[FREELANCE] Over Protective (Chapter 5)

unnamed

OVER CONTROL STORIES

Present by R’KyuTae

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Cho Youngmi

Length : Parts

Genre : Family-ship, Romance

Rate : M-Language

Desclaimer : Terinspirasi dari trilogi novel FIFTY SHADES OF GREY karya E.L James.

WARNING : FF ini mengandung unsur Mature

Preview : Prolog, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4

::::::

Chapter 5

Taeyeon membalikkan tubuhnya saat suara jam weaker menyapa indra pendengarannya. Ini hari minggu, pukul 6 pagi, kenapa weakernya berbunyi? Kyuhyun selalu menjadwalkan jam kerja dan jam istirahatnya dengan baik, tapi tampaknya selama lima tahun ini Kyuhyun bekerja seperti robot hingga tak memperhatikan hari ini libur atau tidak.
Taeyeon bergeser memperhatikan wajah tidur tunangannya, ada gurat kelelahan disana tapi tak separah dulu, ia bertekad tak akan membiarkan hari-hari mengerikan Kyuhyun terulang lagi. Taeyeon mematikan weakernya dan menyeting ulang alarm, ia beranjak dari ranjang dan mengambil kemeja Kyuhyun yang teronggok menyedihkan di lantai untuk menutupi tubuh polosnya. Ia akan memasak sarapan.
“Taeyeon…” suara parau Kyuhyun menyapa indra pendengarannya, membuat wanita cantik itu menoleh dan tersenyum. Ia menggulung lengan kemeja Kyuhyun yang kebesaran ditubuhnya lalu naik kembali keatas ranjang.
“Kau sudah bangun?” ujar Taeyeon mengecup ringan bibir prianya, “Mandilah, aku akan menyiapkan sarapan. Hari ini kita harus menjemput Youngmi dirumah eomma”
Kyuhyun mengernyit sebentar lalu pandangannya teralih pada kemeja yang di pakai Taeyeon. Taeyeon memekik ketika Kyuhyun menariknya keatas ranjang dan menciumnya dengan ganas. Taeyeon tak bisa menolak, hanya mampu mengalungkan tangannya di leher pria itu dan mulai membalas setiap lumatannya.
“Kau harus belajar memakai pakaianmu sendiri, Miss Kim” bisik Kyuhyun dengan tangan menelusup kedalam kemeja Taeyeon membuat Taeyeon terkikik geli.
“Aku menyukai pakaianmu, disini ada aromamu” balas Taeyeon mengedipkan sebelah mata.
“Kau seperti daging lezat yang siap di santap, sayangnya kita tidak punya banyak waktu karena Youngmi pasti sudah menunggu” Kyuhyun menyeringai, “Aku memilih memakan sarapan yang kau buat, untuk kali ini”
“Ahh…” Taeyeon mengerang karena Kyuhyun meremas dadanya dengan kencang dan tanpa kata pria itu meninggalkannya beranjak ke kamar mandi. Sial. Pria itu selalu bisa mempermainkan hasratnya.
Taeyeon merapikan kemeja kebesaran Kyuhyun yang sedikit berantakan lalu pergi ke lantai bawah.
Soeun sedang meracik kopi di mesin pembuat kopi saat Taeyeon turun dari tangga penthouse, Taeyeon dengan langkah anggun mengambil beberapa bahan makanan di dalam kulkas, buah-buahan segar; telur; keju; tomat; dan tuna kaleng.
“Pancake saus maple, Nyonya Kim?” tanya Soeun, Taeyeon mengangguk, tersenyum manis menyapanya.
“Ya. Aku akan membuat salad dan omelet tuna. Dan bisakah kau buatkan Pie Cherry untuk Youngmi? Dia akan pulang hari ini, aku dan Kyuhyun akan menjemputnya di rumah Jisuk eomma” ujar Taeyeon, kedua tangannya sudah sibuk mengaduk adonan omelet di dalam mangkuk kaca.
“Baik, Nyonya. Ada lagi?”
Taeyeon menyerahkan adonan omeletnya pada Soeun untuk dimasukkan ke teflon yang sudah panas. Sekarang wanita itu beralih mengupas buah-buahan.
“Kau punya rekomendasi sekolah yang bagus di daerah sini?” Soeun mengernyit bingung, Taeyeon segera melanjutkan, “Aku tahu Youngmi masih berusia empat tahun tapi aku ingin dia memiliki  kegiatan yang berkualitas dan teman bermain”
Soeun mengerti, ia tersenyum kecil sambil membalikkan omelet di dalam teflon, “Saya akan coba mencari beberapa referensi, play-group mungkin Nyonya?”
Taeyeon terdiam sesaat.
“Benar juga, Youngmi terlalu muda untuk sekolah di taman kanak-kanak. Mungkin playgroup jauh lebih baik, aku juga sedang minta tolong pada Ahra eonni. Aku merindukan putri kecilku itu” Taeyeon mulai mengaduk salad buahnya sambil membayangkan tawa canda Youngmi yang tidak dilihatnya seharian kemarin, ia selalu khawatir jika Youngmi tidak ada dalam jangkauan matanya, tapi mengingat ada Ahra dan Hyunjoong yang menjaga putrinya membuat ia sedikit lebih tenang.
“Kyuhyun…” Taeyeon menegur ketika tangan Kyuhyun sudah melingkari perutnya, dan dengan seenaknya bibir pria itu mengecupi leher jenjangnya. Ya Tuhan…bahkan disini ada Soeun.
“Kau butuh mandi, sayang” ujar Kyuhyun masih melancarkan serangannya, Taeyeon mengerang kemudian berbalik, mencium pria itu sebentar.
“Ke bar sarapan sekarang. Aku tidak percaya ada pria di dapur saat aku sedang memasak” usir Taeyeon menarik pria itu pergi dari area dapur, Kyuhyun tersenyum geli.
“Benarkah? Tidak percaya?”
Taeyeon menggembungkan pipinya sambil berkacak pinggang, “Ya, Kyuhyun aku serius”
Kyuhyun mengecup keningnya lalu membiarkan wanita itu melanjutkan pekerjaannya di dapur. Ia pergi ke ruang tengah, tak lama kemudian suara Coldplay mengalun lembut keseluruh bagian penthouse.
“Siapa itu Kwon Jiyong?” tanya Kyuhyun, kembali ke area dapur dan kali ini ia bersandar di meja bar dengan tangan menggenggam ponsel Taeyeon.
“Jangan sentuh ponselku sembarangan, sayang” balas Taeyeon dengan pandangan memperingatkan tapi pria itu malah bersikap acuh.
“Pertanyaanku adalah siapa Kwon Jiyong itu, sayang. Jangan mengalihkan pembicaraan” pria itu meletakkan ponsel Taeyeon diatas meja saat wanita itu menghidangkan piring berisi omelet, pancake dan salad buah di depannya. Mereka mulai menikmati sarapan.
“Dia hanya teman, Chief editor baru di bagian surat kabar Korean News, pengganti Jang Wooyoung” jelas Taeyeon, Kyuhyun mengangguk.
“Dia sepertinya ingin masuk kedalam celana dalammu”
“Kyu!” Taeyeon mendelik tak suka, Kyuhyun mengunyah omelet-nya sambil mengangkat bahu.
“Aku tidak suka dengannya, sayang. Jangan dekat-dekat dengannya”
Taeyeon memutar bola matanya bosan, “Dia hanya teman, oke? Tidak lebih dari hubungan seprofesi”
“Lebih baik begitu”
PRAKK~ Taeyeon meletakkan pisau dan garpunya keatas piring agak keras, hingga Kyuhyun menoleh padanya.
“Aku tidak ingin berdebat!” bentak Taeyeon tak sabar.
“Kau pikir kita berdebat?”
“Oh terserahlah! Aku ingin mandi dan menjemput Youngmi”
Tanpa menghabiskan sarapannya Taeyeon beranjak dari meja bar dan meninggalkan Kyuhyun ke lantai atas. Kyuhyun dan sikap pencemburunya yang kelewat batas. Benar-benar membuat Taeyeon kehilangan nafsu makannya.
“Kenapa? Apa aku salah bicara?” gumam Kyuhyun entah pada dirinya sendiri atau pada Soeun yang tengah mencuci piring, Soeun menggeleng maklum.
“Anda masih tidak mengerti soal perempuan ya? Nyonya Kim dan pria itu hanya teman seprofesi. Anda tidak bisa membatasi pergaulannya” ujar Soeun memberi pengertian, Kyuhyun tak menjawab lagi dan memilih diam menyantap sarapannya.
.
Taeyeon keluar dari kamar mandi dan melangkah kedalam walk in closetnya saat melihat Kyuhyun sudah ada disana. Kyuhyun duduk di tepi ranjang menunggu wanita itu selesai berpakaian. Taeyeon mengenakan kemeja biru navy dengan lengan tiga perempat dan hotpants jeans putih serta sebuah flats shoes. Wanita itu berdiri di depan meja rias kemudian mengurai surai madunya dan memoles sedikit make-up, setelah memasukkan beberapa barang penting kedalam Clutch-nya ia selesai. Taeyeon berjalan keluar kamar tanpa mempedulikan Kyuhyun, tapi pria itu langsung menahan tangannya dan membuat mereka berhadapan.
“Aku benci bertengkar denganmu” ujar Kyuhyun menatap lurus mata bulat Taeyeon, Taeyeon hanya menghela napas.
“Taeyeon-a… aku serius, aku tidak bermaksud untuk membatasi lingkaran sosialmu. Aku hanya berusaha untuk menjaga apa yang sudah menjadi milikku”
“Tapi aku belum menjadi milikmu secara sah” koreksi Taeyeon, Kyuhyun mengerang frustasi.
“Aku sudah katakan berkali-kali padamu, aku butuh waktu untuk…”
“Melupakan masa lalumu?” sela Taeyeon jengah, “Baik, aku mengerti. Tapi kalau kau tidak berusaha untuk keluar dari bayang-bayang masa lalumu sendiri, kau tidak akan pernah siap untuk selamanya. Pikirkan tentang Youngmi”
Taeyeon menatap Kyuhyun sungguh-sungguh, melepas genggaman pria itu di tangannya kemudian berbalik dan keluar dari kamar.
Kyuhyun hanya diam terpaku, pikiran dan hatinya berkecamuk. Taeyeon benar, ia tidak bisa selamanya terjebak dalam masa lalunya, dan wanita itu tidak bisa menunggu untuk selamanya. ‘Pikirkan tentang Youngmi’. Kyuhyun segera berlari meninggalkan kamarnya untuk menyusul Taeyeon, ia tidak bisa membiarkan wanita itu pergi lagi.
“Taeyeon-a!”
Wanita itu berhenti melangkah tepat saat akan melewati ruang tengah, Kyuhyun berjalan cepat kearahnya dan langsung menangkup wajahnya.
“Aku bersumpah demi hidup dan mati kau adalah satu-satunya wanita yang aku cintai. Tolong jangan pergi. Aku sangat membutuhkanmu. Donghae bilang sebentar lagi, sebentar lagi dan aku akan siap untuk semuanya. Aku tahu aku egois, kau benar aku harus berusaha lebih keras, namun itulah kelemahanku, Tae. Kumohon tunggu aku…”
Taeyeon mengangkat kedua tangannya menyentuh dada bidang Kyuhyun, pria itu langsung menegang, Taeyeon tersenyum miris.
“Kau masih takut saat aku menyentuhmu. Ada apa sebenarnya? Selain kematian ayahmu, apalagi yang kau sembunyikan?” Taeyeon memukul lengan Kyuhyun sekuat tenaga, tapi Kyuhyun malah membawanya kepelukannya.
“Kau tidak pernah membiarkanku menembus kehidupanmu lebih jauh, Kyu. Kenapa kau jahat padaku?” tanya Taeyeon lemah.
“Sayang, maafkan aku. Aku tidak bisa membahas itu sekarang. Kau terlalu berharga untukku, aku tidak ingin kau berubah pikiran. Aku takut kau pergi lagi setelah tahu semuanya. Kita atur waktunya dan kita temui Donghae, kau bisa mengajukan pertanyaan apapun padanya. Aku mencintaimu. Berjanjilah padaku kau tidak akan pergi kemana-mana” ujar Kyuhyun sarat akan permohonan, Taeyeon melepas pelukan mereka kemudian menatap pria itu dalam.
“Aku akan disini. Selalu disini, dan aku juga mencintaimu” balas Taeyeon, “Lebih baik kita jemput Youngmi sekarang, Youngmi pasti sudah menunggu”
Kyuhyun mengangguk. Keduanya segera melangkah menuju elevator dan masuk kedalam balok besi tersebut yang membawa mereka turun kelantai basement.
.
Youngmi langsung menghambur kedalam pelukan eomma dan appanya begitu Taeyeon dan Kyuhyun tiba di kediaman keluarga Cho. Kyuhyun membawa gadis kecil itu kedalam gendongannya. Youngmi berbicara cepat menggunakan bahasa Inggris dan Prancis yang dicampur aduk, beruntung Kyuhyun mengerti dengan cerita putrinya itu. Jisuk hanya menggeleng-geleng pelan. Ia memberikan pelukan hangat bak seorang ibu untuk Taeyeon, begitu pula Ahra dan Hyunjoong yang langsung memberikan pelukan kepada Taeyeon dan Kyuhyun.
“Lalu, appa… aku dan Minhwan oppa main di aliran air gunung yang sangat panjang. Kata Ahra-jumma itu adalah mata air gunung Hallasan yang bisa langsung diminum dan panjangnya setinggi gunung itu. Aku sempat coba meminumnya dan memang rasanya sangat segar. Disana juga banyak anak-anak yang berlibur dengan orangtuanya. Aku suka gunung Hallasan. Kapan-kapan kita kesana bersama-sama ya appa?” celoteh Youngmi, Kyuhyun tersenyum sambil menoleh pada Taeyeon yang balas tersenyum kearahnya.
“Kita akan cari waktu yang tepat supaya kita bisa pergi bersama-sama kesana. Appa, eomma, dan Youngmi” ujar Kyuhyun yang langsung disambut sorak gembira oleh Youngmi.
Taeyeon membiarkan Kyuhyun memeluk pinggangnya dan mereka masuk kedalam mansion mewah Cho mengikuti keluarga yang lain. Youngmi langsung minta turun dari gendongan Kyuhyun begitu melihat sepupu kembarnya yang baru bangun tidur. Ketiga anak-anak itu kemudian berlari kelantai atas untuk bermain, Taeyeon melangkah ke mini bar.
“Dia tidak bisa diam. Aku benar-benar kewalahan” kata Hyunjoong sambil menempati sofa ruang keluarga bersama istrinya, Kyuhyun menyusul sambil tersenyum geli.
“Dia mewarisi gen Taeyeon. Aku juga kewalahan kalau harus menghadapi mereka berdua”
“Apa maksudnya itu?” timpal Taeyeon yang baru bergabung dengan mereka, ia menyodorkan sebuah gelas kristal berisi champagne kepada Kyuhyun dan Hyunjoong, dan satu gelas lain untuk dirinya.
“Oh ayolah. Aku sedang hamil dan kalian meminum anggur lezat itu dihadapanku. Benar-benar sialan!” Hyunjoong dan Kyuhyun tergelak mendengar gerutuan Ahra.
Ahra memang sedang mengandung sekarang, usia janinnya baru dua minggu, salahkan Hyunjoong yang benar-benar ingin mengurung istrinya di rumah. Ahra sempat memaki Hyunjoong setelah selesai pemeriksaan, tapi anak sulung keluarga Cho itu malah terus-menerus mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya pada Tuhan hingga Ahra tak mampu memakinya lagi, dan walau Ahra kesal tapi ia bahagia dengan kehadiran calon bayinya.
Taeyeon ikut tersenyum merasakan kebahagiaan itu, terlebih ketika mengamati Kyuhyun yang duduk disampingnya sambil merangkul tubuhnya, pria itu begitu bahagia dan lepas, ia ingin melihat Kyuhyun seperti ini selamanya.
“Taeyeon…” panggil Ahra.
“Ya, eonni?”
“Bagaimana dengan Chief editor baru itu?”
Tiba-tiba Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke meja bar untuk mengambil botol champagne yang lain, Taeyeon sadar dengan kekesalan pria itu tapi ia tetap menjawab Ahra.
“Dia cerdas, kami berbincang sebentar kemarin sebelum pulang kerja”
“Sebaiknya kau awasi dia noona, pastikan pekerjaannya benar dan tidak menyeleweng jadi menginginkan tunanganku. Karena kalau itu terjadi, aku tak akan segan-segan menendangnya keluar dari Cho’s Publishing” ujar Kyuhyun seenaknya.
“Kau tidak punya hak, Kyu” protes Taeyeon.
“Sayang, aku memang bukan CEO-nya tapi aku juga salah satu jajaran direksi dan pemegang saham tertinggi. Bukan hal sulit untukku menendang pria Kwon itu dari Cho’s Publishing, atau mungkin memblacklist-nya dari semua perusahaan” kata Kyuhyun lagi.
“Sial” umpat Taeyeon. Ia membuang muka dari Kyuhyun dan kembali menghadap Ahra dan Hyunjoong.
“Sekarang masih jam sebelas, aku ada ide bagaimana kalau kita ajak anak-anak bermain ke Disney Land?” tanya Ahra mengalihkan pembicaraan, Hyunjoong langsung menggeleng tak setuju.
“Kita baru tiba dari gunung Hallasan dengan anak-anak. Aku tidak akan memilih untuk kesana dan Demi Tuhan, kau sedang mengandung Ahra!” Ahra hanya memutar kedua matanya menanggapi pernyataan suaminya.
Taeyeon tersenyum melihat pasangan suami-istri itu, ia jadi melupakan rasa kesalnya pada Kyuhyun.
“Kita piknik saja di taman belakang, eonni” usul Taeyeon, Kyuhyun dan Hyunjoong menaikkan alis, tapi sepertinya mereka setuju.
“Boleh juga!” seru Ahra semangat, “Ayo Taeyeon-a, kita ke super market dan membeli beberapa daging asap dan beer”
Hyunjoong membelalakkan mata, “Beer? Kau gila? Kau ingin minum beer saat keadaan hamil muda begini?” Ahra mendengus kesal kemudian melempar wajah suaminya dengan bantal sofa, membuat Kyuhyun dan Taeyeon tergelak.
“Hyunjoong! Bukan untukku tapi untuk Kyuhyun, Minho, dan Donghae. Kyu, tolong hubungi mereka. Dan aku juga akan membeli jus untuk anak-anak, jadi jangan berlebihan” balas Ahra.
“Beberapa sosis, please?” tambah Kyuhyun.
“Ya dan beberapa potong sosis, eh…sejak kapan kau menyukainya Kyu?” tanya Ahra bingung, setahunya sejak dulu Kyuhyun membenci fast food sejenis sosis.
“Bukan untukku, tapi Taeyeon dan Youngmi menyukainya. Aku juga akan menelepon Soeun, dia sepertinya sudah membuat Pie Cherry untuk Youngmi. Semoga dia membuat cukup banyak untuk dibawa kesini” ujar Kyuhyun.
“Baiklah, kalau begitu aku pinjam mobilmu, sayang” kata Taeyeon seraya beranjak dari tempat duduknya disusul Ahra, Kyuhyun menggeleng tegas.
“Pakai sopir. Aku yakin Jungmin pasti ada disini, aku akan minta tolong pada eomma agar sopir pribadinya itu mengantarmu”
Taeyeon mendengus.
“Sayang, selama aku tinggal di Paris aku mengemudi sendiri, dan aku sudah tinggal disana selama lima tahun. Apa sebenarnya yang membuatmu tidak percaya dengan kemampuan mengemudiku?” tanya Taeyeon kesal, Kyuhyun menghela napasnya, ia tidak ingin terpancing dan berdebat dengan tunangannya lagi kali ini.
“Tidak lebih dari 80 km/jam”
“Setuju!” sahut Taeyeon seraya menyambar kunci mobil yang disodorkan Kyuhyun, ia memberi kecupan singkat dibibir pria itu, “Aku pergi dulu. Ayo Ahra eonni”
“Tae, bawa ini” Kyuhyun menyodorkan Credit Card Unlimited miliknya kepada Taeyeon, Taeyeon langsung menggeleng tegas dan memperlihatkan Clutch Christian Dior miliknya.
“Aku membawa kartu kreditku” ujar Taeyeon sebelum keluar dari ruang keluarga bersama Ahra.
Tawa rendah Hyunjoong menggema di dalam ruangan ketika melihat ekspresi Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang biasanya tidak terbantahkan, kini bisa dibantah oleh seorang wanita cantik seperti Taeyeon. Hyunjoong merasa geli, tapi ia tidak berkomentar banyak setelah mendapat death glare dari Kyuhyun. Ia melanjutkan aktivitas minumnya sambil mengetikkan beberapa kata diponselnya.
“Seunghyun dan tunangannya akan bergabung juga dengan kita” Hyunjoong berdeham, Kyuhyun meletakkan gelas kristalnya dan mengetik pesan untuk Minho dan Donghae. Ia menghela napas.
“Hyung, aku bertengkar dengannya pagi ini” ungkap Kyuhyun, Hyunjoong menaikkan alisnya. Merasa suasana berubah menjadi sentimentil Hyunjoong beranjak mengambil beer kaleng dari mini bar di sudut ruangan, ia melempar satu kaleng untuk adiknya dan satu untuk dirinya sendiri.
“Minum dan ceritakan” titahnya, Kyuhyun membuka segel penutup kaleng sambil menyamankan diri bersandar pada sofa, suara desisan soda terdengar sangat menggoda. Ia minum satu teguk diikuti Hyunjoong yang sudah duduk kembali di tempatnya.
“Aku hanya ingin menjaganya, aku tidak suka dia terlalu dekat dengan Kwon Jiyong, Chief baru Cho’s Publishing. Pria itu berbahaya, maksudku aku tahu sejak awal Junsu memilihnya, pria itu memiliki ketertarikan pada Taeyeon. Dari pesan-pesan yang dikiriminya, aku melihat pria itu memiliki tujuan lain dengan modus membicarakan tentang pekerjaan, jelas sekali dia menginginkan milikku. Aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu tentang pria itu”
Hyunjoong menggeleng tak habis pikir, “Kyuhyun-a, kau benar-benar harus mengkonsultasikan kebiasaan menguntitmu yang kelewat batas itu pada Donghae. Dia pasti akan tahu bagaimana cara mengatasinya”
“Aku hanya ingin melindungi tunanganku, hyung, aku peduli padanya. Aku hanya ingin menjaga apa yang sudah jadi milikku tapi Taeyeon berbicara tentang pernikahan dan Youngmi. Dia memintaku memikirkan Youngmi, dan untuk pertama kalinya setelah seminggu ini dia terlihat begitu sedih dan tersiksa” jawab Kyuhyun kembali meneguk beer kalengnya, Hyunjoong menghela napas.
“Kau harus menceritakan semuanya, Kyuhyun-a. Kau tidak bisa menyembunyikan masalahmu selamanya, masalah terbesarmu bukanlah perceraian eomma dan abeoji, bukan juga kematian abeoji yang bunuh diri dihadapan kita. Aku tahu bukan salah satu dari itu” kata Hyunjoong, Kyuhyun memejamkan mata.
“Aku tidak bisa, hyung” desah Kyuhyun pelan.
“Kau harus, kau pikir Taeyeon akan menunggumu selamanya? Dia wanita cantik dan cerdas, banyak pria diluar sana yang layak mendapatkannya dan banyak pria yang tertarik padanya. Kau pikir berapa lama Taeyeon akan bertahan dengan orang brengsek sepertimu sementara banyak pria yang menginginkannya?”
Kyuhyun menggeleng cepat, “Dia tak akan kemana-mana. Dia sudah berjanji padaku”
Hyunjoong meneguk sisa beernya sampai tandas kemudian memandang Kyuhyun tegas, “Ceritakan semuanya. Kau harus mulai terbuka padanya. Kau harus belajar melupakan masa lalumu dan memaafkan dirimu sendiri”
“Aku tak bisa hyung…Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri” balas Kyuhyun  frustasi.
“Sekarang atau tidak sama sekali, Kyuhyun-a. Kim Taeyeon mencintaimu kau harus bisa mempertahankannya” nasehat Hyunjoong sekali lagi.
Kyuhyun terdiam tak menanggapi perkataan hyungnya lagi, ia menegak habis beer kalengnya dan membuang kalengnya ke tempat sampah, kemudian ia beranjak dari sofa.
“Kau mau kemana?” tanya Hyunjoong.
“Aku ingin bersama Youngmi” Kyuhyun berjalan menaiki anak tangga untuk menemui putrinya di lantai atas.
.
Taeyeon mendorong troli berisi penuh keperluan untuk piknik menyusuri deretan panjang rak-rak yang memajang beberapa merek saus dan bumbu-bumbu Barbeque. Ia memilih saus dan bumbu Barbeque favoritnya lalu memasukkannya kedalam troli, sementara Ahra baru saja kembali dengan membawa tujuh bungkus Marshmellow.
“Kita tinggal mencari jus saja untuk anak-anak. Umm..sepertinya persediaan keju sudah habis dirumah, aku akan membelinya juga” ujar Ahra, Taeyeon mengangguk.
“Kalau begitu, aku mencari peralatan makan plastik dulu sebentar, aku akan menunggu di sebelah sana” Taeyeon menunjuk tempat yang tidak jauh di depannya.
“Baiklah, aku akan menyusul nanti” ujar Ahra, lalu mereka berpisah.
Taeyeon mendorong trolinya ke deretan peralatan makan, ia mengambil beberapa pack gelas dan alat makan plastik. Setelahnya ia berjalan ke tempat yang ia janjikan dengan Ahra.
Taeyeon sedang menunggu Ahra di tempat itu sambil memainkan iPhone-nya sampai seorang wanita dewasa bersurai pirang menghampirinya. Parasnya terlalu cantik untuk wanita berusia akhir tiga puluhan.
“Kim Taeyeon?”
Taeyeon mengalihkan perhatian dari gadgetnya, seketika tubuhnya kaku melihat wanita yang ia benci kini ada di depannya. Wanita itu tengah tersenyum angkuh dan tangannya terulur untuk Taeyeon.
“Victoria Song” ujar Taeyeon dingin, ia menyambut uluran tangan Victoria.
“Lama tidak bertemu. Aku sudah melihat putrimu kemarin. Dia cukup mengesankan” kata Victoria berbasa-basi, Taeyeon menaikkan sebelah alisnya.
Victoria bertemu Youngmi? Kapan? Di apartement Kyuhyun-kah? Kenapa Soeun tidak memberitahunya?
“Benarkah? Tidak ada yang bilang padaku” balas Taeyeon dengan mata menyelidik.
“Dia gadis yang manis, tatapannya padaku sama seperti tatapanmu padaku sekarang. Tapi harus ku katakan satu hal padamu, Taeyeon-ssi. Jangan pernah bermimpi untuk menikah dengan Kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa menerima komitmen sebesar itu dalam hidupnya, jadi sebaiknya menyerahlah” Victoria memainkan kata-katanya sambil tetap tersenyum, Taeyeon mendecih.
“Kalau anda mencoba membuat saya mundur dari kehidupan Kyuhyun  Victoria-ssi, anda harus berusaha lebih keras dari ini. Anda bukan pengaruh besar untuk hidup saya dan Kyuhyun. Lagipula hal itu adalah masalah pribadi kami. Anda tidak berhak ikut campur” balas Taeyeon seraya tersenyum merendahkan wanita tua itu. Bingo! Victoria memandang tajam padanya.
“Boleh kuberi saran Taeyeon-ssi?” gertak Victoria menahan emosi, “Sebaiknya kau mundur sekarang. Karena usahamu tak akan berhasil, kau tahu berapa lama Kyuhyun menganut gaya hidup itu denganku? Apa kau ingin membuatnya tersiksa dengan tuntutan komitmenmu?”
Taeyeon menggigit bibir bawahnya, wanita ini benar-benar bermulut besar. Kata-katanya cukup membuat Taeyeon tersinggung, Taeyeon cemburu mengingat Kyuhyun pernah menyentuh wanita pedofilia itu. Tapi ia bukan tipe wanita yang langsung termakan omongan orang. Ia hanya yakin dua hal, Victoria adalah masa lalu Kyuhyun, sementara ia akan berusaha menjadi masa depannya.
“Saya pertegas sekali lagi, ini-bukan-urusan-anda. Permisi, saya harus pergi” kata Taeyeon dengan keramahan yang dibuat-buat, Ahra sudah kembali dan ia mendelik pada Victoria.
“Victoria-ssi” ucap istri dari Hyunjoong itu, Victoria tersenyum manis yang tidak cocok untuk wajah antagonis-nya, membuat Taeyeon merasa mual.
“Eonni, sepertinya kita harus buru-buru” sela Taeyeon sebelum Victoria berbicara lagi, Ahra mengangguk setuju lalu mereka meninggalkan Victoria sendirian disana. Mereka pergi ke kasir, sementara Victoria mengumpat kesal.
.
Kyuhyun mendapati Youngmi tengah berdiri sendirian memandang potret besar pernikahan Hyunjoong dan Ahra yang terpajang di tengah ruangan lantai dua. Gadis kecil itu memeluk boneka kelinci berukuran sedang yang entah sejak kapan ia miliki. Kyuhyun mendekati putrinya, kemudian mengangkat tubuh mungil itu kedalam gendongannya, Youngmi memekik kaget.
“Appa, stop it!” seru Youngmi saat sang ayah mulai menggelitik tubuhnya, Youngmi terkikik karena kegelian. Hati Kyuhyun menghangat, rasa takut dan bimbangnya perlahan menguap.
“Apa yang kau lihat, sayang?” tanya Kyuhyun.
“Foto Hyunjoong-jussi dan Ahra-jumma” jawab gadis kecil itu. Kyuhyun memandang potret pernikahan hyung dan kakak iparnya, Youngmi juga ikut memandang potret itu lagi.
“Kenapa kita tidak punya foto pernikahan eomma dan appa di rumah?” tanya Youngmi polos, Kyuhyun mematung mendengarnya.
“Youngmi-ya, itu karena…” Youngmi memandang bingung ayahnya, kedua alisnya mengerut lucu.
“Itu karena kami memang belum menikah, sayang” ungkap Kyuhyun akhirnya, Youngmi langsung menunduk.
“Kenapa kalian tidak menikah?” tanya Youngmi lagi, walau ia tidak tahu apa itu menikah tapi ia sedih kalau eomma dan appanya tidak seperti ahjumma dan ahjussi-nya yang selalu bersama.
“Tapi kalian memakai cincin seperti ahjumma dan ahjussi” tambah Youngmi sambil menyentuh cincin tembaga Kyuhyun, Kyuhyun menghela napas.
“Youngmi ingin eomma dan appa menikah?” bagus Cho Kyuhyun, itu adalah pertanyaan bodoh. Youngmi dengan polosnya mengangguk.
“Apa alasannya?”
“Aku tidak mau appa diambil orang lain. Aku tidak suka dengan ahjumma rambut pirang yang kemarin datang ke rumah” celoteh Youngmi, Kyuhyun menaikkan alisnya.
“Ahjumma rambut pirang?” tanya Kyuhyun heran, Youngmi mengangguk lagi.
“Iya, appa. Aku tidak suka dia, dia seperti penyihir jahat di Snow White” jawab gadis kecil itu sambil mengerucutkan bibir, Kyuhyun tersenyum geli.
“Kau lebih senang eomma yang menikah dengan appa?”
Youngmi mengangguk, telunjuk mungilnya bermain dikancing kemeja Kyuhyun, “Appa, sebenarnya aku tidak tahu apa arti menikah itu, tapi melihat ahjumma dan ahjussi yang sudah menikah dan tak terpisahkan membuatku ingin eomma dan appa menikah juga. Dengan begitu kita akan selalu bersama, Youngmi tidak mau jauh-jauh dari appa” ujar Youngmi manja, Kyuhyun memeluk putrinya erat.
“Tidak lagi, sayang. Kita akan bersama terus setelah ini”
Youngmi mendongak dengan antusias, “Appa akan menikah dengan eomma?”
Kyuhyun terkekeh dan mencium pipi chubby gadis itu, “Tentu saja. Bukankah tak ada pilihan lain? Tuan Putri sendiri yang menginginkannya”
“Yeay!” sorak Youngmi senang, “Boleh saat ulang tahunku pesta pernikahannya?”
Kyuhyun tersenyum, “Kita lihat saja nanti, sayang. Ngomong-ngomong ini boneka kelinci siapa?” tanya Kyuhyun, Youngmi melirik boneka yang sempat terlupakan dipelukannya.
“Boneka pemberian Minhyuk oppa dan Minhwan oppa. Kami membelinya saat akan pulang dari gunung Hallasan” jawab gadis kecil itu.
“Kau mengucapkan apa setelah di beri boneka itu oleh oppamu?”
“Thank you? Ah..tidak. Minhwan oppa bilang, terimakasih dalam bahasa Korea itu…GOMAPTA!” sahut Youngmi, Kyuhyun lagi-lagi tersenyum.
“Anak pintar. Tapi untuk berterimakasih pada orang yang lebih tua kau harus mengatakan ‘kamsahamnida’. Mengerti?”
Youngmi mengangguk, “Kamsa..hamnida” tirunya dengan aksen Prancis. Kyuhyun mengacak puncak kepala putrinya dengan gemas, membuat Youngmi mempautkan bibir karena tatanan rambutnya rusak.
“Apa jahat, appa merusaknya” gerutu Youngmi kesal, Kyuhyun tertawa.
“Maaf..maaf sayang. Kau sangat menggemaskan” Kyuhyun membantu Youngmi merapikan rambut hitamnya lagi, “Kau sangat cantik seperti eommamu. Kau sangat pintar seperti appamu”
Mata Youngmi berbinar, “Iya, saat besar nanti aku akan cantik seperti eomma. Tapi aku tak akan menyebalkan seperti appa” Youngmi meninju dada Kyuhyun dengan kepalan mungilnya, Kyuhyun kembali tertawa.
“Tuan Cho” Soeun muncul dari arah tangga menginterupsi kebersamaan ayah dan anak itu, ditangannya terdapat sebuah map cokelat yang langsung ia berikan pada Kyuhyun.
“Nyonya Kim meminta bantuan saya mencari tempat terbaik untuk sekolah Nona Youngmi. Saya mendapat beberapa referensi dari Dr. Lee dan Nyonya Cho Ahra, Sohee-ssi juga memberi saran. Saya mencari Nyonya Kim tapi tidak bisa menemukannya jadi saya pikir anda dan Nona Youngmi mau melihatnya” jelas Soeun, wajah Youngmi berbinar saat mendengar kata sekolah.
“Appa, aku mau lihat!” sahutnya semangat, Kyuhyun mengecup bibir putrinya.
“Terimakasih Soeun, aku akan melihatnya nanti setelah acara piknik ini selesai” ujar Kyuhyun, Soeun langsung mengundurkan diri kembali ke lantai bawah.
“Kyuhyun-jussi…” suara ribut anak-anak terdengar dari lantai bawah, seorang anak laki-laki berambut cokelat diikuti si kembar Cho dan anak perempuan bersurai hitam yang kini berlari menapaki anak tangga mansion Cho yang melingkar.
“Minhwan, Minhyuk, Jaebeom dan Hyerim berapakali ahjussi harus memperingati kalian, jangan berlari saat menaiki tangga, itu berbahaya” tegur Kyuhyun, ia mengacak surai cokelat milik Jaebeom.
“Dimana ayahmu?” tanya Kyuhyun.
“Di bawah Kyuhyun-jussi. Umm..ini pasti Cho Youngmi, kan?” ujar Jaebeom, usianya empat tahun lebih tua dari Youngmi.
“Ya, ini Youngmi. Sayang, kau bisa berkenalan dengan Jaebeom dan Hyerim. Sebentar lagi Seunghyun-ahjussi akan datang, appa ke bawah dulu” kata Kyuhyun pada putrinya, Youngmi mengangguk dan turun dari gendongan ayahnya.
“Minhwan-a, jam dua belas tepat ajak semuanya turun kehalaman belakang” pesan Kyuhyun sebelum menuruni tangga mansion utama Cho, Minhwan mengiyakan.
Kyuhyun menyambut kedatangan Donghae dan Hana yang baru tiba. Ia memberi pelukan hangat untuk pasangan itu, setelahnya ia menarik Donghae untuk bicara empat mata di mini bar, sementara Hana menemui keluarga yang lain.
Kyuhyun memberikan gelas kristal berisi cocktail pada Donghae, Donghae menerimanya.
“Mereka menemukannya” ujar Kyuhyun, Donghae mengerti apa yang dimaksud sahabatnya itu.
“Dimana dia sekarang?”
“Dia masih di kota ini, aku menyuruh Junho menjaganya dengan ketat disalah satu apartementku. Aku akan menyuruhnya membawa Yoona ke tempatmu besok” jawab Kyuhyun, Donghae meneguk cocktailnya.
“Taeyeon tahu hal ini?”
Kyuhyun menghela napas dan mengangkat bahu, “Sepertinya tidak. Aku harap tidak, Taeyeon akan syok jika tahu Yoona-lah yang menyusup ke penthouse saat malam pertunangan Minho dan Sohee. Aku juga sudah menghubungi suami Yoona dan dia bilang belakangan ini Yoona memang memiliki sedikit gangguan jiwa”
Donghae mengangguk mengerti, “Sebaiknya kau ceritakan sedikit masalah ini pada Taeyeon agar dia bisa mengerti. Selanjutnya aku yang akan melakukan tugasku sebaik mungkin. Pastikan kau menyita pistolnya”
Kyuhyun mendengus, “Bahkan aku membereskan surat izinnya. Dia membeli senjata itu secara ilegal dan tanpa izin yang sah dari kepolisian”
Donghae terkejut, tentu saja, masih ada orang senekad itu, “Sial. Dia benar-benar memiliki gangguan jiwa”
Kyuhyun mengangguk, “Dia mengincar Taeyeon dan putriku, hyung”
Donghae tersenyum simpul, “Sudah kuduga”
“Sejak kau menceritakan tentang dia yang melakukan percobaan bunuh diri di depan eommamu dan Soeun, aku sudah merasa Yoona akan mengganggu orang-orang terdekatmu, terlebih sekarang kau memiliki Taeyeon dan Youngmi” ujar Donghae, Kyuhyun mengusap wajahnya.
“Dia sungguh gila..Dan yang lebih membuatku gila, Taeyeon ingin bertemu denganmu. Maksudku, kalian memang bertemu semalam di bar tapi dia ingin bertemu denganmu secara pribadi, dia ingin menanyakan sesuatu tentang aku dan terapi yang selama ini aku jalani” ujar Kyuhyun, Donghae menyesap cocktailnya lagi kemudian menatap sahabatnya lekat-lekat.
“Kau ingin aku mengatakan apa?”
“Katakan semuanya. Aku tidak mau menyembunyikan apapun lagi pada Taeyeon, aku hanya tak berani mengatakan semua kebenarannya, yang penting dia tahu masalahku dimasa lalu” jawab Kyuhyun, Donghae mengangguk mengerti kemudian menepuk pundak pria itu untuk memberinya keyakinan.
“Kau akan baik-baik saja, Kyu. Aku janji, kau akan menjadi seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk istri dan anak-anakmu, kau harus membuka hatimu dan memulai hidup baru dengan wanita yang kau cintai. Taeyeon adalah perwujudan wanita yang  sempurna untukmu, sulit menemukan wanita sesabar itu. Pertahankan dia”
Kyuhyun memberi senyuman terimakasih kepada Donghae, nasehat dan masukan yang diberikan sahabatnya itu selalu membuatnya lebih tenang, “Aku tahu, hyung. Dan Youngmi memintaku menikahi Taeyeon secepatnya”
Donghae tertawa geli, “Maka menikahlah” ujarnya seraya menepuk bahu Kyuhyun sekali lagi dan beranjak untuk menemui Cho Jisuk yang sudah memanggilnya. Donghae memberi pelukan hangat untuk wanita yang sudah ia anggap ibu kandungnya sendiri, kemudian mereka berbincang sebentar di ruang tamu.
Kyuhyun mendengar deru mesin mobil yang berhenti di depan pintu mansion. Taeyeon sudah sampai rupanya. Ia segera beranjak ke pintu utama dan menghampiri tunangannya, memberi kecupan singkat pada wanita cantik itu kemudian membantunya menurunkan beberapa kantung belanjaan, Donghae dan Hyunjoong pun ikut keluar dan membantu mengangkat belanjaan yang berat-berat besama Ahra. Taeyeon dan Kyuhyun berjalan berdampingan memasuki mansion, wanita cantik itu menenteng satu kantung penuh berisi bahan makanan.
“Aku bertemu Victoria” ujar Taeyeon, Kyuhyun menghentikan langkahnya.
“Kau bertemu dengannya?”
Taeyeon mengangguk lalu mengangkat bahu, “Tapi itu bukan masalah besar. Jangan di pikirkan, aku hanya ingin acara piknik ini berjalan dengan lancar dan kita bersenang-senang. Ayo!” ajak Taeyeon bersemangat, tapi Kyuhyun menahan tangannya.
“Donghae sepakat akan bertemu denganmu. Kapan kau punya waktu?” tanya Kyuhyun sambil masih menggenggam tangan Taeyeon, Taeyeon berpikir sejenak.
“Besok aku pulang cepat”
Kyuhyun mengangguk, “Aku akan menjemputmu sepulang kerja. Kita akan bertemu Donghae, lalu membicarakan rencana pernikahan dengan keluarga besarku dan keluarga angkatmu, mungkin?”
Taeyeon hampir menjatuhkan kantung belanjaannya karena terkejut mendengar penuturan Kyuhyun.
“M-menikah? Kau serius?” tanya Taeyeon terbata, Kyuhyun tersenyum dan mengangguk mantap.
“Kau tahu, Youngmi mendesakku untuk menikahimu secepatnya, aku memang belum bertemu Taecyeon, Taeyang atau bahkan Hyomin tapi aku yakin ketiga kakak angkatmu itu pasti akan mendesakku untuk segera menikahimu juga” ujar Kyuhyun masih dengan senyumannya.
Taeyeon benar-benar menjatuhkan kantung belanjaannya dan merangkul pria itu untuk menciumnya dalam. Kyuhyun menyeringai, tidak pernah Taeyeon seagresif ini mengklaim bibirnya, penuh kebahagiaan dan menuntut. Kyuhyun meletakkan satu tangan di pinggang ramping wanita itu dan tangan yang lain di lehernya, membuat posisi mereka tanpa celah serta kaki taeyeon yang berjinjit untuk menyeimbangi tinggi Kyuhyun. Mereka hanyut dalam lumatan dan kecupan masing-masing, sampai satu tangan Kyuhyun merambat kebawah dan meremas pantat wanita itu.
“Nghh~” erang Taeyeon ketika ciumannya selesai.
“Puas memakan bibirku, Miss Kim?” goda Kyuhyun tepat di telinga kiri Taeyeon membuat wanita itu menggeliat merasakan deru napas basahnya.
“Astaga! Katakan padaku, ini bukan mimpi kan?” ujar Taeyeon masih diantara percaya dan tidak percaya seperti orang linglung, bibir peach-nya yang sudah membengkak terbuka pelan saat Kyuhyun memeluknya makin erat. Bibir pria itu membelai cuping telinganya dan sesekali meniupnya.
“Ohh…Kyu” desah Taeyeon tertahan, matanya terpejam merasakan sensasinya.
“Masih mau berpikir ini hanya mimpi?” lirih Kyuhyun penuh penekanan, lalu bibirnya menyudahi kegiatannya dan mulai menatap Taeyeon dalam.
“Tidak. Sentuhanmu terlalu nyata untuk di anggap mimpi” jawab Taeyeon merona, Kyuhyun memeluk wanita itu lagi.
“Aku akan menelepon ayahmu nanti sore”
Taeyeon mengulum senyum dan mengangguk, “Aku mencintaimu”
Kyuhyun mengecup kening wanita yang sudah melahirkan putriya itu, hatinya begitu lega dan ringan melihat wanita yang dicintainya bahagia dengan keputusannya. Seharusnya ia melakukan ini sejak dulu.
“Kau tahu, aku juga sangat mencintaimu”
To be continue….

Advertisements

33 comments on “[FREELANCE] Over Protective (Chapter 5)

  1. Penasaran sama masa lalau kyuhyun emang … Tae sesabar2nyaa yaa bener bgt kalo dikecewain lagi pasti bakalan pergi lagi … Ada aja pengganggu hub mereka sii vic si penyihir jahat hahaha
    Smoga aja pernikaha kyutae scepatnyaa kekekek dtunggu next chapp…
    Semangat….!!!

  2. Waaahhh akhirnya update juga, aku kira atsit bakalan.hiatus soalnya lama gag publis ff…….
    Ceritanya makin seru, kayaknya ada rahasia lain yg dimiliki kyuhyun…..
    Next ya thor ditunggu lanjutannya…..

    Fighting

  3. makin seru ikhhhhhh~~
    kyu mulai meyakinkan hatinya untuk nikah sm taeyeon.
    dan gatau mau komentar apa, ff ini bikin aku jadi kyutae shipper lagi

    updatesoon yaaaaaaa~

  4. Wawww….keren bgt.
    Setelah lama nunggu update-an akhirnya muncul jg ff yg kece ini…
    Semakin seru ceritanya…
    Makasi banyak thir yg sudh berusaha update ffnya…
    Ditunggu ya next chapternya…

  5. Daebak!! Berarti next chap kyutae bakalan lamaran dong yaa, terus gimana itu victoria sama yoona? Jangan bilang mereka nanti jadi penghancur pernikahan kyutae, andwae~ 😢
    Next chapnya ditunggu deh ya, bikin penasaran thor. Fighting!! 😙😘😚

  6. ohhh akhirnya ada yg update juga udh lama bgt wordpress ini athor”nya ga ada yg update,. seneng bgt bacanya aduhhh aku merona,. kyutae sooo romantic suka bgt,. mudah” ga ada penggangu yg bakal ngerusak keromantusan pasangan ini ya,. next chaptnya updatesoon di tunggu bgttt

  7. Waaaaahhhh, kereeennn parrraaaaahhh. Knpa lama banget si lanjut cerita ni. Gregeeettt parraaaahhh.
    Akhirnya kyuhyun nikahin taeyeon juga ya. Pliiss jgn ganggu kehidupan taeng sma kyuhyun dong.
    Next chp ditunggu^^

  8. Sbenernya ada apa lg nih antara kyuhyun ama yoona….
    Yeeyyy finally kyuhyun mutusin untuk menikah ama taetae stlh sekian lama taetae menunggu….

  9. Wow keren..
    Cerita ya mkin seru,sbenernya apa si yg di sembuyikan kyu oppa penasaran bgt.
    Dan sneng bgt akhrya tae unnie & kyu oppa mau menikah.
    Next thour jgn lama2.

  10. akhirnya kyu membuat keputusan besar….
    daebak!!!!
    next chap bakal tau masalalu kyu yg dsembukan dr tae…
    fightaeng!!!!!

  11. Akhirx mreka akan menikah.
    Apa reaksi taeyeon stelah bicara ama donghae tentang kyuhyun yah…
    Bkin penasaran banget ni…

  12. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  13. penasaran apa yg kyuhyun sembunyiin. ayolah segera kasih tau semua ke taeyeon. ayo ayo kyute cepet cepet married hahaha next chap ditunggu 🙂

  14. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Aigo kyuhyun bicaranya frontal banget tentang jiyong..kkkk, tapi sepertinya emang jiyong agak suka ke taeyeon deh menurut aku..
    Eh itu si victoria gak tau malu banget sih, tebal muka! Jelas-jelas kyuhyun udah nolak dan ngusir dia mentah-mentah, eh sekarang malah nunjukin lagi batang hidungnya ke taeyeon..mana sok ngancam lagi.!
    Sebenarnya masa lalu kayak gimana yg kyuhyun sembuyikan dari taeyeon? Apakah ada masa lalu yg lebih parah dari kisah kyu dan vic? Tapi semoga aja taeyeon bisa tetap mengerti dan tdk menggoyahkan hatinya untuk tetap nikah dgn kyuhyun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s