[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 11)


Important Sequence

I Will Wait Part.11

Author :YHighPi | Cast : Baekhyun (EXO), Taeyeon (SNSD), Tiffany (SNSD), and Jiyong (Bigbang) | Genre : Romance, Friendship | Lenght : Chaptered | Rating: Teen

Thanks to Veokim @ Poster Channelfor the poster

Disclaimer:

Tokoh bukan milikku, aku hanya meminjam. Plot cerita murni dari kepalaku.

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7,
Chapter 8, Chapter 9,
Chapter 10

“Ini tawaran langka Baekhyun, kau dapat menghemat waktu dengan program ini. Menyelesaikan kuliah dalam waktu satu tahun, walaupun harus pergi ke Jepang. Siapa yang tidak mau?” Chanyeol mengetuk kepala Baekhyun yang terletak begitu saja di atas meja. Ia tidak mengerti dengan cara otak Baekhyun berpikir, tawaran menggiurkan di depan mata, tapiBaekhyun malah bimbang untuk mengambilnya. Kalau Chanyeol jadi Baekhyun,ia akan lari menghadap Dosen Lee dan langsung menerima tawaran beasiswa unggulan itu.

“Aku,” Baekhyun menjawab pertanyaan Chanyeol dengan ogah-ogahan dan kepala yang masih tertelungkup di meja.

Chanyeol mengerang frustasi. “Karena Taeyeon? Kau ragu untuk meninggalkan Korea karena Taeyeon? Bukannya kau yang menyuruh perempuan itu untuk menjauh? Kau itu bagamaina sih?” Rentetan pertanyaan meluncur dari mulut Chanyeol bagaikan peluru.

Baekhyun makin menenggalamkan kepalanya di lipatan tangan. Awalnya ia akan menerima beasiswa itu dan mencoba hidup di Jepang, mencoba untuk melepas Taeyeon. Tapi, ia bimbang sekarang. Memorinya terdampar saat pentas seni berakhir.

.

.

.

 .

Tidak ada yang Baekhyun lakukan kecuali menatap seisi ruangan panitia. Pentas berakhir dan ia akan kembali ke kesibukkan kuliah. Baekhyun memejamkan mata dan meyakinkan dirinya dapat menjalani kegiatan seperti sedia kala. Rasanya ada perasaan berat yang terselip, ditambah lagi harus mengingat tatapan Taeyeon tadi.

Tok! Tok! Tok!

Mata Baekhyun terbuka. Ia bergerak dari posisinya dan hendak membuka pintu tapi, kenopnya tertahan.

“Jangan dibuka…”

Hening beberapa sekon. Baekhyun kenal si pemilik suara, ini suara Taeyeon.

“Jangan dibuka, Baekhyun.aku tak mau kau melihatku dalam kondisi seperti ini.” Suara Taeyeon kembali mengudara dan Baekhyun hanya terdiam. Ia menyandarkan punggungnya ke pintu dan menunggu Taeyeon kembali bersuara. Tapi, keheningan kembali menyelimuti.

“Ada urusan apa kau kemari?” Ujar Baekhyun dingin.

“Aku sudah mendengarnya, soal beasiswa unggulan yang ditawarkan kepadamu-” Taeyeon tak berhasil menuntaskan ucapannya. Baekhyun lebih dulu memotong.

“Aku akan pergi dan melupakan segalanya yang pernah terjadi. Dan kau juga harus melakukannya, Taeyeon.”

“Tidak, setelah aku berpikir aku tidak mau melupakanmu. Aku akan menunggumu selama kau pergi ke Jepang, aku akan menunggumu untuk berubah dari pengecut menjadi lebih berani dan kau mau kan untuk kembali menyukaiku sebagai perempuan, bukan sebagai kakak?” Baekhyun tidak tahu ekspresi macam apa yang sedang dipasang Taeyeon, ia menahan napas sebelum mencoba membuka pintu. Tapi, kenop pintu ruang panitia ditahan oleh Taeyeon.

“Kumohon Baek, berjanji padaku kau akan pergi bukan untuk melupakanku. Tapi, untuk merubah dirimu agar aku pantas menyukaimu, kau sudah berjanji padaku kalau kau akan selalu berada di sisiku,” Taeyeon kembali berucap dan Baekhyun dapat mendengar getaran di nada suara perempuan itu.

Pantang menyerah akhirnya Baekhyun menarik paksa pintu yang membatasinya dan Taeyeon. Ia dapat melihat Taeyeon yang berusaha menyeimbangkan badan agar tak terjatuh karena tarikan Baekhyun barusan.

“Aku tidak bisa, maaf.” Dan Baekhyun berlalu meninggalkan Taeyeon.

.

.

.

 .

“Jangan katakan kau tidak mendengarku sedari tadi Baekhyun,” Chanyeol dengan gemas menepuk punggung Baekhyun agak keras.

Baekhyun menegakkan tubuhnya dan bertindak seolah-olah baru bangun tidur. “Maaf. Aku tertidur tadi,” Ujarnya. Chanyeol meringis, ia menaruh ponsel Baekhyun yang sedari tadi ia genggam ke meja dan berucap, “Ada pesan dari Tiffany Sunbae.” Mendengar ucapan Chanyeol Baekhyun melirik ponselnya dan membuka pesan dari Tiffany.

Aku ada di depan kelasmu, temui aku sekarang juga atau kau mati di tanganku Byun Baekhyun.
-Tiffany

“Aku pergi dulu.” Baekhyun segera beranjak dan meninggalkan Chanyeol yang sibuk berkomat-kamit menahan kekesalannya.

Seorang perempuan berambut hitam panjang dan kaos merah menjadi tujuan Baekhyun melangkah. Ia mendekati Tiffnya dan baru akan membuka mulut sebelum Tiffany berteriak terlebih dahulu.

“25 tahun Taeyeon hidup hanya kau lelaki yang dapat diterimanya dengan mudah !!!”

Baekhyun baru tiba di hadapan Tiffany dan perempuan itu berteriak tanpa aba-aba. Membuka percakapan dengan kasar.

“Ada apa? Kenapa Sunbae tiba-tiba berteriak.” Baekhyun menatap Tiffany kebingungan. “Jawab aku sekarang, kau menyukai Taeyeon atau tidak?” Tanya Tiffany dengan nada tajam.

“Aku menyukainya.”

Sebuah pukulan sukses mendarat di kepala Baekhyun.

“Kau aneh,” Kata pertama yang keluar dari mulut Tiffany usai ia memukul Baekhyun. “Kau suka pada Taeyeon, tapikau mau melupakannya dan karena apa? Aku tidak bisa melindunginya Sunbae, aku terlalu pengecut bla…bla…bla… fansmu itu memang bersifat menyerang dan hal itu menyeramkan. Tapi, apa salahnya kau mencoba untuk menjadi lebih dewasa? Pergilah ke Jepang dan belajar dewasa di sana. Aku jamin Taeyeon akan menunggumu, dia sendiri yang mengatakannya saat pentas berakhir, kan?”

Baekhyun mengangguk membenarkan. Benar Taeyeon mengatakan ia akan menunggu.

“Maaf aku terlalu ikut campur dalam urusanmu dan Taeyeon. Tapi, dia sahabatku satu-satunya dan baru kali ini dia benar-benar menyukai orang. Aku hanya ingin membantunya sedikit,” Ujar Tiffany tenang, nada bicaranya kembali normal. Baekhyun hanya menatap Tiffany dan menghela napas kemudian.

“Aku menyukainya dan akan mencoba untuk mencintainya.”

Keputusan Baekhyun mantap, ia akan pergi untuk sementara waktu dan kembali pada Taeyeon ketika sudah menjadi lebih baik.

***

Sebuah choker berbandul kubus putih menarik perhatian Baekhyun. Ia tidak berhenti memandang choker yang dibelinya ketika diperjalanan menuju rumah Chanyeol. Pikirannya terpusat pada satu hal. Calon pemilik choker berbandul kubus digenggamannya. Terlalu fokus dengan benda yang masih dibungkus rapih itu berakibat buruk pada Baekhyun. Stik playstation yang awalnya digenggaman Chanyeol telak menabrak wajah Baekhyun, mengundang decakkan sebal dari korban.

“Apa ?!” Bentak Baekhyun.

Wajah Chanyeol mengeruh ketika Baekhyun membentaknya. “Kenapa kau yang marah Baek? Kau sendiri yang mengatakan ingin menghabiskan waktu bersamaku sebelum berangkat ke Jepang esok. Tapi, kau malah melihat choker Taeyeonmu itu terus menerus, kau itu bagaimana sih?” Chanyeol balik membentak Baekhyun.

Baekhyun memandang Chanyeol dan choker bergantian sebelum berdiri dan menaruh choker itu di pangkuan Chanyeol. “Aku tak membutuhkan choker ini, aku butuh permintaan ma-”

“Tolong kasih itu ke Taeyeon dan aku harus pulang sekarang.” Tepat kalimat Baekhyun menemui titik, bersamaan pula dengan keluarnya lelaki itu dari kamar Chanyeol. Menyisakan Chanyeol yang ternganga tidak percaya karena diperlakukan seperti itu. Baekhyun yang jatuh cinta benar-benar menyebalkan.

Baru beberapa sekon Chanyeol merutuk. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menampilkan kepala Baekhyun yang menyembul. “Janji nanti malam kudengar semua curhatan Sandaramu. Tapi, tolong sampaikan ini ke Taeyeon, suaramu indah.” Lalu pintu kembali tertutup dan Chanyeol hanya dapat menghembuskan napas sebal. Setidaknya Baekhyun berjanji akan mendengar curhatan Sandaranya nanti. Netra Chanyeol menatap sinis choker di pangkuannya sebelum menyimpan benda itu di tas.

Dasar Baekhyun kurang ajar, batin Chanyeol.

***

Tiffany menatap mading lamat-lamat. Setiap fakultas memiliki mading yang dapat diisi mahasiswa dengan bebas. Salah satu faktor mengapa mading dipenuhi dengan gosip-gosip tidak bermutu. Walau begitu, masih ada beberapa artikel bermanfaat yang dapat dibaca. Seperti beberapa artikel yang sedang dibaca Tiffany :

Makanan menyehatkan mata

Cara menghilangkan komedo dengan alami

Diet Mudah dan Cepat, dan…

Jiyong-Taeyeon, kuharap mereka berpacaran.

Dahi Tiffany mengerut seketika. Matanya memincing dan membaca ulang artikel gosip yang tidak sengaja ia baca. Satu kata yang dapat menggambarkan penulis artikel itu, kurang kerjaan. Memang harus ia akui Taeyeon sering bersama Jiyong belakangan ini. Tapi, itu karena Jiyong bersedia membantu Taeyeon dalam menyusun skripsi. Tidak lebih dan kurang.

Bahkan Tiffany tahu Taeyeon tidak terlalu nyaman ketika bersama Jiyong.

Tiffany menggeser kaca penutup mading hendak melepas artikel Jiyong-Taeyeon tapi, sebuah tangan menahannya.

“Apa yang kau lakukan?” Ini suara Jiyong yang tiba-tiba muncul dan mengambil posisi di belakang Tiffany. “Melepas artikel ini,” Jawab Tiffany sambil bertahan di posisinya. Karena jika ia berbalik, pasti ia dan Jiyong berjarak sangat minim. Jiyong menggeser badan Tiffany paksa dan menutup kembali kaca mading.

“Jangan dilepas-” Jiyong menggantungkan ucapannya, ia mengalihkan atensinya dari mading ke perempuan Hwang di hadapannya. “-karena aku mencintai Taeyeon.”

Raut wajah Tiffany berubah drastis. Ia memandang Jiyong dengan tatapan mengintimidasi. “Walau kau tahu cintamu itu bertepuk sebelah tangan?”

“Baekhyun hari ini berangkat ke Jepang karena ia menerima beasiswa unggulan. Aku benar, kan?”

Tiffany tertawa meremehkan. “Siapa sangka kau salah satu penggosip di universitas ini Kwon Sunbaenim,” Ujarnya.

“Memangnya kenapa? Setidaknya aku tahu Baekhyun pergi ke Jepang selama satu tahun, dan satu tahun waktu yang cukup untuk mencoba mencintai orang lain, Hwang Mi Young.”

Wajah Tiffany mengeras seketika. Ia mengontrol emosinya sebisa mungkin, mengingat koridor mading itu ramai. “Teruslah tenggelam di fantasimu Sunbaenim. Aku dapat menjamin, Sunbaenim akan gagal melawan Baekhyun.”

“Kau bukan Taeyeon.” Sangkal Jiyong. Senyum remeh terbit di wajahnya.

“Karena aku sahabatnya.”

.

.

.

Tbc.

Advertisements

20 comments on “[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 11)

  1. Thornim, buat baek nyesal dong.. jadi orang kok plin plan bgt, kn ksian taeng uni jadi gunda hatinya dan sedih krn baek.. buat taeng dan gd oppa dkt lagi dan baek cemburu, biar kerasa pengorbnn cinta mrk gtu..

    sory thornim cuma saran doang.. apapun yang thornim buat aku dukung kok, karna i like sama ff ini thor, jln crtnya asyik dibc..

    oke deh cukup cuapp cuap saya, saya cuma mau ngasih dkungan aja buat thornim trcinta ini..
    FIGHTING author nim, lanjutkan dengan cepat yah..😀😀 next..!!

  2. galau level to damn high:’) kalau baekhyun pergi takut ntar taeyeon berpaling ke jiyong. Moga aja taeyeon bisa setia menunggu baekhyun pulang dari jepang. Next chapter ditunggu ☺

  3. Lanjutannya kapan dong author yhighpi.. Penasaran sma chap selanjutnya nih.. Udh sebulan lebih gk update.. Ayolah.. Hwaiting author..

    • wah………..
      aku gak bisa jamin lanjutannya kapan. sebenernya naskahnya udh aku kasih semua ke admin ATSIT. jadi bukan aku yang nentuin tanggal, tapi admin ATSIT.
      thanks udh baca dan ninggalin jejak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s