[FREELANCE] Over Protective (Chapter 4)

OVER CONTROL STORIES

unnamed

Present by R’KyuTae

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Cho Youngmi

Length : Parts

Genre : Family-ship, Romance

Rate : M-Language

Desclaimer : Terinspirasi dari trilogi novel FIFTY SHADES OF GREY karya E.L James.

WARNING : FF ini mengandung unsur Mature

::::::

Preview : Prolog, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

 

Chapter 4

Jam menunjukkan pukul delapan pagi saat Taeyeon tiba di Cho’s Publishing. Seohyun berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk pada Taeyeon yang berdiri di depan meja kerjanya.

“Jadwal pertamaku, Seohyun-a?” tanya Taeyeon sambil lalu berjalan ke kantornya dan Seohyun mengikutinya dengan sebuah agenda berwarna hitam serta sebuah gelas kertas berisi Vanilla Latté di tangannya.

“Anda memiliki meeting dengan Chief Editor yang lain dan juga Junsu-ssi. Ini ada beberapa surat yang harus anda baca dan dokumen yang harus anda tanda tangani” ujar Seohyun, Taeyeon mengangguk mengerti.

“Apa jadwalku untuk makan siang hari ini kosong?” Taeyeon duduk di balik meja kerjanya dan bertanya lagi, Seohyun memeriksa agendanya kembali.

“Anda ada satu pertemuan dengan seorang penulis”

Taeyeon menyandarkan tubuh ke kursi kerjanya dan memiringkan kepala, “Benarkah? Aku lupa soal itu maaf, ada naskah yang harus kuperiksa lagi?”

Seohyun mengangguk, “Ada lima naskah yang masuk ke departement kita hari ini, saya sudah memeriksanya tapi anda harus melihatnya sekali lagi dan memutuskan kapan naskah-naskah itu harus diproses penerbitannya”

“Kau bisa berikan naskah-naskah itu lima belas menit lagi, aku harus membaca surat-surat ini dulu” Seohyun mengangguk mengerti dan berlalu dari ruangan itu setelah membungkuk sopan pada Taeyeon.

Kedua tangan Taeyeon mulai meraih tujuh buah surat yang harus ia baca. Ia memeriksa alamat yang tertera di belakang amplopnya sebelum membaca isi surat tersebut. Wanita cantik itu tengah serius membaca suratnya satu-persatu saat sebuah e-mail masuk kedalam komputernya, senyum manis menghiasi wajahnya begitu tahu siapa orang yang mengirim e-mail tersebut.

[ From : Cho Kyuhyun

  To : Kim Taeyeon

  Subject : Merindukanmu

Aku tahu kau mungkin sibuk, memang seharusnya begitu kan? Tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak mengirim e-mail padamu. Apa yang sedang kau lakukan? Aku merindukanmu.

Kyuhyun Cho

CEO, Cho Enterprises Holdings Inc. ]


Taeyeon menggeleng pelan atas kelakuan tunangannya, padahal baru empat puluh menit yang lalu mereka berpisah, tapi pria itu sudah merecokinya dengan kata-kata seolah mereka tidak bertemu seharian.


[ From : Kim Taeyeon

  To : Cho Kyuhyun

  Subject : Merindukanmu Juga, Tuan Cho

Aku tahu, aku juga merindukanmu tapi… tahukah kau aku sedang berusaha keras untuk bekerja disini? Hari kedua di Cho’s Publishing dan hampir membuatku pingsan. Minum setelah pulang kerja di D’lache?

Taeyeon Kim

Commissioning Editor, Cho’s Publishing. ]


Membaca sekali lagi e-mailnya lalu menekan tombol Send.


[ From : Cho Kyuhyun

  To  : Kim Taeyeon

  Subject : Kau dan Alkohol Bukan Kombinasi yang Bagus

Minum? Terakhir kali aku minum denganmu di bar raksasa dimana si pirang menari denganmu dan meremas bokongmu, dan aku harus menghajarnya habis-habisan sesudahnya. Tapi itu sudah lama sekali, baiklah siapa saja yang akan kau undang?

Kyuhyun Cho

CEO, Cho Enterprises Holdings Inc. ]


Taeyeon bergidik ngeri saat membaca balasan dari tunangannya, ia tidak lupa dengan kejadian itu, saat ia, Kyuhyun, Ahra, Hyunjoong, Minho dan Sohee berlibur ke Alpen dan mengunjungi bar raksasa yang terkenal disana lima tahun lalu. Minho baru saja menyatakan cintanya pada Sohee, dan Ahra sedang merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-lima dengan Hyunjoong sementara ia dan Kyuhyun sudah resmi bertunangan dan tinggal satu rumah. Saat itu Sohee dan Ahra mengajaknya menari kelantai dansa, tentunya Kyuhyun menolak untuk bergabung saat Taeyeon akan mengajaknya, tidak hanya Kyuhyun, Minho dan Hyunjoong juga lebih memilih duduk di sofa merah berbentuk Letter U sambil meneguk Cocktail mereka. Akhirnya hanya para wanita yang turun kelantai dansa dan para pria hanya mengamati pasangan masing-masing dari tempat duduk mereka. Ahra, Taeyeon dan Sohee menari begitu bebas dan dengan gaun mini ketiganya Minho akhirnya tergoda untuk bergabung dengan kekasihnya, sesaat kemudian Hyunjoong ikut berdansa dengan Ahra, tapi Taeyeon tak melihat Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan alkohol mulai menguasainya membuatnya lebih berani bertindak, ia menari lebih liar dan kejadian itu terjadi begitu saja. Ia mengira Kyuhyun yang memeluk pinggangnya dan meremas bokongnya tapi saat ia meraba tangan pria itu terlalu kasar dan ia sadar kalau itu bukan Kyuhyun. Ia memekik kaget dan detik berikutnya Kyuhyun menerjang pria lancang itu, menghajarnya membabi buta hingga membuat hidung pria itu patah.

[ From : Kim Taeyeon

  To : Cho Kyuhyun

  Subject : Moment Menjijikan! Jangan Mengingatkan Aku

Aku masih ingat kejadian itu Tuan Cho, tolong jangan bahas itu lagi. Itu menjijikan kau tahu? Aku berencana mengajak Sohee dan Minho, mungkin Donghae dan Hana? Aku merindukan mereka dan belum sempat bertemu bahkan di acara pertunangan Minho dan Sohee. Kemana sebenarnya oppa ikan-ku itu?

Sungguh, aku harus benar-benar mulai bekerja.

Taeyeon Kim

Commissioning Editor, Cho’s Publishing. ]


Tak lama setelah e-mailnya terkirim, ponsel yang berada di samping komputernya berdering, Love Me Like U Do milik Ellie Goulding menyapa pendengarannya, ia tersenyum karena sudah tahu siapa yang berani menghubunginya disaat jam kerja begini.

“Jadi, Miss Kim, kau rupanya sedang mencoba membuat reuni kecil dengan teman-temanmu saat tidak ada putrimu?” Taeyeon terkekeh geli mendengar suara berat Kyuhyun yang langsung menyapa indra pendengarannya.

“Bisa dikatakan begitu, Tuan Cho. Well, aku tidak bisa minum Cocktail atau mabuk berat atau Twerking denganmu saat ada dia kan?” ia bisa mendengar tawa Kyuhyun meledak diseberang sana.

“Benarkah? Well, itu bukan ide yang buruk. Bagaimana dengan Yoochun dan Yonghwa? Mereka pasti akan datang dengan pasangan masing-masing, ah…dan Yunho sunbae?”

Taeyeon mengangguk setuju, “Jam berapa sebaiknya?”

“Kau pulang jam berapa?”

“Jam enam?” ujar Taeyeon.

“Jam enam di D’lache? Oke aku akan menghubungi semua orang yang kau kehendaki. Aku menjemputmu jam enam. Sekarang bekerjalah” Taeyeon terkekeh geli mendengar perintah tunangannya. Sebenarnya disini siapa yang membuatnya menunda pekerjaan? Dasar! Tiba-tiba sesuatu melintas di pikirannya.

“Sudah mendapat kabar dari Hyunjoong?” tanya Taeyeon saat teringat putrinya yang sedang berlibur bersama sikembar Cho. Jujur, ia mengkhawatirkannya.

“Hn. Mereka sudah tiba di penginapan satu jam yang lalu. Anak-anak sedang bermain” jawab Kyuhyun, Taeyeon menghela nafas lega.

“Aku harus pergi, Junsu mengumpulkan semua Chief Editor hari ini” Taeyeon dapat mendengar Kyuhyun mendengus diseberang sana.

“Dan aku harus mulai meeting dengan kolega-kolega sialan itu. Semoga harimu menyenangkan, aku mencintaimu”

“Ya, aku juga mencintaimu” balasan terakhir Taeyeon mengakhiri percakapan keduanya, sambungan telepon terputus. Tak lama kemudian Seohyun masuk dengan membawa lima buah naskah yang harus ia periksa.

“Kau bisa meletakkannya disana, Seohyun-a” ujar Taeyeon sambil menujuk bagian kosong di meja kerjanya.

“Pertemuan anda sepuluh menit lagi, Taeyeon-ssi, seluruh Commissioning Editor di harapkan berkumpul di ruang meeting” Seohyun mengingatkan, Taeyeon mengangguk mengerti seraya merapikan surat-surat yang sudah selesai dia baca dan memasukannya kedalam kotak khusus surat di bawah mejanya, ia kembali menatap Seohyun yang masih setia menunggu perintah.

“Sebenarnya ada apa, kenapa tiba-tiba ada meeting pagi ini?” tanyanya heran, Seohyun berpikir sejenak.

“Oh…kita punya Chief Editor baru untuk bagian surat kabar. Anda tahu, Korean News”

Taeyeon mengangguk-angguk, terakhir yang ia dengar, Wooyoung yang menjabat sebagai Chief Editor surat kabar bisnis dan politik telah mengundurkan diri dari perusahaan dan memilih bekerja untuk ayahnya di bidang manufaktur Jang Group.

“Aku mengerti, jadi pengganti Wooyoung-ssi telah di tentukan?”

Seohyun mengangguk, “Saya pikir begitu, untuk lebih lengkapnya akan di bahas di meeting nanti”

Taeyeon menarik nafas dan bangkit dari kursi nyamannya, merapikan Jumpsuit putih yang dikenakannya dan meraih blazer vanilla yang tersampir disandaran kursi.

“Baiklah, jangan sampai membuat yang lain menunggu” ujar Taeyeon seraya meraih tas tangannya dan berjalan keluar mendahului Seohyun.

Taeyeon berpapasan dengan Junsu saat memasuki lift. Adik dari Cho Ahra itu tidak banyak berubah, masih bersemangat dan murah senyum seperti pertama kali ia melihatnya terlebih setelah menikah dengan wanita keturunan China, Meng Jia. Taeyeon bisa melihat kebahagiaan menghiasi wajah pria itu, jauh lebih bahagia dari beberapa tahun lalu. Banyaknya pasangan yang menikah belakangan ini membuat Taeyeon ingin menikah juga, tapi apa daya kalau Kyuhyun belum siap untuk menjalin hubungan sakral itu dengannya, sekalipun sudah ada Youngmi.

“Taeyeon-a, lama tidak bertemu” sapa Junsu ramah, Taeyeon memberikan pelukan persahabatan padanya.

“Lama tidak bertemu juga, Junsu-ya. Bagaimana kabarmu?” balas Taeyeon, Junsu tersenyum lebar menanggapi pertanyaannya.

“Luar biasa baik, aku dengar dari Ahra hubunganmu dengan Kyuhyun sudah mulai membaik. Benarkah?” Taeyeon mengangguk sambil tersenyum manis padanya.

“Syukurlah, si brengsek itu tidak akan jadi sensitif lagi. Kau tahu selama lima tahun ini setiap kali kami minum-minum bersama dia selalu uring-uringan seperti orang gila. Aku muak melihatnya seterpuruk itu” tambah Junsu, Taeyeon hanya  tersenyum menanggapinya karena ia tahu semua kekacauan Kyuhyun berdasar dari dirinya.

“Bagaimana Jia?” Taeyeon mengalihkan pembicaraan.

“Dia baik, sedang mengandung tiga bulan sekarang. Bagaimana putrimu?” tanya Junsu, Taeyeon terpana mendengar Jia yang tengah mengandung anak pertamanya dengan Junsu, pasti mereka sangat bahagia.

“Youngmi baik, dia tidak pernah melepaskan Kyuhyun saat ayahnya itu sedang ada dirumah, dan ia sedang memperlancar kemampuan bahasa Korea-nya dibantu Kyuhyun”

Junsu tersenyum, “Aku ikut bahagia. Jangan terlalu lama berhubungan seperti ini, Tae. Youngmi juga seorang Cho dan dia harus mendapatkan nama ayahnya, aku tahu kau menamainya Cho Youngmi dan bukan Kim Youngmi, tapi tetap saja marga itu tidak akan sah sebelum kau dan Kyuhyun menikah”

Taeyeon tertegun sebentar, semua yang di katakan Junsu benar, nama Cho yang disandang Youngmi belum sah sepenuhnya. Ia harus segera menikah dengan Kyuhyun agar Youngmi mendapatkan nama ayahnya secara sah, tapi ia juga harus menghargai Kyuhyun yang belum siap menikah dengannya. Oh Tuhan…

“Aku tahu. Aku dan Kyuhyun sedang merencanakan pernikahan kami, tapi dia butuh waktu” ujar Taeyeon, Junsu menghela nafasnya.

“Donghae sudah berusaha keras membantunya keluar dari bayang-bayang masa lalunya, dia hampir berhasil. Tunggulah sebentar lagi” Junsu menenangkan wanita itu saat melihat raut wajahnya yang kebingungan, Taeyeon balas mengangguk. Keduanya terdiam.

“Chief baru itu, siapa dia?” tanya Taeyeon memecah keheningan, Junsu menoleh.

“Kwon Jiyoung” ujar pria itu, Taeyeon mengernyit.

“Aku belum pernah mendengar namanya”

Junsu terkekeh, “Dia memang baru di dunia jurnalistik, tapi kau akan terkejut dengan kecerdasannya. Dia orang yang enak diajak bergaul, kalian akan menjadi teman”

Taeyeon tersenyum, “Junsu-ya, aku dan beberapa teman berencana minum setelah pulang kerja hari ini. Kau mau ikut? Kau bisa mengajak Jia kalau kau mau”

Lift sampai di lantai teratas gedung, mereka melangkah keluar dari lift.

“Tentu, dimana?” tanya Junsu.

“Bar D’lache, jam 6”

Junsu mengangguk, “Baiklah” lalu keduanya masuk kedalam ruang meeting.

.

Wanita berusia tiga puluh lima tahun itu melangkahkan kaki jenjangnya disepanjang lobi gedung berteknologi tinggi Cho Enterprises HI. Surai pirang keemasan miliknya digelung rapi, ia memakai kemeja biru tua dan rok bahan selutut, stileto hitam menunjang kaki jenjangnya dan sebelah tangannya menggenggam sebuah clutch hitam bermerek ternama. Ia menekan tombol lift dan meluncur kelantai teratas gedung mewah tersebut.

“Cho Kyuhyun ada di dalam?” tanya Victoria pada wanita yang duduk dimeja asisten CEO.

“Ya, Victoria-ssi” jawab asisten Kyuhyun, Victoria memberikan senyuman angkuh padanya lalu melenggang masuk kedalam ruang utama CEO tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Di dalam ruangan Kyuhyun tengah disibukkan dengan berbagai macam dokumen bernilai milyaran won-nya saat menyadari ada seseorang yang seenaknya masuk keruang pribadinya tanpa mengetuk, hanya keluarganya, hanya Taeyeon yang biasa melakukan itu dan Victoria tentunya. Kyuhyun menyandarkan punggung ke kursi berlengannya, kacamata ber-frame hitam masih bertengger dihidungnya dan rahangnya mengeras saat tahu orang-tak-tahu-malu yang menerobos pintu ruangannya adalah Victoria Song. Wanita yang paling tidak diinginkan disini.

“Kyuhyun-a…” sapa wanita itu saat sudah berada dihadapan Kyuhyun, Kyuhyun meliriknya dingin.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi, Victoria duduk dikursi yang berhadapan dengan Kyuhyun dan mendesah kecewa.

“Aku sudah kembali, kau tidak merindukanku?”

Kyuhyun membuang muka, “Tidak sama sekali”

Victoria tersenyum sinis, Kyuhyun berubah menjadi sangat dingin padanya sejak berhubungan dengan wanita bernama Kim Taeyeon.

“Benarkah? Kau tidak merindukanku walau hanya sedikit?” Victoria beranjak dari tempat duduknya, melangkah memutari meja dan memeluk leher pria itu dari belakang. Tangannya menelusuri dada pria itu, membelainya pelan, hingga membuat Kyuhyun menegang, sial wanita tua ini masih mengingatnya.

“Aku tidak pernah main-main denganmu, Victoria-ssi” Kyuhyun mengetatkan rahangnya.

“Oh, tentu aku tahu. Apa karena wanita itu kembali dengan anakmu?” lirih Victoria berharap Kyuhyun jatuh kedalam pelukannya lagi, ia mengecup rahang tegas pria itu sampai sepanjang lehernya.

“Kami akan menikah” Kyuhyun melepas paksa pelukan Victoria dilehernya dan berjalan menuju mini bar disudut ruangan, ia menuangkan vodka kedalam gelas kristalnya dan meneguknya dengan frustasi, Victoria berdiri tegak.

“Kau tidak bisa menikah, kau akan kehilangan kontrolmu” ujar Victoria tidak setuju, Kyuhyun menaikkan alisnya.

“Aku akan menikah, dan itu bukan urusanmu, kau tahu itu”

“Kau tidak bisa. Kau punya kebutuhan dan wanita itu tidak bisa memenuhi kebutuhanmu. Hanya aku yang bisa melakukannya, kau akan kehilangan kontrolmu kalau kau tidak bertemu denganku saat itu, demi Tuhan, jangan mau dikendalikan oleh wanita sialan itu!” sahut Victoria menentang dengan keras, Kyuhyun meremas gelasnya.

“Keluar” geram pria itu, Victoria mematung.

“Kau tidak bisa mengusirku seenaknya!”

“Dan kau tidak bisa menyebut Taeyeon wanita sialan, karena kau-lah wanita sialan yang sesungguhnya!”

“Kyu…”

Kyuhyun menghempaskan gelas kristalnya ke lantai, membuat gelas itu pecah berkeping-keping dan cairan bening vodka membasahi lantai, “Aku bisa menyeretmu keluar dari gedung ini sekarang juga. Keluar dari kantorku jalang!!” teriaknya, tapi Victoria tak gentar, ia malah mendekat.

“Lihat ini yang dia lakukan padamu. Kau kehilangan kontrolmu”

Kyuhyun menatapnya tajam, menyiratkan wanita itu agar tidak semakin mendekat, “Bukan, bukan dia yang melakukan ini. Dia yang memberiku harapan, dia yang membawaku keluar dari dunia gelap yang kau anggap kenikmatan. Kau tidak pernah membantuku, Victoria, kau justru menjerumuskanku”

“Aku membantumu, kalau aku tidak membantumu saat itu kau pasti menjadi bajingan tak bermoral yang berkeliaran dijalanan sana!” sahut Victoria, Kyuhyun memiringkan kepala dan tersenyum meremehkan.

“Kau mengaku telah membantuku, apa kau tahu apa yang aku butuhkan saat itu?” tanya Kyuhyun sakartis, Victoria menelan ludah, “Tidak, kau tidak pernah mencintaiku, kau tidak pernah bilang mencintaiku. Kau tidak pernah memelukku dan berkata semuanya akan baik-baik saja, kau tidak pernah meninggalkan suamimu dan terus menjadikanku simpanan. Kau tidak pernah memberikan apapun padaku Victoria-ssi! Kau hanya mengajariku cara berhubungan seks. Kau begitu kosong, penuh harapan dan kosong, sekarang aku tahu kenapa Taylor menceraikanmu satu tahun yang lalu. Sebaiknya sekarang kau pergi”

Victoria membelalak, “Cinta hanya untuk orang bodoh, Kyu. Aku yang menjadikanmu sampai seperti ini dengan uang seratus ribu dollar itu, kau bisa membangun bisnismu sendiri, menata hidupmu lebih sukses setelah kematian ayahmu dan kau…”

“Jangan bawa-bawa ayahku jalang sialan!! Uang seratus ribu dollar-mu sudah aku kembalikan dua tahun lalu, kau masih mau mengungkitnya? Apa itu kurang? Baik, seluruh bisnis dan saham yang aku miliki dipusat perbelanjaan Gangnam adalah milikmu, Junho akan mengurus pergantian namanya, setelah itu pergi dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku, keluargaku, Taeyeon dan putriku”

“Tapi Kyu…”

“Keluar!!” dengan satu bentakan terakhir Victoria akhirnya meninggalkan Kyuhyun dengan tubuh gemetar, Kyuhyun menghembuskan nafas berat dan mengacak-acak rambutnya frustasi, ia merasa sangat buruk sekarang. Ia membutuhkan Taeyeon, jam menunjukkan pukul dua belas, ia ingin pulang secepatnya. Ia mengambil ponsel dan menekan tombol panggilan cepat ke nomor tunangannya.

.

Junsu benar, Kwon Jiyoung adalah pria yang cerdas dan mudah bergaul. Taeyeon dan Jiyoung berteman dalam waktu singkat, bahkan sekarang Jiyoung sedang berada diruangan Taeyeon untuk membantunya mengedit lima naskah setelah wanita itu selesai bertemu seorang penulis. Pria itu begitu teliti dan pemikirannya sangat tajam, pantas Junsu memilihnya untuk menggantikan Wooyoung.

“Kau sudah menikah?” tanya Jiyoung, Taeyeon menghentikan kegiatannya sebentar lalu menggeleng.

“Foto itu? Bukankah itu Cho Kyuhyun? Pengusaha sukses yang merajai bisnis Korea, kau ada hubungan dengannya?”

Taeyeon melirik pada foto yang Jiyoung perhatikan, itu memang Kyuhyun, ia tersenyum, “Kau benar, dan dia adalah ayah dari anakku”

Jiyoung terkejut, “Kau sudah memiliki anak dengannya tapi belum menikah?” Taeyeon tersenyum lagi dan mengangkat bahu.

“Kami sudah bertunangan selama empat tahun lebih dan sempat putus tapi aku kembali lagi padanya, aku melahirkan putriku saat aku bekerja sebagai editor di Vogue, Paris. Dan kau tahu aku juga baru kembali ke Korea dan bergabung dengan Cho’s Publishing” ujar Taeyeon, Jiyoung mengangguk mengerti.

“Aku cukup terkejut mengetahuinya, karena yang kutahu Cho Kyuhyun bukanlah orang yang mudah menjalin hubungan serius dengan wanita, tapi bagaimana bisa dia menyembunyikan hubungannya denganmu selama empat tahun lebih sementara media massa mengincarnya seperti mangsa?”

Taeyeon terkekeh dan menggeleng, “Aku tidak tahu, kami hanya berusaha untuk tidak menarik perhatian. Kyuhyun hanya ingin Youngmi tumbuh tanpa terusik pemberitaan media tentang dirinya”

Jiyoung mengangguk lagi, mereka masih asik mengobrol sampai dering ponsel Taeyeon menginterupsi, Taeyeon segera mengangkatnya.

“Ada apa sayang?” tanyanya pada orang diseberang sana, Cho Kyuhyun, ia bisa mendengar ada yang aneh dengan suara Kyuhyun.

“Aku membutuhkanmu” ujar pria itu penuh penekanan. Tuhan, pria mercurial-nya sedang emosi sekarang, kenapa?

“Ada apa?” Taeyeon mengernyit khawatir.

“Akan kujelaskan nanti, aku sudah berada didepan kantormu”

“Baiklah, tunggu sebentar” ujar Taeyeon, Kyuhyun hanya bergumam disana dan memutus sambungan telepon. Taeyeon bergegas meraih blazernya dan mengambil tas tangan Charless&Keith-nya dan beberapa naskah yang belum diperiksa, ia memutuskan menyelesaikannya dirumah.

“Aku harus pulang sekarang, kau tidak apa-apa kan?” tanya Taeyeon, Jiyoung menggeleng.

“Pergilah. Senang berkenalan denganmu Taeyeon-a” ujar Jiyoung sambil tersenyum, Taeyeon balas tersenyum.

“Aku juga. Sampai bertemu besok” mereka keluar dari ruangan Taeyeon dan Jiyoung kembali keruangannya. Setelah menginstruksikan beberapa hal pada Seohyun, Taeyeon segera pergi untuk menemui tunangannya.

Kyuhyun terlihat sangat kacau, surai hitamnya yang sudah acak-acakkan terlihat semakin berantakan dengan kemeja hitam yang sudah digulung sampai siku, dua kancing teratasnya terbuka namun tampak seksi dimata Taeyeon. Kyuhyun merengkuh tubuh wanitanya dan mencium bibirnya sebentar sebelum memutari sisi lain mobil.

“Masuklah” ujar Kyuhyun sambil membukakan pintu mobil, Taeyeon masuk disusul Kyuhyun yang duduk di kursi kemudi. Mereka terdiam beberapa saat.

“Ada apa? Kenapa tiba-tiba mengajak pulang? Kau sakit?” tanya Taeyeon khawatir, ia meraba dahi Kyuhyun untuk memeriksa suhunya tapi pria itu menggeleng dan malah menangkap pergelangan tangannya dan menariknya kedalam pelukannya. Taeyeon bisa bertahan selamanya dalam kehangatan pelukan Kyuhyun kalau ia tak merasakan kekacauan pria itu, ia harus menjadi berguna sekarang, tapi apa yang terjadi?

“Sayang ada apa?” tanya Taeyeon lagi, Kyuhyun diam tak bergeming.

“Kyu, setidaknya berhentilah untuk diam dan katakan ada apa?” ujar Taeyeon tak sabar, Kyuhyun bergeser untuk menatapnya, matanya sendu dan penuh permohonan.

“Biarkan aku menciummu”

Taeyeon mengernyit, “Sebenarnya…”

“Nanti. Aku akan menjelaskan padamu nanti” Kyuhyun menyela. Ia menarik tengkuk Taeyeon dan mendekati bibir wanita itu, melumatnya dengan ketepatan yang mengejutkan hingga Taeyeon terpaku sesaat.

Kyuhyun menciumnya sedikit liar dan Taeyeon tahu pria mercurial-nya ini bukan pria kuat bertahta yang biasa ia hadapi, Kyuhyun yang sekarang adalah pria rapuh yang harus diarahkan jalan kehidupannya agar tidak tersesat. Perlahan tangan Taeyeon terangkat untuk mengalung pada leher pria itu, lidah mereka bergulat dan seperti biasa Taeyeon sulit mengimbanginya. Bahkan ketika mereka harus berhenti sejenak untuk menarik napas, Kyuhyun masih belum puas. Ia menciumi telinga Taeyeon dan menggigitnya lembut. Tangannya menuruni bahu Taeyeon, lengan, lalu kembali kelehernya. Jari-jarinya seolah menghitung denyut nadi Taeyeon sebelum bergerak naik untuk memegangi wajahnya, ibu jarinya membelai miang pipi wanita itu.

“Ya Tuhan, Taeyeon-a, aku sangat merindukanmu” bisik Kyuhyun sambil mendekap erat wanitanya. Taeyeon tersenyum.

.

Mobil Kyuhyun terparkir rapi dibasement gedung apartement. Kyuhyun membukakan pintu untuk tunangannya dan mereka berjalan ke elevator. Kyuhyun memasukkan beberapa sandi sebelum masuk ke balok besi tersebut.

“Haruskah kita membatalkan semua rencana minumnya?” tanya Taeyeon masih terlihat khawatir, mungkin lebih baik mereka berada di penthouse dan membiarkan Kyuhyun menenangkan diri, tapi pria itu menggeleng.

“Aku hanya butuh menenangkan diriku denganmu, sebentar saja” Kyuhyun menuntun Taeyeon duduk disofa putih ditengah ruangan, wanita itu langsung melepas blazernya, menyisakan jumpsuit berbelahan dada rendah saja sekarang. Kyuhyun memperhatikan lekuk tubuh wanitanya sebelum duduk disampingnya.

“Aku tidak suka kau memakai itu ditempat kerja” ujar Kyuhyun datar, Taeyeon mengernyit dan memeriksa pakaiannya.

“Kenapa? Ini setelan resmi. Aku juga memakai blazerku”

Kyuhyun merebahkan kepalanya dipangkuan Taeyeon dan membiarkan wanita itu mengelus surai hitamnya yang berantakan.

“Victoria datang ke kantorku hari ini” ungkap Kyuhyun, Taeyeon menghentikan kegiatannya sejenak. Jadi ini yang membuat tunangannya sangat kacau, sial.

“Apa yang dia inginkan?”

Kyuhyun menghela napas keras, “Aku memberikan semua bisnis dipusat perbelanjaan Gangnam untuknya. Aku hanya ingin hidup denganmu dan Youngmi tanpa ada dia yang keluar masuk dalam hidupku sesuka hatinya”

Taeyeon tersenyum, “Itu bagus”

“Apa kau masih menunggu?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah bangkit dari posisi berbaringnya dipangkuan Taeyeon. Taeyeon menaikkan kedua kaki jenjangnya keatas sofa dan menghadap pria itu dengan posisi berlutut, ia mengecup bibir pria itu dalam lalu menatapnya.

“Aku tidak akan kemana-mana. Lihat. Aku masih disini kan?” ujar Taeyeon sambil memperlihatkan dirinya yang benar-benar nyata jika Kyuhyun masih menganggapnya hanya bayang-bayang semata.

“Aku takut kau…kau…bosan dan meninggalkan…”

“Sayang” Taeyeon menyela, “Aku butuh kepercayaanmu untuk tetap bertahan disini. Jangan meragukanku, kumohon”

Kyuhyun membawa Taeyeon kedalam pelukannya dan menenggelamkan wajah diperpotongan leher wanita itu. Ia menyesap aroma tubuh Taeyeon dengan rakus karena aroma inilah yang selalu bisa membuatnya tenang.

“Aku ingin membawamu ketempat tidur sekarang” ujar Kyuhyun dengan mata berkabut menatap Taeyeon. Taeyeon tak menolak tatapan menginginkan Kyuhyun, tapi ia menahan lengan pria itu yang siap menggendongnya.

“Aku ingin ke kamar bermain” jawab Taeyeon sambil mengalungkan tangan dileher Kyuhyun, pria itu menggeleng tegas.

“Tidak. Aku tidak akan membawamu kesana” tolak Kyuhyun mentah-mentah, ia memalingkan wajah tak mau menatap Taeyeon.

“Kyuhyun-a, lihat aku” Taeyeon memaksa wajah Kyuhyun menghadapnya, pria itu kembali menoleh dan tetap menggeleng.

“Aku tidak mau menyakitimu”

“Aku memohon untuk disakiti kali ini”

Kyuhyun menghela napas frustasi, “Tidak, Tae. Mengertilah, aku tidak ingin kau pergi lagi”

“Aku tidak akan kemana-mana. Hanya pengekang dan flogger, kau bisa gunakan itu. Aku merindukan kinky-ku. Aku merindukanmu” lirih Taeyeon diakhir kalimat. Kyuhyun mencium bibirnya dan langsung menggendongnya.

“Kau yang meminta, Miss Kim” ujar Kyuhyun tak bisa menolak lagi.

“Yes, Sir”

.

Ruang bermain bernuansa kelabu itu masih sama seperti pertama kali Taeyeon menginjakkan kaki disana sebagai submissive Kyuhyun. Dulu Taeyeon sendiri tak menyangka seorang CEO muda Cho memiliki tempat ‘berbahaya’ seperti ini di dalam penthouse mewahnya. Dia seperti penjahat seks. Pejahat seks yang berhasil membuatnya tunduk sepenuh hati dalam lingkaran kasih sayangnya. Dan lihat, sekarang tongkat-tongkat dan rotan-rotan yang terpajang di dinding ruangan itu sudah tidak ada, sesuai keinginan Taeyeon. Ini adalah perubahan signifikan dari seorang Cho Kyuhyun karena sebelumnya dia tidak pernah menghargai keinginan orang lain, apalagi menyangkut hal pribadi. Seperti tongkat dan rotan itu.

“Kau memikirkan sesuatu” sebuah pernyataan datang dari arah belakang. Kyuhyun berdiri disana, di depan pintu dan oh, dia sudah melepas kemeja hitamnya.

“Kau pintar menebak” Taeyeon tersenyum masam.

“Kau serius tentang hal ini? Penyesalan selalu datang di akhir. Dan aku tidak bisa menebak apa yang terjadi padamu setelah ini” ujar Kyuhyun memperingatkan, lalu ia mengacungkan kunci ruang bermain, “Pergilah. Tak ada yang bisa menghentikanku jika kau tak segera lari dari sini”

“Aku tahu apa yang aku lakukan, Kyuhyun” Taeyeon menelan ludah dengan susah payah. Jujur, ia sebenarnya sedikit takut. Setelah pintu terkunci maka Kyuhyun yang akan memegang semua kontrol.

“Aku anggap itu adalah keputusan terakhirmu”

Krek.. Pintu sudah terkunci. Kyuhyun melangkah mendekat pada Taeyeon sambil terus menatapnya bagaikan mangsa.

“Lepas sepatumu” perintahnya lembut. Taeyeon dengan patuh melepas heels 12 sentinya, kemudian Kyuhyun mengambil sepatu tersebut dan menaruhnya disamping pintu.

Kyuhyun kembali kehadapan wanita itu dan menatap tubuhnya dari atas kebawah, “Pakaianmu, sayang. Kurasa kau tak memerlukan pakaian sebanyak itu”

Taeyeon membalas tatapan Kyuhyun. Perlahan tangannya mengangkat jumpsuit putihnya keatas kepala, rok pensilnya meluncur disepanjang kaki jenjangnya sebelum teronggok di lantai, dan selama proses itu Kyuhyun terus menatap matanya.

“Berbalik”

Taeyeon segera membalikan tubuh tanpa busananya tak ragu-ragu, hingga ia membelakangi Kyuhyun dan merasakan pria itu makin merapat kearahnya. Kyuhyun menarik rambutnya hingga semua tergantung dipunggungnya, menggenggam rambut itu dalam satu genggaman dan menyentaknya ke satu sisi hingga mau tak mau Taeyeon memiringkan kepala. Pria itu menjalankan hidungnya dileher Taeyeon yang terbuka, menghirup aromanya sebelum menanamkan ciuman panas di telinga wanita itu.

“Aromamu memabukkan seperti biasa, Tae” bisiknya sambil terus menciumi telinga dan bawah telinga Taeyeon.

“Ngh…” satu lenguhan lolos dari Taeyeon saat lidah Kyuhyun bergabung dalam ciuman panas itu di telinga dan di lehernya. Sementara satu tangan pria itu bebas bergerilya kebawah, kedaerah dada, perut rata yang masih terjaga walau sudah mengandung satu bayi, kemudian memasuki pangkal paha yang menjadi tujuan jari-jarinya. Dua jari itu terselip disana. Astaga, semua ini membuat Taeyeon bergetar dalam saraf-saraf sensitifnya.

“Annghh..ohh”

“Shh…” Kyuhyun mendesis menenangkan Taeyeon saat jarinya mulai bergerak bersamaan dengan hisapannya di leher wanita itu.

“Sekarang melangkah mundur dengan perlahan. Aku akan menjagamu” ujar Kyuhyun serak. Taeyeon membuka sedikit mata sayunya kemudian mengikuti intruksi itu. Ia mulai melangkah mundur dengan jari pria itu yang masih mengganjal di dalam tubuhnya.

“Bagus”

Kyuhyun melepas semua kontak fisiknya pada Taeyeon dan hanya menyisakan tangannya yang masih menggenggam rambut wanita itu. Tiba-tiba Kyuhyun bergerak berputar membuat Taeyeon melakukannya juga, kini mereka menghadap ranjang empat tiang yang berada ditengah ruangan.

“Berbaringlah” ujar Kyuhyun rendah, melepas genggamannya,

Taeyeon merasa rambutnya terurai kembali dan segera ia menaiki ranjang, sementara Kyuhyun berjalan mengambil sesuatu di dalam lemari kayu.

“Aku akan mengikatmu” ujar Kyuhyun sambil meregangkan seutas tali di tangannya, matanya tak pernah lepas dari Taeyeon, ia ikut menaiki ranjang dan mengikat kedua tangan wanita itu menjadi satu lalu mengikatnya di kepala ranjang.

“Kalau kau terlalu banyak bergerak, tali-tali ini akan melukai kulit cantikmu. Dan aku ingin kau diam, jangan bersuara, kau mengerti?”

Taeyeon mengangguk mengerti. Ia menggerakkan tangannya sedikit untuk memeriksa seberapa kuat ikatan itu, dan ternyata cengkeraman tali tersebut begitu erat dan hampir menyakitinya.

“Aku bilang jangan bergerak, Tae” kata Kyuhyun memperingatkan, seraya tiba-tiba mengeluarkan sebuah penutup mata dari saku celana kantornya. Seluruh otot perut Taeyeon mengencang.

“Kau akan menutup mataku?” tanya Taeyeon.

“Tentu. Peraturan tetap peraturan, sayang. Dan kurasa kau sudah terlalu banyak melihat sesuatu yang ingin kau lihat. Sekarang aku ingin kau merasakan semuanya dengan indra perasamu” Kyuhyun mengangkat sedikit kepala Taeyeon, lalu memasang penutup mata itu.

Semuanya gelap. Perlahan suara musik terdengar dari sound sistem dalam ruangan, begitu lembut dan panjang seperti malaikat yang bernyanyi sendirian, dan segera bergabung dengan suara lain, dan kemudian lebih banyak, hingga membentuk paduan suara. Lagu apa ini? Sial, Kyuhyun benar-benar membuat indra pendengar dan penglihatannya buta. Taeyeon hanya bisa mengandalkan indra perasanya untuk mengira-ngira apa yang akan Kyuhyun lakukan selanjutnya.

Sesuatu yang lembut hampir tak tertahankan menyentuh leher Taeyeon, pelan-pelan menyusuri tenggorokannya, turun melintasi dada, membelai diatas payudaranya. Begitu lembut meluncur ke bawah. Sangat tak terduga. Itu adalah flogger.

Kulit flogger tersebut kembali mengulangi jalannya dari leher Taeyeon, tapi Taeyeon justru sulit untuk berkonsentrasi dengan musik yang seperti dinyanyikan oleh seratus orang, mengganggu sekaligus membuat tubuhnya merasa sensasi aneh. Seketika kulit flogger itu menyentak di permukaan kulit perutnya.

“Aghhh!” Taeyeon berteriak. Ia sendiri terkejut dengan teriakannya, sebenarnya ini tak terasa sakit, tapi seperti digelitik, dan Kyuhyun kembali memacu flogger-nya. Lebih keras.

“Aaah!”

Kyuhyun terus menyentakkan flogger itu di tempat-tempat yang tak pernah Taeyeon duga. Dan terakhir di pangkal pahanya, membuat Taeyeon tak bisa menahan untuk tidak menggeliat dan ikatan tangannya mengencang, sedikit pedih namun rasa panas dibawah tubuhnya melupakan semua sakit yang di terimanya.

“Shhh…” Taeyeon mendesis. Lalu ia mendengar suara keras dari flogger yang jatuh kelantai.

Kyuhyun membungkuk diatas tubuh Taeyeon kemudian mencium ganas mulutnya. Tangannya meremas tak sabaran di bagian-bagian menonjol dari tubuh wanita itu, membuat Taeyeon menggeliat makin tak terkendali.

“Diam, sayang. Tanganmu terluka” Kyuhyun memperingatkan dengan keras.

“Hhh.. Kumohon, Kyu…”

Astaga, Taeyeon benar-benar sudah tak tahan lagi. Ia ingin pria itu.

“Mohon apa, sayang? Apa yang kau butuhkan?” Kyuhyun sama terengahnya.

“Kau” desis Taeyeon sambil melengkungkan punggungnya saat Kyuhyun menyesap puncak dadanya, “Aku…inginhh..kau”

Terdengar suara risleting celana yang terbuka, dan Taeyeon tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, sesuatu melesak dalam pangkal pahanya. Ya Tuhan, ia akan melakukan ini lagi setelah lima tahun menjaga hasratnya untuk bersama pria lain.

“Nnggh…”

Mereka tenggelam bersama-sama saat Kyuhyun berhasil masuk kedalam tubuh Taeyeon. Tempat yang begitu ia rindukan.

***

Taeyeon dan Kyuhyun tiba di Bar D’lache tepat di jam yang telah mereka janjikan. Pukul enam. Antrian panjang terjadi di lobi masuk bar, tak heran karena para pengusaha maupun orang-orang kaya biasa meluangkan waktu untuk sekedar bersantai dan menikmati pelayanan bar di jam pulang kerja seperti ini, tapi Kyuhyun dengan leluasa membawa Taeyeon masuk melewati antrian, membuat beberapa pasang mata melirik mereka kagum. Taeyeon mengenakan gaun mini silver yang menampakkan lekuk tubuhnya yang indah sementara Kyuhyun dengan setelan abu-abu yang sengaja digulung sampai siku, terang saja membuat beberapa orang disana menelan ludah terpesona.

Taeyeon menyerahkan mantel berpergiannya pada staff bar saat seorang wanita dengan hotpants putih dan korset hitam datang menghampiri mereka dan dengan lancang bermain mata dengan Kyuhyun yang sudah pasti tak ditanggapi oleh Kyuhyun. Pelayan tak tahu malu itu tersenyum genit dan Taeyeon memberinya tatapan, dia-milik-ku.

“Tuan Cho, teman-teman anda sudah menunggu. Mari saya antar” ujar pelayan itu sopan, Kyuhyun hanya mengangguk.

“Hn. Ayo sayang” Kyuhyun memeluk pinggang Taeyeon dan membawa wanita itu bersamanya mengikuti si korset hitam yang memandu di depan mereka.

Taeyeon mendelik tak suka dengan bokong pelayan itu, sepertinya pelayan itu sengaja menggoyangkan bokong sintalnya di depan ia dan Kyuhyun agar Kyuhyun tertarik, tapi sayang usaha pelayan korset hitam harus gagal dengan Kyuhyun yang sibuk mengecupi leher jenjang Taeyeon dan Taeyeon sendiri merasa nyaman dan aman dalam pelukan prianya.

“Silahkan” ujar pelayan itu, seraya membuka pintu ruang VVIP.

Donghae berdiri saat melihat Taeyeon dan Kyuhyun sudah tiba.

“Well, lihat siapa yang datang?” semua perhatian tertuju pada pintu masuk, lalu Donghae tersenyum, “Apa kabar, Tae?”

Taeyeon membalas dengan senyum manisnya, “Aku baik, kau sendiri?”

“Baik, seperti yang kau lihat” Donghae melirik Hana yang berdiri disampingnya sebentar, lalu kembali berujar, “Aku harus menitipkan anak kami ke rumah orangtuaku karena menghadiri acara ini. Kau tahu, ini terlalu mendadak untuk sebuah acara reuni”

Taeyeon terkekeh geli, lalu ia memeluk teman-temannya bergantian. Dimulai dari Donghae dan Hana yang berjarak lebih dekat dengannya, kemudian Yonghwa dan kekasihnya yang baru Taeyeon kenal, Minho dan Sohee yang berada disudut kiri, Yoochun dan Yunho yang entah kenapa tidak membawa pasangan masing-masing, dan terakhir Junsu dan Jia. Ya ampun, reuni dadakannya benar-benar terwujud.

“Kalian sudah pesan minuman?” tanya Kyuhyun sambil menempati sebuah sofa pasangan diseberang Donghae dan Hana, Taeyeon segera mengikutinya.

“Hyung, kau tidak boleh membayar yang ini juga, aku yang akan bayar” sahut Minho bersikeras, Kyuhyun memberikan pandangan tidak setuju.

“Aku yang bayar, dan tidak ada yang membantah” tegas Kyuhyun, Taeyeon hanya menggeleng pelan.

“Biarkan hyung-mu menghabiskan uangnya, Minho-ya” sindir Taeyeon dengan nada bercanda, semua yang ada disana tertawa geli, kecuali Kyuhyun tentu saja.

“Panggil saja pelayannya” ujar Kyuhyun lagi, akhirnya Yoochun memanggil seorang pelayan dan mereka mulai menyebutkan pesanan satu-persatu.

Disaat semuanya sedang riuh bercakap-cakap satu sama lain, tiba-tiba perhatian Kyuhyun tertuju pada pergelangan tangan Taeyeon yang merah akibat ikatannya tadi di ruang bermain. Perasaan bersalah dan rasa takut kembali menghinggapinya tanpa bisa dicegah. Seharusnya ia bisa megontrol dirinya. Seharusnya ia bisa menjaga wanita yang dicintainya.

“Maaf” lirih Kyuhyun di telinga Taeyeon seraya tangannya menggenggam dua pergelangan tangan Taeyeon yang memar, mengelusnya pelan.

Taeyeon yang mengerti maksud Kyuhyun hanya menanggapi dengan senyuman.

“Aku janji tidak akan menyakitimu lagi…”

“Tidak, Kyu. Bukan salahmu. Akulah yang meminta untuk disakiti” ujar Taeyeon lembut.

“Tetap saja, semua ini salah. Aku…”

Taeyeon membungkam mulut pria itu dengan mulutnya, kemudian menggengam tangannya erat, “Kau percaya padaku kan?”

Kyuhyun hanya bisa mengangguk pelan. Tepat saat itu minuman pesanan mereka datang.

“Silahkan dinikmati” ujar si pelayan dengan sangat sopan.

Mereka langsung mengangkat gelas masing-masing dan bersulang untuk kebahagiaan yang menimpa mereka akhir-akhir ini. Dimulai dari kembalinya Taeyeon dan Youngmi ke Korea yang berhasil membuat Kyuhyun menemukan hidupnya, pertunangan Minho dan Sohee, kabar Jia yang mengandung anak pertamanya dengan Junsu, hubungan Yonghwa dan kekasih barunya, dan masih banyak lagi.

“Untuk kebahagiaan kita semua. Bersulang!” seru Minho mengangkat champagne-nya tinggi-tinggi, semua orang mengikuti.

“Bersulang!!!” sahut semuanya. Dentingan gelas yang saling beradu memenuhi seisi ruangan. Taeyeon berbaur dengan teman-teman wanitanya, begitupula Kyuhyun yang tampak santai berbicara dengan teman-teman prianya yang lain.

“Aku ingin ke toilet sebentar, kau tidak keberatan kan?” tanya Taeyeon pada Kyuhyun, pria itu mengangguk. Taeyeon beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju toilet. Toilet wanita yang berada di ujung bar kebetulan sepi.

Taeyeon memandang pantulan dirinya di cermin, memperlihatkan wajahnya yang mengalami beberapa perubahan, entahlah, sekarang wajahnya tampak lebih segar dan cerah dari beberapa hari sebelum ia bertemu Kyuhyun kembali. Rasanya wajah itu menemukan warnanya kembali. Taeyeon tersenyum tipis pada dirinya sendiri. Ia mengambil bedak dan pemoles bibir dari tas tangannya kemudian memperbaiki riasan wajahnya, ia sedang membenahi bulu mata ketika seorang wanita muncul di belakangnya. Wanita itu bertubuh kurus, surai pirangnya sangat kusam, dan pakaiannya kebesaran. Dia memandang Taeyeon dengan tatapan heran. Taeyeon mengernyit di cermin.

“Kim Taeyeon?” Taeyeon terkejut saat wanita itu memanggil namanya. Ia segera berbalik menghadap wanita itu.

“Ya? Apakah saya mengenal anda?” tanya Taeyeon sopan, wanita pucat itu menggeleng.

“Tidak, kau tidak mengenalku, tidak ada yang mengenalku, kecuali Master”

Taeyeon menaikkan alisnya bingung, “Apa maksudmu?”

Wanita itu tak menjawab, tapi memandangi Taeyeon dari atas sampai bawah berulang-ulang hingga membuat Taeyeon merasa risih.

“Kau sangat cantik” gumam wanita itu dengan senyuman miris yang tampak begitu memilukan, “Aku mencintai Master, tapi Master mencintaimu. Apa yang kau miliki tapi tidak aku miliki?”

“A-apa?” tanya Taeyeon makin tak mengerti, wanita itu membuang muka kesamping.

“Cih… bukan apa-apa…”

Taeyeon diam memperhatikan wanita kurus itu, rasa kasihan muncul dalam benaknya dan sesuatu yang tidak terlalu asing melesat diingatannya, ia akan berpikir lebih jauh ketika tiba-tiba seseorang yang baru keluar dari bilik toilet tidak sengaja menabraknya dan membuatnya terhuyung nyaris terjatuh. Taeyeon menoleh pada orang yang menabraknya itu.

“Nona, aku minta maaf” ujar orang itu penuh penyesalan, Taeyeon menggeleng.

“Tidak apa-apa, aku hanya sedang…” Taeyeon menghentikan kalimatnya saat wanita misterius yang berbicara dengannya tadi sudah tidak ada disana. Wanita itu menghilang.

Siapa sebenarnya wanita itu? Master? Kenapa rasanya Taeyeon akrab dengan panggilan itu?

Taeyeon menggelengkan kepalanya pelan, halusinasi, mungkin ia hanya berhalusinasi. Taeyeon menggelengkan kepalanya sekali lagi lalu keluar dari toilet wanita.

To be continue…..

Advertisements

41 comments on “[FREELANCE] Over Protective (Chapter 4)

  1. Kyaaa akhirnya dipublish juga setelah lama nunggu,,
    lanjut thor next chapternya ditunggu jangan lama-lama yaa thor fighting

  2. Sempet heran knp chapter ini gak di protect tp stlh dibaca trnyata emang blm terlalu hot bgt sih, kekekkkke

  3. Kyknya penyakit kyuhyun itu blm spenuhnya sembuh ya,hhmm.
    Aahh pst si yoona lg itu ya?
    Knpa mereka gak hidup tenang sih.
    Nxt chp ditunggu^^

  4. Waaahhh ceritanya makin complicated ada victoria, yoona sekarang pendatang baru.jiyong. entah deh.ada hubungannya gag ke kyutae….
    Ditunggu lanjutannya ya thor…..

    Fighting

  5. yeeeyyy comeback,. itu lm yoona kah yg ketemu sama taeyeon di toilet? si victoria nyebelin bgt matre bgt sih issshhh jauh” jgn ganggu kyutae lagi dong,. biarkan mereka bahagia.. ya ampun penasaran bgt sama kelanjutan ff ini next chapternya updatesoon ya

  6. wow kyutae….
    kira2 siapa yg ketemu ama taeng di toilet
    bagus kyu jangan biarkan victoria mempengaruhi dirimu kembali
    jauh2 dari victoria nanti dia bisa mempengaruhimu untuk meninggalkan taeng

  7. siapa itu yg di temui taeyeon di toilet? apa kyuhyun bakalan sembuh? penasaran sama kelanjutannya. next chapter ditunggu ☺☺

  8. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. siapakah wanita ituu/???

    kepoo keren bgt pas di ruang bermain
    dasarr mr.cho kau mr..grey nya korea ya ? hahhahahahaa

    bagus thorrr

  11. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Asih..jinja apaan sih victoria, kenapa gak jauh-jauh aja dari hidup kyuhyun! Udah cukup kamu hancurin hidup kyuhyun dimasa lalu.
    Semoga. Aja kyuhyun bisa sembuh sepenuhnya..
    Btw itu perempuan yg sering datang gangguin taeyeon kok bisa cepat bagt ngilang yah? Kayak hantu aja..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s