[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 9)

 

important-sequence1_thumb1_thumb_thumb

Important Sequence

《 Hurt Part.9 》

Author : YHighPi | Cast : Baekhyun (EXO), Taeyeon (SNSD), Tiffany (SNSD), and Jiyong (Bigbang) | Genre : Romance, Friendship | Lenght : Chaptered | Rating: Teen

Thanks to Veokim @ Poster Channel for the poster

Disclaimer:

Tokoh bukan milikku, aku hanya meminjam. Plot cerita murni dari kepalaku.

Preview: Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8

 

Taeyeon dengan cepat mengikat tali sepatunya lalu berjalan keluar dari apartemen. Ia masih melakukan kegiatan jogging pagi walaupun kemampuan bernafasnya sudah membaik. Entah karena sudah menjadi kebiasaan atau karena merindukan seseorang.

“Sendirian? Ke mana pangeranmu?” Jiyong yang entah muncul dari mana sedikit mengejutkan Taeyeon.

“Pergi,” Jawab Taeyeon ala kadarnya. ia malas harus berinteraksi Jiyong. Pertama, karena kejadian Jiyong memaksanya menjawab saat di kedai makan satu minggu lalu. Kedua, karena Taeyeon sedang bad mood saat ini.

“Maaf yang waktu itu, aku hanya terlalu bingung dengan perasaanku sendiri.” Seolah dapat membaca pikiran Taeyeon, Jiyong tiba-tiba meminta maaf.

“Iya,” Lagi, Taeyeon menjawab pendek dan padat.

“Baekhyun pergi ke Inggris kau tahu ?”

Taeyeon menggeleng. Ia tidak tahu  lelaki itu pergi ke luar negri. “Ada urusan apa Baekhyun ke Inggris?” Akhirnya Perempuan Kim itu bertanya.

“Ia mendatangi acara pertunangannya dengan Krystal Jung, nanti sore Jessica baru menyusul.”

Langkah Taeyeon terhenti seketika. “Kau serius?” Tanyanya lagi. Jiyong mengangguk. “Kenapa aku harus bercanda ?”

Kemarin, Baekhyun berhasil membuat Taeyeon merasakan sakit hati. Lalu sekarang apa ? Ingin membuat Taeyeon menangis juga ? Ya Tuhan apa salah Taeyeon pada Baekhyun ?

“Aku pulang duluan,” Ujar Taeyeon sembari memutar arah. Padahal ia baru sebentar berjogging pagi.

Jiyong menatap punggung Taeyeon yang menjauh darinya. Percuma ia berbohong saat ini. Toh, akhirnya perempuan itu akan tahu yang sebenarnya.

***

Menangis kencang. 

Itulah yang dilakukan Taeyeon ketika pulang berjogging kemarin. Membuat Tiffany panik karena ia menangis tanpa alasan. Bukan tanpa alasan sebenarnya tapi, lebih ke menutupi alasannya. Taeyeon tahu kegiatan itu konyol untuk ukuran dirinya yang sudah cukup berumur. Tetapi mau bagaimana lagi ? Air matanya keluar begitu saja tanpa dapat dibendung.

Sakit hati bukan berarti Taeyeon mengurung diri dan tidak melakukan apapun. Ia masih berlatih dan melakukan kegiatan normalnya. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang adalah menunggu Baekhyun pulang dan meminta penjelasan dari lelaki itu. Tinggal satu hari lagi, Taeyeon harus bersabar.

“Kenapa tidak memberi tahuku kau bertunangan Byun Baekhyun? Aku ini Nuunamu, kau sendiri yang mengatakannya. Dasar adik kurang ajar.” Taeyeon menggeleng, ia mencoret skenario itu dari otaknya. Terlalu panjang, bisa-bisa ia menangis di tengah berucap. Otaknya berputar, mencari ide lain.

“Kau bertunangan ? Kenapa tidak memberitahu ?” Sekali lagi Taeyeon menggeleng, terkesan terlalu serius.

Ctak !

“Ini bagianmu maju Taeyeon, fokus !” Ujar Hyoyeon ketika Taeyeon mengerjap sadar. “Maaf.” Ucapnya pelan.

“Istirahat sampai jam 3 sore, nanti jam 3 kita lanjutkan.” Tiba-tiba Tiffany berucap, ia tahu Taeyeon dan lainnya butuh istirahat. Latihan menggunakan high heels di atas panggung benar-benar melelahkan. Usai Tiffany memberi pengumuman yang langsung disambut baik oleh anggota SNSD lain, Taeyeon berjalan ke ujung panggung dan duduk di sana.

“Kau tidak ingin pulang ?” Pertanyaan dari Tiffany membuat Taeyeon mendongak. Ia menerima sodoran botol air dan ponsel dari Tiffany lalu menggeleng. “Kalau begitu aku duluan, aku sudah menyimpan nomor Baekhyun di ponselmu, coba telfon dia.” Taeyeon hanya tersenyum tipis untuk mengiyakan Tiffany. Maniknya terlempar untuk menatap orang-orang di ruang teater yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Lalu, ia mengganti pandangan ke ponselnya.

Jemari Taeyeon bergerak lincah di atas layar benda flat bercahaya itu. Lalu, gerakkan lincahnya berhenti seketika ketika layar menampilkan kontak Baekhyun.

Telfon dia.

Ragu, Taeyeon nyaris menekan tombol panggil. Tapi sebelum Taeyeon sempat menelfon Baekhyun, lelaki itu mendahuluinya. Tak perlu waktu lama bagi Taeyeon untuk berpikir apakah ia akan menjawab atau menolak panggilan itu. Ia memilih untuk menjawab.

“Nuuna di mana?

Taeyeon memejamkan matanya, mencoba untuk menghalau rasa sakit yang kembali muncul dari dalam dadanya.

“Aku di panggung, kau masih di Inggris? Bagaimana pertunangannya?” Taeyeon bersyukur ia dapat berbicara dengan biasa tanpa terselip sedikit pun nada sedih.

“Iya, London keren sekali, Nuuna. Oh, Nuuna tahu soal pertunangannya? Sempat ada masalah di awal lalu Jessica Sunbae datang dan semuanya berjalan lancar.

“Oh,” Dua huruf itu meloncat dari mulut Taeyeon. Pantas kemarin bukan Jessica yang datang ke rapat tapi, perwakilan dari butiknya

“Kau terlihat sedih, kenapa ?”

Taeyeon tertawa dalam hati. Bagaimana bisa Baekhyun menggunakan kata “terlihat” sedangkan lelaki itu saja tidak melihatnya. “Entah, merindukanmu mungkin,”

“Kalau begitu angkat kepalamu dan tatap aku.

Taeyeon mengangkat kepala yang sedari tadi ia tundukkan dan terkejut mendapati Baekhyun berdiri di lantai bawah panggung. “Sejak kapan kau di sit ?” Panik Taeyeon bertanya, jangan sampai Baekhyun melihatnya menahan tangis.

“Sejak kau mengangkat telfon dan terus menerus memandangi high heelsmu itu.” Jawab Baekhyun. Baiklah, dua kali sudah Baekhyun menangkap Taeyeon dengan kondisi sangat memalukan.

“Kenapa kau sedih?” Tanya Baekhyun sembari menatap Taeyeon tepat di matanya.

Taeyeon terdiam seketika, ia tahu jawaban dari pertanyaan Baekhyun tapi lidahnya terlalu kelu untuk menjawab. Akhirnya setelah beberapa sekon lewat, perempuan itu membuka mulut, “Mundur,” Sayangnya bukan jawaban yang di dapatkan Baekhyun, tetapi sebuah perintah. Kendati begitu, Baekhyun menurut. Ia mundur dua langkah.

Usai Baekhyun menciptakan jarak antara dirinya dan panggung, Taeyeon dengan mudah loncat turun dari panggung lalu berdiri menatap Baekhyun. “Karena kau bertunangan,”  Ucapnya.

Mendengar jawaban Taeyeon, Baekhyun tertawa geli. “Siapa yang bertunangan?” Ujarnya di sela tawa. Taeyeon menaikkan satu alisnya. “Kata Jiyong Sunbae kau dan Krystal-”

“Yang benar Jong In dan Krystal. Lagipula itu kata Jiyong Sunbae, kenapa kau percaya ?”

Taeyeon mengutuk dirinya dalam hati. Kenapa pula kebodohannya harus ia pelihara hingga sekarang. “Aku kira benar, karena-”

“-karena itu menyangkut adikmu yang terimut ini, kan?” Lagi, Baekhyun memotong. Taeyeon melayangkan tinju ke lengan Baekhyun walaupun ucapan lelaki itu ada benarnya. Hanya saja, tolong ganti kata “adikmu yang terimut” menjadi “orang yang kau suka ” maka kalimat itu akan Taeyeon benarkan.

“Bukan itu jawabannya, tapi karena aku menyukaimu,” Ujar Taeyeon tiba-tiba. Baekhyun langsung berhenti tertawa dan memfokuskan pandangannya ke Taeyeon. “Sebagai kakak ke adik, kan?”

Taeyeon menggeleng. “Aku menyukaimu Byun Baekhyun, sebagai perempuan ke lelaki,”

“Aku juga menyukaimu, mungkin sebagai adik ke kakak. Jadi-”

“Mungkin? Berarti kau tidak yakin kau menyukaiku sebagai kakakmu. Lagipula pertama kali kau berkata menyukaiku kau belum tahu aku lebih tua darimu. Kenapa? Kau menyesal menyukai orang yang lebih tua sepertiku?” Sela Taeyeon cepat.

“Aku tidak pernah menyesal menyukaimu karena kau lebih tua. Tapi, aku menyesal menyukaimu padahal aku tidak bisa melindungimu, Taeyeon.” Taeyeon menahan nafasnya sesaat, raut Baekhyun yang selalu ceria berubah menjadi sendu. Ini pertama kalinya ia melihat hal seperti itu.

“Aku senang kau juga menyukaiku, perasaanku terbalas dan itu menyenangkan. Tapi, Banyak orang yang membencimu karena aku, aku tak ingin kau terluka, tetapi aku tidak bisa melindungimu. Jadi, berhenti menyukai lelaki pengecut seperti diriku,” Ucapan Baekhyun berikutnya berhasil membuat mata Taeyeon berkaca-kaca. Tapi, lelaki itu belum selesai, ia masih melanjutkan ucapannya.

“Soal janjiku, aku akan menepatinya hingga akhir pentas seni. Setelah itu kita akan kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing dan saling melupakan, terimakasih untuk hari-hari yang menyenangkan selama ini, aku-”

Plak !

Taeyeon tak mengizinkan Baekhyun menyelesaikan ucapannya. Ia lebih dahulu menampar lelaki itu. Hatinya menjerit kesakitan melihat Baekhyun dengan wajah terluka, tapi kemarahannya mendominasi saat ini.

“Terimakasih karena kau membuatku bahagia dan melukaiku secara bersamaan. Aku akan menuruti kemauanmu untuk tidak menyukai lelaki pengecut seperti dirimu, Terimakasih sudah mengajariku banyak hal, Baekhyun.” Suara Taeyeon terdengar bergetar dan itu menjadi ucapan terakhir untuk Baekhyun sebelum Taeyeon berlari keluar dari ruang teater sembari menangis kecil. Taeyeon tak peduli orang-orang menatapnya aneh yang penting untuk sekarang adalah pergi sejauh-jauhnya dari Baekhyun.

Sedangkan Baekhyun terdiam dan bertahan pada posisinya. Katakanlah dia pengecut, sialan, penakut, atau segudang kalimat sejenis. Itu memang benar. Percakapannya dengan Jessica saat di pertunangan Krystal kembali terputar.

“Jika kau menyukainya pasti kau akan melindunginya sejahat apapun fansmu. Aku tidak tahu apa yang dipikiranmu hingga melakukan tindakan seperti ini Baek. Tapi, ingat ini baik-baik, seberapa besar usaha yang kau lakukan agar Taeyeon menjauh darimu ataupun membencimu, dia akan tetap menyukaimu dalam jangka lama. Dan ketika takdir menakdirkan kalian bersama maka kalian akan bersama.”

Apa yang membuatnya mundur ?

Rasa takut.

Karena itu Taeyeon tidak pantas menyukai lelaki seperti dirinya. Masih banyak lelaki lain yang dapat melindungi perempuan itu dan tidak memiliki sifat pengecut layaknya ia.

Baekhyun menghela napas. Ia memejamkan matanya, mencoba mengubur perasaannya terhadap Taeyeon.

Mianhae Taeyeon-ah.

.

.

.

Tbc.

Advertisements

13 comments on “[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 9)

  1. kenapa pendek sekali 😢😢 yaampun baekhyun, kenapa harus mundur. terus perjuangin kali cinta nya udah sama sama suka ini. makin seru aja nih ceritanya. next chapter ditunggu ☺☺

  2. Baekhyun jahat banget,taeyeon jangan nangis dongg
    Seru kok,tapi agak pendek
    Next lebih panjang ya thor
    Fighting

  3. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s