Possessive Wife [Chapter 4]

wp-1468206311509.jpg

© VOYEZKAA

Kim Taeyeon & Byun Baekhyun │Marriage Life , Romance , Comedy│PG – 17

This story pure is mine! Don’t copying!!
Don’t be a silent readers and sorry for typo!

123

Happy Reading …

“long time no see Baekhyunah…”

Keduanya tampak terkejut melihat wanita cantik ini muncul di hadapan Taeyeon dan Baekhyun. Tak hanya Baekhyun, raut wajah Taeyeon berubah menjadi tidak terbaca. Dengan cepat Taeyeon merangkul lengan kiri Baekhyun manja –seolah ia ingin selalu berada disamping Baekhyun.

Baekhyun tak habis fikir, bagaimana bisa ia bertemu dengan seorang yang membuat emosinya bisa memuncak saat ini juga. Dan kenapa pula ia bertemu disaat ia sedang ingin membuat istrinya yang tadi pagi sakit ini menjadi bahagia dengan menuruti permintaan Taeyeon. Baekhyun kembali mengingat perkataan Sehun beberapa hari lalu. Rupanya wanita ini tidak mengerti juga adanya penolakan dari pihak Baekhhyun.

Wanita itu berjalan mendekat sembari memperlihatkan senyum manisnya kepada keduanya secara bergantian. Baekhyun muak, dan ia segera ingin pergi saat ini juga. Tepat saat wanita itu berada jarak sekitar dua meter di depan mereka Baekhyun membuka suara terlebih dahulu.

“ada perlu apa?!” tanya Baekhyun ketus.

“waahh” wanita itu tersenyum mengejek. “kau sudah berubah rupanya Baek, kau bukan Baekhyun yang aku kenal dulu” lanjutnya dengan mata tajamnya menatap kearah Taeyeon. Taeyeon tidak peduli dengan kata – kata wanita ini. Ia tidak terpengaruh, ia percaya, bahkan sangat percaya, Baekhyun tidak akan pernah meinggalkannya dan Baekhyun selalu mencintainya. So? Taeyeon masih santai dan mengikuti sejauh mana cara wanita ini menggoda suaminya.

‘cih! Dia kira aku akan cemburu? Mati saja sana!’ rutuk Taeyeon dalam hati. Taeyeon semakin memeluk erat lengan Baekhyun dan matanya mengarahkan ke jari mereka dan memainkan jari Baekhyun.

“apakah dia istrimu?” tanya wanita itu dengan nada pelan –tetapi tetap ada unsur mengejek didalamnya. Tatapan matanya beralih kearah lengan mereka. Sungguh ia sangat muak sekali melihat pemandangan di depannya ini “apakah karena dia kau menolak ajakan makan ku waktu itu?” lanjutnya.

“tapi maaf. Aku mempunyai pekerjaan dan kewajiban ku yang lebih penting dari ajakan mu itu” jawaban Baekhyun membuat Taeyeon tersenyum kemenangan dalam hati. Tapi tidak dengan wanita itu, ia seperti diremehkan saat ini. Sungguh ini diluar fikirannya. Ia bahkan mengira istri Baekhyun –yang sebenarnya ia sudah tahu, akan marah atau memukulinya. Tapi sungguh. ini?

“ahh~ gwanchana Baekhyunah, lain kali kau luangkan waktu sedikit saja untukku, aku akan menunggumu” ia tersenyum dan melihat Taeyeon “bukan begitu Taeyeon-ssi?” tanyanya dengan penekanan disetiap katanya. Taeyeon mendogkak melihat wajah wanita di depannya ini. Wajah nya tenang dan sedikit menyinggungkan senyumnya.

“tidak masalah jika suamiku bersedia” ucapnya santai. Ia sedikit menekan kata ‘suami’ sembari Taeyeon memperkatikan wajah wanita dihadapannya ini yang sudah memerah menahan aramah atau mungkin menahan malu?. “tapi, kalau aku tidak salah mendengar tadi, suami ku menolak bukan Choi Soo Young-ssi?” lanjutnya.

Yap. Wanita itu Choi Soo Young. Tentu saja Taeyeon mengenali wajah wanita ini. Dan ia tak bisa melupakan begitu saja. Mendengar perkataan Taeyeon membuat Baekhyun tersenyum dalam hati. Istrinya sungguh bisa membuat lawan bicaranya menjadi malu dan menegang seperti Soo Young saat ini.

Soo Young malu. Sangat malu. Sungguh ia seperti tidak dianggap saat ini. Pertemuannya dengan Baekhyun dan Taeyeon saat ini memang tidak secara sengaja. Ini hanya kebetulan. Dan ini membuatnya malu seolah ia ingin menenggelamkan diri di samudera Pasifik sana.

“kalau begitu, kita permisi Choi Soo Young-ssi” setelah Taeyeon mengucapkan kata – kata itu. Mereka benar – benar pergi meninggalkan Sooyoung yang masih berdiri disana dengan senyum kemenangan.

 

=====

 

“oppa. Kau tidak akan berpaling kepada wanita itu kan?” Tanya Taeyeon saat mereka sudah berada di taman kota yang ramai ini. Selama di perjalanan tadi Taeyeon memang tidak membuka suara atau sekedar bertanya banyak tengan wanita tadi –yang sebenarnya Taeyeon juga mengenal.

Baekhyun menatap kearah Taeyeon yang sedang memakan ice cream coklat. Ia terseyum melihat ada nada sedikit cemburu didalam pertanyaannya. Ini sangat berbeda dengan Taeyeon yang dewasa dan tegas sepeti beberapa saat lalu. Tapi sekokoh apapun bunga mawar hidup dengan durinya yang tajam, pada akhirnya akan layu disaat mawar itu benar – benar lelah.

“kau sangat berbeda dengan Taeyeon beberapa saat lalu”

“jawab saja pertanyaan ku oppa”

Baekhyun tersenyum. Ia menghadapkan Taeyeon untuk menatapnya. Jarinya terarah ke bibir Taeyeon dan mengusapkan jarinya di pinggir sana. Taeyeon yang melihat keseriusan kegiatan Baekhyun sebenarnya ia sudah tahu jawabannya. Tapi entah mengapa seperti ada yang berbisik kepadanya, dan ini hanya untuk memastikan saja.

“tatap mata ku sayang”

Taeyeon menurut. Ia menatap mata Baekhyun.

“Dengar. Aku tidak akan meninggalkanmu, aku selalu mencintaimu, aku ingin selalu ada berada didekatmu, dan jangan percaya dengan omongan orang lain yang tidak ada buktinya, apa lagi wanita tadi. Arrachi?”

Taeyeon percaya. Ia melihat ketulusan tertera di mata Baekhyun. Ia tersenyum dan menyambar kedalam pelukan hangat Baekhyun. Ia sudah membuang ice cream yang ia sangat inginkan tadi.

“jangan tinggalkan aku” ucapnya parau. Pelukan Taeyeon semakin erat. Baekhyun mengelus punggung Taeyeon.

“tidak akan pernah sayang.”

 

=====

 

Usia kandungan Taeyeon sudah memasuki bulan ke empat. Tonjolan perutnya sudah mulai membesar. Terkadang ia juga harus mengatur posisi tidurnya agar nyaman dan tidak membahayakan baby. Walaupun belum terlalu sulit, tapi hanya untuk tidur memeluk Baekhyun saja ia harus berhati – hati agar si baby tidak kesakitan nantinya.

Kegiatannya masih sama setiap harinya, menunggu Baekhyun pulang, menonton acara drama, atau hanya sekedar chattingan bersama teman – teman nya saat di SHS dulu. Taeyeon juga masih sering mengalami mual dan terkadang pusing. Baekhyun menjadi sangat khawatir, wajah istrinya juga terlihat pucat saat seperti itu. Bahkan Baekhyun rela sekitar satu minggu yang lalu ia absen bekerja hanya demi menjaga Taeyeon. Taeyeon sebenarnya memaksa Baekhyun untuk bekerja, karena ada Shin ahjumma yang menjaganya, tapi Baekhyun berisih keras untuk menjaganya. Dan Taeyeon hanya bisa menerima saja.

Tak lupa pula, sikap manja yang tidak berkurang barang sedikit pun. Semakin hari semakin bertambah. Bahkan tak heran, Taeyeon melarang Baekhyun untuk sekedar beranjak ke kamar mandi.

Kejadian bertemu Sooyoung beberapa minggu lalu membawa dampak bagi Baekhyun. Tak hanya mengajak makan siang, Sooyoung ternyata pernah beberapa kali ke kantor Baekhyun, tapi untungnya saat itu Baekhyun sedang tidak ada di kantor, sehingganya Sehun lah yang harus mengatasi Sooyoung.

Baekhyun bahkan sudah berfikiran buruk tentang Sooyoung, seperti ingin merusak rumah tangga mereka contohnya, atau hanya sekedar membuat Taeyeon marah dan cemburu? Entahlah.

Tapi terkadang Baekhyun juga menarh waspada, pasalnya Taeyeon sedang mengandung dan emosinya belum bisa terkondisikan, anggap saja Taeyeon labil. Ia hanya takut, jika Taeyeon berfikiran yang tidak – tidak, atau Taeyeon terpancing jebakan yang dibuat oleh Sooyoung.

Maka dari itu Baekhyun harus menjaga jarak dari Sooyoung. Dan ia juga tidak ada niatan untuk sekedar melihat wajah Sooyoung.

Taeyeon bergerak gelisah tak menentu. Sejak satu jam yang lalu Taeyeon memaksa Baekhyun agar ikut tidur bersamanya. Yang katanya Taeyeon sudah mengantuk. Dan Baekhyun menurut. Tapi sekarang? Bukannya segera memejamkan mata, malah Taeyeon sibuk sendiri –berpindah posisi, kekanan ke kiri.

“wae?” tanya Baekhyun heran.

Taeyeon mendesah panjang. Ia merubah lagi posisinya telentang dan menatap langit – langit kamarnya. Entahlah Taeyeon juga tidak tahu ia kenapa.

“tidak bisa tidur?” tanya Baekhyun kembali. Membuat Taeyeon menolehkan kepalanya kekiri dan ia dapat melihat wajah tampan suaminya.

“sepertinya” lirihnya. “tapi sungguh Baek, tadi aku sangat mengantuk, dan sekarang? Aku malah tidak bisa memejamkan mata” lanjutnya.

“apa posisi tidur mu tidak nyaman?” Baekhyun mulai khawatir. Ia mendudukkan diri di ranjangnya. Menatap Taeyeon yang sedari tadi terlihat gelisah.

“iya” jawab Taeyeon lemah.

“kau ingin bagaimana?”

“aku juga tidak tahu baek…” suara itu terlihat bergetar.

‘apa dia menangis?’ batin Baekhyun.

“sssttt.. jangan menangis, Ya Tuhan. Bagaimana ini?” Baekhyun panik. Sungguh kenapa hanya posisi tidur saja Taeyeon harus mengeluarkan air matanya. Ini membuat Baekhyun terluka.

“baek…hiks…” tangisnya tersendu. Baekhyun kembali membaringkan diri, ia memeluk Taeyeon agar tenang. Ia merasa bersalah jika melihat Taeyeon menangis, sungguh, Taeyeon adalah kelemahannya.

Posisi ini sungguh tidak enak. Perut Taeyeon sanggat mengganjal. Taeyeon juga merasa kurang nyaman, begitu juga dengan Baekhyun.

Baekhyun mengelus punggung Taeyeon untuk menenangkannya. Isakan Taeyeon masih terdengar. Wajahnya ia sembunyikan di leher Baekhyun. Tangannya mencengkram erat lengan Baekhyun.

“apa perut mu tidak tertekan?” tanya Baekhyun ragu – ragu.

“sedikit. Tapi bagaimana? Aku ingin memeluk mu erat” suaranya seperti khas wanita sehabis menangis. Dan masih terdengar menyedihkan.

“yasudah, seperti ini saja, dan jangan terlalu menekan nya”

Taeyeon mengangguk pelan. Entah kenapa tiba – tiba ia sangat mengantuk sekarang. Ia merasa sangat nyaman, terlebih tangan Baekhyun yang masih setia mengelus punggunnya.

 

=====

 

“apa ada masalah Hun?” tanya Baekhyun heran. Pasalnya Sehun memasuki ruangan kerjanya secara terburu – buru. Tidak seperti biasanya yang terlihat sangat santai.

“apakah penting?” Sehun mengangguk cepat. Ia masih mengatur nafasnya yang terengah.

“iya…” Baekhyun bertambah heran. Ia rasanya ingin memukul kepala Sehun saat ini juga. Sehun sangat memperlambat perkataannya.

“ini..”

Sehun mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya. Dan ia memberikan kepada Baekhyun. Jadi hanya ini saja? Kenapa Sehun tidak langsung memberi dan malah seperti menguatkan diri untuk berbicara. Ah! Baekhyun tidak mengerti.

“hanya ini?”

“Ya. Dia memberikan langsung kemarin, tapi kau tidak bekerja, dan ia menitipkan kepada ku, dia berpesan agar kau bisa meluangkan waktu mu untuknya Hyung.”

Baekhyun memahami Sehun. Kenapa Sehun tidak memakai embel – embel sajangnim atau tuan? Yap. Karena hanya mereka berdua saja disini dan ini masalah bukan masalah kantor. Dan ini sudah menjadi kesepakatan bersama.

“baiklah.. aku juga ingin sekali bertemu dengannya”

Senyum Baekhyun mengembang. Ia juga ingin meluangkan waktunya sebentar saja. Ia merindukan masa – masa dulu.

 

=====

 

Baekhyun segera keluar dari ruangannya dan sedikit tergesa – gesa. Ini sudah pulang jam kerja, beberapa karyawan masih ada yang belum meninggalkan ruangan masing – masing. Begitu juga Baekhyun, tadi ia sedikit menyelesaikan tugasnya di kantor. Karena di apartment ia tidak ingin mengganggu waktunya dengan Taeyeon hanya karena dokumen sialan itu.

Ah! Hampir saja Baekhyun melupakan pesanan Taeyeon. Pasalnya dua puluh menit yang lalu, Taeyeon meminta ice cream banana. Tentu saja ini adalah permintaan bayi mereka. Mengingat Taeyeon selalu tidak sabaran membuat Baekhyun takut jika nanti Taeyeon akan marah kepadanya karena telat pulang.

Tapi ia akan tetap membelikan ice cream untuk istrinya tercinta ini.

Tapi entah kenapa ia juga ingin membeli jjajangmyeon pedas, ah~ atau Baekhyun juga sedang mengidam? Sepertinya ini benar.

Baekhyun membeli dua porsi jjajangmyeon dan ice cream banana dalam porsi besar. Sesampainya diapartment ia tersenyum melihat Taeyeon sedang menonton acara drama kesukaannya dan menurutnya drama itu sangat membosankan.

“appa pulang..”

Sontak Taeyeon menoleh dan senyumnya mengambang. Ia terlalu fokus dengan drama itu, sampai tidak mendengar suara ketikan password. Baekhyun duduk disofa yang sama dan meletakkan makanan yang ia beli di atas meja.

“kau membeli pesanan ku?”

“tentu saja sayang..”

CHU~

Taeyeon mengecup pipi Baekhyun sekilas dan kembali tersenyum jenaka. Baekhyun tidak kaget. Ia bahkan senang dengan sikap Taeyeon yang seperti ini.

“gomawo~ aku sangat menunggunya”

Taeyeon menuju kedapur dan mengambil sendok serta mangkuk, karena tadi ia juga melihat seperti Baekhyun membawa makanan.

“aku juga membeli jjajangmyeon, kau mau?” tawar Baekhyun sembari ia membuka penutup ice cream itu.

“akan ku makan nanti, setelah aku memakan ice cream ini”

“baiklah”

Mereka sibuk dengan kegiatan masing – masing. Baekhyun dengan jjajangmyeon nya dan, Taeyeon dengan ice cream jumbonya. Sesekali ia menyuapi Baekhyun ice cream. Mau tidak mau Baekhyun harus memakannya. Ia tak mau seperti beberapa waktu lalu, saat ia menolak juice yang Taeyeon sodorkan. Dan tepat saat Baekhyun menolak Taeyeon menangis dan marah, bahkan Taeyeon tidak menegurnya selama beberapa jam.

Apapun yang berkaitan dengan Taeyeon, Baekhyun akan lakukan. Ia tidak ingin membuat wanita yang ia cintai tersakiti dan bersedih. Ia ingin selalu membuat Taeyeon tertawa dan selalu bahagia. Apa lagi bahagianya karena Baekhyun. Ia senang bukan main.

Taeyeon adalah kekuatan sekaligus kelemahannya.

 

Kau bahagia, apa lagi aku?

Kau bersedih, jangan tanyakan aku bagaimana?

Maka dari itu, aku ingin kita merasakannya bersama. Bukan kesedihan melainkan kebahagian. Aku selalu mencintaimu Byun Taeyeon.

TBC

I’m back guys. Ada yang masih ingat ff ini? Maapkeun updatenya lama yaa~ aku sibuk soalnya. Dan juga ini apa? Feelnya ga dapet? Hikss, sekali lagi maap yaa.

Feedbacknya jangan lupa~

Advertisements

36 comments on “Possessive Wife [Chapter 4]

  1. Duhh aku agak lupa ceritanya nihhh.. Next updatenya cepet yaaa aku lagi kangen banget sma baekyeon nih. Fighting!

  2. ini rumah tangga paling romantis bgt,. ta ampunnn suka bgt,. jafi ngebayanhin sendiri gimana punya suami kaya baekhyun ya ampun pasti bahagia ya :)) next chaptnya updatesoon please

  3. Tulus banget sih perasaan baekhyun. Jd ikutan tersentuh.
    Syukir aja taeyon gak kepancing sma sooyoung.
    Awet2 ya kaliann,hihibi.
    Next chp ditunggu^^

  4. ya ampyun kak .. lama banget update nya
    feel ny kagak dapet. jgn blg sooyoung jdi PHO di rmh tangga baekyeon
    lnjt kak

  5. Aku suka banget sma FF BaekYeon ini.. jjur aku selalu pngen nge ship mereka.. smoga ff ini bsa menjadi kenyataan. Baek sweet bgt ya ampun😍😍

  6. akhirnya lanjut jugaaa
    dih baekhyun kamutuh yaa sabarrrr banget ngadepin bumil satu itu bikin gemes deh..
    si sooyoung malu banget tuh wkwk

  7. PLEASEEEEE LAAANNNJJJJUUUUTTTT TTTTTHHHHOORR!!!!

    SUKA MOMENT BAEKYEON 😘😘😘😘😍😍😍
    GIMANA LANJUTANYA THOR??? 😙😚😚😚😚😚
    KAPAN UPDATE LAGI????? 😐😐😐😐
    DITUNGGGGUUUU 😂😂😂😂😂😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s