[FREELANCE] Protect You (Chapter 5)

protect_thumb

Title : Protect You

Length : Chaptered

Author : Chrysalis

Cast : – Kim Taeyeon SNSD

– Byun Baekhyun EXO

Supporting Cast: – Minatozaki Sana Twice

– Lee Mi Joo Lovelyz

– Kim Jong In EXO

Genre : – Romance

– School Life

– Mystery

– Fantasy

Rating : Teenager

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi SM Entertainment !!

Summary :

Permata itu memilihmu. Dia akan menjagamu. Biru yang indah, Sinar yang berkilau. Dengan kekuatan yang tulus, Kau bisa mengalahkannya. Percayalah, Dia pelindungmu. Abaikan bisikkannya, Ikutilah kata hatimu. Kau pasti bisa, Kim Taeyeon.

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4

 

Happy Reading

Preview Chapter 4

“Memangnya aku terlihat aneh?” Keduanya serempak menggeleng.

“Yasudah. Kalau begitu ayo masuk, Biarkan Jongin yang membersihkannya.” Taeyeon hanya mengangguk patuh ketika Baekhyun menyeretnya ke dalam bersama Mijoo. Sebelumnya ia sudah menoleh kebelakang memberikan kode mata pada Jongin –yang telah muncul- untuk membersihkannya atau ia akan tanggung akibatnya. Tentu saja Jongin menurut, Bagaimana pun Baekhyun adalah seniornya. Membuatnya marah bukanlah hal yang baik.

Chapter 5

Keesokan harinya Taeyeon mulai berangkat sekolah seperti biasa, Namun kali ini bersama dengan Baekhyun dan Mijoo. Untuk Jongin, Ia tak menyamar sebagai siapapun, Hanya terus menjadi sosok yang tak terlihat dan menjaga Taeyeon diam – diam tanpa berani bercengkrama lebih dekat takut dimarahi petinggi, Karna Taeyeon adalah tugas seorang Byun Baekhyun sekarang. Sesampainya di sekolah, Sana langsung menyambut mereka dengan hangat.

“Ah, Aku sangat senang kalian kembali. Aku kesepian tau.” Gerutu gadis berdarah Jepang ini sambil memukul lengan Mijoo dan Taeyeon bergantian. Keduanya hanya tertawa.

“Rasanya membosankan tak ada Taeyeon, Semua teman gadismu mengeluh.” Sana masih asyik bercerita tentang kesehariannya kemarin, Melupakan sosok Baekhyun yang sedari tadi berdiri disamping Taeyeon.

“Hey, Sana. Daripada kau terus mengoceh, Lebih baik perkenalkan dirimu. Kita punya teman baru.” Sana langsung menoleh begitu Mijoo memotong perkataannya.

“Ah, Iya kau benar. Annyeong Haseo, Jieun Minatozaki Sana Imnida, Bangapta.” Sana membungkuk hormat pada Baekhyun.

“Annyeong Haseo Jieun Byun Baekhyun imnida. Kau bisa memanggilku Baekhyun.” Balas Baekhyun tak kalah sopan.

Setelah perkenalan singkat itu, Sana mulai berteman baik dengan Baekhyun. Mereka berempat selalu bersama saat istirahat tiba, Hampir melupakan semua teman gadis Taeyeon jika SuHo tak mengingatnya. Baekhyun pun merasa nyaman berada dekat bersama Taeyeon, Mijoo dan Sana. Ketiganya tak memberatkan tugasnya di bumi sebagai Asfyr.

“Jadi kau.. bukan manusia?” Sekarang sudah memasuki istirahat kedua, Mereka berlima-Dengan Jongin yang tak terlihat- sedang berbincang seru di atap sekolah.

“Yah, Begitulah. Apa kau merasa keberatan dengan fakta itu?” Tanya Baekhyun melihat tatapan Sana yang begitu aneh terhadapnya. Sejujurnya Baekhyun sedikit tak nyaman di tatap seperti itu, Ia bukanlah monster pemakan manusia asal Sana tau.

“Sebenarnya sih iya, Tapi bagaimana lagi. Kau sudah membuktikannya tadi.”

Yap, Baekhyun membuktikan bahwa ia seorang Asfyr. Taeyeon tertidur, Dan Baekhyun menghilang untuk menjaga Taeyeon dalam mimpinya. Sungguh, Sana maupun Mijoo begitu heboh ketika mendapati Taeyeon terbangun dan langsung menemukan Baekhyun berada di sampingnya. Mereka semua tak percaya, Namun mata membuktikan semuanya, Terlebih ketika Baekhyun mengeluarkan kekuatannya yaitu cahaya, Memanggil Jongin dan masih banyak lagi sampai membuat Sana dan Mijoo percaya.

“Aku percaya pada Baekhyun. Ia sudah melindungiku beberapa kali dari para Cuzfer. Bagaimana dengan kalian?” Mata Taeyeon bintang – bintang menatap keduanya sahabatnya. Tangannya terulur mengusak rambut Baekhyun, Memberikannya kenyamanan.

“Aku mempercayainya. Terlebih aku sudah pernah melihat betapa nyatanya Cuzfer.” Ungkapan Mijoo secara tak langsung membuat Sana melebarkan mata.

“Kau.. Sungguh?” Tanpa ragu Mijoo mengangguk mantap, Sorot matanya begitu yakin.

“Selain menyeramkan, Mereka juga kuat. Bahkan hampir membunuhku dan juga Taeyeon.” Tangan Baekhyun langsung mengelus pundak Mijoo berniat untuk menyudahi cerita tersebut. Ia hanya tak ingin membuat Taeyeon kembali mengingat kejadian penyerangan kemarin, Tampaknya gadis itu sedikit trauma.

“Baiklah. Aku percaya, Aku percaya dengan kalian semua. Terutama dirimu Kim Taeyeon, Aku akan melindungimu juga. Kau sahabat terbaikku.”

Tak bisa dihindarkan lagi, Keempatnya saling berpelukan erat menyalurkan rasa kebahagiaan masing – masing. Tak peduli bahwa sedari tadi Baekhyun menyadari seseorang mengintai mereka, Jongin pun menyadarinya. Namun mereka lebih memilih diam, Berniat tak ingin mengacaukan suasana.

~*~*~

“Taeyeon.”

Begitu bel pulang berbunyi, Baekhyun tiba – tiba sudah muncul didepan kelas Taeyeon. Menyuruh gadis itu keluar sebentar untuk berbicara. Setelah membereskan peralatan tulisnya Taeyeon pun segera menghampiri Baekhyun, Ia tak ingin membuat pria itu semakin lama menunggu.

“Ya, Ada apa Baek?” Sejujurnya Taeyeon sedikit khawatir, Tingkah Baekhyun sedikit aneh.

“Kau tau, Walaupun aku seorang Asfyr, Kini aku sedang menyamar menjadi seorang manusia. Aku pun harus bertingkah layaknya siswa sewajarnya, Mengerjakan tugas, Melakukan-“

“Jadi kau tak bisa pulang bersama karna tugas kelompok?” Potong Taeyeon yang sayangnya tepat sasaran.

“Lho, Memangnya tak bisa diundur? Atau Jongin saja yang menyamar menjadi dirimu. Bukan’kah kalian memiliki sebuah kekuatan?” Posisi mereka sedikit lebih tak terlihat karna perbincangan sudah mulai rahasia.

“Tidak bisa, Tak apa – apa kan?” Taeyeon nampak kecewa, Sangat.

“Bukan’kah kau sudah berjanji?”

“Janji? Janji apa?”

Sekarang dahi Taeyeon menyerngit, Matanya menatap Baekhyun tak percaya. Perkiraannya benar, Tingkah Baekhyun aneh sekali. Ia baru saja akan berucap ketika sebuah tangan menariknya kuat kebelakang, Membungkam mulutnya dengan cepat dan tiba – tiba tempat ia pijaki berubah, Menjadi sebuah ruangan bernuansa biru langit. Jantungnya mencelos ketika melihat Baekhyun dihadapannya menyeringai seram.

“Terkejut Kim Taeyeon?”

Bukan terkejut lagi, Taeyeon benar – benar merasa ketakutan setengah mati sampai bahunya bergetar tak karuan.

“Tenanglah Taeyeon.”

Kepalanya langsung menoleh begitu mendengar suara lembut Baekhyun disampingnya. Wajahnya pucat basi ketika sadar bahwa yang menarik dan membungkam mulutnya adalah Byun Baekhyun. Dan begitu ia menoleh kedepan sosok Baekhyun yang menyeringai itu sudah hilang, Terganti sosok berjubah hitam yang menyerangnya kemarin. Otaknya memproses dengan cepat, Ia tau bahwa tadi adalah sebuah jebakan. Ya Tuhan.

“Kau baik – baik saja?” Baekhyun menyingkirkan tangannya dari mulut Taeyeon, Memaksa gadis itu untuk berbicara.

“Kau.. Byun Baekhyun?” Taeyeon ketakutan. Ia refleks menjauh.

“Aku Byun Baekhyun. Aku menolongmu saat menyadari bahwa dia ingin menculikmu, Sekarang kau berada di dunia mimpi Taeyeon. Aku akan segera mengirimmu ke dunia nyata.”

“Tidak secepat itu Byun Baekhyun.” Keduanya serempak menoleh pada Cuzfer.

Taeyeon memekik ketika Baekhyun menariknya, Melindunginya dibalik punggungnya. Jantungnya semakin berdegup kencang ketika menyadari hawa tak enak menyebar disekitarnya. Seakan – akan menguras habis oksigen disini membuatnya merasa sesak, Tetapi sesaat kemudian hawa itu menghilang ketika menyadari tubuh Baekhyun sedikit bercahaya. Apa karna dia?

“Aku akan tetap menembus pertahananmu Byun, Membuatnya mati kehabisan nafas disini.” Sang Cuzfer tertawa jahat, Membuat Taeyeon semakin merapatkan tubuhnya pada Baekhyun. Dimatanya sekarang banyak sekali sekelebat bayangan hitam mencoba menembus perisai cahaya yang dibuat oleh Baekhyun, Namun tampaknya tak berhasil. Taeyeon akui, Perisai ini cukup kuat.

“Kau tak akan pernah bisa melukainya, Tak akan pernah bisa.” Teriak Baekhyun kencang yang seketika membuat puluhan bayangan hitam itu lenyap. Mata Taeyeon melebar takjub.

“Lalu, Bagaimana dengan ini?”

Tiba – tiba Taeyeon merasakan sentakkan pada bahu Baekhyun, Karna penasaran gadis ini berjinjit berniat mengintip apa yang sedang terjadi, Namun ia begitu menyesal saat melihat Jongin berada di bawah kendali Cuzfer jahat itu. Hatinya meringis takut melihat wajah Jongin yang penuh luka, Apa pria itu bertarung?

“Sialan, Apa yang kau lakukan padanya!?” Seru Baekhyun marah, Tangannya mengepal kuat dan suara gemertak dari dalam mulutnya membuat Taeyeon merasa yakin jika amarah benar – benar menyelubungi mereka. Terlebih tiba – tiba perisai cahaya yang Baekhyun buat menipis. Lutut Taeyeon mendadak lemas, Matanya bergerak liar mencari jalan keluar dari ruangan ini. Namun nihil, Mereka terjebak.

“B-baekhyun. Aku ingin terbangun, Tolonglah. B-bagaimana caranya?” Taeyeon mulai menangis. Baekhyun menoleh lalu tersenyum menenangkan, Tangannya terulur mengelus pipi Taeyeon, Menghapus sebuah aliran air disana.

“Tatap mataku.”

Keduanya berkontak mata, Taeyeon bisa melihat mata Baekhyun berkilat biru dengan indah. Namun baru saja ia ingin tersenyum tiba – tiba keduanya dikejutkan dengan teriakan Jongin.

“Serang mereka Kim Jongin, Dan bawa gadis itu untukku.”

Baekhyun langsung memundurkan langkah begitu Jongin mendekat kearah mereka. Ia bisa rasakan tangan Taeyeon gemetar ketakutan dan isakkannya mulai terdengar. Karna tak tahan ia langsung berbalik lantas memeluk Taeyeon dengan erat. Diam – diam dirinya membuat perisai berharap dapat menghambat langkah Jongin melukai mereka.

“J-jongin, Bagaimana?” Baekhyun mengelus punggung Taeyeon lembut, Dilanjut dengan kecupan manis di dahi.

“Aku akan mengirimmu ke dunia nyata, Setelah itu pergi menemui kedua sahabatmu dan berlari ke tempat ramai oke? Aku yakin mereka tak akan menyerangmu ditempat umum. Terakhir, Jangan tidur.” Kata Baekhyun lalu mempertemukan tatapan mereka. Namun hatinya terenyuh saat melihat tatapan Taeyeon begitu mengkhawatirkannya. Tetapi ia berusaha untuk mengabaikannya, Menyelamatkan Taeyeon adalah tugas utamanya. Tak ada yang lebih penting dari itu,

“Biarkan aku terus-“

“Sstt, Aku menyayangimu.”

Detik berikutnya tubuh Taeyeon pun lenyap bak ditelan bumi. Menghilang tanpa sisa begitu saja, Baekhyun menatap kepergian Taeyeon dengan nanar. Namun ia langsung sadar bahwa ada hal yang akan terjadi yang mungkin bisa saja mengacaukan semuanya, Geraman itu, Geraman seorang Cuzfer. Ia tau tanda itu.

Tetapi ia juga tak bisa meninggalkan Jongin begitu saja sekarang, Baekhyun tak ingin bangsanya kembali diculik Cuzfer dan menjadikan mereka sebagai budak. Kepalanya refleks menggeleng, Tidak, Itu tak boleh terjadi.

“Maafkan aku Kim Taeyeon.”

Tepat setelah itu, Perisai Baekhyun pun lenyap. Jongin menantinya.

~*~*~

Saat tersadar, Taeyeon langsung menyadari bahwa dirinya berada di UKS. Ditemani Mijoo dan juga Sana. Mereka sangat antusias begitu dirinya tersadar, Bahkan sampai memeluk dengan erat. Tetapi otak Taeyeon memproses sangat cepat, Ia ingat pesan Baekhyun. Ia harus segera membawa kedua sahabatnya ke tempat yang aman, Tempat ramai.

“Ada apa Taeyeon?” Sana orang pertama yang menyadari perubahan raut wajah Taeyeon.

“Dengarkan aku baik – baik. Aku mempercayai kalian, Kalian juga mempercayaiku bukan? Sekarang kita harus segera pergi ketempat ramai, Nanti akan kujelaskan.”

“Sebenarnya ada apa? Kemana Baekhyun?” Mijoo menangkis tangan Taeyeon begitu dia ingin menyeretnya pergi. Sana tersentak, Taeyeon membulatkan matanya kaget.

“Aku akan menjelaskannya nanti, Sekarang ayo kita pergi.” Lagi, Mijoo melakukannya. Sekarang Taeyeon nampak jengkel.

“Kemana Baekhyun!?”

Sana langsung bergerak menahan tangan Mijoo yang hendak mengguncang tubuh Taeyeon karna gadis itu tak menjawab pertanyaannya. Mendadak kepalanya pening saat merasakan Mijoo memekik dan mendorongnya sampai jatuh. Mata Taeyeon mendelik tajam, Merasakan hawa berbeda yang menguar. Ia tetap tenang walau jantungnya berdebar kuat, Perlahan tangannya terulur berniat menolong Sana namun gerakannya terhenti ketika lampu di ruang UKS padam. Keduanya memekik bersama, Terkejut.

“M-mijoo?” Aku Sana.

Taeyeon bisa merasakan deru nafas seseorang ditengkuknya, Seketika ia merinding. Sana menggapai uluran tangannya dan Taeyeon menghela nafas dengan berat. Hawa negatif ini, Ia tau. Berhasil tak berhasil Taeyeon harus segera bertindak, Ini untuk keselamatan dirinya dan juga kedua sahabatnya yang secara tak langsung terlibat.

“Sana, B-berdirilah.” Taeyeon langsung mengutuk dirinya sendiri begitu suara yang keluar bergetar ketakutan. Namun mau bagaimana lagi? Ini benar – benar mencekam. Nyawa mereka terancam.

“Satu.. dua.. tiga.. LARI!!”

BRAK!

Pintu UKS langsung terbuka begitu Taeyeon dobrak bersama Sana. Melupakan Mijoo sejenak keduanya berlari terbirit – birit meninggalkan UKS. Menelusuri lorong sekolah yang sudah sepi tanpa adanya tanda – tanda kehidupan. Genggaman Taeyeon pada Sana semakin mengerat ketika mereka telah berhasil keluar dari wilayah sekolah. Tanpa babibu lagi keduanya pergi menuju tempat keramaian, Yap, Apalagi jika bukan trotoar. Kebetulan sekali banyak orang yang berlalu lalang saat itu, Jangan lupakan juga aktivitas lalu lintas yang ramai pula.

Tak ada yang berbicara selama beberapa menit, Mereka sibuk menstabilkan nafas yang terputus – putus sampai suara Baekhyun terdengar di kepala Taeyeon.

T-taeyeon?”

“Baekhyun!” Sana menoleh lantas menyerngit bingung.

Apa kau baik – baik saja disana?”

“Ya, Aku baik – baik saja, Sana bersama denganku sekarang. Tapi Mijoo..” Seketika ucapan Taeyeon menggantung, Entah kenapa rasa bersalah mulai merasuki perasaannya. Ia menggigit bibir bawahnya cukup kencang, Sebenarnya khawatir dengan keadaan Mijoo sekarang. Melihat reaksi Taeyeon buru – buru Sana memeluk gadis itu, Berusaha menenangkannya.

Aku tau. Kau tak melukainya’kan? Dia sedang dibawah kendali seorang Cuzfer.

“Ya, Semoga saja gadis itu baik – baik saja.” Baekhyun mengangguk walaupun Taeyeon tak bisa melihatnya.

“Baekhyun, Bagaimana dengan keadaan Jongin di sana?” Sana memejamkan mata, Mempererat pelukan terhadap Taeyeon, Berharap mendapatkan kabar baik darinya.

Dia berhasil sadar, Tepat setelah hampir membunuhku hahaha,” Mata Taeyeon membulat sempurna.

“Baek, Itu sama sekali tak lucu. Apa kalian berdua baik – baik saja?”

“Ya, Kami berdua baik – baik saja.”

Serempak keduanya menoleh, Menatap terkejut sosok Baekhyun yang sedang memapah Jongin di pundaknya. Namun bukan itu pusat perhatian mereka, Melainkan kondisi Baekhyun yang cukup mengerikan. Ada darah yang mengalir dari lututnya yang terluka, Pelipisnya pun berdarah dan jangan lupakan wajahnya yang penuh memar. Keadaan Jongin pun tak kalah menyeramkannya dari Baekhyun, Kesadarannya bahkan seperti diambang batas, Membuat Baekhyun tampak kesulitan membawa pria itu.

“Ya Tuhan, Baekhyun!” Taeyeon langsung bergerak cepat membantu Baekhyun memapah Jongin di sisi trotoar. Tak peduli bahwa sedari tadi banyak mata yang menatap mereka iba.

“Apa kalian membawa sesuatu seperti wangi – wangian agar kesadarannya benar – benar pulih?” Tanya Baekhyun cepat sambil sesekali menepuk pipi Jongin. Tiba – tiba tangan Sana terulur padanya, Sebuah parfum terdapat disana. Keduanya berkontak mata lantas Sana mengangguk.

Segera Baekhyun menyentak tutup botol parfum tersebut dan mengoleskan sedikit isinya pada bawah hidung Jongin. Setelah menyerahkannya kembali pada Sana, Baekhyun kembali melanjutkan aktivitasnya –Menepuk pipi Jongin.

Jika kalian bertanya apa yang Taeyeon lakukan, Gadis itu sedang mengecek denyut nadi Jongin melalui telapak tangannya yang ternyata cukup lemah. Matanya berkaca – kaca dan diam – diam menangis. Tak hanya khawatir akan keadaan Jongin, Ia juga amat khawatir dengan keadaan Baekhyun. Lihatlah dahinya yang tampak mengkerut akibat menahan sakit dan bibirnya yang gemetaran karna sudut bibirnya yang sobek. Ya Tuhan, Sebenarnya apa yang terjadi.

“Kalian.. Ya Tuhan, Aku takut.” Kata Taeyeon dengan intonasi nada yang rendah, Namun jangan mengira Baekhyun tak mendengar, Ia mendengarnya.

Baekhyun menoleh, Menatap Taeyeon dengan begitu intens. Jantungnya berdegup kencang melihat air mata yang terus mengalir dari kelopak mata indahnya. Entah dorongan dari mana tangan Baekhyun terulur menyeka air mata tersebut membuat konsentrasi sang gadis terganggu. Ia ikut mendongak dan menatap Baekhyun dalam. Cukup lama sampai membuat mereka tak sadar dengan apa yang tengah mereka lakukan.

Berciuman.

Baekhyun menyerap rasa takut Taeyeon, Itu yang ia lakukan.

“Jangan takut, Aku ada disini, Aku baik – baik saja..”

~*~*~

Mijoo membuka kelopak matanya dengan perlahan, Cahaya terang langsung menyambutnya bersamaan dengan tangannya yang terasa sakit begitu Mijoo menggerakannya, Sepertinya ia tertidur dalam posisi yang salah. Setelah mengubah posisinya menjadi duduk Mijoo baru menyadari bahwa ia tengah berada di UKS. Sendirian.

Betapa takutnya Mijoo saat ini.

Ia bangkit, Dengan langkah tertatih mendekati pintu berniat pergi. Namun begitu knop pintu di putar matanya melebar, Terkunci. Rasa panik itu menjalar dengan cepat sampai ke kepala.

“T-tolong!” Teriaknya dan berusaha untuk mendobrak.

“Tolong!” Masih berusaha,

“TOLONG!!” Sayangnya gagal. Pintu ini mutlak tak bisa dibuka dan betapa sialnya ia mengetahui tak ada sesuatu yang bisa dipakai untuk mencari bantuan; ponsel. Mijoo baru ingat jika tasnya tertinggal di dalam kelas saat perjalanan membawa Taeyeon ke UKS.

“Taeyeon..”

Tubuh Mijoo bak terpukul, Kepalanya langsung menoleh pada ranjang UKS disampingnya yang tampak berantakan. Ia yakin pasti sebelumnya ranjang itu ditempati oleh Taeyeon, Namun kenapa sekarang Taeyeon menghilang? Sana juga tak ada. Ketika Mijoo berusaha mengingat tiba – tiba pintu UKS di ketuk dari luar.

“Apa ada orang di dalam?”

“YA! TENTU SAJA! TOLONG KELUARKAN AKU!”

Sebenarnya Mijoo tak bermaksud untuk berteriak namun rasa syukur mengalahkan semuanya. Detik selanjutnya dobrakan pun terdengar, Mijoo terkejut. Dobrakannya kuat sekali, Jadi wajar saja disaat hitungan ketiga pintu pun terbuka. Menampilkan sosok yang menyelamatkannya.

“D-do.. Kyungsoo?”

Bersambung~

A/N : Haii, Kalian semua yang sudah membaca sampai sejauh ini. Aku sungguh berterimakasih atas segala dukungan kalian terhadap ceritaku mau itu like atau pun komentar, Aku amat senang J. Dan bagi para silent riders, Aku juga berterimakasih karna kalian mau membaca ceritaku walau kau tak meninggalkan jejak T.T Aku minta maaf jika aku kembali lambat dalam urusan meng-update, Jeongmal Mianhae. Sampai jumpa di chapter berikutnyaa dan maaf untuk chapter ini jika kurang memuaskan ^^

Advertisements

23 comments on “[FREELANCE] Protect You (Chapter 5)

  1. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s