Mysterious Kim Taeyeon (Chapter 3)

darkerree

Title
MYSTERIOUS KIM TAEYEON
Author
DeliaAnisa
Genre
Fantasy, mystery, romance, and friendship
Length
Multichapter
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon and Byun Baekhyun
Other Cast
Im Yoona, Kim Jongin, Jessica Jung, Park Chanyeol, kris Wufan, Xi Luhan, and other
Disclaimer
Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesamaan dan tentunya itu tanpa ada unsur kesengajaan.

Selamat membaca ^^

Kenapa?
Ada apa?
Apa yang baekhyun lihat?
.
.
.
Baekhyun membeku tatkala retina matanya menangkap bayangan samar di depannya. Meskipun samar namun ia dapat dengan jelas mengetahui siapa orang itu. Orang itu sangat mirip dengan dirinya, hanya bedanya sosok yang mirip dengannya itu terlihat seperti seseorang pada zaman joseon. Pria itu menunggangi kuda dengan membawa busur panah. Tampak sekali kalau pria itu tengah berburu. Baekhyun terus membulatkan matanya, jantungnya entah kenapa bisa berdebar dengan sangat kencang. Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa dia bisa melihat bayangan samar di depannya? Meskipun ia dapat melihat sosok itu, namun sepertinya sebaliknya dengan pria itu yang tidak bisa melihat sosok baekhyun.

Apakah mungkin itu adalah lee tae baek? Reinkarnasinya? Mungkinkah itu? Tapi kenapa bayangan samar itu harus ia lihat? Itulah yang sedang ia pikirkan. Segala pertanyaan yang bersarang di kepalanya sama sekali sulit untuk terjawab.
Sembari terus menggendong taeyeon, baekhyun mengikuti arah tae baek yang saat ini tengah memanah seekor kelinci. Setelah kelinci itu terpanah, kemudian tae baek turun dari kudanya dan membawa kelinci itu dengan tangannya. Ia tersenyum, namun matanya jelas memancarkan kesedihan yang mendalam. Baekhyun memperhatikan tae baek dari samping dengan pandangan bingung. Tiba-tiba saja hatinya di landa nyeri saat melihat kesedihan di mata tae baek. Apa yang di rasakan tae baek seperti di rasakan dirinya juga. Ini sungguh aneh, pikir baekhyun.

Tidak berselang lama, kemudian baekhyun mendengar suara-suara kuda yang nyaring di belakangnya. Baekhyun mencari sumber suara itu dan munculah segerombolan pria berjubah hitam dengan penutup wajah datang mendekati lee tae baek yang masih terdiam menatap kelinci mati di tangannya. Tanpa di duga sebuah anak panah menancap tepat di punggung lee tae baek. Baekhyun benar-benar tidak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat. Pria-pria berjubah itu adalah pelakunya. Setelah berhasil membuat lee tae baek terpanah, dengan bersamaan mereka meninggalkan lee tae baek yang kini sedang merintih kesakitan. Kelinci yang ia genggam sedari tadi akhirnya terlepas dari tangannya. Darah mengalir deras di tubuhnya, ia terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. 5 detik kemudian dia terjatuh dan ambruk di tanah. Lututnya menyentuh tanah, dia berusaha untuk bangun kembali namun rasa sakit di tubuhnya semakin menjadi jadi, pada akhirnya dia terbaring dengan kondisi yang menyedihkan. Darah merembas kemana-mana. Semakin lama semakin kabur pandangannya, dan semakin sakit seluruh tubuhnya. Sebelum dia tidak sadarkan untuk selamanya, tae baek sempat berujar sesuatu dengan lirih.

“Aku akan kembali bertemu denganmu, kim taeyeon.”

Baekhyun membatu di tempatnya berdiri di samping tae baek yang dalam 5 menit kemudian sosok itu tiba-tiba saja menghilang. Baekhyun menelan ludahnya, dadanya berdentum sakit, matanya memancarkan kemarahan. Ia merasa kematian lee tae baek tidaklah adil, dia mati dengan tidak wajar, dan baekhyun bertekad akan mencari tahu penyebab ia terbenuh dan dalang dari pembunuhan ini. Akhirnya baekhyun sedikit mulai mengerti. Lee tae baek terbunuh, dan mungkin saja sebagai reinkarnasinya ia harus mencari tahu semuanya. Mungkin ini memang tugasnya sebagai seorang reinkarnasi sosok yang mati dengan ketidak adilan.
Bayangan samar itu adalah sebuah petunjuk, dan di tempat ini tae terbunuh, jadi bayangan samar itu bisa muncul seperti saat ia sedang menonton film.

“Jadi, aku harus mencari tempat untuk mencari tahu siapa pelakunya. Benar, jika aku berada di tempat yang pas di mana pelaku itu tinggal, berarti bayangan samar itu akan muncul lagi.” ujarnya pelan sembari berpikir keras.
“Tapi, dimana aku bisa menemukannya?”
.
.
.
Baekhyun baru saja akan melangkah memulai pencariannya ketika suara batuk terdengar di balik punggungnya. Gadis itu, kim taeyeon.
“Kau sudah sadar?” tanya baekhyun sembari mengecek keadaan gadis itu dari samping. Baekhyun berkedip begitu menyadari kalau wajahnya dengan taeyeon berada dalam jarak yang terlampau dekat, hanya menyisakkan 2 cm. Mata taeyeon terbuka, dia mengerjap-ngerjap lucu. Pandangan keduanya di pertemukkan dan keduanya enggan melepaskan kontak yang terjalin di antara mereka.
Mulai perasaan hangat datang di hati baekhyun, dan baekhyun pun tidak mengerti mengapa dirinya sangat bahagia saat melihat gadis itu lagi. Dia sungguh merasa bahwa gadis itu adalah seseorang yang sangat berarti untuk dirinya.
“Kau kembali?” tanya taeyeon lirih yang memecahkan keheningan sedari tadi. Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berdehem sebagai tanda bahwa ia menutupi kegugupannya.
“Ya, karena hatiku menginginkan ini.” jawab baekhyun. Ia kemudian berjalan dengan langkah pelan sambil terus membawa taeyeon dalam gendongannya.
“Apa kau mengkhawatirkan keadaanku? Kau kembali karena kau peduli padaku, kan?” tanya taeyeon dengan bersemangat. Sudah lama ia merasa tidak di perhatikan seperti ini sejak dulu ada lee tae baek yang selalu ada di sisinya. Dan ketika ada seseorang yang peduli padanya, ini membuatnya senang, ia seperti tae baeknya kembali.
“Kalau aku tidak kembali, aku tidak peduli padamu.” jawab baekhyun yang membuat taeyeon tersenyum senang. Itu artinya, dia memang memerdulikannya.
“Kau akan membawaku kemana?” setelah hening beberapa saat taeyeon akhirnya kembali bertanya. Taeyeon menatap sekelilingnya dan ini terlihat asing, semuanya tampak berbeda seperti dulu. Pohon-pohonnya sudah tidak banyak dan udaranya tidak sesegar dulu.
“Aku belum tahu. Aku hanya… Ingin berjalan-jalan di sekitar sini.”
“Apa aku berat?”
“Tidak.”
“Bohong. Kau berkeringat banyak mana mungkin aku tidak berat.”
“Ini karena cuaca sedang panas.”
“Kalau begitu kau tidak keberatan kan menggendongku terus? Ini sangat nyaman dan hangat, aku suka.” taeyeon menggoyangkan kedua kakinya dan masih menyertakan senyuman manis di bibir merah darahnya.
Baekhyun terdiam dan hanya menyunggingkan kedua sudut bibirnya ke atas. Meskipun sejujurnya dia berkeringat karena beban di punggungnya sangat berat, tapi dia tetap menyukai posisinya sekarang, bersama dengan gadis itu dia bisa merasakan sesuatu yang tidak biasa dalam hatinya. Sesuatu yang indah.
Selama beberapa saat keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Baekhyun sedang menimbang-nimbang, apakah ia harus menceritakan kejadian yang tadi dia lihat pada taeyeon? Kematian lee tae baek, taeyeon pasti tidak tahu apapun mengenai pembunuhan itu.

“Mengenai tae baek….” baekhyun menghentikan perkataannya, sementara taeyeon menunggu dengan penasaran. Suara burung berkicau riang, langkah kaki baekhyun, dan angin yang berhembus menjadi teman mereka. Baekhyun masih belum melanjutkan kalimatnya.
Mendengar nama lee tae baek di sebut jantung taeyeon berdetak cepat, raut wajahnya berubah drastis menjadi kelam.
“Apakah kami berdua memang sangat mirip?” lanjut baekhyun di akhiri dengan helaan napas berat. Hampir saja dia mengatakan kalau lee tae baek mati terbunuh. Baekhyun menelan kembali kalimat itu karena ia tidak ingin membuat gadis ini sedih. Mungkin lain kali saat baekhyun siap mengatakannya.
“Ahh.. Ya, kalian berdua sangat mirip. Bahkan kalau lee tae baek ada di sini, mungkin saja aku tidak bisa membedakan kalian.”
“Begitukah?”
“Ya, tidak ada perbedaan sama sekali antara kau dan rajaku.”
“Syukurlah, setidaknya aku merasa terhormat bisa di samakan dengan rajamu itu.”
“Baekhyun-ssi!”

Baik baekhyun maupun taeyeon keduanya tersentak kala seseorang tiba-tiba saja bersuara tepat di belakang mereka. Baekhyun menghentikkan langkahnya dan berbalik menghadap sumber suara itu. Tidak salah lagi pemilik suara berat itu memang park chanyeol.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini baekhyun-ssi? Semua orang kelelahan karena haiking ini, sementara kau?!! Kau di sini bersenang-senang dengan seorang wanita?!! Ckkk… Kau dalam masalah besar byun baekhyun!”
Merasa tidak nyaman dalam situasi ini, akhirnya taeyeon terpaksa turun dari gendongan baekhyun. Ia langsung melangkah maju menghadap chanyeol.
“Baekhyun sama sekali tidak melakukan kesalahan! Sebenarnya yang harus di salahkan dalam hal ini adalah diriku. Hmm, ta-tadi dia berusaha menyelamatkanku dari seekor binatang buas. Kalau tidak ada dia aku pasti sudah mati. Dan apa kau tahu? Baekhyun sudah berhasil melawan seekor singa, dia memukul singa itu sampai mati. Ahhh dia pokoknya sangat keren. Semua binatang buas begitu tunduk padanya, dia sudah seperti raja hutan hihi.” taeyeon menceritakan sesuatu yang tidak masuk akal dengan menggebu-gebu sampai baekhyun memijat keningnya karena malu.
“Yak kau mengarang terlalu jauh!” baekhyun berbisik tepat di telinga taeyeon. Dengan cepat taeyeon menutup mulutnya lucu dengan kedua tangannya. Sementara di arah lawan, chanyeol tertawa mendengar cerita taeyeon. Menurutnya pembawaan dan gaya bicara gadis itu sangat menarik dan mengundang tawa. Dan tawa chanyeol membuat taeyeon dan baekhyun dalam beberapa detik melongo melihat reaksi chanyeol yang terkesan berlebihan.
“Cerita dongengmu cukup menghiburku nona kecil. Berkat kau sekarang baekhyun berada dalam masalah kecil.” kata chanyeol sambil berusaha menahan tawanya.
“Benarkah? Lain kali aku akan menceritakan sesuatu yang lebih menggelikan dari ini.” chanyeol mengangguk dan tersenyum saat mendengar suara taeyeon yang swlalu menghangatkan suasana.
“Aku akan selalu menantikannya,” taeyeon tersenyum dan baekhyun hanya mendengus entah kenapa. “Ah, ngomong-ngomong, kau siapa? Sepertinya kau bukan rombongan kami.” tanya chanyeol sembari mengernyit.
Taeyeon memandang baekhyun sesaat lalu kembali menatap chanyeol. “Aku…”
“Dia kim taeyeon, temanku, dia warga asli di daerah ini.” baekhyun menyela dengan cepat. Dia tidak ingin taeyeon sampai mengungkap identitas dirinya yang sebenarnya.
“Ahh jadi kau warga sini? Kalau begitu bergabunglah dengan rombongan kami, akan menyenangkan kalau kau ikut bergabung.”
Sebelum menjawab seperti biasa taeyeon menatap baekhyun lebih dulu. “Bolehkah? Tapi aku tidak bisa apa-apa. Aku pasti hanya akan merepotkan kalian.”

Chanyeol menggeleng dengan cepat. “Tentu saja itu tidak benar. Malam ini ada api unggun, kau bisa menceritakan dongeng-dongeng
lainnya. Itu pasti akan menghibur kami.”

Taeyeon tersenyum lebar. “Kalau begitu aku akan ikut! Terimakasih sudah mengijinkanku bergabung.” taeyeon membungkukkan badannya 90 derajat. Chanyeol hanya tersenyum memperhatikan tingkah laku gadis itu yang begitu lucu dan menggemaskan.
Diam-diam baekhyun mengamati tatapan chanyeol pada taeyeon. Dia bisa merasakan betapa kuatnya ketertarikan chanyeol pada taeyeon. Entah kenapa hal itu membuatnya tidak suka. Dia benci ada pria lain yang memerhatikan taeyeon selain dirinya.
.
.
.
Malam ini seharusnya menjadi malam terakhir untuk bersenang-senang dengan mengelilingi api unggun. Namun faktor alam tidak mengijinkan itu terjadi. Angin sangat kencang berhembus dan suhu di hutan sekarang teramat dingin. Jadi, tidak ada api unggun. Semua orang saat ini berada di dalam tenda dan sedang menghangatkan tubuh masing-masing dengan berbagai cara. Semuanya melapisi tubuh mereka dengan beberapa mantel. Kecuali taeyeon, ia hanya memakai gaun putih selututnya. Rasa dingin sama sekali tidak ia rasakan. Inilah keuntungannya sebagai makhluk langit.

Atas ijin chanyeol, taeyeon akhirnya bisa mengikuti perkemahan ini meskipun dia bukan anggota resmi. Semuanya ia lakukan agar ia bisa bersama dengan baekhyun. Baginya baekhyun adalah petunjuk untuknya. Dia merasa petinggi di langit sana menciptakan baekhyun di peruntukan untuk dirinya. Dia yakin, petinggi langit akan membantunya mengeluarkan kutukan dalam tubuhnya melalui perantara baekhyun. Itu sebabnya ia tidak ingin jauh-jauh dari pemuda bermata tajam itu.

Saat ini taeyeon sedang duduk di dalam tenda sambil memerhatikan teman-teman setendanya. Tadi siang mereka sudah saling berkenalan. Ada jessica, si wajah dingin yang saat ini sedang bergumul di balik selimut tebalnya. Dan ada yuri, si gadis manis yang tengah memoleskan lipstik pada bibirnya.

Taeyeon memiringkan kepalanya menatap yuri yang berada tepat di depannya.

“Itu apa?” taeyeon menunjuk lipstik berwarna merah marun yang di genggam yuri.
Yuri mengangkat alisnya tak percaya. “Kau tidak tau? Sungguh?”
Taeyeon mengangguk polos dan Yuri speechless.
“Apa itu obat? Apa bibirmu sakit?” taeyeon mulai mendekati yuri, cemas.
Refleks yuri menggeleng dan menatap taeyeon aneh. “Kau hidup di zaman apa? Kenapa bisa kau tidak tau barang berharga bagi wanita seperti ini?! Apa kau bukan manusia?”
Taeyeon tidak bisa menutupi keterkejutannya. Ia merasa tertangkap. Wujud aslinya sudah tercium dengan mudah oleh yuri. Ingin menyangkal namun rasanya sulit sekali. Ia sangay payah dalam berbohong.
Tanpa di duga seperkian detik kemudian yuri tertawa terbahak-bahak. Ia bahkan memegang perutnya sendiri. Taeyeon hanya mengedip-ngedipkan matanya tak mengerti.
“Aigoo, kau sangat lucu!! Ekspresimu membuat tawaku pecah hahaha. Maafkan aku, aku hanya bercanda jangan seserius itu. Aku tau kau tidak tau lipstik itu karena kau tinggal di tempat seperti ini kan? Pasti sangat asing bagimu melihat benda-benda ini.”
Taeyeon tersenyum kaku sekaligus mendesah lega.
“Uhmm kau belum memberitahuku apa itu.” kata taeyeon sedikit malu. Berapa zaman yang sudah ia lewatkan? Ia pasti terlihat seperti orang bodoh sekarang, gerutunya tak henti dalam hati.
“Ini lipstik, gunanya adalah untuk mempercantik bibirmu. Apa kau ingin mencobanya?”
Taeyeon mengangguk ragu.
“Apa aku akan terlihat cantik?” tanya taeyeon saat yuri memegang dagunya bersiap untuk memoleskan lipstik pada bibir gadis imut di depannya.
“Tentu saja. Kau akan sangat-sangat cantik.” Yuri memulai kegiatannya ketika tiba-tiba saja baekhyun memasuki tenda tanpa permisi. Napasnya tersendat-sendat, ia menatap taeyeon penuh kelegaan, dan tanpa di duga baekhyun langsung melesat mendekati taeyeon dan memeluknya erat.

Perlakuan baekhyun menimbulkan tanda tanya besar pada taeyeon.

Kenapa?

Ada apa?
.
.
.
Budayakan komen setelah baca ^^

Advertisements

18 comments on “Mysterious Kim Taeyeon (Chapter 3)

  1. woooaah, akhirnya..
    seneng deh baca part ini, taeyeon lucu banget.
    dan yang menarik buat aku ketika taeng nanyain lipstick keyuri.. dan yang kembali menjadi mystery adalah ketika baek tiba tiba datang dan meluk taeng gitu aja.. emang ada apa ya? kok kya panik gitu..

    terserah deh kenapa, yang penting baekyeon selalu.. next yah thornim, fighting buat next chapnya, buat semenarik mungkin dan buat sya dan reader lainnya bertanya tanya! oke..

  2. wah kaya2nya chanyeol bakal jdi saingannya baekhyun nih…
    seruuu nih ff , baekyeon moment nya dpt bgt … next chapter nya sangat ditunggu ya ehehehhe

  3. Taeyeon lucu banget disini, polos sekali😁 pasti si chanyeol mulai tertarik nih sama taeyeon. Terus itu kenapa baekhyun tiba tiba meluk taeyeon. Ada apa? Makin penasaran aja sama kelanjutannya. Next chapter ditunggu☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s