[FREELANCE] Protect You (Chapter 4)

protect

Title : Protect You

Length : Chaptered

Author : Chrysalis

Cast : – Kim Taeyeon SNSD

– Byun Baekhyun EXO

Supporting Cast: – Minatozaki Sana Twice

– Lee Mi Joo Lovelyz

– Kim Jong In EXO

Genre : – Romance

– School Life

– Mystery

– Fantasy

Rating : Teenager

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi SM Entertainment !!

Summary :

Permata itu memilihmu. Dia akan menjagamu. Biru yang indah, Sinar yang berkilau. Dengan kekuatan yang tulus, Kau bisa mengalahkannya. Percayalah, Dia pelindungmu. Abaikan bisikkannya, Ikutilah kata hatimu. Kau pasti bisa, Kim Taeyeon.

Happy Reading

Preview Chapter 3

“Ck, Sial!”

Tanpa babibu lagi Baekhyun memejamkan matanya, Menggunakan jalur telepati untuk meminta pertolongan. Jika ini tak segera dilakukan, Cepat atau lambat mereka akan mendapatkan Taeyeon. Dan sebagai pelindungnya, Baekhyun tentu tak akan membiarkan hal ini terjadi.

Kim Taeyeon adalah prioritas utamanya.

Chapter 4

“Aku akan mengacaukannya Byun.”

Pria berjubah itu kini sudah tepat berada disamping Kim Taeyeon yang tengah tertidur pulas. Senyum menyeramkan itu nampak jelas terlihat ketika tudung jubah yang ia kenakkan sedikit terangkat. Matanya menatap tajam Taeyeon dari atas sampai bawah lalu mendecak.

“Kau kurang beruntung sekali, Bocah.”

Dengan sekali gerakan tangan itu mencekik leher Kim Taeyeon dengan kuat. Menyentak gadis itu yang sedang tertidur, Tetapi ia tak terbangun. Pria ini mencegah Taeyeon bangun dari tidurnya. Ia begitu senang melihat Kim Taeyeon tersiksa, Ia akan terluka dalam dunia nyata dan juga mimpinya. Ini rencana awalnya, Setelah itu ia hanya akan menunggu kabar bahagianya. Terdengar mudah bukan?

Namun belum sempat ia menguatkan cengkramannya seseorang datang memukul tubuhnya dari belakang membuatnya terjatuh. Ketika ia menoleh, Seorang gadis kembali memukulnya dengan sebuah raket. Ia pun terjatuh untuk kedua kalinya, Tapi dapat dengan mudah bangkit dan tersenyum remeh pada sang gadis. Mijoo yang ditatap hanya memundurkan langkahnya. Ia pun tak tau bagaimana keberanian itu datang. Tetapi ketika ia melihat bagaimana pria itu mencekik Taeyeon rasanya Mijoo ingin sekali membunuh pria itu hidup – hidup.

“Apa urusanmu, huh?” Mijoo menengguk salivanya paksa, Kemudian tanpa ia sadari hawa tak enak mulai menguar. Seakan – seakan merebut semua oksigen disana.

“Kau ingin membunuh sahabatku! Jelas itu urusanku! Aku harus mencegahmu pria aneh!” Seru Mijoo cukup keras. Ia memejamkan matanya sekilas ketika melihat pria itu tertawa kuat. Jantungnya berpacu melihat kilatan merah dalam matanya, Otaknya tak bisa berpikir jernih sekarang. Mijoo rasa dihadapannya ini bukan manusia. Mungkin iblis? Entahlah.

Detik selanjutnya Mijoo berteriak kaget karna raket yang ia pegang terlempar jauh begitu saja dengan kuat. Menghancurkan bingkai yang terdapat pada meja nakas milik Taeyeon. Tak hanya itu, Kejadian ganjil mulai terjadi, Seperti ia yang terjatuh begitu saja dan sesak nafas. Sosok pria dihadapannya kembali tertawa, Lebih tepatnya tertawa remeh.

“Kau menghambat tugasku gadis cantik, Sebaiknya kau-“

“Uhuk! Uhuk!”

Keduanya serempak menoleh, Kim Taeyeon tersadar dari tidurnya dan terbatuk dengan keras, Sepertinya efek cekikkan yang ia dapatkan sebelumnya. Mijoo membulatkan matanya terkejut, Rasa sesak sudah berhenti menyerangnya namun yang ia takutkan pria itu kembali menyerang Kim Taeyeon.

“Siapa kau!?”

Pria itu tertawa lagi ketika melihat ekspresi ketakutan yang tergambar jelas dalam wajah Taeyeon. Matanya yang berkilat merah membuat Taeyeon tak ayal semakin ketakutan dan merapatkan dirinya pada headboard ranjang. Kepalanya menggeleng kuat ketika pria itu mengangkat tangannya siap menyentuh wajahnya.

Panggil Jongin, Taeyeon.” Suara Baekhyun berseru nyaring dikepalanya.

Jongin!” Lidah Taeyeon seakan kelu.

PANGGIL JONGIN!” Baekhyun tak pernah menyerah, Dan ia berhasil.

“JONGIN!!”

Tiba – tiba saja sosok itu terlempar jauh ke belakang, Menyentuh dinding kamar Taeyeon dengan kuat. Mijoo maupun Taeyeon sama – sama terkejut. Terlebih ketika pria itu terangkat begitu saja dan terlihat seperti sesak nafas. Hawa negatif semakin menguar, Membuat Mijoo mendekat dan memeluk Taeyeon yang ketakutan. Kedua gadis ini bersembunyi dalam selimut, Tak ada niatan untuk melihat apa yang terjadi.

Selama beberapa menit terdiam dalam posisi tersebut membuat Mijoo merasa pegal. Ia membuka matanya dan menatap Taeyeon yang entah dari kapan sudah menangis. Mijoo memberanikan diri menurunkan selimut dengan perlahan, Matanya memicing menatap kamar Taeyeon yang terlihat sangat berantakan. Namun tak ada tanda – tanda pria menyeramkan itu, Terlebih hawa aneh itu sudah tak terasa. Mungkin sudah pergi.

“Jangan pergi.” Gerakan Mijoo menuruni ranjang terhenti ketika tangan Taeyeon mencengkram lengannya kuat. Mata yang dipenuhi air mata itu menatapnya takut. Seperti sihir Mijoo terdiam, Ia rasa menemani Taeyeon lebih baik untuk saat ini.

“Aku tak akan pergi.” Lalu pelukan Taeyeon pun tak dapat terhindarkan lagi.

Mijoo tersenyum, Ia balas memeluk Taeyeon dengan erat sambil sesekali melirik dinding kamar yang rupanya retak akibat hentakkan tubuh sosok tersebut yang didorong sesuatu. Pelukan mereka terlepas begitu pintu kamar Taeyeon terjeblak terbuka, Pelakunya ialah sang pria mungil yang tak lain adalah Baekhyun. Wajahnya yang khawatir langsung menatap Taeyeon intens.

“Baekhyun..” Taeyeon nampak senang, Dengan cekatan ia menyibak selimut lalu turun menuruni ranjang untuk memeluk Baekhyun dengan erat. Taeyeon menangis dengan kuat, Dan Baekhyun akan dengan lembut mengelus punggungnya. Mereka berdua melupakan keberadaan Mijoo untuk sementara, Lagi pula sang gadis tampak tak keberatan.

“Kau baik – baik saja?” Begitu pelukannya terlepas, Baekhyun segera mengecek keadaan Taeyeon dari atas rambut sampai ujung kaki. Namun gerakannya terhenti ketika Taeyeon menahannya.

“Aku baik – baik saja.” Namun Baekhyun tak percaya.

“Lehermu merah, Pasti akibat cekikkan dia ya.” Taeyeon hanya mampu tersenyum tipis ketika jari lentik Baekhyun menyentuh lehernya. Menyapunya dengan lembut memberikan sensasi tersendiri yang Taeyeon sukai. Tanpa sadar ia memejamkan mata menikmati sentuhan Baekhyun sampai Mijoo menghentikan semuanya.

“Baiklah, Berhenti bermesraan.” Gadis itu langsung bergerak menengahi keduanya. Refleks Baekhyun dan Taeyeon kembali ke dalam dunia nyata, Bukan dunia mereka. Tanpa Taeyeon sadari Mijoo sempat melirik Baekhyun dengan tajam, Entahlah. Gadis ini memiliki pirasat bahwa Baekhyun berbahaya untuk Taeyeon.

“Jangan menyentuh Taeyeon-ku.” Seru Mijoo cepat lalu memeluk Taeyeon dengan erat. Baekhyun yang melihat hanya mampu tersenyum kecil. Ia tau sikap over protektif Mijoo pada Taeyeon, Jadi ia memakluminya.

“Mijoo jangan seperti ini. Baekhyun telah menyelamatkan kita.” Baekhyun tak dapat menyembunyikan senyuman kemenangannya ketika melihat Mijoo terkejut ditempat.

Mangkanya, Jangan salah sangka donk. Batin Baekhyun sebal. Dengan senyum palsu ia menerima permintaan maaf Mijoo akibat ucapannya yang lancang. Tetapi setelah mendapat death glare Baekhyun langsung tersenyum sepenuh dengan tulus, Dalam hati ia berpikir. Dari mana Taeyeon tau ia berpura – pura tersenyum? Apa gadis itu sudah mendapatkan kekuatannya? Bagaimana pun juga Baekhyun itu bukan manusia, Semua dalam dirinya sulit ditebak.

“Sekarang, Kau harus menjelaskan semuanya. Aku tak ingin menunggu.” Tuntut Taeyeon lalu menarik tangan Mijoo dan Baekhyun untuk pergi bersamanya menuju ruang tengah. Kamarnya sudah sangat berantakan untuk dijadikan tempat rapat.

Sesampainya di ruang tengah, Taeyeon langsung memposisikan Baekhyun dihadapannya sedangkan Mijoo disampingnya sebagai partner. Baekhyun sempat berpikir ia adalah terdakwa karna ini seperti proses pengadilan.

“Jadi tolong jelaskan Byun Baekhyun.” Aku Mijoo.

“Tapi sebelumnya berjanjilah untuk tidak memberitahu siapapun.” Keduanya mengangguk dengan serempak, Syarat yang cukup mudah.

“Kami adalah bangsa Asfyr yang berasal dari Adicty, Sebuah planet tak terlihat-“

“Kau bercanda? Kau mengarang cerita pada kami!?” Mijoo tiba – tiba emosi, Tapi tak menutup kemungkinan ada sedikit kepercayaan pada perkataan Baekhyun. Namun tetap saja, Mijoo rasa ia tak bisa menerima ini. Taeyeon yang melihat Mijoo langsung bergerak merangkul lembut pundak gadis itu untuk tetap tenang. Mengabaikan Baekhyun yang malah tersenyum. Taeyeon merutuk dalam hati, Kenapa Baekhyun malah tersenyum tanpa melakukan apapun? Dasar pria aneh.

“Tenanglah Mijoo, Bahkan Baekhyun belum sempat menyelesaikan ceritanya.” Tutur Taeyeon begitu lembut, Seakan mengusir emosi Mijoo yang sempat terpendam. Terbukti dengan sang gadis yang langsung menghela nafas dan kembali siap mendengar cerita Baekhyun. Si pria yang menyadari keadaan kembali normal langsung melanjutkan ceritanya yang tertunda.

“Planet yang sangat jauh diluar angkasa sana dan tak pernah bisa digapai oleh manusia. Untuk dapat mempertahankan planet kami yang tak terlihat, Kami harus menjaga sebuah permata cahaya biru yang berada disekolahmu. Permata itu adalah jiwa dari planet kami. Tugas kami turun ke bumi untuk menjaga permata itu dari para tangan jahat Cuzfer.”

Baekhyun menarik nafas,

“Mereka adalah monster yang berasal dari luar angkasa, Tujuan hidup mereka adalah untuk menghancurkan planet Adicty dengan alasan dendam karna petinggi kami pernah menghancurkan planet mereka. Namun entah dari mana asalnya para Cuzfer dapat kembali hidup, Bahkan ingin membalas dendamnya, Kami tak tau. Permata itu tersimpan disebuah tempat dan hanya satu orang saja yang tau, Yaitu para murid berhati istimewa yang dipilih sang permata.”

Baekhyun kembali menarik nafas,

“Setiap tahun satu orang dipilih dan setiap tahun pula para Asfyr turun untuk menjaganya, Sedangkan Cuzfer datang untuk menculiknya, Tak hanya menculik para orang terpilih, Mereka memanfaatkannya untuk mendapatkan permata cahaya biru itu. Namun kalian tenang saja, Permata itu tidak tersembunyi di satu tempat, Setiap tahun tempat permata itu akan berpindah maka dari itu para Asfyr tak akan pernah tau tempat permatanya. Dan ia harus menjaga orang terpilih agar tak jatuh pada pada Cuzfer dan menemukan permatanya.”

Tarikan nafas kembali, Namun sedikit ragu setelah melihat Taeyeon sudah menangis.

“Tapi, Orang terpilih tak akan mudah jatuh begitu saja karna mereka memiliki kekuatan terpendam dari permata itu sendiri. Fase selama menjadi seseorang yang terpilih hanyalah selama satu tahun dan tahun ini adalah, Giliranmu Kim Taeyeon.

~*~*~

Hari yang cerah, Namun sayang Mijoo dan Taeyeon tak hadir ke sekolah. Mereka memutuskan untuk menetap di rumah untuk setidaknya menenangkan batin Taeyeon yang terguncang kemarin, Mijoo tak bisa bayangkan jika Taeyeon akan semakin stres karna ditambah materi pelajaran. Tak hanya keduanya, Baekhyun pun tak datang ke sekolah, Sang Asfyr sedang menjalankan tugasnya untuk menjaga sang orang terpilih.

“Jongin, Keluarlah!” Suara Mijoo menggema keseluruh anterio rumah Taeyeon.

Kim Jongin, Teman Baekhyun yang turut ikut menjaga Taeyeon dari para Cufzer. Jika kalian berpikir hanya satu Asfyr yang turun ke bumi, Kalian salah, Ada banyak. Mereka menyamar sebagai murid di sekolah Seoul High School, Namun yang paling menonjol hanya satu, Tahun ini untuk Byun Baekhyun. Baekhyun memilih Jongin untuk membantunya karna ia memiliki kekuatan menakjubkan, Ia bisa tak terlihat, Layaknya kemarin menolong Taeyeon. Tak ada yang tau keberadaannya bukan? Maka dari itu Jongin akan dengan mudah menyerang Cuzfer.

“Baekhyun, Jongin kemana? Aku sudah memanggilnya hampir-“

“Aku disini.” Mijoo langsung menoleh begitu melihat Jongin berada di sudut ruangan.

“Berhentilah menghilang, Kau harus membantuku menjemur pakaian.” Seru Mijoo lalu menarik tangan Jongin untuk ikut bersamanya.

“Lho? Kenapa aku? Tugasku menjaga Taeyeon, Tapi-“

“Diamlah, Berisik sekali.”

Akhirnya nasib malang pun menimpa Jongin, Ia terpaksa harus membantu Mijoo menjemur pakaian diluar. Tadinya ia ingin menyuruh Baekhyun untuk menggantikan posisinya tetapi begitu melihat betapa seriusnya obrolan Baekhyun dan Taeyeon di ruang makan, Jongin mengurungkan niat. Biarlah ini berlalu, Jongin juga ingin menjahili Mijoo nantinya. Berbagai ide licik terselip dalam otaknya ketika melihat pakaian – pakaian basah disekitarnya.

Setidaknya membuat gadis itu kelelahan tak apalah, Kekeke.

~*~*~

“Kau tak bisa menghindarinya Kim Taeyeon, Permata itu sudah memilihmu.”

Kepala Taeyeon rasanya akan meledak, Kalimat itu sudah keluar dari mulut Baekhyun hampir 10 kali sejak pertama kali mereka membuka dialog. Sungguh, Telinganya terasa sakit karna Baekhyun terus saja berbicara dengan berbisik. Namun walau begitu Taeyeon tetap menyukainya, Yap, Taeyeon sudah mengakui dalam hatinya bahwa ia menyukai Baekhyun. Ia adalah pria yang baik.

“Baekhyun, Kau harus berjanji padaku.” Ucap Taeyeon lalu menatap Baekhyun dalam.

“Apa itu?” Baekhyun menanggapinya dengan serius, Betapa Taeyeon menyukai ini.

“Kau harus selalu melindungiku.”

Jari kelingking Taeyeon terangkat, Matanya tampak berbinar – binar dan senyuman itu tak dapat tertahankan. Terlebih ketika jari kelingking Baekhyun bertautan dengan jari kelingking miliknya. Baekhyun sudah berjanji padanya.

“Aku harap kau tak akan mengingkarinya, Aku sangat takut.” Baekhyun mengangguk mantap, Tanpa ragu ia merentangkan tangannya berniat memeluk Taeyeon. Sangat erat.

“Aku tak akan mengingkarinya, Karna kau adalah prioritas utamaku.”

Dan semoga kau melindungiku lebih dari sekedar tugas Baek.

“Oh ya Taeyeon, Apa lehermu sudah baik – baik saja?” Setelah pelukannya terlepas, Dengan lembut jari Baekhyun mengecek leher miliknya. Alih – alih merasa sakit, Taeyeon malah merasa nyaman.

“Leherku sudah baikkan, Kau tak perlu khawatir.”

“Syukurlah.”

Lalu keheningan. Namun keduanya pun tau bahwa Baekhyun sesekali melirik pada Taeyeon dan tersenyum. Betapa menggemaskannya pria itu di mata Taeyeon sekarang, Sampai ia tak bisa menahan tangannya untuk mengacak – acak rambut Baekhyun dengan lembut.

“Oh ya, Boleh aku kembali bertanya?” Baekhyun mengangguk santai.

“Apa yang menyerangku didalam mimpi adalah Cuzfer?” Tanya Taeyeon sedikit ragu.

Baekhyun langsung terdiam, Senyumannya lenyap dan dengan sangat terpaksa Baekhyun mengangguk. Helaan nafas itu meluncur dan tubuhnya bangkit membelakangi Taeyeon, Tangannya mengeluarkan sebuah kalung, Dengan permata hijau sebagai liontinnya. Sangat lembut Baekhyun memakaikannya pada leher Taeyeon membuat gadis itu terkejut namun langsung merasa senang. Jantungnya mulai berpacu, Terasa menyenangkan.

“Jika aku tak bisa membantumu disuatu hari nanti, Genggam kalung ini, Panggil Kim Jongin oke?” Tutur Baekhyun kembali pada posisi semula. Seketika garis wajah Taeyeon berubah.

“Namun kau sudah berjanji-“

“Ssstt, Kita tak tau takdir Tuhan Taeyeon. Bagaimana jika hari itu aku tak bisa menolongmu? Kumohon panggillah Jongin, Demi aku.”

Tatapan mata Taeyeon ikut berubah, Sendu. Tangannya perlahan terangkat mengelus pipi Baekhyun dengan lembut, Bahu ringkih itu terlihat bergetar membuat Baekhyun tak dapat menahan untuk mendekapnya. Saat itulah tangis Taeyeon pecah, Tangis yang begitu menyayat hati seorang Byun Baekhyun.

“T-terimakasih Baekhyun.”

Kau tak perlu berterimakasih Taeyeon, Karna bangsa kamilah yang seharusnya berterimakasih. Kau menjaga permata kami.

~*~*~

Taeyeon tak dapat menyembunyikan keterkejutannya begitu ia keluar rumah, Mulutnya menganga melihat keadaan yang tampak berantakan. Pakaiannya tumpah ruah kemana – mana dan itu semua masih basah, Jemurannya jatuh dengan salah satu kakinya yang bengkok, Dan terakhir ini Taeyeon tak dapat mempercayainya. Mijoo dan Jongin yang tengah berperang air dengan selang kebun. Okay, Tanpa keduanya sadari emosi Taeyeon telah tersulut.

“MWO!?” Pekikkan Baekhyun membuyarkan kedua insan yang sedang asyik dengan dunia mereka. Mijoo menoleh lantas membulatkan mata, Ia sudah tau apa yang akan terjadi ketika mendapati tatapan membunuh Taeyeon dijatuhkan padanya. Sedangkan Jongin? Jangan tanyakan kemana pria itu pergi karna ia langsung tak terlihat.

“A-aku bisa jelaskan Tae-“

“INI PERBUATAN SI-“

“Taeyeon, Tenangkanlah emosimu. Aku yakin ini PERBUATAN milik Jongin, Mijoo hanyalah sebuah korban.”

Baekhyun tersenyum ketika melihat cahaya di tangan kanan Taeyeon meredup. Sekarang ia mengerti, Kekuatan Taeyeon akan muncul ketika gadis itu dikuasai emosi. Dan semoga saja Taeyeon tak pernah kelepasan dalam memakainya, Baekhyun takut Taeyeon akan menyakiti orang lain nantinya.

“Oke, Aku akan tenang. Tapi siapa yang akan membersihkan ini?”

Mijoo langsung menunduk, Tatapan Taeyeon kembali jatuh padanya.

“Apa kalian perlu bantuan?”

Serempak ketiganya menoleh. Seorang pria asing datang memasuki halaman Taeyeon dengan santai, Sesekali matanya melirik keadaan sekitar yang tampak kacau lalu tersenyum. Ia berdiri tepat di hadapan Taeyeon, Membuat Baekhyun refleks menariknya ke belakang. Matanya memicing, Menyelidik sang pria asing tersebut.

“Ah, Maaf. Mungkin aku terlalu lancang. Perkenalkan, Namaku Do Kyungsoo, Tetangga baru kalian. Senang bertemu dengan kalian.” Jelas pria yang diketahui bernama Kyungsoo itu.

Mijoo menyadari adanya raut wajah ketakutan yang tercipta dari wajah Taeyeon langsung bergerak cepat menarik tangan Kyungsoo, Memaksanya untuk berdialog.

“Maaf, Kau bisa pergi. Kami tak butuh bantuanmu.” Kata Mijoo sekaligus mengusir.

“Benar’kah? Ah, Sayang sekali.” Kyungsoo tampak kecewa, Namun tak dapat membuat Mijoo merasa bersalah. Ia sudah cukup kebal, Terlebih ini demi keselamatan Taeyeon juga.

“Mijoo, Kau tak perlu seperti itu. Dia-“

“Diamlah Baekhyun. Tolong Kyungsoo, Pergilah.”

Dengan sedikit merasa bersalah Baekhyun menatap punggung Kyungsoo yang perlahan menjauh hingga akhirnya menghilang. Entahlah, Gerakannya menarik tangan Taeyeon tadi mungkin membuat Mijoo salah sangka. Ia hanya terlalu takut Taeyeon terluka, Lagipula dari indra penciumannya ia tak mencium hawa negatif seorang Cufzer.

“Taeyeon, Kau baik – baik saja?”

Mijoo mendekati Taeyeon dengan khawatir, Gadis itu masih terlihat ketakutan dalam diamnya. Bahkan tampaknya Taeyeon tak menyadari bahwa Baekhyun menyentak lengannya cukup keras.

“Taeyeon!”

“Eh, Iya?” Barulah sekarang Taeyeon tersadar.

“Kau tak apa?” Aku Baekhyun.

“Ya, Seperti yang kalian lihat. Aku baik – baik saja.” Taeyeon tertawa pelan, Ia menepuk pundak Mijoo dilanjut Baekhyun.

“Memangnya aku terlihat aneh?” Keduanya serempak menggeleng.

“Yasudah. Kalau begitu ayo masuk, Biarkan Jongin yang membersihkannya.” Taeyeon hanya mengangguk patuh ketika Baekhyun menyeretnya ke dalam bersama Mijoo. Sebelumnya ia sudah menoleh kebelakang memberikan kode mata pada Jongin –yang telah muncul- untuk membersihkannya atau ia akan tanggung akibatnya. Tentu saja Jongin menurut, Bagaimana pun Baekhyun adalah seniornya. Membuatnya marah bukanlah hal yang baik.

Bersambung~

A/N : Haii, Kita bertemu lagi. Bagaimana? Baekhyun sudah menjelaskan semuanya pada Taeyeon. Apa ada salah satu dari kalian yang masih belum mengerti? Semoga saja tidak ya, Aku yakin kalian mengerti. Nah, Mulai dari chapter ini pula aku memutuskan untuk menulis Note Author di bagian akhir saja, Di bagian awal aku ubah dengan Summary. Aku minta maaf jika aku kembali lambat dalam urusan meng-update, Jeongmal Mianhae. Sampai jumpa di chapter berikutnyaa ^^

Advertisements

32 comments on “[FREELANCE] Protect You (Chapter 4)

  1. wah aku lupa alur ini😂😂😂 *brb baca prev chapter*

    ohhh semoga BaekHyun nya jaga taeyeon lebih dari sekedar tugas*-* nice chapter thor, nextnya ditunggu

  2. thor, sorry late coment..
    lanjuuuutt dong thor, update yang cepet biar ga lupa sama alur cerita sebelumya ya thor..

    ini udah sangat memuaskan.. terima kasih authornim.. see you on next chapter, okee

    jgan lupa, update soon yah.. fighting!!

    • Gwenchana ^^
      Maaf ya karna aku lama sekali dalam hal meng-update. Asal kalian tau Author belakangan ini sibuk, Ini juga baru selesai UTS huhuu, Terlebih sibuk belajar sama urusan Dance Cover hehe >.< *Curhat
      See you too! Terimakasih sudah mau baca dan komentar ^^

  3. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. sudah lumayan mengerti jalan ceritanya, apa do kyungsoo itu seorang cufzer atau dia memang manusia biasa? hahaha semoga baekhyun bisa menjaga taeyeon lebih dari sekedar tugas. okray next chapter ditunggu 🙂

  5. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s