[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 10)

Important Sequence

IMP

《 Bad Farewell Part.10 》

Author : YHighPi | Cast : Baekhyun (EXO), Taeyeon (SNSD), Tiffany (SNSD), and Jiyong (Bigbang) | Genre : Romance, Friendship | Lenght : Chaptered | Rating: Teen

Thanks to Veokim @ Poster Channel for the poster

Disclaimer:

Tokoh bukan milikku, aku hanya meminjam. Plot cerita murni dari kepalaku.

Preview: Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8

 

“Kau takut ?”

Taeyeon mengangguk di sela terapi pernapasan yang ia lakukan. Belakangan ini ia memang sudah merasa baik-baik saja ketika berhadapan dengan banyak orang. Tapi, membayangkan beratus-ratus pasang mata menatapnya ketika bernyanyi dan menari membuat perut Taeyeon mulas seketika. Titik keringat bahkan muncul di permukaan wajah Taeyeon kendati udara di backstage dingin berkat air conditioner.

“Nanti tatap saja aku, aku di bagian tengah baris kedua, bagaimana ?”

Tawaran Jessica mendapat anggukkan dari Taeyeon. Ia meremas tangannya yang gemetar dan tersenyum berterimakasih. Jessica membalas dengan senyum tipis sembari menepuk pundak temannya itu memberi semangat, ia kemudian berlari keluar dari backstage.

Kurang dari dua menit SNSD akan tampil dan Taeyeon berulang kali mencoba menenangkan diri sendiri. Ia harus menghargai Jessica yang mau berlari menuju tempat duduk penonton menggunakan high heels 5 cm, ia juga harus menghargai para panitia yang sudah berkerja keras, dan ia harus menghargai fans SNSD yang ikut memeriahkan acara walau datang dari tempat jauh.

Fans SNSD semasa mereka di SMA yang mendominasi. Bahkan nyaris mengisi seperempat tempat duduk penonton ruang teater. Dan yang membuat Taeyeon bertekad untuk tidak  mengecewakan mereka adalah karena kesetiaan mereka. Ia cukup terkejut ketika mendapati ketua kelasnya dulu datang dan menyapa sekaligus memberi semangat kepadanya.

Jangan mengecewakan, batin Taeyeon mantap.

Tangan Taeyeon bergerak memasang earphone dan membenarkan letak mic. Dalam hati ia mengulangi ucapan Jessica perihal posisi perempuan itu.

“Aku akan menepatinya hingga pentas berakhir.”

Suara Baekhyun berdengung di telinga Taeyeon. Ia menarik napas pelan, mencoba untuk kembali fokus. Janji Baekhyun, entah mengapa Taeyeon berharap besar agar Baekhyun menepatinya.

“Aku janji akan terus berada di sampingmu…”

Baekhyun berjanji padanya dan Taeyeon percaya lelaki Byun itu akan menepatinya.

Ketika suara musik sudah terdengar, Taeyeon dan kedelapan anggota SNSD memasuki panggung. Netra Taeyeon menangkap wujud Jessica yang duduk di baris kedua, ia dengan percaya diri mulai bernyanyi.

Ketika lagu memasuki detik ke-empat puluh. Manik Taeyeon tidak terfokus lagi pada Jessica, ia menatap ke beberapa orang secara acak sebelum terdampar di netra seseorang.

Deo dangdanghage neon Mr. Mr. (nal bwa)
Mr. Mr. (geurae baro neo neo neo)
Nal gaseum ttwige han Mr. Mr. (choegoui namja)
Mr. Mr. (geuge baro neo)

Baekhyun menatapnya sembari mengacungkan kedua tangannya yang dikepal, seolah berkata :

Semangat

Jantung Taeyeon kembali berdetak tidak normal. Fokusnya terganggu sesaat, ia tersadar kala Sunny mendorongnya pelan. Langsung saja Taeyeon kembali fokus pada tugas walau kedua matanya masih tertumbuk di Baekhyun.

“Jadi, berhenti menyukai lelaki pengecut seperti diriku,”

Satu lagi ucapan Baekhyun yang hinggap di otak Taeyeon, ia baru teringat Baekhyun menolaknya kemarin. Jika itu bisa disebut penolakkan maka seharusnya Taeyeon harus berhenti berharap pada lelaki itu mulai saat ini. Mata Taeyeon kembali terfokus pada Jessica dan mencoba mengabaikan perintah hatinya untuk menatap Baekhyun.

Taeyeon tidak salah menghindari Baekhyun. Toh, secara tidak langsung lelaki pengecut itu yang memintanya. Ini opini Taeyeon.

Dan Baekhyun membenarkan opini Taeyeon. Menurutnya, Taeyeon pantas melakukan itu. Selang beberapa sekon Baekhyun bangkit dari kursinya dan menatap Taeyeon sekali lagi sebelum beranjak.

***

” Masih ada penampilan? Bukannya setelah salmunori langsung dilanjut ke pertunjukkan teater?” Pertanyaan Yoona hanya mendapat gelengan tidak tahu dari anggota SNSD ditambah Jessica.

Tampil bukan berarti SNSD tidak dapat melihat pertunjukkan lainnya. Usai mereka tampil dan membereskan penampilan seperti mengganti baju dan menghapus make up, Mereka segera menuju kursi penonton dan duduk di tempat yang sudah disediakan untuk mereka.

Yoona sibuk beradu mulut dengan Yuri mengenai urutan acara, Sunny berusaha menahan kantuknya, Sooyoung sibuk dengan popcorn yang di dapat dari panitia, Hyoyeon sibuk beradu mulut dengan Tiffany masalah koreografi, Jessica pamit mencari tempat sunyi karena adiknya menelfon

Sedangkan Taeyeon hanya menopang dagu dan mencoba untuk menerka penampilan apa berikutnya.

Daerah panggung gelap gulita dan  satu-satunya yang menjadi kunci hanyalah dentingan piano yang lembut.

Nan kanghae boyeodo utgo isseodo honjail ddaega manha
Neul geogjeonghana eobseo boyeodo hal mali manha

Taeyeon segera menegakkan tubuhnya ketika lampu sorot menyoroti pemain piano yang merangkap sebagai penyanyi pertama. Itu Byun Baekhyun.

Cheom bon sungan neomuna kkeullyeoseo igeotjeogeot jaeji mothago marhaesseo

Suara ke dua menyahut, kali ini lampu sorot menyoroti dua orang di panggung. Taeyeon berusaha menahan diri untuk tidak tersenyum.

“Jadi,  berhenti menyukai lelaki pengecut seperti diriku,”

Ketika ucapan Baekhyun kembali berdengung di kepala Taeyeon, perempuan itu menghela nafas dan hendak mengalihkan atensi. Sayangnya Baekhyun balik menatapnya setelah beberapa sekon terfokus pada tuts hitam-putih piano. Dan lelaki itu menyanyikan bait berikutnya dari lagu yang ia bawakan.

The answer is you
My answer is you

Rasanya waktu berhenti saat itu juga. Menyisakan Baekhyun dan Taeyeon yang menatap satu sama lain.

“Jangan menatapnya terus,” Suara Jessica menginterupsi membuat Taeyeon terkekeh sembari melirik Jessica yang duduk di sampingnya. “Tadi aku bertemu Bom Sunbae, katanya Baekhyun akan tampil membawakan dua lagu.” Taeyeon hanya mengangguk untuk memberikan respon pada Jessica. Ia ingin kembali melihat Baekhyun tapi keraguan menyelimutinya sekarang. Akhirnya, Taeyeon memilih untuk menunduk menatap flat shoes yang ia gunakan.

Tepuk tangan mengudara ketika penampilan selesai.

Ruang teater kembali diselimuti oleh kegelapan. Taeyeon menerka penampilan apa yang akan ditampilkan Baekhyun berikutnya. Lewat dua menit lampu di panggung menyala, menampakkan Baekhyun dan seorang perempuan yang duduk di bangku dan saling menatap satu sama lain.

Uhuk !

Bukan Taeyeon yang tersedak, melainkan Tiffany. Dengan sigap Taeyeon memijat pelan tengkuk karibnya itu, membantu Tiffany agar dapat kembali bernapas. Kali ini bukan suara Baekhyun dan penyanyi perempuan yang mendominasi di telinga Taeyeon. Melainkan desas desus orang-orang yang menonton.

“Baekhyun lebih cocok dengan Suzy daripada Taeyeon, setuju tidak ?”

“Hm. Lagipula, Taeyeon itu perempuan sampah, bagaimana bisa ia menyukai seorang junior ? Tidak tahu malu,”

“Kenapa Baekhyun suka dengan perempuan itu ya ? Taeyeon terlihat tua terlalu tua,”

“Jangan mengejek Taeyeon, perasaan suka itu tidak salah,” seseorang membela Taeyeon.

“Salah ketika perasaan suka itu menjadikan nilai Baekhyun turun,”

Mendadak sebuah telapak tangan menutupi mata Taeyeon. “Jangan dilihat.” Perintah si penutup mata. “Jangan didengar.” Lalu, seseorang menutup kedua telinganya. Taeyeon bergerak melepas tangan yang menutupi kedua inderanya sembari tertawa kecil. “Kalian kenapa sih ? Kenapa jangan dilihat dan didengar ? Suara mereka bagus, lagunya juga menarik,” Ujar Taeyeon di sela tawanya.

“Tapi-”

“Mereka terlihat cocok ya,” Taeyeon menyelipkan nada ceria di ucapannya. Nada ceria palsu. “Baekhyun lebih cocok dengan perempuan itu daripada aku. Dia Suzy, kan ? Kudengar katanya dia peraih predikat mahasiswi terbaik di angkatannya.” Celoteh Taeyeon lagi.

Tiffany bertukar pandang dengan Jessica dan menghela nafas. Ia tahu Taeyeon sedang cemburu sekarang, tapi tidak ada yang dapat ia lakukan karena Baekhyun dan Taeyeon sudah bertekad untuk saling melupakan.

Di akhir penampilan Baekhyun-Suzy para penonton bertepuk tangan meriah dan saat itulah Baekhyun dan Taeyeon kembali menatap. Mereka hanya saling menatap hingga Baekhyun menghilang di telan gelapnya panggung. Taeyeon benar-benar bersyukur karena anak teater menampilkan kisah Romeo dan Juliet. Jadi, tak ada yang mencurigainya ketika ia menangis terisak di adegan sedih.

Tatapan itu merupakan tatapan terakhir Baekhyun dan Taeyeon. Menandakan mereka akan melupakan satu sama lain mulai dari saat itu.

.

.

.

Baekhyun akan membuka lembaran baru tanpa mengingat Taeyeon sempat menjadi bagian kehidupannya.

.

.

.

Dan Taeyeon akan membuka lembaran baru tanpa mengingat Baekhyun sempat menjadi bagian dari kehidupannya.

.

.

Seandainya mereka bisa…

.

.
Tbc.

Advertisements

11 comments on “[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 10)

  1. yaampun ko sedih sih nyesek banget. kenapa baekyeon gak bersatu aja sih, kasian taeyeon atulah. pokonya next chapter ditunggu 🙂

  2. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s