[FREELANCE] Over Protective (Chapter 6)

over protective

OVER CONTROL STORIES

Present by R’KyuTae

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Cho Youngmi

Length : Parts

Genre : Family-ship, Romance

Rate : M-Language

Desclaimer : Terinspirasi dari trilogi novel FIFTY SHADES OF GREY karya E.L James.

WARNING : FF ini mengandung unsur Mature

Preview : Prolog, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5

::::::

Chapter 6

Pukul dua belas tepat jam kayu yang berdiri kokoh diruang utama mansion Cho berdentang, derap kaki dan jerit ceria anak-anak beradu ketika mereka menuruni anak tangga dan menyebrangi sayap kanan ruangan lalu keluar melewati pintu ganda yang menghubungkan ruang makan dengan halaman belakang.

Sambil bercanda mereka berlarian menyusuri rumput sintetis yang melapisi halaman belakang, anak-anak asyik bermain dan menggelitik satu sama lain, sementara para ibu sibuk menyiapkan Barbeque dan para ayah muda sibuk mengangkut meja kayu dan kursi-kursi kayu juga menggelar tikar bambu untuk duduk anak-anak yang tidak bisa diam.

Minho dan Kyuhyun muncul dari dalam rumah membawa dua kotak besar berisi beer, soda dan jus, sementara Sohee dan Taeyeon memilih untuk memanggang Barbeque karena semua anak-anak yang kini sudah duduk terengah-engah di tikar bambu telah mengeluh kelaparan, Youngmi dan Hyerim lebih memilih duduk di pangkuan ayah masing-masing, dan para anak laki-laki berbisik-bisik sambil sesekali terkekeh geli.

“Jaebeom, kalau kau berencana mengerjai adikmu lagi appa tidak akan memberimu izin bermain dengan robotmu selama satu minggu, ruang bermain akan appa kunci” ujar Donghae memperingatkan.
“Kalian juga kembar!” sahut Hyunjoong pada kedua anaknya yang mentertawakan Jaebeom, tapi kini mereka tutup mulut.

Kyuhyun hanya menggeleng pelan, Taeyeon datang meletakkan piring berisi tiga buah sosis dan gelas berisi jus stawberry untuk putrinya, Sohee juga memberikan Barbeque kepada anak-anak yang lain. Youngmi segera mengambil garpu dan pisau untuk memotong sosisnya, tapi ia kesulitan.

“Appa…Sosisnya tak mau dipotong” Youngmi menggerutu lucu membuat Kyuhyun terkekeh geli, pria itu mengambil alih pekerjaan putrinya dan memotong sosis-sosis itu menjadi one bite agar mudah dimakan.

“Makan pelan-pelan Youngmi-ya, ini masih panas” ujar Kyuhyun, ia mengecup puncak kepala putrinya dengan sayang.

“Aku mau sosis juga, Tae-jumma” kali ini Jaebeom menagih piring keduanya, di bibirnya masih sedikit belepotan saus tomat karena Barbeque yang dimakannya tadi, Taeyeon akan beranjak memanggang sosis lagi saat Youngmi menusuk satu buah sosisnya yang masih utuh kemudian meletakkannya di piring Jaebeom.

“Ini Jaebeom oppa… kalau menunggu yang dibuat eomma pasti lama” ujar Youngmi, Jaebeom tersenyum lebar dan mengacak surai hitam Youngmi.

“Gomawo, Youngmi-ya..”

Mendengar itu Youngmi menunduk malu, wajahnya bersemu merah setelah Jaebeom meninggalkannya, Kyuhyun menaikkan sebelah alis begitu juga Taeyeon dan pria dewasa lainnya.

“Hahaha…Youngmi menyukai Jaebeom oppa ya?” goda Donghae yang duduk dikursi sebelah Minho, Youngmi melotot dan menggeleng panik.

“Aku tidak menyukai Jaebeom oppa!!” Youngmi segera menutup mulutnya saat semua mata memandang kearahnya, putri tunggal Taeyeon dan Kyuhyun itu langsung berbalik dan memeluk leher ayahnya menenggelamkan wajah disana. Kyuhyun dan yang lainnya terkekeh geli, dapat terdengar Youngmi mendengus, dia malu.

“Youngmi-ya tidak apa-apa, habiskan dulu makananmu” ujar Kyuhyun, Youngmi menggeleng.
“Aku malu” kata gadis kecil itu pelan, Kyuhyun terkekeh lalu mengangkat putrinya dan piring plastiknya.

“Kyuhyun-a biar aku saja” cegah Taeyeon, tapi Kyuhyun menggeleng.

“Tidak apa-apa, aku sekalian ingin Youngmi memilih sendiri sekolah yang diinginkannya”

“Ah…aku minta maaf belum memberi tahumu soal itu” kata Taeyeon sedikit merasa bersalah, lagi-lagi Kyuhyun menggeleng.

“Tidak apa-apa, Tae” setelah menjawab itu Kyuhyun berlalu, ia memilih tempat duduk di dekat kolam air mancur, lalu masih dengan memangku Youngmi ia menyuapi gadis kecil itu.

“Soeun-a…” wanita yang dipanggilpun mendekat.

“Tolong map cokelat yang kau berikan tadi, aku ingin Youngmi sendiri yang memilihnya” titah Kyuhyun, Soeun membungkuk.

“Baik, tuan”

Tak lama kemudian Soeun kembali dan memberikan map yang diinginkan Kyuhyun. Kyuhyun mulai membuka lembar demi lembar isi map itu, Youngmi melihatnya sambil mengunyah sosisnya. Kyuhyun akan menyuapi Youngmi lagi saat mata gadis itu tertuju pada sebuah gambar sekolahan yang begitu menarik perhatian. Tangan kecilnya menahan tangan besar Kyuhyun.

“Bukankah ini sekolah Hyerim eonni, appa?” tanya Youngmi sambil mendongakkan kepala untuk menatap wajah ayahnya.

“Benar, sayang. Kenapa?” tanya Kyuhyun.

“Aku mau sekolah ditempat ini saja, appa” ujar Youngmi, Kyuhyun menaikkan alisnya, sekolah ditempat Hyerim?

“Kenapa ingin sekolah disana, sayang?”

Youngmi menggigit bibirnya lalu memandang irish kelam ayahnya, “Habisnya aku tidak punya teman di Korea, Bahasa Korea-ku juga parah, yang bisa mengerti aksenku hanya Hyerim eonni dan oppa-oppa itu. Mereka temanku satu-satunya di Korea, jadi boleh ya appa?” jawab Youngmi dengan wajah memelasnya,

Kyuhyun memang berpikir masih banyak sekolah yang bagus untuk putrinya, tapi kalau sudah begini ia tidak akan bisa menolak permintaan putrinya, akhirnya ia mengangguk setuju.
“Baiklah… Tolong urus pendaftaran Youngmi di Seoul International Playgroup, Soeun-a” ujar Kyuhyun pada Soeun, Soeun mengangguk mengerti.

“Nona Youngmi, saya sudah membuatkan Pie Cherry” ujar Soeun, mendengar makanan kesukaannya-semua makanan manis adalah kesukaannya-itu matanya langsung berbinar.

“Aku mau!” sahut Youngmi, Kyuhyun menggeleng tegas.

“Habiskan dulu sosisnya sayang, baru kau boleh makan Pie-nya” titah Kyuhyun, Youngmi memasang puppy-eyes andalannya, biasanya itu selalu berhasil menaklukan ayahnya.

“Appa…aku ingin Pie, please…”

Kyuhyun mendengus geli tapi ia tetap menggeleng tegas, “Habiskan dulu sosisnya baru makan Pie dengan saudaramu yang lain”

Youngmi mendengus kesal tapi ia tetap menyantap sosis panggang yang disuapkan oleh ayahnya.
Taeyeon mengamati dari kejauhan interaksi Kyuhyun dan Youngmi, dua orang yang disayanginya itu mulai saling menyuapi, Taeyeon bisa melihat ekspresi Kyuhyun yang menahan muntah saat Youngmi memaksanya untuk memakan sosis, pria itu pasti langsung menelan sosisnya tanpa merasakannya.

Taeyeon tahu benar Kyuhyun tidak suka sosis tapi dia belum memberitahu putrinya tentang makanan yang dibenci ayahnya itu. Taeyeon kembali meletakkan daging Barbeque ke piring Minhwan dan Minhyuk, ia menggeleng maklum, Minhwan, Minhyuk dan Jaebeom sedang dalam masa pertumbuhannya dan itu menyebabkan nafsu makan mereka seperti monster kelaparan. Mereka sudah habis tiga piring Barbeque sejak tadi, belum lagi ditambah sosis panggang dan Marshmellow, porsi itu setara dengan nafsu makan ayah-ayah mereka. Benar-benar…

“Taeyeon-a, aku tidak tahu Kyuhyun bisa bersikap manis begitu pada anak-anak” ujar Sohee, Taeyeon hanya tersenyum menanggapinya.

“Naluri seorang ayah akan timbul dengan sendirinya, Sohee-ya. Kau lihat saja Hyunjoong, dia begitu dingin dan membenci anak-anak pada awalnya, tapi justru setelah kelahiran putra kembar kami dia jadi lebih hangat dan banyak berekspresi. Anak-anak itu pembawa kebahagiaan bagi orangtuanya” ujar Ahra.

“Aku harap Minho juga akan begitu” gumam Sohee, Taeyeon merangkul pundak sahabatnya itu.

“Dia pasti seperti itu. Lihat kedua kakaknya, Kyuhyun dan Hyunjoong oppa, mereka semua berubah setelah memiliki anak, yahh…memang Kyuhyun baru mengenal Youngmi seminggu yang lalu tapi dia sudah sangat mencintai putri kami. Nantinya Minho juga akan begitu” kata Taeyeon membuat Sohee sedikit lebih tenang.

Youngmi sudah kembali berlari-lari kecil kearah Taeyeon, gadis kecil itu merentangkan kedua tangannya minta digendong ibunya sementara Kyuhyun mengikutinya dari belakang, ditangannya ada piring plastik yang sudah kosong bekas putrinya lalu ia meletakannya ke tempat sampah dan meraih gelas plastik berisi jus strawberry.

“Minum dulu sayang, kau bisa tersedak” kata Kyuhyun dengan nada memerintah, gadis kecil itu menurut dan meminum jusnya sampai tandas.

“Eomma, aku mau makan Pie…” kata Youngmi, Taeyeon mengangguk kemudian menyerahkan Youngmi kegendongan Kyuhyun, gadis itu bergelayut manja digendongan ayahnya.

“Ini… berbagi dengan yang lain, sayang” ujar Taeyeon sambil memberikan baki berisi Pie, Kyuhyun menurunkan Youngmi dari gendongannya dan membiarkan gadis kecil itu pergi menghampiri saudara-saudaranya yang lain.

“Apa kita perlu memberitahu yang lain, Kyuhyun-a?” tanya Taeyeon saat Kyuhyun mendekat dan memeluk pinggangnya.

“Kau pikir ini waktu yang tepat? Bagaimana kalau setelah mendengar semuanya dari mulut Donghae kau akan memutuskan hal yang lain, kebalikan dari keputusanmu hari ini misalnya?” bukan menjawab, Kyuhyun malah balik bertanya, Taeyeon menggeleng pelan.

“Aku tahu aku agak takut untuk hal itu, tapi aku mencintaimu dan aku tidak akan pergi dari sisimu, bukan karena aku tidak mau tapi aku tidak bisa” sungguh itu adalah kata-kata manis yang keluar dari bibir manis Taeyeon, Kyuhyun meraih tengkuk wanita itu dan menautkan bibir mereka.

“Eenngmmh..” Taeyeon melenguh pelan saat dirasa ciuman Kyuhyun semakin dalam.
“Ehm…Kyuhyun, banyak anak-anak disini” tegur Jisuk yang entah bagaimana sudah berdiri di dekat mereka, Taeyeon segera melepaskan diri dari Kyuhyun dan menunduk malu.

“M-maaf, eomma…” cicit Taeyeon, Jisuk tertawa pelan lalu merangkulnya.

“Tidak apa-apa”

“Itu masih biasa, halmeoni. Aku bahkan mendapat yang lebih parah. Eomma dan appa berciuman hampir setiap saat dirumah. Aku bingung kenapa mereka senang sekali berciuman” ungkap Youngmi dengan muka tanpa dosanya, gadis itu tidak mempedulikan reaksi orang-orang dewasa disekitarnya dan terus melahap Pie Cherry-nya.

“Youngmi…” tegur Taeyeon pelan, mengundang gelak tawa orang-orang disekitar mereka. Astaga Youngmi… Karena kepolosanmu itu kau membuat ibumu malu setengah mati, sayang. Sementara Taeyeon memerah karena menahan malu, Kyuhyun malah tersenyum simpul.

“Jadi, apa pengumuman yang kalian maksud?” tanya Jisuk mengungkit pembicaraan terakhir Taeyeon dan Kyuhyun tadi.

Taeyeon memandang Kyuhyun, pria itu kini berjalan menjauh darinya dan mendekati sahabat dan saudara laki-lakinya yang ada ditengah halaman, ia mengambil gelas plastik dan menuangkan Pinot Noir kedalam gelas plastiknya, kemudian ia memanggil Taeyeon untuk mendekat. Taeyeon kembali merasakan rengkuhan hangat Kyuhyun pada pinggangnya lalu Kyuhyun mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.

“Kami punya kabar gembira untuk kalian semua” seru Kyuhyun menarik perhatian semua orang.
“Jangan mulai tanpa kami!” sahut Seunghyun menginterupsi, dia datang dengan wanita bersurai tembaga dan bergabung dengan yang lain.

“Lanjutkan!” ujarnya setelah duduk disebelah Hyunjoong dan memegang sebotol beer Corona ditangannya.

“Seunghyun hyung, selamat datang” Kyuhyun memberi sambutan, Seunghyun mengangkat botol beernya.

“Hari ini putriku, Cho Youngmi, mengatakan kalau dia ingin aku dan Taeyeon meresmikan hubungan kami. Dia bilang kalau aku hanya untuk Taeyeon” ujar Kyuhyun, ia memandang Taeyeon yang kini sudah memerah seperti kepiting rebus.

“Oleh karena itu, aku meminta wanita yang ada dalam pelukanku kini untuk menikah denganku. Aku memang bukan pria yang romantis atau pria yang bertanggung jawab. Wanita ini pernah meninggalkanku lima tahun yang lalu dalam kondisi marah besar dan hamil muda” Kyuhyun menjeda perkataannya sebentar hanya untuk memastikan Taeyeon baik-baik saja dengan muka siap santapnya.

“Aku merasa menjadi seorang bajingan yang tidak bertanggung jawab saat itu. Aku pikir tidak akan ada kesempatan kedua untukku memperbaiki semua kehidupan cintaku dengannya tapi beruntungnya aku, Taeyeon masih memberikan kesempatan itu kepadaku. Kebahagiaan itu lengkap saat dia mengatakan ‘iya’ dan bersedia menikah denganku. Aku dan Taeyeon, kami akan melangkah ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat” ujar Kyuhyun mengakhiri pengumuman mendadaknya di acara yang dadakan pula. Sorak gembira dan ucapan selamat langsung berdatangan dari seluruh keluarga Cho dan kerabat dekat mereka.

“Untuk wanita yang berhasil menaklukkan dongsaeng-ku!” sahut Hyunjoong sambil mengangkat botol beer Corona-nya dan disusul dengan yang lain, mereka bersulang dalam kebahagiaan.

“Oh…Taeyeon-a, akhirnya kau benar-benar menjadi putriku, kau akan menjadi bagian dari keluarga kami” Jisuk memeluk Taeyeon begitu erat.

“Apa aku harus mulai memanggilmu kakak ipar sekarang?” goda Minho yang dibalas tepukan keras di pundak bungsu Cho itu, antara malu dan kesal. Minho tertawa lalu memberikan pelukan selamat kepada calon kakak iparnya dan hyungnya.

“Aku harap kalian berbahagia, selamanya” ujar Sohee dan Ahra yang segera diamini oleh pasangan itu, merekapun memberikan pelukan kepada keduanya.

“Sabar-sabar saja menghadapi Mr. Ice Cube Tae-ya…” sindir Seunghyun disertai seringaian khas-nya. Taeyeon terkekeh kemudian membiarkan Seunghyun dan wanita surai tembaga itu memeluknya.
Dan begitulah acara piknik hari itu berjalan dengan lancar. Sesuai keinginan Taeyeon.
.
Jam menunjukkan pukul lima sore, Taeyeon merapihkan beberapa naskah yang sudah ia periksa dan meraih tas tangannya. Ia melangkah keluar setelah mendapat e-mail dari Kyuhyun yang mengatakan kalau dia sudah menunggu di depan kantor. Taeyeon melewati meja kerja Seohyun dan berhenti sebentar untuk memberikan naskah-naskah itu padanya.

“Tolong di ketik ulang semuanya Seohyun-a, tidak perlu besok atau lusa, beberapa hari lagi juga tak masalah aku sedang tidak buru-buru. Selamat sore, aku pulang duluan” ujar Taeyeon sebelum meninggalkan meja asistennya itu.

“Semoga malam anda menyenangkan, Taeyeon-ssi” Taeyeon berbalik dan tersenyum membalasnya.
Saat Taeyeon keluar dari gedung pencakar langit Cho’s Publishing, ia langsung mendapati Kyuhyun berdiri disamping Audi R8 metalik miliknya. Sepertinya beberapa hari ini Taeyeon jarang melihat Junho mengikuti Kyuhyun kemanapun pria itu pergi, pasalnya dulu Junho tidak pernah absen dari sisi calon suaminya itu.

“Dimana Junho?” tanya Taeyeon saat menghampiri Kyuhyun, wanita itu memeluk Kyuhyun dan mencium bibirnya sebentar. Kyuhyun membawa Taeyeon memutari sisi lain mobil dan membukakan pintu bagian penumpang, menyuruhnya masuk.

“Aku menyuruhnya melakukan pekerjaan lain” jawab Kyuhyun.

“Apa menguntit menjadi salah satu pekerjaan sampingannya?” Taeyeon berkata asal, Kyuhyun menempati kursi kemudi kemudian mengernyit pada wanita itu.

“Aku menggajinya sangat mahal, jadi mungkin ‘menguntit’ adalah salah satu list pekerjaannya” Kyuhyun menjawab dengan senyum menghibur, membuat Taeyeon tersenyum juga.

“Kau hebat Tuan Cho” balasnya jengkel, ia paham, mungkin Junho diperintahkan untuk mengurusi masalah mantan submisive Kyuhyun yang menyusup ke penthouse mereka beberapa hari yang lalu.

“Youngmi?” tanya Taeyeon, Kyuhyun menyalakan musik melalui iPod yang tersambung ke speaker-phone lalu mengemudikan mobilnya kearah yang berlawanan dari penthouse mereka.

“Ada dirumah Donghae, Hana mengajaknya berkunjung untuk menemani Hyerim bermain. Aku memberikan izin, lagipula kita akan bertemu Donghae dirumahnya” jawab Kyuhyun.

“Dirumahnya? Tidak di kantornya?” tanya Taeyeon lagi, Kyuhyun menggeleng.

“Aku tidak pernah ke kantornya Tae, selama ini aku berkonsultasi dengan datang langsung kerumahnya sambil mengunjungi Jaebeom dan Hyerim. Mereka sudah seperti keponakanku sendiri” ujar Kyuhyun, Taeyeon mengangguk mengerti.

“Kau yakin apapun yang dikatakan Donghae nanti tidak akan mempengaruhi keputusanmu untuk menikah denganku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, Taeyeon memandangnya penuh tanya.

“Tentu saja, aku sudah mantap dengan keputusan yang ku ambil. Apa kau meragukanku?”
Oh tidak.. ini bukan sesuatu yang diharapkan Kyuhyun untuk dipertanyakan kepadanya, “Tidak. Aku sama sekali tidak ragu denganmu. Hanya saja…”

“Aku tidak akan mundur, kau tahu itu. Apapun yang terjadi di masa lalumu, semua itu sudah berlalu” ujar Taeyeon tegas.

“Hn” gumam Kyuhyun diantara helaan napasnya. Jangan sampai ia dan Taeyeon berdebat lagi.
Tak lama setelah melalui pertigaan, Kyuhyun berbelok dan masuk kedalam distrik perumahan elite yang hanya berisi tujuh rumah mewah itu, Kyuhyun masuk semakin dalam dan menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah keluarga Lee.

Hana yang membuka pintu dan menyambut kedatangan mereka, membiarkan mereka masuk dan memberi pelukan hangat. Suara ceria Youngmi dan Hyerim terdengar dari lantai atas, mungkin keduanya sedang asyik bermain sejak pulang sekolah tadi.

“Aku minta maaf sudah merepotkanmu, Hana-ya” ujar Taeyeon pada istri dari Lee Donghae itu, Hana tersenyum dan menggeleng.

“Tidak apa-apa, Tae. Aku suka anak-anak, lagipula Hyerim dan Youngmi juga senang bermain bersama. Aku tidak merasa direpotkan” Hana menuntun Taeyeon dan Kyuhyun menyeberangi ruang tamu dan mendekati pintu di dekat mini bar, ia mengetuknya. Donghae terdengar menyahut dari dalam, dan pintu ruang kerja itupun terbuka. Jaebeom muncul dari dalam sambil menenteng buku dan tempat pensilnya, lalu setelah menyapa ahjumma dan ahjussi-nya dengan sopan ia bergabung bersama adik dan Youngmi dilantai atas.

“Aku benci Matematika” Donghae menggerutu membuat Taeyeon terkekeh geli, pasalnya ia dan Kyuhyun sangat mahir dalam pelajaran satu itu.

“Masuklah Taeyeon-a, Kyu…” Donghae mempersilahkan, tapi Kyuhyun tak beranjak.

“Aku tunggu diluar saja hyung, Taeyeon yang ingin bicara denganmu” ujar Kyuhyun.

“Kau yakin tidak ingin masuk?” tanya Taeyeon dan Kyuhyun menggeleng.
“Aku akan menunggu disini”

Taeyeon tak bisa memaksa calon suaminya itu, jadi ia melangkah masuk kedalam ruangan Donghae tanpa ada Kyuhyun disisinya. Donghae mempersilahkannya duduk di sofa putih yang menghadap langsung ke jendela besar.

“Jadi Taeyeon-a, apa yang ingin kau tanyakan?” Donghae memulai pembicaraan sambil menuangkan Sauvignon blanc kedalam gelas krystal dan memberikannya pada Taeyeon.

“Aku ingin tahu semua masa lalu Kyuhyun” wanita cantik itu menyesap white wine-nya dan meletakkan gelasnya diatas meja, Donghae duduk di sofa yang berhadapan dengannya.

“Baiklah. Sekarang kau coba untuk rileks, saat ini aku temanmu bukan seorang psikiater” ujar Donghae mensugesti, Taeyeon tersenyum lembut dan mengangguk.

“Orangtua Kyuhyun bercerai saat usianya sembilan tahun, dia dan Hyunjoong tinggal dengan Cho Hyunshik-ayah kandung mereka, tapi saat usia Hyunjoong menginjak enam belas tahun dan Kyuhyun tiga belas tahun, Hyunjoong memutuskan angkat kaki dari rumah ayahnya dan tinggal bersama ibunya dan adiknya, Minho saat itu masih sebelas tahun” ujar Donghae.

“Setelah kepergian hyung-nya, Kyuhyun melihat kehidupan ayahnya hancur perlahan-lahan. Hyunshik-jussi mulai sering mabuk dan pulang dengan wanita berbeda setiap harinya, ia melakukan kekerasan pada wanita-wanita itu dan Kyuhyun melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Semakin hari ia semakin merasa ayahnya bukanlah ayah yang selama ini dia kenal, dia memang tidak pernah mendapatkan kekerasan secara langsung tapi ia tertekan secara mental karena sikap ayahnya itu. Ayahku yang adalah sahabat dekat Hyunshik-jussi mencoba meminta Kyuhyun untuk tinggal dengan keluarga kami di Incheon, ayahku tidak ingin Kyuhyun terpengaruh dengan kebiasaan Hyunshik-jussi, tapi kau tahu Kyuhyun begitu menyayangi ayahnya, sosok ayah adalah panutan baginya sehingga ia langsung menolak. Sampai akhir hayatnya Kyuhyun tetap mencintai ayahnya, dia tahu ayahnya berubah seperti itu karena depresi dan perceraiannya dengan Jisuk-jumma. Kyuhyun tidak bisa menyalahkan ayahnya walaupun sebenarnya ia benci kebiasaan ayahnya yang kerap menyakiti pasangan bermainnya diatas ranjang hampir setiap malam. Puncaknya adalah saat usia Kyuhyun enam belas tahun, perusahaan Cho Corp dinyatakan filed, mereka terlilit hutang besar dan Hyunshik-jussi bunuh diri dihadapannya. Minho dan Hyunjoong ada ditempat kejadian dan mereka mendapati Kyuhyun yang menangis serta tubuh mengenaskan ayah mereka” Donghae berhenti sebentar untuk menghela napas. Taeyeon terdiam, ia merasa sakit memikirkan Kyuhyun remaja yang meringkuk sambil menangis di depan tubuh tak bernyawa ayahnya. Oh Tuhan…dadanya sesak.

“Kyuhyun akhirnya memutuskan tinggal dengan ibunya yang berprofesi seorang dokter di mansion Cho. Seo Jisuk menyekolahkannya di Harvard University saat usianya menginjak delapan belas tahun, dan Hyunjoong berhasil membangun kembali bisnis keluarga Cho, salah satu cabangnya adalah Cho’s Publishing, tapi kondisi mental dan psikologi Kyuhyun saat itu sangat rusak, ia takut berakhir seperti ayahnya. Ia tidak serius belajar di Harvard sampai akhirnya rektor Harvard menendangnya keluar dari sana, ia kembali ke Korea dan bertemu Victoria. Memang sebelumnya Kyuhyun pernah bertemu Victoria saat perayaan ulang tahunnya yang keenam belas, Victoria datang sebagai rekan ibunya. Entah bagaimana pertemuan kembali Kyuhyun dan Victoria membuat hubungan mereka sangat dekat. Aku tak tahu apa yang ada dipikirannya saat itu tapi Kyuhyun menjadi simpanan wanita itu secara tidak langsung, dari situ dia mengenal BDSM dan enggan memiliki hubungan serius dengan wanita manapun.
Yang aku dengar dari hyung-nya, Kyuhyun melanjutkan studinya di Gangnam dan mulai membangun bisnis bidang manufaktur & teknologi. Victoria meminjamkannya uang sebesar lima ratus ribu US Dolar dan Kyuhyun sukses total dengan perusahaannya sampai detik ini, Cho Enterprises Holdings Inc. perusahaan raksasa itu dibangun oleh mantan mahasiswa yang ditendang keluar oleh rektor Harvard, diluar dugaan. Tapi dengan kesuksesannya itu Kyuhyun dapat mengembalikan uang Victoria dalam bentuk saham di sebuah pusat perbelanjaan dan hubungannya dengan Victoria berakhir.
Kyuhyun mulai mencari submisive sendiri dan hidup dengan gaya hidup itu setelah lepas dari Victoria, baginya BDSM adalah terapi terbaik untuk menghilangkan trauma masa remajanya tapi bagiku-sebagai seorang psikiater, itu adalah jalan terburuk yang menjerumuskannya. Sekalipun ia berhati-hati tapi pada akhirnya kesalahan terburuk menimpa padanya, tepat enam bulan sebelum kau datang ke kehidupannya” ujar Donghae seraya menghembuskan napas berat.

“Apa itu?” Taeyeon membuka suara karena penasaran dengan kelanjutannya.

“Aurel Mendelev, model asal Rusia yang sempat menjadi submisive-nya sebelum kau, meninggal setelah melakukan hubungan BDSM dengan Kyuhyun”

Deg!

Taeyeon meremas ujung rok pensilnya, tangannya gemetar dan jantungnya berdegub dengan cepat. Bahkan sampai ada yang meninggal?

“K-kenapa dia tidak bilang padaku dan kenapa kasusnya tidak pernah terdengar?” tanya Taeyeon, suaranya ikut bergetar.

“Hyunjoong, dia menutupi kasus ini dengan baik. Kyuhyun ditahan selama tiga bulan dan bebas tanpa syarat karena Hyunjoong membayar uang denda. Hanya orang kepercayaan Kyuhyun saja yang tahu tentang kasus ini dan tidak ada yang lainnya. Itu adalah ketakutan terbesarnya. Kalau dia sampai membunuhmu juga dia tidak akan bisa memaafkan dirinya” ungkap Donghae, Taeyeon tercekat, ia tak bisa bicara apa-apa bahkan untuk menelan ludahpun susah. Ia masih tidak bisa percaya. Salah satu submisive Kyuhyun tewas setelah berhubungan BDSM dengannya.

“Apa dia memukulinya sampai…”

“Tidak, tidak di pukuli. Aurel tercekik. Kyuhyun suka mengikat lawan mainnya, kau pasti tahu itu. Dan Aurel tercekik saat tali kulit yang menjerat lehernya terlalu kuat. Tapi menurut data yang aku terima, sebelum menggunakan pengekang Kyuhyun memang memberi hukuman berupa pukulan pada sub” ujar Donghae.

“Ini gila…” Taeyeon menyahut cukup keras. Adrenalin bercampur keterkejutan masih menguasai dirinya, membuatnya pusing bukan main, Donghae mengangguk.

“Aku berani bersumpah kau adalah submisive terakhirnya dan dia tidak pernah mengikat lehermu, dia bahkan cenderung berhati-hati kepadamu. Dia mencintaimu, itu kenapa dia berusaha tak menyakitimu. Itu alasan dia menyebut dirinya monster dan alasan dirinya tidak bisa menerima saat kau bilang kau hamil” ujar Donghae, Taeyeon mengusapkan kedua telapak tangannya kasar kewajah.

“Apa kau akan merubah keputusanmu sekarang?” tanya Donghae lagi, Taeyeon menyandarkan tubuhnya dan berusaha rileks seperti yang di sugestikan Donghae sebelumnya. Ia mulai berpikir, dan yang ia dapat adalah dirinya yang tidak bisa mundur. Ia terlalu mecintai Kyuhyun sekalipun ia tahu ia akan menikahi seorang monster, tapi itu dulu, dan sekarang Kyuhyun tidak seperti itu lagi.

“Aku tidak bisa merubah keputusanku. Aku mencintainya oppa, aku hanya ingin dia keluar dan melupakan bayang-bayang masa lalunya. Seburuk apapun dia, dia tetaplah manusia biasa yang lemah. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian dan membiarkan dia jatuh kelubang yang sama” ujar Taeyeon dengan keputusan final-nya.

“Ya, kau benar. Dia bahkan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Yoona”

Taeyeon mengernyit,  Yoona? “Im Yoona mantan sub Kyuhyun?”

Donghae mengangguk, “Yoona-lah yang menyusup ke apartement Kyuhyun waktu itu”

Taeyeon terkejut, jadi pelakunya sudah diketahui tapi kenapa Kyuhyun tak memberitahunya, “Wanita itu ada dibawah penangananmu?” tanyanya, Donghae mengangguk lagi.

“Depresi berat, aku memeriksanya pagi ini. Ia mencintai Kyuhyun dan marah karena Kyuhyun bisa memiliki hubungan lebih dari seorang sub dan dominan denganmu. Dia mengincarmu dan Youngmi, tapi jangan khawatir Kyuhyun sudah memerintahkan Junho dan pengawal lainnya untuk mengawasi kalian” jawab Donghae.

“Terimakasih” ujar Taeyeon, hatinya mulai sedikit lega dan perlahan ia bisa menerima masa lalu yang pernah terjadi pada Kyuhyun. Ia mencintai pria itu dengan segala kekurangannya.

“Kau adalah terapi terbaik baginya, Taeyeon-a. Kesehatan Kyuhyun dan trauma mentalnya perlahan membaik, ia sudah dalam tahap penyembuhan yang bagus. Ia akan bebas dari kelainan itu tidak lama lagi, jadilah kekuatan untuknya. Dia membutuhkanmu dan putri kalian” ujar Donghae.

“Aku tahu. Sekali lagi terimakasih, oppa” balas Taeyeon, ia memeluk Donghae dan beranjak keluar dari ruang kerja.
Saat pintu terbuka Kyuhyun terlihat berdiri di dekat bar menunggunya, Donghae memanggil anak-anak turun untuk makan malam sementara Taeyeon mendekati Kyuhyun.

“Aku tidak peduli sekelam apapun kehidupan masa lalumu, Kyuhyun-a. Kau harus jujur padaku mulai dari sekarang” ujar Taeyeon dengan nada memerintah diakhir kalimatnya, Kyuhyun menarik wanita itu kedalam pelukannya dan berharap wanita itu tak akan merubah keputusannya.

“Kau tidak akan pergi kan? Akan tetap disini bersamaku kan?” lirih Kyuhyun, Taeyeon membalas pelukan calon suaminya itu dan mengangguk.

“Ya, aku akan tetap disini, bersamamu”

Kyuhyun memeluknya semakin erat dan mengecup puncak kepala wanita berkali-kali. Oh Tuhan… ia tidak ingin kehilangan wanita ini sekali lagi, biarkan dia memiliki wanitanya kali ini dan biarkan ia memulai hidup baru dengan wanita yang sangat dicintainya ini.

To be continue….

Advertisements

22 comments on “[FREELANCE] Over Protective (Chapter 6)

  1. kyaaaa~ excited banget sama ff ini^^ makin sweet& hot aja kyutae couple^^ wkwkwk jangan lama2 ya thor lanjutin nya, moment mereka berdua perbanyak*cerewet , fighting!

  2. Ohhh tidaaakkk. Akhirnya mereka nau nikah juga dan taeyeon akhirnya tau masa kelam kyuhyun seperti apa. Syukur banget taeng gak ninggalin khuhyun lg.
    Ditunggu moment mereka yg sweett ^^

  3. Akhrirya d update jga ni ff,,suka bgt sma ff ini.
    Drneng bgt akhrya kyutae mau nikah,,dan tae unnie mau nerima kyuoppa apa adanya.
    Next thpur jgn lama2

  4. wah daebak….
    bukti cinta sejati, siap menrima resiko terbesar,,
    kereeeennnn..
    mga chap dpan mreka bisa nikah,,
    kekekeke
    fightaeng!!!!

  5. Suka banget sma ff nya, di tunggu chap slanjutnya thorr jan lamalama update nya yaa, penasaran sma kelanjutannya, fightingg!

  6. akhirnya taeyeon tau masa lalu kyuhyun,
    dan itu g’ ngebuat taeyeon mundur karna cinta DAEBAK^^
    next chapter thor ditunggu FIGHTING

  7. so sweet bgt ini pasangan mudah”an cinta kyutae ttp bertahan ya,. ya mpung manis bgt bacanya seneng deh,. monentnya suka bgt kaya ngerasaun beneran seberasa cintanya mereka ber2,. next chapt updatesoon ya ditunggu bgt..

  8. Akhirx taeyeon mengetahui masa lalu kelam kyuhyun.
    Salut buat tae yg mampu menerima itu smua.
    Serta menjadu obat untuk hati kyuhyun yg retak…

  9. akhirnya taeyeon tau masalalu kyuhyun dan tetep nerima kyuhyun. bakalan married nih hahaha moga aja yoona dan victoria tidak menjadi pengganggu hubungan kyutae. amin☺ next chapter ditunggu:)

  10. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. So sweet banget liat kyuhyun jadi ayah yg perhatian buat youngmi 😀 keliatan banget fia sangat sayang dan manjain anaknya..
    Salut banget dengan taeyeon yg mau menerima senua kekurangan kyuhyun..inilah namanya cinta yg tulus, selalu ada saat pasangan kita membutuhkan.

  12. Ni ff kapan mau di lanjutin ya? Gak terhitung ya gua bolak balik kesini blm jga next” part nya.. Eonni palli lanjutin ffnya, aku menunggu nih.. Gak enak loh gantung begini jdinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s