[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 13)


Author : deeHAYEON

Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : School-life, Friendship, Romance

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo

Other Cast : Seohyun, Hyukjae, Saehyun, Suzy, Luhan, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

Sorry for typo(s)…

Preview: Chapter 1,Chapter 2,Chapter 3,Chapter 4,Chapter 5,
Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8,Chapter 9, Chapter 10, Chapter 11, Chapter 12

——–

 

Chapter 13

New KyuTae Relationship

 

Yunho menarik Saehyun yang sedang mengobrol dengan teman-temannya ketika ia melihat dari kejauhan Taeyeon berjalan sambil membawa tumpukan buku. Sepertinya yeoja itu akan keruang guru dan tentu itu melewati kelasnya.

“Ada apa, Yunhie-ya?” tanya Saehyun kaget.

“Tidak apa-apa” Yunho hanya tersenyum simpul sambil menarik Saehyun kedekatnya dan mereka berdiri di depan kelas.

Saehyun membalas dengan senyuman manisnya, “Merindukanku?”

“Ya” jawab Yunho sekenanya. Sesekali ia mencuri pandang kearah Taeyeon, dan ia menyadari Taeyeon yang berhenti sebentar saat melihat kumpulan anak-anak Dark yang berada di dekat pohon maple. Pasti Kyuhyun ada diantara anak-anak Dark itu.

“Hmm. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi” gumam Saehyun sambil menyilangkan tangan di depan dada.

Yunho tertawa ringan, “Lalu kau mau aku merubah jawabanku?”

“Tidak!” tukas Saehyun, “Aku suka jawabanmu”

“Kalau begitu jangan banyak protes. Mendekatlah padaku”

Yunho menarik pinggang Saehyun agar lebih mendekat padanya. Tidak tahu bahwa itu membuat Saehyun mengulum senyum dan menunduk dengan wajah tersipu. Tapi bukan itu yang Yunho pedulikan. Sekali lagi Yunho mencuri pandang kearah Taeyeon, sekarang yeoja itu tengah melewati tempat kumpulan anak-anak Dark yang memang hanya berjarak tiga kelas dari kelasnya.

“Yunhie-ya, kita tidak perlu seperti ini. Kau tahu, kita punya banyak waktu dirumah. Di sekolah banyak orang yang melihat” ujar Saehyun pelan. Ia masih menunduk karena beberapa orang yang melewatinya memperhatikan tangan Yunho yang betengger di pinggangnya. Astaga, ia sangat malu.

Yunho memandang yeoja itu, perlahan Saehyun mendongak. Yunho tak menjawab apapun selain tersenyum tulus dan memberikan tatapan dalam, membuat Saehyun lemah dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

Yunho kembali melirik kearah Taeyeon, betapa terkejutnya ia, Kyuhyun sudah bersama Taeyeon. Entah sejak kapan mereka berjalan berdampingan dengan setumpuk buku yang kini berada di tangan Kyuhyun. Yunho melepas rangkulannya di pinggang Saehyun tiba-tiba dan tak bisa menyembunyikan keterkejutannya lagi. Sepertinya rencana yang ia siapkan justru berbalik menyerangnya.

Saehyun menyadari perubahan ekspresi Yunho, “Ada apa?” tanyanya bingung.

Yunho menggeleng pelan, “Tidak ada”

Saehyun menggeser tubuhnya kedepan namja itu dan mengernyit, “Jangan bohong”

“Aku tidak bohong”

Yunho membuang muka untuk menghindari tatapan Saehyun tapi justru kearah yang salah. Ia mendapati Taeyeon mengangguk sopan menyalaminya. Saehyun menoleh kearah yang sama dan dia hanya memandang Taeyeon tanpa berbuat apa-apa.

“Halo, Yunhie-ya” sapa Kyuhyun tiba-tiba.

Suaranya terdengar terlalu manis di telinga Yunho. Dan Yunho merasa dadanya ingin meledak saat Kyuhyun mulai menggenggam tangan Taeyeon. Taeyeon memang sempat melirik Kyuhyun dengan pandangan memperingatkan, tapi yeoja itu tak berusaha menolak genggamannya. Membuat Yunho semakin ingin menghilang dari dunia ini sekarang juga. Kyuhyun dan Taeyeon terus berjalan keruang guru, sementara Yunho masih memandangi punggung keduanya hingga tersadar oleh Saehyun yang menghela napas putus asa. Yunho menoleh sebentar padanya.

“Katamu kau sudah melepasnya” keluh Saehyun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Yunho merasa sedikit bersalah. Ia memang ingin melepas Taeyeon. Tadi ia pikir dengan terlihat mesra dengan Saehyun di depan Taeyeon, maka Taeyeon akan benar-benar membencinya dan ia bisa benar-benar melepasnya. Tapi bahkan sebelum rencana itu dijalankan, Kyuhyun tiba-tiba bergabung dengan Taeyeon dan semuanya berbalik pada Yunho, Yunho-lah yang berubah menjadi lemah dan cemburu.

“Maaf, Saehyun-a” ujar Yunho pelan.

Saehyun menangkup kedua pipi namja itu lalu tersenyum, “Sudahlah… Aku mengerti. Semua ini butuh proses. Aku akan membantumu”

Yunho tersenyum pahit. Sekejam-kejamnya Saehyun memaksanya untuk mencintai bahkan menikahinya, tapi Yunho tahu Saehyun tulus mencintainya. Dan ia sedikit menyesali kenapa ia belum bisa mencintai yeoja itu sepenuh hati.

***

Suzy berdiri bersandar di tembok balkon depan kelasnya, ia menopang dagu dengan pandangan lurus keseberang lapangan, tepat koridor lantai dasar kelas tiga. Beberapa waktu lalu Taeyeon pamit padanya untuk mengantarkan buku anak-anak kelas mereka keruang guru. Dan ia baru saja melihat dari jauh, di koridor seberang lapangan Kyuhyun menghampiri Taeyeon dan membantunya membawakan buku-buku itu keruang guru.

Suzy menghela napas. Jika Taeyeon dan Kyuhyun sudah bersama, berarti tugasnya dan Hyukjae sudah selesai. Dan itu juga berarti ia dan Hyukjae tidak akan sedekat ini lagi. Mereka tidak punya kesempatan dan alasan untuk saling dekat satu sama lain.

Lee Hyukjae. Salah satu namja populer di sekolah bahkan keluar sekolah karena ketampanan dan kemudahannya dalam bergaul. Hyukjae selalu ramah pada semua orang. Dia bahkan terkenal menjadi satu-satunya anggota Dark yang bisa bersikap ramah pada anggota Light. Dia memiliki senyum yang selalu membuat hati orang-orang menghangat dan bicaranya bisa mengundang keceriaan. Dia-lah salah satu alasan Suzy masuk ke sekolah Kyunghwa, karena memang Suzy sudah jatuh cinta padanya sejak dua tahun lalu saat ia menjemput oppa-nya yang bersekolah di Kyunghwa.

–FLASHBACK

Suzy berdiri di depan pintu gerbang Kyunghwa SHS, masih lengkap dengan seragam Junior High School-nya, ia mengedarkan pandangan kedalam gerbang untuk mencari keberadaan oppa-nya. Security sekolah sudah menyuruhnya masuk dan mencari langsung, tapi Suzy menolak karena ia tidak mau menjadi pusat perhatian. Tapi ia juga sudah tidak sabar, sudah 30 menit ia menunggu oppanya di depan gerbang dan oppanya belum muncul-muncul juga. Suzy menyentakkan rambut panjangnya dengan kesal. Ia menghela napas dan bersandar di tembok yang menjadi pilar gerbang.

Saat itulah seorang namja berpakaian seragam kebanggaan Kyunghwa keluar sendirian dari dalam sekolah. Suzy memperhatikan namja itu, perlahan gerbang terbuka secara otomatis. Seharusnya Suzy menggunakan kesempatan ini untuk kembali mencari oppanya, tapi sekarang perhatiannya malah terpaku pada sosok namja yang baru keluar gerbang itu. Tidak heran memang, namja itu memang sangat tampan.

Sadar bahwa Suzy memperhatikannya, namja itu menoleh dan mengangguk ramah. Suzy balas menyalaminya dan cepat-cepat mengalihkan pandangan. Entah kenapa, ia merasa gugup.

Sialnya, namja itu juga sepertinya sedang menunggu seseorang. Dia berdiri tak jauh dari Suzy sambil sibuk memainkan ponselnya. Suzy berusaha menjaga matanya agar tak mencuri pandang pada namja itu, tapi tak berhasil. Berkali-kali mata nakalnya melirik kearah namja itu sambil mengagumi ketampanannya, beruntung namja itu tak menyadarinya.

“Hyukjae-ya!” panggil seseorang tiba-tiba dari arah gerbang.

Namja yang dipanggil menoleh dan tanpa sadar Suzy juga ikut menoleh. Sebuah mobil sport berwarna biru sudah ada di pintu keluar gerbang, pengemudinya seorang namja berambut cokelat mencolok dengan wajah angkuh. Namja yang di panggil Hyukjae itu pun tersenyum sedikit. Dia menoleh pada Suzy.

“Aku pergi duluan” pamitnya sambil tersenyum. Namja itu pun menghampiri mobil sport yang menunggunya. Ia masuk ke kursi penumpang dan mobil itu meluncur ke jalan raya.

Suzy hanya bisa diam mematung.

FLASHBACK END–

Suzy tersadar dari lamunannya ketika ponselnya bergetar di dalam saku blazernya. Ia segera mengambil ponsel itu dan melihat ada satu pesan masuk dari orang yang tadi sedang ia pikirkan. Sejenak ia mengernyit. Lalu membuka pesannya.

From : Lee Hyukjae
Nanti pulang sekolah jangan pulang dengan Si Chanyeol. Aku tunggu di depan gerbang.

Seketika jantungnya melonjak kesenangan. Tanpa sadar, ia tersenyum memandang isi pesan itu.

***

Taeyeon sudah beberapa langkah meninggalkan gerbang sekolah menuju halte bus ketika tiba-tiba seseorang memegang tangannya. Ia sudah akan mengibaskan tangan itu untuk melepaskan diri tapi langsung terhenti ketika melihat siapa pelakunya.

“Oh, kau” ujarnya datar.

Kyuhyun berdecak sebal, “Kenapa tidak semangat begitu saat melihatku?”

“Memangnya harus semangat? Seperti apa? Berteriak histeris dan langsung memelukmu lalu menyerukan kata-kata gila?” Taeyeon mendesis jijik hanya dengan membayangkan dirinya melakukan hal konyol seperti itu, “Aku bukan orang gila”

“Aku tidak mengharapkanmu menjadi sasaeng fan. Setidaknya kau ceria saat melihatku. Aku kan…” Kyuhyun menghentikan kalimatnya.

Taeyeon menelan ludah. Ia tahu Kyuhyun akan menyebut kata ‘kekasihku’. Tapi entah apa yang membuat namja itu menghentikan ucapannya. Kata ‘kekasih’ memang masih asing dimulut dan di pendengaran mereka berdua. Lagipula Kyuhyun tidak pernah meminta Taeyeon menjadi kekasihnya secara langsung. Jadi apa Taeyeon benar-benar kekasihnya?

“Lupakan” lanjut Kyuhyun. Ia memalingkan pandangan kearah lain.

Selama beberapa saat mereka terdiam canggung. Berusaha mencari bahan pembicaraan, walau Taeyeon masih merasa ada yang mengganjal di hatinya. Pernyataan cinta Kyuhyun di pesta Dark waktu itu belum bisa membuatnya percaya bahwa statusnya dan Kyuhyun sekarang adalah sepasang kekasih, seharusnya itu cukup, tapi kenapa ia masih ragu?

“Kau…”

“Kau…”

Sial. Begitu Taeyeon menemukan bahan pembicaraan, Kyuhyun juga malah ikut bicara, membuat keadaan semakin aneh saja. Mereka bertatapan sebentar dan kembali tersenyum canggung.

“Kau dulu” kata Kyuhyun.

“Umm…Bukankah kau bawa mobil?” tanya Taeyeon.

“Memang. Tapi hari ini aku sudah berencana pulang denganmu naik bus jadi mobilku aku titipkan. Lagipula aku ingin mencoba rasanya naik bus”

“Kau belum pernah naik bus?” Taeyeon terkejut, sejenak ia lupa dengan status sosial Kyuhyun, “Oh, ya aku lupa. Kau kan anak Perdana Menteri”

Kyuhyun mencebik, “Tak perlu disebut, bisa kan?”

Taeyeon menyeringai saat melihat ekspresi tak nyaman namja itu, ia jadi ingin menggodanya, “Tapi memang benar kan?”

“Iya” jawab Kyuhyun malas, “Tapi tak perlu dibahas. Malah aku pikir sebenarnya aku sudah tak punya orangtua”

Seketika seringaian Taeyeon menghilang, digantikan dengan rasa bersalah, “Kau tidak boleh bicara begitu. Bagaimana kalau orangtuamu benar-benar sudah tiada?”

Kyuhyun tersenyum getir, “Sejak aku berumur enam tahun, aku merasa hanya diurus oleh para pengasuhku. Ayah dan ibuku hampir tak pernah pulang, mereka hanya mempedulikan bisnis dan partai politik mereka saja tanpa tahu ada aku yang mengharapkan mereka dirumah. Aku sempat mengeluh karena tak merasakan kehangatan sebuah keluarga di dalam rumah, bahkan saat itu aku belum tahu arti kasih sayang. Karena itulah, selama hidupku aku hanya merasa memiliki Hyukjae dan Joohyun…”

Taeyeon tertegun. Mengetahui cerita ini dari mulut Kyuhyun sendiri membuat ia sadar betapa berarti Seohyun di kehidupan namja itu. Dan ia kagum dengan dirinya sendiri karena kali ini ia tidak cemburu.

“…sebelum akhirnya kau datang di hidupku dan aku merasa tak ada lagi yang aku perlukan di dunia ini selain kau” lanjut Kyuhyun.

Wajah Taeyeon memanas. Kata-kata Kyuhyun memang tak romantis sama sekali tapi cara penyampaiannya membuat Taeyeon merasa dirinya memang penting dihidup namja itu. Detik kemudian Kyuhyun tertawa. Taeyeon menoleh padanya.

“Kenapa tertawa?” tanya Taeyeon bingung.

“Aku merasa menjadi perayu ulung” kata Kyuhyun masih saja tertawa, menertawakan diri sendiri tepatnya.

Taeyeon melirik tajam namja itu sambil mengerucutkan bibir, “Memang. Itulah dirimu, tapi aku harap hanya aku saja yang terjebak dalam rayuanmu”

“Memang kenapa kalau ada yang lain? Ku rasa kau tidak mau aku merayu orang lain selain dirimu” Kyuhyun terkekeh melihat Taeyeon mulai merona.

“Terus saja menggombal” sahut yeoja itu kesal.

Tiba-tiba genggaman Kyuhyun ditangan Taeyeon mengerat, tawanya digantikan dengan senyuman tulus, “Kau harus tahu, semua yang aku katakan bukan sekedar rayuan belaka”

Taeyeon memandang mata Kyuhyun yang sedang memandangnya dalam-dalam, lalu tersenyum, “Aku percaya”

***

“Bukankah ini mobil Kyuhyun sunbae?” tanya Suzy pada Hyukjae yang mengemudi di kursi sampingnya. Ia sedikit bingung ketika Hyukjae menunggunya di depan gerbang sekolah dengan mobil sport biru yang setahunya adalah milik Kyuhyun. Ia pikir mungkin Hyukjae memiliki mobil yang sama seperti Kyuhyun, tapi setelah ia masuk ke mobil itu ia menemukan satu barang diatas dashboard yang pasti hanya dimiliki Kyuhyun. Syal hitam dengan sablon bintang berwarna emas. Syal Leader.

Hyukjae terkekeh, “Iya”

“Mwo?” Suzy semakin bingung, “Lalu Kyuhyun sunbae kemana?”

“Mengantar Taeyeon pulang” jawab Hyukjae lagi, “Dia bilang lebih romantis kalau mengantar Taeyeon menggunakan bus”

“Hah?”

Hyukjae tertawa melihat ekspresi Suzy yang terkejut sekaligus kebingungan, memang tindakan Kyuhyun terdengar bodoh, disaat semua pasangan berlomba-lomba menggunakan kendaraan mewah mereka, dia malah memilih bus umum.

“Entah apa maksud orang itu. Yang jelas dia sekarang sudah jauh berkembang. Dia sudah mulai bisa berinisiatif sendiri”

Suzy tertawa kecil. Ia senang mendengarnya. Tapi, mau tidak mau perkataan Hyukjae membawanya kembali memikirkan sesuatu yang ia takutkan. Semakin dekat Kyuhyun dan Taeyeon, maka semakin jauh Suzy dengan Hyukjae. Hukum berbanding terbalik seperti rumus Fisika yang ia pelajari.

“Ada apa?” tanya Hyukjae setelah beberapa menit mereka terdiam. Hyukjae sepertinya menyadari pikiran yeoja disampingnya sedang terblokir oleh sesuatu.

“Ah..tidak” jawab Suzy sambil berusaha mengukir senyum dibibirnya.

Hyukjae mengangguk beberapa kali sebelum fokus sepenuhnya pada jalan. Tidak ada yang mereka bicarakan lagi setelah itu. Pikiran Suzy masih tersangkut pada hal yang ia takutkan sejak Kyuhyun mempersembahkan lagu spesial untuk Taeyeon di acara Dark kemarin. Dan Hyukjae memilih tak menganggu pikiran yeoja itu, walau ia tahu ada yang mengganjal di perasaannya, biarlah Suzy yang mengungkapkannya sendiri.

“Sudah sampai, Suzy-a” tegur Hyukjae seraya menghentikan mobilnya.

Suzy tersadar dari lamunannya dan memandang keluar jendela. Mereka memang sudah sampai di depan rumahnya. Astaga, sudah berapa lama ia melamun?

“Eoh…Terimakasih sudah mengantarku, oppa” ujar Suzy sedikit linglung. Ia sudah memegang handle pintu mobil dan bersiap akan turun ketika Hyukjae tiba-tiba menahan bahunya.

“Kau yakin tidak ada yang ingin dibicarakan?” tanya Hyukjae sekali lagi. Tidak mungkin ia membiarkan yeoja itu pergi dengan raut muka penuh beban, setidaknya ia harus tahu masalahnya sedikit, “Kelihatannya ada yang sangat mengganggu pikiranmu. Aku siap mendengarnya, itupun kalau kau izinkan”

Suzy diam sejenak. Bagaimana ini? Haruskah ia terus terang pada Hyukjae atau memendamnya sendirian? Ia sudah memendam perasaan ini selama dua tahun dan kalau ia melewatkan kesempatan ini maka ia akan menyesal seumur hidup. Tapi bagaimana jika hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan? Sanggupkah ia?

“Sebenarnya ada…” ujar Suzy akhirnya.

“Bicaralah” kata Hyukjae memberi keyakinan.

Suzy menatap langsung kedalam mata namja itu lalu mengungkapkan,

“Aku menyukaimu”

Satu detik..dua detik..tiga detik…Perlahan pegangan tangan Hyukjae di bahu Suzy melemah dan terlepas begitu saja.

“Kau ingat kita pernah bertemu dua tahun yang lalu?” Suzy berusaha tak menghiraukan keterkejutan Hyukjae dan terus melanjutkan, ia sudah memulai maka ia harus meluapkan semuanya sekarang, “Saat itu aku sedang menjemput oppa-ku yang bersekolah di Kyunghwa dan kita bertemu di gerbang. Kau juga ikut berdiri di depan gerbang untuk menunggu temanmu, yaitu Kyuhyun sunbae. Sejak saat itulah aku tertarik padamu dan mulai menyukaimu” jelas Suzy.

Jujur Hyukjae tidak ingat pertemuan pertamanya dengan Suzy. Yang ia tahu waktu dua tahun adalah waktu yang cukup lama, dan jika Suzy sudah menyukainya selama itu, jelas itu bukan hanya sekedar ‘suka’. Hyukjae memejamkan matanya sejenak dan mengalihkan pandangan kearah lain.

Suzy sedih mengetahui reaksi namja itu, lalu apa ia menyesal?

“Hyukjae oppa, aku…”

“Suzy-a” sela Hyukjae. Pandangannya mengarah kembali pada Suzy, “Aku juga menyukaimu. Kau adalah yeoja manis dan memiliki kepribadian yang baik. Tapi apa kau tahu? Hubungan yang kita jalani sekarang adalah hubungan terbaik yang kita punya”

Suzy tak menyahut. Napasnya sedikit sesak menunggu kalimat Hyukjae berikutnya.

Hyukjae tersenyum kecut, “Mungkin kau salah paham. Jangan menyalah-persepsikan sikapku selama ini padamu. Aku begini terhadap semua wanita”

Saat itulah dunia terasa hancur di kakinya sendiri. Suzy membeku. Hyukjae dapat melihat kepedihan hati yeoja itu dalam matanya karena ia juga merasakan hal yang sama. Tapi Hyukjae benar-benar tidak bisa membiarkan Suzy jatuh untuknya lebih dalam. Cukup sudah ia mengecewakan seorang wanita.

Suzy tersenyum tipis, “Aku tahu. Terimakasih sudah mengantarku, oppa”

Lalu Suzy turun dari mobil secepat yang ia bisa. Matanya sudah berair dan ia tidak bisa membendung tangisnya  lagi, airmata itu mengalir menuruni pipinya dan terus semakin deras.

Hyukjae hanya terpaku  memperhatikan punggung Suzy yang bergetar sampai yeoja itu masuk kedalam gerbang rumahnya. Ia menghela napas berat dan menenggelamkan kepala dilipatan tangannya yang bertumpu diatas kemudi. Hatinya sangat perih. Benarkah keputusan yang ia pilih ini?

***

“Makan makananmu” tegur Taeyeon pada Suzy yang duduk di depannya.

Taeyeon dan Suzy berada di cafétaria sejak bel istirahat berbunyi 10 menit yang lalu. Taeyeon sudah hampir menghabiskan makan siangnya tapi Suzy baru menghabiskan sebanyak dua sendok, itupun karena paksaan Taeyeon. Selebihnya Suzy hanya mengaduk-aduk makanannya.

“Tidak nafsu” jawab Suzy lemah.

Taeyeon menghela napas, “Jangan sampai aku membunuh Hyukjae sunbae karena telah membuatmu begini”

“Bukan salah Hyukjae oppa” sangkal Suzy masih dengan nada lemahnya, “Aku saja yang terlalu bodoh. Aku tahu semuanya akan jadi begini tapi aku nekad bicara padanya”

Suzy memang sudah menceritakan semuanya pada Taeyeon. Bagaimana ia mengungkapkan perasaannya pada Hyukjae dan bagaimana Hyukjae mengatakan bahwa dia lebih memilih tetap berhubungan seperti ini, dengan kata lain Hyukjae menolaknya.

“Sudahlah. Yang penting kalian bisa tetap berhubungan seperti ‘ini’ kan” ujar Taeyeon seolah memberi keyakinan. Sebenarnya Taeyeon sendiri tak tahu nasehat macam apa itu, ia sudah kehabisan kosa kata untuk meyakinkan Suzy.

“Aku hanya menyesali tindakanku, kenapa aku harus mengungkapkan semuanya dan membuat terluka diriku sendiri”

“Paling tidak kau jadi tahu apa yang ada dihatinya” ujar Taeyeon lagi, “Dan kau lega”

Suzy mengangguk pelan. Apa yang sahabatnya katakan benar, separuh beban dihatinya sudah hilang dan ia merasa lega karena mendapat kepastian yang langsung dari mulut Hyukjae. Mungkin ia hanya perlu berusaha untuk move on. Tiba-tiba pandangannya menangkap seseorang yang berada di belakang Taeyeon dan ia bergegas bangkit dari kursinya.

“Aku ke kelas duluan” pamit Suzy.

“Suzy-a, ada ap…”

Belum sempat Taeyeon menyelesaikan pertanyaannya Suzy sudah keluar dari cafétaria dan tiba-tiba Kyuhyun sudah duduk di tempat yang Suzy tinggalkan dan disusul Hyukjae yang mengambil alih kursi disebelahnya.

“Oh…” gumam Taeyeon mengerti.

“Suzy mau kemana?” tanya Kyuhyun yang juga melihat Suzy terburu-buru meninggalkan cafétaria.

Taeyeon mengedikan bahu, “Tanya saja pada Hyukjae sunbae” kata Taeyeon ketus.

Kyuhyun mengernyit pada Hyukjae, “Maksudnya?”

Hyukjae malah menoleh pada Taeyeon yang tengah menyeruput strawberry juice-nya, “Dia baik-baik saja?”

“Menurutmu?” balas Taeyeon masih ketus, “Dia langsung bereaksi seperti tadi saat melihatmu bukankah sudah jelas?”

“Yaa.. Kalian ini bicara apa? Ada apa?” tanya Kyuhyun jelas sekali ia tidak tahu apa-apa.

Hyukjae menghela napasnya. Wajahnya murung dan tak ada semangat sama sekali. Sebenarnya namja itu terlihat terlalu sedih untuk ukuran orang yang baru menolak seseorang yang mengungkapkan perasaan terhadapnya. Tapi kenapa Hyukjae harus sedih? Pikir Taeyeon. Kalau dia memang sedih, kenapa dia harus menolak Suzy?

***

“Kita tidak naik bus?” tanya Taeyeon ketika ia dan Kyuhyun sudah sampai di pelataran parkir sekolah, namja itu menyuruhnya masuk ke mobil.

“Bus itu tak senyaman yang aku kira. Lagipula ada kendaraan ini, untuk apa kalau tidak aku manfaatkan untuk mengantarmu?” jawab Kyuhyun menunjuk mobil sport-nya, “Cepat masuk”

Taeyeon menurut, Kyuhyun menyusul duduk di balik kemudi.

“Aku pikir sikap angkuhmu sudah berubah. Ternyata tidak” cetus Taeyeon.

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, “Angkuh?”

Taeyeon mengangguk.

Mobil mulai melaju meninggalkan sekolah dan Kyuhyun terkekeh sendiri, “Jangan menilai orang seenaknya, apa hanya keburukanku yang kau perhatikan?”

“Memang apa? Itulah yang menonjol dari dirimu”

“Aku penyelamatmu”

Taeyeon terdiam. Penyelamatnya? Penyelamat apa? Ia menoleh cepat pada Kyuhyun, ia baru ingat kalau aroma orang yang menyelamatkannya di kejadian pengeroyokan itu sama dengan jaket sport, apa itu artinya Kyuhyun-lah namja penyelamatnya?

“Jadi kau…”

“Kau ingat ternyata. Pintar” jawab Kyuhyun dengan senyum mengejek.

“A-aku…Benarkah?..Kau…” Taeyeon kehilangan kata-katanya.

“Sudahlah…jangan bahas itu. Itu sudah lama dan sekarang bahas yang sedang terjadi. Ceritakan masalah Suzy dan Hyukjae”

“Oh begitu…” ujar Kyuhyun mengerti setelah Taeyeon selesai menceritakan masalah Suzy dan Hyukjae.

Taeyeon mengangguk, “Dan Suzy merasa sangat terpukul dengan jawaban Hyukjae sunbae”

“Aku tidak yakin Hyukjae benar-benar ingin menolak Suzy. Sekalipun dia playboy–maksudku terlalu baik pada wanita hingga semua wanita itu jatuh cinta padanya–tapi aku sangat mengenalnya. Aku bisa membedakan sikap Hyukjae pada Suzy dan wanita-wanita lain. Dan semuanya sangat berbeda, Hyukjae menganggap Suzy wanita spesial” kata Kyuhyun.

“Hufh…Aku tidak mengerti jalan pikiran sahabatmu itu” gerutu Taeyeon kesal. Ia tidak mungkin tidak kesal jika sahabatnya tersakiti.

“Aku yakin dia tidak sepenuhnya menolak Suzy” ujar Kyuhyun lagi, “Cara pandangnya berbeda. Dulu hanya ada satu orang yang diberikan pandangan seperti itu oleh Hyukjae. Aku bisa membaca pancaran matanya”

Taeyeon diam menatap Kyuhyun, kemudian ia tertawa keras.

Kyuhyun menoleh, “Kenapa kau?”

Taeyeon menahan tawanya, “Aku rasa orang yang seharusnya aku cemburui bukan Seohyun”

“Maksudmu?”

“Tapi Hyukjae sunbae. Seharusnya aku mengkhawatirkan kedekatanmu dengannya” tambah Taeyeon, “Kau tahu, ketika kau bilang kau bisa membaca mata Hyukjae, itu agak mengagumkan sekaligus mengerikan” kembali yeoja itu terbahak.

“Sial” umpat Kyuhyun melirik yeoja disebelahnya tajam, “Tapi aku serius. Aku bukan ada apa-apa dengan Hyukjae, kami hanya terlalu lama berteman hingga aku tahu seluk-beluk seorang Lee Hyukjae. Dan dari apa yang aku lihat, Hyukjae memang suka pada Suzy. Hanya saja ada sesuatu yang menghalanginya. Dia masih trauma”

Taeyeon segera meredakan tawanya dan kembali bicara serius, “Trauma apa?”

“Panjang ceritanya” jawab Kyuhyun, “Yang pasti kita harus melakukan sesuatu”

Taeyeon mengernyit, “Melakukan apa?”

“Sudah saatnya kita membalas jasa Hyukjae dan Suzy untuk kita selama ini” kata Kyuhyun.

“Maksudmu?” Taeyeon masih tak mengerti.

“Mendekatlah” kata Kyuhyun mengisyaratkan Taeyeon untuk lebih dekat padanya, sementara pandangannya masih fokus pada jalan. Kemudian Kyuhyun membisikkan sesuatu.

“…”

“Apa itu tidak kelihatan terlalu di dramatisir??” seru Taeyeon setelah Kyuhyun selesai menjelaskan rencananya.

“Percaya padaku” satu senyuman tak terduga muncul di bibir namja itu.

***

–FLASHBACK

“Maaf, aku sepertinya telat datang ke tempatmu. Aku harus mengantar Naeun ke tempat les pianonya dulu. Dia barusan meneleponku, mobilnya mogok” ujar Hyukjae pada Jieun di telepon.

“Naeun teman sekelasmu itu?”

“Iya”

“Yasudah, hati-hati” kata Jieun.

……..

“Akhir minggu ini bagaimana kalau kita date?” tanya Jieun, Hyukjae mengangguk.

“Boleh. Tapi bisakah kita ajak Sulli? Aku sudah janji akan menemaninya mencari buku sastra untuk tugasnya minggu depan” kata Hyukjae.

Jieun tersenyum, “Oh yasudah, sekalian saja”

……..

“Siapa? Kenapa terus-terusan meneleponmu saat film sedang main seperti ini?” tanya Jieun pada Hyukjae yang baru memutus sambungan teleponnya. Mereka sedang berada di bioskop.

“Juyeon, dia butuh teman untuk bercerita tentang masalahnya dengan kekasihnya” jawab Hyukjae.

“Oh” Jieun kembali menonton film yang sedang ditayangkan.

……..

“Aku tidak suka melihatnya” kata Jieun ketus.

“Demi Tuhan, tadi itu tidak kena” ujar Hyukjae berusaha meyakinkan Jieun. Ia menggenggam tangan yeoja itu dan terus memberinya penjelasan mengenai adegan ciuman di drama festival sekolah yang baru selesai diperankannya dengan Go Hara. Dan memang Hyukjae tidak benar-benar mencium Hara, hanya sekedar rekayasa sudut pandang yang jika dilihat dari arah penonton maka ia terlihat benar-benar mencium Hara, tapi sebenarnya tidak.

Jieun diam, menatap dalam manik mata Hyukjae kemudian tersenyum menenangkan, “Aku percaya padamu”

Hyukjae bernapas lega, ia mencium kening yeoja itu, “Terimakasih sayang”

……..

Hyukjae bersandar lemas di dinding koridor rumah sakit di depan ruang ICU. Ia masih memakai setelan pestanya dan ditangan kirinya ada sebuah buket bunga yang ia pengang erat.

16 Mei. Pesta Sweet Seventeen Lee Jieun. Seharusnya hari itu menjadi hari bahagia untuk Jieun. Tapi sekarang yeoja itu malah terbaring tak berdaya di ruang ICU…karena kebodohan Hyukjae.

“…Dia mengunci diri dikamarnya setelah kau menelepon kau akan terlambat datang ke pesta karena teman lamamu berkunjung ke rumah” kata Eunji, yeodongsaeng Jieun yang juga berdiri di depan ruang ICU. Eunji juga masih mengenakan gaun pestanya dan keadaannya sedikit kacau karena terus menangis, “Aku khawatir dengan keadaan eonni, akhirnya aku meminta bauntuan tamu-tamu untuk mendobrak pintu. Dan…d-dia sudah tergeletak dengan pergelangan tangan yang penuh darah”

Eunji menunduk. Bahunya gemetar hebat karena tangisannya.

“Kenapa dia melakukan itu…?” gumam Hyukjae, pandangannya kosong.

Eunji mengangkat wajahnya dan langsung menampar Hyukjae sekuat tenaga. Marah. Tentu saja Eunji marah, sikap Hyukjae seakan menyalahkan eonni-nya yang melakukan hal bodoh seperti itu.

“Kau masih tidak sadar juga?! Ini kesalahanmu!! Kau lebih mementingkan semua teman yeojamu dibandingkan kekasihmu sendiri. Kau masih tidak tahu letak kesalahanmu hah!!!” teriak Eunji tak peduli sedang dimana ia sekarang.

Hyukjae diam, pandangannya mulai kabur karena menahan air matanya. Tamparan Eunji tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sakit hatinya.

“Kau orang paling jahat yang pernah aku kenal Lee Hyukjae! Aku hanya tinggal berdua dengan eonni-ku di Korea dan JIKA TERJADI APA-APA PADA EONNI KU, AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!” teriak Eunji marah. Eunjung, sahabat dekat Jieun yang juga ada disana, memeluk Eunji dari belakang berusaha menenangkannya.

“Kenapa dia tidak bilang kalau dia keberatan? Selama ini dia tidak pernah protes…”

“KARENA KAU TERLALU JAHAT, LEE HYUKJAE!!!” teriak Eunji lagi.

Eunjung menarik Eunji paksa untuk menjauh dari Hyukjae dan wanita itu berusaha bicara tenang pada Hyukjae walau masih jelas tersirat ada kemarahan di matanya, “Lee Jieun adalah orang yang tertutup. Dia tidak biasa mengungkapkan pikiran dan perasaannya pada orang banyak, seharusnya kau yang menjadi orang terdekatnya selama enam bulan ini menyadari hal itu, Hyukjae-ssi” ujar Eunjung.

Hyukjae tetap diam. Kenapa ia begitu bodoh? Kenapa ia begitu tidak peka terhadap kekasihnya sendiri? Ia selalu perhatian dan mengerti teman-teman yeojanya…tapi ia gagal terhadap kekasihnya sendiri.

Hyukjae menunduk. Dan akhirnya air mata itu jatuh tanpa bisa dicegah lagi.

‘Maafkan aku, Jieun-a…’

FLASHBACK END–

Hyukjae mencengkeram kepalanya. Mengingat hal itu membuat kepalanya sakit dan hatinya kembali perih.

Ia masih beruntung karena Jieun sadar dari komanya setelah dua hari. Jika tidak, mungkin Hyukjae juga akan ikut bunuh diri bersama yeoja itu. Tapi sejak itu, Hyukjae tidak berani lagi masuk kedalam kehidupan Jieun. Selain karena semua orang di sekitar Jieun melarangnya, ia juga takut akan menyakiti Jieun lagi. Sejak saat itu, sekalipun Jieun memohon-mohon padanya, ia tidak akan menerima yeoja itu kembali.

Dan sekarang, setelah hampir satu tahun kejadian itu, muncul-lah seorang Bae Suji yang perlahan membuatnya jatuh cinta karena sikap apa adanya. Mengetahui bahwa Suzy memiliki perasaan padanya juga, menjadi suatu kebahagiaan untuk Hyukjae. Tapi tak bisa dipungkiri, Hyukjae masih trauma. Ia tidak bisa membiarkan hal yang terjadi pada Jieun terjadi juga pada Suzy. Ia takut dirinya gagal menjaga Suzy seperti ia gagal menjaga Jieun.

Ditengah lamunannya, tiba-tiba bel apartement Hyukjae berbunyi. Sambil berusaha mengembalikan mood-nya yang berantakan, Hyukjae menyeret langkahnya menuju ke pintu dan mengintip siapa yang datang melalui interkom disebelah pintu. Kyuhyun dan Taeyeon? Ia segera membuka pintu dan dihadapkan dengan Taeyeon yang sedang menatap dingin padanya. Ekspresinya tampak sedikit emosi.

“Apa yang…”

“Tae, sudah kubilang ini tidak akan ada gunanya” Kyuhyun tiba-tiba menyela kalimat Hyukjae.

Dan seperti orang yang baru tersadar dari lamunannya Taeyeon berkata, “Aku tidak bisa membiarkan Suzy di perlakukan seperti ini”

“Suzy…?” ulang Hyukjae bingung, “Ada apa dengan Suzy?”

“Kau…” Taeyeon menunjuk Hyukjae dengan tidak sopan, bahkan ia melupakan tatakrama seorang hoobae terhadap sunbae-nya, ia sedang marah, “Kau selama ini memperlakukan Suzy dengan sangat baik. Tapi kenapa kau menolaknya???”

Sesaat Hyukjae ingin menjawab bahwa ia bersikap begitu karena ia memang menyukai Suzy, tapi otaknya mengalahkan hatinya. Ia mendengus, “Aku memang begitu terhadap semua wanita. Jangan salahkan aku kalau Suzy menganggapnya lain”

“Sudah kubilang kan” ujar Kyuhyun memberi bukti sikap Hyukjae pada Taeyeon, ia mengangkat bahu.

“Kau jahat Lee Hyukjae” sergah Taeyeon tajam.

“Yaa, jangan mengatakan sahabatku seperti itu” balas Kyuhyun tak terima.

Taeyeon menoleh padanya, “Kau membelanya?”

Kyuhyun hanya mengangkat bahu, sementara Hyukjae bingung harus menanggapi seperti apa.

“Yasudah, terserah. Asal kau tahu, Lee Hyukjae. Jika terjadi apa-apa pada Suzy, kau adalah orang pertama yang kuburu”

Hyukjae tertegun. Kata-kata itu lagi… persis seperti ancaman Eunji saat di rumah sakit tempat Jieun dirawat.

“Aku pulang” kata Taeyeon ketus, kemudian tanpa basa-basi ia meninggalkan Hyukjae dan Kyuhyun begitu saja.

“Hyuk…” Kyuhyun menyadarkan Hyukjae dari kata-kata Taeyeon yang masih terngiang dalam benaknya. Kyuhyun merangkulnya, “Sudahlah, ayo masuk”

Satu hal yang Hyukjae anggap tak masuk akal, kenapa Kyuhyun membiarkan Taeyeon pergi sendiri?

***

Taeyeon mencari kontak Kyuhyun dan menghubunginya beberapa menit setelah ia memasuki taksi.

“Berhasil tidak?” tanyanya setelah telepon tersambung.

“Cepat sekali meneleponnya” komentar Kyuhyun. Suara disekitarnya terdengar sedikit berisik.

“Berhasil tidak??” desak Taeyeon.

“Lumayan” jawab Kyuhyun, “Dia sepertinya masih tertusuk dengan kata-katamu tadi”

“Baguslah” Taeyeon tersenyum.

“Bagus apanya?” gerutu namja itu, “Aktingmu tadi buruk sekali. Kalau tidak aku tegur dari awal pasti tadi kau lupa dengan kata-kata yang sudah kita siapkan”

Taeyeon mengerucutkan bibir merasa disalahkan, “Yang penting kita sudah berhasil kan?” jawabnya tak mau kalah.

“Iya..iya..” Kyuhyun mengalah, “Sekarang masuk rencana kedua, siap?”

“Siap!”

***

Kyuhyun duduk disebelah Hyukjae setelah ia keluar dari toilet. Hyukjae diam saja sambil memandang kosong tayangan televisi. Kyuhyun tahu namja itu tengah melamunkan kata-kata Taeyeon tadi, kata-kata yang cukup sensitif karena berhubungan langsung dengan traumanya.

“Sudah, jangan terlalu dipikirkan” kata Kyuhyun memecah keheningan, “Taeyeon hanya sedang emosi”

Hyukjae menoleh pada namja itu, ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemasnya, “Kau yakin Suzy tidak apa-apa?”

Kyuhyun mengangguk, walau sedikit tak yakin. Hyukjae menghembuskan napas dan kembali menatap televisi. Hanya suara televisi yang terdengar diantara keduanya.

“Kalau kau sebegini cemasnya memikirkan Suzy, kenapa tidak kau terima saja cintanya?” tanya Kyuhyun.

“Kau tahu masalahku…” gumam Hyukjae.

“Jieun?”

Hyukjae mengangguk, “Aku tidak mau ada korban berikutnya setelah Jieun”

Kyuhyun mendengus, “Berhenti menyalahkan dirimu sendiri mengenai Jieun. Jieun yang tidak bicara bahwa ia keberatan melihatmu dengan teman-teman yeojamu, itu masalahnya”

“Benar, itu memang masalahnya” balas Hyukjae tajam. Terkadang Kyuhyun terlalu pintar memberi nasehat, hingga sahabatnya sendiri dibuat emosi, “Aku tidak bisa mengerti perasaan kekasihku sendiri. Itu masalahnya” tekan Hyukjae.

Kyuhyun meringis, menyadari dirinya salah bicara, “Paling tidak kau harus maju dan membuka hidup baru, Lee Hyukjae”

“Bagaimana kalau hidup baru itu akan berakhir sama dengan hidup lamamu?” tanya Hyukjae menatap Kyuhyun langsung. Kyuhyun menghela napas.

“Kuncinya hanya satu, jangan lakukan kesalahan yang sama. Kau harus bisa menghargai dan mengerti perasaan kekasihmu. Lagipula kupikir ketika kau memulai sesuatu dengan orang yang baru, maka kau akan menghadapi masalah yang baru pula. Tinggal bagaimana kau menjadikan kesalahan masa lalumu sebagai pelajaran di kehidupan yang akan datang” ujar Kyuhyun.

Nasehat Kyuhyun kali ini berhasil meresap kedalam hati dan pikiran Hyukjae. Hyukjae tersenyum tipis menanggapinya.

“Aku tahu kau mencintai Suzy” kata Kyuhyun lagi, “Caramu memandang Suzy sama seperti saat kau memandang Jieun dulu. Penuh perasaan dan kasih sayang”

Hyukjae diam. Ia memang mencintai Suzy, sejak pertama kali melihat yeoja itu tertunduk malu dan tersenyum gugup kearahnya, ia sangat tahu itu. Tapi…..

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi. Namja itu segera pamit pada Hyukjae untuk mengangkat teleponnya. Hyukjae mengangguk. Sayup-sayup Hyukjae mendengar sahabatnya berbicara dengan nada tinggi di balkon apartement. Mau tidak mau ia menoleh memperhatikan Kyuhyun dari jauh.

Tak lama kemudian Kyuhyun kembali keruang tengah dengan wajah kusut. Hyukjae jelas penasaran.

“Ada apa?” tanya Hyukjae.

Kyuhyun mendudukkan tubuhnya disamping namja itu dan menatapnya sedikit khawatir, “Suzy…tidak ada dirumahnya”

Hyukjae langsung menegakkan tubuhnya, “A-APA!!!”

***

Suzy menggosokkan kedua tangannya dan merapatkan mantel merah yang ia pakai. Cuaca kota Seoul sedang tidak bagus hari ini, padahal belum memasuki musim dingin tapi udaranya sudah sangat menusuk, dan sialnya ia harus menunggu ditengah-tengah udara dingin ini. Ia melirik arloji di pergelangan kirinya. Sudah sepuluh menit lebih sejak Taeyeon meninggalkannya sendiri di bangku taman kota. Taeyeon bilang dia hanya akan membeli minuman hangat untuk mereka berdua, katanya sebentar. Tapi sepertinya sebentar dimata Kim Taeyeon itu adalah 15 menit.

“Aisshh. Anak itu. Mengajakku keluar malam-malam hanya karena bosan dirumah dan sekarang dia meninggalkanku lama sekali. Benar-benar!” gerutu Suzy seraya menghembuskan napasnya, kepulan uapnya hingga terlihat.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ada sebuah pesan masuk. Ia membacanya.

From: Kim Taeyeon.
‘Tetap disitu ya. Maaf agak lama’

Suzy menghembuskan napas sekali lagi. Yasudahlah, apa boleh buat. Dia tidak mungkin pulang duluan, bisa-bisa Taeyeon mengomelinya. Akhirnya Suzy memilih bangkit dari duduknya dan mulai berjalan bolak-balik untuk menghangatkan tubuhnya. Tangannya ia masukkan kedalam saku mantelnya. Ia sedikit tersenyum ketika mengingat taman ini adalah taman yang sama yang ia kunjungi bersama Hyukjae saat ia dan Hyukjae tak sengaja bertemu di depan supermarket dan mereka membicarakan tentang hubungan Taeyeon dan Kyuhyun. Saat itu Hyukjae memberikan ice cream padanya dan ekspresi terkejut namja itu saat ia mengira namja itulah yang menyukai Taeyeon.

Dan seketika ia jatuh kembali ketanah, senyumannya memudar begitu mengingat Hyukjae yang sudah menolaknya. “Jangan menyalah-persepsikan sikapku selama ini padamu. Aku begini terhadap semua wanita”

Suzy menggigit bibirnya lalu menendang tanah yang ia pijak. Ia kelewat bodoh. Ia tahu Hyukjae memang baik terhadap semua wanita, lalu kenapa ia berharap banyak padanya?

*Disisi lain*

Hyukjae dan Kyuhyun menemukan Taeyeon yang terlihat terengah-engah di trotoar jalan arah rumah Suzy, mata yeoja itu mengedar ke kiri dan ke kanan dengan bingung. Hyukjae dan Kyuhyun segera menghampiri yeoja itu.

“Bagaimana dia bisa pergi dari rumah?” tanya Hyukjae panik.

“Aku tidak tahu” Taeyeon menjawab sama paniknya, “Aku tadi ingin berkunjung kerumahnya, tapi ternyata dia tidak ada disana”

Hyukjae mengacak rambutnya dengan frustasi, “Lalu dia ada dimana?”

Taeyeon menggeleng lemah, “Entahlah”

Di dalam hati Kyuhyun tersenyum kagum melihat kekasihnya bisa berakting sebagus itu, membuatnya gemas ingin memeluk dan menenangkannya.

“Kita berpencar” kata Kyuhyun, “Hyuk, kau kearah sana. Aku dan Taeyeon kesana”

Hyukjae mengangguk dan langsung berlari kearah yang ditunjuk Kyuhyun. Ia terlalu kalut. Ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri kalau terjadi sesuatu pada Suzy. Suzy harus baik-baik saja.

Hyukjae berlari menyusuri trotoar jalan raya sambil sesekali mengedarkan pandangan. Sekarang sudah pukul 10 malam, beberapa toko-toko pusat kota sudah mulai tutup. Ia melongok kedalam toko-toko itu berharap menemukan Suzy, tapi nihil. Hingga akhirnya ia sampai disebuah taman bundaran air mancur, ia berhenti, memperhatikan sosok yang sepertinya ia kenal sedang membelakanginya. Ia menghela napas lega. Tanpa berpikir panjang ia langsung lari kearah sosok itu dan memeluknya dari belakang. Ia tidak mau kehilangan yeoja itu.

“Maafkan aku, Suzy-a” bisik Hyukjae.

Suzy terpaku ditempatnya, jelas sekali ia terkejut. Ia menoleh kesamping kanan dan menemukan orang yang tengah dipikirkannya sedang menenggelamkan wajah dibahunya, “H-Hyukjae oppa?”

“Maaf” bisik Hyukjae lagi, “Aku mohon jangan melakukan sesuatu yang membuatku khawatir”

Suzy berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari Hyukjae dan akhirnya namja itu melepasnya. Suzy memandang namja itu bingung, “Membuatmu khawatir?” tanyanya.

Hyukjae mengangguk, “Jangan pergi dari rumah seperti ini. Ini sudah malam, bagaimana kalau terjadi sesuatu yang….”

Mata Suzy membulat, “Pergi dari rumah? Siapa yang pergi dari rumah?” selanya.

Hyukjae balas memandangnya bingung. Ia mengusap tengkuknya dengan canggung, “…Tadi Taeyeon bilang kau kabur dari rumah”

Sesaat mulut Suzy akan membentuk kata ‘Apa?’ tapi tidak jadi ketika pikirannya mulai mengerti akan sesuatu, ia tertawa.

“Kenapa tertawa?” tanya Hyukjae gusar. Ia baru saja pulih dari sindrom paniknya, tapi yeoja itu malah mentertawakannya begitu saja.

“Kita dijebak oleh Taeyeon” jawab Suzy berusaha menghentikan tawanya untuk menghargai Hyukjae, “Tadi Taeyeon mengajakku keluar. Dia bilang dia bosan dirumah dan ingin jalan-jalan. Lalu sesampainya kami di taman ini, dia pamit untuk membeli minuman hangat, aku sudah lima belas menit menunggunya kembali, tapi justru kau yang datang”

Hyukjae menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Begitukah?”

Suzy tersenyum lebar, masih geli mengingat mereka sudah jatuh kedalam perangkap Kim Taeyeon. Perlahan Hyukjae juga ikut tertawa.

“Umm…” gumam Suzy memulai pembicaraan, “Karena kita berdua dijebak dan sekarang kita tidak memiliki urusan apa-apa, jadi sebaiknya aku…”

“Jangan pergi dulu, Suzy-a” cegah Hyukjae seraya menahan lengannya.

“Eoh…?” sahut Suzy kaget.

“Tentang hubungan kita…”

Suzy tersenyum pahit, “Sudahlah, oppa. Aku tahu kau sangat baik padaku karena kau memang baik pada semua wanita”

“Ya, aku memang seperti itu terhadap semua wanita” Hyukjae membenarkan, “Tapi aku tidak seperti ini terhadap semua wanita…”

Hyukjae menyentakkan Suzy kearahnya dan ia mencium bibir yeoja itu. Suzy membelalakan mata. Ya Tuhan, apakah ini mimpi? Tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini, gumam Suzy dalam hati. Ia terlalu syok. Hyukjae menekan bibir itu sekali lagi dan melepas tautannya.

“Aku pernah punya kesalahan dimasa lalu. Aku mengecewakan orang yang sangat berharga di hidupku dan aku nyaris kehilangan dia. Aku tidak bisa menjaga dia. Itulah mengapa aku sempat takut menjagamu” jelas Hyukjae. Ia memandang mata Suzy dalam-dalam, tangannya masih menggenggam tangan yeoja itu.

“Tapi di detik aku mendengar kau kabur dari rumah, sekalipun itu palsu, aku langsung menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu. Izinkan aku untuk berubah untukmu…Izinkan aku menjagamu dan membuka hidup baru denganmu” ujar Hyukjae lagi.

Suzy sepertinya masih terkejut dengan ciuman Hyukjae yang tiba-tiba tadi. Ia terlihat agak bingung sebelum akhirnya merespon, “Maksudmu…?”

“Aku tidak akan menjadi Lee Hyukjae yang-kata banyak orang-playboy lagi. Aku hanya akan jadi milikmu. Berikan aku waktu untuk menunjukkan semuanya”

Perlu beberapa waktu bagi Suzy untuk mencerna kata-kata itu, hingga akhirnya ia tersenyum, “Tetaplah menjadi Lee Hyukjae yang apa adanya. Karena aku mencintai Lee Hyukjae yang itu” balas Suzy.

“Tapi” Hyukjae teringat kasus Jieun membuat raut wajahnya berubah cemas, “Aku tidak mau kau berbicara seperti itu diluar padahal dalam hatimu sakit”

Suzy menggeleng, senyum masih menghiasi wajahnya, “Tidak akan, oppa. Karena aku mengerti kau. Sekalipun aku melihtmu dengan yeoja lain, aku tahu hatimu hanya untukku”

Hyukjae tersenyum. Ia menarik Suzy kedalam pelukannya dan Suzy membalas.

‘Sekalipun kau mengizinkanku, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, Suzy-a’ tekad Hyukjae dalam hati.

‘Aku mencintaimu’

***

“Sial! Dia mendahuluiku” umpat Kyuhyun yang kini berada disamping Taeyeon. Mereka sedang mengawasi Suzy dan Hyukjae dibalik pagar taman sejak Hyukjae sampai disana.

“Apa?” tanya Taeyeon.

“Tidak” Kyuhyun membalas tanpa mengalihkan pandangannya dari pasangan yang masih berpelukan itu.

Taeyeon menahan senyumnya. Ia tahu Kyuhyun sedang menyesalkan Hyukjae yang dengan mudah mendapat ciuman dan pelukan dari Suzy. Sedangkan dirinya….

“Tapi tadi itu kan dia mencuri. Kalau seperti itu aku juga bisa” gumam Kyuhyun masih dengan nada kesalnya, tidak sadar bahwa Taeyeon mendengar semuanya dengan jelas.

Taeyeon tak bisa menahan tawanya, “Makanya kau harus menjadi playboy dulu”

“Hyukjae bukan playboy”

Taeyeon memandangnya aneh, “Aneh. Biasanya kau akan mengatakan Hyukjae sunbae itu playboy”

“Dia hanya pencinta wanita”

“Kurasa tidak ada bedanya” ujar Taeyeon sambil terbahak.

Kyuhyun juga ikut tertawa. Lalu entah mendapat keberanian darimana, Taeyeon tiba-tiba mendekati namja itu dan mengecup  sudut bibirnya. Sontak hal itu membuat Kyuhyun terkejut. Namja itu menoleh sambil menyentuh sudut bibirnya.

“Ini…untuk apa?”

“Untuk tanda terimakasih karena kau membatu menolong sahabatku mendapatkan cintanya” jawab Taeyeon sedikit gugup, ia memalingkan mukanya yang mulai memanas.

Selama beberapa saat Kyuhyun terdiam, tangannya mengelus-elus bekas ciuman Taeyeon dan bibirnya membentuk seringaian.

“Kau juga sudah menolong sahabatku mendapatkan cintanya. Kalau begitu aku juga mau memberikan tanda terimakasih”

Taeyeon menoleh pada Kyuhyun dan dengan cepat ciuman itu mendarat di bibirnya yang sedikit terbuka. Taeyeon langsung membelalak.

Kyuhyun mengulum senyum setelah ciuman itu selesai, Taeyeon memandang Kyuhyun tajam sambil mendorong bahu namja itu sekuat tenaga, “Pergi saja kau”

To be continue….

 

DLTD Family, Thank’s To:

fitriani [daebakk juga buat kamu…my first comment! gomawo :*]. DreamLand [sarannya aku tampung ya…aku line ’99, km? oh, jeongmal gomawo buat komentarnya, cukup panjang. tambah lg yaa 😉 ]. hendrian12. bsky2207. cookiete [andwee, jangan santet aku! jangan sedih chingu]. Astria. meidaarinadia88. alma. deasyandrianie. vinyeol. Rinrin. Bubble TaeNgoo TaeNy [hahaha 😀 eonni ga bisa bayangin sehun/suho? apalagi aku, aku sendiri geli bayanginnya. iya, aku blm punya niatan ke wattpad, hanya ada blogspot, itupun post ff yg udah aku post disini. mungkin kpn2..gomawo komentarnya eon!]. Lindawulandari. barcelonista. TAf [itu memang kewajibanku. karena readers/lebih tepatnya commenters menghargaiku juga]. hyera [alhamdulillah kalau bagus, hihi]. Euis amaliandi. devi rosiana. sakurakim. Chendy. sindy. megakimtaehyung. via agnesia. erikaseyeon. taengkerlight. myeonie’s [nado gomawo dear eonni!! semoga suho-nya muncul lagi, hihihi]. Mia

Annyeong readers!!! agak cepet kan postnya? maaf kalau masih kelamaan, bikin ff itu ga mudah (itu alasan utama). aku sedih nihh 😦 semakin bertambahnya chapter ff ini, commentersnya malah semakin sedikit, apa ffnya ngebosenin? mungkin iya. aku perhatikan dari prolog sampai chapter 12 kemarin, aku bisa menghitung readers setia yg mendukungku. Love you :* untuk commenters yg masih setia meninggalkan sedikit komentarnya untuk ff ku ini.
Aku akan tetap semangat untuk para commenters-ku!

 

See You In Chapter Fourteen :*

Advertisements

29 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 13)

  1. Waahh bener bener daebak thorr…
    Ditunggu next chapternyaa fightingg…
    Ditunggu jugaa thorr sweet moments kyutae :-*

  2. Ceritanya semakin menarik saja…
    Semangatd terus ya thor utk melanjutkan ceritanya…
    Aku selalu menunggu ff kyutae selanjutnya…
    Komawo

  3. BACA PART INI LANGSUNG TERFOKUS SUZY-HYUKJEE😍😍😍😍 Ihh meninggal aja hyukjee di sini sweet banget, ungakapan ungakapannya itu loh klo aku jdi suzy dah lah meleleh ini hati 😂 trauma hyuk juga sweet dan jangan salahin saya karna saya jdi pangling sama couple suzy-hyuk💞💞 weeheeheheh gak deng kyutaeng juga sweet pasangan ini kurang apa lagi sii, udah perhatian, ucul, emesin eehh😂😂😂 pecinta wanita sama playboy apa bedanya, taeng benar dan di sini saya ngakak guling guling😁😁😁 kyu kadang ngomong suka gak mikir tapii nasehat kyu ke hyuk juga bermanfaat banget, di sini saya mengambil kutipan sendiri “Sekelam apapaun masa lalu itu tetaplah jalan ke depan menata masa depan dan membuatnya secerah matahari” esehhh goyang teh maya #eehhkorbanomsule# maapkeun saya kalau saya gaje tapi part ini suka sekali, kasih sayang sesama sahabat kerasa banget, taeng sweet juga yaakk jadi teman pantas tiffany nempel terus #Taenyshipper untuk next pasti aura aura kasmaran betebaran di mana mana wkkwkwkwk tapi di sini punya dua sisi yang timbal balik, kyutaeng &suzy-hyuk yang bahagia berbanding terbalik dengan para mantan kyuhyun hyukjee 😢😢 esehh para mantan wkwwkw maksudnya mantan hyukjee dan juga seohyun, luhan juga jangan dilupakan, itu anak gimana yakk kabarnya penasaran daku dekk so untuk kamu kesayangan ku ini next part selalu ku tunggu semangat terus yaakkk 😍😍😍😍 pyung~ 💕

  4. Iihh masa kyuhyun disuruh pergi sih sama taeyeon, padahal yang mulai duluan kan km eon….#wwkwkwkwk…..
    Next thor ditunggu lanjutannya…..

    Fighting

  5. Duhhh si kyutae biar pun udh rsmi pacaran tp msih ja kyak anjing ama kucing, tp kiyut kok aku sukaaa…
    Congrats buat hyukjae am suzy akhirnya hyukjae memutuskan utk tdk jd poengecut, kkkkk

  6. Ceritanya kalo ngebosenin sih enggak malah top😍😍 mungkin wp jarang apdet sendiri trus para readers juga sibuk mungkin ya. Semangat terus ceritanya bikin greget klo masalah kyutae moment kira kira kapan mereka resminya😂😂 nggak sabar nih cuma jadi temen rasa pacar

  7. bakal sampe sejauh mana ya kira” hubingan taeyeon sama kyuhyun,. seru bgt kayanya kisah cibta mereka unik dan ngegemesin bgt,. geregetan bgt bacanya,. pasangan yg so weet,. next chapt update soon ya ditunggu bgt

  8. chap ini penuh dg cinta…
    seneng bgd…
    tp moment hyuk am suzy bikin gregetan..
    tp seng krn mreka kahirnya jadian…
    kereeennnn..
    dtggu chap slnjutnya.. fightaeng!!!

  9. wuaaa pemeran utama di chapter ini hyukjae suzy yaa. keren banget deh thor serius. emang sih agak drama, sama kayak apa yg taeyeon blg, tp sweet banget hahaha
    next thor. aku selalu penasaran kedepan nya gmn hubungan mereka ber4 😁

  10. akhirnya hyukjae dan suzy bersatu. Kyutae lucu banget yaampun kocak ya hubungan mereka hahahaha gimana kisah cinta yunho? okray, next chapter ditunggu ☺

  11. tambah kren thor.. tpi di psternya kok ad donghae? ap aq yg lpa ad donghae di ff ini ya? tp seingaatku tdk ada..hehe.. tp ya sudahlah…yg pnting ff nya udh publish dan mkin mnrik, mkin sweet aja deh.. suka” sma nih ff.. lnjut trus dong thor.. yg smngat dan cpet ne..😄

  12. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14) | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s