[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 8)

important-sequence1_thumb1_thumb

Important Sequence

《 Truth Part.8 》

Author : YHighPi | Cast : Baekhyun (EXO), Taeyeon (SNSD), Tiffany (SNSD), and Jiyong (Bigbang) | Genre : Romance, Friendship | Lenght : Chaptered | Rating: Teen

Thanks to Veokim @ Poster Channel for the poster

Disclaimer:

Tokoh bukan milikku, aku hanya meminjam. Plot cerita murni dari kepalaku.

“Taeyeon Eonni tadi keluar.”

“Ke mana?”

“Entahlah, mungkin ke Bom sunbae atau panitia acara lainnya.”

“Oh, ya sudah. Aku titip ini saja, terimakasih ya Seohyun sunbae.”

Seohyun menganggukkan kepala sembari mengulas sebuah senyum. Ketika Baekhyun pergi, ia segera menutup pintu latihan dan menatap Taeyeon yang tenggelam di antara Yoona, Sooyoung, dan Yuri. “Eonni ada masalah dengan Baekhyun?” Tanyanya. Taeyeon menggeleng dan mempersembahkan senyum kau-tidak-mengerti ke maknae SNSD itu.

Seohyun hanya mengendikkan bahu lalu menyerahkan bungkusan kertas yang tadi dititipkan Baekhyun ke dirinya. Ketika bungkusan itu berpindah ke tangan Taeyeon, ia membukanya perlahan dan mendapati 3 biji bbopki dan sebuah susu kaleng. Reflek Taeyeon menarik kedua sudut bibirnya.

“Special for my Taeyeon, my lovely sweety Taengoo-ah. Tiffany yang mulai menggoda, berucap dengan nada bicara berlebihan. Walau, ucapan Jessica kemarin masih terngiang di otaknya.

“Sepertinya ada yang jatuh cinta,” Ucap Yoona sambil mencoba untuk mengambil bbopki yang digenggaman Taeyeon. Terang saja ia langsung mendapat pukulan ringan dari perempuan Kim itu. Bukannya ringisan yang didapat Taeyeon, melainkan tawa terbahak dari Yoona.

“Listen all, her first love story,” Yuri menggoda sembari bersenandung. Taeyeon langsung mencubit lengan perempuan itu, berusaha menghentikan godaan yang ditujukan padanya.

“Siap-siap, kita akan menghadiri acara pernikahan.” Ucapan Sooyoung mengundang sebuah pelototan dari Taeyeon.

“Hentikan, kita masih harus berlatih, sisa waktu tinggal seminggu. Ayo jangan hanya bercanda.” Taeyeon sangat bersyukur Hyoyeon mengucapkan sederet kalimat itu. Tapi, rasa bersyukur Taeyeon menguap ketika Hyoyeon kembali berucap, “Yang mendapat kiriman makanan  berarti dia piket hari ini,”

Baru Taeyeon hendak protes, anggota lain mendahuluinya dengan bersorak- sorai gembira. Menandakan mereka setuju pada ucapan Hyoyeon. Ya Tuhan, berarti ia tidak bisa kabur dari Baekhyun hari ini. Padahal sudah nyaris seminggu ia menghindar dari lelaki itu.

“Kalau begitu ayo mulai lagi!! Fighting!!!” Ujar Hyoyeon semangat.

***

Tiffany melangkah lebar-lebar di sepanjang koridor menuju pintu keluar. Ia berharap Baekhyun berada di pintu keluar. Karena walaupun Taeyeon meghindarinya 6 hari ini,  seorang Baekhyun tetap berdiri di pintu keluar untuk menunggu Taeyeon. Satu poin bagi Baekhyun, dia sabar.

“Baekhyun !!!” Tiffany memanggil Baekhyun ketika maniknya mendapati wujud lelaki itu berdiri di sisi kiri pintu keluar.

“Taeyeon di mana?”

Sebuah pukulan mendarat kasar di kepala Baekhyun.

“Harusnya kau berkata ada apa ? Bukan Taeyeon di mana ?” Seru Tiffany jengkel. Baekhyun tertawa kecil sembari mengusap bagian kepalanya yang menjadi korban pukulan Tiffany.

Tiffany hanya mendengus lalu berucap, “Taeyeon di ruang latihan, ia sedang piket. Berterimakasih padaku dan Hyoyeon karena berhasil mencegatnya.”

Baekhyun mengangguk tak lupa ia mengucapkan “Terimakasih.” Sebelum beranjak pergi.

“Aku belum selesai Tuan Byun, ada pertanyaan yang harus kau jawab sebelum menghampiri Taeyeon,” Ucapan Tiffany berikutnya menghentikan langkah Baekhyun. Lelaki itu menatap karib Taeyeon dengan ekspresi bingung, entah hanya perasaan atau kenyataan atmosfir serius tercipta di antara Tiffany dan Baekhyun.

“Aku mendengar pernyataanmu 6 hari yang lalu, apa kau benar-benar menyukai Taeyeon?”

“Aku benar-benar menyukainya,” Jawab Baekhyun ringan.

“Taeyeon sahabatku. asal kau tahu, banyak komentar negatif diberikan padanya hanya karena dekat denganmu, banyak orang membencinya walau tak mengenalnya dengan sungguh-sungguh, hanya karena orang-orang itu tidak sudi pujaan hatinya didekati perempuan yang lebih tua tiga dari si pujaan hati. Jadi, kau yakin bisa melindunginya?”

Alis Baekhyun bertaut. “Taeyeon lebih tua dariku?” Mendengar pertanyaan Baekhyun membuat Tiffany merotasikan bola matanya. Betul kata Jessica, Taeyeon dan Baekhyun tidak mengetahui perbedaan umur mereka. “Taeyeon lebih tua tiga tahun darimu. Sekarang jawab aku, kau yakin bisa melindunginya?”

***

Tok! Tok! Tok!

Taeyeon meregangkan tubuhnya sebelum membuka pintu ruang latihan dan terkejut mendapati siapa yang mengetuk pintu. Ia kira Tiffany kembali untuk menemani, ternyata bukan.

“Baekhyun ? Apa yang kau lakukan di sini ?” Kalimat tanya lolos dari mulut Taeyeon lancar. “Mau membantumu,” jawab Baekhyun datar. Taeyeon yang tidak memiliki alasan untuk menolak membiarkan Baekhyun masuk dan membantunya. Baekhyun langsung berjalan masuk dan memasukkan sampah ke kantong plastik yang dialih fungsi menjadi tempat sampah sementara. Sedangkan Taeyeon kembali mengelap kaca dan berusaha tidak terlihat gugup.

Netra Taeyeon berusaha untuk fokus ke lap yang ia genggam dan tidak menatap pantulan Baekhyun di kaca. Tepat di sekon ke-45 mata Taeyeon memindahkan objek pandang dari lap ke Baekhyun. Yang kemudian ia sesali karena ketahuan.

Sialan, umpat Taeyeon dalam hati.

“Tadi pagi aku rapat bersama panitia lain, kalian bisa mulai latihan di panggung besok, aku sudah selesai merapihkan rekaman suara kalian.”

Taeyeon mengangguk.

“Jessica sunbae titip pesan untukmu katanya baju kalian sudah selesai, besok rapat jam 11 pagi untuk memilih.”

Taeyeon mengangguk.

“Aku akan pergi tiga hari ini, jaga diri baik-baik, jangan sampai maghmu kambuh,”

Taeyeon mengangguk.

“Soal aku menyukaimu, aku menyukaimu sebagai adik ke kakak,”

Awalnya Taeyeon mengangguk. Tapi, ia menggeleng kemudian.”Maksudmu?” Tanya Taeyeon.

Baekhyun terkekeh. “Aku mungkin menyukaimu sebagai adik ke kakak. Bukan sebagai perasaan suka yang sesungguhnya,”

“Adik ke kakak?” Taeyeon mengulang ucapan Baekhyun yang tak dapat ia mengerti. “Kau tidak tahu aku lebih muda darimu ?” Kebalikkan dari sebelumnya kali ini Taeyeon menggeleng. Ia tidak tahu.

“Aku kelahiran 1992, wajahku setua apa sih sampai kau mengira aku lebih tua darimu?” Taeyeon tidak tahu ini candaan atau bukan. Tapi, ia memilih untuk tertawa kecil untuk merespon Baekhyun. “Bukan kau yang terlihat tua, aku saja yang terlalu awet muda,” Ucap Taeyeon sedikit menghibur Baekhyun.

“Jadi, aku harus memanggilmu apa? Nuuna ? Sunbae ? Atau Ahjumma ?”

“Berani kau memanggilku Ahjumma kau mendapat ini.” Taeyeon mengacungkan kepalan tangan ke Baekhyun dan berujar dengan nada mengancam. Baekhyun tertawa kecil. “Nuuna bagaimana?” Tawar lelaki itu kemudian.

Taeyeon kembali membelakangi Baekhyun dan tidak mau memperpanjang masalah panggilan. Ia sudah nyaman dipanggil Taeyeon oleh lelaki itu, lebih spesial ketimbang panggilan Nuuna dan Sunbae. lebih baik ia fokus ke kaca yang sudah nyaris bersih.

“Diam berarti iya,” Bersamaan dengan ucapan itu lap di tangan Taeyeon berpindah ke tangan Baekhyun. Taeyeon mau tak mau membalikkan tubuhnya hendak protes, tapi belum sempat ia protes Taeyeon terdiam. Jarak mereka sangat dekat membuat degub jantung si perempuan meningkat kecepatannya.

“Maaf-” Baekhyun mundur satu langkah dan sebuah cengiran terpasang di wajahnya. “-aku tidak tahu Nuuna akan berbalik.” Ujarnya ketika ia berdiri di jarak normal. Taeyeon meringis dalam hati mendengar kata Nuuna yang ditujukan untuknya. Terdengar menggelikan.

“Ini sudah malam, Nuuna pulang duluan bersama Tiffany Sunbae, aku yang akan membereskan ruangan ini ok ?” Tutur Baekhyun, mengalihkan topik pembicaraan. Jelas Taeyeon menolak, ini tugasnya. “Tidak ada penolakan ayo Nuuna keluar, Tiffany Sunbae di pintu keluar.”

Baekhyun mendorong tubuh Taeyeon keluar dari ruang latihan dan memasang senyum manisnya sebelum menutup pintu. Taeyeon menghela napas panjang, ia masih berdiri di depan pintu ruang latihan dan menatap tangannya yang sudah beberapa kali berpegangan dengan Baekhyun.

Perasaan apa ini?

Sebersit pertanyaan menghampiri otaknya. Ia merasa ada batu besar berduri yang menimpanya sekarang. Terasa berat dan menyakitkan untuk bangkit.

Apakah ini kecewa?

Taeyeon mulai menggerakkan kakinya untuk beranjak dari depan pintu ruang latihan. Ia berusaha menghapus perasaan yang bergejolak di dadanya.

“Taeyeon!!!” Panggilan dari Tiffany membuat Taeyeon mendongak dan menyadari ia sudah dekat dengan pintu keluar. Sekali lagi Taeyeon menghela napas walau tidak dapat menghapus perasaan berat di hatinya itu, ia tersenyum dan berlari kecil ke Tiffany kemudian pulang bersama sahabatnya itu.

Atau inikah rasa sakit hati?

“Tadi kenapa lama sekali ?” Tanya Tiffany ketika sampai di apartemen.

“Aku mengobrol dulu dengan Baekhyun, kukira kau duluan Tiff,” Ujar Taeyeon dengan nada ceria. Tiffany tersenyum tipis mendengar jawaban Taeyeon, ia tahu nada ceria itu dibuat-buat. Pasti ada masalah.

Saat itu Taeyeon meyakinkan dirinya. Perihal ia menyukai Baekhyun, bukan sebagai kakak ke adik tapi, sebagai perempuan ke lelaki.

Kim Taeyeon menyukai Byun Baekhyun.
.

.

.

Tbc.

Advertisements

19 comments on “[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 8)

  1. kenapa setelah baek tahu perbedaan umurnya ..
    baek jadi suka sama taeyeon sekedar kakak adik??why

    next chapter…panjangin thor^^

  2. yaampun masa iya perasaan baekhyun ilang gegara tau kalau taeyeon lebih tua dari dia😑😑 kayanya taeyeon udah mulai suka sama baekhyun. gimana ini. next chapter ditunggu ☺

  3. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s