakan hal itu?

“Turunkan aku” ucap Taeyeon tiba-tiba.

Kyuhyun menoleh pada yeoja itu sekilas tapi tak mengindahkan perkataannya sampai…

“Turunkan Aku!!” Taeyeon berteriak. Tak mau memambah masalah, Kyuhyun akhirnya menghentikan mobilnya di bahu jalan.

“Terimakasih sudah menyadarkanku, Cho Kyuhyun. Kau bahkan belum pernah memintaku untuk menjadi kekasihmu” setelah mengatakan itu Taeyeon langsung membanting pintu mobil dan berlari untuk menyetop taksi.

Kyuhyun hanya mematung memandang yeoja yang dicintainya pergi.

“Arrghhh!!”

***

Taeyeon melamun sambil telungkup diatas tempat tidur, dagunya bertumpu diatas bantal dan pandangannya kosong kearah sebuah kotak yang terbuka. Benda berbahan logam itu berkilau, jelas memperlihatkan mata berkaca-kaca sang pemilik. Dengan keadaan seperti ini, tentu menandakan Taeyeon tidak baik-baik saja. Berkali-kali isakannya lolos keluar dari mulutnya dan air mata terus mengalir menuruni pipi hingga bermuara dibantal. Ia sudah seperti gadis yang terpuruk. Tapi itu memang kenyataannya.

“Noona” panggil seseorang disertai dengan ketukan dibalik pintu kamar, “Eomma menyuruhmu makan malam. Kau belum memakan apapun sejak pulang sekolah tadi. Keluarlah, noona”

Luhan terus mengetuk-ngetuk pintu dan membujuk noona-nya agar mau keluar. Tadi sepulang sekolah Taeyeon memang langsung beranjak ke kamar dan tidak keluar lagi, jelas itu membuat Luhan dan kedua orangtuanya heran sekaligus khawatir. Taeyeon tidak pernah bersikap seperti ini, bahkan saat orang terdekatnya harus pergi, yeoja itu tetap tegar dan mau menerima kenyataan. Tapi sekarang…

“Yasudah kalau kau tak mau makan malam. Tapi jangan lupa mengepak barang-barangmu untuk liburan besok. Kau harus tahu, eomma dan appa mengkhawatirkanmu” kata Luhan lagi, lalu ia pergi dari depan kamar Taeyeon.

“Hiks….” lagi-lagi isakan itu terdengar. Jepitan logam berfigur penguin pemberian Kyuhyun seolah mengejeknya. Ia merasa bukan menjadi dirinya sendiri.

“Penguin bodoh. Kenapa dia memberikan jepitan ini. Untuk apa? Hiks…” Taeyeon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan menangis sepuasnya.

***

“Tae, kau kenapa?” tanya Nyonya Kim cemas melihat anaknya yang hampir menumpahkan air mendidih ke kakinya sendiri. Taeyeon menaruh termos yang selesai ia isi, lalu melap air yang sempat tertumpah. Hufh…Pikirannya benar-benar kacau.

“Tidak apa-apa, eomma. Aku hanya ceroboh” Taeyeon memaksakan senyumnya kemudian beralih menyusun makanan dan minuman kedalam tas besar.

Keluarganya akan pergi berlibur hari ini. Keluarga Kim memang memiliki tradisi berlibur keluar kota setiap satu bulan sekali. Mereka sudah mempersiapkan semua kebutuhannya sejak kemarin dan sekarang adalah persiapan terakhirnya. Dapat dilihat Taeyeon dan ibunya sedang sibuk mengepak bahan-bahan makanan kedalam tas, Tuan Kim mempersiapkan mobil sementara Luhan sibuk dengan alat mandinya di kamar mandi.

“Kau seperti banyak pikiran” kata Nyonya Kim lagi.

Taeyeon terdiam sejenak, ‘itu benar’ jawabnya dalam hati.

“Biasa…eomma” Luhan tiba-tiba muncul dari arah tangga dan bergabung dengan noona dan ibunya di dapur. Rambutnya basah karena habis keramas dan handuk kecil terkalung di lehernya, “Pasti soal Cho Kyuhyun”

“Cho Kyuhyun?” alis Nyonya Kim tertaut.

“Kekasihnya, masa eomma tidak tahu”

“Diam kau” gertak Taeyeon sambil mengetuk kepala Luhan saat dongsaeng-nya itu lewat di depannya.

Nyonya Kim tersenyum lebar, “Benarkah, Tae? Kenapa tidak di kenalkan?”

“Tidak penting, eomma” sahut Taeyeon acuh, “Lagipula dia bukan kekasihku”

“Ahhh…benarkah?” goda Luhan sambil menyeringai lebar. Taeyeon menendang kaki Luhan, dan Luhan balas menyabetnya dengan handuk.

Nyonya Kim hanya menggeleng melihat tingkah kedua anaknya, “Kalian berdua, sudahlah. Jangan lupa kita berangkat setengah jam lagi”

“Aku tahu” gerutu Luhan lalu ia kembali keluar dari dapur untuk bersiap-siap.

Nyonya Kim menyusun perbekalan terakhir dan menyerahkan tas besar itu pada Taeyeon, “Masukkan ke mobil”

Taeyeon mengangguk, “Ne”

***

Kyuhyun mematikan mesin mobilnya sambil menghela napas, ia memandangi sebuah rumah tempat mobilnya dihentikan.

Terimakasih sudah menyadarkanku, Cho Kyuhyun…
‘…Kau bahkan belum pernah memintaku menjadi kekasihmu

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan gusar. Semalaman ia tidak bisa tidur karena kata-kata itu dan sekarang ia harus memperbaiki keadaan. Kyuhyun menarik napas sekali lagi kemudian turun dari mobilnya. Ia mendekati gerbang rumah Taeyeon dan menekan belnya. Pria paruh baya, yang ia yakini adalah ayah Taeyeon, muncul dari balik mobil yang terparkir di halaman rumah itu lalu menghampirinya. Kyuhyun membungkuk sopan.

“Cari siapa?” tanya Tuan Kim dengan tersenyum ramah.

“Saya Cho Kyuhyun. Apa Taeyeon ada?”

“Ooh, dia ada di dalam” Tuan Kim membukakan pintu gerbang untuk Kyuhyun kemudian mempersilahkannya masuk.

Kyuhyun tersenyum berterimakasih kemudian masuk ke halaman rumah keluarga Kim yang cukup luas. Ia duduk di kursi beranda sementara Tuan Kim kembali pada pekerjaannya mengecek mesin mobil. Awalnya Kyuhyun hanya memperhatikan Tuan Kim, tapi lama-lama ia merasa tidak enak kalau hanya diam saja, lagipula Taeyeon belum keluar. Jadi ia memutuskan beranjak dari duduknya dan menghampiri Tuan Kim.

“Ahjussi mau pergi ya?” tanya Kyuhyun ketika melihat beberapa tas bertumpuk di teras, sepertinya akan dimasukkan kedalam mobil.

Tuan Kim mengangguk sambil tersenyum, “Keluarga kami punya tradisi berlibur setiap sebulan sekali, dan kali ini tujuan kami adalah pantai Daecheon”

Tuan Kim selesai memeriksa mesin mobil, ia menutup kap mobil dan membersihkan tangannya yang kotor ke sebuah waslap kemudian beranjak ke tumpukan tas di teras dan mulai membawanya ke mobil satu-persatu, refleks Kyuhyun ikut memindahkan tas-tas itu untuk disusun di bagasi. Tuan Kim tersenyum berterimakasih.

“Tadi…Siapa namamu?” tanya Tuan Kim.

“Cho Kyuhyun”

“Ah…Kurasa Luhan pernah menyebut namamu beberapa kali. Kau teman dekat Taeyeon kan?”

Kyuhyun tersenyum canggung, “Mungkin bisa dikatakan begitu, ahjussi…”

Kyuhyun dan Tuan Kim sibuk memindahkan tas-tas itu ke mobil hingga tak menyadari seseorang yang mematung di ambang pintu. Tuan Kim yang pertama menoleh, tersenyum pada putrinya.

“Ah, Taeyeon-a…” sahut Tuan Kim, “Ini temanmu datang untuk menemuimu”

Kyuhyun menoleh dan bertatapan langsung dengan Taeyeon. Wajah Taeyeon tampak sangat terkejut. Jelas dia terkejut, ini hari Sabtu dan masih pukul setengah sembilan pagi tapi Kyuhyun sudah ada di rumahnya tanpa kabar terlebih dahulu. Taeyeon mendekati ayahnya dan menyerahkan tas besar yang di pegangnya, Tuan Kim menyusunnya ke antara tas-tas lain di bagasi. Kemudian Taeyeon berpaling pada Kyuhyun. Tak berkata apa-apa, tapi pandangannya seolah menuntut tanya, ‘Untuk apa kau kemari?’ Kyuhyun memindahkan tas terakhir dari teras lalu balas memandang Taeyeon. Ia ingin meminta maaf tapi tidak tahu harus bagaimana memulainya.

“Kyuhyun hyung?” sahut seseorang yanga muncul dari dalam rumah.

Kyuhyun dan Taeyeon menoleh, dan menemukan Luhan tengah berjalan mendekati mereka. Kyuhyun sedikit mengernyit, sejak kapan Luhan bisa memanggilnya ‘hyung’? Terakhir mereka bertemu saat di taman kota, Luhan bahkan menyuruhnya menjauhi Taeyeon. Tapi sudahlah, bukankah ini indikator yang bagus? Dengan dukungan dari Luhan, ia bisa mendapatkan hati Taeyeon yang nyaris terlepas darinya dengan lebih mudah.

“Hai Luhan-a” balas Kyuhyun dengan senyum lebar.

“Ada apa kau sepagi ini kemari?” tanya Luhan heran.

“Aku ingin bertemu dengan noona-mu”

“Aku tidak ada urusan denganmu, Cho Kyuhyun” sela Taeyeon ketus.

“Yaa..noona! Hargai Kyuhyun hyung yang pagi-pagi sudah susah payah datang kemari” tegur Luhan.

“Aku tidak memintanya” balas Taeyeon.

“Noona, kau benar-benar tidak tahu terimakasih” Luhan menggeleng-geleng dengan mimik muka cute yang sepertinya tidak akan bisa Kyuhyun tiru.

“Luhan. Kau tahu apa?” hardik Taeyeon. Luhan mendengus karena sikap keras kepala noona-nya.

“Ada apa ini?” tanya seorang wanita paruh baya yang juga baru muncul dari dalam rumah.

“Eomma!” Luhan melonjak kesenangan dengan kehadiran eomma-nya, “Ini adalah Cho Kyuhyun yang aku bilang tadi”

“Ah..Cho Kyuhyun?” sapa Nyonya Kim dengan senyum lembut.

Kyuhyun membungkuk sopan, “Ne, salam kenal ahjumma”

“Dia boleh ikut berlibur dengan kita kan eomma?”

Kyuhyun terbelalak dan mulut Taeyeon terbuka saking terkejutnya.

“YAA Luhan!!!”

“Dia ingin bicara dengan Taeyeon noona, tapi sebentar lagi kita akan berangkat. Jadi sekalian saja kita ajak daripada harus menunda-nunda keberangkatan lagi. Eomma tahu kan, jalanan Seoul semakin siang akan semakin padat. Boleh ya eomma?” bujuk Luhan dengan tatapan memelas andalannya. Diam-diam Kyuhyun tersenyum. Walau ia kaget dengan pernyataan Luhan, tapi ia setuju dengannya. Ini kesempatan bagus untuknya.

“Tidak!!!” sergah Taeyeon.

“Kenapa tidak, Taeyeon-a? Bukankah dia teman dekatmu?” tanya Tuan Kim.

“Aku…Ekhmm…Kurasa Kyuhyun akan keberatan, dia punya banyak urusan. Benarkan Kyu?” Taeyeon beralibi.

Kyuhyun tersenyum simpul. Alibinya lemah sekali, “Tidak. Aku tidak keberatan, karena mungkin saja aku bisa membantu ahjussi untuk bergantian menyetir. Pantai Daecheon dari Seoul cukup jauh”

“Yeay!!” Luhan mengepalkan tinjunya keudara. Taeyeon menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun hanya tersenyum membalasnya.

***

Taeyeon menarik kaos belakang Kyuhyun setelah namja itu selesai membantu keluarganya memindahkan barang-barang perlengkapan kedalam cottage. Taeyeon membawa namja itu menjauh dari keluarganya dan sampailah mereka di beranda cottage.

“Untuk apa kau kesini?” tanya Taeyeon. Sepanjang perjalanan tadi ia belum sempat menanyakan hal tersebut pada Kyuhyun karena ayah dan ibunya serta Luhan terlihat sangat bersemangat dengan kehadiran Kyuhyun dan mereka tak henti-hentinya bersenda gurau. Keluarganya dengan cepat mengetahui Kyuhyun adalah anak dari perdana menteri Korea dan itu membuat mereka makin semangat. Mungkin Taeyeon akan senang melihat Kyuhyun cepat akrab dengan keluarganya jika pikirannya sedang normal. Tapi kemarin Kyuhyun sendiri yang membuatnya tidak bisa berpikir normal.

“Aku disini karena permintaan Luhan, tentu saja” jawab Kyuhyun.

“Aku tahu… Tapi ini acara keluargaku, tidak seharusnya kau ikut dengan kami” balas Taeyeon tak sabar.

“Jadi, aku tidak boleh disini?”

“Kau pikir kau keluargaku?” ketus Taeyeon. Taeyeon tahu ia terlalu kejam, tapi memangnya Kyuhyun tidak kejam menyuruhnya pacaran dengan Hyukjae?

“Kau ingin aku pergi?” tanya Kyuhyun.

“Itu bukan sesuatu yang harus dipertanyakan. Aku tidak peduli karena kau sudah terlanjur ada disini. Pergi jika kau ingin pergi. Jangan pedulikan aku karena sampai kapanpun aku tidak mau menjalani hubungan dengan kekasih sahabatku sendiri”

Kyuhyun menatap Taeyeon lekat, tapi Taeyeon menolak untuk membalas. Kyuhyun tahu yeoja itu terlalu sakit hati mendengar ucapannya kemarin, tapi apa tidak ada kesempatan untuknya memperbaiki itu semua? Sungguh ia menyesal.

“Tae, maaf atas ucapanku…”

“Tidak. Kau benar, seharusnya aku tidak berharap banyak padamu. Kita terlalu memaksa untuk bersama. Jadi sebaiknya kita menjalani hidup sendiri-sendiri”

“Kau memutuskanku?”

“Jangan tanyakan itu padaku. Tanya dirimu sendiri” setelah berkata seperti itu Taeyeon langsung berlari meninggalkan Kyuhyun.

***

Terlepas dari keberadaan Kyuhyun, sisa hari itu berjalan cukup menyenangkan bagi Taeyeon. Tuan Kim dan Kyuhyun sedang pergi mencari bahan-bahan untuk pesta Barbeque, sementara Taeyeon, Luhan dan Nyonya Kim sibuk menata perlengkapan di depan cottage yang menghadap langsung ke laut. Walau sebenarnya alih-alih membantu ibunya, kebanyakan Taeyeon dan Luhan hanya berlarian dan bermain di pinggir pantai.

“Barbeque datang!!” seru Kyuhyun yang baru tiba dengan Tuan Kim ketika matahari sudah hampir terbenam. Luhan yang tadinya asik bermain pasir disebelah Taeyeon kini langsung berlari mendekati Kyuhyun, ayah, dan ibunya.

“Ayo masak sekarang. Aku sudah lapar!” sahut Luhan tak sabar.

“Tidak Luhan-a, bersabarlah. Ini untuk makan malam” jawab Nyonya Kim. Luhan mengerucutkan bibirnya, sementara Kyuhyun dan Tuan Kim tertawa.

Taeyeon mengalihkan pandangan dari kebahagiaan keluarganya dan Kyuhyun itu, ia menumpu dagu dilutut yang ia tekuk, pandangannya lurus ke garis cakrawala yang sebentar lagi akan menenggelamkan matahari. Ia sedikit menyesal karena ia bertengkar dengan Kyuhyun justru disaat seperti ini. Tapi jika mengingat kata-kata Kyuhyun kemarin, ia menghapus rasa sesal itu kuat-kuat. Ia berhak marah dan kecewa.

“Sunset-nya sangat indah ya?” satu suara sukses membuyarkan lamunan Taeyeon. Ketika ia menoleh, namja yang sedang dipikirkannya memang sedang berdiri disampingnya sambil menatap kearah matahari tenggelam.

Taeyeon tak bereaksi. Dan kali ini ia memutuskan pergi dari tempat itu untuk mendekati keluarganya. Ia bisa merasakan Kyuhyun masih memandang punggungnya dari jauh, tapi ia tidak menoleh. Ia ingin tahu sejauh apa yang akan Kyuhyun lakukan untuk dirinya.

Kyuhyun menghela napas keras dan kembali menghadap kearah laut. Taeyeon benar-benar marah padanya. Seharian ini Taeyeon seolah tidak menganggapnya ada. Sekalinya yeoja itu bicara hanya saat dia memprotes keberadaannya disini.

“Tenang saja, hyung” bisik Luhan pada Kyuhyun saat Tuan Kim, Nyonya Kim dan Taeyeon sedang sibuk memanggang Barbeque, “Noona akan baik dengan sendirinya. Dia itu sebenarnya gampang luluh.”

Kyuhyun mengangguk pelan, “Jujur aku tidak tahu harus bagaimana.”

Luhan memandangnya, “Kau belum pernah pacaran ya?”

Wajah Kyuhyun seketika memerah, “Tentu saja pernah” jawabnya singkat. Tapi ia yakin siapapun bisa membaca bahwa ekspresi wajahnya mengatakan sebaliknya.

Luhan tersenyum, “Taeyeon noona juga belum pernah pacaran”

“Benarkah?” tanya Kyuhyun, tanpa sadar menjadi terlalu bersemangat dan membuka kedoknya sendiri.

“Nah.. kan ketahuan kau belum pernah pacaran” ujar Luhan sambil tergelak, “Iya, noona juga belum pernah pacaran. Dulu ada satu namja yang sangat dekat dengannya dari kecil hingga aku pikir noona suka dengannya, tapi ternyata noona malah menolaknya”

“Oh ya?” sahut Kyuhyun pelan. Mendengar cerita itu, ia sekilas teringat hubungannya dengan Seohyun.

“Namanya Lee Donghae” lanjut Luhan lagi, “Dia sedang kuliah di London. Tapi aku dengar dia akan kembali tidak lama lagi”

Kyuhyun terdiam sejenak. Kenapa rasanya nama itu familiar di pendengarannya…? Dan mendengar Lee Donghae akan kembali mau tidak mau membuatnya was-was. Ah sudahlah, itu tidak penting sekarang.

“Tapi aku yakin sebenarnya noona menyukaimu, jadi apa yang harus kau lakukan hanyalah menyentuhnya sedikit saja, lalu aku jamin dia akan jatuh dalam pelukanmu” kata Luhan.

Kyuhyun tertawa. Luhan tiga tahun lebih muda darinya tapi bersikap seolah dia tahu segalanya. Kyuhyun memandang Tuan dan Nyonya Kim yang sepertinya sudah selesai memanggang Barbeque. Kyuhyun beranjak mendekati mereka dan membantu menatanya ke atas meja makan yang sudah dihiasi beberapa lilin dan vas bunga kecil. Sementara Luhan kembali bermain dengan Taeyeon.

***

“Tidak bisa!” seru Taeyeon marah, “Ini kamarnya khusus berempat, mana bisa dia tidur disini!”

“Lalu Kyuhyun hyung harus tidur dimana?” balas Luhan. Ekspresinya tak sabar memandang noonanya, tapi Taeyeon jelas tak peduli.

“Terserah dimana, tapi tidak disini! Ini kamar hanya cukup berempat!”

“Taeyeon-a, sebenarnya kita bisa menyisihkan sedikit tempat untuk Kyuhyun. Kita bisa tidur berlima…” kata Nyonya Kim.

“Tidak!” tolak Taeyeon, “Kalau aku bilang berempat ya berempat!”

“Sudahlah” ujar Kyuhyun sambil tersenyum, “Aku bisa tidur di luar”

“Diluar mana?” tanya Tuan Kim. Cottage kecil ini hanya memiliki satu ruangan yaitu kamar tidur. Dan kalau Kyuhyun bilang diluar, berarti memang benar-benar diluar.

“Tidak usah memikirkan aku, ahjussi” jawab Kyuhyun masih dengan senyumnya. Ia lalu mundur keluar cottage dan mengucapkan selamat malam sebelum akhirnya menutup pintu.

“Kau jahat. Tega. Tidak punya perasaan” kata Luhan.

“Dia sudah baik sekali pada kita” ujar Nyonya Kim.

“Tae, dia temanmu” tambah Tuan Kim.

“Justru karena dia temanku, biarkan aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan kepada teman macam dia. Sudahlah aku mau tidur” balas Taeyeon. Ia menyusup ke balik selimut, menutupinya hingga kepala dan tidak menggubris perkataan Luhan, ayah dan ibunya lagi. Ia mencoba sebisa mungkin untuk tidur dan tidak menghiraukan suara-suara protes dari mereka. Tapi ternyata usahanya untuk tidur malam ini jauh lebih sulit dari malam-malam sebelumnya. Bahkan ketika sudah terdengar dengkuran lelap dari Luhan dan ayahnya, ia masih tidak bisa tidur.

Bayangan Kyuhyun menghantui pikirannya. Bayangan bagaimana namja itu tersenyum bahagia membantu keluarganya, bersenda gurau dengan keluarganya. Bayangan namja itu meringkuk di beranda depan… Kedinginan… Taeyeon langsung menyibakkan selimut dan bangkit terduduk. Ia menghela napas kesal. Ini adalah wilayah pantai, bagaimana mungkin ia bisa setega ini membiarkan Kyuhyun tidur diluar?

Taeyeon menyelinap keluar dari selimutnya dan tanpa pikir panjang meraih jaket sport blue-black yang ada di tumpukan paling atas pakaiannya. Tanpa suara, ia membuka pintu dan langsung merasakan angin malam yang dingin menerpa tubuhnya. Taeyeon menggigil. Tidak membayangkan bagaimana Kyuhyun bisa tidur di udara seperti ini. Taeyeon melangkah ke beranda dan menemukan Kyuhyun sedang terbaring meringkuk di bangku panjang yang ada disana. Matanya terpejam rapat, tangannya memeluk lututnya sendiri. Hati Taeyeon tersentak, sepertinya ia memang terlalu tega pada Kyuhyun. Sejahat apapun yang dilakukan namja itu padanya sepertinya ini sudah sangat keterlaluan. Dengan mengendap-endap Taeyeon bergerak mendekati namja itu dan menyelimutinya dengan jaket sport yang ia bawa secara perlahan-lahan agar tidak membangunkan. Tapi ternyata ketika ia akan berbalik, sebuah tangan yang amat dingin menggenggam tangannya dan menahannya. Taeyeon menoleh.

“D..ing…in” Kyuhyun berujar sambil membuka matanya lemah. Ia menarik tangan Taeyeon lebih erat dan Taeyeon sadar tangan namja itu benar-benar dingin. Panik, Taeyeon langsung duduk di sebelah namja itu dan menyentuh dahinya. Dan tebakannya benar, suhu tubuh Kyuhyun panas sekali.

“Kyu…” gumam Taeyeon panik. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

“Di…ngin” ucap Kyuhyun lagi. Ia memegang tangan Taeyeon semakin erat dan tubuhnya semakin gemetar.

Benar-benar panik dan tidak tahu harus bagaimana, Taeyeon akhirnya menarik Kyuhyun bangun dan memeluk tubuh namja itu dari samping seerat yang ia bisa. Kyuhyun sendiri sepertinya sedikit kaget, tapi ia diam saja. Terlalu lemah untuk bereaksi.

“Maaf” kata Taeyeon pelan.

Kyuhyun menarik napasnya sejenak. Lalu membalas dengan suara lemah, “Bukan salahmu”

Taeyeon diam saja. Beberapa jam yang lalu mungkin ia akan langsung memaki-maki Kyuhyun karena memang Kyuhyun yang salah, tapi saat ini, ia merasa Kyuhyun tidak punya salah apapun.

“Maafkan kata-kataku kemarin” kata Kyuhyun lagi, “Aku akan melakukan semua yang kau inginkan. Apapun yang kau minta”

Taeyeon tak menjawab. Pelupuk matanya mulai terasa berat dan dadanya sesak. Ia bisa merasakan Kyuhyun tengah mengatur napasnya yang panas secara perlahan di pelukannya dan itu makin membuatnya merasa bersalah.

“Jangan pernah meragukanku. Aku melakukan semua ini untukmu. Aku ingin membuktikan semuanya padamu dengan caraku…” sambung Kyuhyun.

“Aku yang salah” potong Taeyeon, “Aku tidak akan mempedulikan apa kata orang lain lagi. Aku tidak akan membandingkan kita dengan siapapun lagi. Aku tidak akan meragukanmu lagi. Aku tidak akan meminta apapun kepadamu lagi”

Taeyeon gemetar menahan tangisnya, menyadari seberapa egoisnya ia.

“Maafkan aku” ujar Taeyeon, “Aku tidak akan memaksa apapun lagi darimu. Aku suka caramu. Kita akan hidup dengan cara kita sendiri”

Kyuhyun perlahan mengangkat kepalanya dan memandang Taeyeon lekat, “Jangan pernah bertanya kenapa aku tidak memintamu sebagai kekasihku. Karena aku tidak menginginkanmu hanya sebagai kekasihku. Aku menginginkanmu sebagai pendamping hidupku. Sebagai separuh jiwaku…”

DEG

Taeyeon langsung merasakan jantungnya berdetak dengan cepat. Mendengar kalimat Kyuhyun yang begitu jujur mengakui dirinya, membuat ia sangat lega. Ia membalas Kyuhyun dengan senyuman paling tulus dan airmata tak bisa terbendung lagi.

“Hiks…” Taeyeon tak bisa menahan isakannya, “Kyu…berjanjilah tidak akan berbicara seperti kemarin lagi. Hiks..aku takut”

Kyuhyun menegakkan duduknya dan menyeka airmata Taeyeon, “Tidak, Tae. Maafkan aku hm?”

Taeyeon mengangguk pelan. Kyuhyun menangkup wajah yeoja itu dan memandanginya dengan sayang. Perlahan keduanya saling mengeliminasi jarak hingga sebuah ciuman hangat mendarat di bibir masing-masing. Ini pertama kalinya mereka benar-benar berciuman, dan Kyuhyun melakukannya dengan sangat manis membuat Taeyeon bingung harus membalas seperti apa. Hingga akhirnya ciuman mereka terlepas, Taeyeon tetap tak bergeming. Kyuhyun kembali masuk kedalam pelukan Taeyeon, merubah posisi jaket yang tadinya hanya menyelimuti tubuhnya menjadi menyelimuti tubuh mereka berdua.

“Ternyata begini rasanya diselimuti jaket ini malam-malam” ujar Kyuhyun pelan.

Awalnya Taeyeon tak menyadari apa maksudnya. Tapi akhirnya ia sadar ia pernah diselimuti jaket sport ini saat malam pertama ia memilih netral di sekolah. Taeyeon tersenyum. Berarti Kyuhyun memang benar-benar pemilik jaket ini. Dan menyadari bahwa namja itu sudah memiliki keinginan untuk melindunginya sejak malam itu membuat ia berjanji untuk tidak pernah meragukannya lagi.

***

Kyuhyun masih belum bisa berhenti tersenyum walaupun sudah dua hari lewat sejak ia dan keluarga Taeyeon berlibur ke pantai Daecheon. Tak ada yang berubah dalam hubungan mereka. Tetap tidak semesra Suzy dan Hyukjae, dan tetap masih banyak yang meragukan mereka berpacaran. Tapi kenyataan bahwa kini mereka sudah dapat saling mengerti dan memegang hati masing-masing, itu sudah lebih dari cukup.

“Sebenarnya apa yang kalian lakukan akhir pekan kemarin?” tanya Hyukjae pada Kyuhyun disampingnya. Jam pelajaran sudah usai dan mereka sedang berjalan menuju kelas Suzy dan Taeyeon.

“Bukan apa-apa”

“Bukan apa-apa bagaimana? Hari Senin-nya kalian sama-sama mengeluh tidak enak badan dan sedikit demam. Lalu yang perlu digaris bawahi adalah tatapan mata kalian berdua, berbeda dari sebelumnya”

Kyuhyun tertawa,  “Itu hanya perasaanmu saja. Tak ada yang beda”

“Akhh..Terserahlah” balas Hyukjae sambil mengibaskan tangannya. Ia sepertinya tidak mau membahas itu lagi karena mereka berdua sudah berada di depan Suzy dan Taeyeon.

“Terserah apa?” tanya Suzy yang langsung menyambut Hyukjae dengan menggandeng tangannya.

“Tidak. Aku hanya merasa Taeyeon dan Kyuhyun berbeda sejak akhir pekan kemarin” jawab Hyukjae.

“Oh, itu. Iya aku juga merasa begitu tapi mereka bilang tidak ada apa-apa” balas Suzy sambil memicingkan matanya pada Taeyeon dan Kyuhyun.

“Memang tidak ada apa-apa” kata Taeyeon membela diri.

“Dengar kan?” Kyuhyun menambahkan, “Sudahlah, ayo pulang” ia menarik tangan Taeyeon untuk pergi ke pelataran parkir sekolah bersamanya. Sementara Suzy dan Hyukjae saling berpandangan.

***

“Hanya Hyukjae dan Suzy ya yang menyadari perubahan hubungan kita” kata Kyuhyun saat seperti biasa ia mengantar Taeyeon pulang dengan mobilnya. Ia sesekali tersenyum geli mengingat kebingungan kedua sahabatnya itu.

“Memangnya kita ada perubahan apa?” tanya Taeyeon.

“Kau tidak merasa ada yang berubah?”

“Tidak” jawab Taeyeon lagi. Diam-diam ia menyembunyikan senyumnya,
“Lagipula kita memang sudah berjanji tidak akan merubah apapun kan”

“Ya, kau benar. Tapi kau lupa satu hal yang memang sudah berubah diantara kita” balas Kyuhyun dengan senyum jahil.

Taeyeon mengernyit menatapnya, “Apa?”

“Bibirmu sudah menjadi milikku” jawab Kyuhyun yang langsung disambut dengan jitakan Taeyeon di kepalanya.

“Dasar pervert!!!” seru Taeyeon kesal.

Kyuhyun tertawa, “Aku tahu kau belum pernah pacaran”

Wajah Taeyeon memerah, “Jangan sok tahu!”

“Aku memang tahu~” balas Kyuhyun sambil memainkan intonasi suaranya, mengejeknya.

“Jangan bersikap seolah kau sudah pernah pacaran” ujar Taeyeon asal, tapi ternyata reaksi Kyuhyun justru menjawab semuanya.

“Enak saja! Aku pernah beberapa kali pacaran, pacarku banyak” jawab Kyuhyun ketus. Wajahnya juga memerah, entah karena apa. Tapi Taeyeon tahu, orang yang pernah pacaran berkali-kali akan menutupi jumlah pacarnya. Sedangkan Kyuhyun justru membanggakannya. Taeyeon tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

“Kenapa tertawa? Aku serius! Pacarku banyak” ujar namja itu bersikeras.

Taeyeon terpingkal hingga memegangi perutnya yang terasa kejang. Dasar Cho Kyuhyun! Sudah ketahuan berbohong, tetap saja teguh dengan pendiriannya.

“Iya..iya..aku percaya. Jadi sekarangpun kekasihmu bukan cuma aku?” pancing Taeyeon, sambil tetap terkekeh geli.

“Umm..” Kyuhyun bergumam sesaat sebelum menjawab, “Kekasihku memang banyak, tapi pendamping hidupku cuma satu”

Seketika tawa Taeyeon terhenti. Sial. Kyuhyun selalu berhasil membuatnya bertekuk lutut padanya. Dan kini wajah Taeyeon sudah memerah karena malu sekaligus tersanjung. Giliran Kyuhyun yang tertawa, namja itu mengacak rambut Taeyeon gemas. Taeyeon langsung menepisnya sambil mengerucutkan bibir berpura-pura kesal. Tapi memang ia kesal, kenapa ia mudah sekali luluh dengan namja bermarga Cho itu.

“Tunggu, jangan turun dulu” cegah Kyuhyun setelah mobilnya sampai di depan rumah keluarga Kim. Taeyeon yang sudah meraih kenop pintu mobil pun langsung mengurungkan niatnya.

“Kenapa?” tanya Taeyeon. Tanpa menjawab, Kyuhyun keluar dari mobilnya, mengitari bagian depan mobil lalu menghampiri kursi penumpang yang ditempati Taeyeon. Kyuhyun membukakan pintu itu untuknya.

“Silahkan, tuan puteri” ujar namja itu sambil membungkuk ala bangsawan.

Taeyeon tersenyum lebar seraya turun dari mobil, “Ternyata kau multi-fungsi ya. Bisa jadi supir juga”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan mengerucutkan bibir sebal, “Enak saja. Aku hanya belajar memperlakukan wanita dengan baik”

“Iya. Aku tahu” jawab Taeyeon terkekeh, ia melangkah mendekati gerbang rumahnya dengan Kyuhyun di belakangnya. Ia kembali berbalik menghadap Kyuhyun setelah sampai tepat di depan gerbang, “Terimakasih sudah mengantarku pulang dengan selamat. Sampai jumpa besok”

“Hanya begitu?” tanya Kyuhyun dengan alis terangkat satu.

Taeyeon balas mengangkat alisnya, “Memang harus bagaimana?”

Kyuhyun sedikit membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan Taeyeon, namun keadaan itu justru membuat wajah mereka hanya terpaut beberapa senti. Taeyeon makin tak mengerti.

“Aku sudah memperlakukanmu dengan baik tadi. Sekarang giliranmu memberikanku ucapan sampai jumpa dengan baik” ujar Kyuhyun.

“U-ucapan sampai jumpa dengan baik?” ulang Taeyeon, “Bagaimana caranya?”

Kyuhyun tersenyum lalu menunjuk bibirnya, “Ini…”

Taeyeon terbelalak, “Maksudmu ciuman?”

Kyuhyun mengangguk. Taeyeon merasakan hatinya berdebar. Astaga, anak ini. Ini kan tempat umum, gerutunya dalam hati. Mau tidak mau perlahan Taeyeon mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Dan…. Chu~

Taeyeon menjauhkan kembali wajahnya yang sudah sangat memerah. Tapi Kyuhyun malah menarik Taeyeon ke pelukannya.

“Terimakasih untuk segalanya” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Taeyeon.

Taeyeon tak menjawab, hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah pelukan mereka terlepas pun Taeyeon masih menyunggingkan senyumnya, tapi tiba-tiba ia mematung saat tak sengaja matanya menangkap sosok yang berdiri tak jauh di belakang Kyuhyun.

“Taeyeon-a”

Tanpa Taeyeon sadari, dan tanpa Taeyeon kendalikan, airmatanya sudah terjatuh.

“Oppa…”

To be continue….

DLTD’s Family Thanks To:
Amanda [my first comment! :* gomawo ya chingu]. lindawulandari. Fitriani. kingkin. sindy. Kimhawon. Bubble Taengoo TaeNy [makasih udah nyempatin komentar eonni. kuharap di chap ini eonni juga suka yaa, aku selalu tunggu komentar eonni 😉 jeongmal gomawo]. Rinrin. barcelonista. cookiete [mungkin kamu bener. umm, doa-in aja kyutae cepet resmi]. deasyandrianie. erikaseyeon. sintadw91. TAf. meidaarinadia88. devi rosiana. hyera [haha 😀 aku suka drama sih. baca terus next chapnya ya chingu]. Mkim26. Mia. megakimtaehyung. via agnesia.
taen9o. Chendy. vinyeol.

Sebelumnya aku mau ngucapin terimakasih sebanyak-banyaknya buat nadia eonni yg udah mau repot publish ff ini. Juga buat eonni2, saeng2, dan chingu2 semua yg udah apresiasi ff ini dengan komentar. Komentar sangat berharga untukku dan menjadi semangatku. Maaf jika ff ini selalu update lama, karena aku juga fokus sekolah. Pokoknya makasih buat owner ATSIT dan commenters.

See You In Chapter Fifteen :*

Advertisements

30 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14)

  1. Yuhuuu moment kyutae nya sweet banget^^ itu yang akhir pasti donghae, gak sabar nunggu konfliknya! Lanjut thor! Fighting~

  2. Hhhaaaaa,mereka serius bikin greegeeettt parraaaahhhhh.
    Love banget deh sma taeyeon kyuhyun
    Terus seperti itu ya. Awas aja ntr klo donghae dtng ganggu hubungan taeng sma kyuhyun
    Nxt chp ditunggu^^

  3. “Kekasihku memang banyak, tapi pendamping hidupku cuma satu” kamu tau aku langsung spechiels *Benergak😂😂* seriusann aku langsung pengen gigit kyuhyun tau gak, dia itu bisa banget alibinyaaa arghh gesrek banget😂 gakuku ganana daku wkwwkwkw jujur baca pas moment kyu-taeng berantem tuh aku harus baca 2 kali ngulang krna kurang menggigit feel nya wkwkww maap,, tpii suzy-hyukjee ngakak wkkwkwk jadian juga yah akhirnyaa merekaa seneng banget gilakkk wkkwkwkw, tebakan ku meleset ternyata ku kira moment lope lope betebaran bakal bener bener adaa tpi ternyata gk krna kyu-taeny nya berantem, btw itu donghae kok mendadak muncul tolong yahhh ini baru bersemi bunga bunga di hati jgn di bikinin konflik lagiii 😰😰 AND AKHIRNYA LUHAN COMBECK wkwkkwkw maksudnya muncul lagi 😁😁😁 kangen lulu ya amsyong comentan daku mulai gaje tapi inilah diriku yang aslinyaa memang gaje and absurd *Abaikantolong😂😂 di sini banyak ketawanyaa yaahh seriusaan berseri seri banget baca part ini apalagi pas taeng-kyu nya di pantai yg kyunya kedinginan itu tuh berasa diriku jadi latar suara deburan ombak dan angin sepoi sepoi wkwkkwkw yaahh menurutku di sini kyu benar kita tuh jalani hubungan dengan cara masing masing jgn ikuti cara orng lain juga jalani hubungan dengan cara berbeda itu sebenarnya seru dan unik, kyu mungkin punya cara sendiri nyenengin taeng harusnya taeng besyukurr ahh pengen banget deh punya bebeb kek kyuhyun bungkusin atu yakk buat aku dekk 😍😍😍 di thanks to kamu di part ini aku suka makin cinta malahan tapi ya ituu yg kyu-taengnya berantem kurang ngefeel di hatiku dekk maap yakk tapi tetep semangat teruss kamu pasti bisa lebih baik lagii dan ihh kamu sweet dehh nungguin coment dariku sini dulu peluk 😊😊😊 cuma bisa ngasih semangat terus sama kamuuu jangan nyerah yaakkk dan next part ku tunggu hal yang menakjubkan dari ini yakk👍 semangatt🙌🙌🙌💪💪💪Pyung ~💞

  4. siapa tuuh? 😮 donghae.. waaaw tambah penasaran 😀 gk pernah bosen baca nih ff 😉 d tunggu thor kelanjutannya

  5. mreka itu terlalu so sweetttt,,,
    gak mau nunjukin kemsraan d dpan publik, ckup mreka mengerti satu sma lain,,,
    tp baru jga so sweettt lee donghae uda muncul,,
    kya,,,
    next dtggu,,
    fighateng!!

  6. Cieee makin deket aja, makin berani jugaa yaa😄, terus kenapa taenya nangis gitu? Penasaran thorr, ditunggu chap selanjutnya yaa. Fighting!!

  7. Akhirnya ktmu juga sama ff kyutae,,,
    Ciieee kyutaee makin deket ajahh
    Lanjutt thorr fightingg….
    Daebak buat authorrr

  8. Keren bgt,,
    Seneng deh akhrurya kyutae ada perkembanggan.
    Tae knpa kok nanggus?
    Trus siapa yg d panggil oppa sma tae? Apa donghae oppa?
    Next thour jgn lama2

  9. udh lama bgt ya ga di update,. sukanya sama chapter ini so sweet bgt kyutaenya,. kyu romantis bgt dgn cara dia,. daebaklah,. donghaenya udh pulang duh gimana itu? jadi org ke3 kah.. baru juga romantis”nya kyutae,. udh ada aja yg ganggu ya ,. tapi ttp ditunggu bgt next chapt nya updatesoon ya

  10. Pacaran yg asyik itu yg kyak sahabatan tau jd gak ush cemburu ama hyukjae n suzy…
    Yahh walaupun kyutae lebih tepatnya kyak tom n jerry tp lebih berwarna gitu hubungannya…

  11. Jeng jeng jeng…
    Siapa yg manggil taeyeon td ya…
    Apa donghae????
    Seneng bgt taeyeon ama kyuhyun hubungax semakin membaik…

  12. Jangan dengarkan orang lain kita menjalani hubungan kita dengan cara kita sendiri~ njirr mau cry ajaa kata katanya ngena gengs😂😂😂😂 ini ff ditunggu tunggu akhirnya nongol juga ya dikangenin momennta uhh yg bikin gemes ga kuat gitu wkwkwkwk

  13. assaaaaa. sweet nya kalimat “pacarku memang banyak tapi pendamping hidup ku cuma satu” aduh asliiii. berasa dilamar deh bacanyaaa. parah parahhh. baper akuuuttt. ngebayangin gd ngomong gitu kan ke aku #ngarepparah😂😂😂
    tp sungguhhhh. aku sukaaaa. sukaaaa. chapter ini sweet tau gak sih kata2 ny kyuuu. jd baper akut. andaikan aku yg digituin kyu kan. ahh betapa indah nyaaa. hahahaha as always, km berhasil memuaskan reader mu ini thor. next. ditunggu chapter selanjutnya. semangat author ☺☺☺

  14. kyutae udah mulai saling terbuka dan berani hahaha wah itu pasti donghad udah balik, kyuhyun harus rada waspada nih wkk next chapter ditunggu 🙂

  15. moment yang sweet banget… dimana mereka ga menunjukkan ke org lain dan membiarkan mereka menikmati sendiri kebersamaan mereka.. kyuhyun oppa kau manis sekali 😦 disini donghae oppa bertarung ga ya mendapatkan taeng jdi penasaran.. ditunggu lohh

  16. Ah aku mengeeti sekarang kenapa d posternya ada donghae, pdhal dri awl donghae tdk ada.. Hehe, tp kren thor, bneran.. Ff ini yg ku tunggu” thor.. Mkin mnrik taukk certanya thor.. Next ny kgn lma” thor, biar ngk garing.. 😄

  17. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s