Possessive Wife [Chapter 3]

wp-1468206311509.jpg

© VOYEZKAA
Kim Taeyeon & Byun Baekhyun │Marriage Life , Romance , Comedy│PG – 17

This story pure is mine! Don’t copying!!
Don’t be a silent readers and sorry for typo!

Chapter 1Chapter 2

Happy Reading …

Taeyeon sedikit berlari menuju kamar mandi yang berada dikamarnya. Acara tidurnya terganggu karena perutnya merasa mual. Baekhyun yang merasa ada pergerakan di kasurnnya segera terbangun. Melihat istrinya berlari sambil menutup mulutnya ia terlihat khawatir.

HOEK!!

HOEK!!

Taeyeon memuntahkan isi perutnya. Sudah jarang sekali ia tidak mual seperti ini. Dan ia benci ini, sangat menyiksa. Baekhyun membantu memijat tengkuk Taeyeon dan membenahi rambutnya agar tidak mengenai mata.

Nafas Taeyeon terengah, isi yang ia muntahkan hanya air saja. Ia terdiam sejenak menunggu jikalau cairan sialan itu ingin keluar lagi.

“sudah baikan?” tanya Baekhyun pelan dengan kegiatan yang masih sama. Taeyeon menggeleng. ia berbalik arah menatap Baekhyun dengan tatapan sendu. Baekhyun yang melihat wajah pucat istrinya merasa sangat khawatir.

‘apa hamil sesakit ini?’ batin Baekhyun.

Baekhyun mengecup kening istrinya dengan sayang. Taeyeon tiba – tiba saja memeluk erat Baekhyun. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.

Taeyeon sedikit terisak dalam pelukan hangat Baekhyun. Mendengar isakan itu Baekhyun lantas melepas pelukan Taeyeon dan menangkup wajah istrinya yang mengeluarkan airmata. Di usapnya cairan bening itu.

“wae?” tanya Baekhyun. “kenapa menangis sayang?”

Taeyeon hanya menggeleng, ia enggan mengeluarkan suaranya. Isakannya masih terdengar. Tangannya mencengkram kaos yang digunakan Baekhyun erat. Baekhyun merasa bersalah. Tetapi ia ingat ia tidak memiliki kesalahan apapun.

Baekhyun mengecup air mata yang mengalir sia – sia itu. Ia kembali menatap wajah Taeyeon yang menyedihkan. Ia bertambah merasa khawatir melihat istrinya yang tiba – tiba saja menangis. Rasa kantuknya tiba – tiba saja hilang.

“a –aku..” Taeyeon masih terisak, ia bahkan tak bisa melanjutkan kata – katanya.

“kenapa?ada yang sakit?” tanya Baekhyun lembut. Taeyeon mengangguk lemah.

“apa? Apa yang sakit? Kita kerumah sakit?” tanya Baekhyun antusias. Taeyeon menggeleng, ia tak mau kerumah sakit. Ia tidak terlalu menyukai rumah sakit.

“sa –sakit baek” ucapnya terbata. Tangisnya pecah. Taeyeon kembali menenggelamkan wajahnya di dada Baekhyun. Kaos yang digunakan Baekhyun sudah basah akibat air mata istrinya. Ya Tuhan Baekhyun tidak tahu harus berbuat apa. Ia takut.

Baekhyun menggendong tubuh istrinya yang masih ringan itu menuju tempat tidurnya. Direbahkannya Taeyeon disana. Ia memakaikan selimut hingga sebatas dada. Baekhyun berjongkok. Dierlusnya puncak kelapa Taeyeon dan tangan satunya digenggam erat oleh Taeyeon.

Istrinya masih terisak pelan. Walau pun sakit itu masih ada. Sungguh ini sangat sakit, ini tidak seperti biasanya. Baekhyun menatap sendu istrinya.

“masih sakit? Panggil dokter saja ya?” tanyanya.

Lagi dan lagi Taeyeon menggeleng lemah, tatapnnya bertemu dengan Baekhyun. Tatapan terluka, seolah memberi tahu bahwa ini masih sakit.

Baekhyun menyibak selimut yang dipakai Taeyeon. Di singkapnya dress tidur Taeyeon sebatas dada, ia melihat perut yang sedikit membuncit. Usia kandungannya masih empat belas minggu. Dan Baekhyun juga merasa ini pertama kalinya Taeyeon merasa sesakit ini.

Baekyun mengelus perut itu dengan lembut. Tatapannya mengarah ke perut itu, tangan satunya masih digenggam Taeyeon erat, terkadang genggeman itu terlalu kuat, pertanda sakit itu muncul lagi.

“sayang… baik – baik sama eomma ne?” katanya berbicara pada perut Taeyeon. Taeyeon mengikuti arah pandang Baekhyun.

Ia tak menyalahkan bayi yang masih didalam sana. Tetapi jujur ini sangat sakit. Baekyun masih mengelus lembut. Lama kelamaan ia tak merasa kan sakit itu lagi. Jari jempol Taeyeon mengelus telapak Baekhyun. Seolah memberi tahu bahwa ia sudah baik – baik saja.

“Baek” panggilnya. Baekhyun mengalihkan pandangannya. Tangannya masih disana mengelus lembut.

“wae? Sudah baikan?” tanyanya khawatir. Taeyeon tersenyum dan mengangguk. melihat jawaban itu, Baekhyun juga ikut tersenyum. Sungguh tadi ia merasa sangat takut sekali, takut jika ada apa – apa dengan istri dan calon anak mereka.

“syukurlah” ucapnya. “tidurlah, ini bahkan masih jam tiga malam” lanjutnya.

Taeyeon mengangguk, ia juga merasa sangat mengantuk sekali. Ia menepuk kasur di sebelahnya. Bermaksud menyuruh Baekhyun tidur disana.

Baekhyun berdiri dari duduknya, ia mengikuti permintaan istrinya. Tetapi sebelumnya ia menuangkan air putih kedalam gelas dan menyerahkan pada Taeyeon. Taeyeon menerima itu, ia meminumnya sangat sedikit.

Baekhyun tidur disebalah Taeyeon dengan posisi menyamping, memeluk Taeyeon dari belakang. Tangannya masih mengelus perut itu lembut. Taeyeon merasa nyaman dengan posisi ini. Dengan tangan kanan Baekhyun sebagai bantalannya.

Ia mulai tertidur. Tapi tidak dengan Baekhyun, ia terjaga. Rasa khawatir itu masih ada. Dan ia sudah tidak bisa untuk sekedar memejamkan mata. Ia sedikit lega mendengar nafas teratur Taeyeon. Pertanda istri tercintanya itu sudah tertidur.

=====

Taeyeon terusik dari tidurnya. Ia merasa ternganggu akibat sinar matahari yang masuk melalui celah – celah jendela besar ini. Ia mengerjabkan matanya pelan. Ia memegang perutnya. Tangan kekar itu masih setia disana dengan elusan lembut dan pelan, Taeyeon tersenyum bahagia.

“sudah bangun?” tanya Baekhyun tiba – tiba. Taeyeon berbalik arah dan menatap Baekhyun sambil tersenyum. Tangan Baekhyun beralih mengelus punggung itu.

Taeyeon memeluk Baekhyun dan mengecup bibir suaminya singkat. “gomawo” ucapnya. Baekhyun hanya tersenyum menanggapi ucapan Taeyeon.

“aku akan membuat bubur, kau tunggu sini” ucapnya. Baekhyun ingin melepas pelukan Taeyeon, tapi Taeyeon menggeleng kuat. Ia tidak mau Baekhyun pergi dari sisinya. Ia takut merasakan sakit lagi.

“wae? Kau harus makan sayang, aku tidak mau kau sakit lagi” ucap Baekhyun penuh nasihat. Tayeon tetap menggeleng, ia masih pada pendiriannya?

Baekhyun hanya menghemuskan nafas pelan. Baekhyun akan bergerak tapi Taeyeon menghalanginya lagi.

“aku akan memberi tahu Shin ahjumma untuk membuatkan bubur dan menghantarkannya kemari.” Taeyeon meregangkan pelukannya tapi tidak melepas. Baekhyun duduk dengan bersandar, ia meraih ponselnya di nakas dan menelfon Shin ahjumma.

Taeyeon tak mendegarkan ucapan Baekhyun, ia masih memeluk paha suaminya. Ia terlalu malas untuk hanya sekedar pergi dari ranjang ini.

Setelah selesai memberi tahu Shin ahjumma, Baekhyun mengelus rambut istrinya, memuat Taeyeon mendongkak melihat wajah tersenyum Baekhyun.

“aku tidak bekerja” ucap Baekhyun.

Ya. Baekhyun memutuskan tidak pergi kekantor hari ini, sampai istrinya benar – benar sembuh. Ia takut jika meninggalkan istrinya. Bagaimana jika ia tidak ada dan istrinya merasakan sakit itu lagi? Oh! Ia tak bisa membayangkan hal itu.

Hari ini tidak ada pekerjaan yang penting. Dan ia akan memberi tahu Sehun nanti. Ia mempercayakan Sehun seutuhnya. Bahkan ia sudah menganggap Sehun sebagai bagian dari keluarga Byun. Begitu juga orang tuanya.

Mendengar ucapan Baekhyun bahwa ia tak pergi bekarja hari ini membuat Taeyeon tersenyum puas. Ia baru saja ingin menanyakan Baekhyun bekerja atau tidak, jika bekerja ia akan merajuk tadi. Tapi untunglah jawaban itu yang dia inginkan.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Shin ahjumma sudah datang dari pukul setengah delapan tadi.

Cukup lama dengan posisi seperti ini hingga terdengar ketukan pintu kamar.

“masuk” ucap Baekhyun.

Shin ahjumma masuk dengan membawa nampan berisikan satu mangkuk bubur, susu, air putih dan beberapa buah. Ia meletakkan di atas nakas, setelahnya ia menunduk hormat.

“ada lagi tuan?nyonya?” tanya Shin ajhumma pelan. Taeyeon melepaskan pelukannya dari tubuh Baekhyun. Ia segera duduk menyandar dengan menatap ahjumma.

“ahjumma” panggil Taeyeon bersemangat.

“ne nyonya?” ahjumma dan Baekhyun sontak menatap Taeyeon bingung, pasalnya tadi ia terlihat bermalasan, tapi ketika ahjumma datang menjadi lebih semangat? Taeyeon menepuk pinggir ranjang seolah memberi tahu ahjumma untuk duduk disana.

Ahjumma menatap Baekyun yang juga Baekhyun menatap ahjumma, dengan tatapan bertanya, apakah boleh? Baekhyun mengangguk pertanda setuju. Seolah memberi tahu ahjumma untuk menuruti keinginan Taeyeon.

Ahjumma duduk di pingir ranjang dengan ragu. Ia menatap Taeyeon yang sedang tersenyum. Sedangkan Baekhyun ia beranjak kearah nakas untuk minum, karena jujur ia sangat haus.

“ahjuma” Ahjumma menatap Taeyeon dengan senyum menghiasi wajahnya.

“apa jenis kelamin anak ahjumma?” tanya Taeyeon. Ahjumma menatap Taeyeon bingung. Begitu juga Baekhyun, ia nyaris tersedak saat minum. Untung saja ia bisa mengkondisikannya.

‘apakah nyonya ingin mengajak ku bercerita?’ batinnya.

“perempuan nyonya” jawab Shin ahjumma sopan.

Taeyeon mengangguk mengerti, sambil seolah berfikir. Shin ahjumma masih menanggapi pertanyaan – pertanyaan Taeyeon seputar anak, persalinan dan juga kehamilan. Cukup lama mereka bercerita, hingga mereka melupakan bahwa acara awal tadi ‘sarapan’.

Baekhyun masuk kedalam kamar dengan kopi hangat di tangannya. Sejak Taeyeon dan Shin ahjumma bercerita, ia merasa diabaikan. Jadilah ia mempunyai keputusan keluar saja, karena ia ingin kopi.

Taeyeon melihat kearah Baekhyun dengan wajah tersenyum. Pembicaraan mereka sudah selesai dan Shin ahjumma pamit keluar, di jawab anggukan oleh Baekhyun.

\

Baekhyun duduk di tepi ranjang. Ia mengambil nampan yang berisikan bubur yang sudah hampir dingin.

“saatnya makan” ucap Baekhyun.

“ne!!” jawab Taeyeon semangat. Ia memang sudah sangat kelaparan sejak ahjumma bercerita tadi, tapi rasa penasaran yang tinggi membuat ia menahan lapar itu.

Baekhyun tersenyum mendengar jawaban semangat istrinya. Kali ini tidak terlalu dipaksa, tidak seperti biasanya yang membutuhkan waktu lama sekali hanya untuk sarapan saja. Baekhyun mulai menyuapi bubur lezat itu sendok demi sendok. Taeyeon juga sangat bersemangat.

Selesai dengan acara makan Baekhyun menyodorkan susu ibu hamil, dan langsung di sambut oleh Taeyeon. Ia meneguk sampai habis. Ia juga memakan beberapa buah walaupun tidak semuanya ia makan.

Entah mengapa saat ini ia ingin sekali makan yang banyak, nafsu makannya juga meningkat sekali. Apa ini juga faktor kehamilan?

“Cha, sudah selesai.” Ucap Baekhyun, ia meletakkan kembali nampan itu di atas nakas.

Sedangkan Taeyeon ia sudah tidak lagi bisa bergerak. Ia menyandarkan tubuhnya ke dashboard dengan kaki ia selonjorkan.

=====

Hari sudah semakin siang. Semakin besar pula kebosanan yang dirasakan Taeyeon. Tadi Taeyeon mengajak menonton telefisi setelah ia selesai mandi begitu juga Baekhyun. Baekhyun hanya menuruti saja, karena jika tidak bisa saja istrinya ini merajuk.

“Baek…” manja Taeyeon.

Ia saat ini sedang tiduran dengan kepala berada di pangkuan Baekhyun. Kepalanya ia hadapkan ke perut rata Baekhyun. Ia juga memainkan kancing kemeja biru yang Baekhyun gunakan.

“wae?” tanya Baekhyun lembut. Ia mengelus rambut Taeyeon dengan kasih sayang.

Taeyeon masih belum menjawab. Ia ingin pergi kesuatu tempat.

“kenapa? Ingin sesuatu? Heum?” tanya nya sekali lagi. Taeyeon mengangguk lemah, dengan wajah sedikit ia cemberutkan. Hal ini membuat Baekhyun sedikit terkekeh melihat wajah imut istrinya.

“kemana? Kita pergi sekarang?” tawar Baekhyun

Wajah Taeyeon kembali tersenyum merekah. Ini yang dia inginkan. Ia memeluk pingang Baekhyun dan menenggelamkan wajahnya disana. Entah kenapa ia menyukai farfum mahal yang Baekhyun gunakan ini. Wanginya tidak membosankan dan membuatnya ingin berada didekat Baekhyun untuk waktu yang lama.

“sekarang..” ucapnya pelan. Baekhyun tersenyum.

“kajja, kita ganti baju dulu, aku tak ingin kau pergi menggunakan dress tipis ini” Baekhyun berucap dengan nada sedikit kesal. Saat ini Taeyeon menggunakan dress putih yang tipis, bra dan celana dalam hitamnya saja terlihat. Sialan bukan?

Taeyeon segera melepaskan pelukannya, dan ia kembali duduk di samping Baekhyun. Sungguh ia sangat malas sekali berjalan. Ia menyenderkan kepalanya di pundak Baekhyun.

“tidak jadi?” tanya Baekhyun heran melihat Taeyeon malah menyender ke pundaknya.

“gendong…” ucapnya manja dengan aegyonya.

=====

“kajja” Taeyeon menarik lengan Baekhyun setelah mereka keluar apartment.

Taeyeon sudah siap dengan kemeja putih dengan rok overal setengah lututnya, yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Dengan rambut pendeknya yang sudah sedikit panjang. Tak lupa pula tas coklat keluaran terbaru dengan merk ternama dan sepatu sneakers putih dengan kaos kaki diatas mata kaki.

bpijzpwcov.png

Ia tampil sederhana. Dan ini membuatnya sangat terlihat cantik dan elegan, polesan diwajahnya juga tidak terlalu mencolok, walau hanya dengan polesan tipis.

Baekhyun menggunakan jeans senada dengan overa yang digunakan Taeyeon begitu juga kemeja putihnya. Dengan sepatu nike putih mahalnya, dan Tatanan rambut seperti biasa membuatnya terlihat lebih tampan, dimana para wanita banyak juga yang terpikat olehnya? Tapi sayang, ia sudah mempunyai istri?

Mereka berjalan melewati lorong dengan tangan keduanya bertautan. Seperti pasangan muda yang belum menikah?

=====

Mereka sudah sampai di mall terbesar di Seoul hanya dengan beberapa menit saja, karena jaraknya tidak terlalu jauh. Baekhyun mengendarai mobil sendiri dan tidak membawa supir. Karena Taeyeon yang memaksanya tadi, bahwa ia ingin melihat Baekhyun mengendarai mobil? Dan katanya Baekhyun lebih tampan saat membawa mobil?

“aku ingin ke biskop baek..” ucapnya manja sambil menarik – narik lengan Baekhyun. Dan itu membuat tatapan pengunjung lainnya melihat mereka sedikit terkekeh. Dan banyak juga yang berbisik tentang mereka.

‘Ya Tuhan, mereka sedang kencan kah?’

‘romantis sekali, lihatlah baju mereka couple’

‘aku juga ingin kelak seperti mereka’

‘kulit istrinya mulus sekali, aku juga ingin’

‘aku ingin berfoto dengan mereka’

‘istrinya hamil bukan? Tapi kok tidak kelihatannya?’

Dan masih banyak pembicaraan lainnya. Tapi Taeyeon maupun Baekhyun tak menghiraukan itu, hanya saja Baekhyun membasa senyum kepada mereka yang tersenyum kepadanya.

“araseo, kajja” ucapnya.

Taeyeon meminta nonton film yang romantis, sedangkan diantara film yang now showing rata – rata film action? Dan akhirnya mereka melihat film China yang diperankan oleh ‘Chanyeol EXO’

Mereka juga membeli beberapa cemilan dan minuman, kata Taeyeon nanta dia didalam sangat lapar, jadi sebaiknya membeli sekarang saja.

=====

Sekitar 2 jam sudah berlalu. Film yang mereka tonton sudah selesai. Permintaan Taeyeon selanjutnya adalah berbelanja baju couple?

Mereka keluar dari biskop dengan Taeyeon yang berceloteh tentang film yang mereka tonton tadi. Ia asyik membicarakan pemeran prianya yang sangat tampan. Baekhyun hanya menanggapi beberapa saja, karena jujur ia tidak terlalu focus. Ia masih sedikit memikirkan kesehatan istrinya.

“Baekhyunah..”

Sontak Baekhyun dan Taeyeon berhenti dan menoleh kearah belakang. Ada seorang wanita dengan pakaian ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Tubuhnya bak model internasional dan polesan make up tebalnya membuat wajahnya sedikit lebih tua?

“long time no see Baekhyunah…”

TBC

New update, aku updatenya lama yah? Huhhu mianhae, aku busy sekarang. Tapi ak tetep akan update disela – sela kesibukanku kok tenang aja.
Jangan lupa komentarnya yaaaaa, di ff ku ini banyak banget loh silent readersnya, dan aku jadi sedih-__-
Hhh yaudah dehh byee.. tunggu di chapt selanjunya yaaa.. kalau mau baca fanfic aku klik aja nama author di atas, gomawo~

Dapet CHU untuk good reader’s

Advertisements

34 comments on “Possessive Wife [Chapter 3]

  1. wahhh, author daebakk!! makin sweet aja tuh baekyeon couple^^ jangan lama ya update nya, penasaran ama kelanjutannya 🙂 fighting!!

  2. Lha lha lha…
    Siapa siapa hayo yg dateng di acara kencannya baek…
    Bencana ini…
    Lanjut thor..
    Tae ama baek cocweet amat…
    Kaya ada manis2 nya 😂

    ~FIGHTING~

  3. Duh bau bau nya si model ni bkal buat taetae cemburu bgt tuhh…
    Tp siapa sih tuh model jgn2 mantannya baekhyun lagi…

  4. ohh siapa tuh??? sepertinya terjadi itu meminta amukan dari taeyeon..
    hati – hati, nanti bisa di cakar loh sama taeyeon 😂😂😂
    bagus thor cphtr ini, next chp ditunggu ya
    semangat

  5. yuhu akhirnya nongol lagi ini ff.
    merekaaa emang ngegemesin banget apa lagi taeyeon yg kaya gtu kelakuannya minta digigit wkwk
    dududu siapa lagi ituu perempuan yg manggil baekhyun?

  6. Pingback: Possessive Wife [Chapter 4] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s