[FREELANCE] It’s Ok, That’s Love (Oneshot)

It’s OK, That’s Love

clip_image002

Title : It’s OK, That’s Love

Main Cast : Kim Taeyeon & Kim Kibum

Other Cast : Lee Donghae, Jung Jessica, etc.

Rating : PG 15

Genre : School

Lenght : Oneshoot

Author : Cuwizt aka C_U

It’s OK, That’s Love

Di sebuah sekolah menengah atas ‘Sment High School’ kini baru memulai kembali kegiatan belajar mereka setelah 1 bulan libur semester.

Seorang namja dengan nametag ‘Kim Kibum’ tengah tersenyum memasuki gerbang sekolah. “Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa juga melihatnya.” Kata Kibum.

“Kibum – aa!!” panggil seorang yeoja sambil berlari kecil kearahnya. “Jessica..” balasnya. “Kamu berangkat pagi – pagi sekali?” tanya Jessica setelah sampai di depan Kibum.

Mereka lalu berjalan bersama menuju kelas. “Tidak juga, aku hanya tidak sabar melihat…” Kibum menggantungkan ucapannya. “Tidak sabar melihat?” tanya Jessica. “Melihat kelasku.” Jawab Kibum. “Aish, kau ini!!” kesal Jessica.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

“Kyaaa Lee Donghae anyeong!! Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” sapa seorang yeoja dengan nametag ‘Kim Taeyeon’. “Baik, neon?” tanya namja yang di panggil Donghae tadi. “Menurutmu?” tanya Taeyeon. Sedetik kemudian mereka berdua tertawa bersama.

Tidak lama setelah itu, Kibum dan Jessica datang. Kibum menghampiri Taeyeon dan Donghae, sedangkan Jessica mengekor di belakangnya. “Anyeong nae chingu – ya! Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu eoh?” tanya Kibum seraya merangkul pundak Donghae. Taeyeon mengalihkan pandangannya. “Baik, tentu saja baik. Neon?” tanya Donghae. “Libur sekolah membuatku sakit.” Jawab Kibum membuat Donghae, Taeyeon dan Jessica memandangnya bingung.

“Wae?” Tanya Taeyeon. “Karena aku tidak mendapat uang jajan.” Jawab Kibum dengan santainya. “Aish kau ini!” ucap Taeyeon, sedangkan Jessica dan Donghae tertawa mendengar jawaban Kibum.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Hari ini adalah hari selasa, itu artinya kelas Taeyeon waktunya olahraga. Dan semuanya sudah berada di lapangan. Taeyeon kini sedang duduk – duduk sendiri di tepi lapangan.

“Kenapa Shin sonsaengnim tidak masuk hari ini.” Lirih Taeyeon. Taeyeon pun mengalihkan pandangannya ke tengah lapangan. Dia melihat Jessica dan Kibum tengah asyik bermain basket. Tanpa sadar Taeyeon tersenyum melihatnya. Lalu Donghae datang dan duduk disampingnya.

“Kenapa hanya duduk disini? Kenapa tidak ikut bermain?” tanya Donghae membuat Taeyeon tersadar dari lamunannya. “Nde?” tanya Taeyeon.”Kau ini! Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan huh?” tanya Donghae. “Ani, aku tidak memikirkan apapun. Memangnya aku memikirkan apa?” tanya Taeyeon. “Dwasseo, sudahlah khajja kita bergabung dengan mereka.” Kata Donghae sambil menggandeng tangan Taeyeon, mengajaknya bergabung dengan Kibum dan Jessica.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Taeyeon kini tengah kebingungan mencari sesuatu di tasnya. “Taeyeon – aa waegeurae?” tanya Jessica. “Aku mencari buku catatanku. Apa kau melihatnya?” tanya Taeyeon. “Ani, aku tidak melihatnya. Mungkin kau meninggalkannya di rumah.” Kata Jessica.

“Tidak mungkin, aku yakin sekali tadi malam aku memasukkannya ke dalam tas” ujar Taeyeon. “Lalu?” tanya Jessica. Taeyeon menghembuskan nafasnya, dia menghentikan aktivitasnya mencari buku catatannya. Lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas dan dia melihat Kibum tersenyum jahil padanya sambil menunjukkan buku catatan miliknya.

“ah, kurasa aku tahu perbuatan siapa ini!” ujar Taeyeon. “nugu?” tanya Jessica dan mengikuti arah pandang Taeyeon yang tertuju pada Kibum. tanpa menunggu lama lagi, Taeyeon segera menghampiri Kibum.

“Cepat kembalikan.” Kata Taeyeon to the point. “Mwoga? Igo!” balas Kibum sambil menunjukkan buku Taeyeon. “ne” sahut Taeyeon dengan cepat. Namun Kibum malah pergi meninggalkannya, membuatnya mengerutkan kening.

Taeyeon pun dengan cepat menghentikan langkah Kibum dengan memegang pergelangan tangannya. “aku bilang kembalikan Kibum.” tegas Taeyeon. “Ya! Kenapa kau suka sekali memegang tanganku eoh? Apa kau menyukaiku?” canda Kibum.

“Michiseo! Kenapa aku harus menyukaimu huh?” tanya Taeyeon. “karena aku tampan.” Jawab Kibum dengan percaya dirinya. “Ah, baiklah – baiklah tuan Kibum yang tampan. Sekali lagi aku minta baik – baik padamu, kembalikan buku catatanku sekarang juga!” ucap Taeyeon. “Dan aku masih bertanya padamu nona Kim Taeyeon, kenapa kau suka sekali memegang tanganku?” balas Kibum.

Taeyeon diam sejenak lalu menjawab, “aku tidak akan memegang tanganmu jika tanganmu itu tidak jahil tuan Kibum.” jelas Taeyeon. “eoh geurae? Apa aku sebegitu jahilnya?” tanya Kibum. “Ish, orang ini benar – benar menguji kesabaranku.” Gumam Taeyeon namun Kibum dapat mendengarnya.

Dan sebelum Taeyeon merampas buku itu dari tangan Kibum, Kibum sudah berlari menghindari Taeyeon. “Yakk Kim Kibum!!” teriak Taeyeon mengejar Kibum.

Disisi lain, sedari tadi Jessica memperhatikan Taeyeon dan Kibum. “lucu sekali ya mereka, selalu bertengkar karena masalah kecil.” Uajr Donghae yang baru saja duduk di bangku depan Jessica, dan hanya ditanggapi senyum simpul oleh Jessica.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Setiap hari, Taeyeon terus dibuat kesal dengan tingkah Kibum yang selalu saja mencari masalah dengannya. Namun terkadang Taeyeon merasa senang dengan hal itu, terkadang juga dia merasa ada sesuatu yang aneh ketika Kibum tidak mengganggunya dan malah bersama Jessica. Itu membuat Taeyeon merasa tidak nyaman.

Seperti saat ini, Taeyeon sedang memandang Kibum dan Jessica yang pulang bersama karena jalan ke rumah memang se arah. “kau tidak pulang?” tanya Donghae. “Masih gerimis.” Jawab Taeyeon. “mau pulang bersama?” tawar Donghae. Taeyeon langsung menatap Donghae. “Hei, tenang saja. Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak mau, aku hanya menawarimu saja.” Ujar Donghae.

Taeyeon tampak berpikir – pikir sebentar. “baiklah, mau sampai kapan juga menunggu disini.” Jawab Taeyeon. “Benarkah? Kau mau?” tanya Donghae. Taeyeon mengangguk.

“Baiklah, tunggu sebentar ne! Aku akan mengambil motorku dulu.” Kata Donghae lalu pergi mengambil motornya. Taeyeon tersenyum melihat tingkah Donghae yang begitu baik padanya, tidak seperti Kibum.

“Khajja!” ucap Donghae setelah ia mengambil motornya. “Nde.” Kata Taeyeon dan akan menaiki motor Donghae namun… “chakkaman!” cegah. Donghae melepaskan jaketnya lalu memakaikannya pada Taeyeon. “pakai ini agar kau tidak basah.” Ujar Donghae. “Gomawoyo Donghae – ya. Kamu baik sekali.” Puji Taeyeon lalu memakainya dan segera pulang diantar Donghae.

Saat dijalan, ternyata mereka bertemu dengan Jessica dan Kibum yang tengah berjalan berdampingan. “ya kalian, kami pulang dulu ne!” teriak Donghae. Sedangkan Taeyeon hanya menatap mereka berdua sambil tersenyum.

“nde.” Jawab Jessica sambil melambaikan tangannya. “Mereka romantis sekali ya?” kata Jessica memuji kedekatan Donghae dan Taeyeon. “Romantis apanya? Mereka kan tidak punya hubungan apa – apa, bagaimana bisa disebut romantis.” Sahut Kibum. “hei, mungkin saja mereka backstreet.” Kata Jessica.

“mana mungkin. Jika mereka benar – benar menjalin hubungan, maka aku orang pertama yang akan mengetahuinya.” Timpal Kibum dengan kesal lalu berjalan cepat mendahului Jessica. “Ya! Kibum – aa, tunggu aku.” Teriak Jessica.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Taeyeon berangkat sekolah dengan wajah gembira. Terbukti dari tempat gerbang sekolah sampai pintu kelasnya dia tersenyum sendiri tidak jelas. “Hei, yeoja gila dilarang masuk di kelas ini!” hadang Kibum di depan pintu kelas, membuat senyum Taeyeon luntur seketika.

“siapa yang gila?” tanya Taeyeon. “neon, baru datang sudah tersenyum sendiri tidak jelas.” Jawab Kibum menunjuk Taeyeon. “ah dwasseo. Hari ini aku tidak ingin merusak mood ku dengan bertengkar denganmu.” Ujar Taeyeon lalu masuk kelas meninggalkan Kibum.

Taeyeon dengan santainya duduk di bangku nya. Dia sekali lagi tersenyum dan menghadap Jessica. Namun dia sedikit terkejut melihat Jessica menundukkan kepalanya, tidak terlalu bersemangat seperti Jessica yang biasanya.

“Jessica neon gwenchanna?” tanya Taeyeon sambil menepuk pundak Jessica. Jessica mendongakkan kepalanya dan terlihat pipinya yang basah karena air mata. “omo! Jessica – aa, waegeurae?” tanya Taeyeon panik. Jessica langsung memeluk Taeyeon dan tangisnya pecah dipelukkan Taeyeon.

“Aku merindukan appa ku Taeyeon – aa.” Ujar Jessica. “kau merindukannya? Kenapa tidak mencoba menelfonnya?” tanya Taeyeon. Jessica hanya menggelengkan kepalanya. “baiklah – baiklah, aku mengerti. Tapi percayalah, appamu pasti juga merindukanmu disana dan ingin segera bertemu denganmu.” Hibur Taeyeon. Taeyeon merasa iba dengan Jessica, terkadang Taeyeon berpikir hidupnya itu lebih baik dari Jessica. Meskipun terkadang orang tua Taeyeon sering memarahinya. Tapi setidaknya dia masih memiliki orang tua yang utuh. Taeyeon pun jadi teringat saat pertama kali Jessica bercerita tentang kehidupannya yang ditinggal Appanya.

FLASHBACK ON

“Jessica, dimana appamu bekerja? Apa Appamu tidak pernah pulang? ” tanya Taeyeon. “di Seoul. ” jawab Jessica. “mwo? Di Seoul? Jauh sekali ya. Tapi terkadang appa mu pulang kan? Kapan? Apa setiap bulan? Atau setiap tahun?” tanya Taeyeon.

“dulu setiap tahun pasti pulang, tapi sekarang sudah hampir 5 tahun appa tidak juga pulang.” Jawab Jessica. “tapi appa mu masih mengiri uang kan kepada keluarga mu?” tanya Taeyeon. “nde, appa memang masih mengirimi uang pada kami, tapi… tidak bisakah appa pulang kesini? Apa dia tidak merindukanku? Aku tahu dia sudah menikah lagi disana. Tapi setidaknya dia harus mengunjungiku dan eomma kan?” kata Jessica.

Taeyeon membulatkan matanya,“appamu menikah lagi? lalu bagaimana kamu bisa tahu jika appa mu saja tidak pernah pulang. Apa dia mengirim sebuah undangan?” tanya Taeyeon. “dia sendiri yang mengatakannya pada eomma saat di telfon, dan aku tidak sengaja mendengarnya.” Jawab Jessica menunduk. Taeyeon merasa iba, diapun menggenggam tangan Jessica. “tenanglah, kamu tidak sendiri. Masih ada eomma mu, aku, Donghae dan Kibum.” kata Taeyeon.

“nugu? Kibum?” tanya Jessica. “nde, waeyo?” tanya Taeyeon. “aniyo, aniyo.” Jawab Jessica lalu melihat ke arah Kibum dan Donghae yang sedang bercanda dibangku mereka. Taeyeon memperhatikan Jessica yang terus menatap Kibum. “apa kau menyukainya Jessica?” tanya Taeyeon dalam hati. “kau pasti sangat menyukainya.” Tambahnya.

FLASHBACK OFF

Taeyeon masih memeluk Jessica, berusaha menenangkannya. “uljimayo eoh? Aku yakin suatu saat nanti kalian akan bertemu lagi, bahkan bisa hidup bersama lagi.” ujar Taeyeon seraya mengelus punggung Jessica.

Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi Kibum dan Donghae memerhatikan mereka dari tempat yang berbeda. Kibum yang masih berdiri di dekat pintu menatap datar ke arah Taeyeon, sedangkan Donghae duduk di bangkunya dan tersenyum. “dia memang chingu yang baik.” Kata Donghae.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Saat ini, kelas Taeyeon sedang mengadakan ulangan Matematika. Taeyeon yang duduk di depan dengan santainya mulai mengerjakan soal – soal yang ada. Namun kegiatan Taeyeon harus terhenti saat ia merasa ada yang melempari punggungnya.

Taeyeon menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati Kibum tersenyum ke arahnya lalu menunjuk kertas yang jatuh di bawah Taeyeon. Taeyeon pun mengambil kertas itu dan membacanya.

“kau harus memberi tahuku jawabannya. Awas kalau tidak, kau akan mati!” Taeyeon pun membalasnya dan melemparkannya ke arah Kibum. Kibum tersenyum awalnya, namun setelah dia membuka dan membacanya. Dia sangat kesal.

“kamu ingin tahu jawabannya? Cari saja sendiri, dasar pemalas! Kau seharusnya belajar jika tahu akan ada ulangan. Jangan sibuk menggoda yeoja – yeoja.”

“ish yeoja ini benar – benar!” geram Kibum. diapun menulis sesuatu lagi di kertas kosong dan melemparkannya ke Taeyeon. Namun Taeyeon tidak menggubrisnya sehingga kertas itu tetap berada di bawahnya.

Saat Park sonsaengnim berjalan mengitari sela – sela bangku, Park sonsaengnim menemukan kertas di bawah Taeyeon. Lalu segera mengambilnya. “Kim Taeyeon, apa kamu menyontek?” tanya Park sonsaengnim.

“nde? Aniyo. Aku sudah belajar semalaman. Mana mungkin aku menyontek.” Jawab Taeyeon. “lalu apa ini? Apa maksut kumpulan rumus – rumus ini?” tegas Park sonsaengnim sambil menunjukkan kertas itu pada Taeyeon.

Taeyeon terkejut melihatnya, diapun memandang ke arah Kibum dengan kesal. Sedangkan Kibum terlihat santai dan mengerjakan soal – soalnya. “ssaem, aku bisa menjelaskan hal ini. Ini bukanlah……..”

“sudahlah, akan ku panggil orang tuamu kesini nanti. Agar mereka tahu apa yang telah diperbuat anaknya selama di sekolah.” Ucap Park sonsaengnim dengan tegas. “sekarang kamu keluar dari kelasku!” usirnya.

Taeyeon diam, “ayo keluar! Tunggu apa lagi?” ulangnya. Dengan kesal, Taeyeon pun keluar dari kelas Park sonsaengnim.

Lalu Park sonsaengnim kembali ke tempat duduknya.sedangkan Kibum, terlihat kaget. Awalnya dia hanya bercanda dengan Taeyeon tadi, tapi kenapa jadi seperti ini masalahnya?

“ya! Apa kamu tidak merasa kasihan pada Taeyeon?” tanya Donghae. Kibum nampak berpikir, Donghae perhatian sekali dengan Taeyeon. Dan hal itu terkadang membautnya kesal. “ah dwasseo, sebaiknya kau selesaikan saja soalmu itu.” Ujar Kibum.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

PLAKKKK

Samar – samar Kibum mendengar suara tamparan dari koridor gudang yang sepi, Kibum pun dengan hati – hati melihat apa yang sedang terjadi. Dan dia terkejut melihat Taeyeon dan eomma nya. Kibum bersembunyi di balik tembok untuk mendengarkan percakapan mereka.

“aku tidak menyangka, ternyata seperti ini yang kau lakukan di sekolah. Padahal, aku dan appa mu bekerja keras untuk sekolahmu. Tapi apa yang kau berikan pada kami?” marah eomma Taeyeon.

“eomma! Itu bukan kertasku, aku tidak pernah menyontek eomma” bela Taeyeon pada dirinya sendiri. “lalu milik siapa? Park sonsaengnim sudah menceritakan semuanya pada eomma. Eomma benar – benar kecewa padamu Kim Taeyeon.” Ujar eomma Taeyeon dan hendak menampar Taeyeon lagi namun dengan cepat Taeyeon berhasil menahannya.

“geurae! Kertas itu adalah milikku. Dan selama ini aku selalu menyontek agar nilaiku baik dan bisa membuat kalian bahagia.” Kata Taeyeon dengan keras. Membuat eommanya dan juga Kibum terkejut.

“selama ini aku berusaha keras dengan segala cara agar nilai ku baik dan membuat kalian semua senang. Karena aku tahu kalian bekerja keras membanting tulang untuk sekolahku. Karena itu aku tidak ingin mengecewakan kalian. Aku memakai segala cara agar nilai ku baik, termasuk dengan menyontek.” Tambah Taeyeon. Air matanya sudah jatuh mengalir di pipinya.

“eomma sangat kecewa padamu!” ujar eomma Taeyeon. Lalu pergi meninggalkan Taeyeon yang sekarang sudah menangis tersedu – sedu disana.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Taeyeon pulang ke rumahnya dengan langkah gontai, wajahnya terlihat sendu, matanya sembab. Dengan lemas dia membuka knop pintu dan masuk. Taeyeon mendapati eommanya sedang duduk di sofa ruang tamu dan tersenyum padanya. “kemarilah Taeyeon!” ucap eommanya dengan ramah. Taeyeon tidak menggubrisnya dan hendak menuju kamarnya.

“maafkan eomma Taeyeon –aa sudah tidak mempercayaimu. Tapi sekarang eomma sudah tahu, bahwa kamu tidak salah Taeyeon – aa. Kamu tidak menyontek, tidak pernah.” Ujar eommanya seraya memeluk Taeyeon.

“eomma, kenapa tiba – tiba seperti ini?” tanya Taeyeon seraya melepas pelukan eommanya. “temanmu sudah menceritakannya semua nya dengan jelas.” Kata eommanya. “chingu? Nugu?” tanya Taeyeon. “siapa namanya tadi, eomma lupa. Bum bum siapa, eomma lupa.” Ujar eommanya. “Kim Kibum?” Taeyeon asal tebak. “ah, nde. Itu dia Kim Kibum.” kata eommanya Taeyeon.

FLASHBACK ON

Setelah menampar Taeyeon, eommanya langsung pergi meninggalkan Taeyeon dengan perasaan kecewa dan juga marah. Kibum yang sempat melihat hal itu, dengan segera ia menghampiri eomma Taeyeon dan menjelaskan semuanya.

“ahjumma chakkaman!” cegah Kibum menghentikan eomma Taeyeon. “nde? Ada apa?” tanya eomma Taeyeon. “ahjumma, ada yang ingin ku jelaskan pada Anda. Ini mengenai Kim Taeyeon.” Ujar Kibum hati – hati, eomma Taeyeon hanya diam.

“sebenarnya ini bukan salah Taeyeon ahjumma, Taeyeon tidak pernah menyontek. Ini semua adalah salahku, aku yang telah melempar kertas itu ke Taeyeon. Sebenarnya aku hanya bercanda ahjumma. Tapi aku tidak tahu kalau akan jadi seperti ini masalahnya.” Jelas Kibum.

“aku sangat menyesal ahjumma. Jeosonghamnida, jeongmal jeosonghamnida ahjumma. Dan aku harap ahjumma tidak memarahi Taeyeon lagi.” pinta Kibum. sedangkan eomma Taeyeon dari tadi hanya diam mendengarkan Kibum. Kibum sempat takut saat eomma Taeyeon hanya diam saja dan terus menatapnya.

“a…ahjumma, Anda memaafkanku kan?” tanya Kibum ragu – ragu. Tanpa disangka – sangka, eomma Taeyeon malah tersenyum padanya. Membuatnya sedikit bingung.

“geurae? Jadi ini semua adalah salahmu, bukan Taeyeon?” tanya eomma Taeyeon dan dengan cepat Kibum menggelengkan kepalanya. “aniyo ahjumma. Aniyo, Taeyeon tidak salah. Dia itu murid yang sangat rajin, dia tidak pernah sekalipun menyontek.” Jelas Kibum lagi.

“ah, jadi begitu..” ujar eomma Taeyeon seraya menganggukkan kepalanya. “ahjumma!” panggil Kibum. “nde?” sahut eomma Taeyeon. “ahjumma tidak akan memarahi Taeyeon lagi bukan? Jeosonghamnida, sebenarnya aku tadi melihat anda memarahi dan …. menampar Taeyeon.” Kata Kibum. eomma Taeyeon memegang pundak Kibum.

“aniyo, ahjumma sudah bersalah dengan Taeyeon. Terima kasih kau sudah menjelaskan hal ini pada ahjumma.” Eomma Taeyeon mengucapkan terima kasih pada Kibum. “ah, iya namamu siapa? Apa kamu teman sekelas Taeyeon?” tanya eomma Taeyeon. “Kibum ahjumma, Kim Kibum. teman sekelas Taeyeon.” Jawab Kibum. “Kim Kibum? wah, marga kita sama ternyata.” Ujar eomma Taeyeon. “nde” balas Kibum. “baiklah Kibum, kalau begitu ahjumma pulang dulu ne. Nanti ahjumma akan meminta maaf pada Taeyeon.” Setelah itu eomma Taeyeon pergi. “hati – hati ahjumma” kata Kibum seraya sedikit membungkukkan badannya.

FLASHBACK OFF

Taeyeon terdiam merenung dikamarnya. Dia duduk di meja belajarnya yang menhadap ke jendela. “benarkah Kibum melakukan hal itu? Tapi kenapa?” Taeyeon terus saja memikirkan hal itu.

TOK TOK

Terdengar suara ketukan pintu kamar Taeyeon. “Taeyeon – aa makanlah, eomma sudah menyiapkan makanan untukmu.” Kata eommanya. “ne eomma, sebentar.” Sahut Taeyeon.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Seperti biasa, hari ini Taeyeon berangkat sekolah dengan sepedanya. Taeyeon sudah membulatkan tekadnya, hari ini dia harus berterima kasih pada Kibum. Taeyeon terus tersenyum saat ia membayangkan seperti apa ekspresi Kibum nanti saat ia mengucapkan terima kasih padanya.

Saat sudah memasuki gerbang sekolah, Taeyeon melihat Kibum dan Jessica berjalan kaki bersama. Entah kenapa, perlahan – lahan namun pasti senyum Taeyeon hilang. Kibum terlihat nyaman bercanda dengan Jessica.

“Taeyeon – aa!” sapa Donghae yang sudah ada di sampingnya dengan motornya. “eoh Donghae!” balas Taeyeon.

Taeyeon dan Donghae pun bercakap – cakap sampai mereka memarkirkan kendaraan mereka. Mereka tidak menyadari jika sepasang mata terus memerhatikan mereka dari tadi.

~~~~~~

Saat jam istirahat, Taeyeon terus mencari Kibum tapi tidak juga menemukannya. “ah, Ryeowook – aa! Apa kau melihat Kibum? dimana dia sekarang?” tanya Taeyeon pada salah satu teman kelasnya, Ryeowook. “sekarang aku tidak tahu dimana dia. Tapi kalau tidak salah tadi dia sempat berjalan ke taman belakang.” Jelas Ryeowook. “jinjja? Geurae? Kalau begitu aku pergi dulu ne, gomawo!” kata Taeyeon.

~~~~~

Akhirnya setelah cukup lama mencari Kibum. Taeyeon menemukannya juga, dia sedang duduk di bangku taman. Dengan langkah hati – hati, Taeyeon mendekati Kibum dan duduk disampingnya.

Kibum menolehkan kepalanya dan mendapati Taeyeon yang sudah ada disampingnya. “wae?” tanya Kibum dengan nada datar. “ish orang ini! Tidak ada baik – baiknya.” Cibir Taeyeon. “aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu.” Kata Taeyeon. “untuk apa?” tanya Kibum. setelah bertanya seperti itu. Sepertinya Kibum tahu maksut Taeyeon.

“ah itu, gwenchanna. Lupakan saja, aku hanya tidak ingin…….” Kibum terlihat berpikir – pikir. “hanya tidak ingin apa?” tanya Taeyeon. “aku hanya tidak ingin…”

“ah sebenarnya aku membantumu itu tidak gratis!” kata Kibum dengan cepat.

“nde?” tanya Taeyeon. “kau harus membayarnya. Ah, bagaimana kalau kau membayarnya dengan menemaniku jalan – jalan hari minggu ke Namsan Tower?” tanya Kibum. Taeyeon nampak memikirkan hal itu terlebih dulu.

Sebenarnya ia malas pergi apalagi dengan Kibum. tapi entah kenapa ia merasa senang kali ini saat Kibum mengajaknya pergi, berdua. ‘ah bagaimanapun juga aku harus tetap berterima kasih padanya.’ Batin Taeyeon.

“baiklah, aku setuju. Tapi ingat! Aku mau pergi denganmu karena aku hanya ingin balas budi denganmu dan anggap itu sebagai ucapan terima kasihku padamu! Arra?” jelas Taeyeon.

“arra.” Jawab Kibum dengan cepat. Setelah itu Kibum pun pergi meninggalkan Taeyeon. Namun baru beberapa langkah, Kibum berhenti dan membalikkan badannya. “jam 10 aku akan menjemputmu dirumah.” Ujar Kibum agak keras. “nde” jawab Taeyeon. Kibum tersenyum lalu benar – benar pergi. Tanpa sadar, Taeyeon tersenyum terus melihat kepergian Kibum.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Sudah 2 hari ini Kibum sering membantu eomma Taeyeon berjualan di pasar. Entah disengaja atau tidak, tapi Kibum selalu pergi ke pasar dan membantu eomma Taeyeon.

“ahjumma, ini biar aku yang membawanya. Ahjumma pasti merasa lelah karena barang ini juga cukup berat.” Ujar Kibum sambil mengangkat barang – barang eomma Taeyeon dan membawakannya sampai rumahnya.

“kau pasti sangat dekat sekali ya dengan putriku?” tanya eomma Taeyeon. “nde kami sangat dekat. Kami kan teman satu kelas.” Jawab Kibum. “lalu bagaimana Taeyeon saat di sekolah? Apa dia anak yang nakal? Suka membuat masalah? Atau………”

“aniyo, dia itu yeoja yang baik, polos dan lucu.” Potong Kibum. “lucu?” tanya eomma Taeyeon. “ne, dia sangat lucu. Dia itu suka mengomel – ngomel sendiri tidak jelas. Kadang juga dia langsung diam seribu bahasa. Benar –benar lucu kan ahjumma?” tanya Kibum meminta pendapat eomma Taeyeon.

“kau benar. Dia memang seperti itu saat marah – marah.” Balas eomma Taeyeon. “tapi terkadang dia juga menyebalkan. Membuat semua orang pusing karena ulahnya.” Tambah Kibum.

“ah geuraeyo?” tanya eomma Taeyeon. “ahjumma sudah sampai.” Ujar Kibum. “eoh kau tidak ingin masuk dulu Kibum – ssi? Kau sudah sering membantu ahjumma. Setidaknya kau masuk sebentar biar ku buatkan minuman terlebih dulu, sebelum kau pergi.” Ujar eomma Taeyeon.

“aniyo ahjumma, aku sibuk hari ini. Jadi maaf aku tidak bisa mampir. Kalau begitu saya pergi dulu.” Pamit Kibum dengan sedikit menundukkan kepalanya lalu pergi.

“aigoo, dia benar – benar namja yang baik.” Puji eomma Taeyeon. Setelah itu masuk ke dalam rumah. “eoh eomma, kau sudah pulang?” tanya Taeyeon di ruang makan saat ia akan mengambil air minum. “eoh? Ya! Kenapa kau tidak membantu eomma tadi di pasar?” tanya eomma nya.

“wae? Biasanya eomma bisa melakukannya sendiri, kenapa sekarang meminta Taeyeon untuk membantu?” tanya Taeyeon sederhana lalu beranjak menuju kamarnya.

“ish ,anak ini. Benar apa yang dikatakan Kibum tadi, terkadang dia menjadi sangat menyebalkan.” Gumam eomma Taeyeon. “mwo? Eomma bilang apa barusan?” tanya Taeyeon karena tidak terlalu jelas mendengarnya. “eoh, aniyo. Sudah, cepat masuk ke kamar sana!” perintah eommanya. Tanpa menjawab Taeyeon pun masuk kamarnya. “tabiatnya benar – benar buruk seperti appa nya.” Lirih eomma Taeyeon.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Taeyeon berangkat sekolah dengan perasaan yang senang. Kali ini, entah kenapa semenjak Kibum mengajaknya jalan beberapa hari yang lalu. Taeyeon selalu merasa senang. Meskipun terkadang di sekolah mereka bertengkar lagi. tapi Taeyeon menikmatinya, tidak seperti dulu yang selalu marah setiap kali bertengkar dengan Kibum karena masalah – masalah kecil.

TIN TIN TIN

Suara klakson motor membuyarkan lamunan Taeyeon. Taeyeon tersenyum mengetahui pemilik motor itu adalah temannya, Donghae. “hei, kenapa belakangan ini kau suka sekali tersenyum? Apa kau sedang bahagia sekarang?” tanya Donghae. Taeyeon mengangguk. “nde, sangat bahagia!” jawabnya dengan semangat.

“aigoo, apa kau baru saja mendapatkan dorprise?” canda Donghae. “ahaha, kau ini bisa saja. Tapi mungkin ini lebih dari itu. ” ujar Taeyeon. “jeongmallyo? Lalu apa itu kalau aku boleh tahu?” tanya Donghae. Namun Taeyeon hanya tersenyum.

~~ ~~

Saat jam istirahat, Taeyeon sudah membulatkan tekadnya. Dia ingin mengatakan pada Kibum kalau dia tidak perlu menjemputnya di rumah saat minggu nanti. Dia akan menunggu di Namsan Tower saja.

Taeyeon begitu semangat menuju perpustakaan, karena teman – temannya bilang Kibum sedang di perpustakaan. Taeyeon masuk ke perpustakaan dan pura – pura mencari buku agar orang lain tidak merasa aneh padanya yang tiba – tiba mencari Kibum. Taeyeon mengambil sebuah buku dan dia tidak sengaja mendengar pembicaraan orang lain.

“Kibum – aa, ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu. Ini sangat penting.” Ujar seorang yeoja yang tidak diketahui Taeyeon karena dia bersembunyi di balik rak buku. “memang kanapa? Kamu sampai membawaku kesini? Apa begitu penting Jessica?” tanya Kibum. Dan Taeyeon tahu kalau yeoja itu adalah Jessica.

“sebenarnya ini mengenai perasaanku Kibum. perasaanku padamu.” Ucap Jessica. “mwo? Apa maksutmu? Bicaralah yang jelas supaya aku bisa mengerti maksutmu.” Timpal Kibum.

“saranghaeyo Kibum. jeongmall saranghaeyo!” ungkap Jessica tulus membuat Kibum dan Taeyeon terkejut. Taeyeon bagaikan lumpuh seketika mendengar hal itu. Tanpa sengaja buku yang ia bawa jatuh dan dengan perlahan dia berlari meninggalkan perpustakaan. Kibum yang mendengar sesuatu seperti benda jatuh, ingin melihatnya namun Jessica menahan lengannya.

“otteyo Kibum? apa kau juga mencintaiku? Aku benar – benar mencintaimu karena pendapatku kamu itu namja yang baik, tidak seperti appaku. Sebenarnya aku sangat membenci namja, tapi entah kenapa aku tidak bisa membenci mu. Kamu adalah namja yang baik setelah oppa ku.”

~~~

Taeyeon duduk termenung di bawah pohon taman belakang sekolah. Terlihat matanya sedikit sembab “Ya! Kau ini. Sudah ku cari kemana – mana ternyata disini.” Kata Donghae menepuk pundak Taeyeon.

Taeyeon menolehkan kepalanya dan mendapati Donghae sudah duduk disampingnya. “omo! Mata kamu sembab? Apa kau menangis barusan? Apa terjadi sesuatu eoh?” tanya Donghae bertubi – tubi karena khawatir.

“aniyo, gwenchannayo.” Bohong Taeyeon. “jeongmallyo?” tanya Donghae memastikan. Taeyeon hanya mengangguk. “eoh Donghae – yya! Apa kau hari minggu sibuk?” tanya Taeyeon. “hari minggu… kurasa tidak, wae?” tanya Donghae.

“apa kau mau pergi ke Namsan Tower bersamaku?” tawar Taeyeon. “nde?”

“aish kau ini! Mau ya? Aku mohon!” pinta Taeyeon dengan aegyo nya yang membuat Donghae sedikit terkekeh. “baiklah – baiklah. Jam berapa? Nanti aku akan menjemputmu.” Kata Donghae.

“jam 10” balas Taeyeon. “jam 10? Baiklah,kalau begitu khajja kita kembali ke kelas. Sebentar lagi jam istirahat akan berakhir.” Ajak Donghae dan mereka berdua pun kembali ke kelas bersama.

Saat tiba dikelas, Taeyeon langsung disambut dengan berbagai pertanyaan – pertanyaan dari Jessica. “ya! Sebenarnya apa hubunganmu dengan Lee Donghae? Ku perhatikan kalian berdua semakin dekat saja.” Tanya Jessica. “katakanlah! ayolah Kim Taeyeon!” tambah Jessica dengan sedikit memaksa. Taeyeon tidak menjawab melainkan hanya menyiapkan bukunya untuk belajar.

“YA KIM TAEYEON!….”

“selamat siang anak – anak, sekarang kumpulkan tugas kalian di meja!” perintah guru Shin yang baru saja masuk. “nde” jawab semua murid, Taeyeon melangkah ke depan untuk mengumpulkan tugasnya namun di hadang oleh Jessica dengan menepuk pundaknya, “kau berhutang sebuah rahasia padaku Kim Taeyeon!” bisik Jessica lalu berjalan mendahului Taeyeon. “ckck, anak itu!” kekeh Taeyeon.

~~ ~~

Saat pulang sekolah, Jessica dan Taeyeon pulang bersama. Karena tiba – tiba Jessica mengajaknya pulang bersama. “kenapa kau tidak pulang bersama Kibum?” tanya Taeyeon sambil menuntun sepedanya. “hari ini dia pulang bersama Donghae.” Jawab Jessica lemas. “ah begitu..” balas Taeyeon.

“Taeyeon – aa, apa kau tahu apa yang sudah ku lakukan hari ini di sekolah?” tanya Jessica tiba – tiba dengan semangat. “molla, wae? Memangnya apa yang sudah kau lakukan?” tanya Taeyeon. “tadi aku menyatakan perasaanku pada Kibum.” jawab Jessica membuat langkahnya terhenti. “ah geuraeyo?” tanya Taeyeon.

“lalu bagaimana? Apa dia menerimanya?” tambahnya nampak tidak bersemangat sambil melanjutkan langkahnya. “ya! Ada apa denganmu hari ini? Kenapa kau tidak begitu bersemangat eoh?” tanya Jessica. “apa ada masalah?” tambah Jessica.

Taeyeon menghentikan langkahnya lalu menghadap Jessica dan tersenyum. “aniyo, aku hanya sedang memikirkan Donghae. ” jawab Taeyeon. “mwo? Donghae.” Kaget Jessica. Taeyeon mengangguk. “aku hanya berpikir apakah hari minggu dia akan datang menjemputku atau tidak.” Jelasnya.

“hari minggu? Aigoo, apa kalian akan pergi berkencan? Benarkah? Jadi benar kalian akan berkencan?” tanya Jessica begitu antusias, dan Taeyeon hanya tersenyum tipis. “apa kau juga mau datang? Kau bisa mengajak Kibum nanti, jadi kita bisa double date. Otte?” usul Taeyeon.

“apa dia mau?” lirih Jessica. “baiklah, meskipun tadi dia belum menjawabnya. Setidaknya dia harus mau pergi denganku hari minggu.” Ujar Jessica. “khajja!” Jessica dan Taeyeon pun melanjutkan langkahnya.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

“apa kau bilang? Taeyeon akan pergi bersama Donghae hari minggu nanti?” tanya Kibum. “nde, bahkan dia yang bilang aku juga bisa ikut dengannya bersamamu. Katanya kita akan double date.” Jelas Jessica. Kibum terlihat geram sekali, dia langsung pergi begitu saja untuk mencari Taeyeon.

~~ ~~

Taeyeon terlihat sedang serius membaca buku, suasana perpustakaan yang sepi membuatnya nyaman berlama – lama disini. Mungkin tidak juga, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

‘jadi dia belum menjawabnya? Lalu kenapa aku mengajak Donghae pergi di hari minggu? Padahal aku sudah berjanji dengan Kibum. apa yang harus kukatakan padanya nanti jika dia tahu hal ini?’ batin Taeyeon.

Taeyeon terus saja bermonolog sendiri dalam hatinya, sampai ada seorang yang tiba – tiba menarik tangannya. Dan orang itu adalah Kim Kibum.

“yak! Apa yang kau lakukan?” teriak Taeyeon seraya melepaskan genggaman tangan Kibum yang begitu erat ditangannya. Namun itu sia – sia. Kibum baru melepaskan tangannya saat mereka sudah ada di atap sekolah.

Taeyeon memegangi pergelangan tangannya yang merah akibat Kibum. “apa yang kau lakukan? Apa kau sedang mempermainkanku Kim Taeyeon?” tanya Kibum dengan nada tinggi.

“apa maksutmu? Aku tidak mengerti.” Bohong Taeyeon. “tidak usah berpura – pura lagi, aku tahu kamu pasti mengerti apa yang ku maksut Taeyeon.” Tegas Kibum. Taeyeon diam tidak menjawab. “kenapa kau melakukannya? Kenapa kau mengajak Donghae pergi saat kau sudah ada janji denganku. Kau sudah menyetujui nya waktu, lalu sekarang apa?” tanya Kibum.

“katakan padaku KIM TAEYEON! Kenapa kau melakukan hal ini? Apa kau sedang mempermainkanku huh?” tambha Kibum. “aniyo!” jawab Taeyeon singkat. “keoreonikka wae?” tanya Kibum lagi.

“aku menyukai Lee Donghae, wae? Dan aku ingin pergi berkencan dengannya di hari minggu. Apa itu salah?” tanya Taeyeon. “apa itu salah? Kenapa kau bisa dengan mudahnya mengatakan hal itu huh? Kamu sudah berjanji denganku lebih dulu dan sekarang kau mau membatalkannya?” kata Kibum yang terdengar marah.

“memangnya kenapa jika aku membatalkan janjinya? Itu semua juga untuk orang yang ku sukai. Aku akan mengatakan hal ini padanya.” Balas Taeyeon. “kau… menyukainya? Jinjjayo?” tanya Kibum dengan nada bergetar. “nde, aku menyukainya.” Jawab Taeyeon. Tanpa mereka sadari, Donghae mendengar hal itu yang kini tengah bersembunyi di balik tembok. Donghae sedikit terkejut, namun sedetik kemudian dia tersenyum.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Taeyeon kini sedang berdandan untuk pergi dengan Donghae. Dia terlihat bingung memakai baju yang pas untuknya. “Taeyeon- aa apa kau akan pergi?” tanya eomma nya dari dapur. “nde eomma. Waeyo?” tanya Taeyeon. “eodil? Dengan siapa?” tanya eomma.

“aku pergi ke Namsan Tower bersama Donghae, eomma.” Jawab Taeyeon. “ah geurae. Tapi Taeyeon – aa, temanmu yang bernama Kibum itu.. apa dia masih satu sekolah denganmu?” tanya eomma nya.

“nde? Kenapa eomma tiba – tiba eomma menanyakan namja itu?” sewot Taeyeon. “belakangan ini eomma tidak pernah bertemu lagi dengannya, biasanya sepulang sekolah dia akan membantu eomma di pasar.” Jelas eomma nya. “eomma! Mulai sekarang jangan pernah membicarakan namja itu lagi dan ingat! Jangan pernah eomma menerima bantuannya itu, arra!” peringat Taeyeon.

“memangnya kenapa?” tanya eomma nya lagi. “eomma dengar! Dia sudah punya yeojachingu dan begitupun aku, sudah mempunyai namjachingu. Aku tidak mau yeojachingu nya itu merasa cemburu karena Kibum selalu membantu eomma.” Jelas Taeyeon. “omo! Kau sudah punya namjachingu? Kenapa kau tidak pernah mengenalkannya pada eomma?” kata eomma Taeyeon. “bukan sudah punya, tapi akan!” balas Taeyeon.

“ye?” “ah sudahlah sebaiknya eomma berangkat dulu saja. Anyeong! Hati – hati ne!” usir Taeyeon. “baiklah eomma akan berangkat. Ckck, dasar kau ini, tidak mau membantu eomma. Disaat ada yang mau membantu kau melarangnya.” Gerutu Ny.Kim, eomma Taeyeon.

Tidak lama setelah kepergian eommanya. Terdengar suara ketukan pintu. Taeyeon segera membukanya. “Donghae!” panggil Taeyeon, Donghae tersenyum. “ini untukmu!” Donghae memberikan sebuket bunga pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya lalu menghirupnya.

“wah, wangi sekali bunganya. Gomawoyo Donghae – aa.” Ucap Taeyeon. “nde.” Balas Donghae. “khajja!” tambahnya.

~~ ~~

Taeyeon sedari tadi menundukkan kepalanya. Kini dia, Donghae, Jessica dan Kibum sedang menikmati makan malam.”apa kalian akan ikut berlibur ke jeonju bersama Sooyoung dan Hyoyeon?” tanya Jessica mengawali percakapan. “Kibum – aa, apa kau akan ikut?” tanya jaessica pada Kibum.

“lebih baik aku dirumah dan tidur.” Jawab Kibum. “heol, geurae.. kurasa juga begitu..” sahut Jessica agak lirih. “kau Taeyeon?” tanyanya pada Taeyeon. “sebenarnya aku ingin ikut, tapi aku sibuk.” Jawab Taeyeon. “ah keuraekkuna. Kau Donghae? Bagaimana denganmu?” sekarang Jessica bertanya pada Donghae.

“sama seperti Taeyeon, aku juga ingin pergi. Tapi bekangan ini aku tidak mood untuk berpergian.” Jawab Donghae. “jinjja?” tanya Taeyeon. “aniyo, hehehe.. sebenarnya liburan nanti aku dan keluargaku berencana ke jinan, sekalian menjenguk nenekku disana.” Balas Donghae.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

“kau sudah mengajak Taeyeon? Otte? Apa dia mau ikut ke jeonju?” tanya seorang murid dengan nametag Sooyoung pada temannya yang bernametag Hyoyeon. “tentu saja sudah.” Jawab Hyoyeon. “jinjja? Dia akan ikut?” ulangnya lagi. “ne, dia bilang akan ikut nanti.” Kata Hyoyeon. Samar – samar Sooyoung terlihat tersenyum miring.

“ah, aku tidak sabar ingin segera mengerjainya nanti. Kim Taeyeon, murid paling paling di sekolah ini tapi sepintar aku. Kau akan mendapat kejutan yang spesial dariku, kau tunggu saja itu Kim Taeyeon.” Ujar Sooyoung. Lalu mereka berdua pergi tanpa menyadari kalau Kibum mendengar semuanya.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Saat liburan sekolah tiba, Taeyeon memutuskan untuk ikut berlibur bersama Sooyoung dan Hyoyeon di jeonju. Setibanya di tempat penginapan, mereka semua masuk kamar mereka masing – masing.

Tapi sebelum itu, “Hyoyeon – ssi, apa aku harus tidur di ujung kamar itu?” tanya Taeyeon. “eoh, wae?” tanya Hyoyeon. “ apa kau takut?” tanya Sooyoung. Taeyeon mengangguk. “sudahlah tidak akan terjadi apa – apa, tenanglah!” ujar Hyoyeon.

Setelah itu Sooyoung dan Hyoyeon masuk ke kamar mereka, begitupun dengan Taeyeon. Taeyeon menyalakan lampu kamar dan duduk sambil menaruh tasnya di lantai. Sejenak Taeyeon diam berpikir, “kenapa kau ikut kesini Taeyeon?” tanyanya pada diri sendiri. “lihatlah! Semua temanmu yang pergi kesini dengan pasangan mereka masing – masing. Sedangkan kamu?” tambahnya. “pabbo!”.

FLASHBACK

“ya Kim Taeyeon! Itu salah, ckckck. Ternyata kau hanya pintar dalam pendidikan saja ya! Selain pendidikan kamu benar – benar bodoh.” Tawa semua murid di kelas saat ia tidak bisa menyelesaikan sebuah teka – teki di depan kelas. Membuat Taeyeon tersenyum garing dan itu tambah membuat teman – temannya semakin tertawa, karena tingkah konyol Taeyeon.

“pabbo!” ujar Kibum dan Taeyeon yang mendengarnya langsung menatap tajam Kibum. setelah itu ia kembali ke tempat duduknya.

~~ ~~

“ya! Kenapa kau menarik tanganku? Lagi?” teriak Taeyeon saat ia sudah berada di taman bersama Kibum. “kau akan pergi ke jeonju? Dengan sooyong dan hyoyeon?” tanya Kibum. “ne, wae?” tanya Taeyeon. “sebaiknya kau jangan pergi agar mereka tidak bisa melakukan hal – hal bodoh padamu.”saran Kibum.

“apa hakmu melarangku pergi huh? Terserah aku mau pergi atau tidak, itu sama sekali bukan urusanmu.” Sewot Taeyeon. “KAU!!! Berkali –kali mereka mentertawakan di kelas karena tingkahmu yang sangat konyol itu. Dan kau masih tetap ingin pergi dengan mereka?” tanya Kibum dengan nada meninggi. Tapi tidak digubris oleh Taeyeon. Taeyeon malah pergi meninggalkannya begitu saja.

“ya pabboya! Neo jeongmall pabbo!” teriak Kibum membuat langkah Taeyeon terhenti. Taeyeon membalikkan badannya, “ne, kau benar. Aku memang bodoh, sudah banyak yang mengatakan hal itu padaku. Dan aku tahu aku memang benar – benar bodoh, tapi…. tidak seharusnya kau mengatakan hal itu padaku seperti ini.” Kata Taeyeon dengan mata yang sudah berkaca – kaca. Diapun segera pergi meninggalkan Kibum. sedangkan Kibum memandang kesal kepergian Taeyeon.

FLASHBACK OFF

“kau benar, seharusnya aku tidak pergi.” Ujar Taeyeon. “Taeyeon – ssi” panggil Hyoyeon dari luar. “apa kau sudah tidur? Aku dan Sooyoung pergi jalan – jalan, apa kau mau ikut?” tambahnya. “ne, tunggu sebentar.” Jawab Taeyeon.

~~ ~~

“bagaimana? Kau sudah membuatnya mabuk? Kau sudah menyiapkan semuanya?” tanya Sooyoung. “kau tenang saja Sooyoung, semua sudah ku lakukan dengan baik.” Jawab Hyoyeon. Lalu mereka berdua melihat keluar cafe, terlihat Taeyeon yang sudah mabuk berat di mejanya.

“hah, ada apa denganku sebenarnya? Apa yang sebenarnya kurasakan pada Kibum? ini sangat aneh dan menyiksa.” Ujar Taeyeon dengan logat mabuknya. “Kenapa dia sering membantu eomma ku. Kenapa dia selalu membuat ku bingung. Dia dekat denganku juga Jessica. Lalu apa maksutnya semua itu?” lanjutnya. “huh, kurasa aku bisa gila!” tambahnya sebelum ia menenggelamkan kepalanya di meja.

“ne, kau benar Kim Taeyeon! Kau memang akan menjadi gila setelah ini.” Ujar Hyoyeon. Diapun mendekati Taeyeon dan hendak menyentuh Taeyeon. Namun belum sempat Hyoyeon menyentuhnya, sebuah tangan sudah menahannya. “Kim Kibum!” ujar Hyoyeon.

“hentikan sekarang juga!” kata Kibum. “mwo?” tanya Hyoyeon pura – pura tidak mengerti. “aku sudah tahu semua renacanamu dan Sooyoung.” Jawab Kibum. “bagus, kalau begitu kita bisa mengerjainya bersama – sama kan? Kau juga tidak suka kan dengan si bodoh ini?” timpal Sooyoung yang tiba – tiba muncul.

“aku memang tidak menyukainya, tapi bukan berarti aku mau melakukannya. Sekarang, sebaiknya kalian pergi atau aku akan melaporkan kalian pada guru Shin.”

Sooyoung tersenyum miring, “apa kau mempunyai buktinya?” tanya Sooyoung dengan nada meremehkan. Tanpa bicara lagi, Kibum segera mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan percakapan Hyoyeon dan Sooyoung yang sedang merencanakan misi untuk mengerjai Taeyeon.

Sooyoung geram melihatnya, tangannya mengepal kuat – kuat dibawah sana. “khajja Hyo – aa. Kita pergi saja.” Ujar Sooyoung. Mereka berduapun pergi.

Kibum duduk di kursi depan Taeyeon. Dia begitu serius mengamati Taeyeon yang terlelap. Tidak lama kemudian, Taeyeon mulai mengangkat kepalanya dan berusaha menyadarkan dirinya. Samar – samar melihat wajah Kibum di depannya.

“ya Kim Taeyeon, neo jeongmall pabboya? Lihatlah, bahkan sekarang kamu melihat Kibum di depanmu. Huh, ini pasti hanya khayalanmu saja. Kurasa kamu benar – benar gila Kim Taeyeon.” Ujar Taeyeon.

“ya Kim Kibum! kenapa kau tiba – tiba muncul dalam mimpiku eoh? Apa kau belum puas mempermainkanku dikehidupan nyata? Jadi kau datang ke mimpiku hanya untuk mengataiku lagi, begitu?” tambah Taeyeon dengan mata penuh dengan air mata. “hiksss…. hiksss….” tangis Taeyeon pecah sudah, ia menangis dan menenggelamkan wajahnya di meja.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Terlihat Taeyeon begitu nyenyak dalam tidurnya. “hoam…” akhirnya setelah ia terusik dengan sinar maatahari, perlahan – lahan dia bangun dan sedikit mengucek matanya.

“Donghae – aa?” lirihnya saat pertama kali membuka mata yang ia lihat adalah Donghae. Sedetik kemudian, seakan tersadar sepenuhnya. Taeyeon membulatkan matanya, “Lee Donghae?” ulangnya. “Donghae – aa, bagaimana kau bisa disini? Benarkah itu kamu?” tanya Taeyeon. Donghae tersenyum hangat lalu berjalan mendakat ke arah Taeyeon.

“nanti kujelaskan, sebaiknya kamu membersihkan dulu tubuhmu itu biar segar. Aku akan menunggu diluar.” Ujar Donghae seraya mendorong Taeyeon ke kamar mandi. Donghae pun menunggu Taeyeon di luar.

~~ ~~

Saat ini, semua teman satu sekolah Taeyeon juga berlibur ke jeonju dengan Guru Shin. jadi tempat Taeyeon tidur tadi, bukanlah tempat tidur yang ia datangi bersama Sooyoung dan Hyoyeon. Tapi tempat penginapan bersama teman – temannya yang lain dan Guru Shin.

Dan mereka semua sedang sarapan pagi. Termasuk Taeyeon dan Donghae. “Donghae – aa, ayo ceritakan kenapa aku tiba – tiba bisa disini? Kemana Sooyoung dan Hyoyeon? dan kamu? Bagaimana kamu bisa disini? Bukankah kau seharusnya di jinan?” tanya Taeyeon bertubi – tubi.

“ya ya ya!! Tenang Kim Taeyeon. Bertanyalah satu per satu.” Jawab Donghae. “ah nde.” Sahut Taeyeon. “jadi….” tambahnya. “sekarang aku bertanya dulu padamu. Kenapa kau tiba – tiba pergi ke jeonju? Kau bilang kau tidak ingin pergi karena sibuk.” Tanya Donghae. “itu karena… kupikir aku tidak akan kesepian jika aku ikut kesini?” lirih Taeyeon.

Donghae menatap Taeyeon yang tengah menundukkan kepala. “dengan pergi bersama Sooyoung? Bukan dengan Guru Shin?” tanya Donghae. “apa kau…..”

“bodoh? Begitu, geurae. Semua orang memang menganggapku bodoh.” Potong Taeyeon. “kurasa aku memang bodoh dan sudah gila. Apa kau tahu? Bahkan semalam aku memimpikan Kim Kibum. orang yang selalu mengataiku yeoja bodoh dan gila. Ku rasa kehadirannya di mimpi ku juga pasti untuk mengataiku lagi. ” tambah Taeyeon.

“Kibum……..” teriak Ryeowook membuat Taeyeon dan Donghae menoleh ke arah Kibum. Taeyeon membulatkan matanya, lalu mengalihkan pandangannya ke Donghae.

FLASHBACK ON

“yak Kim Kibum! kenapa kau tiba – tiba muncul dalam mimpiku? Apa kau mau mengataiku lagi eoh?” “hikss…. hiksss….” tangis Taeyeon dalam mabuknya. Kibum pun menenangkan Taeyeon, dia menepuk – nepuk pundak Taeyeon.

Setelah dirasa Taeyeon sudah tenang, Kibum memerhatikan Taeyeon yang sudah tertidur. Dilepaskannya jaketnya lalu di pakaikan ke tubuh Taeyeon yang tertidur. Kibum memperhatikan wajah Taeyeon yang jelas menunjukkan kesedihan disana.

“Kibum – aa, benarkah aku adalah orang yang bodoh eoh?” gumam Taeyeon dalam tidurnya. Airmata nya mengalir di pipi, “mianhae membuatmu seperti ini.” Ujar Kibum sambil menyeka airmata Taeyeon. Sesaat kemudian Kibum mengambil ponselnya dan menelfon Donghae.

“yeobseo Donghae – aa.” Ujar Kibum.

“………………..”

“neo eodiga?” tanya Kibum to the point.

“Taeyeon sedang dalam masalah sekarang, cepat datang ke jeonju sekarang juga! Aku akan menunggumu di cafe dekat penginapan Flowers.” Setelah itu Kibum segera menutup sambungan telfonnya.

“yeobseo Kibum –aa.. yeobseo…” ujar Donghae. “huh” ia menghela nafas.

“halmeoni, aku ada masalah penting di jeonju. Tolong beritahu eomma ne, aku pergi halmeoni. Anyeong!” pamit Donghae lalu segera melesat menuju jeonju.

~~ ~~

Setibanya di cafe, Donghae menemukan Taeyeon yang tertidur dan Kibum yang duduk di depannya. “apa yang terjadi? Kenapa dia bisa seperti ini?” tanya Donghae khawatir. “bawa saja dia ke penginapan Guru Shin dan teman – teman yang lain. Dan jangan lupa buatkan dia air jeruk, selimuti dia agar tidak kedinginan.” Nasihat Kibum lalu beranjak dari duduknya.

“ya! Aku bertanya padamu Kim Kibum! kenapa dia bisa seperti ini?” teriak Donghae. Kibum menarik nafas lalu membuangnya. “dia hampir saja di kerjai oleh Sooyoung. Apa kau tidak tahu?” tanya Kibum. “satu saja pesanku, jaga dia dengan baik. Lindungi yeojachingu mu dengan baik agar tidak terjadi hal – hal membuat nya menangis.” Tambah Kibum.

“kau…… bagiamana bisa disini? Bagaimana kau bisa tahu kalau Sooyoung akan mengerjai Taeyeon?” tanya Donghae. Namun bukannya menjawab, Kibum malah berlalu begitu saja. Sedangkan Donghae menatap nanar Taeyeon yan tergeletak di meja. Ia pun membawa Taeyeon ke penginapan Guru Shin yang juga tengah berlibur ke Jeonju.

~~ ~~

Setibanya di penginapan, Donghae membaringkan Taeyeon di tempat tidur dan menyelimutinya. Donghae duduk di pinggiran ranjang memperhatikan wajah Taeyeon, terlihat air matanya menetes. Jari – jari Donghae tergerak untuk menyeka nya. “apa yang sebenarnya terjadi padamu Taeyeon?” lirih Donghae.

FLASHBACK OFF

“Kibum – aa..” lirih Taeyeon saat Kibum sudah duduk di samping Ryeowook. “jadi benarkah tadi malam…..”

“Kibum – aa kau baru datang?” tanya Ryeowook. “nde, aku bosan dirumah. Jadi aku memutuskan untuk menyusul kalian disini.” Jelas Kibum.

“mwo? Kau baru saja datang? Pagi ini?” kaget Taeyeon. “ne, waeyo?” tanya Kibum. sedangkan Donghae daritadi memerhatikan tingkah Kibum yang menurutnya sangat aneh, ‘ada apa dengan anak ini?’ batinnya.

“jadi benar, semalam itu hanya mimpi….” lirih Taeyeon. “semalam? Mimpi? Ya! Apa kau memimpikan ku semalam? Ah, dasar yeoja pabbo!” ledek Kibum. Taeyeon diam, ‘nde, kurasa sekarang aku benar – benar bodoh dan mungkin akan segera gila.’ Batin Taeyeon.

Lalu suasana menjadi hening diantara mereka berempat. Hanya terdengar suara ramai di sekitar mereka. Namun sesekali Ryeowook mengajak mereka bercanda untuk mencairkan suasana. Donghae hanya diam dan sesekali menyuapi Taeyeon.

“Kibum – aa, kenapa kau dari tadi hanya diam? Apa karena tidak ada Jessica?” goda Ryeowook. “ah, geurae. Mungkin karena Jessica tidak ada, jadi dia diam.” Timpal Taeyeon. Dan mereka pun tertawa kecuali Kibum. “benarkah kau seperti ini karena tidak ada Jessica?” batin Taeyeon. “kupikir juga begitu, kau pasti sangat menyukainya.” Tambahnya.

~~ ~~

Kibum duduk sendiri di bangku di belakang penginapan. “nde eomma, bukankah masih 2 hari lagi? ne, eomma. Siapkan saja semuanya. Besok aku akan kembali.” Ujar Kibum melalui telfonnya. “nde eomma, ye. Arrasseo. Kalau begitu aku tutup dulu telfonnya.” Kibum pun menutup telfonnya. Lalu dia memandang lurus jauh ke depan.

“ada apa ini? Kibum yang jahil dan usil serta cerewet kini jadi namja yang pendiam, eoh?” ujar Taeyeon yang tiba – tiba duduk di sampingnya. “jadi benar ini karena tidak ada Jessica eoh?” goda Taeyeon. “nde, ini karena Jessica.” Jawab Kibum membuat Taeyeon menatapnya.

“aku merasa kasihan setiap melihat Jessica, yang ditinggal appa nya. Kurasa dia membutuhkan sosok namja yang baik yang bisa menjaga dan menghiburnya.” Tambah Kibum. “dan namja itu adalah kamu, keutchi?” tanya Taeyeon. Kibum menatap Taeyeon, “ne” setelah itu mereka berdua saling diam dengan pikiran mereka masing – masing.

“aku akan kembali……….. besok” ujar Kibum tiba – tiba. Lagi – lagi Taeyeon menatapnya. “wuah, kau benar – benar merindukannya? Kau pasti sangat menyukainya, keutchi?” ujar Taeyeon sambil tersenyum, namun tidak dengan hatinya.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Setelah kepulangan Kibum, Taeyeon menemui Donghae untuk mengatakan bahwa ia juga ingin pulang. “Donghae – aa, aku ingin pulang.” Ujar Taeyeon. “nde? Tapi liburannya masih satu minggu lagi..” kata Donghae. “wae?” tanyanya. “aku hanya merindukan eomma.” Jawab Taeyeon lemah. Donghae menatap nanar Taeyeon.

~~ ~~

Taeyeon masuk ke kamar di penginapannya dan melihat jaket yang ia kenakan saat mabuk beberapa hari yang lalu, dia tersenyum miris. “ku kira ini adalah milikmu… Kim Kibum” lirih Taeyeon. Lalu dia memberes- bereskan barang – barangnya. Setelah itu ia keluar dan terlihat Donghae sudah menunggunya.

Taeyeon tersenyum menghampiri Donghae, dia memberikan jaket itu pada Donghae. “gomawo Donghae – aa” kata Taeyeon seraya menyerahkan jaket itu. Donghae diam tidak menerimanya. “itu ……bukan milikku Taeyeon – aa” kata Donghae. “ne, kejadian waktu itu bukanlah mimpi. Dan jaket itu ……. itu adalah milik Kim Kibum.” tambah Donghae.

~~~ ~~

“hikss……hiksss” Taeyeon menangis di dalam kamarnya. “Taeyeon – aa, sudahlah. Kenapa kau menangis terus seperti ini sayang? Bukankah kau seharusnya senang setelah berlibur dari Jeonju?” kata eomma nya. “ani eomma, aku ….. benar – benar membenci namja itu.” Ujar Taeyeon.

“dia selalu menyakitiku, mengataiku dan mempermainkanku. Dia juga yang selalu menguras air mataku selama ini eomma!” ujar Taeyeon di sela – sela tangisnya. “dia ………. benar – benar menyebalkan!” tambahnya.

“kau mencintainya?” tanya Ny Kim. Taeyeon menghentikan tangisannya dan menatap eommanya. “jika kau mencintainya, maka katakan padanya kalau kau itu mencintainya. Kenapa hanya mengurung diri di kamar dan menangis?” tanya Ny Kim. “tapi eomma, dia sudah punya Jessica dan aku…….. aku sudah punya Donghae…” lirih Taeyeon. “apa itu akan jadi penghalang? Lalu kenapa kau berpacaran dengan Donghae jika kau mencintai Kibum?” tanya Ny Kim.

Taeyeon diam tidak bisa menjawab, benar yang dikatakan eomm nya. Jika ia mencintai Kibum, kenapa dulu ia menerima Donghae?

“sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Sekarang tidurlah, hari sudah semakin larut. Jaljja, ne.” Ujar Ny Kim seraya menyelimuti tubuh Taeyeon, mematikan lampu kamarnya dan keluar dari kamar putrinya, tidak lupa juga Ny Kim menutup pintunya.

~~~It’s OK, That’s Love~~~

Pagi harinya, terlihat Taeyeon masih pulas dalam tidurnya. Sinar matahari tidak membuatnya terusik sama sekali. “Taeyeon – aa.. bangunlah ini sudah pagi!” panggil eomma nya dari dapur.

“eung..” sedikit demi sedikit Taeyeon mengumpulkan kesadarannya. Dia beranjak menuju kamar mandi, mencuci muka dan gosok gigi. Setelah itu ia turun dan membantu eomma nya di dapur.

TOK TOK TOK

Terdengar suara ketukan pintu dari luar. “aih, biar eomma yang membukanya.” Ny Kim menyerahkan tugasnya pada Taeyeon.

“ne, chakkamanyo!” ujar Ny Kim dan membuka pintu. “OMO! Jessica, lama tidak bertemu. Kau pasti ingin menemui Taeyeon ne? Tunggu sebentar ne, biar ahjumma panggilkan Taeyeon. Kau duduklah dulu.” Ny Kim mempersilahkan Jessica masuk dan segera memanggil putrinya.

“Jessica ada di ruang tamu, cepat temui dia !” perintah eomma nya. “tapi eomma, untuk sementara ini aku tidak ingin bertemu dengannya dulu.” Ujar Taeyeon. “apa kau akan terus menghindar seperti ini?” tanya eomma nya. “sudah sana pergi temui dia.” Ny Kim mendorong Taeyeon pergi dari dapur, Taeyeon pun hanya bisa pasrah.

“anyeong Jessica.” Sapa Taeyeon dengan senyum lebar. Jessica tersenyum geli melihat Taeyeon. “wae? Apa ada masalah?” tanya Taeyeon yang melihat Jessica seperti sedang mentertawainya.

“aniyo, aniyo. Dwasseo! Ah geundae, kenapa hari ini kau terlihat santai?” tanya Jessica. “tentu saja, ini adalah caraku menikmati liburan.” Jawab Taeyeon. “geurae? Ku kira hari ini adalah hari yang spesial untukmu.” Timpal Jessica. “hari spesialmu lebih tepatnya. Pasti kau ingin mengajakku ke acara mu dan Kibum kan?” tebak Taeyeon.

“kenapa kamu bisa bicara seperti itu?” tanya Jessica. “Kibum pulang dari Jeonju lebih cepat karena dia merindukanmu, dia ingin segera menemui mu. Itu yang dikatakan nya padaku saat di jeonju kemarin.” Jelas Taeyeon sedikit tidak bersemangat.

“pabbo! Tidak salah jika Kibum mengataimu seperti itu. Karena kenyataannya kau memang pabbo!” ujar Jessica. “nde?”

“kau benar – benar tidak tahu?” tanya Jessica. “apa maksutmu?” tanya Taeyeon. “dia, Kim Kibum. pulang lebih awal dari jeonju karena dia akan segera pindah ke kanada dan meneruskan sekolahnya disana.” Jawab Jessica.

“MWOO? Kau.. bercanda kan?” tanya Taeyeon. “apa wajahku terlihat sedang berbohong padamu saat ini?” balas Jessica. Taeyeon menatap Jessica dan tidak menemukan kebohongan dimatanya. Taeyeon pun menggeleng, “aniyo, kau tidak berbohong. Apa kau serius?” tanya Taeyeon sekali lagi guna memastikan kebenarannya.

Jessica melihat jam tangannya, “emm kurasa masih ada waktu kurang lebih 2 jam untuk menemui nya di bandara.” Ujar Jessica. “2 jam?” kata Taeyeon dan dibalas anggukan oleh Taeyeon. “kau tidak pergi?” tanya Jessica. “tapi Donghae……….”

“jangan berpikir kalau kau melakukan hal itu kau akan menyakitiku.” Potong Donghae yang tengah berdiri bersender di tengah pintu masuk. “apa kau pikir aku ini tidak laku eoh?” canda Donghae. “Donghae – aa…” lirih Taeyeon. “palli kha!” ujar Donghae. Taeyeon begitu terharu, diapun segera memeluk Donghae. “mianhae Donghae, kkeurigu gomawo. Jinjja jinjja gomawoyo.” Ujar Taeyeon di pelukan Donghae.

“gwenchanna.” Balas Donghae seraya membalas pelukan Taeyeon. Taeyeon melepas pelukannya dan berniat berlari keluar. Namun lengannya di tahan oleh Donghae. “yak eodiga?” tanya Jessica. “tentu saja menyusul Kibum, kau pikir kemana lagi?” jawab Taeyeon. “dengan pakaian seperti ini!” timpal Donghae. Taeyeon pun melihat pakaiannya yang masih mengenakan piyama. “aish! Pabbo!” gerutunya dan ia pun segera berlari ke kamarnya.

~~ ~~

Taeyeon tersenyum di dalam taxi. Dia melihat jaket Kibum yang ada di pangkuannya saat ini.

“kau ….. pulang dari jeonju hanya ingin menemuiku?” tanya Jessica. “aniyo, aku pulang dari jeonju dan kesini hanya ingin berpamitan denganmu.” Jawab Kibum. “berpamitan? Apa kau akan pergi ke suatu tempat?” tanya Jessica. “eodil?” tambahnya. “Kanada.” Jawab Kibum. “MWO? KANADA?” kaget Jessica, dan Kibum hanya mengangguk.

“wae? Kenapa mendadak sekali?” tanya Jessica lagi. “apa ini karena Kim Taeyeon?” lanjutnya. Kibum hanya bisa menunduk. “huh, tidak ku sangka rasa cintamu begitu besar padanya. Aku jadi iri.” Ucap Jessica. “Jessica…”

“gwenchanna.. aku senang dan berterima kasih padamu, karena kau telah memberiku kesempatan selama 1 minggu untuk membuktikan rasa cintaku padamu. Dan sekarang…. aku benar – benar yakin kalau kau hanya mencintainya seorang.” Kata Jessica. “kkeorom.. apa kau sudah memberitahukan hal ini padanya?” tambahnya.

Kibum menggeleng, “ani, aku tidak akan memberitahunya. Karena aku percaya, seseorang akan memberitahunya tentang hal ini.” Ujar Kibum seraya melirik Jessica. Mereka berdua pun tersenyum.

Taeyeon benar – benar terharu, “pabbo namja!” lirih Taeyeon.

“itu bukanlah mimpi Taeyeon..” ujar Donghae. “nde?” tanya Taeyeon. “malam itu, Kibum memang datang dan menyelamatkan mu dari kejahilan Sooyoung.” Jelas Donghae. “dan jaket itu… itu adalah miliknya, milik Kim Kibum.” tambahnya.

“pabbo saram! Ternyata yang bodoh itu kamu, bukan aku.” Ujar Taeyeon. Perasaannya bercampur aduk sekarang, dia ingin sekali menangis tapi dia merasa sangat bahagia. Dia merasa terharu dan ingin sekali berteriak.

“aaaaaaaaaaaaaa”

~~ ~~

Setibanya di bandara, Taeyeon menghentikan langkahnya saat berhadapan dengan Kibum. mereka berdua saling diam dan menatap satu sama lain. Taeyeon melangkah mendekati Kibum.

“Taeyeon – aa” lirih Kibum. “kenapa kau disini?” tanya Kibum. “aku…aku…aku hanya ingin mengembalikan jaketmu saja. Ini!” kata Taeyeon dengan cepat dan menyodorkan jaket yang ia bawa pada Kibum. Kibum dengan bingung pun menerima jaket itu. “nde?” tanya Kibum.

“ah kau ini. Pergi ke Kanada kenapa tidak bilang padaku eoh? Kau sudah berpamitan dengan Jessica?” tanya Taeyeon. “mwo?” tanya Kibum. “kau….” ujar Taeyeon menggantung. “ah kalau begitu pergilah. Aku kesini hanya untuk mengembalikan itu saja. Keurigu, gomawo waktu itu kau menolongku dari kejahilan Sooyoung. Aku pergi!” setelah mengatakan hal itu Taeyeon membalikkan badannya dan berjalan menjauhi Kibum.

“aish, Kim Taeyeon pabbo! Pabbo! Pabbo!” gerutu Taeyeon. “kenapa kau malah bilang seperti itu tadi, seharusnya kau bilang ‘Kibum – aa khajima’ harusnya seperti itu. Kenapa kau bilang kau kesini hanya untuk mengembalikan jaketnya. Aih, pabbo pabbo pabbo!!” gerutunya lagi.

Sedangkan Kibum, dia tidak percaya dengan yang diucapkan Taeyeon. Hanya itu saja kah yang Taeyeon katakan? “huh, ada apa dengannya? Dia kesini hanya untuk mengembalikan jaket ini? Dia tidak mencegahku pergi? Benar – benar gadis itu!” kesal Kibum. Kibum pun menatap punggung Taeyeon dengan tajam. “ya Kim Taeyeon!” panggil Kibum membuat Taeyeon berhenti tanpa membalikkan tubuhnya.

Entah kenapa jantung Taeyeon berdetak dengan cepat saat mendengar Kibum memanggil namanya tadi. “OMO! Eottokhae ? apa dia marah padaku? Apa dia…”

GREB

Sebuah tangan berhasil memeluknya dari belakang. Dan Taeyeon tahu pasti siapa pemilik tangan ini, Kibum. dia adalah Kibum. mata Taeyeon membulat seketika. “kau, kenapa kau tidak melarangku pergi eoh?kenapa kau tidak mencoba mencegahku pergi?” tanya Kibum. “nde?” tanya Taeyeon.

“tidak usah berpura – pura lagi, aku sudah tahu.” Kata Kibum seraya melepas pelukannya dan membalikkan tubuh Taeyeon agar menghadapnya.

“aku sudah tahu, semuanya.” Lanjutnya. Taeyeon menatap lekat – lekat mata Kibum. “saranghaeyeo Taeyeon – aa.” Ucap Kibum dengan tulus dan Taeyeon dapat melihat ketulusan itu dari sorot matanya. Taeyeon begitu terharu hingga matanya sudah berkaca – kaca dan siap menangis.

“jeongmall saranghaeyo. Mian sudah membuat sulit selama ini.” Tambahnya seraya membawa Taeyeon ke pelukannya. Dan air mata Taeyeon sudah tidak bisa dibendung lagi. “saranghaeyo nae pabbo saram!” kata Kibum seraya mengeratkan pelukannya.

“YAKK!!” Taeyeon melepas pelukannya. “ya? Eoh wae?” tanya Kibum, “apa kau masih akan terus memanggilku seperti itu?” tanya Taeyeon. “dan kau? Apa kau masih tidak mau mengaku dan menjawab pernyataanku? Kau tidak melarangku pergi?” tanya balik Kibum.

“baiklah kalau begitu aku pergi saja, anyeong!” Kibum pun pergi meninggalkan Taeyeon. “gadis itu benar – benar!” umpat Kibum. “Ya! Kibum! eodiya?” teriak Taeyeon tapi di gubris oleh Kibum. Taeyeon pun berlari mengejar Kibum dan memeluknya dari belakang.

“nado saranghaeyo Kibum – aa, kkeronikka khajima! Khajima, eoh?” pinta Taeyeon. “jeongmallyo?” tanya Kibum memastikan. Taeyeon mengangguk, “ne, jeongmall saranghaeyo Kibum – aa.” ulang Taeyeon. Kibum tersenyum senang dan melepaskan pelukan Taeyeon. Dia berbalik menghadap Taeyeon. Sedetik kemudian dia langsung memeluk Taeyeon, Taeyeon membalas pelukan hangat dari Kibum. “khajjima Kibum – aa.”

“ne, jika itu yang kau inginkan. Maka aku tidak akan pergi.”

~~~ ~~

Taeyeon dan Kibum pergi ke Namsan Tower bersama. Mereka menghabiskan waktu mereka bersama. Jalan – jalan, makan permen kapas, ice cream, naik bianglala, dan tidak lupa mereka pergi ke tempat gembok cinta.

“apa kua percaya hal ini?” tanya Kibum. “kita coba saja.” Jawab Taeyeon tersenyum. Taeyeon pun mengunci gembok dengan tulisan ‘KiYeon’s Love Story’ dan membuang kuncinya ke sungai. Kibum tersenyum melihat Taeyeon begitu bahagia, dia mengelus rambut Taeyeon.

~~ ~~

Setelah cukup lama bersenang – senang di Namsan Tower. Mereka memutuskan naik sepeda. Kibum membonceng Taeyeon melewati jalanan yang sejuk di sore hari. Mereka terlihat bahagia sekali.

Taeyeon PoV

“tidak apa kau memanggilku yeoja pabbo, membuatku kesal. Aku tidak marah, karena aku mencintaimu. It’s OK, That’s Love.”

Kibum PoV

“berpikir aku mencintai Jessica, dan mengatakan kalau kau menyukai Donghae. Pabbo! Kau memang yeoja pabbo. Tapi, tidak apa – apa. Karena aku mencintamu, saranghaeyo Kim Taeyeon.”

Taeyeon PoV end

“saranghaeyo Kim Kibum”

Taeyeon semakin mengeratkan pegangan tangannya di perut Kibum dan menyandarkan kepalanya di punggung Kibum.

KKEUTT

Kyaaa.. akhirnya selesai juga. Apa terlalu panjang? Otteyo reader – deul? Mian jika banyak typo dan penggunaan bahasa yang masih kurang baku atau bahkan kata hubung yang pas. Jangan lupa RCL ne chingu? Sekali lagi, komentar kalian sangat penting untuk penulisnya. Gomawo yang sudah menyempatkan waktu untuk menengok FF ini. See you next time.. bye bye bye,.. muach muach J

Sebagai rasa terima kasihku,ini ada bonus poster abal” dari FF It’s OK, That’s Love. Hope you like it chingu.

clip_image004 clip_image006clip_image008

clip_image010

clip_image012

clip_image014

clip_image016

Advertisements

9 comments on “[FREELANCE] It’s Ok, That’s Love (Oneshot)

  1. Wah…ceritanya keren bgt…
    Oiya kenapa akhir2 ini updatenya lama??apa ada masalah????
    Tpi bagaimanapun sya tetep menunggu cerita2 seru selanjutnya…
    Komawo atas waktunya…
    Figthing!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s