All Of A Sudden (Chapter 4)

 

all.jpg

Nia M Storyline

Main Cast : Taeyeon -G Dragon(Kwon Jiyong) || Genre : Romance, Comedy || Lenght : multichapter || Author : Yeon Ji Min

note : update telat !!!!!!!!!

All Of A Sudden (Chapter 1)    All Of A Sudden (Chapter 2)  

All Of A Sudden (Chapter 3)

 

Entah cuaca yang sedang tak tentu atau suasana dalam apartemen yang membuat Taeyeon gerah. Ia terus menuangkan air putih kegelas dan meneguknya hingga tetes terakhir. Rasa panas tiba-tiba saja menjalar keseluruh tubuhnya yang awalnya sehat-sehat saja, tanpa ada gejala sakit ataupun yang lainnya. Rasa panas yang timbul setelah pertemuannya dengan Jiyong tadi. Mungkin, ini efek samping dari sikap dingin Jiyong padanya. Aneh ? Tentu saja, karna dia Kim Taeyeon.

 

Suara langkah kaki yang mendekat membuat Taeyeon gelagapan. Bisa ditebak bukan yang datang ? Siapa lagi kalau bukan Jiyong. Tanpa sengaja mata keduanya bertemu hingga membuat Taeyeon hampir saja tersedak minumannya sendiri. Secepat kilat, Taeyeon menaruh gelasnya dan meninggalkan dapur yang akan didatangi Jiyong.

 

Deg..

 

Taeyeon reflek memegangi dadanya yang tiba-tiba merasakan degupan yang begitu kencang, tepat saat ia berpapasan dengan Jiyong.

 

Tenangkan dirimu bodoh ! Berjalan saja seperti biasa.

 

Tanpa diduga-duga, sepasang tangan menarik pergelangan tangannya. Taeyeon menatap Jiyong dengan perasaan campur aduk. Gugup, takut, senang jadi satu.

 

“Kim Taeyeon.” suara itu, suara yang mampu menghipnotis Taeyeon dengan mudahnya.

 

“Hmm.” Taeyeon menatap manik mata indah Jiyong pekat-pekat.

 

“Bolehkah aku melakukan sesuatu ? Aku butuh ijinmu.” tutur Jiyong lembut yang lagi-lagi membuat Taeyeon luluh.

 

“Kau butuh ijinku ?” tutur Taeyeon sekali lagi untuk mengecek pendengarannya.

 

“Aku membutuhkannya. Apapun itu. Ya atau tidak ?” dan dengan gugup Taeyeon kangsung memberikan anggukan kepalanya pertanda ia mengijinkan Jiyong melakukan sesuatu, apapun itu.

 

Chuupp..

 

Bola mata Taeyeon langsung membulat ketika merasakan sentuhan hangat dibibirnya yang merupakan hasil perbuatan Jiyong. Satu kecupan singkat yang membuat Taeyeon berubah menjadi patung untuk sesaat. Jiyong tersenyum puas melihat ekspresi Taeyeon yang sudah ia duga sebelumnya. Kesempatan yang tentu saja tak disia-siakan Jiyong untuk kembali mengecup bibir indah Taeyeon. Dipagutnya bibir Taeyeon perlahan dengan kelembutan. Tangannya memaksa dorongan kecil ditengkuk Taeyeon untuk memperdalam ciuman. Ciuman menjadi lebih panas ketika Taeyeon membalas pagutan Jiyong. Dengan mata yang masih terpejam, dua insan manusia itu saling menikmati lumatan dibibirnya.

 

“Dasar aneh.” dan suara itu seketika langsung merusak imajinasi Taeyeon. Ya, sedari tadi hanyalah khayalan bodoh di siang bolong. Suara yang Jiyong keluarkan langsung mengembalikan Taeyeon pada kesadarannya

 

“Owh.” Taeyeon masih mencoba memperbaiki posisinya yang begitu aneh. Dua tangannya yang memeluk tubuhnya sendiri, kaki jinjit dan bibir yang senyum-senyum tak karuan, semua itu langsung berubah saat urat malu Taeyeon kembali berfungsi.

 

Tanpa memberikan penjelasan apapun, Taeyeon langsung berjalan meninggalkan Jiyong yang masih memandang aneh kearahnya.

 

***

 

“Hyung !!! Taeyeon nunna !! Aku datang.” suara teriakan Seungri terdengar hingga seluruh penjuru apartemen.

 

“Ririiiiiiiii.” balas Taeyeon sama dramatisnya dengan drama-drama korea.

“Nunnaaaaaa.” giliran Seungri yang menunjukkan bakatnya dibidang akting, penuh dramatisir dengan rentangan kedua tangannya yang langsung disambut Taeyeon.

 

“Woah, badan nonna kecil sekali.”

“Woah, badan Riri besar sekali.”

Dan keduanya tertawa terbahak-bahak tanpa memperdulikan tatapan dari Jiyong, Seunghyun, Youngbae dan Daesung yang memandang aneh.

 

“Mereka akan membuatku gila.” gumam Jiyong tanpa ia sadari. Youngbae dan Seunghyun yang berada disebelahnyapun menoleh kearah Jiyong dengan tatapan penuh arti, keduanya yang menemukan kebenaran yang belum Jiyong sadari sepenuhnya. Ia cemburu melihat Taeyeon begitu dekat dengan Seungri.

 

***

 

“Taengoo, tak ada makanan disini ?” ujar Seunghyun dari balik pintu kulkas.

 

“Entahlah. Mungkin Jiyong tak masak.” balas Taeyeon gusar sambil meletakkan kepalanya diatas meja. Terlihat frustasi dan juga gelisah.

 

“Nonna, aku lapar. Kenapa tak ada satupun makanan disini ?!” sahut Seungri yang baru saja mendatangi keduanya.

 

“Molla.” balas Taeyeon singkat. Seunghyun dan Seungri memandang Taeyeon heran.

 

“Aisshh.” gumam Seunghyun pelan setelah melihat sekilas penampilan Taeyeon yang begitu berantakan.

 

“Taeyeon-ah, Apa Jiyong sama sekali tak masak ? Lihatlah wajah mereka berdua, orang-orang kelaparan.” tunjuk Youngbae pada dua lelaki yang berdiri didepan Taeyeon.

 

“Lihat saja didalam kulkas.” balas Taeyeon malas.

 

“Taeng, Taeng… Apa kau bisa masak ? Tiba-tiba saja aku juga lapar.” Tambah Daesung yang semakin membuat ubun-ubun Taeyeon mendidih.

 

“ah molla..molla..mollaaaaa..” teriak Taeyeon sambil menggebrakkan kedua telapak tangannya pada meja. Aneh ? itulah yang ada dipikaran  Seunghyun,Seungri, Youngbae dan Daesung saat melihat tingkah Taeyeon.

 

“aku tak bisa memasak jadi jangan bertanya padaku lagi !” bentak Taeyeon cukup keras hingga membuat ke-empat lelaki tadi menatapnya penuh tanda tanya. Dia Taengoo kan ?

 

“Taeyeon nonna, kau sedang PMS ?” ujar maknae penuh hati-hati.

 

“PMS pala lu.” Jawab Taeyeon ketus. Dan seketika itu pula Seungri terdiam dengan sendirinya.

 

“Taeyeon-ssi, kau ada masalah ?” Youngbae menepuk bahu Taeyeon lembut.

 

“hidupku penuh dengan masalah.” Taeyen berubah murung. Ia pun berbalik dan mulai berjalan meninggalkan ke-empat lelaki yag masih terheran-heran mendapati perlakuan darinya.

 

Deg…

 

Langkah Taeyeon terhenti tepat di depan Jiyong. Pandangannya selalu menunduk hingga tak menyadari Jiyong yang sudah berdiri disana sejak tadi.

 

“Hyung, dia kenapa sih ?” bibir Seungri memang ditakdirkan untuk mengoceh sepanjang waktu. Belum sampai satu menit saja, ia sudah  kembali cerewet seperti semula.

Jiyong melirik sekilas pada Taeyeon yang masih tetap tak bergeming didepannya, bahkan tanpa menatap wajahnya sekalipun.

 

“molla.” Jiyong mengangkat bahunya lalu beranjak ke meja dapur meninggalkan Taeyeon yang masih saja terdiam.

 

“Hyunng, sepertinya Taeyeon nonna merasa tertekan disini ? apa dia terserang bipolar ? hari ini emosinya tak stabil. Kadang-kadang ia merasa sangat bahagia lalu murung. Ku yakin dia diam-diam mengidap bipolar. Lihat saja dia, sebelum kau datang dia berteriak marah-amarah tak jelas, tapi setelah kau datag dia hanya diam. Kasihan nonna..” oceh Seungri yang langsung dihadiahi tatapan tak setuju dari ketiga hyungnya yang lain.

 

“Yaa !!! Ririiii !!!” pekik Taeyeon keras yang mampu membuat telinga siapa saja berdengung setelah mendengar pekikannya itu. Tak lupa, Taeyeon langsung mendekati Seungri dan menjitak kepala Seungri cukup keras karena apa yang baru saja Seungri katakan.

 

“Hyung, kau lihat emosinya tak stabil lagi.” Seungri langsung berhambur bersembunyi dibalik badan Jiyong.

“Bipolar ? hahahaha… Aku ini mengidap DID. Ya kepribadian ganda. Kau salah.” Ujar Taeyeon seraya tertawa terbahak-bahak, namun hanya ia saja yang tertarwa. Yang lainnya ? memandang Taeyeon dengan mulut ternganga.

 

“tak lucu yaa ?” Taeyeon mengentikan tawa palsunya dan menatap lelaki disekitarnya. Seunghyun,Youngbae, Seungri dan Daesung bersamaan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang Taeyeon ucapkan baru saja.

 

“nanana..nannananna..” Taeyeon memilih tak ambil pusing. Ia berjalan pergi dari dapur menghindar dari kelima orang yang membuatnya untuk melakukan hal gila.

 

“dia benar-benar tertekan.” Gumam Seungri pelan yang langsung disambut tawa kecil dari yang lainnya, minus Jiyong.

 

***

 

“paboya..pabo…pabo..pabo.” Taeyeon tak henti-hentinya mengerutuki dirinya sendiri. Mengingat apa yang tadi ia perbuat benar-benar membuatnya gila.

 

“aku pasti sudah gila. Kenapa aku merasa bersalah ?” gumam Taeyeon pada dirinya sendiri.

 

“kenapa aku selalu merasakan hal seperti ini saat berada didekatnya ? ah, tak mungkin. Aku ? menyukainya ? tidak. Aku tidak menyukainya. Tapi aku menyukainya.”

 

Taeyeon tersentak kaget ketika pintu tiba-tiba terbuka, dan masuklah Seungri dengan senyum evil nya.

“nonna..” panggil Seungri terdengar serius.

 

“m..mmwo ?” balas Taeyen terbata-bata. Kecemasannya saat ini yaitu jika Seungri mendengar apa yang baru saja ia katakan.

 

“nonna.. kau..”

 

“wae ? kenapa denganku ..” ucapTaeyeon cepat untuk menutupi rasa gugupnya.

“kau.. dipanggil mereka. Ayo makan.”

Taeyeon langsung menghela nafasnya penuh kelegaan.

***

 

“Jiyong sedang kekamar mandi.”ucap Seunghyun saat melihat Taeyeon terus menerus melirik sekitarnya, seperti mencari sesuatu.

 

“kenapa mengatakannya padaku.” Sanggah Taeyeon lalu duduk disamping Youngbae.

“Cihh.. dia mengelak lagi.”celetuk Seunghyun sambil mengerutkan dahinya

 

“nonna..jangan menyentuh itu !” Seungri menunjuk kearah dimana mangkuk yang akan Taeyeon pegang.

 

“wae ? aku suka mangkuk ini. Woow..indah sekali.” Balas Taeyeon enteng, ia enggan untuk beralih ke piring yang tersaji tepat didepannya.

 

“nonna, ambil yang lain sebelum terjadi sesuatu.” Bujuk Seungri yang langsung diberi penolakan keras dari Taeyeon.

 

“andwae.. aku tak mau.” Balas Taeyeon seraya menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil yang memohon untuk dibelikan mainan baru.

 

“terserah.” Seungri memilih tak ambil pusing meladeni keras kepala nonna-nya itu.

 

***

 

“Taeng, kau tak makan makananmu ?” Youngbae mengetuk mangkuk Taeyeon dengan sendoknya pelan.

 

“Hmmm..aaa” Taeyeon menoleh kearah Youngbae yang baru saja mengembalikan kesadarannya.

“aku sedang tak nafsu makan.” tambah Taeyeon singkat.

 

Langkah Jiyong terhenti didepan meja makan. ia menatap kearah punggung Taeyeon yang membelakanginya. Ah tidak, lebih tepatnya Jiyong meatap kearah mangkuk kecil yang Taeyeon gunakan.

 

“Hyung…kau mau makan ?” ucap Seungri gelagapan saat melihat Jiyong yang tengah berdiri tak jauh dari Taeyeon.

 

“Tentu saja. Aku yang memasak ini semua.” Balas Jiyong singkat lalu menuju kursi yang masih belum terisi,tepat disamping Taeyeon.

 

“Yong-ah, Taeng tak tau apapun.” Sela Youngbae seraya menatap serius kearah Jiyong yang tengah duduk manis disamping Taeyeon.

 

“lalu ?” balas Jiyong santai. Keempat rekannya itu menatap Jiyong datar, antara percaya dan tak percaya.

 

“Hyung, kau tak marah padanya kan ?” Seungri kembali memastikan dengn hati-hati.

 

“itu hanya benda biasa. Aku bisa membeli yang lain.” Jiyong kembali tak menanggapi serius perkataan sang maknae. Ia masih fokus pada makanannya.

 

“woah, nonna kau beruntung hari ini.” Seungri menatap kearah Taeyeong singkat.sedangkan Taeyeon sendiri hanya bisa diam karna tak mengeri apa yang mereka bicaran. Terlebih lagi ada Jiyong disampingnya yang membuat ia diam seribu bahasa.

 

“hyung, kenapa dia tak ikut ?” ucap Jiyong pada Seunghyun.

 

“Nugu ?” Seunghyun mengerutkan keningnya tak menangkap siapa yang Jiyong maksud.

 

“Fanny.”

 

“Aah, Fanny. Tadi dia ingin ikut tapi aku menyuruhnya istarahat saja. Dia mudah sakit.” Ujar Seunghyun sambil mengembangkan senyum lebar diwajahnya. Taeyeon hanya diam dan sesekali meneguk air putih dihadapannya.

 

“wooah, hyung kau dengan Tifanny…hmmm.” Goda Daesung yang ikut senyum-senyum tak jelas seperti yang lainnya.

“sudahlah. Kau sendiri dengan siapa, haa…” balas Seunghyun yang langsung menohok hati Daesung, maklum member Bigbang yang satu ini memang dikenal dengan korban PHP dari para gadis.

 

“Aish, jjinja.” Gerutu Daesung singkat.

 

“Taeng, Leetuk menitipkan salam padamu.” ujar Youngbae tiba-tiba.

 

“Teukii oppa ? ” ucap Taeyeon penasaran.

 

“Hmm. Aku mengatakan aku akan bertemu denganmu. Lalu ia titip salam untukmu.” jawaban yang Youngbae berikan mampu membuat Taeyeon tambah penasaran. Lebih tepatnya cemas.

 

“apa dia tau jika kau masih di korea ?” tambah Youngbae penuh kewaspadaan.

 

“Tidak. Sampai saat ini hanya member GG yg tau keberadaanku. Artis SM yg lain belum. Memangnya kenapa ? Jangan bilang oppa mengatakan jika aku masih ada di korea ?” ucap Taeyeon sedikit tegang.

 

“Tidak. Aku tak mengatakan kau masih di korea.” jawaban Youngbae langsung membuat Taeyeon menghembuskan nafasnya lega.

 

“Syukurlah.” balas Taeyeon seraya melempar senyum termanisnya pada Youngbae yang duduk di sampingnya.

“Aku hanya mengatakan jika kau tinggal bersama seorang G-Dragon.” tepat setelah Youngbae menyelesaikan kalimatnya, semburan air keluar dari mulut Taeyeon yang tadi tengah sibuk meminum. Saking kagetnya, ia tak bisa mengontrol gerakannya. Terlihat jelas dari raut muka Taeyeon yang dipenuhi kepanikan dan juga, sedikit keterkejutan.

 

“iuwh, jorok sekali.” gumam Seunghyun pelan.

“Tentu saja, dia nonna-ku.” celetuk Seungri yang masih terkekeh dengan pertunjukan didepannya tadi.

 

“Youngbae Oppa !! Kenapa ? Kenapa kau mengatakan padanya hal tak penting seperti itu . Sekarang ia tau ?! Matilah aku !!” ujar Taeyeon berkali-kali yang kembali mengundang tanda tanya para lelaki didekatnya. Taeyeon melirik sekilas kearah Jiyong ketika menekankan kata ‘ TAK PENTING’. Tepat saat itu Jiyong juga tengah memandang kearahnya. Emergency situation untuk jantung Taeyeon. Dengan segera ia mengalihkan pandangnnya.

 

“Wae ??” sela Youngbae cepat.

” wae wae wae wae…” gumam Taeyeon yang sepertinya juga bingung dengan reaksi yang tadi ia buat.

 

“Nonna, apa kau cukup dekat dengan Leeteuk ?” ucap Seungri dengan nada sedikut menginterogasi.

“Tentu.” balas Taeyeon cepat. Ia menatap kearah Seungri, cemas dan serius.

 

“Nonna, apa kau berpacaran dengan Teukii-mu itu ?” ujar Seungri menyelidik.

“Ani.” sela Taeyeon cepat.

 

“Nonna, ini bukan lomba cerdas cermat ataupun olimpiade, jawab saja dengan pelan-pelan. Tak perlu terburu-buru dan keras.” ucapan Seungri kali ini diiyakan oleh ketiga hyungnya yang lain.

“Huft.” Taeyeon menempelkan kepalanya kemeja makan. Otomatis, semua laki-laki disanapun memandangnya.

Tangan kiri Taeyeon meraba-raba meja disekitarnya. Alih-alih ingin mengambil minuman, Taeyeon malah menyenggol mangkuk kecilnya. Ralat, mangkuk kecil Jiyong.

 

Pyaaaaarrr…

 

Dan mangkuk pun jatuh. Taeyeon memamdang satu-persatu lelaki disana yang juga sedang menatapnya, dengan tatapan mistis. Tentu saja, mangkuk yang tadi menjadi perbincangan hangat, pecah karna ulah ceroboh Taeyeon. Keringat dinginpun menetes mengingat mangkuk itu seperti benda penting bagi Jiyong.

 

Deg, jantung Taeyeon memacu lebih cepat ketika matanya beradu dengan mata Jiyong yang juga tengah memandang kearahnya, dengan tatapan sulit diartikan. Entah marah ataupun khawatir. Yang Jiyong tunjukkan hanyalah sikap diamnya.

 

“Taeng, apa kau terluka ?” ucapan Youngbe berhasil membangunkan Taeyeon dan Jiyong dari duel tatap yang berlangsung beberapa saat yang lalu.

 

“Aa ani.” balas Taeyeon asal tanpa mengetahui ujung jari tangannya yang tergores hingga menampilkan tetesan darah yang mengalir.

 

“Nonna, kau terluka.” Seungri menunjuk jari Taeyeon yang masih mengucurkan darah segar yang bahkan tak disadari oleh Taeyeon sendiri.

 

“Owh, aku takut.” Taeyeon dibuat panik setelah melihat darahnya yang terus menetes. Entah panik atau takut, Taeyeon malah mengangkat tangannya keatas. Mungkin dengan begitu darahnya akan berhenti. Dan bisa ditebak apa yang ada dipikiran Seunghyun, Youngbae Daesung, dan Seungri bersamaan. Apa Taeyeon ini masih murid TK ?

 

Jiyong sama sekali tak memperhatikan Taeyeon yang sedang ribut, kalo menurut peribahasa sih, macem kebakaran jenggot. Yang sejak tadi menjadi fokus Jiyong adalah mangkuk kecilnya yang sudah terpisah menjadi kepingan-kepingan berserakan di lantai.

 

“Yong, tolong ambilkan tissue disampingmu itu.” ujar Youngbae yang otomatis membuat Jiyong memgalihkan pandangannya pada Youngbae.

 

“Aa..” dan sepertinya Jiyong baru sadar mengenai luka Taeyeon. Tanpa ba bi bu, Jiyong mengambil tisu dan mengelap darah Taeyeon yang hampir menetes hingga ke siku mengingat posisi tangan Taeyeon yang terangkat berdiri ke atas.

 

“Terimakasih.” ujar Taeyeong canggung setelah jarinya berhenti mengucurkan darah.

 

“Bersihkan pecahan itu. Aku tak ingin itu melukaiku.” balas Jiyong singkat, bahkan terkesan dingin. Setelah itu Jiyong meninggalkan ruang makan yang masih diselimuti suaaana tegang.

 

“Nonna, kau harus segera minta maaf.” ucap Seungri serius. Entah mengapa perkataan Seungti barusan bisa membuat Taeyeon percaya, tidak seperti sebelumnya.

 

“Aku ?”

 

“Itu benda berharga milik Jiyong hyung.”

“Tapi dia tadi bilang akan membeli lagi.” Bela Taeyeon

 

“Dan kau percaya begitu saja ? Nonna kau tau itu beli dimana ?” Taeyeon menggeleng.

“Tak ada yg menjual benda itu. Mangkuk yg pecah tadi itu adalah buatan tangan dari Kiko. Kau tau Kiko bukan ?” ucap Seungri panjang lebar

“Kekasihnya kan ?” ucap Taeyeon apa adanya

 

“Lebih tepatnya, mantan kekasihnya.”

“Ya aku tau.”

“segeralah meminta maaf padanya.” Desak Seungri dengan tatapan penuh pemaksaan.

“Arraseo arraseo ! tapi harus bagaimana..ehm..bagaimana aku melakukannya ?”

“itu mudah, ikuti saja apa saranku.” Seungri menyeringai tanpa arti.

“ok.”

 

***

 

Tok tok tok…

 

Ketukan dari balik pintu kamarnya, membuat Jiyong kembali kekesadarannya setelah beberapa saat yang lalu sedang tenggelam bersama lamunannya.

 

“masuk.”

 

Sedikit terkejut, tapi masih bisa ditutupi ketika melihat seseorang tengah berdiri di dekat pintu yang tak lain Taeyeon.

“emm..Jiyong-ssi”

Taeyeon menundukkan kepalanya, suasana canggung begitu kental terasa.

“wae ?”

“emm..itu soal..emm” lagi-lagi, Taeyeon terbata.

“wae ? katakan saja.”

 

“mianhae.”

 

Jiyong mengangkat alis kanannya, seakan meminta penjelasn yang lebih detail pada Taeyeon.

“tentang ?” ucap Jiyong dengan penuh ketenangan.

 

“tadi malam dan tadi pagi.” Balas Taeyeon secepat kilat.

 

“mwo ? pelan-pelan saja.”

 

“maaf untuk yang tadi malam dan soal mangkuk itu.”

 

“oh.”

 

“oh ?” kini Taeyeon mampu menegakkan kepalanya dan menatap Jiyong yang berbaring di kasur big size nya.

 

“apa aku harus mengatakan yang lain ?”

“aa bukan itu.”

“lalu ?”

“ya setidaknya kau bisa mengatakan ‘kau harus ganti rugi’ atau ‘tak apa-apa’ bisa juga ‘aku sudah memaafkanmu sebelumkau minta maaf’ seperti itu misalnya.” Jelas Taeyeon seraya menyertakan ekspresinya.

 

“apa hidup ini drama ?” ejek Jiyong

 

“arraseo arraseo.” Balas Taeyeon lalu berbalik membelakangi Jiyong dan berjalan keluar.

“ah tunggu, satu lagi..” tiba-tiba Taeyeon membalikkan badannya kembali.

“apa ?” sahut Jiyong menunggu ucapan Taeyeon.

“gomawo.”

“untuk ?” Jiyong sedikit bingung mendengar perkataan Taeyeon yang cukup tak terduga.

“memaafkanku.”

“hmm.”

“tampaknya kau masih marah. Haruskah aku ber-aegyo untukmu ? hm hm hm ? di luar sana banyak lelaki yang menginginkan ini.” rayu Taeyeon dengan senyum yang merekah lebar.

“dan kurasa aku tak termasuk di daftar lelaki tersebut.” Jawaban menohok bagi Taeyeon yang baru saja tertolak.

“ini hanya sekali ? jika tidak kau akan rugi.” Bujuk Taeyeon kedua kalinya.

 

Senyum tak hilang dari wajahnya sedari tadi. Meski di dalam sana amarahnya sudah meluap, ia tetap menahannya. Tapi tidak untuk kali ini, ia harus tetap mempertahankan sikap manisnya ini. entah apa alasannya, ia juga tak mengerti.

 

“Tidak. Keluar, aku ingin sendirian.”

Ucapan Jiyong sudah menjawab semuanya. Taeyeon berbalik dan berjalan keluar dari kamar milik Jiyong.

 

“lelaki kasar itu…” decak Taeyeon pelan.

 

Krrghhh..krghhh

Taeyeon mencoba membuka pintu tapi tetap saja tak terbuka. Bahkan telapak tangannya sudah memerah karna terlalu kencang memegang ganggang pintu.

“kenapa ?” ucap Jiyong yang masih berada di atas ranjang nya.

“tidak bisa dibuka.” Balas Taeyeon dengan tatapan horror.

 

Jiyong pun mencoba membuka, tapi nihil.

Keduanya mencoba menggedor-gedor pintu dan berteriak, tapi nihil

 

“kau bawa ponsel ?” ujar Jiyong pada Taeyeon.

“dipinjam Riri.” Balas Taeyeon cepat.

“woaa, mereka merencanakan begitu detail.” Gumam Jiyong seraya tersenyum paksa.

“ne ?”

“kau benar-benar tak tau ? kau sudah masuk kedalam perangkap mereka. Siapa yang menyuruhmu kesini ?”

“Riri.”

“Siapa memberi ide untukmu ?”

“Riri.”

“Siapa yang mendukungmu ?”

“semua.”

“sudah jelas ? mereka mengunci kita di sini sesuai tujuan mereka.”

“apa tujuannya ?” Taeyeon kembali menguji kesabaran Jiyong dengan pertanyaannya.

“kita bersama.” Balas Jiyong pelan, sangat pelan.

“woaah..hmm..hmmm.” Taeyeon dibuat salah tingkah dengan apa yang Jiyong katakan, bahkan ia tak sanggup lagi untuk menatap kearah Jiyong berdiri, disampinya.

***

“sukses.’” Seru Seungri bersemangat.

“besok kau akan dibunuh Jiyong hyung.” Celetuk Daesung yang duduk di samping Seungri.

 

Ke-empat lelaki tak bertanggung jawab Seungri, Youngbae, Seunghyun, Daesung yang meninggalkan Taeyeon dan Jiyong di dalam kamar, sekarang ini ke-empat nya malah pergi entah kemana tujuannya. Yang jelas ke-empatnya sudah berada di dalam mobil bersama.

“tidak akan.” Sahut Seungri percaya diri.

“lalu Jiyong harus berterima kasih begitu ?” giliran Youngbae yang iku ke dalam obrolan gaje ini.

“tentuuu.” Rasa percaya diri Seungri sepertinya bertambah.

“wae ?” ujar Seunghyun yang berada di bangku depan, menyetir.

“karna hyung mendapatkan malam yang penuh gairah.” Balas Seungri setengah berbisik dan setelah itu tawanya meledak.

“byuntae.” Gumam Youngbae pelan. Namun tawa Seungri malah semakin mengeras dan hanya di tanggapi dengan senyuman oleh ketiga hyungnya, tawa haru. Terharu karna memiliki maknae yang begitu mengecewakan.

***

“apa kita akan terkunci di sini semalaman ?” pertanyaan yang sudah berkali-kali Taeyeon tanyakan pada Jiyong dan jawaban yang dibrika jiyong pun sama,

“mungkin.”

“aku lapar sekali.” Rengek Taeyeon sambil memegangi perutnya.

“tak ada makanan di sini. Lebih baik kau tidur. Tidak makan semalam tak akan membuatmu mati kelaparan.” Ujar Jiyong yang sudah berbaring nyaman di kasur kebanggaannya.

“lelaki itu kasar sekali.” Gumam Taeyeon pelan.

“aku bisa mendengarmu.”

“mian.” Sahut Taeyeon cepat.

“kau tak tidur ?” ucap Jiyong yang sedang memperhatikan Taeyeon yang hanya berdiri di tempat yang sama.

“a..”

“kau bisa tidur di sini.” Ujar Jiyong sambil menepuk bagian ranjang sebelahnya. Seakan mengerti apa yang Taeyeon maksud.

“lagi pula kita sudah pernah tidur bersama.” Tambah Jiyong.

“Yaa !” protes Taeyeon pada perkataan Jiyong yang terdengar ambigu. Tidur bersama bisa diartikan yang lain bukan ?

“ah iya ! aku bahkan sudah pernah menyentuh punggungmu.” Goda Jiyong yang membuat semburat merah di pipi Taeyeon ketara.

“Yaaa ! kapan ?” Taeyeon panik dibuatnya.

“kau yang memintaku untuk memijat punggungmu. Ah tidak, kau memohon bahkan memaksa.”

Mendengar kebenaran yang Jiyong ucapkan membuat Taeyeon benar-benar malu, sampai keakar-akarnya.

“lupakan saja.” Taeyeonpun segera berhambur di samping Jiyong. Berbaring membelakangi Jiyong dengan selimut yang menutupi tubuhnya.

 

To Be Continued

 

Maaf ini updatenya telat !! yang ngikutin aku di wattpad udah tau kan apa alasannya ?

Oke, gak usah dibahas ya

Btw, ini ff tambah gaje kan ?

Oleh karna itu mungkin 3-5 chapter selanjutnya mungkin udah ending.

So, jangan bosen baca yeee

 

Bye !

 

 

Advertisements

30 comments on “All Of A Sudden (Chapter 4)

  1. Gak bosen kok bacanya…
    Seneng bgt akhirnya ada yg update ff gtae…
    Lucu ceritanya…
    Jadi semngat terus thor ngerjakan ff nya…
    Ditunggu next chapter…

  2. momenrnya kurang ㅠㅠ
    upnya cepet yah thor, aku musti balik ke chap 1 buat nginget ceritanyaㅠㅠ fighting

  3. Ya ampun thor akhirnya publis juga, udah nunggu banget kelanjutan ff ini thor…..
    Next ditunggu lanjutannua ya……

    Fighting

  4. gk bkal bosen kox kak
    si seungri rencana evilnya berhasil bnget ,gemes sma sifatnya taenggo
    next chapter jangan lama2 ya kak

  5. Apa jiyong udh mulai ada rasa ama taetae krna klo taetae kyaknya keliatan bgt udh mukai suka ama jiyong…

  6. ini keknya komen aku yang kedua, tapi asli ini late up banget😢 makin late up makin lupa ceritanya, malah imbas banyak yang males baca thor. faster ya updatenya. still waiting

  7. Haa… haha sudah berani membayangkan seperti itu dengan Jiyong & kau ketahuan Tae 😀
    Sudah mulai suka ‘kan dengan Jiyong? 😉
    Memang ya Maknae Seungri super jahil 🙂 Mengunci mereka di dalam kamar ditambah tanpa makanan? Tapi moment mereka jadi lebih banyak & semakin dekat saja mereka berdua 😀 Ciee… 🙂 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s