[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 6)

important-sequence1

Important Sequence

《 My Problem Is… Part. 6 》

Author : YHighPi | Cast : Baekhyun (EXO), Taeyeon (SNSD), Tiffany (SNSD), and Jiyong (Bigbang) | Genre : Romance, Friendship | Lenght : Chaptered | Rating: Teen

Thanks to Veokim @ Poster Channel for the poster

Disclaimer:

Tokoh bukan milikku, aku hanya meminjam. Plot cerita murni dari kepalaku.

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5

 

Baekhyun melirik jam di tangannya. Biasanya Tiffany terbangun tepat pada jam 6 pagi. Tetapi, sampai saat ini Tiffany belum juga membuka pintu kamarnya dan Taeyeon. Padahal jam sudah menunjukkan 6.30. Baekhyun menggigit bibirnya, tak mungkin ia menerobos masuk ke kamar di hadapannya, mengingat kamar itu adalah kamar perempuan. Dan lebih tidak mungkin lagi, ia menyerah untuk membangunkan kedua penghuni kamar itu. Bisa-bisa Hyoyeon mengamuk karena ia tidak mengerjakan tugas tambahan dari perempuan itu dengan baik.

“Tugasmu hanya membangunkan dan mengawasi mereka Tuan Byun, kalau rumahku dekat dengan apartemen mereka aku sendiri yang akan datang,” Ucap Hyoyeon saat Baekhyun berusaha mengelak. Dan Baekhyun hanya menghela nafas dan mengangguk saat itu.

Sejujurnya tugas yang diberikan Hyoyeon tidak terlalu sulit. Ia hanya perlu membangunkan Tiffany dan Taeyeon lalu memastikan mereka benar benar keluar dari apartemen. Apalagi, apartemen yang dihuni kedua perempuan itu dekat dengan apartemennya. Hanya saja, Baekhyun merasa harus memiliki batin yang kuat untuk menghadapi perempuan yang baru bangun.

Otak tidak sinkron, tidur sambil berjalan, menabrak tiang ataupun tersandung ketika berjalan. Ini kebiasaan bangun tidur Taeyeon, membuat Baekhyun harus memantau Taeyeon saat perempuan itu berjalan.

Marah-marah, menatap sinis, mengeluarkan kata sinis, dan membanting pintu. Ini kebiasaan bangun tidur Tiffany. Sedikit lebih mengerikan daripada Taeyeon dan Baekhyun hanya bisa mengeluarkan cengiran ketika Tiffany mulai beraksi. Setidaknya perempuan bernama asli Mi Young itu tidak tidur sembari berjalan. Itu sisi positifnya.

Sekali lagi Baekhyun mengetuk pintu kamar, lebih keras dari sebelumnya. Sepersekian sekon berikutnya kenop pintu bergerak dan terbuka, menampilkan Tiffany dengan wajah bangun tidurnya.

“Dasar bawel, aku sudah bangun.” Serak, Tiffany berucap.

Baekhyun tersenyum kecil. “Sekarang, ayo bangunkan Taeyeon.” 

Butuh kisaran 10 menit untuk membangunkan Taeyeon. Baekhyun hanya tertawa kecil ketika melihat perempuan itu keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sedikit lebih rapi dari sebelumnya dan berjalan gontai menuju pintu keluar. Baekhyun di belakang mengikuti,  khawatir Taeyeon menabrak atau terjatuh karena ia berjalan dengan mata tertutup.

Jika dihitung-hitung, ini sudah 2 minggu sejak Hyoyeon membebankan tugas membangunkan ke Baekhyun. Baekhyun tersenyum kecil mengingat betapa sulitnya saat ia membangunkan Taeyeon dan Tiffany pertama kali.

“Kenapa kau tersenyum sendiri hah?!” Sentakkan Tiffany melunturkan senyum Baekhyun, lelaki itu menggeleng dan dengan cepat bergerak mengekori Taeyeon.

Taeyeon mulai menyusuri trotoar bersama Baekhyun dengan mata yang masih terpejam.

“Kalau seperti ini, bagaimana caranya suaramu stabil ketika menari?” Pertanyaan dilontarkan Baekhyun. Membuat Taeyeon menghela nafas kecil dan membuka matanya pelan seiring dengan mempercepat langkah kakinya, merubah kata berjalan menjadi berlari kecil. “Ajak aku mengobrol kalau begitu,” serunya pelan.

Tugas dari Hyoyeon adalah mengembalikan kebugaran Taeyeon dan Tiffany yang hilang. Mungkin karena pola hidup malas yang sudah diterapkan kedua perempuan itu selama 1 tahun belakangan membuat mereka tidak bisa menyanyi sembari menari. Jangankan menyanyi dua lagu, setengah lagu saja Taeyon sudah kehabisan nafas dan kehilangan high notenya. Dan Yuri menganjurkan mereka untuk berolahraga pagi.

Berolahraga pagi? Seorang Taeyeon dan Tiffany berolahraga pagi? Mungkin setelahnya dunia akan kiamat.

Disinilah peran Baekhyun bermain. Taeyeon tak habis pikir mengapa lelaki Byun itu mau membangunkan Tiffany dan Taeyeon yang sangat susah dibangunkan lalu repot-repot menemani Taeyeon berjogging ria. Untuk Tiffany, ia lebih memilih mendatangi gym dekat apartemen dan menggunakan fasilitas treadmill sembari menyanyi keras-keras tanpa tahu malu. Salah satu faktor mengapa Taeyeon lebih nyaman berjogging ria dengan Baekhyun.

“Hm… apa yang akan kita obrolkan? Aku tidak tahu gosip terkini-“

“Aku bukan tukang gosip, Baekhyun.” Potong Taeyeon segera. 

Baekhyun terkekeh. “Kukira semua perempuan suka bergosip,” Ujar Baekhyun disela kekehannya.

“Daripada bergosip aku lebih memilih untuk mengurusi urusanku. Untuk apa mengurusi masalah orang ketika aku sendiri memiliki masalah.” Taeyeon berusaha mengucapkan kalimat itu. Sedikit tersengal karena ia berbicara sembari berlari. Baekhyun menganggukkan kepalanya setuju dengan pendapat Taeyeon. Kemudian ia memutar otak untuk mencari topik pembicaraan.

“Bagaimana kalau kita berbagi masalah? Barangkali salah satu dari kita mempunyai bakatproblem solver.”

Kali ini giliran Taeyeon yang terkekeh. “Masalahku sejauh ini hanya Jessica dan dendamnya.” Taeyeon berhenti sebentar, mengatur nafasnya yang tersita karena mulai berlari lebih cepat.

“Dendam karena ia beranggapan aku yang mengeluarkannya dari SNSD, sebenarnya salah paham karena aku tak pernah mengeluarkannya. Keluarnya dia dari SNSD adalah kesepakatan kami para anggota SNSD dan pelatih dance serta vokal kami dulu.”

“Kesibukan anak-anak kelas akhir memang membuat kami lelah. Tapi, tidak ada alasan rehat. Karena kami akan tampil di acara ulang tahun sekolah. Berangkat pagi, kelas tambahan hingga sore lalu dilanjutkan dengan latihan hingga larut malam. Sehingga membuat kami ekstra lelah. Ditambah lagi Jessica yang selalu menghilang dari latihan.”

“Awalnya kami memaklumi hingga keadaannya benar benar darurat. Saat itu kami akan membawakan lagu baru. Penampilanpun tinggal menghitung hari dan Jessica tidak juga menunjukkan batang hidung, entah ke mana dia. Akhirnya kami memutuskan untuk merombak segalanya, koreografi yang sudah di buat dan jatah vokal masing masing anggota. Awalnya untuk berjaga-jaga.” Taeyeon lagi-lagi berhenti berucap. Ia menarik nafas, bukan karena kehabisan nafas tetapi karena bagian ini lah yang paling menyakitkan.

“Kau tahu ke mana Jessica saat itu? Ia pergi berdua dengan seorang lelaki dan belajar bersama, setiap hari. Seohyun yang pertama mengetahui karena tidak sengaja mendengar anak perempuan di kelasnya sedang bergosip ria dan ucapan Seohyun menjadi fakta ketika Sooyoung datang dengan tergopoh-gopoh kemudian menunjukkan foto yang didapat dari klub jurnalis. Jessica selalu absen latihan karena sibuk berkencan.”

“Jessica pun meledak menjadi trending topic di sekolah. Ia sendiri yang mengatakan kegiatan SNSD menyita waktu dan tidak berguna. Membuat kita sepakat menyatakan secara resmi Jessica Jung dikeluarkan. Yang kemudian dari situ lah dendamnya menguar. Ia selalu berusaha membuatku jatuh karena sepengetahuannya pendapatku yang membuatnya dikeluarkan. Ia melakukan segala cara untuk membalas dendamnya, apapun caranya agar aku merasakan hal yang dia rasakan.” Taeyeon mengakhiri curahan hatinya, ia membuang nafas pelan dan menerawang ke trotoar yang ia injak.

“Seperti mengundangmu ke pesta padahal kau tidak suka situasi ramai? Membuatmu terkesan dikucilkan.” Pertanyaan Baekhyun mendapat hadiah anggukan dari Taeyeon. Tiba-tiba Baekhyun berhenti berlari, membuat Taeyeon menghentikan langkahnya dan menatap Baekhyun bingung, kenapa berhenti? Netranya menyiratkan sebuah pertanyaan.

Baekhyun menunjukkan layar ponselnya. “Sudah setengah jam kita berlari, memangnya kau tidak mau istirahat?” Ucapan Baekhyun mengubah raut wajah Taeyeon menjadi lebih ceria. Kim Taeyeon menatap sekitarnya dan baru tersadar ia sudah cukup jauh dari apartemen. Sebuah bangunan masuk ke lapang pandang Taeyeon membuat Taeyeon mendekat ke Baekhyun dan beraegyo ria.

“Aku lapar,” Ujarnya. Sok imut.

Sebelah alis ditarik ke atas oleh Baekhyun. “Lalu?” Respon yang tak diharapkan Taeyeon. Ia memajukan bibirnya dan menunjukkan bangunan yang menarik perhatiannya tadi. “Ayo makan di situ, aku mau gimbap.” Kali ini Taeyeon berucap lebih jelas.

“Baiklah. Tapi, kau tidak mau mendengar saran dari problem solver?”

Oh, Taeyeon lupa Baekhyun belum memberikan solusi padanya. Bahkan lelaki itu belum menceritakan masalahnya. Seketika Taeyeon mengangguk.

“Saran dariku, berbaikanlah. Minta maaf pada Jessica sunbae sekalipun menurutmu kau tidak salah. Nah, ayo kita makan.” Baekhyun meraih tangan Taeyeon dan menariknya ke kedai yang tadi ditunjuknya.

Perkataan Baekhyun masih terputar di otak Taeyeon. Tapi, seketika otak Taeyeon memerintahkan netranya untuk memandangi tangan Baekhyun yang menggenggam tangannya.

Belakangan ini ia sering menghabiskan waktu bersama lelaki bermarga Byun itu. Baekhyun selalu mendatanginya ketika ada kesempatan. Walaupun, hanya mengobrol sebentar perihal tidak penting, memberi minuman isotonik ke Taeyeon yang biasanya disertai sorakkan anggota SNSD lainnya, atau menonton latihannya.

Anggota SNSD pun terlihat nyaman saja berinteraksi dengan Baekhyun, malah beberapa kali mengharap Baekhyun datang bersama leluconnya ketika mereka lelah. Bahkan seorang Hyoyeon yang selalu mengerjakan segalanya sendiri sesulit apapun tugas itu, memercayakan Baekhyun untuk membangunkan dan memantau Tiffany dan Taeyeon.

Oh, Taeyeon melupakan hal penting, belakangan ini Baekhyun selalu menunggunya dan mengantarnya pulang. Mendadak semburat merah muda menghiasi pipi Taeyeon.

“Kau kenapa?”

Pertanyaan yang Taeyeon takutkan mengalir dari mulut Baekhyun. Taeyeon buru-buru duduk di tempat yang disediakan dan membuang muka.

“Tidak apa-apa, hanya mengantuk.” Satu kebohongan yang akan menyulitkan Taeyeon. “Memangnya kalau kau mengantuk pipimu merona seperti itu?” Tidak bisakah Baekhyun mengiyakan jawabannya barusan. Ya Tuhan, Taeyeon tak mau berbohong lebih banyak lagi. “Iya, kalau sedang kedinginan.” Jawabnya asal.

Baekhyun terkekeh kecil, ia tahu Taeyeon berbohong. Taeyeon tidak mengantuk dan tidak kedinginan tapi, Baekhyun tidak dapat mengetahui penyebab rona di wajah Taeyeon. Biarlah, ada beberapa hal yang lebih baik menjadi misteri. “Kau mau pesan apa?”

“Gimbap.” Taeyeon menjawab dengan cepat.

“Ahjumma gimbap dua-“

“Satu saja Ahjumma,” Taeyeon kembali memotong ucapan Baekhyun. Sekon berikutnya ia sadar bahwa tindakannya adalah kesalahan besar. Awalnya Taeyeon memang lapar, tapi pemikiran-pemikiran aneh yang muncul di otaknya membuat nafsu makannya hilang mendadak. Padahal, ia dan Baekhyun sudah tidak berpegangan tangan tapi jantungnya masih berdegup lebih kencang dari batas normal.

Dan Taeyeon lupa kadar romantis seorang lelaki dan perempuan makan berdua di piring yang sama.

“Kalian pasangan muda yang lucu, ini pesanannya.” Kata Ahjumma pemilik kedai sembari menaruh piring berisi gimbap di hadapan mereka berdua. Uh, Taeyeon kehilangan selera makan sekarang.

“Kenapa bengong? Cepat makan, nanti maghmu kambuh.”

Taeyeon meraih sumpit dan mengambil satu potong gimbap. Ia dengan susah payah menelan gimbap itu. Otaknya berpikir mencari cara untuk mencairkan kondisi yang tiba-tiba berubah.

“Kau belum menceritakan masalahmu,” Akhirnya Taeyeon berucap.

“Masalahku? Baiklah, dengarkan baik-” Sepertinya Baekhyun memang ditakdirkan untuk tidak melengkapi kalimat yang akan ia utarakan hari ini. Lagi dan lagi ada yang memotong ucapan Baekhyun.

“Wow, kalian sarapan bersama? Satu piring berdua pula, trending topic hari ini Baekhyun dan Taeyeon mulai mendekat.” Yuri si pemotong ucapan Baekhyun terbahak setelah ia menyelesaikan ucapannya, melihat respon kedua belah pihak yang tampak panik.

“Dasar tukang gosip.” Perkataan ini bukan dari Baekhyun ataupun Taeyeon. Melainkan dari lelaki yang tiba-tiba duduk di samping Taeyeon. Dia Jiyong. Tatapan jengah diberikan Taeyeon ke Jiyong, ia tidak pernah suka berdekatan dengan laki-laki ini. Sedangkan Baekhyun sibuk menyanggah tuduhan-tuduhan Yuri tidak sadar wajah Taeyeon berubah menjadi tak nyaman.

“Kenapa? Aku lebih dulu mengenalmu seharusnya kau lebih nyaman bersamaku ketimbang Baekhyun.” Tiba-tiba Jiyong berucap, makin membuat Taeyeon merasa tidak nyaman. “Walaupun Sunbae kenal denganku lebih lama. Bukan berarti aku dapat lebih nyaman bersama Sunbae,” Ucap Taeyeon tenang. Ia mengambil gimbap dan mengunyahnya pelan, berharap Baekhyun berhenti menyanggah ucapan Yuri dan mengajaknya pulang.

“Kenapa kau bisa nyaman dengan Baekhyun?” Tanya Jiyong kembali. Pertanyaan retoris menurut Taeyeon. Taeyeon memilih menatap ke luar kedai dan berbicara, “Aku tidak tahu.”

Jiyong menghembuskan nafas kasar. Ia meraih pundak Taeyeon lalu memutar tubuh mungil itu, memaksa Taeyeon berhadapan dengannya. “Kenapa kau menganggapku seolah tidak ada? Kita pernah berpacaran-“

“Pernah, tapi tidak lewat dari 18 jam, tolong lepaskan tangan Sunbae .”

Jiyong tidak mau melepaskan genggamannya pada bahu Taeyeon. Tapi, seseorang menghentak tangannya, membuat genggaman itu terlepas. Siapa lagi jika bukan Baekhyun? Laki-laki itu menggenggam tangan Taeyeon dan mengajak perempuan itu pergi dengan kode mata.

“Yuri Sunbae, Kwon Sunbaenim. Aku dan Taeyeon duluan,” Ucap Baekhyun sebelum benar-benar pergi. Sebuah lengkungan menghiasi wajah Baekhyun mengiringi ucapannya. Tapi, dibalik raut biasa saja milik Baekhyun, Jiyong dapat menemukam guratan tidak suka. Tidak suka perempuan itu disentuh laki-laki lain selain dirinya.

“Mau menjadikannya bahan gosip?” Setelah berhening ria, Jiyong yang pertama bersuara. Yuri hanya tertawa garing. Kendati memiliki marga yang sama, mereka bukan saudara kandung. Jadi, jangan mengira mereka bersaudara

. “Ketimbang Gosip, hal ini akan menjadi laporanku. Kau tahu? Lebih baik menyerah ketimbang harus sakit lebih dalam.”

***

Keheningan menyelimuti Baekhyun dan Taeyeon. Hal yang tidak lazim mengingat Baekhyun adalah tipe anak hiperaktif. Manik Taeyeon kembali melirik genggaman tangannya dan Baekhyun. Tiga kali mereka sudah bergenggaman. Pertama, untuk penyamaran. Kedua, tak sengaja, daripada genggaman lebih terasa seperti tarikan. Dan ketiga, ia tidak mengerti mengapa Baekhyun menggenggamnya kali ini.

“Kalau tidak nyaman lepas saja,” Tiba-tiba Baekhyun berucap, menginterupsi pikiran Taeyeon. “Tidak, aku merasa nyaman.” Lagi, dengan bodohnya Taeyeon berucap tanpa berpikir. Perempuan itu menggingit bibirnya, berharap Baekhyun tak mendengar ucapannya.

“Tapi, kau harus melepasnya Taeyeon, ini sudah di depan apartemenmu.”

Bodoh. Kata-kata itu mungkin kata yang pantas untuk mendeskripsikan Taeyeon saat ini. Kenapa fokusnya jelek sekali pagi ini? Ya Tuhan, ia harus pergi ke dokter nanti.

“Masuk. Setelah kau masuk, aku akan pulang.” Entah itu perintah atau ucapan biasa Taeyeon tak mau ambil pusing. Ia menurut dan memasuki apartemennya, tapi sebelum menutup pintu apartemen Taeyeon berucap, “Baekhyun, jujur, Jiyong pernah berpacaran denganku tapi tak lebih dari 18 jam. Saat itu pikiranku kacau jadi-“

“Mau mendengar masalahku?” Kali ini Baekhyun yang memotong ucapan Taeyeon.

Taeyeon terdiam sesaat dan mengangguk.

“Masalahku adalah aku tidak suka melihatmu berinteraksi dengan Kwon Sunbaenim, rasanya…aku tak tahu bagaimana menjabarkannya tapi, aku tidak suka.” Baekhyun menatap tepat pada manik Taeyeon, ia tersenyum kecil dan melanjutkan ucapannya, “Bukan hanya ketika kau berinteraksi dengan Kwon Sunbaenim, tapi dengan laki laki lain yang memandangmu sama seperti cara Kwon Sunbaenim memandangmu. Dan aku tahu mengapa rasa itu muncul karena….”

“….aku menyukaimu.”

.

.

.

Tbc.

Advertisements

20 comments on “[FREELANCE] Important Sequence (Chapter 6)

  1. Aihhh si baekki kyaknya klo dijadiin pcar, bkal posesif btt nih…
    Penasaran knp taetae ama jiyong dlu cm pcaran slma 18 jam…

  2. akhirnya baekhyun bilang suka ke taeyeon hahaha nunggu reaksi taeyeon nanti kek gimana wks skrang tau masalah antara taeyeon sama jessica. okay next chapter ditunggu 🙂

  3. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Important Sequence (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s